WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital
Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital
Kegiatan konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Dlingo, Bantul, pada Sabtu (25/4/2026) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antaranggota guna menjaga soliditas organisasi. Acara ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah relawan kebencanaan di bawah naungan BAZNAS se-DIY. Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bantul menekankan bahwa konsolidasi menjadi kunci agar BTB tidak terpecah maupun mengalami penurunan kapasitas. Ia juga mendorong agar peringatan satu dekade BTB dapat dilaksanakan pada bulan September mendatang dengan Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Selain itu, aspek publikasi turut menjadi perhatian utama. Pemanfaatan media sosial dinilai penting untuk meningkatkan eksposur kegiatan BTB kepada masyarakat. Kolaborasi publikasi melalui akun BTB DIY serta akun resmi BAZNAS di masing-masing kabupaten/kota diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kepercayaan publik. Sementara itu, Supriyanto selaku perwakilan BTB Bantul mengungkapkan bahwa kebutuhan personel, khususnya di bidang evakuasi kebencanaan, masih sangat minim. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota BTB di lapangan. Dari sisi kehumasan, seluruh kegiatan BTB diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan dipublikasikan secara konsisten agar semakin dikenal masyarakat luas. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga personel BTB, yaitu Diyas Nugroho, Kukuh Santoso, dan Rofiq Wicaksono. Kehadiran tim dari Sleman menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya penanggulangan bencana. Melalui konsolidasi ini, diharapkan BTB DIY semakin solid, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meningkatkan peran strategisnya di tengah masyarakat.***
BERITA26/04/2026 | Humas
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya
BAZNAS Sleman ikut donor darah di Pendopo Parasamya dalam rangka HUT ke-110 Sleman bersama PMI dan pegawai Pemkab Sleman. BAZNAS Sleman Ambil Bagian dalam Aksi Donor Darah Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kabupaten Sleman, pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Sleman sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Didukung PMI, Puluhan Pendonor Lolos Skrining Kegiatan donor darah ini didukung oleh PMI Kabupaten Sleman dengan total pendaftar mencapai 110 orang. Sebelum melakukan donor, seluruh peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti tes tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta pengecekan golongan darah. Dari hasil skrining tersebut, sekitar 70 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Pimpinan dan Staf BAZNAS Turut Berpartisipasi Adapun pimpinan dan staf BAZNAS Sleman yang ikut dalam kegiatan donor darah ini antara lain: Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Wakil Ketua III Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Staf Pelaksana Warih Komarasari, S.E. Pendamping UMKM Joko Yugiyanto, S.Psi. Serta UMKM dampingan BAZNAS Sleman Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sleman tidak hanya dalam pengelolaan zakat, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Semangat Kepedulian dari Pegawai Sleman Mayoritas peserta donor darah berasal dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antar instansi dalam meningkatkan kepedulian sosial serta membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan donor darah ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program kemanusiaan yang bermanfaat luas.
BERITA23/04/2026 | Humas
Ketua BAZNAS Sleman Paparkan Program dan Permodalan di Bimtek UMKM Pakem
Ketua BAZNAS Sleman Paparkan Program dan Permodalan di Bimtek UMKM Pakem
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Keuangan dan Akses Pemodalan Usaha (POKIR) di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman selama empat hari, mulai 20 hingga 23 April 2026. Pada sesi yang berlangsung Selasa (21/4/2026), Kriswanto menyampaikan materi di Heha Forest yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, dengan dihadiri 14 perwakilan UMKM Kapanewon Pakem. Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai lima program unggulan BAZNAS serta berbagai skema akses permodalan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola keuangan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kriswanto juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Menurutnya, dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dapat membantu usaha kecil berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh pelaku usaha mikro di wilayah Kapanewon Pakem yang mendapatkan pembekalan terkait manajemen keuangan, penguatan kelembagaan, serta strategi mengakses permodalan usaha. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing.***
BERITA21/04/2026 | Humas
Amil BAZNAS Sleman Lulus Sertifikasi Pengelolaan Zakat, Perkuat Profesionalisme Layanan
Amil BAZNAS Sleman Lulus Sertifikasi Pengelolaan Zakat, Perkuat Profesionalisme Layanan
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mengirimkan Pelaksana 2 Bidang Pendistribusian, Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., untuk mengikuti Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat. Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan oleh BAZNAS Institute di Jakarta dan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (13–16 April 2026). Sebanyak 29 peserta dari berbagai lembaga, mulai dari BAZNAS daerah, Lembaga Amil Zakat (LAZ), hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ), turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sertifikasi ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan kompetensi amil dalam pengelolaan zakat sesuai standar nasional. Fokus asesmen meliputi penguasaan kompetensi teknis, khususnya dalam pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta kemampuan menyusun laporan zakat yang akurat, transparan, dan akuntabel. Selama proses pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang terbagi dalam beberapa tahapan. Pada hari pertama, materi difokuskan pada tata kelola zakat di Indonesia, kode etik amil, serta strategi penghimpunan zakat. Hari kedua membahas penyaluran dan pendayagunaan zakat, dilanjutkan hari ketiga dengan materi pelaporan. Sementara pada hari keempat, peserta mengikuti uji asesmen oleh asesor profesional. Melalui proses uji kompetensi berbasis standar nasional, peserta dinilai secara objektif guna memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Kukuh Santoso menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memberikan pengalaman berharga dalam menunjang kinerja sebagai amil zakat. “Selama mengikuti pelatihan, materi yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan dan mendukung kinerja saya sebagai amil,” ujarnya. Sertifikasi amil ini bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan terpercaya. Dengan meningkatnya kompetensi amil, diharapkan layanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Upaya ini juga sejalan dengan visi BAZNAS dalam membangun tata kelola zakat yang modern dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat di Indonesia. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori dan Perkuat Syiar Al-Qur’an
Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori dan Perkuat Syiar Al-Qur’an
Kabupaten Sleman berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Prestasi ini diraih setelah kafilah Sleman mendominasi perolehan juara pertama di berbagai cabang lomba yang dipertandingkan. Predikat juara umum tersebut diumumkan oleh Sekretaris LPTQ DIY, Nurhuda, melalui Surat Keputusan (SK) Koordinator Dewan Hakim MTQ tingkat DIY dalam acara penutupan yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Sabtu (18/4/2026). Sejak awal penyelenggaraan, MTQ DIY XXXI Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Sleman telah menunjukkan semangat syiar Islam yang kuat. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi Bupati Sleman di Pendopo Parasamya, yang sekaligus menegaskan Sleman sebagai pusat kegiatan keagamaan tingkat daerah tahun ini. Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur’an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara”, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, disampaikan bahwa MTQ merupakan wahana penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya diharapkan tidak hanya dibaca dan dilafalkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Keberhasilan Sleman sebagai juara umum semakin menegaskan komitmen daerah ini dalam pembinaan generasi Qurani. Dominasi pada sejumlah kategori lomba menjadi bukti keseriusan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berintegritas. Tidak hanya berfokus pada kompetisi, penyelenggaraan MTQ DIY 2026 di Sleman juga diwarnai dengan berbagai kegiatan pendukung yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah partisipasi BAZNAS Kabupaten Sleman yang turut memeriahkan acara melalui Bazar UMKM binaan. Sebanyak 30 UMKM binaan BAZNAS Sleman ambil bagian dalam bazar tersebut, menghadirkan beragam produk unggulan sebagai wujud nyata pemberdayaan ekonomi umat. Kehadiran bazar ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan capaian sebagai juara umum dan terselenggaranya berbagai kegiatan pendukung, MTQ DIY 2026 di Kabupaten Sleman tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum penguatan syiar Islam serta pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
MTQ DIY 2026 di Sleman: Syiar Al-Qur’an Diperkuat, BAZNAS Hadirkan Bazar 30 UMKM Binaan
MTQ DIY 2026 di Sleman: Syiar Al-Qur’an Diperkuat, BAZNAS Hadirkan Bazar 30 UMKM Binaan
Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) DIY XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Sleman tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana syiar Islam yang membumi dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dibaca, namun juga dipahami dan diamalkan dalam keseharian. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam pembukaan MTQ DIY XXXI Tahun 2026, Sabtu (18/04), di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman. Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al Qur’an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual masyarakat. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa MTQ merupakan wahana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat—terutama generasi muda—semakin termotivasi untuk membaca, menghafal, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits. “Nilai-nilai luhur Al-Qur’an hendaknya tidak hanya dilafalkan, tetapi benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Sri Paduka. Sri Paduka melanjutkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi, khususnya bagi generasi muda, untuk semakin giat membaca, menghafal, dan mengamalkan ajaran Al Qur’an dan Hadits. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Al Qur’an dan Hadits, akan lahir generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan daerah. “Selamat mengikuti perlombaan. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjungjung tinggi sportivitas dan keikhlasan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Sri Paduka. Rangkaian kegiatan MTQ DIY 2026 sendiri telah dimulai sejak 16 April 2026, diawali dengan rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Daerah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sementara pelaksanaan musabaqah resmi dimulai pada 18 April 2026. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Faishol Muslim, menjelaskan bahwa MTQ tahun ini mempertandingkan enam cabang lomba dengan total 16 golongan. “Cabang tersebut meliputi Tilawah, Hifzhil Quran, Tafsir Al-Qur’an, Khaththil Quran, Syarhil Quran, dan Fahmil Quran, dengan jumlah peserta sebanyak 114 orang dari lima kafilah kabupaten/kota se-DIY,” terangnya. Pelaksanaan MTQ DIY XXXI Tahun 2026 dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Sleman. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan sebagai perwakilan DIY dalam ajang MTQ Nasional Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan harapannya agar MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecerdasan, serta integritas tinggi dalam membangun peradaban. “Diawal kesempatan ini saya ucapkan selamat datang bagi seluruh peserta MTQ XXXI DIY 2026 di Kabupaten Sleman. Semoga niat baik kita semua diberikan rahmat, ridho untuk meraih hasil terbaik. Kita berharap diajang ini lahir insani yang tidak hanya pandai membaca Alquran, tetapi juga meneladani, berakhlak baik, beradab, dan meresapi kedalaman pemahaman dan keistiqomahan dalam membaca Alquran,” paparnya. Di sisi lain, dalam perhelatan MTQ DIY 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara dengan menghadirkan Bazar UMKM binaan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan BAZNAS dalam pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Sleman. Sebanyak 30 pelaku UMKM binaan BAZNAS Sleman ambil bagian dalam bazar tersebut, menampilkan beragam produk unggulan mulai dari kuliner hingga kerajinan. Kehadiran bazar ini tidak hanya menambah semarak MTQ, tetapi juga membuka peluang promosi dan peningkatan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil. Melalui sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi, MTQ DIY 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
Rapat Koordinasi BAZNAS Sleman Bahas Pencairan Dana RTLH, Siapkan Hunian Layak untuk Warga Dampingan Dinsos
Rapat Koordinasi BAZNAS Sleman Bahas Pencairan Dana RTLH, Siapkan Hunian Layak untuk Warga Dampingan Dinsos
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi pencairan dana program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi satu warga dampingan Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Sleman pada Kamis (16/4/2026). Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A., Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Tulus Susanto, S.T., perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Analis Rehabilitasi Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman Putri Dian Kasari, S.Sos., serta Dukuh Jogotirto, Berbah. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan proposal bantuan oleh Dinas Sosial kepada BAZNAS Sleman. Dalam pengajuan tersebut, terdapat satu warga dampingan yang membutuhkan bantuan tempat tinggal karena kondisi sosial dan ekonomi yang tidak memungkinkan. Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, BAZNAS Sleman bersama Dinas Sosial membentuk tim untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Melalui rapat koordinasi ini, disepakati bahwa bantuan sebesar Rp21 juta akan segera dicairkan untuk pembangunan hunian sederhana yang layak bagi warga tersebut. Analis Rehabilitasi Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Putri Dian Kasari, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat yang bermasalah. Namun dalam proses pemulangan dan reintegrasi sosial, masih terdapat kendala, salah satunya adalah ketiadaan tempat tinggal bagi warga dampingan. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Sleman, kami berharap warga yang telah dipulihkan dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik, termasuk memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS menjadi salah satu mitra strategis dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya tercover oleh bantuan pemerintah. Harapannya, sinergi ini dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan dari BAZNAS Sleman, diharapkan program RTLH ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempercepat proses pemulihan sosial warga yang membutuhkan. (ayw/baznassleman)
BERITA20/04/2026 | Humas
Sambut HUT ke 110 Kabupaten Sleman, BAZNAS dan DPUPKP Survey Calon Penerima Bantuan RTLH
Sambut HUT ke 110 Kabupaten Sleman, BAZNAS dan DPUPKP Survey Calon Penerima Bantuan RTLH
BAZNAS Sleman bersama DPUPKP lakukan survei 4 rumah tidak layak huni (RTLH) untuk program bantuan menyambut HUT ke 110 Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman melakukan survei rumah usulan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sleman. Kegiatan survei dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) dengan menyasar empat rumah di tiga kapanewon berbeda di wilayah Sleman. Pastikan Penerima Tepat Sasaran Survei dilakukan untuk memastikan bahwa calon penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu serta memiliki kondisi rumah yang tidak layak huni. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, mulai dari pondasi, atap, hingga kelayakan struktur rumah secara keseluruhan. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Tulus Susanto, S.T., serta Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A. Selain itu, survei turut didampingi oleh perwakilan dukuh dan kapanewon setempat. Survey di 4 Lokasi Berbeda Empat lokasi yang menjadi sasaran survei meliputi: Rumah Aminah di Kleben, Caturharjo, Sleman Rumah Imroatun Marfuah di Ngentak, Pondokrejo, Tempel Rumah Sumiyati di Karanglo, Pondokrejo, Tempel Rumah Muhammad Nugroho di Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan Dari hasil survei tersebut, tiga rumah dinyatakan layak menerima bantuan, sementara satu rumah tidak lolos karena dinilai sudah memenuhi standar kelayakan. Target 18 Rumah dalam Program RTLH Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman, Diyas Nugroho, menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian dari rangkaian program RTLH yang menargetkan total 18 rumah dalam rangka HUT Kabupaten Sleman. “Nominal bantuan maksimal Rp20 juta, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah,” jelasnya. Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui program RTLH ini, BAZNAS Sleman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat. Program ini juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ayw/)***
BERITA17/04/2026 | Humas
Perkuat Tata Kelola Masjid, BAZNAS Sleman Kolaborasi Bersama DMI dan Kemenag Dorong Program BMM
Perkuat Tata Kelola Masjid, BAZNAS Sleman Kolaborasi Bersama DMI dan Kemenag Dorong Program BMM
BAZNAS Sleman bersama DMI dan Kemenag dorong transparansi dan penguatan ekonomi umat melalui Program BMM di 18 masjid. Kolaborasi Lintas Lembaga Perkuat Program BMM BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pelaksanaan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi teknis lanjutan Program BMM yang digelar di Ruang Rapat Sekda Sleman, Rabu (15/04/2026), dengan melibatkan 18 masjid dari 17 kapanewon sebagai pilot project. DMI Tekankan Transparansi dan Pengelolaan Modern Ketua Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sleman, Drs. H. Masuko Haryono, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Ia menyampaikan bahwa program bantuan seperti BMM menjadi peluang penting karena diberikan tanpa bunga dan tanpa agunan, sehingga sangat membantu jamaah dalam mengembangkan usaha. Namun demikian, DMI menekankan pentingnya pengelolaan dana yang transparan dan profesional. “Dari ribuan masjid di Sleman, pengelolaan infak harus benar-benar transparan dan dimanajemen secara modern. Ini menjadi harapan para donatur agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pengelolaan keuangan yang tidak dilaporkan, karena hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan masyarakat. Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Umat Melalui program BMM, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi jamaah. DMI menyebutkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya “memakmurkan dan dimakmurkan”, di mana masjid berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ke depan, pengelolaan program di masjid juga berpotensi dikembangkan menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terintegrasi dengan BAZNAS. Kemenag Sleman Dukung Penuh Pengembangan BMM Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kiai Wahid, menyampaikan dukungan penuh terhadap Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Ia berharap 18 masjid yang terlibat saat ini dapat menjadi contoh (pilot project) bagi pengembangan program serupa di masjid lainnya di Sleman. “Kami berharap program ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di Kemenag juga terdapat program Kampung Berkah yang sejalan dan dapat bersinergi dengan BAZNAS,” ungkapnya. Dorong Pemanfaatan Program Secara Optimal Selain BMM, turut disampaikan bahwa masih terdapat program sosial lain yang belum terserap secara optimal, seperti bantuan BPJS Ketenagakerjaan. Sebagian masyarakat masih ragu memanfaatkan program tersebut karena kekhawatiran tertentu, padahal program tersebut tidak berdampak pada bantuan sosial lain, melainkan berdasarkan klasifikasi kesejahteraan (desil). Karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program yang tersedia secara maksimal demi kesejahteraan jamaah. Melalui sinergi antara BAZNAS, DMI, dan Kemenag, Program BMM diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga meningkatkan tata kelola masjid yang transparan, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Sleman. (ayw/baznassleman)***
BERITA17/04/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid
BAZNAS Sleman menggelar sosialisasi teknis Program BMM dengan melibatkan 18 masjid untuk memperkuat ekonomi umat berbasis masjid. BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi lanjutan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) pada Rabu (15/04/2026) di Ruang Rapat Sekda Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan program kepada para pengelola masjid yang terlibat. Sebanyak 18 masjid terpilih dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ini, dengan masing-masing diwakili oleh satu orang takmir dan satu orang manajer BMM. Libatkan Berbagai Pihak untuk Penguatan Program Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, perwakilan BPD Syariah, pendamping program BMM, serta para takmir dan manajer masjid se-Kabupaten Sleman. Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan materi terkait program BMM. BMM: Penguatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa Program BMM merupakan upaya penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang bertujuan membantu para mustahik dalam mengembangkan usaha. “Dana yang diberikan kepada bapak dan ibu harus dapat dikelola dengan baik. Tidak ada bunga maupun jasa dalam penggunaannya, dan diharapkan mampu membantu pengembangan usaha jamaah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dana tersebut tidak boleh mengendap dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan usaha para mustahik. Jika program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, maka peluang penambahan bantuan di masa mendatang akan terbuka. Dukungan dari DMI dan Kemenag Sleman Ketua PD DMI Kabupaten Sleman turut memberikan motivasi kepada peserta agar program ini dapat dijalankan secara maksimal. Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan. Pendalaman Teknis dan Evaluasi Kesiapan Peserta Dalam sesi pemaparan teknis, Muhaimin selaku pimpinan program BMM menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan di Masjid Agung Sleman. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya siap dalam menjalankan program, sehingga diperlukan penguatan pemahaman sebelum program berjalan secara optimal. Sebagai bagian dari koordinasi, seluruh masjid peserta telah tergabung dalam grup komunikasi untuk mempermudah penyampaian informasi dan pengumpulan berkas administrasi. Pengelolaan Dana Operasional Program Dalam pelaksanaannya, program BMM menyarankan untuk bisa membuka rekening baru guna memisahkan keuangan BMM dengan dana kegiatan masjid yang lain. Selain itu BMM juga menyediakan dana operasional sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk kebutuhan administrasi dan pendukung kegiatan, seperti papan informasi, konsumsi, alat tulis kantor, rompi, serta transport pendamping program. Harapan Ke Depan Melalui sosialisasi teknis ini, BAZNAS Sleman berharap seluruh masjid peserta dapat menjalankan Program BMM secara optimal, transparan, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (ayw/BAZNASSleman)
BERITA17/04/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Pasar Balangan melalui Program Sleman Produktif
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Pasar Balangan melalui Program Sleman Produktif
BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan Rp10 juta kepada Paguyuban Pedagang Pasar Balangan melalui Program Sleman Produktif untuk dukung modal usaha. BAZNAS Sleman Dukung Pedagang melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Halal Bi Halal bersama Paguyuban Pedagang Pasar Balangan pada Rabu (15/04/2026) yang berlangsung di Pasar Balangan, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta melalui Program Sleman Produktif kepada Paguyuban Pedagang Pasar Balangan. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan yang disampaikan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi para pedagang pasar tradisional. Bantuan Modal Usaha Tanpa Bunga dan Jaminan Program Sleman Produktif merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Bantuan yang diberikan bersifat hibah, tanpa bunga maupun jaminan. Hal ini diharapkan dapat membantu para pedagang dalam menambah modal usaha sekaligus menghindarkan mereka dari praktik pinjaman berbunga tinggi seperti rentenir. Penyerahan Bantuan Secara Simbolis Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., kepada Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Balangan, Supihartini, serta disaksikan oleh perwakilan Disperindag Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Kriswanto menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus apresiasi atas undangan yang diberikan sebagai ajang mempererat silaturahmi. “Paguyuban Pedagang Pasar Balangan memperoleh bantuan yang kedua ini. Tentu ini hasil evaluasi bahwa dana yang kami berikan sebelumnya memberikan manfaat. Kami berharap ke depan dapat menambah bantuan jika terbukti berdampak bagi perekonomian bapak dan ibu,” ungkapnya. BAZNAS Sleman Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat Kriswanto juga menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman memiliki tugas menghimpun dana zakat, khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak sesuai dengan ketentuan syariat (8 asnaf). Dana tersebut dikelola melalui berbagai program unggulan, antara lain: Sleman Produktif Sleman Sehat Sleman Taqwa Sleman Cerdas Sleman Peduli Untuk Program Sleman Produktif, bantuan diberikan kepada kelompok usaha minimal lima orang yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini dikelola secara bersama tanpa adanya tambahan biaya atau bunga. “Jika usaha sudah berkembang, kami harapkan para penerima dapat berinfak sebagai bentuk keberlanjutan kebaikan,” tambahnya. Kesempatan Pengajuan Bantuan Terbuka untuk Masyarakat BAZNAS Sleman juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mengajukan permohonan melalui proposal resmi. Proses pengajuan dilakukan dengan melengkapi formulir yang tersedia di kantor BAZNAS Sleman, kemudian akan melalui tahap verifikasi sebelum bantuan disalurkan. Selain program ekonomi, BAZNAS Sleman juga memiliki program di bidang kesehatan untuk pasien dengan kondisi serius seperti kanker stadium lanjut dan gagal ginjal, serta program keagamaan seperti bantuan renovasi masjid dan musala. Kegiatan Halal Bi Halal ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman H. Nasirun, S.AP., perwakilan Disperindag Kabupaten Sleman, Kepala UPTD, Kiai Gus Syarif dari Pondok Pesantren Assalam, serta pengurus dan anggota Paguyuban Pedagang Pasar Balangan. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. (ayw/humas)***
BERITA16/04/2026 | Humas
Optimalkan Tata Kelola Zakat, BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi dalam Rakorda 2026
Optimalkan Tata Kelola Zakat, BAZNAS Se-DIY Perkuat Sinergi dalam Rakorda 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Grha Pandawa Balaikota, Kota Yogyakarta, pada Senin (13/04/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan serta pelaksana BAZNAS dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-DIY guna membahas penguatan manajemen dan sinkronisasi program kerja tahun 2026. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. Abd Samik, selaku tuan rumah menyambut hangat kehadiran seluruh delegasi. Beliau menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama ini. “Selamat datang di Kota Yogyakarta. Kami berterima kasih atas kehadiran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS se-DIY, serta memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyediaan sarana prasarana,” ujarnya. Selanjutnya pembahasan materi Rakorda disampaikan oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Wakil Ketua I Dr. H. Munjahid, M.Ag., Wakil Ketua II H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., Wakil Ketua III H. Nursyabani Purnama, SE., M.Si., dan Wakil Ketua IV H. Ahmad Lutfi, SS., MA. Ucapan Selamat Atas Dilantiknya Pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta 2026-2031 Momentum Rakorda kali ini juga menjadi ajang perkenalan resmi jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Yogyakarta masa bakti 2026–2031 yang baru saja dilantik. Berikut susunannya: Ketua: Drs. Abd. Samik Wakil Ketua I: H. Abdul Halim, S.Ag. Wakil Ketua II: Ir. Hj. Wiwik Tri Wahyuningsih Wakil Ketua III: M. Fikron Washly Arifuddin, SE. Wakil Ketua IV: Mamba’ul Bahri, S.Th.i. Selain itu, BAZNAS DIY juga memaparkan jadwal suksesi kepemimpinan di wilayah lain, dimulai dari DIY (6 April 2026), Gunungkidul (Februari 2027), Kulon Progo (April 2027), Bantul (Juli 2027), hingga Sleman (Oktober 2027). Peningkatan Kinerja Melalui Materi Tematik Dalam pembahasan yang dipimpin oleh jajaran BAZNAS Provinsi DIY, ditekankan pentingnya Optimalisasi Rakorda. Kedepannya, tuan rumah penyelenggara didorong untuk menerapkan konsep materi tematik melalui Focus Group Discussion (FGD) atau pelatihan singkat guna mengupas tuntas persoalan strategis di setiap bidang. Berikut adalah jadwal rencana Rakorda BAZNAS Se-DIY tahun 2026: Februari: Gunungkidul April: Kota Yogyakarta Juli: Sleman Oktober: DIY dan Kulon Progo Desember: Bantul Urgensi Pelaporan dan Audit Internal Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan Sistem Audit Internal (SAI) sesuai Keputusan Ketua BAZNAS No. 98 Tahun 2024. BAZNAS se-DIY dihimbau untuk: Menyampaikan laporan kinerja berkala ke BAZNAS RI setiap triwulan. Memahami mekanisme perubahan anggaran RKAT setelah melewati satu semester sesuai dinamika kebutuhan. Mematuhi pengaturan Audit KAP dan Audit Syariah. Fungsi Koordinator dan Strategi Bidang BAZNAS DIY berkomitmen menjalankan peran sebagai koordinator antar lembaga (BAZNAS dan LAZ) di wilayah DIY. Fokus utama meliputi perumusan kebijakan (Renstra & SOP), pengembangan kapasitas SDM, serta pengawasan dan pembinaan. Untuk mencapai target kinerja, setiap bidang diminta memaksimalkan strategi berikut: Bidang I (Penghimpunan): Optimalisasi ritel, digital, korporasi, dan kemitraan UPZ. Bidang II (Penyaluran): Prioritas program pendistribusian dan pendayagunaan. Bidang IV (Administrasi & IT): Integrasi data, manajemen SDM, serta penguatan branding kehumasan. ”Kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi, baik secara daring maupun tatap muka, demi mencari solusi bertahap atas tantangan pengelolaan zakat di kabupaten/kota,” tegas jajaran Pimpinan BAZNAS DIY. Acara ditutup dengan sesi diskusi dan doa bersama. Semoga langkah ini menjadi keberkahan dalam menjalankan amanah umat bagi kemaslahatan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA15/04/2026 | Humas
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 Digelar di Yogyakarta, Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Penyaluran Zakat
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 Digelar di Yogyakarta, Perkuat Sinergi Penghimpunan dan Penyaluran Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman turut menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan BAZNAS kabupaten/kota se-DIY. Dalam forum strategis ini, BAZNAS Kabupaten Sleman hadir lengkap dengan jajaran pimpinan, yaitu Ketua, Wakil Ketua I, II, III, IV, serta pelaksana bidang I, II, III, dan IV. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ketua BAZNAS DIY, Dra. Puji Astuti, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keselarasan visi dan misi bersama. Ia mengimbau seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk terus mengedepankan prinsip “aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI” dalam setiap aspek pengelolaan zakat. “Saya menghimbau untuk tetap mengedepankan visi misi bersama yaitu aman syari, aman regulasi dan aman NKRI,” ujar Puji. Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), dalam arahannya menyampaikan bahwa keberhasilan penghimpunan zakat sangat ditentukan oleh kejelian dalam melihat peluang. Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga mencontohkan keberhasilan Kota Yogyakarta dalam memanfaatkan dana zakat untuk program sosial. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 82 rumah tidak layak huni berhasil direhabilitasi tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN, melainkan dari dukungan BAZNAS dan para donatur. “Karena saya merasakan apabila BAZNAS penghimpunan meningkat banyak masyarakat yang terbantu. Untuk tahun kemarin kota Jogja dapat merehab 82 rumah tidak layak huni tanpa APBD dan APBN melainkan Ari BAZNAS dan donatur yang lain,” ungkapnya. RAKORDA BAZNAS se-DIY ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kinerja penghimpunan, serta mengoptimalkan penyaluran zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh BAZNAS di DIY dapat terus berinovasi dan bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi umat.***
BERITA13/04/2026 | Humas
Studi Tiru Pengelolaan Zakat: BAZNAS Majalengka Pelajari Strategi Penghimpunan dan Pendistribusian di BAZNAS Sleman
Studi Tiru Pengelolaan Zakat: BAZNAS Majalengka Pelajari Strategi Penghimpunan dan Pendistribusian di BAZNAS Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Daerah dan BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, dan dihadiri oleh 21 peserta dari Majalengka. Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan profil dan capaian lembaga. Dalam paparannya, Kriswanto menjelaskan berbagai program unggulan BAZNAS Sleman, mulai dari hasil audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, dukungan dana hibah APBD, hingga optimalisasi pengumpulan zakat. Selain itu, implementasi Instruksi Bupati (InBup) dan Surat Edaran (SE), serta program Bulan Zakat Panutan (BZP) juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan penghimpunan zakat di Sleman. “Kami terus berupaya menguatkan sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat agar semakin optimal dan tepat sasaran,” ujar Kriswanto yang telah berkiprah di BAZNAS sejak era Bazda. Sementara itu, Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari BAZNAS Sleman. Ia menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Majalengka. “Kunjungan lintas provinsi ini menjadi langkah penting bagi kami. Rasa lelah perjalanan terbayar dengan banyaknya ilmu yang kami peroleh dari BAZNAS Sleman,” ungkap Agus. Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pemerintah daerah Majalengka untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Agus berharap BAZNAS Sleman dapat berbagi pengalaman terkait strategi penghimpunan zakat, sistem manajemen, hingga digitalisasi layanan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menjelaskan bahwa pertumbuhan penghimpunan zakat di Sleman terus mengalami peningkatan. “Sebagian besar pengumpulan berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) internal dan eksternal. Peran kepala daerah sangat penting, terutama dalam penerbitan kebijakan seperti pemotongan zakat 2,5 persen bagi ASN,” jelasnya. Ia menambahkan, kebijakan tersebut didukung dengan sistem persetujuan muzaki serta inovasi dalam penyaluran zakat yang memungkinkan ASN memilih mustahik melalui BAZNAS Sleman. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Salah satunya adalah program balai ternak dengan total investasi sekitar Rp750 juta yang akan segera memasuki masa panen menjelang Iduladha. Selain itu, terdapat program kerja sama dengan HARA Chicken dengan nilai investasi Rp350–400 juta. Program ini tidak hanya memberdayakan mustahik sebagai tenaga kerja, tetapi juga menghasilkan infak rutin sebesar Rp10–15 juta per bulan untuk mendukung kegiatan masjid dan musala. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan terkait strategi penghimpunan, pendistribusian, hingga digitalisasi layanan zakat. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi, serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi antar lembaga dalam pengelolaan zakat yang lebih baik.***
BERITA07/04/2026 | Humas
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar. Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI. Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026. Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. “Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya. Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran. Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah. Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf). Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain: 1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut. 2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar. 3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta. 4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total 5. Program Masjid Ramah Musafir Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman. 6. Santunan bagi Masyarakat Miskin BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta. 7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. 8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta. 9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan. BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun. Program tersebut meliputi: Sleman Sehat Sleman Cerdas Sleman Produktif Sleman Peduli Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain: Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes. Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto. Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***
BERITA10/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya
BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Marbot Penerima BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sembada Lantai 1, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman. Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut peluncuran program pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.545 marbot se-Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Parasamya. Agenda utama pertemuan meliputi monitoring dan evaluasi data marbot penerima BPJS Ketenagakerjaan, serta validasi dan akurasi data guna memastikan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dalam rapat tersebut, DMI Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon melalui Panewu se-Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang DMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman, serta Pengurus Harian DMI Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Pelaksana Bidang III, Warih Komarasari, S.E., dan Pelaksana Bidang IV, Lina Shofiyyah, S.I.P. Hasil Monitoring dan Evaluasi Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 706 data marbot telah masuk ke sistem. Dari jumlah tersebut, 634 data dinyatakan valid dan berhak menerima kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, sebanyak 72 data dinyatakan tidak valid karena yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS sebelumnya sehingga ditolak oleh sistem. Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota yang ditargetkan, yakni sebanyak 1.545 marbot. Artinya, hingga saat ini baru sekitar separuh dari total kuota yang terpenuhi. Untuk itu, DMI bersama jajaran kapanewon diminta segera melengkapi kekurangan data dengan mengingatkan para kamituwo di masing-masing kalurahan agar segera melakukan pendataan dan pengajuan marbot yang belum terdaftar. Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para marbot di Kabupaten Sleman, sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting mereka dalam memakmurkan masjid dan melayani umat. Sebagai informasi, dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi penanggung jawab pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.212 marbot, sementara DMI Kabupaten Sleman menanggung pembiayaan untuk 333 marbot. Seluruh pembiayaan ini merupakan wujud kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemasjidan, dan pemerintah daerah.
BERITA03/03/2026 | Humas
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana zakat di Indonesia. BAZNAS RI mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Partisipasi publik dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga. BAZNAS menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A). Sistem Pengawasan dan Audit Berlapis Dalam menjalankan tata kelola zakat, BAZNAS RI menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak independen dan internal. Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data keuangan. Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) guna menjamin seluruh aktivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah. Pengawasan juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Secara internal, BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang mengawasi seluruh proses bisnis lembaga secara menyeluruh. Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi baznas.go.id untuk BAZNAS Kabupaten Sleman; kabsleman.baznas.go.id. Hal ini memungkinkan publik melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Penyaluran Zakat Sesuai Delapan Asnaf Dalam penyaluran dana, BAZNAS RI memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 menetapkan batas maksimal sebesar 12,5 persen atau 1/8 dari total dana zakat. Sementara itu, proporsi untuk asnaf lainnya ditentukan berdasarkan skala prioritas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011. Porsi Terbesar untuk Asnaf Miskin Sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan porsi terbesar dana zakat kepada asnaf miskin, yakni sebesar 38,4 persen dari total dana yang disalurkan. Secara syariah, asnaf miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan papan bagi diri dan keluarganya. Penyaluran kepada asnaf miskin tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Untuk wilayah perkotaan, BAZNAS RI mengembangkan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto. Program ini bertujuan memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro dengan pendampingan intensif. Sementara di wilayah pedesaan, program yang dijalankan meliputi Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah. Seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan. Alokasi Fi Sabilillah dan Beasiswa Dana zakat pada asnaf fi sabilillah sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, di antaranya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta berbagai bantuan pendidikan berdasarkan permohonan masyarakat. Selain itu, dana fi sabilillah juga disalurkan untuk mendukung para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah. Penjelasan Terkait Porsi Amil Menanggapi sorotan terhadap porsi amil, BAZNAS RI menegaskan bahwa amil merupakan salah satu dari delapan asnaf yang disebutkan secara eksplisit dalam QS. At-Taubah ayat 60. Dalam Laporan Keuangan BAZNAS RI Tahun 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen dari total dana zakat. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 12,5 persen (1/8) sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 606 Tahun 2020. Dana amil digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta instansi vertikal di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan zakat yang lebih optimal. Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk merujuk pada sumber resmi BAZNAS setiap wilayah (Provinsi/Kota/Kabupaten) untuk BAZNAS Kabupaten Sleman melalui laman kabsleman.baznas.go.id dan media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Sleman (@baznaskabsleman) guna memperoleh informasi yang akurat. Kepercayaan publik merupakan amanah besar yang terus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas penyaluran zakat demi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia.***
BERITA03/03/2026 | Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi. “Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan. “Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan. “Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.***
BERITA27/02/2026 | Humas
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat tidak digunakan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, MSi., CFRM., yang memastikan bahwa seluruh dana zakat disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepeser pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” tegasnya. Ia menjelaskan, pemanfaatan dana zakat memiliki aturan ketat dan hanya dapat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Karena itu, dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program di luar kategori asnaf, termasuk MBG. Dalam pengelolaannya, BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan tata kelola zakat berjalan sesuai hukum agama dan peraturan perundang-undangan. Program-program zakat yang dijalankan BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan. BAZNAS juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang tidak valid terkait penggunaan dana zakat. Sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas, laporan pengelolaan zakat dilakukan secara berkala dan diaudit, serta dapat diakses oleh publik. Dengan klarifikasi ini, BAZNAS berharap masyarakat tetap tenang dan terus mempercayakan penyaluran zakatnya melalui lembaga resmi demi kemaslahatan umat.***
BERITA26/02/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →