Berita Terbaru
Rp300 Juta Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat HARA Chicken
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara produktif dan berkelanjutan.
Salah satu wujud nyatanya adalah melalui peresmian Outlet HARA Chicken Kronggahan, Sabtu (1/11/2025), yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat.
Program kolaboratif ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Manajemen HARA Chicken, dengan tujuan membantu keluarga mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa mendatang.
Zakat Produktif yang Berdayakan Masyarakat
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah nyata pengelolaan zakat produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, sebanyak 20 orang dari keluarga mustahik telah direkrut dan diberi kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan menjemput kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman mengalokasikan dana zakat sebesar Rp300 juta untuk mendukung operasional outlet HARA Chicken Kronggahan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan, perlengkapan usaha, serta pelatihan bagi para penerima manfaat agar memiliki keterampilan kerja dan jiwa wirausaha yang tangguh.
“Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga harus menjadi investasi sosial yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang amanah, zakat bisa membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi umat,” tegas Kriswanto.
HARA Chicken: Kuliner Halal, Lezat, dan Penuh Nilai Pemberdayaan
Outlet HARA Chicken Kronggahan hadir dengan konsep kuliner modern yang menyajikan menu andalan ayam geprek dan ayam krispi. Nama “HARA” sendiri merupakan akronim dari Harapan Rakyat, mencerminkan semangat untuk menghadirkan produk halal, lezat, terjangkau, sekaligus membawa nilai pemberdayaan bagi masyarakat.
Selain menghadirkan cita rasa kuliner yang menggugah selera, outlet ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti nasi dan sop gratis sepuasnya, area bermain anak (mini playground), dan ruang makan yang nyaman bagi pelanggan.
Seluruh proses produksi di outlet ini telah memenuhi standar sertifikasi halal, memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman dan terpercaya.
Sinergi Banyak Pihak untuk Kesejahteraan Bersama
Acara peresmian yang berlokasi di Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua BAZNAS Provinsi DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, perwakilan manajemen HARA Chicken, Faiq Nurfahrurozi, S.Pt., Panewu Gamping Suyanto, S.Sos., M.A., Perwakilan Kesra Setda Kabupaten Sleman, Takmir Masjid Al Ilham, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk 10 warga kurang mampu, sedangkan pihak HARA Chicken memberikan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Langkah Menuju Kemandirian Mustahik
Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan apresiasi kepada manajemen HARA Chicken, khususnya kepada Sunan Hasan dan tim, atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik.
“Kami berharap outlet HARA Chicken Kronggahan dapat berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di masa mendatang. Mari terus bersinergi, menebar manfaat, dan membangun Sleman yang lebih sejahtera melalui zakat yang dikelola dengan amanah,” pungkasnya.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan pita oleh Ketua BAZNAS DIY sebagai tanda dimulainya operasional outlet. Suasana hangat dan penuh harapan mengiringi langkah awal program ini, yang diharapkan menjadi model zakat produktif berbasis ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
Dengan sinergi seperti ini, BAZNAS Sleman tidak hanya menyalurkan zakat sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Program HARA Chicken Kronggahan menjadi contoh inspiratif bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Pentasharufan 30 Paket Sembako untuk Petani Miskin di Ngemplak dan Cangkringan
Sleman - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan 30 paket sembako bagi petani miskin di wilayah Ngemplak dan Cangkringan.
Kegiatan pentasharufan ini berlangsung di Kantor UPTD BP4 Wilayah VI Ngemplak, pada Selasa (28/10/2025).
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani di wilayah tersebut. Acara dihadiri oleh Kepala BP4 Wilayah VI, Purwati Widaningsih, SP., MT., Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta penyuluh dan perwakilan petani penerima manfaat.
Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan Lokal
Dalam sambutannya, Purwati menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat tani.
“Terima kasih atas perhatian BAZNAS Sleman kepada para petani kami. Meski cuaca hujan, acara tetap berjalan dengan semangat. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi bapak ibu semua,” ujarnya.
Program pentasharufan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus membantu kelompok tani yang terdampak kondisi ekonomi pasca-pandemi dan fluktuasi harga hasil pertanian.
BAZNAS Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Program Produktif
Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran sembako ini juga diiringi dengan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok usaha tani.
“Para petani bisa mengajukan bantuan modal usaha berbentuk kelompok. Bantuan dari BAZNAS ini tidak perlu dikembalikan, tapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk menumbuhkan usaha,” jelasnya.
Muhaimin mencontohkan salah satu kelompok peternak ayam petelur yang telah dibantu BAZNAS dan kini berhasil mengembangkan usahanya.
“Dari bantuan awal, kini kelompok tersebut mampu menambah jumlah ayam petelur dan meningkatkan produksi telur. Ini bukti nyata bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menumbuhkan kesejahteraan,” tambahnya.
Selain sektor pertanian, BAZNAS Sleman juga memiliki Program Sleman Sehat, yang membantu masyarakat kurang mampu dengan kebutuhan pengobatan penyakit berat.
“Jika ada warga sakit berat seperti stroke atau jantung, bisa diajukan bantuannya melalui BAZNAS. Semua prosesnya transparan, diverifikasi, dan disurvei terlebih dahulu,” terang Muhaimin.
Ucapan Syukur dari Petani Penerima Bantuan
Salah satu penerima bantuan, Sutarminah, Ketua KWT Mawar Handayani dari Kalibulus, Bimomartani, mengucapkan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih BAZNAS Sleman dan para muzaki. Bantuan ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Imam Katamsi, petani dari Kelompok Tani Bimokaryo.“Alhamdulillah, semoga ini bermanfaat bagi kami, dan keluarga kami. Terima kasih muzaki yang telah berzakat di BAZNAS Sleman semoga berkah selalu,” katanya.
Bagian dari Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2025.Total sebanyak 240 paket sembako (senilai Rp100 ribu/paket) disalurkan BAZNAS Sleman bagi petani miskin di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, termasuk 30 paket di Ngemplak–Cangkringan.
Program ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam mendukung sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan.
Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program zakat yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus membantu mewujudkan Sleman yang berkeadilan dan berkeadaban.***
BERITA30/10/2025 | ayw./
Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi InBup dan SE Bupati Terbaru di BKPP
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 tentang Pengumpulan Zakat di Lingkungan Pemerintahan Sleman, bertempat di Ruang Bima lantai 3 Kantor BKPP Sleman pada Jumat (24/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.IP., M.T., serta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman yakni dr. Andung Prihadi, M.Kes. (Wakil Ketua I) dan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), bersama ASN dan PPPK di lingkungan BKPP Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Wildan Solichin menekankan pentingnya pemahaman dan keikhlasan dalam menjalankan perintah agama, termasuk dalam menunaikan zakat.
“Zakat itu bukan paksaan, tapi perintah yang membawa kebaikan. Maka penting bagi kita memahami ketentuannya agar bisa dijalankan dengan hati yang ikhlas,” ujarnya.
Instruksi Bupati: Penguatan Peran ASN dan OPD dalam Pengumpulan Zakat
Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, menjelaskan bahwa SE Bupati ini merupakan penjelasan teknis dari instruksi bupati sebagai langkah strategis untuk panduan operasional pelaksanaan pengumpulan zakat, di kalangan ASN Kabupaten Sleman.
Melalui InBup dan SE ini, Bupati Sleman menegaskan kewajiban bagi ASN muslim untuk berzakat dari gaji dan Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP), serta memperkuat kinerja kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap perangkat daerah.
“Kewajiban ini tidak hanya bagi lembaganya, tapi juga bagi setiap ASN yang beragama Islam. Selain itu, ASN kini memiliki hak untuk mengusulkan penyaluran zakat kepada fakir miskin di wilayahnya dengan menggunakan hak yang 60%, pengembalian dari total zakat yang disetorkan ke BAZNAS Sleman,” jelas Andung.
Ia menambahkan, setiap OPD diharapkan segera memperbarui struktur UPZ dengan format sederhana, minimal terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris. Agar proses pengumpulan dan pelaporan zakat berjalan transparan dan akuntabel. Laporan zakat akan disetorkan setiap tanggal 20 bulan berjalan, dilengkapi slip dan daftar muzaki yang diperbarui.
Hak ASN untuk Mengusulkan Penyaluran Zakat
Hal menarik dari SE Bupati 0450/2025 ini adalah adanya hak ASN untuk mengusulkan penerima manfaat dari zakat yang mereka tunaikan. Melalui UPZ di instansi masing-masing, ASN dapat mengajukan bantuan bagi warga sekitar yang tergolong miskin atau rentan miskin, sesuai dengan program Sleman Cerdas, Sehat, Produktif, dan Peduli yang dikelola BAZNAS Sleman.
“Kalau dulu zakat hanya dikumpulkan oleh lembaga, sekarang ASN juga memiliki hak mengusulkan. Misalnya untuk membantu beasiswa tetangganya yang fakir atau miskin, modal usaha kecil, atau kebutuhan kesehatan warga,” tambah dr. Andung.
Zakat ASN: Dampak Nyata bagi 40 Ribu Warga Sleman
Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan apresiasi kepada seluruh ASN Sleman yang telah berzakat melalui BAZNAS. Dalam satu tahun terakhir, zakat ASN telah memberikan manfaat bagi lebih dari 40.000 penerima manfaat di Kabupaten Sleman.
“Zakat ASN telah menyentuh masyarakat secara langsung. Ini bukan uangnya BAZNAS, tapi amanah zakat dari bapak-ibu ASN semua. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi keberkahan dan diterima oleh Allah SWT,” ujar Muhaimin.
Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman saat ini menyalurkan zakat dengan perbandingan 70% untuk kebutuhan konsumtif dan 30% untuk program produktif. Ke depan, diharapkan porsi produktif dapat ditingkatkan hingga 50%, seiring dengan turunnya angka kemiskinan ekstrem di Sleman.
Melalui mekanisme hak 60%, setiap OPD memiliki kesempatan menyalurkan zakat kepada masyarakat di wilayah kerjanya, seperti bantuan pendidikan bagi anak miskin, santunan kesehatan, hingga modal usaha kecil.
“Kami berharap ASN bisa lebih aktif mengajukan usulan penerima manfaat di sekitarnya. Dengan begitu, zakat tidak hanya mengalir, tapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan ASN,” pungkas Muhaimin.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terkait teknis pemotongan zakat dan tata cara pelaporan melalui UPZ.
Dengan adanya InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan SE Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 ini, diharapkan pengumpulan zakat di lingkungan pemerintahan semakin optimal, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.(ayw.)***
BERITA28/10/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 240 paket sembako bagi para petani miskin di wilayah Sleman.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat sektor pertanian yang terdampak secara ekonomi.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Pendopo UPTD BP4 Wilayah V, Blembem, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua III, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.
Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah V, Muhammad Sigit Widiyanto, S.Hut., menyampaikan bahwa pembagian bantuan ini menjadi bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025 yang diperingati setiap 16 Oktober.
“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi bersama BAZNAS Sleman. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani kecil di Sleman yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Bantuan sembako senilai Rp100 ribu per paket disalurkan kepada 240 penerima manfaat dari kalangan petani miskin di 8 wilayah (yang terdiri perwakilan dari 17 kapanewon), masing-masing wilayah mendapatkan 30 paket. Penyaluran dilakukan secara bertahap di UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BP4) di setiap wilayah.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui pengajuan proposal dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia.
“Kami menyambut baik sinergi ini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan petani sebagai bagian dari kelompok mustahik yang berhak menerima zakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, BAZNAS Sleman berupaya terus hadir melalui berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dari sektor ekonomi produktif dan pangan.
“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para petani untuk terus semangat berusaha. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Kriswanto.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Daerah
Penyaluran bantuan sembako ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat. Dengan dukungan dari Dinas Pertanian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman.
Menurut Muhyi Darmaji, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, kegiatan ini juga sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tapi juga harus produktif dan memberdayakan. Melalui program seperti ini, kami ingin memastikan zakat hadir di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan langsung, BAZNAS Sleman juga terus mendorong kesadaran masyarakat, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Hal ini penting untuk memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Sebagai informasi tambahan, pemtasharufan ini sebelumnya di ajukan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak masyarakat terbantu, dan kesejahteraan warga Sleman terus meningkat. (ayw/)
BERITA24/10/2025 | ayw./
Hari Santri 2025: BAZNAS Sleman Salurkan Rp165 Juta untuk Program Santri Preneur
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren serta tokoh masyarakat menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan tahunan yang sarat makna ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., beserta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, serta seluruh unsur Forkopimda dan pejabat Pemkab Sleman.
Apel peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung khidmat dan meriah, dengan Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau membacakan pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang menegaskan kembali peran penting santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan bangsa melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digagas KH. Hasyim Asy’ari.
“Santri tidak hanya penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga agen perubahan. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menebarkan akhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi kemaslahatan bangsa,” tutur Bupati Harda.
Santri, Agen Perubahan dan Penjaga Peradaban
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Hari Santri Nasional 2025 mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan sebagai kekuatan utama membangun Indonesia yang beradab dan berkemajuan.
Bupati Harda menekankan bahwa ASN, tokoh masyarakat, dan generasi muda termasuk santri memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi.
“Saya berharap para santri mengambil peran aktif dalam memajukan masyarakat dan menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Semoga Allah meridai langkah kita menuju Sleman yang tangguh, berkeadaban, dan berkualitas,” ungkapnya.
Semarak Kirab Santri Sleman
Selepas apel, perayaan Hari Santri dilanjutkan dengan Kirab Santri yang diikuti oleh 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini menampilkan berbagai kreativitas, nilai-nilai islami, serta semangat nasionalisme yang tinggi. Setiap pondok pesantren membawa pesan moral dan spiritual melalui penampilan budaya pesantren dan seni islami.
Adapun juara 1 diraih oleh Ponpes Zuhriyah, Rejodani, Ngaglik, disusul Ponpes Modern Miftahunnajah sebagai juara 2, dan Ponpes Al Miftah sebagai juara 3. Sementara itu, juara harapan 1 hingga 3 masing-masing diraih oleh Ponpes Junudul Falah, Ponpes Raudhatus Sholihin, dan Ponpes Darul Ulum Kleben.
BAZNAS Sleman Dukung Kemandirian Santri
Puncak acara Hari Santri 2025 di Sleman ditandai dengan penyerahan bantuan program Santri Preneur oleh BAZNAS Kabupaten Sleman senilai Rp165 juta kepada 33 pondok pesantren penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan BAZNAS Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha produktif para santri.
“Program Santri Preneur merupakan bagian dari komitmen kami untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri, agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanggulangi kemiskinan dan memperluas manfaat zakat di Kabupaten Sleman.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sleman tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan lembaga zakat seperti BAZNAS.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat untuk terus berzakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan umat yang bisa diwujudkan untuk mewujudkan Sleman yang berkeadaban dan sejahtera.*** (ayw)
BERITA22/10/2025 | AYW./
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Gelar Sosialisasi Bersama OPD dan BUMD
Sleman - Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan dan pemanfaatan zakat di Kabupaten Sleman guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, SE., M.Si., mengeluarkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 020/INSTR/2025 tentang Optimalisasi Pengumpulan dan Pemanfaatan Zakat di Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman mengamanahkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon se-Kabupaten Sleman untuk di ambil zakatnya 2,5% dari gaji, dan juga Tambahan Penghasilan Pegawai/Tunjangan lainnya.
Selain Instruksi Bupati tersebut, diterbitkan juga Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 untuk mengatur teknis ketertiban pengumpulan dan pendayagunaan zakat di lingkungan pemerintah daerah, dengan pelaksanaan efektif mulai 1 November 2025.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi kepada seluruh perwakilan OPD/BUMD/Kapanewon, pada Rabu, 15 Oktober 2025, yang bertempat di Aula lantai 3, Kantor Sekretariat Daerah Sleman.
BAZNAS Sleman: UPZ adalah Garda Terdepan Gerakan Zakat ASN
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan zakat, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan OPD.
“Kami memandang UPZ di OPD sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam pengumpulan ZIS BAZNAS. Peran UPZ sangat penting dalam memastikan zakat yang dikelola sesuai syariat, regulasi, dan amanah negara,” ujar Kriswanto.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Sleman juga memaparkan capaian penghimpunan dan pendistribusian zakat tahun 2025. Dari Januari hingga September 2025, penghimpunan ZIS mencapai Rp 9 miliar atau 75% dari target Rp 11,8 miliar, dan Rp 8 miliar di antaranya telah disalurkan kepada 43.990 penerima manfaat (mustahik).
Adapun program pendistribusian unggulan antara lain: bantuan beasiswa untuk 3.689 anak sebesar Rp 1,1 miliar; bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi 257 pasien gagal ginjal dan kanker sebesar Rp 627 juta; Program Bedah Rumah (RTLH) bagi 58 keluarga senilai Rp 1,1 miliar; dan bantuan modal usaha untuk 56 kelompok usaha dan 4 paguyuban pasar dengan total Rp 1,04 miliar.
Sekda Sleman Tekankan Pentingnya Kepatuhan ASN dalam Berzakat
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan ASN muslim dalam menunaikan zakat sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman.
“Sebagai ASN dan bagian dari pemerintahan, kita harus menegakkan syariat zakat dengan penuh kesadaran. Zakat bukan potongan gaji, tapi ibadah dan tanggung jawab sosial untuk berbagi rezeki kepada sesama,” tegasnya.
Sekda juga menjelaskan bahwa zakat ASN tidak hanya berasal dari gaji pokok, namun juga mencakup tambahan penghasilan dan tunjangan. Ia mengimbau agar para Pimpinan OPD/BUMD/Kapanewon dapat mensosialisasikan hal tersebut dengan sabar dan bijak kepada pegawai di lingkungan masing-masing.
Materi Sosialisasi dan Pemaparan Teknis
Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber di antaranya, Nisa Fidyati, S.E., M.Si. perwakilan BKAD Sleman yang memaparkan sosialisasi teknis pemotongan bendahara gaji OPD. Kabag Kesra Setda Sleman, Wiyato Widodo, S.Sos., MAP., memaparkan Surat Edaran Bupati tentang Pengumpulan Zakat. Serta Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi, M.Kes. dan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan tentang teknis pengumpulan dan pendistribusian zakat oleh UPZ.
Kegiatan pemaparan sosialisasi dan tanya jawab serta diskusi dipandu oleh WAKA IV BAZNAS Sleman, H. Nasirun.
Sinergi Pemerintah dan BAZNAS Menuju Sleman yang Berkeadaban
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon di Pemerintahan Kabupaten Sleman dapat memahami dan melaksanakan Instruksi Bupati dan Surat Edaran tersebut dengan konsekuen.
Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman agar lebih optimal dan berhasil. (ayw)***
BERITA16/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman dan Kalurahan Mororejo Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 500 Warga
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit BAZNAS (RSB) dan Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, mengadakan kegiatan Cek Golongan Darah Gratis bagi warga Kampung Berkah BAZNAS Mororejo.
Kegiatan berlangsung pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Aula Kalurahan Mororejo mulai pukul 08.00 WIB. Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd., Panewu Tempel, Dakiri, M.Si., Lurah Mororejo, Joko Ristanto, dan Kamituwo Mororejo, Puji Nur Hidayati, S.H.I.Seperti diketahui, administrasi kependudukan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional, karena data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik yang efektif dan tetap sasaran.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan benar.
Dalam rangka mendukung keberhasilan program Kampung Berkah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pemberdayaan, edukasi, dan peningkatan kualitas hidup warga, perlu adanya sinergi antara aspek sosial, kesehatan, dan administrasi kependudukan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang utuh.
Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesadaran Administrasi Warga
Waka II BAZNAS Sleman, Muhaimin, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Berkah BAZNAS, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan di tingkat padukuhan.
“BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung program ini dan semoga bermanfaat bagi warga Mororejo yang berhak dan membutuhkan,” ujarnya.
Program ini sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) serta program Sleman Sehat. Data kependudukan yang lengkap dan akurat, termasuk golongan darah, sangat penting untuk mendukung kebijakan publik dan layanan masyarakat.
Sinergi Kesehatan dan Administrasi Kependudukan
Lurah Mororejo, Joko Ristanto, mengapresiasi dukungan BAZNAS Sleman yang telah mendukung, menghadirkan Kampung Berkah dan kegiatan bermanfaat bagi warganya.
“Kegiatan pemeriksaan golongan darah ini sangat membantu, terutama bagi warga yang belum mengetahui golongan darahnya. Selain itu, informasi ini akan memperbarui data kependudukan yang sebelumnya belum lengkap,” terangnya.
Ia menambahkan, berbagai program Kampung Berkah seperti pelatihan pertanian, kesehatan, dan kelompok ternak juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut guna mengentaskan kemiskinan, terutama di wilayah Mororejo,” imbuhnya.
Antusiasme Tinggi dari Warga
Kegiatan ini tidak hanya penting dari sisi kesehatan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), sebuah gerakan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen dan data kependudukan yang valid, termasuk informasi golongan darah.
Ketua penyelenggara sekaligus Kamituwo Kalurahan Mororejo, Tempel, Sleman, Puji Nur Hidayati, S.H.I., mengatakan, dengan adanya program Cek Golongan darah di Kalurahan Mororejo sebagai bentuk upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelengkapan data kependudukan maka akan tersedia informasi golongan darah bagi warga.
Selain itu juga untuk membantu kelengkapan data administrasi kependudukan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan yang valid dan akurat.
“Permohonan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman di program Kampung Berkah ini adalah bekerjasama dengan bagian Tata Laksana untuk ikut mensukseskan gerakan Indonesia sadar Administrasi Kependudukan. Jadi kita melaksanakan kegiatan ini cek golongan darah untuk nanti hasilnya dimasukkan di Kartu Keluarga masing-masing peserta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Puji menjelaskan, rencana yang menjadi sasaran untuk mengikuti program cek darah ini adalah warga usia produktif mulai 15 tahun sampai tak terhingga. Karena kegiatan ini juga mendukung penyediaan bank darah desa melalui Puskesdes setempat, sehingga data golongan darah warga dapat membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan donor darah
Namun, ternyata antusiasme warga begitu banyak termasuk anak-anak, sehingga pihaknya tidak membatasi.
“Pihak kalurahan, memohon untuk 500 peserta pengecekan golongan darah, tapi ternyata antusiasnya banyak tapi kita stop di 500. Tapi nanti jika masih ada yang menginginkan kegiatan ini, nanti kami akan mengajukan kembali,” tuturnya.
Pihaknya, berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan program Kampung Berkah Mororejo.
“Alhamdulillah terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas dukungannya. Semoga semakin banyak masyarakat yang berzakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Sleman agar program pemberdayaan seperti ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan sadar administrasi.***
BERITA13/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Lantik Pengurus UPZ Kemenag 2025, Perkuat Gerakan Zakat ASN untuk Umat
Sleman – Komitmen memperkuat gerakan zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman.
Melalui pelantikan pengurus baru Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2025, sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama semakin diperkuat untuk mengoptimalkan potensi zakat ASN demi kesejahteraan umat.
Pelantikan berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, di halaman utara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Jl. Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman. Acara digelar sesaat setelah apel pagi yang diikuti oleh seluruh ASN Kemenag Sleman.
Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran ASN sebagai bagian dari gerakan sosial dan spiritual untuk menunaikan zakat secara teratur, transparan, dan terarah melalui lembaga resmi yang terpercaya.
Sinergi BAZNAS dan Kemenag: Wujud Kepedulian ASN untuk Umat
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., secara resmi melantik 16 pengurus UPZ Kemenag Sleman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat para ASN Kemenag yang bersedia mengemban amanah besar dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah komitmen bersama untuk memperkuat peran ASN sebagai penggerak zakat di lingkungan kerja. Dengan sinergi yang baik, zakat yang dikelola akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Kriswanto.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Sangaji, yang memberikan ucapan selamat serta dukungan penuh kepada pengurus baru. Mereka berharap, kehadiran UPZ Kemenag dapat memperluas dampak sosial zakat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Pengurus Baru Siap Jalankan Amanah
Adapun pengurus UPZ Kemenag Sleman yang baru dilantik terdiri dari berbagai unsur pimpinan dan staf di lingkungan Kementerian Agama. Mereka terbagi dalam beberapa bidang yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, mulai dari pemungutan, pentasharufan, administrasi, hingga pelaporan.
Berikut susunan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025:
Ketua 1 (Penyelenggara Zakat Wakaf): Ali Afandi, S.Ag.Ketua 2 (Kepala Sie Bimas Islam): H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Sekretaris 1: Sri HaryantiSekretaris 2: Atika Galatama, S.H.I.Bendahara 1: Efana Erni Setyaningsih, S.E.Bendahara 2: Nanik Sri Agustina
Bagian Pemungutan:H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Jaka AryawanUmmu Aiman, M.Pd.
Bagian Pentasharufan:Ali Afandi, S.Ag.H. Abu Hanifah, S.Ag., M.Pd.Hj. Sri Hermayanti, S.Ag., M.Pd.
Bagian Administrasi dan Umum:SarjanaMuhammad Nur Alfan Ajilaksono, S.Sos.
Bagian Perencanaan dan Pelaporan:Drs. H. Tulus Jumadi, M.A.Drs. Daryono, M.Pd.Mahmudah Dian Umamah, S.Pd.I.
Dengan susunan tersebut, diharapkan pengelolaan zakat di lingkungan ASN Kemenag Sleman dapat berjalan optimal, akuntabel, dan transparan.
Gerakan Zakat ASN, Bukti Nyata Kepedulian dan Keteladanan
Program zakat ASN menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat berzakat melalui lembaga resmi. ASN diharapkan tidak hanya menunaikan zakat secara pribadi, tetapi juga menjadi contoh dan penggerak dalam membangun budaya berbagi di lingkungan kerja masing-masing.
Melalui keberadaan UPZ Kemenag Sleman, potensi zakat dari para ASN dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Penguatan lembaga UPZ ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Sleman sebagai kabupaten yang berkeadaban dan berkeadilan sosial.
Wujud Nyata Kolaborasi untuk Umat
Pelantikan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025 bukan hanya tentang pergantian struktur, tetapi juga simbol semangat baru dalam gerakan zakat ASN. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag Sleman menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat dapat menjadi pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan UPZ Kemenag Sleman dapat menjadi contoh pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi umat.Melalui zakat, infak, dan sedekah—ASN Sleman hadir untuk umat, bersama BAZNAS Sleman membangun kesejahteraan dan keberkahan. (ayw)***
BERITA13/10/2025 | AYW./
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Dalam setiap kebaikan yang kita berikan, tersimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbagi harta. Saat seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sesungguhnya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia.
Nilai dari pemberian itu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan hati yang menyertai.
Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan cara Allah mendidik kita agar tidak terikat pada dunia, dan belajar untuk membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan.
Namun, di tengah semangat memberi, terkadang manusia tergelincir dalam ujub — merasa lebih tinggi dari yang menerima. Padahal, menolong bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menjaga kehormatan dan perasaan mereka yang dibantu.
Sebab bisa jadi, di sisi Allah, orang yang menerima memiliki derajat yang lebih mulia karena kesabarannya dalam ujian hidup. Beriku ini adalah renungan tentang “Jangan lukai hati mereka yang pernah kita bantu” yang disampaikan oleh: Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Sahabat,
Ketika seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sejatinya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Harta yang dikeluarkan bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk membersihkan jiwa dan menumbuhkan kasih.
Namun betapa sering, setelah memberi, seseorang tergelincir dalam ujub dan menyebut-nyebut bantuannya kepada penerima. Ia lupa, bahwa menyakiti hati mereka yang pernah ditolong dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah.
Allah telah mengingatkan dengan sangat tegas dalam Al-Qur’an:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia."
(QS. Al-Baqarah: 264)
Menolong bukan hanya tentang memberi harta, tapi juga menjaga kehormatan mereka yang dibantu. Sebab di hadapan Allah, derajat orang yang memberi dan yang menerima bisa saja sama — bahkan bisa jadi si penerima lebih mulia karena kesabarannya.
Maka, bila kita telah memberi, jangan disebut-sebut. Bila kita telah menolong, jangan disakiti hatinya. Biarlah kebaikan itu menjadi rahasia antara kita dan Allah, karena yang kita cari bukan ucapan terima kasih, melainkan ridha-Nya dan keberkahan hidup kita sendiri.
Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar memberi — tapi juga belajar untuk tidak merasa lebih tinggi dari yang menerima.
Sahabat,
Memberi seharusnya menjadi ibadah yang menghadirkan kedamaian, bukan kebanggaan. Maka, biarlah setiap zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan menjadi rahasia antara kita dan Allah — agar pahala tetap terjaga dan keberkahan senantiasa mengalir.
Mari tumbuhkan keikhlasan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya.
Bersama BAZNAS Sleman, wujudkan kepedulian yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menebarkan keberkahan bagi sesama.***
BERITA09/10/2025 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Sleman – Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Sleman.
Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-DIY untuk melakukan evaluasi, sinergi, dan penyelarasan arah program kerja dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menegaskan bahwa Rakorda memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi di seluruh lini BAZNAS. Ia menilai, sinergi yang kokoh antarlevel Lembaga, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola zakat secara profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sinergi yang kuat antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota adalah kunci dalam menghadirkan zakat yang produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi umat,” ujar Prof. Noor Achmad.
Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Zakat
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS RI menjelaskan bahwa melalui sinergi dan koordinasi yang baik, seluruh elemen BAZNAS dapat menjalankan peran secara lebih efektif sebagai lembaga pengelola zakat nasional.
Sinergi ini, menurutnya, tidak hanya sebatas kerja sama administratif, tetapi juga mencakup penyatuan visi, strategi, dan komitmen untuk menyalurkan zakat secara lebih produktif dan memberdayakan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi.
“Zakat harus menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat. Melalui kerja sama yang erat, kita dapat memastikan setiap rupiah dana zakat benar-benar sampai ke penerima manfaat dan mampu mengubah kehidupan mereka,” tambahnya.
Rakorda BAZNAS se-DIY tahun 2025 ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program semester pertama dan penyusunan arah kebijakan untuk tahun 2026, agar lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Pejabat Daerah Perkuat Dukungan Pemerintah
Selain Ketua BAZNAS RI, kegiatan Rakorda turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.E., M.Si., IPU, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A.
Turut hadir pula Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dan seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-DIY.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial di wilayah Sleman. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan transparansi agar BAZNAS semakin dipercaya masyarakat.
“BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat melalui program zakat yang tepat sasaran. Kami di pemerintah daerah akan terus mendukung sinergi dan kolaborasi untuk memperluas manfaatnya,” ujar Bupati Sleman.
Komitmen BAZNAS DIY: Profesional, Transparan, dan Berdampak Nyata
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorda kali ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pengurus BAZNAS di wilayah Yogyakarta.
BAZNAS DIY, katanya, terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui forum koordinasi ini, diharapkan BAZNAS di setiap kabupaten/kota mampu merancang program yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemanusiaan.
“Kami berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya bantuan konsumtif, tapi juga solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Sinergi ini adalah pondasi menuju BAZNAS yang semakin kuat dan berdampak,” jelas Puji Astuti.
Wujudkan Zakat yang Produktif dan Memberdayakan
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai pilar penggerak kesejahteraan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui sinergi antar-BAZNAS di semua tingkatan, diharapkan pengelolaan zakat di wilayah DIY akan semakin terarah, transparan, dan berdaya guna dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.***
BERITA08/10/2025 | AYW./
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2025: Evaluasi Pengelolaan Zakat Semester 1 dan Penyusunan Program 2026
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahun 2025 di Hotel Crystal Lotus, Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam evaluasi pengelolaan zakat semester pertama tahun 2025 sekaligus bimbingan teknis penyusunan dokumen perencanaan tahun 2026.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., serta Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama seluruh ketua dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-DIY.
Evaluasi dan Penguatan Sinergi BAZNAS se-DIY
Ketua BAZNAS DIY, Puji Astuti, selaku penyelenggara Rakorda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang diadakan lima kali dalam setahun. Rakorda kali ini difokuskan pada evaluasi capaian pengelolaan zakat semester I serta bimbingan teknis perencanaan program 2026 agar semakin selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Rakorda ini menjadi sarana bagi BAZNAS se-DIY untuk memperkuat koordinasi, mengoptimalkan tata kelola zakat, serta merancang program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata,” ujar Puji Astuti.
Pesan Bupati Sleman: Amanah, Transparan, dan Berorientasi Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya menjaga amanah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam pengelolaan zakat.Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan potensi zakat di wilayah Sleman.
“Saya akan bantu mendorong potensi zakat di Sleman agar BAZNAS semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Tegakkan nilai-nilai Al-Qur’an agar pengelolaan zakat menjadi amanah, transparan, dan tepat sasaran. Jangan ada unsur politik dalam penyaluran zakat,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS RI: Amil Zakat Punya Peran Penting dalam Pemberdayaan Umat
Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, dalam arahannya menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan menangani persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi dan penghargaan yang telah diraih oleh BAZNAS se-DIY dalam pengelolaan zakat produktif.
“BAZNAS mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Tugas amil bukan sekadar mengumpulkan zakat, tetapi juga memberi bimbingan dan doa kepada para muzaki sebagai bentuk penyucian harta. Visi BAZNAS adalah mensejahterakan umat melalui zakat produktif dan sinergi dengan program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Rakorda ini juga menjadi wadah untuk merancang Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang fokus pada pemberdayaan, seperti bantuan produktif, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan beasiswa bagi pelajar kurang mampu.
Usai sambutan, Ketua BAZNAS RI secara resmi membuka Rakorda BAZNAS se-DIY 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
BAZNAS se-DIY Siap Dukung Asta Cita dan Turunkan Angka Kemiskinan
Dalam sesi pemaparan berikutnya, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA memaparkan strategi penguatan program prioritas nasional untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Ia juga memberikan apresiasi atas capaian kinerja BAZNAS se-DIY yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Saya bangga dengan kinerja BAZNAS se-DIY yang terus mengalami growth. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan di DIY yang telah terkonfirmasi melalui data resmi. Dana zakat yang dikelola BAZNAS semakin fokus dan tepat sasaran dalam mengatasi masalah kemiskinan,” ungkap Saidah.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi momentum memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai penggerak perubahan sosial dan penopang ketahanan ekonomi umat di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA07/10/2025 | AYW./
7 Manfaat Menunaikan Zakat Secara Rutin, Tidak Hanya Berkah Tapi Juga Berdampak Sosial
Sleman – Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Menunaikan zakat secara rutin, baik zakat fitrah maupun zakat mal, membawa manfaat luar biasa, baik bagi yang menunaikan (muzakki) maupun penerima (mustahik).
Dalam era modern seperti sekarang, penyaluran zakat semakin mudah dilakukan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Sleman, yang menjamin distribusi tepat sasaran dan transparan.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui manfaat besar dari zakat, agar semangat berbagi ini tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup umat Muslim masa kini.
Berikut 7 manfaat utama dari menunaikan zakat secara rutin:
1. Membersihkan Harta dan Jiwa
Zakat adalah cara untuk menyucikan harta dari hak orang lain. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103).
Zakat juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan keserakahan, serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial.
2. Membantu Mengurangi Kemiskinan
Dana zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk fakir dan miskin. Dengan pengelolaan yang baik melalui lembaga seperti BAZNAS Sleman, zakat menjadi solusi konkret mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3. Mendatangkan Berkah dalam Kehidupan
Zakat bukan mengurangi harta, melainkan justru menambah keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim).Dengan rutin berzakat, hidup menjadi lebih tenang dan rezeki terasa cukup.
4. Membantu Pemerataan Ekonomi
Zakat yang dikelola lembaga resmi membantu menciptakan ekonomi yang lebih adil dan merata. Dana zakat dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, hingga bantuan pendidikan dan kesehatan.
5. Menghindarkan Diri dari Musibah
Beberapa ulama menyampaikan bahwa menunaikan zakat secara rutin bisa menjadi penolak bala. Zakat menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diterima dan sarana perlindungan dari bahaya yang tak terlihat.
6. Memperkuat Solidaritas Umat
Zakat menguatkan rasa persaudaraan sesama umat Islam. Muzakki yang menyisihkan sebagian hartanya akan merasa lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan, menciptakan iklim sosial yang saling peduli.
7. Memenuhi Rukun Islam
Zakat adalah rukun Islam keempat. Menunaikannya berarti telah melaksanakan bagian dari fondasi ajaran Islam. Bagi umat Muslim yang mampu, menunda zakat tanpa alasan syar’i bisa menjadi dosa.
Yuk Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Sleman
Menunaikan zakat di lembaga resmi seperti BAZNAS Sleman memastikan dana disalurkan tepat sasaran, transparan, dan dikelola secara profesional.
Selain zakat, kamu juga bisa menyalurkan infak dan sedekah melalui kanal digital BAZNAS Sleman, baik via transfer bank maupun layanan online yang mudah dan cepat.
Zakat Online: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakatLayanan Zakat: 081132208000 / 0274-867879
Kantor BAZNAS Sleman, Komplek Masjid Agung Sleman
Tunaikan zakat, tebarkan kebaikan!
BERITA01/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Rp312 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Periode September
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas untuk periode September 2025.
Pentasharufan ini dilaksanakan pada Jumat, 26 September 2025 bertempat di Kantor BAZNAS Sleman, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Proses pentasharufan berjalan tertib dengan para penerima manfaat terlebih dahulu melakukan registrasi daftar hadir serta mengambil nomor antrean.
Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan yang nyaman bagi para mustahik.
Pada periode ini, BAZNAS Sleman menyalurkan total dana pentasharufan sebesar Rp312.072.000. Rinciannya, sebesar Rp76.300.000 disalurkan untuk program Sleman Sehat dan Rp235.772.000 untuk program Sleman Cerdas.
Program Sleman Sehat
Program Sleman Sehat merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang fokus membantu masyarakat kurang mampu yang sedang sakit parah, namun biaya pengobatannya tidak tercover oleh BPJS Kesehatan.
Dengan adanya program ini, masyarakat yang tengah menghadapi ujian sakit berat dapat memperoleh keringanan biaya pengobatan, baik untuk rawat inap, tindakan medis, maupun kebutuhan pengobatan yang tidak tercover BPJS Kesehatan.
Pada periode September, sebanyak 32 penerima manfaat menerima bantuan melalui program Sleman Sehat. Salah satunya adalah Sri Murwati, warga Merdikorejo yang menerima bantuan senilai Rp3 juta tahap kedua untuk suaminya yang tengah berjuang melawan penyakit infeksi pengapuran tulang punggung dan paru-paru.
“Alhamdulillah, merasa terbantu karena ternyata ada yang tidak tercover oleh BPJS. Sangat-sangat membantu, karena kondisi suami memang membutuhkan operasi,” ungkap Sri penuh rasa syukur.
Program Sleman Cerdas
Selain bantuan kesehatan, BAZNAS Sleman juga menyalurkan dana untuk mendukung sektor pendidikan melalui Program Sleman Cerdas. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada siswa kurang mampu, insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta mendukung kebutuhan pendidikan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman.
Pada periode September, total pentasharufan Sleman Cerdas mencapai Rp235.772.000 yang disalurkan kepada 79 lembaga sekolah tingkat SD dan SMP/MTs Negeri di Sleman. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban sekolah dalam membantu siswa-siswi yang kurang mampu.
Salah satu penerima manfaat, Dwi Santoso, guru di SDN Sinduadi 1, menyampaikan rasa syukurnya. Sekolahnya menerima bantuan senilai Rp3.215.000 yang dialokasikan untuk membantu siswa kurang mampu serta memberikan insentif bagi GTT dan PTT.
“Sangat membantu sekali, karena memang masih banyak siswa yang kurang mampu. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka,” ucapnya.
Komitmen BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh aspek fundamental kehidupan, yakni kesehatan dan pendidikan.
Sleman Sehat dihadirkan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hanya karena kendala biaya, sedangkan Sleman Cerdas hadir untuk menjamin setiap anak bangsa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi.
Ketua BAZNAS Sleman, dalam kesempatan ini, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima.
“Kami berharap program ini benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam menjaga kesehatan maupun melanjutkan pendidikan. Semoga dengan adanya bantuan ini, penerima manfaat semakin terbantu dan lebih berdaya,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman.
“Mari bersama-sama kita tingkatkan kepedulian sosial dengan berzakat melalui BAZNAS Sleman, agar lebih banyak masyarakat yang dapat terbantu,” pungkasnya.***
BERITA26/09/2025 | AYW./
Cara Mudah Hitung Zakat Sesuai Syariat: Nishab, Haul, dan Kadar Lengkap
Sleman - Menunaikan zakat merupakan kewajiban setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadits.
Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana berbagi untuk membantu sesama.
Namun, sebelum menunaikan kewajiban zakat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama terkait perhitungan zakat.
Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 Tahun 2014 memberikan panduan jelas mengenai jenis zakat, nishab, haul, serta kadar zakat yang harus dikeluarkan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Zakat Penghasilan dan Jasa
Zakat penghasilan atau zakat profesi dikenakan pada setiap pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan halal, baik sebagai pegawai, profesional, maupun pekerja jasa.
· Nishab: senilai 85 gram emas per tahun.
· Kadar: 2,5% dari total penghasilan bersih.
· Haul: dapat dibayarkan setiap bulan tanpa menunggu satu tahun penuh.
Contoh: jika penghasilan per bulan Rp5.000.000, maka zakatnya adalah Rp125.000.
2. Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan berlaku bagi pelaku usaha yang memiliki aset dagang.
· Nishab: senilai 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari nilai kekayaan dagang (aset lancar + laba) dikurangi kewajiban.
· Haul: setelah 1 tahun kepemilikan.
Contoh: modal usaha Rp100 juta dengan keuntungan Rp20 juta, total Rp120 juta. Dikurangi hutang Rp10 juta = Rp110 juta. Maka zakatnya 2,5% x Rp110 juta = Rp2,75 juta.
3. Zakat Emas dan Perak
Harta berupa emas, perak, atau logam mulia lain juga wajib dizakati.
· Nishab: emas = 85 gram, perak = 595 gram.
· Kadar: 2,5% dari total kepemilikan.
· Haul: 1 tahun penuh.
Contoh: kepemilikan emas 100 gram, maka zakatnya 2,5% x 100 gram = 2,5 gram emas atau nilai rupiahnya.
4. Zakat Pertanian
Hasil pertanian, perkebunan, atau perikanan juga termasuk dalam kategori wajib zakat.
· Nishab: setara 653 kg gabah atau 520 kg beras.
· Kadar:
o 5% bila menggunakan biaya irigasi.
o 10% bila hanya mengandalkan air hujan.
· Haul: tidak perlu menunggu setahun, dikeluarkan setiap kali panen.
Contoh: hasil panen padi 1 ton dengan irigasi, zakatnya 5% x 1000 kg = 50 kg beras.
5. Zakat Tabungan (Uang dan Surat Berharga)
Tabungan dan surat berharga seperti deposito, obligasi, atau instrumen investasi lainnya juga wajib dizakati.
· Nishab: setara 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari total saldo akhir yang dimiliki.
· Haul: 1 tahun penuh.
Contoh: saldo tabungan Rp100 juta, maka zakatnya Rp2,5 juta.
6. Zakat Saham
Kepemilikan saham yang bersifat investasi jangka panjang juga termasuk objek zakat.
· Nishab: setara 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari nilai saham dan dividen.
· Haul: setelah dimiliki selama 1 tahun.
Contoh: nilai saham Rp200 juta, maka zakatnya 2,5% x Rp200 juta = Rp5 juta.
Kesimpulan
Menunaikan zakat tidak hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan perhitungan yang tepat agar sesuai syariat. Mulai dari zakat penghasilan, perdagangan, emas, pertanian, tabungan, hingga saham, semuanya memiliki aturan khusus terkait nishab, haul, dan kadar zakat.
BAZNAS Sleman hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menghitung, membayar, dan menyalurkan zakat agar tepat sasaran kepada mustahik yang berhak.
Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, Anda turut berkontribusi dalam membantu pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.***
???? Mari tunaikan zakat Anda sekarang di BAZNAS Sleman. Bersama kita wujudkan Sleman yang lebih berkeadilan dan sejahtera.
BERITA25/09/2025 | AYW./
Pentasharufan RTLH September 2025, BAZNAS Sleman Bantu Warga Wujudkan Rumah Sehat
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan program Sleman Peduli melalui kegiatan pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada Kamis (18/9/2025), sebanyak 10 warga Sleman menerima bantuan tahap pertama (termin 1) yang digelar di serambi Masjid Agung Sleman, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan aman dihuni.
Bantuan rehab RTLH diberikan dalam tiga termin, dengan penyaluran dana tahap pertama senilai Rp74 juta. Besaran dana tiap penerima berbeda, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.
Sosialisasi Rumah Sehat dan Legalitas Bangunan
Dalam kegiatan pentasharufan ini, warga penerima manfaat juga mendapatkan sosialisasi seputar rehab rumah sehat dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Perwakilan DPUPKP, Tulus, menekankan pentingnya standar rumah sehat.
“Pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah,” jelasnya.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rafadhin, yang memberikan pemahaman terkait legalitas bangunan. Menurutnya, kepastian hukum berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting agar penerima manfaat memiliki status kepemilikan yang jelas.
“Kami membantu dari aspek legalitasnya. Dengan begitu, penerima manfaat akan merasa lebih aman dan terlindungi secara hukum,” terangnya.
Mekanisme Penyaluran Bertahap
Program rehab RTLH BAZNAS Sleman dilakukan secara bertahap untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana. Setelah penyaluran termin pertama, warga wajib melaporkan perkembangan pembangunan. Laporan ini menjadi dasar pencairan dana pada termin berikutnya.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditetapkan.
“Tujuan program ini adalah mendukung warga untuk memiliki rumah yang memenuhi standar rumah sehat. Agar penghuninya sehat, nyaman, dan dapat melakukan ibadah dengan baik,” paparnya.
Daftar Penerima Manfaat
Adapun daftar penerima manfaat rehab RTLH reguler periode September 2025 adalah:
Tomy Warsito, Ngamboh, Margorejo, Tempel
Agustini, Patran, Madurejo, Prambanan
Dani Subiyanto, Nglarang, Sidoarum, Godean
Harjito, Patukan, Ambarketawang, Gamping
Sigit Susanto, Karangmojo, Purwomartani, Kalasan
Hadi Suntoyo, Bagusan, Sumberadi, Mlati
Irawan, Durenan, Triharjo, Sleman
Waginah, Losari, Wukirharjo, Prambanan
Fitri Astuti, Kendal, Bangukerto, Turi
Sugini, Gabahan, Sumberadi, Mlati
Testimoni Warga Penerima
Salah satu penerima manfaat, Agustini dari Patran, Madurejo, Prambanan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.
“Alhamdulillah sangat senang sudah dibantu. Atap rumah saya dulu masih dari bambu dan genteng keripik, kondisinya sudah bocor semua. Dengan bantuan ini, saya dan keluarga bisa menempati rumah yang lebih layak. Terima kasih untuk BAZNAS dan para Muzaki yang sudah memberi manfaat,” ungkapnya.
Bentuk Sinergi dan Kepedulian
Program rehab RTLH ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Sleman, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari tim panitia rehab, dukuh setempat, dan jajaran terkait, diharapkan program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui program Sleman Peduli ini, BAZNAS Sleman mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dukungan dari para Muzaki dan donatur menjadi kunci keberhasilan dalam membantu sesama dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih baik di Sleman.
Dengan adanya pentasharufan rehab RTLH periode September 2025 ini, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.***
BERITA19/09/2025 | AYW./
Sinergi BAZNAS Sleman dan Hara Chicken Ciptakan Lapangan Kerja untuk Keluarga Miskin
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen menghadirkan program inovatif dalam mengentaskan kemiskinan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Hara Chicken yang resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 16 September 2025, di kantor BAZNAS Sleman.
Penandatanganan ini dihadiri oleh pihak Hara Chicken, yakni Faiq Nur Fahrurozy dan Fitria Arifa Rahmah, serta disaksikan oleh Yoga Sulistya Burhan, pemilik lahan yang disewa untuk kerja sama ini.
Lahan tersebut berlokasi di Jl. Kabupaten No.1A, Kronggahan I, Trihanggo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, DIY, yang nantinya akan menjadi salah satu pusat usaha mustahik binaan BAZNAS Sleman.
Sebelum MoU ditandatangani, pihak Hara Chicken membacakan sekaligus menjelaskan sejumlah poin kerja sama yang akan dijalankan bersama.
Wujud Penyaluran Zakat Produktif
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif.
Tujuannya agar zakat yang dihimpun tidak hanya membantu mustahik secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan mereka untuk keluar dari kemiskinan.
“Kerja sama ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung pemerintah Kabupaten Sleman menekan angka kemiskinan. Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi mustahik dan keluarganya,” ujar Kriswanto.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd, menambahkan bahwa MoU ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga ikhtiar sosial untuk membuka lapangan pekerjaan bagi mustahik.
Kesempatan Kerja untuk Mustahik Fresh Graduate
Dalam keterangannya, Muhaimin menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman memberikan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik yang berasal dari keluarga miskin. Bantuan tersebut digunakan untuk membuka outlet Hara Chicken di lokasi yang sudah disiapkan.
“Program ini membuka peluang luar biasa. Mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga langsung berperan sebagai pengelola usaha. Mereka akan mendapatkan bagi hasil sekaligus berstatus sebagai pekerja. Jadi bisa disebut pemilik sekaligus pekerja,” jelasnya.
Selain itu, target penerima manfaat tidak hanya 10 mustahik tersebut, melainkan juga seluruh anggota keluarga mereka. Dengan demikian, dampak program ini bisa lebih luas karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga miskin untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak.
Harapan Program Diperluas
Kerja sama BAZNAS Sleman dengan Hara Chicken diharapkan menjadi model percontohan program pemberdayaan berbasis zakat produktif. Ke depannya, BAZNAS Sleman berencana memperluas jaringan outlet ke berbagai titik strategis di wilayah Sleman.
“Jika program ini berjalan lancar dan terbukti memberikan dampak positif, maka kami akan mengembangkan outlet di berbagai lokasi lain di Sleman. Dengan begitu, semakin banyak mustahik yang bisa berdaya, mandiri, dan terlepas dari lingkaran kemiskinan,” tambah Muhaimin.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan bahwa zakat bukan hanya instrumen untuk membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi pintu pembuka kemandirian ekonomi mustahik.
Pihak BAZNAS Sleman menegaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Hara Chicken adalah langkah nyata dalam memberikan solusi pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
“Kami berharap program ini membawa manfaat nyata bagi para mustahik dan menjadi jalan keberkahan untuk semua pihak yang terlibat,” tutup Kriswanto.***
BERITA18/09/2025 | AYW./
Pentasharufan BAZNAS Sleman: Bantuan untuk Yatim, Lansia, dan Difabel
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu melalui kegiatan pentasharufan yang dilaksanakan di wilayah Kapanewon Depok.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas.
Pentasharufan yang dilakukan pada Rabu, 17 September 2025 ini dipimpin oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, didampingi tim dari Kapanewon Depok, Bank Sleman, dan Bank BPD DIY.
Sejak pukul 09.00 WIB, rombongan menyambangi rumah-rumah penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan secara langsung sekaligus melihat kondisi mereka.
Penerima manfaat pertama adalah Komarudin, warga Joho, Condongcatur. Komarudin merupakan seorang yatim piatu yang mengalami kelainan pigmentasi di seluruh tubuh sejak kecil. Kondisi ini membuatnya tidak bisa terkena sinar matahari karena kulitnya akan melepuh.
Akibatnya, ia tidak dapat beraktivitas seperti orang dewasa pada umumnya. Kini, Komarudin dirawat oleh kakaknya, Narti, yang sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari BAZNAS Sleman.
Penerima kedua adalah Trimo, warga Sambilegi Lor, Maguwoharjo. Lansia ini mengalami kelumpuhan dan hidup bersama istrinya di rumah sederhana yang kurang layak. Sang istri bekerja sebagai penjual sayur di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Trimo lebih banyak berbaring di rumah. Melihat kondisi tersebut, Muhyi berpesan agar rumah Trimo dapat dirapikan sedikit demi sedikit demi menjaga kebersihan dan kesehatan.
Selanjutnya, tim mengunjungi rumah Muriyono Senen, warga Papringan, Caturtunggal. Lansia ini tinggal bersama istrinya yang juga mengalami kelumpuhan. Dengan keterbatasan, Muriyono berusaha merawat istrinya sekaligus mengurus pekerjaan rumah tangga. Keduanya sudah tidak mampu lagi bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Penerima terakhir adalah Yuliana Ambarwati, seorang yatim piatu berkebutuhan khusus yang tinggal di Gg. Bromo Mrican, Caturtunggal. Yuli dirawat oleh pakdenya dan tinggal bersama lima keluarga dalam satu rumah.
Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan, bahkan tempat tidurnya pun tidak layak. Muhyi beserta tim menyampaikan rasa prihatin sekaligus doa agar keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam membersamai Yuli.
Melalui kegiatan pentasharufan ini, BAZNAS Sleman ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan harapannya:
“Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa meringankan beban keluarga penerima manfaat. Kami berharap, dengan doa dan dukungan masyarakat, mereka diberi kekuatan, kesabaran, serta kebahagiaan oleh Allah SWT. Aamiin,” ungkap Muhyi.
BERITA17/09/2025 | AYW./
Alur Pengajuan Program Sleman Sehat BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menghadirkan berbagai program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Salah satunya adalah Program Sleman Sehat, yang dirancang khusus untuk membantu mustahik fakir miskin yang mengalami masalah kesehatan serius dan membutuhkan uluran tangan.
Program ini menjadi bagian penting dari misi BAZNAS Sleman untuk menghadirkan kebermanfaatan zakat secara langsung dalam kehidupan masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
Dengan adanya Program Sleman Sehat, diharapkan warga kurang mampu di Sleman bisa mendapatkan dukungan yang meringankan beban biaya perawatan kesehatan.
Jenis Bantuan Program Sleman Sehat
Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Sleman memberikan bantuan bagi mustahik dengan kondisi medis tertentu. Bentuk bantuan yang diberikan antara lain:
Santunan bagi penderita kanker stadium 4 sebesar Rp3 juta.
Santunan bagi pasien cuci darah rutin sebesar Rp3 juta.
Santunan bagi pasien opname minimal 3 hari dengan ketentuan:
Biaya perawatan hingga Rp5 juta → Bantuan Rp1 juta.
Biaya perawatan Rp5 juta–Rp10 juta → Bantuan Rp2 juta.
Biaya perawatan di atas Rp10 juta → Bantuan Rp3 juta.
Bantuan ini hanya dapat diterima maksimal satu kali dalam setahun oleh mustahik sesuai hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman. Dan setiap mustahik bisa mengajukan dan mendapat bantuan maksimal tiga kali, berdasarkan survey tim dan hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman.
Syarat Pengajuan Program Sleman Sehat
Agar pengajuan bantuan dapat diproses, mustahik perlu menyiapkan beberapa syarat administrasi. Berikut dokumen yang harus dilengkapi:
Beragama Islam.
Mengisi formulir yang telah disediakan oleh BAZNAS Sleman.
Fotokopi KTP Sleman.
Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
Fotokopi Kartu Keluarga Miskin Terbaru atau PKH (Program Keluarga Harapan).
Fotokopi kwitansi pembayaran dari rumah sakit.
Fotokopi surat diagnosa dari dokter atau rumah sakit.
Alur Pengajuan Bantuan
Setelah semua dokumen persyaratan lengkap, pengajuan bantuan akan diproses melalui beberapa tahap sebagai berikut:
Proposal masuk ke kantor BAZNAS Sleman.
Penilaian administrasi dilakukan oleh tim BAZNAS.
Survey lapangan (pekan ke-3) untuk memverifikasi kondisi mustahik.
Sidang pimpinan (pekan ke-3) untuk menentukan keputusan bantuan.
Pendistribusian bantuan (pekan ke-4) sesuai hasil keputusan.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dua bulan setelah bantuan disalurkan.
Penyusunan laporan dilakukan setiap triwulan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Namun perlu diperhatikan, pencairan bantuan sangat bergantung pada jumlah antrian pengajuan yang sudah masuk terlebih dahulu. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk segera melengkapi berkas dan mengajukan proposal agar bisa segera diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Program Sleman Sehat menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu meringankan beban mustahik yang sedang berjuang menghadapi sakit.
Bantuan ini tidak hanya berupa santunan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan haknya atas layanan kesehatan.
Bagi masyarakat Sleman yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin mengajukan bantuan melalui Program Sleman Sehat, silakan datang langsung ke kantor BAZNAS Kabupaten Sleman atau menghubungi layanan resmi BAZNAS Sleman. Mari bersama wujudkan Sleman yang sehat, sejahtera, dan penuh keberkahan.***
BERITA16/09/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dampingi UMKM Jogotirto Sembada, Berbah: Dorong Legalitas dan Kemandirian Usaha
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman lakukan pendampingan ke Kelompok UMKM Jogotirto Sembada, membahas tentang pentingnya legalitas usaha.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada kelompok UMKM Jogotirto Sembada di Kapanewon Berbah, Sleman.
Pada pertemuan rutin yang digelar di rumah salah satu anggota, Ngatinem, Dusun Watuadeg, Jogotirto, hadir pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah.
Pertemuan yang digelar sebulan sekali secara bergiliran di rumah anggota ini menjadi wadah penting bagi anggota kelompok untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan perkembangan usaha, dan mendapatkan pembekalan dari BAZNAS Sleman.
Ketua kelompok, Sri Sutiati, menyampaikan bahwa kelompok UMKM Jogotirto Sembada saat ini beranggotakan 10 orang. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan dari BAZNAS Sleman, baik berupa bantuan modal usaha maupun pendampingan berkelanjutan.
“Kami bersyukur sekali mendapat bantuan dari BAZNAS Sleman. Tidak hanya berupa modal usaha, tapi juga pendampingan yang membantu kami memantau perkembangan usaha, mengetahui kendala, sekaligus mencari solusi bersama,” ungkap Sri.
Fokus Pendampingan: Legalitas Usaha
Dalam pertemuan kali ini, Nurul Indah Khasanah membawakan materi penting terkait legalitas usaha. Ia menjelaskan langkah-langkah yang harus dipenuhi pelaku UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga Sertifikat Halal.
Langkah legalitas ini menjadi perhatian utama agar produk UMKM tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga memiliki daya saing lebih luas. Nurul juga berkomitmen akan kembali pada pertemuan selanjutnya untuk membantu anggota kelompok yang belum memiliki dokumen legalitas usaha.
“Saya akan membantu kelengkapan legalitas usaha bagi usaha yang belum memiliki. Mengingat ini sangat penting untuk keberlanjutan usaha ibu-ibu semua,” jelas Nurul.
Selain materi legalitas, anggota juga diperkenalkan dengan berbagai program unggulan BAZNAS Sleman yang dapat diakses untuk mendukung pengembangan usaha.
Bantuan Modal Mendorong Usaha Lebih Berkembang
Sri menambahkan, kelompoknya telah menerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Sleman sebanyak dua kali. Bantuan terbaru cair pada bulan Oktober 2025, sementara bantuan sebelumnya telah memberikan dampak positif yang dirasakan nyata oleh anggota kelompok.
“Alhamdulillah, bantuan pertama kemarin membuat usaha kami semakin berkembang. Omzet meningkat dan anggota bisa lebih percaya diri dalam menjalankan usaha. Kami sangat bersyukur bantuan ini kembali berlanjut,” jelasnya.
Harapan Ke Depan
Dengan adanya pendampingan dan dukungan modal, kelompok UMKM Jogotirto Sembada optimistis usahanya bisa semakin mandiri dan berdaya saing. Harapan mereka, legalitas usaha yang sedang diproses dapat segera rampung sehingga produk-produk UMKM mampu menembus pasar lebih luas, baik offline maupun online.
BAZNAS Sleman menegaskan, program pendampingan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan zakat yang produktif, tidak hanya memberi bantuan sesaat tetapi juga mendorong kemandirian mustahik dalam jangka panjang.
Dengan demikian, zakat yang dititipkan muzaki benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.
BERITA15/09/2025 | AYW./
Rumah Jahit Febi: Kisah Mustahik Sleman yang Bangkit Lewat Modal Usaha BAZNAS
Sleman – Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman membantu usaha jahit mustahik berkembang, dari satu mesin sederhana kini mampu mempekerjakan 8 pegawai dan meningkatkan produksi pakaian.
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro kecil (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang.
Salah satu penerima manfaat program adalah Winarsih, pemilik usaha jasa jahit “Rumah Jahit Febi” di Kedungprau, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Pada Oktober 2024, Winarsih menerima bantuan modal sebesar Rp750 ribu dari BAZNAS Sleman untuk menambah pembelian mesin lubang kancing yang bernilai Rp1,5 juta. Bantuan ini menjadi titik awal penting bagi perkembangan usahanya.
“Bantuan dari BAZNAS Sleman ini sangat bermanfaat, karena pada saat itu benar-benar membutuhkan. Berapapun jumlahnya kami syukuri, karena sangat membantu usaha kami dalam membeli mesin lubang kancing,” ujar Winarsih.
Dari Satu Mesin, Kini Punya Delapan Pegawai
Saat menerima bantuan, usaha jahit milik Winarsih masih sederhana, hanya memiliki satu pegawai dengan satu mesin obras dan satu mesin jahit jarum satu. Produksi pun terbatas, hanya sekitar 12–22 pakaian per minggu.
Namun, setelah mendapat bantuan dan pendampingan, usaha ini berkembang pesat. Pada Agustus 2025, Rumah Jahit Febi sudah mempekerjakan delapan pegawai borongan yang terdiri dari lima penjahit dan tiga pemasang kancing. Selain itu, ia kini memiliki satu mesin lubang kancing, satu mesin obras, dan dua mesin jahit jarum satu.
Dengan kapasitas yang lebih besar, produksi meningkat signifikan. Dalam satu minggu, usaha ini mampu menghasilkan 70–100 pakaian, dengan upah jahit Rp10.000–Rp20.000 per pakaian. Artinya, omset bulanan mencapai kisaran Rp2,8 juta hingga Rp8 juta.
Pendampingan untuk Kemandirian
Pertumbuhan usaha ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman. Melalui pendamping UMKM, Joko Yugiyanto, Winarsih mendapat coaching terkait pengelolaan usaha, mulai dari branding, manajemen SDM, penghitungan HPP, keuangan, hingga pemasaran digital.
Hasilnya, Winarsih mulai menyusun SOP produksi, meski target produksi harian masih perlu ditingkatkan. Ia pun terus berinovasi, salah satunya dengan mengoptimalkan pemakaian kain agar minim limbah.
Saat ini, Rumah Jahit Febi masih menjadi subkon untuk produksi kebaya lawasan, namun Winarsih berencana menambah mesin dan memperluas ruang produksi di belakang rumah.
Potensi Usaha yang Cerah
Menurut Joko, potensi usaha Rumah Jahit Febi sangat besar. Keberanian Winarsih dalam merekrut delapan pegawai sekaligus berinvestasi pada mesin jahit menjadi indikator kuat bahwa usaha ini bisa tumbuh lebih maju.
“Pelaku usaha juga sudah mulai berpikir membangun brand sendiri, meskipun realisasinya akan dilakukan setelah semua aspek usaha lebih siap,” ungkap Joko.
Winarsih sendiri memiliki cita-cita jangka pendek untuk membangun rumah tinggalnya menjadi dua lantai. Lantai satu akan difungsikan sebagai butik display, sementara lantai dua sebagai ruang produksi. Untuk saat ini, ia masih fokus memproduksi pakaian Jawa, tetapi tak menutup kemungkinan akan memperluas jenis produk di masa depan.
“Harapan saya, BAZNAS bisa terus mendampingi sampai benar-benar mandiri, sehingga manfaat usaha ini tidak hanya untuk keluarga saya, tetapi juga bagi orang lain,” pungkas Winarsih.
Dengan adanya tambahan mesin jahit ke depan, diharapkan produksi bisa meningkat 10–20 persen, membuka peluang lapangan kerja lebih luas, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga mustahik.
Program Sleman Produktif BAZNAS Sleman menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan, dari bantuan kecil yang memicu pertumbuhan usaha hingga membuka jalan menuju kemandirian.***
BERITA11/09/2025 | AYW./

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
