WhatsApp Icon
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026.

Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

“Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran.

Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah.

Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta

 

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta.

 

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).

 

Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain:

 

1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar

BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.
Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut.

 

2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling

Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.

 

3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman

BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.
Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta.

 

4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji

Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total

 

5. Program Masjid Ramah Musafir

Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman.

 

6. Santunan bagi Masyarakat Miskin

BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan

Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.

 

8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin

Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan.

 

BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun

 

Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun.

Program tersebut meliputi:

  • Sleman Sehat
  • Sleman Cerdas
  • Sleman Produktif
  • Sleman Peduli

 

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman

 

Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes.
  • Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
  • Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***

10/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana zakat di Indonesia.

BAZNAS RI mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Partisipasi publik dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga.

BAZNAS menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A).

Sistem Pengawasan dan Audit Berlapis

Dalam menjalankan tata kelola zakat, BAZNAS RI menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak independen dan internal.

Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data keuangan.

Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) guna menjamin seluruh aktivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Secara internal, BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang mengawasi seluruh proses bisnis lembaga secara menyeluruh.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi baznas.go.id untuk BAZNAS Kabupaten Sleman; kabsleman.baznas.go.id. Hal ini memungkinkan publik melakukan pengawasan sosial secara mandiri.

Penyaluran Zakat Sesuai Delapan Asnaf

Dalam penyaluran dana, BAZNAS RI memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 menetapkan batas maksimal sebesar 12,5 persen atau 1/8 dari total dana zakat. Sementara itu, proporsi untuk asnaf lainnya ditentukan berdasarkan skala prioritas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011.

Porsi Terbesar untuk Asnaf Miskin

Sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan porsi terbesar dana zakat kepada asnaf miskin, yakni sebesar 38,4 persen dari total dana yang disalurkan.

Secara syariah, asnaf miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan papan bagi diri dan keluarganya.

Penyaluran kepada asnaf miskin tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Untuk wilayah perkotaan, BAZNAS RI mengembangkan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto. Program ini bertujuan memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro dengan pendampingan intensif.

Sementara di wilayah pedesaan, program yang dijalankan meliputi Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan.

Alokasi Fi Sabilillah dan Beasiswa

Dana zakat pada asnaf fi sabilillah sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, di antaranya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta berbagai bantuan pendidikan berdasarkan permohonan masyarakat.

Selain itu, dana fi sabilillah juga disalurkan untuk mendukung para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.

Penjelasan Terkait Porsi Amil

Menanggapi sorotan terhadap porsi amil, BAZNAS RI menegaskan bahwa amil merupakan salah satu dari delapan asnaf yang disebutkan secara eksplisit dalam QS. At-Taubah ayat 60.

Dalam Laporan Keuangan BAZNAS RI Tahun 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen dari total dana zakat. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 12,5 persen (1/8) sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 606 Tahun 2020.

Dana amil digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta instansi vertikal di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan zakat yang lebih optimal.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk merujuk pada sumber resmi BAZNAS setiap wilayah (Provinsi/Kota/Kabupaten) untuk BAZNAS Kabupaten Sleman melalui laman kabsleman.baznas.go.id dan media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Sleman (@baznaskabsleman) guna memperoleh informasi yang akurat.

Kepercayaan publik merupakan amanah besar yang terus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas penyaluran zakat demi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia.***

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya

BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Marbot Penerima BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sembada Lantai 1, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

 

Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut peluncuran program pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.545 marbot se-Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Parasamya.

 

Agenda utama pertemuan meliputi monitoring dan evaluasi data marbot penerima BPJS Ketenagakerjaan, serta validasi dan akurasi data guna memastikan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

 

Dalam rapat tersebut, DMI Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon melalui Panewu se-Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang DMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman, serta Pengurus Harian DMI Kabupaten Sleman.

 

BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Pelaksana Bidang III, Warih Komarasari, S.E., dan Pelaksana Bidang IV, Lina Shofiyyah, S.I.P.

 

Hasil Monitoring dan Evaluasi

 

Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 706 data marbot telah masuk ke sistem. Dari jumlah tersebut, 634 data dinyatakan valid dan berhak menerima kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sementara itu, sebanyak 72 data dinyatakan tidak valid karena yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS sebelumnya sehingga ditolak oleh sistem.

 

Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota yang ditargetkan, yakni sebanyak 1.545 marbot. Artinya, hingga saat ini baru sekitar separuh dari total kuota yang terpenuhi.

 

Untuk itu, DMI bersama jajaran kapanewon diminta segera melengkapi kekurangan data dengan mengingatkan para kamituwo di masing-masing kalurahan agar segera melakukan pendataan dan pengajuan marbot yang belum terdaftar.

 

Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para marbot di Kabupaten Sleman, sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting mereka dalam memakmurkan masjid dan melayani umat.

Sebagai informasi, dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi penanggung jawab pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.212 marbot, sementara DMI Kabupaten Sleman menanggung pembiayaan untuk 333 marbot. Seluruh pembiayaan ini merupakan wujud kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemasjidan, dan pemerintah daerah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

“BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

“Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

“Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

“Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.***

27/02/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp2,56 Juta dari SD N Mejing 2 untuk Korban Bencana Sumatera
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp2,56 Juta dari SD N Mejing 2 untuk Korban Bencana Sumatera
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah besar dari masyarakat, kali ini dari para siswa, guru, dan seluruh warga SD N Mejing 2, Gamping, yang menunjukkan kepedulian mendalam terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang tengah tertimpa bencana. Dalam suasana penuh haru dan keikhlasan, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjemput langsung donasi Peduli Sumatera senilai Rp2.560.000 pada Kamis, 4 Desember 2025. Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dapat tumbuh sejak usia dini, dan bahwa kepedulian tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Melalui donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kebaikan yang dititipkan para pelajar dapat menjadi penerang bagi para korban bencana dan menguatkan harapan mereka untuk bangkit kembali. Gelombang kepedulian terus mengalir dari warga Kabupaten Sleman untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Setelah BAZNAS Sleman membuka penggalangan donasi beberapa waktu lalu, berbagai lapisan masyarakat memberikan respons yang luar biasa. Tidak hanya para dermawan dari kalangan umum, namun lembaga pendidikan pun turut bergerak menunjukkan kepedulian yang menginspirasi. Misalnya dari SDN Mejing 2, Gamping. Langkah kecil dari anak-anak sekolah dasar ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kepedulian tidak mengenal usia. Sejak dari bangku sekolah, mereka telah belajar memahami bahwa kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika dibagikan kepada sesama, terutama bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi musibah. Muhaimin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas kontribusi warga SD N Mejing 2. “Kami sangat terharu melihat semangat anak-anak dan seluruh warga sekolah. Di saat banyak saudara kita di Sumatera dan Aceh sedang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan keluarga, bantuan seperti ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujarnya. Donasi ini rencananya akan disalurkan secara amanah kepada para penyintas bencana melalui program kemanusiaan BAZNAS. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan kebutuhan mendesak para korban serta menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian dalam melewati masa sulit. Tidak hanya berfungsi sebagai aksi pengumpulan dana, kegiatan ini juga memiliki dampak pendidikan yang mendalam. Guru-guru di SD N Mejing 2 mengajarkan bahwa bencana bukan hanya peristiwa alam, tetapi panggilan bagi manusia untuk saling mendukung. Melalui donasi ini, para siswa belajar tentang empati, gotong royong, dan pentingnya berbagi. Nilai-nilai tersebut adalah pondasi penting bagi generasi masa depan yang lebih peduli. Momen penyerahan donasi berlangsung hangat. Para siswa terlihat antusias menyerahkan hasil penggalangan dana mereka. Beberapa di antara mereka bahkan mengungkapkan harapan agar bantuan tersebut dapat membantu anak-anak seumuran mereka di Sumatera yang sedang terdampak bencana. BAZNAS Sleman mengapresiasi gerakan solidaritas ini dan berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama menolong saudara sebangsa. Kepedulian dari sekolah dasar seperti SD N Mejing 2 menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat tumbuh dari mana saja, bahkan dari tangan-tangan kecil yang penuh ketulusan. Semoga semangat berbagi ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat, dan semoga saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh diberikan kekuatan untuk bangkit kembali. Setiap donasi, sekecil apa pun, adalah cahaya harapan bagi mereka yang sedang dalam kegelapan.***
BERITA04/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Gelar Monev UMKM Sleman Produktif, Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Sleman Gelar Monev UMKM Sleman Produktif, Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha kecil melalui Program Sleman Produktif. Sebagai bentuk pengawasan dan peningkatan kualitas program, BAZNAS Sleman menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) UMKM pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Serambi Masjid Agung Sleman. Acara ini diikuti oleh 90 perwakilan UMKM binaan yang selama ini menerima pendampingan dari BAZNAS Sleman. Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., yang hadir mewakili Ketua BAZNAS Sleman, menyampaikan bahwa BAZNAS tidak hanya bertugas menyalurkan zakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS berupaya mendorong mustahik agar mampu mengembangkan usaha dan menjadi lebih mandiri. “Kalau sekadar membagi zakat itu mudah. Namun tugas utama BAZNAS adalah mensinergikan penyaluran zakat dengan upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, setiap program harus berbasis data, dilakukan evaluasi, dan dilaporkan secara berkala,” jelasnya. Muhyi menegaskan bahwa peserta yang hadir merupakan pelaku usaha yang benar-benar serius menjalankan usaha mereka. BAZNAS memberikan bantuan modal bukan untuk memulai bisnis baru, melainkan untuk mendorong pengembangan usaha yang telah berjalan. Ia menambahkan bahwa UMKM yang menunjukkan progres baik akan kembali mendapatkan dukungan hingga tiga tahap. Ia kemudian memberikan motivasi spiritual kepada para peserta agar tidak melupakan peran doa dalam membangun usaha. “Kunci sukses bukan hanya bekerja dan melayani, tetapi juga memperbanyak doa. Bangun di sepertiga malam, sholat, dan berdoa, pasrahkan usaha panjenengan kepada Allah,” ujarnya. Muhyi juga mengajak para pelaku UMKM untuk membiasakan infak dari sebagian pendapatan. Menurutnya, infak memiliki keberkahan yang sangat besar dan dapat menumbuhkan usaha menuju kesuksesan. Sesi berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang menekankan pentingnya pendampingan dalam pengembangan UMKM. Ia menjelaskan bahwa sejak pandemi COVID-19, banyak UMKM yang stagnan karena kurang mendapat bimbingan langsung. Namun kini, dengan adanya pendamping lapangan di antaranya Kukuh Santoso, Joko Yugiyanto, dan Nurul Indah Khasanah, proses penguatan UMKM menjadi lebih efektif. “Pendamping lapangan berperan besar dalam mengawasi perkembangan usaha dan membantu menyelesaikan kendala UMKM secara langsung. Hasilnya sangat terasa bagi perkembangan usaha binaan kami,” ungkapnya. Acara Monev juga menghadirkan pemateri dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman, yaitu Sri Wahyuni Budiningsih, S.E., M.Si., yang akrab disapa Bu Yuyun. Ia memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan pelaku usaha dan berbagai fasilitas pemerintah yang dapat diakses UMKM. Yuyun menjelaskan bahwa jumlah pendamping UMKM di Sleman sangat terbatas, yakni kurang dari 30 orang, sementara jumlah pelaku UMKM mencapai lebih dari 110 ribu. Karena itu, forum seperti Monev BAZNAS menjadi kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk mendapatkan bimbingan langsung. “Jika hadir dalam forum seperti ini, jangan lupa membawa contoh produk dan kartu nama. Kita tidak pernah tahu dari mana Allah membuka pintu rezeki,” pesannya. Ia juga menekankan pentingnya menjadi pengusaha yang amanah agar konsumen terus kembali. Selain berbagi motivasi, Yuyun memperkenalkan berbagai fasilitas Dinas Koperasi UKM yang bisa diakses UMKM untuk meningkatkan legalitas usaha, pemasaran, hingga pengembangan kapasitas. Acara Monitoring dan Evaluasi ditutup dengan foto bersama narasumber dan para peserta UMKM binaan BAZNAS Sleman yang menerima bantuan modal tahap 1, 2, dan 3. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Sleman dalam memastikan setiap bantuan tepat sasaran, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA04/12/2025 | ayw./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan DPUPKP: 102 Pekerja Harian Lepas Terima Bantuan Zakat
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan DPUPKP: 102 Pekerja Harian Lepas Terima Bantuan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat, khususnya pekerja di lingkungan pemerintahan daerah. Pada Selasa (2/12/2025), BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DPUPKP dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman melaksanakan pentasharufan zakat bagi 102 Pekerja Harian Lepas (PHL) di Musala At-Taqwa DPUPKP Sleman. Kegiatan diawali dengan pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh DPUPKP. Pada kesempatan tersebut, materi pengajian mengangkat tema pentingnya meningkatkan ketakwaan, merujuk pada Surat Ali Imran ayat 102. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi para jamaah tentang pentingnya rasa syukur serta amanah dalam menerima bantuan zakat. Usai pengajian, Kepala DPUPKP Sleman, Taupiq Wahyudi, ST, MTP., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara DPUPKP dan BAZNAS Kabupaten Sleman sehingga pentasharufan dapat terselenggara dengan baik. Ia menjelaskan bahwa tahun ini UPZ DPUPKP mengalokasikan dana zakat untuk membantu perbaikan rumah pegawai harian lepas. “Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta. Bantuan ini dapat digunakan untuk pengecatan rumah, perbaikan kamar mandi, mengganti keramik, atau memplester tembok. Mohon dana zakat ini digunakan sesuai peruntukannya, karena ini adalah amanah dari para muzaki,” ujarnya. Taupiq juga menegaskan bahwa bukti pertanggungjawaban diperlukan sebagai laporan kepada BAZNAS Sleman. “Harap seluruh penerima mendokumentasikan kondisi rumah sebelum, saat, dan sesudah perbaikan. SPJ harus dikumpulkan maksimal akhir Desember ini,” tambahnya. Sementara itu, mewakili BAZNAS Kabupaten Sleman, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Nasirun, S.A.P., menyampaikan rasa terima kasih kepada DPUPKP Sleman atas kemitraan yang konsisten dalam mengelola dan menyalurkan zakat melalui UPZ. “Semoga kolaborasi ini terus berlanjut. BAZNAS Sleman berkomitmen memperluas kebermanfaatan zakat, dan kami berharap ke depan bukan hanya 102 penerima, tetapi lebih banyak masyarakat yang terbantu. Kami juga mendoakan para penerima agar suatu saat nanti dapat menjadi muzaki,” ungkapnya. Nasirun juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman saat ini tengah melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian serta memanfaatkan momentum ini sebagai sarana ibadah dan rasa syukur. Pentasharufan dilakukan secara simbolis disertai penyerahan bantuan kepada perwakilan PHL. Selanjutnya penyerahan bantuan kepada PHL yang lain berlangsung dengan tertib karena dilakukan bergiliran secara absen, mengingat bantuan ini sangat berarti bagi para pekerja harian lepas yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi rumah mereka. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap, melalui program ini, manfaat zakat dapat semakin dirasakan dan menjadi penguat kesejahteraan masyarakat. Kerja sama dengan perangkat daerah seperti DPUPKP juga diharapkan menjadi model sinergi yang berkelanjutan dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman.***
BERITA02/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Hadiri Latihan Gabungan BTB se-DIY untuk Perkuat Kesigapan Relawan Bencana
BAZNAS Sleman Hadiri Latihan Gabungan BTB se-DIY untuk Perkuat Kesigapan Relawan Bencana
BAZNAS Kabupaten Sleman hadiri latihan gabungan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) DI. Yogyakarta yang bertujuan untuk memperkuat kesigapan relawan bencana. Upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kompetensi relawan dalam menghadapi potensi bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali dilakukan melalui Latihan Gabungan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) se-DIY yang diselenggarakan di Dolan Deso, Kulon Progo, pada Sabtu–Ahad, 29–30 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh relawan BAZNAS di wilayah DIY, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman yang turut mengirimkan lima orang staf pelaksana sebagai peserta aktif. Kegiatan Latihan Gabungan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua II BAZNAS DIY selaku Ketua BTB DIY, Dr. Jazilus Sahok, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesiapan relawan dalam mengantisipasi ancaman bencana yang kerap terjadi di wilayah DIY. Beliau menekankan bahwa relawan BTB tidak hanya dituntut sigap di lapangan, namun juga harus memiliki kompetensi dan kesadaran penuh akan standar keamanan ketika melakukan penanganan. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan, serta jajaran pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah di DIY: Waka II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Waka II BAZNAS Kota Yogyakarta Drs. Abdul Sami' Shandi, Waka II BAZNAS Bantul Suhartadi Prasojo, SE., dan Ketua BAZNAS Kulon Progo H. Alfanuha Yushida, M.P.Mat. Dalam amanat Apel Siaga Bencana yang menjadi pembuka kegiatan, disampaikan tiga poin penting yang menjadi fokus utama latihan: peningkatan kesiapsiagaan bencana, peningkatan kompetensi relawan, dan penguatan kesadaran bencana di tengah masyarakat. Para relawan diingatkan bahwa pelayanan kemanusiaan menuntut dedikasi, ketepatan, dan kecepatan, terutama dalam situasi darurat. BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan perhatian serius terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari komitmennya dalam memperkuat kapasitas BTB di tingkat daerah. Pengiriman lima staf pelaksana menjadi bukti nyata dukungan Sleman dalam menciptakan relawan yang terlatih dan siap diterjunkan kapan saja ketika dibutuhkan. Kehadiran Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., juga menjadi bentuk apresiasi atas pentingnya latihan gabungan seperti ini untuk menjaga soliditas antarwilayah. Sepanjang dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik lapangan, mulai dari manajemen posko bencana, evakuasi korban, sistem komunikasi darurat, pertolongan pertama, hingga simulasi penanganan bencana berbasis standar BTB. Kolaborasi antarrelawan dari empat kabupaten/kota di DIY menciptakan suasana latihan yang dinamis dan mempererat hubungan kerja sama antarwilayah. Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama mengenai hasil latihan dan rekomendasi perbaikan untuk kegiatan berikutnya. Para relawan dari Sleman berharap melalui kegiatan ini mereka dapat berkontribusi lebih optimal dalam penanganan bencana, terutama mengingat Sleman menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di DIY. Latihan Gabungan BTB se-DIY ini diharapkan menjadi rutinitas yang terus berkembang, sebagai upaya bersama menjaga keselamatan, kemanusiaan, dan ketangguhan masyarakat Yogyakarta.
BERITA29/11/2025 | ayw./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan DWP Sleman Hadirkan Bedah Sekolah di SDN Karangmloko 1
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan DWP Sleman Hadirkan Bedah Sekolah di SDN Karangmloko 1
BAZNAS Kabupaten Sleman tasharufkan 138 paket alat tulis sekolah senilai Rp 13.800.0000 di SDN Karangmloko 1, Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik Sleman, serangkaian dengan acara HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman. Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama DWP Sleman melaksanakan kegiatan Bedah Sekolah dan Bakti Sosial di SD Negeri Karangmloko 1, Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara DWP dan BAZNAS Sleman dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan dukungan bagi siswa-siswi di wilayah Sleman. Bedah sekolah yang dilakukan meliputi perbaikan ruang perpustakaan dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang telah dikerjakan sejak 3 Oktober 2025. Fasilitas yang direhab kini memiliki tampilan lebih nyaman dan ramah anak, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang lebih optimal. Mengusung tema “Mengajar, Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”, DWP Sleman juga mengajak para siswa untuk membaca bersama di perpustakaan yang telah selesai direhab. Suasana belajar terasa lebih hangat dengan pendampingan anggota DWP yang turut mengedukasi siswa terkait literasi dan kebiasaan belajar yang baik. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., hadir dan secara simbolis menyerahkan bantuan paket Alat Tulis Kantor (ATK) kepada siswa SDN Karangmloko 1. Total bantuan yang ditasharufkan mencapai Rp13.800.000, berupa 138 paket ATK untuk seluruh murid. Setiap paket ATK memiliki nilai sebesar Rp100.000. BAZNAS Sleman berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana penunjang pembelajaran, tetapi juga mampu meningkatkan semangat belajar para siswa. Dukungan ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Sleman dalam menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, terutama di bidang pendidikan. Ketua DWP Kabupaten Sleman, Maya Mariana Susmiarto, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Ia berharap fasilitas perpustakaan dan UKS yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. “Dengan adanya bedah sekolah ini, kami berharap anak-anak bisa merasakan manfaat fasilitas dengan lebih baik sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih berkualitas,” ujarnya. Kolaborasi antara DWP dan BAZNAS Sleman juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SDN Karangmloko 1 Ngaglik, Raden Roro Khoiry Nuria Widyaningrum, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dan dukungan yang diberikan. “Terima kasih kepada BAZNAS dan DWP Kabupaten Sleman yang sudah mendukung kebutuhan sekolah kami. Beberapa bantuan sangat bermanfaat, termasuk alat tulis, lanyard untuk guru dan murid, hingga perlengkapan lain yang kami butuhkan. Semoga menjadi berkah dan BAZNAS semakin sukses,” ungkapnya. Kegiatan bedah sekolah ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat dalam mendukung mutu pendidikan di Sleman. BAZNAS Sleman disebutkan siap melanjutkan kolaborasi serupa untuk memperluas dampak manfaat zakat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penguatan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan siswa.***
BERITA28/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Dorong Kemandirian Pelaku Usaha Lewat Pendampingan Srikandi Maju
BAZNAS Sleman Dorong Kemandirian Pelaku Usaha Lewat Pendampingan Srikandi Maju
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui program unggulan Sleman Produktif. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan UMKM Srikandi Maju, sebuah kelompok usaha yang beranggotakan delapan perempuan pelaku usaha dari Maguwoharjo, Depok, Sleman. Pendampingan dilaksanakan pada Selasa (25/11/2025) di rumah ketua kelompok, Nurkholifah atau yang akrab disapa Efa, berlokasi di Jl. Solo KM 8 Rejowinangun, Maguwoharjo. Kegiatan ini dihadiri lengkap oleh seluruh anggota kelompok, dan dipandu langsung oleh pendamping lapangan BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah, ST. Dalam kesempatan tersebut, Indah memberikan pemaparan mengenai profil BAZNAS Sleman, program-program unggulan yang dapat diakses mustahik, serta berbagai informasi mendasar mengenai legalitas usaha yang wajib dimiliki oleh para pelaku UMKM. Pendampingan dimulai dengan laporan kondisi keuangan kelompok dan agenda kegiatan bulanan. Setelah itu, Indah melakukan sesi coaching secara personal dengan setiap anggota. Dalam sesi ini, ia menanyakan berbagai hal mulai dari kendala usaha, pelaporan omzet, hingga kelengkapan legalitas yang sudah atau belum dimiliki masing-masing pelaku usaha. Salah satu materi yang menjadi fokus adalah pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi pelaku usaha. Indah menjelaskan bahwa NIB menjadi pintu awal untuk mengurus legalitas lainnya, seperti NPWP, PIRT, hingga Sertifikat Halal MUI. “NIB ini penting dimiliki bagi setiap pelaku usaha, layaknya setiap warga Indonesia yang wajib memiliki identitas KTP. Dengan NIB, usaha kita diakui secara hukum dan memudahkan saat mengurus legalitas lainnya,” jelas Indah. Selain membahas legalitas, sesi coaching juga mengungkap tantangan yang dihadapi para anggota. Dua di antaranya merupakan ibu tunggal yang harus menghidupi keluarga seorang diri setelah ditinggal suami untuk selamanya. Bagi mereka, usaha kecil yang dijalankan menjadi tumpuan utama ekonomi keluarga. Di sisi lain, beberapa anggota masih menghadapi kendala manajemen, seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha, serta kesulitan dalam membagi tugas karena semua kegiatan dilakukan sendiri. Meski demikian, semangat delapan anggota Srikandi Maju tidak luntur. Mereka mengakui bahwa bantuan modal dari BAZNAS Sleman sangat membantu perkembangan usaha masing-masing. Tidak hanya modal, pendampingan yang diberikan juga memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Ketua Kelompok Srikandi Maju, Nurkholifah, yang menjalankan usaha jajan pasar dan frozen food, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan BAZNAS Sleman. “Ini adalah pertemuan rutin kami, dan kali ini alhamdulillah dihadiri oleh Bu Indah dari BAZNAS yang memberikan banyak informasi penting terkait program BAZNAS dan legalitas usaha seperti NIB, PIRT, hingga Sertifikat Halal. Kami benar-benar belum tahu informasi tersebut sebelumnya,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan tahap kedua dari BAZNAS Sleman, dan sangat berdampak pada keberlanjutan usaha para anggotanya. “Semoga dengan pendampingan ini, usaha kami bisa lebih stabil dan omzetnya meningkat. Terima kasih kepada para muzaki yang telah berzakat melalui BAZNAS Sleman. Semoga berkah selalu,” pungkasnya. Pendampingan ini menjadi bukti nyata bahwa program Sleman Produktif bukan sekadar bantuan modal, tetapi juga mencakup edukasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas usaha agar mustahik semakin mandiri dan berdaya. Pendampingan UMKM Srikandi Maju bersama BAZNAS Sleman dalam realisasi Program Sleman Produktif.
BERITA28/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman dan YAKKUM Siap Kolaborasi untuk Penguatan Layanan Disabilitas di Sleman
BAZNAS Sleman dan YAKKUM Siap Kolaborasi untuk Penguatan Layanan Disabilitas di Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, pada Selasa, 25 November 2025. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam penjajakan kolaborasi untuk memperkuat layanan bagi mustahik disabilitas di Kabupaten Sleman. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Project Officer Unit Pendidikan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) Yogyakarta, Ester Octaviana Berna Deta, S.I.Kom. Kali ini pihaknya tengah menjalankan projek Learning Unlocked. Pihaknya bertugas mendampingi sekolah dan Posyandu di Kabupaten Sleman. “Selain pendampingan sekolah dan posyandu, kami juga memiliki program Mobile Clinic yaitu memberi layanan terapi bagi anak PAUD yang berkebutuhan khusus. Terapi ini hanya diberikan setiap sebulan sekali,” ungkap Ester. Dalam kesempatan itu, Ester memperkenalkan diri serta memaparkan program-program yang sedang dijalankan oleh YAKKUM, khususnya unit Pendidikan melalui proyek Learning Unlocked. Sebelumnya, Ester bertugas sebagai guru pendamping di Kelompok Bermain Gantari PRYAKKUM. Kini, ia berperan sebagai Project Officer yang mendampingi sekolah dan posyandu di wilayah Sleman, yaitu TK Purbosari dan Posyandu Rukmini Kalasan. Dalam tugasnya, Ester turut mengawasi pelaksanaan pendidikan inklusif di tingkat PAUD agar anak-anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, mendapatkan akses layanan pendidikan yang memadai. Selain pendampingan di sekolah dan posyandu, YAKKUM juga memiliki program Mobile Clinic, yaitu layanan terapi bergerak yang ditujukan bagi anak-anak PAUD berkebutuhan khusus. Layanan terapi ini dilaksanakan sebulan sekali untuk membantu proses tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Dalam kunjungannya tersebut, Ester menjelaskan bahwa proyek Learning Unlocked akan memasuki masa akhir fase pertama pada Maret 2026. Setelah itu, program akan berlanjut ke fase kedua, namun dengan dukungan yang tidak sebesar fase awal. Oleh karena itu, pihak YAKKUM membuka peluang untuk bekerja sama dengan BAZNAS Sleman, khususnya dalam keberlanjutan layanan terapi bagi anak PAUD, serta pelatihan bagi HIMPAUDI agar praktik pendidikan inklusif tetap berjalan dengan baik ke depannya. Diskusi kemudian berlangsung bersama Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P. Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap program pendidikan inklusif yang digagas YAKKUM, terutama yang berfokus pada masa depan anak usia dini berkebutuhan khusus. BAZNAS Sleman menilai program tersebut sejalan dengan misi lembaga dalam memastikan mustahiq, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses layanan yang adil dan berkelanjutan. Dalam pertemuan itu, BAZNAS Sleman juga memberikan masukan agar YAKKUM menjalin integrasi program dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, mengingat BAZNAS selama ini turut memberikan dukungan pada kedua dinas tersebut dalam berbagai layanan sosial dan pendidikan. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program serta memastikan keberlanjutan layanan di tingkat kabupaten. BAZNAS Sleman sendiri akan menindaklanjuti hasil diskusi ini dalam rapat internal untuk melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan. Sebagai lembaga yang menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki komitmen untuk memperkuat layanan sosial yang mencakup semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kunjungan YAKKUM diharapkan membuka jalan bagi terwujudnya kerja sama yang mampu meningkatkan kualitas layanan inklusif dan rehabilitatif bagi anak-anak dan masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman. BAZNAS Sleman menyambut baik upaya ini sebagai langkah nyata menuju Sleman yang lebih ramah dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Sebagai tambahan informasi, Perwakilan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM ini berlokasi di Jalan Kaliurang KM 13,5 Yogyakarta. YAKKUM selama ini dikenal sebagai lembaga sosial yang bergerak di bidang rehabilitasi disabilitas dan isu-isu kemanusiaan.***
BERITA26/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Asah Kompetensi Humas dalam Diklat Z-PR Bersama BAZNAS se-DIY
BAZNAS Sleman Asah Kompetensi Humas dalam Diklat Z-PR Bersama BAZNAS se-DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sleman menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas publikasi dan komunikasi lembaga dengan mengirimkan tiga staf pelaksana dari Bidang I dan Bidang III untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kehumasan Zakat (Diklat Z-PR) yang diselenggarakan BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelatihan ini berlangsung pada Jumat (21/11/2025) di Alifs Space, Yogyakarta, dan diikuti total 16 peserta dari berbagai BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY. Kehadiran BAZNAS Sleman dalam kegiatan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme humas lembaga, sekaligus memperbarui standar publikasi agar semakin informatif, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Acara dibuka oleh Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, SS., MA., yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi publik sebagai bagian dari transparansi pengelolaan zakat. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi inti dari BAZNAS Republik Indonesia. Transformasi Digital: Fondasi Layanan Publik Modern Pada sesi pertama, Erra Sonya dari BAZNAS RI menyampaikan materi bertajuk Kantor Digital. Ia memaparkan bagaimana transformasi digital menjadi kebutuhan dasar dalam pengelolaan layanan zakat, termasuk penyampaian informasi yang cepat dan terpercaya kepada masyarakat. “Kantor Digital bukan sekadar platform, tetapi ekosistem kerja modern yang mendorong efisiensi, integrasi data, dan transparansi lembaga zakat,” ujar Erra Sonya dalam pemaparannya. Ia juga menegaskan bahwa kemampuan humas dalam mengelola konten digital akan berpengaruh langsung terhadap kepercayaan publik. Peserta dari BAZNAS Sleman mengikuti materi ini dengan antusias, mengingat Kantor Digital merupakan media utama yang digunakan dalam publikasi kegiatan dan pelaporan program.Pada Sesi 2 Pelatihan, membahas materi tentang Management Crisis yang mengajak peserta untuk menganalisa krisis serta mengidentifikasi Situation Report dan cara mengatasi krisis pada Lembaga BAZNAS, serta praktik membuat Z-Magazine salah satu kanal di Kantor Digital. Teknik Penulisan Berita: Humas sebagai Wajah Lembaga Materi kedua disampaikan oleh Nidiya Fitriyah yang membahas teknik penulisan berita, struktur press release yang baik, serta cara melakukan unggahan publikasi di Kantor Digital. Ia memberikan contoh kasus dan analisis langsung mengenai gaya bahasa yang tepat untuk humas lembaga zakat. “Humas BAZNAS adalah wajah lembaga. Setiap berita harus disusun dengan akurat, rapi, dan mudah dipahami masyarakat. Kemampuan mengelola berita di Kantor Digital sangat penting agar publik dapat mengakses informasi dengan cepat,” jelas Nidiya. Peserta, termasuk tim dari BAZNAS Sleman, mendapat kesempatan praktik langsung menyusun satu press release dan mengunggahnya menggunakan sistem Kantor Digital. Praktik ini menjadi pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman teknis para staf pelaksana. Kolaborasi dan Peningkatan Kualitas Publikasi Diklat Z-PR disambut positif oleh seluruh peserta. Bagi BAZNAS Sleman, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan, menyamakan persepsi, dan memperkuat kapasitas kehumasan agar publikasi kegiatan semakin profesional dan berdampak. Dengan semakin kuatnya hubungan antara publikasi yang berkualitas, transparansi, dan kepercayaan masyarakat, kegiatan ini menjadi investasi penting dalam meningkatkan literasi zakat di wilayah Sleman. BAZNAS Sleman berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara konsisten dalam pengelolaan publikasi lembaga. Dengan humas yang semakin kompeten, BAZNAS Sleman berkomitmen menghadirkan informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program–program kemanusiaan dan pemberdayaan dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman, sebagai wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun kesejahteraan umat.
BERITA21/11/2025 | ayw./
Kolaborasi BAZNAS Sleman, Kemenag, dan Disdik Sukseskan Wisuda TBQ Pertama di Sleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman, Kemenag, dan Disdik Sukseskan Wisuda TBQ Pertama di Sleman
Sleman — Pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Qur’an (TBQ) tingkat SD Negeri se-Kabupaten Sleman untuk pertama kalinya resmi digelar di Hotel Prima SR pada Kamis (20/11). Kegiatan monumental ini menjadi momen penting bagi dunia pendidikan dan keagamaan di Sleman, serta menandai bukti nyata kolaborasi kuat antara BAZNAS Kabupaten Sleman, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Sebagai bagian dari Program Unggulan Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman tidak hanya hadir sebagai mitra pendukung acara, tetapi juga memainkan peran strategis dalam memastikan kegiatan ini berjalan tertib, bermakna, dan membawa dampak keberlanjutan bagi generasi Qurani di Sleman. Wisuda ini diikuti oleh 1.064 peserta, terdiri atas 510 wisudawan TBQ, ratusan kepala sekolah, guru, serta stakeholder pendidikan dan keagamaan di Sleman. Wujud Komitmen BAZNAS Sleman dalam Program Sleman Taqwa Dalam penyelenggaraan angkatan perdana Wisuda TBQ ini, peran BAZNAS Sleman menjadi sangat signifikan. Melalui program Sleman Taqwa, BAZNAS berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan yang berbasis pada pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dasar negeri. Dukungan yang diberikan—baik dari sisi kolaborasi, fasilitasi kegiatan, maupun konsolidasi program—menjadi bagian dari upaya besar BAZNAS dalam membangun generasi muda yang beriman, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an. Wisuda ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an selama satu tahun terakhir di bawah sinergi Kemenag dan Dinas Pendidikan, di mana BAZNAS turut mendorong keberlanjutan program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah pada tahun berikutnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan tambahan apresiasi kepada 17 wisuda TBQ terbaik berupa tas sekolah. Apresiasi Kemenag Sleman: Awal Perjalanan Panjang para Wisudawan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I, membuka acara dengan pesan mendalam. Ia menekankan bahwa Wisuda TBQ bukanlah akhir, melainkan tahapan penting dalam perjalanan panjang para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. “Wisuda ini bukan yang terakhir. Belajar Al-Qur’an tidak ada akhirnya. Anak-anak harus terus menaikkan grade hingga kelak mampu menjadi para hafidz dan hafidzah,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi dukungan BAZNAS Sleman yang berkolaborasi erat bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag dalam menyukseskan kegiatan perdana ini. Penguatan Zakat ASN dan Sinergi Pendidikan Qurani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Muhtadi, S.Sos., M.M, menyampaikan apresiasi tinggi dan menegaskan pentingnya sinergi lembaga dalam membentuk karakter Qurani di kalangan pelajar. “Kami bertekad mengoptimalkan zakat ASN di Kabupaten Sleman. Semoga melalui kolaborasi ini, upaya mendorong keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam mempelajari Al-Qur’an, semakin kuat ke depan,” ujarnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ekosistem zakat untuk mendukung program literasi Qurani dan kegiatan keagamaan masyarakat Sleman. Dukungan Pemerintah Daerah untuk Generasi Qurani Sleman Kabag Kesra Setda Sleman, Wiyoto Widodo, S.Sos., M.AP, mewakili Bupati Sleman, menyampaikan pesan bangga kepada para wisudawan. “Anak-anak adalah generasi terbaik yang mempelajari Al-Qur’an. Ini harus menjadi bekal berharga menuju masa depan kalian,” pesannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter. BAZNAS Sleman: Siap Terus Mengawal Generasi Qurani Wisuda TBQ perdana ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada para siswa, namun juga menjadi langkah awal konsolidasi untuk memperkuat mutu pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dasar negeri. BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program keagamaan melalui Sleman Taqwa, membangun sinergi lintas lembaga, serta memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap Wisuda TBQ perdana ini menjadi pijakan kokoh dalam mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Ke depan, BAZNAS Sleman siap memperluas dukungan agar lebih banyak sekolah dan siswa dapat merasakan manfaat program ini. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di Sleman, BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program kebaikan ini. Mari memperkuat pendidikan dan dakwah di Sleman melalui zakat, infak, dan sedekah Anda. Salurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman — karena kebaikan Anda, menguatkan mereka.***
BERITA20/11/2025 | ayw./
RSUD Sleman Gelar Sosialisasi Zakat ASN Bersama BAZNAS Sleman
RSUD Sleman Gelar Sosialisasi Zakat ASN Bersama BAZNAS Sleman
Sleman – Upaya memperkuat literasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim kembali dilakukan melalui agenda sosialisasi resmi yang digelar RSUD Sleman. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 5 RSUD Sleman pada Rabu (12/11/2025), BAZNAS Kabupaten Sleman turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan mendalam terkait penerapan Instruksi Bupati (InBup) Nomor 020/INSTR/2025 Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 0450 Tahun 2025 mengenai zakat penghasilan ASN muslim. Kegiatan yang diikuti sekitar 70 ASN RSUD Sleman ini menjadi ruang dialog terbuka antara BAZNAS Sleman dan para ASN, khususnya terkait ketentuan zakat penghasilan, nisab, hingga mekanisme pemotongan zakat. Dalam sambutan pembuka, Eko Raharjo, S.K.M., M.P.H., selaku Ketua Tim Kerja Kepegawaian RSUD Sleman, menegaskan pentingnya pemahaman bersama mengenai kewajiban zakat. Menurut Eko, berdasarkan data internal, terdapat variasi respons dari pegawai RSUD Sleman terkait pemotongan gaji bersama TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) untuk zakat. Dari 507 pegawai, sebanyak 137 ASN telah mengumpulkan surat pernyataan terdiri dari pernyataan yang tidak bersedia dipotong TPP mencapai 120 orang, dan yang tidak bersedia dipotong gaji sebanyak 43 orang. Selain itu, terdapat 41 orang yang tidak setuju dipotong keduanya, sementara yang bersedia dipotong infak hanya 13 orang. “Banyak pegawai masih belum memahami ketentuan nisab zakat, atau ada yang sudah menyalurkan sendiri kepada tetangga atau kerabat. Kami berharap BAZNAS dapat memberikan penjelasan utuh dari sisi fikih dan mekanismenya,” ujar Eko. BAZNAS Sleman Beri Penjelasan Mendalam Tentang Fikih Zakat Penghasilan BAZNAS Sleman menghadirkan dua narasumber utama. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi fikih zakat penghasilan secara mendalam. Dan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Muhyi menguraikan empat makna zakat dalam perspektif Islam: Atthohuru (Membersihkan) – zakat menyucikan harta dan diri. Annumu (Menumbuhkan) – harta yang dizakati tidak akan membuat pemiliknya miskin, melainkan berkembang dengan keberkahan. Asholahu (Memperbaiki) – zakat membawa kebaikan dalam kehidupan. Almubarokah (Keberkahan) – zakat menghadirkan keberkahan bagi keluarga dan pekerjaan. Ia menegaskan bahwa seluruh komponen penghasilan seperti gaji, jasa pelayanan, dan TPP harus dihitung secara keseluruhan. Jika jumlahnya melewati nisab Rp7.140.498 setiap bulan untuk tahun 2025 sesuai dengan keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025, maka pegawai wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% dari total pendapatan bruto. “Tidak ada duplikasi zakat. Semua jenis penghasilan dijumlah terlebih dahulu, baru dihitung 2,5%-nya. Ini yang paling sesuai dengan panduan BAZNAS RI,” jelas Muhyi. Selain itu, ia meluruskan pemahaman keliru bahwa zakat dihitung setelah dipotong kebutuhan bulanan. Menurutnya, penghasilan harus dibersihkan dan disucikan terlebih dahulu, kemudian digunakan untuk kebutuhan keluarga. Penegasan BAZNAS: Zakat Merupakan Perintah Allah, Bukan Sekadar Potongan Administratif Materi kemudian dirangkum kembali oleh dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Ia menekankan bahwa zakat adalah perintah Allah yang kedudukannya sering disejajarkan dengan salat dan merupakan rukun islam yang wajib hukumnya di taati. “Zakat adalah ibadah. Tugas kami memberi pemahaman, namun keputusan untuk menunaikan zakat kembali kepada keimanan masing-masing,” tegas dr. Andung. Ia menambahkan, satu hal yang harus ditekankan tidak ada satu orang pun yang jatuh miskin karena berzakat, infak, dan sedekah. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta mengangkat isu teknis terkait penghitungan zakat, penghasilan tambahan, serta status zakat ketika sudah dipotong hanya melalui gaji saja. BAZNAS Sleman menjawab seluruh pertanyaan dengan lugas, untuk memastikan tidak ada keraguan dalam pelaksanaan zakat. RSUD Sleman dan BAZNAS Berharap ASN Kian Sadar Berzakat Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman pegawai RSUD Sleman terhadap zakat penghasilan, baik dari aspek fikih maupun ketentuan hukum. BAZNAS Sleman menegaskan kembali bahwa penyaluran zakat ASN muslim melalui BAZNAS memiliki dasar hukum kuat sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No.14 Tahun 2014 di mana BAZNAS merupakan lembaga resmi yang ditunjuk negara untuk mengelola zakat. Dengan meningkatnya literasi zakat, diharapkan semakin banyak ASN khususnya di Kabupaten Sleman yang berpartisipasi aktif dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, transparan, profesional, dan akuntabel.***
BERITA14/11/2025 | ayw./
Perkuat SDM dan Administrasi, BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakor Wakil Ketua IV se-DIY
Perkuat SDM dan Administrasi, BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakor Wakil Ketua IV se-DIY
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman (BAZNAS Sleman) menjadi tuan rumah penyelenggaraan rapat koordinasi bidang SDM, Administrasi, dan Umum untuk jajaran wakil ketua IV dari lembaga zakat se-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), pada Rabu, (12/11/2025). Pertemuan ini digelar di ruang rapat BAZNAS Kabupaten Sleman yang berada di Lantai 2, Menara Masjid Agung Sleman, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi. Rapat ini menghadirkan seluruh wakil ketua IV atau yang mewakili dari BAZNAS Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan DIY, serta staf bidang IV. Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi antarlembaga zakat di wilayah DIY serta melakukan pembaruan informasi dan best practice dalam tata kelola SDM dan administrasi. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS setiap kabupaten/kota memiliki tugas besar dalam menjalankan amanah sesuai syariah dan akuntabilitas publik. Dengan berkumpulnya pengurus bidang SDM dan administrasi dari seluruh wilayah DIY, rapat ini menjadi momen untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kebijakan, serta memetakan tantangan dan solusi bersama. Dalam sambutan pembuka, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, H. Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum administratif, melainkan juga sarana silaturahmi dan pembinaan internal. Penguatan SDM, kata Nasirun, merupakan fondasi utama agar layanan keumatan melalui zakat, infak, dan sedekah bisa dijalankan secara profesional, transparan, dan berdampak nyata di masyarakat. Rapat berlangsung dengan agenda antara lain paparan kondisi SDM masing-masing BAZNAS kabupaten/kota, identifikasi hambatan dalam administrasi dan pelaporan, hingga rencana kolaborasi program yang melibatkan bidang umum dan administrasi. Para peserta juga berdiskusi tentang standar kompetensi amil, mekanisme pelatihan internal, sistem monitoring dan evaluasi dan pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat. Lebih lanjut, rapat menegaskan bahwa pengelolaan zakat bukan hanya soal penghimpunan dan penyaluran, namun juga bagaimana kualitas lembaga zakat dalam menjawab kebutuhan umat melalui SDM yang kompeten. Adapun hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan di antaranya; BAZNAS se-DIY akan mengadakan Milad BAZNAS yang diperingati setiap 17 Januari, untuk tahun 2026 akan dilaksanakan di BAZNAS Kulon Progo, 2027 di BAZNAS Kota Yogyakarta, 2028 di BAZNAS Kabupaten Bantul, 2029 di BAZNAS Kabupaten Sleman, dan 2030 di BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Mengadakan studi tiru bagi pimpinan BAZNAS se-DIY ke BAZNAS Provinsi Jawa Tengah pada pekan kedua Februari 2026. Selanjutnya, mengadakan workshop Pengelolaan Multi Media bagi Wakil Ketua IV dan Pelaksana, pada April 2026. Dengan demikian, koordinasi antar-BAZNAS di DIY menjadi kunci untuk memperkuat jaringan, berbagi sumber daya, serta meningkatkan efisiensi operasional. Ke depannya, BAZNAS Kabupaten Sleman dan mitra di DIY akan menindaklanjuti hasil rapat melalui workshop bidang SDM. Harapannya, seluruh kabupaten/kota di DIY dapat meningkatkan kapasitas institusi zakat secara kolektif dan sinergis. Sebagai penutup, BAZNAS Sleman mengajak seluruh pihak muzakki, mitra kerja, dan masyarakat luas untuk terus mendukung penguatan lembaga zakat agar manfaat zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan oleh umat. “Dengan SDM yang tangguh, amanah kita semakin kuat,” tutup Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman, H. Nasirun.***
BERITA13/11/2025 | ayw./
HiDiMu Silaturahmi ke BAZNAS Sleman, Pelaku UMKM Disabilitas Antusias Ikuti Program Sleman Produktif
HiDiMu Silaturahmi ke BAZNAS Sleman, Pelaku UMKM Disabilitas Antusias Ikuti Program Sleman Produktif
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan silaturahmi dari Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HiDiMu) pada Senin, (10/11/2025). Kunjungan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dengan tujuan mempererat hubungan serta mengenal lebih dekat program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Sleman. Sebanyak enam anggota HiDiMu hadir bersama pendamping. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan bahwa sebagian besar anggotanya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai bidang. Kedatangan rombongan HiDiMu disambut langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan. Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi atas inisiatif HiDiMu untuk bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama dalam bidang pemberdayaan ekonomi. “Kami sangat senang menerima kunjungan dari HiDiMu. Semangat teman-teman disabilitas untuk berusaha mandiri adalah bentuk nyata dari kemandirian yang patut diapresiasi. BAZNAS siap bersinergi untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka,” ujar Muhaimin. Paparan Program BAZNAS Sleman Dalam pertemuan tersebut, Muhaimin memaparkan beberapa program unggulan BAZNAS Sleman, khususnya Program Sleman Produktif yang berfokus pada pengembangan usaha mustahik. Program ini meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, bantuan modal, hingga dukungan perlengkapan usaha. Selain itu, ia juga memperkenalkan Program Sleman Cerdas yang mendukung bidang pendidikan, serta Program Sleman Peduli yang mencakup bantuan sosial seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Para anggota HiDiMu menunjukkan antusiasme tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Beberapa peserta mengutarakan minat untuk mengikuti Program Sleman Produktif agar bisa memperoleh dukungan bagi usaha mereka. Menanggapi hal itu, Muhaimin menjelaskan mekanisme pengajuan program. “Untuk bisa mengakses program, peserta perlu membentuk kelompok dengan minimal terdiri dari lima orang yang tergolong dalam asnaf miskin atau rentan miskin. Boleh juga memakai nama kelompok HiDiMu,” jelasnya. Harapan untuk Akses yang Lebih Inklusif Selain membahas program pemberdayaan, salah satu anggota HiDiMu juga menanyakan mengenai prosedur bantuan bedah rumah. Muhaimin menerangkan bahwa pengajuan bantuan tersebut bisa dilakukan melalui pemerintah desa, RT, atau RW setempat, dengan syarat rumah berada di atas tanah milik pribadi. Jika masih milik keluarga, dapat dilampirkan surat kuasa dari pemilik tanah. Muhaimin menegaskan pentingnya mekanisme verifikasi dan survei lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Kami berharap semua program BAZNAS Sleman bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk teman-teman disabilitas. Prosesnya tetap melalui proposal dan survei, agar kami bisa memastikan bantuan sesuai kebutuhan,” imbuhnya. Menutup pertemuan, Muhaimin juga menyampaikan permohonan maaf karena kantor BAZNAS Sleman belum sepenuhnya ramah disabilitas. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan aksesibilitas fasilitas kantor agar lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Pertemuan antara BAZNAS Sleman dan HiDiMu ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang kerja sama ke depan, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan penguatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Sleman. Dengan semangat inklusivitas dan pemberdayaan, BAZNAS Sleman terus berkomitmen untuk menebar manfaat lebih luas tanpa memandang keterbatasan fisik. Sejalan dengan visinya, lembaga ini ingin memastikan bahwa setiap mustahik memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera.
BERITA10/11/2025 | ayw./
Program Sleman Peduli Bantu Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp109 Juta Periode Oktober 2025
Program Sleman Peduli Bantu Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp109 Juta Periode Oktober 2025
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program Sleman Peduli. Kali ini, lembaga zakat resmi pemerintah tersebut menyalurkan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) periode Oktober 2025 termin pertama, pada Selasa (4/11/2025) di kantor BAZNAS Sleman. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam mewujudkan rumah layak, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat kurang mampu. Sebelum penyaluran, penerima manfaat terlebih dahulu mengikuti sosialisasi mekanisme penggunaan bantuan rehab rumah yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman. Sosialisasi Rumah Sehat dan Standar Pembangunan Dalam pemaparan sosialisasi, Tulus, perwakilan DPUPKP, menekankan pentingnya penerapan standar rumah sehat dalam proses rehabilitasi. “Setiap pembangunan rumah harus memperhatikan aspek sanitasi, ventilasi, dan pembuangan limbah rumah tangga. Kami berharap seluruh penerima manfaat memiliki jamban sehat dan septic tank yang sesuai standar agar tidak mencemari air tanah,” ujarnya. 10 Penerima Manfaat, Total Bantuan Rp184 Juta Program rehab RTLH kali ini menyasar 10 penerima manfaat yang tersebar di beberapa kapanewon di Sleman. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp184 juta, terdiri dari Rp109 juta dari BAZNAS Sleman untuk 7 penerima manfaat, dan Rp75 juta dari BAZNAS DIY untuk 3 penerima manfaat, masing-masing sebesar Rp25 juta per orang. Daftar penerima manfaat program Rehab RTLH Periode Oktober 2025 Termin 1 dari BAZNAS Sleman: Ngadiyono, Warga Ngemplak, Umbulmartani, Ngemplak Walidi, Warga Kalimanjung, Ambarketawang, Gamping Subari, Warga Kruwet, Sumberagung, Moyudan Sadiyem, Warga Pete VIII, Sidomoyo, Godean Prapto Wiyono, Warga Pandean, Sidoluhur, Godean Zaidimah, Warga Condongcatur, Depok Joko Santoso, Warga Sintokan, Wukirsari, Cangkringan Penerima manfaat program Rehab RTLH dari BAZNAS DIY: Rajinem, Warga Plumbon Kidul, Mororejo, Tempel Adi Nugroho, Warga Watukarung Dukuh, Margoagung, Seyegan Slamet, Warga Tegal Sepuluh, Semorai, Moroagung, Seyegan Seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi dan survei lapangan oleh tim BAZNAS Sleman untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan bantuan. Proses rehab dilakukan melalui tiga termin pencairan, dengan laporan progres pembangunan dan keuangan sebagai syarat untuk pencairan tahap berikutnya. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. “Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Melalui program rehab rumah ini, kami ingin memastikan masyarakat dhuafa dapat hidup lebih layak dan sehat,” ujarnya. Membangun Kemandirian dan Kepedulian Sosial Program Sleman Peduli – Rehab RTLH juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial antarumat. Dengan dukungan para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman mampu memperluas jangkauan manfaat zakat hingga menyentuh aspek pemukiman dan kesehatan lingkungan. Beberapa penerima manfaat berasal dari wilayah Ngemplak, Gamping, Godean, Depok, Moyudan, dan Cangkringan, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. BAZNAS Sleman berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun kehidupan yang lebih sejahtera bagi sesama. Ajak Berzakat di BAZNAS Sleman BAZNAS Sleman mengajak seluruh umat Muslim untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Setiap zakat yang disalurkan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat, seperti dalam program Sleman Peduli Rehab RTLH. (ayw./) ???? Zakat Anda, Hadirkan Rumah Harapan untuk Sesama!
BERITA06/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Rp30 Juta untuk Program Sleman Taqwa Oktober 2025
BAZNAS Sleman Salurkan Rp30 Juta untuk Program Sleman Taqwa Oktober 2025
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Taqwa periode Oktober 2025 tahap kedua pada Selasa (4/11/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Sleman. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berjalan tertib dengan sistem antrean teratur. Sebanyak 14 penerima manfaat menerima bantuan dengan total nilai Rp30.375.000, yang disalurkan kepada berbagai pihak seperti sekolah dasar, sekolah menengah pertama, Lembaga berbasis Islam, masjid, serta musala di wilayah Kabupaten Sleman. Penyaluran ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat melalui dukungan kegiatan yang bersifat spiritual dan sosial. Dana bantuan digunakan untuk mendukung beragam kegiatan keagamaan, antara lain pengajian peringatan Isra Mi’raj di SD dan SMP, kegiatan penyambutan Bulan Suci Ramadan, Safari Jumat, serta kegiatan penguatan akidah dan pembinaan umat lainnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa Program Sleman Taqwa menjadi salah satu pilar penting dalam penyaluran zakat yang menyentuh langsung aspek spiritual masyarakat. “Zakat bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tapi juga untuk memperkuat iman dan ketakwaan umat. Melalui Program Sleman Taqwa, kami ingin memastikan zakat memberi manfaat yang luas bagi pendidikan dan pembinaan keagamaan di Sleman,” ujarnya. Program Sleman Taqwa merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang berfokus pada penguatan nilai keagamaan, pendidikan Islam, dan pembinaan masyarakat muslim. Bantuan yang diberikan mencakup kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pembinaan mualaf, santunan bagi kaum rois dan marbot, tarling (taraweh keliling), hingga Safari Jumat di berbagai masjid di Sleman. Sebelum penyaluran dilakukan, BAZNAS Sleman terlebih dahulu melakukan survei dan verifikasi untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar layak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Besaran dana juga ditetapkan melalui keputusan rapat pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, agar penyaluran dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel. Melalui kegiatan pentasharufan ini, diharapkan Program Sleman Taqwa dapat terus menumbuhkan semangat keagamaan dan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, serta BAZNAS dalam membangun kehidupan umat yang religius dan sejahtera. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki dengan amanah dan profesional. Tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas masyarakat Sleman yang beriman dan bertakwa. Mari turut berperan dalam menebar manfaat zakat untuk kemaslahatan umat.Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi dan terpercaya yang menyalurkan amanah dengan profesional, transparan, dan berdampak nyata. “Zakat Anda, Berkah untuk Umat.”. (ayw./)
BERITA05/11/2025 | ayw./
Dinas Kesehatan Undang BAZNAS Sleman untuk Sosialisasi Zakat ASN Sesuai InBup dan SE Bupati
Dinas Kesehatan Undang BAZNAS Sleman untuk Sosialisasi Zakat ASN Sesuai InBup dan SE Bupati
Sleman – Dalam rangka memperkuat pemahaman dan pelaksanaan kewajiban zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengundang BAZNAS Kabupaten Sleman untuk memberikan sosialisasi terkait Instruksi Bupati (InBup) dan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman tentang kewajiban zakat ASN. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Wistara Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Rabu (29/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah kepala Puskesmas/UPTD serta pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes., menyampaikan bahwa agenda rapat dinas kali ini turut menghadirkan BAZNAS Sleman sebagai narasumber. “Rapat dinas hari ini kita isi dengan sosialisasi dari BAZNAS Kabupaten Sleman yang akan menjelaskan tentang zakat ASN Muslim sesuai InBup dan SE Bupati terbaru. Untuk kepentingan Sleman, mari kita pahami bersama agar dapat mendukung program kemaslahatan di Sleman,” ujarnya. Pemaparan Materi oleh BAZNAS Sleman Sosialisasi diisi oleh tiga pimpinan BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, Muhyi Darmaji menjelaskan dasar syariat tentang zakat sebagaimana termaktub dalam 32 ayat dalam Al-Qur’an dan beberapa hadis Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab dan memiliki harta sempurna selama satu tahun. “Zakat ini perintah langsung dari Allah. Orang-orang yang telah sampai nisab-nya namun enggan berzakat, maka di akhirat tergolong orang yang kufur terhadap nikmat,” jelasnya. Lebih lanjut, Muhyi menyampaikan bahwa zakat penghasilan juga termasuk bagian dari zakatul mal. Berdasarkan keputusan Ketua BAZNAS RI No. 13 Tahun 2025, menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2025 sebesar 85 gram emas, yang setara dengan sekitar Rp85.685.927 per tahun atau Rp7.140.498 per bulan. Keputusan ini juga menetapkan kadar zakatnya sebesar 2,5%. “Jika penghasilan ASN minimal setara Rp7 juta per bulan, maka zakatnya sekitar Rp250 ribu. Jumlah kecil namun bermakna besar yaitu membersihkan,” tambahnya. Muhyi menambahkan, jadi jika sudah lebih dari 85 gram dan dimiliki sendiri, milik sempurna, selama setahun itu harus dizakati 2,5%. Bahwa 85gram x harga emas di pasaran. “Tetapi mohon maaf waktu (saat penetapan) itu di Jakarta masih Rp1juta. Sekarang emas di Jogja sudah Rp3juta. Tapi pegangan kita BAZNAS RI (Keputusan Ketua BAZNAS RI No. 13 Tahun 2025), Fatwa MUI, dan KMA, masih berdasarkan tersebut," jelasnya. Zakat ASN: Amanah dan Tepat Sasaran Dalam pemaparannya, dr. Andung mengungkapkan melalui InBup dan SE Bupati Sleman menegaskan kewajiban bagi ASN muslim untuk berzakat dari gaji dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Perkembangan zakat ASN Dinas Kesehatan Sleman yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai 100% pelaporan. Ia menambahkan, keluarnya InBup dan SE terbaru juga merupakan bentuk penyempurnaan dari kebijakan sebelumnya, agar zakat ASN Muslim dapat lebih terarah dan optimal. “Perbedaannya, kini ASN memiliki hak untuk mengusulkan penyaluran zakat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan, sesuai dengan delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Pengajuan ini dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD,” terang dr. Andung. ASN diperkenankan menggunakan hak 60% untuk pentasharufan zakat untuk kegiatan sosial, beasiswa anak miskin, modal usaha kecil bagi masyarakat di lingkungan ASN tinggal. Apresiasi dan Harapan Muhaimin, dalam pemaparannya turut menyampaikan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh penghargaan sebagai BAZNAS dengan Program Kesehatan Terbaik Tingkat Nasional. Hal ini tidak lepas dari sinergi bersama Dinas Kesehatan dan para ASN yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. “Zakat ASN memiliki peran besar dalam mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Bahkan ASN Sleman juga bisa membantu keluarga di luar Sleman, selama pengajuan berasal dari ASN Sleman,” jelasnya. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Dalam penutupnya, dr. Cahya mengingatkan kembali agar ASN Muslim di lingkungan Dinas Kesehatan dapat memaksimalkan hak pentasharufan zakat untuk masyarakat sekitar. “Tolong manfaatkan hak 60% ini untuk lingkungan kita sendiri. Mari bersama sadar dan peduli terhadap siapa yang wajib kita bantu,” pungkasnya.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Dari Muzaki untuk Sleman: Rp324 Juta Disalurkan BAZNAS untuk Bantu Sakit dan Pendidikan
Dari Muzaki untuk Sleman: Rp324 Juta Disalurkan BAZNAS untuk Bantu Sakit dan Pendidikan
Sleman — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui dua program unggulannya, yakni Sleman Sehat dan Sleman Cerdas untuk periode Oktober 2025. Kegiatan pentasharufan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Proses penyaluran berlangsung dengan tertib, di mana para penerima manfaat dipanggil sesuai nomor antrian yang telah disiapkan. Pada periode ini, total dana pentasharufan yang disalurkan mencapai Rp324.388.000. Rinciannya, Rp77.150.000 disalurkan melalui Program Sleman Sehat untuk 31 penerima manfaat, dan Rp247.238.000 disalurkan melalui Program Sleman Cerdas untuk 47 penerima manfaat. Program Sleman Sehat BAZNAS Sleman Program Sleman Sehat merupakan salah satu program prioritas BAZNAS Kabupaten Sleman yang difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang tengah menghadapi ujian sakit berat, tetapi biaya pengobatannya tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Melalui program ini, BAZNAS Sleman memberikan bantuan biaya pengobatan, kebutuhan vitamin, makanan bergizi, hingga transportasi untuk pasien yang harus rutin menjalani perawatan medis. Salah satu penerima manfaat, Sri Harmini, warga Klodran, Sendangarum, Minggir, Sleman, menyampaikan rasa terima kasihnya setelah menerima bantuan untuk biaya pengobatan anaknya, Pendy Risdianto, yang menderita gagal ginjal kronis selama tujuh tahun dan rutin menjalani cuci darah dua kali setiap pekan. “Ini bantuan kedua sebesar Rp3 juta untuk anak saya yang sakit gagal ginjal kronis. Bantuan ini kami gunakan untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, vitamin, serta makanan berprotein tinggi seperti daging, ayam, dan telur, juga untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Terima kasih kepada para muzaki yang telah berzakat di BAZNAS Sleman, semoga Allah membalas dengan keberkahan,” ungkapnya penuh haru. Melalui kisah seperti ini, program Sleman Sehat menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun BAZNAS Sleman benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta kesehatan mustahik. Program Sleman Cerdas: Dukung Pendidikan dan Guru di Sleman Selain di bidang kesehatan, BAZNAS Sleman juga terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui Program Sleman Cerdas. Program ini menyalurkan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta memberikan insentif kepada guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi muda Sleman. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Sleman berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman dapat terus meningkat, serta para siswa dari keluarga prasejahtera dapat terus bersekolah tanpa terkendala biaya. Bentuk Akuntabilitas dan Amanah dari Muzaki Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc, menyampaikan bahwa penyaluran dana zakat ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BAZNAS Sleman kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Alhamdulillah, dana zakat dari para muzaki terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sleman, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan. Kami berkomitmen menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan transparansi,” ujarnya. Dengan tersalurkannya dana sebesar Rp324 juta ini, BAZNAS Sleman berharap manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat luas dan menjadi motivasi bagi muzaki lainnya untuk terus berzakat melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Rp300 Juta Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat HARA Chicken
Rp300 Juta Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat HARA Chicken
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui peresmian Outlet HARA Chicken Kronggahan, Sabtu (1/11/2025), yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat. Program kolaboratif ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Manajemen HARA Chicken, dengan tujuan membantu keluarga mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa mendatang. Zakat Produktif yang Berdayakan Masyarakat Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah nyata pengelolaan zakat produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Melalui kerja sama ini, sebanyak 20 orang dari keluarga mustahik telah direkrut dan diberi kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan menjemput kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya. Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman mengalokasikan dana zakat sebesar Rp300 juta untuk mendukung operasional outlet HARA Chicken Kronggahan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan, perlengkapan usaha, serta pelatihan bagi para penerima manfaat agar memiliki keterampilan kerja dan jiwa wirausaha yang tangguh. “Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga harus menjadi investasi sosial yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang amanah, zakat bisa membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi umat,” tegas Kriswanto. HARA Chicken: Kuliner Halal, Lezat, dan Penuh Nilai Pemberdayaan Outlet HARA Chicken Kronggahan hadir dengan konsep kuliner modern yang menyajikan menu andalan ayam geprek dan ayam krispi. Nama “HARA” sendiri merupakan akronim dari Harapan Rakyat, mencerminkan semangat untuk menghadirkan produk halal, lezat, terjangkau, sekaligus membawa nilai pemberdayaan bagi masyarakat. Selain menghadirkan cita rasa kuliner yang menggugah selera, outlet ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti nasi dan sop gratis sepuasnya, area bermain anak (mini playground), dan ruang makan yang nyaman bagi pelanggan. Seluruh proses produksi di outlet ini telah memenuhi standar sertifikasi halal, memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman dan terpercaya. Sinergi Banyak Pihak untuk Kesejahteraan Bersama Acara peresmian yang berlokasi di Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua BAZNAS Provinsi DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, perwakilan manajemen HARA Chicken, Faiq Nurfahrurozi, S.Pt., Panewu Gamping Suyanto, S.Sos., M.A., Perwakilan Kesra Setda Kabupaten Sleman, Takmir Masjid Al Ilham, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk 10 warga kurang mampu, sedangkan pihak HARA Chicken memberikan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Langkah Menuju Kemandirian Mustahik Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan apresiasi kepada manajemen HARA Chicken, khususnya kepada Sunan Hasan dan tim, atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik. “Kami berharap outlet HARA Chicken Kronggahan dapat berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di masa mendatang. Mari terus bersinergi, menebar manfaat, dan membangun Sleman yang lebih sejahtera melalui zakat yang dikelola dengan amanah,” pungkasnya. Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan pita oleh Ketua BAZNAS DIY sebagai tanda dimulainya operasional outlet. Suasana hangat dan penuh harapan mengiringi langkah awal program ini, yang diharapkan menjadi model zakat produktif berbasis ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman. Dengan sinergi seperti ini, BAZNAS Sleman tidak hanya menyalurkan zakat sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat. Program HARA Chicken Kronggahan menjadi contoh inspiratif bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Pentasharufan 30 Paket Sembako untuk Petani Miskin di Ngemplak dan Cangkringan
Pentasharufan 30 Paket Sembako untuk Petani Miskin di Ngemplak dan Cangkringan
Sleman - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan 30 paket sembako bagi petani miskin di wilayah Ngemplak dan Cangkringan. Kegiatan pentasharufan ini berlangsung di Kantor UPTD BP4 Wilayah VI Ngemplak, pada Selasa (28/10/2025). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani di wilayah tersebut. Acara dihadiri oleh Kepala BP4 Wilayah VI, Purwati Widaningsih, SP., MT., Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta penyuluh dan perwakilan petani penerima manfaat. Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan Lokal Dalam sambutannya, Purwati menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat tani. “Terima kasih atas perhatian BAZNAS Sleman kepada para petani kami. Meski cuaca hujan, acara tetap berjalan dengan semangat. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi bapak ibu semua,” ujarnya. Program pentasharufan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus membantu kelompok tani yang terdampak kondisi ekonomi pasca-pandemi dan fluktuasi harga hasil pertanian. BAZNAS Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Program Produktif Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran sembako ini juga diiringi dengan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok usaha tani. “Para petani bisa mengajukan bantuan modal usaha berbentuk kelompok. Bantuan dari BAZNAS ini tidak perlu dikembalikan, tapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk menumbuhkan usaha,” jelasnya. Muhaimin mencontohkan salah satu kelompok peternak ayam petelur yang telah dibantu BAZNAS dan kini berhasil mengembangkan usahanya. “Dari bantuan awal, kini kelompok tersebut mampu menambah jumlah ayam petelur dan meningkatkan produksi telur. Ini bukti nyata bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menumbuhkan kesejahteraan,” tambahnya. Selain sektor pertanian, BAZNAS Sleman juga memiliki Program Sleman Sehat, yang membantu masyarakat kurang mampu dengan kebutuhan pengobatan penyakit berat. “Jika ada warga sakit berat seperti stroke atau jantung, bisa diajukan bantuannya melalui BAZNAS. Semua prosesnya transparan, diverifikasi, dan disurvei terlebih dahulu,” terang Muhaimin. Ucapan Syukur dari Petani Penerima Bantuan Salah satu penerima bantuan, Sutarminah, Ketua KWT Mawar Handayani dari Kalibulus, Bimomartani, mengucapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih BAZNAS Sleman dan para muzaki. Bantuan ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Hal senada disampaikan Imam Katamsi, petani dari Kelompok Tani Bimokaryo.“Alhamdulillah, semoga ini bermanfaat bagi kami, dan keluarga kami. Terima kasih muzaki yang telah berzakat di BAZNAS Sleman semoga berkah selalu,” katanya. Bagian dari Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025 Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2025.Total sebanyak 240 paket sembako (senilai Rp100 ribu/paket) disalurkan BAZNAS Sleman bagi petani miskin di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, termasuk 30 paket di Ngemplak–Cangkringan. Program ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam mendukung sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan. Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program zakat yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus membantu mewujudkan Sleman yang berkeadilan dan berkeadaban.***
BERITA30/10/2025 | ayw./
Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi InBup dan SE Bupati Terbaru di BKPP
Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi InBup dan SE Bupati Terbaru di BKPP
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 tentang Pengumpulan Zakat di Lingkungan Pemerintahan Sleman, bertempat di Ruang Bima lantai 3 Kantor BKPP Sleman pada Jumat (24/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.IP., M.T., serta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman yakni dr. Andung Prihadi, M.Kes. (Wakil Ketua I) dan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), bersama ASN dan PPPK di lingkungan BKPP Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Wildan Solichin menekankan pentingnya pemahaman dan keikhlasan dalam menjalankan perintah agama, termasuk dalam menunaikan zakat. “Zakat itu bukan paksaan, tapi perintah yang membawa kebaikan. Maka penting bagi kita memahami ketentuannya agar bisa dijalankan dengan hati yang ikhlas,” ujarnya. Instruksi Bupati: Penguatan Peran ASN dan OPD dalam Pengumpulan Zakat Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, menjelaskan bahwa SE Bupati ini merupakan penjelasan teknis dari instruksi bupati sebagai langkah strategis untuk panduan operasional pelaksanaan pengumpulan zakat, di kalangan ASN Kabupaten Sleman. Melalui InBup dan SE ini, Bupati Sleman menegaskan kewajiban bagi ASN muslim untuk berzakat dari gaji dan Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP), serta memperkuat kinerja kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap perangkat daerah. “Kewajiban ini tidak hanya bagi lembaganya, tapi juga bagi setiap ASN yang beragama Islam. Selain itu, ASN kini memiliki hak untuk mengusulkan penyaluran zakat kepada fakir miskin di wilayahnya dengan menggunakan hak yang 60%, pengembalian dari total zakat yang disetorkan ke BAZNAS Sleman,” jelas Andung. Ia menambahkan, setiap OPD diharapkan segera memperbarui struktur UPZ dengan format sederhana, minimal terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris. Agar proses pengumpulan dan pelaporan zakat berjalan transparan dan akuntabel. Laporan zakat akan disetorkan setiap tanggal 20 bulan berjalan, dilengkapi slip dan daftar muzaki yang diperbarui. Hak ASN untuk Mengusulkan Penyaluran Zakat Hal menarik dari SE Bupati 0450/2025 ini adalah adanya hak ASN untuk mengusulkan penerima manfaat dari zakat yang mereka tunaikan. Melalui UPZ di instansi masing-masing, ASN dapat mengajukan bantuan bagi warga sekitar yang tergolong miskin atau rentan miskin, sesuai dengan program Sleman Cerdas, Sehat, Produktif, dan Peduli yang dikelola BAZNAS Sleman. “Kalau dulu zakat hanya dikumpulkan oleh lembaga, sekarang ASN juga memiliki hak mengusulkan. Misalnya untuk membantu beasiswa tetangganya yang fakir atau miskin, modal usaha kecil, atau kebutuhan kesehatan warga,” tambah dr. Andung. Zakat ASN: Dampak Nyata bagi 40 Ribu Warga Sleman Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan apresiasi kepada seluruh ASN Sleman yang telah berzakat melalui BAZNAS. Dalam satu tahun terakhir, zakat ASN telah memberikan manfaat bagi lebih dari 40.000 penerima manfaat di Kabupaten Sleman. “Zakat ASN telah menyentuh masyarakat secara langsung. Ini bukan uangnya BAZNAS, tapi amanah zakat dari bapak-ibu ASN semua. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi keberkahan dan diterima oleh Allah SWT,” ujar Muhaimin. Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman saat ini menyalurkan zakat dengan perbandingan 70% untuk kebutuhan konsumtif dan 30% untuk program produktif. Ke depan, diharapkan porsi produktif dapat ditingkatkan hingga 50%, seiring dengan turunnya angka kemiskinan ekstrem di Sleman. Melalui mekanisme hak 60%, setiap OPD memiliki kesempatan menyalurkan zakat kepada masyarakat di wilayah kerjanya, seperti bantuan pendidikan bagi anak miskin, santunan kesehatan, hingga modal usaha kecil. “Kami berharap ASN bisa lebih aktif mengajukan usulan penerima manfaat di sekitarnya. Dengan begitu, zakat tidak hanya mengalir, tapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan ASN,” pungkas Muhaimin. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terkait teknis pemotongan zakat dan tata cara pelaporan melalui UPZ. Dengan adanya InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan SE Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 ini, diharapkan pengumpulan zakat di lingkungan pemerintahan semakin optimal, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.(ayw.)***
BERITA28/10/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 240 paket sembako bagi para petani miskin di wilayah Sleman. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat sektor pertanian yang terdampak secara ekonomi. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Pendopo UPTD BP4 Wilayah V, Blembem, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua III, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah V, Muhammad Sigit Widiyanto, S.Hut., menyampaikan bahwa pembagian bantuan ini menjadi bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025 yang diperingati setiap 16 Oktober. “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi bersama BAZNAS Sleman. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani kecil di Sleman yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Bantuan sembako senilai Rp100 ribu per paket disalurkan kepada 240 penerima manfaat dari kalangan petani miskin di 8 wilayah (yang terdiri perwakilan dari 17 kapanewon), masing-masing wilayah mendapatkan 30 paket. Penyaluran dilakukan secara bertahap di UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BP4) di setiap wilayah. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui pengajuan proposal dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia. “Kami menyambut baik sinergi ini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan petani sebagai bagian dari kelompok mustahik yang berhak menerima zakat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, BAZNAS Sleman berupaya terus hadir melalui berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dari sektor ekonomi produktif dan pangan. “Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para petani untuk terus semangat berusaha. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Kriswanto. Kolaborasi untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Daerah Penyaluran bantuan sembako ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat. Dengan dukungan dari Dinas Pertanian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Menurut Muhyi Darmaji, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, kegiatan ini juga sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tapi juga harus produktif dan memberdayakan. Melalui program seperti ini, kami ingin memastikan zakat hadir di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Selain memberikan bantuan langsung, BAZNAS Sleman juga terus mendorong kesadaran masyarakat, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Hal ini penting untuk memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Sebagai informasi tambahan, pemtasharufan ini sebelumnya di ajukan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak masyarakat terbantu, dan kesejahteraan warga Sleman terus meningkat. (ayw/)
BERITA24/10/2025 | ayw./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →