Berita Terbaru
BAZNAS Sleman Gelar Rakor Teknis Pembagian dan Pelaporan Daging Kurban Berkah 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) teknis pembagian dan pelaporan daging kurban program “Kurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa” pada Selasa (26/5/2026) di Ruang Rapat IPHI Menara Masjid Agung Lantai I, Pukul 09.00 WIB.
Rakor dibuka dan dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta dihadiri oleh staf pelaksana BAZNAS Sleman dan seluruh koordinator Kapanewon penerima daging kurban.
Dalam arahannya, Muhaimin menjelaskan bahwa rakor tersebut membahas berbagai hal teknis terkait mekanisme pengambilan daging kurban, pengambilan di dua titik lokasi pada pukul 09.00–10.30 WIB di Balai Ternak Lumbung Berkah Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Tempel.
Selain itu, peserta juga menerima arahan mengenai teknis pelaporan yang wajib disampaikan setiap penerima koordinator (Kepala KUA bersama Ketua Takmir Masjid) paling lambat 2 Juni 2026. Pelaporan tersebut bersifat wajib sebagai bentuk pertanggungjawaban program pendistribusian kurban.
“Batas waktu pelaporan hingga 2 Juni 2026. Laporan bersifat wajib,” ujar Muhaimin dalam rakor tersebut.
Ketua takmir masjid calon penerima daging kambing juga turut mengikuti kegiatan rakor guna memastikan proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.
Adapun daftar undangan meliputi para kepala KUA Moyudan, Turi, Tempel, Gamping, Depok, Ngaglik, Kalasan, Prambanan, serta ketua takmir masjid calon penerima daging kurban di masing-masing wilayah.
Berikut daftar Masjid Penerima Manfaat
Al Munawaroh : Keron, Sumberarum, Moyudan
Al Hidayah : Ngelodadi 02/03, Wonokerto, Turi
Al Huda : Beneran, Purwobinangun, Pakem
Al Amin : Watupecah, Pondokrejo, Tempel
Al Amin : Jomboran XV Sendangagung Minggir (087749995777) tandi
Ussisa ‘Alat Taqwa : Geblog, Wukirsari, Cangkringan
At Taqwa : Demangan, Wedomartani, Ngemplak
Al Hisyam : Mangsel, Margomulyo, Seyegan
An Nur : Blimbing 04/10 Klumprit 2, Wukirharjo, Prambanan
Melalui rakor ini, BAZNAS Sleman berharap proses distribusi daging kurban dalam program Kurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat penerima.
Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfamidi dalam pelaksanaan kurban.
Dana donasi yang dihimpun Alfamidi diserahkan kepada BAZNAS RI, kemudian menunjuk BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pembelian hewan kurban karena keduanya memiliki balai ternak binaan.***
BERITA26/05/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Pastikan Kualitas Domba Kurban Program Kurban Berkah Baznas Berdayakan Desa
Balai Ternak Lumbung Berkah binaan BAZNAS Kabupaten Sleman akan menyuplai hewan kurban untuk Program Kurban Berkah Baznas Berdayakan Desa.
Sebelum pendistribusian dilakukan, BAZNAS Sleman melaksanakan pengecekan kualitas dan kesehatan domba kurban guna memastikan hewan yang akan disalurkan memenuhi syariat dan dalam kondisi sehat.
Pengecekan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., tiga pelaksana BAZNAS Sleman, serta Pendamping Balai Ternak Lumbung Berkah, Arief Rachmat, S.Tr.Pt.
Pengecekan dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) di Kandang Balai Ternak Lumbung Berkah, Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada para mudhohi dan penerima manfaat kurban.
“Dari BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan kondisi domba yang akan dikurbankan sesuai syariat dan sehat,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfamidi dalam pelaksanaan kurban. Dana donasi yang dihimpun Alfamidi diserahkan kepada BAZNAS RI, kemudian menunjuk BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pembelian hewan kurban karena keduanya memiliki balai ternak binaan.
Pendamping Balai Ternak Lumbung Berkah, Arief Rachmat, S.Tr.Pt., menjelaskan bahwa seluruh domba yang dipersiapkan telah melalui proses quality control (QC) oleh tim BAZNAS Sleman, yang terdiri dari tim dokter hewan, pendamping, dan jajaran pimpinan BAZNAS Sleman.
“Berat domba yang akan dikurbankan antara 27 hingga 36 kilogram dengan usia sekitar satu tahun. Jenisnya adalah domba ekor tipis lokal jantan,” ungkap Arief.
Ia menambahkan, selain pemeriksaan bobot badan, tim juga melakukan pengecekan kesehatan dan usia hewan untuk memastikan kelayakan kurban.
“Alhamdulillah semua domba sudah masuk QC oleh tim BAZNAS Sleman. Selain berat badan dicek, juga kesehatannya dan umurnya. Untuk program kolaborasi dengan Alfamidi akan diselenggarakan di kandang Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman,” lanjutnya.
Dalam program tersebut, Balai Ternak Lumbung Berkah menyiapkan total 27 ekor domba kurban. Sebanyak 25 ekor berasal dari program kolaborasi bersama Alfamidi, satu ekor dari Bank Sleman dengan berat sekitar 38 kilogram, serta satu ekor kurban dari mudhohi atas nama Adna Rizqy Wahyudianto, warga Kota Yogyakarta, dengan bobot sekitar 31–35 kilogram.
Hewan kurban tersebut nantinya akan ditasharufkan ke sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Moyudan, KUA Prambanan, KUA Ngemplak, KUA Seyegan, KUA Minggir, KUA Tempel, KUA Turi, KUA Pakem, dan KUA Cangkringan.
Melalui program ini, BAZNAS Sleman berharap penyaluran hewan kurban dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pemberdayaan peternak lokal binaan balai ternak.***
BERITA26/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Ikuti Apel Kesiapsiagaan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Prambanan
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta turut ambil bagian dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Garuda, kawasan Candi Prambanan, pada 22–23 Mei 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya sadar bencana dan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko kebencanaan.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Baznas Tanggap Bencana (BTB) menunjukkan komitmen lembaga zakat dalam mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat turut terlibat sebagai bentuk sinergi bersama membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Peringatan dua dekade Gempa Jogja 2006 menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pemerintah Daerah DIY selama ini terus memperkuat langkah mitigasi melalui edukasi kebencanaan, peningkatan kapasitas personel penyelamat, perluasan kolaborasi, hingga pemanfaatan teknologi berbasis data untuk mendukung identifikasi risiko bencana.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan, Sabtu (23/05), menegaskan bahwa peringatan 20 tahun Gempa Jogja harus menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar terus membangun budaya kesiapsiagaan.
“Maka, peringatan 20 tahun Gempa harus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kita belajar dan bersiap terhadap risiko bencana. Sebab, kesiapsiagaan adalah sebuah ekosistem yang mencakup infrastruktur umum yang aman dan berfungsi saat darurat, sistem informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, dan mudah dipahami warga, serta pendidikan kebencanaan sejak dini,” tegas Ni Made di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman Gempa Jogja 2006 menjadi pijakan penting dalam membangun kebijakan kebencanaan yang lebih matang dan terarah. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam tindakan sesaat, tetapi harus ditanamkan sebagai budaya hidup sehari-hari.
Lebih lanjut, nilai-nilai falsafah Jawa seperti “eling lan waspada” dan “hamemayu hayuning bawana” menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa menjaga kesadaran terhadap lingkungan sekitar serta memperkuat harmoni antara manusia dan alam.
“Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya hidup sehari-hari. Peringatan 20 tahun Gempa Jogja sebagai janji bersama bahwa setiap pembangunan harus menghitung keselamatan dan setiap warga berhak hidup dalam lingkungan yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih berdaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak kembali mengingat semangat gotong royong saat Gempa Jogja 2006 terjadi. Kala itu, warga menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi, pertolongan korban, hingga pemulihan pascabencana di tengah berbagai keterbatasan.
“Dari pengalaman itu kita belajar bahwa dalam bencana, korban dapat berjatuhan dalam hitungan detik. Tetapi keselamatan hanya dapat tumbuh dari kesiapsiagaan yang dibangun secara terus-menerus, jauh sebelum bencana terjadi,” lengkap Ni Made.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi seluruh unsur pentahelix dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang siaga dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mewujudkan budaya tangguh bencana dan memperingati dua dekade peristiwa gempa bumi Jogja dan Jawa Tengah sebagai pembelajaran berharga bagi bangsa,”.
“Tapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana termasuk potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan serta gangguan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Lilik menambahkan, penguatan kesiapsiagaan sejalan dengan tiga pilar utama yang diusung Kemenko PMK, yakni membangun pemahaman risiko bencana sebagai bagian dari budaya masyarakat, memperkuat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan teknologi dan sistem informasi terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Partisipasi aktif BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan peran lembaga dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan dan kebencanaan.
Melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Sleman terus berupaya hadir dalam penguatan kapasitas relawan, kesiapsiagaan masyarakat, serta kolaborasi penanggulangan bencana di wilayah Sleman dan DIY.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, peringatan 20 tahun Gempa Jogja diharapkan menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berdaya menghadapi bencana.***
BERITA25/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan DPMPTSP Fasilitasi Pembuatan NIB untuk UMKM Mustahik di Berbah
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui Program “Sambang Sambung” Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mustahik binaan di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (20/5/2026) di Aula Kantor Kapanewon Berbah dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM binaan.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Berbah, dan Forum Komunikasi UMKM Kalurahan se-Kapanewon Berbah.
Pendamping BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.
Menurutnya, kepemilikan NIB menjadi langkah awal yang sangat penting bagi pelaku usaha mikro untuk mengakses berbagai program pemerintah maupun fasilitas pengembangan usaha lainnya.
“UMKM memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi daerah, namun masih banyak pelaku usaha mikro yang terkendala legalitas usaha. Melalui Program Sambang Sambung ini, BAZNAS Sleman bersama DPMPTSP dan berbagai pihak berkomitmen jemput bola membantu pelaku usaha memperoleh legalitas usaha secara gratis, cepat, dan tepat,” papar Indah.
Ia menambahkan, program tersebut direncanakan akan dilaksanakan di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan UMKM binaan.
Program “Sambang Sambung” mengusung tema “Sinergi Kolaborasi Mandiri: Legalitas Terjamin, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Umat Berdaya.” Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan edukasi terkait pentingnya legalitas usaha sekaligus pendampingan langsung dalam proses penerbitan NIB.
Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, A.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan DPMPTSP yang telah mendukung legalitas UMKM di wilayah Berbah.
“Kami berharap UMKM di Berbah memiliki legalitas usaha yang baik sehingga dapat mengikuti berbagai program pemerintah. Salah satu syarat memperoleh bantuan hibah maupun program pemberdayaan seperti Koperasi Desa Merah Putih adalah memiliki NIB,” ungkapnya.
Djaka juga mengapresiasi Forum Komunikasi UMKM Berbah yang telah aktif mendampingi para pelaku usaha mikro di wilayahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Program Sleman Produktif yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa pendamping UMKM binaan BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah dan Joko Yugiyanto, turut memfasilitasi para pelaku usaha agar memiliki NIB melalui kolaborasi bersama DPMPTSP, Forkom UMKM, dan Kapanewon Berbah.
“BAZNAS Sleman sangat mendukung program ini karena legalitas usaha menjadi langkah penting agar UMKM bisa berkembang dan mengakses peluang yang lebih luas,” terang Kriswanto.
Selain itu, Kriswanto juga memperkenalkan beberapa program unggulan lain milik BAZNAS Sleman, salah satunya Program Sleman Sehat yang membantu masyarakat dengan penyakit berat yang belum tercover BPJS.
Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Sehami, S.Ag., M.M.Par., menekankan pentingnya membangun relasi dan sinergi antar pelaku usaha agar UMKM mampu meningkatkan produksi maupun pendapatan usaha.
“UMKM harus terus berkembang. Selain produksi dan penjualan meningkat, pelaku usaha juga harus memiliki jaringan yang luas agar usahanya semakin maju,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Pengendalian DPMPTSP Kabupaten Sleman, Eni Sulistyowati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa NIB merupakan identitas wajib bagi setiap pelaku usaha.
“Kalau warga negara wajib memiliki NIK, maka pelaku usaha wajib memiliki NIB. Legalitas ini menjadi pintu awal untuk memperoleh izin lain seperti PIRT dan sertifikat halal,” jelas Eni.
Ia menambahkan bahwa dalam kegiatan tersebut, peserta langsung mendapatkan pendampingan dan fasilitasi penerbitan NIB sehingga dokumen dapat langsung dibawa pulang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan pembuatan NIB secara massal oleh tim pendamping BAZNAS Kabupaten Sleman bersama tim DPMPTSP.
Sebanyak 42 pelaku UMKM hadir dalam kegiatan tersebut dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM binaan BAZNAS Sleman.
Indah berharap Program “Sambang Sambung” dapat memberikan dampak nyata terhadap legalitas usaha dan peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM, khususnya di wilayah Berbah dan kapanewon lainnya di Kabupaten Sleman.***
BERITA21/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan BPBD Rehabilitasi Saluran Air Bersih Akibat Longsor di Turi
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp30 juta untuk rehabilitasi bak penampung dan saluran air bersih terdampak longsor di wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana longsor yang terjadi di kawasan Kali Krasak.
Bantuan tersebut sebelumnya diajukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman setelah terjadinya longsor pada 14 April 2026 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan rusaknya pipa saluran air bersih yang selama ini dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Wonokerto.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, R. Haris Martapa, S.E., M.T., menjelaskan bahwa kerusakan saluran air bersih berdampak pada kebutuhan air masyarakat di dua kalurahan.
“Kerusakan saluran air bersih akibat longsor berdampak pada masyarakat di Kalurahan Girikerto yang meliputi tiga padukuhan dengan total 425 kepala keluarga, serta Kalurahan Wonokerto yang meliputi tujuh padukuhan dengan total 147 kepala keluarga,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut penanganan dampak longsor, pemerintah bersama masyarakat kemudian melaksanakan musyawarah untuk menentukan langkah rehabilitasi secara gotong royong dan kolaboratif.
Beberapa pihak turut berkontribusi dalam proses rehabilitasi tersebut, di antaranya DPUPKP Kabupaten Sleman yang memberikan bantuan bronjong sebanyak 50 buah, BPBD Kabupaten Sleman yang menyalurkan bantuan logistik dan dapur umum senilai Rp5.600.000, serta Bank Sleman yang memberikan bantuan makanan dan minuman gotong royong senilai Rp3.000.000.
Sementara itu, Kalurahan Girikerto dan Wonokerto turut memberikan dukungan berupa material bangunan seperti semen, besi, batu, papan, dan cor dengan total bantuan senilai Rp12.270.000.
Dalam kolaborasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan bantuan sebesar Rp30 juta yang digunakan untuk pembelian pipa HDPE serta dukungan konsumsi bagi kegiatan gotong royong rehabilitasi saluran air bersih.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., hadir secara langsung dalam acara tindak lanjut rehabilitasi normalisasi saluran air bersih kelompok Wonokerto dan Girikerto akibat longsor tebing Kali Krasak pada Senin (18/5/2026).
“Bantuan diambil dari dana infak sebesar Rp30 juta guna terlaksananya rehabilitasi normalisasi saluran air bersih di wilayah Kalurahan Wonokerto dan Girikerto,” ungkap Kriswanto.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses air bersih masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarinstansi dan warga dalam menghadapi dampak bencana.
Kegiatan koordinasi rehabilitasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan BPBD Kabupaten Sleman, DPUPKP, Bank Sleman, pemerintah Kalurahan Girikerto dan Wonokerto, serta warga terdampak di sekitar lokasi.
Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga penanganan dampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat luas.***
BERITA21/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman, RSUD dan Pemkab Sleman Hadirkan Operasi Katarak Gratis untuk Warga
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman dan Hari Kesehatan Nasional ke-62, dilaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSUD Sleman pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, RSUD Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Bakti sosial operasi katarak gratis tersebut diikuti oleh 19 pasien yang telah lolos tahapan skrining kesehatan dari total 30 pendaftar. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman dan mayoritas merupakan masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.
Seremoni pembukaan kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, manajemen RSUD Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, organisasi profesi kesehatan, pasien, serta keluarga pasien.
Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc., dalam sambutan sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat sekaligus komitmen RSUD Sleman dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik dan produktif. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman atas dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar dr. Wisnu.
Kegiatan bakti sosial secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarta, MM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110, yakni “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, mengandung semangat gotong royong, saling mendukung, dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan BAZNAS dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan bakti sosial operasi katarak ini menjadi bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan BAZNAS dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan bingkisan kepada para pasien operasi katarak sebagai simbol kepedulian kepada pasien dan keluarganya. Selain layanan operasi gratis, peserta juga menerima bantuan paket sembako yang diberikan kepada pasien dari keluarga kurang mampu.
Perwakilan pasien, Sumaeri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan operasi katarak gratis yang diselenggarakan RSUD Sleman bersama para pihak terkait.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada RSUD Sleman dan panitia. Semoga setelah operasi ini penglihatan saya bisa kembali lebih baik dan dapat bekerja sebagaimana mestinya,” tuturnya.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung pelaksanaan operasi katarak di ruang operasi RSUD Sleman. Proses operasi dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan tetap mengedepankan standar pelayanan kesehatan.
Bakti sosial operasi katarak sendiri merupakan agenda tahunan RSUD Sleman sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan mata yang berkualitas.
Selain membantu pasien mendapatkan kembali kualitas penglihatan yang lebih baik, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang juga turut memberikan bantuan sembako kepada pasien operasi katarak gratis secara simbolis.
Keterlibatan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu memperoleh layanan kesehatan yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.***
BERITA13/05/2026 | Humas
Sinergi Pemkab dan BAZNAS Sleman Wujudkan Fasilitas Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu
Dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi, BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Teknis Program Sleman Pintar terkait bantuan pengadaan laboratorium komputer bagi tiga universitas penerima program beasiswa kuliah gratis.
Rapat koordinasi dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026) pukul 13.00 WIB di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Sleman, yaitu Sleman Pintar dan Sleman Pintar Plus-Plus, yang diusung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si.
Program Sleman Pintar sendiri memiliki visi “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan tinggi gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman.
Rakor Bantuan Lab Komputer Program Sleman Pintar dihadiri oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sleman Muhaimi, S.Ag., M.Pd., Sekretaris BAZNAS Sleman Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A., serta tim dari SpedaMas, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan perwakilan tiga universitas penerima bantuan, yaitu Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
Program pengadaan laboratorium komputer ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Sosial Kabupaten Sleman, SpedaMas (Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat), dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Dinas Sosial memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa Program Sleman Pintar, tidak hanya dalam pembiayaan kuliah gratis, tetapi juga dukungan fasilitas penunjang pembelajaran.
Pada awal perencanaan, bantuan yang akan diberikan berupa laptop untuk mahasiswa penerima beasiswa. Namun, setelah dilakukan koordinasi bersama pihak kampus dan mahasiswa penerima manfaat, diputuskan untuk menghadirkan laboratorium komputer yang dapat digunakan bersama secara bergantian oleh mahasiswa penerima program beasiswa.
Melalui skema ini, fasilitas yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima Program Sleman Pintar.
Adapun tiga universitas yang menerima bantuan laboratorium komputer tersebut adalah Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Ketiga perguruan tinggi tersebut merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pelaksanaan Program Sleman Pintar yang dikoordinasikan oleh Tim SpedaMas bersama Bappeda Sleman.
Dalam rapat koordinasi, dibahas sejumlah agenda penting terkait timeline pelaksanaan program, mulai dari proses pembelian dan pengadaan perangkat, perakitan peralatan, instalasi dan pemasangan di kampus, hingga rencana launching dan serah terima bantuan laboratorium komputer.
Rencana launching program nantinya akan mengundang berbagai pihak, di antaranya BAZNAS RI, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan Tim SpedaMas.
Secara keseluruhan, bantuan yang akan disalurkan meliputi 26 unit komputer, 4 unit printer, serta 2 unit televisi beserta stand pendukungnya.
Pembagian bantuan dilakukan berdasarkan jumlah mahasiswa penerima beasiswa di masing-masing kampus. Universitas AMIKOM Yogyakarta dan UNISA masing-masing akan menerima 10 unit komputer, 1 printer, serta 1 unit televisi dan stand. Sementara itu, UTY akan menerima 6 unit komputer dan 2 printer.
Adapun jadwal rencana pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap, yaitu di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin (11/5/2026), UNISA pada Selasa (12/5/2026), dan UTY pada Rabu (13/5/2026).
Melalui dukungan pengadaan laboratorium komputer ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus.
Program Sleman Pintar menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan generasi muda Sleman yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kesempatan pendidikan yang lebih baik.***
BERITA12/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Bersama Dinkes Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Gebyar Husada 2026 di SCH
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui penyaluran bantuan untuk anak-anak kurang mampu pada kegiatan Gebyar Husada Hari Kedua yang berlangsung di Atrium Shinta Sleman City Hall (SCH), Jalan Magelang 9,6 Denggung, Tridadi, Sleman, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman selama tiga hari.
Pada hari kedua pelaksanaan Gebyar Husada, layanan kesehatan difokuskan bagi anak-anak, khususnya terkait tumbuh kembang dan kesehatan mental anak. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa paket sembako penunjang tumbuh kembang anak yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sleman.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi anak pada masa pertumbuhan, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain penyaluran bantuan, Gebyar Husada Hari Kedua juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Adapun layanan yang tersedia di antaranya cek kesehatan gratis, tes kesehatan jiwa HRV, deteksi dini tumbuh kembang anak, Tes Denver untuk anak, hingga layanan pameran dari FKKMK UGM.
Tak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan Seminar Kesehatan bertajuk “Anak Tumbuh Sehat, Tumbuh Hebat: Kunci Emas di 5 Tahun Pertama” yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Seminar tersebut terbuka untuk umum sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Berbeda dengan hari pertama Gebyar Husada yang difokuskan pada layanan kesehatan ibu hamil, hari kedua secara khusus diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan anak-anak. Sementara itu, hari ketiga kegiatan dijadwalkan menghadirkan pelayanan kesehatan bagi lansia.
Kegiatan Gebyar Husada diselenggarakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik dan lebih dekat kepada masyarakat.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman turut memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak penerima manfaat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk menunjang tumbuh kembang yang sehat dan optimal.***
BERITA11/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Rakor BAZNAS Sleman Siapkan Bantuan Sembako dan Santunan Yatim untuk Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan penyaluran bantuan sembako dan santunan yatim untuk memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.
Rakor dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) di Ruang Rapat Praja I, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya Beran.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, dan merata di seluruh wilayah kapanewon.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., bersama Wakil Ketua II, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan secara rinci skema teknis serta alur distribusi bantuan kepada para peserta rakor.
Penjelasan ini mencakup mekanisme penyaluran, koordinasi dengan pihak kapanewon, hingga upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses distribusi.
“Rakor ini menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan seluruh kapanewon, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Ketua BAZNAS Sleman dalam pemaparannya.
Dalam program ini, total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp313.900.000, dengan rincian bantuan sembako sebesar Rp206.400.000 dan santunan yatim sebesar Rp107.500.000.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam momentum peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.
Selain pemaparan teknis, rakor juga diisi dengan pembagian alokasi bantuan untuk masing-masing kapanewon.
Hal ini dilakukan agar setiap wilayah dapat segera melakukan persiapan teknis lanjutan dan pendataan penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.***
BERITA05/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Peresmian Bedah Rumah RTLH BAZNAS Sleman, Kolaborasi Gotong Royong di Kalasan
BAZNAS Kabupaten Sleman meresmikan Program Sleman Peduli melalui Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Heri Cahyana di wilayah Margorejo, Kalasan, Rabu (29/4/2026).
Program ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman.
Rumah Heri Cahyana yang beralamat di Karangmojo RT 02/RW 01, Purwomartani, Kalasan, sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni. Dinding rumah masih terbuat dari anyaman bambu, lantai berupa tanah, serta kondisi lingkungan dalam rumah yang kurang tertata.
Melalui program ini, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses pembangunan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman.
Peresmian ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Panewu Kalasan Samino, S.IP., M.Ec.Dev., perwakilan DPMPTSP dan DPUPKP Kabupaten Sleman, jajaran TNI/Polri, Relawan STAK se-DIY, KUA Kalasan, pemerintah kalurahan, Kapolsek dan Koramil Kalasan, serta tokoh masyarakat setempat. Selain itu, turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., beserta staf pelaksana.
Ketua Satuan Team Anti Kriminalitas (STAK) Yogyakarta, Sigit Susanto atau yang akrab disapa Cemo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan dimulai sejak Oktober tahun lalu dan melibatkan gotong royong relawan serta masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, rumah ini bisa berdiri dengan baik. Ini semua berkat dukungan berbagai pihak, baik tenaga maupun materi,” ungkapnya.
Panewu Kalasan, Samino, menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Sleman dan Relawan STAK merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Walaupun belum sepenuhnya ideal, rumah ini sudah menjadi tempat tinggal yang sehat dan nyaman. Ini patut kita syukuri sebagai wujud kepedulian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui program Sleman Peduli. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Sleman yang berhalangan hadir.
“Bantuan ini tidak hanya bernilai material, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Rumah ini adalah simbol harapan dan kebangkitan bagi keluarga penerima manfaat,” jelas Kriswanto.
Selain peresmian rumah, BAZNAS Sleman juga menyalurkan 20 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima manfaat.
Heri Cahyana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, sehingga kini keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih layak.
“Kami sangat berterima kasih mendapat bantuan dari BAZNAS dan relawan semuanya, sudah mewujudkan rumah sebagai tempat tinggal yang layak, kami sangat bersyukur sekali. Terima kasih muzaki dan donator, semoga berkah selalu,” tuturnya.
Acara peresmian ditutup dengan kegiatan berkeliling rumah serta syukuran bersama warga sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah tersebut.
BERITA29/04/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital
Kegiatan konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Dlingo, Bantul, pada Sabtu (25/4/2026) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antaranggota guna menjaga soliditas organisasi.
Acara ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah relawan kebencanaan di bawah naungan BAZNAS se-DIY.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bantul menekankan bahwa konsolidasi menjadi kunci agar BTB tidak terpecah maupun mengalami penurunan kapasitas.
Ia juga mendorong agar peringatan satu dekade BTB dapat dilaksanakan pada bulan September mendatang dengan Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah.
Selain itu, aspek publikasi turut menjadi perhatian utama. Pemanfaatan media sosial dinilai penting untuk meningkatkan eksposur kegiatan BTB kepada masyarakat.
Kolaborasi publikasi melalui akun BTB DIY serta akun resmi BAZNAS di masing-masing kabupaten/kota diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Supriyanto selaku perwakilan BTB Bantul mengungkapkan bahwa kebutuhan personel, khususnya di bidang evakuasi kebencanaan, masih sangat minim.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota BTB di lapangan.
Dari sisi kehumasan, seluruh kegiatan BTB diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan dipublikasikan secara konsisten agar semakin dikenal masyarakat luas.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga personel BTB, yaitu Diyas Nugroho, Kukuh Santoso, dan Rofiq Wicaksono.
Kehadiran tim dari Sleman menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya penanggulangan bencana.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan BTB DIY semakin solid, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meningkatkan peran strategisnya di tengah masyarakat.***
BERITA26/04/2026 | Humas
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya
BAZNAS Sleman ikut donor darah di Pendopo Parasamya dalam rangka HUT ke-110 Sleman bersama PMI dan pegawai Pemkab Sleman.
BAZNAS Sleman Ambil Bagian dalam Aksi Donor Darah
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kabupaten Sleman, pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Sleman sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Didukung PMI, Puluhan Pendonor Lolos Skrining
Kegiatan donor darah ini didukung oleh PMI Kabupaten Sleman dengan total pendaftar mencapai 110 orang.
Sebelum melakukan donor, seluruh peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti tes tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta pengecekan golongan darah.
Dari hasil skrining tersebut, sekitar 70 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
Pimpinan dan Staf BAZNAS Turut Berpartisipasi
Adapun pimpinan dan staf BAZNAS Sleman yang ikut dalam kegiatan donor darah ini antara lain:
Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes.
Wakil Ketua III Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Staf Pelaksana Warih Komarasari, S.E.
Pendamping UMKM Joko Yugiyanto, S.Psi.
Serta UMKM dampingan BAZNAS Sleman
Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sleman tidak hanya dalam pengelolaan zakat, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Semangat Kepedulian dari Pegawai Sleman
Mayoritas peserta donor darah berasal dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antar instansi dalam meningkatkan kepedulian sosial serta membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan donor darah ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program kemanusiaan yang bermanfaat luas.
BERITA23/04/2026 | Humas
Ketua BAZNAS Sleman Paparkan Program dan Permodalan di Bimtek UMKM Pakem
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Keuangan dan Akses Pemodalan Usaha (POKIR) di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman selama empat hari, mulai 20 hingga 23 April 2026.
Pada sesi yang berlangsung Selasa (21/4/2026), Kriswanto menyampaikan materi di Heha Forest yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, dengan dihadiri 14 perwakilan UMKM Kapanewon Pakem.
Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai lima program unggulan BAZNAS serta berbagai skema akses permodalan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro.
Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola keuangan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Kriswanto juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Menurutnya, dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dapat membantu usaha kecil berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh pelaku usaha mikro di wilayah Kapanewon Pakem yang mendapatkan pembekalan terkait manajemen keuangan, penguatan kelembagaan, serta strategi mengakses permodalan usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing.***
BERITA21/04/2026 | Humas
Amil BAZNAS Sleman Lulus Sertifikasi Pengelolaan Zakat, Perkuat Profesionalisme Layanan
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mengirimkan Pelaksana 2 Bidang Pendistribusian, Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., untuk mengikuti Sertifikasi Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat.
Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan oleh BAZNAS Institute di Jakarta dan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (13–16 April 2026).
Sebanyak 29 peserta dari berbagai lembaga, mulai dari BAZNAS daerah, Lembaga Amil Zakat (LAZ), hingga Unit Pengumpul Zakat (UPZ), turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sertifikasi ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan kompetensi amil dalam pengelolaan zakat sesuai standar nasional.
Fokus asesmen meliputi penguasaan kompetensi teknis, khususnya dalam pelayanan kepada muzaki dan mustahik, serta kemampuan menyusun laporan zakat yang akurat, transparan, dan akuntabel.
Selama proses pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif yang terbagi dalam beberapa tahapan.
Pada hari pertama, materi difokuskan pada tata kelola zakat di Indonesia, kode etik amil, serta strategi penghimpunan zakat.
Hari kedua membahas penyaluran dan pendayagunaan zakat, dilanjutkan hari ketiga dengan materi pelaporan. Sementara pada hari keempat, peserta mengikuti uji asesmen oleh asesor profesional.
Melalui proses uji kompetensi berbasis standar nasional, peserta dinilai secara objektif guna memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Kukuh Santoso menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memberikan pengalaman berharga dalam menunjang kinerja sebagai amil zakat.
“Selama mengikuti pelatihan, materi yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan dan mendukung kinerja saya sebagai amil,” ujarnya.
Sertifikasi amil ini bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan terpercaya.
Dengan meningkatnya kompetensi amil, diharapkan layanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Upaya ini juga sejalan dengan visi BAZNAS dalam membangun tata kelola zakat yang modern dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat di Indonesia. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori dan Perkuat Syiar Al-Qur’an
Kabupaten Sleman berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Prestasi ini diraih setelah kafilah Sleman mendominasi perolehan juara pertama di berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.
Predikat juara umum tersebut diumumkan oleh Sekretaris LPTQ DIY, Nurhuda, melalui Surat Keputusan (SK) Koordinator Dewan Hakim MTQ tingkat DIY dalam acara penutupan yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Sabtu (18/4/2026).
Sejak awal penyelenggaraan, MTQ DIY XXXI Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Sleman telah menunjukkan semangat syiar Islam yang kuat. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi Bupati Sleman di Pendopo Parasamya, yang sekaligus menegaskan Sleman sebagai pusat kegiatan keagamaan tingkat daerah tahun ini.
Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur’an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara”, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, disampaikan bahwa MTQ merupakan wahana penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya diharapkan tidak hanya dibaca dan dilafalkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Keberhasilan Sleman sebagai juara umum semakin menegaskan komitmen daerah ini dalam pembinaan generasi Qurani. Dominasi pada sejumlah kategori lomba menjadi bukti keseriusan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berintegritas.
Tidak hanya berfokus pada kompetisi, penyelenggaraan MTQ DIY 2026 di Sleman juga diwarnai dengan berbagai kegiatan pendukung yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah partisipasi BAZNAS Kabupaten Sleman yang turut memeriahkan acara melalui Bazar UMKM binaan.
Sebanyak 30 UMKM binaan BAZNAS Sleman ambil bagian dalam bazar tersebut, menghadirkan beragam produk unggulan sebagai wujud nyata pemberdayaan ekonomi umat. Kehadiran bazar ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan capaian sebagai juara umum dan terselenggaranya berbagai kegiatan pendukung, MTQ DIY 2026 di Kabupaten Sleman tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momentum penguatan syiar Islam serta pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
MTQ DIY 2026 di Sleman: Syiar Al-Qur’an Diperkuat, BAZNAS Hadirkan Bazar 30 UMKM Binaan
Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) DIY XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Sleman tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana syiar Islam yang membumi dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dibaca, namun juga dipahami dan diamalkan dalam keseharian.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam pembukaan MTQ DIY XXXI Tahun 2026, Sabtu (18/04), di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman. Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al Qur’an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual masyarakat.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa MTQ merupakan wahana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat—terutama generasi muda—semakin termotivasi untuk membaca, menghafal, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits.
“Nilai-nilai luhur Al-Qur’an hendaknya tidak hanya dilafalkan, tetapi benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Sri Paduka.
Sri Paduka melanjutkan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi, khususnya bagi generasi muda, untuk semakin giat membaca, menghafal, dan mengamalkan ajaran Al Qur’an dan Hadits. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Al Qur’an dan Hadits, akan lahir generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan daerah.
“Selamat mengikuti perlombaan. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjungjung tinggi sportivitas dan keikhlasan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Sri Paduka.
Rangkaian kegiatan MTQ DIY 2026 sendiri telah dimulai sejak 16 April 2026, diawali dengan rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Daerah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sementara pelaksanaan musabaqah resmi dimulai pada 18 April 2026.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Faishol Muslim, menjelaskan bahwa MTQ tahun ini mempertandingkan enam cabang lomba dengan total 16 golongan.
“Cabang tersebut meliputi Tilawah, Hifzhil Quran, Tafsir Al-Qur’an, Khaththil Quran, Syarhil Quran, dan Fahmil Quran, dengan jumlah peserta sebanyak 114 orang dari lima kafilah kabupaten/kota se-DIY,” terangnya.
Pelaksanaan MTQ DIY XXXI Tahun 2026 dipusatkan di Kompleks Kantor Bupati Sleman. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan sebagai perwakilan DIY dalam ajang MTQ Nasional Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan harapannya agar MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecerdasan, serta integritas tinggi dalam membangun peradaban.
“Diawal kesempatan ini saya ucapkan selamat datang bagi seluruh peserta MTQ XXXI DIY 2026 di Kabupaten Sleman. Semoga niat baik kita semua diberikan rahmat, ridho untuk meraih hasil terbaik. Kita berharap diajang ini lahir insani yang tidak hanya pandai membaca Alquran, tetapi juga meneladani, berakhlak baik, beradab, dan meresapi kedalaman pemahaman dan keistiqomahan dalam membaca Alquran,” paparnya.
Di sisi lain, dalam perhelatan MTQ DIY 2026 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara dengan menghadirkan Bazar UMKM binaan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan BAZNAS dalam pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Sleman.
Sebanyak 30 pelaku UMKM binaan BAZNAS Sleman ambil bagian dalam bazar tersebut, menampilkan beragam produk unggulan mulai dari kuliner hingga kerajinan. Kehadiran bazar ini tidak hanya menambah semarak MTQ, tetapi juga membuka peluang promosi dan peningkatan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
Melalui sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi, MTQ DIY 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (ayw/)
BERITA20/04/2026 | Humas
Rapat Koordinasi BAZNAS Sleman Bahas Pencairan Dana RTLH, Siapkan Hunian Layak untuk Warga Dampingan Dinsos
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi pencairan dana program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi satu warga dampingan Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Sleman pada Kamis (16/4/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A., Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Tulus Susanto, S.T., perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Analis Rehabilitasi Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman Putri Dian Kasari, S.Sos., serta Dukuh Jogotirto, Berbah.
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan proposal bantuan oleh Dinas Sosial kepada BAZNAS Sleman. Dalam pengajuan tersebut, terdapat satu warga dampingan yang membutuhkan bantuan tempat tinggal karena kondisi sosial dan ekonomi yang tidak memungkinkan.
Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, BAZNAS Sleman bersama Dinas Sosial membentuk tim untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Melalui rapat koordinasi ini, disepakati bahwa bantuan sebesar Rp21 juta akan segera dicairkan untuk pembangunan hunian sederhana yang layak bagi warga tersebut.
Analis Rehabilitasi Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Putri Dian Kasari, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat yang bermasalah. Namun dalam proses pemulangan dan reintegrasi sosial, masih terdapat kendala, salah satunya adalah ketiadaan tempat tinggal bagi warga dampingan.
“Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Sleman, kami berharap warga yang telah dipulihkan dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik, termasuk memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS menjadi salah satu mitra strategis dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya tercover oleh bantuan pemerintah. Harapannya, sinergi ini dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari BAZNAS Sleman, diharapkan program RTLH ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempercepat proses pemulihan sosial warga yang membutuhkan. (ayw/baznassleman)
BERITA20/04/2026 | Humas
Sambut HUT ke 110 Kabupaten Sleman, BAZNAS dan DPUPKP Survey Calon Penerima Bantuan RTLH
BAZNAS Sleman bersama DPUPKP lakukan survei 4 rumah tidak layak huni (RTLH) untuk program bantuan menyambut HUT ke 110 Kabupaten Sleman.
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman melakukan survei rumah usulan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sleman.
Kegiatan survei dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) dengan menyasar empat rumah di tiga kapanewon berbeda di wilayah Sleman.
Pastikan Penerima Tepat Sasaran
Survei dilakukan untuk memastikan bahwa calon penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu serta memiliki kondisi rumah yang tidak layak huni.
Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, mulai dari pondasi, atap, hingga kelayakan struktur rumah secara keseluruhan.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Tulus Susanto, S.T., serta Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A.
Selain itu, survei turut didampingi oleh perwakilan dukuh dan kapanewon setempat.
Survey di 4 Lokasi Berbeda
Empat lokasi yang menjadi sasaran survei meliputi:
Rumah Aminah di Kleben, Caturharjo, Sleman
Rumah Imroatun Marfuah di Ngentak, Pondokrejo, Tempel
Rumah Sumiyati di Karanglo, Pondokrejo, Tempel
Rumah Muhammad Nugroho di Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan
Dari hasil survei tersebut, tiga rumah dinyatakan layak menerima bantuan, sementara satu rumah tidak lolos karena dinilai sudah memenuhi standar kelayakan.
Target 18 Rumah dalam Program RTLH
Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman, Diyas Nugroho, menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian dari rangkaian program RTLH yang menargetkan total 18 rumah dalam rangka HUT Kabupaten Sleman.
“Nominal bantuan maksimal Rp20 juta, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah,” jelasnya.
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Melalui program RTLH ini, BAZNAS Sleman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.
Program ini juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ayw/)***
BERITA17/04/2026 | Humas
Perkuat Tata Kelola Masjid, BAZNAS Sleman Kolaborasi Bersama DMI dan Kemenag Dorong Program BMM
BAZNAS Sleman bersama DMI dan Kemenag dorong transparansi dan penguatan ekonomi umat melalui Program BMM di 18 masjid.
Kolaborasi Lintas Lembaga Perkuat Program BMM
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pelaksanaan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi teknis lanjutan Program BMM yang digelar di Ruang Rapat Sekda Sleman, Rabu (15/04/2026), dengan melibatkan 18 masjid dari 17 kapanewon sebagai pilot project.
DMI Tekankan Transparansi dan Pengelolaan Modern
Ketua Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sleman, Drs. H. Masuko Haryono, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Ia menyampaikan bahwa program bantuan seperti BMM menjadi peluang penting karena diberikan tanpa bunga dan tanpa agunan, sehingga sangat membantu jamaah dalam mengembangkan usaha.
Namun demikian, DMI menekankan pentingnya pengelolaan dana yang transparan dan profesional.
“Dari ribuan masjid di Sleman, pengelolaan infak harus benar-benar transparan dan dimanajemen secara modern. Ini menjadi harapan para donatur agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pengelolaan keuangan yang tidak dilaporkan, karena hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.
Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Melalui program BMM, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi jamaah.
DMI menyebutkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya “memakmurkan dan dimakmurkan”, di mana masjid berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ke depan, pengelolaan program di masjid juga berpotensi dikembangkan menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terintegrasi dengan BAZNAS.
Kemenag Sleman Dukung Penuh Pengembangan BMM
Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kiai Wahid, menyampaikan dukungan penuh terhadap Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Ia berharap 18 masjid yang terlibat saat ini dapat menjadi contoh (pilot project) bagi pengembangan program serupa di masjid lainnya di Sleman.
“Kami berharap program ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di Kemenag juga terdapat program Kampung Berkah yang sejalan dan dapat bersinergi dengan BAZNAS,” ungkapnya.
Dorong Pemanfaatan Program Secara Optimal
Selain BMM, turut disampaikan bahwa masih terdapat program sosial lain yang belum terserap secara optimal, seperti bantuan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagian masyarakat masih ragu memanfaatkan program tersebut karena kekhawatiran tertentu, padahal program tersebut tidak berdampak pada bantuan sosial lain, melainkan berdasarkan klasifikasi kesejahteraan (desil).
Karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program yang tersedia secara maksimal demi kesejahteraan jamaah.
Melalui sinergi antara BAZNAS, DMI, dan Kemenag, Program BMM diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga meningkatkan tata kelola masjid yang transparan, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Sleman. (ayw/baznassleman)***
BERITA17/04/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid
BAZNAS Sleman menggelar sosialisasi teknis Program BMM dengan melibatkan 18 masjid untuk memperkuat ekonomi umat berbasis masjid.
BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi lanjutan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) pada Rabu (15/04/2026) di Ruang Rapat Sekda Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan program kepada para pengelola masjid yang terlibat.
Sebanyak 18 masjid terpilih dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ini, dengan masing-masing diwakili oleh satu orang takmir dan satu orang manajer BMM.
Libatkan Berbagai Pihak untuk Penguatan Program
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, perwakilan BPD Syariah, pendamping program BMM, serta para takmir dan manajer masjid se-Kabupaten Sleman.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan materi terkait program BMM.
BMM: Penguatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa Program BMM merupakan upaya penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang bertujuan membantu para mustahik dalam mengembangkan usaha.
“Dana yang diberikan kepada bapak dan ibu harus dapat dikelola dengan baik. Tidak ada bunga maupun jasa dalam penggunaannya, dan diharapkan mampu membantu pengembangan usaha jamaah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dana tersebut tidak boleh mengendap dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan usaha para mustahik. Jika program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, maka peluang penambahan bantuan di masa mendatang akan terbuka.
Dukungan dari DMI dan Kemenag Sleman
Ketua PD DMI Kabupaten Sleman turut memberikan motivasi kepada peserta agar program ini dapat dijalankan secara maksimal.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan.
Pendalaman Teknis dan Evaluasi Kesiapan Peserta
Dalam sesi pemaparan teknis, Muhaimin selaku pimpinan program BMM menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan di Masjid Agung Sleman.
Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya siap dalam menjalankan program, sehingga diperlukan penguatan pemahaman sebelum program berjalan secara optimal.
Sebagai bagian dari koordinasi, seluruh masjid peserta telah tergabung dalam grup komunikasi untuk mempermudah penyampaian informasi dan pengumpulan berkas administrasi.
Pengelolaan Dana Operasional Program
Dalam pelaksanaannya, program BMM menyarankan untuk bisa membuka rekening baru guna memisahkan keuangan BMM dengan dana kegiatan masjid yang lain. Selain itu BMM juga menyediakan dana operasional sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk kebutuhan administrasi dan pendukung kegiatan, seperti papan informasi, konsumsi, alat tulis kantor, rompi, serta transport pendamping program.
Harapan Ke Depan
Melalui sosialisasi teknis ini, BAZNAS Sleman berharap seluruh masjid peserta dapat menjalankan Program BMM secara optimal, transparan, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (ayw/BAZNASSleman)
BERITA17/04/2026 | Humas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →