WhatsApp Icon
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026.

Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

“Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran.

Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah.

Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta

 

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta.

 

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).

 

Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain:

 

1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar

BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.
Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut.

 

2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling

Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.

 

3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman

BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.
Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta.

 

4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji

Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total

 

5. Program Masjid Ramah Musafir

Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman.

 

6. Santunan bagi Masyarakat Miskin

BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan

Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.

 

8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin

Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan.

 

BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun

 

Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun.

Program tersebut meliputi:

  • Sleman Sehat
  • Sleman Cerdas
  • Sleman Produktif
  • Sleman Peduli

 

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman

 

Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes.
  • Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
  • Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***

10/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana zakat di Indonesia.

BAZNAS RI mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Partisipasi publik dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga.

BAZNAS menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A).

Sistem Pengawasan dan Audit Berlapis

Dalam menjalankan tata kelola zakat, BAZNAS RI menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak independen dan internal.

Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data keuangan.

Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) guna menjamin seluruh aktivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Secara internal, BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang mengawasi seluruh proses bisnis lembaga secara menyeluruh.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi baznas.go.id untuk BAZNAS Kabupaten Sleman; kabsleman.baznas.go.id. Hal ini memungkinkan publik melakukan pengawasan sosial secara mandiri.

Penyaluran Zakat Sesuai Delapan Asnaf

Dalam penyaluran dana, BAZNAS RI memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 menetapkan batas maksimal sebesar 12,5 persen atau 1/8 dari total dana zakat. Sementara itu, proporsi untuk asnaf lainnya ditentukan berdasarkan skala prioritas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011.

Porsi Terbesar untuk Asnaf Miskin

Sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan porsi terbesar dana zakat kepada asnaf miskin, yakni sebesar 38,4 persen dari total dana yang disalurkan.

Secara syariah, asnaf miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan papan bagi diri dan keluarganya.

Penyaluran kepada asnaf miskin tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Untuk wilayah perkotaan, BAZNAS RI mengembangkan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto. Program ini bertujuan memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro dengan pendampingan intensif.

Sementara di wilayah pedesaan, program yang dijalankan meliputi Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan.

Alokasi Fi Sabilillah dan Beasiswa

Dana zakat pada asnaf fi sabilillah sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, di antaranya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta berbagai bantuan pendidikan berdasarkan permohonan masyarakat.

Selain itu, dana fi sabilillah juga disalurkan untuk mendukung para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.

Penjelasan Terkait Porsi Amil

Menanggapi sorotan terhadap porsi amil, BAZNAS RI menegaskan bahwa amil merupakan salah satu dari delapan asnaf yang disebutkan secara eksplisit dalam QS. At-Taubah ayat 60.

Dalam Laporan Keuangan BAZNAS RI Tahun 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen dari total dana zakat. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 12,5 persen (1/8) sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 606 Tahun 2020.

Dana amil digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta instansi vertikal di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan zakat yang lebih optimal.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk merujuk pada sumber resmi BAZNAS setiap wilayah (Provinsi/Kota/Kabupaten) untuk BAZNAS Kabupaten Sleman melalui laman kabsleman.baznas.go.id dan media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Sleman (@baznaskabsleman) guna memperoleh informasi yang akurat.

Kepercayaan publik merupakan amanah besar yang terus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas penyaluran zakat demi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia.***

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya

BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Marbot Penerima BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sembada Lantai 1, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

 

Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut peluncuran program pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.545 marbot se-Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Parasamya.

 

Agenda utama pertemuan meliputi monitoring dan evaluasi data marbot penerima BPJS Ketenagakerjaan, serta validasi dan akurasi data guna memastikan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

 

Dalam rapat tersebut, DMI Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon melalui Panewu se-Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang DMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman, serta Pengurus Harian DMI Kabupaten Sleman.

 

BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Pelaksana Bidang III, Warih Komarasari, S.E., dan Pelaksana Bidang IV, Lina Shofiyyah, S.I.P.

 

Hasil Monitoring dan Evaluasi

 

Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 706 data marbot telah masuk ke sistem. Dari jumlah tersebut, 634 data dinyatakan valid dan berhak menerima kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sementara itu, sebanyak 72 data dinyatakan tidak valid karena yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS sebelumnya sehingga ditolak oleh sistem.

 

Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota yang ditargetkan, yakni sebanyak 1.545 marbot. Artinya, hingga saat ini baru sekitar separuh dari total kuota yang terpenuhi.

 

Untuk itu, DMI bersama jajaran kapanewon diminta segera melengkapi kekurangan data dengan mengingatkan para kamituwo di masing-masing kalurahan agar segera melakukan pendataan dan pengajuan marbot yang belum terdaftar.

 

Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para marbot di Kabupaten Sleman, sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting mereka dalam memakmurkan masjid dan melayani umat.

Sebagai informasi, dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi penanggung jawab pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.212 marbot, sementara DMI Kabupaten Sleman menanggung pembiayaan untuk 333 marbot. Seluruh pembiayaan ini merupakan wujud kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemasjidan, dan pemerintah daerah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

“BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

“Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

“Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

“Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.***

27/02/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman. Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program. Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga. “Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih. Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya. Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital. “Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya. Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya. “Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***
BERITA23/01/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Gelar Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up untuk Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Sleman Gelar Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up untuk Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z-Mart. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up guna meningkatkan kapasitas dan memperkuat daya saing UMKM dampingan agar mampu scale up di tengah persaingan usaha ritel yang semakin ketat. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di Ruang Rapat Praja II, Sekretariat Daerah Sleman, pada Rabu (21/01/2026), dan diikuti oleh Saudagar Z-Mart Sleman Penerima Manfaat (Mustahik) BAZNAS sebanyak 17 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, di antaranya Wakil Ketua I, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II, Muhaimin, M.Pd., serta Pendamping Program Z-Mart BAZNAS, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., beserta staf pelaksana BAZNAS Sleman. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dukungan modal yang diterima peserta Z-Mart yaitu total senilai Rp55.628.000., sebagian besar bersumber dari dana zakat dan sebagian kecil dari infak umat, sehingga harus dimanfaatkan secara amanah dan penuh tanggung jawab. “Dana yang digelontorkan kepada bapak dan ibu sekalian berasal dari zakat umat yang telah didoakan agar membawa keberkahan. Karena itu, harus digunakan secara amanah, istiqomah sesuai peruntukannya, agar usaha bisa berkembang dan menjadi percontohan ritel yang mampu bertahan di tengah gempuran menjamurnya usaha ritel modern,” ujarnya. Ia juga berharap program Z-Mart tidak berhenti hanya sampai saat ini, melainkan terus berkelanjutan dan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang dapat direplikasi di daerah lain. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan oleh Supervisor Member Relations Indogrosir Yogyakarta, Rokhimah, yang membahas tentang sistem membership Indogrosir, khususnya keunggulan Member Merah bagi pelaku usaha, serta kerjasama inject voucher bantuan barang dagangan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mustahik. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis keanggotaan, yakni member biru untuk umum, member merah untuk pelaku usaha, serta member platinum bagi usaha dengan omzet tertentu. “Proses pendaftaran member merah yang diawali dengan survei lokasi usaha hingga persetujuan, serta berbagai manfaat yang diperoleh, seperti informasi harga melalui broadcast, kunjungan edukasi, dan rencana kunjungan member secara berkala,” jelas Rokhimah. Materi selanjutnya disampaikan oleh Pelatihan dan Konsultan Satoeasa untuk Indonesia dengan tema Digital Marketing: Teknik Berjualan di Marketplace, yang dipandu oleh Manager Satoeasa, Uun Agung Prasetyo. Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan langsung cara berjualan di platform digital seperti TikTok dan Shopee, mulai dari instalasi aplikasi, pembuatan akun, hingga mengunggah produk. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Namun, keterbatasan waktu membuat peserta berharap adanya kelas lanjutan yang dapat dilaksanakan langsung di basecamp masing-masing kelompok Z-Mart. Pendamping Program Z-Mart BAZNAS, Ika mengungkapkan, tujuan diselenggarakannya acara ini dilatarbelakangi dengan kondisi mustahik Z-Mart Sleman berbasis warung yang notabene sering mengalami fluktuasi ekonomi, ditengah gempuran daya saing pasar dengan semakin maraknya kompetitor di lingkungan sekitar. Sehingga sebagai pendamping, ia ingin mendorong mustahik lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas SDM terutama dalam hal pemasaran melalui media sosial atau digital marketing. Ika melanjutkan, dari BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan Rp55.628.000., untuk mendukung semua kegiatan scale up mustahik Z-Mart, mulai dari bantuan modal usaha, peningkatan kapasitas; pelatihan digital marketing, pelatihan UMKM, dan pembagian goodie bag kepada mustahik. Ia berharap dengan adanya bantuan scale up berupa bantuan penguatan modal usaha dan peningkatan kapasitas dari BAZNAS Kabupaten Sleman, Saudagar Z-Mart semakin semangat, disiplin, kerja cerdas, mandiri, berdaya dalam mengembangkan usahanya. “Omzet semakin meningkat sehingga berangkat dari warung bisa menjadi tempat grosir ataupun mini market dan dapat memberikan dampak yang lebih baik, positif, manfaat, barokah untuk keluarga dan orang-orang disekitar,” ujarnya. Melalui pelatihan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman juga berharap para pelaku usaha Z-Mart mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar melalui digital marketing, serta tumbuh menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing.***
BERITA22/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Program BMM, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Program BMM, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Program ini disosialisasikan kepada perwakilan masjid se-Kabupaten Sleman dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Serambi Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, pada Selasa (20/01/2026). Program BMM diinisiasi sebagai upaya menjadikan masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi jamaah. Melalui skema pembiayaan produktif berbasis syariah, BMM ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari jamaah masjid. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 18 perwakilan masjid terpilih dari 17 kapanewon di wilayah Sleman. Turut hadir jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, di antaranya Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, M.Pd., Wakil Ketua IV Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, M.Pd.I., serta Pendamping Program BMM, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., dan beberapa pelaksana program BAZNAS Sleman. Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan secara rinci mengenai konsep, tujuan, mekanisme, serta peran Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) atau takmir masjid dalam pelaksanaan Program BMM. Ia menegaskan bahwa BMM merupakan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid yang telah berjalan di berbagai daerah dan mulai direalisasikan di Sleman pada tahun ini. “BMM ini bertujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan jamaah agar mampu berusaha atau berniaga. Kondisi setiap masjid berbeda-beda, baik dari jamaah maupun jenis usahanya. Karena itu, BMM hadir sebagai program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Kami membantu masjid untuk membangun dan mengelola BMM,” jelas Muhaimin. Ia menambahkan bahwa bantuan dalam Program BMM bukan bersifat hibah konsumtif, melainkan pembiayaan produktif berbasis syariah. BAZNAS Sleman memberikan stimulan dana sebesar Rp25 juta kepada masjid untuk kemudian digulirkan kepada jamaah penerima manfaat. Selain modal usaha tanpa riba, penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan usaha dan pembinaan keislaman. Adapun sasaran program ini adalah jamaah masjid atau masyarakat sekitar masjid yang memiliki usaha mikro atau kecil, termasuk pedagang, perajin, maupun pelaku jasa. Penerima manfaat harus masuk dalam kategori mustahik produktif, memiliki usaha yang sudah berjalan, serta bersedia mengikuti pendampingan dan aturan program. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara BAZNAS Sleman dan para peserta. Diskusi ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta menggali kesiapan masjid dalam menjalankan program BMM. Pendamping Program BMM, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., mengatakan pengelola (manager) BMM di setiap masjid yang terpilih ini akan diberikan pembinaan oleh BAZNAS Sleman terkait proses pengajuan proposal, verifikasi, keuangan sederhana, dan pendampingan program BMM. "Jadi saya akan melakukan monitoring, dengan mendatangi langsung ke setiap masjid secara bergilir dan akan dibuatkan jadwal yang dishare via WhatsApp Grup," ujar Ika. Muhaimin menambahkan, melalui Program BMM, BAZNAS Sleman berharap masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. “Kami ingin menghadirkan zakat yang tidak hanya habis dibagikan, tetapi dapat tumbuh, bergulir, dan mengangkat harkat ekonomi umat, dengan masjid sebagai pusatnya,” pungkas Muhaimin.***
BERITA20/01/2026 | ayw./
Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp1,05 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp1,05 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp1.050.000.000 untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada 9 Januari 2026, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemkab Sleman terhadap daerah yang tengah dilanda bencana. Total bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang bersumber dari KORPRI Kabupaten Sleman sebesar Rp552.000.000 dan BAZNAS Kabupaten Sleman sebesar Rp528.000.000 dan Rp100.000.000 disalurkan melalui pemkab Sleman. Dana yang terkumpul disalurkan kepada enam pemerintah daerah terdampak bencana di Sumatera. Wilayah penerima bantuan meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Aceh Utara. Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Rincian bantuan yang disalurkan yaitu Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan dari KORPRI sebesar Rp400 juta dan dari BAZNAS Rp100 juta. Kabupaten Tapanuli Tengah memperoleh Rp100 juta dari KORPRI dan Rp50 juta dari BAZNAS. Kabupaten Lima Puluh Kota menerima Rp22 juta dari KORPRI dan Rp78 juta dari BAZNAS. Sementara itu, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Aceh Utara masing-masing menerima bantuan dari BAZNAS sebesar Rp100 juta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis melalui zoom meeting, yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, serta perwakilan pemerintah daerah terdampak bencana. Secara simbolis, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., untuk kemudian disalurkan kepada daerah tujuan. Adapun penyaluran dana dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing pemerintah daerah, guna memastikan bantuan dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Dinformasikan, per 8 Januari 2026, sisa donasi di BAZNAS Sleman sejumlah Rp160.165.928. Dan sampai saat ini BAZNAS Sleman masih membuka donasi untuk bencana di sejumlah wilayah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat semangat gotong royong antar daerah dalam menghadapi situasi bencana.***
BERITA19/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cilacap
BAZNAS Sleman dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cilacap
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam. Kali ini, bantuan diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (14/01/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Asda I) Kabupaten Cilacap, Sumbowo, S.Sos., M.Si., bertempat di Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman serta BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap daerah yang tengah menghadapi musibah. Bantuan yang disalurkan berupa donasi uang tunai sebesar Rp20.000.000, yang merupakan hasil kolaborasi dan donasi dari Korpri Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Selain bantuan tunai, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menyerahkan 23 paket peralatan sekolah untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Cilacap. Paket peralatan sekolah tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cilacap, Hamidan Majdi, S.H., di lokasi yang sama. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para keluarga penyintas, khususnya anak-anak, agar tetap dapat melanjutkan aktivitas belajar meski berada dalam kondisi darurat pascabencana. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap lainnya, di antaranya Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), BPBD Bidang Kedaruratan, serta Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Cilacap. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi lintas daerah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Korpri menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan efektif. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban longsor di Cilacap, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antar daerah. Ke depan, BAZNAS Sleman akan terus hadir dalam berbagai aksi kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan amanah dari para muzaki.***
BERITA14/01/2026 | ayw./
Rp60 Juta dan 100 Rice Cooker, Bantuan Sleman untuk Korban Longsor Banjarnegara
Rp60 Juta dan 100 Rice Cooker, Bantuan Sleman untuk Korban Longsor Banjarnegara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Selasa, (13/01/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, di Rumah Dinas Bupati Banjarnegara. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap masyarakat Banjarnegara yang terdampak bencana alam. Dalam rombongan tersebut hadir jajaran pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., Plt Sekda, Tursiman, serta Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Aji Piluroso. Turut mendampingi pula jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, yaitu Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Muhaimin, M.Pd., Wakil Ketua III Muhyi Darmaji, M.Pd.I., Wakil Ketua IV Nasirun, S.A.P., serta Sekretaris BAZNAS Sleman Arif Hidayat, S.Kom. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai senilai total Rp60.000.000, yang berasal dari donasi KORPRI Kabupaten Sleman sebesar Rp40.000.000 dan BAZNAS Kabupaten Sleman sebesar Rp20.000.000. Selain bantuan tunai, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menyerahkan 100 unit rice cooker untuk mendukung kebutuhan dasar para penyintas di lokasi pengungsian. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para donatur dan masyarakat Sleman yang dihimpun melalui BAZNAS dan KORPRI. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana serta membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi warga Banjarnegara yang menjadi korban longsor. Sebagai informasi, bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Banjarnegara dan Cilacap pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Di Kabupaten Banjarnegara, longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan tinggi diduga menjadi pemicu runtuhnya tebing yang menimpa area persawahan dan perkebunan warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah warga, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke tenda-tenda pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi-aksi kemanusiaan, baik di wilayah Sleman maupun di daerah lain yang membutuhkan uluran tangan dan solidaritas.***
BERITA13/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menorehkan capaian membanggakan. Pada Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman resmi memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen, Dian Utami Public Accounting Firm, atas laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dengan raihan WTP tahun 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman tercatat delapan tahun berturut-turut memperoleh opini WTP atas laporan keuangan, sejak tahun 2018 hingga 2025. Berdasarkan laporan auditor independen, audit dilakukan terhadap Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman yang meliputi Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2025, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, serta ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan catatan penjelasan lainnya. Dalam opini auditor disebutkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman menyajikan secara wajar tanpa pengecualian dalam semua hal yang material, posisi keuangan per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Penyajian laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 409 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah. BAZNAS Kabupaten Sleman juga memaparkan rekapitulasi penghimpunan dan pentasharufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025. Total penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp13.402.731.788, sementara total pentasharufan mencapai Rp12.132.792.400. Adapun total penghimpunan ZIS tersebut terdiri dari zakat sebesar Rp12.291.910.861, serta infak dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp1.110.820.927. Dana yang terhimpun dan disalurkan tersebut telah memberikan manfaat kepada 55.352 penerima manfaat di berbagai sektor program BAZNAS Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan. Menurutnya, capaian Opini WTP ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. “Terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman pada tahun 2025 ini. Alhamdulillah, laporan keuangan kami kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkap Kriswanto. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman akan terus berkomitmen menjaga amanah umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi serta standar akuntansi yang berlaku. Dana ZIS yang dihimpun akan terus dioptimalkan untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah di Kabupaten Sleman. Mengakhiri pernyataannya, Kriswanto juga menyampaikan doa bagi para muzaki. “Semoga Allah SWT memberikan pahala atas harta yang telah dizakatkan dan diinfakkan, mensucikan harta yang tertinggal, serta melimpahkan keberkahan. Aamiin.” Dengan diraihnya Opini WTP selama delapan tahun berturut-turut, BAZNAS Kabupaten Sleman semakin meneguhkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan profesional, sekaligus menjadi mitra strategis masyarakat dalam menyalurkan ZIS untuk kemaslahatan umat.***
BERITA13/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjemput zakat di Kejaksaan Negeri Sleman pada Senin, (12/012026), yang dilaksanakan bertepatan dengan apel pagi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sleman. Kegiatan tersebut sebagai upaya BAZNAS Kabupaten Sleman dalam memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dalam optimalisasi pengumpulan zakat. Penyerahan zakat dilakukan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Bambang Yunianto, S.H., kepada Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh jajaran pegawai Kejaksaan Negeri Sleman yang mengikuti apel pagi, sehingga berlangsung secara terbuka, khidmat, dan penuh makna. Zakat yang diserahkan merupakan hasil penghimpunan zakat dari para pegawai Kejaksaan Negeri Sleman dengan total nilai mencapai Rp30.000.000. Dana zakat tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada para mustahik melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada kesejahteraan umat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman hadir bersama jajaran pimpinan dan pelaksana. Turut mendampingi Kepala BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., serta pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Kehadiran jajaran BAZNAS ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan zakat yang profesional, amanah, dan transparan kepada para muzaki. Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Sleman kepada BAZNAS Sleman sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi dengan instansi pemerintah sangat penting dalam mendorong optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Sleman. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan kami kelola secara profesional dan akuntabel. Dana ini akan disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak, melalui program-program unggulan BAZNAS Sleman, baik di bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun dakwah,” ungkap Kriswanto. Usai prosesi penyerahan zakat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Doa zakat penghasilan tersebut dibacakan agar zakat yang telah ditunaikan menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT, membawa keberkahan bagi para muzaki, serta memberikan manfaat luas bagi para penerima zakat. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Sleman dan jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Momen ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan jemput zakat ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk mendekatkan layanan kepada para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman.***
BERITA12/01/2026 | ayw./
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi berasal dari warga Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh Lurah Sariharjo, Sarbini, S.Sos., bersama sejumlah perangkat kalurahan ke Kantor BAZNAS Sleman pada Kamis (8/1/2026). Adapun total donasi yang diserahkan sebesar Rp55.579.000, yang merupakan hasil penghimpunan dari seluruh elemen masyarakat Kalurahan Sariharjo. Kedatangan rombongan dari Kalurahan Sariharjo disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., beserta para pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman. Penyerahan donasi berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan sebagai wujud solidaritas antarwarga untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Dalam sambutannya, Kriswanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian warga Kalurahan Sariharjo yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui BAZNAS Sleman. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, M.Kes., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan laporan perkembangan penghimpunan donasi. Hingga hari ini, total donasi yang berhasil dihimpun BAZNAS Sleman telah mencapai Rp795 juta. Sebelumnya, laporan penghimpunan donasi tersebut juga telah disampaikan secara simbolis kepada Bupati Sleman. “Kami juga matur ke pak Bupati, kami masih terus menggalang donasi. Sehingga diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah,” jelas Kriswanto. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Sleman menjelaskan rencana penyaluran bantuan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pekan depan, BAZNAS Sleman dijadwalkan berangkat untuk mengirimkan bantuan ke wilayah Cilacap dan Banjarnegara. Selanjutnya, pada hari Jumat, akan dilaksanakan prosesi penyerahan donasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh kepada BAZNAS RI secara daring melalui Zoom, dengan mekanisme transfer dana. Adapun wilayah utama sasaran penyaluran bantuan meliputi Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Mamuju Kota, serta Cilacap, Jawa Tengah. Sementara itu, Lurah Sariharjo, Kusbini, S.Sos., menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat di wilayahnya. “Yang kami sampaikan ke BAZNAS Sleman sejumlah Rp55.579.000,. Terima kasih sudah diterima, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ungkap Sarbini. Kegiatan silaturahmi dan penyerahan donasi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian warga Kalurahan Sariharjo terhadap sesama.***
BERITA08/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Pundi Surga dan diserahkan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Rabu (31/12/2025). Donasi sebesar Rp5.000.000 tersebut diterima secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Penyerahan donasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian LAZ Pundi Surga terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat dalam aksi kemanusiaan. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan LAZ Pundi Surga kepada BAZNAS Sleman sebagai mitra penyaluran bantuan. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga zakat sangat penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata kepada masyarakat terdampak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada LAZ Pundi Surga atas kepedulian dan kepercayaannya. Donasi ini akan kami salurkan secara amanah dan transparan untuk membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujar Kriswanto. Ia menambahkan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan kepedulian dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi antara BAZNAS dan LAZ, diharapkan proses penghimpunan dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak yang nyata bagi para korban. Dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Sleman, pihaknya berharap bantuan dapat tersampaikan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan bahwa seluruh donasi yang diterima akan dikelola sesuai prinsip amanah, profesional, dan akuntabel. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI serta pihak terkait agar dapat menjangkau wilayah terdampak secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat dan lembaga lainnya untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya dalam situasi darurat bencana. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan dukungan dan kepercayaan yang terus mengalir, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.***
BERITA05/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Bupati Sleman, pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp49.050.000 yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Donasi diterima secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., yang hadir mewakili BAZNAS Sleman dalam acara tersebut. Nasirun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyelenggara PAUD se-Kabupaten Sleman atas kepedulian dan partisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, donasi yang dihimpun merupakan wujud nyata solidaritas dan empati dari insan pendidikan terhadap sesama yang tengah mengalami musibah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujar Nasirun. Selain BAZNAS Sleman, terdapat lembaga lain yang juga menerima donasi dalam kegiatan tersebut, yaitu PMI Kabupaten Sleman dan LazisMu Sleman, masing-masing dengan nominal donasi yang sama, yakni Rp49.050.000. Penyaluran donasi melalui beberapa lembaga kemanusiaan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan serta menjangkau lebih banyak korban bencana. Kegiatan Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman tidak hanya menjadi forum koordinasi program pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Melalui partisipasi dalam penggalangan donasi ini, para pendidik PAUD menunjukkan peran strategisnya dalam menumbuhkan budaya empati dan gotong royong, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat ZIS serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat semakin meningkat. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, terutama dalam situasi darurat bencana. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, BAZNAS Kabupaten Sleman optimistis dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, baik di tingkat lokal maupun nasional.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi program bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Sleman, yang digelar pada Selasa (30/12/2025) di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 10 Lembaga Amil Zakat yang beroperasi di wilayah Sleman. Dari undangan tersebut, tercatat 6 perwakilan LAZ hadir dan mengikuti agenda koordinasi secara langsung. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana program zakat tahun 2026. Koordinasi dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P. Dalam sambutannya, Nasirun menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga amil zakat agar pengelolaan ZIS di Kabupaten Sleman dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Koordinasi ini merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menyelaraskan rencana program masing-masing LAZ ke depan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengentasan masalah sosial di Sleman,” ujar Nasirun. Dalam forum tersebut, masing-masing perwakilan LAZ diberikan kesempatan untuk menyampaikan gambaran umum rencana program yang akan dijalankan pada tahun 2026. Program-program tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, sosial kemanusiaan, hingga program dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Melalui diskusi ini, BAZNAS Sleman berupaya memetakan potensi kolaborasi antar lembaga agar penyaluran dana ZIS dapat lebih optimal dan tepat sasaran. Nasirun juga menyampaikan bahwa BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjalankan perannya sebagai koordinator pengelolaan zakat di daerah, sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, koordinasi dengan LAZ menjadi langkah strategis dalam menjaga tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. “Kami berharap melalui koordinasi ini, ke depan akan terbangun sinergi program yang lebih kuat. Dengan kolaborasi yang baik, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Suasana koordinasi berlangsung dialogis dan konstruktif. Para peserta saling bertukar pandangan, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program zakat di lapangan. Selain membahas rencana program, forum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahim antar pengelola zakat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap, hasil dari koordinasi ini dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program zakat tahun 2026 yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan LAZ diharapkan mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan di Kabupaten Sleman.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan silaturahim dan studi banding dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman dan menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat diwakili oleh Wakil Ketua I, Firmansyah, S.Pd., M.M. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Suasana pertemuan berlangsung hangat, santai, dan penuh nuansa kekeluargaan. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat melakukan studi banding terkait strategi penghimpunan dana ZIS yang selama ini diterapkan oleh BAZNAS Sleman. Sleman dinilai berhasil membangun sistem penghimpunan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas sosial dan keagamaan. Firmansyah menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta memperoleh referensi praktik terbaik yang dapat diadaptasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengapresiasi keterbukaan BAZNAS Sleman dalam berbagi pengalaman dan strategi, khususnya dalam membangun kepercayaan publik serta optimalisasi potensi zakat di daerah. “Kami melihat BAZNAS Sleman memiliki sistem penghimpunan yang cukup kuat dan konsisten. Melalui studi banding ini, kami berharap dapat belajar langsung dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di Sumbawa Barat,” ungkap Firmansyah. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menjelaskan bahwa keberhasilan penghimpunan ZIS tidak terlepas dari sinergi yang baik antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang komunikatif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan muzakki. “BAZNAS Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi penghimpunan. Mulai dari penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemanfaatan kanal digital, hingga pendekatan edukatif kepada masyarakat. Kami senang jika pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi daerah lain,” ujar Muhyi Darmaji. Diskusi dan dialog antara kedua belah pihak berlangsung interaktif. Berbagai topik dibahas, mulai dari strategi peningkatan penghimpunan, penguatan kelembagaan, pengelolaan UPZ, hingga tantangan yang dihadapi dalam mengelola zakat di daerah masing-masing. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di Indonesia. Kunjungan silaturahim dan studi banding ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, BAZNAS di berbagai daerah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Rangkaian kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh para donatur ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (29/12/2025). Kali ini, donasi berasal dari dua pihak, yaitu SD Negeri Sarikarya, Kragilan, Condongcatur dan Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh Tahun 2017. Total donasi yang diterima mencapai Rp4.153.000, dengan rincian donasi dari SDN Sarikarya sebesar Rp3.153.000, serta dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 sebesar Rp1.000.000. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang terus mengalir dari masyarakat Sleman, termasuk dari lingkungan pendidikan dan komunitas keagamaan. Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan empati sosial masih sangat kuat. Donasi dari SDN Sarikarya memiliki nilai yang sangat istimewa. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan dari para siswa dan siswi kelas 1 hingga kelas 6 yang dengan penuh kesadaran menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini. “Ini donasi dari siswa siswi kami dari kelas 1 sampai 6,” ungkap perwakilan BAZNAS Sleman. Sementara itu, donasi dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 menjadi wujud nyata kepedulian jamaah dan alumni haji terhadap kondisi kemanusiaan di tanah air. Melalui donasi ini, para alumni berharap dapat ikut meringankan penderitaan korban bencana sekaligus memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan bahwa seluruh donasi yang diterima akan disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran melalui mekanisme resmi BAZNAS. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI dan pihak terkait agar dapat menjangkau masyarakat terdampak di Sumatera dan Aceh secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi, terutama dalam situasi darurat bencana. Setiap donasi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan kepercayaan yang terus diberikan oleh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjadi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman secara resmi menyampaikan hasil penggalangan donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Penyampaian donasi dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Bupati Sleman dalam rangkaian acara Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 Tahun 2026 Kabupaten Sleman, yang berlangsung di Pendopo Parasamya, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman. Turut hadir Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, kepala instansi vertikal, Wakil Ketua DPRD Sleman, jajaran Komisi B DPRD Sleman, kepala BUMD, pimpinan perusahaan di wilayah Sleman, pimpinan perguruan tinggi, para Panewu, serta seluruh tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, secara simbolis menyerahkan laporan dan hasil donasi kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M. Penyerahan ini menjadi bentuk akuntabilitas dan transparansi BAZNAS Sleman kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Drs. Kriswanto menyampaikan bahwa donasi yang berhasil dihimpun merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Sleman terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam. Total donasi yang terkumpul dari seluruh lapisan masyarakat Sleman mencapai Rp693.778.700. “Alhamdulillah, berkat sinergi dan kepedulian masyarakat Sleman, donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh dapat terkumpul. Dana ini berasal dari partisipasi ASN, pelaku usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat umum. Seluruhnya akan disalurkan melalui mekanisme yang amanah dan tepat sasaran,” ujar Kriswanto. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana donasi sesuai prinsip syariah, transparansi, dan profesionalisme. BAZNAS Sleman akan terus bersinergi dengan BAZNAS RI serta pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat segera diterima oleh para korban bencana. Momentum penyampaian donasi dalam acara resmi penyampaian SPPT PBB P2 Kabupaten Sleman dinilai tepat, karena dihadiri oleh berbagai unsur strategis daerah. Hal ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi, khususnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan tersampaikannya hasil donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat. Ke depan, BAZNAS Sleman akan terus mengoptimalkan peran sebagai lembaga pengelola dana umat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.***
BERITA29/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi dari Lembaga Pendidikan untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi dari Lembaga Pendidikan untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima donasi kemanusiaan dari para donatur untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh lembaga pendidikan di Kabupaten Sleman sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana. Pada Selasa, 23 Desember 2025, SMP Negeri 3 Prambanan menyerahkan donasi sebesar Rp4.023.000 yang diantarkan langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman dan diterima oleh tim pengelola sebagai amanah untuk disalurkan kepada para korban bencana. Selanjutnya, pada Rabu, 24 Desember 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima donasi dari SD Negeri Karangasem sebesar Rp3.200.000. Donasi tersebut juga diserahkan secara langsung ke kantor BAZNAS Sleman sebagai wujud kepedulian warga sekolah terhadap musibah bencana yang melanda Sumatera dan Aceh. Pada hari yang sama, SMA Angkasa turut menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp4.926.000. Menariknya, donasi tersebut diantarkan langsung oleh tiga orang perwakilan siswa SMA Angkasa ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran para siswa ini mencerminkan partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan serta penanaman nilai empati dan solidaritas sosial sejak dini. Penyerahan donasi dari perwakilan siswa SMA Angkasa disambut hangat oleh tim BAZNAS Sleman. BAZNAS memberikan apresiasi atas inisiatif sekolah yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses penyaluran donasi, sehingga nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial dapat dirasakan dan dipahami secara nyata oleh para pelajar. BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, yakni SMP Negeri 3 Prambanan, SD Negeri Karangasem, dan SMA Angkasa, atas kepercayaan yang diberikan dalam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS Sleman. Seluruh dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para korban bencana di Sumatera dan Aceh, seperti bantuan logistik, pangan, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan pascabencana. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan dapat tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak. Melalui peran aktif lembaga pendidikan dan generasi muda dalam aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Sleman berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan melalui lembaga resmi agar bantuan yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik dan berkelanjutan.***
BERITA24/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman turut berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan sektor pertanian lokal pada Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang digelar pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya & Berbudaya” dan merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dengan Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Lestari wilayah Sleman dan Ngaglik. Acara tersebut diselenggarakan oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dan diikuti oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari anggota Paguyuban KWT Arum Lestari, perwakilan Dharma Wanita, penyuluh pertanian, serta tamu undangan dari unsur pemerintah daerah. Peringatan Hari Ibu 2025 ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Ketua Dharma Wanita Dinas Pertanian beserta jajaran anggota, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Paguyuban KWT Arum Lestari Sleman dan Ngaglik, dilanjutkan sambutan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta sambutan dari Bupati Sleman yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten II. Dalam momentum tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan tani, melalui penyerahan bantuan alat, mesin, dan sarana pertanian (alsintan) kepada sembilan Pos Penyuluhan Kalurahan (Posluhkal). Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang secara langsung hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima. Adapun sembilan Posluhkal penerima bantuan tersebut meliputi Posluhkal Tirtomartani Kalasan, Selomartani, Sumberadi, Sukoharjo, Wukirharjo, Tegaltirto, Madurejo, Bangunkerto, dan Tamanmartani. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional penyuluhan dan kegiatan pertanian yang dikelola oleh kelompok-kelompok tani perempuan di masing-masing wilayah. Bantuan alat mesin dan sarana pertanian yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada setiap Posluhkal meliputi dua roll mulsa, satu pack benih cabai, dua pack benih timun, satu botol VOC, satu unit sprayer elektrik, serta pupuk NPK seberat tujuh kilogram. Seluruh bantuan tersebut digunakan sebagai stimulan untuk meningkatkan semangat dan produktivitas anggota Posluhkal dalam menjalankan kegiatan pertanian berkelanjutan. Muhaimin menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari peran BAZNAS dalam pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk sektor ekonomi produktif. Menurutnya, pemberdayaan perempuan tani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di tingkat kalurahan. “BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir mendukung program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bantuan ini kami harapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para anggota Posluhkal, khususnya kelompok wanita tani, untuk terus produktif dan mandiri,” ujarnya. Selain penyerahan bantuan, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu 2025 juga diisi dengan kunjungan stand pameran oleh perwakilan pemerintah daerah. Stand-stand tersebut menampilkan berbagai hasil olahan pertanian dan kreativitas kelompok wanita tani sebagai wujud nyata peran perempuan dalam pembangunan pertanian yang berdaya dan berbudaya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelompok wanita tani, dan lembaga zakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.***
BERITA24/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari 7 Donatur
BAZNAS Sleman Terima Donasi Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari 7 Donatur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh pada Senin (22/12/2025). Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh para donatur yang datang ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Pada hari tersebut, terdapat tujuh donatur dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, alumni jamaah haji, hingga masjid dan masyarakat dusun, yang secara langsung menyerahkan bantuan. Seluruh donasi diterima oleh tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Sleman untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh melalui mekanisme BAZNAS. Adapun donatur yang berpartisipasi dalam penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut antara lain SDN Percobaan 2 yang menyerahkan donasi sebesar Rp7.710.000, Alumni Haji An Nur 2022 sebesar Rp1.500.000, serta SD se-Kapanewon Pakem dengan total donasi mencapai Rp26.109.000. Selain itu, donasi juga datang dari Masjid Al Fatah dan Masyarakat Dusun Sedan dengan nominal Rp20.350.000, SD se-Kapanewon Mlati (Korwil Mlati) sebesar Rp21.500.000, SMP Negeri 2 Tempel sebesar Rp2.300.000, serta TK Pertiwi Caturharjo yang menyerahkan bantuan senilai Rp1.350.000. Total donasi yang terkumpul dari ketujuh donatur tersebut mencapai puluhan juta rupiah, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Sleman terhadap isu kemanusiaan. Penyerahan donasi berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Setelah proses penerimaan donasi oleh tim UPZ BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan foto dokumentasi bersama antara para donatur dengan pimpinan BAZNAS Sleman maupun perwakilan UPZ sebagai bentuk apresiasi dan transparansi kepada para pemberi amanah. BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Donasi yang dihimpun akan disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para korban bencana, seperti kebutuhan pangan, logistik darurat, layanan kesehatan, serta pemulihan pascabencana. Melalui penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir sebagai lembaga yang menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan para mustahik dan korban bencana. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya lembaga pendidikan dan komunitas lokal, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat luas untuk terus menyalurkan bantuan dan kepedulian melalui jalur resmi agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, dan akuntabel. Dukungan yang diberikan tidak hanya meringankan beban para korban bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ketahanan sosial dan kemanusiaan.***
BERITA23/12/2025 | ayw./
DPRD Komisi A Tulungagung Kunjungi BAZNAS Sleman, Pelajari Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah
DPRD Komisi A Tulungagung Kunjungi BAZNAS Sleman, Pelajari Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari DPRD Komisi A Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 pada Jumat (19/12/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Praja Lantai 2 Kabupaten Sleman dan dihadiri oleh sekitar 20 orang rombongan yang terdiri dari jajaran anggota Komisi A DPRD Tulungagung beserta sekretariat dan pendamping. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi terkait optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman berhalangan hadir dalam kesempatan tersebut, sehingga penerimaan rombongan DPRD Tulungagung diwakili oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir mendampingi jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, yaitu Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Muhaimin, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Ketua IV Nasirun, S.A.P. Muhyi Darmaji membuka acara dengan doa, dilanjutkan pemaparan profil singkat BAZNAS Kabupaten Sleman. Dalam presentasinya, ia menjelaskan visi dan misi BAZNAS Sleman, luas wilayah Kabupaten Sleman, serta capaian penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS. “Target penghimpunan BAZNAS Sleman tahun 2025 sebesar Rp11,5 miliar. Hal ini didukung oleh Instruksi Bupati (Inbup) dan Surat Edaran yang mengatur pemotongan zakat ASN dari penghasilan bruto, tidak hanya dari gaji, tetapi juga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang mulai diberlakukan sejak November,” jelas Muhyi. Ia menambahkan, capaian penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp10.333.887.600 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 50.302 orang. Seluruh program unggulan BAZNAS Sleman telah tersalurkan 100 persen bahkan lebih, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan DPRD Kabupaten Tulungagung, KH. Asmuni, M.Si. Ia menyampaikan apresiasi atas paparan yang disampaikan BAZNAS Sleman serta mengakui bahwa capaian penghimpunan zakat di Sleman dinilai lebih optimal. “Pencapaian BAZNAS Sleman ini luar biasa. Jika di Tulungagung, infak justru lebih besar dibandingkan zakat. Kami ingin sekali mengoptimalkan pengumpulan zakat seperti yang dilakukan BAZNAS Sleman. Ternyata memang sesuai dengan tujuan kami berkunjung ke sini,” ungkap Asmuni. Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja DPRD Komisi A Tulungagung ke BAZNAS Sleman merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas kinerja pimpinan dan anggota DPRD, sekaligus memperkuat referensi kebijakan pengelolaan ZIS di daerah. Menanggapi hal tersebut, Muhyi Darmaji menambahkan bahwa keberadaan Inbup dan Surat Edaran menjadi kunci penyempurnaan sistem pengelolaan ZIS di Sleman. “Seluruh OPD di Sleman telah menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS, sehingga proses penghimpunan, pemotongan, dan penyetoran zakat berjalan lebih sistematis. InsyaAllah target penghimpunan tahun 2026 kami naikkan menjadi Rp12,8 miliar,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Suharyono, S.Pd., yang hadir mewakili pimpinan DPRD Sleman untuk menerima kunjungan DPRD Tulungagung. Ia menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Sleman yang saat ini menghadapi efisiensi anggaran hingga Rp279 miliar, sehingga diperlukan sinergi berbagai pihak untuk tetap menjaga pembangunan daerah. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman saat ini sebesar Rp1,2 triliun dan ditargetkan pada tahun 2026 dapat mencapai Rp1,5 triliun. Banyak program strategis yang harus dijalankan, salah satunya Program Sleman Pintar untuk keluarga rentan miskin agar dalam satu keluarga minimal ada satu sarjana,” jelas Suharyono. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Sleman atas perannya dalam mendukung program pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami mengapresiasi BAZNAS Sleman. Kita bersamai, kita laporkan kegiatan ini, dan semoga kolaborasi ini terus terjaga,” tuturnya. Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan sinergi antara DPRD Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari PKK, Pelaku Usaha, dan Pelajar
BAZNAS Sleman Terima Donasi Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari PKK, Pelaku Usaha, dan Pelajar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah kepedulian masyarakat untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diantarkan langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Jumat (19/12/2025) oleh sejumlah pihak, mulai dari organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga kalangan pelajar. Donasi terbesar diterima dari Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Ambarketawang dengan total sebesar Rp85.200.000. Selain itu, donasi juga datang dari Toko Arum Baru dan CV Adijaya Caloka sebesar Rp7.650.000, serta dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Pakem sebesar Rp1.985.000. Seluruh donasi tersebut diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Perwakilan TP PKK Kalurahan Ambarketawang, Murtini, menyampaikan rasa syukur atas terkumpulnya donasi yang cukup besar dari warga. Ia mengatakan bahwa penggalangan dana ini merupakan wujud solidaritas dan empati masyarakat terhadap korban bencana alam. “Alhamdulillah ini terkumpul lumayan untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana. Ini juga menjadi donasi terbanyak yang kami kumpulkan, sebelumnya kami pernah menggalang donasi untuk korban erupsi Semeru beberapa waktu lalu. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Murtini. Sementara itu, perwakilan dari Toko Arum Baru dan CV Adijaya Caloka, Usmantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin menggalang donasi kemanusiaan dan menyalurkannya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurutnya, memilih lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah merupakan langkah tepat agar donasi dapat disalurkan secara amanah dan tepat sasaran. “InsyaAllah kami mempercayai penyaluran donasi melalui lembaga-lembaga resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Dengan demikian, bantuan yang kami salurkan dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan bisa didistribusikan secara lebih merata,” ungkap Usmantoro. Kepedulian juga datang dari dunia pendidikan. BAZNAS Kabupaten Sleman menerima donasi dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Pakem. Karena para siswa telah memasuki masa libur sekolah, donasi tersebut diantarkan langsung oleh guru mereka, David, sebagai perwakilan sekolah. “Ini merupakan donasi dari anak-anak kami, siswa-siswi SMPN 2 Pakem. Mohon maaf anak-anak tidak bisa mengantarkan langsung karena sudah libur sekolah, sehingga kami yang mewakili. Semoga donasi ini bisa memberikan manfaat dan membantu meringankan penderitaan para korban bencana di Sumatera dan Aceh,” tutur David. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan donasi melalui BAZNAS Sleman. Ia mendoakan agar para donatur diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta keberkahan dalam setiap langkahnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian masyarakat. Semoga bagi para donatur diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, dan keberkahan yang berlipat. InsyaAllah donasi ini akan kami salurkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhaimin. Muhaimin menambahkan, seluruh donasi yang telah terkumpul akan diteruskan kepada BAZNAS RI untuk kemudian disalurkan langsung kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Melalui penyaluran donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat terus terjaga, khususnya dalam membantu sesama yang tengah tertimpa musibah. (ayw/BAZNAS Sleman)
BERITA22/12/2025 | ayw./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →