Berita Terbaru
Hari Kedua MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Siswa dan Guru Praktik Simulasi Gempa Bumi
Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman berlanjut pada hari kedua di MI Bina Akhlaq, Pakem, Senin (24/8/2026).
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan peta dan jalur evakuasi sekolah serta pembagian peran dalam menghadapi bencana. Materi tersebut dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan bencana gempa bumi yang melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah.
Materi pertama, “Pembuatan Peta dan Jalur Evakuasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Yusuf Toto Purwoko. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali lingkungan sekolah sekaligus memahami jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.
Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok membuat gambar peta atau denah sekolah dengan didampingi satu orang guru. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Kegiatan tersebut tidak hanya melatih siswa menggambarkan denah sekolah, tetapi juga membantu mereka memahami posisi jalur evakuasi dan titik kumpul. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak kebingungan ketika terjadi bencana serta mampu mengambil langkah penyelamatan secara tepat, cepat, dan aman.
Guru dan Staf Dilatih Memahami Peran Saat Bencana
Materi kedua, “Pembagian Peran dan Praktik Simulasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Nur Cahyo Abdullah. Materi ini diikuti oleh guru dan staf sekolah sebelum dilanjutkan dengan praktik simulasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Dalam simulasi, guru dan staf diberikan pembagian tugas yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Beberapa di antaranya bertugas sebagai tim kesehatan, pemberi tanda atau peringatan bencana, hingga membantu proses pertolongan dan evakuasi.
Salah satu hal yang ditekankan adalah penggunaan tanda peringatan yang harus dipahami oleh seluruh warga sekolah. Ketika alat tersebut dibunyikan, seluruh warga sekolah harus segera tanggap dan mengikuti prosedur penyelamatan yang telah disepakati.
Simulasi Gempa Bumi Dibuat Seperti Kondisi Sebenarnya
Praktik simulasi diawali dengan skenario terjadinya gempa bumi di lingkungan sekolah. Dalam skenario tersebut, seorang siswa digambarkan tertimpa kursi di lantai dua sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi.
Seluruh proses dibuat menyerupai kondisi kejadian sebenarnya. Siswa, guru, dan staf menjalankan peran masing-masing sesuai pembagian tugas yang telah diberikan.
Melalui simulasi tersebut, seluruh warga MI Bina Akhlaq diharapkan semakin memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, mulai dari merespons peringatan, melakukan penyelamatan diri, memberikan pertolongan, hingga mengevakuasi korban menuju lokasi yang aman.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dari Program MANTAB untuk membangun kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Pengetahuan mengenai peta sekolah, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pembagian tugas diharapkan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Resmi Ditutup
Rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq, Pakem, kemudian ditutup melalui kegiatan yang dihadiri pihak sekolah dan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Yayasan. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi menutup rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan modul kepada pihak sekolah sebagai bahan pendukung untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutupan dan foto bersama di halaman depan MI Bina Akhlaq.
Melalui Program MANTAB, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BPBD Sleman terus mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan madrasah. Edukasi dan simulasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk respons yang cepat, tepat, dan aman ketika bencana benar-benar terjadi.***
BERITA28/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Talkshow Pasar Bela Negara Dorong UMKM Sleman Semakin Produktif dan Mandiri
Program Sleman Produktif menjadi bahasan utama dalam Talkshow Pasar Bela Negara yang digelar Jumat (28/8/2026) pagi di sisi utara Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman tersebut menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., sebagai narasumber.
Mengangkat tema “Sleman Produktif, Usaha Makin Aktif”, talkshow membahas program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai mustahik. Program ini dirancang untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam talkshow, masyarakat memperoleh informasi mengenai Program Sleman Produktif, mulai dari kriteria penerima manfaat, mekanisme pengajuan bantuan, tata kelola bantuan, hingga pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM mitra program.
Mengenal Program Sleman Produktif
Muhyi Darmaji menjelaskan, Sleman Produktif merupakan salah satu program BAZNAS Kabupaten Sleman yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha.
Program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan modal. Penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan agar bantuan yang diterima dapat dikelola secara tepat dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha.
Pelaksanaan program ini telah diwujudkan melalui sejumlah penyaluran bantuan kepada kelompok UMKM di Kabupaten Sleman. Penerima manfaat dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, yakni masyarakat yang memenuhi syarat sebagai mustahik sekaligus memiliki usaha yang berpotensi untuk dikembangkan.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, setiap calon penerima manfaat terlebih dahulu menjalani proses survei dan verifikasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan penerima serta memastikan kebutuhan bantuan sesuai dengan kondisi dan potensi usaha yang dimiliki.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.
Tak Sekadar Bantuan Modal
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam talkshow adalah pentingnya pendampingan bagi penerima manfaat. Program Sleman Produktif tidak hanya memberikan stimulus permodalan, tetapi juga mendampingi penerima dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
Pendampingan mencakup berbagai aspek, seperti pengelolaan usaha, manajemen kelompok, pencatatan keuangan, pengembangan produk, hingga monitoring perkembangan usaha.
BAZNAS Kabupaten Sleman juga memberikan pendampingan tersebut secara gratis. Para pendamping membantu penerima manfaat dalam mengoptimalkan bantuan sekaligus memperkuat sistem usaha yang telah berjalan.
Mendorong UMKM Semakin Aktif dan Mandiri
Talkshow Pasar Bela Negara dengan tema “Sleman Produktif, Usaha Makin Aktif” menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan tambahan modal.
Pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, manajemen usaha, serta kemampuan menjaga keberlanjutan bisnis merupakan bagian penting dalam proses pengembangan usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Program Sleman Produktif yang memadukan stimulan permodalan dengan pendampingan usaha. Melalui pendekatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong penerima manfaat agar tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga terus berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih produktif dan mandiri.
Program Sleman Produktif sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi. Dengan usaha yang semakin berkembang, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan keluarga.***
BERITA28/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Program MANTAB BAZNAS Sleman Dimulai di MI Bina Akhlaq Pakem untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman resmi membuka Program MANTAB (Madrasah Aman Tanggap Bencana) di MI Bina Akhlaq, Pakem, Sleman, Jumat (21/8/2026). Program ini menjadi langkah bersama untuk membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan madrasah.
Pembukaan Program MANTAB diawali dengan seremoni launching dan penyerahan mock-up kepada Kepala Madrasah serta perwakilan siswa MI Bina Akhlaq Pakem. Program MANTAB merupakan inisiasi BAZNAS RI yang kemudian dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dengan memilih satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan potensi risiko bencana.
MI Bina Akhlaq Pakem dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di kawasan yang memiliki risiko bencana, dengan jarak sekitar 13 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Selain itu, lembaga pendidikan ini memiliki jenjang pendidikan yang cukup lengkap, mulai dari daycare, PAUD, TK hingga SD, sehingga dinilai strategis untuk menjadi bagian dari upaya penguatan edukasi kebencanaan sejak usia dini.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutan sekaligus laporannya menyampaikan bahwa kawasan Pakem yang berada di lereng Gunung Merapi memiliki potensi sekaligus tantangan geografis berupa risiko bencana alam.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen dalam aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat melalui program yang bersifat preventif dan edukatif.
“Melalui sinergi bersama BAZNAS, BPBD dan Kemenag Sleman, kami hadir di MI Bina Akhlaq Pakem untuk menginisiasi gerakan sadar bencana sejak dini,” ujar Muhyi.
Ia menambahkan, sekolah dan madrasah perlu menjadi zona aman yang memiliki kapasitas, ketangguhan, serta prosedur yang jelas ketika menghadapi situasi darurat. Program MANTAB diharapkan dapat melahirkan generasi yang mandiri, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana.
“Zakat yang diamanahkan oleh para muzakki melalui BAZNAS hari ini kita wujudkan dalam bentuk investasi keselamatan bagi aset masa depan bangsa, yaitu anak-anak kita,” lanjutnya.
Program MANTAB dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan sesaat. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesiapsiagaan anak sejak dini, memperkuat pengetahuan mengenai mitigasi risiko bencana, serta membentuk prosedur tanggap darurat dan budaya aman di lingkungan madrasah.
Sinergi BAZNAS dan BPBD untuk Edukasi Kebencanaan
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki kemampuan untuk bersikap mandiri dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Ia menyebut Program MANTAB di MI Bina Akhlaq menjadi salah satu pilot project untuk memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah. Menurutnya, Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi risiko bencana, termasuk gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi.
Bambang juga mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam memperkuat upaya sekolah aman dan tanggap bencana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak satuan pendidikan di Sleman yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS DIY yang diwakili H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan menjadi hal penting, khususnya karena wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam potensi bencana.
BAZNAS DIY, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait program satuan pendidikan aman bencana. Upaya tersebut juga diarahkan agar edukasi tanggap bencana dapat semakin terintegrasi dalam lingkungan sekolah dan madrasah.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran anak-anak sejak dini mengenai tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, anak-anak perlu memahami bahwa kepanikan dan tindakan berlari tanpa arah justru dapat meningkatkan risiko.
Jazilus juga menilai masyarakat Yogyakarta memiliki modal sosial berupa budaya guyub dan gotong royong yang menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Namun, kekuatan tersebut perlu diperkuat dengan sistem kesiapsiagaan yang terencana.
Hari Pertama MANTAB Diikuti Siswa dengan Antusias
Kepala Yayasan MI Bina Akhlaq Pakem, Drs. H. Aminuddin Najib, menyambut baik penunjukan MI Bina Akhlaq sebagai lokasi Program MANTAB. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat bagi siswa dan seluruh warga madrasah.
“Kami mohon doa agar sekolah kami berkah,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi” yang disampaikan oleh Fitra dari BPBD Sleman. Peserta kemudian mengikuti Sosialisasi Program MANTAB yang disampaikan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan hari pertama berlangsung hingga sore hari. Meski materi diberikan dalam rangkaian kegiatan yang cukup panjang, siswa-siswi MI Bina Akhlaq Pakem terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat (21/8/2026) dan Senin (24/8/2026). Melalui program ini, BAZNAS Sleman bersama BPBD Sleman berharap kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menghadapi bencana dapat tumbuh sejak dini sehingga madrasah menjadi lingkungan yang semakin aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.***
BERITA27/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Evaluasi Penanganan Kekeringan Girikerto, BAZNAS Sleman Siap Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga
Penanganan kekurangan air bersih di wilayah Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, terus dievaluasi oleh pemerintah dan berbagai unsur yang terlibat. BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri rapat evaluasi dropping air untuk penanganan kekeringan yang digelar di Kalurahan Girikerto, Kamis (20/8/2026).
Rapat evaluasi tersebut diselenggarakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Lurah Girikerto, H. Sudibya, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu masyarakat Kemirikebo menghadapi persoalan kekurangan air.
“Atas nama Pemerintah Kalurahan Girikerto, kami mengucapkan terima kasih atas support semua pihak. Kami merasa terlindungi dan bangga atas kerja sama seluruh elemen dalam menangani masalah air di Kemirikebo,” kata Sudibya.
Menurutnya, masyarakat Kemirikebo yang terdampak mencapai sekitar 570 jiwa, ditambah kebutuhan air untuk hewan ternak. Pemerintah Kalurahan Girikerto akan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Evaluasi Dropping Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengatakan rapat tersebut merupakan pertemuan kedua yang dilakukan untuk membahas antisipasi kekurangan air di Girikerto.
Bambang menyebutkan, bantuan dropping air telah dilakukan secara bergiliran oleh berbagai pihak. Hingga evaluasi digelar, terdapat 31 kali dropping dari PDAM, selain bantuan dari BAZNAS, PMI, relawan, dan berbagai pihak lainnya.
“Terima kasih atas bantuan dari BAZNAS, PMI dan lainnya secara bergiliran. Ini kita evaluasi, apakah sudah cukup atau masih perlu tambahan,” ujar Bambang.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih di wilayah terdampak perlu terus dipantau. Apabila kondisi masih membutuhkan bantuan, dropping air dapat kembali dilakukan sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan masyarakat.
Sumur Bor Menjadi Solusi Jangka Panjang
Selain penanganan melalui dropping air bersih, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air di Kemirikebo dan wilayah Girikerto.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan sumur bor. Bambang menyampaikan bahwa proposal pembangunan sumur bor telah diajukan dan saat ini berada di meja Bupati Sleman untuk mendapatkan tindak lanjut.
Selain itu, kondisi jaringan distribusi air juga menjadi perhatian. Dalam evaluasi, ditemukan adanya penggunaan pipa PVC yang dinilai rentan. Karena itu, diperlukan upaya perbaikan jaringan melalui penyusunan proposal agar infrastruktur penyaluran air dapat lebih optimal.
Sementara itu, berdasarkan permohonan dari Pengurus PAMSIMAS Banyumili pada 4 Agustus 2026, kekurangan air di Kemirikebo terjadi karena debit sumber air menurun sehingga ketersediaan air tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Jadwal dropping air kemudian mulai dilaksanakan sejak 7 Agustus 2026.
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Bantuan Air Bersih
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam rapat tersebut menyampaikan dukungan BAZNAS Sleman terhadap penanganan kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Muhyi menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman telah menyalurkan bantuan untuk kebutuhan air bersih. BAZNAS juga memiliki alokasi dana musibah yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat, dengan besaran bantuan yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Untuk bantuan air bersih, BAZNAS Kabupaten Sleman telah menganggarkan Rp15 juta. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp500 ribu telah digunakan, sehingga masih tersedia anggaran yang dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan bantuan air bersih kembali meningkat.
“Untuk bantuan air bersih dianggarkan Rp15 juta, baru digunakan Rp500 ribu dan masih ada sisa. Dana musibah juga masih kita alokasikan dan nilainya bisa menyesuaikan,” jelas Muhyi.
Selain dukungan penanganan kekeringan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan lainnya, termasuk program dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia berupa pembagian sembako serta sejumlah program unggulan BAZNAS Sleman.
Melalui evaluasi bersama pemerintah, BPBD, BAZNAS, PMI, relawan, dan unsur masyarakat, penanganan kekurangan air di Girikerto diharapkan dapat dilakukan secara terkoordinasi. Bantuan darurat melalui dropping air terus dioptimalkan sembari menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur bor dan perbaikan jaringan distribusi air.***
BERITA26/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Galang Dana Peduli Korban Gempa NTT, Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersolidaritas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggalang dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penggalangan dana ini menjadi bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, serta dampak yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mengajak seluruh pihak di Kabupaten Sleman turut memberikan bantuan bagi para korban.
Penggalangan dana ditujukan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, ASN dan pegawai, lembaga, serta masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam membantu korban gempa NTT.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak seluruh OPD untuk mengoordinasikan pengumpulan donasi dari ASN dan pegawai di lingkungan masing-masing. Dana yang terkumpul selanjutnya dapat disetorkan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.
“Solidaritas dan kepedulian masyarakat sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana. Setiap donasi yang diberikan, berapa pun nilainya, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban,” demikian ajakan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Donasi Peduli Gempa NTT
Masyarakat dan lembaga yang ingin berpartisipasi dalam Donasi Peduli Gempa NTT dapat menyalurkan bantuan melalui beberapa cara.
Donasi dapat disetorkan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Sleman:
Bank Syariah Indonesia (BSI): 633.000.000.2
Bank BPD DIY: 005.211.043572
Atas nama: BAZNAS Kabupaten Sleman
Selain melalui rekening, masyarakat juga dapat berdonasi dengan datang langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Donasi juga dapat disalurkan melalui kanal dompet digital resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.
Bagi lembaga, kantor, maupun instansi yang ingin menggalang dan menyerahkan donasi secara langsung, Tim BAZNAS Kabupaten Sleman siap melakukan layanan jemput sedekah/donasi. Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi OPD, perusahaan, lembaga pendidikan, maupun komunitas yang ingin berpartisipasi tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS.
Donasi Disalurkan secara Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan dana yang terkumpul dari penggalangan Peduli Gempa NTT akan disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga donasi masyarakat dapat memberikan manfaat bagi korban gempa NTT.
Untuk penggalangan dana di lingkungan OPD Pemerintah Kabupaten Sleman, hasil pengumpulan donasi diharapkan dapat disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan laporan setoran disampaikan selambat-lambatnya 15 September 2026.
BAZNAS Kabupaten Sleman berharap gerakan solidaritas ini dapat menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Sleman terhadap korban bencana di NTT.
“Mari bersama membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa NTT. Semoga kepedulian yang kita berikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak.”
BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergerak dan berbagi. Dari Sleman, kita hadir untuk NTT.***
BERITA26/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI, Sasar Yatim, Dhuafa, dan RTLH
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi persiapan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Jawatan Sosial dan Jawatan Kemakmuran di Ruang Op Room Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Rapat koordinasi digelar untuk mematangkan pelaksanaan program bakti sosial yang meliputi santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan paket sembako, serta bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sleman.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., jajaran pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta Ketua Panitia HUT Ke-81 RI.
BAZNAS Sleman Siapkan Bantuan untuk Masyarakat
Dalam rapat koordinasi tersebut disampaikan sejumlah rencana bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat melalui Jawatan Sosial dan Jawatan Kemakmuran.
Untuk bantuan paket sembako, BAZNAS Sleman menyiapkan sebanyak 20 paket untuk setiap kalurahan. Setiap paket sembako memiliki nilai Rp120 ribu.
Adapun isi paket sembako terdiri atas beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, satu kotak teh celup, serta satu bungkus kue kering.
Menariknya, pengadaan paket sembako tersebut akan dilakukan melalui UMKM lokal di masing-masing kapanewon. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Sleman.
Sementara itu, untuk program santunan anak yatim dan dhuafa, setiap kalurahan akan mengusulkan lima penerima. Masing-masing penerima akan mendapatkan santunan senilai Rp250 ribu.
Program lainnya adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). BAZNAS Sleman menyiapkan bantuan untuk dua rumah di setiap kapanewon. Pengajuan calon penerima program RTLH dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.
Validasi Data Penerima Menjadi Perhatian
Dalam rapat tersebut, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., turut menyampaikan timeline kegiatan, mekanisme administrasi pelaporan, serta persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima bantuan rehabilitasi RTLH.
Pembahasan juga mencakup validasi data calon penerima bantuan agar program yang diberikan tepat sasaran. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain legalitas tanah calon penerima, kondisi rumah, serta data kemiskinan penerima program.
Bagi calon penerima yang tidak memiliki KKM atau KRM, dapat melengkapi dokumen berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, peserta rapat membahas kriteria penerima santunan yatim dan dhuafa serta mekanisme pengusulan dan verifikasi data penerima bantuan.
Melalui koordinasi bersama Jawatan Sosial, Jawatan Kemakmuran, dan pihak terkait, BAZNAS Sleman berharap pelaksanaan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyamakan persepsi terkait kriteria penerima, persyaratan administrasi, validasi data, serta teknis pelaksanaan program Bakti Sosial HUT Ke-81 RI di Kabupaten Sleman.***
BERITA18/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Monev Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman, BAZNAS Dorong Peternak Semakin Mandiri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Kabupaten Sleman melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah di Merdikorejo, Tempel, Sleman, Kamis (13/8/2026).
Monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha peternakan, kondisi kelompok peternak binaan, serta potensi pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah agar semakin mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Divisi Usaha Peternakan, DAM, dan Aqiqah BAZNAS RI, drh. Ajat Sudrajat, bersama jajaran BAZNAS RI melakukan kunjungan kerja ke Sleman. Dalam kunjungan tersebut, Ajat berdialog langsung dengan para peternak mengenai perkembangan usaha yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun.
Berdasarkan penyampaian para peternak, rata-rata keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar Rp1 juta per ekor ternak. Ajat menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program pemberdayaan BAZNAS memberikan manfaat ekonomi bagi penerima binaan.
“Besar kecil insyaAllah berkah. Ini menjadi bahan evaluasi di BAZNAS, apakah sudah memberikan manfaat ekonomi bagi yang dibina. Angka-angka itu dicatat sehingga pendamping bisa mengukur,” jelas Ajat.
Tiga Target Kemandirian Balai Ternak
Ajat menjelaskan, pengembangan Balai Ternak BAZNAS memiliki tiga target utama, yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, dan manfaat spiritual.
Kemandirian ekonomi diukur melalui peningkatan pendapatan peternak. Sementara kemandirian kelembagaan dibangun melalui kekuatan kelompok. Menurut Ajat, keberadaan kelompok memungkinkan para peternak saling berbagi pengetahuan, pengalaman, hingga sumber daya dalam mengembangkan usaha.
Peternak dapat saling bertukar informasi mengenai pemeliharaan domba, kebutuhan pakan, perawatan ternak, hingga penggunaan sarana pendukung peternakan. Kekuatan kelompok juga membuka peluang untuk mengakses program pemerintah yang mensyaratkan keberadaan kelompok usaha.
“Manfaat berkelompok, kami kemarin ngobrol dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, ada bantuan peralatan dan pelatihan yang mensyaratkan kelompok. Program pemerintah bisa kita akses asal berkelompok,” ujar Ajat.
Selain aspek ekonomi dan kelembagaan, BAZNAS juga menekankan pentingnya manfaat spiritual. Menurut Ajat, peningkatan kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari peningkatan kualitas ibadah dan semangat para peternak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
BAZNAS Sleman Dorong Peternak Terus Berkembang
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa program pemberdayaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf kehidupannya secara bertahap.
Muhyi menegaskan bahwa para peternak binaan bukan berarti tidak mampu, tetapi membutuhkan proses, pendampingan, sarana, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami bukan menganggap teman-teman peternak di sini tidak mampu, tetapi mampu hanya saja butuh proses. Bantuan sarana prasarana yang diberikan bisa dikembangkan sebagai ikhtiar menghasilkan sesuatu yang menjadi tumpuan ekonomi,” ungkap Muhyi.
Ia berharap para peternak dapat terus meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Muhyi juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut berbagi melalui zakat, sehingga dana zakat dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan membantu penerima manfaat menuju kondisi yang lebih mandiri.
Persiapan Menuju Kemandirian Kelompok
Pendamping Program Balai Ternak Lumbung Berkah, Arif Rachmat, S.Pt., dalam sesi diskusi meminta penjelasan lebih rinci mengenai indikator kemandirian agar para peternak memiliki pemahaman yang sama mengenai arah program.
Arif juga menyampaikan pentingnya mitigasi risiko dalam usaha peternakan. Menurutnya, kematian ternak merupakan salah satu risiko yang harus diantisipasi karena dapat memengaruhi perkembangan modal usaha kelompok.
Selain itu, Arif mengusulkan pembentukan kas kelompok untuk membiayai kebutuhan operasional, seperti penyusutan kandang dan kebutuhan listrik. Menurutnya, keberadaan kas kelompok penting agar keberlangsungan usaha tidak terus bergantung pada iuran anggota.
Menanggapi hal tersebut, Ajat menjelaskan bahwa kemandirian bukan berarti kelompok harus berhenti atau bubar setelah pendampingan BAZNAS berakhir. Sebaliknya, masa pendampingan perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan kelompok agar mampu berkembang secara mandiri.
“Mandiri itu bukan bubar. BAZNAS punya keterbatasan waktu dan dana. Bapak-bapak bisa mempersiapkan ketika tiba dimandirikan, bisa terus berkembang dan bermanfaat,” kata Ajat.
Ia bahkan mendorong agar Balai Ternak Lumbung Berkah ke depan tidak hanya bergerak dalam penggemukan atau pembibitan ternak, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang lebih luas, seperti penyediaan layanan aqiqah dan pengelolaan rumah potong hewan secara bersama.
Dengan demikian, program Balai Ternak diharapkan mampu berkembang dari sekadar bantuan ternak menjadi ekosistem usaha peternakan yang dikelola secara berkelompok dan berkelanjutan.
Monev kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing bersama anggota kelompok peternak Balai Ternak Lumbung Berkah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, pendamping program, dan para peternak binaan di depan kandang Balai Ternak Lumbung Berkah.***
BERITA18/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Tausiah di Masjid Agung Sleman, Muhyi Darmaji Bahas Zakat dan Peran UPZ
Pentingnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat menjadi tema yang disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam tausiah bakda zuhur di Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohusodo, Rabu (12/8/2026).
Tausiah disampaikan seusai salat zuhur berjamaah dalam kegiatan kultum rutin yang digelar setiap Rabu. Dalam kesempatan tersebut, Muhyi memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai zakat mal, zakat fitrah, infak, sedekah, serta peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Muhyi juga memperkenalkan profil dan peran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan zakat. Ia menekankan bahwa pengelolaan ZIS perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku.
“Dasar-dasar hukum BAZNAS aman regulasi, aman NKRI, aman syar’i,” jelas Muhyi.
UPZ Berperan dalam Penghimpunan ZIS
Dalam tausiah tersebut, Muhyi menjelaskan bahwa UPZ memiliki peran penting dalam membantu BAZNAS menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai lingkungan, mulai dari kapanewon, masjid, hingga sekolah.
Menurut Muhyi, keberadaan UPZ memberikan dasar kelembagaan yang jelas dalam aktivitas penghimpunan ZIS di masjid maupun lingkungan masyarakat.
Ia menyebutkan, Kabupaten Sleman memiliki sekitar 3.000 masjid. Namun, jumlah masjid yang telah memiliki UPZ masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas edukasi dan penghimpunan ZIS melalui kelembagaan yang resmi.
Pengelolaan ZIS Harus Transparan dan Sesuai Ketentuan
Muhyi mengajak pengurus masjid dan masyarakat untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS. Namun, dana yang dihimpun perlu dikelola sesuai ketentuan serta melalui mekanisme pelaporan yang jelas.
“Silakan menghimpun ZIS sebanyak mungkin. Silakan mau digunakan untuk apa, asal sesuai. Tetapi setor dulu ke BAZNAS dan dilaporkan dahulu. Hak amil 12,5 persen untuk gaji UPZ,” terang Muhyi.
Menurutnya, tata kelola yang baik diperlukan agar dana ZIS dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan kultum rutin tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah serta mengetahui mekanisme pengelolaannya. Dengan pengelolaan yang aman secara syariat dan regulasi, ZIS diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung kemaslahatan dan pemberdayaan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA14/08/2026 | Humas
BAZNAS Kembangkan Ekosistem Peternakan Terpadu di Sleman, Targetkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan Balai Ternak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Kepala Divisi Usaha Peternakan, DAM, dan Aqiqah BAZNAS Indonesia, drh. Ajat Sudrajat, bersama jajarannya melakukan serangkaian kunjungan kerja di Sleman untuk meninjau secara langsung kesiapan dan potensi pengembangan program ini.
Kehadirannya di Sleman, disambut baik oleh BAZNAS Kabupaten Sleman. Tentunya BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung penuh untuk mewujudkan komitmen dari BAZNAS Indonesia untuk mengentaskan dan mewujudkan kemandirian pangan khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.
Dalam kunjungannya yang berlangsung hingga Jumat ini, Ajat dan staff menyambangi sejumlah titik strategis, mulai dari Balai Ternak Lumbung Berkah di Tempel yang didampingi oleh Ketua dan tim BAZNAS Kabupaten Sleman, lokasi bakal calon balai ternak baru di Kecamatan Turi, hingga pabrik pakan ternak binaan BRIN .
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan pertemuan intensif bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan asesmen lokasi. Ajat menyampaikan bahwa pihaknya sedang mematangkan rencana peluncuran Balai Ternak di Turi.
”Kami tengah mengkaji potensi lahan hijau, kesehatan hewan, dan kesesuaian sektor pertanian di sana,” ujarnya.
Mendukung Program Aqiqah dan Kurban Nasional
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam kunjungan ini adalah integrasi program Balai Ternak dengan rantai pasok kurban dan aqiqah nasional. BAZNAS RI menyiapkan pasar (market) yang luas untuk menampung hasil ternak dari para peternak binaan, memastikan produk peternak lokal terserap dalam skala nasional.
Hal ini sejalan dengan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang mengoptimalkan hasil peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban sekaligus menggerakkan ekonomi desa .
Sinergi dengan Pemkab Sleman untuk Pakan Mandiri
Dalam diskusi bersama Sekretaris Dinas Pertanian Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut., M.T., terungkap sejumlah tantangan sekaligus peluang besar di sektor peternakan. Untuk menjawab masalah lonjakan harga pakan, Pemerintah Kabupaten Sleman menginisiasi program menuju pakan mandiri berbasis pakan hijauan dan konsentrat.
”Kami mendorong penggunaan jenis leguminosa sebagai sumber protein pakan ternak. Selain itu, kami juga memfasilitasi peternak untuk mendaftar program bantuan peralatan melalui KEP Dinas Pertanian,” jelas Rofiq.
Potensi Sleman di sektor peternakan dinilai cukup besar. Saat ini populasi sapi mencapai 6.000 ekor, domba 15.000 ekor, dan kambing 3.500 ekor. Namun, berdasarkan data Dinas Pertanian, Sleman masih mengalami defisit pada komoditas sapi dan domba, sementara kambing tercatat surplus .
Pengawasan dan Keberlanjutan Program
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Sudarmaji S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal amanah program ini melalui pendampingan dan pemantauan ketat sesuai Pedoman dan SOP pengelolaan Balai Ternak. ”Kami memastikan semua kelompok peternak mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhyi menyoroti pentingnya keberlanjutan ekonomi balai ternak. Menurutnya, sebuah balai ternak tidak boleh hanya bergantung pada pendapatan tahunan dari musim kurban.
”Harus ada varian pendapatan harian, mingguan, hingga bulanan untuk menopang cashflow. Hingga pada akhirnya, balai ini bisa menjadi padat karya dan peternak tidak perlu mencari rupiah di luar balai ternak,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para peternak, program Balai Ternak di Sleman diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan, mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat).***
BERITA14/08/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Sosialisasikan ZIS dan UPZ di Masjid An Nur Nusupan, Gamping
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan sosialisasi mengenai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid An Nur Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Sleman, Rabu (5/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut merupakan tindak lanjut atas undangan Ketua Takmir Masjid An Nur kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan zakat di lingkungan masjid.
Ketua Takmir Masjid An Nur, dr. H. Ahmad Lubaid, M.Sc., SpA., menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Sleman. Ia juga menceritakan perjalanan pembangunan Masjid An Nur yang dimulai sekitar 2021 dan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan dukungan masyarakat serta bantuan dana keistimewaan sebesar Rp25 juta.
“Pesan dari orang tua saya, kalau membangun masjid harus lebih bagus dari rumahmu. Jadi ya bisanya pelan-pelan,” ujarnya.
Lubaid mengatakan, Masjid An Nur selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pengelolaan zakat maal, zakat fitrah, infak, serta kegiatan Baitul Quran yang dilaksanakan secara rutin. Pihak takmir juga menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan BAZNAS Sleman dalam meningkatkan pengelolaan ZIS di masjid.
BAZNAS Sleman Jelaskan Zakat dan Legalitas UPZ
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam pemaparannya menjelaskan profil BAZNAS Sleman sekaligus memberikan pemahaman mengenai zakat maal, zakat fitrah, infak, sedekah, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Muhyi menekankan bahwa pengelolaan zakat perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas penghimpunan ZIS di masjid memiliki dasar kelembagaan yang jelas.
“Dasar-dasar hukum BAZNAS aman regulasi, aman NKRI, aman syar’i,” jelas Muhyi.
Ia juga menjelaskan bahwa UPZ dapat dibentuk di berbagai lingkungan, termasuk kapanewon, masjid, dan sekolah. UPZ berperan membantu BAZNAS dalam menghimpun dana ZIS dari masyarakat.
Muhyi menyebutkan, di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 3.000 masjid, sementara jumlah masjid yang telah memiliki UPZ masih terbatas. Karena itu, ia mengapresiasi Masjid An Nur Nusupan yang telah menjadi bagian dari jaringan UPZ BAZNAS Sleman.
“Silakan menghimpun ZIS sebanyak mungkin. Silakan mau digunakan untuk apa, asal sesuai. Tetapi setor dulu ke BAZNAS dan dilaporkan dahulu. Hak amil 12,5 persen untuk gaji UPZ,” terang Muhyi.
UPZ Masjid An Nur Nusupan Jadi UPZ ke-78
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman Bidang Pengumpulan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan bahwa UPZ Masjid An Nur Nusupan merupakan UPZ ke-78 BAZNAS Kabupaten Sleman.
Andung menegaskan bahwa keberadaan UPZ memberikan legalitas bagi masjid dalam menjalankan fungsi penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan.
“Dengan UPZ, secara UU Masjid An Nur ini sudah sah, legal syar’i, legal NKRI untuk menarik ZIS,” ungkapnya.
Menurut Andung, data penghimpunan ZIS melalui UPZ juga dapat terintegrasi dengan sistem BAZNAS sehingga pengelolaannya lebih terdata dan transparan. Muzaki juga dapat memperoleh bukti setor zakat yang dapat digunakan sebagai dokumen pendukung pengurangan penghasilan kena pajak (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, dana yang dihimpun melalui UPZ dapat mendukung berbagai program kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya untuk honor marbot, kebutuhan sarana masjid, serta membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program BAZNAS.
“Prosedurnya mudah dan cara mengambilnya harus dengan program. Itu bagian dari transparansi keuangan masjid,” jelas Andung.
Masjid Didorong Aktif Mendata Mustahik
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan sejumlah program utama BAZNAS Sleman. Ia juga mendorong pengurus masjid untuk aktif mendata masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.
Data tersebut, kata Muhaimin, dapat dimasukkan ke dalam program yang disusun melalui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) masjid.
Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, masjid juga dapat menjadi ruang edukasi zakat bagi para pengusaha dan masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakatnya.
“Jika ada waktu kita berikan masukan. Misalnya di sini banyak pengusahanya, kita bantu menghitungkan zakatnya. Kadang mereka tidak zakat itu karena tidak tahu,” ungkap Muhaimin.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., memberikan penguatan mengenai pentingnya pencatatan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, dan tata kelola masjid yang baik.
“Selamat bergabung dengan legalitas, semoga ke depan lebih baik. Semoga Masjid An Nur bisa membawa jamaahnya ke dalam kebaikan. Aamiin yaa rabbal ‘alamin,” ucap Nasirun.
Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan, antara lain mengenai teknis pengelolaan UPZ dan mekanisme pengajuan proposal program.
Dengan terbentuknya UPZ Masjid An Nur Nusupan sebagai UPZ ke-78, BAZNAS Sleman berharap pengelolaan ZIS di lingkungan masjid semakin tertib, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya.***
BERITA10/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Sukseskan GEMPAR dengan Belanja di Pasar Prambanan
BAZNAS Kabupaten Sleman turut menyukseskan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan BAZNAS Sleman terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang pasar rakyat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dan berbelanja berbagai kebutuhan di Pasar Prambanan. Turut serta dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., Sekretaris Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana Diyas Nugroho, S.T., M.A., Bendahara Warih Komarasari, S.E., serta Humas Titis Ayu W., S.I.Kom.
Beragam kebutuhan dibeli oleh jajaran BAZNAS Sleman, mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu masak, camilan keripik, jajanan pasar hingga jamu tradisional.
Ketua BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, turut membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti tempe, bawang merah, mentimun, keripik, tape, dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Ya ini ada tempe, bawang merah, timun, keripik, tape, dan lainnya ini nanti untuk oleh-oleh istri di rumah,” ujarnya.
Tidak hanya pimpinan, para staf pelaksana BAZNAS Sleman juga ikut meramaikan kegiatan dengan berbelanja buah-buahan, aneka camilan, serta jamu tradisional yang dijual oleh para pedagang di Pasar Prambanan.
Dukung Perputaran Ekonomi Pasar Rakyat
Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam GEMPAR merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan belanja di pasar rakyat sekaligus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.
GEMPAR digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mendukung optimalisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung kemajuan UMKM, khususnya para pedagang pasar rakyat atau pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sleman.
Melalui GEMPAR, masyarakat diajak untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aktivitas belanja secara langsung diharapkan dapat meningkatkan transaksi dan memberikan dampak positif bagi pendapatan para pedagang.
Kegiatan GEMPAR dilaksanakan pada 7–14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Gerakan ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, tetapi juga organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Masyarakat, jajaran organisasi, keluarga, dan berbagai elemen lainnya juga diajak untuk ikut berbelanja dan meramaikan pasar rakyat atau pasar tradisional.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, partisipasi dalam GEMPAR menjadi langkah sederhana namun nyata untuk ikut mendukung pedagang lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat.
Dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, BAZNAS Sleman turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi keberlangsungan usaha para pedagang dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.***
#GEMPARSleman #HUTRI81 #BAZNASSleman #PasarTradisional
BERITA07/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah
BAZNAS Kabupaten Sleman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dan silaturahmi dengan sekolah calon sasaran Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Bina Akhlaq, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MI Bina Akhlaq pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menjadi tahap awal dalam mempersiapkan implementasi Program MANTAB. Agenda utama berupa brainstorming dan koordinasi pelaksanaan program bersama pihak sekolah guna menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah.
Tim BTB BAZNAS Kabupaten Sleman dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel BTB BAZNAS Sleman, yakni Arif Hidayat, S.Kom., Diyas Nugroho, S.T., M.A., dan Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.
Silaturahmi disambut baik oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bina Akhlaq Indana Zulfa, S.PdSi., dan beberapa guru. Dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua belah pihak membahas kebutuhan sekolah, potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, serta rencana pelaksanaan Program MANTAB agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) merupakan salah satu inisiatif BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Program ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan pengetahuan, penyusunan prosedur tanggap darurat, hingga pembentukan budaya aman di lingkungan madrasah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi generasi muda, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana seperti Kabupaten Sleman.
”Melalui Program MANTAB, kami ingin menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan pihak sekolah menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Koordinasi ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi bersama pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih tangguh dan berdaya.***
BERITA06/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS
BAZNAS Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pembelajaran mengenai tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan program inovatif dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman berjumlah 12 orang yang terdiri atas empat pimpinan dan delapan staf pelaksana. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antarlembaga.
”Mudah-mudahan kehadiran ini menjadi pertukaran ilmu yang baik ke depannya. Insyaallah kami juga dapat bersilaturahmi ke Sleman untuk saling berbagi pengalaman. Kami juga merupakan kepengurusan yang relatif baru setelah dilantik pada Oktober 2025 lalu,” ujar Veri.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Jombang. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang dirasakan selama kunjungan menjadi modal penting dalam membangun sinergi antarlembaga.
Muhyi menjelaskan bahwa pemilihan BAZNAS Kabupaten Jombang sebagai lokasi studi tiru dilakukan melalui proses diskusi dan pemetaan kebutuhan internal. Hasilnya, BAZNAS Jombang dinilai memiliki keunggulan yang relevan dengan arah pengembangan BAZNAS Sleman.
”Sebelum menentukan tujuan studi tiru, kami melakukan polling dan berdiskusi mengenai keilmuan apa yang ingin dipelajari untuk perbaikan BAZNAS Sleman. Ada dua alasan utama kami memilih BAZNAS Jombang, yaitu keunggulan dalam manajemen SDM dan inovasi program. Semoga berbagai praktik baik yang kami pelajari di sini dapat kami terapkan untuk kemajuan BAZNAS Sleman,” kata Muhyi.
Ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, termasuk kepengurusan terbaru yang telah dikukuhkan, sebagai bagian dari penguatan sinergi dan silaturahmi antar-BAZNAS.
Pada sesi pemaparan, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang menyampaikan profil kelembagaan serta struktur organisasi BAZNAS Jombang. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua II, As'ad, Ph.D., yang memaparkan berbagai program unggulan yang dikembangkan selama delapan bulan terakhir.
Beberapa program prioritas yang menjadi fokus BAZNAS Jombang meliputi bidang pendidikan, kontribusi bagi marbot melalui skema filantropi perlindungan sosial, BAZNAS Run sebagai inovasi filantropi dan fundraising publik, serta Program Orang Tua Asuh yang menghubungkan satu donatur dengan satu anak untuk mendapatkan pendampingan pendidikan selama 12 bulan.
”Setiap bulan kami juga mengadakan program pembinaan bersama Polres Jombang, dan lembaga yang lain secara bergantian. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pendidikan inspiratif agar memiliki gambaran profesi dan bekal masa depan,” jelas As'ad.
Selanjutnya, Lukman Hakim dari Bidang Pengumpulan memaparkan strategi penghimpunan dana ZIS, baik secara manual maupun digital. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV yang menjelaskan tata kelola SDM di lingkungan BAZNAS Jombang.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Jombang memiliki lima pimpinan dan 14 amil pelaksana yang direkrut melalui seleksi terbuka. Mayoritas amil memiliki pengalaman sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan dan secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan, termasuk pendampingan pengelolaan media sosial selama satu tahun oleh tenaga profesional untuk mendukung publikasi serta penghimpunan dana.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, penghimpunan dana, inovasi program, hingga strategi pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, pertukaran cendera mata, serta foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang semakin erat antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Jombang.
Menutup kegiatan tersebut, Muhyi Darmaji berharap hasil studi tiru tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas tata kelola lembaga serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
”Semoga silaturahmi melalui studi tiru ini membawa keberkahan, memberikan ilmu dan pengalaman baru, serta dapat kami implementasikan di BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mewujudkan pelayanan zakat yang semakin profesional, amanah, dan memberikan kemaslahatan umat yang lebih besar,” pungkasnya.***
BERITA03/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Bupati Sleman Kukuhkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2026–2027
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi mengukuhkan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman periode 2026–2027 di Pendopo Parasamya, Kamis (23/7/2026) malam. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.
Pengukuhan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 54.3/Kep.KDH/A/2026 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026.
Susunan pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman yang dikukuhkan terdiri atas Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Ketua, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, serta Nasirun sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, Pelaporan, SDM, Administrasi, dan Umum.
Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman sebelumnya, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Ia mendoakan agar Kriswanto senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan atas dedikasi yang telah diberikan selama memimpin BAZNAS Kabupaten Sleman.
”Terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasa beliau dalam membangun BAZNAS Kabupaten Sleman. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” ungkap Harda.
Bupati juga mengucapkan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dikukuhkan. Menurutnya, amanah sebagai pimpinan BAZNAS bukanlah tugas yang ringan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana umat yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
”Menjalankan amanah mengelola zakat adalah tugas yang sangat mulia sekaligus berat. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya.
Selain itu, Harda mendorong BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mengoptimalkan penghimpunan zakat, termasuk melalui penguatan budaya berzakat di lingkungan internal maupun aparatur pemerintah, sehingga potensi zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat inovasi, transparansi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman serta berbagai pemangku kepentingan.
“Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Bersama seluruh jajaran, kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada muzaki, memperkuat tata kelola yang akuntabel, serta memastikan zakat memberikan manfaat yang semakin luas bagi mustahik di Kabupaten Sleman,” ujar Muhyi.
Dengan pengukuhan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan semakin optimal dalam menghimpun dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***
BERITA28/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kota Surakarta, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Program Pemberdayaan
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kota Surakarta dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, mempererat ukhuwah, serta berbagi pengalaman mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/2026).
Audiensi dan silaturahmi ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja BAZNAS Kota Surakarta yang secara rutin melakukan studi tiru ke berbagai daerah guna memperoleh wawasan baru dalam pengelolaan zakat.
Sebanyak 18 peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari pimpinan dan staf BAZNAS Kota Surakarta, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Surakarta, serta Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta.
Turut hadir dalam rombongan, Kepala Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Purwanti, S.K.M., M.Kes., Kabag Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Endang Sabar Widiasih, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta KH Ulin Nur Hafsun, S.Th.I., M.Pd.I., serta Ketua BAZNAS Kota Surakarta H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si.
Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat dan Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.I.P., M.T. Pada sambutannya beliau menyampaikan terkait regulasi dan kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dengan BAZNAS Sleman.
“Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung program-program BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman,” ungkap Wildan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Menurutnya, kegiatan studi tiru tidak hanya menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kota Surakarta untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi kedua belah pihak.
”Nanti tidak hanya dari BAZNAS Kota Surakarta yang ngangsu kaweruh kepada kami. Namun kami juga bisa banyak belajar dari BAZNAS Kota Surakarta. Nanti kita saling sharing saja,” ujar Muhyi.
Muhyi menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga BAZNAS menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, memperkuat inovasi program, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surakarta, H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa studi tiru merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan untuk memperoleh inspirasi dan praktik terbaik dari BAZNAS di berbagai daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pengelolaan zakat sangat baik, termasuk melalui kebijakan yang mendorong optimalisasi penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Kami bersyukur karena gaji ASN sudah bersih berkat adanya Surat Edaran Wali Kota. Kami ngangsu kaweruh semoga mendapat ilmu yang banyak. Terima kasih telah menerima kami dengan sangat hangat. Semoga BAZNAS Kabupaten Sleman semakin tumbuh dan semakin maju,” ungkap Qoyim.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan profil kelembagaan BAZNAS Kabupaten Sleman beserta berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Materi yang disampaikan meliputi strategi manajemen organisasi, penghimpunan zakat, pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pengelolaan zakat, inovasi layanan kepada muzaki dan mustahik, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarlembaga, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat.***
BERITA27/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi, Bahas Program Unggulan dan Pengelolaan Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi di Ruang Rapat Sembada, Kompleks Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait program-program unggulan yang telah dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi yang berjumlah 18 orang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, S.E. Kehadiran rombongan bertujuan mempelajari berbagai inovasi program BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama Program Sleman Sehat yang berhasil meraih penghargaan dari BAZNAS RI pada tahun 2025.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., yang mewakili jajaran pimpinan. Dalam sambutannya, Muhyi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap silaturahmi antarlembaga dapat terus terjalin untuk memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada Ketua, pimpinan, dan seluruh pelaksana BAZNAS Kabupaten Bekasi. Terima kasih telah berkenan bersilaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Sleman. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan menjadi ruang untuk saling belajar serta berbagi pengalaman," ujar Muhyi.
Ia menambahkan bahwa setiap BAZNAS memiliki keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, kegiatan studi tiru tidak hanya menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kabupaten Bekasi untuk belajar dari Sleman, tetapi juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kabupaten Sleman untuk menyerap berbagai praktik baik yang telah dikembangkan di Kabupaten Bekasi.
"Kalau ternyata BAZNAS Kabupaten Bekasi memiliki program yang lebih baik, tentu kami juga perlu belajar. Semangatnya adalah saling menguatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, S.E., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi mengenai prestasi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya BAZNAS Kabupaten Sleman yang dinilai memiliki sejumlah program unggulan dan inovatif.
Menurutnya, pihaknya mendapatkan rekomendasi untuk mempelajari langsung pengelolaan program di BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama setelah keberhasilan Program Sleman Sehat memperoleh penghargaan tingkat nasional.
"Kami memperoleh informasi bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman memiliki program yang baik dan mendapat apresiasi dari BAZNAS RI. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman. Terima kasih atas sambutan yang sangat baik kepada rombongan kami," ungkap Aminnulloh.
Ia juga memperkenalkan kondisi Kabupaten Bekasi yang memiliki jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa dengan karakter masyarakat yang sangat beragam sebagai kawasan industri terbesar di Asia. Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil kelembagaan dan program-program unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Dalam presentasinya, Muhaimin menjelaskan strategi penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan zakat, serta berbagai program unggulan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara kedua belah pihak. Berbagai topik dibahas, mulai dari tata kelola kelembagaan, strategi penghimpunan zakat, inovasi program pemberdayaan mustahik, hingga sistem monitoring dan evaluasi program agar manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kegiatan studi tiru ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus mempererat sinergi antarlembaga, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat dengan BAZNAS Kabupaten Bekasi serta BAZNAS di berbagai daerah lainnya. Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***
BERITA24/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Rapat Pleno Pentasharufan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menggelar Rapat Pleno Pentasharufan sebagai bagian dari proses penetapan calon penerima manfaat (mustahik) agar bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat disalurkan secara tepat sasaran. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Selasa (21/7/2026).
Rapat pleno menjadi tahapan penting sebelum penyaluran bantuan dilakukan. Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan bersama tim pelaksana membahas hasil survei lapangan terhadap calon mustahik untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sekaligus menetapkan besaran bantuan yang akan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Rapat dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., Pelaksana Bidang II Diyas Nugroho, S.T., M.A., Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Tim Surveyor Program Sleman Sehat dan Sleman Peduli Rofiq Nur Wicaksono, S.T., serta tim pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Joko Yugiyanto, S.Psi., dan Nurul Indah Khasanah, S.T.
Dalam rapat tersebut, Tim Surveyor Program Sleman Sehat dan Sleman Peduli mempresentasikan hasil survei lapangan yang telah dilakukan kepada calon mustahik. Paparan meliputi kondisi kesehatan penerima, kondisi rumah, aktivitas sehari-hari, kemampuan ekonomi, hingga jumlah tanggungan keluarga. Seluruh data didukung dokumentasi lapangan sehingga menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Melalui proses ini, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi calon penerima manfaat sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing mustahik.
Selain membahas bantuan di bidang kesehatan dan sosial kemanusiaan, rapat juga mengulas hasil survei Program Sleman Produktif yang dipresentasikan oleh Pelaksana Bidang II, Kukuh Santoso. Dalam survei tersebut, tim melakukan penilaian terhadap kondisi usaha calon penerima bantuan, mulai dari kapasitas produksi, tingkat pendapatan, hingga jangkauan pemasaran produk yang dijalankan.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan bentuk bantuan yang paling tepat sehingga mampu mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.
Sementara itu, tim pendamping UMKM, Joko Yugiyanto dan Nurul Indah Khasanah, menyampaikan hasil monitoring terhadap para pelaku usaha yang sebelumnya telah menerima bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sleman. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan usaha, peningkatan omzet, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan lanjutan, seperti pendampingan pemasaran, peningkatan kapasitas usaha, legalitas usaha, hingga digitalisasi pemasaran.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman agar bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menegaskan bahwa setiap keputusan dalam rapat pleno didasarkan pada hasil survei lapangan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui mekanisme survei, verifikasi, presentasi hasil lapangan, hingga pembahasan dalam rapat pleno, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menjaga amanah para muzaki dengan memastikan dana zakat, infak, dan sedekah disalurkan secara profesional, transparan, akuntabel, serta tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***
BERITA21/07/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Pendamping UMKM: Kelola Bantuan dengan Baik agar Usaha Terus Bertumbuh
BAZNAS Kabupaten Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga memperkuat pendampingan agar usaha penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam Program Sleman Produktif untuk memastikan dana zakat yang disalurkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi mustahik.
Dalam sesi pembekalan kepada kelompok penerima bantuan, Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Joko Yugiyanto, S.Psi., menjelaskan bahwa seluruh proses pendampingan diberikan tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, para pelaku UMKM telah memiliki produk yang berkualitas sehingga pendampingan difokuskan pada penguatan sistem usaha, manajemen kelompok, hingga pengembangan akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
”Teman-teman sudah memiliki produk yang unggul. Pendampingan yang kami berikan seluruhnya gratis. Kami ingin membantu agar usaha yang dijalankan semakin berkembang dan memiliki sistem yang baik,” ujarnya.
Joko juga menyoroti besarnya potensi usaha yang dimiliki kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mampu mengembangkan lebih dari satu jenis usaha. Ia menilai UMKM memiliki perputaran ekonomi yang cepat karena hasil produksi dapat langsung dipasarkan pada hari yang sama sehingga mampu menghasilkan pendapatan harian bagi pelaku usaha.
Sebagai bagian dari proses pendampingan, seluruh penerima bantuan akan tergabung dalam grup pendampingan BAZNAS Kabupaten Sleman. Grup tersebut berfungsi sebagai media koordinasi, penyampaian informasi, konsultasi, serta monitoring perkembangan usaha masing-masing kelompok.
Selain itu, data penerima bantuan juga menjadi bagian dari sistem pelaporan yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, setiap kelompok diminta melengkapi data usaha secara benar agar proses monitoring dan pelaporan penyaluran dana zakat dapat berjalan dengan baik dan akuntabel.
Pendampingan ini saat ini menjangkau kelompok penerima manfaat di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman, meliputi Kapanewon Kalasan, Prambanan, Cangkringan, Gamping, Godean, Seyegan, Minggir, dan Moyudan.
Dalam arahannya, Joko mengimbau seluruh kelompok penerima bantuan agar tidak ragu menerima kunjungan pendamping. Menurutnya, kehadiran pendamping merupakan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga strategi pengembangan bisnis.
”Jangan takut mengundang pendamping dan jangan takut ketika pendamping datang. Justru ini kesempatan untuk bertanya mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar usaha terus berkembang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan benar-benar dikelola secara bersama sesuai tujuan kelompok.
Kelompok diharapkan memiliki sistem pengelolaan yang baik sehingga usaha dapat terus bertumbuh dan tidak berhenti setelah bantuan dibagikan kepada anggota.
Menurutnya, kelompok yang mampu menunjukkan perkembangan usaha, pengelolaan administrasi yang baik, serta laporan yang tertib berpeluang memperoleh pendampingan lanjutan maupun bantuan pada tahap berikutnya.
”Apabila laporan kelompok baik, bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dan usaha terus berkembang, maka peluang mendapatkan bantuan tahap kedua maupun tahap ketiga akan semakin besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa tujuan utama pendampingan adalah mendorong UMKM binaan BAZNAS Kabupaten Sleman agar naik kelas melalui berbagai program inkubasi bisnis.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu memenuhi persyaratan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan dari pemerintah maupun lembaga lainnya.
”Kalau usaha sudah tertata dengan baik, nantinya teman-teman bisa mengikuti program inkubasi. Ketika usaha dinilai berkembang oleh pemerintah, peluang mendapatkan pelatihan, pembinaan, hingga bantuan pengembangan usaha akan semakin terbuka,” ungkapnya.
Melalui pendampingan yang terstruktur, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap Program Sleman Produktif tidak hanya memberikan tambahan modal usaha, tetapi juga mampu menciptakan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hal ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang membantu mustahik tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.***
BERITA13/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Bupati Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemerintah Kabupaten Sleman dalam acara Penyerahan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Rapat Praja 1, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Penyerahan NPHD dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai salah satu lembaga penerima hibah daerah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung berbagai lembaga yang berperan dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Sleman, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Sleman, Ketua Persaudaraan Muslimah Kabupaten Sleman, Ketua Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Sleman, serta Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan amanah masyarakat yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Kabupaten Sleman.
”APBD ini dapat bermanfaat bagi warga Sleman. Hibah adalah uang masyarakat Sleman, jadi digunakan untuk semestinya,” ujar Harda Kiswaya.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penerimaan NPHD menjadi bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kemaslahatan umat.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui program-program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengelola setiap amanah yang diterima secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
BERITA09/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Praja 2, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Kegiatan penandatanganan NPHD tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga penerima hibah yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain BAZNAS Kabupaten Sleman, terdapat tujuh organisasi kemasyarakatan lainnya yang turut menerima hibah daerah. Prosesi penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Pelaksana IV BAZNAS Sleman, Lina Shofiyah, S.I.P.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa dana hibah yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Dana hibah ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya,” ujar Kriswanto.
Pemberian hibah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap upaya penguatan tata kelola zakat di daerah. Melalui dukungan tersebut, diharapkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selama ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun mustahik melalui berbagai program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
Dengan adanya dukungan hibah daerah tersebut, BAZNAS Sleman optimistis dapat semakin memperkuat edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →