WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak 45 mualaf dampingan Pendamping Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) dari 15 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Wisata Religi Mualaf ke sejumlah pusat pembinaan keislaman di Bandung, Jawa Barat, pada 10–12 Oktober 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Sleman Taqwa untuk memperkuat akidah, meningkatkan keimanan, serta membangun kedekatan para mualaf dengan lingkungan dan komunitas Muslim. Selain 45 mualaf, kegiatan ini diikuti 15 pendamping PAIF sehingga total peserta mencapai 60 orang. Setiap PAIF mendampingi tiga mualaf dalam perjalanan yang dirancang tidak hanya sebagai wisata religi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta jajaran staf pelaksana turut mengantarkan rombongan yang berangkat menggunakan dua bus menuju Bandung. Selama tiga hari, rombongan mengunjungi tiga lokasi utama, yakni Pondok Pesantren (PP) Daarut Tauhid, Masjid Lautze 2, dan Masjid Al Jabbar. Ketiga lokasi tersebut memberikan pengalaman yang beragam, mulai dari mengikuti kajian keislaman bersama tokoh agama, mengenal komunitas pembinaan mualaf, hingga mengunjungi salah satu ikon wisata religi di Kota Bandung. Mengikuti Qiyamul Lail dan Kajian Bersama Aa Gym di Daarut Tauhid Destinasi pertama rombongan adalah PP Daarut Tauhid di Gegerkalong Girang, Bandung, yang diasuh oleh K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal sebagai Aa Gym. Rombongan tiba pada Ahad dini hari, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Setibanya di lokasi, peserta langsung mengikuti qiyamul lail dan doa bersama, kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah. Suasana di kompleks Daarut Tauhid tampak ramai oleh jamaah yang memenuhi area masjid hingga jalan dan lorong di sekitarnya. Pada waktu yang sama, Daarut Tauhid tengah menyelenggarakan kegiatan Malam Bina dan Takwa (Mabit). Usai salat Subuh, rombongan melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Ma’tsurat dalam dzikir pagi bersama, kemudian mengikuti pengajian Ahad Pagi bersama Aa Gym. Karena jumlah jamaah yang hadir cukup banyak, rombongan BAZNAS Sleman semula menempati area di pinggir jalan yang masih termasuk kawasan Daarut Tauhid. Panitia kemudian memberikan kesempatan kepada rombongan untuk memasuki masjid secara bergiliran agar peserta dapat mengikuti kajian dari jarak lebih dekat. Dalam sesi tanya jawab, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dan salah seorang peserta mualaf berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Aa Gym. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian khusus mualaf bersama Ustaz Koh Anugrah Ong selama kurang lebih 2 jam. Sesi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman dan memperoleh penguatan dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim. Setelah kajian, rombongan menikmati sarapan di area cottaqe Daarut Tauhid bersama para peserta lainnya. Masjid Lautze 2, Ruang Berbagi dan Menemukan Keluarga Baru Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong Nomor 27, kawasan Braga, Bandung. Masjid yang dikelola Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan dan rumah singgah mualaf di Bandung. Kedatangan rombongan BAZNAS Sleman disambut hangat oleh pengurus masjid, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Rahmat Nugraha atau yang akrab disapa Koko Rahmat. Sambutan tersebut menjadi awal dari perjumpaan yang penuh keakraban antara para mualaf dari Sleman dan komunitas mualaf di Masjid Lautze 2. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan menyimak kisah perjalanan keislaman sejumlah mualaf yang menjadi jamaah Masjid Lautze 2. Pengalaman-pengalaman tersebut membuka ruang untuk saling belajar, berbagi tantangan, dan menguatkan satu sama lain dalam menjalani kehidupan beragama. Para mualaf dari Sleman dan Bandung pun berbaur dalam suasana kekeluargaan. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kedekatan. Sebaliknya, pertemuan ini menghadirkan kesempatan bagi para peserta untuk memperluas jejaring persaudaraan dan merasakan dukungan dari sesama Muslim. Rangkaian kegiatan di Masjid Lautze 2 ditutup dengan makan bersama dan salat Zuhur berjamaah. Masjid Al Jabbar, Menutup Perjalanan dengan Wisata Religi Destinasi terakhir adalah Masjid Raya Al Jabbar di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi Jawa Barat ini memiliki perpaduan arsitektur modern, Sunda, dan Utsmaniyah, dengan empat menara yang menjadi ciri khas bangunannya. Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh waktu untuk beristirahat, menikmati suasana masjid, serta mengagumi keindahan arsitektur dan kawasan sekitarnya pada sore hari. Kunjungan ini menjadi penutup perjalanan wisata religi sebelum rombongan bertolak kembali menuju Kabupaten Sleman, dengan singgah untuk beristirahat, salat, makan, dan membeli oleh-oleh. BAZNAS Sleman Perkuat Pendampingan Mualaf melalui Program Sleman Taqwa Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, berharap kegiatan Wisata Religi Mualaf dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para peserta, tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masing-masing. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para mualaf semakin mantap dalam akidah, bertambah pemahaman keislamannya, dan semakin kuat dalam menjalankan ibadah. Mereka juga perlu merasakan bahwa ada saudara-saudara seiman yang siap mendampingi, mendukung, dan menjadi tempat berbagi dalam perjalanan mereka mengenal serta mengamalkan Islam,” demikian harapan Muhyi. Ia juga berharap pengalaman bertemu dengan para pembina, mengikuti kajian, dan berbagi cerita dengan sesama mualaf dapat menjadi bekal untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Melalui program Sleman Taqwa, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung penguatan kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk melalui pembinaan mualaf yang berkesinambungan. Sinergi dengan PAIF dan KUA di 15 kapanewon menjadi bagian penting dalam mendampingi para mualaf agar semakin memahami ajaran Islam, memperkuat keimanan, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Wisata Religi Mualaf ke Bandung ini menegaskan bahwa pendampingan mualaf tidak berhenti pada pengenalan ajaran agama, tetapi juga mencakup penguatan spiritual, dukungan sosial, dan pembentukan persaudaraan. Dengan demikian, para mualaf di Kabupaten Sleman diharapkan semakin percaya diri menjalani kehidupan sebagai Muslim dan terus bertumbuh dalam keimanan.***
12/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kenang-kenangan berupa karya kaligrafi dari salah satu peserta Festival Kaligrafi ke-13 Tahun 2026 se-Jawa yang diselenggarakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Jogja Kaligrafi. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap terselenggaranya ajang kompetisi seni kaligrafi tersebut. Kenang-kenangan diserahkan langsung oleh Direktur LKP Jogja Kaligrafi, Moh. Nur Solikin, kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Kamis (8/10/2026). Solikin menyampaikan terima kasih atas bantuan dana yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung terselenggaranya festival Kaligrafi se-Jawa yang berlangsung pada Ahad (20/9/2026) di Komplek Sultan Agung, Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya untuk acara Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa pada tanggal 20 September 2026 kemarin. Alhamdulillah, acara berjalan lancar,” ungkap Solikin. Sebagai ungkapan terima kasih, Solikin menyerahkan karya kaligrafi hasil karya salah satu peserta Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa. Karya tersebut mendapat apresiasi dari Muhyi Darmaji yang menyambut langsung penyerahan kenang-kenangan tersebut. Muhyi mengapresiasi hasil karya kaligrafi yang dinilainya memiliki keindahan dan nilai seni. Sebagai bentuk penghargaan, BAZNAS Kabupaten Sleman kemudian memasang karya tersebut di ruang pertemuan kantor. Muhyi berharap, dukungan terhadap kegiatan positif seperti lomba kaligrafi dapat terus dilakukan untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan prestasi. “Semoga ke depan BAZNAS Sleman bisa terus men-support kegiatan positif seperti Festival Kaligrafi yang telah dilaksanakan. Semoga mampu mencetak generasi penghasil karya seni kaligrafi yang lebih banyak dan berprestasi,” ungkap Muhyi. Festival Kaligrafi se-Jawa Jadi Wadah Pengembangan Bakat Festival Kaligrafi ke-13 Tahun 2026 se-Jawa diselenggarakan oleh LKP Jogja Kaligrafi pada Ahad, 20 September 2026, pukul 07.00–16.00 WIB. Tidak hanya dari Yogyakarta, peserta juga terdiri dari berbagai wilayah, di antaranya Ponorogo, Surakarta, Klaten, Salatiga, dan Magelang. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga masyarakat umum untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan keterampilan di bidang seni kaligrafi. Festival tersebut menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, meliputi lomba mewarnai untuk siswa SD/MI kelas 1–3, Kaligrafi A untuk siswa SD/MI kelas 4–6, Kaligrafi B untuk siswa SMP/MTs putra dan putri, Kaligrafi C untuk siswa SMA/SMK/MA putra dan putri, Kaligrafi D untuk kategori umum, serta lomba menulis Arab atau kitabah untuk umum. Melalui beragam kategori tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan, menyalurkan kreativitas, serta memperoleh pengalaman berkompetisi dalam bidang seni Islam. LKP Jogja Kaligrafi Gelar Pelatihan Gratis di TPA Sleman Selain menyelenggarakan festival dan membina peserta lomba, LKP Jogja Kaligrafi juga mengadakan pelatihan kaligrafi gratis di sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kabupaten Sleman. Menurut Solikin, kegiatan pelatihan dilaksanakan secara bergiliran di TPA yang telah mendaftar sebelumnya, terutama selama bulan Ramadan. Program tersebut bertujuan mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan positif sekaligus mengenalkan seni kaligrafi sejak dini. “Untuk kuota Ramadan tahun depan, alhamdulillah sudah penuh. Jadi, kami memang menyelenggarakannya secara gratis untuk mengisi waktu luang anak-anak saat Ramadan,” ujar Solikin. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk mempelajari seni kaligrafi, mengembangkan keterampilan, dan menemukan potensi yang dapat terus diasah. Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap terselenggaranya Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa yang diselenggarakan LKP Jogja Kaligrafi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kegiatan positif di masyarakat. Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, semakin banyak generasi muda diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.***
09/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
Penyintas gempa bumi di Desa Waso, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dapat menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Sebelumnya, mereka harus bertahan di tenda darurat beralaskan terpal setelah rumah mereka terdampak gempa. Pembangunan huntara tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam membantu masyarakat terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan pascabencana. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, pembangunan huntara diharapkan dapat membantu penyintas gempa kembali menata kehidupan bersama keluarga setelah mengalami bencana. “Kami berharap Huntara dan fasilitas yang dibangun ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta membangkitkan kembali semangat para korban untuk menata kehidupan pascabencana,” kata Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026). Bagi warga penerima manfaat, kehadiran huntara memberikan perubahan berarti setelah sebelumnya harus tinggal di tempat penampungan darurat dengan fasilitas terbatas. Salah seorang penerima manfaat, Jalaluddin (33), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan hunian sementara dari BAZNAS. Menurutnya, meskipun bersifat sementara, hunian tersebut sudah memberikan tempat tinggal yang jauh lebih layak bagi dirinya dan keluarga. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu kami mendapatkan hunian. Walaupun ini hunian sementara, ini sangat layak bagi kami. Sebelumnya kami hidup di dalam tenda beralaskan terpal,” ujar Jalaluddin. Ia menambahkan, bantuan BAZNAS tidak hanya berupa hunian, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar dan fasilitas ibadah yang dibutuhkan masyarakat Desa Waso setelah gempa. “Bantuan ini sangat berguna bagi kami dan sangat membantu bagi kekurangan-kekurangan kami pascagempa NTT ini. Semoga kebaikan para muzaki dan teman-teman BAZNAS dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tuturnya. BAZNAS Hadirkan Fasilitas Pendukung Pemulihan Pascagempa Selain membangun hunian sementara, BAZNAS RI juga menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT. Fasilitas tersebut meliputi masjid darurat, sekolah darurat, jembatan darurat, hingga pembangunan sumur bor. Penyediaan berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, pendidikan, akses penghubung antarwilayah, hingga ketersediaan air bersih. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan membangun kehidupan yang lebih baik. Kisah penyintas gempa di Desa Waso juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Salurkan Sedekah untuk Membantu Sesama Masyarakat dapat turut berpartisipasi membantu penyintas bencana melalui sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Dukungan dari para muzaki dan masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan sedekah terbaik melalui tautan resmi berikut: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah Bersama BAZNAS, kepedulian yang ditunaikan dapat menjadi dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.***
09/10/2026 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Salurkan Rp108,25 Juta melalui Program Sleman Taqwa untuk 30 Pener
BAZNAS Sleman Salurkan Rp108,25 Juta melalui Program Sleman Taqwa untuk 30 Pener
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali melaksanakan pentasharufan bantuan melalui Program Sleman Taqwa periode September 2026. Sebanyak 30 penerima manfaat menerima bantuan dengan total nilai Rp108.250.000 untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Sleman. Pentasharufan dilaksanakan di Menara Masjid Agung Sleman lantai 3, Senin (5/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Para penerima manfaat hadir secara langsung untuk mengambil nomor antrean sebelum menerima bantuan secara bergantian. Pelaksanaan pentasharufan dilakukan oleh Pelaksana Bidang II Program Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman, Kukuh Santoso, M.A. Proses penyaluran berlangsung tertib dengan tetap memperhatikan alur pelayanan kepada seluruh penerima manfaat. Program Sleman Taqwa merupakan salah satu bentuk pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Sleman yang diarahkan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat. Pada periode September 2026, mayoritas pengajuan bantuan berasal dari masjid, musala, sekolah, lembaga, dan organisasi yang menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan. Bantuan tersebut antara lain dimanfaatkan untuk mendukung Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Maulid Nabi, pengajian, Safari Jumat, kegiatan penguatan akidah bagi mualaf, serta kegiatan keagamaan lainnya. Melalui pentasharufan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi penerima serta mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman juga terus berkomitmen menyalurkan dana ZIS secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung penguatan kehidupan keagamaan di Kabupaten Sleman.***
06/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Program Sleman Cerdas, BAZNAS Sleman Salurkan Rp152,7 Juta untuk 46 Penerima
Program Sleman Cerdas, BAZNAS Sleman Salurkan Rp152,7 Juta untuk 46 Penerima
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Cerdas sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Sleman. Pada periode September 2026, sebanyak Rp152.706.000 ditasharufkan kepada 46 penerima manfaat dari satuan pendidikan SD/MI Negeri dan SMP/MTs Negeri di wilayah Kabupaten Sleman. Pentasharufan dilaksanakan di Menara Masjid Agung Sleman lantai 3, Kamis (1/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Koordinator Pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Diyas Nugroho, bersama Pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Kukuh Santoso. Bantuan Program Sleman Cerdas tersebut diperuntukkan bagi Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Ketua BAZNAS Sleman Turut Serahkan Bantuan Proses pentasharufan turut disaksikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji. Dalam kesempatan tersebut, Muhyi berbincang dengan sejumlah penerima manfaat sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung. Kehadiran pimpinan BAZNAS Sleman dalam proses pentasharufan menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan program dan memberikan manfaat bagi penerima. Para pemohon sebelumnya mengajukan bantuan melalui pihak sekolah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap pengajuan kemudian melalui proses administrasi dan verifikasi sebelum bantuan ditetapkan dan disalurkan sesuai ketentuan Program Sleman Cerdas. Pada saat pengambilan bantuan, pemohon terlebih dahulu melakukan pengisian daftar hadir dan memperoleh nomor antrean. Untuk melengkapi proses administrasi, pemohon diwajibkan membawa fotokopi identitas serta cap lembaga. Dorong Akses Pendidikan yang Lebih Baik Melalui Program Sleman Cerdas, BAZNAS Kabupaten Sleman berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat. Bantuan bagi GTT dan PTT diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan penerima manfaat, sementara dukungan beasiswa ditujukan kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar kebutuhan pendidikan mereka dapat tetap terpenuhi. Pentasharufan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran. Dukungan terhadap sektor pendidikan diharapkan dapat membantu memperluas akses pendidikan dan memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dikelola dan disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan.***
01/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kekeringan di Tempel, BAZNAS Sleman dan BPBD Salurkan 20.000 Liter Air Bersih
Kekeringan di Tempel, BAZNAS Sleman dan BPBD Salurkan 20.000 Liter Air Bersih
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bergerak cepat merespons laporan kekurangan air bersih di Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke enam titik yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kemarau panjang, Selasa (29/9/2026). Penyaluran air bersih dilakukan oleh tim reaksi cepat yang melibatkan BAZNAS Kabupaten Sleman dan BPBD Kabupaten Sleman. Bantuan diberikan setelah adanya laporan warga mengenai sumur dan sumber air seperti sungai yang mulai mengering sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., mengatakan BAZNAS Sleman bersama BPBD langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi yang membutuhkan pasokan air bersih. “Kami mendapatkan laporan dari tim BPBD Kabupaten Sleman bahwa wilayah Merdikorejo mengalami kekurangan air. BAZNAS bersama BPBD kemudian langsung terjun ke lapangan untuk memberikan bantuan dropping air bersih di titik yang mengalami kekeringan,” kata Nasirun. Nasirun berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. “Semoga bermanfaat, dan mudah-mudahan segera turun hujan,” ujarnya. Enam Titik Mendapatkan Bantuan Air Bersih Dalam kegiatan tersebut, air bersih disalurkan ke enam titik di wilayah Merdikorejo. Rinciannya meliputi Sokabinangun RT 02 sebanyak 2.000 liter, Kantongan B RT 01 sebanyak 4.000 liter dan RT 02 sebanyak 4.000 liter. Selanjutnya, bantuan disalurkan ke Bangunrejo RT 02 sebanyak 2.000 liter dan RT 03 sebanyak 2.000 liter, serta Sokategal RT 02 sebanyak 2.000 liter. Selain permukiman warga, bantuan juga menyasar fasilitas pendidikan, yakni RA Masyitoh dan SD Negeri Salamrejo. Masing-masing sekolah memperoleh 2.000 liter air bersih untuk mendukung kebutuhan selama kegiatan belajar mengajar. Secara keseluruhan, distribusi air bersih terdiri atas RA Masyitoh 2.000 liter, SD Negeri Salamrejo 2.000 liter, Sokategal 2.000 liter, Sokabinangun 2.000 liter, Kantongan B 8.000 liter, dan Bangunrejo 4.000 liter. Air bersih tersebut diambil sebanyak empat rit dari sumber air di Jalan Tempel–Turi, Sokamartani, Merdikorejo, Tempel, sebelum didistribusikan ke titik-titik yang membutuhkan. Nasirun Turun Langsung Salurkan Air Dalam pelaksanaan dropping air bersih, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Nasirun turut turun langsung bersama tim BPBD Sleman. Nasirun membantu menyalurkan air dari tangki menuju tandon atau tempat penampungan air, salah satunya di sekolah yang menerima bantuan. Kegiatan tersebut juga melibatkan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sleman Arif Hidayat, S.Kom., Humas BAZNAS Sleman Titis Ayu W., S.I.Kom., serta personel BPBD Sleman, di antaranya Aris Hidayat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman dan Agus K dari unsur logistik dan peralatan. Penyaluran turut didukung Pemerintah Kalurahan Merdikorejo, Babinsa Merdikorejo, serta warga setempat. Kolaborasi BAZNAS Kabupaten Sleman dan BPBD Sleman dalam dropping air bersih menjadi bagian dari upaya respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dan mendukung aktivitas pendidikan di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, termasuk membantu warga yang menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan dasar seperti air bersih. Melalui zakat, infak, dan sedekah, Sahabat BAZNAS dapat ikut menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena setetes kepedulian dapat menjadi sumber kehidupan bagi sesama.***
30/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Artikel Terbaru

Hikmah Kemerdekaan: Merdeka untuk Berbagi, Merdeka untuk Menyejahterakan
Hikmah Kemerdekaan: Merdeka untuk Berbagi, Merdeka untuk Menyejahterakan
Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan adalah amanah untuk mengisi ruang kebebasan dengan kebaikan, menghadirkan keadilan, dan memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk hidup layak dan bermartabat. Setiap tanggal 17 Agustus, kita mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwa demi lahirnya Indonesia yang merdeka. Tetapi ada satu pertanyaan penting yang patut kita renungkan: untuk apa kemerdekaan ini kita warisi? Kemerdekaan seharusnya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan. Kemerdekaan harus menghadirkan harapan bagi mereka yang masih kekurangan. Kemerdekaan harus membuat anak-anak dapat bersekolah, keluarga dapat memenuhi kebutuhan hidup, orang sakit memperoleh pengobatan, para mustahik mampu bangkit, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mandiri. Di sinilah zakat, infak, dan sedekah menemukan maknanya yang sangat dalam. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat adalah jalan untuk menghadirkan keadilan sosial. Ia mengajarkan bahwa di dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain. Ada bagian yang harus mengalir dari tangan orang yang berkecukupan kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia. Ketika seorang muzaki menunaikan zakatnya, sesungguhnya ia sedang ikut membangun jembatan antara mereka yang memiliki kemampuan dan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. Bayangkan jika semangat itu tumbuh di seluruh penjuru negeri. Yang mampu membantu yang lemah. Yang memiliki kelebihan menguatkan yang kekurangan. Yang sudah bangkit membantu saudaranya untuk bangkit. Yang memiliki ilmu membagikannya. Yang memiliki harta mengalirkannya untuk kemaslahatan. Maka kemerdekaan tidak berhenti sebagai sebuah perayaan. Kemerdekaan berubah menjadi gerakan kesejahteraan. Di Kabupaten Sleman, semangat itu perlu terus kita hidupkan. Zakat tidak cukup hanya dikumpulkan dan disalurkan; zakat harus dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Kita ingin zakat mampu mengubah mustahik menjadi lebih berdaya, membuka peluang usaha, meningkatkan pendidikan, membantu kesehatan, memperkuat ketahanan keluarga, dan pada akhirnya mengantarkan penerima manfaat menjadi pribadi yang mandiri. Sebab ukuran keberhasilan zakat bukan hanya berapa rupiah yang terkumpul, tetapi berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi lebih baik karena zakat. Kemerdekaan mengajarkan kepada kita bahwa sebuah bangsa tidak dibangun oleh satu atau dua orang. Indonesia dibangun oleh kebersamaan. Demikian pula kesejahteraan masyarakat tidak mungkin hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga tertentu. Ia membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Maka, di momentum kemerdekaan ini, mari kita maknai kembali arti berbagi. Zakat adalah tanda syukur atas rezeki. Infak adalah wujud kepedulian. Sedekah adalah bahasa cinta kepada sesama. Ketika harta yang kita miliki kita keluarkan untuk membantu orang lain, sesungguhnya kita tidak sedang kehilangan. Kita sedang menanam kebaikan. Kita sedang membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, sekaligus menumbuhkan harapan di tengah masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk membebaskan saudara-saudara kita dari belenggu kemiskinan, keterbatasan, dan ketidakberdayaan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kepedulian. Mari kita wujudkan kemerdekaan dengan kebermanfaatan. Mari kita bangun kesejahteraan melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab sesungguhnya, bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang bebas dari penjajahan, tetapi bangsa yang mampu menghadirkan kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyatnya. Dan mungkin, salah satu cara kita menghormati pengorbanan para pahlawan hari ini adalah dengan meneruskan perjuangan mereka melalui jalan yang kita miliki: berbagi, memberdayakan, dan menyejahterakan sesama. Dirgahayu Republik Indonesia. Dari kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan, mari kita lahirkan kesejahteraan yang dirasakan seluruh masyarakat. Zakat Kuat, Masyarakat Berdaya, Indonesia Sejahtera. Oleh: Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman)
21/09/2026 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Manfaat Sedekah dan Berbagi bagi Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam
Manfaat Sedekah dan Berbagi bagi Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam
Berbagi merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dianjurkan dalam Islam. Berbagi tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu orang yang sedang mengalami kesulitan, meluangkan waktu, mendengarkan keluh kesah, hingga menyampaikan perkataan yang baik juga merupakan bentuk kebaikan. Menariknya, kebiasaan berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang menerima. Orang yang memberi juga dapat merasakan dampak positif bagi kesejahteraan psikologisnya. Karena itu, manfaat berbagi bagi kesehatan mental menjadi hal yang menarik untuk dipahami dari perspektif agama maupun psikologi. Sebagai seorang Muslim, setiap kebaikan diyakini memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar karena Allah SWT. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kebaikan memiliki makna sedekah. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa setiap perbuatan baik merupakan sedekah. Artinya, seseorang tidak perlu menunggu kaya atau memiliki kelebihan harta untuk berbagi. Kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif psikologi modern, perilaku membantu atau perilaku prososial juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Sebuah meta-analisis yang melibatkan 201 studi dan hampir 200.000 peserta menemukan adanya hubungan positif antara perilaku prososial dan kesejahteraan, meskipun hubungan tersebut tergolong moderat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan demikian, berbagi dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kesejahteraan mental, tetapi bukan pengganti pengobatan atau penanganan profesional bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Mengapa Berbagi Dapat Membuat Hati Lebih Bahagia? Salah satu manfaat berbagi bagi kesehatan mental yang mudah dirasakan adalah munculnya perasaan bahagia setelah melakukan kebaikan. Ketika membantu seseorang yang membutuhkan, muncul perasaan bahwa apa yang dilakukan memiliki arti. Kepuasan tersebut berbeda dengan kesenangan yang muncul ketika memperoleh sesuatu untuk diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ini dapat muncul ketika kita memberikan makanan kepada tetangga, membantu teman menyelesaikan pekerjaan, atau memberikan sedekah kepada seseorang yang membutuhkan. Saat berbagi, perhatian kita tidak hanya tertuju pada persoalan pribadi, tetapi juga pada kebutuhan orang lain. Hal tersebut dapat memberikan ruang bagi pikiran untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Sejumlah penelitian mengenai perilaku prososial menunjukkan bahwa tindakan membantu orang lain berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan. Penelitian tentang aktivitas kebaikan dan interaksi sosial juga menemukan bahwa perilaku prososial dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan seseorang. Bagi seorang Muslim, kebahagiaan dalam berbagi tentu tidak semata-mata dicari melalui pujian atau pengakuan manusia. Islam mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam beramal. Al-Qur'an menggambarkan besarnya balasan bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti benih yang menghasilkan banyak buah. Karena itu, berbagi sebaiknya dilakukan dengan tujuan utama mencari rida Allah SWT. Ketika dilakukan dengan ikhlas, berbagi juga dapat mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari apa yang kita miliki. Terkadang, kebahagiaan justru hadir ketika kita mampu membantu orang lain. Dari sinilah salah satu manfaat berbagi yang jarang disadari dapat dirasakan: perhatian kita perlahan bergeser dari pertanyaan “apa yang belum saya punya?” menjadi “apa yang masih bisa saya berikan?” Berbagi Dapat Membantu Mengurangi Kesepian Kesepian merupakan pengalaman psikologis yang dapat dialami seseorang meskipun berada di tengah banyak orang. Seseorang bahkan dapat memiliki banyak teman di media sosial, tetapi tetap merasa tidak mempunyai hubungan yang benar-benar bermakna. Dalam kondisi seperti ini, berbagi dan membantu orang lain dapat menjadi salah satu cara membangun hubungan sosial yang lebih positif. Berbagi juga tidak harus selalu berupa materi. Meluangkan waktu untuk mengunjungi keluarga, mendengarkan teman yang sedang menghadapi masalah, atau membantu tetangga merupakan bentuk kepedulian yang dapat memperkuat hubungan. Perilaku tersebut dapat menumbuhkan rasa terhubung dengan orang lain sekaligus memberikan perasaan bahwa keberadaan kita memiliki arti bagi lingkungan sekitar. Penelitian eksperimental mengenai perilaku prososial juga menemukan kaitan antara perilaku membantu dengan penurunan rasa kesepian. Salah satu penelitian yang dilakukan melalui dua studi menemukan bahwa perilaku prososial secara konsisten berkaitan dengan penurunan loneliness atau kesepian. Dalam Islam, kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Kebiasaan berbagi membuat seseorang tidak hanya berfokus pada kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih hangat dengan keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat. Rasa terhubung dengan orang lain menjadi sangat berharga ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit. Hubungan sosial yang sehat memang tidak otomatis menghilangkan seluruh persoalan, tetapi dapat membantu seseorang merasa bahwa dirinya tidak menghadapi semuanya sendirian. Berbagi Menumbuhkan Rasa Syukur Manfaat berbagi bagi kesehatan mental juga dapat berkaitan dengan tumbuhnya rasa syukur. Ketika memberikan sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain, kita secara tidak langsung belajar menyadari bahwa masih ada nikmat yang dapat digunakan untuk membantu sesama. Sebagai contoh, seseorang yang berbagi makanan dapat menjadi lebih sadar bahwa dirinya masih memiliki makanan yang cukup. Sementara itu, orang yang menyumbangkan pakaian layak pakai dapat menyadari bahwa dirinya memiliki pakaian lebih dari yang benar-benar dibutuhkan. Kesadaran tersebut dapat membantu menggeser perhatian dari apa yang kurang menuju penghargaan atas nikmat yang telah dimiliki. Dengan begitu, berbagi tidak hanya berkaitan dengan emosi sesaat, tetapi juga dapat mendorong pola pikir yang lebih positif. Dalam Islam, rasa syukur tidak hanya diwujudkan dengan mengucapkan “alhamdulillah”, tetapi juga dengan menggunakan nikmat Allah untuk sesuatu yang baik. Harta, tenaga, waktu, ilmu, dan kemampuan dapat menjadi sarana untuk membantu orang lain. Ketika digunakan dengan cara tersebut, seorang Muslim belajar memandang nikmat sebagai amanah. Al-Qur'an juga memberikan perhatian besar terhadap infak dan sedekah. Surah Al-Baqarah ayat 261 menggambarkan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan bagaimana Allah melipatgandakan balasannya. Pesan tersebut mengajarkan bahwa berbagi bukan sekadar kehilangan sesuatu yang dimiliki, tetapi merupakan bagian dari amal yang memiliki nilai di sisi Allah. Pemahaman ini dapat memperkuat rasa bermakna dalam menjalani kehidupan. Namun, niat dalam berbagi tetap perlu dijaga. Al-Qur'an mengingatkan agar sedekah tidak dirusak dengan menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti penerimanya. Karena itu, berbagi sebaiknya tidak dilakukan demi mendapatkan pujian atau pengakuan. Berbagi yang sehat secara spiritual dilakukan dengan ikhlas sekaligus tetap menjaga martabat orang yang menerima. Berbagi, Makna Hidup, dan Ketenangan Batin Manusia membutuhkan lebih dari sekadar kesenangan untuk merasa bahwa hidupnya berarti. Kita juga membutuhkan tujuan, hubungan yang bermakna, serta keyakinan bahwa keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam konteks tersebut, perilaku berbagi dapat berkaitan dengan munculnya rasa bahwa kehidupan kita memiliki kontribusi bagi orang lain. Penelitian mengenai hubungan perilaku prososial dan kesehatan mental juga menemukan hubungan positif yang signifikan. Meta-analisis tahun 2026 yang mencakup 121 studi dan lebih dari 222.000 peserta menemukan bahwa perilaku prososial memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental. Menariknya, hubungan tersebut paling kuat pada indikator makna hidup dibandingkan beberapa indikator lainnya. Temuan ini semakin memperlihatkan bahwa membantu orang lain dapat berkaitan dengan bagaimana seseorang menemukan makna dalam kehidupannya. Bagi seorang Muslim, makna hidup memiliki dimensi yang lebih dalam. Kehidupan tidak hanya tentang mengejar kekayaan, jabatan, atau pengakuan manusia, tetapi juga merupakan kesempatan untuk beribadah dan melakukan kebaikan. Ketika seseorang berbagi karena Allah, tindakan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari ibadah. Di sinilah berbagi dapat dipahami melalui perpaduan antara tujuan hidup, hubungan sosial, dan keimanan. Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa sedekah memiliki cakupan yang luas. Ketika seseorang tidak mampu memberikan sesuatu secara materi, ia tetap dapat membantu orang yang membutuhkan, mengajak kepada kebaikan, atau menahan diri dari keburukan. Dengan demikian, kesempatan untuk berbuat baik terbuka bagi siapa saja, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Berbagi ilmu, membantu pekerjaan orang tua, memberikan makanan kepada tetangga, mendengarkan seseorang yang membutuhkan teman bicara, hingga menyampaikan kata-kata yang baik merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan hampir setiap hari. Hadis dalam Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa setiap kebaikan merupakan sedekah. Artinya, berbagi tidak terbatas pada pemberian uang atau harta. Cara Membiasakan Berbagi dalam Kehidupan Sehari-hari Agar berbagi menjadi kebiasaan yang sehat dan berkelanjutan, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan. Pertama, berbagi sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri memberikan sesuatu di luar kemampuan finansial. Islam tidak mengajarkan seseorang menyakiti dirinya sendiri demi terlihat dermawan. Berbagi dapat dilakukan secara proporsional, konsisten, dan ikhlas. Kedua, tidak harus menunggu momen tertentu. Berbagi dapat dilakukan dalam keseharian. Misalnya, menyisihkan sebagian uang setiap minggu untuk sedekah, menyediakan makanan tambahan untuk dibagikan, atau meluangkan waktu membantu keluarga. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuat aktivitas berbagi lebih mudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ketiga, memperluas makna berbagi. Berbagi bukan hanya memberikan harta. Kita dapat berbagi ilmu, tenaga, waktu, perhatian, pengalaman, senyuman, maupun perkataan yang baik. Pemahaman ini penting karena kesempatan berbuat baik terbuka bagi hampir semua orang, termasuk mereka yang sedang mengalami keterbatasan ekonomi. Keempat, tetap memiliki batas yang sehat. Membantu orang lain tidak berarti harus selalu memenuhi semua permintaan. Aktivitas membantu sebaiknya tidak membuat seseorang mengalami kelelahan fisik maupun emosional. Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara perilaku prososial dan kesehatan mental, tetapi hal tersebut bukan berarti seseorang harus mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Kelima, luruskan niat. Sebelum berbagi, seorang Muslim dapat mengingat bahwa tujuan utama beramal adalah mencari rida Allah SWT. Dengan niat tersebut, manfaat positif bagi kesehatan mental menjadi bagian dari hikmah yang menyertai amal, bukan satu-satunya alasan untuk berbuat baik. Bahkan ketika tidak memperoleh pujian atau ucapan terima kasih, seseorang tetap dapat merasa tenang karena yakin bahwa Allah mengetahui setiap amal yang dilakukan. Apakah Berbagi Bisa Menghilangkan Stres dan Masalah Kesehatan Mental? Membahas manfaat berbagi bagi kesehatan mental bukan berarti menganggap berbagi sebagai obat untuk semua masalah psikologis. Seseorang yang mengalami depresi, gangguan kecemasan, trauma, atau masalah kesehatan mental lainnya tetap membutuhkan bantuan yang sesuai. Berbagi dapat menjadi kebiasaan yang mendukung kesejahteraan, tetapi tidak seharusnya menggantikan konsultasi dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan profesional. Meski demikian, penelitian menunjukkan adanya mekanisme yang menarik. Sebuah penelitian mengenai perilaku memberi setelah seseorang mengalami stres menemukan bahwa kelompok yang melakukan tindakan prososial menunjukkan pemulihan beberapa respons fisiologis terhadap stres yang lebih baik dibandingkan kelompok tertentu dalam eksperimen tersebut. Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai bagaimana perilaku prososial dapat berkaitan dengan pengelolaan stres. Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa membantu orang lain dapat berkaitan dengan hubungan sosial, rasa memiliki tujuan, dan kesejahteraan psikologis. Namun, hasil penelitian tidak boleh dipahami secara berlebihan. Berbagi bukan berarti setiap orang yang bersedekah otomatis terbebas dari kecemasan, stres, atau kesedihan. Sebagai Muslim, kita juga memahami bahwa kehidupan tetap menghadirkan berbagai ujian. Berbagi bukan sarana untuk memastikan hidup tanpa masalah. Sebaliknya, berbagi dapat menjadi salah satu cara menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang, memperkuat hubungan dengan sesama, sekaligus mengingatkan diri bahwa kita selalu memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan. Karena itu, ketika menghadapi masalah kesehatan mental yang berat atau berkepanjangan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual. Berdoa, beribadah, bersedekah, dan membantu orang lain dapat tetap dilakukan, tetapi pertolongan medis atau psikologis juga perlu dicari ketika dibutuhkan. Pada akhirnya, manfaat berbagi bagi kesehatan mental dapat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari kehidupan yang seimbang: membantu sesama, membangun hubungan sosial, menemukan makna, menumbuhkan rasa syukur, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
14/09/2026 | Humas
Amalan Terbaik di Bulan Safar Menurut Islam: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Amalan Terbaik di Bulan Safar Menurut Islam: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk memulai suatu aktivitas. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Karena itu, umat Islam tidak perlu merasa takut atau menunda berbagai urusan hanya karena memasuki bulan ini. Sebaliknya, Bulan Safar dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh demi meraih rida Allah SWT. Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama Bulan Safar? Simak penjelasannya berikut ini. Mengenal Bulan Safar dalam Islam Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriah. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Bulan Safar membawa kesialan sehingga mereka enggan melakukan perjalanan, menikah, atau berdagang pada bulan tersebut. Islam datang untuk meluruskan keyakinan yang keliru itu. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menjelaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Tidak ada waktu atau bulan tertentu yang secara hakikat membawa keberuntungan maupun kesialan. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk mengisi Bulan Safar dengan amal saleh, bukan dengan mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Mengapa Perlu Memperbanyak Amal Saleh di Bulan Safar? Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki Bulan Safar. Namun, setiap waktu merupakan kesempatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Memperbanyak amal saleh di Bulan Safar memiliki banyak manfaat, di antaranya: Menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menambah pahala sebagai bekal di akhirat. Membersihkan hati dari sifat-sifat buruk. Menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Mempererat hubungan dengan sesama. Menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. 10 Amalan Terbaik di Bulan Safar yang Dianjurkan 1. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar. Yang terpenting adalah niatnya semata-mata mengharap rida Allah SWT, bukan karena menganggap sedekah sebagai penolak bala. 2. Membaca dan Mentadaburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Lebih dari itu, seorang muslim juga dianjurkan memahami kandungan ayat-ayatnya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup akan memberikan manfaat besar, baik di dunia maupun di akhirat. 3. Memperbanyak Zikir Zikir merupakan amalan yang ringan dilakukan tetapi memiliki keutamaan yang besar. Dengan memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istigfar, hati menjadi lebih tenang dan selalu mengingat Allah SWT. 4. Memperbanyak Istigfar Setiap manusia tidak lepas dari kesalahan. Karena itu, memperbanyak istigfar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beristigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya. 5. Menjaga Salat Wajib dan Menambah Salat Sunnah Salat merupakan tiang agama. Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti: Salat Tahajud Salat Duha Salat Rawatib Salat Witir Amalan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 6. Melaksanakan Puasa Sunnah Puasa sunnah dapat menjadi pilihan ibadah selama Bulan Safar, di antaranya: Puasa Senin dan Kamis. Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar. Puasa Daud bagi yang mampu. Selain memperoleh pahala, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. 7. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, sahabat, maupun sesama muslim merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Silaturahmi menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan umur dan rezeki sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. 8. Membantu Sesama Membantu orang lain tidak selalu harus dengan harta. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga termasuk bentuk amal saleh yang bernilai di sisi Allah SWT. Sikap peduli terhadap sesama merupakan cerminan akhlak mulia seorang muslim. 9. Menuntut Ilmu Agama Belajar agama merupakan kewajiban setiap muslim. Mengikuti kajian Islam, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah. Ilmu yang benar akan membimbing seseorang menjalankan ajaran Islam sesuai tuntunan syariat. 10. Memperbanyak Doa Doa adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta keteguhan iman merupakan amalan yang dianjurkan setiap saat. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui doa-doa yang tulus. Hikmah Memperbanyak Amal Saleh di Bulan Safar Mengisi Bulan Safar dengan ibadah dan amal saleh memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang muslim, antara lain: Semakin dekat dengan Allah SWT. Mendapatkan pahala yang berlimpah. Membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan kesombongan. Membentuk akhlak yang lebih baik. Memberikan ketenangan hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar Hingga kini masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai ritual penolak bala atau menganggapnya sebagai bulan pembawa kesialan. Dalam Islam, keyakinan seperti itu tidak memiliki dasar yang sahih. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Oleh sebab itu, umat Islam tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, membuka usaha, maupun aktivitas baik lainnya hanya karena berada di bulan ini. Yang lebih utama adalah memperkuat tawakal kepada Allah SWT dan mengisi waktu dengan berbagai amal kebajikan. Tips Istikamah Beribadah di Bulan Safar Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar, beberapa langkah berikut dapat diterapkan: Membuat target ibadah harian. Menjadwalkan membaca Al-Qur'an setiap hari. Menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Membiasakan salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib. Mengikuti majelis ilmu atau kajian Islam secara rutin. Mengajak keluarga untuk beribadah bersama. Memperbanyak doa agar diberikan keistiqamahan. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kualitas ibadah, tidak hanya di Bulan Safar tetapi juga sepanjang tahun. Pada hakikatnya, amalan terbaik di Bulan Safar adalah seluruh amal saleh yang dianjurkan dalam Islam dan dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan, sehingga tidak ada alasan untuk takut ataupun menunda berbagai aktivitas yang baik. Sebaliknya, jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan melalui sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjaga salat, berpuasa sunnah, mempererat silaturahmi, membantu sesama, menuntut ilmu agama, serta memperbanyak doa. Semoga setiap amal yang dilakukan diterima oleh Allah SWT, menjadi sebab turunnya keberkahan dalam kehidupan, dan menjadi bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat.***
04/08/2026 | Humas

BAZNAS TV