
Berita Terkini
BAZNAS Sleman Koordinasi dengan LAZ Se-Kabupaten, Bahas Standar Pendayagunaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar koordinasi bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Sleman guna menyelaraskan standar pendayagunaan zakat agar lebih optimal dan tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran kepada mustahik.
Kegiatan yang merupakan agenda rutin setiap tiga bulan ini dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) bertempat di Kantor LAZ Lumbung Zakat, Tempel. Pertemuan dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Nasirun, S.A.P.
Dalam sambutannya, Nasirun menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan LAZ tingkat kabupaten, khususnya dalam menyusun standar pendayagunaan zakat agar program yang dijalankan tidak saling tumpang tindih serta mampu memaksimalkan manfaat bagi mustahik.
“BAZNAS dan LAZ bukanlah saingan, melainkan bersama-sama mengemban tanggung jawab sebagai amanah umat,” tegas Nasirun.
Forum koordinasi ini juga menjadi ruang diskusi bagi masing-masing LAZ untuk memaparkan program kerja serta kendala yang dihadapi dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat demi peningkatan efektivitas dan ketepatan sasaran dalam pendayagunaan zakat di Kabupaten Sleman.
Adapun LAZ yang hadir dalam koordinasi tersebut antara lain LAZISMU Sleman, Lumbung Zakat, LAZ Sembada, LAZISQU, LAZISMU Gamping, Baitulmaal Muamalat, dan LAZ Pundi Surga.
BAZNAS Sleman bersama LAZ se-Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi secara berkala guna memastikan pengelolaan zakat berjalan profesional, transparan, dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***
11/02/2026 | ayw/Humas BAZNAS Sleman
BAZNAS Se-DIY Gelar Rakorda Evaluasi Pengelolaan Zakat Tahun 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dalam rangka evaluasi pengelolaan zakat Tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk mengoptimalkan tata kelola zakat serta memperkuat koordinasi dan pembaruan informasi antar lembaga BAZNAS di wilayah DIY.
Rakorda BAZNAS se-DIY dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) bertempat di RM Sego Abang, Jalan KRT Judodiningrat, Seneng, Siraman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Direktur Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta, serta perwakilan staf pelaksana.
BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut dengan kehadiran seluruh jajaran pimpinan serta dua perwakilan staf pelaksana.
Kehadiran ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sleman dalam mendukung penguatan koordinasi dan peningkatan kualitas pengelolaan zakat di tingkat daerah.
Acara Rakorda diawali dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Drs. Mustangid, M.Pd., selaku tuan rumah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua BAZNAS DIY, Dra. Puji Astuti, M.Si., yang menekankan pentingnya evaluasi dan sinergi antar BAZNAS dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat ke depan.
Rakorda kali ini diisi dengan pemaparan materi Evaluasi Pengelolaan Zakat Tahun 2025, yang membahas capaian, tantangan, serta rekomendasi perbaikan dalam tata kelola zakat di wilayah DIY.
Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan langkah strategis guna meningkatkan kinerja dan dampak program zakat bagi masyarakat.
Kegiatan Rakorda BAZNAS se-DIY menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.***
09/02/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Gelar Workshop Peningkatan Kinerja Pengelolaan Zakat dan Optimalisasi Kantor Digital
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar workshop guna meningkatkan kinerja tim dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang meeting Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Kamis (5/02/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Workshop diikuti oleh jajaran pimpinan serta staf pelaksana BAZNAS Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.
Pada sesi pertama, workshop membahas tata cara pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ). Materi juga mencakup program pentasharufan, pengisian Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), serta strategi dan kiat meraih BAZNAS Award. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Nursya’bani Purnama, SE., M.Si., CT., CCA.
Sesi kedua dilanjutkan dengan workshop mengenai Optimalisasi Kantor Digital, IT, dan Media Sosial yang disampaikan oleh Muhaimin, S.Si. Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan pentingnya pengelolaan kantor digital dan media sosial secara strategis, mulai dari pengoptimalan konten hingga penerapan SEO.
“Jika saya bandingkan, kantor digital atau website BAZNAS Sleman sudah tergolong baik dibanding BAZNAS se-DIY lainnya. Terlihat peningkatan signifikan sejak beberapa bulan terakhir di tahun 2025. Saat ini, BAZNAS Sleman unggul di mesin pencarian Google dengan kata kunci ‘zakat’, berada di halaman satu baris ketiga,” ungkap Muhaimin.
Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis untuk memperoleh acuan dan bimbingan yang valid terkait formula perhitungan Indeks Zakat Nasional.
“Menurut kami, workshop ini sangat tepat karena membuka potensi BAZNAS Kabupaten Sleman untuk meraih predikat BAZNAS terbaik,” ujar Nasirun.
Ia berharap, melalui workshop ini, jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Sleman dapat terus berkolaborasi meningkatkan kinerja lembaga, sehingga pengelolaan zakat yang efektif dan berdaya guna bagi delapan asnaf dapat terwujud secara optimal.***
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman
Mari kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS-DSKL yang amanah
Mari jadikan zakat sebagai jalan berbagi dan mendidik akhlak
Mari dukung program kemaslahatan umat bersama BAZNAS Kabupaten Sleman
Mari tunaikan zakat melalui link kantor digital di bawah ini https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kabupaten Sleman (WhatsApp: 0811-3220-8000) untuk kemudahan dan keberkahan ibadah Anda.
06/02/2026 | ayw./
Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Luncurkan Program Microfinance Masjid, Salurkan Bantuan Rp522 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman resmi meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Melalui program ini, BAZNAS Sleman mentasharufkan bantuan dengan total nilai Rp522 juta kepada 18 masjid terpilih yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman.
Peluncuran sekaligus penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., kepada perwakilan penerima bantuan, yaitu Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Tegal Sidoarum, Godean, Windarto.
Program BAZNAS Microfinance Masjid diinisiasi sebagai inovasi pengelolaan zakat produktif yang bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar.
Melalui skema pembiayaan produktif berbasis syariah, BMM dirancang untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari jamaah masjid.
Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 18 perwakilan masjid terpilih dari 17 kapanewon di Sleman sebagai penerima program dalam sosialisasi BMM.
Bantuan yang disalurkan bukan bersifat hibah konsumtif, melainkan pembiayaan produktif tanpa riba.
Setiap masjid memperoleh stimulan dana minimal Rp25 juta, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi jamaah.
Dana tersebut selanjutnya dikelola oleh masjid untuk digulirkan kepada jamaah penerima manfaat, khususnya pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil, perajin, dan penyedia jasa.
Selain mendapatkan modal usaha, para penerima manfaat juga memperoleh pendampingan usaha dan pembinaan keislaman secara berkelanjutan.
BAZNAS Sleman juga memberikan pembinaan khusus kepada pengelola atau manajer BMM di setiap masjid penerima. Pembinaan meliputi proses pengajuan proposal, verifikasi calon penerima manfaat, pengelolaan keuangan sederhana, hingga mekanisme pendampingan program.
Seluruh program akan dimonitoring secara berkala oleh pendamping BAZNAS Sleman melalui kunjungan langsung ke masjid-masjid penerima.
Melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. Zakat diharapkan tidak hanya habis dibagikan, tetapi mampu tumbuh, bergulir, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik dengan masjid sebagai pusat penggeraknya.***
29/01/2026 | ayw./

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman.
Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program.
Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga.
“Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih.
Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya.
Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.
“Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya.
“Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***
23/01/2026 | Humas

BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Pada Jumat (14/11/2025), BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp156.038.700 kepada 14 kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah Sleman.
Penyaluran yang berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman ini dihadiri oleh para pendamping lapangan yang turut memberikan arahan mengenai teknis pemanfaatan bantuan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Sleman dalam mendukung mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif.
Pada penyaluran periode ini, pendamping lapangan Joko Yugianto dan Nurul Indah Khasanah hadir langsung memberikan pendampingan teknis terkait penggunaan dana, pelaporan, hingga mekanisme monitoring.
Penanggungjawab Program Sleman Produktif, Kukuh Santoso, M.A., menegaskan bahwa bantuan ini harus digunakan secara maksimal sesuai kebutuhan prioritas masing-masing kelompok. Ia berpesan agar penerima tidak berfokus pada hal-hal yang bersifat estetis namun kurang penting, seperti membuat kandang yang terlalu mewah sehingga anggaran tidak mencukupi.
“Diharapkan bantuan bisa dikembangkan dan dimaksimalkan. BAZNAS Sleman hanya membantu tiga kali. Setahun pertama ada pemantauan dan penilaian dari pendamping lapangan. Laporan harus dibuat rapi dan lengkap,” jelas Kukuh.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kelompok wajib melengkapi laporan pembelanjaan dengan bukti nota dan memastikan kelengkapan banner program sebagai identitas penerima bantuan. Banner tersebut harus dipasang seragam dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pelaporan.
Sementara itu, Pendamping Lapangan Nurul Indah Khasanah menyampaikan penjelasan terkait mekanisme koordinasi serta jadwal pendampingan yang akan dilakukan secara berkala.
Pendamping lainnya, Joko Yugianto, menambahkan bahwa pihaknya akan membuat grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi selama proses pendampingan berlangsung.
“Usahanya harus nyata dan benar-benar berjalan, karena ini berasal dari dana zakat. Jangan sampai ada laporan manipulatif, karena pasti akan ketahuan dan akan berpengaruh pada bantuan selanjutnya,” pesan Nurul.
Joko Yugiyanto menegaskan bahwa pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok. Kelompok yang membutuhkan perhatian lebih akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sedangkan kelompok yang sudah mandiri akan dipantau pada periode pelaporan triwulan.
“Jika UMKM atau KWT yang sudah mampu mandiri, kami tidak perlu sering hadir. Kami hadir saat pelaporan triwulan. Perlakuan saya juga berbeda melihat kondisi UMKM atau KWT,” jelas Joko.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran dengan menghadirkan ketua kelompok dan satu anggota sebagai perwakilan. Program ini menyasar berbagai kelompok usaha produktif, baik UMKM maupun kelompok wanita tani (KWT), yang tersebar di wilayah Prambanan, Tempel, Mlati, Seyegan, Turi, Ngaglik, dan Moyudan.
Daftar Kelompok Penerima Bantuan Program Sleman Produktif November 2025
Berikut daftar kelompok yang menerima bantuan pada periode November 2025
1. Kelompok Mawar, Sorogedug Lor, Madurejo, Prambanan.
2. Kelompok Ibu-Ibu Berdagang Berkah, Totongan, Madurejo, Prambanan.
3. Kelompok JJL, Trukan Demangan, Madurejo, Prambanan.
4. Kelompok Morobangun Ngremboko, Dukuh. Madurejo, Prambanan.
5. Kelompok Maju Jaya, Gangsiran, Madurejo, Prambanan.
6. Kelompok Ayem Tentrem, Deresan, Madurejo, Prambanan.
7. KWT Ngudi Rahayu, Domban 01/05, Mororejo, Tempel.
8. KWT Sumber Lestari, Tegal Cabakan, Sumberadi, Mlati.
9. KWT Mekar, Jamblangan, Margomulyo, Seyegan.
10. KWT Rukun Makmur, Kemirikebo, Girikerto, Turi
11. Kelompok Dua Satu Farm, Surirejo, Sukoharjo, Ngaglik.
12. KWT Melati, Rebobong Kidul, Mororejo, Tempel.
13. Kelompok Pasar Ngijon, Pucangan Sumberagung, Moyudan.
14. Kelompok Pasar Turi, Kumendung, Candibinangun, Pakem.
Ungkapan Mustahik Terkait Bantuan ProgramSalah satu penerima bantuan, Tri Andayani, Ketua KWT Ngudi Rahayu, Domban, Mororejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima kelompoknya sebesar Rp22.500.000. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha ayam petelur.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Kami ingin menambah jumlah ayam petelur agar bisa memenuhi kebutuhan satu kampung,” ujarnya.
Sebelumnya, KWT Ngudi Rahayu hanya memiliki dua hingga lima kandang dengan sekitar 30 ekor ayam yang menghasilkan 400 butir telur setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, kelompok berharap dapat meningkatkan skala usaha serta memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat sekitar.
Tri menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Ia berharap keberkahan senantiasa menyertai para donatur yang telah peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program Sleman Produktif diharapkan terus menjadi lokomotif penguatan ekonomi lokal dengan mendorong munculnya lebih banyak kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.***
24/11/2025 | ayw./
Artikel Terbaru
Kafarat dalam Islam: Pengertian, Dalil, dan Cara Menunaikannya
Dalam ajaran Islam, kafarat merupakan bentuk penebusan yang diwajibkan bagi seorang muslim atas pelanggaran tertentu yang dilakukan secara sengaja.
Kafarat berfungsi sebagai penghapus dosa sekaligus tanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat, sehingga dampaknya tidak berlanjut baik di dunia maupun di akhirat.
Secara umum, kafarat dapat dipahami sebagai denda syariat yang harus ditunaikan sesuai ketentuan agama. Meski demikian, Islam tetap menekankan pentingnya menjauhi larangan Allah SWT dan menjalankan seluruh perintah-Nya sebagai bentuk ketaatan utama.
Dalil tentang Kafarat dalam Al-Qur’an
Ketentuan kafarat dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 89 yang menjelaskan kafarat atas pelanggaran sumpah:
"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya)."
Cara Membayar Kafarat dalam Islam
1. Kafarat karena Pelanggaran Sumpah
Apabila seseorang melanggar sumpah yang diucapkan dengan sengaja, maka kafarat dapat ditunaikan dengan salah satu cara berikut:
Memberi makan 10 orang fakir miskin, berupa makanan layak sebagaimana yang biasa dikonsumsi keluarga.
Memberi pakaian kepada 10 orang fakir miskin, yaitu pakaian yang pantas dan dapat digunakan untuk menunaikan ibadah salat.
Membebaskan seorang budak muslim, bagi yang mampu melaksanakannya.
Berpuasa selama 3 hari, sebagai alternatif bagi yang tidak mampu menunaikan kafarat dengan cara-cara sebelumnya.
2. Kafarat atas Dosa Selain Pelanggaran Sumpah
Selain pelanggaran sumpah, terdapat bentuk kafarat lain yang diwajibkan atas pelanggaran tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:
Membebaskan seorang budak perempuan muslimah, sebagai bentuk penebusan dosa yang dilakukan.
Berpuasa selama dua bulan berturut-turut, apabila tidak mampu melaksanakan cara pertama.
Memberi makan 60 orang fakir miskin, jika kedua cara sebelumnya tidak dapat dilakukan. Takaran makanan yang diberikan setara dengan satu mud atau biaya satu kali makan untuk setiap orang.
Kafarat merupakan wujud kasih sayang Allah SWT yang memberikan jalan bagi hamba-Nya untuk menebus kesalahan dan memperbaiki diri.
Meski tersedia ketentuan kafarat, umat Islam tetap dianjurkan untuk berhati-hati dalam bersikap, menjaga sumpah, dan senantiasa menaati perintah Allah SWT agar terhindar dari pelanggaran.***
Sumber: baznas.go.id
09/02/2026 | Humas
5 Amalan Utama di Malam Nisfu Syaban sebagai Bekal Menyambut Ramadan
Bulan Syakban memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam, terutama pada pertengahan bulan yang dikenal sebagai malam Nisfu Syakban.
Momentum ini menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Oleh karena itu, memahami berbagai amalan utama di malam Nisfu Syakban menjadi langkah penting agar seorang muslim dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan kesiapan spiritual yang optimal.
Dalam khazanah keislaman, malam Nisfu Syakban sering dimaknai sebagai waktu pengampunan dosa dan pengangkatan catatan amal. Para ulama menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh.
Dengan menghidupkan amalan-amalan Nisfu Syakban, seorang muslim diharapkan mampu meluruskan niat, memperbaiki kualitas ibadah, dan meningkatkan ketakwaan sebelum memasuki bulan penuh rahmat.
Persiapan spiritual menuju Ramadan tidak dapat dilakukan secara instan. Ia memerlukan proses kesadaran, keikhlasan, dan kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui amalan-amalan di malam Nisfu Syakban, umat Islam diajak memanfaatkan bulan Syaban sebagai jembatan menuju Ramadan agar ibadah puasa dan amalan lainnya dapat dijalankan secara maksimal.
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Amalan utama yang sangat dianjurkan pada malam Nisfu Syakban adalah memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT.
Momen ini menjadi saat yang tepat untuk menyadari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, serta kembali kepada jalan yang diridai Allah dengan penuh kerendahan hati.
Istighfar dan taubat bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan pengakuan dosa yang disertai tekad kuat untuk memperbaiki diri. Taubat yang tulus akan membersihkan hati sehingga seorang muslim lebih siap menerima limpahan rahmat Ramadan dan menjalani ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Membersihkan hati dari dosa juga menjadi fondasi penting agar ibadah puasa, salat, dan tilawah Al-Qur’an dapat dirasakan lebih bermakna. Dengan hati yang bersih, seorang muslim akan lebih mudah menjaga lisan, perbuatan, dan mengendalikan hawa nafsu saat Ramadan tiba.
2. Memperbanyak Salat Sunnah
Salat sunnah termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada malam Nisfu Syakban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Melalui salat sunnah, seorang hamba memiliki ruang untuk bermunajat, memohon ampunan, serta memanjatkan harapan akan kebaikan dunia dan akhirat.
Kebiasaan melaksanakan salat sunnah juga menjadi latihan spiritual sebelum memasuki intensitas ibadah Ramadan. Bangun malam dan mendirikan salat akan memudahkan seorang muslim dalam menjalankan qiyamul lail selama bulan puasa.
Salat sunnah yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah. Inilah modal penting agar Ramadan dijalani dengan semangat, bukan sekadar kewajiban.
3. Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an
Interaksi dengan Al-Qur’an merupakan amalan yang tidak terpisahkan dari malam Nisfu Syakban. Bulan Syaban menjadi waktu yang tepat untuk mulai membiasakan diri membaca, memahami, dan merenungkan Al-Qur’an sebelum datangnya bulan Ramadan.
Membaca Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga pada pemahaman makna dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Tadabbur Al-Qur’an akan memperkuat iman dan membentuk akhlak yang lebih baik.
Dengan membiasakan tilawah sejak Nisfu Syakban, seorang muslim akan lebih siap menyambut Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an. Ibadah tilawah pun terasa lebih ringan karena telah dibangun sejak sebelumnya.
4. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Doa dan dzikir memiliki kedudukan istimewa pada malam Nisfu Syakban. Malam ini diyakini sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa dan memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Dzikir berfungsi menghidupkan hati dan menjaga kesadaran spiritual dalam setiap keadaan. Dengan banyak berdzikir, seorang muslim akan terhindar dari kelalaian dan lebih dekat dengan Allah.
Memperbanyak doa juga menjadi wujud harapan agar dipertemukan dengan Ramadan dalam kondisi sehat, beriman, dan mampu menjalankan ibadah secara maksimal. Kebiasaan ini akan menjadi kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian selama bulan puasa.
5. Memperbaiki Hubungan Sesama dan Memperbanyak Sedekah
Amalan penting lainnya di malam Nisfu Syakban adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia serta memperbanyak sedekah. Islam mengajarkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya ditentukan oleh hubungan dengan Allah, tetapi juga oleh hubungan dengan sesama.
Saling memaafkan, menjaga silaturahmi, dan menghilangkan rasa dendam menjadi langkah penting untuk membersihkan hati sebelum Ramadan tiba. Sedekah melatih keikhlasan, kepedulian sosial, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Dengan memperbaiki akhlak sosial dan gemar berbagi, suasana Ramadan akan terasa lebih damai, penuh kasih sayang, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.
Malam Nisfu Syakban merupakan momentum penting yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh umat Islam. Melalui istighfar dan taubat, salat sunnah, membaca Al-Qur’an, doa dan dzikir, serta memperbaiki hubungan sesama, seorang muslim dapat mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan sosial sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Semoga dengan menghidupkan amalan-amalan di malam Nisfu Syakban, kita semua diberi kesempatan bertemu Ramadan dan mampu mengisinya dengan amal saleh yang diridai Allah SWT.
04/02/2026 | Humas
Memahami Nisfu Syakban: Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Nisfu Syakban merupakan salah satu momentum penting dalam kalender Hijriah yang mendapat perhatian besar dari umat Islam. Istilah Nisfu Syakban merujuk pada pertengahan bulan Syakban, tepatnya malam ke-15, yang diyakini memiliki nilai spiritual dan keutamaan tersendiri.
Dalam tradisi Islam, Nisfu Syakban kerap dimanfaatkan sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, melakukan introspeksi diri, serta menyiapkan hati dan jiwa menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia.
Lebih dari sekadar penanda waktu, Nisfu Syakban dipandang sebagai kesempatan memperkuat iman dan ketakwaan. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa pada bulan ini catatan amal manusia diangkat dan ketentuan tahunan ditetapkan atas izin Allah SWT. Oleh karena itu, Nisfu Syakban menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Dalam praktiknya, Nisfu Syakban sering diisi dengan kegiatan keagamaan seperti doa bersama, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak istighfar. Tradisi tersebut berkembang di berbagai daerah sebagai wujud kecintaan umat Islam terhadap bulan Syakban. Meski terdapat perbedaan pandangan terkait tata cara pelaksanaannya, esensi Nisfu Syakban tetap berfokus pada penguatan spiritual dan perbaikan diri.
Pemahaman yang benar tentang Nisfu Syakban sangat penting agar umat Islam tidak terjebak pada amalan yang tidak memiliki landasan kuat. Dengan pemahaman yang tepat, Nisfu Syakban dapat dimaknai sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kualitas ibadah secara menyeluruh. Inilah yang menjadikan Nisfu Syakban memiliki kedudukan istimewa dalam pandangan kaum muslimin.
Pengertian dan Makna Nisfu Syakban dalam Islam
Secara bahasa, kata “nisfu” berarti pertengahan. Dengan demikian, Nisfu Syakban merujuk pada pertengahan bulan Syakban. Dalam perspektif Islam, Nisfu Syakban memiliki makna spiritual yang mendalam karena diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Para ulama memandang Nisfu Syakban sebagai fase penting sebelum memasuki bulan Ramadan. Oleh sebab itu, Nisfu Syakban sering dimaknai sebagai masa persiapan ruhani agar seorang muslim dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Kesadaran inilah yang menjadikan Nisfu Syakban tidak layak dilewatkan begitu saja.
Dalam sejarah Islam, bulan Syakban juga dikaitkan dengan peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram. Peristiwa besar tersebut menunjukkan bahwa bulan Syakban, termasuk Nisfu Syakban di dalamnya, memiliki posisi penting dalam perjalanan syariat Islam.
Makna Nisfu Syakban juga tercermin dalam anjuran untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Syakban, Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat. Hal ini menegaskan bahwa Nisfu Syakban merupakan waktu yang penuh harapan bagi umat Islam.
Dengan memahami makna Nisfu Syakban secara menyeluruh, umat Islam diharapkan mampu menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri. Nisfu Syakban mengajarkan pentingnya membersihkan hati dan memperbaiki amal sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Keutamaan Nisfu Syakban Menurut Hadis dan Pandangan Ulama
Keutamaan Nisfu Syaban banyak dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, meskipun sebagian riwayat memiliki perbedaan tingkat kesahihan. Namun demikian, para ulama sepakat bahwa Nisfu Syakban merupakan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa.
Salah satu keutamaan Nisfu Syakban adalah turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syakban, Allah SWT mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah dan yang masih menyimpan permusuhan. Pesan ini menegaskan pentingnya menjaga kemurnian tauhid dan memperbaiki hubungan sosial.
Selain itu, Nisfu Syakban juga diyakini sebagai waktu pengangkatan catatan amal tahunan. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syakban. Praktik tersebut menunjukkan bahwa bulan Syaban, termasuk Nisfu Syakban, memiliki keutamaan khusus dalam ibadah.
Keutamaan lainnya adalah anjuran untuk memperbanyak doa. Banyak ulama menganjurkan agar umat Islam memohon kebaikan dunia dan akhirat pada Nisfu Syakban, karena waktu tersebut dianggap memiliki nilai kemustajaban dalam berdoa.
Dengan memahami keutamaan Nisfu Syakban, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Nisfu Syakban menjadi pengingat bahwa pintu rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar.
Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Syakban
Nisfu Syakban merupakan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan utama yang dapat dilakukan adalah memperbanyak istighfar dan taubat atas dosa-dosa yang telah lalu.
Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada Nisfu Syakban. Dengan memperbanyak tilawah, umat Islam diharapkan dapat menenangkan jiwa serta membersihkan hati. Momentum Nisfu Syakban menjadi kesempatan untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Puasa sunah di bulan Syakban, termasuk menjelang Nisfu Syakban, juga merupakan amalan yang dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal sering berpuasa di bulan ini, sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Ramadan. Melalui puasa, seorang muslim dilatih untuk menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.
Selain itu, memperbanyak doa menjadi amalan penting pada Nisfu Syakban. Doa dapat dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara keseluruhan, sebagai bentuk pengharapan akan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Tidak kalah penting, Nisfu Syakban juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan sosial. Memaafkan kesalahan orang lain dan menjauhi permusuhan merupakan bagian dari makna Nisfu Syaban agar rahmat Allah SWT dapat diraih secara sempurna.
Hikmah dan Pelajaran dari Nisfu Syaban
Nisfu Syakban mengandung banyak hikmah yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satu hikmah utamanya adalah pentingnya evaluasi diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Melalui introspeksi, seorang muslim dapat mengenali kekurangan dalam ibadahnya dan berupaya memperbaikinya.
Nisfu Syakban juga mengingatkan umat Islam akan keterbatasan manusia. Hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT, sehingga manusia diajak untuk senantiasa berserah diri dan memperbanyak amal saleh.
Pelajaran lainnya adalah pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Ampunan Allah SWT pada Nisfu Syakban tidak diberikan kepada mereka yang masih menyimpan permusuhan, sehingga ukhuwah Islamiyah menjadi nilai yang harus dijaga.
Selain itu, Nisfu Syakban mengajarkan konsistensi dalam beribadah. Ibadah tidak hanya ditingkatkan saat Ramadan, tetapi juga dipersiapkan sejak Nisfu Syakban agar lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Memaknai Nisfu Syakban secara Bijak
Nisfu Syakban merupakan anugerah besar dari Allah SWT sebagai kesempatan memperbaiki diri sebelum datangnya bulan Ramadan. Dengan memahami makna dan keutamaannya, Nisfu Syakban dapat dijadikan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT secara lebih mendalam.
Melalui ibadah, doa, dan taubat yang dilakukan pada Nisfu Syakban, seorang muslim diharapkan mampu membersihkan hati dari dosa dan kesalahan. Momentum ini mengajarkan bahwa rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.
Umat Islam dianjurkan untuk memaknai Nisfu Syakban secara proporsional, tidak berlebihan namun juga tidak mengabaikannya. Dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, Nisfu Syakban dapat dijalani dengan penuh keberkahan.
Semoga Nisfu Syakban menjadi titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa. Dengan persiapan spiritual yang matang sejak Nisfu Syakban, umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat ibadah yang lebih kuat.
Sumber: baznas.go.id
03/02/2026 | Humas




