WhatsApp Icon
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026). Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan. Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT. “Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya. Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah. “Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya. Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang. “Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya. Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT. “Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi. Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran. BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan. “Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi. Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana. Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***
08/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada para penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi. Untuk menjangkau wilayah tersebut, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) harus menyeberangi laut selama 3 hingga 4 jam menuju Pulau Palue. Pulau yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, tersebut merupakan salah satu wilayah yang cukup terisolasi. Paket bantuan yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pangan dan logistik dasar, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, hingga mi instan. Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, gempa bumi telah menyebabkan kerusakan pada 1.058 rumah warga. Bencana tersebut juga mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, serta satu korban jiwa. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan pangan dan perlengkapan sehari-hari dapat menjangkau para penyintas di wilayah yang memiliki sekitar 10 ribu penduduk tersebut. ”Kami berkomitmen menembus batas geografis untuk memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di pelosok Palue,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026). Setibanya di daratan Pulau Palue, personel BTB melanjutkan perjalanan melalui jalur darat yang berbukit untuk mendistribusikan paket sembako dan kebutuhan pokok secara langsung ke sejumlah titik pengungsian warga. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus mendistribusikan pasokan pangan bagi para korban bencana. BAZNAS menargetkan sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan secara bertahap ke berbagai titik pengungsian dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. ”Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut membantu saudara kita, para korban gempa di Pulau Palue dan berbagai titik lain di NTT agar mereka tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini,” kata Idy Muzayyad. Kedatangan Tim BAZNAS Tanggap Bencana dan bantuan Paket Logistik Keluarga disambut haru oleh warga terdampak gempa di Pulau Palue. Bantuan tersebut disalurkan langsung di lokasi pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Perwakilan warga penyintas, Y. Sawe, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian BAZNAS yang hadir secara langsung mendampingi masyarakat di tengah kondisi darurat pascabencana. ”Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima pada sore hari ini, dan kami sangat bangga atas dukungannya ketika kami mengalami bencana gempa ini,” ucap Y. Sawe. Sebelumnya, pascagempa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan Paket Logistik Keluarga di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok. BAZNAS juga mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan yang tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana. Selain bantuan logistik, BAZNAS menghadirkan sejumlah layanan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan mobile RSB, masjid darurat, hingga menyiapkan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa. Berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan dukungan secara menyeluruh kepada para penyintas gempa NTT, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga membantu proses pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi sulit yang masih dihadapi para penyintas gempa NTT, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Masyarakat dapat turut membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dan mendukung proses pemulihan pascabencana. Mari bersama hadir untuk NTT, berbagi kepedulian, dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Sedekah terbaik melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui Nomor Rekening: BSI: 633.000.000.2 Bank BPD DIY: 005.211.043572 a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman Atau melalui link: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah ***
31/08/2026 | Humas
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Pendirian pos layanan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan para penyintas gempa. Berbagai layanan dihadirkan melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air minum, hingga masjid darurat. Sebanyak 16 pos layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa, di antaranya Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, keberadaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026). Menurut Sodik, respons BAZNAS terhadap bencana gempa NTT tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. BAZNAS juga berupaya memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat. "Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya. Selain layanan kebutuhan dasar dan kesehatan, BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana. Lebih lanjut, Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. "Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik. Upaya pendirian 16 pos layanan kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam merespons kondisi darurat akibat gempa bumi di NTT. Melalui layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah, BAZNAS terus berupaya hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.***
31/08/2026 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Rp327 Juta dalam Bakti Sosial HUT ke-81 RI
BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Rp327 Juta dalam Bakti Sosial HUT ke-81 RI
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan berbagai pihak terkait menggelar Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 RI Pemerintah Kabupaten Sleman tersebut berlangsung di Kalurahan Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp327 juta. Bantuan yang ditasharufkan meliputi paket sembako, santunan bagi anak yatim, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta bantuan untuk masjid. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan perwakilan penerima manfaat dari setiap kapanewon. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Sleman, Ketua Panitia HUT ke-81 Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.Ip., MT., Wakil Ketua Panitia Bakti Sosial HUT ke-81 Kabupaten Sleman Drs. M. Aji Wibowo, M.Si., Kabag Kesra Setda Sleman Wiyoto Widodo, S.Sos., M.AP., Panewu Prambanan Purwati, S.H., M.M., serta Panewu Kalasan dan Panewu Berbah. Hadir pula perwakilan Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, para lurah dari Kapanewon Prambanan, Berbah, dan Kalasan, Lurah Wukirharjo Turaji, S.E., jajaran perangkat kalurahan, serta para penerima manfaat. Dari BAZNAS Kabupaten Sleman hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., dan jajaran pelaksana. ZIS Hadir untuk Meringankan Beban Masyarakat Panewu Prambanan Purwati menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dengan memanfaatkan dana ZIS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ini bentuk kepedulian kita dengan memanfaatkan ZIS dalam pemberian bentuk sembako, bantuan untuk RTLH dan santunan yatim piatu. Terimalah ini dengan suka cita, ini rezeki dari Allah, dimanfaatkan dan digunakan agar menjadi amalan berkah barokah,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 anak yatim menerima santunan. Mereka berasal dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Purwati berharap keberadaan BAZNAS Kabupaten Sleman semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga untuk menitipkan zakat, infak, dan sedekah. “Semoga BAZNAS Kabupaten Sleman semakin dipercaya masyarakat untuk menitipkan ZIS-nya. Acara ini hari Jumat, semoga membawa keberkahan,” tambahnya. BAZNAS Salurkan Bantuan Rp327 Juta Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji mengatakan, pelaksanaan bakti sosial kali ini menjadi momentum istimewa karena BAZNAS mendapat arahan untuk turut menyelenggarakan kegiatan secara mandiri dan menyasar wilayah yang berada jauh dari pusat kota. “Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa hadir bersama di komplek Wukirharjo dalam keadaan sehat, semoga menjadi silaturahmi kita yang berkah barokah,” kata Muhyi. Ia menjelaskan, bakti sosial BAZNAS Sleman selama ini kerap dilaksanakan bersama panitia peringatan HUT RI. Namun, pada kesempatan ini BAZNAS diminta untuk dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri dengan menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. “Ini momentum luar biasa. Biasanya baksos BAZNAS Sleman dilaksanakan bersama panitia HUT RI. Tetapi Pak Bupati menghendaki BAZNAS bisa melaksanakan secara mandiri dan diminta daerah yang pelosok-pelosok. Setelah konsultasi dengan Mami (Panewu Prambanan), ini daerah yang jauh dari pusat kota,” jelasnya. Muhyi menyampaikan, bantuan yang diberikan mencakup paket sembako, santunan anak yatim, bantuan RTLH, serta bantuan masjid. “Seperti biasanya bahwa memang bantuan kita masih sama, sembako setiap kalurahan 20 paket, lima anak yatim tiap kalurahan. RTLH Kapanewon Prambanan sementara baru dua, kalau ada usulan lagi silakan ke BAZNAS. Dan ada bantuan masjid. Total Rp327 juta,” papar Muhyi. Menurutnya, penyaluran tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bagian dari upaya menghadirkan makna kemerdekaan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa kemerdekaan bukan hanya perayaan, tetapi bentuk kesejahteraan utama untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Muhyi berharap santunan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Sementara bantuan RTLH diharapkan dapat menghadirkan hunian yang lebih nyaman dan layak bagi penerima manfaat. Kemerdekaan Diisi dengan Kepedulian Mewakili Bupati Sleman, Kabag Kesra Setda Sleman Wiyoto Widodo menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan bakti sosial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ini menjadi wujud kepedulian, semangat dan sesama mengisi kemerdekaan dengan bermanfaat,” ungkapnya. Wiyoto menambahkan, bantuan sosial juga menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang menghadapi kemiskinan dan ketidakberdayaan. Hal tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan mustahik. Ia menekankan bahwa pemberian bantuan hendaknya tidak berhenti pada aspek bantuan sesaat, tetapi juga diarahkan agar mustahik dapat meningkatkan kemandirian dan keluar dari kondisi kemiskinan. “Paradigma jangan berhenti memberi bantuan, tapi membantu mustahik keluar dari kemiskinan. Karena kemerdekaan itu mustahik bisa keluar dari kemiskinan, hidup hendaknya dapat memberi manfaat untuk yang lain,” tuturnya. Ia berharap bakti sosial HUT ke-81 RI dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi penerima manfaat serta semakin memperkuat semangat masyarakat untuk saling membantu. Dilanjutkan Pentasharufan kepada Warga Usai rangkaian acara seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket sembako, santunan anak yatim, bantuan RTLH, dan bantuan masjid. Setiap kapanewon diwakili sekitar empat hingga lima penerima manfaat dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut. Selanjutnya, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama jajaran terkait melakukan pentasharufan bantuan paket sembako secara langsung ke rumah salah satu warga lanjut usia di wilayah Wukirharjo. Kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk rehabilitasi masjid di wilayah setempat. Melalui bakti sosial ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan dana ZIS agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, pemberdayaan, dan upaya bersama membangun Sleman yang lebih baik.***
07/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Program Sleman Taqwa Salurkan Bantuan Rp43,48 Juta kepada 31 Pemohon
Program Sleman Taqwa Salurkan Bantuan Rp43,48 Juta kepada 31 Pemohon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui program Sleman Taqwa untuk mendukung kegiatan keagamaan serta kebutuhan rehabilitasi dan renovasi musala di wilayah Kabupaten Sleman. Pentasharufan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) di lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman. Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap keberlangsungan kegiatan keislaman sekaligus upaya mendukung tersedianya sarana ibadah yang layak bagi masyarakat. Dalam pentasharufan kali ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total Rp43.480.000 kepada 31 pemohon. Para penerima bantuan berasal dari berbagai lembaga dan lingkungan masyarakat, mulai dari sekolah, instansi, hingga masjid dan musala masyarakat umum. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan kegiatan keagamaan serta rehabilitasi dan renovasi musala. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan kegiatan keislaman dapat terus berjalan dan sarana ibadah di tengah masyarakat dapat semakin memadai. Bersumber dari Dana Infak Berbeda dengan sejumlah program pendistribusian zakat, dana yang digunakan dalam pentasharufan Sleman Taqwa kali ini berasal dari dana infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Infak dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat. Melalui dana tersebut, BAZNAS dapat membantu kegiatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan, termasuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pemeliharaan sarana ibadah, hingga rehabilitasi dan renovasi masjid maupun musala. Namun demikian, penghimpunan dana infak di BAZNAS Kabupaten Sleman saat ini masih relatif terbatas dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap dukungan untuk kegiatan keagamaan dan pembangunan maupun perbaikan sarana ibadah masih cukup besar. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian melalui infak dan sedekah. Setiap infak yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung keberlangsungan kegiatan keislaman dan kemanfaatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah Sebagai lembaga yang bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program, termasuk Sleman Taqwa, Sleman Sehat, Sleman Pintar, Sleman Produktif, dan Sleman Peduli. Program Sleman Taqwa menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana umat untuk mendukung kehidupan keagamaan masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya membantu penerima secara langsung, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat yang menggunakan fasilitas ibadah maupun mengikuti kegiatan keagamaan. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan infak dan sedekah melalui lembaga pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dukungan masyarakat akan memperluas jangkauan manfaat sehingga semakin banyak kebutuhan keagamaan dan sosial yang dapat dibantu. Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bersama, kita wujudkan dana umat menjadi manfaat nyata untuk masyarakat dan mendukung semakin banyak kegiatan keislaman di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman – Dari Muzaki untuk Mustahik, dari Umat untuk Kemanfaatan.***
03/09/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Salurkan Rp81,7 Juta melalui Program Sleman Cerdas untuk 30 Pemohon
Salurkan Rp81,7 Juta melalui Program Sleman Cerdas untuk 30 Pemohon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Sleman Cerdas periode Agustus 2026. Pentasharufan bantuan dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) di Lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman. Pada periode ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total Rp81.734.000 kepada 30 pemohon yang berasal dari jenjang pendidikan SD/MI Negeri dan SMP/MTs Negeri di wilayah Kabupaten Sleman. Bantuan tersebut mayoritas diperuntukkan bagi Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah. Pengajuan bantuan sebelumnya dilakukan oleh pihak sekolah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Setelah melalui proses administrasi dan verifikasi, bantuan kemudian disalurkan kepada pemohon sesuai dengan ketentuan Program Sleman Cerdas. Proses pengambilan bantuan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pemohon terlebih dahulu melakukan pengisian daftar hadir dan mendapatkan nomor antrean. Dalam proses pengambilan bantuan, pemohon juga diwajibkan membawa fotokopi identitas serta cap lembaga sebagai bagian dari kelengkapan administrasi. Pelaksanaan pentasharufan Program Sleman Cerdas periode Agustus 2026 dilakukan oleh Koordinator Pelaksana dan Pelaksana Bidang II Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Sleman. Melalui Program Sleman Cerdas, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menghadirkan manfaat zakat untuk mendukung sektor pendidikan di Kabupaten Sleman. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong terwujudnya akses pendidikan yang lebih baik.***
02/09/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Artikel Terbaru

Amalan Terbaik di Bulan Safar Menurut Islam: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Amalan Terbaik di Bulan Safar Menurut Islam: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa Safar identik dengan kesialan, musibah, atau waktu yang kurang baik untuk memulai suatu aktivitas. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Karena itu, umat Islam tidak perlu merasa takut atau menunda berbagai urusan hanya karena memasuki bulan ini. Sebaliknya, Bulan Safar dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh demi meraih rida Allah SWT. Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama Bulan Safar? Simak penjelasannya berikut ini. Mengenal Bulan Safar dalam Islam Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalender Hijriah. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab meyakini bahwa Bulan Safar membawa kesialan sehingga mereka enggan melakukan perjalanan, menikah, atau berdagang pada bulan tersebut. Islam datang untuk meluruskan keyakinan yang keliru itu. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menjelaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Tidak ada waktu atau bulan tertentu yang secara hakikat membawa keberuntungan maupun kesialan. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk mengisi Bulan Safar dengan amal saleh, bukan dengan mempercayai mitos yang bertentangan dengan akidah. Mengapa Perlu Memperbanyak Amal Saleh di Bulan Safar? Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki Bulan Safar. Namun, setiap waktu merupakan kesempatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Memperbanyak amal saleh di Bulan Safar memiliki banyak manfaat, di antaranya: Menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menambah pahala sebagai bekal di akhirat. Membersihkan hati dari sifat-sifat buruk. Menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Mempererat hubungan dengan sesama. Menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. 10 Amalan Terbaik di Bulan Safar yang Dianjurkan 1. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Selain membantu sesama, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar. Yang terpenting adalah niatnya semata-mata mengharap rida Allah SWT, bukan karena menganggap sedekah sebagai penolak bala. 2. Membaca dan Mentadaburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Lebih dari itu, seorang muslim juga dianjurkan memahami kandungan ayat-ayatnya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup akan memberikan manfaat besar, baik di dunia maupun di akhirat. 3. Memperbanyak Zikir Zikir merupakan amalan yang ringan dilakukan tetapi memiliki keutamaan yang besar. Dengan memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istigfar, hati menjadi lebih tenang dan selalu mengingat Allah SWT. 4. Memperbanyak Istigfar Setiap manusia tidak lepas dari kesalahan. Karena itu, memperbanyak istigfar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beristigfar setiap hari sebagai teladan bagi umatnya. 5. Menjaga Salat Wajib dan Menambah Salat Sunnah Salat merupakan tiang agama. Selain menjaga salat lima waktu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti: Salat Tahajud Salat Duha Salat Rawatib Salat Witir Amalan ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 6. Melaksanakan Puasa Sunnah Puasa sunnah dapat menjadi pilihan ibadah selama Bulan Safar, di antaranya: Puasa Senin dan Kamis. Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar. Puasa Daud bagi yang mampu. Selain memperoleh pahala, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. 7. Menjalin Silaturahmi Menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, sahabat, maupun sesama muslim merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Silaturahmi menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan umur dan rezeki sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. 8. Membantu Sesama Membantu orang lain tidak selalu harus dengan harta. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, maupun perhatian juga termasuk bentuk amal saleh yang bernilai di sisi Allah SWT. Sikap peduli terhadap sesama merupakan cerminan akhlak mulia seorang muslim. 9. Menuntut Ilmu Agama Belajar agama merupakan kewajiban setiap muslim. Mengikuti kajian Islam, membaca buku-buku keislaman, mempelajari tafsir Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah. Ilmu yang benar akan membimbing seseorang menjalankan ajaran Islam sesuai tuntunan syariat. 10. Memperbanyak Doa Doa adalah bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, serta keteguhan iman merupakan amalan yang dianjurkan setiap saat. Bulan Safar dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui doa-doa yang tulus. Hikmah Memperbanyak Amal Saleh di Bulan Safar Mengisi Bulan Safar dengan ibadah dan amal saleh memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang muslim, antara lain: Semakin dekat dengan Allah SWT. Mendapatkan pahala yang berlimpah. Membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan kesombongan. Membentuk akhlak yang lebih baik. Memberikan ketenangan hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Meluruskan Mitos tentang Bulan Safar Hingga kini masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai ritual penolak bala atau menganggapnya sebagai bulan pembawa kesialan. Dalam Islam, keyakinan seperti itu tidak memiliki dasar yang sahih. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Oleh sebab itu, umat Islam tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, membuka usaha, maupun aktivitas baik lainnya hanya karena berada di bulan ini. Yang lebih utama adalah memperkuat tawakal kepada Allah SWT dan mengisi waktu dengan berbagai amal kebajikan. Tips Istikamah Beribadah di Bulan Safar Agar semangat beribadah tetap terjaga selama Bulan Safar, beberapa langkah berikut dapat diterapkan: Membuat target ibadah harian. Menjadwalkan membaca Al-Qur'an setiap hari. Menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Membiasakan salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib. Mengikuti majelis ilmu atau kajian Islam secara rutin. Mengajak keluarga untuk beribadah bersama. Memperbanyak doa agar diberikan keistiqamahan. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kualitas ibadah, tidak hanya di Bulan Safar tetapi juga sepanjang tahun. Pada hakikatnya, amalan terbaik di Bulan Safar adalah seluruh amal saleh yang dianjurkan dalam Islam dan dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan, sehingga tidak ada alasan untuk takut ataupun menunda berbagai aktivitas yang baik. Sebaliknya, jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan melalui sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjaga salat, berpuasa sunnah, mempererat silaturahmi, membantu sesama, menuntut ilmu agama, serta memperbanyak doa. Semoga setiap amal yang dilakukan diterima oleh Allah SWT, menjadi sebab turunnya keberkahan dalam kehidupan, dan menjadi bekal terbaik menuju kebahagiaan di dunia serta keselamatan di akhirat.***
04/08/2026 | Humas
Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar: Waktu yang Tepat untuk Berbagi dan Menebar Manfaat
Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar: Waktu yang Tepat untuk Berbagi dan Menebar Manfaat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus kepedulian sosial. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak. Salah satu golongan yang berhak menerima zakat adalah kaum dhuafa, yaitu mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian masyarakat masih mengaitkan Bulan Safar dengan berbagai mitos, seperti anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan atau bukan waktu yang baik untuk memulai sesuatu, termasuk beramal. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Karena itu, Bulan Safar justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial, salah satunya dengan menunaikan zakat kepada kaum dhuafa. Selama syarat wajib zakat telah terpenuhi, tidak ada larangan menyalurkannya pada bulan ini. Mengapa Menunaikan Zakat di Bulan Safar Tetap Dianjurkan? Dalam Islam, waktu terbaik untuk beramal adalah ketika seseorang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk melaksanakannya. Tidak ada ketentuan yang melarang pembayaran zakat pada Bulan Safar. Menunaikan zakat di bulan ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya: · Menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan. · Membersihkan dan menyucikan harta. · Menghadirkan keberkahan dalam rezeki. · Membantu memenuhi kebutuhan hidup kaum dhuafa. · Mempererat ukhuwah Islamiyah. · Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Harta yang telah ditunaikan zakatnya akan menjadi lebih berkah karena di dalamnya terdapat hak orang lain yang telah disampaikan sesuai ketentuan syariat. Mengapa Kaum Dhuafa Menjadi Prioritas Penerima Zakat? Allah SWT telah menetapkan delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat. Di antara mereka adalah fakir dan miskin yang termasuk dalam kategori kaum dhuafa. Penyaluran zakat kepada kelompok ini memiliki dampak yang sangat besar karena dapat membantu memenuhi berbagai kebutuhan dasar, seperti: · Kebutuhan pangan. · Pakaian yang layak. · Biaya pendidikan. · Layanan kesehatan. · Modal usaha bagi dhuafa produktif. Melalui zakat, kesenjangan sosial dapat dikurangi karena harta yang dimiliki orang mampu didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan. Inilah salah satu bentuk keadilan sosial yang diajarkan dalam Islam. Lebih dari sekadar bantuan materi, zakat juga menghadirkan harapan dan rasa kepedulian sehingga penerima manfaat merasa diperhatikan oleh sesama umat Islam. Cara Menyalurkan Zakat agar Tepat Sasaran Agar manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh pihak yang berhak, penyalurannya perlu dilakukan secara tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: 1. Memastikan Penerima Termasuk Mustahik Pastikan zakat diberikan kepada orang yang benar-benar memenuhi kriteria penerima zakat sesuai syariat Islam, terutama fakir dan miskin. 2. Menyalurkan Melalui Lembaga Amil Zakat Resmi Menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang terpercaya menjadi pilihan yang tepat. Lembaga resmi umumnya memiliki sistem pendataan mustahik, survei lapangan, serta mekanisme distribusi yang lebih profesional sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. 3. Memberikan Langsung kepada Mustahik Apabila mengetahui secara pasti kondisi seseorang yang berhak menerima zakat, penyaluran secara langsung juga diperbolehkan selama sesuai dengan ketentuan syariat. 4. Memastikan Pengelolaan yang Transparan Transparansi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan zakat. Laporan penyaluran yang terbuka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan dana zakat dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang amanah, zakat tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hikmah Menunaikan Zakat kepada Kaum Dhuafa Menyalurkan zakat kepada kaum dhuafa memberikan manfaat besar, baik bagi muzaki maupun mustahik. Beberapa hikmah yang dapat dirasakan antara lain: Menumbuhkan Rasa Syukur Zakat mengingatkan bahwa harta hanyalah titipan dari Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Memperkuat Solidaritas Sosial Hubungan antara masyarakat yang mampu dan mereka yang membutuhkan menjadi semakin erat karena dilandasi rasa saling peduli dan saling membantu. Membersihkan Hati dari Sifat Kikir Berzakat melatih seseorang agar tidak terlalu mencintai harta dan membiasakan diri untuk berbagi dengan ikhlas. Meningkatkan Kesejahteraan Umat Apabila dikelola dengan baik, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi sehingga mustahik memiliki kesempatan menjadi lebih mandiri. Menjadi Bekal Amal di Akhirat Zakat merupakan ibadah yang mendatangkan pahala sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kepedulian terhadap sesama. Bulan Safar Bukan Penghalang untuk Berzakat Masih ada sebagian masyarakat yang menganggap Bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan sehingga enggan memulai usaha, bepergian, atau bahkan menunda beramal. Dalam Islam, anggapan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih. Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tidak ada kesialan pada Bulan Safar. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunda pembayaran zakat maupun amal kebaikan lainnya. Sebaliknya, Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Menunaikan zakat kepada kaum dhuafa di Bulan Safar merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan ketika kewajiban zakat telah terpenuhi. Islam tidak mengenal anggapan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan atau menjadi penghalang untuk beramal. Sebaliknya, bulan ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran zakat yang tepat sasaran tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan mustahik, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi muzaki. Semoga semakin banyak umat Islam yang memahami pentingnya menunaikan zakat kepada kaum dhuafa kapan pun memiliki kesempatan, termasuk di Bulan Safar. Dengan demikian, zakat akan terus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan, penguat solidaritas sosial, dan wujud nyata kepedulian sesuai tuntunan syariat Islam.***
04/08/2026 | Humas
Harta yang Wajib Dizakati dalam Zakat Maal: Panduan Lengkap Menurut Syariat Islam
Harta yang Wajib Dizakati dalam Zakat Maal: Panduan Lengkap Menurut Syariat Islam
Zakat maal merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim yang telah memiliki harta sesuai ketentuan syariat Islam. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya, harta apa saja yang wajib dizakati? Apakah seluruh kekayaan yang dimiliki harus dikeluarkan zakatnya? Pada dasarnya, Islam telah menetapkan bahwa hanya jenis harta tertentu yang dikenai zakat. Selain termasuk dalam kategori harta yang wajib dizakati, harta tersebut juga harus memenuhi syarat seperti mencapai nisab (batas minimal kepemilikan) dan haul (masa kepemilikan satu tahun hijriah) untuk sebagian besar jenis zakat maal. Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk memahami ketentuan zakat maal agar ibadah yang ditunaikan sesuai syariat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik. Pengertian Harta yang Wajib Dizakati Harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki secara sah oleh seorang muslim, memiliki nilai ekonomi, dapat berkembang atau berpotensi berkembang, serta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103). Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta, menyucikan jiwa, serta membantu masyarakat yang membutuhkan sehingga tercipta keseimbangan sosial dan ekonomi. Syarat Harta yang Wajib Dizakati Tidak semua harta secara otomatis dikenai zakat. Berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1. Dimiliki Secara Penuh Harta berada dalam kepemilikan yang sah sehingga pemilik memiliki hak penuh untuk memanfaatkannya. 2. Diperoleh dengan Cara yang Halal Harta berasal dari usaha atau transaksi yang sesuai syariat, bukan dari hasil yang diharamkan seperti korupsi, pencurian, riba, maupun praktik yang dilarang agama. 3. Bersifat Produktif atau Berpotensi Berkembang Harta mampu menghasilkan keuntungan atau memiliki potensi untuk bertambah nilainya, baik melalui perdagangan, investasi, maupun bentuk usaha lainnya. 4. Mencapai Nisab Nisab merupakan batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Besarannya berbeda sesuai jenis hartanya. 5. Telah Mencapai Haul Sebagian besar zakat maal diwajibkan setelah harta dimiliki selama satu tahun hijriah. Namun, terdapat pengecualian seperti zakat hasil pertanian yang ditunaikan setiap kali panen. 6. Melebihi Kebutuhan Pokok Harta yang dizakati merupakan kelebihan dari kebutuhan dasar sehari-hari serta telah memperhitungkan kewajiban utang yang telah jatuh tempo. Jenis Harta yang Wajib Dizakati Berikut beberapa jenis harta yang termasuk objek zakat maal menurut syariat Islam. 1. Emas, Perak, dan Uang Tunai Emas dan perak merupakan objek zakat yang telah ditetapkan sejak masa Rasulullah SAW. Dalam praktik saat ini, uang tunai dipersamakan dengan emas karena memiliki fungsi sebagai alat tukar. Yang termasuk dalam kategori ini antara lain: Emas batangan Perhiasan emas yang memenuhi ketentuan zakat Perak Tabungan Giro Deposito Saldo rekening Uang tunai Saldo dompet digital Apabila telah mencapai nisab dan haul, zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari total harta. 2. Harta Perniagaan Seluruh aset yang digunakan untuk aktivitas bisnis juga termasuk objek zakat, seperti: Barang dagangan Persediaan toko Nilai stok barang Keuntungan usaha Piutang yang diperkirakan dapat ditagih Besaran zakat perdagangan adalah 2,5 persen dari total aset bersih setelah dikurangi kewajiban jangka pendek. 3. Hasil Pertanian Berbeda dengan jenis zakat lainnya, zakat hasil pertanian ditunaikan setiap kali panen apabila hasilnya telah mencapai nisab. Contohnya meliputi: Padi Jagung Gandum Kurma Anggur Besaran zakatnya: 10 persen apabila pengairan mengandalkan air hujan atau sumber alami. 5 persen apabila menggunakan sistem irigasi yang memerlukan biaya. 4. Hasil Peternakan Hewan ternak tertentu juga memiliki ketentuan zakat apabila jumlah kepemilikannya telah mencapai batas minimal sesuai syariat. Jenis ternak tersebut meliputi: Unta Sapi Kerbau Kambing Domba Besaran zakatnya disesuaikan dengan jumlah ternak yang dimiliki. 5. Hasil Tambang dan Barang Temuan Hasil tambang seperti emas, perak, maupun logam berharga lainnya termasuk objek zakat. Demikian pula rikaz atau harta temuan tertentu yang memiliki ketentuan zakat tersendiri menurut syariat. 6. Investasi dan Surat Berharga Seiring perkembangan ekonomi modern, berbagai instrumen investasi juga dapat menjadi objek zakat apabila memenuhi syarat, antara lain: Saham Reksa dana Sukuk Obligasi syariah Investasi emas digital Perhitungan zakat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing instrumen investasi. Cara Menghitung Zakat Maal Untuk mengetahui apakah telah wajib menunaikan zakat maal, lakukan langkah berikut: Hitung seluruh harta yang termasuk objek zakat, seperti uang tunai, tabungan, emas, investasi, piutang yang dapat ditagih, dan aset usaha. Kurangi dengan kewajiban jangka pendek yang harus segera dibayarkan. Pastikan jumlah harta telah mencapai nisab. Apabila telah memenuhi nisab dan haul, keluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Contoh perhitungan: Total harta bersih: Rp250.000.000 Zakat maal: Rp250.000.000 × 2,5% = Rp6.250.000 Hikmah dan Manfaat Menunaikan Zakat Maal Menunaikan zakat maal memberikan banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Di antaranya: Membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Menghadirkan keberkahan dalam rezeki. Membantu fakir miskin dan golongan yang berhak menerima zakat. Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Menumbuhkan rasa syukur serta kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, setiap muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan ekonomi. Salurkan Zakat Maal Melalui BAZNAS Kabupaten Sleman Di balik setiap senyum para penerima manfaat, terdapat kepedulian para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap amanah yang ditunaikan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan. Mari jadikan setiap rezeki yang Allah SWT titipkan sebagai jalan menghadirkan manfaat, keberkahan, dan kebahagiaan bagi sesama. Tunaikan zakat maal, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung berbagai program pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Sleman. Semoga setiap harta yang dizakatkan menjadi penyuci jiwa, penambah keberkahan rezeki, serta investasi amal yang pahalanya terus mengalir di sisi Allah SWT.***
15/07/2026 | Humas

BAZNAS TV