WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi yang difasilitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS Republik Indonesia dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 26–30 Januari 2026. Pelatihan dilaksanakan di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam memastikan para pimpinan dan pengelola zakat di daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali penguatan pemahaman syariah zakat, tetapi juga materi terkait manajemen kelembagaan, tata kelola (governance), kepemimpinan, serta akuntabilitas dan transparansi lembaga. Seluruh materi disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern yang menuntut profesionalisme tinggi dan kepercayaan publik. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas pimpinan BAZNAS daerah. “Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk menambah wawasan pimpinan BAZNAS agar semakin profesional dalam menjalankan amanah,” ungkap Nasirun. Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada para mustahik. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. “Pelaksanaan pelatihan sangat bagus karena materi-materi yang diberikan relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya. Nasirun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat diterapkan secara nyata dalam kepemimpinan BAZNAS di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan dampak program zakat. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan proses asesmen kompetensi oleh asesor dan praktisi berpengalaman untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan skema sertifikasi BNSP. Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan secara menyeluruh, memperkuat ekosistem zakat nasional, serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***
31/01/2026 | ayw./
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-25 BAZNAS Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, muhasabah, sekaligus penguatan komitmen pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Acara tersebut dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., perwakilan BAZNAS DIY Wakil Ketua II, Jazilur Sakhok, Ph.D., jajaran OPD Kabupaten Sleman, pimpinan UPZ, kepala sekolah dan madrasah, pimpinan bank mitra, para donatur, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh dari SDN Baturan 1, kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize tahap pertama berupa satu unit TV 32 inci yang disponsori BPD DIY Syariah. Selain itu, turut dibagikan dua unit sepeda MTB yang masing-masing disponsori oleh Bank Sleman dan Heny Catering. Memasuki acara inti, pengajian akbar disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Nadhif menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-25 BAZNAS berjalan lancar dan mendapatkan rida Allah SWT. Nadhif menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya merupakan refleksi Milad BAZNAS ke-25, bukan sekadar pengajian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan salat sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik. “Makna nostalgia sesungguhnya kita bicara eksisting apa yang sudah kita lakukan dan belum dilakukan kita refleksi, yaitu sholat. Baru diangka 38% yang sholat lima waktu. Belum kita ketemu sholat yang lupa niatnya,” kata Nadhif. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-25 BAZNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan zakat bagi umat. “Alhamdulillah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, para muzaki, UPZ, serta seluruh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 berdasarkan audit KAP pada 12 Januari 2026,” ungkap Kriswanto. Kriswanto juga melaporkan capaian penghimpunan Dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp13,4 miliar, yang telah ditasharufkan kepada 55.352 penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Selain itu, BAZNAS Sleman turut menghimpun donasi bencana untuk Sumatera dan Aceh sebesar ±Rp830 juta, sekitar Rp700 juta di antaranya disalurkan melalui Pemerintah Aceh Tamiang, Pemda Sibolga, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember lalu, dan sisanya pada awal tahun 2026 ini. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ terbaik, menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Beran, Tridadi, serta meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) senilai Rp522 juta untuk 17 masjid terpilih di Kabupaten Sleman. Selain itu, diluncurkan pula Program Masjid Ramah Musafir bekerja sama dengan Kementerian Agama senilai Rp17 juta. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga semakin menguat melalui Instruksi Bupati terkait pemotongan zakat dari TPP ASN, sebagai langkah strategis optimalisasi zakat yang berkelanjutan. Kriswanto menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai BAZNAS Sleman menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sleman. “Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap ikhtiar kita dan menjadikan BAZNAS sebagai Lembaga yang terus membawa keberkahan bagi umat,” tutup Kriswanto. Sebagai penutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS Sleman melibatkan 20 UMKM binaan yang difasilitasi stand promosi di area Pendopo. Setiap tamu undangan juga mendapatkan voucher belanja Rp10.000 untuk mendukung UMKM binaan. Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman turut berkeliling stand UMKM dan melarisi dagangan para pelaku usaha.***
28/01/2026 | ayw./
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia
BAZNAS Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan Jalan Sehat Funwalk dalam rangka memperingati Milad ke-25 BAZNAS bersama BAZNAS lainnya se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, Sabtu (17/01/2026), dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.” Kegiatan Jalan Sehat Funwalk ini diselenggarakan oleh BAZNAS se-DIY, dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikelola langsung oleh tim BAZNAS Kulon Progo. Langkah bersama dalam kegiatan funwalk ini menjadi simbol kebersamaan, refleksi, serta komitmen BAZNAS selama seperempat abad dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan secara amanah, profesional, dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak sekadar berjalan santai, tetapi juga memperkuat sinergi antar BAZNAS untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi mustahik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Milad ke-25 kepada BAZNAS serta menegaskan pentingnya peran BAZNAS di tengah masyarakat. “Dengan kehadiran BAZNAS, saya berani menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan dan pendistribusian zakat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan berdasarkan skala prioritas hak penerimanya,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk semakin mengenal zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran zakat. Selain kegiatan funwalk, peringatan Milad ke-25 BAZNAS se-DIY juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Para peserta dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, sambutan mulai dari Ketua BAZNAS Kulon Progo, Ketua BAZNAS DIY dan dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan Aladin. Acara semakin semarak dengan pengundian doorprize dengan beragam hadiah menarik, di antaranya kulkas dua pintu, mesin cuci, televisi, dua unit sepeda, serta hadiah hiburan lainnya yang disponsori oleh perbankan, BAZNAS se-DIY, dan mitra pendukung. Menariknya, staf dan pelaksana dari BAZNAS Kabupaten Sleman turut membawa pulang sejumlah doorprize. Bahkan, dua orang staf BAZNAS Sleman berhasil mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda MTB, masing-masing satu unit sepeda, yang menambah semarak dan kebahagiaan dalam perayaan Milad ke-25 BAZNAS. Menambah keakraban, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan wisata perahu Laguna. Hampir seluruh peserta memanfaatkan naik perahu untuk berkeliling di sekitar Laguna Pantai Glagah sebagai penutup kegiatan. Melalui momentum ini, BAZNAS terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian sosial, serta menebar manfaat dan kebaikan bagi umat melalui zakat.***
28/01/2026 | ayw./

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman. Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program. Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga. “Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih. Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya. Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital. “Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya. Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya. “Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***
23/01/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025
BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Pada Jumat (14/11/2025), BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp156.038.700 kepada 14 kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah Sleman. Penyaluran yang berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman ini dihadiri oleh para pendamping lapangan yang turut memberikan arahan mengenai teknis pemanfaatan bantuan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Sleman dalam mendukung mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif. Pada penyaluran periode ini, pendamping lapangan Joko Yugianto dan Nurul Indah Khasanah hadir langsung memberikan pendampingan teknis terkait penggunaan dana, pelaporan, hingga mekanisme monitoring. Penanggungjawab Program Sleman Produktif, Kukuh Santoso, M.A., menegaskan bahwa bantuan ini harus digunakan secara maksimal sesuai kebutuhan prioritas masing-masing kelompok. Ia berpesan agar penerima tidak berfokus pada hal-hal yang bersifat estetis namun kurang penting, seperti membuat kandang yang terlalu mewah sehingga anggaran tidak mencukupi. “Diharapkan bantuan bisa dikembangkan dan dimaksimalkan. BAZNAS Sleman hanya membantu tiga kali. Setahun pertama ada pemantauan dan penilaian dari pendamping lapangan. Laporan harus dibuat rapi dan lengkap,” jelas Kukuh. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kelompok wajib melengkapi laporan pembelanjaan dengan bukti nota dan memastikan kelengkapan banner program sebagai identitas penerima bantuan. Banner tersebut harus dipasang seragam dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pelaporan. Sementara itu, Pendamping Lapangan Nurul Indah Khasanah menyampaikan penjelasan terkait mekanisme koordinasi serta jadwal pendampingan yang akan dilakukan secara berkala. Pendamping lainnya, Joko Yugianto, menambahkan bahwa pihaknya akan membuat grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi selama proses pendampingan berlangsung. “Usahanya harus nyata dan benar-benar berjalan, karena ini berasal dari dana zakat. Jangan sampai ada laporan manipulatif, karena pasti akan ketahuan dan akan berpengaruh pada bantuan selanjutnya,” pesan Nurul. Joko Yugiyanto menegaskan bahwa pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok. Kelompok yang membutuhkan perhatian lebih akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sedangkan kelompok yang sudah mandiri akan dipantau pada periode pelaporan triwulan. “Jika UMKM atau KWT yang sudah mampu mandiri, kami tidak perlu sering hadir. Kami hadir saat pelaporan triwulan. Perlakuan saya juga berbeda melihat kondisi UMKM atau KWT,” jelas Joko. Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran dengan menghadirkan ketua kelompok dan satu anggota sebagai perwakilan. Program ini menyasar berbagai kelompok usaha produktif, baik UMKM maupun kelompok wanita tani (KWT), yang tersebar di wilayah Prambanan, Tempel, Mlati, Seyegan, Turi, Ngaglik, dan Moyudan. Daftar Kelompok Penerima Bantuan Program Sleman Produktif November 2025 Berikut daftar kelompok yang menerima bantuan pada periode November 2025 1. Kelompok Mawar, Sorogedug Lor, Madurejo, Prambanan. 2. Kelompok Ibu-Ibu Berdagang Berkah, Totongan, Madurejo, Prambanan. 3. Kelompok JJL, Trukan Demangan, Madurejo, Prambanan. 4. Kelompok Morobangun Ngremboko, Dukuh. Madurejo, Prambanan. 5. Kelompok Maju Jaya, Gangsiran, Madurejo, Prambanan. 6. Kelompok Ayem Tentrem, Deresan, Madurejo, Prambanan. 7. KWT Ngudi Rahayu, Domban 01/05, Mororejo, Tempel. 8. KWT Sumber Lestari, Tegal Cabakan, Sumberadi, Mlati. 9. KWT Mekar, Jamblangan, Margomulyo, Seyegan. 10. KWT Rukun Makmur, Kemirikebo, Girikerto, Turi 11. Kelompok Dua Satu Farm, Surirejo, Sukoharjo, Ngaglik. 12. KWT Melati, Rebobong Kidul, Mororejo, Tempel. 13. Kelompok Pasar Ngijon, Pucangan Sumberagung, Moyudan. 14. Kelompok Pasar Turi, Kumendung, Candibinangun, Pakem. Ungkapan Mustahik Terkait Bantuan ProgramSalah satu penerima bantuan, Tri Andayani, Ketua KWT Ngudi Rahayu, Domban, Mororejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima kelompoknya sebesar Rp22.500.000. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha ayam petelur. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Kami ingin menambah jumlah ayam petelur agar bisa memenuhi kebutuhan satu kampung,” ujarnya. Sebelumnya, KWT Ngudi Rahayu hanya memiliki dua hingga lima kandang dengan sekitar 30 ekor ayam yang menghasilkan 400 butir telur setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, kelompok berharap dapat meningkatkan skala usaha serta memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat sekitar. Tri menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Ia berharap keberkahan senantiasa menyertai para donatur yang telah peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program Sleman Produktif diharapkan terus menjadi lokomotif penguatan ekonomi lokal dengan mendorong munculnya lebih banyak kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.***
24/11/2025 | ayw./

Artikel Terbaru

Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan Sunnahnya
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan Sunnahnya
Nisfu Syaban adalah istilah yang merujuk pada pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 15 Syaban 1447 H. Bagi umat Islam, malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam yang penuh keberkahan, di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak ibadah. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang diselaraskan dengan kalender Masehi tahun 2026, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak terbenam matahari atau waktu Maghrib pada Senin malam, 2 Februari 2026, hingga terbit fajar keesokan harinya. Penetapan waktu Nisfu Syaban ini mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia serta metode hisab dan rukyatul hilal yang digunakan oleh lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia. Meski demikian, terdapat kemungkinan perbedaan penetapan tanggal di beberapa wilayah, tergantung hasil pengamatan hilal setempat. Bulan Syaban sendiri merupakan bulan kedelapan dalam kalender Islam dan menjadi penghubung menuju bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, Nisfu Syaban sering dipandang sebagai momentum penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan penuh ibadah tersebut. Dengan mengetahui jadwal Nisfu Syaban lebih awal, umat Islam dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih optimal. Keutamaan Nisfu Syaban Nisfu Syaban memiliki keutamaan yang besar dalam tradisi Islam. Banyak ulama menjelaskan bahwa malam pertengahan bulan Syaban merupakan waktu dibukanya pintu ampunan oleh Allah SWT bagi hamba-Nya yang memohon ampun dan kembali kepada-Nya dengan penuh kesadaran. Malam Nisfu Syaban juga diyakini sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, serta berdoa agar diberikan kebaikan di dunia dan akhirat. Selain itu, Nisfu Syaban menjadi momentum refleksi diri. Umat Islam diajak untuk mengevaluasi perjalanan ibadah selama setahun terakhir, memperbaiki kekurangan, serta meneguhkan niat untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadan. Banyak umat Muslim meyakini bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam penuh rahmat, di mana Allah SWT menurunkan keberkahan dan meninggikan derajat orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Karena itulah, malam Nisfu Syaban sering diisi dengan doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Doa yang Dianjurkan pada Nisfu Syaban Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, sebagaimana doa yang diriwayatkan dari para nabi dan orang-orang saleh. Selain doa-doa tertentu, umat Islam juga dianjurkan berdoa dengan bahasa sendiri, mengungkapkan harapan dan permohonan secara tulus dari hati. Nisfu Syaban menjadi waktu yang tepat untuk memohon ampunan, kesehatan, kelapangan rezeki yang halal, serta keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Para ulama juga menganjurkan membaca doa-doa pendek yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti istighfar, doa syukur, dan doa memohon petunjuk. Doa-doa ini diharapkan dapat menghadirkan ketenangan batin dan memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Syaban Selain doa, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada Nisfu Syaban sebagai bentuk ikhtiar meraih keberkahan dan mempersiapkan diri menuju Ramadan. 1. Memperbanyak Dzikir dan Shalawat Dzikir dan shalawat menjadi amalan utama untuk mengingat Allah SWT dan menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. 2. Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail Melaksanakan shalat sunnah atau qiyamul lail di malam Nisfu Syaban merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dan sarana muhasabah diri. 3. Membaca Surat Yasin Membaca surat Yasin, yang sering dilakukan sebanyak tiga kali, menjadi tradisi baik untuk memohon keberkahan hidup, kelapangan rezeki, dan ampunan dosa. 4. Puasa Sunnah Syaban Puasa sunnah pada bulan Syaban, termasuk puasa Nisfu Syaban pada tanggal 15 Syaban atau 3 Februari 2026, dianjurkan sebagai bentuk persiapan fisik dan spiritual menuju Ramadan. 5. Istighfar dan Taubat Memperbanyak istighfar dan bertaubat menjadi inti dari ibadah Nisfu Syaban, agar hati dan jiwa bersih dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kesimpulan Nisfu Syaban merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui doa, dzikir, shalat malam, dan puasa sunnah. Nisfu Syaban 2026 yang jatuh pada 3 Februari menjadi kesempatan berharga untuk menata kembali niat dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan memahami jadwal, keutamaan, serta amalan yang dianjurkan, umat Islam diharapkan dapat menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah yang bermakna. Jadikan Nisfu Syaban sebagai titik awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik dan sebagai bekal spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan.
02/02/2026 | Humas
Sedekah, Jalan Sunyi Menuju Kesehatan Jiwa Seorang Muslim
Sedekah, Jalan Sunyi Menuju Kesehatan Jiwa Seorang Muslim
Dalam Islam, sedekah tidak hanya dipahami sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai ibadah yang memiliki dampak mendalam bagi kesehatan jiwa. Para ulama sejak dahulu menjelaskan bahwa memberi baik harta, tenaga, maupun perhatian adalah amalan yang mampu menenangkan hati dan membersihkan batin dari berbagai penyakit rohani. Dalam keseharian, kita sering mendapati bahwa orang-orang yang gemar berbagi tampak lebih lapang dan bahagia. Hal ini selaras dengan ajaran Islam yang menegaskan bahwa sedekah membawa pengaruh positif bagi kondisi batin seseorang. Dengan bersedekah, seorang Muslim merasa lebih dekat kepada Allah, lebih kuat menghadapi ujian hidup, dan lebih mampu mengelola emosi negatif. Artikel ini mengulas bagaimana sedekah dapat menjadi sarana pemulihan kesehatan jiwa, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, sunnah Nabi, serta didukung oleh kajian psikologis modern. Pembahasan ini diharapkan membuka wawasan bahwa sedekah bukan sekadar amalan sosial, melainkan juga terapi spiritual yang menyentuh relung jiwa. Lebih dari itu, manfaat sedekah dirasakan oleh semua pihak baik yang memberi maupun yang menerima. Sedekah menghadirkan ketenangan, kebahagiaan, dan harapan hidup, sehingga berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan mental seorang Muslim. Pada akhirnya, sedekah mampu menyembuhkan luka batin yang tak terlihat, membentuk pribadi yang lebih sabar, bersyukur, dan merasa cukup dengan karunia Allah. Inilah mengapa sedekah layak disebut sebagai penawar jiwa dalam Islam. Memberi yang Menenangkan Hati Islam mengajarkan bahwa sedekah adalah salah satu amalan yang paling efektif untuk meredakan kegelisahan hati. Saat seseorang memberi, muncul rasa lega dan damai karena telah melakukan kebaikan yang diridhai Allah. Ketenangan ini adalah respons alami jiwa yang mencintai kebaikan. Sedekah juga membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan dua hal yang kerap menjadi sumber kecemasan. Dengan berbagi, hati menjadi lebih lapang dan pikiran lebih jernih. Ketika fokus dialihkan dari diri sendiri kepada kebutuhan orang lain, pikiran tidak lagi terjebak pada masalah pribadi. Inilah salah satu alasan mengapa sedekah begitu berpengaruh terhadap kesehatan jiwa. Selain itu, sedekah menumbuhkan rasa bermakna karena seseorang merasa menjadi bagian dari solusi sosial, yang pada akhirnya melahirkan kepuasan batin. Cara Islam Mengurangi Stres Melalui Sedekah Stres sering muncul akibat tekanan hidup dan kekhawatiran berlebihan. Islam menawarkan sedekah sebagai salah satu jalan untuk meredakannya. Sedekah menghadirkan energi positif karena seorang Muslim meyakini bahwa setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah. Dengan bersedekah, seseorang belajar melepaskan keterikatan berlebihan pada harta. Sikap ini membuat mental lebih kuat saat menghadapi kesulitan ekonomi maupun ujian hidup lainnya. Secara psikologis, aktivitas memberi memicu rasa bahagia yang membantu menurunkan tingkat stres. Keyakinan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Membalas kebaikan juga mengurangi rasa takut serta kecemasan terhadap masa depan. Lingkungan sosial yang terbentuk dari budaya sedekah pun menjadi lebih harmonis dan menenangkan. Membersihkan Batin dari Penyakit Hati Islam mengingatkan bahwa hati dapat ternodai oleh sifat sombong, iri, dan tamak. Sedekah menjadi sarana efektif untuk membersihkan penyakit-penyakit tersebut. Dengan memberi, seseorang merendahkan ego dan menyadari bahwa harta hanyalah titipan Allah. Sedekah melatih keikhlasan memberi bukan untuk pujian, melainkan karena Allah. Keikhlasan inilah yang melahirkan kedamaian batin. Selain itu, sedekah mengikis rasa iri dan dengki, karena hati justru dipenuhi kebahagiaan saat melihat orang lain terbantu. Kebiasaan berbagi juga mengurangi kecintaan berlebihan pada dunia, sehingga jiwa menjadi lebih ringan. Bahkan, sedekah menumbuhkan empati dan kasih sayang yang membantu seseorang memaafkan dan melepaskan dendam. Menumbuhkan Kebahagiaan yang Lebih Tahan Lama Kebahagiaan sejati dalam Islam bersumber dari rasa syukur. Sedekah membantu menumbuhkan rasa cukup terhadap apa yang Allah berikan. Dari sinilah ketenangan dan kesehatan jiwa bermula. Melalui sedekah, hubungan sosial menjadi lebih hangat dan penuh kepedulian. Hubungan yang sehat ini berkontribusi pada kebahagiaan jangka panjang. Selain itu, sedekah memberi makna dalam hidup sebuah kebutuhan psikologis yang penting bagi setiap manusia. Jika dilakukan secara konsisten, sedekah membentuk pola pikir yang lebih positif. Hidup tidak lagi terasa berat karena hati terbiasa melihat kebaikan di sekitar. Sedekah pun menjadi investasi kebahagiaan yang terus tumbuh. Sedekah sebagai Penguat Iman dan Jiwa Sedekah adalah ibadah yang mempererat hubungan seorang Muslim dengan Allah. Salah satu dampaknya adalah tumbuhnya rasa kedekatan kepada-Nya, yang membawa ketenangan batin. Keyakinan bahwa Allah akan mengganti setiap sedekah dengan kebaikan menumbuhkan optimisme dan kekuatan mental. Hadis-hadis Nabi juga menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan mendatangkan keberkahan, sehingga hati menjadi lebih tenang menghadapi masa depan. Dengan sedekah, hidup terasa lebih terarah karena memiliki tujuan mulia: memberi manfaat bagi sesama. Tujuan ini membuat jiwa lebih stabil dan iman semakin kuat. Sedekah mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada memberi, bukan sekadar menerima. Sedekah, Penawar Jiwa dalam Islam Sedekah dalam Islam adalah ibadah yang sarat manfaat. Ia tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga menyembuhkan diri sendiri. Dari menenangkan hati, meredakan stres, membersihkan jiwa, menumbuhkan kebahagiaan, hingga menjadi terapi spiritual semua menjadikan sedekah sebagai penawar jiwa yang Allah anugerahkan. Manfaat sedekah akan dirasakan oleh siapa pun yang mengamalkannya dengan ikhlas. Dengan memberi, kita merawat kesehatan jiwa, memperkuat iman, dan menemukan ketenangan yang hakiki. Mari salurkan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
15/01/2026 | Humas
Renungan: Kebahagiaan yang Datang dari Memberi
Renungan: Kebahagiaan yang Datang dari Memberi
Di tengah dinamika kehidupan yang kerap menguji kesabaran dan keikhlasan, manusia sering mencari makna kebahagiaan dari berbagai arah. Melalui tulisan ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., mengajak kita untuk sejenak berhenti dan merenungi satu hakikat sederhana namun mendalam: bahwa ketenangan hati dan kebahagiaan sejati kerap hadir bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang dengan ikhlas kita berikan. Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga jalan spiritual yang menuntun hati kembali dekat kepada Allah dan sesama. Dalam perjalanan hidup yang tak pernah sepi dari ujian, setiap kita sedang mencari sesuatu yang sama: ketenangan hati. Ada yang mencarinya dari harta, jabatan, atau penghargaan manusia. Namun, sering kali hati kita tetap merasa gelisah, meski genggaman kita penuh. Padahal, Allah telah membukakan pintu kebahagiaan itu dengan cara yang begitu sederhana, namun sering kita lupa: memberi. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban syariat. Ia adalah jalan pulang bagi hati yang lelah, jembatan bagi jiwa yang ingin kembali merasakan indahnya kedekatan dengan Allah. Memberi bukan hanya tentang mengurangi harta, tetapi tentang menambahkan keberkahan dalam hidup. Kita melepaskan sesuatu dari tangan, namun pada saat yang sama Allah memasukkan ketenangan ke dalam dada kita. Kita mungkin kehilangan angka dalam tabungan, tetapi Allah menggantinya dengan luasnya rizki, kelapangan hidup, dan doa-doa dari hamba-hamba yang terangkat berkat pemberian kita. Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan, setiap infak yang kita sisihkan, setiap sedekah yang kita hulurkan—semuanya tidak pernah benar-benar hilang. Ia berubah rupa menjadi: senyum anak yatim yang kembali percaya bahwa dunia masih penuh kebaikan, napas lega orang tua yang akhirnya mampu membeli beras untuk keluarganya, kekuatan bagi para mustahik untuk bangkit dan menjadi mandiri. Dan seluruh kebaikan itu kembali kepada kita dengan cara yang tidak selalu terlihat oleh mata, tapi selalu dirasakan oleh hati. Allah berfirman: “Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39) Saat kita memberi, sebenarnya kita sedang menyalakan cahaya—di hidup orang lain, dan juga di dalam diri kita sendiri. Hari ini, marilah kita membuka hati: Bukan sekadar untuk menunaikan kewajiban, tetapi untuk menyempurnakan rasa syukur. Harta yang kita keluarkan mungkin sedikit, tetapi dampaknya bisa mengubah hidup seseorang. Dan di hadapan Allah, tak ada kebaikan yang sia-sia. Setiap pemberian adalah saksi bahwa kita pernah peduli, pernah membantu, pernah berkontribusi bagi ummat Rasulullah ?. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ringan tangan, luas hatinya, dan besar cintanya kepada sesama. Mari bersama BAZNAS, kita bangun bumi dengan kebaikan, dan kita siapkan akhirat dengan kebahagiaan yang tak terhingga. Karena memberi bukan membuat kita berkurang—memberi justru menjadikan kita tumbuh. Mari kita wujudkan nilai-nilai kebaikan itu dalam langkah nyata. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai lembaga resmi yang amanah dan profesional. Setiap harta yang kita titipkan bukan hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang terus mengalir pahalanya. Bersama BAZNAS Sleman, mari ringankan beban saudara kita, tumbuhkan harapan, dan raih keberkahan hidup—karena dengan memberi, kita sesungguhnya sedang menumbuhkan kebahagiaan yang hakiki.***
07/01/2026 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

BAZNAS TV