WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Peresmian Bedah Rumah RTLH BAZNAS Sleman, Kolaborasi Gotong Royong di Kalasan
Peresmian Bedah Rumah RTLH BAZNAS Sleman, Kolaborasi Gotong Royong di Kalasan
BAZNAS Kabupaten Sleman meresmikan Program Sleman Peduli melalui Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Heri Cahyana di wilayah Margorejo, Kalasan, Rabu (29/4/2026). Program ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman. Rumah Heri Cahyana yang beralamat di Karangmojo RT 02/RW 01, Purwomartani, Kalasan, sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni. Dinding rumah masih terbuat dari anyaman bambu, lantai berupa tanah, serta kondisi lingkungan dalam rumah yang kurang tertata. Melalui program ini, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses pembangunan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Peresmian ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Panewu Kalasan Samino, S.IP., M.Ec.Dev., perwakilan DPMPTSP dan DPUPKP Kabupaten Sleman, jajaran TNI/Polri, Relawan STAK se-DIY, KUA Kalasan, pemerintah kalurahan, Kapolsek dan Koramil Kalasan, serta tokoh masyarakat setempat. Selain itu, turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., beserta staf pelaksana. Ketua Satuan Team Anti Kriminalitas (STAK) Yogyakarta, Sigit Susanto atau yang akrab disapa Cemo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan dimulai sejak Oktober tahun lalu dan melibatkan gotong royong relawan serta masyarakat sekitar. “Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, rumah ini bisa berdiri dengan baik. Ini semua berkat dukungan berbagai pihak, baik tenaga maupun materi,” ungkapnya. Panewu Kalasan, Samino, menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Sleman dan Relawan STAK merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan. “Walaupun belum sepenuhnya ideal, rumah ini sudah menjadi tempat tinggal yang sehat dan nyaman. Ini patut kita syukuri sebagai wujud kepedulian bersama,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui program Sleman Peduli. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Sleman yang berhalangan hadir. “Bantuan ini tidak hanya bernilai material, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Rumah ini adalah simbol harapan dan kebangkitan bagi keluarga penerima manfaat,” jelas Kriswanto. Selain peresmian rumah, BAZNAS Sleman juga menyalurkan 20 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima manfaat. Heri Cahyana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, sehingga kini keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih layak. “Kami sangat berterima kasih mendapat bantuan dari BAZNAS dan relawan semuanya, sudah mewujudkan rumah sebagai tempat tinggal yang layak, kami sangat bersyukur sekali. Terima kasih muzaki dan donator, semoga berkah selalu,” tuturnya. Acara peresmian ditutup dengan kegiatan berkeliling rumah serta syukuran bersama warga sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah tersebut.
29/04/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital
Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital
Kegiatan konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Dlingo, Bantul, pada Sabtu (25/4/2026) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antaranggota guna menjaga soliditas organisasi. Acara ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah relawan kebencanaan di bawah naungan BAZNAS se-DIY. Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bantul menekankan bahwa konsolidasi menjadi kunci agar BTB tidak terpecah maupun mengalami penurunan kapasitas. Ia juga mendorong agar peringatan satu dekade BTB dapat dilaksanakan pada bulan September mendatang dengan Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah. Selain itu, aspek publikasi turut menjadi perhatian utama. Pemanfaatan media sosial dinilai penting untuk meningkatkan eksposur kegiatan BTB kepada masyarakat. Kolaborasi publikasi melalui akun BTB DIY serta akun resmi BAZNAS di masing-masing kabupaten/kota diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kepercayaan publik. Sementara itu, Supriyanto selaku perwakilan BTB Bantul mengungkapkan bahwa kebutuhan personel, khususnya di bidang evakuasi kebencanaan, masih sangat minim. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota BTB di lapangan. Dari sisi kehumasan, seluruh kegiatan BTB diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan dipublikasikan secara konsisten agar semakin dikenal masyarakat luas. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga personel BTB, yaitu Diyas Nugroho, Kukuh Santoso, dan Rofiq Wicaksono. Kehadiran tim dari Sleman menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya penanggulangan bencana. Melalui konsolidasi ini, diharapkan BTB DIY semakin solid, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meningkatkan peran strategisnya di tengah masyarakat.***
26/04/2026 | Humas
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya
BAZNAS Sleman ikut donor darah di Pendopo Parasamya dalam rangka HUT ke-110 Sleman bersama PMI dan pegawai Pemkab Sleman. BAZNAS Sleman Ambil Bagian dalam Aksi Donor Darah Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kabupaten Sleman, pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Sleman sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Didukung PMI, Puluhan Pendonor Lolos Skrining Kegiatan donor darah ini didukung oleh PMI Kabupaten Sleman dengan total pendaftar mencapai 110 orang. Sebelum melakukan donor, seluruh peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti tes tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta pengecekan golongan darah. Dari hasil skrining tersebut, sekitar 70 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Pimpinan dan Staf BAZNAS Turut Berpartisipasi Adapun pimpinan dan staf BAZNAS Sleman yang ikut dalam kegiatan donor darah ini antara lain: Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Wakil Ketua III Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Staf Pelaksana Warih Komarasari, S.E. Pendamping UMKM Joko Yugiyanto, S.Psi. Serta UMKM dampingan BAZNAS Sleman Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sleman tidak hanya dalam pengelolaan zakat, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Semangat Kepedulian dari Pegawai Sleman Mayoritas peserta donor darah berasal dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antar instansi dalam meningkatkan kepedulian sosial serta membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan donor darah ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program kemanusiaan yang bermanfaat luas.
23/04/2026 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan BMM Rp25 Juta per Masjid untuk Penguatan UMKM Jam
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan BMM Rp25 Juta per Masjid untuk Penguatan UMKM Jam
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Pada tahap pertama tahun 2026, BAZNAS Sleman mentasharufkan bantuan produktif kepada 11 masjid dari total 18 masjid yang tersebar di 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (4/5/2026). Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis masjid melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Pendamping BMM BAZNAS Sleman, Siti Ika Lestari, S.I.Kom. Dalam kegiatan tersebut, para manager BMM dari masing-masing masjid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan program, pencatatan administrasi, hingga mekanisme pelaporan keuangan. Siti Ika Lestari menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Sebanyak dua masjid menerima bantuan secara tunai pada Senin (4/5/2026), sedangkan sembilan masjid lainnya menerima bantuan melalui transfer bank pada Selasa (5/5/2026). “Dua masjid disalurkan secara cash pada Senin, 4 Mei 2026, dan sembilan masjid lainnya bantuan ditransfer pada Selasa, 5 Mei 2026. Selain itu, kami juga memberikan pembekalan mekanisme pelaporan keuangan dan pembagian rompi bagi manager BMM sebagai identitas resmi ketika bertugas,” jelas Ika. Ia menambahkan, masjid yang menerima pentasharufan tahap pertama merupakan masjid yang telah melengkapi seluruh data asesmen sesuai ketentuan program. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp25 juta untuk disalurkan kembali kepada jamaah atau masyarakat kurang mampu yang memiliki usaha mikro produktif. Program BMM BAZNAS Sleman menyasar para mustahik yang menjalankan usaha kecil, seperti pedagang keliling, warung kelontong, pelaku home industry, hingga masyarakat yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Sleman berharap masyarakat penerima manfaat dapat mengembangkan usaha yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga secara bertahap dan berkelanjutan. “Harapannya setiap takmir bisa amanah untuk menyampaikan dana tersebut kepada mustahik, jamaah, dan penerima bantuan produktif BMM. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh mustahik untuk mengembangkan usahanya. Program bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar masjid khususnya jamaah,” paparnya. Selain membantu penguatan usaha mikro masyarakat, Program BMM juga diharapkan dapat menjadi solusi ekonomi syariah bagi masyarakat agar terhindar dari praktik pinjaman berbunga atau riba yang memberatkan. BAZNAS Sleman menilai masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karena itu, program BMM terus dikembangkan agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis komunitas masjid. Pada tahap kedua mendatang, BAZNAS Sleman berencana kembali mentasharufkan bantuan kepada tiga masjid yang telah memenuhi data asesmen program. Sementara sisanya akan disalurkan pada tahap ketiga. Secara keseluruhan, total bantuan dalam Program BMM BAZNAS Sleman tahun 2026 mencapai Rp450 juta, dengan rincian Rp25 juta untuk masing-masing dari 18 masjid penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Sleman, takmir masjid, dan masyarakat dalam membangun ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran.***
07/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan 110 Paket Sembako untuk Ibu Hamil di Gebyar Husada SCH
BAZNAS Sleman Salurkan 110 Paket Sembako untuk Ibu Hamil di Gebyar Husada SCH
BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan 110 paket sembako kepada ibu hamil dari keluarga kurang mampu pada Gebyar Husada dalam rangka HUT Ke-110 Kabupaten Sleman di Athrium Shinta Sleman City Hall, pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi. Gebyar Husada sendiri tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-110 Kabupaten Sleman, tetapi juga sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk bakti sosial yang mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, tenaga profesional, hingga masyarakat umum. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman mentasharufkan bantuan berupa 110 paket sembako dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp150.000. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp16.500.000. Bantuan ini diberikan kepada ibu hamil warga Sleman yang berasal dari keluarga kurang mampu, sebagai upaya untuk mendukung kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan yang hadir dalam acara tersebut. Setelah prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian acara lain yang menjadi bagian dari Gebyar Husada. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., yang mewakili Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Asisten Administrasi Umum Sekda Sleman Ir. Dwi Anta Sudibya, M.T., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes., Direktur RSUD Sleman, Direktur RSUD Prambanan, Kepala Dinas Kesehatan DIY, serta jajaran perangkat daerah di Kabupaten Sleman. Acara diawali dengan pemberian apresiasi kepada RSUD Sleman atas pelayanan publik yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan laporan penyelenggaraan Gebyar Husada yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Dalam laporannya, dr. Cahya Purnama menjelaskan bahwa Gebyar Husada merupakan pekan layanan terpadu yang dihadirkan untuk memberikan akses layanan kesehatan secara luas kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu mulai 5 hingga 7 Mei 2026 di Sleman City Hall. “Tahun ini dalam ulang tahunnya Kabupaten Slemang mengusung tema ‘Gendong Mikul Murih Rahayuning Sleman’ ini dirancang secara komprehensif untuk mencapai segala taraf hidup secara gratis dan mendeteksi kesehatan scara klinis,” ungkap dr. Cahya. Ia juga menyampaikan capaian kegiatan yang telah berlangsung dalam rangkaian Gebyar Husada. “Acara yang sudah terlaksana sunat massal 110 anak ada 2 atau 3 yang tidak bisa disunat. Selain itu ada operasi katarak gratis, total ada 30 warga yang sudah mendaftar sampai hari ini,” ungkap dr. Cahya. Lebih lanjut, dr. Cahya menjelaskan pembagian fokus layanan dalam setiap hari pelaksanaan. Pada hari pertama, layanan difokuskan pada kesehatan ibu hamil, termasuk talkshow terkait kesehatan kehamilan. Hari kedua akan difokuskan pada pemeriksaan tumbuh kembang anak secara gratis, sementara hari ketiga diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan lansia. “Kami juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan yang menggelar pameran gelar sekolah di Atrium Rama. Nanti setelah anak-anak kunjungan di stand pendidikan, kami arahkan ke sini (Gebyar Husada). Untuk hari ketiga pelayanan kesehatan khusus lansia. Ada pemeriksaan tulang, jadi silahkan warga Sleman datang ke sini,” ujar dr. Cahya. Dalam kegiatan ini juga terdapat berbagai stand layanan dari berbagai instansi, seperti KKMK UGM yang menyediakan alat skrining HRV, Dinas Sosial, Dinas P3AP2KB, serta BPJS Kesehatan. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Bupati Sleman yang berhalangan hadir. “Izinkan saya membacakan sambutan bupati, 5 mei 2026,” kata Danang. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama yang harus terus diupayakan untuk masyarakat. Melalui momentum peringatan HUT ke-110 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, inklusif, dan humanis. “Kesehatan modal utama yang harus diupayakan untuk masyarakat. Bertepatan HUT 110 Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman hadir memberikan layanan kesehatan terpadu momentum ini menunjukkan komitmet Pemkab Sleman yang terus memperjuangkan masyarakat untuk sehat, kebutuhan yang harus terpenuhi agar masyarakat aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari,” ujar Danang membacakan sambutan Bupati. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan daerah, khususnya dalam sektor kesehatan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan masyarakat Sleman dapat menjadi lebih sehat dan sejahtera. Selain itu, Danang juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. “Inovatif, inklusif, dan humanis. Kehadiran pemerintah dalam pelayanan kesehatan, untuk mendukung petugas kesehatan untuk bisa terus melayani setulus hati dan penuh empati jadikan teknologi sebagai alat dan nurani untuk menjalankan profesi yang profesional,” lanjutnya. Di akhir sambutan, ia berharap seluruh amal kebaikan yang dilakukan dalam kegiatan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT. “Semoga menjadi pahala tersendiri, jasa yang diberikan diridhoi Alloh SWT. Menjadi sehat, tangguh, dan sejahtera masyarakatnya. Aamiin,” pungkas Danang. Melalui kegiatan pentasharufan ini, BAZNAS Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi antara BAZNAS Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya. (ayw/baznassleman)***
06/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan 100 Paket Sembako di Family Gathering KORPRI 2026
BAZNAS Sleman Salurkan 100 Paket Sembako di Family Gathering KORPRI 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program pentasharufan zakat. Kali ini, BAZNAS Sleman turut ambil bagian dalam kegiatan Family Gathering KORPRI Kabupaten Sleman Tahun 2026 dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026 di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran staf pelaksana. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan warga penerima manfaat. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi anggota KORPRI, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Beragam rangkaian acara turut memeriahkan kegiatan, seperti pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, senam bersama, hingga jalan sehat yang diikuti dengan penuh antusias oleh peserta. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran KORPRI sebagai teladan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus menumbuhkan semangat pelayanan di setiap perangkat daerah. “Semangat ini terus kita tumbuhkan, organisasi KORPRI harus mampu memberikan contoh kegiatan di masing-masing perangkat daerah serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Susmiarto. Sebanyak kurang lebih 600 anggota KORPRI turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain mempererat solidaritas internal, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 100 orang serta pasar murah yang menyediakan paket sembako bagi 325 warga kurang mampu di Kalurahan Tamanmartani. Kehadiran BAZNAS Sleman dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pemerintah dan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar UMKM lokal yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkenalkan potensi desa wisata di Sleman. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman terus memperkuat perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola zakat, tetapi juga aktif menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan menjadi fondasi dalam mewujudkan Sleman yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.***
30/04/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Artikel Terbaru

Hukum Kurban Online dalam Islam: Sahkah Berkurban Secara Digital?
Hukum Kurban Online dalam Islam: Sahkah Berkurban Secara Digital?
Perkembangan teknologi memudahkan berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam beribadah. Salah satu yang kini banyak diminati masyarakat adalah kurban online. Melalui layanan ini, seseorang dapat membeli hewan kurban, membayar, hingga proses penyembelihan dilakukan oleh lembaga terpercaya tanpa harus hadir langsung. Namun, muncul pertanyaan penting: bagaimana hukum kurban online dalam Islam? Apakah sah dan sesuai syariat? Artikel ini akan membahas secara lengkap hukum kurban online berdasarkan pandangan ulama serta penjelasan dari lembaga resmi seperti BAZNAS dan Kementerian Agama. Apa Itu Kurban Online? Kurban online adalah layanan pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan secara tidak langsung (daring). Shohibul kurban (orang yang berkurban) mempercayakan proses pembelian, penyembelihan, hingga distribusi daging kepada lembaga atau panitia kurban. Biasanya, prosesnya meliputi: Pemilihan jenis hewan kurban melalui platform digital Pembayaran secara online Penyerahan pelaksanaan kurban kepada pihak penyelenggara Dokumentasi dan laporan kepada pekurban Hukum Kurban Online dalam Islam Secara umum, hukum kurban online adalah sah dan diperbolehkan dalam Islam, selama memenuhi syarat dan rukun kurban. Hal ini karena dalam praktiknya, kurban online menggunakan akad wakalah (perwakilan). Artinya, orang yang berkurban mewakilkan proses penyembelihan kepada pihak lain. Dalam fiqih Islam, wakalah adalah akad yang dibolehkan. Seseorang boleh mewakilkan ibadah tertentu yang bersifat amaliyah (perbuatan), termasuk penyembelihan hewan kurban. Dalil Kebolehan Kurban dengan Wakalah Konsep perwakilan dalam ibadah memiliki dasar dalam praktik Rasulullah SAW. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah pernah mewakilkan penyembelihan hewan kurban kepada sahabat. Selain itu, para ulama juga sepakat bahwa penyembelihan hewan kurban tidak harus dilakukan sendiri oleh shohibul kurban. Yang terpenting adalah: Niat tetap dari orang yang berkurban Proses penyembelihan sesuai syariat Dengan demikian, kurban online yang menggunakan sistem perwakilan hukumnya diperbolehkan. Syarat Sah Kurban Online Agar kurban online sah menurut syariat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Niat dari Shohibul Kurban Niat berkurban tetap harus dilakukan oleh orang yang berkurban, bukan oleh perwakilan. 2. Hewan Memenuhi Syarat Hewan kurban harus sesuai ketentuan syariat, seperti: Sehat dan tidak cacat Cukup umur (misalnya kambing minimal 1 tahun) 3. Penyembelihan Sesuai Syariat Proses penyembelihan harus dilakukan: Pada waktu yang ditentukan (10–13 Dzulhijjah) Oleh penyembelih yang memahami tata cara syar’i 4. Penyaluran Daging Kurban Daging kurban harus didistribusikan kepada yang berhak, terutama fakir miskin. 5. Lembaga Terpercaya Pastikan memilih lembaga resmi dan amanah, seperti BAZNAS atau lembaga yang memiliki izin dan pengawasan. Keunggulan Kurban Online Kurban online hadir sebagai solusi praktis, terutama bagi masyarakat modern. Beberapa keunggulannya antara lain: Mudah dan praktis, tanpa harus datang ke lokasi penyembelihan Lebih tepat sasaran, karena distribusi bisa menjangkau daerah pelosok Transparan, biasanya disertai laporan dan dokumentasi Efisien waktu, cocok untuk masyarakat dengan mobilitas tinggi Hal yang Perlu Diwaspadai Meskipun diperbolehkan, kurban online tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Hindari lembaga yang tidak jelas kredibilitasnya Pastikan ada laporan pelaksanaan kurban Pilih lembaga yang memiliki legalitas resmi Periksa harga yang wajar dan transparan Kurban Online Menurut BAZNAS dan Kemenag Lembaga resmi seperti BAZNAS dan Kementerian Agama pada prinsipnya membolehkan kurban online selama memenuhi syariat. BAZNAS bahkan menyediakan layanan kurban yang terkelola secara profesional, mulai dari pemilihan hewan hingga pendistribusian kepada masyarakat yang membutuhkan. Kementerian Agama juga menegaskan bahwa praktik kurban dengan sistem perwakilan diperbolehkan, selama tidak menghilangkan rukun dan ketentuan ibadah kurban. Hukum kurban online dalam Islam adalah sah dan diperbolehkan, karena menggunakan akad wakalah (perwakilan) yang dibenarkan dalam syariat. Namun, keabsahan tersebut bergantung pada terpenuhinya syarat dan rukun kurban, serta amanah dari pihak penyelenggara. Sebagai umat Islam, penting untuk tetap berhati-hati dalam memilih lembaga kurban online agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah, tetapi juga membawa keberkahan. Di era digital ini, kurban online bisa menjadi solusi untuk tetap beribadah dengan mudah sekaligus memperluas manfaat bagi sesama.***
04/05/2026 | Humas
Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan
Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan
Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momen untuk merenung: sudahkah pendidikan benar-benar menjadi milik semua anak bangsa? Ataukah ia masih menjadi “kemewahan” bagi sebagian, sementara yang lain hanya bisa memandang dari kejauhan? Di sudut-sudut negeri ini, masih banyak anak-anak yang menyimpan mimpi besar di tengah keterbatasan. Mereka ingin belajar, ingin membaca dunia, ingin mengubah nasib. Namun, kemiskinan seringkali memaksa mereka berhenti. Buku diganti beban, sekolah diganti pekerjaan, cita-cita pun perlahan memudar. Di sinilah zakat, infak, dan sedekah menemukan maknanya yang paling dalam. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi jalan nyata untuk memutus rantai kemiskinan—terutama melalui pendidikan. Ketika zakat diarahkan untuk beasiswa, perlengkapan sekolah, atau pemberdayaan pendidikan bagi kaum dhuafa, ia tidak hanya membantu satu individu, tetapi mengubah masa depan sebuah generasi. Bayangkan seorang anak dari keluarga fakir yang bisa melanjutkan sekolah karena uluran tangan kita. Hari ini ia menerima, esok ia bisa memberi. Hari ini ia ditolong, esok ia menjadi penolong. Inilah siklus keberkahan yang Allah janjikan. Infak dan sedekah pun demikian. Ia mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama, dampaknya luar biasa. Seribu rupiah yang kita anggap ringan, bisa menjadi bagian dari seragam sekolah, buku pelajaran, atau bahkan membuka jalan bagi seorang anak untuk tetap bertahan di bangku pendidikan. Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi gerakan. Gerakan kepedulian. Gerakan berbagi. Gerakan memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal hanya karena alasan ekonomi. Mari kita ubah cara pandang kita. Zakat bukan sekadar membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan harapan. Infak dan sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menghidupkan masa depan. Jika hari ini kita belum bisa membangun sekolah, setidaknya kita bisa membantu satu anak tetap bersekolah. Jika kita belum mampu mengubah sistem, kita bisa menjadi bagian dari solusi. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga—tetapi tanggung jawab kita semua. Di Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita menjadi bagian dari harapan itu?.*** Oleh: Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman)
02/05/2026 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Apa Tujuan Ibadah Kurban? Ini Makna, Hikmah, dan Keutamaannya Agar Mantap Menunaikan Kurban di Tahun Ini
Apa Tujuan Ibadah Kurban? Ini Makna, Hikmah, dan Keutamaannya Agar Mantap Menunaikan Kurban di Tahun Ini
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10–13 Dzulhijjah. Bagi umat Muslim yang mampu, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki tujuan mulia yang sarat makna spiritual dan sosial. Ibadah kurban selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam, khususnya saat Hari Raya Iduladha tiba. Di balik prosesi penyembelihan hewan kurban, terdapat nilai-nilai mendalam yang tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, masih banyak yang memaknai qurban sebatas tradisi tahunan tanpa memahami tujuan utamanya. Padahal, memahami tujuan ibadah qurban sangat penting agar pelaksanaannya tidak sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi bentuk ibadah yang penuh kesadaran dan keikhlasan. Qurban mengajarkan umat Islam tentang arti ketaatan kepada Allah SWT, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Melalui artikel ini, Anda akan diajak mengenal lebih dalam makna dan tujuan ibadah kurban berdasarkan ajaran Islam yang sahih. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan setiap Muslim dapat menjalankan kurban dengan lebih optimal, sekaligus menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Lalu, apa tujuan ibadah kurban? Artikel ini akan mengulas secara lengkap agar Anda semakin mantap menunaikan kurban di tahun 1447 H/2026. Pengertian Ibadah Kurban Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaruba yang berarti “dekat”. Artinya, qurban atau kurban adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta pada waktu tertentu. Ibadah ini meneladani kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang menjadi simbol kepatuhan total kepada perintah Allah SWT. Tujuan Ibadah Kurban dalam Islam Berikut beberapa tujuan utama ibadah kurban yang perlu dipahami: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Tujuan utama kurban adalah sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini menunjukkan keikhlasan seorang hamba dalam menjalankan perintah-Nya. Allah SWT berfirman bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. 2. Meneladani Keteladanan Nabi Ibrahim AS Kurban mengajarkan nilai pengorbanan dan kepatuhan tanpa syarat. Nabi Ibrahim AS bersedia mengorbankan putranya atas perintah Allah, yang kemudian digantikan dengan hewan sembelihan. Nilai ini menjadi pelajaran penting tentang keimanan, kesabaran, dan keikhlasan. 3. Meningkatkan Kepedulian Sosial Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin. Hal ini menjadikan kurban sebagai sarana berbagi dan mempererat solidaritas sosial. Melalui kurban, kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. 4. Mensucikan Harta Berqurban juga menjadi bentuk penyucian harta. Dengan mengeluarkan sebagian rezeki untuk kepentingan ibadah, seorang Muslim membersihkan hartanya dari sifat kikir dan cinta dunia berlebihan. 5. Menghidupkan Syiar Islam Pelaksanaan kurban secara bersama-sama di masyarakat menjadi simbol syiar Islam yang kuat. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan ketaatan umat kepada Allah SWT. Hikmah dan Keutamaan Berkurban Selain memiliki tujuan yang jelas, kurban juga menyimpan berbagai hikmah, di antaranya: · Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama · Melatih keikhlasan dan pengorbanan · Memperkuat ukhuwah Islamiyah · Mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT Siapa yang Dianjurkan Berkurban? Ibadah kurban dianjurkan bagi Muslim yang mampu secara finansial. Kemampuan ini diukur setelah terpenuhinya kebutuhan pokok diri dan keluarga. Ayo Tunaikan Kurban Terbaik Anda di Sleman! Menunaikan kurban kini semakin mudah dan terpercaya. Anda dapat berpartisipasi dalam program kurban melalui Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman, yang dikelola oleh peternak mustahik binaan BAZNAS Sleman. Mengapa memilih di sini? · Dikelola secara profesional · Didampingi peternak berpengalaman · Hewan sehat, sesuai syariat · Memberdayakan ekonomi mustahik · Distribusi tepat sasaran Dengan berkurban di sini, Anda tidak hanya beribadah, tetapi juga turut membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal. Tujuan ibadah kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki makna mendalam: mendekatkan diri kepada Allah, meneladani Nabi Ibrahim, serta membangun kepedulian sosial. Mari jadikan momen Iduladha 1447 H/2026 sebagai kesempatan untuk berkurban terbaik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi sesama. Sumber Referensi 1. BAZNAS RI – https://baznas.go.id 2. Kementerian Agama RI – https://kemenag.go.id
28/04/2026 | Humas

BAZNAS TV