WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal
BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal
BAZNAS Kabupaten Sleman turut mendukung pelaksanaan program Nikah Bareng Neng Montor Mabur bertajuk “Tinggal Landas Menuju Halal” yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara, dan Fortais Indonesia, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus STTKD Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 4, Sewon, Bantul, DIY ini diikuti oleh 20 pasangan mempelai. Program tersebut menjadi salah satu perhelatan pernikahan unik di Indonesia karena prosesi akad nikah dilaksanakan di atas pesawat, sekaligus menjadi pernikahan terbanyak di pesawat pertama di Indonesia. Mewakili BAZNAS Kabupaten Sleman, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan turut menjadi saksi kebahagiaan para pasangan yang resmi mengikat janji suci pernikahan. Muhaimin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasangan yang belum memiliki pencatatan pernikahan resmi maupun pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah dengan dukungan fasilitas yang memadai. “Program ini sangat bagus karena memberikan kesempatan bagi pasangan suami istri yang belum mencatatkan pernikahannya maupun pasangan baru untuk menikah secara resmi. Dilaksanakan di tempat yang unik sehingga memberikan kesan mendalam bagi 20 pasangan yang menikah di atas pesawat. Selamat kepada para pengantin yang berbahagia hari ini. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin,” ujar Muhaimin. Menurutnya, program Nikah Bareng Neng Montor Mabur tidak hanya membantu masyarakat dari sisi administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sah secara agama dan negara. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Sekretaris Daerah DIY, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Bupati Bantul, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ketua STTKD Yogyakarta, Ketua Yayasan Citra Dirgantara, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, unsur Forkopimka Sewon, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program kemaslahatan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antar-lembaga diharapkan dapat semakin memperluas manfaat dan menghadirkan layanan sosial yang inovatif, inklusif, serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Program Nikah Bareng Neng Montor Mabur menjadi momentum istimewa di bulan Dzulhijjah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para mempelai, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.***
08/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran generasi muda dalam gerakan zakat nasional melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan dengan penyaluran bantuan Program Z Coffee kepada Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang diserahkan dalam rangkaian acara Launching Pentasharufan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Perguruan Tinggi Penerima Beasiswa Sleman Pintar di UNISA Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat memiliki mandat untuk mengelola zakat secara efektif, efisien, dan tepat sasaran guna membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kehadiran regulasi pengelolaan zakat merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Tujuan pengelolaan zakat adalah agar dana zakat dan dana sosial keagamaan dapat dikelola secara efektif dan efisien, tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mulai mengenal, memahami, serta membiasakan diri berzakat dan bersedekah sejak dini. Menurutnya, zakat merupakan salah satu pondasi penting dalam sistem ekonomi syariah yang berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan sekaligus jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan. Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki keterkaitan erat dengan ibadah lainnya dalam Islam. Bahkan, perintah zakat kerap disebut berdampingan dengan perintah mendirikan salat dalam Al-Qur’an. “Zakat menjadi jembatan dalam kehidupan sosial umat Islam. Karena itu, salat dan zakat tidak dapat dipisahkan. Melalui zakat, kita belajar berbagi dan peduli terhadap sesama,” katanya. Rizaludin mengungkapkan bahwa saat ini BAZNAS RI memiliki sekitar lima juta donatur dengan sekitar 70 persen di antaranya berasal dari kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran anak muda terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup berbagi dan kepedulian sosial. Untuk memperluas literasi zakat, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program edukasi, termasuk mengenalkan konsep zakat sejak usia dini melalui kegiatan manasik zakat di lingkungan pendidikan. “Zakat adalah salah satu rukun Islam yang sangat penting. Karena itu, literasi zakat perlu diperkuat sejak dini agar tumbuh generasi yang memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS RI juga menitipkan bantuan Program Z Coffee kepada UNISA Yogyakarta dengan nilai bantuan sekitar Rp40 juta. Bantuan tersebut terdiri atas satu unit mesin kopi serta pelatihan barista bagi mahasiswa. Program Z Coffee merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi produktif yang dikembangkan BAZNAS untuk mendukung kemandirian mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan tambahan, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan penghasilan selama menempuh pendidikan. “Di Yogyakarta sudah ada sekitar lima kampus yang menerima bantuan Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan dapat memperoleh tambahan penghasilan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” jelas Rizaludin. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kampus dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas keterampilan sekaligus membuka peluang usaha yang produktif. Melalui berbagai program pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi seperti Z Coffee, BAZNAS berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang nyata bagi masyarakat. Rizaludin juga mengajak generasi muda untuk turut berpartisipasi dalam gerakan zakat nasional melalui kanal digital yang telah disediakan BAZNAS, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.***
04/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BAZNAS RI melaksanakan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 melalui penyaluran 27 ekor domba kurban kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan di 103 titik Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dipusatkan di Balai Ternak Lumbung Berkah binaan BAZNAS Kabupaten Sleman yang berlokasi di Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (29/5/2026). Sebanyak 27 ekor domba yang dikurbankan terdiri atas 25 ekor domba yang berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi, satu ekor domba dari sedekah kurban BANK Sleman, serta satu ekor domba dari mudhohi asal Kabupaten Sleman. Seluruh daging kurban kemudian ditasharufkan kepada masyarakat di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui sejumlah takmir masjid. Lokasi penyaluran diprioritaskan pada wilayah yang jumlah hewan kurbannya masih sedikit atau bahkan tidak terdapat penyelenggaraan kurban sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Acara dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI Dwi Retno Damayanti beserta tim, Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur Pratama Agung Nugroho, perwakilan BANK Sleman, Panewu Tempel Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., Kepala KUA Tempel Subagyo, jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, takmir masjid penerima manfaat, perwakilan RT/RW setempat, serta tamu undangan lainnya. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerima daging kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor peternakan. Seluruh hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan Balai Ternak Lumbung Berkah yang selama ini mendapatkan pendampingan dan pembinaan melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman. Dana untuk pembelian 25 ekor domba berasal dari penghimpunan sedekah uang kembalian pelanggan Alfamidi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI untuk dibelikan hewan kurban dari peternak binaan BAZNAS Sleman. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa. "Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat melalui peternak-peternak binaan yang tersebar di berbagai daerah," ujarnya. Menurut Sodik, optimalisasi peternakan lokal yang dikelola peternak binaan membuat manfaat kurban menjadi lebih luas karena tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan keberdayaan peternak. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan bahwa Kabupaten Sleman dipercaya menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Alfamidi. "Program ini menjadi wujud nyata kepedulian konsumen Alfamidi yang turut berbagi kebahagiaan Iduladha melalui sedekah kurban untuk masyarakat prasejahtera, masjid, pesantren, panti asuhan, dan komunitas desa di berbagai daerah," katanya. Kriswanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah berpartisipasi melalui program sedekah konsumen sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Secara nasional, program kolaborasi BAZNAS RI dan Alfamidi tahun ini menyalurkan bantuan kurban di sejumlah daerah, di antaranya Sleman, Sumedang, Garut, Lampung Tengah, dan beberapa titik distribusi lainnya melalui program PGN. Bantuan yang disalurkan meliputi 85 ekor domba, 29 ekor sapi kurban, serta lima kurban kaleng untuk para mustahik di berbagai wilayah penerima manfaat. Sementara itu, Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kapanewon Tempel sebagai lokasi pelaksanaan program nasional tersebut. "Kami mewakili masyarakat Tempel mengaturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi kami karena Tempel dipercaya menjadi lokasi penyerahan dan penyembelihan hewan kurban dalam program ini," ujarnya. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi para peternak lokal untuk semakin mengembangkan usaha peternakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan di wilayah Tempel. Dukungan terhadap program ini juga datang dari Alfamidi sebagai mitra penghimpun dana sedekah konsumen. Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Acaranya sangat bagus dan luar biasa karena sangat mengena kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan sebagian uang kembalian belanja mereka sehingga dapat terkumpul dan dikelola dengan baik oleh BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya. Pratama berharap kolaborasi antara Alfamidi dan BAZNAS dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut. Perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti, juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program Sedekah Konsumen Alfamidi. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kolaborasi yang luar biasa. Kami dapat melihat secara langsung kebahagiaan penerima manfaat ketika menerima daging kurban dari program Sedekah Konsumen Alfamidi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya. Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para peternak binaan BAZNAS Sleman. Salah satu peternak Balai Ternak Lumbung Berkah, Waluyo, mengaku pendampingan yang diberikan BAZNAS telah membantu meningkatkan kualitas ternak sekaligus memperluas akses pemasaran. "Sebelum didampingi BAZNAS masih banyak hal yang belum kami pahami, baik terkait peningkatan kualitas ternak maupun pemasaran. Setelah mendapatkan pendampingan, kami sangat terbantu. Alhamdulillah ternak kami dapat terjual dengan baik dan tahun ini hewan ternak kami dibeli melalui kerja sama BAZNAS dan Alfamidi. Semoga BAZNAS dan Alfamidi selalu diberikan keberkahan," tuturnya. Proses penyembelihan 27 ekor domba dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., bersama tim penyembelih di Balai Ternak Lumbung Berkah. Setelah proses penyembelihan dan pengemasan selesai, daging kurban didistribusikan kepada 351 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui jaringan takmir masjid. Selain dibagikan kepada masyarakat sekitar Balai Ternak Lumbung Berkah, daging kurban juga diantarkan langsung ke rumah-rumah warga. Salah satu lokasi penyaluran berada di Dusun Watu Pecah, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, dengan pendampingan Takmir Masjid Al Amin, Ngadimin, serta Lurah Pondokrejo, R. Widiyatma, S.E. Keikutsertaan Balai Ternak Lumbung Berkah dalam Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 menjadi bukti bahwa program pemberdayaan peternakan yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Sleman mampu menghasilkan ternak berkualitas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak binaan. Melalui program ini, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.***
03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Pencairan Termin I Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Kegiatan berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran Lor, Sleman, Rabu (10/6/2026). Acara dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari penerima manfaat beserta panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, hingga perwakilan kapanewon. Hadir pula jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Program Rehab RTLH tahun ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih sehat, aman, dan layak huni. Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari jadi, tetapi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun. “Beberapa waktu lalu, kami diajak survey ke lapangan bersama pak Tulus dari DPUPKP ke rumah-rumah yang akan kita rehab. Mohon maaf, rumahnya ada yang hanya 1 petak, ada yang tidak ada jendela, kamar mandi jadi satu dengan dapur. Nah bagaimana kita bisa hidup sehat?,” ujar Muhyi. Muhyi berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan, persyaratan, dan berbagai hal yang harus dipersiapkan oleh penerima bantuan. Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi rumah dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dilaksanakan secara serentak. “Rumah yang kita bantu tanahnya dipastikan tidak bermasalah, dan jika belum ada saluran airnya kita bantu pasangkan, atau bahkan ketersediaan sumber air bersihnya apakah dari sumur atau PDAM. Demikian juga ketersediaan listrik maupun IMB-nya. Karena nanti rumah yang dibantu rehab menjadi percontohan sebagai bangunan rumah yang standar sehat,” papar Muhyi. Muhyi menambahkan, penerima manfaat juga akan mendapatkan pendampingan teknis terkait pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP maupun Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Proses Verifikasi dan Pendampingan Teknis Pada sesi sosialisasi, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa setiap kapanewon mengusulkan calon penerima bantuan yang kemudian diverifikasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa usulan tambahan dari wilayah terdampak bencana maupun rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Kegiatan ini diawali dari usulan Kapanewon. Di verifikasi, disurvey, dicek apakah memang sesuai ketentuan, layak atau tdk layak dibantu, dan itu ada aturannya. Usulan kita tampung dan kita verifikasi semua usulan dari manapun sama baik dari Kapanewon maupun dari DPRD,” papar Tulus. Menurut Tulus, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, termasuk melalui audit independen yang melibatkan berbagai pihak. “Ini dana stimulan, sehingga diharapkan ada swadaya dari panjenengan. Kalau kita mempunyai barang dari jerih payah sendiri pastinya akan dirawat. Itu harapan dari pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Swadaya tidak menutup kemungkinan bisa saja dari tetangga, tidak hanya berupa uang tapi juga tenaga,” jelas Tulus. Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan melalui penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta pengadaan material yang sesuai kebutuhan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal. “Yang harus dipersiapkan bapak ibu penerima bantuan stimulant RTLH di antaranya, material. Jangan sampai material yang dibelanjakan itu sisa akan sayang juga. Kemudian tenaga dan tukang, serta dana swadaya. Maka diperlukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” terangnya. Untuk Termin I, sebanyak sembilan penerima manfaat menerima pencairan bantuan lebih dahulu. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sejak dana diterima. “Dari penerima menfaat, langsung uangnya bisa disampaikan ke kalurahan nanti agar dibelanjakan sesuai dengn RAB yang dibuat. Agar nanti lebih aman, setelah diterima langsung disampaikan ke penyelenggara. Termin 1 ini ada 9 penerima bantuan terlebih dahulu, untuk selanjutnya akan diberikan bertahap,” papar Tulus. Pengurusan PPG Gratis bagi Penerima Bantuan Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman, Fadil, menjelaskan bahwa saat ini izin bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai IMB telah berubah menjadi Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG). Menurutnya, seluruh penerima manfaat Program Rehab RTLH akan mendapatkan pendampingan pengurusan PPG tanpa biaya. “Namun khusus untuk progtam rehab RTLH ini untuk bagian yang 2015 itu bisa ditoleransi, bisa kami bantu. Bisa kami hubunbi untuk tinjau dan kelengkapan berkas. Kami bantu untuk pengurusannya gratis,” jelas Fadil. Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada sembilan penerima manfaat. Total Bantuan Rp400 Juta untuk 22 Penerima Manfaat Program Rehab RTLH dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 tahun 2026 menjangkau 22 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, dengan nominal bantuan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah. Daftar Penerima Manfaat Program Rehab RTLH Hari Jadi Ke-110 Kabupaten Sleman No Kapanewon Nama Penerima Bantuan 1 Tempel Imroatun Marfu'ah Rp20 juta 2 Berbah Rizal Sugiyanto Rp15 juta 3 Godean Betha Mauladi Rp15 juta 4 Pakem Siti Nuriyah Rp20 juta 5 Sleman Aminah Rp20 juta 6 Seyegan Muhammad Nugroho Rp15 juta 7 Ngemplak Painah Rp20 juta 8 Depok Yulianti Rp10 juta 9 Mlati Tri Suwantono Rp20 juta 10 Mlati Lujinem Parmini Rp20 juta 11 Cangkringan Choirul Prasetya Rp20 juta 12 Cangkringan Binuko Tjahjowit Jaksono Rp20 juta 13 Kalasan Wis Hidayat Rp20 juta 14 Gamping R. Novi Yuda Kusuma Rp20 juta 15 Prambanan Tukiyo Rp20 juta 16 Prambanan Sugiyem Rp15 juta 17 Moyudan Dwi Sutomo Rp20 juta 18 Moyudan Daryatno Rp10 juta 19 Minggir Daliyo Rp20 juta 20 Ngaglik Dwi Kusnanto Rp20 juta 21 Turi Sumaryati Rp15 juta 22 Kalasan Ledung Rp20 juta Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menempati rumah yang sehat, aman, dan layak huni sehingga kualitas hidup keluarga penerima manfaat dapat meningkat secara berkelanjutan.***
10/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian dan launching pentasharufan bantuan sarana Laboratorium Komputer kepada kampus penerima Program Beasiswa Sleman Pintar yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Peresmian laboratorium komputer dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., bersama Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan perguruan tinggi penerima manfaat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS DIY H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro, S.I.P., MPA., Ketua Tim SEPEDAMAS Dr. Saptopo Bambang Ilkodar, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta Dr. Bambang Moertono S., M.M., Akt., C.A., serta mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI. Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa bantuan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung Program Sleman Pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda. “Bantuan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, sejalan dengan Program Sleman Pintar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ujarnya. Kriswanto menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana pendidikan berupa paket komputer, printer, dan televisi kepada tiga perguruan tinggi mitra Program Sleman Pintar, yakni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebesar Rp115.800.000, Universitas AMIKOM Yogyakarta sebesar Rp115.800.000, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) sebesar Rp67.320.000. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp298.920.000 atau hampir Rp299 juta. Menurut Kriswanto, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas laboratorium komputer di masing-masing kampus serta meningkatkan kompetensi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. “Kami berharap fasilitas yang diresmikan hari ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta menjadi sarana yang menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan kemajuan Kabupaten Sleman,” katanya. Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kepercayaan yang diberikan kepada perguruan tinggi penerima manfaat Program Sleman Pintar. Mewakili kampus penerima manfaat, yaitu UNISA, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta, ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan potensi generasi muda Kabupaten Sleman. “Bantuan ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi merupakan wujud komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi digital yang sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya. Ia mengajak para mahasiswa penerima manfaat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna menunjang proses belajar dan meningkatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain bantuan laboratorium komputer, UNISA juga menerima bantuan Program Z Coffee dari BAZNAS yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pengelolaan usaha kopi. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Z Coffee yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memberikan keterampilan baru, dan membangun semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa,” tambahnya. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian umat yang diwujudkan melalui pengelolaan zakat untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, ulama, amil zakat, dan para muzaki menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “BAZNAS Sleman memberikan dukungan nyata kepada anak-anak Kabupaten Sleman melalui pendidikan. Kami berharap dana zakat yang dikelola BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, termasuk dalam bidang pendidikan,” ujar Harda. Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah bekerja keras menghimpun dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima manfaat. Semoga kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dan menjadi keberkahan bagi para pemberi zakat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Menurutnya, tujuan utama pengelolaan zakat adalah memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. “Zakat merupakan instrumen penting dalam distribusi kesejahteraan dan menjadi jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan,” jelasnya. Rizaludin juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Ia menjelaskan bahwa program beasiswa dan bantuan pendidikan merupakan salah satu program yang paling diminati para muzaki karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. “Mahasiswa penerima beasiswa termasuk dalam kategori fisabilillah yang berhak menerima manfaat dana zakat sesuai ketentuan syariah. Karena itu, program pendidikan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan oleh BAZNAS,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menyerahkan bantuan Program Z Coffee senilai Rp40 juta kepada UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut berupa satu paket mesin kopi beserta pelatihan barista bagi mahasiswa. Menurutnya, program tersebut telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi dan terbukti mampu membantu mahasiswa memperoleh keterampilan tambahan sekaligus penghasilan mandiri. “Di Yogyakarta sudah ada beberapa kampus yang menerima Program Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan mampu memperoleh penghasilan tambahan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” ungkapnya. Peresmian laboratorium komputer ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan investasi sosial jangka panjang melalui pendidikan. Melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta perguruan tinggi mitra, diharapkan Program Sleman Pintar dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. Dengan hadirnya fasilitas laboratorium komputer dan program penguatan kewirausahaan mahasiswa, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.***
03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P
BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Sleman Produktif Tahap II kepada Paguyuban Pasar Prambanan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 4 Pasar Prambanan pada Rabu (20/5/2026). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang pasar yang tergabung dalam Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan. Perwakilan Koperasi Cikal dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi yang awalnya didukung melalui dana hibah BAZNAS Sleman terus mengalami perkembangan positif. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang semula hanya memiliki 21 anggota kini telah berkembang menjadi 46 anggota aktif. “Koperasi Cikal yang didanai dari dana hibah BAZNAS berjalan dari 21 jadi 46 anggota. Dan ada tambahan Rp10 juta dari BAZNAS sekarang berkembang Rp16 juta lebih,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapan agar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Cikal dapat segera terlaksana. Selain itu, pihaknya mengaku sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Sleman kepada anggota koperasi yang berasal dari Paguyuban Pasar Prambanan. Menurutnya, apabila pada bantuan sebelumnya penyerahan dilakukan secara simbolis, maka pada bantuan tahap kedua ini bantuan diterima secara langsung untuk mendukung perputaran modal usaha para anggota koperasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Cikal yang dinilai berhasil mengelola dana bantuan dengan baik sehingga layak memperoleh bantuan tahap kedua. Kriswanto menjelaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari zakat para aparatur sipil negara dan para muzaki yang dihimpun oleh BAZNAS Sleman, kemudian ditasharufkan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Program Sleman Produktif. “Tadi sebelum ke sini, kami juga menghadiri bagian dari Program Sleman Produktif, yaitu mendampingi UMKM binaan kami dalam kegiatan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Dana yang kami sampaikan ini yang kedua kali, InsyaAllah bisa ke yang 3x tentunya dengan syarat laporannya bagus,” ungkap Kriswanto. Ia menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan tidak perlu dikembalikan kepada BAZNAS Sleman. Dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara bergulir oleh anggota koperasi guna mendukung pengembangan usaha para pedagang. “Jadi dana jangan ngendon, ada yang butuh langsung pinjamkan agar berputar terus dan bermanfaat meningkatkan usahanya,” tegas Kriswanto. Lebih lanjut, Kriswanto mengingatkan agar pengelolaan dana koperasi tetap dilakukan secara syariah tanpa adanya bunga maupun jasa tambahan. Namun demikian, anggota koperasi tetap diperbolehkan memberikan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan keberkahan usaha. Adanya bantuan ini juga sebagai upaya untuk mencegah pedagang Pasar Prambanan berurusan dengan bank plecit atau rentenir. Kegiatan pentasharufan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., beserta jajaran, serta para anggota Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan. Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM agar semakin mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.***
22/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Artikel Terbaru

Makna Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah, Muhasabah, dan Perbaikan Diri
Makna Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah, Muhasabah, dan Perbaikan Diri
Setiap memasuki bulan Muharram, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah. Namun, bagi sebagian orang, pergantian tahun Islam sering kali dipahami hanya sebagai perubahan angka dalam kalender. Padahal, makna Tahun Baru Islam jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian waktu. Tahun Baru Islam merupakan momentum berharga untuk melakukan evaluasi diri, memperkuat keimanan, serta memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, Muharram juga termasuk salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, dan menjadikan momen ini sebagai awal perubahan positif dalam kehidupan. Sejarah Tahun Baru Islam dan Awal Kalender Hijriah Penanggalan Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan dakwah Islam dan menjadi dasar penetapan kalender Islam yang digunakan hingga saat ini. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan awal perhitungan kalender Islam. Mereka kemudian sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai permulaan kalender Hijriah karena memiliki nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan yang sangat besar bagi perkembangan Islam. Dari sejarah tersebut, umat Islam dapat memahami bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol transformasi menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama. Makna Tahun Baru Islam yang Perlu Dipahami Umat Muslim 1. Momentum Muhasabah dan Evaluasi Diri Salah satu makna penting Tahun Baru Islam adalah sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun menjadi kesempatan untuk menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Setiap Muslim dapat merenungkan berbagai hal, seperti: · Apakah kualitas ibadah semakin meningkat? · Apakah hubungan dengan keluarga dan sesama semakin baik? · Apakah kebiasaan buruk mulai ditinggalkan? · Apakah waktu yang dimiliki telah dimanfaatkan dengan baik? Muhasabah menjadi langkah awal untuk melakukan perubahan yang lebih baik pada tahun berikutnya. 2. Menumbuhkan Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Dalam kehidupan sehari-hari, hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik. Contohnya antara lain: · Dari lalai salat menjadi lebih disiplin beribadah. · Dari ucapan yang menyakiti menjadi perkataan yang santun. · Dari sifat iri dan dengki menjadi pribadi yang ikhlas dan bersyukur. · Dari sikap acuh menjadi lebih peduli terhadap sesama. Semangat hijrah inilah yang menjadi inti dari peringatan Tahun Baru Islam setiap tahunnya. 3. Mengingat Keteladanan dan Perjuangan Rasulullah SAW Peristiwa hijrah mengajarkan banyak nilai kehidupan. Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai tantangan, tekanan, dan ancaman ketika memperjuangkan dakwah Islam. Meski demikian, mereka tetap sabar, teguh, dan yakin akan pertolongan Allah SWT. Kisah tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, keberanian, keteguhan iman, dan optimisme dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. 4. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persaudaraan tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat Islam yang harmonis dan saling mendukung. Oleh karena itu, Tahun Baru Islam juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, serta menghilangkan permusuhan dan perpecahan di tengah masyarakat. Amalan yang Dianjurkan Saat Memasuki Tahun Baru Islam Menyambut Tahun Baru Islam sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memperbanyak amal ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT. Memperbanyak Doa dan Dzikir Awal tahun Hijriah merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan dzikir. Umat Islam dapat memohon keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan. Melaksanakan Puasa Sunnah di Bulan Muharram Muharram merupakan salah satu bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Di antara yang paling utama adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Meningkatkan Sedekah dan Kepedulian Sosial Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat dilakukan saat menyambut Tahun Baru Hijriah. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama Pergantian tahun juga dapat dijadikan momentum untuk mempererat silaturahmi, meminta maaf, memperbaiki hubungan keluarga, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan lingkungan sekitar. Kesalahan dalam Memahami Tahun Baru Islam Masih terdapat sebagian masyarakat yang memaknai Tahun Baru Islam sebatas tradisi atau kegiatan seremonial tanpa memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Ada pula yang terlalu fokus pada perayaan, tetapi melupakan pesan utama hijrah dan perbaikan diri. Padahal, hakikat Tahun Baru Islam adalah mengingatkan umat agar semakin dekat kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas akhlak dan ibadah. Islam tidak melarang umatnya bergembira, namun kegembiraan tersebut hendaknya tetap berada dalam koridor syariat dan tidak mengabaikan nilai-nilai keislaman. Hikmah yang Dapat Dipetik dari Tahun Baru Islam Pergantian tahun Hijriah menyimpan banyak pelajaran berharga bagi kehidupan seorang Muslim, antara lain: · Mengingatkan bahwa usia terus bertambah dan waktu hidup semakin berkurang. · Menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. · Mendorong kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. · Mengingat perjuangan dakwah Rasulullah SAW. · Memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial. · Menjadikan setiap pergantian waktu sebagai sarana memperbaiki kualitas diri. Dengan memahami hikmah tersebut, Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum perubahan yang memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan Nilai Tahun Baru Islam kepada Anak Sejak Dini Peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan makna Tahun Baru Islam kepada anak-anak. Pengenalan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti: · Menceritakan kisah hijrah Nabi Muhammad SAW. · Mengajak anak berdoa bersama. · Menanamkan kebiasaan berbuat baik. · Memberikan teladan akhlak yang mulia. · Mengajak anak berbagi dan bersedekah. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal Tahun Baru Islam sebagai pergantian kalender, tetapi juga memahami nilai-nilai keimanan dan akhlak yang terkandung di dalamnya. Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan Menuju Kebaikan Pada hakikatnya, makna Tahun Baru Islam adalah ajakan untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan perubahan sikap, perilaku, dan pola hidup agar semakin sesuai dengan ajaran Islam. Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas waktu dan amal yang telah dilakukan. Karena itu, momen ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat iman, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperluas manfaat bagi sesama. Jangan biarkan Tahun Baru Islam berlalu tanpa makna. Jadikan Muharram sebagai awal langkah untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam menjalani tahun yang baru dengan penuh keberkahan, kemudahan, dan kebaikan.***
15/06/2026 | Humas
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, bulan ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat berbagai ibadah besar, seperti haji, puasa Arafah, Iduladha, dan ibadah kurban. Selain itu, sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesempatan berharga ini hendaknya dimanfaatkan oleh setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Berbagai keutamaan yang terkandung dalam bulan Dzulhijjah menjadikannya momentum yang sangat tepat untuk meraih pahala dan keberkahan yang berlimpah. Keutamaan Bulan Dzulhijjah 1. Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah Merupakan Hari-Hari Terbaik Salah satu keistimewaan terbesar bulan Dzulhijjah adalah kemuliaan sepuluh hari pertamanya. Pada hari-hari tersebut, setiap amal saleh memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." (HR. Bukhari) Hadis ini menunjukkan bahwa berbagai ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, dan berdoa sangat dianjurkan untuk diperbanyak selama periode tersebut. 2. Menjadi Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji Bulan Dzulhijjah juga menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, yaitu rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Momentum ini menjadi simbol persatuan umat Islam tanpa membedakan bangsa, suku, maupun status sosial. Bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan haji, keberkahan bulan Dzulhijjah tetap dapat diraih dengan memperbanyak amal saleh sesuai kemampuan masing-masing. 3. Terdapat Hari Arafah yang Penuh Keutamaan Tanggal 9 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Arafah, salah satu hari yang sangat istimewa dalam Islam. Bagi jamaah haji, wukuf di Arafah merupakan puncak sekaligus rukun utama ibadah haji. Sementara itu, bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim) Keutamaan tersebut menunjukkan besarnya rahmat dan ampunan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang menjalankan puasa Arafah dengan penuh keikhlasan. 4. Momentum Hari Raya Iduladha Keistimewaan bulan Dzulhijjah semakin lengkap dengan hadirnya Hari Raya Iduladha yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya ini mengingatkan umat Islam pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menaati perintah Allah SWT. Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah. Pada hari Iduladha, umat Islam melaksanakan shalat Id, memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. 5. Waktu Pelaksanaan Ibadah Kurban Ibadah kurban menjadi salah satu syariat yang sangat dianjurkan bagi muslim yang memiliki kemampuan. Pelaksanaannya dilakukan mulai tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Allah SWT berfirman: "Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar: 2) Kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana untuk memperkuat kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah Untuk meraih keutamaan bulan Dzulhijjah secara maksimal, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh berikut. 1. Memperbanyak Dzikir Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir, terutama pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dzikir yang dianjurkan antara lain: Takbir (Allahu Akbar) Tahmid (Alhamdulillah) Tahlil (La ilaha illallah) Tasbih (Subhanallah) Melalui dzikir, hati menjadi lebih tenang dan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT semakin dekat. 2. Melaksanakan Puasa Sunnah Puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah, khususnya Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang sangat besar. Selain memperoleh pahala, puasa juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 3. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, terlebih pada bulan yang penuh keberkahan seperti Dzulhijjah. Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. 4. Memperbanyak Sedekah Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Pada bulan Dzulhijjah, pahala sedekah semakin besar karena dilakukan pada waktu yang mulia. Sedekah tidak selalu berupa materi. Membantu sesama, berbagi makanan, memberikan tenaga, atau membantu orang yang membutuhkan juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai ibadah. 5. Menunaikan Ibadah Kurban Bagi muslim yang memiliki kemampuan finansial, berkurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Selain menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menghadirkan manfaat sosial yang besar karena membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan. 6. Memperbanyak Doa dan Istighfar Bulan Dzulhijjah adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memohon keberkahan dan kebaikan dunia maupun akhirat. Hikmah Menghidupkan Bulan Dzulhijjah dengan Amal Saleh Berbagai amalan yang dilakukan selama bulan Dzulhijjah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan banyak hikmah dalam kehidupan. Di antaranya adalah meningkatnya keimanan dan ketakwaan, tumbuhnya rasa syukur, meningkatnya kepedulian sosial, serta semakin kuatnya hubungan dengan Allah SWT. Selain itu, bulan Dzulhijjah juga mengajarkan nilai pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat. Penutup Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling istimewa dalam Islam yang dipenuhi berbagai keutamaan dan peluang untuk meraih pahala yang berlimpah. Keberadaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, Hari Arafah, Iduladha, serta ibadah kurban menjadikan bulan ini sebagai momentum yang sangat berharga bagi setiap muslim. Karena itu, marilah memanfaatkan bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak dzikir, puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdoa, beristighfar, dan menunaikan ibadah kurban bagi yang mampu. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, ampunan, dan keberkahan kepada kita semua serta menjadikan kita hamba-hamba yang semakin bertakwa.***
09/06/2026 | Humas
9 Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam untuk Meraih Keberkahan Hidup
9 Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam untuk Meraih Keberkahan Hidup
Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sedekah juga menjadi sarana untuk membantu sesama, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Sebagian masyarakat masih memahami sedekah sebatas memberikan uang kepada orang yang membutuhkan. Padahal, Islam mengajarkan bahwa sedekah memiliki makna yang jauh lebih luas. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah SWT dapat bernilai sedekah dan menjadi amal yang berpahala. Di tengah kehidupan modern saat ini, peluang untuk bersedekah semakin beragam. Tidak hanya melalui harta, tetapi juga melalui ilmu, tenaga, waktu, bahkan senyuman yang tulus kepada sesama. Dengan memahami berbagai macam sedekah, setiap muslim dapat lebih mudah memperbanyak amal saleh dan meraih keberkahan hidup. Pengertian Sedekah dalam Islam Secara bahasa, sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar atau jujur. Sementara secara istilah, sedekah adalah pemberian yang dilakukan seseorang dengan tujuan mengharap ridha Allah SWT tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan duniawi. Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan khusus mengenai jumlah, waktu, dan penerimanya, sedekah dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja, serta dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan masing-masing. Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Oleh karena itu, sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk mendatangkan keberkahan dan meningkatkan kualitas keimanan. Macam-Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam 1. Sedekah Harta Sedekah harta merupakan bentuk sedekah yang paling dikenal masyarakat. Bentuknya dapat berupa uang, makanan, pakaian, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan lainnya yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sedekah harta dapat disalurkan kepada fakir miskin, anak yatim, dhuafa, korban bencana, maupun melalui lembaga amil zakat yang terpercaya. Semakin ikhlas seseorang berbagi hartanya, semakin besar pula pahala yang dijanjikan Allah SWT. 2. Sedekah Makanan Memberikan makanan kepada orang lain termasuk amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memberi makan orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang. Sedekah makanan dapat dilakukan dengan membagikan nasi kotak, menyediakan hidangan berbuka puasa, memberikan sembako, atau membantu kebutuhan pangan masyarakat yang kurang mampu. 3. Sedekah Tenaga Tidak semua orang memiliki kelebihan materi, tetapi setiap muslim memiliki kesempatan untuk bersedekah melalui tenaga dan kemampuan yang dimiliki. Membantu tetangga yang membutuhkan, ikut kerja bakti, menjadi relawan dalam kegiatan sosial, membantu korban bencana, atau berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan merupakan contoh sedekah tenaga yang bernilai ibadah. 4. Sedekah Ilmu Ilmu yang bermanfaat termasuk amal yang pahalanya terus mengalir. Mengajarkan ilmu agama, berbagi keterampilan, memberikan pelatihan, membimbing anak-anak belajar, atau menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat merupakan bentuk sedekah ilmu. Di era digital, berbagi pengetahuan yang positif melalui media sosial juga dapat menjadi sarana sedekah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan memberikan manfaat bagi banyak orang. 5. Sedekah Senyuman Islam mengajarkan bahwa senyum yang tulus kepada sesama merupakan sedekah. Meskipun terlihat sederhana, senyuman dapat memberikan kebahagiaan, menciptakan suasana yang nyaman, serta mempererat hubungan antarsesama. Sikap ramah dan wajah yang berseri-seri menjadi bagian dari akhlak mulia yang dicintai Allah SWT. 6. Sedekah dengan Perkataan Baik Ucapan yang baik juga termasuk bentuk sedekah yang mudah dilakukan setiap hari. Memberikan motivasi, menyampaikan nasihat yang bermanfaat, menghibur orang yang sedang bersedih, atau berbicara dengan sopan dan santun merupakan amalan yang bernilai pahala. Perkataan yang baik dapat memperkuat hubungan sosial dan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis. 7. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menyingkirkan sesuatu yang dapat membahayakan atau mengganggu orang lain di jalan merupakan sedekah. Contohnya adalah membersihkan sampah, memindahkan benda yang menghalangi jalan, atau menjaga kebersihan fasilitas umum agar tetap nyaman digunakan masyarakat. 8. Sedekah Waktu Waktu merupakan nikmat yang sangat berharga. Meluangkan waktu untuk membantu orang lain juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai besar. Misalnya mendampingi orang tua yang sedang sakit, mendengarkan keluh kesah sahabat, mengajar anak-anak mengaji, atau terlibat dalam kegiatan sosial dan dakwah di lingkungan sekitar. 9. Sedekah Jariyah Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang sehingga pahalanya tetap mengalir meskipun pemberinya telah meninggal dunia. Contoh sedekah jariyah antara lain pembangunan masjid, penyediaan sumur air bersih, bantuan sarana pendidikan, wakaf Al-Qur'an, serta program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan. Keutamaan Sedekah bagi Kehidupan Mendatangkan Keberkahan Rezeki Salah satu keutamaan sedekah adalah mendatangkan keberkahan dalam rezeki. Harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, bahkan Allah SWT menjanjikan gantinya dengan kebaikan yang lebih besar dan lebih berkah. Membantu Menghapus Dosa Sedekah menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil serta membantu seorang muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menumbuhkan Kepedulian Sosial Orang yang gemar bersedekah akan lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Sedekah melatih empati, kepedulian, dan semangat untuk membantu sesama. Mendapatkan Keutamaan di Akhirat Allah SWT menjanjikan berbagai keutamaan bagi orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas, termasuk memperoleh naungan pada hari kiamat ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Memberikan Ketenangan Hati Berbagi kepada sesama dapat menumbuhkan rasa syukur dan kebahagiaan. Sedekah membantu membersihkan hati dari sifat kikir serta menghadirkan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Agar Sedekah Lebih Bernilai di Sisi Allah SWT Agar sedekah yang dilakukan semakin bernilai dan membawa keberkahan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Memberikan harta yang halal dan baik. Tidak mengungkit atau menyakiti penerima sedekah. Mengutamakan orang yang benar-benar membutuhkan. Bersedekah secara rutin meskipun nominalnya kecil. Menjaga keikhlasan dan menghindari riya. Menjadikan sedekah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diingat bahwa amalan yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali. Penutup Sedekah tidak hanya terbatas pada pemberian harta. Dalam Islam, banyak bentuk sedekah yang dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari berbagi ilmu, tenaga, waktu, senyuman, hingga perkataan yang baik. Dengan membiasakan berbagai bentuk sedekah dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dapat memperoleh keberkahan hidup, memperkuat hubungan sosial, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang gemar bersedekah dan mampu menjadikan kebaikan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Mari wujudkan kepedulian kepada sesama dengan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS Kabupaten Sleman agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.***
09/06/2026 | Humas

BAZNAS TV