
Berita Terkini
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Praja 2, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Kegiatan penandatanganan NPHD tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga penerima hibah yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain BAZNAS Kabupaten Sleman, terdapat tujuh organisasi kemasyarakatan lainnya yang turut menerima hibah daerah. Prosesi penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Pelaksana IV BAZNAS Sleman, Lina Shofiyah, S.I.P.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa dana hibah yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Dana hibah ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya,” ujar Kriswanto.
Pemberian hibah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap upaya penguatan tata kelola zakat di daerah. Melalui dukungan tersebut, diharapkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selama ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun mustahik melalui berbagai program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
Dengan adanya dukungan hibah daerah tersebut, BAZNAS Sleman optimistis dapat semakin memperkuat edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda rutin bulanan berupa Sidang Penetapan Mustahik Periode Juni 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (22/6/2026), sidang ini bertujuan untuk mempertimbangkan, memverifikasi, serta memfinalisasi bantuan yang akan disalurkan kepada para calon penerima manfaat (mustahik).
Sidang krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, antara lain: Drs. Kriswanto, M.Sc. (Ketua BAZNAS Sleman), dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes (Wakil Ketua I), Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Ketua III), Nairun, S.A.P (Wakil Ketua IV). Turut hadir mendampingi jalannya sidang, yaitu Pelaksana Bidang II Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.
Dalam proses sidang Pendamping Program Rofiq Wicaksono, S.T., serta Tim Pendamping UMKM untuk program Sleman Produktif, Nurul Indah Khasanah, S.T., serta Joko Yugiyanto, S.Psi., mempresentasikan daftar mustahik calon penerima manfaat berdasarkan hasil survey dan verifikasi di lapangan.
Validasi Kelayakan dan Nominal Bantuan Mustahik
Pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Kukuh Santoso, menjelaskan bahwa agenda sidang kali ini fokus membahas kelayakan mustahik serta menentukan besaran nominal bantuan yang tepat sasaran. Program yang digodok dalam sidang ini meliputi tiga pilar utama, yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, dan Sleman Peduli reguler.
“Sidang ini menjadi instrumen penting sebagai bahan pertimbangan sekaligus finalisasi. Kami memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak dengan nominal yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Kukuh.
Rincian Hasil Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026
Berdasarkan hasil musyawarah dan finalisasi sidang, berikut adalah daftar kelompok dan jumlah mustahik yang lolos verifikasi:
1. Program Sleman Produktif (Pemberdayaan Ekonomi/UMKM); Ada 6 nama kelompok mustahik calon penerima bantuan.
2. Program Sleman Sehat; Total Penerima: 40 mustahik calon penerima bantuan biaya kesehatan.
3. Program Sleman Peduli (Reguler); Total Penerima: 7 mustahik calon penerima bantuan sosial kemanusiaan.
Melalui hasil sidang penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk segera mendistribusikan bantuan tersebut. Diharapkan, dana stimulus melalui program Sleman Produktif mampu menggenjot kemandirian ekonomi pelaku UMKM, sementara bantuan Sleman Sehat dan Sleman Peduli dapat meringankan beban sosial-kesehatan masyarakat Sleman.***
22/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Fasilitasi Pembuatan NIB Gratis bagi UMKM Binaan di Prambanan Bersama DPMPTSP
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan usaha mikro. Kali ini, BAZNAS Sleman berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi pelaku UMKM binaan di Kantor Kapanewon Prambanan, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku UMKM yang berasal dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Sleman dalam mendorong UMKM binaan agar memiliki legalitas usaha sehingga mampu berkembang dan naik kelas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin, S.T., M.T., perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman Atabik Ahmad, S.H., Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman Nuradi Wijaya, S.Pd., dan Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., dan Joko Yugiyanto, S.Psi.
Dalam sambutannya, Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan UMKM di wilayahnya.
"Harapannya ada sumbangsih dari teman-teman UMKM di Kapanewon Prambanan. Nanti akan dijelaskan oleh DPMPTSP mengenai persyaratan yang diperlukan. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sesuai harapan," ujarnya.
Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman sekaligus panitia kegiatan, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Kapanewon Berbah.
"Peserta kali ini berjumlah 20 orang dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Sebelumnya kami juga bekerja sama dengan DPMPTSP dalam membantu penerbitan NIB bagi UMKM di Kapanewon Berbah," jelasnya.
Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman, Kukuh Santoso, menegaskan bahwa kepemilikan NIB menjadi salah satu indikator penting bagi UMKM binaan untuk dapat berkembang menuju kategori usaha yang lebih maju.
Menurutnya, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha agar melengkapi berbagai aspek legalitas seperti NIB, PIRT, hingga sertifikasi halal.
"Kami ingin membekali UMKM binaan agar mampu go nasional. Karena itu legalitas usaha harus lengkap. Ini menjadi salah satu terobosan BAZNAS Sleman dalam membawa UMKM binaan menjadi lebih profesional dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan, pola bantuan yang diterapkan BAZNAS dilakukan secara bertahap melalui kelompok usaha. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan bantuan berjalan tertib, transparan, serta mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Nuradi Wijaya, mengingatkan pentingnya setiap pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai identitas resmi usaha.
Menurutnya, NIB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi sebuah usaha, karena menjadi dasar untuk mengurus berbagai perizinan lain sekaligus membuka peluang memperoleh berbagai program dukungan dari pemerintah.
"Kalau usaha sudah memiliki NIB, maka legalitasnya jelas. Selain memberikan rasa aman, NIB juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai bantuan dan program pemerintah. Setelah memiliki NIB, tentu pelaku usaha juga harus terus semangat mengembangkan usahanya," ujarnya.
Nuradi juga mengajak pelaku UMKM di wilayah Prambanan memanfaatkan potensi kawasan wisata yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman, Atabik Ahmad, menjelaskan bahwa penerbitan NIB dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikembangkan pemerintah pusat.
Ia menyampaikan bahwa NIB kini menjadi dokumen utama legalitas usaha yang proses pembuatannya relatif mudah dengan syarat utama berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Selain memberikan pendampingan langsung dalam praktik pembuatan akun OSS, DPMPTSP juga memperkenalkan program inovasi layanan Sambang Sambung dan Mas Kliwon yang bertujuan mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat hingga seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman.
Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Sleman dan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh legalitas usaha tanpa harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP).
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semakin banyak UMKM binaan yang memiliki legalitas usaha, meningkatkan daya saing produk, memperluas akses terhadap pembiayaan dan program pemerintah, serta mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.***
18/06/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Pencairan Termin I Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Kegiatan berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran Lor, Sleman, Rabu (10/6/2026).
Acara dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari penerima manfaat beserta panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, hingga perwakilan kapanewon. Hadir pula jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.
Program Rehab RTLH tahun ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih sehat, aman, dan layak huni.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari jadi, tetapi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun.
“Beberapa waktu lalu, kami diajak survey ke lapangan bersama pak Tulus dari DPUPKP ke rumah-rumah yang akan kita rehab. Mohon maaf, rumahnya ada yang hanya 1 petak, ada yang tidak ada jendela, kamar mandi jadi satu dengan dapur. Nah bagaimana kita bisa hidup sehat?,” ujar Muhyi.
Muhyi berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan, persyaratan, dan berbagai hal yang harus dipersiapkan oleh penerima bantuan.
Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi rumah dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dilaksanakan secara serentak.
“Rumah yang kita bantu tanahnya dipastikan tidak bermasalah, dan jika belum ada saluran airnya kita bantu pasangkan, atau bahkan ketersediaan sumber air bersihnya apakah dari sumur atau PDAM. Demikian juga ketersediaan listrik maupun IMB-nya. Karena nanti rumah yang dibantu rehab menjadi percontohan sebagai bangunan rumah yang standar sehat,” papar Muhyi.
Muhyi menambahkan, penerima manfaat juga akan mendapatkan pendampingan teknis terkait pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP maupun Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.
Proses Verifikasi dan Pendampingan Teknis
Pada sesi sosialisasi, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa setiap kapanewon mengusulkan calon penerima bantuan yang kemudian diverifikasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa usulan tambahan dari wilayah terdampak bencana maupun rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Kegiatan ini diawali dari usulan Kapanewon. Di verifikasi, disurvey, dicek apakah memang sesuai ketentuan, layak atau tdk layak dibantu, dan itu ada aturannya. Usulan kita tampung dan kita verifikasi semua usulan dari manapun sama baik dari Kapanewon maupun dari DPRD,” papar Tulus.
Menurut Tulus, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, termasuk melalui audit independen yang melibatkan berbagai pihak.
“Ini dana stimulan, sehingga diharapkan ada swadaya dari panjenengan. Kalau kita mempunyai barang dari jerih payah sendiri pastinya akan dirawat. Itu harapan dari pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Swadaya tidak menutup kemungkinan bisa saja dari tetangga, tidak hanya berupa uang tapi juga tenaga,” jelas Tulus.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan melalui penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta pengadaan material yang sesuai kebutuhan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Yang harus dipersiapkan bapak ibu penerima bantuan stimulant RTLH di antaranya, material. Jangan sampai material yang dibelanjakan itu sisa akan sayang juga. Kemudian tenaga dan tukang, serta dana swadaya. Maka diperlukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” terangnya.
Untuk Termin I, sebanyak sembilan penerima manfaat menerima pencairan bantuan lebih dahulu. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sejak dana diterima.
“Dari penerima menfaat, langsung uangnya bisa disampaikan ke kalurahan nanti agar dibelanjakan sesuai dengn RAB yang dibuat. Agar nanti lebih aman, setelah diterima langsung disampaikan ke penyelenggara. Termin 1 ini ada 9 penerima bantuan terlebih dahulu, untuk selanjutnya akan diberikan bertahap,” papar Tulus.
Pengurusan PPG Gratis bagi Penerima Bantuan
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman, Fadil, menjelaskan bahwa saat ini izin bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai IMB telah berubah menjadi Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG).
Menurutnya, seluruh penerima manfaat Program Rehab RTLH akan mendapatkan pendampingan pengurusan PPG tanpa biaya.
“Namun khusus untuk progtam rehab RTLH ini untuk bagian yang 2015 itu bisa ditoleransi, bisa kami bantu. Bisa kami hubunbi untuk tinjau dan kelengkapan berkas. Kami bantu untuk pengurusannya gratis,” jelas Fadil.
Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada sembilan penerima manfaat.
Total Bantuan Rp400 Juta untuk 22 Penerima Manfaat
Program Rehab RTLH dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 tahun 2026 menjangkau 22 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, dengan nominal bantuan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah.
Daftar Penerima Manfaat Program Rehab RTLH Hari Jadi Ke-110 Kabupaten Sleman
No
Kapanewon
Nama Penerima
Bantuan
1
Tempel
Imroatun Marfu'ah
Rp20 juta
2
Berbah
Rizal Sugiyanto
Rp15 juta
3
Godean
Betha Mauladi
Rp15 juta
4
Pakem
Siti Nuriyah
Rp20 juta
5
Sleman
Aminah
Rp20 juta
6
Seyegan
Muhammad Nugroho
Rp15 juta
7
Ngemplak
Painah
Rp20 juta
8
Depok
Yulianti
Rp10 juta
9
Mlati
Tri Suwantono
Rp20 juta
10
Mlati
Lujinem Parmini
Rp20 juta
11
Cangkringan
Choirul Prasetya
Rp20 juta
12
Cangkringan
Binuko Tjahjowit Jaksono
Rp20 juta
13
Kalasan
Wis Hidayat
Rp20 juta
14
Gamping
R. Novi Yuda Kusuma
Rp20 juta
15
Prambanan
Tukiyo
Rp20 juta
16
Prambanan
Sugiyem
Rp15 juta
17
Moyudan
Dwi Sutomo
Rp20 juta
18
Moyudan
Daryatno
Rp10 juta
19
Minggir
Daliyo
Rp20 juta
20
Ngaglik
Dwi Kusnanto
Rp20 juta
21
Turi
Sumaryati
Rp15 juta
22
Kalasan
Ledung
Rp20 juta
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menempati rumah yang sehat, aman, dan layak huni sehingga kualitas hidup keluarga penerima manfaat dapat meningkat secara berkelanjutan.***
10/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian dan launching pentasharufan bantuan sarana Laboratorium Komputer kepada kampus penerima Program Beasiswa Sleman Pintar yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Peresmian laboratorium komputer dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., bersama Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan perguruan tinggi penerima manfaat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS DIY H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro, S.I.P., MPA., Ketua Tim SEPEDAMAS Dr. Saptopo Bambang Ilkodar, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta Dr. Bambang Moertono S., M.M., Akt., C.A., serta mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI.
Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa bantuan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung Program Sleman Pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.
“Bantuan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, sejalan dengan Program Sleman Pintar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ujarnya.
Kriswanto menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Sleman.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana pendidikan berupa paket komputer, printer, dan televisi kepada tiga perguruan tinggi mitra Program Sleman Pintar, yakni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebesar Rp115.800.000, Universitas AMIKOM Yogyakarta sebesar Rp115.800.000, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) sebesar Rp67.320.000.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp298.920.000 atau hampir Rp299 juta.
Menurut Kriswanto, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas laboratorium komputer di masing-masing kampus serta meningkatkan kompetensi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Kami berharap fasilitas yang diresmikan hari ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta menjadi sarana yang menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan kemajuan Kabupaten Sleman,” katanya.
Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kepercayaan yang diberikan kepada perguruan tinggi penerima manfaat Program Sleman Pintar.
Mewakili kampus penerima manfaat, yaitu UNISA, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta, ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan potensi generasi muda Kabupaten Sleman.
“Bantuan ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi merupakan wujud komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi digital yang sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.
Ia mengajak para mahasiswa penerima manfaat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna menunjang proses belajar dan meningkatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain bantuan laboratorium komputer, UNISA juga menerima bantuan Program Z Coffee dari BAZNAS yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pengelolaan usaha kopi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Z Coffee yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memberikan keterampilan baru, dan membangun semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa,” tambahnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian umat yang diwujudkan melalui pengelolaan zakat untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, ulama, amil zakat, dan para muzaki menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BAZNAS Sleman memberikan dukungan nyata kepada anak-anak Kabupaten Sleman melalui pendidikan. Kami berharap dana zakat yang dikelola BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, termasuk dalam bidang pendidikan,” ujar Harda.
Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah bekerja keras menghimpun dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima manfaat. Semoga kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dan menjadi keberkahan bagi para pemberi zakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Menurutnya, tujuan utama pengelolaan zakat adalah memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan.
“Zakat merupakan instrumen penting dalam distribusi kesejahteraan dan menjadi jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan,” jelasnya.
Rizaludin juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa program beasiswa dan bantuan pendidikan merupakan salah satu program yang paling diminati para muzaki karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.
“Mahasiswa penerima beasiswa termasuk dalam kategori fisabilillah yang berhak menerima manfaat dana zakat sesuai ketentuan syariah. Karena itu, program pendidikan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan oleh BAZNAS,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menyerahkan bantuan Program Z Coffee senilai Rp40 juta kepada UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut berupa satu paket mesin kopi beserta pelatihan barista bagi mahasiswa.
Menurutnya, program tersebut telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi dan terbukti mampu membantu mahasiswa memperoleh keterampilan tambahan sekaligus penghasilan mandiri.
“Di Yogyakarta sudah ada beberapa kampus yang menerima Program Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan mampu memperoleh penghasilan tambahan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” ungkapnya.
Peresmian laboratorium komputer ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan investasi sosial jangka panjang melalui pendidikan.
Melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta perguruan tinggi mitra, diharapkan Program Sleman Pintar dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.
Dengan hadirnya fasilitas laboratorium komputer dan program penguatan kewirausahaan mahasiswa, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.***
03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Sleman Produktif Tahap II kepada Paguyuban Pasar Prambanan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 4 Pasar Prambanan pada Rabu (20/5/2026).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang pasar yang tergabung dalam Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan.
Perwakilan Koperasi Cikal dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi yang awalnya didukung melalui dana hibah BAZNAS Sleman terus mengalami perkembangan positif. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang semula hanya memiliki 21 anggota kini telah berkembang menjadi 46 anggota aktif.
“Koperasi Cikal yang didanai dari dana hibah BAZNAS berjalan dari 21 jadi 46 anggota. Dan ada tambahan Rp10 juta dari BAZNAS sekarang berkembang Rp16 juta lebih,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Cikal dapat segera terlaksana. Selain itu, pihaknya mengaku sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Sleman kepada anggota koperasi yang berasal dari Paguyuban Pasar Prambanan.
Menurutnya, apabila pada bantuan sebelumnya penyerahan dilakukan secara simbolis, maka pada bantuan tahap kedua ini bantuan diterima secara langsung untuk mendukung perputaran modal usaha para anggota koperasi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Cikal yang dinilai berhasil mengelola dana bantuan dengan baik sehingga layak memperoleh bantuan tahap kedua.
Kriswanto menjelaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari zakat para aparatur sipil negara dan para muzaki yang dihimpun oleh BAZNAS Sleman, kemudian ditasharufkan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Program Sleman Produktif.
“Tadi sebelum ke sini, kami juga menghadiri bagian dari Program Sleman Produktif, yaitu mendampingi UMKM binaan kami dalam kegiatan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Dana yang kami sampaikan ini yang kedua kali, InsyaAllah bisa ke yang 3x tentunya dengan syarat laporannya bagus,” ungkap Kriswanto.
Ia menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan tidak perlu dikembalikan kepada BAZNAS Sleman. Dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara bergulir oleh anggota koperasi guna mendukung pengembangan usaha para pedagang.
“Jadi dana jangan ngendon, ada yang butuh langsung pinjamkan agar berputar terus dan bermanfaat meningkatkan usahanya,” tegas Kriswanto.
Lebih lanjut, Kriswanto mengingatkan agar pengelolaan dana koperasi tetap dilakukan secara syariah tanpa adanya bunga maupun jasa tambahan. Namun demikian, anggota koperasi tetap diperbolehkan memberikan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan keberkahan usaha.
Adanya bantuan ini juga sebagai upaya untuk mencegah pedagang Pasar Prambanan berurusan dengan bank plecit atau rentenir.
Kegiatan pentasharufan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., beserta jajaran, serta para anggota Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan.
Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM agar semakin mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.***
22/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Artikel Terbaru
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Hikmah Tahun Baru Islam
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang memiliki keistimewaan di sisi Allah SWT.
Datangnya bulan Muharram menjadi momen yang dinantikan umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan melakukan refleksi diri.
Berbagai amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan serta meraih keberkahan.
Muharram Termasuk Empat Bulan Haram
Salah satu keutamaan bulan Muharram adalah statusnya sebagai bulan haram. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa terdapat empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari berbagai bentuk kemaksiatan serta memperbanyak amal saleh. Para ulama menjelaskan bahwa pahala kebaikan pada bulan haram memiliki keutamaan yang besar, sementara dosa juga menjadi lebih berat akibatnya.
Karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah?
Keistimewaan lain dari bulan Muharram adalah penyebutannya sebagai Syahrullah atau "Bulan Allah". Penyandaran nama bulan kepada Allah SWT menunjukkan kemuliaan dan kedudukan istimewa yang dimiliki Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan tersebut merupakan bentuk penghormatan yang tinggi. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan Muharram dengan memperbanyak amal kebajikan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Salah satu ibadah sunnah yang paling dianjurkan selama Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram.
Anjuran ini menunjukkan besarnya nilai ibadah puasa di bulan yang mulia tersebut. Selain memperoleh pahala, puasa juga menjadi sarana melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, membersihkan hati, serta membentuk kedisiplinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Keutamaan Puasa Asyura pada 10 Muharram
Saat membahas keistimewaan bulan Muharram, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram tidak dapat dipisahkan. Hari Asyura memiliki sejarah penting dalam Islam dan menjadi salah satu hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Karena keutamaan tersebut, banyak umat Islam memanfaatkan hari Asyura dengan memperbanyak ibadah, doa, dan amal saleh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah
Muharram juga menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah. Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Awal tahun Hijriah menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk menyusun kembali target ibadah, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan keimanan agar menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram
Selain menjalankan puasa sunnah, terdapat berbagai amalan lain yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan Muharram dengan kebaikan.
1. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Berbagi kepada sesama pada bulan Muharram menjadi salah satu cara meraih keberkahan sekaligus membantu mereka yang membutuhkan.
2. Membaca Al-Qur'an
Muharram menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur'an akan memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual seorang Muslim.
3. Memperbanyak Zikir dan Doa
Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan doa merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Zikir menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menenangkan hati.
4. Menjalin Silaturahmi
Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama Muslim. Mempererat silaturahmi di bulan Muharram merupakan salah satu bentuk amal saleh yang membawa keberkahan.
Hikmah Bulan Muharram bagi Umat Islam
Bulan Muharram mengajarkan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah pentingnya memulai sesuatu dengan niat yang baik dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap Muslim perlu melakukan introspeksi terhadap perjalanan hidupnya. Kesalahan di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran untuk memperbaiki ibadah, akhlak, dan hubungan dengan sesama.
Melalui berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram, seorang Muslim dapat memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Mengapa Keistimewaan Bulan Muharram Penting Dipahami?
Memahami keistimewaan bulan Muharram membantu umat Islam agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala dan keberkahan yang Allah SWT sediakan. Tidak sedikit orang yang mengetahui Muharram sebagai awal tahun Hijriah, tetapi belum memahami berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Dengan mengenal kemuliaan bulan Muharram, setiap Muslim akan lebih termotivasi untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, menjauhi kemaksiatan, dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.
Keistimewaan bulan Muharram menjadikannya sebagai salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Statusnya sebagai bulan haram, anjuran memperbanyak puasa sunnah, keutamaan puasa Asyura, serta posisinya sebagai awal tahun Hijriah menjadi bukti besarnya kemuliaan yang Allah SWT berikan kepada bulan ini.
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, serta melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.
Semoga setiap amal saleh yang dilakukan pada bulan yang penuh berkah ini diterima Allah SWT dan menjadi bekal menuju kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
19/06/2026 | Humas
Bulan Muharram 1448 H: Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Hikmah Tahun Baru Islam
Bulan Muharram 1448 Hijriah menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk membuka lembaran baru dengan semangat ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram bukan hanya menandai pergantian tahun Islam, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal, dan meningkatkan kualitas keimanan.
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Karena kemuliaannya tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala maupun mendatangkan dosa.
Momentum Tahun Baru Islam juga mengingatkan umat Islam akan makna hijrah. Tidak hanya berpindah tempat sebagaimana hijrah Rasulullah SAW, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
1. Termasuk Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an, selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, dan menghindari segala bentuk kemaksiatan.
Para ulama menjelaskan bahwa amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan mulia memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, Muharram menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
2. Bulan Terbaik untuk Melaksanakan Puasa Sunnah Setelah Ramadan
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Keutamaan ini menjadikan Muharram sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah puasa sunnah.
Di antara puasa yang paling dianjurkan adalah:
· Puasa Tasu'a pada 9 Muharram
· Puasa Asyura pada 10 Muharram
· Puasa 11 Muharram sebagai penyempurna dan pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi
· Puasa sunnah Senin dan Kamis
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar karena dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dengan izin Allah SWT.
3. Momentum Hijrah dan Perbaikan Diri
Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup terus berjalan. Muharram dapat dijadikan titik awal untuk melakukan evaluasi diri dan menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Hijrah dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui berbagai perubahan positif, seperti memperbaiki kualitas salat, meningkatkan kedisiplinan beribadah, menjaga akhlak, memperbanyak membaca Al-Qur'an, serta memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram 1448 H
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa merupakan salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram. Selain mendapatkan pahala yang besar, puasa juga menjadi sarana melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Tasu'a dan Asyura menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam pada bulan ini.
2. Meningkatkan Sedekah dan Kepedulian Sosial
Muharram juga menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak sedekah. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, berbagi makanan, maupun menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga terpercaya merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Mengisi hari-hari di bulan Muharram dengan dzikir dan doa dapat membantu menenangkan hati serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Umat Islam dapat memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, awal tahun Hijriah juga dapat dijadikan momentum untuk memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, dan keteguhan iman.
4. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an
Muharram merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur'an. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk memahami makna dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Membiasakan membaca Al-Qur'an secara rutin dapat menjadi langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik sepanjang tahun.
5. Menjaga Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan Sesama
Salah satu bentuk hijrah yang penting adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Muharram menjadi waktu yang baik untuk mempererat tali persaudaraan, saling memaafkan, dan menghindari perselisihan.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah dan membangun hubungan yang harmonis karena hal tersebut menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan.
Hikmah yang Dapat Dipetik dari Bulan Muharram
Muharram mengajarkan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia memiliki kesempatan yang terbatas untuk beramal.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari bulan Muharram antara lain:
· Menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
· Meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan waktu dengan bijak.
· Memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah.
· Menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
· Menjadikan amal saleh sebagai prioritas dalam kehidupan.
Apabila dimanfaatkan dengan baik, Muharram dapat menjadi awal perubahan positif yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Hal yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram
Sebagai bulan yang dimuliakan, Muharram hendaknya diisi dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan mendatangkan kebaikan. Umat Islam juga perlu berhati-hati terhadap berbagai keyakinan atau tradisi yang tidak memiliki dasar yang jelas dalam syariat.
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:
· Menganggap Muharram sebagai bulan yang membawa kesialan.
· Melakukan ritual atau amalan yang tidak memiliki landasan syariat.
· Bermalas-malasan dalam beribadah.
· Menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh.
Sebaliknya, Muharram hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.
Bulan Muharram 1448 H merupakan salah satu bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Sebagai awal tahun Hijriah, Muharram menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Berbagai amalan seperti puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, memperbanyak dzikir, dan menjaga silaturahmi dapat menjadi sarana meraih pahala dan keberkahan di bulan yang istimewa ini.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mengisi Bulan Muharram 1448 H dengan amal-amal terbaik serta menjadikannya sebagai awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih bertakwa, penuh keberkahan, dan diridhai-Nya.***
15/06/2026 | Humas
Makna Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah, Muhasabah, dan Perbaikan Diri
Setiap memasuki bulan Muharram, umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah.
Namun, bagi sebagian orang, pergantian tahun Islam sering kali dipahami hanya sebagai perubahan angka dalam kalender. Padahal, makna Tahun Baru Islam jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian waktu.
Tahun Baru Islam merupakan momentum berharga untuk melakukan evaluasi diri, memperkuat keimanan, serta memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, Muharram juga termasuk salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, dan menjadikan momen ini sebagai awal perubahan positif dalam kehidupan.
Sejarah Tahun Baru Islam dan Awal Kalender Hijriah
Penanggalan Hijriah berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan dakwah Islam dan menjadi dasar penetapan kalender Islam yang digunakan hingga saat ini.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan awal perhitungan kalender Islam. Mereka kemudian sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai permulaan kalender Hijriah karena memiliki nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan yang sangat besar bagi perkembangan Islam.
Dari sejarah tersebut, umat Islam dapat memahami bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol transformasi menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan agama.
Makna Tahun Baru Islam yang Perlu Dipahami Umat Muslim
1. Momentum Muhasabah dan Evaluasi Diri
Salah satu makna penting Tahun Baru Islam adalah sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun menjadi kesempatan untuk menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui.
Setiap Muslim dapat merenungkan berbagai hal, seperti:
· Apakah kualitas ibadah semakin meningkat?
· Apakah hubungan dengan keluarga dan sesama semakin baik?
· Apakah kebiasaan buruk mulai ditinggalkan?
· Apakah waktu yang dimiliki telah dimanfaatkan dengan baik?
Muhasabah menjadi langkah awal untuk melakukan perubahan yang lebih baik pada tahun berikutnya.
2. Menumbuhkan Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan
Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Dalam kehidupan sehari-hari, hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik.
Contohnya antara lain:
· Dari lalai salat menjadi lebih disiplin beribadah.
· Dari ucapan yang menyakiti menjadi perkataan yang santun.
· Dari sifat iri dan dengki menjadi pribadi yang ikhlas dan bersyukur.
· Dari sikap acuh menjadi lebih peduli terhadap sesama.
Semangat hijrah inilah yang menjadi inti dari peringatan Tahun Baru Islam setiap tahunnya.
3. Mengingat Keteladanan dan Perjuangan Rasulullah SAW
Peristiwa hijrah mengajarkan banyak nilai kehidupan. Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi berbagai tantangan, tekanan, dan ancaman ketika memperjuangkan dakwah Islam.
Meski demikian, mereka tetap sabar, teguh, dan yakin akan pertolongan Allah SWT. Kisah tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, keberanian, keteguhan iman, dan optimisme dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
4. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persaudaraan tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat Islam yang harmonis dan saling mendukung.
Oleh karena itu, Tahun Baru Islam juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, serta menghilangkan permusuhan dan perpecahan di tengah masyarakat.
Amalan yang Dianjurkan Saat Memasuki Tahun Baru Islam
Menyambut Tahun Baru Islam sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memperbanyak amal ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Memperbanyak Doa dan Dzikir
Awal tahun Hijriah merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan dzikir. Umat Islam dapat memohon keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan.
Melaksanakan Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Muharram merupakan salah satu bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Di antara yang paling utama adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, yang memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Meningkatkan Sedekah dan Kepedulian Sosial
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, serta berbagi kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat dilakukan saat menyambut Tahun Baru Hijriah.
Memperbaiki Hubungan dengan Sesama
Pergantian tahun juga dapat dijadikan momentum untuk mempererat silaturahmi, meminta maaf, memperbaiki hubungan keluarga, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan lingkungan sekitar.
Kesalahan dalam Memahami Tahun Baru Islam
Masih terdapat sebagian masyarakat yang memaknai Tahun Baru Islam sebatas tradisi atau kegiatan seremonial tanpa memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Ada pula yang terlalu fokus pada perayaan, tetapi melupakan pesan utama hijrah dan perbaikan diri. Padahal, hakikat Tahun Baru Islam adalah mengingatkan umat agar semakin dekat kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas akhlak dan ibadah.
Islam tidak melarang umatnya bergembira, namun kegembiraan tersebut hendaknya tetap berada dalam koridor syariat dan tidak mengabaikan nilai-nilai keislaman.
Hikmah yang Dapat Dipetik dari Tahun Baru Islam
Pergantian tahun Hijriah menyimpan banyak pelajaran berharga bagi kehidupan seorang Muslim, antara lain:
· Mengingatkan bahwa usia terus bertambah dan waktu hidup semakin berkurang.
· Menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
· Mendorong kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.
· Mengingat perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
· Memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial.
· Menjadikan setiap pergantian waktu sebagai sarana memperbaiki kualitas diri.
Dengan memahami hikmah tersebut, Tahun Baru Islam dapat menjadi momentum perubahan yang memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menanamkan Nilai Tahun Baru Islam kepada Anak Sejak Dini
Peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan makna Tahun Baru Islam kepada anak-anak. Pengenalan tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti:
· Menceritakan kisah hijrah Nabi Muhammad SAW.
· Mengajak anak berdoa bersama.
· Menanamkan kebiasaan berbuat baik.
· Memberikan teladan akhlak yang mulia.
· Mengajak anak berbagi dan bersedekah.
Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya mengenal Tahun Baru Islam sebagai pergantian kalender, tetapi juga memahami nilai-nilai keimanan dan akhlak yang terkandung di dalamnya.
Tahun Baru Islam sebagai Awal Perubahan Menuju Kebaikan
Pada hakikatnya, makna Tahun Baru Islam adalah ajakan untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan perubahan sikap, perilaku, dan pola hidup agar semakin sesuai dengan ajaran Islam.
Pergantian tahun Hijriah menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas waktu dan amal yang telah dilakukan. Karena itu, momen ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat iman, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperluas manfaat bagi sesama.
Jangan biarkan Tahun Baru Islam berlalu tanpa makna. Jadikan Muharram sebagai awal langkah untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam menjalani tahun yang baru dengan penuh keberkahan, kemudahan, dan kebaikan.***
15/06/2026 | Humas
BAZNAS TV
Sosialisasi Program Sleman Produktif ke UMKM di Sendangtirto, Berbah
Penulis: Humas BAZNAS Sleman
Rp487 Juta untuk UMKM Sleman Naik Kelas dalam Program Sleman Produktif Februari 2026
Penulis: Humas BAZNAS Sleman




