
Berita Terkini
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid
BAZNAS Sleman menggelar sosialisasi teknis Program BMM dengan melibatkan 18 masjid untuk memperkuat ekonomi umat berbasis masjid.
BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi lanjutan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) pada Rabu (15/04/2026) di Ruang Rapat Sekda Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan program kepada para pengelola masjid yang terlibat.
Sebanyak 18 masjid terpilih dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ini, dengan masing-masing diwakili oleh satu orang takmir dan satu orang manajer BMM.
Libatkan Berbagai Pihak untuk Penguatan Program
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, perwakilan BPD Syariah, pendamping program BMM, serta para takmir dan manajer masjid se-Kabupaten Sleman.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan materi terkait program BMM.
BMM: Penguatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa Program BMM merupakan upaya penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang bertujuan membantu para mustahik dalam mengembangkan usaha.
“Dana yang diberikan kepada bapak dan ibu harus dapat dikelola dengan baik. Tidak ada bunga maupun jasa dalam penggunaannya, dan diharapkan mampu membantu pengembangan usaha jamaah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dana tersebut tidak boleh mengendap dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan usaha para mustahik. Jika program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, maka peluang penambahan bantuan di masa mendatang akan terbuka.
Dukungan dari DMI dan Kemenag Sleman
Ketua PD DMI Kabupaten Sleman turut memberikan motivasi kepada peserta agar program ini dapat dijalankan secara maksimal.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan.
Pendalaman Teknis dan Evaluasi Kesiapan Peserta
Dalam sesi pemaparan teknis, Muhaimin selaku pimpinan program BMM menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan di Masjid Agung Sleman.
Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya siap dalam menjalankan program, sehingga diperlukan penguatan pemahaman sebelum program berjalan secara optimal.
Sebagai bagian dari koordinasi, seluruh masjid peserta telah tergabung dalam grup komunikasi untuk mempermudah penyampaian informasi dan pengumpulan berkas administrasi.
Pengelolaan Dana Operasional Program
Dalam pelaksanaannya, program BMM menyarankan untuk bisa membuka rekening baru guna memisahkan keuangan BMM dengan dana kegiatan masjid yang lain. Selain itu BMM juga menyediakan dana operasional sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk kebutuhan administrasi dan pendukung kegiatan, seperti papan informasi, konsumsi, alat tulis kantor, rompi, serta transport pendamping program.
Harapan Ke Depan
Melalui sosialisasi teknis ini, BAZNAS Sleman berharap seluruh masjid peserta dapat menjalankan Program BMM secara optimal, transparan, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (ayw/BAZNASSleman)
17/04/2026 | Humas
Perkuat Tata Kelola Masjid, BAZNAS Sleman Kolaborasi Bersama DMI dan Kemenag Dorong Program BMM
BAZNAS Sleman bersama DMI dan Kemenag dorong transparansi dan penguatan ekonomi umat melalui Program BMM di 18 masjid.
Kolaborasi Lintas Lembaga Perkuat Program BMM
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pelaksanaan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi teknis lanjutan Program BMM yang digelar di Ruang Rapat Sekda Sleman, Rabu (15/04/2026), dengan melibatkan 18 masjid dari 17 kapanewon sebagai pilot project.
DMI Tekankan Transparansi dan Pengelolaan Modern
Ketua Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sleman, Drs. H. Masuko Haryono, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Ia menyampaikan bahwa program bantuan seperti BMM menjadi peluang penting karena diberikan tanpa bunga dan tanpa agunan, sehingga sangat membantu jamaah dalam mengembangkan usaha.
Namun demikian, DMI menekankan pentingnya pengelolaan dana yang transparan dan profesional.
“Dari ribuan masjid di Sleman, pengelolaan infak harus benar-benar transparan dan dimanajemen secara modern. Ini menjadi harapan para donatur agar dana yang dihimpun dapat memberikan manfaat maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pengelolaan keuangan yang tidak dilaporkan, karena hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.
Masjid Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Melalui program BMM, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi jamaah.
DMI menyebutkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya “memakmurkan dan dimakmurkan”, di mana masjid berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ke depan, pengelolaan program di masjid juga berpotensi dikembangkan menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terintegrasi dengan BAZNAS.
Kemenag Sleman Dukung Penuh Pengembangan BMM
Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kiai Wahid, menyampaikan dukungan penuh terhadap Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Ia berharap 18 masjid yang terlibat saat ini dapat menjadi contoh (pilot project) bagi pengembangan program serupa di masjid lainnya di Sleman.
“Kami berharap program ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di Kemenag juga terdapat program Kampung Berkah yang sejalan dan dapat bersinergi dengan BAZNAS,” ungkapnya.
Dorong Pemanfaatan Program Secara Optimal
Selain BMM, turut disampaikan bahwa masih terdapat program sosial lain yang belum terserap secara optimal, seperti bantuan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagian masyarakat masih ragu memanfaatkan program tersebut karena kekhawatiran tertentu, padahal program tersebut tidak berdampak pada bantuan sosial lain, melainkan berdasarkan klasifikasi kesejahteraan (desil).
Karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program yang tersedia secara maksimal demi kesejahteraan jamaah.
Melalui sinergi antara BAZNAS, DMI, dan Kemenag, Program BMM diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga meningkatkan tata kelola masjid yang transparan, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Sleman. (ayw/baznassleman)***
17/04/2026 | Humas
Sambut HUT Sleman, BAZNAS dan DPUPKP Survey Calon Penerima Bantuan RTLH
BAZNAS Sleman bersama DPUPKP lakukan survei 4 rumah tidak layak huni (RTLH) untuk program bantuan menyambut HUT Kabupaten Sleman.
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman melakukan survei rumah usulan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sleman.
Kegiatan survei dilaksanakan pada Kamis (16/04/2026) dengan menyasar empat rumah di tiga kapanewon berbeda di wilayah Sleman.
Pastikan Penerima Tepat Sasaran
Survei dilakukan untuk memastikan bahwa calon penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu serta memiliki kondisi rumah yang tidak layak huni.
Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, mulai dari pondasi, atap, hingga kelayakan struktur rumah secara keseluruhan.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Tulus Susanto, S.T., serta Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A.
Selain itu, survei turut didampingi oleh perwakilan dukuh dan kapanewon setempat.
Survey di 4 Lokasi Berbeda
Empat lokasi yang menjadi sasaran survei meliputi:
Rumah Aminah di Kleben, Caturharjo, Sleman
Rumah Imroatun Marfuah di Ngentak, Pondokrejo, Tempel
Rumah Sumiyati di Karanglo, Pondokrejo, Tempel
Rumah Muhammad Nugroho di Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan
Dari hasil survei tersebut, tiga rumah dinyatakan layak menerima bantuan, sementara satu rumah tidak lolos karena dinilai sudah memenuhi standar kelayakan.
Target 18 Rumah dalam Program RTLH
Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman, Diyas Nugroho, menyampaikan bahwa survei ini merupakan bagian dari rangkaian program RTLH yang menargetkan total 18 rumah dalam rangka HUT Kabupaten Sleman.
“Nominal bantuan maksimal Rp20 juta, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah,” jelasnya.
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Melalui program RTLH ini, BAZNAS Sleman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.
Program ini juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ayw/)***
17/04/2026 | Humas
Berita Pendistribusian

Peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp628 Juta untuk Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp628 juta kepada para mustahik dalam momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah, yang digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman, Jumat (6/3/2026).
Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada ratusan penerima manfaat yang terdiri dari TPA/TPQ, Rois, serta warga terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan ini menjadi bagian dari rangkaian acara pengajian Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat.
Bantuan untuk Guru TPA, Korban Bencana, dan Rois
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kepada beberapa kelompok penerima manfaat dengan total nilai Rp628 juta.
Pertama, bantuan diberikan kepada 500 TPA/TPQ berupa bingkisan Idulfitri senilai Rp200.000 per orang, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta.
Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 550 korban bencana alam di Kabupaten Sleman dalam bentuk paket sembako senilai Rp120.000 per orang, dengan total bantuan sebesar Rp66.600.000.
Sementara itu, bantuan terbesar diberikan kepada 2.962 Rois se-Kabupaten Sleman berupa uang tunai sebesar Rp150.000 per orang, dengan total dana yang ditasharufkan mencapai Rp462 juta.
Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat, terutama dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Menguatkan Nilai Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam 17 Ramadan.
Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam terhadap peristiwa turunnya Al-Qur’an sekaligus kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran kitab suci tersebut.
Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan menguji. Dalam kondisi dunia yang tidak menentu ini, Al-Qur’an harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” ujar Harda.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami makna ketakwaan secara lebih luas, tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan melalui sikap sosial seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya mengajak seluruh jemaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” tambahnya.
Pesan Mengingat Kematian dan Memperbanyak Amal
Menutup sambutannya, Harda Kiswaya mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan baik serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan serta memperbanyak amal saleh sesuai tuntunan Al-Qur’an.
“Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya. Mari kita persiapkan dua tiket masuk surga, yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Qur’an, sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, pengajian juga menghadirkan KH. Imam Syafi’i, S.Pd.I., M.M., sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah mengenai hakikat pengabdian manusia dalam kehidupan.
Momentum Nuzulul Qur’an ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.***
09/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik
BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan dana sebesar Rp44 juta untuk mendukung Program Masjid Ramah Musafir dan Pemudik yang berada di jalur strategis mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Sleman.
Pentasharufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Masjid Ramah Musafir/Pemudik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman.
Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program mudik nasional bertema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua IV Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik.
“Kemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BAZNAS hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya.
Menurutnya, masjid ramah pemudik diharapkan dapat melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain menjadi kebijakan nasional, program ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para musafir yang singgah di wilayah Sleman.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pemudik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Jika para pemudik merasa disambut dengan baik, maka akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini bisa menjadi daya tarik agar mereka kembali berkunjung ke Sleman,” ujarnya.
Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berjalan saat momentum mudik Lebaran, tetapi akan dikembangkan menjadi program Masjid Ramah Musafir sepanjang tahun sebagai pusat pelayanan umat.
Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid semakin berdaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada masa Ramadan dan Idulfitri jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar para musafir merasa nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp44 juta yang ditasharufkan oleh BAZNAS Sleman merupakan stimulan bagi masjid-masjid yang masuk dalam program tersebut.
“Dana ini menjadi stimulan bagi Masjid Ramah Musafir, selanjutnya pengelolaan dapat dikembangkan menggunakan dana masjid seperti infak jamaah maupun donatur,” jelasnya.
Muhaimin juga menyampaikan berbagai program lain yang dijalankan BAZNAS Sleman untuk mendukung pemberdayaan masjid dan kesejahteraan masyarakat, seperti BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), program BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot, serta penyaluran bingkisan lebaran bagi 500 TPA dan rois di Kabupaten Sleman.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terkait penghimpunan zakat.
Ia menjelaskan bahwa lembaga atau masjid yang ingin menghimpun zakat perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS agar memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya SK UPZ dari BAZNAS, penghimpunan zakat di masjid menjadi sah secara hukum karena amil yang bertugas merupakan amil yang ditunjuk oleh negara,” jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
05/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut telah didistribusikan kepada warga sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah cuaca dingin ekstrem.
?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, distribusi selimut ini menjadi prioritas mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga Gaza yang mengalami kerusakan berat.
?"Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah," tutur Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).
?Menurut Saidah, aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga yang saat ini bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi.
?
Saidah juga menegaskan, BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari rakyat Indonesia sampai ke tangan yang tepat.
?"BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza," katanya.
?Lebih lanjut, Saidah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. Ia meyakinkan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola dengan tepat sasaran.
?"Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," jelasnya.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS
BSI 633.000.000.2
a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman
Atau melalui:
https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah
Konfirmasi ke WhatsApp:
0811.3220.8000
03/03/2026 | Humas
Artikel Terbaru
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal: Amalan Ringan dengan Pahala Berlipat
Sedekah Syawal memiliki keutamaan besar sebagai amalan setelah Ramadan. Simak dalil, manfaat, dan inspirasi sedekah agar pahala terus mengalir.
Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan, banyak umat Muslim mengalami penurunan semangat dalam beribadah. Padahal, bulan Syawal justru menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi amal kebaikan.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah Syawal. Meski terkesan sederhana, sedekah memiliki keutamaan besar, bahkan mampu mendatangkan pahala berlipat dan keberkahan dalam kehidupan.
Dalil Keutamaan Sedekah dalam Islam
Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji…” (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menjelaskan bahwa pahala sedekah akan dilipatgandakan berkali-kali lipat.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa sedekah bukanlah kerugian, melainkan investasi kebaikan yang akan diganti dengan keberkahan oleh Allah SWT.
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal
Berdasarkan rujukan dari BAZNAS RI, sedekah di bulan Syawal memiliki nilai istimewa, di antaranya:
1. Tanda Konsistensi Ibadah
Melanjutkan kebiasaan baik setelah Ramadan adalah tanda diterimanya amal ibadah. Sedekah Syawal menjadi bukti bahwa semangat berbagi tetap terjaga.
2. Pahala Tetap Berlipat
Meskipun Ramadan telah berakhir, pahala sedekah tetap besar dan terus mengalir, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas.
3. Menghapus Dosa
Sedekah dapat menjadi sarana penghapus dosa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis bahwa sedekah memadamkan dosa seperti air memadamkan api.
4. Membuka Pintu Rezeki
Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi sebab datangnya rezeki yang lebih luas dan berkah.
Manfaat Sedekah: Sosial dan Spiritual
1. Manfaat Spiritual
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Menumbuhkan rasa syukur
Membersihkan hati dari sifat kikir
Sedekah juga melatih keikhlasan dan menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
2. Manfaat Sosial
Membantu masyarakat yang membutuhkan
Mengurangi kesenjangan sosial
Memperkuat ukhuwah Islamiyah
Dalam konteks pasca Idulfitri, sedekah sangat relevan untuk membantu mereka yang masih mengalami kesulitan ekonomi setelah Ramadan.
Kisah Inspiratif: Sedekah Membawa Keberkahan
Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa orang yang gemar bersedekah mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
BAZNAS menyebutkan bahwa sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemberinya, bahkan bisa menjadi sebab datangnya rezeki yang tidak terduga.
Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun sedekah yang diberikan, tetap memiliki dampak besar jika dilakukan dengan ikhlas.
Sedekah Syawal sebagai Amalan Setelah Ramadan
Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk menjaga ritme ibadah. Jangan sampai semangat berbagi hanya berhenti di bulan Ramadan.
Melalui sedekah Syawal, kita bisa:
- Menjaga konsistensi ibadah
- Melanjutkan kebiasaan baik
- Menguatkan kepedulian sosial
BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai amalan rutin, bukan hanya musiman.
Memahami keutamaan sedekah di bulan Syawal membantu kita untuk tetap istiqamah dalam berbuat kebaikan setelah Ramadan.
Sedekah bukan hanya amalan ringan, tetapi juga memiliki dampak besar, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam hidup.
Mari lanjutkan semangat Ramadan dengan sedekah Syawal melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
???? Salurkan sedekah terbaik Anda hari ini
???? Jadikan berbagi sebagai kebiasaan
???? Bersama, kita wujudkan kesejahteraan umat
14/04/2026 | Humas
Tunaikan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah, Ikhtiar Menjaga Rezeki Tetap Berkah
Zakat mal dan sedekah jariyah bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga ikhtiar spiritual untuk menjaga keberkahan harta.
Dalam Islam, harta yang dimiliki manusia sejatinya adalah titipan yang harus dikelola dengan amanah dan dimanfaatkan untuk kebaikan.
Memasuki kuartal kedua tahun 2026, banyak umat Islam mulai menata kembali kondisi keuangan setelah Ramadan dan Idulfitri.
Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen menunaikan zakat mal dan memperbanyak sedekah jariyah sebagai langkah menjaga kestabilan rezeki.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana membersihkan harta dan jiwa. Sementara itu, sedekah jariyah menjadi amalan yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah wafat.
Memahami Zakat Mal dan Sedekah Jariyah
1. Pengertian Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Kewajiban ini berlaku atas berbagai jenis harta, seperti:
· Emas dan perak
· Tabungan serta investasi
· Hasil usaha atau perdagangan
· Properti yang menghasilkan
Secara umum, zakat mal ditunaikan sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah memenuhi ketentuan.
2. Pengertian Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah amalan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir dalam jangka panjang. Bentuknya bisa berupa:
· Pembangunan masjid
· Wakaf sumur atau sarana air bersih
· Bantuan pendidikan
· Penanaman pohon
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Karena itu, zakat mal dan sedekah jariyah menjadi kombinasi ibadah yang saling melengkapi: memberi manfaat langsung hari ini sekaligus menjadi bekal pahala jangka panjang.
Manfaat Zakat Mal dan Sedekah Jariyah untuk Keberkahan Rezeki
1. Membersihkan Harta dan Menambah Keberkahan
Zakat mal membantu membersihkan harta dari hak orang lain, sekaligus menyucikan jiwa dari sifat kikir. Sedekah jariyah pun menjadi jalan memperluas manfaat harta agar lebih bernilai di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)
Secara lahiriah mungkin terlihat berkurang, namun secara spiritual justru mendatangkan keberkahan.
2. Membuka Pintu Rezeki dari Arah Tak Terduga
Banyak orang merasakan bahwa kebiasaan berzakat dan bersedekah justru menghadirkan ketenangan hati serta jalan kemudahan dalam hidup.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Ayat ini menjadi penguat bahwa ketaatan dapat menjadi sebab datangnya pertolongan dan kelapangan rezeki.
3. Menjadi Investasi Akhirat yang Tidak Pernah Rugi
Berbeda dengan investasi dunia yang penuh risiko, zakat mal dan sedekah jariyah adalah investasi akhirat yang nilainya kekal. Setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan dibalas dengan pahala berlipat.
Strategi Mengoptimalkan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah di Kuartal Kedua 2026
1. Evaluasi Keuangan Pasca Lebaran
Setelah Idulfitri, luangkan waktu untuk meninjau kembali kondisi keuangan dengan cara:
· Menghitung total aset yang dimiliki
· Mengidentifikasi harta yang wajib dizakati
· Menyusun ulang anggaran bulanan
Langkah ini membantu agar zakat mal dan sedekah jariyah dapat direncanakan secara tepat.
2. Tetapkan Target Sedekah Jariyah
Selain menunaikan zakat, penting juga membuat target amal jariyah secara rutin, misalnya:
· Menjadi donatur tetap masjid
· Mengikuti program wakaf produktif
· Membantu biaya pendidikan anak yatim dan dhuafa
Konsistensi dalam berbagi akan memperkuat kepedulian sosial dan keimanan.
3. Salurkan Melalui Lembaga Terpercaya
Agar dana yang disalurkan tepat sasaran, pastikan zakat dan sedekah diberikan melalui lembaga resmi dan amanah, seperti:
· BAZNAS
· LAZ terpercaya
· Program sosial masjid
Penyaluran melalui lembaga terpercaya membantu memastikan manfaatnya dirasakan oleh yang berhak.
4. Jaga Keikhlasan dan Konsistensi
Kunci utama keberhasilan zakat mal dan sedekah jariyah adalah niat yang ikhlas karena Allah SWT. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, karena justru berbagi adalah jalan menuju keberkahan.
Dampak Sosial Zakat Mal dan Sedekah Jariyah
Selain bermanfaat bagi pribadi, zakat mal dan sedekah jariyah juga memberi dampak luas bagi masyarakat.
1. Membantu Mengurangi Kemiskinan
Zakat membantu mustahik memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kualitas hidup.
2. Mendorong Kesejahteraan Umat
Sedekah jariyah dalam bentuk fasilitas umum, pendidikan, dan layanan sosial akan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Budaya berbagi menumbuhkan rasa peduli, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Agar manfaat zakat mal dan sedekah jariyah lebih optimal, hindari hal berikut:
· Menunda pembayaran zakat
· Salah menghitung nisab dan haul
· Bersedekah karena riya
· Tidak konsisten dalam berbagi
Kesalahan tersebut dapat mengurangi keberkahan bahkan mengurangi nilai pahala.
Penutup: Jadikan Zakat dan Sedekah sebagai Investasi Langit
Zakat mal dan sedekah jariyah bukan hanya kewajiban dan amalan sunnah, tetapi juga bagian dari strategi hidup seorang muslim untuk menjaga ketenangan hati, keberkahan harta, dan masa depan akhirat.
Di tengah tantangan ekonomi pada kuartal kedua 2026, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah jariyah adalah langkah nyata untuk menjaga rezeki tetap bersih, berkah, dan bermanfaat.
Mari tunaikan zakat mal dan salurkan sedekah jariyah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Dengan zakat dan sedekah yang Anda titipkan, kita bisa membantu lebih banyak saudara yang membutuhkan dan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat.
Tunaikan zakat dan sedekah terbaik Anda sekarang melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.***
10/04/2026 | Humas
Cara Membayar Fidyah atau Qadha Puasa di Bulan Syawal: Panduan Lengkap & Hukumnya
Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri, masih ada sebagian umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa. Kewajiban ini bisa berupa qadha puasa maupun pembayaran fidyah, tergantung pada kondisi masing-masing.
Lalu, bagaimana cara membayar fidyah atau mengganti puasa (qadha) yang benar sesuai syariat? Memahami hal ini penting agar ibadah tetap sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Islam sendiri memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menyelesaikan kewajiban tersebut. Melalui qadha atau fidyah, setiap Muslim tetap memiliki kesempatan untuk menunaikan tanggungan puasanya dengan cara yang sesuai.
Perbedaan Fidyah dan Qadha Puasa
Sebelum melaksanakan kewajiban, penting untuk memahami perbedaan antara fidyah dan qadha puasa.
Pertama, qadha puasa diwajibkan bagi mereka yang masih mampu berpuasa, seperti orang yang sakit sementara atau wanita yang sedang haid. Penggantiannya dilakukan dengan berpuasa di hari lain sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Sementara itu, fidyah diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita penyakit kronis. Bentuknya adalah memberi makan fakir miskin.
Kedua, qadha dilakukan dengan mengganti puasa hari per hari, sedangkan fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan, umumnya satu porsi untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Ketiga, tidak semua orang dapat memilih antara fidyah atau qadha. Penentuan kewajiban harus disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan syariat.
Keempat, dalam kasus ibu hamil atau menyusui, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, dianjurkan untuk mengikuti pendapat yang diyakini atau berkonsultasi dengan ahli agama.
Memahami perbedaan ini membantu memastikan ibadah yang dilakukan sudah tepat dan sah.
Cara Membayar Fidyah dan Qadha Puasa di Bulan Syawal
Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai melunasi kewajiban puasa yang tertunda.
Untuk qadha puasa, Anda dapat mulai berpuasa setelah Idul Fitri. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi.
Sedangkan fidyah dapat dibayarkan dengan memberikan makanan pokok atau makanan siap saji kepada fakir miskin. Umumnya, jumlahnya setara satu porsi makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Selain itu, fidyah juga dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat terpercaya. Cara ini lebih praktis dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.
Agar tidak menumpuk, sebaiknya kewajiban ini segera ditunaikan tanpa menunda terlalu lama. Jangan lupa untuk meluruskan niat, karena niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah.
Hukum Menunda Qadha dan Fidyah
Menunda qadha atau fidyah hingga melewati Ramadan berikutnya menjadi pertanyaan yang sering muncul.
Dalam Islam, menunda tanpa alasan yang dibenarkan tidak dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat hal tersebut dapat menjadi dosa.
Jika penundaan dilakukan tanpa uzur hingga masuk Ramadan berikutnya, maka selain wajib mengqadha puasa, sebagian ulama juga mewajibkan pembayaran fidyah sebagai denda.
Namun, bagi yang memiliki alasan syar’i seperti sakit berkepanjangan, penundaan masih dapat dimaklumi sesuai kondisi.
Agar tidak terlupa, penting untuk mencatat jumlah hari puasa yang belum ditunaikan.
Keutamaan Menyegerakan Qadha dan Fidyah
Menyegerakan kewajiban ibadah memiliki banyak keutamaan.
Melaksanakan qadha atau fidyah lebih awal menunjukkan ketaatan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, hati menjadi lebih tenang karena tidak lagi memiliki tanggungan ibadah.
Bulan Syawal juga merupakan waktu yang penuh keberkahan, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Di sisi lain, menyegerakan ibadah juga mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim, serta menghindarkan dari risiko lupa.
Tips Agar Tidak Menunda Qadha dan Fidyah
Agar lebih konsisten dalam menunaikan kewajiban ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Mulailah dengan membuat jadwal khusus untuk qadha puasa, misalnya menentukan hari-hari tertentu. Kemudian, tanamkan niat bahwa ini adalah kewajiban yang harus diselesaikan.
Melibatkan keluarga atau teman juga dapat membantu saling mengingatkan. Selain itu, manfaatkan layanan digital atau lembaga zakat untuk mempermudah pembayaran fidyah.
Terakhir, jangan lupa berdoa agar diberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban hingga tuntas.
Melunasi fidyah atau qadha puasa merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah setelah Ramadan. Jangan sampai kewajiban ini terus tertunda hingga menjadi beban di kemudian hari.
Dengan memahami cara, hukum, dan keutamaannya, kita dapat menjalankannya dengan lebih ringan dan penuh kesadaran. Jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk menyelesaikan tanggungan ibadah dengan segera.
Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita dalam menunaikan kewajiban ini dan menerima seluruh amal ibadah yang dilakukan.
Jangan tunda lagi pembayaran fidyah Anda. Di bulan Syawal yang penuh berkah ini, tunaikan fidyah dengan mudah dan aman melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
Selain menyempurnakan ibadah, fidyah yang Anda bayarkan akan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Yuk, segera tunaikan fidyah serta sempurnakan amal dengan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sekarang juga!
08/04/2026 | Humas
BAZNAS TV
Sosialisasi Program Sleman Produktif ke UMKM di Sendangtirto, Berbah
Penulis: Humas BAZNAS Sleman
Rp487 Juta untuk UMKM Sleman Naik Kelas dalam Program Sleman Produktif Februari 2026
Penulis: Humas BAZNAS Sleman




