WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman

BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 8 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbaik se-Kabupaten Sleman atas kontribusi dan kinerja optimal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025.

 

Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026).

 

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi BAZNAS Sleman kepada UPZ yang dinilai konsisten, tertib pelaporan, serta mampu mengoptimalkan potensi zakat di lingkup masing-masing, baik di tingkat OPD, instansi vertikal, wilayah, maupun satuan pendidikan.

 

Daftar Penerima Penghargaan UPZ Terbaik Tahun 2025

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat OPD
    Capaian ZIS: Rp1.660.890.529
    Keterangan: 100% ASN berzakat dan setoran rutin.
  2. Kementerian Agama Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Instansi Vertikal
    Capaian ZIS: Rp829.175.967
    Keterangan: Setoran terbanyak instansi vertikal dan rutin.
  3. UPZ Kapanewon Depok
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kapanewon
    Capaian ZIS: Rp48.947.274
    Keterangan: Setoran terbanyak kapanewon dan rutin.
  4. UPZ Kalurahan Sardonoharjo
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kalurahan
    Capaian ZIS: Rp28.955.268
    Keterangan: Setoran terbanyak kalurahan dan rutin.
  5. MAN 3 Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Madrasah
    Capaian ZIS: Rp64.721.190
    Keterangan: Setoran terbanyak madrasah dan rutin.
  6. SMP Negeri 1 Ngemplak
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SMP Negeri
    Capaian ZIS: Rp36.871.250
    Keterangan: Setoran terbanyak SMP dan rutin.
  7. TK SD Negeri Model
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SD
    Capaian ZIS: Rp28.206.000
    Keterangan: Setoran terbanyak SD dan rutin.
  8. Polresta Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Pelaporan
    Capaian ZIS: Rp590.225.548
    Keterangan: Pelaporan UPZ terbaik dan rutin.

 

Penghargaan diserahkan secara bergantian oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Sleman Drs. Susmiarto, M.M., Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Wakil Ketua II BAZNAS DIY Jazilur Sakhok, Ph.D.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UPZ penerima penghargaan.

 

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi UPZ lainnya untuk terus meningkatkan kinerja pengumpulan serta pengelolaan zakat secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Melalui pemberian penghargaan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin kuat, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara Milad Ke-25 BAZNAS ini dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya, OPD se Kabupaten Sleman, Instansi Vertikal, Panewu & KUA, UPZ Sekolah & Madrasah (SD N, SMP N, MTsN, MAN sekabupaten Sleman), LAZ se-Kabupaten Sleman, Bank mitra BAZNAS (Penyumbang Doorprize), 17 Takmir calon Penerima Program BMM, dan 50 Warga Tridadi (Penerima sembako dalam program Sleman Peduli).***

03/02/2026 | Kontributor: ayw./
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi yang difasilitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS Republik Indonesia dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 26–30 Januari 2026. Pelatihan dilaksanakan di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur.

 

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam memastikan para pimpinan dan pengelola zakat di daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali penguatan pemahaman syariah zakat, tetapi juga materi terkait manajemen kelembagaan, tata kelola (governance), kepemimpinan, serta akuntabilitas dan transparansi lembaga.

Seluruh materi disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern yang menuntut profesionalisme tinggi dan kepercayaan publik.

 

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas pimpinan BAZNAS daerah.

“Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk menambah wawasan pimpinan BAZNAS agar semakin profesional dalam menjalankan amanah,” ungkap Nasirun.

 

Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

 

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. “Pelaksanaan pelatihan sangat bagus karena materi-materi yang diberikan relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya.

 

Nasirun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat diterapkan secara nyata dalam kepemimpinan BAZNAS di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan dampak program zakat.

 

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan proses asesmen kompetensi oleh asesor dan praktisi berpengalaman untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan skema sertifikasi BNSP.

Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan secara menyeluruh, memperkuat ekosistem zakat nasional, serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***

31/01/2026 | Kontributor: ayw./
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-25 BAZNAS Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, muhasabah, sekaligus penguatan komitmen pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., perwakilan BAZNAS DIY Wakil Ketua II, Jazilur Sakhok, Ph.D., jajaran OPD Kabupaten Sleman, pimpinan UPZ, kepala sekolah dan madrasah, pimpinan bank mitra, para donatur, serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh dari SDN Baturan 1, kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize tahap pertama berupa satu unit TV 32 inci yang disponsori BPD DIY Syariah. Selain itu, turut dibagikan dua unit sepeda MTB yang masing-masing disponsori oleh Bank Sleman dan Heny Catering.

 

Memasuki acara inti, pengajian akbar disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Nadhif menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-25 BAZNAS berjalan lancar dan mendapatkan rida Allah SWT.

 

Nadhif menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya merupakan refleksi Milad BAZNAS ke-25, bukan sekadar pengajian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan salat sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik.

 

“Makna nostalgia sesungguhnya kita bicara eksisting apa yang sudah kita lakukan dan belum dilakukan kita refleksi, yaitu sholat. Baru diangka 38% yang sholat lima waktu. Belum kita ketemu sholat yang lupa niatnya,” kata Nadhif.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-25 BAZNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan zakat bagi umat.

 

Alhamdulillah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, para muzaki, UPZ, serta seluruh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 berdasarkan audit KAP pada 12 Januari 2026,” ungkap Kriswanto.

 

Kriswanto juga melaporkan capaian penghimpunan Dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp13,4 miliar, yang telah ditasharufkan kepada 55.352 penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Selain itu, BAZNAS Sleman turut menghimpun donasi bencana untuk Sumatera dan Aceh sebesar ±Rp830 juta, sekitar Rp700 juta di antaranya disalurkan melalui Pemerintah Aceh Tamiang, Pemda Sibolga, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember lalu, dan sisanya pada awal tahun 2026 ini.

 

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ terbaik, menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Beran, Tridadi, serta meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) senilai Rp522 juta untuk 17 masjid terpilih di Kabupaten Sleman. Selain itu, diluncurkan pula Program Masjid Ramah Musafir bekerja sama dengan Kementerian Agama senilai Rp17 juta.

 

Dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga semakin menguat melalui Instruksi Bupati terkait pemotongan zakat dari TPP ASN, sebagai langkah strategis optimalisasi zakat yang berkelanjutan.

 

Kriswanto menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai BAZNAS Sleman menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sleman.

 

“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap ikhtiar kita dan menjadikan BAZNAS sebagai Lembaga yang terus membawa keberkahan bagi umat,” tutup Kriswanto.

 

Sebagai penutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS Sleman melibatkan 20 UMKM binaan yang difasilitasi stand promosi di area Pendopo. Setiap tamu undangan juga mendapatkan voucher belanja Rp10.000 untuk mendukung UMKM binaan. Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman turut berkeliling stand UMKM dan melarisi dagangan para pelaku usaha.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia

BAZNAS Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan Jalan Sehat Funwalk dalam rangka memperingati Milad ke-25 BAZNAS bersama BAZNAS lainnya se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, Sabtu (17/01/2026), dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.”

 

Kegiatan Jalan Sehat Funwalk ini diselenggarakan oleh BAZNAS se-DIY, dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikelola langsung oleh tim BAZNAS Kulon Progo.

 

Langkah bersama dalam kegiatan funwalk ini menjadi simbol kebersamaan, refleksi, serta komitmen BAZNAS selama seperempat abad dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan secara amanah, profesional, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini tidak sekadar berjalan santai, tetapi juga memperkuat sinergi antar BAZNAS untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi mustahik.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Milad ke-25 kepada BAZNAS serta menegaskan pentingnya peran BAZNAS di tengah masyarakat.

 

“Dengan kehadiran BAZNAS, saya berani menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan dan pendistribusian zakat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan berdasarkan skala prioritas hak penerimanya,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk semakin mengenal zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran zakat.

 

Selain kegiatan funwalk, peringatan Milad ke-25 BAZNAS se-DIY juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Para peserta dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.

 

Selain itu, sambutan mulai dari Ketua BAZNAS Kulon Progo, Ketua BAZNAS DIY dan dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan Aladin.

 

Acara semakin semarak dengan pengundian doorprize dengan beragam hadiah menarik, di antaranya kulkas dua pintu, mesin cuci, televisi, dua unit sepeda, serta hadiah hiburan lainnya yang disponsori oleh perbankan, BAZNAS se-DIY, dan mitra pendukung.

 

Menariknya, staf dan pelaksana dari BAZNAS Kabupaten Sleman turut membawa pulang sejumlah doorprize. Bahkan, dua orang staf BAZNAS Sleman berhasil mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda MTB, masing-masing satu unit sepeda, yang menambah semarak dan kebahagiaan dalam perayaan Milad ke-25 BAZNAS.

 

Menambah keakraban, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan wisata perahu Laguna. Hampir seluruh peserta memanfaatkan naik perahu untuk berkeliling di sekitar Laguna Pantai Glagah sebagai penutup kegiatan.

 

Melalui momentum ini, BAZNAS terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian sosial, serta menebar manfaat dan kebaikan bagi umat melalui zakat.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta

BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman.

 

Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program.

 

Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman.

 

Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga.

 

“Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih.

 

Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan.

 

Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya.

 

Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

 

“Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya.

 

Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

 

Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***

23/01/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman
BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 8 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbaik se-Kabupaten Sleman atas kontribusi dan kinerja optimal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025. Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi BAZNAS Sleman kepada UPZ yang dinilai konsisten, tertib pelaporan, serta mampu mengoptimalkan potensi zakat di lingkup masing-masing, baik di tingkat OPD, instansi vertikal, wilayah, maupun satuan pendidikan. Daftar Penerima Penghargaan UPZ Terbaik Tahun 2025 Dinas Kesehatan Kabupaten SlemanKategori UPZ Terbaik Tingkat OPDCapaian ZIS: Rp1.660.890.529Keterangan: 100% ASN berzakat dan setoran rutin. Kementerian Agama Kabupaten SlemanKategori UPZ Terbaik Tingkat Instansi VertikalCapaian ZIS: Rp829.175.967Keterangan: Setoran terbanyak instansi vertikal dan rutin. UPZ Kapanewon DepokKategori UPZ Terbaik Tingkat KapanewonCapaian ZIS: Rp48.947.274Keterangan: Setoran terbanyak kapanewon dan rutin. UPZ Kalurahan SardonoharjoKategori UPZ Terbaik Tingkat KalurahanCapaian ZIS: Rp28.955.268Keterangan: Setoran terbanyak kalurahan dan rutin. MAN 3 SlemanKategori UPZ Terbaik Tingkat MadrasahCapaian ZIS: Rp64.721.190Keterangan: Setoran terbanyak madrasah dan rutin. SMP Negeri 1 NgemplakKategori UPZ Terbaik Tingkat SMP NegeriCapaian ZIS: Rp36.871.250Keterangan: Setoran terbanyak SMP dan rutin. TK SD Negeri ModelKategori UPZ Terbaik Tingkat SDCapaian ZIS: Rp28.206.000Keterangan: Setoran terbanyak SD dan rutin. Polresta SlemanKategori UPZ Terbaik Tingkat PelaporanCapaian ZIS: Rp590.225.548Keterangan: Pelaporan UPZ terbaik dan rutin. Penghargaan diserahkan secara bergantian oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Sleman Drs. Susmiarto, M.M., Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Wakil Ketua II BAZNAS DIY Jazilur Sakhok, Ph.D. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UPZ penerima penghargaan. “Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi UPZ lainnya untuk terus meningkatkan kinerja pengumpulan serta pengelolaan zakat secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya. Melalui pemberian penghargaan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin kuat, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. Acara Milad Ke-25 BAZNAS ini dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya, OPD se Kabupaten Sleman, Instansi Vertikal, Panewu & KUA, UPZ Sekolah & Madrasah (SD N, SMP N, MTsN, MAN sekabupaten Sleman), LAZ se-Kabupaten Sleman, Bank mitra BAZNAS (Penyumbang Doorprize), 17 Takmir calon Penerima Program BMM, dan 50 Warga Tridadi (Penerima sembako dalam program Sleman Peduli).***
BERITA03/02/2026 | ayw./
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi yang difasilitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS Republik Indonesia dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 26–30 Januari 2026. Pelatihan dilaksanakan di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam memastikan para pimpinan dan pengelola zakat di daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali penguatan pemahaman syariah zakat, tetapi juga materi terkait manajemen kelembagaan, tata kelola (governance), kepemimpinan, serta akuntabilitas dan transparansi lembaga. Seluruh materi disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern yang menuntut profesionalisme tinggi dan kepercayaan publik. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas pimpinan BAZNAS daerah. “Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk menambah wawasan pimpinan BAZNAS agar semakin profesional dalam menjalankan amanah,” ungkap Nasirun. Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada para mustahik. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. “Pelaksanaan pelatihan sangat bagus karena materi-materi yang diberikan relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya. Nasirun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat diterapkan secara nyata dalam kepemimpinan BAZNAS di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan dampak program zakat. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan proses asesmen kompetensi oleh asesor dan praktisi berpengalaman untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan skema sertifikasi BNSP. Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan secara menyeluruh, memperkuat ekosistem zakat nasional, serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***
BERITA31/01/2026 | ayw./
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-25 BAZNAS Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, muhasabah, sekaligus penguatan komitmen pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Acara tersebut dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., perwakilan BAZNAS DIY Wakil Ketua II, Jazilur Sakhok, Ph.D., jajaran OPD Kabupaten Sleman, pimpinan UPZ, kepala sekolah dan madrasah, pimpinan bank mitra, para donatur, serta tamu undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh dari SDN Baturan 1, kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize tahap pertama berupa satu unit TV 32 inci yang disponsori BPD DIY Syariah. Selain itu, turut dibagikan dua unit sepeda MTB yang masing-masing disponsori oleh Bank Sleman dan Heny Catering. Memasuki acara inti, pengajian akbar disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Nadhif menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-25 BAZNAS berjalan lancar dan mendapatkan rida Allah SWT. Nadhif menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya merupakan refleksi Milad BAZNAS ke-25, bukan sekadar pengajian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan salat sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik. “Makna nostalgia sesungguhnya kita bicara eksisting apa yang sudah kita lakukan dan belum dilakukan kita refleksi, yaitu sholat. Baru diangka 38% yang sholat lima waktu. Belum kita ketemu sholat yang lupa niatnya,” kata Nadhif. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-25 BAZNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan zakat bagi umat. “Alhamdulillah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, para muzaki, UPZ, serta seluruh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 berdasarkan audit KAP pada 12 Januari 2026,” ungkap Kriswanto. Kriswanto juga melaporkan capaian penghimpunan Dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp13,4 miliar, yang telah ditasharufkan kepada 55.352 penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Selain itu, BAZNAS Sleman turut menghimpun donasi bencana untuk Sumatera dan Aceh sebesar ±Rp830 juta, sekitar Rp700 juta di antaranya disalurkan melalui Pemerintah Aceh Tamiang, Pemda Sibolga, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember lalu, dan sisanya pada awal tahun 2026 ini. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ terbaik, menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Beran, Tridadi, serta meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) senilai Rp522 juta untuk 17 masjid terpilih di Kabupaten Sleman. Selain itu, diluncurkan pula Program Masjid Ramah Musafir bekerja sama dengan Kementerian Agama senilai Rp17 juta. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga semakin menguat melalui Instruksi Bupati terkait pemotongan zakat dari TPP ASN, sebagai langkah strategis optimalisasi zakat yang berkelanjutan. Kriswanto menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai BAZNAS Sleman menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sleman. “Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap ikhtiar kita dan menjadikan BAZNAS sebagai Lembaga yang terus membawa keberkahan bagi umat,” tutup Kriswanto. Sebagai penutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS Sleman melibatkan 20 UMKM binaan yang difasilitasi stand promosi di area Pendopo. Setiap tamu undangan juga mendapatkan voucher belanja Rp10.000 untuk mendukung UMKM binaan. Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman turut berkeliling stand UMKM dan melarisi dagangan para pelaku usaha.***
BERITA28/01/2026 | ayw./
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia
BAZNAS Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan Jalan Sehat Funwalk dalam rangka memperingati Milad ke-25 BAZNAS bersama BAZNAS lainnya se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, Sabtu (17/01/2026), dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.” Kegiatan Jalan Sehat Funwalk ini diselenggarakan oleh BAZNAS se-DIY, dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikelola langsung oleh tim BAZNAS Kulon Progo. Langkah bersama dalam kegiatan funwalk ini menjadi simbol kebersamaan, refleksi, serta komitmen BAZNAS selama seperempat abad dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan secara amanah, profesional, dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak sekadar berjalan santai, tetapi juga memperkuat sinergi antar BAZNAS untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi mustahik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Milad ke-25 kepada BAZNAS serta menegaskan pentingnya peran BAZNAS di tengah masyarakat. “Dengan kehadiran BAZNAS, saya berani menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan dan pendistribusian zakat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan berdasarkan skala prioritas hak penerimanya,” ungkapnya. Ia juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk semakin mengenal zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran zakat. Selain kegiatan funwalk, peringatan Milad ke-25 BAZNAS se-DIY juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Para peserta dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, sambutan mulai dari Ketua BAZNAS Kulon Progo, Ketua BAZNAS DIY dan dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan Aladin. Acara semakin semarak dengan pengundian doorprize dengan beragam hadiah menarik, di antaranya kulkas dua pintu, mesin cuci, televisi, dua unit sepeda, serta hadiah hiburan lainnya yang disponsori oleh perbankan, BAZNAS se-DIY, dan mitra pendukung. Menariknya, staf dan pelaksana dari BAZNAS Kabupaten Sleman turut membawa pulang sejumlah doorprize. Bahkan, dua orang staf BAZNAS Sleman berhasil mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda MTB, masing-masing satu unit sepeda, yang menambah semarak dan kebahagiaan dalam perayaan Milad ke-25 BAZNAS. Menambah keakraban, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan wisata perahu Laguna. Hampir seluruh peserta memanfaatkan naik perahu untuk berkeliling di sekitar Laguna Pantai Glagah sebagai penutup kegiatan. Melalui momentum ini, BAZNAS terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian sosial, serta menebar manfaat dan kebaikan bagi umat melalui zakat.***
BERITA28/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman. Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program. Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga. “Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih. Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya. Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital. “Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya. Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya. “Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***
BERITA23/01/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Gelar Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up untuk Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Sleman Gelar Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up untuk Dorong Mustahik Naik Kelas
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z-Mart. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Digital Marketing Z-Mart Level Up guna meningkatkan kapasitas dan memperkuat daya saing UMKM dampingan agar mampu scale up di tengah persaingan usaha ritel yang semakin ketat. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di Ruang Rapat Praja II, Sekretariat Daerah Sleman, pada Rabu (21/01/2026), dan diikuti oleh Saudagar Z-Mart Sleman Penerima Manfaat (Mustahik) BAZNAS sebanyak 17 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, di antaranya Wakil Ketua I, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II, Muhaimin, M.Pd., serta Pendamping Program Z-Mart BAZNAS, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., beserta staf pelaksana BAZNAS Sleman. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dukungan modal yang diterima peserta Z-Mart yaitu total senilai Rp55.628.000., sebagian besar bersumber dari dana zakat dan sebagian kecil dari infak umat, sehingga harus dimanfaatkan secara amanah dan penuh tanggung jawab. “Dana yang digelontorkan kepada bapak dan ibu sekalian berasal dari zakat umat yang telah didoakan agar membawa keberkahan. Karena itu, harus digunakan secara amanah, istiqomah sesuai peruntukannya, agar usaha bisa berkembang dan menjadi percontohan ritel yang mampu bertahan di tengah gempuran menjamurnya usaha ritel modern,” ujarnya. Ia juga berharap program Z-Mart tidak berhenti hanya sampai saat ini, melainkan terus berkelanjutan dan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi umat yang dapat direplikasi di daerah lain. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan oleh Supervisor Member Relations Indogrosir Yogyakarta, Rokhimah, yang membahas tentang sistem membership Indogrosir, khususnya keunggulan Member Merah bagi pelaku usaha, serta kerjasama inject voucher bantuan barang dagangan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mustahik. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis keanggotaan, yakni member biru untuk umum, member merah untuk pelaku usaha, serta member platinum bagi usaha dengan omzet tertentu. “Proses pendaftaran member merah yang diawali dengan survei lokasi usaha hingga persetujuan, serta berbagai manfaat yang diperoleh, seperti informasi harga melalui broadcast, kunjungan edukasi, dan rencana kunjungan member secara berkala,” jelas Rokhimah. Materi selanjutnya disampaikan oleh Pelatihan dan Konsultan Satoeasa untuk Indonesia dengan tema Digital Marketing: Teknik Berjualan di Marketplace, yang dipandu oleh Manager Satoeasa, Uun Agung Prasetyo. Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan langsung cara berjualan di platform digital seperti TikTok dan Shopee, mulai dari instalasi aplikasi, pembuatan akun, hingga mengunggah produk. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Namun, keterbatasan waktu membuat peserta berharap adanya kelas lanjutan yang dapat dilaksanakan langsung di basecamp masing-masing kelompok Z-Mart. Pendamping Program Z-Mart BAZNAS, Ika mengungkapkan, tujuan diselenggarakannya acara ini dilatarbelakangi dengan kondisi mustahik Z-Mart Sleman berbasis warung yang notabene sering mengalami fluktuasi ekonomi, ditengah gempuran daya saing pasar dengan semakin maraknya kompetitor di lingkungan sekitar. Sehingga sebagai pendamping, ia ingin mendorong mustahik lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas SDM terutama dalam hal pemasaran melalui media sosial atau digital marketing. Ika melanjutkan, dari BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan Rp55.628.000., untuk mendukung semua kegiatan scale up mustahik Z-Mart, mulai dari bantuan modal usaha, peningkatan kapasitas; pelatihan digital marketing, pelatihan UMKM, dan pembagian goodie bag kepada mustahik. Ia berharap dengan adanya bantuan scale up berupa bantuan penguatan modal usaha dan peningkatan kapasitas dari BAZNAS Kabupaten Sleman, Saudagar Z-Mart semakin semangat, disiplin, kerja cerdas, mandiri, berdaya dalam mengembangkan usahanya. “Omzet semakin meningkat sehingga berangkat dari warung bisa menjadi tempat grosir ataupun mini market dan dapat memberikan dampak yang lebih baik, positif, manfaat, barokah untuk keluarga dan orang-orang disekitar,” ujarnya. Melalui pelatihan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman juga berharap para pelaku usaha Z-Mart mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar melalui digital marketing, serta tumbuh menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing.***
BERITA22/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Program BMM, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Program BMM, Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Program ini disosialisasikan kepada perwakilan masjid se-Kabupaten Sleman dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Serambi Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, pada Selasa (20/01/2026). Program BMM diinisiasi sebagai upaya menjadikan masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi jamaah. Melalui skema pembiayaan produktif berbasis syariah, BMM ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari jamaah masjid. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 18 perwakilan masjid terpilih dari 17 kapanewon di wilayah Sleman. Turut hadir jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, di antaranya Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, M.Pd., Wakil Ketua IV Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, M.Pd.I., serta Pendamping Program BMM, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., dan beberapa pelaksana program BAZNAS Sleman. Dalam pemaparannya, Muhaimin menjelaskan secara rinci mengenai konsep, tujuan, mekanisme, serta peran Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) atau takmir masjid dalam pelaksanaan Program BMM. Ia menegaskan bahwa BMM merupakan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid yang telah berjalan di berbagai daerah dan mulai direalisasikan di Sleman pada tahun ini. “BMM ini bertujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan jamaah agar mampu berusaha atau berniaga. Kondisi setiap masjid berbeda-beda, baik dari jamaah maupun jenis usahanya. Karena itu, BMM hadir sebagai program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Kami membantu masjid untuk membangun dan mengelola BMM,” jelas Muhaimin. Ia menambahkan bahwa bantuan dalam Program BMM bukan bersifat hibah konsumtif, melainkan pembiayaan produktif berbasis syariah. BAZNAS Sleman memberikan stimulan dana sebesar Rp25 juta kepada masjid untuk kemudian digulirkan kepada jamaah penerima manfaat. Selain modal usaha tanpa riba, penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan usaha dan pembinaan keislaman. Adapun sasaran program ini adalah jamaah masjid atau masyarakat sekitar masjid yang memiliki usaha mikro atau kecil, termasuk pedagang, perajin, maupun pelaku jasa. Penerima manfaat harus masuk dalam kategori mustahik produktif, memiliki usaha yang sudah berjalan, serta bersedia mengikuti pendampingan dan aturan program. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara BAZNAS Sleman dan para peserta. Diskusi ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta menggali kesiapan masjid dalam menjalankan program BMM. Pendamping Program BMM, Siti Ika Lestari, S.Kom.I., mengatakan pengelola (manager) BMM di setiap masjid yang terpilih ini akan diberikan pembinaan oleh BAZNAS Sleman terkait proses pengajuan proposal, verifikasi, keuangan sederhana, dan pendampingan program BMM. "Jadi saya akan melakukan monitoring, dengan mendatangi langsung ke setiap masjid secara bergilir dan akan dibuatkan jadwal yang dishare via WhatsApp Grup," ujar Ika. Muhaimin menambahkan, melalui Program BMM, BAZNAS Sleman berharap masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. “Kami ingin menghadirkan zakat yang tidak hanya habis dibagikan, tetapi dapat tumbuh, bergulir, dan mengangkat harkat ekonomi umat, dengan masjid sebagai pusatnya,” pungkas Muhaimin.***
BERITA20/01/2026 | ayw./
Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp1,05 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp1,05 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp1.050.000.000 untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada 9 Januari 2026, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemkab Sleman terhadap daerah yang tengah dilanda bencana. Total bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang bersumber dari KORPRI Kabupaten Sleman sebesar Rp552.000.000 dan BAZNAS Kabupaten Sleman sebesar Rp528.000.000 dan Rp100.000.000 disalurkan melalui pemkab Sleman. Dana yang terkumpul disalurkan kepada enam pemerintah daerah terdampak bencana di Sumatera. Wilayah penerima bantuan meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Aceh Utara. Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Rincian bantuan yang disalurkan yaitu Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan dari KORPRI sebesar Rp400 juta dan dari BAZNAS Rp100 juta. Kabupaten Tapanuli Tengah memperoleh Rp100 juta dari KORPRI dan Rp50 juta dari BAZNAS. Kabupaten Lima Puluh Kota menerima Rp22 juta dari KORPRI dan Rp78 juta dari BAZNAS. Sementara itu, Kabupaten Sibolga, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Aceh Utara masing-masing menerima bantuan dari BAZNAS sebesar Rp100 juta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis melalui zoom meeting, yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, serta perwakilan pemerintah daerah terdampak bencana. Secara simbolis, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., untuk kemudian disalurkan kepada daerah tujuan. Adapun penyaluran dana dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing pemerintah daerah, guna memastikan bantuan dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Dinformasikan, per 8 Januari 2026, sisa donasi di BAZNAS Sleman sejumlah Rp160.165.928. Dan sampai saat ini BAZNAS Sleman masih membuka donasi untuk bencana di sejumlah wilayah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat semangat gotong royong antar daerah dalam menghadapi situasi bencana.***
BERITA19/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cilacap
BAZNAS Sleman dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cilacap
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam. Kali ini, bantuan diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (14/01/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Asda I) Kabupaten Cilacap, Sumbowo, S.Sos., M.Si., bertempat di Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman serta BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap daerah yang tengah menghadapi musibah. Bantuan yang disalurkan berupa donasi uang tunai sebesar Rp20.000.000, yang merupakan hasil kolaborasi dan donasi dari Korpri Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Selain bantuan tunai, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menyerahkan 23 paket peralatan sekolah untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Cilacap. Paket peralatan sekolah tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cilacap, Hamidan Majdi, S.H., di lokasi yang sama. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para keluarga penyintas, khususnya anak-anak, agar tetap dapat melanjutkan aktivitas belajar meski berada dalam kondisi darurat pascabencana. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap lainnya, di antaranya Asisten III Sekretariat Daerah, Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), BPBD Bidang Kedaruratan, serta Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Cilacap. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi lintas daerah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Korpri menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan efektif. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban longsor di Cilacap, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antar daerah. Ke depan, BAZNAS Sleman akan terus hadir dalam berbagai aksi kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan amanah dari para muzaki.***
BERITA14/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menorehkan capaian membanggakan. Pada Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman resmi memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen, Dian Utami Public Accounting Firm, atas laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dengan raihan WTP tahun 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman tercatat delapan tahun berturut-turut memperoleh opini WTP atas laporan keuangan, sejak tahun 2018 hingga 2025. Berdasarkan laporan auditor independen, audit dilakukan terhadap Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman yang meliputi Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2025, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, serta ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan catatan penjelasan lainnya. Dalam opini auditor disebutkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman menyajikan secara wajar tanpa pengecualian dalam semua hal yang material, posisi keuangan per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Penyajian laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 409 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah. BAZNAS Kabupaten Sleman juga memaparkan rekapitulasi penghimpunan dan pentasharufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025. Total penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp13.402.731.788, sementara total pentasharufan mencapai Rp12.132.792.400. Adapun total penghimpunan ZIS tersebut terdiri dari zakat sebesar Rp12.291.910.861, serta infak dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp1.110.820.927. Dana yang terhimpun dan disalurkan tersebut telah memberikan manfaat kepada 55.352 penerima manfaat di berbagai sektor program BAZNAS Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan. Menurutnya, capaian Opini WTP ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. “Terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman pada tahun 2025 ini. Alhamdulillah, laporan keuangan kami kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkap Kriswanto. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman akan terus berkomitmen menjaga amanah umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi serta standar akuntansi yang berlaku. Dana ZIS yang dihimpun akan terus dioptimalkan untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah di Kabupaten Sleman. Mengakhiri pernyataannya, Kriswanto juga menyampaikan doa bagi para muzaki. “Semoga Allah SWT memberikan pahala atas harta yang telah dizakatkan dan diinfakkan, mensucikan harta yang tertinggal, serta melimpahkan keberkahan. Aamiin.” Dengan diraihnya Opini WTP selama delapan tahun berturut-turut, BAZNAS Kabupaten Sleman semakin meneguhkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan profesional, sekaligus menjadi mitra strategis masyarakat dalam menyalurkan ZIS untuk kemaslahatan umat.***
BERITA13/01/2026 | ayw./
Rp60 Juta dan 100 Rice Cooker, Bantuan Sleman untuk Korban Longsor Banjarnegara
Rp60 Juta dan 100 Rice Cooker, Bantuan Sleman untuk Korban Longsor Banjarnegara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Selasa, (13/01/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, di Rumah Dinas Bupati Banjarnegara. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap masyarakat Banjarnegara yang terdampak bencana alam. Dalam rombongan tersebut hadir jajaran pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., Plt Sekda, Tursiman, serta Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Aji Piluroso. Turut mendampingi pula jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, yaitu Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Muhaimin, M.Pd., Wakil Ketua III Muhyi Darmaji, M.Pd.I., Wakil Ketua IV Nasirun, S.A.P., serta Sekretaris BAZNAS Sleman Arif Hidayat, S.Kom. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai senilai total Rp60.000.000, yang berasal dari donasi KORPRI Kabupaten Sleman sebesar Rp40.000.000 dan BAZNAS Kabupaten Sleman sebesar Rp20.000.000. Selain bantuan tunai, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menyerahkan 100 unit rice cooker untuk mendukung kebutuhan dasar para penyintas di lokasi pengungsian. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para donatur dan masyarakat Sleman yang dihimpun melalui BAZNAS dan KORPRI. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana serta membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi warga Banjarnegara yang menjadi korban longsor. Sebagai informasi, bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Banjarnegara dan Cilacap pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Di Kabupaten Banjarnegara, longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan tinggi diduga menjadi pemicu runtuhnya tebing yang menimpa area persawahan dan perkebunan warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah warga, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke tenda-tenda pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi-aksi kemanusiaan, baik di wilayah Sleman maupun di daerah lain yang membutuhkan uluran tangan dan solidaritas.***
BERITA13/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjemput zakat di Kejaksaan Negeri Sleman pada Senin, (12/012026), yang dilaksanakan bertepatan dengan apel pagi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sleman. Kegiatan tersebut sebagai upaya BAZNAS Kabupaten Sleman dalam memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dalam optimalisasi pengumpulan zakat. Penyerahan zakat dilakukan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Bambang Yunianto, S.H., kepada Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh jajaran pegawai Kejaksaan Negeri Sleman yang mengikuti apel pagi, sehingga berlangsung secara terbuka, khidmat, dan penuh makna. Zakat yang diserahkan merupakan hasil penghimpunan zakat dari para pegawai Kejaksaan Negeri Sleman dengan total nilai mencapai Rp30.000.000. Dana zakat tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada para mustahik melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada kesejahteraan umat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman hadir bersama jajaran pimpinan dan pelaksana. Turut mendampingi Kepala BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., serta pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Kehadiran jajaran BAZNAS ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan zakat yang profesional, amanah, dan transparan kepada para muzaki. Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Sleman kepada BAZNAS Sleman sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi dengan instansi pemerintah sangat penting dalam mendorong optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Sleman. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan kami kelola secara profesional dan akuntabel. Dana ini akan disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak, melalui program-program unggulan BAZNAS Sleman, baik di bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun dakwah,” ungkap Kriswanto. Usai prosesi penyerahan zakat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Doa zakat penghasilan tersebut dibacakan agar zakat yang telah ditunaikan menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT, membawa keberkahan bagi para muzaki, serta memberikan manfaat luas bagi para penerima zakat. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Sleman dan jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Momen ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan jemput zakat ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk mendekatkan layanan kepada para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman.***
BERITA12/01/2026 | ayw./
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi berasal dari warga Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh Lurah Sariharjo, Sarbini, S.Sos., bersama sejumlah perangkat kalurahan ke Kantor BAZNAS Sleman pada Kamis (8/1/2026). Adapun total donasi yang diserahkan sebesar Rp55.579.000, yang merupakan hasil penghimpunan dari seluruh elemen masyarakat Kalurahan Sariharjo. Kedatangan rombongan dari Kalurahan Sariharjo disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., beserta para pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman. Penyerahan donasi berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan sebagai wujud solidaritas antarwarga untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Dalam sambutannya, Kriswanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian warga Kalurahan Sariharjo yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui BAZNAS Sleman. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, M.Kes., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan laporan perkembangan penghimpunan donasi. Hingga hari ini, total donasi yang berhasil dihimpun BAZNAS Sleman telah mencapai Rp795 juta. Sebelumnya, laporan penghimpunan donasi tersebut juga telah disampaikan secara simbolis kepada Bupati Sleman. “Kami juga matur ke pak Bupati, kami masih terus menggalang donasi. Sehingga diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah,” jelas Kriswanto. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Sleman menjelaskan rencana penyaluran bantuan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pekan depan, BAZNAS Sleman dijadwalkan berangkat untuk mengirimkan bantuan ke wilayah Cilacap dan Banjarnegara. Selanjutnya, pada hari Jumat, akan dilaksanakan prosesi penyerahan donasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh kepada BAZNAS RI secara daring melalui Zoom, dengan mekanisme transfer dana. Adapun wilayah utama sasaran penyaluran bantuan meliputi Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Mamuju Kota, serta Cilacap, Jawa Tengah. Sementara itu, Lurah Sariharjo, Kusbini, S.Sos., menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat di wilayahnya. “Yang kami sampaikan ke BAZNAS Sleman sejumlah Rp55.579.000,. Terima kasih sudah diterima, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ungkap Sarbini. Kegiatan silaturahmi dan penyerahan donasi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian warga Kalurahan Sariharjo terhadap sesama.***
BERITA08/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Pundi Surga dan diserahkan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Rabu (31/12/2025). Donasi sebesar Rp5.000.000 tersebut diterima secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Penyerahan donasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian LAZ Pundi Surga terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat dalam aksi kemanusiaan. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan LAZ Pundi Surga kepada BAZNAS Sleman sebagai mitra penyaluran bantuan. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga zakat sangat penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata kepada masyarakat terdampak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada LAZ Pundi Surga atas kepedulian dan kepercayaannya. Donasi ini akan kami salurkan secara amanah dan transparan untuk membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujar Kriswanto. Ia menambahkan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan kepedulian dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi antara BAZNAS dan LAZ, diharapkan proses penghimpunan dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak yang nyata bagi para korban. Dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Sleman, pihaknya berharap bantuan dapat tersampaikan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan bahwa seluruh donasi yang diterima akan dikelola sesuai prinsip amanah, profesional, dan akuntabel. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI serta pihak terkait agar dapat menjangkau wilayah terdampak secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat dan lembaga lainnya untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya dalam situasi darurat bencana. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan dukungan dan kepercayaan yang terus mengalir, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.***
BERITA05/01/2026 | ayw./
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi program bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Sleman, yang digelar pada Selasa (30/12/2025) di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 10 Lembaga Amil Zakat yang beroperasi di wilayah Sleman. Dari undangan tersebut, tercatat 6 perwakilan LAZ hadir dan mengikuti agenda koordinasi secara langsung. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana program zakat tahun 2026. Koordinasi dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P. Dalam sambutannya, Nasirun menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga amil zakat agar pengelolaan ZIS di Kabupaten Sleman dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Koordinasi ini merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menyelaraskan rencana program masing-masing LAZ ke depan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengentasan masalah sosial di Sleman,” ujar Nasirun. Dalam forum tersebut, masing-masing perwakilan LAZ diberikan kesempatan untuk menyampaikan gambaran umum rencana program yang akan dijalankan pada tahun 2026. Program-program tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, sosial kemanusiaan, hingga program dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Melalui diskusi ini, BAZNAS Sleman berupaya memetakan potensi kolaborasi antar lembaga agar penyaluran dana ZIS dapat lebih optimal dan tepat sasaran. Nasirun juga menyampaikan bahwa BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjalankan perannya sebagai koordinator pengelolaan zakat di daerah, sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, koordinasi dengan LAZ menjadi langkah strategis dalam menjaga tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. “Kami berharap melalui koordinasi ini, ke depan akan terbangun sinergi program yang lebih kuat. Dengan kolaborasi yang baik, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Suasana koordinasi berlangsung dialogis dan konstruktif. Para peserta saling bertukar pandangan, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program zakat di lapangan. Selain membahas rencana program, forum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahim antar pengelola zakat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap, hasil dari koordinasi ini dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program zakat tahun 2026 yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan LAZ diharapkan mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan di Kabupaten Sleman.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Bupati Sleman, pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp49.050.000 yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Donasi diterima secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., yang hadir mewakili BAZNAS Sleman dalam acara tersebut. Nasirun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyelenggara PAUD se-Kabupaten Sleman atas kepedulian dan partisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, donasi yang dihimpun merupakan wujud nyata solidaritas dan empati dari insan pendidikan terhadap sesama yang tengah mengalami musibah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujar Nasirun. Selain BAZNAS Sleman, terdapat lembaga lain yang juga menerima donasi dalam kegiatan tersebut, yaitu PMI Kabupaten Sleman dan LazisMu Sleman, masing-masing dengan nominal donasi yang sama, yakni Rp49.050.000. Penyaluran donasi melalui beberapa lembaga kemanusiaan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan serta menjangkau lebih banyak korban bencana. Kegiatan Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman tidak hanya menjadi forum koordinasi program pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Melalui partisipasi dalam penggalangan donasi ini, para pendidik PAUD menunjukkan peran strategisnya dalam menumbuhkan budaya empati dan gotong royong, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat ZIS serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat semakin meningkat. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, terutama dalam situasi darurat bencana. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, BAZNAS Kabupaten Sleman optimistis dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, baik di tingkat lokal maupun nasional.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh para donatur ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (29/12/2025). Kali ini, donasi berasal dari dua pihak, yaitu SD Negeri Sarikarya, Kragilan, Condongcatur dan Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh Tahun 2017. Total donasi yang diterima mencapai Rp4.153.000, dengan rincian donasi dari SDN Sarikarya sebesar Rp3.153.000, serta dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 sebesar Rp1.000.000. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang terus mengalir dari masyarakat Sleman, termasuk dari lingkungan pendidikan dan komunitas keagamaan. Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan empati sosial masih sangat kuat. Donasi dari SDN Sarikarya memiliki nilai yang sangat istimewa. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan dari para siswa dan siswi kelas 1 hingga kelas 6 yang dengan penuh kesadaran menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini. “Ini donasi dari siswa siswi kami dari kelas 1 sampai 6,” ungkap perwakilan BAZNAS Sleman. Sementara itu, donasi dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 menjadi wujud nyata kepedulian jamaah dan alumni haji terhadap kondisi kemanusiaan di tanah air. Melalui donasi ini, para alumni berharap dapat ikut meringankan penderitaan korban bencana sekaligus memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan bahwa seluruh donasi yang diterima akan disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran melalui mekanisme resmi BAZNAS. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI dan pihak terkait agar dapat menjangkau masyarakat terdampak di Sumatera dan Aceh secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi, terutama dalam situasi darurat bencana. Setiap donasi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan kepercayaan yang terus diberikan oleh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjadi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan silaturahim dan studi banding dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman dan menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat diwakili oleh Wakil Ketua I, Firmansyah, S.Pd., M.M. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Suasana pertemuan berlangsung hangat, santai, dan penuh nuansa kekeluargaan. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat melakukan studi banding terkait strategi penghimpunan dana ZIS yang selama ini diterapkan oleh BAZNAS Sleman. Sleman dinilai berhasil membangun sistem penghimpunan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas sosial dan keagamaan. Firmansyah menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta memperoleh referensi praktik terbaik yang dapat diadaptasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengapresiasi keterbukaan BAZNAS Sleman dalam berbagi pengalaman dan strategi, khususnya dalam membangun kepercayaan publik serta optimalisasi potensi zakat di daerah. “Kami melihat BAZNAS Sleman memiliki sistem penghimpunan yang cukup kuat dan konsisten. Melalui studi banding ini, kami berharap dapat belajar langsung dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di Sumbawa Barat,” ungkap Firmansyah. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menjelaskan bahwa keberhasilan penghimpunan ZIS tidak terlepas dari sinergi yang baik antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang komunikatif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan muzakki. “BAZNAS Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi penghimpunan. Mulai dari penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemanfaatan kanal digital, hingga pendekatan edukatif kepada masyarakat. Kami senang jika pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi daerah lain,” ujar Muhyi Darmaji. Diskusi dan dialog antara kedua belah pihak berlangsung interaktif. Berbagai topik dibahas, mulai dari strategi peningkatan penghimpunan, penguatan kelembagaan, pengelolaan UPZ, hingga tantangan yang dihadapi dalam mengelola zakat di daerah masing-masing. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di Indonesia. Kunjungan silaturahim dan studi banding ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, BAZNAS di berbagai daerah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Rangkaian kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman secara resmi menyampaikan hasil penggalangan donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Penyampaian donasi dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Bupati Sleman dalam rangkaian acara Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 Tahun 2026 Kabupaten Sleman, yang berlangsung di Pendopo Parasamya, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman. Turut hadir Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, kepala instansi vertikal, Wakil Ketua DPRD Sleman, jajaran Komisi B DPRD Sleman, kepala BUMD, pimpinan perusahaan di wilayah Sleman, pimpinan perguruan tinggi, para Panewu, serta seluruh tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, secara simbolis menyerahkan laporan dan hasil donasi kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M. Penyerahan ini menjadi bentuk akuntabilitas dan transparansi BAZNAS Sleman kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Drs. Kriswanto menyampaikan bahwa donasi yang berhasil dihimpun merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Sleman terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam. Total donasi yang terkumpul dari seluruh lapisan masyarakat Sleman mencapai Rp693.778.700. “Alhamdulillah, berkat sinergi dan kepedulian masyarakat Sleman, donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh dapat terkumpul. Dana ini berasal dari partisipasi ASN, pelaku usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat umum. Seluruhnya akan disalurkan melalui mekanisme yang amanah dan tepat sasaran,” ujar Kriswanto. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana donasi sesuai prinsip syariah, transparansi, dan profesionalisme. BAZNAS Sleman akan terus bersinergi dengan BAZNAS RI serta pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat segera diterima oleh para korban bencana. Momentum penyampaian donasi dalam acara resmi penyampaian SPPT PBB P2 Kabupaten Sleman dinilai tepat, karena dihadiri oleh berbagai unsur strategis daerah. Hal ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi, khususnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan tersampaikannya hasil donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat. Ke depan, BAZNAS Sleman akan terus mengoptimalkan peran sebagai lembaga pengelola dana umat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.***
BERITA29/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman turut berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan sektor pertanian lokal pada Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang digelar pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya & Berbudaya” dan merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dengan Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Lestari wilayah Sleman dan Ngaglik. Acara tersebut diselenggarakan oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dan diikuti oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari anggota Paguyuban KWT Arum Lestari, perwakilan Dharma Wanita, penyuluh pertanian, serta tamu undangan dari unsur pemerintah daerah. Peringatan Hari Ibu 2025 ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Ketua Dharma Wanita Dinas Pertanian beserta jajaran anggota, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Paguyuban KWT Arum Lestari Sleman dan Ngaglik, dilanjutkan sambutan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta sambutan dari Bupati Sleman yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten II. Dalam momentum tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan tani, melalui penyerahan bantuan alat, mesin, dan sarana pertanian (alsintan) kepada sembilan Pos Penyuluhan Kalurahan (Posluhkal). Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang secara langsung hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima. Adapun sembilan Posluhkal penerima bantuan tersebut meliputi Posluhkal Tirtomartani Kalasan, Selomartani, Sumberadi, Sukoharjo, Wukirharjo, Tegaltirto, Madurejo, Bangunkerto, dan Tamanmartani. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional penyuluhan dan kegiatan pertanian yang dikelola oleh kelompok-kelompok tani perempuan di masing-masing wilayah. Bantuan alat mesin dan sarana pertanian yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada setiap Posluhkal meliputi dua roll mulsa, satu pack benih cabai, dua pack benih timun, satu botol VOC, satu unit sprayer elektrik, serta pupuk NPK seberat tujuh kilogram. Seluruh bantuan tersebut digunakan sebagai stimulan untuk meningkatkan semangat dan produktivitas anggota Posluhkal dalam menjalankan kegiatan pertanian berkelanjutan. Muhaimin menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari peran BAZNAS dalam pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk sektor ekonomi produktif. Menurutnya, pemberdayaan perempuan tani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di tingkat kalurahan. “BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir mendukung program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bantuan ini kami harapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para anggota Posluhkal, khususnya kelompok wanita tani, untuk terus produktif dan mandiri,” ujarnya. Selain penyerahan bantuan, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu 2025 juga diisi dengan kunjungan stand pameran oleh perwakilan pemerintah daerah. Stand-stand tersebut menampilkan berbagai hasil olahan pertanian dan kreativitas kelompok wanita tani sebagai wujud nyata peran perempuan dalam pembangunan pertanian yang berdaya dan berbudaya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelompok wanita tani, dan lembaga zakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.***
BERITA24/12/2025 | ayw./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat