WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Sukseskan GEMPAR dengan Belanja di Pasar Prambanan

BAZNAS Kabupaten Sleman turut menyukseskan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan BAZNAS Sleman terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang pasar rakyat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dan berbelanja berbagai kebutuhan di Pasar Prambanan. Turut serta dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., Sekretaris Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana Diyas Nugroho, S.T., M.A., Bendahara Warih Komarasari, S.E., serta Humas Titis Ayu W., S.I.Kom.

Beragam kebutuhan dibeli oleh jajaran BAZNAS Sleman, mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu masak, camilan keripik, jajanan pasar hingga jamu tradisional.

Ketua BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, turut membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti tempe, bawang merah, mentimun, keripik, tape, dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Ya ini ada tempe, bawang merah, timun, keripik, tape, dan lainnya ini nanti untuk oleh-oleh istri di rumah,” ujarnya.

Tidak hanya pimpinan, para staf pelaksana BAZNAS Sleman juga ikut meramaikan kegiatan dengan berbelanja buah-buahan, aneka camilan, serta jamu tradisional yang dijual oleh para pedagang di Pasar Prambanan.

Dukung Perputaran Ekonomi Pasar Rakyat

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam GEMPAR merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan belanja di pasar rakyat sekaligus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.

GEMPAR digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mendukung optimalisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung kemajuan UMKM, khususnya para pedagang pasar rakyat atau pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sleman.

Melalui GEMPAR, masyarakat diajak untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aktivitas belanja secara langsung diharapkan dapat meningkatkan transaksi dan memberikan dampak positif bagi pendapatan para pedagang.

Kegiatan GEMPAR dilaksanakan pada 7–14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Gerakan ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, tetapi juga organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

 

Masyarakat, jajaran organisasi, keluarga, dan berbagai elemen lainnya juga diajak untuk ikut berbelanja dan meramaikan pasar rakyat atau pasar tradisional.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, partisipasi dalam GEMPAR menjadi langkah sederhana namun nyata untuk ikut mendukung pedagang lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat.

Dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, BAZNAS Sleman turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi keberlangsungan usaha para pedagang dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.***

 

#GEMPARSleman #HUTRI81 #BAZNASSleman #PasarTradisional

07/08/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah

BAZNAS Kabupaten Sleman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dan silaturahmi dengan sekolah calon sasaran Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Bina Akhlaq, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MI Bina Akhlaq pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menjadi tahap awal dalam mempersiapkan implementasi Program MANTAB. Agenda utama berupa brainstorming dan koordinasi pelaksanaan program bersama pihak sekolah guna menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah.

Tim BTB BAZNAS Kabupaten Sleman dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel BTB BAZNAS Sleman, yakni Arif Hidayat, S.Kom., Diyas Nugroho, S.T., M.A., dan Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.

Silaturahmi disambut baik oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bina Akhlaq Indana Zulfa, S.PdSi., dan beberapa guru. Dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua belah pihak membahas kebutuhan sekolah, potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, serta rencana pelaksanaan Program MANTAB agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.

Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) merupakan salah satu inisiatif BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Program ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan pengetahuan, penyusunan prosedur tanggap darurat, hingga pembentukan budaya aman di lingkungan madrasah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi generasi muda, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana seperti Kabupaten Sleman.

”Melalui Program MANTAB, kami ingin menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan pihak sekolah menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Koordinasi ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi bersama pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih tangguh dan berdaya.***

06/08/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS

BAZNAS Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pembelajaran mengenai tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan program inovatif dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman berjumlah 12 orang yang terdiri atas empat pimpinan dan delapan staf pelaksana. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antarlembaga.

”Mudah-mudahan kehadiran ini menjadi pertukaran ilmu yang baik ke depannya. Insyaallah kami juga dapat bersilaturahmi ke Sleman untuk saling berbagi pengalaman. Kami juga merupakan kepengurusan yang relatif baru setelah dilantik pada Oktober 2025 lalu,” ujar Veri.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Jombang. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang dirasakan selama kunjungan menjadi modal penting dalam membangun sinergi antarlembaga.

Muhyi menjelaskan bahwa pemilihan BAZNAS Kabupaten Jombang sebagai lokasi studi tiru dilakukan melalui proses diskusi dan pemetaan kebutuhan internal. Hasilnya, BAZNAS Jombang dinilai memiliki keunggulan yang relevan dengan arah pengembangan BAZNAS Sleman.

”Sebelum menentukan tujuan studi tiru, kami melakukan polling dan berdiskusi mengenai keilmuan apa yang ingin dipelajari untuk perbaikan BAZNAS Sleman. Ada dua alasan utama kami memilih BAZNAS Jombang, yaitu keunggulan dalam manajemen SDM dan inovasi program. Semoga berbagai praktik baik yang kami pelajari di sini dapat kami terapkan untuk kemajuan BAZNAS Sleman,” kata Muhyi.

Ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, termasuk kepengurusan terbaru yang telah dikukuhkan, sebagai bagian dari penguatan sinergi dan silaturahmi antar-BAZNAS.

Pada sesi pemaparan, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang menyampaikan profil kelembagaan serta struktur organisasi BAZNAS Jombang. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua II, As'ad, Ph.D., yang memaparkan berbagai program unggulan yang dikembangkan selama delapan bulan terakhir.

Beberapa program prioritas yang menjadi fokus BAZNAS Jombang meliputi bidang pendidikan, kontribusi bagi marbot melalui skema filantropi perlindungan sosial, BAZNAS Run sebagai inovasi filantropi dan fundraising publik, serta Program Orang Tua Asuh yang menghubungkan satu donatur dengan satu anak untuk mendapatkan pendampingan pendidikan selama 12 bulan.

”Setiap bulan kami juga mengadakan program pembinaan bersama Polres Jombang, dan lembaga yang lain secara bergantian. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pendidikan inspiratif agar memiliki gambaran profesi dan bekal masa depan,” jelas As'ad.

Selanjutnya, Lukman Hakim dari Bidang Pengumpulan memaparkan strategi penghimpunan dana ZIS, baik secara manual maupun digital. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV yang menjelaskan tata kelola SDM di lingkungan BAZNAS Jombang.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Jombang memiliki lima pimpinan dan 14 amil pelaksana yang direkrut melalui seleksi terbuka. Mayoritas amil memiliki pengalaman sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan dan secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan, termasuk pendampingan pengelolaan media sosial selama satu tahun oleh tenaga profesional untuk mendukung publikasi serta penghimpunan dana.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, penghimpunan dana, inovasi program, hingga strategi pelayanan kepada muzaki dan mustahik.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, pertukaran cendera mata, serta foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang semakin erat antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Jombang.

Menutup kegiatan tersebut, Muhyi Darmaji berharap hasil studi tiru tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas tata kelola lembaga serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

”Semoga silaturahmi melalui studi tiru ini membawa keberkahan, memberikan ilmu dan pengalaman baru, serta dapat kami implementasikan di BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mewujudkan pelayanan zakat yang semakin profesional, amanah, dan memberikan kemaslahatan umat yang lebih besar,” pungkasnya.***

03/08/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Bupati Sleman Kukuhkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2026–2027

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi mengukuhkan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman periode 2026–2027 di Pendopo Parasamya, Kamis (23/7/2026) malam. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.

Pengukuhan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 54.3/Kep.KDH/A/2026 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026.

Susunan pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman yang dikukuhkan terdiri atas Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Ketua, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, serta Nasirun sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, Pelaporan, SDM, Administrasi, dan Umum.

Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman sebelumnya, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Ia mendoakan agar Kriswanto senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan atas dedikasi yang telah diberikan selama memimpin BAZNAS Kabupaten Sleman.

”Terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasa beliau dalam membangun BAZNAS Kabupaten Sleman. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” ungkap Harda.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dikukuhkan. Menurutnya, amanah sebagai pimpinan BAZNAS bukanlah tugas yang ringan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana umat yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.

”Menjalankan amanah mengelola zakat adalah tugas yang sangat mulia sekaligus berat. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya.

Selain itu, Harda mendorong BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mengoptimalkan penghimpunan zakat, termasuk melalui penguatan budaya berzakat di lingkungan internal maupun aparatur pemerintah, sehingga potensi zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat inovasi, transparansi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman serta berbagai pemangku kepentingan.

“Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Bersama seluruh jajaran, kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada muzaki, memperkuat tata kelola yang akuntabel, serta memastikan zakat memberikan manfaat yang semakin luas bagi mustahik di Kabupaten Sleman,” ujar Muhyi.

Dengan pengukuhan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan semakin optimal dalam menghimpun dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

28/07/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kota Surakarta, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Program Pemberdayaan

BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kota Surakarta dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, mempererat ukhuwah, serta berbagi pengalaman mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/2026).

Audiensi dan silaturahmi ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja BAZNAS Kota Surakarta yang secara rutin melakukan studi tiru ke berbagai daerah guna memperoleh wawasan baru dalam pengelolaan zakat.

Sebanyak 18 peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari pimpinan dan staf BAZNAS Kota Surakarta, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Surakarta, serta Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta.

Turut hadir dalam rombongan, Kepala Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Purwanti, S.K.M., M.Kes., Kabag Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Endang Sabar Widiasih, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta KH Ulin Nur Hafsun, S.Th.I., M.Pd.I., serta Ketua BAZNAS Kota Surakarta H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat dan Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.I.P., M.T. Pada sambutannya beliau menyampaikan terkait regulasi dan kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dengan BAZNAS Sleman.

“Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung program-program BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman,” ungkap Wildan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Menurutnya, kegiatan studi tiru tidak hanya menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kota Surakarta untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi kedua belah pihak.

”Nanti tidak hanya dari BAZNAS Kota Surakarta yang ngangsu kaweruh kepada kami. Namun kami juga bisa banyak belajar dari BAZNAS Kota Surakarta. Nanti kita saling sharing saja,” ujar Muhyi.

Muhyi menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga BAZNAS menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, memperkuat inovasi program, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surakarta, H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa studi tiru merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan untuk memperoleh inspirasi dan praktik terbaik dari BAZNAS di berbagai daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pengelolaan zakat sangat baik, termasuk melalui kebijakan yang mendorong optimalisasi penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Kami bersyukur karena gaji ASN sudah bersih berkat adanya Surat Edaran Wali Kota. Kami ngangsu kaweruh semoga mendapat ilmu yang banyak. Terima kasih telah menerima kami dengan sangat hangat. Semoga BAZNAS Kabupaten Sleman semakin tumbuh dan semakin maju,” ungkap Qoyim.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan profil kelembagaan BAZNAS Kabupaten Sleman beserta berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Materi yang disampaikan meliputi strategi manajemen organisasi, penghimpunan zakat, pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman.

Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pengelolaan zakat, inovasi layanan kepada muzaki dan mustahik, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarlembaga, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat.***

27/07/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Sukseskan GEMPAR dengan Belanja di Pasar Prambanan
BAZNAS Sleman Sukseskan GEMPAR dengan Belanja di Pasar Prambanan
BAZNAS Kabupaten Sleman turut menyukseskan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan BAZNAS Sleman terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang pasar rakyat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dan berbelanja berbagai kebutuhan di Pasar Prambanan. Turut serta dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., Sekretaris Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana Diyas Nugroho, S.T., M.A., Bendahara Warih Komarasari, S.E., serta Humas Titis Ayu W., S.I.Kom. Beragam kebutuhan dibeli oleh jajaran BAZNAS Sleman, mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu masak, camilan keripik, jajanan pasar hingga jamu tradisional. Ketua BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, turut membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti tempe, bawang merah, mentimun, keripik, tape, dan berbagai kebutuhan lainnya. “Ya ini ada tempe, bawang merah, timun, keripik, tape, dan lainnya ini nanti untuk oleh-oleh istri di rumah,” ujarnya. Tidak hanya pimpinan, para staf pelaksana BAZNAS Sleman juga ikut meramaikan kegiatan dengan berbelanja buah-buahan, aneka camilan, serta jamu tradisional yang dijual oleh para pedagang di Pasar Prambanan. Dukung Perputaran Ekonomi Pasar Rakyat Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam GEMPAR merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan belanja di pasar rakyat sekaligus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman. GEMPAR digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mendukung optimalisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung kemajuan UMKM, khususnya para pedagang pasar rakyat atau pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sleman. Melalui GEMPAR, masyarakat diajak untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aktivitas belanja secara langsung diharapkan dapat meningkatkan transaksi dan memberikan dampak positif bagi pendapatan para pedagang. Kegiatan GEMPAR dilaksanakan pada 7–14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Gerakan ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, tetapi juga organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Masyarakat, jajaran organisasi, keluarga, dan berbagai elemen lainnya juga diajak untuk ikut berbelanja dan meramaikan pasar rakyat atau pasar tradisional. Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik. Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, partisipasi dalam GEMPAR menjadi langkah sederhana namun nyata untuk ikut mendukung pedagang lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat. Dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, BAZNAS Sleman turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi keberlangsungan usaha para pedagang dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.*** #GEMPARSleman #HUTRI81 #BAZNASSleman #PasarTradisional
BERITA07/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah
BAZNAS Kabupaten Sleman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dan silaturahmi dengan sekolah calon sasaran Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Bina Akhlaq, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MI Bina Akhlaq pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menjadi tahap awal dalam mempersiapkan implementasi Program MANTAB. Agenda utama berupa brainstorming dan koordinasi pelaksanaan program bersama pihak sekolah guna menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Tim BTB BAZNAS Kabupaten Sleman dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel BTB BAZNAS Sleman, yakni Arif Hidayat, S.Kom., Diyas Nugroho, S.T., M.A., dan Kukuh Santoso, S.Pd., M.A. Silaturahmi disambut baik oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bina Akhlaq Indana Zulfa, S.PdSi., dan beberapa guru. Dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua belah pihak membahas kebutuhan sekolah, potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, serta rencana pelaksanaan Program MANTAB agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang. Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) merupakan salah satu inisiatif BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Program ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan pengetahuan, penyusunan prosedur tanggap darurat, hingga pembentukan budaya aman di lingkungan madrasah. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi generasi muda, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana seperti Kabupaten Sleman. ”Melalui Program MANTAB, kami ingin menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan pihak sekolah menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya. Koordinasi ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi bersama pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih tangguh dan berdaya.***
BERITA06/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS
BAZNAS Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pembelajaran mengenai tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan program inovatif dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman berjumlah 12 orang yang terdiri atas empat pimpinan dan delapan staf pelaksana. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antarlembaga. ”Mudah-mudahan kehadiran ini menjadi pertukaran ilmu yang baik ke depannya. Insyaallah kami juga dapat bersilaturahmi ke Sleman untuk saling berbagi pengalaman. Kami juga merupakan kepengurusan yang relatif baru setelah dilantik pada Oktober 2025 lalu,” ujar Veri. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Jombang. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang dirasakan selama kunjungan menjadi modal penting dalam membangun sinergi antarlembaga. Muhyi menjelaskan bahwa pemilihan BAZNAS Kabupaten Jombang sebagai lokasi studi tiru dilakukan melalui proses diskusi dan pemetaan kebutuhan internal. Hasilnya, BAZNAS Jombang dinilai memiliki keunggulan yang relevan dengan arah pengembangan BAZNAS Sleman. ”Sebelum menentukan tujuan studi tiru, kami melakukan polling dan berdiskusi mengenai keilmuan apa yang ingin dipelajari untuk perbaikan BAZNAS Sleman. Ada dua alasan utama kami memilih BAZNAS Jombang, yaitu keunggulan dalam manajemen SDM dan inovasi program. Semoga berbagai praktik baik yang kami pelajari di sini dapat kami terapkan untuk kemajuan BAZNAS Sleman,” kata Muhyi. Ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, termasuk kepengurusan terbaru yang telah dikukuhkan, sebagai bagian dari penguatan sinergi dan silaturahmi antar-BAZNAS. Pada sesi pemaparan, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang menyampaikan profil kelembagaan serta struktur organisasi BAZNAS Jombang. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua II, As'ad, Ph.D., yang memaparkan berbagai program unggulan yang dikembangkan selama delapan bulan terakhir. Beberapa program prioritas yang menjadi fokus BAZNAS Jombang meliputi bidang pendidikan, kontribusi bagi marbot melalui skema filantropi perlindungan sosial, BAZNAS Run sebagai inovasi filantropi dan fundraising publik, serta Program Orang Tua Asuh yang menghubungkan satu donatur dengan satu anak untuk mendapatkan pendampingan pendidikan selama 12 bulan. ”Setiap bulan kami juga mengadakan program pembinaan bersama Polres Jombang, dan lembaga yang lain secara bergantian. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pendidikan inspiratif agar memiliki gambaran profesi dan bekal masa depan,” jelas As'ad. Selanjutnya, Lukman Hakim dari Bidang Pengumpulan memaparkan strategi penghimpunan dana ZIS, baik secara manual maupun digital. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV yang menjelaskan tata kelola SDM di lingkungan BAZNAS Jombang. Dalam paparannya dijelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Jombang memiliki lima pimpinan dan 14 amil pelaksana yang direkrut melalui seleksi terbuka. Mayoritas amil memiliki pengalaman sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan dan secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan, termasuk pendampingan pengelolaan media sosial selama satu tahun oleh tenaga profesional untuk mendukung publikasi serta penghimpunan dana. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, penghimpunan dana, inovasi program, hingga strategi pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, pertukaran cendera mata, serta foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang semakin erat antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Jombang. Menutup kegiatan tersebut, Muhyi Darmaji berharap hasil studi tiru tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas tata kelola lembaga serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. ”Semoga silaturahmi melalui studi tiru ini membawa keberkahan, memberikan ilmu dan pengalaman baru, serta dapat kami implementasikan di BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mewujudkan pelayanan zakat yang semakin profesional, amanah, dan memberikan kemaslahatan umat yang lebih besar,” pungkasnya.***
BERITA03/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Bupati Sleman Kukuhkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2026–2027
Bupati Sleman Kukuhkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2026–2027
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi mengukuhkan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman periode 2026–2027 di Pendopo Parasamya, Kamis (23/7/2026) malam. Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman. Pengukuhan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 54.3/Kep.KDH/A/2026 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026. Susunan pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman yang dikukuhkan terdiri atas Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Ketua, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, serta Nasirun sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, Pelaporan, SDM, Administrasi, dan Umum. Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman sebelumnya, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Ia mendoakan agar Kriswanto senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan atas dedikasi yang telah diberikan selama memimpin BAZNAS Kabupaten Sleman. ”Terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasa beliau dalam membangun BAZNAS Kabupaten Sleman. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” ungkap Harda. Bupati juga mengucapkan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dikukuhkan. Menurutnya, amanah sebagai pimpinan BAZNAS bukanlah tugas yang ringan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana umat yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. ”Menjalankan amanah mengelola zakat adalah tugas yang sangat mulia sekaligus berat. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya. Selain itu, Harda mendorong BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mengoptimalkan penghimpunan zakat, termasuk melalui penguatan budaya berzakat di lingkungan internal maupun aparatur pemerintah, sehingga potensi zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat inovasi, transparansi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman serta berbagai pemangku kepentingan. “Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Bersama seluruh jajaran, kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada muzaki, memperkuat tata kelola yang akuntabel, serta memastikan zakat memberikan manfaat yang semakin luas bagi mustahik di Kabupaten Sleman,” ujar Muhyi. Dengan pengukuhan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan semakin optimal dalam menghimpun dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***
BERITA28/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kota Surakarta, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Program Pemberdayaan
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kota Surakarta, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Program Pemberdayaan
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kota Surakarta dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan, mempererat ukhuwah, serta berbagi pengalaman mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (23/7/2026). Audiensi dan silaturahmi ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja BAZNAS Kota Surakarta yang secara rutin melakukan studi tiru ke berbagai daerah guna memperoleh wawasan baru dalam pengelolaan zakat. Sebanyak 18 peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari pimpinan dan staf BAZNAS Kota Surakarta, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Surakarta, serta Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Turut hadir dalam rombongan, Kepala Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Purwanti, S.K.M., M.Kes., Kabag Kesra Setda Kota Surakarta Hj. Endang Sabar Widiasih, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta KH Ulin Nur Hafsun, S.Th.I., M.Pd.I., serta Ketua BAZNAS Kota Surakarta H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si. Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat dan Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.I.P., M.T. Pada sambutannya beliau menyampaikan terkait regulasi dan kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dengan BAZNAS Sleman. “Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung program-program BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman,” ungkap Wildan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Menurutnya, kegiatan studi tiru tidak hanya menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kota Surakarta untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi kedua belah pihak. ”Nanti tidak hanya dari BAZNAS Kota Surakarta yang ngangsu kaweruh kepada kami. Namun kami juga bisa banyak belajar dari BAZNAS Kota Surakarta. Nanti kita saling sharing saja,” ujar Muhyi. Muhyi menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga BAZNAS menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, memperkuat inovasi program, serta memperluas manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surakarta, H.M. Qoyim, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa studi tiru merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan untuk memperoleh inspirasi dan praktik terbaik dari BAZNAS di berbagai daerah. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pengelolaan zakat sangat baik, termasuk melalui kebijakan yang mendorong optimalisasi penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Kami bersyukur karena gaji ASN sudah bersih berkat adanya Surat Edaran Wali Kota. Kami ngangsu kaweruh semoga mendapat ilmu yang banyak. Terima kasih telah menerima kami dengan sangat hangat. Semoga BAZNAS Kabupaten Sleman semakin tumbuh dan semakin maju,” ungkap Qoyim. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan profil kelembagaan BAZNAS Kabupaten Sleman beserta berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Materi yang disampaikan meliputi strategi manajemen organisasi, penghimpunan zakat, pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman. Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pengelolaan zakat, inovasi layanan kepada muzaki dan mustahik, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antarlembaga, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat.***
BERITA27/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi, Bahas Program Unggulan dan Pengelolaan Zakat
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi, Bahas Program Unggulan dan Pengelolaan Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Bekasi di Ruang Rapat Sembada, Kompleks Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya terkait program-program unggulan yang telah dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman. Rombongan BAZNAS Kabupaten Bekasi yang berjumlah 18 orang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, S.E. Kehadiran rombongan bertujuan mempelajari berbagai inovasi program BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama Program Sleman Sehat yang berhasil meraih penghargaan dari BAZNAS RI pada tahun 2025. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., yang mewakili jajaran pimpinan. Dalam sambutannya, Muhyi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap silaturahmi antarlembaga dapat terus terjalin untuk memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia. "Kami mengucapkan selamat datang kepada Ketua, pimpinan, dan seluruh pelaksana BAZNAS Kabupaten Bekasi. Terima kasih telah berkenan bersilaturahmi ke BAZNAS Kabupaten Sleman. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan menjadi ruang untuk saling belajar serta berbagi pengalaman," ujar Muhyi. Ia menambahkan bahwa setiap BAZNAS memiliki keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, kegiatan studi tiru tidak hanya menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kabupaten Bekasi untuk belajar dari Sleman, tetapi juga menjadi momentum bagi BAZNAS Kabupaten Sleman untuk menyerap berbagai praktik baik yang telah dikembangkan di Kabupaten Bekasi. "Kalau ternyata BAZNAS Kabupaten Bekasi memiliki program yang lebih baik, tentu kami juga perlu belajar. Semangatnya adalah saling menguatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminnulloh, S.E., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi mengenai prestasi BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya BAZNAS Kabupaten Sleman yang dinilai memiliki sejumlah program unggulan dan inovatif. Menurutnya, pihaknya mendapatkan rekomendasi untuk mempelajari langsung pengelolaan program di BAZNAS Kabupaten Sleman, terutama setelah keberhasilan Program Sleman Sehat memperoleh penghargaan tingkat nasional. "Kami memperoleh informasi bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman memiliki program yang baik dan mendapat apresiasi dari BAZNAS RI. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman. Terima kasih atas sambutan yang sangat baik kepada rombongan kami," ungkap Aminnulloh. Ia juga memperkenalkan kondisi Kabupaten Bekasi yang memiliki jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa dengan karakter masyarakat yang sangat beragam sebagai kawasan industri terbesar di Asia. Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil kelembagaan dan program-program unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Dalam presentasinya, Muhaimin menjelaskan strategi penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan zakat, serta berbagai program unggulan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara kedua belah pihak. Berbagai topik dibahas, mulai dari tata kelola kelembagaan, strategi penghimpunan zakat, inovasi program pemberdayaan mustahik, hingga sistem monitoring dan evaluasi program agar manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kegiatan studi tiru ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus mempererat sinergi antarlembaga, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat dengan BAZNAS Kabupaten Bekasi serta BAZNAS di berbagai daerah lainnya. Pertukaran pengalaman dan praktik terbaik diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***
BERITA24/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Rapat Pleno Pentasharufan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
BAZNAS Sleman Gelar Rapat Pleno Pentasharufan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menggelar Rapat Pleno Pentasharufan sebagai bagian dari proses penetapan calon penerima manfaat (mustahik) agar bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat disalurkan secara tepat sasaran. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Selasa (21/7/2026). Rapat pleno menjadi tahapan penting sebelum penyaluran bantuan dilakukan. Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan bersama tim pelaksana membahas hasil survei lapangan terhadap calon mustahik untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sekaligus menetapkan besaran bantuan yang akan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing. Rapat dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., Pelaksana Bidang II Diyas Nugroho, S.T., M.A., Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Tim Surveyor Program Sleman Sehat dan Sleman Peduli Rofiq Nur Wicaksono, S.T., serta tim pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Joko Yugiyanto, S.Psi., dan Nurul Indah Khasanah, S.T. Dalam rapat tersebut, Tim Surveyor Program Sleman Sehat dan Sleman Peduli mempresentasikan hasil survei lapangan yang telah dilakukan kepada calon mustahik. Paparan meliputi kondisi kesehatan penerima, kondisi rumah, aktivitas sehari-hari, kemampuan ekonomi, hingga jumlah tanggungan keluarga. Seluruh data didukung dokumentasi lapangan sehingga menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Melalui proses ini, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi calon penerima manfaat sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing mustahik. Selain membahas bantuan di bidang kesehatan dan sosial kemanusiaan, rapat juga mengulas hasil survei Program Sleman Produktif yang dipresentasikan oleh Pelaksana Bidang II, Kukuh Santoso. Dalam survei tersebut, tim melakukan penilaian terhadap kondisi usaha calon penerima bantuan, mulai dari kapasitas produksi, tingkat pendapatan, hingga jangkauan pemasaran produk yang dijalankan. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan bentuk bantuan yang paling tepat sehingga mampu mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik. Sementara itu, tim pendamping UMKM, Joko Yugiyanto dan Nurul Indah Khasanah, menyampaikan hasil monitoring terhadap para pelaku usaha yang sebelumnya telah menerima bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sleman. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan usaha, peningkatan omzet, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan lanjutan, seperti pendampingan pemasaran, peningkatan kapasitas usaha, legalitas usaha, hingga digitalisasi pemasaran. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman agar bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menegaskan bahwa setiap keputusan dalam rapat pleno didasarkan pada hasil survei lapangan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui mekanisme survei, verifikasi, presentasi hasil lapangan, hingga pembahasan dalam rapat pleno, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menjaga amanah para muzaki dengan memastikan dana zakat, infak, dan sedekah disalurkan secara profesional, transparan, akuntabel, serta tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.***
BERITA21/07/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Pendamping UMKM: Kelola Bantuan dengan Baik agar Usaha Terus Bertumbuh
Pendamping UMKM: Kelola Bantuan dengan Baik agar Usaha Terus Bertumbuh
BAZNAS Kabupaten Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga memperkuat pendampingan agar usaha penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam Program Sleman Produktif untuk memastikan dana zakat yang disalurkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi mustahik. Dalam sesi pembekalan kepada kelompok penerima bantuan, Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Joko Yugiyanto, S.Psi., menjelaskan bahwa seluruh proses pendampingan diberikan tanpa dipungut biaya. Menurutnya, para pelaku UMKM telah memiliki produk yang berkualitas sehingga pendampingan difokuskan pada penguatan sistem usaha, manajemen kelompok, hingga pengembangan akses terhadap berbagai program pemberdayaan. ”Teman-teman sudah memiliki produk yang unggul. Pendampingan yang kami berikan seluruhnya gratis. Kami ingin membantu agar usaha yang dijalankan semakin berkembang dan memiliki sistem yang baik,” ujarnya. Joko juga menyoroti besarnya potensi usaha yang dimiliki kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mampu mengembangkan lebih dari satu jenis usaha. Ia menilai UMKM memiliki perputaran ekonomi yang cepat karena hasil produksi dapat langsung dipasarkan pada hari yang sama sehingga mampu menghasilkan pendapatan harian bagi pelaku usaha. Sebagai bagian dari proses pendampingan, seluruh penerima bantuan akan tergabung dalam grup pendampingan BAZNAS Kabupaten Sleman. Grup tersebut berfungsi sebagai media koordinasi, penyampaian informasi, konsultasi, serta monitoring perkembangan usaha masing-masing kelompok. Selain itu, data penerima bantuan juga menjadi bagian dari sistem pelaporan yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, setiap kelompok diminta melengkapi data usaha secara benar agar proses monitoring dan pelaporan penyaluran dana zakat dapat berjalan dengan baik dan akuntabel. Pendampingan ini saat ini menjangkau kelompok penerima manfaat di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman, meliputi Kapanewon Kalasan, Prambanan, Cangkringan, Gamping, Godean, Seyegan, Minggir, dan Moyudan. Dalam arahannya, Joko mengimbau seluruh kelompok penerima bantuan agar tidak ragu menerima kunjungan pendamping. Menurutnya, kehadiran pendamping merupakan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga strategi pengembangan bisnis. ”Jangan takut mengundang pendamping dan jangan takut ketika pendamping datang. Justru ini kesempatan untuk bertanya mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar usaha terus berkembang,” jelasnya. Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan benar-benar dikelola secara bersama sesuai tujuan kelompok. Kelompok diharapkan memiliki sistem pengelolaan yang baik sehingga usaha dapat terus bertumbuh dan tidak berhenti setelah bantuan dibagikan kepada anggota. Menurutnya, kelompok yang mampu menunjukkan perkembangan usaha, pengelolaan administrasi yang baik, serta laporan yang tertib berpeluang memperoleh pendampingan lanjutan maupun bantuan pada tahap berikutnya. ”Apabila laporan kelompok baik, bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dan usaha terus berkembang, maka peluang mendapatkan bantuan tahap kedua maupun tahap ketiga akan semakin besar,” tambahnya. Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa tujuan utama pendampingan adalah mendorong UMKM binaan BAZNAS Kabupaten Sleman agar naik kelas melalui berbagai program inkubasi bisnis. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu memenuhi persyaratan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan dari pemerintah maupun lembaga lainnya. ”Kalau usaha sudah tertata dengan baik, nantinya teman-teman bisa mengikuti program inkubasi. Ketika usaha dinilai berkembang oleh pemerintah, peluang mendapatkan pelatihan, pembinaan, hingga bantuan pengembangan usaha akan semakin terbuka,” ungkapnya. Melalui pendampingan yang terstruktur, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap Program Sleman Produktif tidak hanya memberikan tambahan modal usaha, tetapi juga mampu menciptakan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hal ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Dukungan tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang membantu mustahik tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.***
BERITA13/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Bupati Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Bupati Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemerintah Kabupaten Sleman dalam acara Penyerahan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Rapat Praja 1, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Penyerahan NPHD dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai salah satu lembaga penerima hibah daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung berbagai lembaga yang berperan dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Sleman, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Sleman, Ketua Persaudaraan Muslimah Kabupaten Sleman, Ketua Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Sleman, serta Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan amanah masyarakat yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Kabupaten Sleman. ”APBD ini dapat bermanfaat bagi warga Sleman. Hibah adalah uang masyarakat Sleman, jadi digunakan untuk semestinya,” ujar Harda Kiswaya. Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penerimaan NPHD menjadi bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kemaslahatan umat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui program-program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mengelola setiap amanah yang diterima secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
BERITA09/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY, Bahas Strategi Penguatan Fundraising dan Program Zakat
BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY, Bahas Strategi Penguatan Fundraising dan Program Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Albasta Resto, Asram Edupark, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di wilayah DIY. Rakorda dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan jajaran pelaksana BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si. yang mewakili Bupati Sleman, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Kepala Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Ali Afandi, S.Ag., Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.AP., serta Owner Asram Edupark Drs. H. Hafidh Asrom, M.M. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BAZNAS, serta pembacaan doa oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutan selamat datang, Owner Asram Edupark, Drs. H. Hafidh Asrom, M.M., memperkenalkan Asram Edupark sebagai bagian dari Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS) yang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar kelas. Ia menjelaskan bahwa konsep AYWS lahir dari studi banding ke Finlandia dan Turki yang mengedepankan pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Saat ini AYWS telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri dan terus mengembangkan fasilitas pendidikan, laboratorium kewirausahaan, pertanian edukatif, peternakan, hingga program beasiswa bagi para penghafal Al-Qur'an. “Asram Edupark memiliki luas sekitar 12 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, pelatihan, rapat, hingga berbagai aktivitas luar ruang. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi bersama BAZNAS dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta Rakorda dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman sebagai penyelenggara kegiatan. Menurutnya, Rakorda menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang semakin dinamis. “Rakorda ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, BAZNAS dituntut semakin adaptif, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Kriswanto. Pada kesempatan tersebut, Kriswanto juga memaparkan capaian kinerja BAZNAS Sleman sepanjang Januari hingga Mei 2026. Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai Rp6,8 miliar, sedangkan dana yang telah disalurkan kepada para penerima manfaat mencapai Rp6,3 miliar. Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh berbagai program strategis, di antaranya penguatan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, dan masyarakat, optimalisasi program pemberdayaan ekonomi mustahik, serta peningkatan layanan digital guna memperkuat transparansi dan kepercayaan publik. ”Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Agama Kabupaten Sleman, para muzaki, serta seluruh mitra strategis yang selama ini bersinergi bersama BAZNAS,” tambahnya. Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., mengatakan bahwa Rakorda merupakan agenda koordinasi rutin yang menjadi sarana berbagi pengalaman antarpengelola BAZNAS di DIY. Ia menegaskan bahwa meskipun program yang dijalankan relatif sama, implementasi di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga koordinasi menjadi sangat penting. ”Harapan kami, melalui forum ini semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pengelolaan zakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS memiliki tugas mengelola zakat sekaligus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus terus diperkuat,” ujarnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS Sleman yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Menurutnya, keberhasilan penghimpunan zakat di Sleman tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, ASN, dan BAZNAS. “Peran BAZNAS Sleman sangat besar dalam membantu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha melalui CSR, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar jangkauan pelayanan kepada mustahik semakin luas dan tepat sasaran,” katanya. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh jajaran BAZNAS DIY. Beberapa agenda yang dibahas meliputi strategi peningkatan fundraising pada setiap program, penyusunan jadwal kegiatan tahunan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), pembahasan usulan studi tiru BAZNAS se-DIY tahun 2026, serta sesi diskusi, evaluasi BAZNAS Kabupaten/Kota. Melalui Rakorda ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar-BAZNAS se-DIY sehingga pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang semakin luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Praja 2, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Kegiatan penandatanganan NPHD tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga penerima hibah yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain BAZNAS Kabupaten Sleman, terdapat tujuh organisasi kemasyarakatan lainnya yang turut menerima hibah daerah. Prosesi penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Pelaksana IV BAZNAS Sleman, Lina Shofiyah, S.I.P. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa dana hibah yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman. Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Dana hibah ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya,” ujar Kriswanto. Pemberian hibah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap upaya penguatan tata kelola zakat di daerah. Melalui dukungan tersebut, diharapkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Selama ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun mustahik melalui berbagai program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan. Dengan adanya dukungan hibah daerah tersebut, BAZNAS Sleman optimistis dapat semakin memperkuat edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda rutin bulanan berupa Sidang Penetapan Mustahik Periode Juni 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (22/6/2026), sidang ini bertujuan untuk mempertimbangkan, memverifikasi, serta memfinalisasi bantuan yang akan disalurkan kepada para calon penerima manfaat (mustahik). Sidang krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, antara lain: Drs. Kriswanto, M.Sc. (Ketua BAZNAS Sleman), dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes (Wakil Ketua I), Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Ketua III), Nairun, S.A.P (Wakil Ketua IV). Turut hadir mendampingi jalannya sidang, yaitu Pelaksana Bidang II Kukuh Santoso, S.Pd., M.A. Dalam proses sidang Pendamping Program Rofiq Wicaksono, S.T., serta Tim Pendamping UMKM untuk program Sleman Produktif, Nurul Indah Khasanah, S.T., serta Joko Yugiyanto, S.Psi., mempresentasikan daftar mustahik calon penerima manfaat berdasarkan hasil survey dan verifikasi di lapangan. Validasi Kelayakan dan Nominal Bantuan Mustahik Pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Kukuh Santoso, menjelaskan bahwa agenda sidang kali ini fokus membahas kelayakan mustahik serta menentukan besaran nominal bantuan yang tepat sasaran. Program yang digodok dalam sidang ini meliputi tiga pilar utama, yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, dan Sleman Peduli reguler. “Sidang ini menjadi instrumen penting sebagai bahan pertimbangan sekaligus finalisasi. Kami memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak dengan nominal yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Kukuh. Rincian Hasil Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026 Berdasarkan hasil musyawarah dan finalisasi sidang, berikut adalah daftar kelompok dan jumlah mustahik yang lolos verifikasi: 1. Program Sleman Produktif (Pemberdayaan Ekonomi/UMKM); Ada 6 nama kelompok mustahik calon penerima bantuan. 2. Program Sleman Sehat; Total Penerima: 40 mustahik calon penerima bantuan biaya kesehatan. 3. Program Sleman Peduli (Reguler); Total Penerima: 7 mustahik calon penerima bantuan sosial kemanusiaan. Melalui hasil sidang penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk segera mendistribusikan bantuan tersebut. Diharapkan, dana stimulus melalui program Sleman Produktif mampu menggenjot kemandirian ekonomi pelaku UMKM, sementara bantuan Sleman Sehat dan Sleman Peduli dapat meringankan beban sosial-kesehatan masyarakat Sleman.***
BERITA22/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Fasilitasi Pembuatan NIB Gratis bagi UMKM Binaan di Prambanan Bersama DPMPTSP
BAZNAS Sleman Fasilitasi Pembuatan NIB Gratis bagi UMKM Binaan di Prambanan Bersama DPMPTSP
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan usaha mikro. Kali ini, BAZNAS Sleman berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi pelaku UMKM binaan di Kantor Kapanewon Prambanan, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku UMKM yang berasal dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Sleman dalam mendorong UMKM binaan agar memiliki legalitas usaha sehingga mampu berkembang dan naik kelas. Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin, S.T., M.T., perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman Atabik Ahmad, S.H., Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman Nuradi Wijaya, S.Pd., dan Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., dan Joko Yugiyanto, S.Psi. Dalam sambutannya, Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan UMKM di wilayahnya. "Harapannya ada sumbangsih dari teman-teman UMKM di Kapanewon Prambanan. Nanti akan dijelaskan oleh DPMPTSP mengenai persyaratan yang diperlukan. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sesuai harapan," ujarnya. Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman sekaligus panitia kegiatan, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Kapanewon Berbah. "Peserta kali ini berjumlah 20 orang dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Sebelumnya kami juga bekerja sama dengan DPMPTSP dalam membantu penerbitan NIB bagi UMKM di Kapanewon Berbah," jelasnya. Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman, Kukuh Santoso, menegaskan bahwa kepemilikan NIB menjadi salah satu indikator penting bagi UMKM binaan untuk dapat berkembang menuju kategori usaha yang lebih maju. Menurutnya, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha agar melengkapi berbagai aspek legalitas seperti NIB, PIRT, hingga sertifikasi halal. "Kami ingin membekali UMKM binaan agar mampu go nasional. Karena itu legalitas usaha harus lengkap. Ini menjadi salah satu terobosan BAZNAS Sleman dalam membawa UMKM binaan menjadi lebih profesional dan berdaya saing," katanya. Ia menambahkan, pola bantuan yang diterapkan BAZNAS dilakukan secara bertahap melalui kelompok usaha. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan bantuan berjalan tertib, transparan, serta mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Nuradi Wijaya, mengingatkan pentingnya setiap pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai identitas resmi usaha. Menurutnya, NIB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi sebuah usaha, karena menjadi dasar untuk mengurus berbagai perizinan lain sekaligus membuka peluang memperoleh berbagai program dukungan dari pemerintah. "Kalau usaha sudah memiliki NIB, maka legalitasnya jelas. Selain memberikan rasa aman, NIB juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai bantuan dan program pemerintah. Setelah memiliki NIB, tentu pelaku usaha juga harus terus semangat mengembangkan usahanya," ujarnya. Nuradi juga mengajak pelaku UMKM di wilayah Prambanan memanfaatkan potensi kawasan wisata yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman, Atabik Ahmad, menjelaskan bahwa penerbitan NIB dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikembangkan pemerintah pusat. Ia menyampaikan bahwa NIB kini menjadi dokumen utama legalitas usaha yang proses pembuatannya relatif mudah dengan syarat utama berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain memberikan pendampingan langsung dalam praktik pembuatan akun OSS, DPMPTSP juga memperkenalkan program inovasi layanan Sambang Sambung dan Mas Kliwon yang bertujuan mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat hingga seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman. Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Sleman dan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh legalitas usaha tanpa harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP). Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semakin banyak UMKM binaan yang memiliki legalitas usaha, meningkatkan daya saing produk, memperluas akses terhadap pembiayaan dan program pemerintah, serta mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.***
BERITA18/06/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal
BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal
BAZNAS Kabupaten Sleman turut mendukung pelaksanaan program Nikah Bareng Neng Montor Mabur bertajuk “Tinggal Landas Menuju Halal” yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara, dan Fortais Indonesia, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus STTKD Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 4, Sewon, Bantul, DIY ini diikuti oleh 20 pasangan mempelai. Program tersebut menjadi salah satu perhelatan pernikahan unik di Indonesia karena prosesi akad nikah dilaksanakan di atas pesawat, sekaligus menjadi pernikahan terbanyak di pesawat pertama di Indonesia. Mewakili BAZNAS Kabupaten Sleman, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan turut menjadi saksi kebahagiaan para pasangan yang resmi mengikat janji suci pernikahan. Muhaimin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasangan yang belum memiliki pencatatan pernikahan resmi maupun pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah dengan dukungan fasilitas yang memadai. “Program ini sangat bagus karena memberikan kesempatan bagi pasangan suami istri yang belum mencatatkan pernikahannya maupun pasangan baru untuk menikah secara resmi. Dilaksanakan di tempat yang unik sehingga memberikan kesan mendalam bagi 20 pasangan yang menikah di atas pesawat. Selamat kepada para pengantin yang berbahagia hari ini. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin,” ujar Muhaimin. Menurutnya, program Nikah Bareng Neng Montor Mabur tidak hanya membantu masyarakat dari sisi administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sah secara agama dan negara. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Sekretaris Daerah DIY, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Bupati Bantul, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ketua STTKD Yogyakarta, Ketua Yayasan Citra Dirgantara, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, unsur Forkopimka Sewon, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program kemaslahatan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antar-lembaga diharapkan dapat semakin memperluas manfaat dan menghadirkan layanan sosial yang inovatif, inklusif, serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Program Nikah Bareng Neng Montor Mabur menjadi momentum istimewa di bulan Dzulhijjah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para mempelai, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.***
BERITA08/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran generasi muda dalam gerakan zakat nasional melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan dengan penyaluran bantuan Program Z Coffee kepada Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang diserahkan dalam rangkaian acara Launching Pentasharufan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Perguruan Tinggi Penerima Beasiswa Sleman Pintar di UNISA Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat memiliki mandat untuk mengelola zakat secara efektif, efisien, dan tepat sasaran guna membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kehadiran regulasi pengelolaan zakat merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Tujuan pengelolaan zakat adalah agar dana zakat dan dana sosial keagamaan dapat dikelola secara efektif dan efisien, tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mulai mengenal, memahami, serta membiasakan diri berzakat dan bersedekah sejak dini. Menurutnya, zakat merupakan salah satu pondasi penting dalam sistem ekonomi syariah yang berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan sekaligus jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan. Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki keterkaitan erat dengan ibadah lainnya dalam Islam. Bahkan, perintah zakat kerap disebut berdampingan dengan perintah mendirikan salat dalam Al-Qur’an. “Zakat menjadi jembatan dalam kehidupan sosial umat Islam. Karena itu, salat dan zakat tidak dapat dipisahkan. Melalui zakat, kita belajar berbagi dan peduli terhadap sesama,” katanya. Rizaludin mengungkapkan bahwa saat ini BAZNAS RI memiliki sekitar lima juta donatur dengan sekitar 70 persen di antaranya berasal dari kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran anak muda terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup berbagi dan kepedulian sosial. Untuk memperluas literasi zakat, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program edukasi, termasuk mengenalkan konsep zakat sejak usia dini melalui kegiatan manasik zakat di lingkungan pendidikan. “Zakat adalah salah satu rukun Islam yang sangat penting. Karena itu, literasi zakat perlu diperkuat sejak dini agar tumbuh generasi yang memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS RI juga menitipkan bantuan Program Z Coffee kepada UNISA Yogyakarta dengan nilai bantuan sekitar Rp40 juta. Bantuan tersebut terdiri atas satu unit mesin kopi serta pelatihan barista bagi mahasiswa. Program Z Coffee merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi produktif yang dikembangkan BAZNAS untuk mendukung kemandirian mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan tambahan, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan penghasilan selama menempuh pendidikan. “Di Yogyakarta sudah ada sekitar lima kampus yang menerima bantuan Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan dapat memperoleh tambahan penghasilan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” jelas Rizaludin. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kampus dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas keterampilan sekaligus membuka peluang usaha yang produktif. Melalui berbagai program pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi seperti Z Coffee, BAZNAS berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang nyata bagi masyarakat. Rizaludin juga mengajak generasi muda untuk turut berpartisipasi dalam gerakan zakat nasional melalui kanal digital yang telah disediakan BAZNAS, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.***
BERITA04/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BAZNAS RI melaksanakan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 melalui penyaluran 27 ekor domba kurban kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan di 103 titik Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dipusatkan di Balai Ternak Lumbung Berkah binaan BAZNAS Kabupaten Sleman yang berlokasi di Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (29/5/2026). Sebanyak 27 ekor domba yang dikurbankan terdiri atas 25 ekor domba yang berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi, satu ekor domba dari sedekah kurban BANK Sleman, serta satu ekor domba dari mudhohi asal Kabupaten Sleman. Seluruh daging kurban kemudian ditasharufkan kepada masyarakat di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui sejumlah takmir masjid. Lokasi penyaluran diprioritaskan pada wilayah yang jumlah hewan kurbannya masih sedikit atau bahkan tidak terdapat penyelenggaraan kurban sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Acara dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI Dwi Retno Damayanti beserta tim, Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur Pratama Agung Nugroho, perwakilan BANK Sleman, Panewu Tempel Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., Kepala KUA Tempel Subagyo, jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, takmir masjid penerima manfaat, perwakilan RT/RW setempat, serta tamu undangan lainnya. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerima daging kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor peternakan. Seluruh hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan Balai Ternak Lumbung Berkah yang selama ini mendapatkan pendampingan dan pembinaan melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman. Dana untuk pembelian 25 ekor domba berasal dari penghimpunan sedekah uang kembalian pelanggan Alfamidi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI untuk dibelikan hewan kurban dari peternak binaan BAZNAS Sleman. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa. "Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat melalui peternak-peternak binaan yang tersebar di berbagai daerah," ujarnya. Menurut Sodik, optimalisasi peternakan lokal yang dikelola peternak binaan membuat manfaat kurban menjadi lebih luas karena tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan keberdayaan peternak. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan bahwa Kabupaten Sleman dipercaya menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Alfamidi. "Program ini menjadi wujud nyata kepedulian konsumen Alfamidi yang turut berbagi kebahagiaan Iduladha melalui sedekah kurban untuk masyarakat prasejahtera, masjid, pesantren, panti asuhan, dan komunitas desa di berbagai daerah," katanya. Kriswanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah berpartisipasi melalui program sedekah konsumen sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Secara nasional, program kolaborasi BAZNAS RI dan Alfamidi tahun ini menyalurkan bantuan kurban di sejumlah daerah, di antaranya Sleman, Sumedang, Garut, Lampung Tengah, dan beberapa titik distribusi lainnya melalui program PGN. Bantuan yang disalurkan meliputi 85 ekor domba, 29 ekor sapi kurban, serta lima kurban kaleng untuk para mustahik di berbagai wilayah penerima manfaat. Sementara itu, Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kapanewon Tempel sebagai lokasi pelaksanaan program nasional tersebut. "Kami mewakili masyarakat Tempel mengaturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi kami karena Tempel dipercaya menjadi lokasi penyerahan dan penyembelihan hewan kurban dalam program ini," ujarnya. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi para peternak lokal untuk semakin mengembangkan usaha peternakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan di wilayah Tempel. Dukungan terhadap program ini juga datang dari Alfamidi sebagai mitra penghimpun dana sedekah konsumen. Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Acaranya sangat bagus dan luar biasa karena sangat mengena kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan sebagian uang kembalian belanja mereka sehingga dapat terkumpul dan dikelola dengan baik oleh BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya. Pratama berharap kolaborasi antara Alfamidi dan BAZNAS dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut. Perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti, juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program Sedekah Konsumen Alfamidi. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kolaborasi yang luar biasa. Kami dapat melihat secara langsung kebahagiaan penerima manfaat ketika menerima daging kurban dari program Sedekah Konsumen Alfamidi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya. Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para peternak binaan BAZNAS Sleman. Salah satu peternak Balai Ternak Lumbung Berkah, Waluyo, mengaku pendampingan yang diberikan BAZNAS telah membantu meningkatkan kualitas ternak sekaligus memperluas akses pemasaran. "Sebelum didampingi BAZNAS masih banyak hal yang belum kami pahami, baik terkait peningkatan kualitas ternak maupun pemasaran. Setelah mendapatkan pendampingan, kami sangat terbantu. Alhamdulillah ternak kami dapat terjual dengan baik dan tahun ini hewan ternak kami dibeli melalui kerja sama BAZNAS dan Alfamidi. Semoga BAZNAS dan Alfamidi selalu diberikan keberkahan," tuturnya. Proses penyembelihan 27 ekor domba dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., bersama tim penyembelih di Balai Ternak Lumbung Berkah. Setelah proses penyembelihan dan pengemasan selesai, daging kurban didistribusikan kepada 351 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui jaringan takmir masjid. Selain dibagikan kepada masyarakat sekitar Balai Ternak Lumbung Berkah, daging kurban juga diantarkan langsung ke rumah-rumah warga. Salah satu lokasi penyaluran berada di Dusun Watu Pecah, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, dengan pendampingan Takmir Masjid Al Amin, Ngadimin, serta Lurah Pondokrejo, R. Widiyatma, S.E. Keikutsertaan Balai Ternak Lumbung Berkah dalam Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 menjadi bukti bahwa program pemberdayaan peternakan yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Sleman mampu menghasilkan ternak berkualitas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak binaan. Melalui program ini, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.***
BERITA03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI dan Alfamidi Apresiasi BAZNAS Sleman dalam Penyaluran Program Sedekah Konsumen 2026
BAZNAS RI dan Alfamidi Apresiasi BAZNAS Sleman dalam Penyaluran Program Sedekah Konsumen 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari BAZNAS RI dan Alfamidi atas keberhasilannya mendukung pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 sekaligus menyalurkan Program Sedekah Konsumen Alfamidi kepada masyarakat yang membutuhkan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penyembelihan dan penyaluran 27 ekor domba kurban di Balai Ternak Lumbung Berkah, Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel, Jumat (29/5/2026). Perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang telah dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Sleman. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kolaborasi yang luar biasa dalam pelaksanaan Program Sedekah Konsumen Alfamidi. Teman-teman BAZNAS Sleman terus memberikan dukungan, supervisi, dan terlibat langsung dalam penyaluran kepada penerima manfaat,” ujarnya. Menurut Dwi, penerima manfaat merasakan kebahagiaan ketika menerima daging kurban yang berasal dari dana sedekah konsumen Alfamidi. “Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” katanya. Apresiasi serupa juga disampaikan Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho. “Kegiatan ini sangat bagus dan benar-benar mengena kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan kembalian belanja mereka sehingga dapat dikelola dengan baik oleh BAZNAS dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya. Pratama berharap kerja sama antara Alfamidi dan BAZNAS dapat terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Program Sedekah Konsumen Alfamidi sendiri menghimpun dana dari donasi uang kembalian pelanggan Alfamidi yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI dalam bentuk program kurban. Di Kabupaten Sleman, dana tersebut digunakan untuk membeli 25 ekor domba dari peternak binaan BAZNAS Sleman. Kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Alfamidi, dan berbagai pihak lainnya menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan manfaat ganda, yaitu membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memberdayakan peternak lokal melalui program ekonomi berbasis zakat.**
BERITA03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Berdayakan Peternak, 25 Domba Balai Ternak Lumbung Berkah Dibeli untuk Program Kurban Nasional
BAZNAS Sleman Berdayakan Peternak, 25 Domba Balai Ternak Lumbung Berkah Dibeli untuk Program Kurban Nasional
Program pemberdayaan peternak yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui Balai Ternak Lumbung Berkah kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 25 ekor domba hasil peternak binaan berhasil dibeli oleh BAZNAS RI untuk Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Balai Ternak Lumbung Berkah yang berlokasi di Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel merupakan bagian dari Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis, manajemen peternakan, hingga akses pemasaran. “Program ini menjadi bentuk nyata bagaimana zakat dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Peternak binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujarnya. Salah satu peternak binaan Balai Ternak Lumbung Berkah, Waluyo, mengaku merasakan manfaat besar dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman. “Sebelum mendapat pendampingan, kami masih banyak kekurangan dalam pengelolaan ternak maupun pemasaran. Setelah didampingi BAZNAS, kami sangat terbantu menghasilkan ternak yang lebih sehat dan memiliki akses penjualan yang lebih baik,” katanya. Menurut Waluyo, pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman turut membantu peternak mendapatkan kepastian pasar pada momentum Iduladha. “Alhamdulillah tahun ini ternak kami terjual dengan baik. Bahkan produk peternak kami dibeli melalui kerja sama BAZNAS dan Alfamidi. Kami sangat bersyukur dan berharap BAZNAS serta Alfamidi terus diberi keberkahan,” ujarnya. Melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga para peternak yang memperoleh peningkatan pendapatan dari hasil ternaknya. Keberhasilan Balai Ternak Lumbung Berkah memasok ternak untuk program nasional tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan yang dijalankan BAZNAS Sleman mampu menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Sembelih 27 Domba di Balai Ternak, Program Kurban Berkah BAZNAS RI dan Alfamidi, 351 Warga Terima Manfaat
BAZNAS Sleman Sembelih 27 Domba di Balai Ternak, Program Kurban Berkah BAZNAS RI dan Alfamidi, 351 Warga Terima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang digelar oleh BAZNAS RI bersama Alfamidi. Sebanyak 27 ekor domba dikurbankan dan dagingnya disalurkan kepada 351 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman. Kegiatan penyembelihan dilaksanakan di Balai Ternak Lumbung Berkah, Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (29/5/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BAZNAS RI, Alfamidi, BANK Sleman, Panewu Tempel, takmir masjid penerima manfaat, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman. Sebanyak 25 ekor domba berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi yang dikelola BAZNAS RI. Sementara satu ekor domba berasal dari BANK Sleman dan satu ekor lainnya merupakan kurban dari mudhohi asal Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat kurban bagi masyarakat yang membutuhkan. “Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian konsumen Alfamidi yang turut berbagi kebahagiaan Iduladha melalui sedekah daging kurban untuk masyarakat prasejahtera, masjid, pesantren, panti asuhan, dan komunitas desa,” ujarnya. Menurut Kriswanto, lokasi penyaluran diprioritaskan pada wilayah yang jumlah hewan kurbannya terbatas bahkan tidak terdapat penyelenggaraan kurban sehingga manfaat yang diterima masyarakat dapat lebih merata. Usai penyembelihan, daging kurban langsung didistribusikan oleh BAZNAS RI, BAZNAS Sleman, Alfamidi melalui takmir masjid kepada masyarakat penerima manfaat. Salah satu lokasi distribusi berada di Dusun Watu Pecah, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel. Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., mengapresiasi dipilihnya Tempel sebagai lokasi pelaksanaan program nasional tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih karena Tempel dipercaya menjadi lokasi penyaluran kurban. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memotivasi masyarakat dan peternak untuk mengembangkan usaha peternakan sekaligus meningkatkan semangat berkurban di masa mendatang,” katanya. Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 merupakan bagian dari gerakan nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan di 103 titik balai ternak di 15 provinsi sebagai upaya menghadirkan manfaat kurban sekaligus memberdayakan masyarakat desa.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Jadi Titik Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, 25 Domba Peternak Binaan Disalurkan untuk Masyarakat
BAZNAS Sleman Jadi Titik Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, 25 Domba Peternak Binaan Disalurkan untuk Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang digelar oleh BAZNAS RI di berbagai daerah di Indonesia. Melalui Balai Ternak Lumbung Berkah yang berlokasi di Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, program ini turut memberdayakan peternak binaan sekaligus menghadirkan manfaat kurban bagi masyarakat desa. Sebagai bagian dari program nasional yang dilaksanakan di 103 titik balai ternak BAZNAS di 15 provinsi, BAZNAS RI membeli sebanyak 25 ekor domba dari peternak yang tergabung dalam Balai Ternak Lumbung Berkah BAZNAS Sleman. Selain itu, satu ekor domba dibeli oleh mudhohi asal Sleman dan satu ekor lainnya dibeli oleh BANK Sleman untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Sleman. Program ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan yang selama ini dikembangkan BAZNAS. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman. Dana kurban yang digunakan untuk pembelian 25 ekor domba tersebut berasal dari program penghimpunan sedekah uang kembalian pelanggan Alfamidi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI untuk dibelikan hewan kurban dari peternak binaan BAZNAS Sleman. Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Balai Ternak Lumbung Berkah pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti beserta tim, serta disaksikan oleh Marketing Manager Alfamidi wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam rilis resminya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui program tersebut, BAZNAS RI mengoptimalkan hasil peternakan lokal yang dikelola peternak binaan sehingga manfaat kurban tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan keberdayaan para peternak. "Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat melalui peternak-peternak binaan yang tersebar di berbagai daerah," ujar Sodik dalam keterangan resminya. Usai penyembelihan, daging kurban langsung didistribusikan kepada warga sekitar Balai Ternak Lumbung Berkah dan masyarakat kurang mampu di wilayah Sleman. Penyaluran dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata. Keikutsertaan Balai Ternak Lumbung Berkah dalam Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 menunjukkan bahwa program pemberdayaan peternakan yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Sleman mampu menghasilkan ternak berkualitas sekaligus membuka peluang pasar bagi peternak binaan. Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →