WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah. BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho. RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”. Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel. Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN. “Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin. Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026. Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun. Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat. Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet. Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA. Perkuat Standar Tata Kelola Zakat Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian. Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL. RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027. Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***
BERITA03/11/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial. Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat. “Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi. Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat. Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut. Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat. “Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya. Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman. Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS. Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik. Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial. Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing. Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***
BERITA30/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan. Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta. Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan. Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat. Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027. Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan. “Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi. Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik. Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ. Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan. Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan. Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD. Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***
BERITA29/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik. Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026). Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an. Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah. Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri. Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik. “Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak. Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat. Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter. Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman. “Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya. Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup. Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd. Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M. Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i. Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik. BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ. Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an. Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda. Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***
BERITA28/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren
Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman. Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026). Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri. Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat. KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau. Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa. Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman. “Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar. Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat. Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman. Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif. Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***
BERITA22/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Perkuat Pembinaan UPZ Sekolah dan Madrasah, Tegaskan Batas Pengajuan Hak Akses 60 Persen
BAZNAS Kabupaten Sleman Perkuat Pembinaan UPZ Sekolah dan Madrasah, Tegaskan Batas Pengajuan Hak Akses 60 Persen
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah/Madrasah se-Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Lantai 3 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), meningkatkan kinerja UPZ, serta mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pendidikan di Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman yang diwakili Analis Kelembagaan pada Seksi Kelembagaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat, H. Suherman Soleh, S.Pd. Hadir pula para kepala sekolah, pengurus dan bendahara UPZ SMP Negeri, MTs Negeri, MAN, serta perwakilan UPZ SD dan TK di Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ sekolah dan madrasah atas komitmen mereka dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan. Muhyi memaparkan, sepanjang 2025 BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar dengan penyaluran atau pentasharufan mencapai Rp12,1 miliar. Sementara itu, selama Januari–September 2026, penghimpunan mencapai Rp12,1 miliar dan penyaluran sebesar Rp9,5 miliar, termasuk dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi UPZ sekolah dan madrasah sebagai mitra strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. “Capaian ini tidak lepas dari kontribusi UPZ sekolah yang menjadi mitra strategis dalam gerakan zakat di Kabupaten Sleman,” ujar Muhyi. Ia menekankan pentingnya optimalisasi kinerja UPZ sesuai dengan potensi masing-masing satuan pendidikan. Selain itu, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan dana berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel. Muhyi juga mendorong peningkatan literasi zakat di lingkungan sekolah agar guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik semakin memahami pentingnya zakat serta manfaatnya bagi kesejahteraan umat. BAZNAS Sleman Ingatkan Pengajuan Hak Akses 60 Persen Dana ZIS Dalam forum tersebut, Muhyi kembali mengingatkan bahwa UPZ sekolah dan madrasah memiliki hak akses sebesar 60 persen dari dana ZIS yang dihimpun untuk mendukung program kemaslahatan, khususnya Program Sleman Cerdas. Ia mengimbau seluruh UPZ agar segera menyusun dan mengajukan proposal pemanfaatan hak akses tersebut paling lambat 30 Oktober 2026. “Seluruh UPZ sekolah kami imbau segera menyusun dan mengajukan proposal hak akses 60 persen paling lambat 30 Oktober 2026. Proposal yang masuk setelah tanggal tersebut tidak dapat diproses dalam tahun anggaran berjalan,” tegasnya. Pengajuan proposal tepat waktu diharapkan dapat membantu sekolah dan madrasah merencanakan program kemaslahatan secara lebih terarah, sekaligus memastikan pemanfaatan dana ZIS berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan penerima manfaat. Dinas Pendidikan Dorong Penguatan Karakter dan Kesadaran Berzakat Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, H. Suherman Saleh, S.Pd., menyampaikan pentingnya membangun kesadaran berzakat sebagai bagian dari penguatan karakter dan tanggung jawab sosial di lingkungan pendidikan. Ia mengajak para pengelola pendidikan untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun generasi yang memiliki ketakwaan, kepedulian sosial, dan karakter yang baik. Menurutnya, pendidikan perlu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian terhadap sesama. “Anak-anak kita ingin menjadi generasi yang sukses. Karena itu, ilmu dan takwa harus berjalan beriringan. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga hatinya,” pesannya. Ia juga mengajak para pengurus UPZ untuk terus memperkuat semangat berbagi dan menumbuhkan kesadaran bahwa harta yang dimiliki mengandung tanggung jawab sosial. Melalui pengelolaan zakat yang baik, lingkungan pendidikan diharapkan dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemenag Sleman Tekankan Sinergi untuk Mewujudkan Sleman Religius Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) dan satuan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Kabupaten Sleman yang agamis. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang religius. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Kemenag, BAZNAS, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Pengelolaan zakat merupakan tugas yang mulia dan penting. Kita perlu memastikan pengelolaan zakat di lingkungan masing-masing berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ungkap Nadhif. Ia juga mengajak para ASN Muslim untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat, termasuk dengan menyisihkan penghasilan sesuai ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku. Nadhif menilai, penguatan zakat, pendidikan keagamaan, dan pembiasaan membaca Al-Qur’an bagi peserta didik perlu berjalan beriringan untuk mendukung visi Kabupaten Sleman sebagai daerah yang religius. Pembinaan UPZ dan Pemanfaatan Hak Akses Menjadi Materi Utama Setelah sesi sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan materi tentang Pembinaan UPZ dan Pembaruan Data UPZ. Materi tersebut menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, pembaruan data, serta peningkatan tertib administrasi agar UPZ dapat menjalankan fungsi penghimpunan zakat secara optimal. Selanjutnya, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan materi mengenai Pentasharufan Program UPZ: Hak Akses 60 Persen. Materi ini membahas pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung program kemaslahatan, terutama Program Sleman Cerdas, melalui mekanisme pengajuan proposal yang sesuai dengan ketentuan. Sesi pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama para peserta. Melalui kegiatan Rakor dan Pembinaan UPZ Sekolah/Madrasah ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat, tata kelola ZIS semakin tertib dan akuntabel, serta pemanfaatan dana zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak seluruh UPZ sekolah dan madrasah untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan, menjaga amanah pengelolaan dana umat, serta memanfaatkan hak akses sesuai ketentuan demi mendukung terwujudnya Sleman yang cerdas, sejahtera, dan berkeadilan.***
BERITA21/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Hari Santri 2026 di Sleman, 1.000 Santri Dijadwalkan Ikuti Rangkaian Kegiatan
Hari Santri 2026 di Sleman, 1.000 Santri Dijadwalkan Ikuti Rangkaian Kegiatan
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman mematangkan persiapan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 melalui kegiatan technical meeting yang berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis, koordinasi antarpanitia, serta kelancaran seluruh rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili Sekretaris Arif Hidayat. Pertemuan turut melibatkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag Kabupaten Sleman, Kepala Tim Kerja Bina Mental Spiritual Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda, serta perwakilan pondok pesantren peserta upacara. Tema Hari Santri Nasional 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman direncanakan melibatkan 33 pondok pesantren dengan total sekitar 1.000 santri, termasuk unsur ofisial. Selain itu, kegiatan akan dihadiri sekitar 150 tamu undangan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), panewu, Kantor Urusan Agama (KUA), organisasi kemasyarakatan Islam, dan pimpinan pondok pesantren. Tiga Agenda Utama Peringatan Hari Santri Sleman 2026 Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sleman akan diisi tiga agenda utama, yakni Salat Istisqa, upacara atau apel Hari Santri, serta performance show santri yang menampilkan kreativitas dan potensi para santri. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Salat Istisqa menjadi pembuka rangkaian acara sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan kepada Allah SWT. Setelah salat selesai, para peserta akan melanjutkan kegiatan dengan mengikuti upacara Hari Santri di lapangan yang sama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan santri. Melalui technical meeting ini, panitia membahas pengaturan kehadiran peserta, pembagian kelompok upacara, mekanisme administrasi pondok pesantren, serta kesiapan sarana pendukung agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. BAZNAS Sleman Dukung Santri melalui Program Santri Preneur Selain mendukung persiapan peringatan Hari Santri, BAZNAS Kabupaten Sleman juga berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi di lingkungan pondok pesantren melalui Program Santri Preneur. Pada tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk setiap pondok pesantren penerima manfaat dalam program tersebut. Tahun ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan Program Santri Preneur sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan mengembangkan jiwa kewirausahaan santri. Program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi santri untuk mengembangkan keterampilan usaha serta meningkatkan kapasitas ekonomi secara berkelanjutan. Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga mendorong lahirnya santri yang mandiri, kreatif, dan produktif. Melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Agama, dan pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat berlangsung khidmat sekaligus memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan masyarakat.***
BERITA16/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak 45 mualaf dampingan Pendamping Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) dari 15 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Wisata Religi Mualaf ke sejumlah pusat pembinaan keislaman di Bandung, Jawa Barat, pada 10–12 Oktober 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Sleman Taqwa untuk memperkuat akidah, meningkatkan keimanan, serta membangun kedekatan para mualaf dengan lingkungan dan komunitas Muslim. Selain 45 mualaf, kegiatan ini diikuti 15 pendamping PAIF sehingga total peserta mencapai 60 orang. Setiap PAIF mendampingi tiga mualaf dalam perjalanan yang dirancang tidak hanya sebagai wisata religi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta jajaran staf pelaksana turut mengantarkan rombongan yang berangkat menggunakan dua bus menuju Bandung. Selama tiga hari, rombongan mengunjungi tiga lokasi utama, yakni Pondok Pesantren (PP) Daarut Tauhid, Masjid Lautze 2, dan Masjid Al Jabbar. Ketiga lokasi tersebut memberikan pengalaman yang beragam, mulai dari mengikuti kajian keislaman bersama tokoh agama, mengenal komunitas pembinaan mualaf, hingga mengunjungi salah satu ikon wisata religi di Kota Bandung. Mengikuti Qiyamul Lail dan Kajian Bersama Aa Gym di Daarut Tauhid Destinasi pertama rombongan adalah PP Daarut Tauhid di Gegerkalong Girang, Bandung, yang diasuh oleh K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal sebagai Aa Gym. Rombongan tiba pada Ahad dini hari, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Setibanya di lokasi, peserta langsung mengikuti qiyamul lail dan doa bersama, kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah. Suasana di kompleks Daarut Tauhid tampak ramai oleh jamaah yang memenuhi area masjid hingga jalan dan lorong di sekitarnya. Pada waktu yang sama, Daarut Tauhid tengah menyelenggarakan kegiatan Malam Bina dan Takwa (Mabit). Usai salat Subuh, rombongan melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Ma’tsurat dalam dzikir pagi bersama, kemudian mengikuti pengajian Ahad Pagi bersama Aa Gym. Karena jumlah jamaah yang hadir cukup banyak, rombongan BAZNAS Sleman semula menempati area di pinggir jalan yang masih termasuk kawasan Daarut Tauhid. Panitia kemudian memberikan kesempatan kepada rombongan untuk memasuki masjid secara bergiliran agar peserta dapat mengikuti kajian dari jarak lebih dekat. Dalam sesi tanya jawab, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dan salah seorang peserta mualaf berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Aa Gym. Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian khusus mualaf bersama Ustaz Koh Anugrah Ong selama kurang lebih 2 jam. Sesi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman dan memperoleh penguatan dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim. Setelah kajian, rombongan menikmati sarapan di area cottaqe Daarut Tauhid bersama para peserta lainnya. Masjid Lautze 2, Ruang Berbagi dan Menemukan Keluarga Baru Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong Nomor 27, kawasan Braga, Bandung. Masjid yang dikelola Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan dan rumah singgah mualaf di Bandung. Kedatangan rombongan BAZNAS Sleman disambut hangat oleh pengurus masjid, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Rahmat Nugraha atau yang akrab disapa Koko Rahmat. Sambutan tersebut menjadi awal dari perjumpaan yang penuh keakraban antara para mualaf dari Sleman dan komunitas mualaf di Masjid Lautze 2. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan menyimak kisah perjalanan keislaman sejumlah mualaf yang menjadi jamaah Masjid Lautze 2. Pengalaman-pengalaman tersebut membuka ruang untuk saling belajar, berbagi tantangan, dan menguatkan satu sama lain dalam menjalani kehidupan beragama. Para mualaf dari Sleman dan Bandung pun berbaur dalam suasana kekeluargaan. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kedekatan. Sebaliknya, pertemuan ini menghadirkan kesempatan bagi para peserta untuk memperluas jejaring persaudaraan dan merasakan dukungan dari sesama Muslim. Rangkaian kegiatan di Masjid Lautze 2 ditutup dengan makan bersama dan salat Zuhur berjamaah. Masjid Al Jabbar, Menutup Perjalanan dengan Wisata Religi Destinasi terakhir adalah Masjid Raya Al Jabbar di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi Jawa Barat ini memiliki perpaduan arsitektur modern, Sunda, dan Utsmaniyah, dengan empat menara yang menjadi ciri khas bangunannya. Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh waktu untuk beristirahat, menikmati suasana masjid, serta mengagumi keindahan arsitektur dan kawasan sekitarnya pada sore hari. Kunjungan ini menjadi penutup perjalanan wisata religi sebelum rombongan bertolak kembali menuju Kabupaten Sleman, dengan singgah untuk beristirahat, salat, makan, dan membeli oleh-oleh. BAZNAS Sleman Perkuat Pendampingan Mualaf melalui Program Sleman Taqwa Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, berharap kegiatan Wisata Religi Mualaf dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para peserta, tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masing-masing. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para mualaf semakin mantap dalam akidah, bertambah pemahaman keislamannya, dan semakin kuat dalam menjalankan ibadah. Mereka juga perlu merasakan bahwa ada saudara-saudara seiman yang siap mendampingi, mendukung, dan menjadi tempat berbagi dalam perjalanan mereka mengenal serta mengamalkan Islam,” demikian harapan Muhyi. Ia juga berharap pengalaman bertemu dengan para pembina, mengikuti kajian, dan berbagi cerita dengan sesama mualaf dapat menjadi bekal untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Melalui program Sleman Taqwa, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung penguatan kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk melalui pembinaan mualaf yang berkesinambungan. Sinergi dengan PAIF dan KUA di 15 kapanewon menjadi bagian penting dalam mendampingi para mualaf agar semakin memahami ajaran Islam, memperkuat keimanan, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Wisata Religi Mualaf ke Bandung ini menegaskan bahwa pendampingan mualaf tidak berhenti pada pengenalan ajaran agama, tetapi juga mencakup penguatan spiritual, dukungan sosial, dan pembentukan persaudaraan. Dengan demikian, para mualaf di Kabupaten Sleman diharapkan semakin percaya diri menjalani kehidupan sebagai Muslim dan terus bertumbuh dalam keimanan.***
BERITA12/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kenang-kenangan berupa karya kaligrafi dari salah satu peserta Festival Kaligrafi ke-13 Tahun 2026 se-Jawa yang diselenggarakan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Jogja Kaligrafi. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap terselenggaranya ajang kompetisi seni kaligrafi tersebut. Kenang-kenangan diserahkan langsung oleh Direktur LKP Jogja Kaligrafi, Moh. Nur Solikin, kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Kamis (8/10/2026). Solikin menyampaikan terima kasih atas bantuan dana yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung terselenggaranya festival Kaligrafi se-Jawa yang berlangsung pada Ahad (20/9/2026) di Komplek Sultan Agung, Jalan Kaliurang Km 7, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya untuk acara Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa pada tanggal 20 September 2026 kemarin. Alhamdulillah, acara berjalan lancar,” ungkap Solikin. Sebagai ungkapan terima kasih, Solikin menyerahkan karya kaligrafi hasil karya salah satu peserta Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa. Karya tersebut mendapat apresiasi dari Muhyi Darmaji yang menyambut langsung penyerahan kenang-kenangan tersebut. Muhyi mengapresiasi hasil karya kaligrafi yang dinilainya memiliki keindahan dan nilai seni. Sebagai bentuk penghargaan, BAZNAS Kabupaten Sleman kemudian memasang karya tersebut di ruang pertemuan kantor. Muhyi berharap, dukungan terhadap kegiatan positif seperti lomba kaligrafi dapat terus dilakukan untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan prestasi. “Semoga ke depan BAZNAS Sleman bisa terus men-support kegiatan positif seperti Festival Kaligrafi yang telah dilaksanakan. Semoga mampu mencetak generasi penghasil karya seni kaligrafi yang lebih banyak dan berprestasi,” ungkap Muhyi. Festival Kaligrafi se-Jawa Jadi Wadah Pengembangan Bakat Festival Kaligrafi ke-13 Tahun 2026 se-Jawa diselenggarakan oleh LKP Jogja Kaligrafi pada Ahad, 20 September 2026, pukul 07.00–16.00 WIB. Tidak hanya dari Yogyakarta, peserta juga terdiri dari berbagai wilayah, di antaranya Ponorogo, Surakarta, Klaten, Salatiga, dan Magelang. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga masyarakat umum untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan keterampilan di bidang seni kaligrafi. Festival tersebut menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, meliputi lomba mewarnai untuk siswa SD/MI kelas 1–3, Kaligrafi A untuk siswa SD/MI kelas 4–6, Kaligrafi B untuk siswa SMP/MTs putra dan putri, Kaligrafi C untuk siswa SMA/SMK/MA putra dan putri, Kaligrafi D untuk kategori umum, serta lomba menulis Arab atau kitabah untuk umum. Melalui beragam kategori tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan, menyalurkan kreativitas, serta memperoleh pengalaman berkompetisi dalam bidang seni Islam. LKP Jogja Kaligrafi Gelar Pelatihan Gratis di TPA Sleman Selain menyelenggarakan festival dan membina peserta lomba, LKP Jogja Kaligrafi juga mengadakan pelatihan kaligrafi gratis di sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kabupaten Sleman. Menurut Solikin, kegiatan pelatihan dilaksanakan secara bergiliran di TPA yang telah mendaftar sebelumnya, terutama selama bulan Ramadan. Program tersebut bertujuan mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan positif sekaligus mengenalkan seni kaligrafi sejak dini. “Untuk kuota Ramadan tahun depan, alhamdulillah sudah penuh. Jadi, kami memang menyelenggarakannya secara gratis untuk mengisi waktu luang anak-anak saat Ramadan,” ujar Solikin. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk mempelajari seni kaligrafi, mengembangkan keterampilan, dan menemukan potensi yang dapat terus diasah. Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap terselenggaranya Festival Kaligrafi ke-13 se-Jawa yang diselenggarakan LKP Jogja Kaligrafi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kegiatan positif di masyarakat. Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, semakin banyak generasi muda diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.***
BERITA09/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
Penyintas gempa bumi di Desa Waso, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dapat menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Sebelumnya, mereka harus bertahan di tenda darurat beralaskan terpal setelah rumah mereka terdampak gempa. Pembangunan huntara tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam membantu masyarakat terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan pascabencana. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, pembangunan huntara diharapkan dapat membantu penyintas gempa kembali menata kehidupan bersama keluarga setelah mengalami bencana. “Kami berharap Huntara dan fasilitas yang dibangun ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta membangkitkan kembali semangat para korban untuk menata kehidupan pascabencana,” kata Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026). Bagi warga penerima manfaat, kehadiran huntara memberikan perubahan berarti setelah sebelumnya harus tinggal di tempat penampungan darurat dengan fasilitas terbatas. Salah seorang penerima manfaat, Jalaluddin (33), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan hunian sementara dari BAZNAS. Menurutnya, meskipun bersifat sementara, hunian tersebut sudah memberikan tempat tinggal yang jauh lebih layak bagi dirinya dan keluarga. “Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu kami mendapatkan hunian. Walaupun ini hunian sementara, ini sangat layak bagi kami. Sebelumnya kami hidup di dalam tenda beralaskan terpal,” ujar Jalaluddin. Ia menambahkan, bantuan BAZNAS tidak hanya berupa hunian, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar dan fasilitas ibadah yang dibutuhkan masyarakat Desa Waso setelah gempa. “Bantuan ini sangat berguna bagi kami dan sangat membantu bagi kekurangan-kekurangan kami pascagempa NTT ini. Semoga kebaikan para muzaki dan teman-teman BAZNAS dilipatgandakan oleh Allah SWT,” tuturnya. BAZNAS Hadirkan Fasilitas Pendukung Pemulihan Pascagempa Selain membangun hunian sementara, BAZNAS RI juga menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT. Fasilitas tersebut meliputi masjid darurat, sekolah darurat, jembatan darurat, hingga pembangunan sumur bor. Penyediaan berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, pendidikan, akses penghubung antarwilayah, hingga ketersediaan air bersih. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan membangun kehidupan yang lebih baik. Kisah penyintas gempa di Desa Waso juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Salurkan Sedekah untuk Membantu Sesama Masyarakat dapat turut berpartisipasi membantu penyintas bencana melalui sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Dukungan dari para muzaki dan masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan sedekah terbaik melalui tautan resmi berikut: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah Bersama BAZNAS, kepedulian yang ditunaikan dapat menjadi dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.***
BERITA09/10/2026 | Humas
BAZNAS Sleman dan TP PKK Kolaborasi Siapkan Bantuan Sembako untuk Lansia Kurang Mampu
BAZNAS Sleman dan TP PKK Kolaborasi Siapkan Bantuan Sembako untuk Lansia Kurang Mampu
BAZNAS Kabupaten Sleman membuka peluang kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sleman untuk mendukung program kepedulian terhadap lanjut usia (lansia) kurang mampu. Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Kabupaten Sleman di Menara Masjid Agung Sleman lantai 1, Rabu (30/10/2026). Audiensi dihadiri Ketua dan anggota Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman yang berjumlah enam orang. Rombongan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., bersama dua staf pelaksana. Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan inovasi program Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman melalui kolaborasi dengan BAZNAS, khususnya dalam memberikan bantuan sembako kepada lansia yang membutuhkan. Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman, Theresia Oktirawati, atau yang akrab disapa Bu Hera, mengatakan kegiatan pemberian bantuan tersebut direncanakan berlangsung pada 24 November 2026 di Kapanewon Pakem. Kegiatan sekaligus diarahkan sebagai soft launching program inovasi Pokja 1. “Jadi kami ingin bekerja sama untuk memberikan bantuan bagi lansia kurang mampu. Sekaligus itu merupakan soft launching dari program inovasi Pokja 1,” ujar Hera. Dorong Kepedulian terhadap Lansia Hera menjelaskan, Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman memiliki dua program utama, yaitu Pengamalan Pancasila dan Peduli Lansia. Program Peduli Lansia tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan dan aktivitas keagamaan lansia. Beberapa kegiatan yang direncanakan dalam program tersebut antara lain senam, pemeriksaan kesehatan, mengaji, belajar Iqra, serta kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Melalui audiensi dengan BAZNAS Kabupaten Sleman, Pokja 1 berharap dapat membangun sinergi dalam membantu lansia kurang mampu sekaligus memperluas manfaat program di masyarakat. BAZNAS Sleman Siap Upayakan Dukungan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyambut baik audiensi Pokja 1 TP PKK Kabupaten Sleman. Ia mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang ditawarkan untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok lansia yang membutuhkan. Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman akan berupaya menyesuaikan dukungan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. “Saya nderek untuk kepentingan PKK, semoga masih bisa menyisihkan. Karena kami sudah membuat perubahan anggaran di tahun ini. Yang lebih besar proporsinya untuk program rehab RTLH dan bantuan UMKM Produktif. Mudah-mudahan masih ada anggaran yang sesuai diajukan oleh Pokja,” ungkap Muhyi. Dalam audiensi tersebut, Pokja 1 mengusulkan bantuan sembako senilai Rp100.000 per paket untuk 100 penerima manfaat, dengan total pengajuan sebesar Rp10 juta. Hera menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak harus seluruhnya dipenuhi oleh BAZNAS Kabupaten Sleman. Rencananya, pembagian bantuan akan menyasar lansia di lima wilayah kapanewon, dengan masing-masing wilayah memperoleh alokasi bantuan sesuai rencana kegiatan. Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Kapanewon Cangkringan, Pakem, dan Ngemplak. Dalam skema awal, setiap kapanewon direncanakan menerima 10 paket sembako. Menanggapi usulan tersebut, Muhyi menyampaikan komitmen untuk mengupayakan dukungan minimal 50 paket sembako. Untuk proses selanjutnya, Pokja 1 diminta segera menyampaikan pengajuan secara resmi melalui surat dan proposal agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di BAZNAS Kabupaten Sleman. Perkuat Kolaborasi untuk Masyarakat Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan TP PKK Kabupaten Sleman diharapkan tidak berhenti pada rencana pemberian bantuan sembako. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kepedulian terhadap lansia sekaligus menghadirkan program yang lebih berkelanjutan. Kedua pihak berharap kerja sama serupa dapat terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan bantuan. Kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dana ZIS bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***
BERITA08/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan Kemenag Bahas Persiapan Hari Santri Nasional 2026
BAZNAS Sleman dan Kemenag Bahas Persiapan Hari Santri Nasional 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi persiapan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kesra Kantor Setda Kabupaten Sleman, Selasa (6/10/2026). Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026. Tahun ini, peringatan HSN mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Rapat dihadiri Kakan Kemenag Kabupaten Sleman Nadhif, S.Ag., M.Si. beserta jajaran, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyoto Widodo, S.Sos., M.AP. beserta jajaran, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. bersama jajaran. Persiapan Rangkaian Hari Santri Nasional Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda yang berkaitan dengan pelaksanaan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sleman. Salah satu agenda utama adalah pelaksanaan upacara atau apel Hari Santri yang akan digelar di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada 22 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut akan melibatkan 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman. Masing-masing pondok pesantren direncanakan mengikutsertakan sekitar 30 santri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Selain upacara atau apel, rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada pondok pesantren. Setiap pondok pesantren akan memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta, dengan penyerahan yang direncanakan setelah upacara dan sebelum pelaksanaan karnaval. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap keberadaan pondok pesantren dan diharapkan dapat mendorong pesantren untuk semakin berkembang serta memiliki kemandirian. Penguatan Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan Rapat koordinasi juga membahas sejumlah agenda lain yang berkaitan dengan bidang keagamaan dan pendidikan Islam di Kabupaten Sleman. Di antaranya pembahasan terkait personel Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta perubahan sistem Taman Pendidikan Al-Qur'an dan Baca Al-Qur'an (TBQ) dari sistem kuota menuju penilaian kualitas melalui seleksi tingkat kabupaten. Dalam pembahasan tersebut, terdapat sekitar 700 calon wisudawan yang menjadi bagian dari agenda TBQ. Selain itu, turut dibahas kondisi 52 guru swasta yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk kebutuhan dukungan sebesar Rp800 ribu. Dorong Partisipasi dalam Peringatan Hari Santri Dalam persiapan pelaksanaan HSN 2026, turut dibahas arahan mengenai penggunaan pakaian muslim pada momentum Hari Santri. Ketentuan terkait pakaian atau busana santri juga akan disampaikan melalui surat edaran (SE) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan. Melalui koordinasi lintas instansi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung pelaksanaan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk memperkuat peran santri, pondok pesantren, serta masyarakat dalam kehidupan keagamaan dan pembangunan daerah. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diharapkan dapat berlangsung tertib dan memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kontribusi serta semangat dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.***
BERITA07/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Ketua BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat untuk Perkuat Kesejahteraan dan Kurangi Kemiskinan
Ketua BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat untuk Perkuat Kesejahteraan dan Kurangi Kemiskinan
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., mengajak masyarakat muslim di Kabupaten Sleman untuk semakin meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat. Menurutnya, zakat tidak hanya merupakan kewajiban umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan membantu mengurangi persoalan kemiskinan. Muhyi menyampaikan, amanah sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, sesuai ketentuan syariat serta koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Mengemban amanah itu memang tidak semuanya dirasa nikmat. Tetapi kalau amanah dijalani dengan sepenuh hati, sesuai koridor dan aturan perundang-undangan, insyaallah akan berjalan dengan sebaik mungkin,” ujar Muhyi saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menegaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berikhtiar menjalankan amanah pengelolaan zakat untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendorong masyarakat yang telah memiliki kemampuan ekonomi dan memenuhi ketentuan zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui lembaga pengelola zakat yang resmi. Menurut Muhyi, ajakan menunaikan zakat ditujukan kepada seluruh masyarakat muslim, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, maupun masyarakat yang telah memiliki kelebihan rezeki dan memenuhi nisab sebagai salah satu syarat wajib zakat. Apresiasi Kesadaran Zakat ASN Sleman Muhyi juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN, khususnya yang telah memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan sebesar 2,5 persen sesuai ketentuan zakat penghasilan bagi yang telah memenuhi syarat. “Kesadarannya memang sudah cukup tinggi. Hanya beberapa yang pengelolaannya belum maksimal. Maka kami berikhtiar menyadarkan dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, mengajak terus bahwa perintah zakat ini harus kita tegakkan,” katanya. Ia berharap kesadaran membayar zakat di kalangan ASN dan masyarakat terus tumbuh sehingga potensi zakat yang ada di Kabupaten Sleman dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas. Zakat sebagai Bentuk Kepedulian Sosial Lebih jauh, Muhyi menjelaskan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang kuat. Jika salat merupakan bentuk hubungan manusia dengan Allah SWT, maka zakat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, harta yang diberikan Allah SWT kepada seseorang juga mengandung hak bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, menunaikan zakat merupakan bagian dari upaya untuk menjalankan kewajiban agama sekaligus memperkuat kepedulian sosial. “Kalau kita diberi rezeki yang berlebih, ternyata ada kewajiban untuk mengeluarkan itu. Dalam Al-Qur'an banyak disebut bahwa dalam harta yang diberikan Allah kepada mereka terdapat hak orang miskin, baik yang meminta maupun yang tidak meminta,” jelasnya. Momentum ini, lanjut Muhyi, menjadi kesempatan bagi BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mengingatkan diri sendiri sekaligus mengajak masyarakat muslim di Sleman dan Indonesia agar menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya. Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Sleman Muhyi berharap optimalisasi zakat dapat semakin memperkuat peran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dana zakat yang dihimpun dan dikelola secara amanah diharapkan dapat memberikan manfaat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan. “Tujuan besar dari zakat ini yang pertama dan utama adalah bagaimana kita ikut serta dalam menyejahterakan masyarakat dan juga turut serta meminimalisir persoalan kemiskinan di Kabupaten Sleman,” pungkasnya. BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat muslim yang telah memenuhi syarat wajib zakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan sesuai ketentuan, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam membangun kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman.***
BERITA07/10/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Penguatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan zakat yang lebih mudah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus meningkatkan edukasi mengenai kewajiban menunaikan zakat. Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Acara dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran. UPZ Perkuat Layanan Zakat bagi ASN Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan UPZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian. Menurut Rizaludin, UPZ memiliki peran penting dalam membangun ekosistem layanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel. “Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur,” ujar Rizaludin. Ia berharap BAZNAS dapat terus memberikan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan ASN agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai ketentuan. Pengelolaan Zakat Perlu Didukung Sistem yang Siap Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek. Kesiapan tersebut mencakup penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, komunikasi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ. Menurut Arifin, kesiapan tersebut diperlukan agar layanan kepada muzaki dapat diberikan secara cepat dan baik, sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat berjalan profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariat. Penguatan UPZ juga sejalan dengan agenda BAZNAS RI dalam memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pada September 2026, BAZNAS RI juga menggelar rapat evaluasi pengelolaan zakat kementerian dan lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada ASN dan kesiapan UPZ. Edukasi Zakat untuk ASN Perlu Berkelanjutan Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ. Mohan menilai optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat mengenai kewajiban zakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait nisab, haul, objek zakat, serta mekanisme penunaian zakat. Dengan demikian, UPZ tidak hanya berfungsi dalam aspek administrasi penghimpunan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari layanan dan edukasi zakat di lingkungan instansi. UPZ Kemenhut Didorong Profesional dan Berkelanjutan Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas administratif. Menurutnya, pengelolaan zakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan. Ia menilai UPZ bersama petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik. Melalui penguatan UPZ Kemenhut periode 2026–2030, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong tersedianya layanan zakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta didukung edukasi yang berkelanjutan bagi ASN. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.***
BERITA23/09/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi
BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan 182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati yang berhasil menjalani graduasi menuju kemandirian. Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., saat menghadiri kegiatan Apresiasi KPM PKH Kapanewon Mlati 2026 bertema “Dari Bantuan Menuju Kemandirian Berdaya” di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pemberian penghargaan kepada KPM PKH yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan sosial melalui proses graduasi mandiri maupun program pemberdayaan sosial ekonomi. Muhyi mengatakan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut bersyukur atas capaian yang diraih Kapanewon Mlati. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam mendorong kemandirian masyarakat mulai menunjukkan hasil. “Kita ikut bersyukur karena ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan lembaga sosial keagamaan. Ada keberhasilan yang cukup signifikan. Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ungkap Muhyi. BAZNAS Dorong Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Muhyi menilai, proses graduasi tidak hanya menunjukkan bahwa penerima manfaat telah keluar dari bantuan sosial, tetapi juga menjadi indikator adanya proses pendampingan dan pemberdayaan yang berjalan. Upaya seperti peningkatan kapasitas ekonomi, pengembangan usaha, serta pendampingan masyarakat dinilai penting agar keluarga penerima manfaat dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan. “Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ujar Muhyi. BAZNAS Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan. 184 KPM Mlati Berhasil Graduasi Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa graduasi KPM PKH merupakan bagian dari upaya Kapanewon Mlati mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan, edukasi, peningkatan kapasitas ekonomi, dan pemberdayaan. Kapanewon Mlati menargetkan 222 KPM dapat menjalani graduasi pada 2026. Dari proses yang telah berjalan, sebanyak 103 KPM graduasi mandiri, sedangkan 79 KPM mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program PPSE meliputi proses pendampingan, peningkatan kapasitas ekonomi, hingga rintisan usaha. KPM juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha senilai Rp5 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan. “Alhamdulillah tahun 2026 ini bisa melaksanakan graduasi. Melakukan pendampingan dan edukasi agar mandiri, agar lulus graduasi,” kata Dyah. Kapanewon Mlati memiliki 12 pendamping PKH yang masing-masing mendampingi sekitar 200 hingga 300 KPM. Pendampingan dilakukan untuk membantu KPM meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi hingga mampu mandiri. Dalam kegiatan apresiasi tersebut, sebanyak 50 KPM menerima sertifikat graduasi secara simbolis. Sejumlah KPM yang telah mengembangkan usaha juga memamerkan produk UMKM mereka, antara lain telur, dawet, nasi kuning, dan produk makanan lainnya. Kemandirian Jadi Langkah Lanjutan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.I.P., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi keluarga yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan PKH. Menurut Wildan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keluarga yang sebelumnya menerima bantuan kini menyatakan diri memasuki fase mandiri. Ia berharap keluarga yang telah graduasi dapat terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraannya serta tidak melupakan semangat kebersamaan dengan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Sementara itu, kegiatan apresiasi juga menampilkan sejumlah produk usaha milik KPM PKH yang telah berkembang. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian. Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, capaian graduasi KPM PKH di Mlati menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial keagamaan, pendamping, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sleman.***
BERITA22/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman
Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan komunitas olahraga padel di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Padel Charity For NTT, Klub Everyday Padel Jogja dan Padel United Sleman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.649.000 untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut berlangsung di Padel Rocket, Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Penggalangan donasi dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun pertama Padel Rocket. Pemilik Padel Rocket, Nurul Atik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif penggalangan dana yang dilakukan oleh klub padel yang menjadi pelanggan lapangan tersebut. Menurut Nurul Atik, penggalangan donasi sengaja dilakukan secara langsung menggunakan kotak atau kantong donasi. Cara tersebut dipilih agar setiap orang dapat berdonasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya. “Yang penting ikhlas. Insyaallah berkah barokah untuk kita semua,” ungkap Nurul. Kegiatan Padel Charity For NTT dilaksanakan sebelum para peserta bermain padel. Salah satu anggota Everyday Padel Jogja sekaligus pembawa acara, Ofix Nuhansyah, berkeliling membawa kantong donasi dan mempersilakan peserta untuk memberikan sumbangan. Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp5.649.000. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Nurul Atik kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan terima kasih kepada komunitas padel yang telah memilih menyalurkan donasi untuk NTT melalui BAZNAS Sleman. “Kami berterima kasih kepada teman-teman yang menggalang dana untuk NTT melalui Padel Charity. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhyi. Muhyi juga menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/9/2026), total donasi yang telah terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana di NTT mencapai sekitar Rp214 juta. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Muhyi. Selain penggalangan dana, perayaan satu tahun Padel Rocket juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para peserta melalui aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT. Melalui kegiatan ini, komunitas olahraga padel tidak hanya mempererat kebersamaan melalui olahraga, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Donasi yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT.***
BERITA17/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta untuk mendukung pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat program pendidikan keagamaan dan mewujudkan generasi Qurani di Kabupaten Sleman. Persiapan kegiatan dibahas dalam Rapat Persiapan TBQ 2026 yang digelar di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri panitia inti dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Sleman. Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kebutuhan penyelenggaraan wisuda. BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini berperan sebagai pendukung acara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan, dengan komitmen bantuan sebesar Rp80 juta. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan pendidikan agama bagi generasi muda. Dorong Generasi Sleman Cinta Al-Qur'an Kegiatan yang mengusung nama “Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026” tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berkarakter, Berakhlak Mulia, dan Cinta Al-Qur'an.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memberikan apresiasi kepada murid SD Negeri yang telah dinyatakan lulus asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an. Program tersebut juga sejalan dengan semangat Sleman Religius, khususnya dalam membiasakan anak-anak mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini. Selain memberikan apresiasi kepada peserta didik, kegiatan TBQ juga diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Digelar November 2026 Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Prima SR Hotel and Convention Yogyakarta, Jalan Magelang No. 11, Dukuh, Tridadi, Sleman. Peserta kegiatan mencakup murid SD Negeri yang telah lulus uji kompetensi membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kegiatan juga akan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pengawas PAI, orang tua atau wali peserta, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, Kemenag Kabupaten Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Melalui dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta, BAZNAS Sleman turut mengambil peran dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Sleman. Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Sleman yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.***
BERITA11/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026). Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan. Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT. “Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya. Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah. “Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya. Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang. “Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya. Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT. “Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi. Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran. BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan. “Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi. Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana. Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***
BERITA08/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Pendirian pos layanan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan para penyintas gempa. Berbagai layanan dihadirkan melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air minum, hingga masjid darurat. Sebanyak 16 pos layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa, di antaranya Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, keberadaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026). Menurut Sodik, respons BAZNAS terhadap bencana gempa NTT tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. BAZNAS juga berupaya memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat. "Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya. Selain layanan kebutuhan dasar dan kesehatan, BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana. Lebih lanjut, Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. "Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik. Upaya pendirian 16 pos layanan kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam merespons kondisi darurat akibat gempa bumi di NTT. Melalui layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah, BAZNAS terus berupaya hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.***
BERITA31/08/2026 | Humas
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada para penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi. Untuk menjangkau wilayah tersebut, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) harus menyeberangi laut selama 3 hingga 4 jam menuju Pulau Palue. Pulau yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, tersebut merupakan salah satu wilayah yang cukup terisolasi. Paket bantuan yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pangan dan logistik dasar, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, hingga mi instan. Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, gempa bumi telah menyebabkan kerusakan pada 1.058 rumah warga. Bencana tersebut juga mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, serta satu korban jiwa. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan pangan dan perlengkapan sehari-hari dapat menjangkau para penyintas di wilayah yang memiliki sekitar 10 ribu penduduk tersebut. ”Kami berkomitmen menembus batas geografis untuk memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di pelosok Palue,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026). Setibanya di daratan Pulau Palue, personel BTB melanjutkan perjalanan melalui jalur darat yang berbukit untuk mendistribusikan paket sembako dan kebutuhan pokok secara langsung ke sejumlah titik pengungsian warga. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus mendistribusikan pasokan pangan bagi para korban bencana. BAZNAS menargetkan sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan secara bertahap ke berbagai titik pengungsian dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. ”Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut membantu saudara kita, para korban gempa di Pulau Palue dan berbagai titik lain di NTT agar mereka tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini,” kata Idy Muzayyad. Kedatangan Tim BAZNAS Tanggap Bencana dan bantuan Paket Logistik Keluarga disambut haru oleh warga terdampak gempa di Pulau Palue. Bantuan tersebut disalurkan langsung di lokasi pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Perwakilan warga penyintas, Y. Sawe, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian BAZNAS yang hadir secara langsung mendampingi masyarakat di tengah kondisi darurat pascabencana. ”Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima pada sore hari ini, dan kami sangat bangga atas dukungannya ketika kami mengalami bencana gempa ini,” ucap Y. Sawe. Sebelumnya, pascagempa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan Paket Logistik Keluarga di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok. BAZNAS juga mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan yang tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana. Selain bantuan logistik, BAZNAS menghadirkan sejumlah layanan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan mobile RSB, masjid darurat, hingga menyiapkan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa. Berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan dukungan secara menyeluruh kepada para penyintas gempa NTT, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga membantu proses pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi sulit yang masih dihadapi para penyintas gempa NTT, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Masyarakat dapat turut membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dan mendukung proses pemulihan pascabencana. Mari bersama hadir untuk NTT, berbagi kepedulian, dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Sedekah terbaik melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui Nomor Rekening: BSI: 633.000.000.2 Bank BPD DIY: 005.211.043572 a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman Atau melalui link: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah ***
BERITA31/08/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →