Berita Terbaru
BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY, Bahas Strategi Penguatan Fundraising dan Program Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Albasta Resto, Asram Edupark, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di wilayah DIY.
Rakorda dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan jajaran pelaksana BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si. yang mewakili Bupati Sleman, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Kepala Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Ali Afandi, S.Ag., Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.AP., serta Owner Asram Edupark Drs. H. Hafidh Asrom, M.M.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BAZNAS, serta pembacaan doa oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutan selamat datang, Owner Asram Edupark, Drs. H. Hafidh Asrom, M.M., memperkenalkan Asram Edupark sebagai bagian dari Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS) yang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar kelas.
Ia menjelaskan bahwa konsep AYWS lahir dari studi banding ke Finlandia dan Turki yang mengedepankan pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Saat ini AYWS telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri dan terus mengembangkan fasilitas pendidikan, laboratorium kewirausahaan, pertanian edukatif, peternakan, hingga program beasiswa bagi para penghafal Al-Qur'an.
“Asram Edupark memiliki luas sekitar 12 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, pelatihan, rapat, hingga berbagai aktivitas luar ruang. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi bersama BAZNAS dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta Rakorda dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman sebagai penyelenggara kegiatan.
Menurutnya, Rakorda menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang semakin dinamis.
“Rakorda ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, BAZNAS dituntut semakin adaptif, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Kriswanto.
Pada kesempatan tersebut, Kriswanto juga memaparkan capaian kinerja BAZNAS Sleman sepanjang Januari hingga Mei 2026. Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai Rp6,8 miliar, sedangkan dana yang telah disalurkan kepada para penerima manfaat mencapai Rp6,3 miliar.
Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh berbagai program strategis, di antaranya penguatan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, dan masyarakat, optimalisasi program pemberdayaan ekonomi mustahik, serta peningkatan layanan digital guna memperkuat transparansi dan kepercayaan publik.
”Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Agama Kabupaten Sleman, para muzaki, serta seluruh mitra strategis yang selama ini bersinergi bersama BAZNAS,” tambahnya.
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., mengatakan bahwa Rakorda merupakan agenda koordinasi rutin yang menjadi sarana berbagi pengalaman antarpengelola BAZNAS di DIY.
Ia menegaskan bahwa meskipun program yang dijalankan relatif sama, implementasi di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga koordinasi menjadi sangat penting.
”Harapan kami, melalui forum ini semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pengelolaan zakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS memiliki tugas mengelola zakat sekaligus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS Sleman yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.
Menurutnya, keberhasilan penghimpunan zakat di Sleman tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, ASN, dan BAZNAS.
“Peran BAZNAS Sleman sangat besar dalam membantu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha melalui CSR, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar jangkauan pelayanan kepada mustahik semakin luas dan tepat sasaran,” katanya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh jajaran BAZNAS DIY. Beberapa agenda yang dibahas meliputi strategi peningkatan fundraising pada setiap program, penyusunan jadwal kegiatan tahunan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), pembahasan usulan studi tiru BAZNAS se-DIY tahun 2026, serta sesi diskusi, evaluasi BAZNAS Kabupaten/Kota.
Melalui Rakorda ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar-BAZNAS se-DIY sehingga pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang semakin luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Praja 2, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Kegiatan penandatanganan NPHD tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga penerima hibah yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain BAZNAS Kabupaten Sleman, terdapat tujuh organisasi kemasyarakatan lainnya yang turut menerima hibah daerah. Prosesi penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Pelaksana IV BAZNAS Sleman, Lina Shofiyah, S.I.P.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa dana hibah yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Dana hibah ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya,” ujar Kriswanto.
Pemberian hibah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap upaya penguatan tata kelola zakat di daerah. Melalui dukungan tersebut, diharapkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selama ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun mustahik melalui berbagai program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
Dengan adanya dukungan hibah daerah tersebut, BAZNAS Sleman optimistis dapat semakin memperkuat edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA24/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda rutin bulanan berupa Sidang Penetapan Mustahik Periode Juni 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (22/6/2026), sidang ini bertujuan untuk mempertimbangkan, memverifikasi, serta memfinalisasi bantuan yang akan disalurkan kepada para calon penerima manfaat (mustahik).
Sidang krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, antara lain: Drs. Kriswanto, M.Sc. (Ketua BAZNAS Sleman), dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes (Wakil Ketua I), Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Ketua III), Nairun, S.A.P (Wakil Ketua IV). Turut hadir mendampingi jalannya sidang, yaitu Pelaksana Bidang II Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.
Dalam proses sidang Pendamping Program Rofiq Wicaksono, S.T., serta Tim Pendamping UMKM untuk program Sleman Produktif, Nurul Indah Khasanah, S.T., serta Joko Yugiyanto, S.Psi., mempresentasikan daftar mustahik calon penerima manfaat berdasarkan hasil survey dan verifikasi di lapangan.
Validasi Kelayakan dan Nominal Bantuan Mustahik
Pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Kukuh Santoso, menjelaskan bahwa agenda sidang kali ini fokus membahas kelayakan mustahik serta menentukan besaran nominal bantuan yang tepat sasaran. Program yang digodok dalam sidang ini meliputi tiga pilar utama, yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, dan Sleman Peduli reguler.
“Sidang ini menjadi instrumen penting sebagai bahan pertimbangan sekaligus finalisasi. Kami memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak dengan nominal yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Kukuh.
Rincian Hasil Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026
Berdasarkan hasil musyawarah dan finalisasi sidang, berikut adalah daftar kelompok dan jumlah mustahik yang lolos verifikasi:
1. Program Sleman Produktif (Pemberdayaan Ekonomi/UMKM); Ada 6 nama kelompok mustahik calon penerima bantuan.
2. Program Sleman Sehat; Total Penerima: 40 mustahik calon penerima bantuan biaya kesehatan.
3. Program Sleman Peduli (Reguler); Total Penerima: 7 mustahik calon penerima bantuan sosial kemanusiaan.
Melalui hasil sidang penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk segera mendistribusikan bantuan tersebut. Diharapkan, dana stimulus melalui program Sleman Produktif mampu menggenjot kemandirian ekonomi pelaku UMKM, sementara bantuan Sleman Sehat dan Sleman Peduli dapat meringankan beban sosial-kesehatan masyarakat Sleman.***
BERITA22/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Fasilitasi Pembuatan NIB Gratis bagi UMKM Binaan di Prambanan Bersama DPMPTSP
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan usaha mikro. Kali ini, BAZNAS Sleman berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi pelaku UMKM binaan di Kantor Kapanewon Prambanan, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku UMKM yang berasal dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Sleman dalam mendorong UMKM binaan agar memiliki legalitas usaha sehingga mampu berkembang dan naik kelas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin, S.T., M.T., perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman Atabik Ahmad, S.H., Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman Nuradi Wijaya, S.Pd., dan Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., dan Joko Yugiyanto, S.Psi.
Dalam sambutannya, Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan UMKM di wilayahnya.
"Harapannya ada sumbangsih dari teman-teman UMKM di Kapanewon Prambanan. Nanti akan dijelaskan oleh DPMPTSP mengenai persyaratan yang diperlukan. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sesuai harapan," ujarnya.
Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman sekaligus panitia kegiatan, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Kapanewon Berbah.
"Peserta kali ini berjumlah 20 orang dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Sebelumnya kami juga bekerja sama dengan DPMPTSP dalam membantu penerbitan NIB bagi UMKM di Kapanewon Berbah," jelasnya.
Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman, Kukuh Santoso, menegaskan bahwa kepemilikan NIB menjadi salah satu indikator penting bagi UMKM binaan untuk dapat berkembang menuju kategori usaha yang lebih maju.
Menurutnya, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha agar melengkapi berbagai aspek legalitas seperti NIB, PIRT, hingga sertifikasi halal.
"Kami ingin membekali UMKM binaan agar mampu go nasional. Karena itu legalitas usaha harus lengkap. Ini menjadi salah satu terobosan BAZNAS Sleman dalam membawa UMKM binaan menjadi lebih profesional dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan, pola bantuan yang diterapkan BAZNAS dilakukan secara bertahap melalui kelompok usaha. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan bantuan berjalan tertib, transparan, serta mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Nuradi Wijaya, mengingatkan pentingnya setiap pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai identitas resmi usaha.
Menurutnya, NIB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi sebuah usaha, karena menjadi dasar untuk mengurus berbagai perizinan lain sekaligus membuka peluang memperoleh berbagai program dukungan dari pemerintah.
"Kalau usaha sudah memiliki NIB, maka legalitasnya jelas. Selain memberikan rasa aman, NIB juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai bantuan dan program pemerintah. Setelah memiliki NIB, tentu pelaku usaha juga harus terus semangat mengembangkan usahanya," ujarnya.
Nuradi juga mengajak pelaku UMKM di wilayah Prambanan memanfaatkan potensi kawasan wisata yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman, Atabik Ahmad, menjelaskan bahwa penerbitan NIB dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikembangkan pemerintah pusat.
Ia menyampaikan bahwa NIB kini menjadi dokumen utama legalitas usaha yang proses pembuatannya relatif mudah dengan syarat utama berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Selain memberikan pendampingan langsung dalam praktik pembuatan akun OSS, DPMPTSP juga memperkenalkan program inovasi layanan Sambang Sambung dan Mas Kliwon yang bertujuan mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat hingga seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman.
Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Sleman dan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh legalitas usaha tanpa harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP).
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semakin banyak UMKM binaan yang memiliki legalitas usaha, meningkatkan daya saing produk, memperluas akses terhadap pembiayaan dan program pemerintah, serta mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.***
BERITA18/06/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal
BAZNAS Kabupaten Sleman turut mendukung pelaksanaan program Nikah Bareng Neng Montor Mabur bertajuk “Tinggal Landas Menuju Halal” yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara, dan Fortais Indonesia, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus STTKD Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 4, Sewon, Bantul, DIY ini diikuti oleh 20 pasangan mempelai.
Program tersebut menjadi salah satu perhelatan pernikahan unik di Indonesia karena prosesi akad nikah dilaksanakan di atas pesawat, sekaligus menjadi pernikahan terbanyak di pesawat pertama di Indonesia.
Mewakili BAZNAS Kabupaten Sleman, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan turut menjadi saksi kebahagiaan para pasangan yang resmi mengikat janji suci pernikahan.
Muhaimin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasangan yang belum memiliki pencatatan pernikahan resmi maupun pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah dengan dukungan fasilitas yang memadai.
“Program ini sangat bagus karena memberikan kesempatan bagi pasangan suami istri yang belum mencatatkan pernikahannya maupun pasangan baru untuk menikah secara resmi. Dilaksanakan di tempat yang unik sehingga memberikan kesan mendalam bagi 20 pasangan yang menikah di atas pesawat. Selamat kepada para pengantin yang berbahagia hari ini. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, program Nikah Bareng Neng Montor Mabur tidak hanya membantu masyarakat dari sisi administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sah secara agama dan negara.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Sekretaris Daerah DIY, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Bupati Bantul, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ketua STTKD Yogyakarta, Ketua Yayasan Citra Dirgantara, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, unsur Forkopimka Sewon, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program kemaslahatan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi antar-lembaga diharapkan dapat semakin memperluas manfaat dan menghadirkan layanan sosial yang inovatif, inklusif, serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Program Nikah Bareng Neng Montor Mabur menjadi momentum istimewa di bulan Dzulhijjah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para mempelai, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.***
BERITA08/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran generasi muda dalam gerakan zakat nasional melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan.
Salah satunya diwujudkan dengan penyaluran bantuan Program Z Coffee kepada Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang diserahkan dalam rangkaian acara Launching Pentasharufan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Perguruan Tinggi Penerima Beasiswa Sleman Pintar di UNISA Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat memiliki mandat untuk mengelola zakat secara efektif, efisien, dan tepat sasaran guna membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Menurutnya, kehadiran regulasi pengelolaan zakat merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Tujuan pengelolaan zakat adalah agar dana zakat dan dana sosial keagamaan dapat dikelola secara efektif dan efisien, tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mulai mengenal, memahami, serta membiasakan diri berzakat dan bersedekah sejak dini.
Menurutnya, zakat merupakan salah satu pondasi penting dalam sistem ekonomi syariah yang berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan sekaligus jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan.
Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki keterkaitan erat dengan ibadah lainnya dalam Islam. Bahkan, perintah zakat kerap disebut berdampingan dengan perintah mendirikan salat dalam Al-Qur’an.
“Zakat menjadi jembatan dalam kehidupan sosial umat Islam. Karena itu, salat dan zakat tidak dapat dipisahkan. Melalui zakat, kita belajar berbagi dan peduli terhadap sesama,” katanya.
Rizaludin mengungkapkan bahwa saat ini BAZNAS RI memiliki sekitar lima juta donatur dengan sekitar 70 persen di antaranya berasal dari kalangan generasi muda.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran anak muda terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup berbagi dan kepedulian sosial.
Untuk memperluas literasi zakat, BAZNAS juga terus mengembangkan berbagai program edukasi, termasuk mengenalkan konsep zakat sejak usia dini melalui kegiatan manasik zakat di lingkungan pendidikan.
“Zakat adalah salah satu rukun Islam yang sangat penting. Karena itu, literasi zakat perlu diperkuat sejak dini agar tumbuh generasi yang memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS RI juga menitipkan bantuan Program Z Coffee kepada UNISA Yogyakarta dengan nilai bantuan sekitar Rp40 juta. Bantuan tersebut terdiri atas satu unit mesin kopi serta pelatihan barista bagi mahasiswa.
Program Z Coffee merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi produktif yang dikembangkan BAZNAS untuk mendukung kemandirian mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan tambahan, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan penghasilan selama menempuh pendidikan.
“Di Yogyakarta sudah ada sekitar lima kampus yang menerima bantuan Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan dapat memperoleh tambahan penghasilan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” jelas Rizaludin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kampus dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas keterampilan sekaligus membuka peluang usaha yang produktif.
Melalui berbagai program pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi seperti Z Coffee, BAZNAS berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang nyata bagi masyarakat.
Rizaludin juga mengajak generasi muda untuk turut berpartisipasi dalam gerakan zakat nasional melalui kanal digital yang telah disediakan BAZNAS, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah.***
BERITA04/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BAZNAS RI melaksanakan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 melalui penyaluran 27 ekor domba kurban kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan di 103 titik Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia.
Kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dipusatkan di Balai Ternak Lumbung Berkah binaan BAZNAS Kabupaten Sleman yang berlokasi di Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (29/5/2026).
Sebanyak 27 ekor domba yang dikurbankan terdiri atas 25 ekor domba yang berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi, satu ekor domba dari sedekah kurban BANK Sleman, serta satu ekor domba dari mudhohi asal Kabupaten Sleman.
Seluruh daging kurban kemudian ditasharufkan kepada masyarakat di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui sejumlah takmir masjid. Lokasi penyaluran diprioritaskan pada wilayah yang jumlah hewan kurbannya masih sedikit atau bahkan tidak terdapat penyelenggaraan kurban sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Acara dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI Dwi Retno Damayanti beserta tim, Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur Pratama Agung Nugroho, perwakilan BANK Sleman, Panewu Tempel Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., Kepala KUA Tempel Subagyo, jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, takmir masjid penerima manfaat, perwakilan RT/RW setempat, serta tamu undangan lainnya.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerima daging kurban, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor peternakan. Seluruh hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan Balai Ternak Lumbung Berkah yang selama ini mendapatkan pendampingan dan pembinaan melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman.
Dana untuk pembelian 25 ekor domba berasal dari penghimpunan sedekah uang kembalian pelanggan Alfamidi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI untuk dibelikan hewan kurban dari peternak binaan BAZNAS Sleman.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa.
"Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat melalui peternak-peternak binaan yang tersebar di berbagai daerah," ujarnya.
Menurut Sodik, optimalisasi peternakan lokal yang dikelola peternak binaan membuat manfaat kurban menjadi lebih luas karena tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan keberdayaan peternak.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan bahwa Kabupaten Sleman dipercaya menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Alfamidi.
"Program ini menjadi wujud nyata kepedulian konsumen Alfamidi yang turut berbagi kebahagiaan Iduladha melalui sedekah kurban untuk masyarakat prasejahtera, masjid, pesantren, panti asuhan, dan komunitas desa di berbagai daerah," katanya.
Kriswanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah berpartisipasi melalui program sedekah konsumen sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Secara nasional, program kolaborasi BAZNAS RI dan Alfamidi tahun ini menyalurkan bantuan kurban di sejumlah daerah, di antaranya Sleman, Sumedang, Garut, Lampung Tengah, dan beberapa titik distribusi lainnya melalui program PGN. Bantuan yang disalurkan meliputi 85 ekor domba, 29 ekor sapi kurban, serta lima kurban kaleng untuk para mustahik di berbagai wilayah penerima manfaat.
Sementara itu, Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kapanewon Tempel sebagai lokasi pelaksanaan program nasional tersebut.
"Kami mewakili masyarakat Tempel mengaturkan terima kasih setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi kami karena Tempel dipercaya menjadi lokasi penyerahan dan penyembelihan hewan kurban dalam program ini," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi para peternak lokal untuk semakin mengembangkan usaha peternakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan di wilayah Tempel.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Alfamidi sebagai mitra penghimpun dana sedekah konsumen. Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Acaranya sangat bagus dan luar biasa karena sangat mengena kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan sebagian uang kembalian belanja mereka sehingga dapat terkumpul dan dikelola dengan baik oleh BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Pratama berharap kolaborasi antara Alfamidi dan BAZNAS dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut.
Perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti, juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan program Sedekah Konsumen Alfamidi.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kolaborasi yang luar biasa. Kami dapat melihat secara langsung kebahagiaan penerima manfaat ketika menerima daging kurban dari program Sedekah Konsumen Alfamidi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para peternak binaan BAZNAS Sleman. Salah satu peternak Balai Ternak Lumbung Berkah, Waluyo, mengaku pendampingan yang diberikan BAZNAS telah membantu meningkatkan kualitas ternak sekaligus memperluas akses pemasaran.
"Sebelum didampingi BAZNAS masih banyak hal yang belum kami pahami, baik terkait peningkatan kualitas ternak maupun pemasaran. Setelah mendapatkan pendampingan, kami sangat terbantu. Alhamdulillah ternak kami dapat terjual dengan baik dan tahun ini hewan ternak kami dibeli melalui kerja sama BAZNAS dan Alfamidi. Semoga BAZNAS dan Alfamidi selalu diberikan keberkahan," tuturnya.
Proses penyembelihan 27 ekor domba dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., bersama tim penyembelih di Balai Ternak Lumbung Berkah. Setelah proses penyembelihan dan pengemasan selesai, daging kurban didistribusikan kepada 351 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui jaringan takmir masjid.
Selain dibagikan kepada masyarakat sekitar Balai Ternak Lumbung Berkah, daging kurban juga diantarkan langsung ke rumah-rumah warga. Salah satu lokasi penyaluran berada di Dusun Watu Pecah, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, dengan pendampingan Takmir Masjid Al Amin, Ngadimin, serta Lurah Pondokrejo, R. Widiyatma, S.E.
Keikutsertaan Balai Ternak Lumbung Berkah dalam Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 menjadi bukti bahwa program pemberdayaan peternakan yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Sleman mampu menghasilkan ternak berkualitas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak binaan.
Melalui program ini, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.***
BERITA03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS RI dan Alfamidi Apresiasi BAZNAS Sleman dalam Penyaluran Program Sedekah Konsumen 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari BAZNAS RI dan Alfamidi atas keberhasilannya mendukung pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 sekaligus menyalurkan Program Sedekah Konsumen Alfamidi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penyembelihan dan penyaluran 27 ekor domba kurban di Balai Ternak Lumbung Berkah, Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel, Jumat (29/5/2026).
Perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang telah dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Sleman.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kolaborasi yang luar biasa dalam pelaksanaan Program Sedekah Konsumen Alfamidi. Teman-teman BAZNAS Sleman terus memberikan dukungan, supervisi, dan terlibat langsung dalam penyaluran kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Menurut Dwi, penerima manfaat merasakan kebahagiaan ketika menerima daging kurban yang berasal dari dana sedekah konsumen Alfamidi.
“Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Marketing Manager Alfamidi wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho.
“Kegiatan ini sangat bagus dan benar-benar mengena kepada masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan kembalian belanja mereka sehingga dapat dikelola dengan baik oleh BAZNAS dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Pratama berharap kerja sama antara Alfamidi dan BAZNAS dapat terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Program Sedekah Konsumen Alfamidi sendiri menghimpun dana dari donasi uang kembalian pelanggan Alfamidi yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI dalam bentuk program kurban. Di Kabupaten Sleman, dana tersebut digunakan untuk membeli 25 ekor domba dari peternak binaan BAZNAS Sleman.
Kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Alfamidi, dan berbagai pihak lainnya menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan manfaat ganda, yaitu membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memberdayakan peternak lokal melalui program ekonomi berbasis zakat.**
BERITA03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Berdayakan Peternak, 25 Domba Balai Ternak Lumbung Berkah Dibeli untuk Program Kurban Nasional
Program pemberdayaan peternak yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui Balai Ternak Lumbung Berkah kembali menunjukkan hasil positif. Sebanyak 25 ekor domba hasil peternak binaan berhasil dibeli oleh BAZNAS RI untuk Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026.
Balai Ternak Lumbung Berkah yang berlokasi di Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel merupakan bagian dari Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis, manajemen peternakan, hingga akses pemasaran.
“Program ini menjadi bentuk nyata bagaimana zakat dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Peternak binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Salah satu peternak binaan Balai Ternak Lumbung Berkah, Waluyo, mengaku merasakan manfaat besar dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman.
“Sebelum mendapat pendampingan, kami masih banyak kekurangan dalam pengelolaan ternak maupun pemasaran. Setelah didampingi BAZNAS, kami sangat terbantu menghasilkan ternak yang lebih sehat dan memiliki akses penjualan yang lebih baik,” katanya.
Menurut Waluyo, pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman turut membantu peternak mendapatkan kepastian pasar pada momentum Iduladha.
“Alhamdulillah tahun ini ternak kami terjual dengan baik. Bahkan produk peternak kami dibeli melalui kerja sama BAZNAS dan Alfamidi. Kami sangat bersyukur dan berharap BAZNAS serta Alfamidi terus diberi keberkahan,” ujarnya.
Melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan penerima daging kurban, tetapi juga para peternak yang memperoleh peningkatan pendapatan dari hasil ternaknya.
Keberhasilan Balai Ternak Lumbung Berkah memasok ternak untuk program nasional tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan yang dijalankan BAZNAS Sleman mampu menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Sembelih 27 Domba di Balai Ternak, Program Kurban Berkah BAZNAS RI dan Alfamidi, 351 Warga Terima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang digelar oleh BAZNAS RI bersama Alfamidi. Sebanyak 27 ekor domba dikurbankan dan dagingnya disalurkan kepada 351 penerima manfaat yang tersebar di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman.
Kegiatan penyembelihan dilaksanakan di Balai Ternak Lumbung Berkah, Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Jumat (29/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BAZNAS RI, Alfamidi, BANK Sleman, Panewu Tempel, takmir masjid penerima manfaat, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Sebanyak 25 ekor domba berasal dari Program Sedekah Konsumen Alfamidi yang dikelola BAZNAS RI. Sementara satu ekor domba berasal dari BANK Sleman dan satu ekor lainnya merupakan kurban dari mudhohi asal Kabupaten Sleman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat kurban bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian konsumen Alfamidi yang turut berbagi kebahagiaan Iduladha melalui sedekah daging kurban untuk masyarakat prasejahtera, masjid, pesantren, panti asuhan, dan komunitas desa,” ujarnya.
Menurut Kriswanto, lokasi penyaluran diprioritaskan pada wilayah yang jumlah hewan kurbannya terbatas bahkan tidak terdapat penyelenggaraan kurban sehingga manfaat yang diterima masyarakat dapat lebih merata.
Usai penyembelihan, daging kurban langsung didistribusikan oleh BAZNAS RI, BAZNAS Sleman, Alfamidi melalui takmir masjid kepada masyarakat penerima manfaat. Salah satu lokasi distribusi berada di Dusun Watu Pecah, Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel.
Panewu Tempel, Drs. Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si., mengapresiasi dipilihnya Tempel sebagai lokasi pelaksanaan program nasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Tempel dipercaya menjadi lokasi penyaluran kurban. Mudah-mudahan kegiatan ini semakin memotivasi masyarakat dan peternak untuk mengembangkan usaha peternakan sekaligus meningkatkan semangat berkurban di masa mendatang,” katanya.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 merupakan bagian dari gerakan nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan di 103 titik balai ternak di 15 provinsi sebagai upaya menghadirkan manfaat kurban sekaligus memberdayakan masyarakat desa.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Jadi Titik Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, 25 Domba Peternak Binaan Disalurkan untuk Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu titik pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang digelar oleh BAZNAS RI di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui Balai Ternak Lumbung Berkah yang berlokasi di Padukuhan Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, program ini turut memberdayakan peternak binaan sekaligus menghadirkan manfaat kurban bagi masyarakat desa.
Sebagai bagian dari program nasional yang dilaksanakan di 103 titik balai ternak BAZNAS di 15 provinsi, BAZNAS RI membeli sebanyak 25 ekor domba dari peternak yang tergabung dalam Balai Ternak Lumbung Berkah BAZNAS Sleman.
Selain itu, satu ekor domba dibeli oleh mudhohi asal Sleman dan satu ekor lainnya dibeli oleh BANK Sleman untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Sleman.
Program ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan yang selama ini dikembangkan BAZNAS. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan melalui Program Sleman Produktif BAZNAS Kabupaten Sleman.
Dana kurban yang digunakan untuk pembelian 25 ekor domba tersebut berasal dari program penghimpunan sedekah uang kembalian pelanggan Alfamidi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui BAZNAS RI untuk dibelikan hewan kurban dari peternak binaan BAZNAS Sleman.
Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Balai Ternak Lumbung Berkah pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, Dwi Retno Damayanti beserta tim, serta disaksikan oleh Marketing Manager Alfamidi wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Pratama Agung Nugroho.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam rilis resminya menyampaikan bahwa Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan komitmen BAZNAS untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui program tersebut, BAZNAS RI mengoptimalkan hasil peternakan lokal yang dikelola peternak binaan sehingga manfaat kurban tidak hanya dirasakan oleh penerima daging kurban, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan keberdayaan para peternak.
"Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat melalui peternak-peternak binaan yang tersebar di berbagai daerah," ujar Sodik dalam keterangan resminya.
Usai penyembelihan, daging kurban langsung didistribusikan kepada warga sekitar Balai Ternak Lumbung Berkah dan masyarakat kurang mampu di wilayah Sleman. Penyaluran dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata.
Keikutsertaan Balai Ternak Lumbung Berkah dalam Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 menunjukkan bahwa program pemberdayaan peternakan yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Sleman mampu menghasilkan ternak berkualitas sekaligus membuka peluang pasar bagi peternak binaan.
Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya menghadirkan keberkahan bagi penerima manfaat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.***
BERITA02/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Rakor Teknis Pembagian dan Pelaporan Daging Kurban Berkah 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) teknis pembagian dan pelaporan daging kurban program “Kurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa” pada Selasa (26/5/2026) di Ruang Rapat IPHI Menara Masjid Agung Lantai I, Pukul 09.00 WIB.
Rakor dibuka dan dipimpin oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta dihadiri oleh staf pelaksana BAZNAS Sleman dan seluruh koordinator Kapanewon penerima daging kurban.
Dalam arahannya, Muhaimin menjelaskan bahwa rakor tersebut membahas berbagai hal teknis terkait mekanisme pengambilan daging kurban, pengambilan di dua titik lokasi pada pukul 09.00–10.30 WIB di Balai Ternak Lumbung Berkah Gondanglegi, Kalurahan Merdikorejo, Tempel.
Selain itu, peserta juga menerima arahan mengenai teknis pelaporan yang wajib disampaikan setiap penerima koordinator (Kepala KUA bersama Ketua Takmir Masjid) paling lambat 2 Juni 2026. Pelaporan tersebut bersifat wajib sebagai bentuk pertanggungjawaban program pendistribusian kurban.
“Batas waktu pelaporan hingga 2 Juni 2026. Laporan bersifat wajib,” ujar Muhaimin dalam rakor tersebut.
Ketua takmir masjid calon penerima daging kambing juga turut mengikuti kegiatan rakor guna memastikan proses distribusi berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.
Adapun daftar undangan meliputi para kepala KUA Moyudan, Turi, Tempel, Gamping, Depok, Ngaglik, Kalasan, Prambanan, serta ketua takmir masjid calon penerima daging kurban di masing-masing wilayah.
Berikut daftar Masjid Penerima Manfaat
Al Munawaroh : Keron, Sumberarum, Moyudan
Al Hidayah : Ngelodadi 02/03, Wonokerto, Turi
Al Huda : Beneran, Purwobinangun, Pakem
Al Amin : Watupecah, Pondokrejo, Tempel
Al Amin : Jomboran XV Sendangagung Minggir (087749995777) tandi
Ussisa ‘Alat Taqwa : Geblog, Wukirsari, Cangkringan
At Taqwa : Demangan, Wedomartani, Ngemplak
Al Hisyam : Mangsel, Margomulyo, Seyegan
An Nur : Blimbing 04/10 Klumprit 2, Wukirharjo, Prambanan
Melalui rakor ini, BAZNAS Sleman berharap proses distribusi daging kurban dalam program Kurban Berkah BAZNAS Berdayakan Desa dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat penerima.
Sebagai informasi, program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfamidi dalam pelaksanaan kurban.
Dana donasi yang dihimpun Alfamidi diserahkan kepada BAZNAS RI, kemudian menunjuk BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pembelian hewan kurban karena keduanya memiliki balai ternak binaan.***
BERITA26/05/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Pastikan Kualitas Domba Kurban Program Kurban Berkah Baznas Berdayakan Desa
Balai Ternak Lumbung Berkah binaan BAZNAS Kabupaten Sleman akan menyuplai hewan kurban untuk Program Kurban Berkah Baznas Berdayakan Desa.
Sebelum pendistribusian dilakukan, BAZNAS Sleman melaksanakan pengecekan kualitas dan kesehatan domba kurban guna memastikan hewan yang akan disalurkan memenuhi syariat dan dalam kondisi sehat.
Pengecekan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., tiga pelaksana BAZNAS Sleman, serta Pendamping Balai Ternak Lumbung Berkah, Arief Rachmat, S.Tr.Pt.
Pengecekan dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) di Kandang Balai Ternak Lumbung Berkah, Gondanglegi, Merdikorejo, Tempel.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada para mudhohi dan penerima manfaat kurban.
“Dari BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan kondisi domba yang akan dikurbankan sesuai syariat dan sehat,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfamidi dalam pelaksanaan kurban. Dana donasi yang dihimpun Alfamidi diserahkan kepada BAZNAS RI, kemudian menunjuk BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pembelian hewan kurban karena keduanya memiliki balai ternak binaan.
Pendamping Balai Ternak Lumbung Berkah, Arief Rachmat, S.Tr.Pt., menjelaskan bahwa seluruh domba yang dipersiapkan telah melalui proses quality control (QC) oleh tim BAZNAS Sleman, yang terdiri dari tim dokter hewan, pendamping, dan jajaran pimpinan BAZNAS Sleman.
“Berat domba yang akan dikurbankan antara 27 hingga 36 kilogram dengan usia sekitar satu tahun. Jenisnya adalah domba ekor tipis lokal jantan,” ungkap Arief.
Ia menambahkan, selain pemeriksaan bobot badan, tim juga melakukan pengecekan kesehatan dan usia hewan untuk memastikan kelayakan kurban.
“Alhamdulillah semua domba sudah masuk QC oleh tim BAZNAS Sleman. Selain berat badan dicek, juga kesehatannya dan umurnya. Untuk program kolaborasi dengan Alfamidi akan diselenggarakan di kandang Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman,” lanjutnya.
Dalam program tersebut, Balai Ternak Lumbung Berkah menyiapkan total 27 ekor domba kurban. Sebanyak 25 ekor berasal dari program kolaborasi bersama Alfamidi, satu ekor dari Bank Sleman dengan berat sekitar 38 kilogram, serta satu ekor kurban dari mudhohi atas nama Adna Rizqy Wahyudianto, warga Kota Yogyakarta, dengan bobot sekitar 31–35 kilogram.
Hewan kurban tersebut nantinya akan ditasharufkan ke sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman melalui Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Moyudan, KUA Prambanan, KUA Ngemplak, KUA Seyegan, KUA Minggir, KUA Tempel, KUA Turi, KUA Pakem, dan KUA Cangkringan.
Melalui program ini, BAZNAS Sleman berharap penyaluran hewan kurban dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pemberdayaan peternak lokal binaan balai ternak.***
BERITA26/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Ikuti Apel Kesiapsiagaan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Prambanan
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta turut ambil bagian dalam Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Garuda, kawasan Candi Prambanan, pada 22–23 Mei 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya sadar bencana dan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko kebencanaan.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Baznas Tanggap Bencana (BTB) menunjukkan komitmen lembaga zakat dalam mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur pemerintah, relawan, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat turut terlibat sebagai bentuk sinergi bersama membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Peringatan dua dekade Gempa Jogja 2006 menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pemerintah Daerah DIY selama ini terus memperkuat langkah mitigasi melalui edukasi kebencanaan, peningkatan kapasitas personel penyelamat, perluasan kolaborasi, hingga pemanfaatan teknologi berbasis data untuk mendukung identifikasi risiko bencana.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan, Sabtu (23/05), menegaskan bahwa peringatan 20 tahun Gempa Jogja harus menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar terus membangun budaya kesiapsiagaan.
“Maka, peringatan 20 tahun Gempa harus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kita belajar dan bersiap terhadap risiko bencana. Sebab, kesiapsiagaan adalah sebuah ekosistem yang mencakup infrastruktur umum yang aman dan berfungsi saat darurat, sistem informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, dan mudah dipahami warga, serta pendidikan kebencanaan sejak dini,” tegas Ni Made di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman Gempa Jogja 2006 menjadi pijakan penting dalam membangun kebijakan kebencanaan yang lebih matang dan terarah. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam tindakan sesaat, tetapi harus ditanamkan sebagai budaya hidup sehari-hari.
Lebih lanjut, nilai-nilai falsafah Jawa seperti “eling lan waspada” dan “hamemayu hayuning bawana” menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa menjaga kesadaran terhadap lingkungan sekitar serta memperkuat harmoni antara manusia dan alam.
“Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai budaya hidup sehari-hari. Peringatan 20 tahun Gempa Jogja sebagai janji bersama bahwa setiap pembangunan harus menghitung keselamatan dan setiap warga berhak hidup dalam lingkungan yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih berdaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak kembali mengingat semangat gotong royong saat Gempa Jogja 2006 terjadi. Kala itu, warga menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi, pertolongan korban, hingga pemulihan pascabencana di tengah berbagai keterbatasan.
“Dari pengalaman itu kita belajar bahwa dalam bencana, korban dapat berjatuhan dalam hitungan detik. Tetapi keselamatan hanya dapat tumbuh dari kesiapsiagaan yang dibangun secara terus-menerus, jauh sebelum bencana terjadi,” lengkap Ni Made.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi seluruh unsur pentahelix dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang siaga dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mewujudkan budaya tangguh bencana dan memperingati dua dekade peristiwa gempa bumi Jogja dan Jawa Tengah sebagai pembelajaran berharga bagi bangsa,”.
“Tapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana termasuk potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan serta gangguan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Lilik menambahkan, penguatan kesiapsiagaan sejalan dengan tiga pilar utama yang diusung Kemenko PMK, yakni membangun pemahaman risiko bencana sebagai bagian dari budaya masyarakat, memperkuat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan teknologi dan sistem informasi terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Partisipasi aktif BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan peran lembaga dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan dan kebencanaan.
Melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Sleman terus berupaya hadir dalam penguatan kapasitas relawan, kesiapsiagaan masyarakat, serta kolaborasi penanggulangan bencana di wilayah Sleman dan DIY.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, peringatan 20 tahun Gempa Jogja diharapkan menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berdaya menghadapi bencana.***
BERITA25/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan DPMPTSP Fasilitasi Pembuatan NIB untuk UMKM Mustahik di Berbah
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui Program “Sambang Sambung” Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mustahik binaan di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (20/5/2026) di Aula Kantor Kapanewon Berbah dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM binaan.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Berbah, dan Forum Komunikasi UMKM Kalurahan se-Kapanewon Berbah.
Pendamping BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.
Menurutnya, kepemilikan NIB menjadi langkah awal yang sangat penting bagi pelaku usaha mikro untuk mengakses berbagai program pemerintah maupun fasilitas pengembangan usaha lainnya.
“UMKM memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi daerah, namun masih banyak pelaku usaha mikro yang terkendala legalitas usaha. Melalui Program Sambang Sambung ini, BAZNAS Sleman bersama DPMPTSP dan berbagai pihak berkomitmen jemput bola membantu pelaku usaha memperoleh legalitas usaha secara gratis, cepat, dan tepat,” papar Indah.
Ia menambahkan, program tersebut direncanakan akan dilaksanakan di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan UMKM binaan.
Program “Sambang Sambung” mengusung tema “Sinergi Kolaborasi Mandiri: Legalitas Terjamin, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Umat Berdaya.” Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan edukasi terkait pentingnya legalitas usaha sekaligus pendampingan langsung dalam proses penerbitan NIB.
Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, A.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan DPMPTSP yang telah mendukung legalitas UMKM di wilayah Berbah.
“Kami berharap UMKM di Berbah memiliki legalitas usaha yang baik sehingga dapat mengikuti berbagai program pemerintah. Salah satu syarat memperoleh bantuan hibah maupun program pemberdayaan seperti Koperasi Desa Merah Putih adalah memiliki NIB,” ungkapnya.
Djaka juga mengapresiasi Forum Komunikasi UMKM Berbah yang telah aktif mendampingi para pelaku usaha mikro di wilayahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Program Sleman Produktif yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa pendamping UMKM binaan BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah dan Joko Yugiyanto, turut memfasilitasi para pelaku usaha agar memiliki NIB melalui kolaborasi bersama DPMPTSP, Forkom UMKM, dan Kapanewon Berbah.
“BAZNAS Sleman sangat mendukung program ini karena legalitas usaha menjadi langkah penting agar UMKM bisa berkembang dan mengakses peluang yang lebih luas,” terang Kriswanto.
Selain itu, Kriswanto juga memperkenalkan beberapa program unggulan lain milik BAZNAS Sleman, salah satunya Program Sleman Sehat yang membantu masyarakat dengan penyakit berat yang belum tercover BPJS.
Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Sehami, S.Ag., M.M.Par., menekankan pentingnya membangun relasi dan sinergi antar pelaku usaha agar UMKM mampu meningkatkan produksi maupun pendapatan usaha.
“UMKM harus terus berkembang. Selain produksi dan penjualan meningkat, pelaku usaha juga harus memiliki jaringan yang luas agar usahanya semakin maju,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Pengendalian DPMPTSP Kabupaten Sleman, Eni Sulistyowati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa NIB merupakan identitas wajib bagi setiap pelaku usaha.
“Kalau warga negara wajib memiliki NIK, maka pelaku usaha wajib memiliki NIB. Legalitas ini menjadi pintu awal untuk memperoleh izin lain seperti PIRT dan sertifikat halal,” jelas Eni.
Ia menambahkan bahwa dalam kegiatan tersebut, peserta langsung mendapatkan pendampingan dan fasilitasi penerbitan NIB sehingga dokumen dapat langsung dibawa pulang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan pembuatan NIB secara massal oleh tim pendamping BAZNAS Kabupaten Sleman bersama tim DPMPTSP.
Sebanyak 42 pelaku UMKM hadir dalam kegiatan tersebut dan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM binaan BAZNAS Sleman.
Indah berharap Program “Sambang Sambung” dapat memberikan dampak nyata terhadap legalitas usaha dan peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM, khususnya di wilayah Berbah dan kapanewon lainnya di Kabupaten Sleman.***
BERITA21/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan BPBD Rehabilitasi Saluran Air Bersih Akibat Longsor di Turi
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp30 juta untuk rehabilitasi bak penampung dan saluran air bersih terdampak longsor di wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana longsor yang terjadi di kawasan Kali Krasak.
Bantuan tersebut sebelumnya diajukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman setelah terjadinya longsor pada 14 April 2026 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan rusaknya pipa saluran air bersih yang selama ini dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Wonokerto.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, R. Haris Martapa, S.E., M.T., menjelaskan bahwa kerusakan saluran air bersih berdampak pada kebutuhan air masyarakat di dua kalurahan.
“Kerusakan saluran air bersih akibat longsor berdampak pada masyarakat di Kalurahan Girikerto yang meliputi tiga padukuhan dengan total 425 kepala keluarga, serta Kalurahan Wonokerto yang meliputi tujuh padukuhan dengan total 147 kepala keluarga,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut penanganan dampak longsor, pemerintah bersama masyarakat kemudian melaksanakan musyawarah untuk menentukan langkah rehabilitasi secara gotong royong dan kolaboratif.
Beberapa pihak turut berkontribusi dalam proses rehabilitasi tersebut, di antaranya DPUPKP Kabupaten Sleman yang memberikan bantuan bronjong sebanyak 50 buah, BPBD Kabupaten Sleman yang menyalurkan bantuan logistik dan dapur umum senilai Rp5.600.000, serta Bank Sleman yang memberikan bantuan makanan dan minuman gotong royong senilai Rp3.000.000.
Sementara itu, Kalurahan Girikerto dan Wonokerto turut memberikan dukungan berupa material bangunan seperti semen, besi, batu, papan, dan cor dengan total bantuan senilai Rp12.270.000.
Dalam kolaborasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan bantuan sebesar Rp30 juta yang digunakan untuk pembelian pipa HDPE serta dukungan konsumsi bagi kegiatan gotong royong rehabilitasi saluran air bersih.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., hadir secara langsung dalam acara tindak lanjut rehabilitasi normalisasi saluran air bersih kelompok Wonokerto dan Girikerto akibat longsor tebing Kali Krasak pada Senin (18/5/2026).
“Bantuan diambil dari dana infak sebesar Rp30 juta guna terlaksananya rehabilitasi normalisasi saluran air bersih di wilayah Kalurahan Wonokerto dan Girikerto,” ungkap Kriswanto.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses air bersih masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarinstansi dan warga dalam menghadapi dampak bencana.
Kegiatan koordinasi rehabilitasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan BPBD Kabupaten Sleman, DPUPKP, Bank Sleman, pemerintah Kalurahan Girikerto dan Wonokerto, serta warga terdampak di sekitar lokasi.
Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga penanganan dampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat luas.***
BERITA21/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman, RSUD dan Pemkab Sleman Hadirkan Operasi Katarak Gratis untuk Warga
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman dan Hari Kesehatan Nasional ke-62, dilaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSUD Sleman pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, RSUD Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Bakti sosial operasi katarak gratis tersebut diikuti oleh 19 pasien yang telah lolos tahapan skrining kesehatan dari total 30 pendaftar. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman dan mayoritas merupakan masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.
Seremoni pembukaan kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, manajemen RSUD Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, organisasi profesi kesehatan, pasien, serta keluarga pasien.
Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc., dalam sambutan sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat sekaligus komitmen RSUD Sleman dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik dan produktif. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman atas dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar dr. Wisnu.
Kegiatan bakti sosial secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarta, MM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110, yakni “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, mengandung semangat gotong royong, saling mendukung, dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan BAZNAS dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan bakti sosial operasi katarak ini menjadi bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan BAZNAS dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan bingkisan kepada para pasien operasi katarak sebagai simbol kepedulian kepada pasien dan keluarganya. Selain layanan operasi gratis, peserta juga menerima bantuan paket sembako yang diberikan kepada pasien dari keluarga kurang mampu.
Perwakilan pasien, Sumaeri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan operasi katarak gratis yang diselenggarakan RSUD Sleman bersama para pihak terkait.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada RSUD Sleman dan panitia. Semoga setelah operasi ini penglihatan saya bisa kembali lebih baik dan dapat bekerja sebagaimana mestinya,” tuturnya.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung pelaksanaan operasi katarak di ruang operasi RSUD Sleman. Proses operasi dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan tetap mengedepankan standar pelayanan kesehatan.
Bakti sosial operasi katarak sendiri merupakan agenda tahunan RSUD Sleman sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan mata yang berkualitas.
Selain membantu pasien mendapatkan kembali kualitas penglihatan yang lebih baik, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang juga turut memberikan bantuan sembako kepada pasien operasi katarak gratis secara simbolis.
Keterlibatan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu memperoleh layanan kesehatan yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.***
BERITA13/05/2026 | Humas
Sinergi Pemkab dan BAZNAS Sleman Wujudkan Fasilitas Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu
Dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi, BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Teknis Program Sleman Pintar terkait bantuan pengadaan laboratorium komputer bagi tiga universitas penerima program beasiswa kuliah gratis.
Rapat koordinasi dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026) pukul 13.00 WIB di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Sleman, yaitu Sleman Pintar dan Sleman Pintar Plus-Plus, yang diusung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si.
Program Sleman Pintar sendiri memiliki visi “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan tinggi gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman.
Rakor Bantuan Lab Komputer Program Sleman Pintar dihadiri oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sleman Muhaimi, S.Ag., M.Pd., Sekretaris BAZNAS Sleman Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana BAZNAS Sleman Diyas Nugroho, S.T., M.A., serta tim dari SpedaMas, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan perwakilan tiga universitas penerima bantuan, yaitu Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
Program pengadaan laboratorium komputer ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Sosial Kabupaten Sleman, SpedaMas (Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat), dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Dinas Sosial memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa penerima beasiswa Program Sleman Pintar, tidak hanya dalam pembiayaan kuliah gratis, tetapi juga dukungan fasilitas penunjang pembelajaran.
Pada awal perencanaan, bantuan yang akan diberikan berupa laptop untuk mahasiswa penerima beasiswa. Namun, setelah dilakukan koordinasi bersama pihak kampus dan mahasiswa penerima manfaat, diputuskan untuk menghadirkan laboratorium komputer yang dapat digunakan bersama secara bergantian oleh mahasiswa penerima program beasiswa.
Melalui skema ini, fasilitas yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima Program Sleman Pintar.
Adapun tiga universitas yang menerima bantuan laboratorium komputer tersebut adalah Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Ketiga perguruan tinggi tersebut merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pelaksanaan Program Sleman Pintar yang dikoordinasikan oleh Tim SpedaMas bersama Bappeda Sleman.
Dalam rapat koordinasi, dibahas sejumlah agenda penting terkait timeline pelaksanaan program, mulai dari proses pembelian dan pengadaan perangkat, perakitan peralatan, instalasi dan pemasangan di kampus, hingga rencana launching dan serah terima bantuan laboratorium komputer.
Rencana launching program nantinya akan mengundang berbagai pihak, di antaranya BAZNAS RI, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan Tim SpedaMas.
Secara keseluruhan, bantuan yang akan disalurkan meliputi 26 unit komputer, 4 unit printer, serta 2 unit televisi beserta stand pendukungnya.
Pembagian bantuan dilakukan berdasarkan jumlah mahasiswa penerima beasiswa di masing-masing kampus. Universitas AMIKOM Yogyakarta dan UNISA masing-masing akan menerima 10 unit komputer, 1 printer, serta 1 unit televisi dan stand. Sementara itu, UTY akan menerima 6 unit komputer dan 2 printer.
Adapun jadwal rencana pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap, yaitu di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada Senin (11/5/2026), UNISA pada Selasa (12/5/2026), dan UTY pada Rabu (13/5/2026).
Melalui dukungan pengadaan laboratorium komputer ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus.
Program Sleman Pintar menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan generasi muda Sleman yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kesempatan pendidikan yang lebih baik.***
BERITA12/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Bersama Dinkes Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Gebyar Husada 2026 di SCH
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui penyaluran bantuan untuk anak-anak kurang mampu pada kegiatan Gebyar Husada Hari Kedua yang berlangsung di Atrium Shinta Sleman City Hall (SCH), Jalan Magelang 9,6 Denggung, Tridadi, Sleman, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman selama tiga hari.
Pada hari kedua pelaksanaan Gebyar Husada, layanan kesehatan difokuskan bagi anak-anak, khususnya terkait tumbuh kembang dan kesehatan mental anak. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa paket sembako penunjang tumbuh kembang anak yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sleman.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi anak pada masa pertumbuhan, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain penyaluran bantuan, Gebyar Husada Hari Kedua juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Adapun layanan yang tersedia di antaranya cek kesehatan gratis, tes kesehatan jiwa HRV, deteksi dini tumbuh kembang anak, Tes Denver untuk anak, hingga layanan pameran dari FKKMK UGM.
Tak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan Seminar Kesehatan bertajuk “Anak Tumbuh Sehat, Tumbuh Hebat: Kunci Emas di 5 Tahun Pertama” yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Seminar tersebut terbuka untuk umum sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Berbeda dengan hari pertama Gebyar Husada yang difokuskan pada layanan kesehatan ibu hamil, hari kedua secara khusus diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan anak-anak. Sementara itu, hari ketiga kegiatan dijadwalkan menghadirkan pelayanan kesehatan bagi lansia.
Kegiatan Gebyar Husada diselenggarakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik dan lebih dekat kepada masyarakat.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman turut memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak penerima manfaat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk menunjang tumbuh kembang yang sehat dan optimal.***
BERITA11/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Rakor BAZNAS Sleman Siapkan Bantuan Sembako dan Santunan Yatim untuk Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan penyaluran bantuan sembako dan santunan yatim untuk memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.
Rakor dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) di Ruang Rapat Praja I, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya Beran.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, dan merata di seluruh wilayah kapanewon.
Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., bersama Wakil Ketua II, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan secara rinci skema teknis serta alur distribusi bantuan kepada para peserta rakor.
Penjelasan ini mencakup mekanisme penyaluran, koordinasi dengan pihak kapanewon, hingga upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses distribusi.
“Rakor ini menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan seluruh kapanewon, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Ketua BAZNAS Sleman dalam pemaparannya.
Dalam program ini, total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp313.900.000, dengan rincian bantuan sembako sebesar Rp206.400.000 dan santunan yatim sebesar Rp107.500.000.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam momentum peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.
Selain pemaparan teknis, rakor juga diisi dengan pembagian alokasi bantuan untuk masing-masing kapanewon.
Hal ini dilakukan agar setiap wilayah dapat segera melakukan persiapan teknis lanjutan dan pendataan penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.***
BERITA05/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →