Berita Terbaru
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Penguatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan zakat yang lebih mudah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus meningkatkan edukasi mengenai kewajiban menunaikan zakat.
Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Acara dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.
UPZ Perkuat Layanan Zakat bagi ASN
Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan UPZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian.
Menurut Rizaludin, UPZ memiliki peran penting dalam membangun ekosistem layanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.
“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur,” ujar Rizaludin.
Ia berharap BAZNAS dapat terus memberikan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan ASN agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai ketentuan.
Pengelolaan Zakat Perlu Didukung Sistem yang Siap
Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.
Kesiapan tersebut mencakup penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, komunikasi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ.
Menurut Arifin, kesiapan tersebut diperlukan agar layanan kepada muzaki dapat diberikan secara cepat dan baik, sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat berjalan profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariat.
Penguatan UPZ juga sejalan dengan agenda BAZNAS RI dalam memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pada September 2026, BAZNAS RI juga menggelar rapat evaluasi pengelolaan zakat kementerian dan lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada ASN dan kesiapan UPZ.
Edukasi Zakat untuk ASN Perlu Berkelanjutan
Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.
Mohan menilai optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat mengenai kewajiban zakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait nisab, haul, objek zakat, serta mekanisme penunaian zakat.
Dengan demikian, UPZ tidak hanya berfungsi dalam aspek administrasi penghimpunan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari layanan dan edukasi zakat di lingkungan instansi.
UPZ Kemenhut Didorong Profesional dan Berkelanjutan
Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas administratif. Menurutnya, pengelolaan zakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Ia menilai UPZ bersama petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik.
Melalui penguatan UPZ Kemenhut periode 2026–2030, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong tersedianya layanan zakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta didukung edukasi yang berkelanjutan bagi ASN.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.***
BERITA23/09/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi
BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan 182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati yang berhasil menjalani graduasi menuju kemandirian.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., saat menghadiri kegiatan Apresiasi KPM PKH Kapanewon Mlati 2026 bertema “Dari Bantuan Menuju Kemandirian Berdaya” di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum pemberian penghargaan kepada KPM PKH yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan sosial melalui proses graduasi mandiri maupun program pemberdayaan sosial ekonomi.
Muhyi mengatakan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut bersyukur atas capaian yang diraih Kapanewon Mlati. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam mendorong kemandirian masyarakat mulai menunjukkan hasil.
“Kita ikut bersyukur karena ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan lembaga sosial keagamaan. Ada keberhasilan yang cukup signifikan. Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ungkap Muhyi.
BAZNAS Dorong Sinergi Pemberdayaan Masyarakat
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Muhyi menilai, proses graduasi tidak hanya menunjukkan bahwa penerima manfaat telah keluar dari bantuan sosial, tetapi juga menjadi indikator adanya proses pendampingan dan pemberdayaan yang berjalan.
Upaya seperti peningkatan kapasitas ekonomi, pengembangan usaha, serta pendampingan masyarakat dinilai penting agar keluarga penerima manfaat dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
“Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ujar Muhyi.
BAZNAS Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.
184 KPM Mlati Berhasil Graduasi
Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa graduasi KPM PKH merupakan bagian dari upaya Kapanewon Mlati mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan, edukasi, peningkatan kapasitas ekonomi, dan pemberdayaan.
Kapanewon Mlati menargetkan 222 KPM dapat menjalani graduasi pada 2026. Dari proses yang telah berjalan, sebanyak 103 KPM graduasi mandiri, sedangkan 79 KPM mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Program PPSE meliputi proses pendampingan, peningkatan kapasitas ekonomi, hingga rintisan usaha. KPM juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha senilai Rp5 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini bisa melaksanakan graduasi. Melakukan pendampingan dan edukasi agar mandiri, agar lulus graduasi,” kata Dyah.
Kapanewon Mlati memiliki 12 pendamping PKH yang masing-masing mendampingi sekitar 200 hingga 300 KPM. Pendampingan dilakukan untuk membantu KPM meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi hingga mampu mandiri.
Dalam kegiatan apresiasi tersebut, sebanyak 50 KPM menerima sertifikat graduasi secara simbolis. Sejumlah KPM yang telah mengembangkan usaha juga memamerkan produk UMKM mereka, antara lain telur, dawet, nasi kuning, dan produk makanan lainnya.
Kemandirian Jadi Langkah Lanjutan
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.I.P., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi keluarga yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan PKH.
Menurut Wildan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keluarga yang sebelumnya menerima bantuan kini menyatakan diri memasuki fase mandiri.
Ia berharap keluarga yang telah graduasi dapat terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraannya serta tidak melupakan semangat kebersamaan dengan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
Sementara itu, kegiatan apresiasi juga menampilkan sejumlah produk usaha milik KPM PKH yang telah berkembang. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, capaian graduasi KPM PKH di Mlati menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial keagamaan, pendamping, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sleman.***
BERITA22/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman
Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan komunitas olahraga padel di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Padel Charity For NTT, Klub Everyday Padel Jogja dan Padel United Sleman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.649.000 untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
Kegiatan tersebut berlangsung di Padel Rocket, Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Penggalangan donasi dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun pertama Padel Rocket.
Pemilik Padel Rocket, Nurul Atik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif penggalangan dana yang dilakukan oleh klub padel yang menjadi pelanggan lapangan tersebut.
Menurut Nurul Atik, penggalangan donasi sengaja dilakukan secara langsung menggunakan kotak atau kantong donasi. Cara tersebut dipilih agar setiap orang dapat berdonasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya.
“Yang penting ikhlas. Insyaallah berkah barokah untuk kita semua,” ungkap Nurul.
Kegiatan Padel Charity For NTT dilaksanakan sebelum para peserta bermain padel. Salah satu anggota Everyday Padel Jogja sekaligus pembawa acara, Ofix Nuhansyah, berkeliling membawa kantong donasi dan mempersilakan peserta untuk memberikan sumbangan.
Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp5.649.000. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Nurul Atik kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan terima kasih kepada komunitas padel yang telah memilih menyalurkan donasi untuk NTT melalui BAZNAS Sleman.
“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang menggalang dana untuk NTT melalui Padel Charity. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhyi.
Muhyi juga menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/9/2026), total donasi yang telah terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana di NTT mencapai sekitar Rp214 juta.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Muhyi.
Selain penggalangan dana, perayaan satu tahun Padel Rocket juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para peserta melalui aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT.
Melalui kegiatan ini, komunitas olahraga padel tidak hanya mempererat kebersamaan melalui olahraga, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Donasi yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT.***
BERITA17/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026
BAZNAS Kabupaten Sleman menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta untuk mendukung pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat program pendidikan keagamaan dan mewujudkan generasi Qurani di Kabupaten Sleman.
Persiapan kegiatan dibahas dalam Rapat Persiapan TBQ 2026 yang digelar di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri panitia inti dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Sleman.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kebutuhan penyelenggaraan wisuda. BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini berperan sebagai pendukung acara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan, dengan komitmen bantuan sebesar Rp80 juta.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.
Dorong Generasi Sleman Cinta Al-Qur'an
Kegiatan yang mengusung nama “Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026” tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berkarakter, Berakhlak Mulia, dan Cinta Al-Qur'an.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memberikan apresiasi kepada murid SD Negeri yang telah dinyatakan lulus asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an.
Program tersebut juga sejalan dengan semangat Sleman Religius, khususnya dalam membiasakan anak-anak mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini.
Selain memberikan apresiasi kepada peserta didik, kegiatan TBQ juga diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).
Digelar November 2026
Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Prima SR Hotel and Convention Yogyakarta, Jalan Magelang No. 11, Dukuh, Tridadi, Sleman.
Peserta kegiatan mencakup murid SD Negeri yang telah lulus uji kompetensi membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kegiatan juga akan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pengawas PAI, orang tua atau wali peserta, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, Kemenag Kabupaten Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Melalui dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta, BAZNAS Sleman turut mengambil peran dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Sleman.
Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Sleman yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.***
BERITA11/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026).
Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan.
Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT.
“Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya.
Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah.
“Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya.
Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang.
“Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya.
Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi.
Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran.
BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan.
“Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi.
Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***
BERITA08/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada para penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.
Untuk menjangkau wilayah tersebut, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) harus menyeberangi laut selama 3 hingga 4 jam menuju Pulau Palue. Pulau yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, tersebut merupakan salah satu wilayah yang cukup terisolasi.
Paket bantuan yang disalurkan berisi berbagai kebutuhan pangan dan logistik dasar, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, hingga mi instan.
Berdasarkan data Kecamatan Palue per 23 Agustus, gempa bumi telah menyebabkan kerusakan pada 1.058 rumah warga. Bencana tersebut juga mengakibatkan 19 orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, serta satu korban jiwa.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan pangan dan perlengkapan sehari-hari dapat menjangkau para penyintas di wilayah yang memiliki sekitar 10 ribu penduduk tersebut.
”Kami berkomitmen menembus batas geografis untuk memastikan bantuan logistik ini benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan di pelosok Palue,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Setibanya di daratan Pulau Palue, personel BTB melanjutkan perjalanan melalui jalur darat yang berbukit untuk mendistribusikan paket sembako dan kebutuhan pokok secara langsung ke sejumlah titik pengungsian warga.
Idy menegaskan, BAZNAS akan terus mendistribusikan pasokan pangan bagi para korban bencana. BAZNAS menargetkan sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan secara bertahap ke berbagai titik pengungsian dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
”Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut membantu saudara kita, para korban gempa di Pulau Palue dan berbagai titik lain di NTT agar mereka tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini,” kata Idy Muzayyad.
Kedatangan Tim BAZNAS Tanggap Bencana dan bantuan Paket Logistik Keluarga disambut haru oleh warga terdampak gempa di Pulau Palue. Bantuan tersebut disalurkan langsung di lokasi pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Perwakilan warga penyintas, Y. Sawe, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian BAZNAS yang hadir secara langsung mendampingi masyarakat di tengah kondisi darurat pascabencana.
”Terima kasih kepada rekan-rekan BAZNAS atas bantuan yang kami terima pada sore hari ini, dan kami sangat bangga atas dukungannya ketika kami mengalami bencana gempa ini,” ucap Y. Sawe.
Sebelumnya, pascagempa yang terjadi pada pertengahan Agustus lalu, BAZNAS RI bergerak cepat menyalurkan Paket Logistik Keluarga di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok. BAZNAS juga mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan yang tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana.
Selain bantuan logistik, BAZNAS menghadirkan sejumlah layanan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan mobile RSB, masjid darurat, hingga menyiapkan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa.
Berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan dukungan secara menyeluruh kepada para penyintas gempa NTT, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga membantu proses pemulihan pascabencana.
Di tengah kondisi sulit yang masih dihadapi para penyintas gempa NTT, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Masyarakat dapat turut membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dan mendukung proses pemulihan pascabencana. Mari bersama hadir untuk NTT, berbagi kepedulian, dan menguatkan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit.
Sedekah terbaik melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui Nomor Rekening:
BSI: 633.000.000.2
Bank BPD DIY: 005.211.043572
a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman
Atau melalui link: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah
***
BERITA31/08/2026 | Humas
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Pendirian pos layanan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan para penyintas gempa.
Berbagai layanan dihadirkan melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air minum, hingga masjid darurat. Sebanyak 16 pos layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak gempa, di antaranya Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, keberadaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026).
Menurut Sodik, respons BAZNAS terhadap bencana gempa NTT tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. BAZNAS juga berupaya memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat.
"Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan," jelasnya.
Selain layanan kebutuhan dasar dan kesehatan, BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.
Lebih lanjut, Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
"Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik.
Upaya pendirian 16 pos layanan kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam merespons kondisi darurat akibat gempa bumi di NTT. Melalui layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah, BAZNAS terus berupaya hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.***
BERITA31/08/2026 | Humas
Talkshow Pasar Bela Negara Dorong UMKM Sleman Semakin Produktif dan Mandiri
Program Sleman Produktif menjadi bahasan utama dalam Talkshow Pasar Bela Negara yang digelar Jumat (28/8/2026) pagi di sisi utara Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman tersebut menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., sebagai narasumber.
Mengangkat tema “Sleman Produktif, Usaha Makin Aktif”, talkshow membahas program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai mustahik. Program ini dirancang untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam talkshow, masyarakat memperoleh informasi mengenai Program Sleman Produktif, mulai dari kriteria penerima manfaat, mekanisme pengajuan bantuan, tata kelola bantuan, hingga pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM mitra program.
Mengenal Program Sleman Produktif
Muhyi Darmaji menjelaskan, Sleman Produktif merupakan salah satu program BAZNAS Kabupaten Sleman yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha.
Program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan modal. Penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan agar bantuan yang diterima dapat dikelola secara tepat dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha.
Pelaksanaan program ini telah diwujudkan melalui sejumlah penyaluran bantuan kepada kelompok UMKM di Kabupaten Sleman. Penerima manfaat dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, yakni masyarakat yang memenuhi syarat sebagai mustahik sekaligus memiliki usaha yang berpotensi untuk dikembangkan.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, setiap calon penerima manfaat terlebih dahulu menjalani proses survei dan verifikasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan penerima serta memastikan kebutuhan bantuan sesuai dengan kondisi dan potensi usaha yang dimiliki.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonominya.
Tak Sekadar Bantuan Modal
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam talkshow adalah pentingnya pendampingan bagi penerima manfaat. Program Sleman Produktif tidak hanya memberikan stimulus permodalan, tetapi juga mendampingi penerima dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.
Pendampingan mencakup berbagai aspek, seperti pengelolaan usaha, manajemen kelompok, pencatatan keuangan, pengembangan produk, hingga monitoring perkembangan usaha.
BAZNAS Kabupaten Sleman juga memberikan pendampingan tersebut secara gratis. Para pendamping membantu penerima manfaat dalam mengoptimalkan bantuan sekaligus memperkuat sistem usaha yang telah berjalan.
Mendorong UMKM Semakin Aktif dan Mandiri
Talkshow Pasar Bela Negara dengan tema “Sleman Produktif, Usaha Makin Aktif” menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan tambahan modal.
Pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, manajemen usaha, serta kemampuan menjaga keberlanjutan bisnis merupakan bagian penting dalam proses pengembangan usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Program Sleman Produktif yang memadukan stimulan permodalan dengan pendampingan usaha. Melalui pendekatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong penerima manfaat agar tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga terus berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih produktif dan mandiri.
Program Sleman Produktif sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi. Dengan usaha yang semakin berkembang, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan keluarga.***
BERITA28/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Hari Kedua MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Siswa dan Guru Praktik Simulasi Gempa Bumi
Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman berlanjut pada hari kedua di MI Bina Akhlaq, Pakem, Senin (24/8/2026).
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan peta dan jalur evakuasi sekolah serta pembagian peran dalam menghadapi bencana. Materi tersebut dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan bencana gempa bumi yang melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah.
Materi pertama, “Pembuatan Peta dan Jalur Evakuasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Yusuf Toto Purwoko. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali lingkungan sekolah sekaligus memahami jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.
Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok membuat gambar peta atau denah sekolah dengan didampingi satu orang guru. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Kegiatan tersebut tidak hanya melatih siswa menggambarkan denah sekolah, tetapi juga membantu mereka memahami posisi jalur evakuasi dan titik kumpul. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak kebingungan ketika terjadi bencana serta mampu mengambil langkah penyelamatan secara tepat, cepat, dan aman.
Guru dan Staf Dilatih Memahami Peran Saat Bencana
Materi kedua, “Pembagian Peran dan Praktik Simulasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Nur Cahyo Abdullah. Materi ini diikuti oleh guru dan staf sekolah sebelum dilanjutkan dengan praktik simulasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Dalam simulasi, guru dan staf diberikan pembagian tugas yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Beberapa di antaranya bertugas sebagai tim kesehatan, pemberi tanda atau peringatan bencana, hingga membantu proses pertolongan dan evakuasi.
Salah satu hal yang ditekankan adalah penggunaan tanda peringatan yang harus dipahami oleh seluruh warga sekolah. Ketika alat tersebut dibunyikan, seluruh warga sekolah harus segera tanggap dan mengikuti prosedur penyelamatan yang telah disepakati.
Simulasi Gempa Bumi Dibuat Seperti Kondisi Sebenarnya
Praktik simulasi diawali dengan skenario terjadinya gempa bumi di lingkungan sekolah. Dalam skenario tersebut, seorang siswa digambarkan tertimpa kursi di lantai dua sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi.
Seluruh proses dibuat menyerupai kondisi kejadian sebenarnya. Siswa, guru, dan staf menjalankan peran masing-masing sesuai pembagian tugas yang telah diberikan.
Melalui simulasi tersebut, seluruh warga MI Bina Akhlaq diharapkan semakin memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, mulai dari merespons peringatan, melakukan penyelamatan diri, memberikan pertolongan, hingga mengevakuasi korban menuju lokasi yang aman.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dari Program MANTAB untuk membangun kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Pengetahuan mengenai peta sekolah, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pembagian tugas diharapkan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Resmi Ditutup
Rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq, Pakem, kemudian ditutup melalui kegiatan yang dihadiri pihak sekolah dan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Yayasan. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi menutup rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan modul kepada pihak sekolah sebagai bahan pendukung untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutupan dan foto bersama di halaman depan MI Bina Akhlaq.
Melalui Program MANTAB, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BPBD Sleman terus mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan madrasah. Edukasi dan simulasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk respons yang cepat, tepat, dan aman ketika bencana benar-benar terjadi.***
BERITA28/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Program MANTAB BAZNAS Sleman Dimulai di MI Bina Akhlaq Pakem untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman resmi membuka Program MANTAB (Madrasah Aman Tanggap Bencana) di MI Bina Akhlaq, Pakem, Sleman, Jumat (21/8/2026). Program ini menjadi langkah bersama untuk membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan madrasah.
Pembukaan Program MANTAB diawali dengan seremoni launching dan penyerahan mock-up kepada Kepala Madrasah serta perwakilan siswa MI Bina Akhlaq Pakem. Program MANTAB merupakan inisiasi BAZNAS RI yang kemudian dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dengan memilih satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan potensi risiko bencana.
MI Bina Akhlaq Pakem dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di kawasan yang memiliki risiko bencana, dengan jarak sekitar 13 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Selain itu, lembaga pendidikan ini memiliki jenjang pendidikan yang cukup lengkap, mulai dari daycare, PAUD, TK hingga SD, sehingga dinilai strategis untuk menjadi bagian dari upaya penguatan edukasi kebencanaan sejak usia dini.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutan sekaligus laporannya menyampaikan bahwa kawasan Pakem yang berada di lereng Gunung Merapi memiliki potensi sekaligus tantangan geografis berupa risiko bencana alam.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen dalam aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat melalui program yang bersifat preventif dan edukatif.
“Melalui sinergi bersama BAZNAS, BPBD dan Kemenag Sleman, kami hadir di MI Bina Akhlaq Pakem untuk menginisiasi gerakan sadar bencana sejak dini,” ujar Muhyi.
Ia menambahkan, sekolah dan madrasah perlu menjadi zona aman yang memiliki kapasitas, ketangguhan, serta prosedur yang jelas ketika menghadapi situasi darurat. Program MANTAB diharapkan dapat melahirkan generasi yang mandiri, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana.
“Zakat yang diamanahkan oleh para muzakki melalui BAZNAS hari ini kita wujudkan dalam bentuk investasi keselamatan bagi aset masa depan bangsa, yaitu anak-anak kita,” lanjutnya.
Program MANTAB dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan sesaat. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesiapsiagaan anak sejak dini, memperkuat pengetahuan mengenai mitigasi risiko bencana, serta membentuk prosedur tanggap darurat dan budaya aman di lingkungan madrasah.
Sinergi BAZNAS dan BPBD untuk Edukasi Kebencanaan
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki kemampuan untuk bersikap mandiri dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Ia menyebut Program MANTAB di MI Bina Akhlaq menjadi salah satu pilot project untuk memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah. Menurutnya, Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi risiko bencana, termasuk gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi.
Bambang juga mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam memperkuat upaya sekolah aman dan tanggap bencana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak satuan pendidikan di Sleman yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS DIY yang diwakili H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan menjadi hal penting, khususnya karena wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam potensi bencana.
BAZNAS DIY, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait program satuan pendidikan aman bencana. Upaya tersebut juga diarahkan agar edukasi tanggap bencana dapat semakin terintegrasi dalam lingkungan sekolah dan madrasah.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran anak-anak sejak dini mengenai tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, anak-anak perlu memahami bahwa kepanikan dan tindakan berlari tanpa arah justru dapat meningkatkan risiko.
Jazilus juga menilai masyarakat Yogyakarta memiliki modal sosial berupa budaya guyub dan gotong royong yang menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Namun, kekuatan tersebut perlu diperkuat dengan sistem kesiapsiagaan yang terencana.
Hari Pertama MANTAB Diikuti Siswa dengan Antusias
Kepala Yayasan MI Bina Akhlaq Pakem, Drs. H. Aminuddin Najib, menyambut baik penunjukan MI Bina Akhlaq sebagai lokasi Program MANTAB. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat bagi siswa dan seluruh warga madrasah.
“Kami mohon doa agar sekolah kami berkah,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi” yang disampaikan oleh Fitra dari BPBD Sleman. Peserta kemudian mengikuti Sosialisasi Program MANTAB yang disampaikan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan hari pertama berlangsung hingga sore hari. Meski materi diberikan dalam rangkaian kegiatan yang cukup panjang, siswa-siswi MI Bina Akhlaq Pakem terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat (21/8/2026) dan Senin (24/8/2026). Melalui program ini, BAZNAS Sleman bersama BPBD Sleman berharap kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menghadapi bencana dapat tumbuh sejak dini sehingga madrasah menjadi lingkungan yang semakin aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.***
BERITA27/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Galang Dana Peduli Korban Gempa NTT, Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersolidaritas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggalang dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penggalangan dana ini menjadi bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, serta dampak yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mengajak seluruh pihak di Kabupaten Sleman turut memberikan bantuan bagi para korban.
Penggalangan dana ditujukan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, ASN dan pegawai, lembaga, serta masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam membantu korban gempa NTT.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak seluruh OPD untuk mengoordinasikan pengumpulan donasi dari ASN dan pegawai di lingkungan masing-masing. Dana yang terkumpul selanjutnya dapat disetorkan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.
“Solidaritas dan kepedulian masyarakat sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana. Setiap donasi yang diberikan, berapa pun nilainya, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban,” demikian ajakan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Donasi Peduli Gempa NTT
Masyarakat dan lembaga yang ingin berpartisipasi dalam Donasi Peduli Gempa NTT dapat menyalurkan bantuan melalui beberapa cara.
Donasi dapat disetorkan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Sleman:
Bank Syariah Indonesia (BSI): 633.000.000.2
Bank BPD DIY: 005.211.043572
Atas nama: BAZNAS Kabupaten Sleman
Selain melalui rekening, masyarakat juga dapat berdonasi dengan datang langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Donasi juga dapat disalurkan melalui kanal dompet digital resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.
Bagi lembaga, kantor, maupun instansi yang ingin menggalang dan menyerahkan donasi secara langsung, Tim BAZNAS Kabupaten Sleman siap melakukan layanan jemput sedekah/donasi. Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi OPD, perusahaan, lembaga pendidikan, maupun komunitas yang ingin berpartisipasi tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS.
Donasi Disalurkan secara Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan dana yang terkumpul dari penggalangan Peduli Gempa NTT akan disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga donasi masyarakat dapat memberikan manfaat bagi korban gempa NTT.
Untuk penggalangan dana di lingkungan OPD Pemerintah Kabupaten Sleman, hasil pengumpulan donasi diharapkan dapat disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan laporan setoran disampaikan selambat-lambatnya 15 September 2026.
BAZNAS Kabupaten Sleman berharap gerakan solidaritas ini dapat menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Sleman terhadap korban bencana di NTT.
“Mari bersama membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa NTT. Semoga kepedulian yang kita berikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak.”
BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergerak dan berbagi. Dari Sleman, kita hadir untuk NTT.***
BERITA26/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Evaluasi Penanganan Kekeringan Girikerto, BAZNAS Sleman Siap Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga
Penanganan kekurangan air bersih di wilayah Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, terus dievaluasi oleh pemerintah dan berbagai unsur yang terlibat. BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri rapat evaluasi dropping air untuk penanganan kekeringan yang digelar di Kalurahan Girikerto, Kamis (20/8/2026).
Rapat evaluasi tersebut diselenggarakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan dapat terpenuhi sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Lurah Girikerto, H. Sudibya, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu masyarakat Kemirikebo menghadapi persoalan kekurangan air.
“Atas nama Pemerintah Kalurahan Girikerto, kami mengucapkan terima kasih atas support semua pihak. Kami merasa terlindungi dan bangga atas kerja sama seluruh elemen dalam menangani masalah air di Kemirikebo,” kata Sudibya.
Menurutnya, masyarakat Kemirikebo yang terdampak mencapai sekitar 570 jiwa, ditambah kebutuhan air untuk hewan ternak. Pemerintah Kalurahan Girikerto akan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Evaluasi Dropping Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., mengatakan rapat tersebut merupakan pertemuan kedua yang dilakukan untuk membahas antisipasi kekurangan air di Girikerto.
Bambang menyebutkan, bantuan dropping air telah dilakukan secara bergiliran oleh berbagai pihak. Hingga evaluasi digelar, terdapat 31 kali dropping dari PDAM, selain bantuan dari BAZNAS, PMI, relawan, dan berbagai pihak lainnya.
“Terima kasih atas bantuan dari BAZNAS, PMI dan lainnya secara bergiliran. Ini kita evaluasi, apakah sudah cukup atau masih perlu tambahan,” ujar Bambang.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih di wilayah terdampak perlu terus dipantau. Apabila kondisi masih membutuhkan bantuan, dropping air dapat kembali dilakukan sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan masyarakat.
Sumur Bor Menjadi Solusi Jangka Panjang
Selain penanganan melalui dropping air bersih, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air di Kemirikebo dan wilayah Girikerto.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan sumur bor. Bambang menyampaikan bahwa proposal pembangunan sumur bor telah diajukan dan saat ini berada di meja Bupati Sleman untuk mendapatkan tindak lanjut.
Selain itu, kondisi jaringan distribusi air juga menjadi perhatian. Dalam evaluasi, ditemukan adanya penggunaan pipa PVC yang dinilai rentan. Karena itu, diperlukan upaya perbaikan jaringan melalui penyusunan proposal agar infrastruktur penyaluran air dapat lebih optimal.
Sementara itu, berdasarkan permohonan dari Pengurus PAMSIMAS Banyumili pada 4 Agustus 2026, kekurangan air di Kemirikebo terjadi karena debit sumber air menurun sehingga ketersediaan air tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Jadwal dropping air kemudian mulai dilaksanakan sejak 7 Agustus 2026.
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Bantuan Air Bersih
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam rapat tersebut menyampaikan dukungan BAZNAS Sleman terhadap penanganan kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Muhyi menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman telah menyalurkan bantuan untuk kebutuhan air bersih. BAZNAS juga memiliki alokasi dana musibah yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat, dengan besaran bantuan yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Untuk bantuan air bersih, BAZNAS Kabupaten Sleman telah menganggarkan Rp15 juta. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp500 ribu telah digunakan, sehingga masih tersedia anggaran yang dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan bantuan air bersih kembali meningkat.
“Untuk bantuan air bersih dianggarkan Rp15 juta, baru digunakan Rp500 ribu dan masih ada sisa. Dana musibah juga masih kita alokasikan dan nilainya bisa menyesuaikan,” jelas Muhyi.
Selain dukungan penanganan kekeringan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan lainnya, termasuk program dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia berupa pembagian sembako serta sejumlah program unggulan BAZNAS Sleman.
Melalui evaluasi bersama pemerintah, BPBD, BAZNAS, PMI, relawan, dan unsur masyarakat, penanganan kekurangan air di Girikerto diharapkan dapat dilakukan secara terkoordinasi. Bantuan darurat melalui dropping air terus dioptimalkan sembari menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur bor dan perbaikan jaringan distribusi air.***
BERITA26/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Monev Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman, BAZNAS Dorong Peternak Semakin Mandiri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Kabupaten Sleman melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah di Merdikorejo, Tempel, Sleman, Kamis (13/8/2026).
Monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha peternakan, kondisi kelompok peternak binaan, serta potensi pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah agar semakin mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Divisi Usaha Peternakan, DAM, dan Aqiqah BAZNAS RI, drh. Ajat Sudrajat, bersama jajaran BAZNAS RI melakukan kunjungan kerja ke Sleman. Dalam kunjungan tersebut, Ajat berdialog langsung dengan para peternak mengenai perkembangan usaha yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun.
Berdasarkan penyampaian para peternak, rata-rata keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar Rp1 juta per ekor ternak. Ajat menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program pemberdayaan BAZNAS memberikan manfaat ekonomi bagi penerima binaan.
“Besar kecil insyaAllah berkah. Ini menjadi bahan evaluasi di BAZNAS, apakah sudah memberikan manfaat ekonomi bagi yang dibina. Angka-angka itu dicatat sehingga pendamping bisa mengukur,” jelas Ajat.
Tiga Target Kemandirian Balai Ternak
Ajat menjelaskan, pengembangan Balai Ternak BAZNAS memiliki tiga target utama, yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, dan manfaat spiritual.
Kemandirian ekonomi diukur melalui peningkatan pendapatan peternak. Sementara kemandirian kelembagaan dibangun melalui kekuatan kelompok. Menurut Ajat, keberadaan kelompok memungkinkan para peternak saling berbagi pengetahuan, pengalaman, hingga sumber daya dalam mengembangkan usaha.
Peternak dapat saling bertukar informasi mengenai pemeliharaan domba, kebutuhan pakan, perawatan ternak, hingga penggunaan sarana pendukung peternakan. Kekuatan kelompok juga membuka peluang untuk mengakses program pemerintah yang mensyaratkan keberadaan kelompok usaha.
“Manfaat berkelompok, kami kemarin ngobrol dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, ada bantuan peralatan dan pelatihan yang mensyaratkan kelompok. Program pemerintah bisa kita akses asal berkelompok,” ujar Ajat.
Selain aspek ekonomi dan kelembagaan, BAZNAS juga menekankan pentingnya manfaat spiritual. Menurut Ajat, peningkatan kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari peningkatan kualitas ibadah dan semangat para peternak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
BAZNAS Sleman Dorong Peternak Terus Berkembang
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa program pemberdayaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf kehidupannya secara bertahap.
Muhyi menegaskan bahwa para peternak binaan bukan berarti tidak mampu, tetapi membutuhkan proses, pendampingan, sarana, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami bukan menganggap teman-teman peternak di sini tidak mampu, tetapi mampu hanya saja butuh proses. Bantuan sarana prasarana yang diberikan bisa dikembangkan sebagai ikhtiar menghasilkan sesuatu yang menjadi tumpuan ekonomi,” ungkap Muhyi.
Ia berharap para peternak dapat terus meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Muhyi juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut berbagi melalui zakat, sehingga dana zakat dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan membantu penerima manfaat menuju kondisi yang lebih mandiri.
Persiapan Menuju Kemandirian Kelompok
Pendamping Program Balai Ternak Lumbung Berkah, Arif Rachmat, S.Pt., dalam sesi diskusi meminta penjelasan lebih rinci mengenai indikator kemandirian agar para peternak memiliki pemahaman yang sama mengenai arah program.
Arif juga menyampaikan pentingnya mitigasi risiko dalam usaha peternakan. Menurutnya, kematian ternak merupakan salah satu risiko yang harus diantisipasi karena dapat memengaruhi perkembangan modal usaha kelompok.
Selain itu, Arif mengusulkan pembentukan kas kelompok untuk membiayai kebutuhan operasional, seperti penyusutan kandang dan kebutuhan listrik. Menurutnya, keberadaan kas kelompok penting agar keberlangsungan usaha tidak terus bergantung pada iuran anggota.
Menanggapi hal tersebut, Ajat menjelaskan bahwa kemandirian bukan berarti kelompok harus berhenti atau bubar setelah pendampingan BAZNAS berakhir. Sebaliknya, masa pendampingan perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan kelompok agar mampu berkembang secara mandiri.
“Mandiri itu bukan bubar. BAZNAS punya keterbatasan waktu dan dana. Bapak-bapak bisa mempersiapkan ketika tiba dimandirikan, bisa terus berkembang dan bermanfaat,” kata Ajat.
Ia bahkan mendorong agar Balai Ternak Lumbung Berkah ke depan tidak hanya bergerak dalam penggemukan atau pembibitan ternak, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang lebih luas, seperti penyediaan layanan aqiqah dan pengelolaan rumah potong hewan secara bersama.
Dengan demikian, program Balai Ternak diharapkan mampu berkembang dari sekadar bantuan ternak menjadi ekosistem usaha peternakan yang dikelola secara berkelompok dan berkelanjutan.
Monev kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing bersama anggota kelompok peternak Balai Ternak Lumbung Berkah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, pendamping program, dan para peternak binaan di depan kandang Balai Ternak Lumbung Berkah.***
BERITA18/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI, Sasar Yatim, Dhuafa, dan RTLH
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi persiapan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Jawatan Sosial dan Jawatan Kemakmuran di Ruang Op Room Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Rapat koordinasi digelar untuk mematangkan pelaksanaan program bakti sosial yang meliputi santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan paket sembako, serta bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sleman.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., jajaran pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta Ketua Panitia HUT Ke-81 RI.
BAZNAS Sleman Siapkan Bantuan untuk Masyarakat
Dalam rapat koordinasi tersebut disampaikan sejumlah rencana bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat melalui Jawatan Sosial dan Jawatan Kemakmuran.
Untuk bantuan paket sembako, BAZNAS Sleman menyiapkan sebanyak 20 paket untuk setiap kalurahan. Setiap paket sembako memiliki nilai Rp120 ribu.
Adapun isi paket sembako terdiri atas beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, satu kotak teh celup, serta satu bungkus kue kering.
Menariknya, pengadaan paket sembako tersebut akan dilakukan melalui UMKM lokal di masing-masing kapanewon. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Sleman.
Sementara itu, untuk program santunan anak yatim dan dhuafa, setiap kalurahan akan mengusulkan lima penerima. Masing-masing penerima akan mendapatkan santunan senilai Rp250 ribu.
Program lainnya adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). BAZNAS Sleman menyiapkan bantuan untuk dua rumah di setiap kapanewon. Pengajuan calon penerima program RTLH dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.
Validasi Data Penerima Menjadi Perhatian
Dalam rapat tersebut, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., turut menyampaikan timeline kegiatan, mekanisme administrasi pelaporan, serta persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima bantuan rehabilitasi RTLH.
Pembahasan juga mencakup validasi data calon penerima bantuan agar program yang diberikan tepat sasaran. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain legalitas tanah calon penerima, kondisi rumah, serta data kemiskinan penerima program.
Bagi calon penerima yang tidak memiliki KKM atau KRM, dapat melengkapi dokumen berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, peserta rapat membahas kriteria penerima santunan yatim dan dhuafa serta mekanisme pengusulan dan verifikasi data penerima bantuan.
Melalui koordinasi bersama Jawatan Sosial, Jawatan Kemakmuran, dan pihak terkait, BAZNAS Sleman berharap pelaksanaan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menyamakan persepsi terkait kriteria penerima, persyaratan administrasi, validasi data, serta teknis pelaksanaan program Bakti Sosial HUT Ke-81 RI di Kabupaten Sleman.***
BERITA18/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kembangkan Ekosistem Peternakan Terpadu di Sleman, Targetkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan Balai Ternak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Kepala Divisi Usaha Peternakan, DAM, dan Aqiqah BAZNAS Indonesia, drh. Ajat Sudrajat, bersama jajarannya melakukan serangkaian kunjungan kerja di Sleman untuk meninjau secara langsung kesiapan dan potensi pengembangan program ini.
Kehadirannya di Sleman, disambut baik oleh BAZNAS Kabupaten Sleman. Tentunya BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung penuh untuk mewujudkan komitmen dari BAZNAS Indonesia untuk mengentaskan dan mewujudkan kemandirian pangan khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.
Dalam kunjungannya yang berlangsung hingga Jumat ini, Ajat dan staff menyambangi sejumlah titik strategis, mulai dari Balai Ternak Lumbung Berkah di Tempel yang didampingi oleh Ketua dan tim BAZNAS Kabupaten Sleman, lokasi bakal calon balai ternak baru di Kecamatan Turi, hingga pabrik pakan ternak binaan BRIN .
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan pertemuan intensif bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan asesmen lokasi. Ajat menyampaikan bahwa pihaknya sedang mematangkan rencana peluncuran Balai Ternak di Turi.
”Kami tengah mengkaji potensi lahan hijau, kesehatan hewan, dan kesesuaian sektor pertanian di sana,” ujarnya.
Mendukung Program Aqiqah dan Kurban Nasional
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam kunjungan ini adalah integrasi program Balai Ternak dengan rantai pasok kurban dan aqiqah nasional. BAZNAS RI menyiapkan pasar (market) yang luas untuk menampung hasil ternak dari para peternak binaan, memastikan produk peternak lokal terserap dalam skala nasional.
Hal ini sejalan dengan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 yang mengoptimalkan hasil peternakan lokal untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban sekaligus menggerakkan ekonomi desa .
Sinergi dengan Pemkab Sleman untuk Pakan Mandiri
Dalam diskusi bersama Sekretaris Dinas Pertanian Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut., M.T., terungkap sejumlah tantangan sekaligus peluang besar di sektor peternakan. Untuk menjawab masalah lonjakan harga pakan, Pemerintah Kabupaten Sleman menginisiasi program menuju pakan mandiri berbasis pakan hijauan dan konsentrat.
”Kami mendorong penggunaan jenis leguminosa sebagai sumber protein pakan ternak. Selain itu, kami juga memfasilitasi peternak untuk mendaftar program bantuan peralatan melalui KEP Dinas Pertanian,” jelas Rofiq.
Potensi Sleman di sektor peternakan dinilai cukup besar. Saat ini populasi sapi mencapai 6.000 ekor, domba 15.000 ekor, dan kambing 3.500 ekor. Namun, berdasarkan data Dinas Pertanian, Sleman masih mengalami defisit pada komoditas sapi dan domba, sementara kambing tercatat surplus .
Pengawasan dan Keberlanjutan Program
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Sudarmaji S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal amanah program ini melalui pendampingan dan pemantauan ketat sesuai Pedoman dan SOP pengelolaan Balai Ternak. ”Kami memastikan semua kelompok peternak mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhyi menyoroti pentingnya keberlanjutan ekonomi balai ternak. Menurutnya, sebuah balai ternak tidak boleh hanya bergantung pada pendapatan tahunan dari musim kurban.
”Harus ada varian pendapatan harian, mingguan, hingga bulanan untuk menopang cashflow. Hingga pada akhirnya, balai ini bisa menjadi padat karya dan peternak tidak perlu mencari rupiah di luar balai ternak,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para peternak, program Balai Ternak di Sleman diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan, mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat).***
BERITA14/08/2026 | Humas
Tausiah di Masjid Agung Sleman, Muhyi Darmaji Bahas Zakat dan Peran UPZ
Pentingnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat menjadi tema yang disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam tausiah bakda zuhur di Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohusodo, Rabu (12/8/2026).
Tausiah disampaikan seusai salat zuhur berjamaah dalam kegiatan kultum rutin yang digelar setiap Rabu. Dalam kesempatan tersebut, Muhyi memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai zakat mal, zakat fitrah, infak, sedekah, serta peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Muhyi juga memperkenalkan profil dan peran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan zakat. Ia menekankan bahwa pengelolaan ZIS perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku.
“Dasar-dasar hukum BAZNAS aman regulasi, aman NKRI, aman syar’i,” jelas Muhyi.
UPZ Berperan dalam Penghimpunan ZIS
Dalam tausiah tersebut, Muhyi menjelaskan bahwa UPZ memiliki peran penting dalam membantu BAZNAS menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. UPZ dapat dibentuk di berbagai lingkungan, mulai dari kapanewon, masjid, hingga sekolah.
Menurut Muhyi, keberadaan UPZ memberikan dasar kelembagaan yang jelas dalam aktivitas penghimpunan ZIS di masjid maupun lingkungan masyarakat.
Ia menyebutkan, Kabupaten Sleman memiliki sekitar 3.000 masjid. Namun, jumlah masjid yang telah memiliki UPZ masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas edukasi dan penghimpunan ZIS melalui kelembagaan yang resmi.
Pengelolaan ZIS Harus Transparan dan Sesuai Ketentuan
Muhyi mengajak pengurus masjid dan masyarakat untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS. Namun, dana yang dihimpun perlu dikelola sesuai ketentuan serta melalui mekanisme pelaporan yang jelas.
“Silakan menghimpun ZIS sebanyak mungkin. Silakan mau digunakan untuk apa, asal sesuai. Tetapi setor dulu ke BAZNAS dan dilaporkan dahulu. Hak amil 12,5 persen untuk gaji UPZ,” terang Muhyi.
Menurutnya, tata kelola yang baik diperlukan agar dana ZIS dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan kultum rutin tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah serta mengetahui mekanisme pengelolaannya. Dengan pengelolaan yang aman secara syariat dan regulasi, ZIS diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung kemaslahatan dan pemberdayaan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA14/08/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Sosialisasikan ZIS dan UPZ di Masjid An Nur Nusupan, Gamping
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan sosialisasi mengenai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid An Nur Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Sleman, Rabu (5/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut merupakan tindak lanjut atas undangan Ketua Takmir Masjid An Nur kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan zakat di lingkungan masjid.
Ketua Takmir Masjid An Nur, dr. H. Ahmad Lubaid, M.Sc., SpA., menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Sleman. Ia juga menceritakan perjalanan pembangunan Masjid An Nur yang dimulai sekitar 2021 dan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan dukungan masyarakat serta bantuan dana keistimewaan sebesar Rp25 juta.
“Pesan dari orang tua saya, kalau membangun masjid harus lebih bagus dari rumahmu. Jadi ya bisanya pelan-pelan,” ujarnya.
Lubaid mengatakan, Masjid An Nur selama ini telah menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pengelolaan zakat maal, zakat fitrah, infak, serta kegiatan Baitul Quran yang dilaksanakan secara rutin. Pihak takmir juga menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan BAZNAS Sleman dalam meningkatkan pengelolaan ZIS di masjid.
BAZNAS Sleman Jelaskan Zakat dan Legalitas UPZ
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam pemaparannya menjelaskan profil BAZNAS Sleman sekaligus memberikan pemahaman mengenai zakat maal, zakat fitrah, infak, sedekah, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Muhyi menekankan bahwa pengelolaan zakat perlu dilakukan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, keberadaan UPZ menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas penghimpunan ZIS di masjid memiliki dasar kelembagaan yang jelas.
“Dasar-dasar hukum BAZNAS aman regulasi, aman NKRI, aman syar’i,” jelas Muhyi.
Ia juga menjelaskan bahwa UPZ dapat dibentuk di berbagai lingkungan, termasuk kapanewon, masjid, dan sekolah. UPZ berperan membantu BAZNAS dalam menghimpun dana ZIS dari masyarakat.
Muhyi menyebutkan, di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 3.000 masjid, sementara jumlah masjid yang telah memiliki UPZ masih terbatas. Karena itu, ia mengapresiasi Masjid An Nur Nusupan yang telah menjadi bagian dari jaringan UPZ BAZNAS Sleman.
“Silakan menghimpun ZIS sebanyak mungkin. Silakan mau digunakan untuk apa, asal sesuai. Tetapi setor dulu ke BAZNAS dan dilaporkan dahulu. Hak amil 12,5 persen untuk gaji UPZ,” terang Muhyi.
UPZ Masjid An Nur Nusupan Jadi UPZ ke-78
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman Bidang Pengumpulan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan bahwa UPZ Masjid An Nur Nusupan merupakan UPZ ke-78 BAZNAS Kabupaten Sleman.
Andung menegaskan bahwa keberadaan UPZ memberikan legalitas bagi masjid dalam menjalankan fungsi penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan.
“Dengan UPZ, secara UU Masjid An Nur ini sudah sah, legal syar’i, legal NKRI untuk menarik ZIS,” ungkapnya.
Menurut Andung, data penghimpunan ZIS melalui UPZ juga dapat terintegrasi dengan sistem BAZNAS sehingga pengelolaannya lebih terdata dan transparan. Muzaki juga dapat memperoleh bukti setor zakat yang dapat digunakan sebagai dokumen pendukung pengurangan penghasilan kena pajak (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, dana yang dihimpun melalui UPZ dapat mendukung berbagai program kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya untuk honor marbot, kebutuhan sarana masjid, serta membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program BAZNAS.
“Prosedurnya mudah dan cara mengambilnya harus dengan program. Itu bagian dari transparansi keuangan masjid,” jelas Andung.
Masjid Didorong Aktif Mendata Mustahik
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan sejumlah program utama BAZNAS Sleman. Ia juga mendorong pengurus masjid untuk aktif mendata masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.
Data tersebut, kata Muhaimin, dapat dimasukkan ke dalam program yang disusun melalui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) masjid.
Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, masjid juga dapat menjadi ruang edukasi zakat bagi para pengusaha dan masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakatnya.
“Jika ada waktu kita berikan masukan. Misalnya di sini banyak pengusahanya, kita bantu menghitungkan zakatnya. Kadang mereka tidak zakat itu karena tidak tahu,” ungkap Muhaimin.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., memberikan penguatan mengenai pentingnya pencatatan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, dan tata kelola masjid yang baik.
“Selamat bergabung dengan legalitas, semoga ke depan lebih baik. Semoga Masjid An Nur bisa membawa jamaahnya ke dalam kebaikan. Aamiin yaa rabbal ‘alamin,” ucap Nasirun.
Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan, antara lain mengenai teknis pengelolaan UPZ dan mekanisme pengajuan proposal program.
Dengan terbentuknya UPZ Masjid An Nur Nusupan sebagai UPZ ke-78, BAZNAS Sleman berharap pengelolaan ZIS di lingkungan masjid semakin tertib, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya.***
BERITA10/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Sukseskan GEMPAR dengan Belanja di Pasar Prambanan
BAZNAS Kabupaten Sleman turut menyukseskan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan BAZNAS Sleman terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang pasar rakyat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dan berbelanja berbagai kebutuhan di Pasar Prambanan. Turut serta dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., Sekretaris Arif Hidayat, S.Kom., Koordinator Pelaksana Diyas Nugroho, S.T., M.A., Bendahara Warih Komarasari, S.E., serta Humas Titis Ayu W., S.I.Kom.
Beragam kebutuhan dibeli oleh jajaran BAZNAS Sleman, mulai dari sayuran, buah-buahan, bumbu masak, camilan keripik, jajanan pasar hingga jamu tradisional.
Ketua BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, turut membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga seperti tempe, bawang merah, mentimun, keripik, tape, dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Ya ini ada tempe, bawang merah, timun, keripik, tape, dan lainnya ini nanti untuk oleh-oleh istri di rumah,” ujarnya.
Tidak hanya pimpinan, para staf pelaksana BAZNAS Sleman juga ikut meramaikan kegiatan dengan berbelanja buah-buahan, aneka camilan, serta jamu tradisional yang dijual oleh para pedagang di Pasar Prambanan.
Dukung Perputaran Ekonomi Pasar Rakyat
Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam GEMPAR merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan belanja di pasar rakyat sekaligus mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.
GEMPAR digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mendukung optimalisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Gerakan ini juga diarahkan untuk mendukung kemajuan UMKM, khususnya para pedagang pasar rakyat atau pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sleman.
Melalui GEMPAR, masyarakat diajak untuk menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aktivitas belanja secara langsung diharapkan dapat meningkatkan transaksi dan memberikan dampak positif bagi pendapatan para pedagang.
Kegiatan GEMPAR dilaksanakan pada 7–14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Gerakan ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, tetapi juga organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Masyarakat, jajaran organisasi, keluarga, dan berbagai elemen lainnya juga diajak untuk ikut berbelanja dan meramaikan pasar rakyat atau pasar tradisional.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat juga diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, partisipasi dalam GEMPAR menjadi langkah sederhana namun nyata untuk ikut mendukung pedagang lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat.
Dengan berbelanja langsung di Pasar Prambanan, BAZNAS Sleman turut mengajak masyarakat untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi keberlangsungan usaha para pedagang dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sleman.***
#GEMPARSleman #HUTRI81 #BAZNASSleman #PasarTradisional
BERITA07/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah
BAZNAS Kabupaten Sleman melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dan silaturahmi dengan sekolah calon sasaran Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) di MI Bina Akhlaq, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MI Bina Akhlaq pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menjadi tahap awal dalam mempersiapkan implementasi Program MANTAB. Agenda utama berupa brainstorming dan koordinasi pelaksanaan program bersama pihak sekolah guna menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah.
Tim BTB BAZNAS Kabupaten Sleman dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel BTB BAZNAS Sleman, yakni Arif Hidayat, S.Kom., Diyas Nugroho, S.T., M.A., dan Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.
Silaturahmi disambut baik oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bina Akhlaq Indana Zulfa, S.PdSi., dan beberapa guru. Dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua belah pihak membahas kebutuhan sekolah, potensi risiko bencana di lingkungan sekitar, serta rencana pelaksanaan Program MANTAB agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Program Madrasah Tanggap Bencana (MANTAB) merupakan salah satu inisiatif BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Program ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan sejak dini melalui penguatan pengetahuan, penyusunan prosedur tanggap darurat, hingga pembentukan budaya aman di lingkungan madrasah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi generasi muda, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana seperti Kabupaten Sleman.
”Melalui Program MANTAB, kami ingin menghadirkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat. Sinergi dengan pihak sekolah menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Koordinasi ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi bersama pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih tangguh dan berdaya.***
BERITA06/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS
BAZNAS Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pembelajaran mengenai tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan program inovatif dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman berjumlah 12 orang yang terdiri atas empat pimpinan dan delapan staf pelaksana. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antarlembaga.
”Mudah-mudahan kehadiran ini menjadi pertukaran ilmu yang baik ke depannya. Insyaallah kami juga dapat bersilaturahmi ke Sleman untuk saling berbagi pengalaman. Kami juga merupakan kepengurusan yang relatif baru setelah dilantik pada Oktober 2025 lalu,” ujar Veri.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Jombang. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang dirasakan selama kunjungan menjadi modal penting dalam membangun sinergi antarlembaga.
Muhyi menjelaskan bahwa pemilihan BAZNAS Kabupaten Jombang sebagai lokasi studi tiru dilakukan melalui proses diskusi dan pemetaan kebutuhan internal. Hasilnya, BAZNAS Jombang dinilai memiliki keunggulan yang relevan dengan arah pengembangan BAZNAS Sleman.
”Sebelum menentukan tujuan studi tiru, kami melakukan polling dan berdiskusi mengenai keilmuan apa yang ingin dipelajari untuk perbaikan BAZNAS Sleman. Ada dua alasan utama kami memilih BAZNAS Jombang, yaitu keunggulan dalam manajemen SDM dan inovasi program. Semoga berbagai praktik baik yang kami pelajari di sini dapat kami terapkan untuk kemajuan BAZNAS Sleman,” kata Muhyi.
Ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, termasuk kepengurusan terbaru yang telah dikukuhkan, sebagai bagian dari penguatan sinergi dan silaturahmi antar-BAZNAS.
Pada sesi pemaparan, Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang menyampaikan profil kelembagaan serta struktur organisasi BAZNAS Jombang. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua II, As'ad, Ph.D., yang memaparkan berbagai program unggulan yang dikembangkan selama delapan bulan terakhir.
Beberapa program prioritas yang menjadi fokus BAZNAS Jombang meliputi bidang pendidikan, kontribusi bagi marbot melalui skema filantropi perlindungan sosial, BAZNAS Run sebagai inovasi filantropi dan fundraising publik, serta Program Orang Tua Asuh yang menghubungkan satu donatur dengan satu anak untuk mendapatkan pendampingan pendidikan selama 12 bulan.
”Setiap bulan kami juga mengadakan program pembinaan bersama Polres Jombang, dan lembaga yang lain secara bergantian. Anak-anak tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pendidikan inspiratif agar memiliki gambaran profesi dan bekal masa depan,” jelas As'ad.
Selanjutnya, Lukman Hakim dari Bidang Pengumpulan memaparkan strategi penghimpunan dana ZIS, baik secara manual maupun digital. Materi kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV yang menjelaskan tata kelola SDM di lingkungan BAZNAS Jombang.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Jombang memiliki lima pimpinan dan 14 amil pelaksana yang direkrut melalui seleksi terbuka. Mayoritas amil memiliki pengalaman sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan dan secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan, termasuk pendampingan pengelolaan media sosial selama satu tahun oleh tenaga profesional untuk mendukung publikasi serta penghimpunan dana.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, penghimpunan dana, inovasi program, hingga strategi pelayanan kepada muzaki dan mustahik.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, pertukaran cendera mata, serta foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan yang semakin erat antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Jombang.
Menutup kegiatan tersebut, Muhyi Darmaji berharap hasil studi tiru tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas tata kelola lembaga serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
”Semoga silaturahmi melalui studi tiru ini membawa keberkahan, memberikan ilmu dan pengalaman baru, serta dapat kami implementasikan di BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mewujudkan pelayanan zakat yang semakin profesional, amanah, dan memberikan kemaslahatan umat yang lebih besar,” pungkasnya.***
BERITA03/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →