WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman

BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 8 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbaik se-Kabupaten Sleman atas kontribusi dan kinerja optimal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025.

 

Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026).

 

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi BAZNAS Sleman kepada UPZ yang dinilai konsisten, tertib pelaporan, serta mampu mengoptimalkan potensi zakat di lingkup masing-masing, baik di tingkat OPD, instansi vertikal, wilayah, maupun satuan pendidikan.

 

Daftar Penerima Penghargaan UPZ Terbaik Tahun 2025

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat OPD
    Capaian ZIS: Rp1.660.890.529
    Keterangan: 100% ASN berzakat dan setoran rutin.
  2. Kementerian Agama Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Instansi Vertikal
    Capaian ZIS: Rp829.175.967
    Keterangan: Setoran terbanyak instansi vertikal dan rutin.
  3. UPZ Kapanewon Depok
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kapanewon
    Capaian ZIS: Rp48.947.274
    Keterangan: Setoran terbanyak kapanewon dan rutin.
  4. UPZ Kalurahan Sardonoharjo
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kalurahan
    Capaian ZIS: Rp28.955.268
    Keterangan: Setoran terbanyak kalurahan dan rutin.
  5. MAN 3 Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Madrasah
    Capaian ZIS: Rp64.721.190
    Keterangan: Setoran terbanyak madrasah dan rutin.
  6. SMP Negeri 1 Ngemplak
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SMP Negeri
    Capaian ZIS: Rp36.871.250
    Keterangan: Setoran terbanyak SMP dan rutin.
  7. TK SD Negeri Model
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SD
    Capaian ZIS: Rp28.206.000
    Keterangan: Setoran terbanyak SD dan rutin.
  8. Polresta Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Pelaporan
    Capaian ZIS: Rp590.225.548
    Keterangan: Pelaporan UPZ terbaik dan rutin.

 

Penghargaan diserahkan secara bergantian oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Sleman Drs. Susmiarto, M.M., Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Wakil Ketua II BAZNAS DIY Jazilur Sakhok, Ph.D.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UPZ penerima penghargaan.

 

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi UPZ lainnya untuk terus meningkatkan kinerja pengumpulan serta pengelolaan zakat secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Melalui pemberian penghargaan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin kuat, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara Milad Ke-25 BAZNAS ini dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya, OPD se Kabupaten Sleman, Instansi Vertikal, Panewu & KUA, UPZ Sekolah & Madrasah (SD N, SMP N, MTsN, MAN sekabupaten Sleman), LAZ se-Kabupaten Sleman, Bank mitra BAZNAS (Penyumbang Doorprize), 17 Takmir calon Penerima Program BMM, dan 50 Warga Tridadi (Penerima sembako dalam program Sleman Peduli).***

03/02/2026 | Kontributor: ayw./
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi yang difasilitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS Republik Indonesia dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 26–30 Januari 2026. Pelatihan dilaksanakan di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur.

 

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam memastikan para pimpinan dan pengelola zakat di daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali penguatan pemahaman syariah zakat, tetapi juga materi terkait manajemen kelembagaan, tata kelola (governance), kepemimpinan, serta akuntabilitas dan transparansi lembaga.

Seluruh materi disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern yang menuntut profesionalisme tinggi dan kepercayaan publik.

 

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas pimpinan BAZNAS daerah.

“Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk menambah wawasan pimpinan BAZNAS agar semakin profesional dalam menjalankan amanah,” ungkap Nasirun.

 

Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

 

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. “Pelaksanaan pelatihan sangat bagus karena materi-materi yang diberikan relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya.

 

Nasirun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat diterapkan secara nyata dalam kepemimpinan BAZNAS di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan dampak program zakat.

 

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan proses asesmen kompetensi oleh asesor dan praktisi berpengalaman untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan skema sertifikasi BNSP.

Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan secara menyeluruh, memperkuat ekosistem zakat nasional, serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***

31/01/2026 | Kontributor: ayw./
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-25 BAZNAS Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, muhasabah, sekaligus penguatan komitmen pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., perwakilan BAZNAS DIY Wakil Ketua II, Jazilur Sakhok, Ph.D., jajaran OPD Kabupaten Sleman, pimpinan UPZ, kepala sekolah dan madrasah, pimpinan bank mitra, para donatur, serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh dari SDN Baturan 1, kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize tahap pertama berupa satu unit TV 32 inci yang disponsori BPD DIY Syariah. Selain itu, turut dibagikan dua unit sepeda MTB yang masing-masing disponsori oleh Bank Sleman dan Heny Catering.

 

Memasuki acara inti, pengajian akbar disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Nadhif menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-25 BAZNAS berjalan lancar dan mendapatkan rida Allah SWT.

 

Nadhif menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya merupakan refleksi Milad BAZNAS ke-25, bukan sekadar pengajian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan salat sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik.

 

“Makna nostalgia sesungguhnya kita bicara eksisting apa yang sudah kita lakukan dan belum dilakukan kita refleksi, yaitu sholat. Baru diangka 38% yang sholat lima waktu. Belum kita ketemu sholat yang lupa niatnya,” kata Nadhif.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-25 BAZNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan zakat bagi umat.

 

Alhamdulillah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, para muzaki, UPZ, serta seluruh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 berdasarkan audit KAP pada 12 Januari 2026,” ungkap Kriswanto.

 

Kriswanto juga melaporkan capaian penghimpunan Dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp13,4 miliar, yang telah ditasharufkan kepada 55.352 penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Selain itu, BAZNAS Sleman turut menghimpun donasi bencana untuk Sumatera dan Aceh sebesar ±Rp830 juta, sekitar Rp700 juta di antaranya disalurkan melalui Pemerintah Aceh Tamiang, Pemda Sibolga, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember lalu, dan sisanya pada awal tahun 2026 ini.

 

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ terbaik, menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Beran, Tridadi, serta meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) senilai Rp522 juta untuk 17 masjid terpilih di Kabupaten Sleman. Selain itu, diluncurkan pula Program Masjid Ramah Musafir bekerja sama dengan Kementerian Agama senilai Rp17 juta.

 

Dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga semakin menguat melalui Instruksi Bupati terkait pemotongan zakat dari TPP ASN, sebagai langkah strategis optimalisasi zakat yang berkelanjutan.

 

Kriswanto menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai BAZNAS Sleman menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sleman.

 

“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap ikhtiar kita dan menjadikan BAZNAS sebagai Lembaga yang terus membawa keberkahan bagi umat,” tutup Kriswanto.

 

Sebagai penutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS Sleman melibatkan 20 UMKM binaan yang difasilitasi stand promosi di area Pendopo. Setiap tamu undangan juga mendapatkan voucher belanja Rp10.000 untuk mendukung UMKM binaan. Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman turut berkeliling stand UMKM dan melarisi dagangan para pelaku usaha.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia

BAZNAS Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan Jalan Sehat Funwalk dalam rangka memperingati Milad ke-25 BAZNAS bersama BAZNAS lainnya se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, Sabtu (17/01/2026), dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.”

 

Kegiatan Jalan Sehat Funwalk ini diselenggarakan oleh BAZNAS se-DIY, dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikelola langsung oleh tim BAZNAS Kulon Progo.

 

Langkah bersama dalam kegiatan funwalk ini menjadi simbol kebersamaan, refleksi, serta komitmen BAZNAS selama seperempat abad dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan secara amanah, profesional, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini tidak sekadar berjalan santai, tetapi juga memperkuat sinergi antar BAZNAS untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi mustahik.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Milad ke-25 kepada BAZNAS serta menegaskan pentingnya peran BAZNAS di tengah masyarakat.

 

“Dengan kehadiran BAZNAS, saya berani menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan dan pendistribusian zakat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan berdasarkan skala prioritas hak penerimanya,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk semakin mengenal zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran zakat.

 

Selain kegiatan funwalk, peringatan Milad ke-25 BAZNAS se-DIY juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Para peserta dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.

 

Selain itu, sambutan mulai dari Ketua BAZNAS Kulon Progo, Ketua BAZNAS DIY dan dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan Aladin.

 

Acara semakin semarak dengan pengundian doorprize dengan beragam hadiah menarik, di antaranya kulkas dua pintu, mesin cuci, televisi, dua unit sepeda, serta hadiah hiburan lainnya yang disponsori oleh perbankan, BAZNAS se-DIY, dan mitra pendukung.

 

Menariknya, staf dan pelaksana dari BAZNAS Kabupaten Sleman turut membawa pulang sejumlah doorprize. Bahkan, dua orang staf BAZNAS Sleman berhasil mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda MTB, masing-masing satu unit sepeda, yang menambah semarak dan kebahagiaan dalam perayaan Milad ke-25 BAZNAS.

 

Menambah keakraban, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan wisata perahu Laguna. Hampir seluruh peserta memanfaatkan naik perahu untuk berkeliling di sekitar Laguna Pantai Glagah sebagai penutup kegiatan.

 

Melalui momentum ini, BAZNAS terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian sosial, serta menebar manfaat dan kebaikan bagi umat melalui zakat.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta

BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman.

 

Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program.

 

Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman.

 

Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga.

 

“Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih.

 

Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan.

 

Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya.

 

Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

 

“Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya.

 

Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

 

Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***

23/01/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Menguatkan Akidah, BAZNAS Sleman Ajak Mualaf Jalani Wisata Religi Manasik Haji
Menguatkan Akidah, BAZNAS Sleman Ajak Mualaf Jalani Wisata Religi Manasik Haji
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali mengadakan program pembinaan bagi mualaf melalui kegiatan wisata religi, pada 3 September 2025 di Firdaus Fatimah Zahrah, Kota Semarang Jawa Tengah. Tahun ini, sebanyak 51 orang mualaf diajak untuk mengikuti manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, sebuah destinasi wisata religi yang dikenal memiliki replika Ka’bah serta suasana yang dibuat mirip dengan Mekah dan Madinah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mualaf dalam mengenal tata cara ibadah haji dan umrah. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni laki-laki dan perempuan, masing-masing didampingi oleh pendamping khusus manasik. Selama kegiatan, mereka dituntun mulai dari bacaan doa, tata cara berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga simulasi ibadah haji yang sesungguhnya. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal hingga akhir acara. Setelah mengikuti manasik, kegiatan dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah, makan siang bersama, dan ditutup dengan sesi foto bersama. Pembinaan Akidah dan Ekonomi Mualaf Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa wisata religi merupakan agenda tahunan BAZNAS dalam rangka pembinaan mualaf. “Wisata religi bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi para mualaf agar mereka lebih memahami ajaran Islam. Tahun-tahun sebelumnya, kami juga mengajak mereka ke pondok pesantren yang dikelola mualaf. Dari situ mereka belajar dan mendapat pembinaan langsung,” jelasnya. Lebih lanjut, Kriswanto menegaskan bahwa mualaf termasuk dalam golongan asnaf penerima zakat. Karena itu, BAZNAS tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga pada penguatan akidah. “Mualaf adalah saudara kita yang baru masuk Islam. Mereka membutuhkan pendampingan baik dalam hal ibadah, membaca Al-Qur’an, maupun pemahaman akidah. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka semakin mantap dalam menjalani Islam secara kaffah,” tambahnya. Program Tahunan yang Terus Berlanjut Kegiatan wisata religi ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap tahun, bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembinaan. Harapannya, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan rasa percaya diri para mualaf dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim. Dengan adanya wisata religi ke Firdaus Fatimah Zahra ini, mualaf di Kabupaten Sleman tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual, tetapi juga motivasi untuk lebih mendalami ajaran Islam. BAZNAS Sleman berkomitmen melanjutkan program ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap mualaf sebagai bagian dari penerima zakat.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Solidaritas untuk Palestina: Ivan Gunawan Distribusikan Air Bersih dan Makanan Melalui BAZNAS
Solidaritas untuk Palestina: Ivan Gunawan Distribusikan Air Bersih dan Makanan Melalui BAZNAS
Jakarta – Ivan Gunawan dan Mandjha salurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan untuk warga Gaza melalui BAZNAS. Desainer dan public figure ternama Ivan Gunawan bersama brand busananya Mandjha kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Palestina. Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, mereka menyalurkan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji untuk warga Gaza pada 1–2 September 2025. Air bersih didistribusikan di lima titik strategis, termasuk Abu Hasirah Port dan Palestine Stadium, yang menjangkau 1.562 jiwa dengan rata-rata 16 liter per orang. Sementara itu, makanan siap saji dibagikan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp untuk 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti air dan makanan sangat mendesak di Gaza. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang tersalurkan menjadi wujud kasih sayang masyarakat Indonesia, sekaligus bukti nyata solidaritas bangsa dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya. Ivan Gunawan: Setetes Harapan untuk Gaza Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama ini. Ia berkomitmen untuk melanjutkan dukungan pada tahap berikutnya, bahkan berencana turun langsung melalui jalur Mesir. “Alhamdulillah, bantuan tahap pertama telah tersampaikan melalui BAZNAS. Semoga langkah kecil ini bisa membawa setetes harapan di tengah kondisi darurat Gaza,” kata Ivan. Program bantuan ini tercatat bernilai Rp200 juta, yang dialokasikan untuk program Hot Meals dan Air Bersih. Dokumentasi penyaluran juga sudah diterima sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas. Konsistensi Ivan Gunawan dalam Kepedulian Sosial Sebelumnya, Ivan Gunawan juga menyerahkan donasi sebesar Rp2 miliar untuk Palestina dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Jakarta pada 28 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Donasi besar tersebut berasal dari hasil penjualan busana dalam rangkaian acara “Love Go For Humanity”, yang sejak awal diniatkan untuk kegiatan sosial. Seluruh hasil penjualan kemudian disalurkan melalui BAZNAS agar manfaatnya tepat sasaran. Ivan berharap langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak tokoh publik dan masyarakat untuk berbagi melalui jalur yang terpercaya. BAZNAS: Bukti Solidaritas Indonesia BAZNAS RI menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga simbol solidaritas bangsa Indonesia untuk Palestina. Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen terus menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri. Di tengah kondisi sulit yang dialami warga Gaza, setetes air dan sepiring makanan menjadi cahaya penguat di tengah duka. Langkah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan pengingat bahwa cinta dan kepedulian tak pernah mengenal batas.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Salurkan Rp101 Juta untuk Masjid, Musala, dan Lembaga Pendidikan
Pentasharufan Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Salurkan Rp101 Juta untuk Masjid, Musala, dan Lembaga Pendidikan
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Taqwa dengan total nilai sebesar Rp101.000.000. Bantuan ini diberikan kepada 70 penerima manfaat, yang terdiri dari masjid, musala, hingga lembaga pendidikan Islam di Sleman. Kegiatan pentasharufan dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025 di Kantor BAZNAS Sleman. Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pemeliharaan sarana ibadah, serta mendukung peringatan Hari Besar Islam, terutama menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebentar lagi akan diperingati oleh umat Muslim. Dukungan untuk Perbaikan Fasilitas Masjid dan Musala Bantuan yang disalurkan melalui Program Sleman Taqwa di antaranya dimanfaatkan untuk rehabilitasi musala dan masjid, pembangunan fasilitas penunjang ibadah, serta kegiatan syiar Islam di masyarakat. Salah satu penerima manfaat adalah Masjid Al Hikmah, Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman, yang diwakili oleh takmir masjid, Sekarmaji. Ia menyampaikan bahwa bantuan dari BAZNAS Sleman sangat bermanfaat, khususnya untuk biaya pembangunan dan renovasi tempat wudhu masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman serta para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. InsyaAllah bantuan ini akan digunakan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkap Sekarmaji. Harapan dari BAZNAS Sleman Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Sleman Taqwa adalah wujud nyata komitmen BAZNAS dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat Sleman. “Melalui Program Sleman Taqwa, kami berharap masjid, musala, dan lembaga pendidikan Islam dapat semakin berkembang dan berdaya. Bantuan ini bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat ibadah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Sleman”. “Kami juga mengajak seluruh muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” jelasnya. Wujud Kepedulian dan Kolaborasi Program Sleman Taqwa tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong keberlangsungan kegiatan syiar Islam di berbagai wilayah. Dengan dukungan dari para muzaki, inisiatif ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan aktivitas keagamaan di Sleman. BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat, baik di bidang keagamaan, kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi. Ajak Muzaki untuk Berzakat Dengan keberhasilan pentasharufan kali ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki, untuk terus mempercayakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap rupiah zakat yang dititipkan, akan kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat Sleman. Mari bersama-sama mewujudkan Sleman Taqwa, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
BERITA02/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Tahap Pertama Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Bantu 17 Warga Sleman
Pentasharufan Tahap Pertama Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Bantu 17 Warga Sleman
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Kamis, 28 Agustus 2025, BAZNAS Sleman melaksanakan pentasharufan termin 1 bantuan rehab RTLH di Serambi Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudirohoesodo, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman. Program ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total anggaran bantuan senilai Rp329 juta. Masing-masing kapanewon menerima satu unit bantuan rumah yang akan direhab sesuai kebutuhan. Pada termin pertama ini, BAZNAS menyalurkan 40% dari total bantuan yang diterima penerima manfaat. Acara pentasharufan turut didampingi oleh panitia rehab, dukuh setempat, serta jajaran pemerintah terkait. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Sosialisasi Program dan Tahapan Pelaksanaan Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Sleman juga menggelar sosialisasi teknis. Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan alokasi dana serta pentingnya penggunaan bantuan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Hadir pula Tulus dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) yang memaparkan proses verifikasi penerima manfaat, jenis kerusakan rumah, hingga tahapan pembangunan. Sementara itu, Amin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan penjelasan terkait aspek legalitas bangunan dan perubahan aturan dari IMB menjadi PPG. Menurut Tulus, bantuan yang diberikan bervariasi sesuai tingkat kerusakan rumah—mulai dari perbaikan ringan seperti penggantian atap, hingga pembangunan ulang pondasi atau penambahan ruang bagi keluarga yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya laporan progres pembangunan yang akan menjadi syarat pencairan tahap selanjutnya. “Dana akan dicairkan dalam empat tahap. Tahap pertama 40% harus segera dibelanjakan, kemudian tahap kedua dan ketiga dilakukan setelah ada laporan progres dan bukti penggunaan dana. Tahap terakhir diberikan setelah rumah selesai 100%,” jelasnya. Standar Rumah Sehat dan Aspek Legalitas Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah. Dari sisi legalitas, Amin menambahkan bahwa program ini difasilitasi agar penerima manfaat mendapatkan kepastian hukum terkait status bangunan. “Kami membantu dari aspek legalitasnya. Targetnya, dalam waktu dua bulan seluruh pembangunan sudah selesai,” ujarnya. Daftar Penerima Manfaat 1. Kapanewon Sleman : Sugirah, Temon, RT.02 RW.22 Pandowoharjo 2. Kapanewon Cangkringan : Agus Aswadi, Karanglo, RT.03 RW.24 Argomulyo 3. Kapanewon Seyegan : Parmin Noto Maryono : Ngampon, Mranggen, RT.05 RW.22 Margodadi 4. Kapanewon Turi : Titis Minto Lestari, Donoasih, RT.03 RW.12 Donokerto 5. Kapanewon Prambanan : Rini Endang Suryani, Losari II Wukirharjo 6. Kapanewon Minggir : Dedi Yulianto, Daratan III, RT.06 RW07, Sendangarum 7. Kapanewon Pakem : Rustanto, Kuweron RT.03 RW.23, Candibinangun 8. Kapanwewon Berbah : Ngadiono, Sendang RT.01 RW.14 Sendangtirto 9. Kapanewon Godean : Wiharnani, Kragilan RT.03 RW.28, Sidoluhur 10. Kapanewon Moyudan : Suratman, Kruwet RT.02 RW.05 Sumberagung 11. Kapanewon Tempel : Juminten, Senoboyo RT.02 RW.13 Banyurejo 12. Kapanewon Mlati : Warno Dullah Sukoco, Kalongan RT.06 RW13 Tlogoadi 13. Kapanewon Kalasan : Marwanto, Sanan Brintikan RT.05 RW.17 Tirtomartani 14. Kapanewon Ngemplak : Widiyati, Ngalian RT.04 RW.22 Widodomartani 15. Kapanewon Ngaglik : Vita Arumsari, Tegalmindi RT.07 RW.36 Sardonoharjo 16. Kapanewon Gamping : Jumono, Kradenan RT.05 RW.17 Banyuraden 17. Kapanewon Depok : Tutik Sarinti Sari, Manukan RT.06 RW.05 Condongcatur Testimoni Penerima Manfaat Program ini disambut hangat oleh penerima manfaat. Salah satunya Agus Aswadi, warga Karanglo, Argomulyo, Cangkringan, yang merasa sangat terbantu. “Alhamdulillah bisa membangun rumah yang layak, tidak bocor, dan nyaman ditempati,” ucapnya. Hal senada disampaikan Puji Astuti, istri dari Rustanto, warga Kuweron, Candibinangun, Pakem, yang menerima bantuan Rp20 juta dan memperoleh Rp8 juta pada termin pertama. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini akan memperbaiki rumah kami secara total, karena kondisinya memang sudah tidak layak huni,” ungkapnya. Komitmen BAZNAS untuk Kesejahteraan Umat Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, menegaskan bahwa dana zakat harus digunakan dengan tepat sasaran untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Dana ini harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya agar rumah bisa menjadi tempat ibadah dan kehidupan yang lebih layak,” tutupnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung misi pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup warga Sleman.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan manfaat zakat melalui program unggulannya, yaitu Sleman Sehat dan Sleman Cerdas. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor BAZNAS Sleman, Jumat (29/8), dengan total nilai mencapai Rp764.120.000. Dari jumlah tersebut, program Sleman Sehat menyalurkan bantuan sebesar Rp486.732.500 kepada 37 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Sementara itu, program Sleman Cerdas memberikan bantuan sebesar Rp277.387.500 kepada 79 penerima manfaat di Sleman. Kisah Penerima Manfaat Program Sleman Sehat Program Sleman Sehat ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan, terutama mereka yang tidak ter-cover oleh BPJS. Salah satunya adalah Rifah, warga Merdikorejo, Tempel, Sleman. Ia menerima bantuan Rp3 juta untuk biaya pengobatan ibunya, Sumirah, yang menderita stroke. Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan medis harian seperti pampers, makanan sehat, hingga terapi. “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, karena ada kebutuhan ibu saya yang tidak terjangkau BPJS,” ungkap Rifah. Penerima lainnya adalah Purwanti, warga Selorejo, Tempel. Ia mengambil bantuan Rp1 juta untuk pamannya, Tukidi, yang juga menderita stroke. Dana tersebut digunakan untuk biaya terapi jalan dan pijat sebagai bagian dari proses pemulihan. Penerima Manfaat Program Sleman Cerdas Sementara itu, program Sleman Cerdas difokuskan pada dukungan di bidang pendidikan, seperti beasiswa siswa kurang mampu, honorarium guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT), serta bantuan untuk lembaga pendidikan Islam maupun umum. Salah satu penerima manfaat adalah Prihatin, dari SDN Sentul Godean. Ia menerima bantuan sebesar Rp3.970.000 untuk beasiswa kurang lebih 20 anak didik. “Semoga bantuan ini memberi manfaat besar bagi anak-anak kami agar semangat belajar mereka tetap terjaga,” tuturnya. Selain itu, Gito Prawoto dari MTsN 2 Sleman menerima bantuan senilai Rp6.200.000. Dana ini digunakan untuk mendukung GTT, PTT, serta siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. “Bantuan ini sangat membantu kami meringankan beban guru dan siswa,” ujarnya. Sekilas Tentang Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Program Sleman Sehat merupakan upaya BAZNAS Sleman untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu menanggung biaya pengobatan. Bantuan ini mencakup kebutuhan medis, terapi, hingga pendukung gizi bagi pasien. Sedangkan program Sleman Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Sleman. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan beasiswa, bantuan operasional lembaga pendidikan, hingga dukungan untuk guru honorer. Tujuannya adalah memastikan generasi muda Sleman memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Ajak Masyarakat untuk Peduli Sesama Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sleman. “Semua bantuan ini berasal dari kepedulian muzaki. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya bisa semakin luas,” ungkapnya. Dengan terus mendukung program-program BAZNAS Sleman, masyarakat dapat turut serta membangun Sleman yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Sleman. Dari zakatmu, hadir keberkahan untuk sesama.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Sleman - Bupati Sleman menyampaikan pesan penting dalam acara pelantikan H. Nasirun sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman bidang SDM, Administrasi, dan Rumah Tangga. Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman. Acara ini juga diwarnai penyerahan Hasil Evaluasi Keluarga Sembada dan Evaluasi Masjid Paripurna Kabupaten Sleman 2025, dalam satu rangkaian yang dihadiri oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., serta jajaran pemerintah Kabupaten Sleman dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dijalankan secara amanah, sesuai syariat Islam, serta berorientasi pada kepentingan umat, bukan kepentingan politik. “Saya betul-betul memperhatikan agar jangan sampai ada hal-hal yang aneh dalam pengelolaan zakat. Takutlah kepada Tuhan, jangan takut kepada bupati atau wakil bupati,” tegas Bupati. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program BAZNAS Sleman, termasuk mendorong sosialisasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya akan bantu menyosialisasikan kepada rekan-rekan ASN agar zakat profesi sebesar 2,5 persen dari gaji dapat dipotong dan disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” tambahnya. Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman mengucapkan selamat kepada H. Nasirun yang baru saja dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat segera bertugas, melanjutkan kiprah, berkarya, serta menjalankan amanah untuk kemaslahatan masyarakat. “Terima kasih kepada pimpinan BAZNAS Sleman atas dedikasi selama ini. Saya berharap roda organisasi tetap berjalan dengan baik dan terus melakukan inovasi,” ujarnya. Bupati menekankan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dilakukan secara modern, berbasis data, serta didukung teknologi. Hal ini penting agar pengelolaan zakat semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. BAZNAS sebagai Instrumen Strategis Menurut Bupati, keberadaan BAZNAS Sleman memiliki posisi strategis sebagai lembaga resmi pemerintah dalam pengelolaan ZIS. Peran ini sangat penting dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta menjadi instrumen nyata untuk pembangunan daerah. “Penghimpunan zakat akan menjadi sumber daya luar biasa jika dikelola dengan baik. Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel,” jelasnya. Bupati juga mendorong adanya terobosan baru dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat, sehingga dapat membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan di Sleman. “Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam menjalankan amanah ini. Mari bersama-sama mendukung BAZNAS Sleman menjadi penghimpun dan pengelola zakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat Pelantikan pimpinan BAZNAS Sleman ini bukan hanya sebuah agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Sleman diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan zakat dan menyalurkannya secara tepat sasaran. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjadikan zakat sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat, membangun kemandirian, dan menghadirkan keadilan sosial di Kabupaten Sleman.***
BERITA29/08/2025 | AYW./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman semakin serius menangani stunting dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya BAZNAS Sleman dan Bank Sleman. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). BAZNAS Sleman dan Bank Sleman bertindak sebagai orang tua asuh yang akan memberikan bantuan nutrisi berupa 'telur bahagia' untuk ibu hamil dan anak di bawah 23 bulan. Acara penandatanganan ini diselenggarakan di Aula Unit I Kabupaten Sleman pada Senin, 25 Agustus 2025. Program GENTING merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen RPJPD Kabupaten Sleman 2024–2045 untuk mencetak generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Peran BAZNAS Sleman Peran BAZNAS Sleman dalam program ini sangat vital. Lembaga amil zakat ini akan menyalurkan bantuan nutrisi kepada 50 keluarga berisiko stunting yang tersebar di lima kapanewon, yaitu Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, dan Prambanan. Setiap keluarga akan menerima paket telur bergizi tinggi selama 90 hari berturut-turut. Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Sleman terus menurun. Berdasarkan data ePPGBM 2024, angka stunting kini berada di angka 4,41%, turun 0,1% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan hasil positif dari upaya yang telah dilakukan. Susmiarto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Sleman zero stunting. Wujud Gotong Royong Kepedulian Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa ‘telur bahagia’ merupakan telur ayam dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bantuan ini adalah wujud gotong royong dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Sleman mendapatkan gizi optimal. Sebagai orang tua asuh, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan materiil. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan berkelanjutan yang berfokus pada pencegahan. Para orang tua asuh, termasuk BAZNAS Sleman, diharapkan ikut memantau tumbuh kembang anak. Dengan keterlibatan aktif BAZNAS Sleman, program GENTING diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan umat, tidak hanya melalui bantuan zakat, tetapi juga dengan berkontribusi langsung pada pembangunan generasi yang sehat dan cerdas, siap menyongsong masa depan.***
BERITA28/08/2025 | AYW./
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Astacita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Momentum Sinergi Zakat dan Astacita Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Astacita, yaitu delapan agenda prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Rakornas ini meneguhkan tekad BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat menjadi pilar pencapaian Astacita serta visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kiai Noor. Capaian Penghimpunan Zakat BAZNAS RI mencatat kinerja penghimpunan zakat meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, penghimpunan zakat nasional mencapai Rp12,43 triliun dan meningkat menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, angka pengumpulan naik dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025. Jumlah muzaki juga meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Transformasi Digital dan Kiprah Internasional Selain peningkatan penghimpunan, BAZNAS terus memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta koordinasi nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) kini juga telah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas. Di tingkat internasional, BAZNAS aktif dalam aksi kemanusiaan. Hingga Juli 2025, tercatat Rp375 miliar dana zakat telah dihimpun untuk Palestina dan Rp120 miliar disalurkan, menjangkau lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. BAZNAS Awards 2025 Rakornas juga menghadirkan BAZNAS Awards 2025 dengan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan semangat bagi seluruh penggerak zakat. Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan periode 2020–2025. Ketua BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan inovasi dan memperluas manfaat zakat bagi umat. “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegas Kiai Noor. Dengan semangat sinergi, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas perannya dalam membantu negara melindungi fakir miskin dan masyarakat kecil yang membutuhkan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Menurut Muzani, keberadaan BAZNAS merupakan wujud nyata hadirnya negara dalam mengemban amanat konstitusi, yakni melindungi fakir miskin, anak terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan. “Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, dan usaha kecil? Menurut UUD, negara lah yang memiliki tanggung jawab itu,” tegasnya. BAZNAS sebagai Mitra Negara Muzani menjelaskan, bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat kecil dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program-program pemerintah. Kedua, dengan membentuk lembaga resmi yang diberi mandat khusus, salah satunya adalah BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengelola zakat dan membantu fakir miskin. Peran BAZNAS sangat penting dalam mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ungkapnya. Tujuan Negara: Rakyat Sejahtera Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa tujuan bernegara tidak hanya memperkuat pertahanan militer atau kepolisian, tetapi juga memastikan rakyat hidup merdeka dan sejahtera. “Negara ini akan kuat bukan hanya karena tentaranya kuat, bukan hanya karena polisinya kuat, tetapi juga karena rakyatnya sehat, kenyang, punya pekerjaan, terbebas dari utang, dan berdaya secara ekonomi,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kembali bahwa BAZNAS merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Rakornas BAZNAS 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat program-program BAZNAS dalam mendukung Astacita menuju Indonesia Merdeka. Tokoh dan Lembaga yang Hadir Acara Rakornas turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga negara, antara lain: Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum. Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Mesir, M. Zaim A. Nasution. Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur. Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Perwakilan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota seluruh Indonesia. Rakornas BAZNAS 2025 ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi nasional dalam pemberdayaan umat melalui zakat, infak, dan sedekah, sehingga tercapai kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Genting (Gerakan Tempel Sehat dan Bersih) yang dirangkai dengan pentasharufan bantuan pembangunan jamban sehat kepada masyarakat dalam program Sleman Peduli. Acara tersebut bertempat di Kantor Kapanewon Tempel, Selasa (26/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, tiga warga Tempel menerima bantuan pembangunan jamban masing-masing sebesar Rp3 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari program pencegahan stunting yang menjadi fokus bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Sleman. Pentasharufan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., dan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc.. Hadir pula Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos, M.Si., dan Kepala Dinas DPAP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H. Apresiasi Wabup Pada BAZNAS Sleman Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS Sleman yang konsisten membantu program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan pencegahan stunting. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa pentasharufan bantuan jamban sehat ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. “Penyediaan jamban sehat tidak hanya membantu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga bagian dari ikhtiar bersama mencegah stunting sejak dini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya. Program bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, serta memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Sleman. BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat dan para muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran. Mengapa MCK Penting dalam Pencegahan Stunting? Seperti diketahui, program seperti ini dapat berupa peningkatan akses dan kualitas sanitasi, yang merupakan salah satu penyebab stunting, seperti pembangunan dan perbaikan fasilitas MCK di rumah tangga. MCK yang baik memastikan kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit, yang merupakan faktor penyebab stunting, terutama pada anak-anak. Keterbatasan akses terhadap MCK yang layak bisa meningkatkan risiko penyakit dan gangguan gizi yang berkontribusi pada stunting.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Sleman - BAZNAS Sleman salurkan satu unit kursi roda di Kapanewon Seyegan guna mendukung akses layanan publik inklusif. BAZNAS Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. Pada Selasa (26/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Seyegan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus menjadi upaya mewujudkan layanan publik yang lebih ramah dan mudah diakses oleh kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Koordinator Staff, Arif Hidayat, S.Kom., Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Diyas Nugroho, S.T., yang diterima oleh Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., beserta jajarannya. Apresiasi Panewu Seyegan Panewu Seyegan, Agung Endarta, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Sleman melalui penyaluran bantuan ini. “Kami berterima kasih atas bantuan kursi roda ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Seyegan. Ini bentuk kerja sama yang baik dan nyata untuk meningkatkan akses layanan masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan warga yang memiliki keterbatasan fisik dapat lebih mudah, cepat, dan nyaman saat mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman terhadap Kelompok Rentan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan kursi roda ini adalah wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam mendukung pelayanan publik inklusif. “Kami ingin memastikan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, mendapatkan pelayanan publik yang layak, ramah, dan mudah diakses. Kursi roda ini mungkin sederhana, tetapi manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain di Sleman sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang inklusif, ramah, dan berkeadilan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman salurkan 775 paket fidyah untuk pekerja harian lepas di tiga dinas Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui program penyaluran fidyah. Kali ini, sebanyak 775 paket makan dibagikan kepada para Pekerja Harian Lepas (PHL) di tiga dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Penyaluran ini berlangsung pada Jumat, 22 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB. Agenda ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa zakat, infak, sedekah, maupun fidyah yang ditunaikan masyarakat, mampu memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan. Distribusi di Tiga Dinas Di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), paket fidyah diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, bersama Koordinator Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sebanyak 359 paket makan diberikan kepada para pekerja harian lepas yang setiap hari bertugas menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Sleman. Kemudian, di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I bersama Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Diyas Nugroho, S.T. Sebanyak 356 paket makan disalurkan kepada para PHL yang sehari-hari membantu pelayanan infrastruktur dan pemukiman. Sementara itu, di Dinas Perhubungan (Dishub), penyerahan fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 paket makan diterima oleh para pekerja harian lepas Dishub. Dengan demikian, total fidyah yang berhasil disalurkan pada agenda ini mencapai 775 paket makan. Para penerima merasa gembira karena makanan tersebut dapat langsung dinikmati untuk sarapan maupun makan siang mereka. Harapan BAZNAS Sleman Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa penyaluran fidyah ini merupakan bentuk nyata dari sinergi umat dalam membantu sesama. “Fidyah yang ditunaikan masyarakat kami salurkan tepat sasaran, salah satunya untuk pekerja harian lepas yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan, infrastruktur, dan pelayanan di Sleman. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi motivasi agar fidyah, zakat, infak, dan sedekah semakin ditunaikan melalui BAZNAS Sleman,” jelasnya. Selain itu, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa amanah masyarakat akan selalu dikelola secara profesional dan transparan. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bukti bahwa setiap rupiah yang ditunaikan dapat menghadirkan manfaat sosial yang luas. Ajakan untuk Menunaikan Fidyah dan Zakat BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, ASN, maupun para muzakki untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun fidyah melalui BAZNAS Sleman. Dengan begitu, manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS Sleman, kuatkan zakat untuk memberdayakan umat! Fidyah Adalah Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan.***
BERITA26/08/2025 | AYW./
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – BAZNAS Kota Jambi melakukan studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, sedekah, terlebih program unggulan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman. Kedatangan BAZNAS Kota Jambi disambut hangat ketua, jajaran pimpinan, serta pelaksana BAZNAS Sleman di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, pada Jumat 22 Agustus 2025. Adapun rangkaian acara meliputi pembukaan, doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Kemudian sambutan utama oleh Katua BAZNAS Jambi, Drs. H. Syamsir Naim. Dilanjutkan pemaparan materi berupa profil BAZNAS Kabupaten Sleman oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dan dialog serta diskusi bersama jajaran BAZNAS Kota Jambi. Isi Pemaparan dan Diskusi BAZNAS Kota Jambi mengajukan sejumlah pertanyaan mulai dari bagaimana cara mendapat bantuan dari BAZNAS RI, program Z-Mart, Sumber Zakat mayoritas darimana, besaran nisab, sumber aset, serta dana hibah APBD. Menjawab pertanyaan tersebut, Kriswanto memaparkan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh bantuan dari BAZNAS RI melalui pengajuan proposal dan hadiah, pengajuan hadiah acara mualaf. Untuk sumber zakatnya, BAZNAS Sleman 95% diperoleh dari zakat ASN, UPZ, dan OPD. Adapun besaran nisabnya senilai 85 gram emas sesuai mengacu ketentuan dari BAZNAS RI dan MUI Sleman. “Sumber aset BAZNAS Sleman keseluruhan berasal dari Pemda Sleman, hanya perangkat computer yang milik BAZNAS Sleman sendiri. Untuk APBD dari Sleman sebesar Rp373 juta,” ungkap Kriswanto. Selain itu, BAZNAS Kota Jambi juga menilik sejumlah program unggulan yang dijalankan BAZNAS Sleman, di antaranya: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Sehat, Sleman Makmur, dan Sleman Peduli. Lebih lanjut Kriswanto menjelaskan tentang Program Sleman Makmur yang terdiri dari, bantuan modal usaha bagi kelompok, bantuan Z-Chicken, Warung Berkah, Modal Usaha Tahap 2 dan 3, Santripreneur, Balai Ternak, Z-Mart untuk Mualaf, Tajir BAZNAS, dan Lumbung Pangan. Tertarik dengan Ragam Program BAZNAS Sleman Staff Sumber Daya Manusia (SDM, Umum, dan Administrasi) BAZNAS Kota Jambi, Sara Listriani Fadila, S.K.M., mengatakan dalam studi tiru ke BAZNAS Sleman kali ini banyak sekali pelajaran yang diambil terkait pengelolaan zakat, infak, dan sodaqoh dari BAZNAS Sleman.“Terima kasih atas sambutannya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dalam studi tiru kami kali ini, semoga silaturahim ini terus terjalin baik,” pungkas Sara. Acara ditutup dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dan ramah tamah. Tim BAZNAS Kota Jambi juga menyempatkan berkeliling di kantor BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/08/2025 | AYW./
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman mengukuhkan kepengurusan Paman Sembada (Paguyuban Pengurus Pasar se-Kabupaten Sleman) periode 2025–2030 di Pendopo Bupati Sleman, Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri perwakilan pengelola dari 42 pasar tradisional yang berada di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan, tetapi juga penyerahan bantuan dari BAZNAS Sleman untuk mendukung program pemberdayaan pedagang pasar melalui program Sleman Produktif. Paman Sembada: Mitra Pemerintah untuk Majukan Pasar Tradisional Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., menjelaskan bahwa Paman Sembada merupakan wadah paguyuban pengelola pasar tradisional di Sleman. Paguyuban ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program peningkatan ekonomi kerakyatan. “Paguyuban ini luar biasa pengabdiannya. Semoga dapat amanah dan bersinergi bersama pemerintah dalam memajukan pasar tradisional di Sleman,” ujarnya. Mae juga menambahkan, melalui kerja sama dengan BAZNAS Sleman, pembentukan pra-koperasi pasar telah berjalan di 20 pasar, dan tahun ini ditargetkan seluruh pasar tradisional menerima dukungan program tersebut. Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pasar Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha dan sembako kepada sejumlah pasar. Bantuan ini bertujuan agar pedagang terbebas dari jeratan pinjaman ilegal yang masih marak di pasar tradisional. Adapun pasar penerima bantuan kali ini adalah: Pasar Kenaran Rp10.000.000 Pasar Ngino Rp10.000.000 Pasar Prambanan Rp10.000.000 Pasar Denggung Rp10.000.000 Pasar Godean (bantuan sembako) Rp1.000.000 Total bantuan yang ditasharufkan mencapai Rp41.000.000. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya menyelamatkan pedagang pasar dari jeratan bank plecit maupun pinjaman online ilegal. “Semoga bermanfaat untuk tambahan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang pasar,” jelasnya. Harapan Pemkab Sleman: Pasar Jadi Ruang Ekonomi dan Budaya Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan, S.TP., M.T., Bupati Sleman menyampaikan harapannya agar Paman Sembada mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Pasar bukan hanya ruang transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial, seni, dan budaya. Dengan adanya koperasi, pedagang diharapkan lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya. Makwan juga menekankan pentingnya ketangguhan pengurus pasar dalam menghadapi potensi bencana. “Pengurus Paman Sembada harus tangguh, karena pasar sering terdampak jika terjadi bencana. Ini penting agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya. Suara Pedagang: Bantuan Jadi Solusi Hindari Pinjaman Ilegal Salah satu penerima bantuan, Sri Suprihatin dari Pasar Denggung, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari BAZNAS Sleman. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan sebagai simpan pinjam bagi anggota paguyuban. “Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mencegah anggota kami terjerat pinjaman ilegal. Dana ini akan kami kelola secara bijak untuk membantu pedagang kecil yang membutuhkan modal,” jelasnya. Kesimpulan Pengukuhan Paman Sembada dan penyaluran bantuan dari BAZNAS Sleman menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Dukungan modal usaha dan pembentukan koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menyejahterakan pedagang.***
BERITA21/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat edukasi zakat di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, BAZNAS Sleman menggelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Sleman, bertempat di SD Negeri Dukuh 1 Sleman. Acara ini dihadiri oleh 50 perwakilan sekolah. Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan materi terkait urgensi zakat sekaligus memberikan apresiasi bagi ASN yang konsisten menunaikan kewajiban zakat. Apresiasi untuk ASN Muzaki Dalam paparannya, dr. Andung menyampaikan penghargaan kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Hal ini menjadi teladan baik dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Sleman,” ungkapnya. Urgensi Zakat dalam Islam Disampaikan pula bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ibadah dengan landasan kuat dari Al-Qur’an dan Hadits. Zakat memiliki hikmah besar, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mendatangkan kebaikan bagi muzaki maupun mustahik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung gerakan zakat melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati tentang pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS. Hal ini menjadi payung hukum yang menguatkan kewajiban zakat bagi pegawai. Data Potensi Zakat ASN Korwil Sleman Berdasarkan data, dari total 263 pegawai di Korwil Sleman, baru 35 orang yang dipotong zakat sebesar 2,5%. Sebanyak 39 orang baru dipotong sebagian, sementara 179 pegawai lainnya belum dipotong zakat. Dari potensi total zakat Rp26,8 juta, baru terkumpul sekitar Rp4,8 juta atau 18%. Apresiasi untuk Sekolah Teladan BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi. SDN Jetis Jagapaten mencapai 100% guru yang sudah dipotong zakat, disusul SDN Tridadi dengan capaian 58%. “Kedua sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan pendidikan dapat berperan aktif dalam menunaikan kewajiban zakat,” tutur Andung. Manfaat Zakat untuk Sekolah Lebih lanjut, Andung menjelaskan, sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari setoran ZIS ke BAZNAS Sleman dalam bentuk program bantuan. Bantuan bisa berupa beasiswa anak kurang mampu/miskin serta dukungan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sekolah dapat mengajukan proposal maksimal hingga Oktober 2025. Ajakan Menunaikan Zakat Dalam kesempatan tersebut, dr. Andung mengajak para ASN untuk segera menandatangani Surat Kesanggupan Zakat, agar zakat dapat dipotong rutin setiap bulan. Surat ini dapat dikumpulkan melalui Bendaharawan Disdik, Bapak Sunardi, atau langsung menghubungi BAZNAS Sleman. Info lebih lanjut: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 BAZNAS Sleman berkomitmen menjadikan gerakan zakat sebagai pilar kebaikan bersama. Dengan semakin banyak ASN dan sekolah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan masyarakat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, wujudkan Sleman yang lebih berkah dan sejahtera.***
BERITA20/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik. Pada Jumat (15/8/2025), BAZNAS Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Pendidikan Kapanewon Minggir, bertempat di Kantor UPT Yandik Kecamatan Minggir. Acara ini dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Warsilah, S.Pd.SD., M.Pd., dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti oleh 22 perwakilan sekolah se-Kapanewon Minggir. Apresiasi Peran Guru dan Pentingnya Zakat Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru. Beliau menekankan bahwa profesi guru merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat. “Guru yang mentransfer ilmu dan mengajak siswa kepada kebaikan, insyaAllah akan mendapatkan pahala tanpa henti. Bahkan ketika siswanya menjadi pemimpin bangsa, amalnya tetap mengalir,” jelas Muhyi. Ia juga menegaskan urgensi zakat sebagai kewajiban syariat. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan dan membawa keberkahan. “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru Allah menjanjikan keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya,” tambahnya. Regulasi dan Instruksi Bupati Dalam kesempatan itu, Muhyi turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung penuh gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan ZIS melalui BAZNAS. Hal ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd., juga menegaskan pentingnya zakat. “Bagi saya, orang yang mengingatkan zakat itu bukan sekadar mengingatkan, tapi menyelamatkan. Mari kita bekerja sama agar harta kita bersih dan penuh keberkahan,” ujarnya. Pemanfaatan ZIS untuk Pendidikan Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., memaparkan bahwa 60% dari setoran ZIS dapat dimanfaatkan kembali oleh sekolah. Dana ini bisa diajukan untuk beasiswa anak kurang mampu, bantuan GTT/PTT, renovasi musala, maupun kegiatan PHBI dengan plafon tertentu. Bahkan, untuk kegiatan MTQ, BAZNAS Sleman memberikan bantuan hingga Rp2 juta. Andung juga membacakan data potensi zakat ASN di Minggir. Dari total 102 pegawai, sebanyak 37 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 15 orang dipotong sebagian, dan sekitar 37 orang belum menunaikan zakat secara penuh. Apresiasi Sekolah Dari data setoran, SDN Nglengking mencatat realisasi terbaik dengan capaian 87%, disusul SDN Dalangan 71%, dan SDN Jonggrangan 62%. BAZNAS Sleman pun memberikan apresiasi kepada sekolah yang gurunya menyalurkan zakat dengan persentase tertinggi. Ajak ASN dan Guru untuk Menunaikan Zakat BAZNAS Sleman mengimbau ASN dan guru di Minggir untuk segera mengisi Surat Kesanggupan Zakat, sehingga pemotongan dapat dilakukan secara rutin melalui bendaharawan. Dengan demikian, potensi zakat di sektor pendidikan dapat termanfaatkan optimal untuk kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut dan layanan konsultasi, masyarakat dapat menghubungi: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program & Proposal: 0811 3220 7000 Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran menunaikan ZIS semakin meningkat, khususnya di kalangan tenaga pendidik. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun, manfaat besar dapat kembali kepada sekolah, guru, dan siswa yang membutuhkan. Mari bersama menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, agar harta semakin berkah, hidup lebih bersih, dan kebermanfaatan terasa luas untuk masyarakat.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
Jakarta – Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal untuk rakyat Palestina. Sebanyak 80 ton logistik pangan diterjunkan langsung ke Jalur Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI. Seluruh paket bantuan dipersiapkan dengan sistem keamanan khusus, termasuk penggunaan parasut, sehingga dapat sampai dengan aman ke tangan penerima. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada masyarakat Indonesia yang telah berzakat, berinfak, dan bersedekah untuk mendukung misi kemanusiaan ini. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025, bantuan masyarakat Indonesia berhasil diterjunkan di Gaza. Semoga bantuan ini meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, pengiriman bantuan berupa bahan makanan pokok ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat Gaza. Situasi yang serba terbatas membuat akses logistik menjadi tantangan besar, sehingga airdrop menjadi cara paling efektif. Selain aspek kemanusiaan, misi ini juga membawa makna simbolis. Pelaksanaan bantuan bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sehingga menjadi wujud nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi juga diwujudkan dalam solidaritas lintas batas. “Kerja sama BAZNAS RI dan TNI dalam menyalurkan bantuan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Semangat kemerdekaan Indonesia kami hadirkan melalui kepedulian untuk rakyat Palestina,” tambah Kiai Noor. BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan terus berlanjut hingga seluruh 800 ton logistik kemanusiaan tersalurkan. Masyarakat Indonesia diharapkan terus mendukung gerakan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak saudara kita yang bisa dibantu. Dengan keberhasilan tahap awal ini, Indonesia kembali menunjukkan bahwa nilai kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa mampu berbagi dan peduli terhadap penderitaan sesama, di manapun mereka berada.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza melalui airdrop tahap kedua. Misi ini merupakan bagian dari Operasi Bantuan Kemanusiaan Gaza Palestina Satgas Garuda Merah Putih II yang berlangsung pada Senin (18/8/2025). Bantuan tersebut berhasil diterjunkan langsung dari pesawat Hercules milik TNI AU. Sebanyak 80 ton logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat berhasil dikirim dengan sistem pengamanan khusus agar dapat tiba dengan selamat di titik penerimaan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengiriman perdana pada 17 Agustus 2025, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dengan demikian, total 160 ton bantuan sudah berhasil dijatuhkan langsung ke wilayah Gaza melalui jalur udara. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pengiriman tersebut. Menurutnya, keberhasilan airdrop tahap kedua menjadi bukti nyata bahwa solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina tidak pernah pudar, bahkan terus menguat di tengah perayaan kemerdekaan. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina kembali berhasil diterjunkan melalui airdrop. Paket logistik ini disiapkan dengan pengamanan khusus agar tiba dengan selamat di Jalur Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta. Ia menambahkan, misi kemanusiaan ini adalah simbol persaudaraan tanpa batas, sekaligus wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Terlebih, pengiriman bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum kemerdekaan ke-80 Indonesia, sehingga membawa makna solidaritas yang lebih mendalam. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya misi kemanusiaan ini. Mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, KBRI di Yordania dan Mesir, hingga masyarakat Indonesia yang telah menitipkan donasi melalui BAZNAS RI. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa misi ini bisa terlaksana berkat koordinasi yang matang bersama TNI. Ia menuturkan bahwa seluruh bantuan yang diterjunkan merupakan hasil sumbangan masyarakat Indonesia untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza. “Alhamdulillah, airdrop tahap kedua ini berhasil. Semoga bantuan warga Indonesia bermanfaat dan memberi semangat baru bagi perjuangan rakyat Palestina,” kata Fikri yang melaporkan langsung dari pesawat Hercules di langit Gaza. BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan distribusi logistik kemanusiaan dalam beberapa tahap berikutnya hingga seluruh bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat Gaza yang sangat membutuhkan.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Mlati pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Kanisius Duwet dan dihadiri para kepala sekolah, guru, serta perwakilan ASN di wilayah Mlati. Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, dr. Andung memberikan apresiasi kepada para ASN muzaki dari Korwil Mlati yang telah bersedia menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan gaji. Menurutnya, zakat bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga perintah langsung dalam Al-Qur’an dan Hadits. “Zakat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya. Regulasi Zakat Sementara itu, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung penunaian zakat melalui regulasi resmi. “Ada Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mengatur pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS,” terangnya. Ia juga mengimbau ASN untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Bendaharawan Dinas Pendidikan, Sunardi, menjadi penghubung pengumpulan formulir kesanggupan zakat di wilayah tersebut. BAZNAS Sleman juga membuka layanan konsultasi zakat dan koreksi data melalui WhatsApp di nomor 0811 3220 8000, serta layanan konsultasi program dan proposal di 0811 3220 7000. Data Potensi Zakat ASN di Wilayah Mlati Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman memaparkan data potensi zakat ASN di wilayah Mlati. Dari total 387 pegawai, sebanyak 105 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 18 orang dipotong namun belum mencapai 2,5%, dan sekitar 125 orang belum dipotong zakat. Potensi total zakat mencapai Rp25,6 juta, dengan realisasi Rp12 juta atau 47%. Apresiasi Sekolah Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada tiga sekolah dengan persentase pemotongan zakat guru tertinggi, yaitu SDN Gombang 2 (87%), SDN Nglarang (83%), dan SDN Pogung Kidul (83%). Selain memberikan penghargaan, BAZNAS Sleman juga menyampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari setoran ZIS yang disalurkan ke BAZNAS dalam bentuk program beasiswa untuk siswa kurang mampu, maupun bantuan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Proposal pengajuan program dapat diajukan paling lambat pada Oktober 2025. BAZNAS Sleman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran menunaikan zakat di kalangan ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, semakin meningkat. Dengan partisipasi aktif semua pihak, potensi zakat yang terkumpul dapat dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Sleman.***
BERITA15/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan apresiasi untuk sekolah di Korwil Ngaglik pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri Dayuharjo dan diikuti oleh K3S serta 40 perwakilan SD, Madrasah, dan SD swasta di wilayah Ngaglik. Turut hadir pula Ketua Korwil Pendidikan Yunan Helmi S, S.Pd., M.Pd., dan memberikan sambutan di awal acara sosialisasi. Selanjutnya, sosialisasi dipandu oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Muhaimin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan beberapa materi penting, antara lain: Lima program unggulan BAZNAS Sleman Pemanfaatan hak 60% setoran ZIS untuk Program Sleman Cerdas (beasiswa, bantuan GTT/PTT) Pentingnya pengisian Formulir Konfirmasi Zakat (FKZ) Data Potensi Zakat ASN Korwil Ngaglik Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 259 pegawai di Korwil Ngaglik: 105 orang sudah dipotong zakat 2,5% 43 orang dipotong, namun belum mencapai 2,5% ±100 orang belum dipotong zakat Potensi zakat ASN Ngaglik mencapai Rp25,3 juta per bulan. Saat ini, baru Rp13 juta yang sudah disetorkan atau setara 51% dari total potensi. Testimoni Peserta Salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sitri, mengungkapkan pengalamannya, “Gaji saya sudah dipotong zakat 2,5%, alhamdulillah justru terasa lebih berkah,” ujarnya. Apresiasi Sekolah Berprestasi Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada tiga sekolah dengan persentase zakat tertinggi: SDN Dayuharjo – 100% SD Clumprit – 100% SDN Gentan – 94% Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan kepatuhan zakat ASN. Hak 60% untuk Sekolah Sekolah dapat memanfaatkan 60% dari setoran ZIS untuk pengajuan beasiswa siswa kurang mampu/miskin dan bantuan GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal adalah Oktober 2025. Untuk informasi lebih lanjut:???? Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000???? Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran ASN dan masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama bagi warga Sleman yang membutuhkan.***
BERITA13/08/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat