WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Sleman - BAZNAS Sleman salurkan satu unit kursi roda di Kapanewon Seyegan guna mendukung akses layanan publik inklusif. BAZNAS Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. Pada Selasa (26/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Seyegan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus menjadi upaya mewujudkan layanan publik yang lebih ramah dan mudah diakses oleh kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Koordinator Staff, Arif Hidayat, S.Kom., Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Diyas Nugroho, S.T., yang diterima oleh Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., beserta jajarannya. Apresiasi Panewu Seyegan Panewu Seyegan, Agung Endarta, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Sleman melalui penyaluran bantuan ini. “Kami berterima kasih atas bantuan kursi roda ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Seyegan. Ini bentuk kerja sama yang baik dan nyata untuk meningkatkan akses layanan masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan warga yang memiliki keterbatasan fisik dapat lebih mudah, cepat, dan nyaman saat mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman terhadap Kelompok Rentan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan kursi roda ini adalah wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam mendukung pelayanan publik inklusif. “Kami ingin memastikan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, mendapatkan pelayanan publik yang layak, ramah, dan mudah diakses. Kursi roda ini mungkin sederhana, tetapi manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain di Sleman sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang inklusif, ramah, dan berkeadilan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman salurkan 775 paket fidyah untuk pekerja harian lepas di tiga dinas Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui program penyaluran fidyah. Kali ini, sebanyak 775 paket makan dibagikan kepada para Pekerja Harian Lepas (PHL) di tiga dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Penyaluran ini berlangsung pada Jumat, 22 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB. Agenda ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa zakat, infak, sedekah, maupun fidyah yang ditunaikan masyarakat, mampu memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan. Distribusi di Tiga Dinas Di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), paket fidyah diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, bersama Koordinator Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sebanyak 359 paket makan diberikan kepada para pekerja harian lepas yang setiap hari bertugas menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Sleman. Kemudian, di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I bersama Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Diyas Nugroho, S.T. Sebanyak 356 paket makan disalurkan kepada para PHL yang sehari-hari membantu pelayanan infrastruktur dan pemukiman. Sementara itu, di Dinas Perhubungan (Dishub), penyerahan fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 paket makan diterima oleh para pekerja harian lepas Dishub. Dengan demikian, total fidyah yang berhasil disalurkan pada agenda ini mencapai 775 paket makan. Para penerima merasa gembira karena makanan tersebut dapat langsung dinikmati untuk sarapan maupun makan siang mereka. Harapan BAZNAS Sleman Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa penyaluran fidyah ini merupakan bentuk nyata dari sinergi umat dalam membantu sesama. “Fidyah yang ditunaikan masyarakat kami salurkan tepat sasaran, salah satunya untuk pekerja harian lepas yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan, infrastruktur, dan pelayanan di Sleman. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi motivasi agar fidyah, zakat, infak, dan sedekah semakin ditunaikan melalui BAZNAS Sleman,” jelasnya. Selain itu, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa amanah masyarakat akan selalu dikelola secara profesional dan transparan. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bukti bahwa setiap rupiah yang ditunaikan dapat menghadirkan manfaat sosial yang luas. Ajakan untuk Menunaikan Fidyah dan Zakat BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, ASN, maupun para muzakki untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun fidyah melalui BAZNAS Sleman. Dengan begitu, manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS Sleman, kuatkan zakat untuk memberdayakan umat! Fidyah Adalah Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan.***
BERITA26/08/2025 | AYW./
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – BAZNAS Kota Jambi melakukan studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, sedekah, terlebih program unggulan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman. Kedatangan BAZNAS Kota Jambi disambut hangat ketua, jajaran pimpinan, serta pelaksana BAZNAS Sleman di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, pada Jumat 22 Agustus 2025. Adapun rangkaian acara meliputi pembukaan, doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Kemudian sambutan utama oleh Katua BAZNAS Jambi, Drs. H. Syamsir Naim. Dilanjutkan pemaparan materi berupa profil BAZNAS Kabupaten Sleman oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dan dialog serta diskusi bersama jajaran BAZNAS Kota Jambi. Isi Pemaparan dan Diskusi BAZNAS Kota Jambi mengajukan sejumlah pertanyaan mulai dari bagaimana cara mendapat bantuan dari BAZNAS RI, program Z-Mart, Sumber Zakat mayoritas darimana, besaran nisab, sumber aset, serta dana hibah APBD. Menjawab pertanyaan tersebut, Kriswanto memaparkan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh bantuan dari BAZNAS RI melalui pengajuan proposal dan hadiah, pengajuan hadiah acara mualaf. Untuk sumber zakatnya, BAZNAS Sleman 95% diperoleh dari zakat ASN, UPZ, dan OPD. Adapun besaran nisabnya senilai 85 gram emas sesuai mengacu ketentuan dari BAZNAS RI dan MUI Sleman. “Sumber aset BAZNAS Sleman keseluruhan berasal dari Pemda Sleman, hanya perangkat computer yang milik BAZNAS Sleman sendiri. Untuk APBD dari Sleman sebesar Rp373 juta,” ungkap Kriswanto. Selain itu, BAZNAS Kota Jambi juga menilik sejumlah program unggulan yang dijalankan BAZNAS Sleman, di antaranya: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Sehat, Sleman Makmur, dan Sleman Peduli. Lebih lanjut Kriswanto menjelaskan tentang Program Sleman Makmur yang terdiri dari, bantuan modal usaha bagi kelompok, bantuan Z-Chicken, Warung Berkah, Modal Usaha Tahap 2 dan 3, Santripreneur, Balai Ternak, Z-Mart untuk Mualaf, Tajir BAZNAS, dan Lumbung Pangan. Tertarik dengan Ragam Program BAZNAS Sleman Staff Sumber Daya Manusia (SDM, Umum, dan Administrasi) BAZNAS Kota Jambi, Sara Listriani Fadila, S.K.M., mengatakan dalam studi tiru ke BAZNAS Sleman kali ini banyak sekali pelajaran yang diambil terkait pengelolaan zakat, infak, dan sodaqoh dari BAZNAS Sleman.“Terima kasih atas sambutannya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dalam studi tiru kami kali ini, semoga silaturahim ini terus terjalin baik,” pungkas Sara. Acara ditutup dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dan ramah tamah. Tim BAZNAS Kota Jambi juga menyempatkan berkeliling di kantor BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/08/2025 | AYW./
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman mengukuhkan kepengurusan Paman Sembada (Paguyuban Pengurus Pasar se-Kabupaten Sleman) periode 2025–2030 di Pendopo Bupati Sleman, Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri perwakilan pengelola dari 42 pasar tradisional yang berada di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan, tetapi juga penyerahan bantuan dari BAZNAS Sleman untuk mendukung program pemberdayaan pedagang pasar melalui program Sleman Produktif. Paman Sembada: Mitra Pemerintah untuk Majukan Pasar Tradisional Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., menjelaskan bahwa Paman Sembada merupakan wadah paguyuban pengelola pasar tradisional di Sleman. Paguyuban ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program peningkatan ekonomi kerakyatan. “Paguyuban ini luar biasa pengabdiannya. Semoga dapat amanah dan bersinergi bersama pemerintah dalam memajukan pasar tradisional di Sleman,” ujarnya. Mae juga menambahkan, melalui kerja sama dengan BAZNAS Sleman, pembentukan pra-koperasi pasar telah berjalan di 20 pasar, dan tahun ini ditargetkan seluruh pasar tradisional menerima dukungan program tersebut. Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pasar Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha dan sembako kepada sejumlah pasar. Bantuan ini bertujuan agar pedagang terbebas dari jeratan pinjaman ilegal yang masih marak di pasar tradisional. Adapun pasar penerima bantuan kali ini adalah: Pasar Kenaran Rp10.000.000 Pasar Ngino Rp10.000.000 Pasar Prambanan Rp10.000.000 Pasar Denggung Rp10.000.000 Pasar Godean (bantuan sembako) Rp1.000.000 Total bantuan yang ditasharufkan mencapai Rp41.000.000. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya menyelamatkan pedagang pasar dari jeratan bank plecit maupun pinjaman online ilegal. “Semoga bermanfaat untuk tambahan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang pasar,” jelasnya. Harapan Pemkab Sleman: Pasar Jadi Ruang Ekonomi dan Budaya Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan, S.TP., M.T., Bupati Sleman menyampaikan harapannya agar Paman Sembada mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Pasar bukan hanya ruang transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial, seni, dan budaya. Dengan adanya koperasi, pedagang diharapkan lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya. Makwan juga menekankan pentingnya ketangguhan pengurus pasar dalam menghadapi potensi bencana. “Pengurus Paman Sembada harus tangguh, karena pasar sering terdampak jika terjadi bencana. Ini penting agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya. Suara Pedagang: Bantuan Jadi Solusi Hindari Pinjaman Ilegal Salah satu penerima bantuan, Sri Suprihatin dari Pasar Denggung, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari BAZNAS Sleman. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan sebagai simpan pinjam bagi anggota paguyuban. “Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mencegah anggota kami terjerat pinjaman ilegal. Dana ini akan kami kelola secara bijak untuk membantu pedagang kecil yang membutuhkan modal,” jelasnya. Kesimpulan Pengukuhan Paman Sembada dan penyaluran bantuan dari BAZNAS Sleman menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Dukungan modal usaha dan pembentukan koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menyejahterakan pedagang.***
BERITA21/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat edukasi zakat di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, BAZNAS Sleman menggelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Sleman, bertempat di SD Negeri Dukuh 1 Sleman. Acara ini dihadiri oleh 50 perwakilan sekolah. Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan materi terkait urgensi zakat sekaligus memberikan apresiasi bagi ASN yang konsisten menunaikan kewajiban zakat. Apresiasi untuk ASN Muzaki Dalam paparannya, dr. Andung menyampaikan penghargaan kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Hal ini menjadi teladan baik dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Sleman,” ungkapnya. Urgensi Zakat dalam Islam Disampaikan pula bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ibadah dengan landasan kuat dari Al-Qur’an dan Hadits. Zakat memiliki hikmah besar, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mendatangkan kebaikan bagi muzaki maupun mustahik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung gerakan zakat melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati tentang pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS. Hal ini menjadi payung hukum yang menguatkan kewajiban zakat bagi pegawai. Data Potensi Zakat ASN Korwil Sleman Berdasarkan data, dari total 263 pegawai di Korwil Sleman, baru 35 orang yang dipotong zakat sebesar 2,5%. Sebanyak 39 orang baru dipotong sebagian, sementara 179 pegawai lainnya belum dipotong zakat. Dari potensi total zakat Rp26,8 juta, baru terkumpul sekitar Rp4,8 juta atau 18%. Apresiasi untuk Sekolah Teladan BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi. SDN Jetis Jagapaten mencapai 100% guru yang sudah dipotong zakat, disusul SDN Tridadi dengan capaian 58%. “Kedua sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan pendidikan dapat berperan aktif dalam menunaikan kewajiban zakat,” tutur Andung. Manfaat Zakat untuk Sekolah Lebih lanjut, Andung menjelaskan, sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari setoran ZIS ke BAZNAS Sleman dalam bentuk program bantuan. Bantuan bisa berupa beasiswa anak kurang mampu/miskin serta dukungan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sekolah dapat mengajukan proposal maksimal hingga Oktober 2025. Ajakan Menunaikan Zakat Dalam kesempatan tersebut, dr. Andung mengajak para ASN untuk segera menandatangani Surat Kesanggupan Zakat, agar zakat dapat dipotong rutin setiap bulan. Surat ini dapat dikumpulkan melalui Bendaharawan Disdik, Bapak Sunardi, atau langsung menghubungi BAZNAS Sleman. Info lebih lanjut: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 BAZNAS Sleman berkomitmen menjadikan gerakan zakat sebagai pilar kebaikan bersama. Dengan semakin banyak ASN dan sekolah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan masyarakat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, wujudkan Sleman yang lebih berkah dan sejahtera.***
BERITA20/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik. Pada Jumat (15/8/2025), BAZNAS Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Pendidikan Kapanewon Minggir, bertempat di Kantor UPT Yandik Kecamatan Minggir. Acara ini dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Warsilah, S.Pd.SD., M.Pd., dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti oleh 22 perwakilan sekolah se-Kapanewon Minggir. Apresiasi Peran Guru dan Pentingnya Zakat Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru. Beliau menekankan bahwa profesi guru merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat. “Guru yang mentransfer ilmu dan mengajak siswa kepada kebaikan, insyaAllah akan mendapatkan pahala tanpa henti. Bahkan ketika siswanya menjadi pemimpin bangsa, amalnya tetap mengalir,” jelas Muhyi. Ia juga menegaskan urgensi zakat sebagai kewajiban syariat. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan dan membawa keberkahan. “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru Allah menjanjikan keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya,” tambahnya. Regulasi dan Instruksi Bupati Dalam kesempatan itu, Muhyi turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung penuh gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan ZIS melalui BAZNAS. Hal ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd., juga menegaskan pentingnya zakat. “Bagi saya, orang yang mengingatkan zakat itu bukan sekadar mengingatkan, tapi menyelamatkan. Mari kita bekerja sama agar harta kita bersih dan penuh keberkahan,” ujarnya. Pemanfaatan ZIS untuk Pendidikan Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., memaparkan bahwa 60% dari setoran ZIS dapat dimanfaatkan kembali oleh sekolah. Dana ini bisa diajukan untuk beasiswa anak kurang mampu, bantuan GTT/PTT, renovasi musala, maupun kegiatan PHBI dengan plafon tertentu. Bahkan, untuk kegiatan MTQ, BAZNAS Sleman memberikan bantuan hingga Rp2 juta. Andung juga membacakan data potensi zakat ASN di Minggir. Dari total 102 pegawai, sebanyak 37 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 15 orang dipotong sebagian, dan sekitar 37 orang belum menunaikan zakat secara penuh. Apresiasi Sekolah Dari data setoran, SDN Nglengking mencatat realisasi terbaik dengan capaian 87%, disusul SDN Dalangan 71%, dan SDN Jonggrangan 62%. BAZNAS Sleman pun memberikan apresiasi kepada sekolah yang gurunya menyalurkan zakat dengan persentase tertinggi. Ajak ASN dan Guru untuk Menunaikan Zakat BAZNAS Sleman mengimbau ASN dan guru di Minggir untuk segera mengisi Surat Kesanggupan Zakat, sehingga pemotongan dapat dilakukan secara rutin melalui bendaharawan. Dengan demikian, potensi zakat di sektor pendidikan dapat termanfaatkan optimal untuk kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut dan layanan konsultasi, masyarakat dapat menghubungi: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program & Proposal: 0811 3220 7000 Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran menunaikan ZIS semakin meningkat, khususnya di kalangan tenaga pendidik. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun, manfaat besar dapat kembali kepada sekolah, guru, dan siswa yang membutuhkan. Mari bersama menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, agar harta semakin berkah, hidup lebih bersih, dan kebermanfaatan terasa luas untuk masyarakat.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
Jakarta – Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal untuk rakyat Palestina. Sebanyak 80 ton logistik pangan diterjunkan langsung ke Jalur Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI. Seluruh paket bantuan dipersiapkan dengan sistem keamanan khusus, termasuk penggunaan parasut, sehingga dapat sampai dengan aman ke tangan penerima. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada masyarakat Indonesia yang telah berzakat, berinfak, dan bersedekah untuk mendukung misi kemanusiaan ini. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025, bantuan masyarakat Indonesia berhasil diterjunkan di Gaza. Semoga bantuan ini meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, pengiriman bantuan berupa bahan makanan pokok ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat Gaza. Situasi yang serba terbatas membuat akses logistik menjadi tantangan besar, sehingga airdrop menjadi cara paling efektif. Selain aspek kemanusiaan, misi ini juga membawa makna simbolis. Pelaksanaan bantuan bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sehingga menjadi wujud nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi juga diwujudkan dalam solidaritas lintas batas. “Kerja sama BAZNAS RI dan TNI dalam menyalurkan bantuan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Semangat kemerdekaan Indonesia kami hadirkan melalui kepedulian untuk rakyat Palestina,” tambah Kiai Noor. BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan terus berlanjut hingga seluruh 800 ton logistik kemanusiaan tersalurkan. Masyarakat Indonesia diharapkan terus mendukung gerakan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak saudara kita yang bisa dibantu. Dengan keberhasilan tahap awal ini, Indonesia kembali menunjukkan bahwa nilai kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa mampu berbagi dan peduli terhadap penderitaan sesama, di manapun mereka berada.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza melalui airdrop tahap kedua. Misi ini merupakan bagian dari Operasi Bantuan Kemanusiaan Gaza Palestina Satgas Garuda Merah Putih II yang berlangsung pada Senin (18/8/2025). Bantuan tersebut berhasil diterjunkan langsung dari pesawat Hercules milik TNI AU. Sebanyak 80 ton logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat berhasil dikirim dengan sistem pengamanan khusus agar dapat tiba dengan selamat di titik penerimaan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengiriman perdana pada 17 Agustus 2025, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dengan demikian, total 160 ton bantuan sudah berhasil dijatuhkan langsung ke wilayah Gaza melalui jalur udara. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pengiriman tersebut. Menurutnya, keberhasilan airdrop tahap kedua menjadi bukti nyata bahwa solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina tidak pernah pudar, bahkan terus menguat di tengah perayaan kemerdekaan. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina kembali berhasil diterjunkan melalui airdrop. Paket logistik ini disiapkan dengan pengamanan khusus agar tiba dengan selamat di Jalur Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta. Ia menambahkan, misi kemanusiaan ini adalah simbol persaudaraan tanpa batas, sekaligus wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Terlebih, pengiriman bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum kemerdekaan ke-80 Indonesia, sehingga membawa makna solidaritas yang lebih mendalam. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya misi kemanusiaan ini. Mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, KBRI di Yordania dan Mesir, hingga masyarakat Indonesia yang telah menitipkan donasi melalui BAZNAS RI. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa misi ini bisa terlaksana berkat koordinasi yang matang bersama TNI. Ia menuturkan bahwa seluruh bantuan yang diterjunkan merupakan hasil sumbangan masyarakat Indonesia untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza. “Alhamdulillah, airdrop tahap kedua ini berhasil. Semoga bantuan warga Indonesia bermanfaat dan memberi semangat baru bagi perjuangan rakyat Palestina,” kata Fikri yang melaporkan langsung dari pesawat Hercules di langit Gaza. BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan distribusi logistik kemanusiaan dalam beberapa tahap berikutnya hingga seluruh bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat Gaza yang sangat membutuhkan.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Mlati pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Kanisius Duwet dan dihadiri para kepala sekolah, guru, serta perwakilan ASN di wilayah Mlati. Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, dr. Andung memberikan apresiasi kepada para ASN muzaki dari Korwil Mlati yang telah bersedia menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan gaji. Menurutnya, zakat bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga perintah langsung dalam Al-Qur’an dan Hadits. “Zakat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya. Regulasi Zakat Sementara itu, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung penunaian zakat melalui regulasi resmi. “Ada Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mengatur pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS,” terangnya. Ia juga mengimbau ASN untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Bendaharawan Dinas Pendidikan, Sunardi, menjadi penghubung pengumpulan formulir kesanggupan zakat di wilayah tersebut. BAZNAS Sleman juga membuka layanan konsultasi zakat dan koreksi data melalui WhatsApp di nomor 0811 3220 8000, serta layanan konsultasi program dan proposal di 0811 3220 7000. Data Potensi Zakat ASN di Wilayah Mlati Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman memaparkan data potensi zakat ASN di wilayah Mlati. Dari total 387 pegawai, sebanyak 105 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 18 orang dipotong namun belum mencapai 2,5%, dan sekitar 125 orang belum dipotong zakat. Potensi total zakat mencapai Rp25,6 juta, dengan realisasi Rp12 juta atau 47%. Apresiasi Sekolah Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada tiga sekolah dengan persentase pemotongan zakat guru tertinggi, yaitu SDN Gombang 2 (87%), SDN Nglarang (83%), dan SDN Pogung Kidul (83%). Selain memberikan penghargaan, BAZNAS Sleman juga menyampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari setoran ZIS yang disalurkan ke BAZNAS dalam bentuk program beasiswa untuk siswa kurang mampu, maupun bantuan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Proposal pengajuan program dapat diajukan paling lambat pada Oktober 2025. BAZNAS Sleman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran menunaikan zakat di kalangan ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, semakin meningkat. Dengan partisipasi aktif semua pihak, potensi zakat yang terkumpul dapat dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Sleman.***
BERITA15/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan apresiasi untuk sekolah di Korwil Ngaglik pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri Dayuharjo dan diikuti oleh K3S serta 40 perwakilan SD, Madrasah, dan SD swasta di wilayah Ngaglik. Turut hadir pula Ketua Korwil Pendidikan Yunan Helmi S, S.Pd., M.Pd., dan memberikan sambutan di awal acara sosialisasi. Selanjutnya, sosialisasi dipandu oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Muhaimin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan beberapa materi penting, antara lain: Lima program unggulan BAZNAS Sleman Pemanfaatan hak 60% setoran ZIS untuk Program Sleman Cerdas (beasiswa, bantuan GTT/PTT) Pentingnya pengisian Formulir Konfirmasi Zakat (FKZ) Data Potensi Zakat ASN Korwil Ngaglik Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 259 pegawai di Korwil Ngaglik: 105 orang sudah dipotong zakat 2,5% 43 orang dipotong, namun belum mencapai 2,5% ±100 orang belum dipotong zakat Potensi zakat ASN Ngaglik mencapai Rp25,3 juta per bulan. Saat ini, baru Rp13 juta yang sudah disetorkan atau setara 51% dari total potensi. Testimoni Peserta Salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sitri, mengungkapkan pengalamannya, “Gaji saya sudah dipotong zakat 2,5%, alhamdulillah justru terasa lebih berkah,” ujarnya. Apresiasi Sekolah Berprestasi Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada tiga sekolah dengan persentase zakat tertinggi: SDN Dayuharjo – 100% SD Clumprit – 100% SDN Gentan – 94% Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan kepatuhan zakat ASN. Hak 60% untuk Sekolah Sekolah dapat memanfaatkan 60% dari setoran ZIS untuk pengajuan beasiswa siswa kurang mampu/miskin dan bantuan GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal adalah Oktober 2025. Untuk informasi lebih lanjut:???? Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000???? Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran ASN dan masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama bagi warga Sleman yang membutuhkan.***
BERITA13/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan perwakilan guru di wilayah Kapanewon Depok. Acara berlangsung di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Depok, yang berlokasi di SDN Percobaan 2, Selasa (12/8). Kegiatan dibuka oleh Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Depok, Dra. Rahayu Setyaningsih, S.Pd. Dari pihak BAZNAS Sleman hadir dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., selaku Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, serta Muhaimin, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pemanfaatan Dana Zakat untuk Pendidikan Dalam pemaparan materinya, Muhaimin menegaskan bahwa dana zakat yang disetorkan sekolah setiap bulan dapat dimanfaatkan hingga 60% untuk kepentingan pendidikan. Dana ini bisa digunakan untuk beasiswa siswa kurang mampu, honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), guru ekstra non-tetap, hingga tukang masak sekolah. “Banyak sekolah belum memanfaatkan hak 60% ini. Padahal setiap bulan ada dana yang bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan, baik diambil per bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali,” jelas Muhaimin. Selain itu, BAZNAS Sleman juga membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan bantuan pembangunan atau renovasi musala/masjid dengan batas maksimal Rp 1 juta, serta bantuan kegiatan hari besar keagamaan dengan nilai serupa. Bantuan ini di luar hak 60% dan dapat diajukan dengan melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta surat permohonan yang telah dicontohkan. Dorongan Peningkatan Kesadaran Zakat Sementara itu, dr. Andung memaparkan data potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korwil Depok. Dari total 383 pegawai, tercatat 139 orang telah berzakat penuh 2,5%, 27 orang berzakat namun belum mencapai 2,5%, dan 205 orang belum menunaikan zakat. “Potensi zakat di wilayah ini mencapai Rp 38,3 juta per bulan, namun baru terkumpul Rp 15,8 juta atau sekitar 41%. Ini menjadi PR bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat,” ujar dr. Andung. Ia juga mengajak para guru untuk menandatangani surat kesanggupan zakat sehingga pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Proses pengumpulan surat ini akan dikoordinasikan melalui bendaharawan Dinas Pendidikan Sleman. Apresiasi untuk Sekolah Berprestasi Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada sekolah yang memiliki persentase pembayaran zakat tertinggi, yaitu: SDN Depok 2 – 100% SDN Percobaan 2 – 100% SDN Bhaktikarya – 86% SDN Caturtunggal 1 – 81% Kegiatan ini dihadiri 43 peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan zakat bagi kemajuan pendidikan. BAZNAS Sleman berharap, melalui sosialisasi ini, para pendidik semakin sadar akan manfaat zakat dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kesejahteraan guru, tenaga kependidikan, serta membantu siswa yang membutuhkan. BAZNAS Sleman : Amanah, Transparan, Profesional, Akuntabel.***salurkan zakat Anda melalui link berikut:https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA12/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Pada Senin (11/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Moyudan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang ramah terhadap kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan diterima oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, S.H., M.Si., beserta jajarannya. Bantuan yang Tepat Sasaran Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan tersebut. “Kami berterima kasih, kursi roda ini benar-benar akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat kami yang membutuhkan. Karena selama ini di sini belum tersedia kursi roda, alhamdulillah sekarang BAZNAS memberikan bantuan ini. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik sekali dan nantinya akan kami gunakan untuk warga disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Moyudan,” ungkapnya. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat dan mempermudah mobilitas warga yang memiliki keterbatasan fisik ketika mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman untuk Pelayanan Publik Inklusif Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kelompok rentan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat merasakan pelayanan publik yang layak, mudah, dan ramah. Kursi roda ini hanyalah salah satu langkah kecil, namun kami berharap manfaatnya besar bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program bantuan seperti ini akan terus dilaksanakan, tidak hanya di Kapanewon Moyudan, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Sleman yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus menjalankan misi membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang ramah, adil, dan inklusif. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.
BERITA11/08/2025 | AYW./
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Sleman — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), BAZNAS Sleman menyelenggarakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada ASN di lingkup Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Berbah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 bertempat di Aula Kantor Korwil Berbah yang juga dihadiri oleh KaDisdik Pak Mustadi,S.Sos., M.M., dan Kepala SDN di Berbah. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santoso, M.Kes., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, dr. Andung menyampaikan apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin melalui BAZNAS. Langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kewajiban agama dan juga kontribusi nyata dalam membantu sesama. Zakat Adalah Kewajiban “Zakat adalah kewajiban yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Hikmahnya tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi jalan berkembang dan berkahnya rezeki,” terang dr. Andung. Lebih lanjut, Muhyi Darmaji menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia regulasi berupa Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. ASN yang bersedia dipotong zakatnya diharapkan dapat mengisi Surat Kesanggupan Zakat yang nantinya akan dihimpun melalui bendahara masing-masing, dalam hal ini Bapak Sunardi dari Disdik Sleman. Prosentase Zakat di SD Wilayah Berbah Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 135 pegawai di Korwil Berbah, sebanyak 42 orang telah dipotong zakat 2,5%, 5 orang sudah dipotong namun belum sesuai persentase wajib, dan 83 orang belum dipotong zakat. Dengan potensi zakat sebesar Rp13,8 juta, saat ini baru sekitar Rp4,4 juta atau 32% yang sudah disetorkan melalui BAZNAS. Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki prosentase tertinggi dalam pengumpulan zakat, yakni: SDN Kranggan (90%) SDN Tanjungtirto 2 (89%) SDN Jogomangsan 2 (88%) Sebagai bentuk manfaat dari program ini, BAZNAS Sleman membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses kembali 60% dari dana ZIS yang telah disetor melalui program beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan insentif bagi GTT/PTT. Proposal pengajuan maksimal diterima hingga Oktober 2025. BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN di wilayah Sleman, khususnya di Korwil Berbah, untuk segera menunaikan zakat melalui pemotongan rutin. Langkah kecil ini dapat menjadi solusi besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut, silakan hubungi BAZNAS Sleman atau melalui bendahara setempat. Mari kita kuatkan solidaritas sosial melalui zakat yang amanah dan tepat sasaran!.***
BERITA11/08/2025 | AYW./
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman dan DPUPKP Sleman melaksanakan Peletakan Batu Pertama Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini menjadi simbol nyata gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dan aman. Program bantuan RTLH ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total bantuan senilai Rp329 juta untuk 17 rumah tidak layak huni. Masing-masing Kapanewon menerima satu bantuan unit rumah. Acara dimulai dengan penyerahan simbolis bantuan RTLH di Gedung Parasamya, yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara langsung di rumah Ibu Sugirah, warga Temon, Pandowoharjo, Sleman. Tindakan simbolis ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. "Kami berharap program ini bisa membantu mustahik agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Sleman,” ujarnya. Gotong Royong di Momen Kemerdekaan Momentum HUT RI ke-80 ini dijadikan sebagai momen memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat melayani sesama. Pemerintah Kabupaten Sleman ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan juga dirasakan oleh masyarakat di lapisan bawah, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal. Dengan adanya program bantuan RTLH ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi antar lembaga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Dukung Program Sosial BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, khususnya para ASN dan muzaki di Sleman, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui saluran resmi. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada mustahik melalui program-program unggulan, seperti bantuan RTLH, beasiswa pendidikan, bantuan UMKM, dan lainnya. Melalui zakat yang Anda salurkan, kebaikan dapat terus bergulir dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.***
BERITA08/08/2025 | AYW./
Sosialisasi Zakat ASN di Korwil Ngemplak: Dorong Optimalisasi ZIS Melalui BAZNAS Sleman
Sosialisasi Zakat ASN di Korwil Ngemplak: Dorong Optimalisasi ZIS Melalui BAZNAS Sleman
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk para guru dan tenaga pendidik. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di lingkungan Korwil Pendidikan Kapanewon Ngemplak, bertempat di SDN Ngemplak 4, pada Rabu (6/8). Acara ini dihadiri oleh Ketua Korwil Ngemplak Sri Maryati, S.Pd., serta para kepala sekolah dan perwakilan guru dari SD dan madrasah se-Kapanewon Ngemplak. Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Menunaikan Zakat: Kewajiban, Bukan Pilihan Dalam paparannya, Muhyi menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana keberkahan dan pengembangan jiwa sosial. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap ASN muzaki dari Korwil Ngemplak yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Menunaikan zakat profesi 2,5% bukan hanya anjuran, tapi merupakan amanah syariah dan negara. Apalagi di Sleman, sudah ada regulasi resmi melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan zakat langsung dari gaji ASN,” ujarnya. Potensi Zakat ASN Ngemplak Masih Tinggi Dari data yang disampaikan, total ASN yang berada di bawah naungan Korwil Ngemplak berjumlah 169 orang. Saat ini, 73 orang telah dipotong zakat secara penuh sebesar 2,5%, sementara 10 orang baru dipotong sebagian, dan sekitar 82 orang belum dipotong sama sekali. Potensi zakat dari ASN Ngemplak diperkirakan mencapai Rp17,4 juta per bulan. Namun, realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp8 juta atau setara 46% dari total potensi. Hal ini menunjukkan masih adanya ruang besar untuk peningkatan kesadaran berzakat di kalangan pendidik. Apresiasi untuk Sekolah Terbaik BAZNAS Sleman memberikan apresiasi khusus kepada dua sekolah dengan tingkat kepatuhan zakat tertinggi, yakni: SDN Karanganyar (84% guru sudah berzakat) SDN Umbulwidodo (84% guru sudah berzakat) Apresiasi ini diberikan dalam bentuk piagam penghargaan yang diserahkan langsung saat kegiatan sosialisasi. Manfaat Nyata ZIS untuk Sekolah Sebagai motivasi tambahan, sekolah yang telah menyetorkan ZIS melalui BAZNAS Sleman berhak mengakses kembali hingga 60% dana ZIS yang disetorkan. Dana tersebut dapat diajukan dalam bentuk: Beasiswa untuk siswa kurang mampu Bantuan untuk GTT dan PTT Pengajuan proposal maksimal sampai Oktober 2025. Semua pengajuan difasilitasi melalui admin program BAZNAS Sleman via WhatsApp. Informasi dan Konsultasi: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program/proposal: 0811 3220 7000 “BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN, guru, dan tenaga pendidik untuk menjadi bagian dari gerakan zakat yang terorganisir dan penuh keberkahan. Bersama kita bisa memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Sleman,” tutur Muhyi menutup sesi.*** Saatnya Jadi ASN Teladan.? Isi Surat Kesanggupan? Potong zakat 2,5% otomatis? Salurkan amanah melalui BAZNAS Sleman???? Konsultasi via WhatsApp: 0811 3220 8000???? Kunjungi: kabsleman.baznas.go.id dan baznas.slemankab.go.id Zakatmu Menjadi Berkah untuk Pendidikan Sleman.
BERITA08/08/2025 | AYW./
Sosialisasi Zakat ASN: Potensi Rp13,5 Juta Zakat Profesi dari Korwil Cangkringan
Sosialisasi Zakat ASN: Potensi Rp13,5 Juta Zakat Profesi dari Korwil Cangkringan
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menguatkan upaya edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat melalui kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dilaksanakan di Kantor Korwil Cangkringan, Rabu (6/8). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Korwil Cangkringan, Tri Harti, yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan kembali informasi yang diterima kepada rekan guru dan tenaga kependidikan di sekolah masing-masing. “Semoga informasi yang disampaikan bisa diteruskan dan menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk ikut menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman,” ungkap Tri Harti. Acara ini diikuti oleh 18 orang perwakilan dari berbagai sekolah di wilayah Cangkringan. Urgensi Zakat Profesi dan Regulasi yang Mengikat Sebagai narasumber utama, hadir Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya, Muhyi menyampaikan beberapa poin penting terkait zakat profesi bagi ASN dan tenaga kependidikan. Apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang sudah bersedia dipotong zakat melalui gaji secara rutin. Penekanan pada urgensi zakat sebagai kewajiban syariat, didukung oleh dalil Al-Qur’an dan hadits, serta hikmah zakat sebagai pembersih harta, sumber keberkahan, dan pemberdaya umat. Penjelasan regulasi resmi yang telah ditetapkan melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman, yang mewajibkan pemotongan zakat penghasilan 2,5% bagi seluruh ASN, PPPK, dan tenaga pendidikan melalui BAZNAS. Ajakan kepada peserta untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS Sleman. Himbauan untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat, yang akan dikumpulkan melalui Bendahara Dinas Pendidikan, Bapak Sunardi, atau melalui call center BAZNAS Sleman. Data Potensi Zakat Korwil Cangkringan Berdasarkan data yang disampaikan, dari total 131 pegawai, saat ini: 45 orang telah dipotong zakat 2,5%, 6 orang dipotong zakat namun belum mencapai 2,5%, dan 77 orang belum dipotong zakat. Dari potensi zakat sebesar Rp13,5 juta, saat ini baru Rp5 juta yang telah disetorkan, atau setara dengan 37% dari total potensi. Apresiasi dan Manfaat Penyaluran ZIS BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki tingkat partisipasi tinggi: SDN Bronggang (100%) SDN Umbulharjo 2 (83%) SD Watuadeg (partisipatif dan aktif) Sekolah juga diinformasikan bahwa mereka dapat mengakses kembali 60% dari setoran zakat dalam bentuk bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan untuk GTT/PTT, dengan batas maksimal pengajuan proposal hingga Oktober 2025. Informasi dan Konsultasi Untuk informasi dan layanan lebih lanjut, BAZNAS Sleman membuka kanal WhatsApp: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program/Proposal: 0811 3220 7000 Di akhir sesi, Muhyi kembali menegaskan bahwa zakat profesi adalah bagian dari ibadah yang bersumber dari pekerjaan halal dan mulia, serta mengajak seluruh guru dan karyawan di wilayah Cangkringan untuk segera mengisi Surat Kesanggupan agar zakat bisa ditunaikan secara rutin.***
BERITA07/08/2025 | AYW./
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan Bantuan Tas dalam HUT ke-80 RI
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan Bantuan Tas dalam HUT ke-80 RI
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 1000 tas sekolah dalam program Sleman Cerdas. BAZNAS Sleman kembali menyalurkan bantuan sebanyak 1000 tas sekolah kepada siswa-siswi SD dan madrasah dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025 bertempat di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, dengan dihadiri berbagai unsur forkopimda dan instansi terkait. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM, perwakilan dari seluruh Kapanewon, serta unsur dari Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan Negeri Sleman. Sementara itu, dari pihak BAZNAS Sleman, hadir secara langsung Wakil Ketua III Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Bantuan Simbolis untuk Mustahik Bantuan 1000 tas ini merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Sleman, yaitu Sleman Cerdas, yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga dhuafa. Setiap tas senilai Rp200.000 berisi perlengkapan sekolah dan disalurkan secara bertahap melalui sekolah dan madrasah di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Dalam acara ini, penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Sekda Kabupaten Sleman bersama Wakil Ketua III BAZNAS Sleman kepada beberapa perwakilan siswa mustahik yang hadir secara langsung di lokasi. ”Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak kita untuk terus semangat belajar dan berprestasi,” ungkap Muhaimin dalam sambutannya. Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Kebaikan Program ini tak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, namun juga bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki Sleman. Dana yang terkumpul disalurkan dengan prinsip transparansi dan tepat sasaran, menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Sleman. Amanah dari para muzaki telah menggerakkan berbagai program sosial seperti Sleman Cerdas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat dapat terus terjalin dengan kuat, demi mewujudkan Sleman yang lebih sejahtera dan berdaya.***
BERITA07/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Kalasan: Perkuat Sinergi Zakat ASN untuk Membangun Sleman
Sosialisasi ZIS Korwil Kalasan: Perkuat Sinergi Zakat ASN untuk Membangun Sleman
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kali ini digelar di Kantor Korwil Kalasan. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan untuk mendukung pembangunan sosial melalui zakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (5/8/2025) ini dihadiri oleh 29 kepala sekolah dan guru dari wilayah Kalasan. Turut hadir Kepala Korwil Kalasan, Sarwoto, S.Pd.SD., yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan zakat ASN di lingkungan pendidikan. Dari pihak BAZNAS Sleman, hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., sebagai narasumber utama dalam sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada para ASN, khususnya para guru, yang telah rutin menunaikan zakat penghasilannya melalui BAZNAS. Ia menekankan bahwa zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar menyucikan harta dan memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Sleman. 60% Dana Zakat Bisa Diakses Sekolah Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penyampaian bahwa sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari total setoran zakat yang masuk melalui pengajuan proposal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan dalam program Sleman Cerdas, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). Selain itu, disampaikan pula bahwa sekolah dapat mengakses program dukungan lainnya seperti pembangunan musala, sarana pendidikan, dan bantuan untuk masyarakat sekitar sekolah dalam 5 program utama BAZNAS Sleman. Tanya Jawab Interaktif Acara berjalan dengan interaktif dan diwarnai dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Perwakilan dari SD Sorogenen 2 menanyakan waktu pengajuan hak 60% dari zakat yang telah disetorkan. Sementara itu, dari SD Pucung, peserta menyampaikan adanya rekan guru yang menyalurkan zakat langsung ke masyarakat sekitar dan mempertanyakan status pemotongan zakat yang belum berjalan meskipun telah mengisi formulir kesanggupan. SD Tunjungsari 2 juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan musala. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan terbuka dan dijelaskan bahwa pihak BAZNAS Sleman akan memproses setiap pengajuan sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan, termasuk batas akhir pengajuan proposal pada Oktober 2025. Zakat: Solusi Umat, Pilar Pembangunan Daerah Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan partisipasi zakat ASN di wilayah Kalasan dapat semakin meningkat. Zakat 2,5% dari penghasilan yang ditunaikan secara rutin tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini diselenggarakan di Kantor Korwil Moyudan dan diikuti oleh sekitar 22 perwakilan sekolah tingkat dasar se-Kapanewon Moyudan. Kegiatan ini berlangsung di SD Ngijon 1 dan menghadirkan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan apresiasi kepada para ASN di wilayah Moyudan yang telah menjadi muzaki aktif melalui potongan gaji rutin untuk zakat. “Partisipasi ASN dalam membayar zakat tidak hanya berdampak bagi pribadi, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif dalam membantu mustahik di lingkungan sekitar,” ungkapnya. Ia juga menegaskan urgensi menunaikan zakat sebagai kewajiban umat Islam, disertai penjelasan dalil dari Al-Qur’an dan hadits. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman tentang hikmah berzakat, seperti menyucikan harta, membawa keberkahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya regulasi terkait zakat ASN, termasuk adanya Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendorong pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS Sleman. Para peserta dihimbau untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar potongan zakat bisa berlangsung rutin setiap bulan. Pengumpulan formulir dapat melalui Bendahara Disdik Pak Sunardi atau langsung menghubungi pihak BAZNAS Sleman. Berdasarkan data, dari 95 pegawai di Korwil Moyudan: 58 orang telah dipotong zakat secara penuh (2,5%) 15 orang telah dipotong namun belum mencapai 2,5% 19 orang belum dipotong zakat Dengan potensi zakat mencapai Rp9,9 juta, saat ini sudah terkumpul Rp7,5 juta atau setara 74% dari potensi yang ada. Dua sekolah mencatat capaian 100% ASN berzakat, yaitu SDN Ngijon dan SDN Pendulan. Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah peluang sekolah untuk mengakses 60% dari setoran ZIS dalam bentuk program: Beasiswa siswa kurang mampu Bantuan operasional untuk GTT dan PTT Pengajuan proposal untuk bantuan ini dapat dilakukan maksimal hingga Oktober 2025. Perwakilan sekolah dari Moyudan menyambut baik skema ini dan menyampaikan bahwa pengajuan rutin telah dilakukan ke BAZNAS, meskipun masih ada masukan terkait akurasi data ASN muslim dan non-muslim.*** Mari tingkatkan partisipasi zakat ASN sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial."Zakat ASN, bukan sekadar kewajiban — tapi jalan menuju keberkahan dan pemberdayaan". Segera isi Surat Kesanggupan Zakat dan salurkan zakat Anda melalui:www.kabsleman.baznas.go.id dan www.baznas.slemankab.go.idWA:081132208000 | Instagram: @baznaskabsleman
BERITA04/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini menyasar wilayah Korwil Gamping. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Kantor Korwil Gamping ini dihadiri oleh 24 perwakilan kepala sekolah dari berbagai SD di wilayah tersebut. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Dalam pemaparannya, Muhaimin menekankan urgensi zakat sebagai kewajiban setiap muslim. Ia menjelaskan dalil dari Alquran dan Hadits yang mewajibkan zakat, serta hikmah yang menyertainya, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memperkuat solidaritas sosial. “Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) dan Surat Edaran Bupati mengenai pemotongan zakat langsung dari gaji ASN melalui BAZNAS Sleman. Dalam hal ini, bendaharawan Bapak Sunardi dari Dinas Pendidikan bertugas mengumpulkan dan menyetorkan zakat ke BAZNAS,” paparnya. Data Potensi Zakat ASN Korwil Gamping Berdasarkan data, potensi zakat dari ASN Korwil Gamping mencapai Rp22,3 juta per bulan. Namun, hingga saat ini baru terkumpul sekitar Rp9,4 juta atau sekitar 42%. Dari total 218 pegawai, baru 83 orang yang telah dipotong zakat 2,5%, 11 orang lainnya dipotong namun belum menyeluruh, dan sekitar 107 orang belum dikenai pemotongan zakat. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi, yakni SDN Mayangan dan SDN Balecatur yang masing-masing telah mencapai 88% ASN yang membayar zakat melalui potongan langsung. Para peserta sosialisasi memberikan tanggapan positif. Para guru siap memperbarui Formulir Kesanggupan Zakat (FKZ), dan sekolah-sekolah juga menyatakan kesiapan untuk mengajukan program bantuan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh BAZNAS. Meski begitu, tantangan tetap ada, khususnya dalam mendorong rekan-rekan ASN yang terbiasa menunaikan zakat secara mandiri di lingkungan sekitar, untuk beralih menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat semakin meningkat di wilayah Gamping, sehingga mampu mewujudkan penyaluran zakat yang lebih terorganisir, tepat sasaran, dan transparan untuk mendukung kesejahteraan mustahik di Kabupaten Sleman. Sekolah Dapat Mengakses Hingga 60% Lebih lanjut, dalam sesi diskusi juga disampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari total setoran ZIS yang dikumpulkan melalui BAZNAS Sleman. Dana ini dapat diajukan untuk program beasiswa siswa kurang mampu/miskin serta bantuan insentif untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan sekolah. Peluang ini menjadi bentuk konkret manfaat zakat bagi lingkungan pendidikan, serta sebagai insentif bagi sekolah yang aktif dalam menyalurkan zakat secara kolektif melalui BAZNAS. Batas maksimal pengajuan proposal program ini dijadwalkan hingga Oktober 2025, sehingga para kepala sekolah diharapkan segera berkoordinasi dan menyusun usulan program sesuai ketentuan yang berlaku. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat. Dengan sistem yang akuntabel dan terintegrasi, zakat yang terkumpul tak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga memberikan manfaat nyata di lingkungan ASN dan masyarakat sekitar.*** Mari optimalkan zakat kita, bantu sesama, dan ciptakan perubahan yang nyata bersama BAZNAS Sleman!Untuk informasi lebih lanjut atau pengajuan program, kunjungi website resmi kami atau hubungi langsung kantor BAZNAS Sleman.Jangan lupa, deadline pengajuan proposal hingga Oktober 2025!
BERITA04/08/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →