WhatsApp Icon
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Penguatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan zakat yang lebih mudah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus meningkatkan edukasi mengenai kewajiban menunaikan zakat.

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Acara dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

UPZ Perkuat Layanan Zakat bagi ASN

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan UPZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian.

Menurut Rizaludin, UPZ memiliki peran penting dalam membangun ekosistem layanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur,” ujar Rizaludin.

Ia berharap BAZNAS dapat terus memberikan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan ASN agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai ketentuan.

Pengelolaan Zakat Perlu Didukung Sistem yang Siap

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.

Kesiapan tersebut mencakup penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, komunikasi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ.

Menurut Arifin, kesiapan tersebut diperlukan agar layanan kepada muzaki dapat diberikan secara cepat dan baik, sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat berjalan profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariat.

Penguatan UPZ juga sejalan dengan agenda BAZNAS RI dalam memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pada September 2026, BAZNAS RI juga menggelar rapat evaluasi pengelolaan zakat kementerian dan lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada ASN dan kesiapan UPZ.

Edukasi Zakat untuk ASN Perlu Berkelanjutan

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Mohan menilai optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat mengenai kewajiban zakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait nisab, haul, objek zakat, serta mekanisme penunaian zakat.

Dengan demikian, UPZ tidak hanya berfungsi dalam aspek administrasi penghimpunan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari layanan dan edukasi zakat di lingkungan instansi.

UPZ Kemenhut Didorong Profesional dan Berkelanjutan

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas administratif. Menurutnya, pengelolaan zakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Ia menilai UPZ bersama petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ Kemenhut periode 2026–2030, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong tersedianya layanan zakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta didukung edukasi yang berkelanjutan bagi ASN.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi

BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan 182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati yang berhasil menjalani graduasi menuju kemandirian. 

Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., saat menghadiri kegiatan Apresiasi KPM PKH Kapanewon Mlati 2026 bertema “Dari Bantuan Menuju Kemandirian Berdaya” di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pemberian penghargaan kepada KPM PKH yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan sosial melalui proses graduasi mandiri maupun program pemberdayaan sosial ekonomi.

Muhyi mengatakan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut bersyukur atas capaian yang diraih Kapanewon Mlati. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam mendorong kemandirian masyarakat mulai menunjukkan hasil.

“Kita ikut bersyukur karena ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan lembaga sosial keagamaan. Ada keberhasilan yang cukup signifikan. Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ungkap Muhyi.

BAZNAS Dorong Sinergi Pemberdayaan Masyarakat

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muhyi menilai, proses graduasi tidak hanya menunjukkan bahwa penerima manfaat telah keluar dari bantuan sosial, tetapi juga menjadi indikator adanya proses pendampingan dan pemberdayaan yang berjalan.

Upaya seperti peningkatan kapasitas ekonomi, pengembangan usaha, serta pendampingan masyarakat dinilai penting agar keluarga penerima manfaat dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

“Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ujar Muhyi.

BAZNAS Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.

184 KPM Mlati Berhasil Graduasi

Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa graduasi KPM PKH merupakan bagian dari upaya Kapanewon Mlati mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan, edukasi, peningkatan kapasitas ekonomi, dan pemberdayaan.

Kapanewon Mlati menargetkan 222 KPM dapat menjalani graduasi pada 2026. Dari proses yang telah berjalan, sebanyak 103 KPM graduasi mandiri, sedangkan 79 KPM mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program PPSE meliputi proses pendampingan, peningkatan kapasitas ekonomi, hingga rintisan usaha. KPM juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha senilai Rp5 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini bisa melaksanakan graduasi. Melakukan pendampingan dan edukasi agar mandiri, agar lulus graduasi,” kata Dyah.

Kapanewon Mlati memiliki 12 pendamping PKH yang masing-masing mendampingi sekitar 200 hingga 300 KPM. Pendampingan dilakukan untuk membantu KPM meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi hingga mampu mandiri.

Dalam kegiatan apresiasi tersebut, sebanyak 50 KPM menerima sertifikat graduasi secara simbolis. Sejumlah KPM yang telah mengembangkan usaha juga memamerkan produk UMKM mereka, antara lain telur, dawet, nasi kuning, dan produk makanan lainnya.

Kemandirian Jadi Langkah Lanjutan

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.I.P., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi keluarga yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan PKH.

Menurut Wildan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keluarga yang sebelumnya menerima bantuan kini menyatakan diri memasuki fase mandiri.

Ia berharap keluarga yang telah graduasi dapat terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraannya serta tidak melupakan semangat kebersamaan dengan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

Sementara itu, kegiatan apresiasi juga menampilkan sejumlah produk usaha milik KPM PKH yang telah berkembang. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, capaian graduasi KPM PKH di Mlati menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial keagamaan, pendamping, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sleman.***

22/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman

Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan komunitas olahraga padel di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Padel Charity For NTT, Klub Everyday Padel Jogja dan Padel United Sleman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.649.000 untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut berlangsung di Padel Rocket, Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Penggalangan donasi dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun pertama Padel Rocket.

Pemilik Padel Rocket, Nurul Atik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif penggalangan dana yang dilakukan oleh klub padel yang menjadi pelanggan lapangan tersebut.

Menurut Nurul Atik, penggalangan donasi sengaja dilakukan secara langsung menggunakan kotak atau kantong donasi. Cara tersebut dipilih agar setiap orang dapat berdonasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya.

“Yang penting ikhlas. Insyaallah berkah barokah untuk kita semua,” ungkap Nurul.

Kegiatan Padel Charity For NTT dilaksanakan sebelum para peserta bermain padel. Salah satu anggota Everyday Padel Jogja sekaligus pembawa acara, Ofix Nuhansyah, berkeliling membawa kantong donasi dan mempersilakan peserta untuk memberikan sumbangan.

Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp5.649.000. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Nurul Atik kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan terima kasih kepada komunitas padel yang telah memilih menyalurkan donasi untuk NTT melalui BAZNAS Sleman.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang menggalang dana untuk NTT melalui Padel Charity. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhyi.

Muhyi juga menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/9/2026), total donasi yang telah terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana di NTT mencapai sekitar Rp214 juta.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Muhyi.

Selain penggalangan dana, perayaan satu tahun Padel Rocket juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para peserta melalui aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT.

Melalui kegiatan ini, komunitas olahraga padel tidak hanya mempererat kebersamaan melalui olahraga, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

 

Donasi yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT.***

17/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026

BAZNAS Kabupaten Sleman menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta untuk mendukung pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat program pendidikan keagamaan dan mewujudkan generasi Qurani di Kabupaten Sleman.

Persiapan kegiatan dibahas dalam Rapat Persiapan TBQ 2026 yang digelar di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri panitia inti dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Sleman.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kebutuhan penyelenggaraan wisuda. BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini berperan sebagai pendukung acara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan, dengan komitmen bantuan sebesar Rp80 juta.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.

Dorong Generasi Sleman Cinta Al-Qur'an

Kegiatan yang mengusung nama “Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026” tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berkarakter, Berakhlak Mulia, dan Cinta Al-Qur'an.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memberikan apresiasi kepada murid SD Negeri yang telah dinyatakan lulus asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat Sleman Religius, khususnya dalam membiasakan anak-anak mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini.

Selain memberikan apresiasi kepada peserta didik, kegiatan TBQ juga diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Digelar November 2026

Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Prima SR Hotel and Convention Yogyakarta, Jalan Magelang No. 11, Dukuh, Tridadi, Sleman.

Peserta kegiatan mencakup murid SD Negeri yang telah lulus uji kompetensi membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kegiatan juga akan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pengawas PAI, orang tua atau wali peserta, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, Kemenag Kabupaten Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Melalui dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta, BAZNAS Sleman turut mengambil peran dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Sleman.

Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Sleman yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.***

11/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026).

Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan.

Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT.

“Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya.

Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah.

“Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya.

Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang.

“Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya.

Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi.

Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan.

“Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi.

Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***

08/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Pentasharufan Tahap Pertama Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Bantu 17 Warga Sleman
Pentasharufan Tahap Pertama Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Bantu 17 Warga Sleman
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Kamis, 28 Agustus 2025, BAZNAS Sleman melaksanakan pentasharufan termin 1 bantuan rehab RTLH di Serambi Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudirohoesodo, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman. Program ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total anggaran bantuan senilai Rp329 juta. Masing-masing kapanewon menerima satu unit bantuan rumah yang akan direhab sesuai kebutuhan. Pada termin pertama ini, BAZNAS menyalurkan 40% dari total bantuan yang diterima penerima manfaat. Acara pentasharufan turut didampingi oleh panitia rehab, dukuh setempat, serta jajaran pemerintah terkait. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Sosialisasi Program dan Tahapan Pelaksanaan Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Sleman juga menggelar sosialisasi teknis. Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan alokasi dana serta pentingnya penggunaan bantuan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Hadir pula Tulus dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) yang memaparkan proses verifikasi penerima manfaat, jenis kerusakan rumah, hingga tahapan pembangunan. Sementara itu, Amin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan penjelasan terkait aspek legalitas bangunan dan perubahan aturan dari IMB menjadi PPG. Menurut Tulus, bantuan yang diberikan bervariasi sesuai tingkat kerusakan rumah—mulai dari perbaikan ringan seperti penggantian atap, hingga pembangunan ulang pondasi atau penambahan ruang bagi keluarga yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya laporan progres pembangunan yang akan menjadi syarat pencairan tahap selanjutnya. “Dana akan dicairkan dalam empat tahap. Tahap pertama 40% harus segera dibelanjakan, kemudian tahap kedua dan ketiga dilakukan setelah ada laporan progres dan bukti penggunaan dana. Tahap terakhir diberikan setelah rumah selesai 100%,” jelasnya. Standar Rumah Sehat dan Aspek Legalitas Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah. Dari sisi legalitas, Amin menambahkan bahwa program ini difasilitasi agar penerima manfaat mendapatkan kepastian hukum terkait status bangunan. “Kami membantu dari aspek legalitasnya. Targetnya, dalam waktu dua bulan seluruh pembangunan sudah selesai,” ujarnya. Daftar Penerima Manfaat 1. Kapanewon Sleman : Sugirah, Temon, RT.02 RW.22 Pandowoharjo 2. Kapanewon Cangkringan : Agus Aswadi, Karanglo, RT.03 RW.24 Argomulyo 3. Kapanewon Seyegan : Parmin Noto Maryono : Ngampon, Mranggen, RT.05 RW.22 Margodadi 4. Kapanewon Turi : Titis Minto Lestari, Donoasih, RT.03 RW.12 Donokerto 5. Kapanewon Prambanan : Rini Endang Suryani, Losari II Wukirharjo 6. Kapanewon Minggir : Dedi Yulianto, Daratan III, RT.06 RW07, Sendangarum 7. Kapanewon Pakem : Rustanto, Kuweron RT.03 RW.23, Candibinangun 8. Kapanwewon Berbah : Ngadiono, Sendang RT.01 RW.14 Sendangtirto 9. Kapanewon Godean : Wiharnani, Kragilan RT.03 RW.28, Sidoluhur 10. Kapanewon Moyudan : Suratman, Kruwet RT.02 RW.05 Sumberagung 11. Kapanewon Tempel : Juminten, Senoboyo RT.02 RW.13 Banyurejo 12. Kapanewon Mlati : Warno Dullah Sukoco, Kalongan RT.06 RW13 Tlogoadi 13. Kapanewon Kalasan : Marwanto, Sanan Brintikan RT.05 RW.17 Tirtomartani 14. Kapanewon Ngemplak : Widiyati, Ngalian RT.04 RW.22 Widodomartani 15. Kapanewon Ngaglik : Vita Arumsari, Tegalmindi RT.07 RW.36 Sardonoharjo 16. Kapanewon Gamping : Jumono, Kradenan RT.05 RW.17 Banyuraden 17. Kapanewon Depok : Tutik Sarinti Sari, Manukan RT.06 RW.05 Condongcatur Testimoni Penerima Manfaat Program ini disambut hangat oleh penerima manfaat. Salah satunya Agus Aswadi, warga Karanglo, Argomulyo, Cangkringan, yang merasa sangat terbantu. “Alhamdulillah bisa membangun rumah yang layak, tidak bocor, dan nyaman ditempati,” ucapnya. Hal senada disampaikan Puji Astuti, istri dari Rustanto, warga Kuweron, Candibinangun, Pakem, yang menerima bantuan Rp20 juta dan memperoleh Rp8 juta pada termin pertama. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini akan memperbaiki rumah kami secara total, karena kondisinya memang sudah tidak layak huni,” ungkapnya. Komitmen BAZNAS untuk Kesejahteraan Umat Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, menegaskan bahwa dana zakat harus digunakan dengan tepat sasaran untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Dana ini harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya agar rumah bisa menjadi tempat ibadah dan kehidupan yang lebih layak,” tutupnya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung misi pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup warga Sleman.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan manfaat zakat melalui program unggulannya, yaitu Sleman Sehat dan Sleman Cerdas. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor BAZNAS Sleman, Jumat (29/8), dengan total nilai mencapai Rp764.120.000. Dari jumlah tersebut, program Sleman Sehat menyalurkan bantuan sebesar Rp486.732.500 kepada 37 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Sementara itu, program Sleman Cerdas memberikan bantuan sebesar Rp277.387.500 kepada 79 penerima manfaat di Sleman. Kisah Penerima Manfaat Program Sleman Sehat Program Sleman Sehat ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan, terutama mereka yang tidak ter-cover oleh BPJS. Salah satunya adalah Rifah, warga Merdikorejo, Tempel, Sleman. Ia menerima bantuan Rp3 juta untuk biaya pengobatan ibunya, Sumirah, yang menderita stroke. Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan medis harian seperti pampers, makanan sehat, hingga terapi. “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, karena ada kebutuhan ibu saya yang tidak terjangkau BPJS,” ungkap Rifah. Penerima lainnya adalah Purwanti, warga Selorejo, Tempel. Ia mengambil bantuan Rp1 juta untuk pamannya, Tukidi, yang juga menderita stroke. Dana tersebut digunakan untuk biaya terapi jalan dan pijat sebagai bagian dari proses pemulihan. Penerima Manfaat Program Sleman Cerdas Sementara itu, program Sleman Cerdas difokuskan pada dukungan di bidang pendidikan, seperti beasiswa siswa kurang mampu, honorarium guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT), serta bantuan untuk lembaga pendidikan Islam maupun umum. Salah satu penerima manfaat adalah Prihatin, dari SDN Sentul Godean. Ia menerima bantuan sebesar Rp3.970.000 untuk beasiswa kurang lebih 20 anak didik. “Semoga bantuan ini memberi manfaat besar bagi anak-anak kami agar semangat belajar mereka tetap terjaga,” tuturnya. Selain itu, Gito Prawoto dari MTsN 2 Sleman menerima bantuan senilai Rp6.200.000. Dana ini digunakan untuk mendukung GTT, PTT, serta siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. “Bantuan ini sangat membantu kami meringankan beban guru dan siswa,” ujarnya. Sekilas Tentang Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Program Sleman Sehat merupakan upaya BAZNAS Sleman untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu menanggung biaya pengobatan. Bantuan ini mencakup kebutuhan medis, terapi, hingga pendukung gizi bagi pasien. Sedangkan program Sleman Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Sleman. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan beasiswa, bantuan operasional lembaga pendidikan, hingga dukungan untuk guru honorer. Tujuannya adalah memastikan generasi muda Sleman memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Ajak Masyarakat untuk Peduli Sesama Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sleman. “Semua bantuan ini berasal dari kepedulian muzaki. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya bisa semakin luas,” ungkapnya. Dengan terus mendukung program-program BAZNAS Sleman, masyarakat dapat turut serta membangun Sleman yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Sleman. Dari zakatmu, hadir keberkahan untuk sesama.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Sleman - Bupati Sleman menyampaikan pesan penting dalam acara pelantikan H. Nasirun sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman bidang SDM, Administrasi, dan Rumah Tangga. Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman. Acara ini juga diwarnai penyerahan Hasil Evaluasi Keluarga Sembada dan Evaluasi Masjid Paripurna Kabupaten Sleman 2025, dalam satu rangkaian yang dihadiri oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., serta jajaran pemerintah Kabupaten Sleman dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dijalankan secara amanah, sesuai syariat Islam, serta berorientasi pada kepentingan umat, bukan kepentingan politik. “Saya betul-betul memperhatikan agar jangan sampai ada hal-hal yang aneh dalam pengelolaan zakat. Takutlah kepada Tuhan, jangan takut kepada bupati atau wakil bupati,” tegas Bupati. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program BAZNAS Sleman, termasuk mendorong sosialisasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya akan bantu menyosialisasikan kepada rekan-rekan ASN agar zakat profesi sebesar 2,5 persen dari gaji dapat dipotong dan disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” tambahnya. Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman mengucapkan selamat kepada H. Nasirun yang baru saja dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat segera bertugas, melanjutkan kiprah, berkarya, serta menjalankan amanah untuk kemaslahatan masyarakat. “Terima kasih kepada pimpinan BAZNAS Sleman atas dedikasi selama ini. Saya berharap roda organisasi tetap berjalan dengan baik dan terus melakukan inovasi,” ujarnya. Bupati menekankan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dilakukan secara modern, berbasis data, serta didukung teknologi. Hal ini penting agar pengelolaan zakat semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. BAZNAS sebagai Instrumen Strategis Menurut Bupati, keberadaan BAZNAS Sleman memiliki posisi strategis sebagai lembaga resmi pemerintah dalam pengelolaan ZIS. Peran ini sangat penting dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta menjadi instrumen nyata untuk pembangunan daerah. “Penghimpunan zakat akan menjadi sumber daya luar biasa jika dikelola dengan baik. Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel,” jelasnya. Bupati juga mendorong adanya terobosan baru dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat, sehingga dapat membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan di Sleman. “Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam menjalankan amanah ini. Mari bersama-sama mendukung BAZNAS Sleman menjadi penghimpun dan pengelola zakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat Pelantikan pimpinan BAZNAS Sleman ini bukan hanya sebuah agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Sleman diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan zakat dan menyalurkannya secara tepat sasaran. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjadikan zakat sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat, membangun kemandirian, dan menghadirkan keadilan sosial di Kabupaten Sleman.***
BERITA29/08/2025 | AYW./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman semakin serius menangani stunting dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya BAZNAS Sleman dan Bank Sleman. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). BAZNAS Sleman dan Bank Sleman bertindak sebagai orang tua asuh yang akan memberikan bantuan nutrisi berupa 'telur bahagia' untuk ibu hamil dan anak di bawah 23 bulan. Acara penandatanganan ini diselenggarakan di Aula Unit I Kabupaten Sleman pada Senin, 25 Agustus 2025. Program GENTING merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen RPJPD Kabupaten Sleman 2024–2045 untuk mencetak generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Peran BAZNAS Sleman Peran BAZNAS Sleman dalam program ini sangat vital. Lembaga amil zakat ini akan menyalurkan bantuan nutrisi kepada 50 keluarga berisiko stunting yang tersebar di lima kapanewon, yaitu Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, dan Prambanan. Setiap keluarga akan menerima paket telur bergizi tinggi selama 90 hari berturut-turut. Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Sleman terus menurun. Berdasarkan data ePPGBM 2024, angka stunting kini berada di angka 4,41%, turun 0,1% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan hasil positif dari upaya yang telah dilakukan. Susmiarto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Sleman zero stunting. Wujud Gotong Royong Kepedulian Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa ‘telur bahagia’ merupakan telur ayam dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bantuan ini adalah wujud gotong royong dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Sleman mendapatkan gizi optimal. Sebagai orang tua asuh, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan materiil. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan berkelanjutan yang berfokus pada pencegahan. Para orang tua asuh, termasuk BAZNAS Sleman, diharapkan ikut memantau tumbuh kembang anak. Dengan keterlibatan aktif BAZNAS Sleman, program GENTING diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan umat, tidak hanya melalui bantuan zakat, tetapi juga dengan berkontribusi langsung pada pembangunan generasi yang sehat dan cerdas, siap menyongsong masa depan.***
BERITA28/08/2025 | AYW./
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Astacita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Momentum Sinergi Zakat dan Astacita Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Astacita, yaitu delapan agenda prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Rakornas ini meneguhkan tekad BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat menjadi pilar pencapaian Astacita serta visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kiai Noor. Capaian Penghimpunan Zakat BAZNAS RI mencatat kinerja penghimpunan zakat meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, penghimpunan zakat nasional mencapai Rp12,43 triliun dan meningkat menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, angka pengumpulan naik dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025. Jumlah muzaki juga meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Transformasi Digital dan Kiprah Internasional Selain peningkatan penghimpunan, BAZNAS terus memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta koordinasi nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) kini juga telah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas. Di tingkat internasional, BAZNAS aktif dalam aksi kemanusiaan. Hingga Juli 2025, tercatat Rp375 miliar dana zakat telah dihimpun untuk Palestina dan Rp120 miliar disalurkan, menjangkau lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. BAZNAS Awards 2025 Rakornas juga menghadirkan BAZNAS Awards 2025 dengan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan semangat bagi seluruh penggerak zakat. Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan periode 2020–2025. Ketua BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan inovasi dan memperluas manfaat zakat bagi umat. “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegas Kiai Noor. Dengan semangat sinergi, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas perannya dalam membantu negara melindungi fakir miskin dan masyarakat kecil yang membutuhkan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Menurut Muzani, keberadaan BAZNAS merupakan wujud nyata hadirnya negara dalam mengemban amanat konstitusi, yakni melindungi fakir miskin, anak terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan. “Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, dan usaha kecil? Menurut UUD, negara lah yang memiliki tanggung jawab itu,” tegasnya. BAZNAS sebagai Mitra Negara Muzani menjelaskan, bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat kecil dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program-program pemerintah. Kedua, dengan membentuk lembaga resmi yang diberi mandat khusus, salah satunya adalah BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengelola zakat dan membantu fakir miskin. Peran BAZNAS sangat penting dalam mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ungkapnya. Tujuan Negara: Rakyat Sejahtera Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa tujuan bernegara tidak hanya memperkuat pertahanan militer atau kepolisian, tetapi juga memastikan rakyat hidup merdeka dan sejahtera. “Negara ini akan kuat bukan hanya karena tentaranya kuat, bukan hanya karena polisinya kuat, tetapi juga karena rakyatnya sehat, kenyang, punya pekerjaan, terbebas dari utang, dan berdaya secara ekonomi,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kembali bahwa BAZNAS merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Rakornas BAZNAS 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat program-program BAZNAS dalam mendukung Astacita menuju Indonesia Merdeka. Tokoh dan Lembaga yang Hadir Acara Rakornas turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga negara, antara lain: Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum. Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Mesir, M. Zaim A. Nasution. Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur. Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Perwakilan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota seluruh Indonesia. Rakornas BAZNAS 2025 ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi nasional dalam pemberdayaan umat melalui zakat, infak, dan sedekah, sehingga tercapai kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Genting (Gerakan Tempel Sehat dan Bersih) yang dirangkai dengan pentasharufan bantuan pembangunan jamban sehat kepada masyarakat dalam program Sleman Peduli. Acara tersebut bertempat di Kantor Kapanewon Tempel, Selasa (26/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, tiga warga Tempel menerima bantuan pembangunan jamban masing-masing sebesar Rp3 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari program pencegahan stunting yang menjadi fokus bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Sleman. Pentasharufan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., dan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc.. Hadir pula Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos, M.Si., dan Kepala Dinas DPAP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H. Apresiasi Wabup Pada BAZNAS Sleman Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS Sleman yang konsisten membantu program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan pencegahan stunting. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa pentasharufan bantuan jamban sehat ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. “Penyediaan jamban sehat tidak hanya membantu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga bagian dari ikhtiar bersama mencegah stunting sejak dini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya. Program bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, serta memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Sleman. BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat dan para muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran. Mengapa MCK Penting dalam Pencegahan Stunting? Seperti diketahui, program seperti ini dapat berupa peningkatan akses dan kualitas sanitasi, yang merupakan salah satu penyebab stunting, seperti pembangunan dan perbaikan fasilitas MCK di rumah tangga. MCK yang baik memastikan kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit, yang merupakan faktor penyebab stunting, terutama pada anak-anak. Keterbatasan akses terhadap MCK yang layak bisa meningkatkan risiko penyakit dan gangguan gizi yang berkontribusi pada stunting.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Sleman - BAZNAS Sleman salurkan satu unit kursi roda di Kapanewon Seyegan guna mendukung akses layanan publik inklusif. BAZNAS Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. Pada Selasa (26/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Seyegan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus menjadi upaya mewujudkan layanan publik yang lebih ramah dan mudah diakses oleh kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Koordinator Staff, Arif Hidayat, S.Kom., Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Diyas Nugroho, S.T., yang diterima oleh Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., beserta jajarannya. Apresiasi Panewu Seyegan Panewu Seyegan, Agung Endarta, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Sleman melalui penyaluran bantuan ini. “Kami berterima kasih atas bantuan kursi roda ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Seyegan. Ini bentuk kerja sama yang baik dan nyata untuk meningkatkan akses layanan masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan warga yang memiliki keterbatasan fisik dapat lebih mudah, cepat, dan nyaman saat mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman terhadap Kelompok Rentan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan kursi roda ini adalah wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam mendukung pelayanan publik inklusif. “Kami ingin memastikan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, mendapatkan pelayanan publik yang layak, ramah, dan mudah diakses. Kursi roda ini mungkin sederhana, tetapi manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain di Sleman sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang inklusif, ramah, dan berkeadilan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman salurkan 775 paket fidyah untuk pekerja harian lepas di tiga dinas Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui program penyaluran fidyah. Kali ini, sebanyak 775 paket makan dibagikan kepada para Pekerja Harian Lepas (PHL) di tiga dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Penyaluran ini berlangsung pada Jumat, 22 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB. Agenda ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa zakat, infak, sedekah, maupun fidyah yang ditunaikan masyarakat, mampu memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan. Distribusi di Tiga Dinas Di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), paket fidyah diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, bersama Koordinator Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sebanyak 359 paket makan diberikan kepada para pekerja harian lepas yang setiap hari bertugas menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Sleman. Kemudian, di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I bersama Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Diyas Nugroho, S.T. Sebanyak 356 paket makan disalurkan kepada para PHL yang sehari-hari membantu pelayanan infrastruktur dan pemukiman. Sementara itu, di Dinas Perhubungan (Dishub), penyerahan fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 paket makan diterima oleh para pekerja harian lepas Dishub. Dengan demikian, total fidyah yang berhasil disalurkan pada agenda ini mencapai 775 paket makan. Para penerima merasa gembira karena makanan tersebut dapat langsung dinikmati untuk sarapan maupun makan siang mereka. Harapan BAZNAS Sleman Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa penyaluran fidyah ini merupakan bentuk nyata dari sinergi umat dalam membantu sesama. “Fidyah yang ditunaikan masyarakat kami salurkan tepat sasaran, salah satunya untuk pekerja harian lepas yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan, infrastruktur, dan pelayanan di Sleman. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi motivasi agar fidyah, zakat, infak, dan sedekah semakin ditunaikan melalui BAZNAS Sleman,” jelasnya. Selain itu, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa amanah masyarakat akan selalu dikelola secara profesional dan transparan. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bukti bahwa setiap rupiah yang ditunaikan dapat menghadirkan manfaat sosial yang luas. Ajakan untuk Menunaikan Fidyah dan Zakat BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, ASN, maupun para muzakki untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun fidyah melalui BAZNAS Sleman. Dengan begitu, manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS Sleman, kuatkan zakat untuk memberdayakan umat! Fidyah Adalah Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan.***
BERITA26/08/2025 | AYW./
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – BAZNAS Kota Jambi melakukan studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, sedekah, terlebih program unggulan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman. Kedatangan BAZNAS Kota Jambi disambut hangat ketua, jajaran pimpinan, serta pelaksana BAZNAS Sleman di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, pada Jumat 22 Agustus 2025. Adapun rangkaian acara meliputi pembukaan, doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Kemudian sambutan utama oleh Katua BAZNAS Jambi, Drs. H. Syamsir Naim. Dilanjutkan pemaparan materi berupa profil BAZNAS Kabupaten Sleman oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dan dialog serta diskusi bersama jajaran BAZNAS Kota Jambi. Isi Pemaparan dan Diskusi BAZNAS Kota Jambi mengajukan sejumlah pertanyaan mulai dari bagaimana cara mendapat bantuan dari BAZNAS RI, program Z-Mart, Sumber Zakat mayoritas darimana, besaran nisab, sumber aset, serta dana hibah APBD. Menjawab pertanyaan tersebut, Kriswanto memaparkan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh bantuan dari BAZNAS RI melalui pengajuan proposal dan hadiah, pengajuan hadiah acara mualaf. Untuk sumber zakatnya, BAZNAS Sleman 95% diperoleh dari zakat ASN, UPZ, dan OPD. Adapun besaran nisabnya senilai 85 gram emas sesuai mengacu ketentuan dari BAZNAS RI dan MUI Sleman. “Sumber aset BAZNAS Sleman keseluruhan berasal dari Pemda Sleman, hanya perangkat computer yang milik BAZNAS Sleman sendiri. Untuk APBD dari Sleman sebesar Rp373 juta,” ungkap Kriswanto. Selain itu, BAZNAS Kota Jambi juga menilik sejumlah program unggulan yang dijalankan BAZNAS Sleman, di antaranya: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Sehat, Sleman Makmur, dan Sleman Peduli. Lebih lanjut Kriswanto menjelaskan tentang Program Sleman Makmur yang terdiri dari, bantuan modal usaha bagi kelompok, bantuan Z-Chicken, Warung Berkah, Modal Usaha Tahap 2 dan 3, Santripreneur, Balai Ternak, Z-Mart untuk Mualaf, Tajir BAZNAS, dan Lumbung Pangan. Tertarik dengan Ragam Program BAZNAS Sleman Staff Sumber Daya Manusia (SDM, Umum, dan Administrasi) BAZNAS Kota Jambi, Sara Listriani Fadila, S.K.M., mengatakan dalam studi tiru ke BAZNAS Sleman kali ini banyak sekali pelajaran yang diambil terkait pengelolaan zakat, infak, dan sodaqoh dari BAZNAS Sleman.“Terima kasih atas sambutannya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dalam studi tiru kami kali ini, semoga silaturahim ini terus terjalin baik,” pungkas Sara. Acara ditutup dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dan ramah tamah. Tim BAZNAS Kota Jambi juga menyempatkan berkeliling di kantor BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/08/2025 | AYW./
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman mengukuhkan kepengurusan Paman Sembada (Paguyuban Pengurus Pasar se-Kabupaten Sleman) periode 2025–2030 di Pendopo Bupati Sleman, Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri perwakilan pengelola dari 42 pasar tradisional yang berada di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan, tetapi juga penyerahan bantuan dari BAZNAS Sleman untuk mendukung program pemberdayaan pedagang pasar melalui program Sleman Produktif. Paman Sembada: Mitra Pemerintah untuk Majukan Pasar Tradisional Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., menjelaskan bahwa Paman Sembada merupakan wadah paguyuban pengelola pasar tradisional di Sleman. Paguyuban ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program peningkatan ekonomi kerakyatan. “Paguyuban ini luar biasa pengabdiannya. Semoga dapat amanah dan bersinergi bersama pemerintah dalam memajukan pasar tradisional di Sleman,” ujarnya. Mae juga menambahkan, melalui kerja sama dengan BAZNAS Sleman, pembentukan pra-koperasi pasar telah berjalan di 20 pasar, dan tahun ini ditargetkan seluruh pasar tradisional menerima dukungan program tersebut. Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pasar Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha dan sembako kepada sejumlah pasar. Bantuan ini bertujuan agar pedagang terbebas dari jeratan pinjaman ilegal yang masih marak di pasar tradisional. Adapun pasar penerima bantuan kali ini adalah: Pasar Kenaran Rp10.000.000 Pasar Ngino Rp10.000.000 Pasar Prambanan Rp10.000.000 Pasar Denggung Rp10.000.000 Pasar Godean (bantuan sembako) Rp1.000.000 Total bantuan yang ditasharufkan mencapai Rp41.000.000. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya menyelamatkan pedagang pasar dari jeratan bank plecit maupun pinjaman online ilegal. “Semoga bermanfaat untuk tambahan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang pasar,” jelasnya. Harapan Pemkab Sleman: Pasar Jadi Ruang Ekonomi dan Budaya Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan, S.TP., M.T., Bupati Sleman menyampaikan harapannya agar Paman Sembada mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Pasar bukan hanya ruang transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial, seni, dan budaya. Dengan adanya koperasi, pedagang diharapkan lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya. Makwan juga menekankan pentingnya ketangguhan pengurus pasar dalam menghadapi potensi bencana. “Pengurus Paman Sembada harus tangguh, karena pasar sering terdampak jika terjadi bencana. Ini penting agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya. Suara Pedagang: Bantuan Jadi Solusi Hindari Pinjaman Ilegal Salah satu penerima bantuan, Sri Suprihatin dari Pasar Denggung, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari BAZNAS Sleman. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan sebagai simpan pinjam bagi anggota paguyuban. “Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mencegah anggota kami terjerat pinjaman ilegal. Dana ini akan kami kelola secara bijak untuk membantu pedagang kecil yang membutuhkan modal,” jelasnya. Kesimpulan Pengukuhan Paman Sembada dan penyaluran bantuan dari BAZNAS Sleman menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Dukungan modal usaha dan pembentukan koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menyejahterakan pedagang.***
BERITA21/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat edukasi zakat di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, BAZNAS Sleman menggelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Sleman, bertempat di SD Negeri Dukuh 1 Sleman. Acara ini dihadiri oleh 50 perwakilan sekolah. Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan materi terkait urgensi zakat sekaligus memberikan apresiasi bagi ASN yang konsisten menunaikan kewajiban zakat. Apresiasi untuk ASN Muzaki Dalam paparannya, dr. Andung menyampaikan penghargaan kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Hal ini menjadi teladan baik dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Sleman,” ungkapnya. Urgensi Zakat dalam Islam Disampaikan pula bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ibadah dengan landasan kuat dari Al-Qur’an dan Hadits. Zakat memiliki hikmah besar, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mendatangkan kebaikan bagi muzaki maupun mustahik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung gerakan zakat melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati tentang pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS. Hal ini menjadi payung hukum yang menguatkan kewajiban zakat bagi pegawai. Data Potensi Zakat ASN Korwil Sleman Berdasarkan data, dari total 263 pegawai di Korwil Sleman, baru 35 orang yang dipotong zakat sebesar 2,5%. Sebanyak 39 orang baru dipotong sebagian, sementara 179 pegawai lainnya belum dipotong zakat. Dari potensi total zakat Rp26,8 juta, baru terkumpul sekitar Rp4,8 juta atau 18%. Apresiasi untuk Sekolah Teladan BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi. SDN Jetis Jagapaten mencapai 100% guru yang sudah dipotong zakat, disusul SDN Tridadi dengan capaian 58%. “Kedua sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan pendidikan dapat berperan aktif dalam menunaikan kewajiban zakat,” tutur Andung. Manfaat Zakat untuk Sekolah Lebih lanjut, Andung menjelaskan, sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari setoran ZIS ke BAZNAS Sleman dalam bentuk program bantuan. Bantuan bisa berupa beasiswa anak kurang mampu/miskin serta dukungan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sekolah dapat mengajukan proposal maksimal hingga Oktober 2025. Ajakan Menunaikan Zakat Dalam kesempatan tersebut, dr. Andung mengajak para ASN untuk segera menandatangani Surat Kesanggupan Zakat, agar zakat dapat dipotong rutin setiap bulan. Surat ini dapat dikumpulkan melalui Bendaharawan Disdik, Bapak Sunardi, atau langsung menghubungi BAZNAS Sleman. Info lebih lanjut: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 BAZNAS Sleman berkomitmen menjadikan gerakan zakat sebagai pilar kebaikan bersama. Dengan semakin banyak ASN dan sekolah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan masyarakat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, wujudkan Sleman yang lebih berkah dan sejahtera.***
BERITA20/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik. Pada Jumat (15/8/2025), BAZNAS Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Pendidikan Kapanewon Minggir, bertempat di Kantor UPT Yandik Kecamatan Minggir. Acara ini dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Warsilah, S.Pd.SD., M.Pd., dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti oleh 22 perwakilan sekolah se-Kapanewon Minggir. Apresiasi Peran Guru dan Pentingnya Zakat Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru. Beliau menekankan bahwa profesi guru merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat. “Guru yang mentransfer ilmu dan mengajak siswa kepada kebaikan, insyaAllah akan mendapatkan pahala tanpa henti. Bahkan ketika siswanya menjadi pemimpin bangsa, amalnya tetap mengalir,” jelas Muhyi. Ia juga menegaskan urgensi zakat sebagai kewajiban syariat. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan dan membawa keberkahan. “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru Allah menjanjikan keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya,” tambahnya. Regulasi dan Instruksi Bupati Dalam kesempatan itu, Muhyi turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung penuh gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan ZIS melalui BAZNAS. Hal ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd., juga menegaskan pentingnya zakat. “Bagi saya, orang yang mengingatkan zakat itu bukan sekadar mengingatkan, tapi menyelamatkan. Mari kita bekerja sama agar harta kita bersih dan penuh keberkahan,” ujarnya. Pemanfaatan ZIS untuk Pendidikan Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., memaparkan bahwa 60% dari setoran ZIS dapat dimanfaatkan kembali oleh sekolah. Dana ini bisa diajukan untuk beasiswa anak kurang mampu, bantuan GTT/PTT, renovasi musala, maupun kegiatan PHBI dengan plafon tertentu. Bahkan, untuk kegiatan MTQ, BAZNAS Sleman memberikan bantuan hingga Rp2 juta. Andung juga membacakan data potensi zakat ASN di Minggir. Dari total 102 pegawai, sebanyak 37 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 15 orang dipotong sebagian, dan sekitar 37 orang belum menunaikan zakat secara penuh. Apresiasi Sekolah Dari data setoran, SDN Nglengking mencatat realisasi terbaik dengan capaian 87%, disusul SDN Dalangan 71%, dan SDN Jonggrangan 62%. BAZNAS Sleman pun memberikan apresiasi kepada sekolah yang gurunya menyalurkan zakat dengan persentase tertinggi. Ajak ASN dan Guru untuk Menunaikan Zakat BAZNAS Sleman mengimbau ASN dan guru di Minggir untuk segera mengisi Surat Kesanggupan Zakat, sehingga pemotongan dapat dilakukan secara rutin melalui bendaharawan. Dengan demikian, potensi zakat di sektor pendidikan dapat termanfaatkan optimal untuk kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut dan layanan konsultasi, masyarakat dapat menghubungi: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program & Proposal: 0811 3220 7000 Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran menunaikan ZIS semakin meningkat, khususnya di kalangan tenaga pendidik. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun, manfaat besar dapat kembali kepada sekolah, guru, dan siswa yang membutuhkan. Mari bersama menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, agar harta semakin berkah, hidup lebih bersih, dan kebermanfaatan terasa luas untuk masyarakat.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
Jakarta – Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal untuk rakyat Palestina. Sebanyak 80 ton logistik pangan diterjunkan langsung ke Jalur Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI. Seluruh paket bantuan dipersiapkan dengan sistem keamanan khusus, termasuk penggunaan parasut, sehingga dapat sampai dengan aman ke tangan penerima. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada masyarakat Indonesia yang telah berzakat, berinfak, dan bersedekah untuk mendukung misi kemanusiaan ini. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025, bantuan masyarakat Indonesia berhasil diterjunkan di Gaza. Semoga bantuan ini meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, pengiriman bantuan berupa bahan makanan pokok ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat Gaza. Situasi yang serba terbatas membuat akses logistik menjadi tantangan besar, sehingga airdrop menjadi cara paling efektif. Selain aspek kemanusiaan, misi ini juga membawa makna simbolis. Pelaksanaan bantuan bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sehingga menjadi wujud nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi juga diwujudkan dalam solidaritas lintas batas. “Kerja sama BAZNAS RI dan TNI dalam menyalurkan bantuan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Semangat kemerdekaan Indonesia kami hadirkan melalui kepedulian untuk rakyat Palestina,” tambah Kiai Noor. BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan terus berlanjut hingga seluruh 800 ton logistik kemanusiaan tersalurkan. Masyarakat Indonesia diharapkan terus mendukung gerakan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak saudara kita yang bisa dibantu. Dengan keberhasilan tahap awal ini, Indonesia kembali menunjukkan bahwa nilai kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa mampu berbagi dan peduli terhadap penderitaan sesama, di manapun mereka berada.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza melalui airdrop tahap kedua. Misi ini merupakan bagian dari Operasi Bantuan Kemanusiaan Gaza Palestina Satgas Garuda Merah Putih II yang berlangsung pada Senin (18/8/2025). Bantuan tersebut berhasil diterjunkan langsung dari pesawat Hercules milik TNI AU. Sebanyak 80 ton logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat berhasil dikirim dengan sistem pengamanan khusus agar dapat tiba dengan selamat di titik penerimaan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengiriman perdana pada 17 Agustus 2025, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dengan demikian, total 160 ton bantuan sudah berhasil dijatuhkan langsung ke wilayah Gaza melalui jalur udara. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pengiriman tersebut. Menurutnya, keberhasilan airdrop tahap kedua menjadi bukti nyata bahwa solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina tidak pernah pudar, bahkan terus menguat di tengah perayaan kemerdekaan. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina kembali berhasil diterjunkan melalui airdrop. Paket logistik ini disiapkan dengan pengamanan khusus agar tiba dengan selamat di Jalur Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta. Ia menambahkan, misi kemanusiaan ini adalah simbol persaudaraan tanpa batas, sekaligus wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Terlebih, pengiriman bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum kemerdekaan ke-80 Indonesia, sehingga membawa makna solidaritas yang lebih mendalam. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya misi kemanusiaan ini. Mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, KBRI di Yordania dan Mesir, hingga masyarakat Indonesia yang telah menitipkan donasi melalui BAZNAS RI. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa misi ini bisa terlaksana berkat koordinasi yang matang bersama TNI. Ia menuturkan bahwa seluruh bantuan yang diterjunkan merupakan hasil sumbangan masyarakat Indonesia untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza. “Alhamdulillah, airdrop tahap kedua ini berhasil. Semoga bantuan warga Indonesia bermanfaat dan memberi semangat baru bagi perjuangan rakyat Palestina,” kata Fikri yang melaporkan langsung dari pesawat Hercules di langit Gaza. BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan distribusi logistik kemanusiaan dalam beberapa tahap berikutnya hingga seluruh bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat Gaza yang sangat membutuhkan.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Mlati pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Kanisius Duwet dan dihadiri para kepala sekolah, guru, serta perwakilan ASN di wilayah Mlati. Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, dr. Andung memberikan apresiasi kepada para ASN muzaki dari Korwil Mlati yang telah bersedia menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan gaji. Menurutnya, zakat bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga perintah langsung dalam Al-Qur’an dan Hadits. “Zakat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya. Regulasi Zakat Sementara itu, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung penunaian zakat melalui regulasi resmi. “Ada Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mengatur pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS,” terangnya. Ia juga mengimbau ASN untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Bendaharawan Dinas Pendidikan, Sunardi, menjadi penghubung pengumpulan formulir kesanggupan zakat di wilayah tersebut. BAZNAS Sleman juga membuka layanan konsultasi zakat dan koreksi data melalui WhatsApp di nomor 0811 3220 8000, serta layanan konsultasi program dan proposal di 0811 3220 7000. Data Potensi Zakat ASN di Wilayah Mlati Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman memaparkan data potensi zakat ASN di wilayah Mlati. Dari total 387 pegawai, sebanyak 105 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 18 orang dipotong namun belum mencapai 2,5%, dan sekitar 125 orang belum dipotong zakat. Potensi total zakat mencapai Rp25,6 juta, dengan realisasi Rp12 juta atau 47%. Apresiasi Sekolah Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada tiga sekolah dengan persentase pemotongan zakat guru tertinggi, yaitu SDN Gombang 2 (87%), SDN Nglarang (83%), dan SDN Pogung Kidul (83%). Selain memberikan penghargaan, BAZNAS Sleman juga menyampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari setoran ZIS yang disalurkan ke BAZNAS dalam bentuk program beasiswa untuk siswa kurang mampu, maupun bantuan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Proposal pengajuan program dapat diajukan paling lambat pada Oktober 2025. BAZNAS Sleman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran menunaikan zakat di kalangan ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, semakin meningkat. Dengan partisipasi aktif semua pihak, potensi zakat yang terkumpul dapat dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Sleman.***
BERITA15/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan apresiasi untuk sekolah di Korwil Ngaglik pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri Dayuharjo dan diikuti oleh K3S serta 40 perwakilan SD, Madrasah, dan SD swasta di wilayah Ngaglik. Turut hadir pula Ketua Korwil Pendidikan Yunan Helmi S, S.Pd., M.Pd., dan memberikan sambutan di awal acara sosialisasi. Selanjutnya, sosialisasi dipandu oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Muhaimin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan beberapa materi penting, antara lain: Lima program unggulan BAZNAS Sleman Pemanfaatan hak 60% setoran ZIS untuk Program Sleman Cerdas (beasiswa, bantuan GTT/PTT) Pentingnya pengisian Formulir Konfirmasi Zakat (FKZ) Data Potensi Zakat ASN Korwil Ngaglik Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 259 pegawai di Korwil Ngaglik: 105 orang sudah dipotong zakat 2,5% 43 orang dipotong, namun belum mencapai 2,5% ±100 orang belum dipotong zakat Potensi zakat ASN Ngaglik mencapai Rp25,3 juta per bulan. Saat ini, baru Rp13 juta yang sudah disetorkan atau setara 51% dari total potensi. Testimoni Peserta Salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sitri, mengungkapkan pengalamannya, “Gaji saya sudah dipotong zakat 2,5%, alhamdulillah justru terasa lebih berkah,” ujarnya. Apresiasi Sekolah Berprestasi Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada tiga sekolah dengan persentase zakat tertinggi: SDN Dayuharjo – 100% SD Clumprit – 100% SDN Gentan – 94% Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan kepatuhan zakat ASN. Hak 60% untuk Sekolah Sekolah dapat memanfaatkan 60% dari setoran ZIS untuk pengajuan beasiswa siswa kurang mampu/miskin dan bantuan GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal adalah Oktober 2025. Untuk informasi lebih lanjut:???? Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000???? Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran ASN dan masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama bagi warga Sleman yang membutuhkan.***
BERITA13/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan perwakilan guru di wilayah Kapanewon Depok. Acara berlangsung di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Depok, yang berlokasi di SDN Percobaan 2, Selasa (12/8). Kegiatan dibuka oleh Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Depok, Dra. Rahayu Setyaningsih, S.Pd. Dari pihak BAZNAS Sleman hadir dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., selaku Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, serta Muhaimin, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pemanfaatan Dana Zakat untuk Pendidikan Dalam pemaparan materinya, Muhaimin menegaskan bahwa dana zakat yang disetorkan sekolah setiap bulan dapat dimanfaatkan hingga 60% untuk kepentingan pendidikan. Dana ini bisa digunakan untuk beasiswa siswa kurang mampu, honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), guru ekstra non-tetap, hingga tukang masak sekolah. “Banyak sekolah belum memanfaatkan hak 60% ini. Padahal setiap bulan ada dana yang bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan, baik diambil per bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali,” jelas Muhaimin. Selain itu, BAZNAS Sleman juga membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan bantuan pembangunan atau renovasi musala/masjid dengan batas maksimal Rp 1 juta, serta bantuan kegiatan hari besar keagamaan dengan nilai serupa. Bantuan ini di luar hak 60% dan dapat diajukan dengan melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta surat permohonan yang telah dicontohkan. Dorongan Peningkatan Kesadaran Zakat Sementara itu, dr. Andung memaparkan data potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korwil Depok. Dari total 383 pegawai, tercatat 139 orang telah berzakat penuh 2,5%, 27 orang berzakat namun belum mencapai 2,5%, dan 205 orang belum menunaikan zakat. “Potensi zakat di wilayah ini mencapai Rp 38,3 juta per bulan, namun baru terkumpul Rp 15,8 juta atau sekitar 41%. Ini menjadi PR bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat,” ujar dr. Andung. Ia juga mengajak para guru untuk menandatangani surat kesanggupan zakat sehingga pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Proses pengumpulan surat ini akan dikoordinasikan melalui bendaharawan Dinas Pendidikan Sleman. Apresiasi untuk Sekolah Berprestasi Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada sekolah yang memiliki persentase pembayaran zakat tertinggi, yaitu: SDN Depok 2 – 100% SDN Percobaan 2 – 100% SDN Bhaktikarya – 86% SDN Caturtunggal 1 – 81% Kegiatan ini dihadiri 43 peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan zakat bagi kemajuan pendidikan. BAZNAS Sleman berharap, melalui sosialisasi ini, para pendidik semakin sadar akan manfaat zakat dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kesejahteraan guru, tenaga kependidikan, serta membantu siswa yang membutuhkan. BAZNAS Sleman : Amanah, Transparan, Profesional, Akuntabel.***salurkan zakat Anda melalui link berikut:https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA12/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Pada Senin (11/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Moyudan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang ramah terhadap kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan diterima oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, S.H., M.Si., beserta jajarannya. Bantuan yang Tepat Sasaran Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan tersebut. “Kami berterima kasih, kursi roda ini benar-benar akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat kami yang membutuhkan. Karena selama ini di sini belum tersedia kursi roda, alhamdulillah sekarang BAZNAS memberikan bantuan ini. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik sekali dan nantinya akan kami gunakan untuk warga disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Moyudan,” ungkapnya. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat dan mempermudah mobilitas warga yang memiliki keterbatasan fisik ketika mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman untuk Pelayanan Publik Inklusif Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kelompok rentan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat merasakan pelayanan publik yang layak, mudah, dan ramah. Kursi roda ini hanyalah salah satu langkah kecil, namun kami berharap manfaatnya besar bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program bantuan seperti ini akan terus dilaksanakan, tidak hanya di Kapanewon Moyudan, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Sleman yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus menjalankan misi membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang ramah, adil, dan inklusif. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.
BERITA11/08/2025 | AYW./
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Sleman — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), BAZNAS Sleman menyelenggarakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada ASN di lingkup Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Berbah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 bertempat di Aula Kantor Korwil Berbah yang juga dihadiri oleh KaDisdik Pak Mustadi,S.Sos., M.M., dan Kepala SDN di Berbah. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santoso, M.Kes., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, dr. Andung menyampaikan apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin melalui BAZNAS. Langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kewajiban agama dan juga kontribusi nyata dalam membantu sesama. Zakat Adalah Kewajiban “Zakat adalah kewajiban yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Hikmahnya tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi jalan berkembang dan berkahnya rezeki,” terang dr. Andung. Lebih lanjut, Muhyi Darmaji menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia regulasi berupa Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. ASN yang bersedia dipotong zakatnya diharapkan dapat mengisi Surat Kesanggupan Zakat yang nantinya akan dihimpun melalui bendahara masing-masing, dalam hal ini Bapak Sunardi dari Disdik Sleman. Prosentase Zakat di SD Wilayah Berbah Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 135 pegawai di Korwil Berbah, sebanyak 42 orang telah dipotong zakat 2,5%, 5 orang sudah dipotong namun belum sesuai persentase wajib, dan 83 orang belum dipotong zakat. Dengan potensi zakat sebesar Rp13,8 juta, saat ini baru sekitar Rp4,4 juta atau 32% yang sudah disetorkan melalui BAZNAS. Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki prosentase tertinggi dalam pengumpulan zakat, yakni: SDN Kranggan (90%) SDN Tanjungtirto 2 (89%) SDN Jogomangsan 2 (88%) Sebagai bentuk manfaat dari program ini, BAZNAS Sleman membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses kembali 60% dari dana ZIS yang telah disetor melalui program beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan insentif bagi GTT/PTT. Proposal pengajuan maksimal diterima hingga Oktober 2025. BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN di wilayah Sleman, khususnya di Korwil Berbah, untuk segera menunaikan zakat melalui pemotongan rutin. Langkah kecil ini dapat menjadi solusi besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut, silakan hubungi BAZNAS Sleman atau melalui bendahara setempat. Mari kita kuatkan solidaritas sosial melalui zakat yang amanah dan tepat sasaran!.***
BERITA11/08/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →