WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman dan YAKKUM Siap Kolaborasi untuk Penguatan Layanan Disabilitas di Sleman
BAZNAS Sleman dan YAKKUM Siap Kolaborasi untuk Penguatan Layanan Disabilitas di Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, pada Selasa, 25 November 2025. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam penjajakan kolaborasi untuk memperkuat layanan bagi mustahik disabilitas di Kabupaten Sleman. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Project Officer Unit Pendidikan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) Yogyakarta, Ester Octaviana Berna Deta, S.I.Kom. Kali ini pihaknya tengah menjalankan projek Learning Unlocked. Pihaknya bertugas mendampingi sekolah dan Posyandu di Kabupaten Sleman. “Selain pendampingan sekolah dan posyandu, kami juga memiliki program Mobile Clinic yaitu memberi layanan terapi bagi anak PAUD yang berkebutuhan khusus. Terapi ini hanya diberikan setiap sebulan sekali,” ungkap Ester. Dalam kesempatan itu, Ester memperkenalkan diri serta memaparkan program-program yang sedang dijalankan oleh YAKKUM, khususnya unit Pendidikan melalui proyek Learning Unlocked. Sebelumnya, Ester bertugas sebagai guru pendamping di Kelompok Bermain Gantari PRYAKKUM. Kini, ia berperan sebagai Project Officer yang mendampingi sekolah dan posyandu di wilayah Sleman, yaitu TK Purbosari dan Posyandu Rukmini Kalasan. Dalam tugasnya, Ester turut mengawasi pelaksanaan pendidikan inklusif di tingkat PAUD agar anak-anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, mendapatkan akses layanan pendidikan yang memadai. Selain pendampingan di sekolah dan posyandu, YAKKUM juga memiliki program Mobile Clinic, yaitu layanan terapi bergerak yang ditujukan bagi anak-anak PAUD berkebutuhan khusus. Layanan terapi ini dilaksanakan sebulan sekali untuk membantu proses tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Dalam kunjungannya tersebut, Ester menjelaskan bahwa proyek Learning Unlocked akan memasuki masa akhir fase pertama pada Maret 2026. Setelah itu, program akan berlanjut ke fase kedua, namun dengan dukungan yang tidak sebesar fase awal. Oleh karena itu, pihak YAKKUM membuka peluang untuk bekerja sama dengan BAZNAS Sleman, khususnya dalam keberlanjutan layanan terapi bagi anak PAUD, serta pelatihan bagi HIMPAUDI agar praktik pendidikan inklusif tetap berjalan dengan baik ke depannya. Diskusi kemudian berlangsung bersama Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dan Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P. Keduanya menyampaikan apresiasi terhadap program pendidikan inklusif yang digagas YAKKUM, terutama yang berfokus pada masa depan anak usia dini berkebutuhan khusus. BAZNAS Sleman menilai program tersebut sejalan dengan misi lembaga dalam memastikan mustahiq, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses layanan yang adil dan berkelanjutan. Dalam pertemuan itu, BAZNAS Sleman juga memberikan masukan agar YAKKUM menjalin integrasi program dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, mengingat BAZNAS selama ini turut memberikan dukungan pada kedua dinas tersebut dalam berbagai layanan sosial dan pendidikan. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program serta memastikan keberlanjutan layanan di tingkat kabupaten. BAZNAS Sleman sendiri akan menindaklanjuti hasil diskusi ini dalam rapat internal untuk melihat bentuk dukungan yang dapat diberikan. Sebagai lembaga yang menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS memiliki komitmen untuk memperkuat layanan sosial yang mencakup semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kunjungan YAKKUM diharapkan membuka jalan bagi terwujudnya kerja sama yang mampu meningkatkan kualitas layanan inklusif dan rehabilitatif bagi anak-anak dan masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman. BAZNAS Sleman menyambut baik upaya ini sebagai langkah nyata menuju Sleman yang lebih ramah dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Sebagai tambahan informasi, Perwakilan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM ini berlokasi di Jalan Kaliurang KM 13,5 Yogyakarta. YAKKUM selama ini dikenal sebagai lembaga sosial yang bergerak di bidang rehabilitasi disabilitas dan isu-isu kemanusiaan.***
BERITA26/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Asah Kompetensi Humas dalam Diklat Z-PR Bersama BAZNAS se-DIY
BAZNAS Sleman Asah Kompetensi Humas dalam Diklat Z-PR Bersama BAZNAS se-DIY
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sleman menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas publikasi dan komunikasi lembaga dengan mengirimkan tiga staf pelaksana dari Bidang I dan Bidang III untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kehumasan Zakat (Diklat Z-PR) yang diselenggarakan BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelatihan ini berlangsung pada Jumat (21/11/2025) di Alifs Space, Yogyakarta, dan diikuti total 16 peserta dari berbagai BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY. Kehadiran BAZNAS Sleman dalam kegiatan pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme humas lembaga, sekaligus memperbarui standar publikasi agar semakin informatif, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Acara dibuka oleh Wakil Ketua IV BAZNAS DIY, H. Ahmad Lutfi, SS., MA., yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi publik sebagai bagian dari transparansi pengelolaan zakat. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi inti dari BAZNAS Republik Indonesia. Transformasi Digital: Fondasi Layanan Publik Modern Pada sesi pertama, Erra Sonya dari BAZNAS RI menyampaikan materi bertajuk Kantor Digital. Ia memaparkan bagaimana transformasi digital menjadi kebutuhan dasar dalam pengelolaan layanan zakat, termasuk penyampaian informasi yang cepat dan terpercaya kepada masyarakat. “Kantor Digital bukan sekadar platform, tetapi ekosistem kerja modern yang mendorong efisiensi, integrasi data, dan transparansi lembaga zakat,” ujar Erra Sonya dalam pemaparannya. Ia juga menegaskan bahwa kemampuan humas dalam mengelola konten digital akan berpengaruh langsung terhadap kepercayaan publik. Peserta dari BAZNAS Sleman mengikuti materi ini dengan antusias, mengingat Kantor Digital merupakan media utama yang digunakan dalam publikasi kegiatan dan pelaporan program.Pada Sesi 2 Pelatihan, membahas materi tentang Management Crisis yang mengajak peserta untuk menganalisa krisis serta mengidentifikasi Situation Report dan cara mengatasi krisis pada Lembaga BAZNAS, serta praktik membuat Z-Magazine salah satu kanal di Kantor Digital. Teknik Penulisan Berita: Humas sebagai Wajah Lembaga Materi kedua disampaikan oleh Nidiya Fitriyah yang membahas teknik penulisan berita, struktur press release yang baik, serta cara melakukan unggahan publikasi di Kantor Digital. Ia memberikan contoh kasus dan analisis langsung mengenai gaya bahasa yang tepat untuk humas lembaga zakat. “Humas BAZNAS adalah wajah lembaga. Setiap berita harus disusun dengan akurat, rapi, dan mudah dipahami masyarakat. Kemampuan mengelola berita di Kantor Digital sangat penting agar publik dapat mengakses informasi dengan cepat,” jelas Nidiya. Peserta, termasuk tim dari BAZNAS Sleman, mendapat kesempatan praktik langsung menyusun satu press release dan mengunggahnya menggunakan sistem Kantor Digital. Praktik ini menjadi pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman teknis para staf pelaksana. Kolaborasi dan Peningkatan Kualitas Publikasi Diklat Z-PR disambut positif oleh seluruh peserta. Bagi BAZNAS Sleman, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan, menyamakan persepsi, dan memperkuat kapasitas kehumasan agar publikasi kegiatan semakin profesional dan berdampak. Dengan semakin kuatnya hubungan antara publikasi yang berkualitas, transparansi, dan kepercayaan masyarakat, kegiatan ini menjadi investasi penting dalam meningkatkan literasi zakat di wilayah Sleman. BAZNAS Sleman berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara konsisten dalam pengelolaan publikasi lembaga. Dengan humas yang semakin kompeten, BAZNAS Sleman berkomitmen menghadirkan informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program–program kemanusiaan dan pemberdayaan dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman, sebagai wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun kesejahteraan umat.
BERITA21/11/2025 | ayw./
Kolaborasi BAZNAS Sleman, Kemenag, dan Disdik Sukseskan Wisuda TBQ Pertama di Sleman
Kolaborasi BAZNAS Sleman, Kemenag, dan Disdik Sukseskan Wisuda TBQ Pertama di Sleman
Sleman — Pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Qur’an (TBQ) tingkat SD Negeri se-Kabupaten Sleman untuk pertama kalinya resmi digelar di Hotel Prima SR pada Kamis (20/11). Kegiatan monumental ini menjadi momen penting bagi dunia pendidikan dan keagamaan di Sleman, serta menandai bukti nyata kolaborasi kuat antara BAZNAS Kabupaten Sleman, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Sebagai bagian dari Program Unggulan Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman tidak hanya hadir sebagai mitra pendukung acara, tetapi juga memainkan peran strategis dalam memastikan kegiatan ini berjalan tertib, bermakna, dan membawa dampak keberlanjutan bagi generasi Qurani di Sleman. Wisuda ini diikuti oleh 1.064 peserta, terdiri atas 510 wisudawan TBQ, ratusan kepala sekolah, guru, serta stakeholder pendidikan dan keagamaan di Sleman. Wujud Komitmen BAZNAS Sleman dalam Program Sleman Taqwa Dalam penyelenggaraan angkatan perdana Wisuda TBQ ini, peran BAZNAS Sleman menjadi sangat signifikan. Melalui program Sleman Taqwa, BAZNAS berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan yang berbasis pada pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dasar negeri. Dukungan yang diberikan—baik dari sisi kolaborasi, fasilitasi kegiatan, maupun konsolidasi program—menjadi bagian dari upaya besar BAZNAS dalam membangun generasi muda yang beriman, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an. Wisuda ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an selama satu tahun terakhir di bawah sinergi Kemenag dan Dinas Pendidikan, di mana BAZNAS turut mendorong keberlanjutan program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah pada tahun berikutnya. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan tambahan apresiasi kepada 17 wisuda TBQ terbaik berupa tas sekolah. Apresiasi Kemenag Sleman: Awal Perjalanan Panjang para Wisudawan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I, membuka acara dengan pesan mendalam. Ia menekankan bahwa Wisuda TBQ bukanlah akhir, melainkan tahapan penting dalam perjalanan panjang para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. “Wisuda ini bukan yang terakhir. Belajar Al-Qur’an tidak ada akhirnya. Anak-anak harus terus menaikkan grade hingga kelak mampu menjadi para hafidz dan hafidzah,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi dukungan BAZNAS Sleman yang berkolaborasi erat bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag dalam menyukseskan kegiatan perdana ini. Penguatan Zakat ASN dan Sinergi Pendidikan Qurani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Muhtadi, S.Sos., M.M, menyampaikan apresiasi tinggi dan menegaskan pentingnya sinergi lembaga dalam membentuk karakter Qurani di kalangan pelajar. “Kami bertekad mengoptimalkan zakat ASN di Kabupaten Sleman. Semoga melalui kolaborasi ini, upaya mendorong keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam mempelajari Al-Qur’an, semakin kuat ke depan,” ujarnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ekosistem zakat untuk mendukung program literasi Qurani dan kegiatan keagamaan masyarakat Sleman. Dukungan Pemerintah Daerah untuk Generasi Qurani Sleman Kabag Kesra Setda Sleman, Wiyoto Widodo, S.Sos., M.AP, mewakili Bupati Sleman, menyampaikan pesan bangga kepada para wisudawan. “Anak-anak adalah generasi terbaik yang mempelajari Al-Qur’an. Ini harus menjadi bekal berharga menuju masa depan kalian,” pesannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter. BAZNAS Sleman: Siap Terus Mengawal Generasi Qurani Wisuda TBQ perdana ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada para siswa, namun juga menjadi langkah awal konsolidasi untuk memperkuat mutu pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dasar negeri. BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program keagamaan melalui Sleman Taqwa, membangun sinergi lintas lembaga, serta memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap Wisuda TBQ perdana ini menjadi pijakan kokoh dalam mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Ke depan, BAZNAS Sleman siap memperluas dukungan agar lebih banyak sekolah dan siswa dapat merasakan manfaat program ini. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di Sleman, BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program kebaikan ini. Mari memperkuat pendidikan dan dakwah di Sleman melalui zakat, infak, dan sedekah Anda. Salurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman — karena kebaikan Anda, menguatkan mereka.***
BERITA20/11/2025 | ayw./
RSUD Sleman Gelar Sosialisasi Zakat ASN Bersama BAZNAS Sleman
RSUD Sleman Gelar Sosialisasi Zakat ASN Bersama BAZNAS Sleman
Sleman – Upaya memperkuat literasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim kembali dilakukan melalui agenda sosialisasi resmi yang digelar RSUD Sleman. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 5 RSUD Sleman pada Rabu (12/11/2025), BAZNAS Kabupaten Sleman turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan mendalam terkait penerapan Instruksi Bupati (InBup) Nomor 020/INSTR/2025 Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 0450 Tahun 2025 mengenai zakat penghasilan ASN muslim. Kegiatan yang diikuti sekitar 70 ASN RSUD Sleman ini menjadi ruang dialog terbuka antara BAZNAS Sleman dan para ASN, khususnya terkait ketentuan zakat penghasilan, nisab, hingga mekanisme pemotongan zakat. Dalam sambutan pembuka, Eko Raharjo, S.K.M., M.P.H., selaku Ketua Tim Kerja Kepegawaian RSUD Sleman, menegaskan pentingnya pemahaman bersama mengenai kewajiban zakat. Menurut Eko, berdasarkan data internal, terdapat variasi respons dari pegawai RSUD Sleman terkait pemotongan gaji bersama TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) untuk zakat. Dari 507 pegawai, sebanyak 137 ASN telah mengumpulkan surat pernyataan terdiri dari pernyataan yang tidak bersedia dipotong TPP mencapai 120 orang, dan yang tidak bersedia dipotong gaji sebanyak 43 orang. Selain itu, terdapat 41 orang yang tidak setuju dipotong keduanya, sementara yang bersedia dipotong infak hanya 13 orang. “Banyak pegawai masih belum memahami ketentuan nisab zakat, atau ada yang sudah menyalurkan sendiri kepada tetangga atau kerabat. Kami berharap BAZNAS dapat memberikan penjelasan utuh dari sisi fikih dan mekanismenya,” ujar Eko. BAZNAS Sleman Beri Penjelasan Mendalam Tentang Fikih Zakat Penghasilan BAZNAS Sleman menghadirkan dua narasumber utama. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi fikih zakat penghasilan secara mendalam. Dan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Ia menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Muhyi menguraikan empat makna zakat dalam perspektif Islam: Atthohuru (Membersihkan) – zakat menyucikan harta dan diri. Annumu (Menumbuhkan) – harta yang dizakati tidak akan membuat pemiliknya miskin, melainkan berkembang dengan keberkahan. Asholahu (Memperbaiki) – zakat membawa kebaikan dalam kehidupan. Almubarokah (Keberkahan) – zakat menghadirkan keberkahan bagi keluarga dan pekerjaan. Ia menegaskan bahwa seluruh komponen penghasilan seperti gaji, jasa pelayanan, dan TPP harus dihitung secara keseluruhan. Jika jumlahnya melewati nisab Rp7.140.498 setiap bulan untuk tahun 2025 sesuai dengan keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025, maka pegawai wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% dari total pendapatan bruto. “Tidak ada duplikasi zakat. Semua jenis penghasilan dijumlah terlebih dahulu, baru dihitung 2,5%-nya. Ini yang paling sesuai dengan panduan BAZNAS RI,” jelas Muhyi. Selain itu, ia meluruskan pemahaman keliru bahwa zakat dihitung setelah dipotong kebutuhan bulanan. Menurutnya, penghasilan harus dibersihkan dan disucikan terlebih dahulu, kemudian digunakan untuk kebutuhan keluarga. Penegasan BAZNAS: Zakat Merupakan Perintah Allah, Bukan Sekadar Potongan Administratif Materi kemudian dirangkum kembali oleh dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Ia menekankan bahwa zakat adalah perintah Allah yang kedudukannya sering disejajarkan dengan salat dan merupakan rukun islam yang wajib hukumnya di taati. “Zakat adalah ibadah. Tugas kami memberi pemahaman, namun keputusan untuk menunaikan zakat kembali kepada keimanan masing-masing,” tegas dr. Andung. Ia menambahkan, satu hal yang harus ditekankan tidak ada satu orang pun yang jatuh miskin karena berzakat, infak, dan sedekah. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta mengangkat isu teknis terkait penghitungan zakat, penghasilan tambahan, serta status zakat ketika sudah dipotong hanya melalui gaji saja. BAZNAS Sleman menjawab seluruh pertanyaan dengan lugas, untuk memastikan tidak ada keraguan dalam pelaksanaan zakat. RSUD Sleman dan BAZNAS Berharap ASN Kian Sadar Berzakat Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman pegawai RSUD Sleman terhadap zakat penghasilan, baik dari aspek fikih maupun ketentuan hukum. BAZNAS Sleman menegaskan kembali bahwa penyaluran zakat ASN muslim melalui BAZNAS memiliki dasar hukum kuat sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No.14 Tahun 2014 di mana BAZNAS merupakan lembaga resmi yang ditunjuk negara untuk mengelola zakat. Dengan meningkatnya literasi zakat, diharapkan semakin banyak ASN khususnya di Kabupaten Sleman yang berpartisipasi aktif dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, transparan, profesional, dan akuntabel.***
BERITA14/11/2025 | ayw./
Perkuat SDM dan Administrasi, BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakor Wakil Ketua IV se-DIY
Perkuat SDM dan Administrasi, BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakor Wakil Ketua IV se-DIY
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman (BAZNAS Sleman) menjadi tuan rumah penyelenggaraan rapat koordinasi bidang SDM, Administrasi, dan Umum untuk jajaran wakil ketua IV dari lembaga zakat se-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), pada Rabu, (12/11/2025). Pertemuan ini digelar di ruang rapat BAZNAS Kabupaten Sleman yang berada di Lantai 2, Menara Masjid Agung Sleman, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi. Rapat ini menghadirkan seluruh wakil ketua IV atau yang mewakili dari BAZNAS Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan DIY, serta staf bidang IV. Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi antarlembaga zakat di wilayah DIY serta melakukan pembaruan informasi dan best practice dalam tata kelola SDM dan administrasi. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS setiap kabupaten/kota memiliki tugas besar dalam menjalankan amanah sesuai syariah dan akuntabilitas publik. Dengan berkumpulnya pengurus bidang SDM dan administrasi dari seluruh wilayah DIY, rapat ini menjadi momen untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kebijakan, serta memetakan tantangan dan solusi bersama. Dalam sambutan pembuka, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, H. Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum administratif, melainkan juga sarana silaturahmi dan pembinaan internal. Penguatan SDM, kata Nasirun, merupakan fondasi utama agar layanan keumatan melalui zakat, infak, dan sedekah bisa dijalankan secara profesional, transparan, dan berdampak nyata di masyarakat. Rapat berlangsung dengan agenda antara lain paparan kondisi SDM masing-masing BAZNAS kabupaten/kota, identifikasi hambatan dalam administrasi dan pelaporan, hingga rencana kolaborasi program yang melibatkan bidang umum dan administrasi. Para peserta juga berdiskusi tentang standar kompetensi amil, mekanisme pelatihan internal, sistem monitoring dan evaluasi dan pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat. Lebih lanjut, rapat menegaskan bahwa pengelolaan zakat bukan hanya soal penghimpunan dan penyaluran, namun juga bagaimana kualitas lembaga zakat dalam menjawab kebutuhan umat melalui SDM yang kompeten. Adapun hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan di antaranya; BAZNAS se-DIY akan mengadakan Milad BAZNAS yang diperingati setiap 17 Januari, untuk tahun 2026 akan dilaksanakan di BAZNAS Kulon Progo, 2027 di BAZNAS Kota Yogyakarta, 2028 di BAZNAS Kabupaten Bantul, 2029 di BAZNAS Kabupaten Sleman, dan 2030 di BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Mengadakan studi tiru bagi pimpinan BAZNAS se-DIY ke BAZNAS Provinsi Jawa Tengah pada pekan kedua Februari 2026. Selanjutnya, mengadakan workshop Pengelolaan Multi Media bagi Wakil Ketua IV dan Pelaksana, pada April 2026. Dengan demikian, koordinasi antar-BAZNAS di DIY menjadi kunci untuk memperkuat jaringan, berbagi sumber daya, serta meningkatkan efisiensi operasional. Ke depannya, BAZNAS Kabupaten Sleman dan mitra di DIY akan menindaklanjuti hasil rapat melalui workshop bidang SDM. Harapannya, seluruh kabupaten/kota di DIY dapat meningkatkan kapasitas institusi zakat secara kolektif dan sinergis. Sebagai penutup, BAZNAS Sleman mengajak seluruh pihak muzakki, mitra kerja, dan masyarakat luas untuk terus mendukung penguatan lembaga zakat agar manfaat zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan oleh umat. “Dengan SDM yang tangguh, amanah kita semakin kuat,” tutup Wakil Ketua IV BAZNAS Sleman, H. Nasirun.***
BERITA13/11/2025 | ayw./
HiDiMu Silaturahmi ke BAZNAS Sleman, Pelaku UMKM Disabilitas Antusias Ikuti Program Sleman Produktif
HiDiMu Silaturahmi ke BAZNAS Sleman, Pelaku UMKM Disabilitas Antusias Ikuti Program Sleman Produktif
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman menerima kunjungan silaturahmi dari Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HiDiMu) pada Senin, (10/11/2025). Kunjungan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dengan tujuan mempererat hubungan serta mengenal lebih dekat program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS Sleman. Sebanyak enam anggota HiDiMu hadir bersama pendamping. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan bahwa sebagian besar anggotanya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai bidang. Kedatangan rombongan HiDiMu disambut langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan. Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi atas inisiatif HiDiMu untuk bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama dalam bidang pemberdayaan ekonomi. “Kami sangat senang menerima kunjungan dari HiDiMu. Semangat teman-teman disabilitas untuk berusaha mandiri adalah bentuk nyata dari kemandirian yang patut diapresiasi. BAZNAS siap bersinergi untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka,” ujar Muhaimin. Paparan Program BAZNAS Sleman Dalam pertemuan tersebut, Muhaimin memaparkan beberapa program unggulan BAZNAS Sleman, khususnya Program Sleman Produktif yang berfokus pada pengembangan usaha mustahik. Program ini meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, bantuan modal, hingga dukungan perlengkapan usaha. Selain itu, ia juga memperkenalkan Program Sleman Cerdas yang mendukung bidang pendidikan, serta Program Sleman Peduli yang mencakup bantuan sosial seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Para anggota HiDiMu menunjukkan antusiasme tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Beberapa peserta mengutarakan minat untuk mengikuti Program Sleman Produktif agar bisa memperoleh dukungan bagi usaha mereka. Menanggapi hal itu, Muhaimin menjelaskan mekanisme pengajuan program. “Untuk bisa mengakses program, peserta perlu membentuk kelompok dengan minimal terdiri dari lima orang yang tergolong dalam asnaf miskin atau rentan miskin. Boleh juga memakai nama kelompok HiDiMu,” jelasnya. Harapan untuk Akses yang Lebih Inklusif Selain membahas program pemberdayaan, salah satu anggota HiDiMu juga menanyakan mengenai prosedur bantuan bedah rumah. Muhaimin menerangkan bahwa pengajuan bantuan tersebut bisa dilakukan melalui pemerintah desa, RT, atau RW setempat, dengan syarat rumah berada di atas tanah milik pribadi. Jika masih milik keluarga, dapat dilampirkan surat kuasa dari pemilik tanah. Muhaimin menegaskan pentingnya mekanisme verifikasi dan survei lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Kami berharap semua program BAZNAS Sleman bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk teman-teman disabilitas. Prosesnya tetap melalui proposal dan survei, agar kami bisa memastikan bantuan sesuai kebutuhan,” imbuhnya. Menutup pertemuan, Muhaimin juga menyampaikan permohonan maaf karena kantor BAZNAS Sleman belum sepenuhnya ramah disabilitas. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan aksesibilitas fasilitas kantor agar lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Pertemuan antara BAZNAS Sleman dan HiDiMu ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang kerja sama ke depan, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan penguatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Sleman. Dengan semangat inklusivitas dan pemberdayaan, BAZNAS Sleman terus berkomitmen untuk menebar manfaat lebih luas tanpa memandang keterbatasan fisik. Sejalan dengan visinya, lembaga ini ingin memastikan bahwa setiap mustahik memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera.
BERITA10/11/2025 | ayw./
Program Sleman Peduli Bantu Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp109 Juta Periode Oktober 2025
Program Sleman Peduli Bantu Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp109 Juta Periode Oktober 2025
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program Sleman Peduli. Kali ini, lembaga zakat resmi pemerintah tersebut menyalurkan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) periode Oktober 2025 termin pertama, pada Selasa (4/11/2025) di kantor BAZNAS Sleman. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam mewujudkan rumah layak, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat kurang mampu. Sebelum penyaluran, penerima manfaat terlebih dahulu mengikuti sosialisasi mekanisme penggunaan bantuan rehab rumah yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman. Sosialisasi Rumah Sehat dan Standar Pembangunan Dalam pemaparan sosialisasi, Tulus, perwakilan DPUPKP, menekankan pentingnya penerapan standar rumah sehat dalam proses rehabilitasi. “Setiap pembangunan rumah harus memperhatikan aspek sanitasi, ventilasi, dan pembuangan limbah rumah tangga. Kami berharap seluruh penerima manfaat memiliki jamban sehat dan septic tank yang sesuai standar agar tidak mencemari air tanah,” ujarnya. 10 Penerima Manfaat, Total Bantuan Rp184 Juta Program rehab RTLH kali ini menyasar 10 penerima manfaat yang tersebar di beberapa kapanewon di Sleman. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp184 juta, terdiri dari Rp109 juta dari BAZNAS Sleman untuk 7 penerima manfaat, dan Rp75 juta dari BAZNAS DIY untuk 3 penerima manfaat, masing-masing sebesar Rp25 juta per orang. Daftar penerima manfaat program Rehab RTLH Periode Oktober 2025 Termin 1 dari BAZNAS Sleman: Ngadiyono, Warga Ngemplak, Umbulmartani, Ngemplak Walidi, Warga Kalimanjung, Ambarketawang, Gamping Subari, Warga Kruwet, Sumberagung, Moyudan Sadiyem, Warga Pete VIII, Sidomoyo, Godean Prapto Wiyono, Warga Pandean, Sidoluhur, Godean Zaidimah, Warga Condongcatur, Depok Joko Santoso, Warga Sintokan, Wukirsari, Cangkringan Penerima manfaat program Rehab RTLH dari BAZNAS DIY: Rajinem, Warga Plumbon Kidul, Mororejo, Tempel Adi Nugroho, Warga Watukarung Dukuh, Margoagung, Seyegan Slamet, Warga Tegal Sepuluh, Semorai, Moroagung, Seyegan Seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi dan survei lapangan oleh tim BAZNAS Sleman untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan bantuan. Proses rehab dilakukan melalui tiga termin pencairan, dengan laporan progres pembangunan dan keuangan sebagai syarat untuk pencairan tahap berikutnya. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. “Zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Melalui program rehab rumah ini, kami ingin memastikan masyarakat dhuafa dapat hidup lebih layak dan sehat,” ujarnya. Membangun Kemandirian dan Kepedulian Sosial Program Sleman Peduli – Rehab RTLH juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial antarumat. Dengan dukungan para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman mampu memperluas jangkauan manfaat zakat hingga menyentuh aspek pemukiman dan kesehatan lingkungan. Beberapa penerima manfaat berasal dari wilayah Ngemplak, Gamping, Godean, Depok, Moyudan, dan Cangkringan, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. BAZNAS Sleman berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun kehidupan yang lebih sejahtera bagi sesama. Ajak Berzakat di BAZNAS Sleman BAZNAS Sleman mengajak seluruh umat Muslim untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Setiap zakat yang disalurkan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat, seperti dalam program Sleman Peduli Rehab RTLH. (ayw./) ???? Zakat Anda, Hadirkan Rumah Harapan untuk Sesama!
BERITA06/11/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Rp30 Juta untuk Program Sleman Taqwa Oktober 2025
BAZNAS Sleman Salurkan Rp30 Juta untuk Program Sleman Taqwa Oktober 2025
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Taqwa periode Oktober 2025 tahap kedua pada Selasa (4/11/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Sleman. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berjalan tertib dengan sistem antrean teratur. Sebanyak 14 penerima manfaat menerima bantuan dengan total nilai Rp30.375.000, yang disalurkan kepada berbagai pihak seperti sekolah dasar, sekolah menengah pertama, Lembaga berbasis Islam, masjid, serta musala di wilayah Kabupaten Sleman. Penyaluran ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat melalui dukungan kegiatan yang bersifat spiritual dan sosial. Dana bantuan digunakan untuk mendukung beragam kegiatan keagamaan, antara lain pengajian peringatan Isra Mi’raj di SD dan SMP, kegiatan penyambutan Bulan Suci Ramadan, Safari Jumat, serta kegiatan penguatan akidah dan pembinaan umat lainnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa Program Sleman Taqwa menjadi salah satu pilar penting dalam penyaluran zakat yang menyentuh langsung aspek spiritual masyarakat. “Zakat bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tapi juga untuk memperkuat iman dan ketakwaan umat. Melalui Program Sleman Taqwa, kami ingin memastikan zakat memberi manfaat yang luas bagi pendidikan dan pembinaan keagamaan di Sleman,” ujarnya. Program Sleman Taqwa merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang berfokus pada penguatan nilai keagamaan, pendidikan Islam, dan pembinaan masyarakat muslim. Bantuan yang diberikan mencakup kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pembinaan mualaf, santunan bagi kaum rois dan marbot, tarling (taraweh keliling), hingga Safari Jumat di berbagai masjid di Sleman. Sebelum penyaluran dilakukan, BAZNAS Sleman terlebih dahulu melakukan survei dan verifikasi untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar layak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Besaran dana juga ditetapkan melalui keputusan rapat pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, agar penyaluran dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel. Melalui kegiatan pentasharufan ini, diharapkan Program Sleman Taqwa dapat terus menumbuhkan semangat keagamaan dan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, serta BAZNAS dalam membangun kehidupan umat yang religius dan sejahtera. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki dengan amanah dan profesional. Tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas masyarakat Sleman yang beriman dan bertakwa. Mari turut berperan dalam menebar manfaat zakat untuk kemaslahatan umat.Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi dan terpercaya yang menyalurkan amanah dengan profesional, transparan, dan berdampak nyata. “Zakat Anda, Berkah untuk Umat.”. (ayw./)
BERITA05/11/2025 | ayw./
Dinas Kesehatan Undang BAZNAS Sleman untuk Sosialisasi Zakat ASN Sesuai InBup dan SE Bupati
Dinas Kesehatan Undang BAZNAS Sleman untuk Sosialisasi Zakat ASN Sesuai InBup dan SE Bupati
Sleman – Dalam rangka memperkuat pemahaman dan pelaksanaan kewajiban zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengundang BAZNAS Kabupaten Sleman untuk memberikan sosialisasi terkait Instruksi Bupati (InBup) dan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman tentang kewajiban zakat ASN. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Wistara Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Rabu (29/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah kepala Puskesmas/UPTD serta pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes., menyampaikan bahwa agenda rapat dinas kali ini turut menghadirkan BAZNAS Sleman sebagai narasumber. “Rapat dinas hari ini kita isi dengan sosialisasi dari BAZNAS Kabupaten Sleman yang akan menjelaskan tentang zakat ASN Muslim sesuai InBup dan SE Bupati terbaru. Untuk kepentingan Sleman, mari kita pahami bersama agar dapat mendukung program kemaslahatan di Sleman,” ujarnya. Pemaparan Materi oleh BAZNAS Sleman Sosialisasi diisi oleh tiga pimpinan BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, Muhyi Darmaji menjelaskan dasar syariat tentang zakat sebagaimana termaktub dalam 32 ayat dalam Al-Qur’an dan beberapa hadis Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab dan memiliki harta sempurna selama satu tahun. “Zakat ini perintah langsung dari Allah. Orang-orang yang telah sampai nisab-nya namun enggan berzakat, maka di akhirat tergolong orang yang kufur terhadap nikmat,” jelasnya. Lebih lanjut, Muhyi menyampaikan bahwa zakat penghasilan juga termasuk bagian dari zakatul mal. Berdasarkan keputusan Ketua BAZNAS RI No. 13 Tahun 2025, menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2025 sebesar 85 gram emas, yang setara dengan sekitar Rp85.685.927 per tahun atau Rp7.140.498 per bulan. Keputusan ini juga menetapkan kadar zakatnya sebesar 2,5%. “Jika penghasilan ASN minimal setara Rp7 juta per bulan, maka zakatnya sekitar Rp250 ribu. Jumlah kecil namun bermakna besar yaitu membersihkan,” tambahnya. Muhyi menambahkan, jadi jika sudah lebih dari 85 gram dan dimiliki sendiri, milik sempurna, selama setahun itu harus dizakati 2,5%. Bahwa 85gram x harga emas di pasaran. “Tetapi mohon maaf waktu (saat penetapan) itu di Jakarta masih Rp1juta. Sekarang emas di Jogja sudah Rp3juta. Tapi pegangan kita BAZNAS RI (Keputusan Ketua BAZNAS RI No. 13 Tahun 2025), Fatwa MUI, dan KMA, masih berdasarkan tersebut," jelasnya. Zakat ASN: Amanah dan Tepat Sasaran Dalam pemaparannya, dr. Andung mengungkapkan melalui InBup dan SE Bupati Sleman menegaskan kewajiban bagi ASN muslim untuk berzakat dari gaji dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Perkembangan zakat ASN Dinas Kesehatan Sleman yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai 100% pelaporan. Ia menambahkan, keluarnya InBup dan SE terbaru juga merupakan bentuk penyempurnaan dari kebijakan sebelumnya, agar zakat ASN Muslim dapat lebih terarah dan optimal. “Perbedaannya, kini ASN memiliki hak untuk mengusulkan penyaluran zakat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan, sesuai dengan delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Pengajuan ini dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD,” terang dr. Andung. ASN diperkenankan menggunakan hak 60% untuk pentasharufan zakat untuk kegiatan sosial, beasiswa anak miskin, modal usaha kecil bagi masyarakat di lingkungan ASN tinggal. Apresiasi dan Harapan Muhaimin, dalam pemaparannya turut menyampaikan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh penghargaan sebagai BAZNAS dengan Program Kesehatan Terbaik Tingkat Nasional. Hal ini tidak lepas dari sinergi bersama Dinas Kesehatan dan para ASN yang menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. “Zakat ASN memiliki peran besar dalam mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Bahkan ASN Sleman juga bisa membantu keluarga di luar Sleman, selama pengajuan berasal dari ASN Sleman,” jelasnya. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Dalam penutupnya, dr. Cahya mengingatkan kembali agar ASN Muslim di lingkungan Dinas Kesehatan dapat memaksimalkan hak pentasharufan zakat untuk masyarakat sekitar. “Tolong manfaatkan hak 60% ini untuk lingkungan kita sendiri. Mari bersama sadar dan peduli terhadap siapa yang wajib kita bantu,” pungkasnya.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Dari Muzaki untuk Sleman: Rp324 Juta Disalurkan BAZNAS untuk Bantu Sakit dan Pendidikan
Dari Muzaki untuk Sleman: Rp324 Juta Disalurkan BAZNAS untuk Bantu Sakit dan Pendidikan
Sleman — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui dua program unggulannya, yakni Sleman Sehat dan Sleman Cerdas untuk periode Oktober 2025. Kegiatan pentasharufan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Proses penyaluran berlangsung dengan tertib, di mana para penerima manfaat dipanggil sesuai nomor antrian yang telah disiapkan. Pada periode ini, total dana pentasharufan yang disalurkan mencapai Rp324.388.000. Rinciannya, Rp77.150.000 disalurkan melalui Program Sleman Sehat untuk 31 penerima manfaat, dan Rp247.238.000 disalurkan melalui Program Sleman Cerdas untuk 47 penerima manfaat. Program Sleman Sehat BAZNAS Sleman Program Sleman Sehat merupakan salah satu program prioritas BAZNAS Kabupaten Sleman yang difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang tengah menghadapi ujian sakit berat, tetapi biaya pengobatannya tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Melalui program ini, BAZNAS Sleman memberikan bantuan biaya pengobatan, kebutuhan vitamin, makanan bergizi, hingga transportasi untuk pasien yang harus rutin menjalani perawatan medis. Salah satu penerima manfaat, Sri Harmini, warga Klodran, Sendangarum, Minggir, Sleman, menyampaikan rasa terima kasihnya setelah menerima bantuan untuk biaya pengobatan anaknya, Pendy Risdianto, yang menderita gagal ginjal kronis selama tujuh tahun dan rutin menjalani cuci darah dua kali setiap pekan. “Ini bantuan kedua sebesar Rp3 juta untuk anak saya yang sakit gagal ginjal kronis. Bantuan ini kami gunakan untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, vitamin, serta makanan berprotein tinggi seperti daging, ayam, dan telur, juga untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Terima kasih kepada para muzaki yang telah berzakat di BAZNAS Sleman, semoga Allah membalas dengan keberkahan,” ungkapnya penuh haru. Melalui kisah seperti ini, program Sleman Sehat menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun BAZNAS Sleman benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta kesehatan mustahik. Program Sleman Cerdas: Dukung Pendidikan dan Guru di Sleman Selain di bidang kesehatan, BAZNAS Sleman juga terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui Program Sleman Cerdas. Program ini menyalurkan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta memberikan insentif kepada guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi muda Sleman. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Sleman berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman dapat terus meningkat, serta para siswa dari keluarga prasejahtera dapat terus bersekolah tanpa terkendala biaya. Bentuk Akuntabilitas dan Amanah dari Muzaki Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc, menyampaikan bahwa penyaluran dana zakat ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BAZNAS Sleman kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Alhamdulillah, dana zakat dari para muzaki terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sleman, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan. Kami berkomitmen menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan transparansi,” ujarnya. Dengan tersalurkannya dana sebesar Rp324 juta ini, BAZNAS Sleman berharap manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat luas dan menjadi motivasi bagi muzaki lainnya untuk terus berzakat melalui lembaga resmi yang amanah dan terpercaya.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Rp300 Juta Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat HARA Chicken
Rp300 Juta Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat HARA Chicken
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui peresmian Outlet HARA Chicken Kronggahan, Sabtu (1/11/2025), yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat. Program kolaboratif ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Manajemen HARA Chicken, dengan tujuan membantu keluarga mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa mendatang. Zakat Produktif yang Berdayakan Masyarakat Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah nyata pengelolaan zakat produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Melalui kerja sama ini, sebanyak 20 orang dari keluarga mustahik telah direkrut dan diberi kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan menjemput kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya. Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman mengalokasikan dana zakat sebesar Rp300 juta untuk mendukung operasional outlet HARA Chicken Kronggahan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan, perlengkapan usaha, serta pelatihan bagi para penerima manfaat agar memiliki keterampilan kerja dan jiwa wirausaha yang tangguh. “Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga harus menjadi investasi sosial yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang amanah, zakat bisa membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi umat,” tegas Kriswanto. HARA Chicken: Kuliner Halal, Lezat, dan Penuh Nilai Pemberdayaan Outlet HARA Chicken Kronggahan hadir dengan konsep kuliner modern yang menyajikan menu andalan ayam geprek dan ayam krispi. Nama “HARA” sendiri merupakan akronim dari Harapan Rakyat, mencerminkan semangat untuk menghadirkan produk halal, lezat, terjangkau, sekaligus membawa nilai pemberdayaan bagi masyarakat. Selain menghadirkan cita rasa kuliner yang menggugah selera, outlet ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti nasi dan sop gratis sepuasnya, area bermain anak (mini playground), dan ruang makan yang nyaman bagi pelanggan. Seluruh proses produksi di outlet ini telah memenuhi standar sertifikasi halal, memastikan konsumen mendapatkan produk yang aman dan terpercaya. Sinergi Banyak Pihak untuk Kesejahteraan Bersama Acara peresmian yang berlokasi di Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua BAZNAS Provinsi DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si, perwakilan manajemen HARA Chicken, Faiq Nurfahrurozi, S.Pt., Panewu Gamping Suyanto, S.Sos., M.A., Perwakilan Kesra Setda Kabupaten Sleman, Takmir Masjid Al Ilham, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk 10 warga kurang mampu, sedangkan pihak HARA Chicken memberikan santunan bagi anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Langkah Menuju Kemandirian Mustahik Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan apresiasi kepada manajemen HARA Chicken, khususnya kepada Sunan Hasan dan tim, atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik. “Kami berharap outlet HARA Chicken Kronggahan dapat berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi kolaborasi serupa di masa mendatang. Mari terus bersinergi, menebar manfaat, dan membangun Sleman yang lebih sejahtera melalui zakat yang dikelola dengan amanah,” pungkasnya. Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan pita oleh Ketua BAZNAS DIY sebagai tanda dimulainya operasional outlet. Suasana hangat dan penuh harapan mengiringi langkah awal program ini, yang diharapkan menjadi model zakat produktif berbasis ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman. Dengan sinergi seperti ini, BAZNAS Sleman tidak hanya menyalurkan zakat sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat. Program HARA Chicken Kronggahan menjadi contoh inspiratif bagaimana zakat dapat mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
BERITA03/11/2025 | ayw./
Pentasharufan 30 Paket Sembako untuk Petani Miskin di Ngemplak dan Cangkringan
Pentasharufan 30 Paket Sembako untuk Petani Miskin di Ngemplak dan Cangkringan
Sleman - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan 30 paket sembako bagi petani miskin di wilayah Ngemplak dan Cangkringan. Kegiatan pentasharufan ini berlangsung di Kantor UPTD BP4 Wilayah VI Ngemplak, pada Selasa (28/10/2025). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani di wilayah tersebut. Acara dihadiri oleh Kepala BP4 Wilayah VI, Purwati Widaningsih, SP., MT., Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta penyuluh dan perwakilan petani penerima manfaat. Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan Lokal Dalam sambutannya, Purwati menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat tani. “Terima kasih atas perhatian BAZNAS Sleman kepada para petani kami. Meski cuaca hujan, acara tetap berjalan dengan semangat. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi bapak ibu semua,” ujarnya. Program pentasharufan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus membantu kelompok tani yang terdampak kondisi ekonomi pasca-pandemi dan fluktuasi harga hasil pertanian. BAZNAS Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Program Produktif Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran sembako ini juga diiringi dengan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok usaha tani. “Para petani bisa mengajukan bantuan modal usaha berbentuk kelompok. Bantuan dari BAZNAS ini tidak perlu dikembalikan, tapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk menumbuhkan usaha,” jelasnya. Muhaimin mencontohkan salah satu kelompok peternak ayam petelur yang telah dibantu BAZNAS dan kini berhasil mengembangkan usahanya. “Dari bantuan awal, kini kelompok tersebut mampu menambah jumlah ayam petelur dan meningkatkan produksi telur. Ini bukti nyata bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menumbuhkan kesejahteraan,” tambahnya. Selain sektor pertanian, BAZNAS Sleman juga memiliki Program Sleman Sehat, yang membantu masyarakat kurang mampu dengan kebutuhan pengobatan penyakit berat. “Jika ada warga sakit berat seperti stroke atau jantung, bisa diajukan bantuannya melalui BAZNAS. Semua prosesnya transparan, diverifikasi, dan disurvei terlebih dahulu,” terang Muhaimin. Ucapan Syukur dari Petani Penerima Bantuan Salah satu penerima bantuan, Sutarminah, Ketua KWT Mawar Handayani dari Kalibulus, Bimomartani, mengucapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih BAZNAS Sleman dan para muzaki. Bantuan ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Hal senada disampaikan Imam Katamsi, petani dari Kelompok Tani Bimokaryo.“Alhamdulillah, semoga ini bermanfaat bagi kami, dan keluarga kami. Terima kasih muzaki yang telah berzakat di BAZNAS Sleman semoga berkah selalu,” katanya. Bagian dari Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025 Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2025.Total sebanyak 240 paket sembako (senilai Rp100 ribu/paket) disalurkan BAZNAS Sleman bagi petani miskin di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, termasuk 30 paket di Ngemplak–Cangkringan. Program ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Sleman dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, sebagai bentuk kepedulian sosial dalam mendukung sektor pertanian dan pengentasan kemiskinan. Dengan semangat kolaborasi, BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program zakat yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus membantu mewujudkan Sleman yang berkeadilan dan berkeadaban.***
BERITA30/10/2025 | ayw./
Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi InBup dan SE Bupati Terbaru di BKPP
Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi InBup dan SE Bupati Terbaru di BKPP
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 tentang Pengumpulan Zakat di Lingkungan Pemerintahan Sleman, bertempat di Ruang Bima lantai 3 Kantor BKPP Sleman pada Jumat (24/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.IP., M.T., serta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman yakni dr. Andung Prihadi, M.Kes. (Wakil Ketua I) dan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), bersama ASN dan PPPK di lingkungan BKPP Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Wildan Solichin menekankan pentingnya pemahaman dan keikhlasan dalam menjalankan perintah agama, termasuk dalam menunaikan zakat. “Zakat itu bukan paksaan, tapi perintah yang membawa kebaikan. Maka penting bagi kita memahami ketentuannya agar bisa dijalankan dengan hati yang ikhlas,” ujarnya. Instruksi Bupati: Penguatan Peran ASN dan OPD dalam Pengumpulan Zakat Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, menjelaskan bahwa SE Bupati ini merupakan penjelasan teknis dari instruksi bupati sebagai langkah strategis untuk panduan operasional pelaksanaan pengumpulan zakat, di kalangan ASN Kabupaten Sleman. Melalui InBup dan SE ini, Bupati Sleman menegaskan kewajiban bagi ASN muslim untuk berzakat dari gaji dan Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP), serta memperkuat kinerja kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap perangkat daerah. “Kewajiban ini tidak hanya bagi lembaganya, tapi juga bagi setiap ASN yang beragama Islam. Selain itu, ASN kini memiliki hak untuk mengusulkan penyaluran zakat kepada fakir miskin di wilayahnya dengan menggunakan hak yang 60%, pengembalian dari total zakat yang disetorkan ke BAZNAS Sleman,” jelas Andung. Ia menambahkan, setiap OPD diharapkan segera memperbarui struktur UPZ dengan format sederhana, minimal terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris. Agar proses pengumpulan dan pelaporan zakat berjalan transparan dan akuntabel. Laporan zakat akan disetorkan setiap tanggal 20 bulan berjalan, dilengkapi slip dan daftar muzaki yang diperbarui. Hak ASN untuk Mengusulkan Penyaluran Zakat Hal menarik dari SE Bupati 0450/2025 ini adalah adanya hak ASN untuk mengusulkan penerima manfaat dari zakat yang mereka tunaikan. Melalui UPZ di instansi masing-masing, ASN dapat mengajukan bantuan bagi warga sekitar yang tergolong miskin atau rentan miskin, sesuai dengan program Sleman Cerdas, Sehat, Produktif, dan Peduli yang dikelola BAZNAS Sleman. “Kalau dulu zakat hanya dikumpulkan oleh lembaga, sekarang ASN juga memiliki hak mengusulkan. Misalnya untuk membantu beasiswa tetangganya yang fakir atau miskin, modal usaha kecil, atau kebutuhan kesehatan warga,” tambah dr. Andung. Zakat ASN: Dampak Nyata bagi 40 Ribu Warga Sleman Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan apresiasi kepada seluruh ASN Sleman yang telah berzakat melalui BAZNAS. Dalam satu tahun terakhir, zakat ASN telah memberikan manfaat bagi lebih dari 40.000 penerima manfaat di Kabupaten Sleman. “Zakat ASN telah menyentuh masyarakat secara langsung. Ini bukan uangnya BAZNAS, tapi amanah zakat dari bapak-ibu ASN semua. Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi keberkahan dan diterima oleh Allah SWT,” ujar Muhaimin. Ia menjelaskan, BAZNAS Sleman saat ini menyalurkan zakat dengan perbandingan 70% untuk kebutuhan konsumtif dan 30% untuk program produktif. Ke depan, diharapkan porsi produktif dapat ditingkatkan hingga 50%, seiring dengan turunnya angka kemiskinan ekstrem di Sleman. Melalui mekanisme hak 60%, setiap OPD memiliki kesempatan menyalurkan zakat kepada masyarakat di wilayah kerjanya, seperti bantuan pendidikan bagi anak miskin, santunan kesehatan, hingga modal usaha kecil. “Kami berharap ASN bisa lebih aktif mengajukan usulan penerima manfaat di sekitarnya. Dengan begitu, zakat tidak hanya mengalir, tapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan ASN,” pungkas Muhaimin. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terkait teknis pemotongan zakat dan tata cara pelaporan melalui UPZ. Dengan adanya InBup Nomor 020/INSTR/2025 dan SE Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 ini, diharapkan pengumpulan zakat di lingkungan pemerintahan semakin optimal, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.(ayw.)***
BERITA28/10/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 240 paket sembako bagi para petani miskin di wilayah Sleman. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat sektor pertanian yang terdampak secara ekonomi. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Pendopo UPTD BP4 Wilayah V, Blembem, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua III, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah V, Muhammad Sigit Widiyanto, S.Hut., menyampaikan bahwa pembagian bantuan ini menjadi bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025 yang diperingati setiap 16 Oktober. “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi bersama BAZNAS Sleman. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani kecil di Sleman yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Bantuan sembako senilai Rp100 ribu per paket disalurkan kepada 240 penerima manfaat dari kalangan petani miskin di 8 wilayah (yang terdiri perwakilan dari 17 kapanewon), masing-masing wilayah mendapatkan 30 paket. Penyaluran dilakukan secara bertahap di UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BP4) di setiap wilayah. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui pengajuan proposal dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia. “Kami menyambut baik sinergi ini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan petani sebagai bagian dari kelompok mustahik yang berhak menerima zakat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, BAZNAS Sleman berupaya terus hadir melalui berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dari sektor ekonomi produktif dan pangan. “Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para petani untuk terus semangat berusaha. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Kriswanto. Kolaborasi untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Daerah Penyaluran bantuan sembako ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat. Dengan dukungan dari Dinas Pertanian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Menurut Muhyi Darmaji, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, kegiatan ini juga sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tapi juga harus produktif dan memberdayakan. Melalui program seperti ini, kami ingin memastikan zakat hadir di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Selain memberikan bantuan langsung, BAZNAS Sleman juga terus mendorong kesadaran masyarakat, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Hal ini penting untuk memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Sebagai informasi tambahan, pemtasharufan ini sebelumnya di ajukan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak masyarakat terbantu, dan kesejahteraan warga Sleman terus meningkat. (ayw/)
BERITA24/10/2025 | ayw./
Hari Santri 2025: BAZNAS Sleman Salurkan Rp165 Juta untuk Program Santri Preneur
Hari Santri 2025: BAZNAS Sleman Salurkan Rp165 Juta untuk Program Santri Preneur
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren serta tokoh masyarakat menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tahunan yang sarat makna ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., beserta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, serta seluruh unsur Forkopimda dan pejabat Pemkab Sleman. Apel peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung khidmat dan meriah, dengan Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau membacakan pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang menegaskan kembali peran penting santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan bangsa melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digagas KH. Hasyim Asy’ari. “Santri tidak hanya penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga agen perubahan. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menebarkan akhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi kemaslahatan bangsa,” tutur Bupati Harda. Santri, Agen Perubahan dan Penjaga Peradaban Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Hari Santri Nasional 2025 mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan sebagai kekuatan utama membangun Indonesia yang beradab dan berkemajuan. Bupati Harda menekankan bahwa ASN, tokoh masyarakat, dan generasi muda termasuk santri memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi. “Saya berharap para santri mengambil peran aktif dalam memajukan masyarakat dan menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Semoga Allah meridai langkah kita menuju Sleman yang tangguh, berkeadaban, dan berkualitas,” ungkapnya. Semarak Kirab Santri Sleman Selepas apel, perayaan Hari Santri dilanjutkan dengan Kirab Santri yang diikuti oleh 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menampilkan berbagai kreativitas, nilai-nilai islami, serta semangat nasionalisme yang tinggi. Setiap pondok pesantren membawa pesan moral dan spiritual melalui penampilan budaya pesantren dan seni islami. Adapun juara 1 diraih oleh Ponpes Zuhriyah, Rejodani, Ngaglik, disusul Ponpes Modern Miftahunnajah sebagai juara 2, dan Ponpes Al Miftah sebagai juara 3. Sementara itu, juara harapan 1 hingga 3 masing-masing diraih oleh Ponpes Junudul Falah, Ponpes Raudhatus Sholihin, dan Ponpes Darul Ulum Kleben. BAZNAS Sleman Dukung Kemandirian Santri Puncak acara Hari Santri 2025 di Sleman ditandai dengan penyerahan bantuan program Santri Preneur oleh BAZNAS Kabupaten Sleman senilai Rp165 juta kepada 33 pondok pesantren penerima manfaat. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan BAZNAS Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha produktif para santri. “Program Santri Preneur merupakan bagian dari komitmen kami untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri, agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya. Selain mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanggulangi kemiskinan dan memperluas manfaat zakat di Kabupaten Sleman. Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sleman tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan lembaga zakat seperti BAZNAS. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat untuk terus berzakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan umat yang bisa diwujudkan untuk mewujudkan Sleman yang berkeadaban dan sejahtera.*** (ayw)
BERITA22/10/2025 | AYW./
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Gelar Sosialisasi Bersama OPD dan BUMD
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Gelar Sosialisasi Bersama OPD dan BUMD
Sleman - Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan dan pemanfaatan zakat di Kabupaten Sleman guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, SE., M.Si., mengeluarkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 020/INSTR/2025 tentang Optimalisasi Pengumpulan dan Pemanfaatan Zakat di Kabupaten Sleman. Bupati Sleman mengamanahkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon se-Kabupaten Sleman untuk di ambil zakatnya 2,5% dari gaji, dan juga Tambahan Penghasilan Pegawai/Tunjangan lainnya. Selain Instruksi Bupati tersebut, diterbitkan juga Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 untuk mengatur teknis ketertiban pengumpulan dan pendayagunaan zakat di lingkungan pemerintah daerah, dengan pelaksanaan efektif mulai 1 November 2025. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi kepada seluruh perwakilan OPD/BUMD/Kapanewon, pada Rabu, 15 Oktober 2025, yang bertempat di Aula lantai 3, Kantor Sekretariat Daerah Sleman. BAZNAS Sleman: UPZ adalah Garda Terdepan Gerakan Zakat ASN Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan zakat, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan OPD. “Kami memandang UPZ di OPD sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam pengumpulan ZIS BAZNAS. Peran UPZ sangat penting dalam memastikan zakat yang dikelola sesuai syariat, regulasi, dan amanah negara,” ujar Kriswanto. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Sleman juga memaparkan capaian penghimpunan dan pendistribusian zakat tahun 2025. Dari Januari hingga September 2025, penghimpunan ZIS mencapai Rp 9 miliar atau 75% dari target Rp 11,8 miliar, dan Rp 8 miliar di antaranya telah disalurkan kepada 43.990 penerima manfaat (mustahik). Adapun program pendistribusian unggulan antara lain: bantuan beasiswa untuk 3.689 anak sebesar Rp 1,1 miliar; bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi 257 pasien gagal ginjal dan kanker sebesar Rp 627 juta; Program Bedah Rumah (RTLH) bagi 58 keluarga senilai Rp 1,1 miliar; dan bantuan modal usaha untuk 56 kelompok usaha dan 4 paguyuban pasar dengan total Rp 1,04 miliar. Sekda Sleman Tekankan Pentingnya Kepatuhan ASN dalam Berzakat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan ASN muslim dalam menunaikan zakat sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman. “Sebagai ASN dan bagian dari pemerintahan, kita harus menegakkan syariat zakat dengan penuh kesadaran. Zakat bukan potongan gaji, tapi ibadah dan tanggung jawab sosial untuk berbagi rezeki kepada sesama,” tegasnya. Sekda juga menjelaskan bahwa zakat ASN tidak hanya berasal dari gaji pokok, namun juga mencakup tambahan penghasilan dan tunjangan. Ia mengimbau agar para Pimpinan OPD/BUMD/Kapanewon dapat mensosialisasikan hal tersebut dengan sabar dan bijak kepada pegawai di lingkungan masing-masing. Materi Sosialisasi dan Pemaparan Teknis Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber di antaranya, Nisa Fidyati, S.E., M.Si. perwakilan BKAD Sleman yang memaparkan sosialisasi teknis pemotongan bendahara gaji OPD. Kabag Kesra Setda Sleman, Wiyato Widodo, S.Sos., MAP., memaparkan Surat Edaran Bupati tentang Pengumpulan Zakat. Serta Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi, M.Kes. dan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan tentang teknis pengumpulan dan pendistribusian zakat oleh UPZ. Kegiatan pemaparan sosialisasi dan tanya jawab serta diskusi dipandu oleh WAKA IV BAZNAS Sleman, H. Nasirun. Sinergi Pemerintah dan BAZNAS Menuju Sleman yang Berkeadaban Melalui sosialisasi ini, diharapkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon di Pemerintahan Kabupaten Sleman dapat memahami dan melaksanakan Instruksi Bupati dan Surat Edaran tersebut dengan konsekuen. Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman agar lebih optimal dan berhasil. (ayw)***
BERITA16/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman dan Kalurahan Mororejo Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 500 Warga
BAZNAS Sleman dan Kalurahan Mororejo Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 500 Warga
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit BAZNAS (RSB) dan Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, mengadakan kegiatan Cek Golongan Darah Gratis bagi warga Kampung Berkah BAZNAS Mororejo. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Aula Kalurahan Mororejo mulai pukul 08.00 WIB. Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd., Panewu Tempel, Dakiri, M.Si., Lurah Mororejo, Joko Ristanto, dan Kamituwo Mororejo, Puji Nur Hidayati, S.H.I.Seperti diketahui, administrasi kependudukan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional, karena data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik yang efektif dan tetap sasaran. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan benar. Dalam rangka mendukung keberhasilan program Kampung Berkah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pemberdayaan, edukasi, dan peningkatan kualitas hidup warga, perlu adanya sinergi antara aspek sosial, kesehatan, dan administrasi kependudukan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang utuh. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesadaran Administrasi Warga Waka II BAZNAS Sleman, Muhaimin, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Berkah BAZNAS, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan di tingkat padukuhan. “BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung program ini dan semoga bermanfaat bagi warga Mororejo yang berhak dan membutuhkan,” ujarnya. Program ini sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) serta program Sleman Sehat. Data kependudukan yang lengkap dan akurat, termasuk golongan darah, sangat penting untuk mendukung kebijakan publik dan layanan masyarakat. Sinergi Kesehatan dan Administrasi Kependudukan Lurah Mororejo, Joko Ristanto, mengapresiasi dukungan BAZNAS Sleman yang telah mendukung, menghadirkan Kampung Berkah dan kegiatan bermanfaat bagi warganya. “Kegiatan pemeriksaan golongan darah ini sangat membantu, terutama bagi warga yang belum mengetahui golongan darahnya. Selain itu, informasi ini akan memperbarui data kependudukan yang sebelumnya belum lengkap,” terangnya. Ia menambahkan, berbagai program Kampung Berkah seperti pelatihan pertanian, kesehatan, dan kelompok ternak juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut guna mengentaskan kemiskinan, terutama di wilayah Mororejo,” imbuhnya. Antusiasme Tinggi dari Warga Kegiatan ini tidak hanya penting dari sisi kesehatan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), sebuah gerakan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen dan data kependudukan yang valid, termasuk informasi golongan darah. Ketua penyelenggara sekaligus Kamituwo Kalurahan Mororejo, Tempel, Sleman, Puji Nur Hidayati, S.H.I., mengatakan, dengan adanya program Cek Golongan darah di Kalurahan Mororejo sebagai bentuk upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelengkapan data kependudukan maka akan tersedia informasi golongan darah bagi warga. Selain itu juga untuk membantu kelengkapan data administrasi kependudukan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan yang valid dan akurat. “Permohonan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman di program Kampung Berkah ini adalah bekerjasama dengan bagian Tata Laksana untuk ikut mensukseskan gerakan Indonesia sadar Administrasi Kependudukan. Jadi kita melaksanakan kegiatan ini cek golongan darah untuk nanti hasilnya dimasukkan di Kartu Keluarga masing-masing peserta,” jelasnya. Lebih lanjut, Puji menjelaskan, rencana yang menjadi sasaran untuk mengikuti program cek darah ini adalah warga usia produktif mulai 15 tahun sampai tak terhingga. Karena kegiatan ini juga mendukung penyediaan bank darah desa melalui Puskesdes setempat, sehingga data golongan darah warga dapat membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan donor darah Namun, ternyata antusiasme warga begitu banyak termasuk anak-anak, sehingga pihaknya tidak membatasi. “Pihak kalurahan, memohon untuk 500 peserta pengecekan golongan darah, tapi ternyata antusiasnya banyak tapi kita stop di 500. Tapi nanti jika masih ada yang menginginkan kegiatan ini, nanti kami akan mengajukan kembali,” tuturnya. Pihaknya, berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan program Kampung Berkah Mororejo. “Alhamdulillah terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas dukungannya. Semoga semakin banyak masyarakat yang berzakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Sleman agar program pemberdayaan seperti ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan sadar administrasi.***
BERITA13/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Lantik Pengurus UPZ Kemenag 2025, Perkuat Gerakan Zakat ASN untuk Umat
BAZNAS Sleman Lantik Pengurus UPZ Kemenag 2025, Perkuat Gerakan Zakat ASN untuk Umat
Sleman – Komitmen memperkuat gerakan zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman. Melalui pelantikan pengurus baru Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2025, sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama semakin diperkuat untuk mengoptimalkan potensi zakat ASN demi kesejahteraan umat. Pelantikan berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, di halaman utara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Jl. Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman. Acara digelar sesaat setelah apel pagi yang diikuti oleh seluruh ASN Kemenag Sleman. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran ASN sebagai bagian dari gerakan sosial dan spiritual untuk menunaikan zakat secara teratur, transparan, dan terarah melalui lembaga resmi yang terpercaya. Sinergi BAZNAS dan Kemenag: Wujud Kepedulian ASN untuk Umat Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., secara resmi melantik 16 pengurus UPZ Kemenag Sleman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat para ASN Kemenag yang bersedia mengemban amanah besar dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah komitmen bersama untuk memperkuat peran ASN sebagai penggerak zakat di lingkungan kerja. Dengan sinergi yang baik, zakat yang dikelola akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Kriswanto. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Sangaji, yang memberikan ucapan selamat serta dukungan penuh kepada pengurus baru. Mereka berharap, kehadiran UPZ Kemenag dapat memperluas dampak sosial zakat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Pengurus Baru Siap Jalankan Amanah Adapun pengurus UPZ Kemenag Sleman yang baru dilantik terdiri dari berbagai unsur pimpinan dan staf di lingkungan Kementerian Agama. Mereka terbagi dalam beberapa bidang yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, mulai dari pemungutan, pentasharufan, administrasi, hingga pelaporan. Berikut susunan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025: Ketua 1 (Penyelenggara Zakat Wakaf): Ali Afandi, S.Ag.Ketua 2 (Kepala Sie Bimas Islam): H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Sekretaris 1: Sri HaryantiSekretaris 2: Atika Galatama, S.H.I.Bendahara 1: Efana Erni Setyaningsih, S.E.Bendahara 2: Nanik Sri Agustina Bagian Pemungutan:H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Jaka AryawanUmmu Aiman, M.Pd. Bagian Pentasharufan:Ali Afandi, S.Ag.H. Abu Hanifah, S.Ag., M.Pd.Hj. Sri Hermayanti, S.Ag., M.Pd. Bagian Administrasi dan Umum:SarjanaMuhammad Nur Alfan Ajilaksono, S.Sos. Bagian Perencanaan dan Pelaporan:Drs. H. Tulus Jumadi, M.A.Drs. Daryono, M.Pd.Mahmudah Dian Umamah, S.Pd.I. Dengan susunan tersebut, diharapkan pengelolaan zakat di lingkungan ASN Kemenag Sleman dapat berjalan optimal, akuntabel, dan transparan. Gerakan Zakat ASN, Bukti Nyata Kepedulian dan Keteladanan Program zakat ASN menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat berzakat melalui lembaga resmi. ASN diharapkan tidak hanya menunaikan zakat secara pribadi, tetapi juga menjadi contoh dan penggerak dalam membangun budaya berbagi di lingkungan kerja masing-masing. Melalui keberadaan UPZ Kemenag Sleman, potensi zakat dari para ASN dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Penguatan lembaga UPZ ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Sleman sebagai kabupaten yang berkeadaban dan berkeadilan sosial. Wujud Nyata Kolaborasi untuk Umat Pelantikan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025 bukan hanya tentang pergantian struktur, tetapi juga simbol semangat baru dalam gerakan zakat ASN. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag Sleman menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat dapat menjadi pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan UPZ Kemenag Sleman dapat menjadi contoh pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi umat.Melalui zakat, infak, dan sedekah—ASN Sleman hadir untuk umat, bersama BAZNAS Sleman membangun kesejahteraan dan keberkahan. (ayw)***
BERITA13/10/2025 | AYW./
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Dalam setiap kebaikan yang kita berikan, tersimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbagi harta. Saat seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sesungguhnya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Nilai dari pemberian itu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan hati yang menyertai. Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan cara Allah mendidik kita agar tidak terikat pada dunia, dan belajar untuk membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan. Namun, di tengah semangat memberi, terkadang manusia tergelincir dalam ujub — merasa lebih tinggi dari yang menerima. Padahal, menolong bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menjaga kehormatan dan perasaan mereka yang dibantu. Sebab bisa jadi, di sisi Allah, orang yang menerima memiliki derajat yang lebih mulia karena kesabarannya dalam ujian hidup. Beriku ini adalah renungan tentang “Jangan lukai hati mereka yang pernah kita bantu” yang disampaikan oleh: Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sahabat, Ketika seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sejatinya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Harta yang dikeluarkan bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk membersihkan jiwa dan menumbuhkan kasih. Namun betapa sering, setelah memberi, seseorang tergelincir dalam ujub dan menyebut-nyebut bantuannya kepada penerima. Ia lupa, bahwa menyakiti hati mereka yang pernah ditolong dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah. Allah telah mengingatkan dengan sangat tegas dalam Al-Qur’an: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 264) Menolong bukan hanya tentang memberi harta, tapi juga menjaga kehormatan mereka yang dibantu. Sebab di hadapan Allah, derajat orang yang memberi dan yang menerima bisa saja sama — bahkan bisa jadi si penerima lebih mulia karena kesabarannya. Maka, bila kita telah memberi, jangan disebut-sebut. Bila kita telah menolong, jangan disakiti hatinya. Biarlah kebaikan itu menjadi rahasia antara kita dan Allah, karena yang kita cari bukan ucapan terima kasih, melainkan ridha-Nya dan keberkahan hidup kita sendiri. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar memberi — tapi juga belajar untuk tidak merasa lebih tinggi dari yang menerima. Sahabat, Memberi seharusnya menjadi ibadah yang menghadirkan kedamaian, bukan kebanggaan. Maka, biarlah setiap zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan menjadi rahasia antara kita dan Allah — agar pahala tetap terjaga dan keberkahan senantiasa mengalir. Mari tumbuhkan keikhlasan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Bersama BAZNAS Sleman, wujudkan kepedulian yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menebarkan keberkahan bagi sesama.***
BERITA09/10/2025 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Sleman – Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Sleman. Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-DIY untuk melakukan evaluasi, sinergi, dan penyelarasan arah program kerja dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menegaskan bahwa Rakorda memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi di seluruh lini BAZNAS. Ia menilai, sinergi yang kokoh antarlevel Lembaga, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola zakat secara profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Sinergi yang kuat antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota adalah kunci dalam menghadirkan zakat yang produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi umat,” ujar Prof. Noor Achmad. Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Zakat Lebih lanjut, Ketua BAZNAS RI menjelaskan bahwa melalui sinergi dan koordinasi yang baik, seluruh elemen BAZNAS dapat menjalankan peran secara lebih efektif sebagai lembaga pengelola zakat nasional. Sinergi ini, menurutnya, tidak hanya sebatas kerja sama administratif, tetapi juga mencakup penyatuan visi, strategi, dan komitmen untuk menyalurkan zakat secara lebih produktif dan memberdayakan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi. “Zakat harus menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat. Melalui kerja sama yang erat, kita dapat memastikan setiap rupiah dana zakat benar-benar sampai ke penerima manfaat dan mampu mengubah kehidupan mereka,” tambahnya. Rakorda BAZNAS se-DIY tahun 2025 ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program semester pertama dan penyusunan arah kebijakan untuk tahun 2026, agar lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran Pejabat Daerah Perkuat Dukungan Pemerintah Selain Ketua BAZNAS RI, kegiatan Rakorda turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.E., M.Si., IPU, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A. Turut hadir pula Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dan seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-DIY. Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial di wilayah Sleman. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan transparansi agar BAZNAS semakin dipercaya masyarakat. “BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat melalui program zakat yang tepat sasaran. Kami di pemerintah daerah akan terus mendukung sinergi dan kolaborasi untuk memperluas manfaatnya,” ujar Bupati Sleman. Komitmen BAZNAS DIY: Profesional, Transparan, dan Berdampak Nyata Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorda kali ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pengurus BAZNAS di wilayah Yogyakarta. BAZNAS DIY, katanya, terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah. Melalui forum koordinasi ini, diharapkan BAZNAS di setiap kabupaten/kota mampu merancang program yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemanusiaan. “Kami berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya bantuan konsumtif, tapi juga solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Sinergi ini adalah pondasi menuju BAZNAS yang semakin kuat dan berdampak,” jelas Puji Astuti. Wujudkan Zakat yang Produktif dan Memberdayakan Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai pilar penggerak kesejahteraan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui sinergi antar-BAZNAS di semua tingkatan, diharapkan pengelolaan zakat di wilayah DIY akan semakin terarah, transparan, dan berdaya guna dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.***
BERITA08/10/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →