WhatsApp Icon
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Penguatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan zakat yang lebih mudah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus meningkatkan edukasi mengenai kewajiban menunaikan zakat.

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Acara dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

UPZ Perkuat Layanan Zakat bagi ASN

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan UPZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian.

Menurut Rizaludin, UPZ memiliki peran penting dalam membangun ekosistem layanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur,” ujar Rizaludin.

Ia berharap BAZNAS dapat terus memberikan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan ASN agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai ketentuan.

Pengelolaan Zakat Perlu Didukung Sistem yang Siap

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.

Kesiapan tersebut mencakup penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, komunikasi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ.

Menurut Arifin, kesiapan tersebut diperlukan agar layanan kepada muzaki dapat diberikan secara cepat dan baik, sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat berjalan profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariat.

Penguatan UPZ juga sejalan dengan agenda BAZNAS RI dalam memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pada September 2026, BAZNAS RI juga menggelar rapat evaluasi pengelolaan zakat kementerian dan lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada ASN dan kesiapan UPZ.

Edukasi Zakat untuk ASN Perlu Berkelanjutan

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Mohan menilai optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat mengenai kewajiban zakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait nisab, haul, objek zakat, serta mekanisme penunaian zakat.

Dengan demikian, UPZ tidak hanya berfungsi dalam aspek administrasi penghimpunan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari layanan dan edukasi zakat di lingkungan instansi.

UPZ Kemenhut Didorong Profesional dan Berkelanjutan

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas administratif. Menurutnya, pengelolaan zakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Ia menilai UPZ bersama petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ Kemenhut periode 2026–2030, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong tersedianya layanan zakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta didukung edukasi yang berkelanjutan bagi ASN.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi

BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan 182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati yang berhasil menjalani graduasi menuju kemandirian. 

Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., saat menghadiri kegiatan Apresiasi KPM PKH Kapanewon Mlati 2026 bertema “Dari Bantuan Menuju Kemandirian Berdaya” di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pemberian penghargaan kepada KPM PKH yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan sosial melalui proses graduasi mandiri maupun program pemberdayaan sosial ekonomi.

Muhyi mengatakan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut bersyukur atas capaian yang diraih Kapanewon Mlati. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam mendorong kemandirian masyarakat mulai menunjukkan hasil.

“Kita ikut bersyukur karena ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan lembaga sosial keagamaan. Ada keberhasilan yang cukup signifikan. Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ungkap Muhyi.

BAZNAS Dorong Sinergi Pemberdayaan Masyarakat

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muhyi menilai, proses graduasi tidak hanya menunjukkan bahwa penerima manfaat telah keluar dari bantuan sosial, tetapi juga menjadi indikator adanya proses pendampingan dan pemberdayaan yang berjalan.

Upaya seperti peningkatan kapasitas ekonomi, pengembangan usaha, serta pendampingan masyarakat dinilai penting agar keluarga penerima manfaat dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

“Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ujar Muhyi.

BAZNAS Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.

184 KPM Mlati Berhasil Graduasi

Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa graduasi KPM PKH merupakan bagian dari upaya Kapanewon Mlati mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan, edukasi, peningkatan kapasitas ekonomi, dan pemberdayaan.

Kapanewon Mlati menargetkan 222 KPM dapat menjalani graduasi pada 2026. Dari proses yang telah berjalan, sebanyak 103 KPM graduasi mandiri, sedangkan 79 KPM mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program PPSE meliputi proses pendampingan, peningkatan kapasitas ekonomi, hingga rintisan usaha. KPM juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha senilai Rp5 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini bisa melaksanakan graduasi. Melakukan pendampingan dan edukasi agar mandiri, agar lulus graduasi,” kata Dyah.

Kapanewon Mlati memiliki 12 pendamping PKH yang masing-masing mendampingi sekitar 200 hingga 300 KPM. Pendampingan dilakukan untuk membantu KPM meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi hingga mampu mandiri.

Dalam kegiatan apresiasi tersebut, sebanyak 50 KPM menerima sertifikat graduasi secara simbolis. Sejumlah KPM yang telah mengembangkan usaha juga memamerkan produk UMKM mereka, antara lain telur, dawet, nasi kuning, dan produk makanan lainnya.

Kemandirian Jadi Langkah Lanjutan

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.I.P., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi keluarga yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan PKH.

Menurut Wildan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keluarga yang sebelumnya menerima bantuan kini menyatakan diri memasuki fase mandiri.

Ia berharap keluarga yang telah graduasi dapat terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraannya serta tidak melupakan semangat kebersamaan dengan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

Sementara itu, kegiatan apresiasi juga menampilkan sejumlah produk usaha milik KPM PKH yang telah berkembang. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, capaian graduasi KPM PKH di Mlati menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial keagamaan, pendamping, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sleman.***

22/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman

Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan komunitas olahraga padel di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Padel Charity For NTT, Klub Everyday Padel Jogja dan Padel United Sleman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.649.000 untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut berlangsung di Padel Rocket, Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Penggalangan donasi dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun pertama Padel Rocket.

Pemilik Padel Rocket, Nurul Atik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif penggalangan dana yang dilakukan oleh klub padel yang menjadi pelanggan lapangan tersebut.

Menurut Nurul Atik, penggalangan donasi sengaja dilakukan secara langsung menggunakan kotak atau kantong donasi. Cara tersebut dipilih agar setiap orang dapat berdonasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya.

“Yang penting ikhlas. Insyaallah berkah barokah untuk kita semua,” ungkap Nurul.

Kegiatan Padel Charity For NTT dilaksanakan sebelum para peserta bermain padel. Salah satu anggota Everyday Padel Jogja sekaligus pembawa acara, Ofix Nuhansyah, berkeliling membawa kantong donasi dan mempersilakan peserta untuk memberikan sumbangan.

Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp5.649.000. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Nurul Atik kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan terima kasih kepada komunitas padel yang telah memilih menyalurkan donasi untuk NTT melalui BAZNAS Sleman.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang menggalang dana untuk NTT melalui Padel Charity. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhyi.

Muhyi juga menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/9/2026), total donasi yang telah terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana di NTT mencapai sekitar Rp214 juta.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Muhyi.

Selain penggalangan dana, perayaan satu tahun Padel Rocket juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para peserta melalui aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT.

Melalui kegiatan ini, komunitas olahraga padel tidak hanya mempererat kebersamaan melalui olahraga, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

 

Donasi yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT.***

17/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026

BAZNAS Kabupaten Sleman menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta untuk mendukung pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat program pendidikan keagamaan dan mewujudkan generasi Qurani di Kabupaten Sleman.

Persiapan kegiatan dibahas dalam Rapat Persiapan TBQ 2026 yang digelar di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri panitia inti dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Sleman.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kebutuhan penyelenggaraan wisuda. BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini berperan sebagai pendukung acara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan, dengan komitmen bantuan sebesar Rp80 juta.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.

Dorong Generasi Sleman Cinta Al-Qur'an

Kegiatan yang mengusung nama “Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026” tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berkarakter, Berakhlak Mulia, dan Cinta Al-Qur'an.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memberikan apresiasi kepada murid SD Negeri yang telah dinyatakan lulus asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat Sleman Religius, khususnya dalam membiasakan anak-anak mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini.

Selain memberikan apresiasi kepada peserta didik, kegiatan TBQ juga diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Digelar November 2026

Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Prima SR Hotel and Convention Yogyakarta, Jalan Magelang No. 11, Dukuh, Tridadi, Sleman.

Peserta kegiatan mencakup murid SD Negeri yang telah lulus uji kompetensi membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kegiatan juga akan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pengawas PAI, orang tua atau wali peserta, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, Kemenag Kabupaten Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Melalui dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta, BAZNAS Sleman turut mengambil peran dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Sleman.

Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Sleman yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.***

11/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026).

Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan.

Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT.

“Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya.

Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah.

“Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya.

Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang.

“Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya.

Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi.

Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan.

“Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi.

Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***

08/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
BAZNAS Sleman Salurkan 240 Paket Sembako untuk Petani Miskin dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 240 paket sembako bagi para petani miskin di wilayah Sleman. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat sektor pertanian yang terdampak secara ekonomi. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Pendopo UPTD BP4 Wilayah V, Blembem, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua III, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta jajaran dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah V, Muhammad Sigit Widiyanto, S.Hut., menyampaikan bahwa pembagian bantuan ini menjadi bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025 yang diperingati setiap 16 Oktober. “Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi bersama BAZNAS Sleman. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani kecil di Sleman yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Wujud Kepedulian untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Bantuan sembako senilai Rp100 ribu per paket disalurkan kepada 240 penerima manfaat dari kalangan petani miskin di 8 wilayah (yang terdiri perwakilan dari 17 kapanewon), masing-masing wilayah mendapatkan 30 paket. Penyaluran dilakukan secara bertahap di UPTD Balai Penyuluhan Pertanian (BP4) di setiap wilayah. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melalui pengajuan proposal dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia. “Kami menyambut baik sinergi ini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan petani sebagai bagian dari kelompok mustahik yang berhak menerima zakat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, BAZNAS Sleman berupaya terus hadir melalui berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dari sektor ekonomi produktif dan pangan. “Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para petani untuk terus semangat berusaha. Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Kriswanto. Kolaborasi untuk Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Daerah Penyaluran bantuan sembako ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat. Dengan dukungan dari Dinas Pertanian, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Menurut Muhyi Darmaji, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, kegiatan ini juga sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadikan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tapi juga harus produktif dan memberdayakan. Melalui program seperti ini, kami ingin memastikan zakat hadir di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Selain memberikan bantuan langsung, BAZNAS Sleman juga terus mendorong kesadaran masyarakat, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Hal ini penting untuk memastikan dana yang terkumpul dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Sebagai informasi tambahan, pemtasharufan ini sebelumnya di ajukan oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkeadaban. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak masyarakat terbantu, dan kesejahteraan warga Sleman terus meningkat. (ayw/)
BERITA24/10/2025 | ayw./
Hari Santri 2025: BAZNAS Sleman Salurkan Rp165 Juta untuk Program Santri Preneur
Hari Santri 2025: BAZNAS Sleman Salurkan Rp165 Juta untuk Program Santri Preneur
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren serta tokoh masyarakat menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tahunan yang sarat makna ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., beserta jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, serta seluruh unsur Forkopimda dan pejabat Pemkab Sleman. Apel peringatan Hari Santri tahun ini berlangsung khidmat dan meriah, dengan Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau membacakan pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang menegaskan kembali peran penting santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan bangsa melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digagas KH. Hasyim Asy’ari. “Santri tidak hanya penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga agen perubahan. Mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menebarkan akhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi kemaslahatan bangsa,” tutur Bupati Harda. Santri, Agen Perubahan dan Penjaga Peradaban Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Hari Santri Nasional 2025 mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan kebhinekaan sebagai kekuatan utama membangun Indonesia yang beradab dan berkemajuan. Bupati Harda menekankan bahwa ASN, tokoh masyarakat, dan generasi muda termasuk santri memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi. “Saya berharap para santri mengambil peran aktif dalam memajukan masyarakat dan menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Semoga Allah meridai langkah kita menuju Sleman yang tangguh, berkeadaban, dan berkualitas,” ungkapnya. Semarak Kirab Santri Sleman Selepas apel, perayaan Hari Santri dilanjutkan dengan Kirab Santri yang diikuti oleh 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menampilkan berbagai kreativitas, nilai-nilai islami, serta semangat nasionalisme yang tinggi. Setiap pondok pesantren membawa pesan moral dan spiritual melalui penampilan budaya pesantren dan seni islami. Adapun juara 1 diraih oleh Ponpes Zuhriyah, Rejodani, Ngaglik, disusul Ponpes Modern Miftahunnajah sebagai juara 2, dan Ponpes Al Miftah sebagai juara 3. Sementara itu, juara harapan 1 hingga 3 masing-masing diraih oleh Ponpes Junudul Falah, Ponpes Raudhatus Sholihin, dan Ponpes Darul Ulum Kleben. BAZNAS Sleman Dukung Kemandirian Santri Puncak acara Hari Santri 2025 di Sleman ditandai dengan penyerahan bantuan program Santri Preneur oleh BAZNAS Kabupaten Sleman senilai Rp165 juta kepada 33 pondok pesantren penerima manfaat. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. H. Kriswanto, M.Sc., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan BAZNAS Sleman dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha produktif para santri. “Program Santri Preneur merupakan bagian dari komitmen kami untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri, agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya. Selain mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanggulangi kemiskinan dan memperluas manfaat zakat di Kabupaten Sleman. Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Sleman tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan lembaga zakat seperti BAZNAS. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat untuk terus berzakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan umat yang bisa diwujudkan untuk mewujudkan Sleman yang berkeadaban dan sejahtera.*** (ayw)
BERITA22/10/2025 | AYW./
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Gelar Sosialisasi Bersama OPD dan BUMD
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi Optimalisasi Zakat ASN, BAZNAS Gelar Sosialisasi Bersama OPD dan BUMD
Sleman - Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan dan pemanfaatan zakat di Kabupaten Sleman guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, SE., M.Si., mengeluarkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 020/INSTR/2025 tentang Optimalisasi Pengumpulan dan Pemanfaatan Zakat di Kabupaten Sleman. Bupati Sleman mengamanahkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon se-Kabupaten Sleman untuk di ambil zakatnya 2,5% dari gaji, dan juga Tambahan Penghasilan Pegawai/Tunjangan lainnya. Selain Instruksi Bupati tersebut, diterbitkan juga Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0450 Tahun 2025 untuk mengatur teknis ketertiban pengumpulan dan pendayagunaan zakat di lingkungan pemerintah daerah, dengan pelaksanaan efektif mulai 1 November 2025. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi kepada seluruh perwakilan OPD/BUMD/Kapanewon, pada Rabu, 15 Oktober 2025, yang bertempat di Aula lantai 3, Kantor Sekretariat Daerah Sleman. BAZNAS Sleman: UPZ adalah Garda Terdepan Gerakan Zakat ASN Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan zakat, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan OPD. “Kami memandang UPZ di OPD sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam pengumpulan ZIS BAZNAS. Peran UPZ sangat penting dalam memastikan zakat yang dikelola sesuai syariat, regulasi, dan amanah negara,” ujar Kriswanto. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Sleman juga memaparkan capaian penghimpunan dan pendistribusian zakat tahun 2025. Dari Januari hingga September 2025, penghimpunan ZIS mencapai Rp 9 miliar atau 75% dari target Rp 11,8 miliar, dan Rp 8 miliar di antaranya telah disalurkan kepada 43.990 penerima manfaat (mustahik). Adapun program pendistribusian unggulan antara lain: bantuan beasiswa untuk 3.689 anak sebesar Rp 1,1 miliar; bantuan pengobatan dan layanan kesehatan bagi 257 pasien gagal ginjal dan kanker sebesar Rp 627 juta; Program Bedah Rumah (RTLH) bagi 58 keluarga senilai Rp 1,1 miliar; dan bantuan modal usaha untuk 56 kelompok usaha dan 4 paguyuban pasar dengan total Rp 1,04 miliar. Sekda Sleman Tekankan Pentingnya Kepatuhan ASN dalam Berzakat Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan ASN muslim dalam menunaikan zakat sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sleman. “Sebagai ASN dan bagian dari pemerintahan, kita harus menegakkan syariat zakat dengan penuh kesadaran. Zakat bukan potongan gaji, tapi ibadah dan tanggung jawab sosial untuk berbagi rezeki kepada sesama,” tegasnya. Sekda juga menjelaskan bahwa zakat ASN tidak hanya berasal dari gaji pokok, namun juga mencakup tambahan penghasilan dan tunjangan. Ia mengimbau agar para Pimpinan OPD/BUMD/Kapanewon dapat mensosialisasikan hal tersebut dengan sabar dan bijak kepada pegawai di lingkungan masing-masing. Materi Sosialisasi dan Pemaparan Teknis Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber di antaranya, Nisa Fidyati, S.E., M.Si. perwakilan BKAD Sleman yang memaparkan sosialisasi teknis pemotongan bendahara gaji OPD. Kabag Kesra Setda Sleman, Wiyato Widodo, S.Sos., MAP., memaparkan Surat Edaran Bupati tentang Pengumpulan Zakat. Serta Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi, M.Kes. dan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan tentang teknis pengumpulan dan pendistribusian zakat oleh UPZ. Kegiatan pemaparan sosialisasi dan tanya jawab serta diskusi dipandu oleh WAKA IV BAZNAS Sleman, H. Nasirun. Sinergi Pemerintah dan BAZNAS Menuju Sleman yang Berkeadaban Melalui sosialisasi ini, diharapkan semua ASN/OPD/BUMD/Kapanewon di Pemerintahan Kabupaten Sleman dapat memahami dan melaksanakan Instruksi Bupati dan Surat Edaran tersebut dengan konsekuen. Hal tersebut bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman agar lebih optimal dan berhasil. (ayw)***
BERITA16/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman dan Kalurahan Mororejo Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 500 Warga
BAZNAS Sleman dan Kalurahan Mororejo Gelar Cek Golongan Darah Gratis untuk 500 Warga
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit BAZNAS (RSB) dan Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, mengadakan kegiatan Cek Golongan Darah Gratis bagi warga Kampung Berkah BAZNAS Mororejo. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Aula Kalurahan Mororejo mulai pukul 08.00 WIB. Acara turut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd., Panewu Tempel, Dakiri, M.Si., Lurah Mororejo, Joko Ristanto, dan Kamituwo Mororejo, Puji Nur Hidayati, S.H.I.Seperti diketahui, administrasi kependudukan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional, karena data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik yang efektif dan tetap sasaran. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan benar. Dalam rangka mendukung keberhasilan program Kampung Berkah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pemberdayaan, edukasi, dan peningkatan kualitas hidup warga, perlu adanya sinergi antara aspek sosial, kesehatan, dan administrasi kependudukan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang utuh. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesadaran Administrasi Warga Waka II BAZNAS Sleman, Muhaimin, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Berkah BAZNAS, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan di tingkat padukuhan. “BAZNAS Kabupaten Sleman mendukung program ini dan semoga bermanfaat bagi warga Mororejo yang berhak dan membutuhkan,” ujarnya. Program ini sekaligus mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) serta program Sleman Sehat. Data kependudukan yang lengkap dan akurat, termasuk golongan darah, sangat penting untuk mendukung kebijakan publik dan layanan masyarakat. Sinergi Kesehatan dan Administrasi Kependudukan Lurah Mororejo, Joko Ristanto, mengapresiasi dukungan BAZNAS Sleman yang telah mendukung, menghadirkan Kampung Berkah dan kegiatan bermanfaat bagi warganya. “Kegiatan pemeriksaan golongan darah ini sangat membantu, terutama bagi warga yang belum mengetahui golongan darahnya. Selain itu, informasi ini akan memperbarui data kependudukan yang sebelumnya belum lengkap,” terangnya. Ia menambahkan, berbagai program Kampung Berkah seperti pelatihan pertanian, kesehatan, dan kelompok ternak juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut guna mengentaskan kemiskinan, terutama di wilayah Mororejo,” imbuhnya. Antusiasme Tinggi dari Warga Kegiatan ini tidak hanya penting dari sisi kesehatan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), sebuah gerakan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen dan data kependudukan yang valid, termasuk informasi golongan darah. Ketua penyelenggara sekaligus Kamituwo Kalurahan Mororejo, Tempel, Sleman, Puji Nur Hidayati, S.H.I., mengatakan, dengan adanya program Cek Golongan darah di Kalurahan Mororejo sebagai bentuk upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelengkapan data kependudukan maka akan tersedia informasi golongan darah bagi warga. Selain itu juga untuk membantu kelengkapan data administrasi kependudukan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan yang valid dan akurat. “Permohonan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman di program Kampung Berkah ini adalah bekerjasama dengan bagian Tata Laksana untuk ikut mensukseskan gerakan Indonesia sadar Administrasi Kependudukan. Jadi kita melaksanakan kegiatan ini cek golongan darah untuk nanti hasilnya dimasukkan di Kartu Keluarga masing-masing peserta,” jelasnya. Lebih lanjut, Puji menjelaskan, rencana yang menjadi sasaran untuk mengikuti program cek darah ini adalah warga usia produktif mulai 15 tahun sampai tak terhingga. Karena kegiatan ini juga mendukung penyediaan bank darah desa melalui Puskesdes setempat, sehingga data golongan darah warga dapat membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan donor darah Namun, ternyata antusiasme warga begitu banyak termasuk anak-anak, sehingga pihaknya tidak membatasi. “Pihak kalurahan, memohon untuk 500 peserta pengecekan golongan darah, tapi ternyata antusiasnya banyak tapi kita stop di 500. Tapi nanti jika masih ada yang menginginkan kegiatan ini, nanti kami akan mengajukan kembali,” tuturnya. Pihaknya, berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan program Kampung Berkah Mororejo. “Alhamdulillah terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman atas dukungannya. Semoga semakin banyak masyarakat yang berzakat, infak, dan sedekah di BAZNAS Sleman agar program pemberdayaan seperti ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan sadar administrasi.***
BERITA13/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Lantik Pengurus UPZ Kemenag 2025, Perkuat Gerakan Zakat ASN untuk Umat
BAZNAS Sleman Lantik Pengurus UPZ Kemenag 2025, Perkuat Gerakan Zakat ASN untuk Umat
Sleman – Komitmen memperkuat gerakan zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman. Melalui pelantikan pengurus baru Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2025, sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama semakin diperkuat untuk mengoptimalkan potensi zakat ASN demi kesejahteraan umat. Pelantikan berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, di halaman utara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Jl. Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman. Acara digelar sesaat setelah apel pagi yang diikuti oleh seluruh ASN Kemenag Sleman. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran ASN sebagai bagian dari gerakan sosial dan spiritual untuk menunaikan zakat secara teratur, transparan, dan terarah melalui lembaga resmi yang terpercaya. Sinergi BAZNAS dan Kemenag: Wujud Kepedulian ASN untuk Umat Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., secara resmi melantik 16 pengurus UPZ Kemenag Sleman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat para ASN Kemenag yang bersedia mengemban amanah besar dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah komitmen bersama untuk memperkuat peran ASN sebagai penggerak zakat di lingkungan kerja. Dengan sinergi yang baik, zakat yang dikelola akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Kriswanto. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Sangaji, yang memberikan ucapan selamat serta dukungan penuh kepada pengurus baru. Mereka berharap, kehadiran UPZ Kemenag dapat memperluas dampak sosial zakat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Pengurus Baru Siap Jalankan Amanah Adapun pengurus UPZ Kemenag Sleman yang baru dilantik terdiri dari berbagai unsur pimpinan dan staf di lingkungan Kementerian Agama. Mereka terbagi dalam beberapa bidang yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, mulai dari pemungutan, pentasharufan, administrasi, hingga pelaporan. Berikut susunan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025: Ketua 1 (Penyelenggara Zakat Wakaf): Ali Afandi, S.Ag.Ketua 2 (Kepala Sie Bimas Islam): H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Sekretaris 1: Sri HaryantiSekretaris 2: Atika Galatama, S.H.I.Bendahara 1: Efana Erni Setyaningsih, S.E.Bendahara 2: Nanik Sri Agustina Bagian Pemungutan:H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si.Jaka AryawanUmmu Aiman, M.Pd. Bagian Pentasharufan:Ali Afandi, S.Ag.H. Abu Hanifah, S.Ag., M.Pd.Hj. Sri Hermayanti, S.Ag., M.Pd. Bagian Administrasi dan Umum:SarjanaMuhammad Nur Alfan Ajilaksono, S.Sos. Bagian Perencanaan dan Pelaporan:Drs. H. Tulus Jumadi, M.A.Drs. Daryono, M.Pd.Mahmudah Dian Umamah, S.Pd.I. Dengan susunan tersebut, diharapkan pengelolaan zakat di lingkungan ASN Kemenag Sleman dapat berjalan optimal, akuntabel, dan transparan. Gerakan Zakat ASN, Bukti Nyata Kepedulian dan Keteladanan Program zakat ASN menjadi salah satu fokus utama BAZNAS Kabupaten Sleman dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat berzakat melalui lembaga resmi. ASN diharapkan tidak hanya menunaikan zakat secara pribadi, tetapi juga menjadi contoh dan penggerak dalam membangun budaya berbagi di lingkungan kerja masing-masing. Melalui keberadaan UPZ Kemenag Sleman, potensi zakat dari para ASN dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Penguatan lembaga UPZ ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Sleman sebagai kabupaten yang berkeadaban dan berkeadilan sosial. Wujud Nyata Kolaborasi untuk Umat Pelantikan pengurus UPZ Kemenag Sleman Tahun 2025 bukan hanya tentang pergantian struktur, tetapi juga simbol semangat baru dalam gerakan zakat ASN. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag Sleman menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat dapat menjadi pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan UPZ Kemenag Sleman dapat menjadi contoh pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas bagi umat.Melalui zakat, infak, dan sedekah—ASN Sleman hadir untuk umat, bersama BAZNAS Sleman membangun kesejahteraan dan keberkahan. (ayw)***
BERITA13/10/2025 | AYW./
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Dalam setiap kebaikan yang kita berikan, tersimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbagi harta. Saat seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sesungguhnya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Nilai dari pemberian itu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan hati yang menyertai. Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan cara Allah mendidik kita agar tidak terikat pada dunia, dan belajar untuk membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan. Namun, di tengah semangat memberi, terkadang manusia tergelincir dalam ujub — merasa lebih tinggi dari yang menerima. Padahal, menolong bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menjaga kehormatan dan perasaan mereka yang dibantu. Sebab bisa jadi, di sisi Allah, orang yang menerima memiliki derajat yang lebih mulia karena kesabarannya dalam ujian hidup. Beriku ini adalah renungan tentang “Jangan lukai hati mereka yang pernah kita bantu” yang disampaikan oleh: Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sahabat, Ketika seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sejatinya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Harta yang dikeluarkan bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk membersihkan jiwa dan menumbuhkan kasih. Namun betapa sering, setelah memberi, seseorang tergelincir dalam ujub dan menyebut-nyebut bantuannya kepada penerima. Ia lupa, bahwa menyakiti hati mereka yang pernah ditolong dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah. Allah telah mengingatkan dengan sangat tegas dalam Al-Qur’an: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 264) Menolong bukan hanya tentang memberi harta, tapi juga menjaga kehormatan mereka yang dibantu. Sebab di hadapan Allah, derajat orang yang memberi dan yang menerima bisa saja sama — bahkan bisa jadi si penerima lebih mulia karena kesabarannya. Maka, bila kita telah memberi, jangan disebut-sebut. Bila kita telah menolong, jangan disakiti hatinya. Biarlah kebaikan itu menjadi rahasia antara kita dan Allah, karena yang kita cari bukan ucapan terima kasih, melainkan ridha-Nya dan keberkahan hidup kita sendiri. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar memberi — tapi juga belajar untuk tidak merasa lebih tinggi dari yang menerima. Sahabat, Memberi seharusnya menjadi ibadah yang menghadirkan kedamaian, bukan kebanggaan. Maka, biarlah setiap zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan menjadi rahasia antara kita dan Allah — agar pahala tetap terjaga dan keberkahan senantiasa mengalir. Mari tumbuhkan keikhlasan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Bersama BAZNAS Sleman, wujudkan kepedulian yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menebarkan keberkahan bagi sesama.***
BERITA09/10/2025 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Sleman – Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Sleman. Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-DIY untuk melakukan evaluasi, sinergi, dan penyelarasan arah program kerja dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menegaskan bahwa Rakorda memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi di seluruh lini BAZNAS. Ia menilai, sinergi yang kokoh antarlevel Lembaga, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola zakat secara profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Sinergi yang kuat antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota adalah kunci dalam menghadirkan zakat yang produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi umat,” ujar Prof. Noor Achmad. Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Zakat Lebih lanjut, Ketua BAZNAS RI menjelaskan bahwa melalui sinergi dan koordinasi yang baik, seluruh elemen BAZNAS dapat menjalankan peran secara lebih efektif sebagai lembaga pengelola zakat nasional. Sinergi ini, menurutnya, tidak hanya sebatas kerja sama administratif, tetapi juga mencakup penyatuan visi, strategi, dan komitmen untuk menyalurkan zakat secara lebih produktif dan memberdayakan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi. “Zakat harus menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat. Melalui kerja sama yang erat, kita dapat memastikan setiap rupiah dana zakat benar-benar sampai ke penerima manfaat dan mampu mengubah kehidupan mereka,” tambahnya. Rakorda BAZNAS se-DIY tahun 2025 ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program semester pertama dan penyusunan arah kebijakan untuk tahun 2026, agar lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran Pejabat Daerah Perkuat Dukungan Pemerintah Selain Ketua BAZNAS RI, kegiatan Rakorda turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.E., M.Si., IPU, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A. Turut hadir pula Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dan seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-DIY. Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial di wilayah Sleman. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan transparansi agar BAZNAS semakin dipercaya masyarakat. “BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat melalui program zakat yang tepat sasaran. Kami di pemerintah daerah akan terus mendukung sinergi dan kolaborasi untuk memperluas manfaatnya,” ujar Bupati Sleman. Komitmen BAZNAS DIY: Profesional, Transparan, dan Berdampak Nyata Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorda kali ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pengurus BAZNAS di wilayah Yogyakarta. BAZNAS DIY, katanya, terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah. Melalui forum koordinasi ini, diharapkan BAZNAS di setiap kabupaten/kota mampu merancang program yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemanusiaan. “Kami berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya bantuan konsumtif, tapi juga solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Sinergi ini adalah pondasi menuju BAZNAS yang semakin kuat dan berdampak,” jelas Puji Astuti. Wujudkan Zakat yang Produktif dan Memberdayakan Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai pilar penggerak kesejahteraan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui sinergi antar-BAZNAS di semua tingkatan, diharapkan pengelolaan zakat di wilayah DIY akan semakin terarah, transparan, dan berdaya guna dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.***
BERITA08/10/2025 | AYW./
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2025: Evaluasi Pengelolaan Zakat Semester 1 dan Penyusunan Program 2026
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2025: Evaluasi Pengelolaan Zakat Semester 1 dan Penyusunan Program 2026
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahun 2025 di Hotel Crystal Lotus, Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam evaluasi pengelolaan zakat semester pertama tahun 2025 sekaligus bimbingan teknis penyusunan dokumen perencanaan tahun 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., serta Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama seluruh ketua dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-DIY. Evaluasi dan Penguatan Sinergi BAZNAS se-DIY Ketua BAZNAS DIY, Puji Astuti, selaku penyelenggara Rakorda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang diadakan lima kali dalam setahun. Rakorda kali ini difokuskan pada evaluasi capaian pengelolaan zakat semester I serta bimbingan teknis perencanaan program 2026 agar semakin selaras dengan arah kebijakan nasional. “Rakorda ini menjadi sarana bagi BAZNAS se-DIY untuk memperkuat koordinasi, mengoptimalkan tata kelola zakat, serta merancang program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata,” ujar Puji Astuti. Pesan Bupati Sleman: Amanah, Transparan, dan Berorientasi Al-Qur’an Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya menjaga amanah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam pengelolaan zakat.Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan potensi zakat di wilayah Sleman. “Saya akan bantu mendorong potensi zakat di Sleman agar BAZNAS semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Tegakkan nilai-nilai Al-Qur’an agar pengelolaan zakat menjadi amanah, transparan, dan tepat sasaran. Jangan ada unsur politik dalam penyaluran zakat,” ungkapnya. Ketua BAZNAS RI: Amil Zakat Punya Peran Penting dalam Pemberdayaan Umat Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, dalam arahannya menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan menangani persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi dan penghargaan yang telah diraih oleh BAZNAS se-DIY dalam pengelolaan zakat produktif. “BAZNAS mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Tugas amil bukan sekadar mengumpulkan zakat, tetapi juga memberi bimbingan dan doa kepada para muzaki sebagai bentuk penyucian harta. Visi BAZNAS adalah mensejahterakan umat melalui zakat produktif dan sinergi dengan program pemerintah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Rakorda ini juga menjadi wadah untuk merancang Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang fokus pada pemberdayaan, seperti bantuan produktif, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan beasiswa bagi pelajar kurang mampu. Usai sambutan, Ketua BAZNAS RI secara resmi membuka Rakorda BAZNAS se-DIY 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. BAZNAS se-DIY Siap Dukung Asta Cita dan Turunkan Angka Kemiskinan Dalam sesi pemaparan berikutnya, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA memaparkan strategi penguatan program prioritas nasional untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Ia juga memberikan apresiasi atas capaian kinerja BAZNAS se-DIY yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. “Saya bangga dengan kinerja BAZNAS se-DIY yang terus mengalami growth. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan di DIY yang telah terkonfirmasi melalui data resmi. Dana zakat yang dikelola BAZNAS semakin fokus dan tepat sasaran dalam mengatasi masalah kemiskinan,” ungkap Saidah. Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi momentum memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai penggerak perubahan sosial dan penopang ketahanan ekonomi umat di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA07/10/2025 | AYW./
7 Manfaat Menunaikan Zakat Secara Rutin, Tidak Hanya Berkah Tapi Juga Berdampak Sosial
7 Manfaat Menunaikan Zakat Secara Rutin, Tidak Hanya Berkah Tapi Juga Berdampak Sosial
Sleman – Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Menunaikan zakat secara rutin, baik zakat fitrah maupun zakat mal, membawa manfaat luar biasa, baik bagi yang menunaikan (muzakki) maupun penerima (mustahik). Dalam era modern seperti sekarang, penyaluran zakat semakin mudah dilakukan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Sleman, yang menjamin distribusi tepat sasaran dan transparan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui manfaat besar dari zakat, agar semangat berbagi ini tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup umat Muslim masa kini. Berikut 7 manfaat utama dari menunaikan zakat secara rutin: 1. Membersihkan Harta dan Jiwa Zakat adalah cara untuk menyucikan harta dari hak orang lain. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103). Zakat juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan keserakahan, serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial. 2. Membantu Mengurangi Kemiskinan Dana zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk fakir dan miskin. Dengan pengelolaan yang baik melalui lembaga seperti BAZNAS Sleman, zakat menjadi solusi konkret mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3. Mendatangkan Berkah dalam Kehidupan Zakat bukan mengurangi harta, melainkan justru menambah keberkahan. Rasulullah SAW bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim).Dengan rutin berzakat, hidup menjadi lebih tenang dan rezeki terasa cukup. 4. Membantu Pemerataan Ekonomi Zakat yang dikelola lembaga resmi membantu menciptakan ekonomi yang lebih adil dan merata. Dana zakat dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, hingga bantuan pendidikan dan kesehatan. 5. Menghindarkan Diri dari Musibah Beberapa ulama menyampaikan bahwa menunaikan zakat secara rutin bisa menjadi penolak bala. Zakat menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diterima dan sarana perlindungan dari bahaya yang tak terlihat. 6. Memperkuat Solidaritas Umat Zakat menguatkan rasa persaudaraan sesama umat Islam. Muzakki yang menyisihkan sebagian hartanya akan merasa lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan, menciptakan iklim sosial yang saling peduli. 7. Memenuhi Rukun Islam Zakat adalah rukun Islam keempat. Menunaikannya berarti telah melaksanakan bagian dari fondasi ajaran Islam. Bagi umat Muslim yang mampu, menunda zakat tanpa alasan syar’i bisa menjadi dosa. Yuk Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Sleman Menunaikan zakat di lembaga resmi seperti BAZNAS Sleman memastikan dana disalurkan tepat sasaran, transparan, dan dikelola secara profesional. Selain zakat, kamu juga bisa menyalurkan infak dan sedekah melalui kanal digital BAZNAS Sleman, baik via transfer bank maupun layanan online yang mudah dan cepat. Zakat Online: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakatLayanan Zakat: 081132208000 / 0274-867879 Kantor BAZNAS Sleman, Komplek Masjid Agung Sleman Tunaikan zakat, tebarkan kebaikan!
BERITA01/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Rp312 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Periode September
BAZNAS Sleman Salurkan Rp312 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Periode September
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas untuk periode September 2025. Pentasharufan ini dilaksanakan pada Jumat, 26 September 2025 bertempat di Kantor BAZNAS Sleman, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Proses pentasharufan berjalan tertib dengan para penerima manfaat terlebih dahulu melakukan registrasi daftar hadir serta mengambil nomor antrean. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan yang nyaman bagi para mustahik. Pada periode ini, BAZNAS Sleman menyalurkan total dana pentasharufan sebesar Rp312.072.000. Rinciannya, sebesar Rp76.300.000 disalurkan untuk program Sleman Sehat dan Rp235.772.000 untuk program Sleman Cerdas. Program Sleman Sehat Program Sleman Sehat merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang fokus membantu masyarakat kurang mampu yang sedang sakit parah, namun biaya pengobatannya tidak tercover oleh BPJS Kesehatan. Dengan adanya program ini, masyarakat yang tengah menghadapi ujian sakit berat dapat memperoleh keringanan biaya pengobatan, baik untuk rawat inap, tindakan medis, maupun kebutuhan pengobatan yang tidak tercover BPJS Kesehatan. Pada periode September, sebanyak 32 penerima manfaat menerima bantuan melalui program Sleman Sehat. Salah satunya adalah Sri Murwati, warga Merdikorejo yang menerima bantuan senilai Rp3 juta tahap kedua untuk suaminya yang tengah berjuang melawan penyakit infeksi pengapuran tulang punggung dan paru-paru. “Alhamdulillah, merasa terbantu karena ternyata ada yang tidak tercover oleh BPJS. Sangat-sangat membantu, karena kondisi suami memang membutuhkan operasi,” ungkap Sri penuh rasa syukur. Program Sleman Cerdas Selain bantuan kesehatan, BAZNAS Sleman juga menyalurkan dana untuk mendukung sektor pendidikan melalui Program Sleman Cerdas. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada siswa kurang mampu, insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta mendukung kebutuhan pendidikan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman. Pada periode September, total pentasharufan Sleman Cerdas mencapai Rp235.772.000 yang disalurkan kepada 79 lembaga sekolah tingkat SD dan SMP/MTs Negeri di Sleman. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban sekolah dalam membantu siswa-siswi yang kurang mampu. Salah satu penerima manfaat, Dwi Santoso, guru di SDN Sinduadi 1, menyampaikan rasa syukurnya. Sekolahnya menerima bantuan senilai Rp3.215.000 yang dialokasikan untuk membantu siswa kurang mampu serta memberikan insentif bagi GTT dan PTT. “Sangat membantu sekali, karena memang masih banyak siswa yang kurang mampu. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka,” ucapnya. Komitmen BAZNAS Sleman BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh aspek fundamental kehidupan, yakni kesehatan dan pendidikan. Sleman Sehat dihadirkan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hanya karena kendala biaya, sedangkan Sleman Cerdas hadir untuk menjamin setiap anak bangsa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi. Ketua BAZNAS Sleman, dalam kesempatan ini, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima. “Kami berharap program ini benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam menjaga kesehatan maupun melanjutkan pendidikan. Semoga dengan adanya bantuan ini, penerima manfaat semakin terbantu dan lebih berdaya,” ungkapnya. Beliau juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman. “Mari bersama-sama kita tingkatkan kepedulian sosial dengan berzakat melalui BAZNAS Sleman, agar lebih banyak masyarakat yang dapat terbantu,” pungkasnya.***
BERITA26/09/2025 | AYW./
Cara Mudah Hitung Zakat Sesuai Syariat: Nishab, Haul, dan Kadar Lengkap
Cara Mudah Hitung Zakat Sesuai Syariat: Nishab, Haul, dan Kadar Lengkap
Sleman - Menunaikan zakat merupakan kewajiban setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana berbagi untuk membantu sesama. Namun, sebelum menunaikan kewajiban zakat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama terkait perhitungan zakat. Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 Tahun 2014 memberikan panduan jelas mengenai jenis zakat, nishab, haul, serta kadar zakat yang harus dikeluarkan. Berikut penjelasan lengkapnya: 1. Zakat Penghasilan dan Jasa Zakat penghasilan atau zakat profesi dikenakan pada setiap pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan halal, baik sebagai pegawai, profesional, maupun pekerja jasa. · Nishab: senilai 85 gram emas per tahun. · Kadar: 2,5% dari total penghasilan bersih. · Haul: dapat dibayarkan setiap bulan tanpa menunggu satu tahun penuh. Contoh: jika penghasilan per bulan Rp5.000.000, maka zakatnya adalah Rp125.000. 2. Zakat Perdagangan Zakat perdagangan berlaku bagi pelaku usaha yang memiliki aset dagang. · Nishab: senilai 85 gram emas. · Kadar: 2,5% dari nilai kekayaan dagang (aset lancar + laba) dikurangi kewajiban. · Haul: setelah 1 tahun kepemilikan. Contoh: modal usaha Rp100 juta dengan keuntungan Rp20 juta, total Rp120 juta. Dikurangi hutang Rp10 juta = Rp110 juta. Maka zakatnya 2,5% x Rp110 juta = Rp2,75 juta. 3. Zakat Emas dan Perak Harta berupa emas, perak, atau logam mulia lain juga wajib dizakati. · Nishab: emas = 85 gram, perak = 595 gram. · Kadar: 2,5% dari total kepemilikan. · Haul: 1 tahun penuh. Contoh: kepemilikan emas 100 gram, maka zakatnya 2,5% x 100 gram = 2,5 gram emas atau nilai rupiahnya. 4. Zakat Pertanian Hasil pertanian, perkebunan, atau perikanan juga termasuk dalam kategori wajib zakat. · Nishab: setara 653 kg gabah atau 520 kg beras. · Kadar: o 5% bila menggunakan biaya irigasi. o 10% bila hanya mengandalkan air hujan. · Haul: tidak perlu menunggu setahun, dikeluarkan setiap kali panen. Contoh: hasil panen padi 1 ton dengan irigasi, zakatnya 5% x 1000 kg = 50 kg beras. 5. Zakat Tabungan (Uang dan Surat Berharga) Tabungan dan surat berharga seperti deposito, obligasi, atau instrumen investasi lainnya juga wajib dizakati. · Nishab: setara 85 gram emas. · Kadar: 2,5% dari total saldo akhir yang dimiliki. · Haul: 1 tahun penuh. Contoh: saldo tabungan Rp100 juta, maka zakatnya Rp2,5 juta. 6. Zakat Saham Kepemilikan saham yang bersifat investasi jangka panjang juga termasuk objek zakat. · Nishab: setara 85 gram emas. · Kadar: 2,5% dari nilai saham dan dividen. · Haul: setelah dimiliki selama 1 tahun. Contoh: nilai saham Rp200 juta, maka zakatnya 2,5% x Rp200 juta = Rp5 juta. Kesimpulan Menunaikan zakat tidak hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan perhitungan yang tepat agar sesuai syariat. Mulai dari zakat penghasilan, perdagangan, emas, pertanian, tabungan, hingga saham, semuanya memiliki aturan khusus terkait nishab, haul, dan kadar zakat. BAZNAS Sleman hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menghitung, membayar, dan menyalurkan zakat agar tepat sasaran kepada mustahik yang berhak. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, Anda turut berkontribusi dalam membantu pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.*** ???? Mari tunaikan zakat Anda sekarang di BAZNAS Sleman. Bersama kita wujudkan Sleman yang lebih berkeadilan dan sejahtera.
BERITA25/09/2025 | AYW./
Pentasharufan RTLH September 2025, BAZNAS Sleman Bantu Warga Wujudkan Rumah Sehat
Pentasharufan RTLH September 2025, BAZNAS Sleman Bantu Warga Wujudkan Rumah Sehat
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan program Sleman Peduli melalui kegiatan pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Kamis (18/9/2025), sebanyak 10 warga Sleman menerima bantuan tahap pertama (termin 1) yang digelar di serambi Masjid Agung Sleman, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan aman dihuni. Bantuan rehab RTLH diberikan dalam tiga termin, dengan penyaluran dana tahap pertama senilai Rp74 juta. Besaran dana tiap penerima berbeda, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan. Sosialisasi Rumah Sehat dan Legalitas Bangunan Dalam kegiatan pentasharufan ini, warga penerima manfaat juga mendapatkan sosialisasi seputar rehab rumah sehat dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Perwakilan DPUPKP, Tulus, menekankan pentingnya standar rumah sehat. “Pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah,” jelasnya. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rafadhin, yang memberikan pemahaman terkait legalitas bangunan. Menurutnya, kepastian hukum berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting agar penerima manfaat memiliki status kepemilikan yang jelas. “Kami membantu dari aspek legalitasnya. Dengan begitu, penerima manfaat akan merasa lebih aman dan terlindungi secara hukum,” terangnya. Mekanisme Penyaluran Bertahap Program rehab RTLH BAZNAS Sleman dilakukan secara bertahap untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana. Setelah penyaluran termin pertama, warga wajib melaporkan perkembangan pembangunan. Laporan ini menjadi dasar pencairan dana pada termin berikutnya. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditetapkan. “Tujuan program ini adalah mendukung warga untuk memiliki rumah yang memenuhi standar rumah sehat. Agar penghuninya sehat, nyaman, dan dapat melakukan ibadah dengan baik,” paparnya. Daftar Penerima Manfaat Adapun daftar penerima manfaat rehab RTLH reguler periode September 2025 adalah: Tomy Warsito, Ngamboh, Margorejo, Tempel Agustini, Patran, Madurejo, Prambanan Dani Subiyanto, Nglarang, Sidoarum, Godean Harjito, Patukan, Ambarketawang, Gamping Sigit Susanto, Karangmojo, Purwomartani, Kalasan Hadi Suntoyo, Bagusan, Sumberadi, Mlati Irawan, Durenan, Triharjo, Sleman Waginah, Losari, Wukirharjo, Prambanan Fitri Astuti, Kendal, Bangukerto, Turi Sugini, Gabahan, Sumberadi, Mlati Testimoni Warga Penerima Salah satu penerima manfaat, Agustini dari Patran, Madurejo, Prambanan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini. “Alhamdulillah sangat senang sudah dibantu. Atap rumah saya dulu masih dari bambu dan genteng keripik, kondisinya sudah bocor semua. Dengan bantuan ini, saya dan keluarga bisa menempati rumah yang lebih layak. Terima kasih untuk BAZNAS dan para Muzaki yang sudah memberi manfaat,” ungkapnya. Bentuk Sinergi dan Kepedulian Program rehab RTLH ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Sleman, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari tim panitia rehab, dukuh setempat, dan jajaran terkait, diharapkan program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui program Sleman Peduli ini, BAZNAS Sleman mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dukungan dari para Muzaki dan donatur menjadi kunci keberhasilan dalam membantu sesama dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih baik di Sleman. Dengan adanya pentasharufan rehab RTLH periode September 2025 ini, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.***
BERITA19/09/2025 | AYW./
Sinergi BAZNAS Sleman dan Hara Chicken Ciptakan Lapangan Kerja untuk Keluarga Miskin
Sinergi BAZNAS Sleman dan Hara Chicken Ciptakan Lapangan Kerja untuk Keluarga Miskin
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen menghadirkan program inovatif dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Hara Chicken yang resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 16 September 2025, di kantor BAZNAS Sleman. Penandatanganan ini dihadiri oleh pihak Hara Chicken, yakni Faiq Nur Fahrurozy dan Fitria Arifa Rahmah, serta disaksikan oleh Yoga Sulistya Burhan, pemilik lahan yang disewa untuk kerja sama ini. Lahan tersebut berlokasi di Jl. Kabupaten No.1A, Kronggahan I, Trihanggo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, DIY, yang nantinya akan menjadi salah satu pusat usaha mustahik binaan BAZNAS Sleman. Sebelum MoU ditandatangani, pihak Hara Chicken membacakan sekaligus menjelaskan sejumlah poin kerja sama yang akan dijalankan bersama. Wujud Penyaluran Zakat Produktif Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif. Tujuannya agar zakat yang dihimpun tidak hanya membantu mustahik secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan mereka untuk keluar dari kemiskinan. “Kerja sama ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung pemerintah Kabupaten Sleman menekan angka kemiskinan. Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi mustahik dan keluarganya,” ujar Kriswanto. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd, menambahkan bahwa MoU ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga ikhtiar sosial untuk membuka lapangan pekerjaan bagi mustahik. Kesempatan Kerja untuk Mustahik Fresh Graduate Dalam keterangannya, Muhaimin menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman memberikan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik yang berasal dari keluarga miskin. Bantuan tersebut digunakan untuk membuka outlet Hara Chicken di lokasi yang sudah disiapkan. “Program ini membuka peluang luar biasa. Mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga langsung berperan sebagai pengelola usaha. Mereka akan mendapatkan bagi hasil sekaligus berstatus sebagai pekerja. Jadi bisa disebut pemilik sekaligus pekerja,” jelasnya. Selain itu, target penerima manfaat tidak hanya 10 mustahik tersebut, melainkan juga seluruh anggota keluarga mereka. Dengan demikian, dampak program ini bisa lebih luas karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga miskin untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak. Harapan Program Diperluas Kerja sama BAZNAS Sleman dengan Hara Chicken diharapkan menjadi model percontohan program pemberdayaan berbasis zakat produktif. Ke depannya, BAZNAS Sleman berencana memperluas jaringan outlet ke berbagai titik strategis di wilayah Sleman. “Jika program ini berjalan lancar dan terbukti memberikan dampak positif, maka kami akan mengembangkan outlet di berbagai lokasi lain di Sleman. Dengan begitu, semakin banyak mustahik yang bisa berdaya, mandiri, dan terlepas dari lingkaran kemiskinan,” tambah Muhaimin. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan bahwa zakat bukan hanya instrumen untuk membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi pintu pembuka kemandirian ekonomi mustahik. Pihak BAZNAS Sleman menegaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Hara Chicken adalah langkah nyata dalam memberikan solusi pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. “Kami berharap program ini membawa manfaat nyata bagi para mustahik dan menjadi jalan keberkahan untuk semua pihak yang terlibat,” tutup Kriswanto.***
BERITA18/09/2025 | AYW./
Pentasharufan BAZNAS Sleman: Bantuan untuk Yatim, Lansia, dan Difabel
Pentasharufan BAZNAS Sleman: Bantuan untuk Yatim, Lansia, dan Difabel
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu melalui kegiatan pentasharufan yang dilaksanakan di wilayah Kapanewon Depok. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas. Pentasharufan yang dilakukan pada Rabu, 17 September 2025 ini dipimpin oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, didampingi tim dari Kapanewon Depok, Bank Sleman, dan Bank BPD DIY. Sejak pukul 09.00 WIB, rombongan menyambangi rumah-rumah penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan secara langsung sekaligus melihat kondisi mereka. Penerima manfaat pertama adalah Komarudin, warga Joho, Condongcatur. Komarudin merupakan seorang yatim piatu yang mengalami kelainan pigmentasi di seluruh tubuh sejak kecil. Kondisi ini membuatnya tidak bisa terkena sinar matahari karena kulitnya akan melepuh. Akibatnya, ia tidak dapat beraktivitas seperti orang dewasa pada umumnya. Kini, Komarudin dirawat oleh kakaknya, Narti, yang sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari BAZNAS Sleman. Penerima kedua adalah Trimo, warga Sambilegi Lor, Maguwoharjo. Lansia ini mengalami kelumpuhan dan hidup bersama istrinya di rumah sederhana yang kurang layak. Sang istri bekerja sebagai penjual sayur di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Trimo lebih banyak berbaring di rumah. Melihat kondisi tersebut, Muhyi berpesan agar rumah Trimo dapat dirapikan sedikit demi sedikit demi menjaga kebersihan dan kesehatan. Selanjutnya, tim mengunjungi rumah Muriyono Senen, warga Papringan, Caturtunggal. Lansia ini tinggal bersama istrinya yang juga mengalami kelumpuhan. Dengan keterbatasan, Muriyono berusaha merawat istrinya sekaligus mengurus pekerjaan rumah tangga. Keduanya sudah tidak mampu lagi bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Penerima terakhir adalah Yuliana Ambarwati, seorang yatim piatu berkebutuhan khusus yang tinggal di Gg. Bromo Mrican, Caturtunggal. Yuli dirawat oleh pakdenya dan tinggal bersama lima keluarga dalam satu rumah. Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan, bahkan tempat tidurnya pun tidak layak. Muhyi beserta tim menyampaikan rasa prihatin sekaligus doa agar keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam membersamai Yuli. Melalui kegiatan pentasharufan ini, BAZNAS Sleman ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan harapannya: “Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa meringankan beban keluarga penerima manfaat. Kami berharap, dengan doa dan dukungan masyarakat, mereka diberi kekuatan, kesabaran, serta kebahagiaan oleh Allah SWT. Aamiin,” ungkap Muhyi.
BERITA17/09/2025 | AYW./
Alur Pengajuan Program Sleman Sehat BAZNAS Kabupaten Sleman
Alur Pengajuan Program Sleman Sehat BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menghadirkan berbagai program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya adalah Program Sleman Sehat, yang dirancang khusus untuk membantu mustahik fakir miskin yang mengalami masalah kesehatan serius dan membutuhkan uluran tangan. Program ini menjadi bagian penting dari misi BAZNAS Sleman untuk menghadirkan kebermanfaatan zakat secara langsung dalam kehidupan masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Dengan adanya Program Sleman Sehat, diharapkan warga kurang mampu di Sleman bisa mendapatkan dukungan yang meringankan beban biaya perawatan kesehatan. Jenis Bantuan Program Sleman Sehat Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Sleman memberikan bantuan bagi mustahik dengan kondisi medis tertentu. Bentuk bantuan yang diberikan antara lain: Santunan bagi penderita kanker stadium 4 sebesar Rp3 juta. Santunan bagi pasien cuci darah rutin sebesar Rp3 juta. Santunan bagi pasien opname minimal 3 hari dengan ketentuan: Biaya perawatan hingga Rp5 juta → Bantuan Rp1 juta. Biaya perawatan Rp5 juta–Rp10 juta → Bantuan Rp2 juta. Biaya perawatan di atas Rp10 juta → Bantuan Rp3 juta. Bantuan ini hanya dapat diterima maksimal satu kali dalam setahun oleh mustahik sesuai hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman. Dan setiap mustahik bisa mengajukan dan mendapat bantuan maksimal tiga kali, berdasarkan survey tim dan hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman. Syarat Pengajuan Program Sleman Sehat Agar pengajuan bantuan dapat diproses, mustahik perlu menyiapkan beberapa syarat administrasi. Berikut dokumen yang harus dilengkapi: Beragama Islam. Mengisi formulir yang telah disediakan oleh BAZNAS Sleman. Fotokopi KTP Sleman. Fotokopi Kartu Keluarga (KK). Fotokopi Kartu Keluarga Miskin Terbaru atau PKH (Program Keluarga Harapan). Fotokopi kwitansi pembayaran dari rumah sakit. Fotokopi surat diagnosa dari dokter atau rumah sakit. Alur Pengajuan Bantuan Setelah semua dokumen persyaratan lengkap, pengajuan bantuan akan diproses melalui beberapa tahap sebagai berikut: Proposal masuk ke kantor BAZNAS Sleman. Penilaian administrasi dilakukan oleh tim BAZNAS. Survey lapangan (pekan ke-3) untuk memverifikasi kondisi mustahik. Sidang pimpinan (pekan ke-3) untuk menentukan keputusan bantuan. Pendistribusian bantuan (pekan ke-4) sesuai hasil keputusan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dua bulan setelah bantuan disalurkan. Penyusunan laporan dilakukan setiap triwulan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Namun perlu diperhatikan, pencairan bantuan sangat bergantung pada jumlah antrian pengajuan yang sudah masuk terlebih dahulu. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk segera melengkapi berkas dan mengajukan proposal agar bisa segera diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Program Sleman Sehat menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu meringankan beban mustahik yang sedang berjuang menghadapi sakit. Bantuan ini tidak hanya berupa santunan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan haknya atas layanan kesehatan. Bagi masyarakat Sleman yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin mengajukan bantuan melalui Program Sleman Sehat, silakan datang langsung ke kantor BAZNAS Kabupaten Sleman atau menghubungi layanan resmi BAZNAS Sleman. Mari bersama wujudkan Sleman yang sehat, sejahtera, dan penuh keberkahan.***
BERITA16/09/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dampingi UMKM Jogotirto Sembada, Berbah: Dorong Legalitas dan Kemandirian Usaha
BAZNAS Sleman Dampingi UMKM Jogotirto Sembada, Berbah: Dorong Legalitas dan Kemandirian Usaha
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman lakukan pendampingan ke Kelompok UMKM Jogotirto Sembada, membahas tentang pentingnya legalitas usaha. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada kelompok UMKM Jogotirto Sembada di Kapanewon Berbah, Sleman. Pada pertemuan rutin yang digelar di rumah salah satu anggota, Ngatinem, Dusun Watuadeg, Jogotirto, hadir pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah. Pertemuan yang digelar sebulan sekali secara bergiliran di rumah anggota ini menjadi wadah penting bagi anggota kelompok untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan perkembangan usaha, dan mendapatkan pembekalan dari BAZNAS Sleman. Ketua kelompok, Sri Sutiati, menyampaikan bahwa kelompok UMKM Jogotirto Sembada saat ini beranggotakan 10 orang. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan dari BAZNAS Sleman, baik berupa bantuan modal usaha maupun pendampingan berkelanjutan. “Kami bersyukur sekali mendapat bantuan dari BAZNAS Sleman. Tidak hanya berupa modal usaha, tapi juga pendampingan yang membantu kami memantau perkembangan usaha, mengetahui kendala, sekaligus mencari solusi bersama,” ungkap Sri. Fokus Pendampingan: Legalitas Usaha Dalam pertemuan kali ini, Nurul Indah Khasanah membawakan materi penting terkait legalitas usaha. Ia menjelaskan langkah-langkah yang harus dipenuhi pelaku UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga Sertifikat Halal. Langkah legalitas ini menjadi perhatian utama agar produk UMKM tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga memiliki daya saing lebih luas. Nurul juga berkomitmen akan kembali pada pertemuan selanjutnya untuk membantu anggota kelompok yang belum memiliki dokumen legalitas usaha. “Saya akan membantu kelengkapan legalitas usaha bagi usaha yang belum memiliki. Mengingat ini sangat penting untuk keberlanjutan usaha ibu-ibu semua,” jelas Nurul. Selain materi legalitas, anggota juga diperkenalkan dengan berbagai program unggulan BAZNAS Sleman yang dapat diakses untuk mendukung pengembangan usaha. Bantuan Modal Mendorong Usaha Lebih Berkembang Sri menambahkan, kelompoknya telah menerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Sleman sebanyak dua kali. Bantuan terbaru cair pada bulan Oktober 2025, sementara bantuan sebelumnya telah memberikan dampak positif yang dirasakan nyata oleh anggota kelompok. “Alhamdulillah, bantuan pertama kemarin membuat usaha kami semakin berkembang. Omzet meningkat dan anggota bisa lebih percaya diri dalam menjalankan usaha. Kami sangat bersyukur bantuan ini kembali berlanjut,” jelasnya. Harapan Ke Depan Dengan adanya pendampingan dan dukungan modal, kelompok UMKM Jogotirto Sembada optimistis usahanya bisa semakin mandiri dan berdaya saing. Harapan mereka, legalitas usaha yang sedang diproses dapat segera rampung sehingga produk-produk UMKM mampu menembus pasar lebih luas, baik offline maupun online. BAZNAS Sleman menegaskan, program pendampingan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan zakat yang produktif, tidak hanya memberi bantuan sesaat tetapi juga mendorong kemandirian mustahik dalam jangka panjang. Dengan demikian, zakat yang dititipkan muzaki benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.
BERITA15/09/2025 | AYW./
Rumah Jahit Febi: Kisah Mustahik Sleman yang Bangkit Lewat Modal Usaha BAZNAS
Rumah Jahit Febi: Kisah Mustahik Sleman yang Bangkit Lewat Modal Usaha BAZNAS
Sleman – Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman membantu usaha jahit mustahik berkembang, dari satu mesin sederhana kini mampu mempekerjakan 8 pegawai dan meningkatkan produksi pakaian. BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro kecil (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang. Salah satu penerima manfaat program adalah Winarsih, pemilik usaha jasa jahit “Rumah Jahit Febi” di Kedungprau, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Pada Oktober 2024, Winarsih menerima bantuan modal sebesar Rp750 ribu dari BAZNAS Sleman untuk menambah pembelian mesin lubang kancing yang bernilai Rp1,5 juta. Bantuan ini menjadi titik awal penting bagi perkembangan usahanya. “Bantuan dari BAZNAS Sleman ini sangat bermanfaat, karena pada saat itu benar-benar membutuhkan. Berapapun jumlahnya kami syukuri, karena sangat membantu usaha kami dalam membeli mesin lubang kancing,” ujar Winarsih. Dari Satu Mesin, Kini Punya Delapan Pegawai Saat menerima bantuan, usaha jahit milik Winarsih masih sederhana, hanya memiliki satu pegawai dengan satu mesin obras dan satu mesin jahit jarum satu. Produksi pun terbatas, hanya sekitar 12–22 pakaian per minggu. Namun, setelah mendapat bantuan dan pendampingan, usaha ini berkembang pesat. Pada Agustus 2025, Rumah Jahit Febi sudah mempekerjakan delapan pegawai borongan yang terdiri dari lima penjahit dan tiga pemasang kancing. Selain itu, ia kini memiliki satu mesin lubang kancing, satu mesin obras, dan dua mesin jahit jarum satu. Dengan kapasitas yang lebih besar, produksi meningkat signifikan. Dalam satu minggu, usaha ini mampu menghasilkan 70–100 pakaian, dengan upah jahit Rp10.000–Rp20.000 per pakaian. Artinya, omset bulanan mencapai kisaran Rp2,8 juta hingga Rp8 juta. Pendampingan untuk Kemandirian Pertumbuhan usaha ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman. Melalui pendamping UMKM, Joko Yugiyanto, Winarsih mendapat coaching terkait pengelolaan usaha, mulai dari branding, manajemen SDM, penghitungan HPP, keuangan, hingga pemasaran digital. Hasilnya, Winarsih mulai menyusun SOP produksi, meski target produksi harian masih perlu ditingkatkan. Ia pun terus berinovasi, salah satunya dengan mengoptimalkan pemakaian kain agar minim limbah. Saat ini, Rumah Jahit Febi masih menjadi subkon untuk produksi kebaya lawasan, namun Winarsih berencana menambah mesin dan memperluas ruang produksi di belakang rumah. Potensi Usaha yang Cerah Menurut Joko, potensi usaha Rumah Jahit Febi sangat besar. Keberanian Winarsih dalam merekrut delapan pegawai sekaligus berinvestasi pada mesin jahit menjadi indikator kuat bahwa usaha ini bisa tumbuh lebih maju. “Pelaku usaha juga sudah mulai berpikir membangun brand sendiri, meskipun realisasinya akan dilakukan setelah semua aspek usaha lebih siap,” ungkap Joko. Winarsih sendiri memiliki cita-cita jangka pendek untuk membangun rumah tinggalnya menjadi dua lantai. Lantai satu akan difungsikan sebagai butik display, sementara lantai dua sebagai ruang produksi. Untuk saat ini, ia masih fokus memproduksi pakaian Jawa, tetapi tak menutup kemungkinan akan memperluas jenis produk di masa depan. “Harapan saya, BAZNAS bisa terus mendampingi sampai benar-benar mandiri, sehingga manfaat usaha ini tidak hanya untuk keluarga saya, tetapi juga bagi orang lain,” pungkas Winarsih. Dengan adanya tambahan mesin jahit ke depan, diharapkan produksi bisa meningkat 10–20 persen, membuka peluang lapangan kerja lebih luas, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga mustahik. Program Sleman Produktif BAZNAS Sleman menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan, dari bantuan kecil yang memicu pertumbuhan usaha hingga membuka jalan menuju kemandirian.***
BERITA11/09/2025 | AYW./
Menguatkan Akidah, BAZNAS Sleman Ajak Mualaf Jalani Wisata Religi Manasik Haji
Menguatkan Akidah, BAZNAS Sleman Ajak Mualaf Jalani Wisata Religi Manasik Haji
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali mengadakan program pembinaan bagi mualaf melalui kegiatan wisata religi, pada 3 September 2025 di Firdaus Fatimah Zahrah, Kota Semarang Jawa Tengah. Tahun ini, sebanyak 51 orang mualaf diajak untuk mengikuti manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, sebuah destinasi wisata religi yang dikenal memiliki replika Ka’bah serta suasana yang dibuat mirip dengan Mekah dan Madinah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mualaf dalam mengenal tata cara ibadah haji dan umrah. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni laki-laki dan perempuan, masing-masing didampingi oleh pendamping khusus manasik. Selama kegiatan, mereka dituntun mulai dari bacaan doa, tata cara berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga simulasi ibadah haji yang sesungguhnya. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal hingga akhir acara. Setelah mengikuti manasik, kegiatan dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah, makan siang bersama, dan ditutup dengan sesi foto bersama. Pembinaan Akidah dan Ekonomi Mualaf Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa wisata religi merupakan agenda tahunan BAZNAS dalam rangka pembinaan mualaf. “Wisata religi bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi para mualaf agar mereka lebih memahami ajaran Islam. Tahun-tahun sebelumnya, kami juga mengajak mereka ke pondok pesantren yang dikelola mualaf. Dari situ mereka belajar dan mendapat pembinaan langsung,” jelasnya. Lebih lanjut, Kriswanto menegaskan bahwa mualaf termasuk dalam golongan asnaf penerima zakat. Karena itu, BAZNAS tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga pada penguatan akidah. “Mualaf adalah saudara kita yang baru masuk Islam. Mereka membutuhkan pendampingan baik dalam hal ibadah, membaca Al-Qur’an, maupun pemahaman akidah. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka semakin mantap dalam menjalani Islam secara kaffah,” tambahnya. Program Tahunan yang Terus Berlanjut Kegiatan wisata religi ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap tahun, bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembinaan. Harapannya, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan rasa percaya diri para mualaf dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim. Dengan adanya wisata religi ke Firdaus Fatimah Zahra ini, mualaf di Kabupaten Sleman tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual, tetapi juga motivasi untuk lebih mendalami ajaran Islam. BAZNAS Sleman berkomitmen melanjutkan program ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap mualaf sebagai bagian dari penerima zakat.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Solidaritas untuk Palestina: Ivan Gunawan Distribusikan Air Bersih dan Makanan Melalui BAZNAS
Solidaritas untuk Palestina: Ivan Gunawan Distribusikan Air Bersih dan Makanan Melalui BAZNAS
Jakarta – Ivan Gunawan dan Mandjha salurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan untuk warga Gaza melalui BAZNAS. Desainer dan public figure ternama Ivan Gunawan bersama brand busananya Mandjha kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Palestina. Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, mereka menyalurkan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji untuk warga Gaza pada 1–2 September 2025. Air bersih didistribusikan di lima titik strategis, termasuk Abu Hasirah Port dan Palestine Stadium, yang menjangkau 1.562 jiwa dengan rata-rata 16 liter per orang. Sementara itu, makanan siap saji dibagikan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp untuk 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti air dan makanan sangat mendesak di Gaza. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang tersalurkan menjadi wujud kasih sayang masyarakat Indonesia, sekaligus bukti nyata solidaritas bangsa dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya. Ivan Gunawan: Setetes Harapan untuk Gaza Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama ini. Ia berkomitmen untuk melanjutkan dukungan pada tahap berikutnya, bahkan berencana turun langsung melalui jalur Mesir. “Alhamdulillah, bantuan tahap pertama telah tersampaikan melalui BAZNAS. Semoga langkah kecil ini bisa membawa setetes harapan di tengah kondisi darurat Gaza,” kata Ivan. Program bantuan ini tercatat bernilai Rp200 juta, yang dialokasikan untuk program Hot Meals dan Air Bersih. Dokumentasi penyaluran juga sudah diterima sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas. Konsistensi Ivan Gunawan dalam Kepedulian Sosial Sebelumnya, Ivan Gunawan juga menyerahkan donasi sebesar Rp2 miliar untuk Palestina dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Jakarta pada 28 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Donasi besar tersebut berasal dari hasil penjualan busana dalam rangkaian acara “Love Go For Humanity”, yang sejak awal diniatkan untuk kegiatan sosial. Seluruh hasil penjualan kemudian disalurkan melalui BAZNAS agar manfaatnya tepat sasaran. Ivan berharap langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak tokoh publik dan masyarakat untuk berbagi melalui jalur yang terpercaya. BAZNAS: Bukti Solidaritas Indonesia BAZNAS RI menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga simbol solidaritas bangsa Indonesia untuk Palestina. Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen terus menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri. Di tengah kondisi sulit yang dialami warga Gaza, setetes air dan sepiring makanan menjadi cahaya penguat di tengah duka. Langkah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan pengingat bahwa cinta dan kepedulian tak pernah mengenal batas.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Salurkan Rp101 Juta untuk Masjid, Musala, dan Lembaga Pendidikan
Pentasharufan Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Salurkan Rp101 Juta untuk Masjid, Musala, dan Lembaga Pendidikan
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Taqwa dengan total nilai sebesar Rp101.000.000. Bantuan ini diberikan kepada 70 penerima manfaat, yang terdiri dari masjid, musala, hingga lembaga pendidikan Islam di Sleman. Kegiatan pentasharufan dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025 di Kantor BAZNAS Sleman. Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pemeliharaan sarana ibadah, serta mendukung peringatan Hari Besar Islam, terutama menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebentar lagi akan diperingati oleh umat Muslim. Dukungan untuk Perbaikan Fasilitas Masjid dan Musala Bantuan yang disalurkan melalui Program Sleman Taqwa di antaranya dimanfaatkan untuk rehabilitasi musala dan masjid, pembangunan fasilitas penunjang ibadah, serta kegiatan syiar Islam di masyarakat. Salah satu penerima manfaat adalah Masjid Al Hikmah, Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman, yang diwakili oleh takmir masjid, Sekarmaji. Ia menyampaikan bahwa bantuan dari BAZNAS Sleman sangat bermanfaat, khususnya untuk biaya pembangunan dan renovasi tempat wudhu masjid. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman serta para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. InsyaAllah bantuan ini akan digunakan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkap Sekarmaji. Harapan dari BAZNAS Sleman Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Sleman Taqwa adalah wujud nyata komitmen BAZNAS dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat Sleman. “Melalui Program Sleman Taqwa, kami berharap masjid, musala, dan lembaga pendidikan Islam dapat semakin berkembang dan berdaya. Bantuan ini bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat ibadah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Sleman”. “Kami juga mengajak seluruh muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” jelasnya. Wujud Kepedulian dan Kolaborasi Program Sleman Taqwa tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong keberlangsungan kegiatan syiar Islam di berbagai wilayah. Dengan dukungan dari para muzaki, inisiatif ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan aktivitas keagamaan di Sleman. BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat, baik di bidang keagamaan, kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi. Ajak Muzaki untuk Berzakat Dengan keberhasilan pentasharufan kali ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki, untuk terus mempercayakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap rupiah zakat yang dititipkan, akan kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat Sleman. Mari bersama-sama mewujudkan Sleman Taqwa, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
BERITA02/09/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →