WhatsApp Icon
Rakor BAZNAS Sleman Siapkan Bantuan Sembako dan Santunan Yatim untuk Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan penyaluran bantuan sembako dan santunan yatim untuk memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Rakor dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) di Ruang Rapat Praja I, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya Beran.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, dan merata di seluruh wilayah kapanewon.

Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., bersama Wakil Ketua II, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan secara rinci skema teknis serta alur distribusi bantuan kepada para peserta rakor.

Penjelasan ini mencakup mekanisme penyaluran, koordinasi dengan pihak kapanewon, hingga upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses distribusi.

“Rakor ini menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan seluruh kapanewon, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Ketua BAZNAS Sleman dalam pemaparannya.

Dalam program ini, total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp313.900.000, dengan rincian bantuan sembako sebesar Rp206.400.000 dan santunan yatim sebesar Rp107.500.000.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam momentum peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.

Selain pemaparan teknis, rakor juga diisi dengan pembagian alokasi bantuan untuk masing-masing kapanewon.

Hal ini dilakukan agar setiap wilayah dapat segera melakukan persiapan teknis lanjutan dan pendataan penerima manfaat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.***

05/05/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peresmian Bedah Rumah RTLH BAZNAS Sleman, Kolaborasi Gotong Royong di Kalasan

BAZNAS Kabupaten Sleman meresmikan Program Sleman Peduli melalui Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Heri Cahyana di wilayah Margorejo, Kalasan, Rabu (29/4/2026).

Program ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman.

Rumah Heri Cahyana yang beralamat di Karangmojo RT 02/RW 01, Purwomartani, Kalasan, sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni. Dinding rumah masih terbuat dari anyaman bambu, lantai berupa tanah, serta kondisi lingkungan dalam rumah yang kurang tertata.

Melalui program ini, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses pembangunan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Peresmian ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Panewu Kalasan Samino, S.IP., M.Ec.Dev., perwakilan DPMPTSP dan DPUPKP Kabupaten Sleman, jajaran TNI/Polri, Relawan STAK se-DIY, KUA Kalasan, pemerintah kalurahan, Kapolsek dan Koramil Kalasan, serta tokoh masyarakat setempat. Selain itu, turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., beserta staf pelaksana.

Ketua Satuan Team Anti Kriminalitas (STAK) Yogyakarta, Sigit Susanto atau yang akrab disapa Cemo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan dimulai sejak Oktober tahun lalu dan melibatkan gotong royong relawan serta masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, rumah ini bisa berdiri dengan baik. Ini semua berkat dukungan berbagai pihak, baik tenaga maupun materi,” ungkapnya.

Panewu Kalasan, Samino, menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Sleman dan Relawan STAK merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.

“Walaupun belum sepenuhnya ideal, rumah ini sudah menjadi tempat tinggal yang sehat dan nyaman. Ini patut kita syukuri sebagai wujud kepedulian bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui program Sleman Peduli. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Sleman yang berhalangan hadir.

“Bantuan ini tidak hanya bernilai material, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Rumah ini adalah simbol harapan dan kebangkitan bagi keluarga penerima manfaat,” jelas Kriswanto.

Selain peresmian rumah, BAZNAS Sleman juga menyalurkan 20 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima manfaat.

Heri Cahyana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, sehingga kini keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih layak.

“Kami sangat berterima kasih mendapat bantuan dari BAZNAS dan relawan semuanya, sudah mewujudkan rumah sebagai tempat tinggal yang layak, kami sangat bersyukur sekali. Terima kasih muzaki dan donator, semoga berkah selalu,” tuturnya.

Acara peresmian ditutup dengan kegiatan berkeliling rumah serta syukuran bersama warga sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah tersebut.

29/04/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Konsolidasi BTB DIY di Dlingo Perkuat Sinergi Relawan, Bahas SDM dan Publikasi Digital

Kegiatan konsolidasi Badan Tanggap Bencana (BTB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Dlingo, Bantul, pada Sabtu (25/4/2026) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antaranggota guna menjaga soliditas organisasi.

 

Acara ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah relawan kebencanaan di bawah naungan BAZNAS se-DIY.

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bantul menekankan bahwa konsolidasi menjadi kunci agar BTB tidak terpecah maupun mengalami penurunan kapasitas.

 

Ia juga mendorong agar peringatan satu dekade BTB dapat dilaksanakan pada bulan September mendatang dengan Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah.

 

Selain itu, aspek publikasi turut menjadi perhatian utama. Pemanfaatan media sosial dinilai penting untuk meningkatkan eksposur kegiatan BTB kepada masyarakat.

 

Kolaborasi publikasi melalui akun BTB DIY serta akun resmi BAZNAS di masing-masing kabupaten/kota diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kepercayaan publik.

 

Sementara itu, Supriyanto selaku perwakilan BTB Bantul mengungkapkan bahwa kebutuhan personel, khususnya di bidang evakuasi kebencanaan, masih sangat minim.

 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan anggota BTB di lapangan.

 

Dari sisi kehumasan, seluruh kegiatan BTB diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik dan dipublikasikan secara konsisten agar semakin dikenal masyarakat luas.

 

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga personel BTB, yaitu Diyas Nugroho, Kukuh Santoso, dan Rofiq Wicaksono.

 

Kehadiran tim dari Sleman menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam upaya penanggulangan bencana.

 

Melalui konsolidasi ini, diharapkan BTB DIY semakin solid, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mampu meningkatkan peran strategisnya di tengah masyarakat.***

26/04/2026 | Kontributor: Humas
Sambut HUT ke-110 Sleman, Pimpinan dan Staf BAZNAS Ikut Donor Darah di Pendopo Parasamya

BAZNAS Sleman ikut donor darah di Pendopo Parasamya dalam rangka HUT ke-110 Sleman bersama PMI dan pegawai Pemkab Sleman.

BAZNAS Sleman Ambil Bagian dalam Aksi Donor Darah

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kabupaten Sleman, pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Sleman sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Didukung PMI, Puluhan Pendonor Lolos Skrining

Kegiatan donor darah ini didukung oleh PMI Kabupaten Sleman dengan total pendaftar mencapai 110 orang.

Sebelum melakukan donor, seluruh peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti tes tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta pengecekan golongan darah.

Dari hasil skrining tersebut, sekitar 70 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.

Pimpinan dan Staf BAZNAS Turut Berpartisipasi

Adapun pimpinan dan staf BAZNAS Sleman yang ikut dalam kegiatan donor darah ini antara lain:

Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes.

Wakil Ketua III Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Staf Pelaksana Warih Komarasari, S.E.

Pendamping UMKM Joko Yugiyanto, S.Psi.

Serta UMKM dampingan BAZNAS Sleman

Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sleman tidak hanya dalam pengelolaan zakat, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Semangat Kepedulian dari Pegawai Sleman

Mayoritas peserta donor darah berasal dari pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antar instansi dalam meningkatkan kepedulian sosial serta membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan donor darah ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendukung program kemanusiaan yang bermanfaat luas.

23/04/2026 | Kontributor: Humas
Ketua BAZNAS Sleman Paparkan Program dan Permodalan di Bimtek UMKM Pakem

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Keuangan dan Akses Pemodalan Usaha (POKIR) di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman selama empat hari, mulai 20 hingga 23 April 2026.

Pada sesi yang berlangsung Selasa (21/4/2026), Kriswanto menyampaikan materi di Heha Forest yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, dengan dihadiri 14 perwakilan UMKM Kapanewon Pakem.

Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai lima program unggulan BAZNAS serta berbagai skema akses permodalan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro.

Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola keuangan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Kriswanto juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Menurutnya, dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dapat membantu usaha kecil berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh pelaku usaha mikro di wilayah Kapanewon Pakem yang mendapatkan pembekalan terkait manajemen keuangan, penguatan kelembagaan, serta strategi mengakses permodalan usaha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berdaya saing.***

21/04/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini diselenggarakan di Kantor Korwil Moyudan dan diikuti oleh sekitar 22 perwakilan sekolah tingkat dasar se-Kapanewon Moyudan. Kegiatan ini berlangsung di SD Ngijon 1 dan menghadirkan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan apresiasi kepada para ASN di wilayah Moyudan yang telah menjadi muzaki aktif melalui potongan gaji rutin untuk zakat. “Partisipasi ASN dalam membayar zakat tidak hanya berdampak bagi pribadi, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif dalam membantu mustahik di lingkungan sekitar,” ungkapnya. Ia juga menegaskan urgensi menunaikan zakat sebagai kewajiban umat Islam, disertai penjelasan dalil dari Al-Qur’an dan hadits. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman tentang hikmah berzakat, seperti menyucikan harta, membawa keberkahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya regulasi terkait zakat ASN, termasuk adanya Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendorong pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS Sleman. Para peserta dihimbau untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar potongan zakat bisa berlangsung rutin setiap bulan. Pengumpulan formulir dapat melalui Bendahara Disdik Pak Sunardi atau langsung menghubungi pihak BAZNAS Sleman. Berdasarkan data, dari 95 pegawai di Korwil Moyudan: 58 orang telah dipotong zakat secara penuh (2,5%) 15 orang telah dipotong namun belum mencapai 2,5% 19 orang belum dipotong zakat Dengan potensi zakat mencapai Rp9,9 juta, saat ini sudah terkumpul Rp7,5 juta atau setara 74% dari potensi yang ada. Dua sekolah mencatat capaian 100% ASN berzakat, yaitu SDN Ngijon dan SDN Pendulan. Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah peluang sekolah untuk mengakses 60% dari setoran ZIS dalam bentuk program: Beasiswa siswa kurang mampu Bantuan operasional untuk GTT dan PTT Pengajuan proposal untuk bantuan ini dapat dilakukan maksimal hingga Oktober 2025. Perwakilan sekolah dari Moyudan menyambut baik skema ini dan menyampaikan bahwa pengajuan rutin telah dilakukan ke BAZNAS, meskipun masih ada masukan terkait akurasi data ASN muslim dan non-muslim.*** Mari tingkatkan partisipasi zakat ASN sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial."Zakat ASN, bukan sekadar kewajiban — tapi jalan menuju keberkahan dan pemberdayaan". Segera isi Surat Kesanggupan Zakat dan salurkan zakat Anda melalui:www.kabsleman.baznas.go.id dan www.baznas.slemankab.go.idWA:081132208000 | Instagram: @baznaskabsleman
BERITA04/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini menyasar wilayah Korwil Gamping. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Kantor Korwil Gamping ini dihadiri oleh 24 perwakilan kepala sekolah dari berbagai SD di wilayah tersebut. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Dalam pemaparannya, Muhaimin menekankan urgensi zakat sebagai kewajiban setiap muslim. Ia menjelaskan dalil dari Alquran dan Hadits yang mewajibkan zakat, serta hikmah yang menyertainya, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memperkuat solidaritas sosial. “Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) dan Surat Edaran Bupati mengenai pemotongan zakat langsung dari gaji ASN melalui BAZNAS Sleman. Dalam hal ini, bendaharawan Bapak Sunardi dari Dinas Pendidikan bertugas mengumpulkan dan menyetorkan zakat ke BAZNAS,” paparnya. Data Potensi Zakat ASN Korwil Gamping Berdasarkan data, potensi zakat dari ASN Korwil Gamping mencapai Rp22,3 juta per bulan. Namun, hingga saat ini baru terkumpul sekitar Rp9,4 juta atau sekitar 42%. Dari total 218 pegawai, baru 83 orang yang telah dipotong zakat 2,5%, 11 orang lainnya dipotong namun belum menyeluruh, dan sekitar 107 orang belum dikenai pemotongan zakat. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi, yakni SDN Mayangan dan SDN Balecatur yang masing-masing telah mencapai 88% ASN yang membayar zakat melalui potongan langsung. Para peserta sosialisasi memberikan tanggapan positif. Para guru siap memperbarui Formulir Kesanggupan Zakat (FKZ), dan sekolah-sekolah juga menyatakan kesiapan untuk mengajukan program bantuan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh BAZNAS. Meski begitu, tantangan tetap ada, khususnya dalam mendorong rekan-rekan ASN yang terbiasa menunaikan zakat secara mandiri di lingkungan sekitar, untuk beralih menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat semakin meningkat di wilayah Gamping, sehingga mampu mewujudkan penyaluran zakat yang lebih terorganisir, tepat sasaran, dan transparan untuk mendukung kesejahteraan mustahik di Kabupaten Sleman. Sekolah Dapat Mengakses Hingga 60% Lebih lanjut, dalam sesi diskusi juga disampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari total setoran ZIS yang dikumpulkan melalui BAZNAS Sleman. Dana ini dapat diajukan untuk program beasiswa siswa kurang mampu/miskin serta bantuan insentif untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan sekolah. Peluang ini menjadi bentuk konkret manfaat zakat bagi lingkungan pendidikan, serta sebagai insentif bagi sekolah yang aktif dalam menyalurkan zakat secara kolektif melalui BAZNAS. Batas maksimal pengajuan proposal program ini dijadwalkan hingga Oktober 2025, sehingga para kepala sekolah diharapkan segera berkoordinasi dan menyusun usulan program sesuai ketentuan yang berlaku. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat. Dengan sistem yang akuntabel dan terintegrasi, zakat yang terkumpul tak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga memberikan manfaat nyata di lingkungan ASN dan masyarakat sekitar.*** Mari optimalkan zakat kita, bantu sesama, dan ciptakan perubahan yang nyata bersama BAZNAS Sleman!Untuk informasi lebih lanjut atau pengajuan program, kunjungi website resmi kami atau hubungi langsung kantor BAZNAS Sleman.Jangan lupa, deadline pengajuan proposal hingga Oktober 2025!
BERITA04/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Seyegan, Dorong Zakat ASN Potong Langsung
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Seyegan, Dorong Zakat ASN Potong Langsung
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali melaksanakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para tenaga pendidik di wilayah Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025 bertempat di Kantor Korwil Seyegan, dan dihadiri oleh 27 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SD se-Kapanewon Seyegan. Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dari BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya, Muhyi menjelaskan dasar hukum zakat dari sisi agama Islam maupun regulasi daerah, seperti adanya Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Selain itu, ia juga mengajak para ASN dan P3K untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman dan menghimbau untuk segera mengisi Formulir Kesanggupan Zakat (FKZ) agar zakat bisa dipotong langsung setiap bulan melalui bendahara instansi masing-masing. Imbauan Zakat dengan Potong Langsung Sementara itu, dr. Andung memaparkan pencapaian zakat ASN di Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan bahwa tingkat SMP dan Madrasah telah mencapai 100% dalam penyaluran zakat melalui BAZNAS. Namun, di tingkat SD Negeri masih ada yang belum optimal. Untuk wilayah Seyegan, dari potensi zakat sebesar Rp18,8 juta, baru sekitar Rp9,2 juta yang berhasil dihimpun atau sekitar 49%. “Kami berharap setelah sosialisasi ini, para guru ASN dan P3K bersedia menyalurkan zakat melalui sistem potong langsung agar penyaluran zakat bisa lebih merata dan kebutuhan mustahik di Sleman dapat terpenuhi,” ujar dr. Andung. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi, yaitu SDN Kandangan 1 dengan capaian 100%, serta SDN Jamblangan dan SDN Bokong masing-masing 88%. BAZNAS Sleman juga mengingatkan bahwa sekolah yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat mengakses kembali hingga 60% dari dana zakat yang disetorkan dalam bentuk pengajuan bantuan, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan insentif untuk GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal bantuan ditetapkan hingga Oktober 2025.
BERITA01/08/2025 | AYW./
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Turi
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Turi
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya para aparatur sipil negara (ASN), dalam menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu upayanya diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Turi, yang digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Balerante, Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari para kepala sekolah dan guru dari kurang lebih 20 SD di wilayah Turi. Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparan materinya, para narasumber menyampaikan sejumlah poin penting, seperti: profil kelembagaan BAZNAS Sleman, urgensi menunaikan zakat sebagai pilar keuangan umat Islam, serta regulasi pemotongan ZIS bagi ASN di Sleman. Salah satu perhatian khusus dalam sosialisasi ini adalah pemetaan potensi ZIS di wilayah Turi. Berdasarkan data yang dihimpun, baru sekitar 54% ASN dan tenaga pendidik di Turi yang telah berpartisipasi dalam pemotongan zakat melalui sistem BAZNAS. Oleh karena itu, para narasumber mendorong pembaruan data dan pengisian kembali Form Kesanggupan Zakat (FKZ) agar kejelasan pemotongan zakat tiap individu dapat terdata secara akurat dan optimal. Dalam sesi tanya jawab, beberapa perwakilan peserta menyampaikan kendala dan pengalaman mereka. Ibu Sudi menyatakan tantangan mengajak guru untuk berzakat melalui BAZNAS karena beberapa dari mereka sudah membayar zakat di tempat lain. Sementara itu, SD Bangunkerto mengonfirmasi bahwa seluruh ASN dan PPPK di sekolahnya telah dipotong zakat, dan hanya perlu dilakukan verifikasi ulang data. Menariknya, BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi secara simbolis kepada SD Turi 2 dan SD Wonosari 1 yang telah menunjukkan komitmen 100% dalam pemotongan zakat bagi seluruh guru dan tenaga pendidiknya. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi sekolah lain, agar turut serta dalam penguatan penghimpunan ZIS di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus memperkuat literasi zakat di kalangan ASN dan tenaga pendidik, serta memperluas jaringan penghimpunan yang transparan, amanah, dan berdampak langsung kepada masyarakat.***
BERITA31/07/2025 | AYW./
Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp42,2 Juta Lewat Program Sleman Makmur
Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp42,2 Juta Lewat Program Sleman Makmur
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program unggulannya, Sleman Makmur. Pada Jumat, 25 Juli 2025, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp42.200.000 kepada lima kelompok usaha produktif yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sleman. Acara pentasharufan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman yang dilakukan oleh Pendamping Program Ekonomi Produktif BAZNAS Sleman, Rofiq Nur Wicaksono, S.T., dan dihadiri langsung oleh perwakilan masing-masing kelompok penerima bantuan. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha mikro kelompok berbasis komunitas. Kelima kelompok penerima bantuan dalam program Sleman Makmur bulan Juli ini antara lain: Kelompok Pasar Kenaran Kelompok Ngudi Barokah Kelompok Flamboyan Kelompok Mekar Mulyo Kelompok Melati Salah satu kelompok penerima bantuan, Kelompok Mekar Mulyo dari Mergan, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, menerima bantuan sebesar Rp6.000.000. Bantuan tersebut digunakan sebagai tambahan modal usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi anggota kelompok. Perwakilan Kelompok Mekar Mulyo, Erwinda Fitriana, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Sleman. “Alhamdulillah kami menerima bantuan dari BAZNAS Sleman sebesar Rp6 juta yang bisa kami gunakan sebagai modal usaha. Kami berharap usaha ini bisa berjalan lancar, berkah, dan sesuai harapan kami. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman dan para muzakki. Semoga segala bantuannya dibalas pahala dan keberkahan oleh Allah SWT,” ujarnya. Program Sleman Makmur merupakan bagian dari pilar pendayagunaan zakat yang fokus pada penguatan ekonomi mustahik. BAZNAS Sleman secara aktif mendorong kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif melalui pelatihan, pendampingan, serta bantuan modal usaha. Pimpinan BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan digunakan secara bijak dan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan penerima. “Kami berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi para mustahik untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan usaha yang berkembang, diharapkan mereka kelak dapat naik kelas dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki),” ungkapnya. Program seperti Sleman Makmur menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga bersifat produktif dan memberdayakan. Selain mendukung kesejahteraan mustahik, program ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan berbasis komunitas yang menjadi misi utama BAZNAS di berbagai tingkatan, termasuk daerah. BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, khususnya para ASN, pelaku usaha, dan seluruh muzakki, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS menjadi solusi untuk pemerataan ekonomi dan penguatan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA31/07/2025 | AYW./
Sinergi Keberhasilan Zakat Tangerang: Inspirasi BAZNAS Sleman Optimalkan ZIS
Sinergi Keberhasilan Zakat Tangerang: Inspirasi BAZNAS Sleman Optimalkan ZIS
Sleman – Delegasi dari BAZNAS Sleman bersama BAZNAS se-DIY melakukan studi tiru di Kantor BAZNAS Kota Tangerang pada Senin 28 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir perwakilan dari BAZNAS DIY, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Sleman, BAZNAS Bantul, BAZNAS Gunungkidul, dan BAZNAS Kulon Progo, yang disambut di kantor wali kota setempat. Sebelumnya, BAZNAS se-DIY juga berkunjung ke BAZNAS RI, dalam rangka untuk perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki. Rombongan disambut hangat oleh perwakilan Pemkot Tangerang, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda, pejabat Kabag Pemerintahan, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kota Tangerang. Fokus Studi: Strategi Pengelolaan dan Pengumpulan ZIS Kota Tangerang Dalam pertemuan ini, peserta belajar langsung manajemen pengelolaan zakat di daerah. Kota Tangerang tercatat berhasil menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga Rp?21?miliar pada tahun 2024, jauh melampaui target awal tahun senilai Rp?18?miliar. Hal ini menjadi studi kasus yang inspiratif bagi BAZNAS se-DIY. Pimpinan BAZNAS Kota Tangerang memaparkan berbagai program inovatif yang berjalan selaras dengan arahan BAZNAS pusat, mulai dari program beasiswa cendekia, UMKM Z?Chiken, hingga pendayagunaan zakat pascabanjir dan program lansia. Unsur Utama yang Difokuskan dalam Studi Tiru: Manajemen Digital & Fundraising TerintegrasiKota Tangerang telah melakukan digitalisasi layanan zakat dengan penggunaan platform online serta integrasi UPZ di berbagai instansi dan masjid kota untuk mempermudah muzaki berzakat. Kolaborasi dengan Pemkot yang KuatDukungan dari Pemkot Tangerang disebut sebagai pendorong utama capaian ZIS yang tinggi, termasuk bantuan promosi, infrastruktur, dan koordinasi antar Lembaga. Pengelolaan UPZ bertenaga dan akuntabelDengan sistem bimbingan teknis dan peningkatan kapasitas tim UPZ Kota Tangerang, pengumpulan zakat menjadi lebih efektif dan menyeluruh. Penguatan layanan muzaki dan transparansi penyaluranBAZNAS Kota Tangerang memastikan kemudahan dan kepercayaan masyarakat melalui sistem pelaporan yang akuntabel dan delivery bantuan yang tepat sasaran. Harapan dan Implementasi di Sleman Setelah mengikuti studi tiru ini, BAZNAS Sleman siap menerapkan strategi serupa di Sleman, seperti: Membangun kanal digital dan QRIS untuk kemudahan donasi. Menguatkan jaringan UPZ di sekolah, kantor, dan masjid. Melatih tenaga fundraiser dan memperkuat layanan muzaki. Meningkatkan sinergi dengan Pemkab Sleman untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS. Dengan cerminan praktik terbaik dari BAZNAS Kota Tangerang, BAZNAS Sleman berharap dapat memperkuat kapasitas penghimpunan zakat secara digital, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***
BERITA29/07/2025 | AYW./
Studi Tiru ke BAZNAS RI, BAZNAS Sleman Perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki
Studi Tiru ke BAZNAS RI, BAZNAS Sleman Perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki
Jakarta - Dalam rangka memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Sleman bersama BAZNAS se-DIY mengadakan studi tiru ke BAZNAS RI, bertempat di Aula lantai 5 Kantor Pusat BAZNAS RI, Mampang, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2025. Kunjungan tersebut diterima oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, antara lain Direktur Penguatan Pengumpulan ZIS, Fitriansyah Agustiawan, Direktur Pengumpulan ZIS Badan, Faisal Qosim, dan Direktur Layanan Muzaki, Rulli Kurniawan. Fokus Utama Studi Tiru: Penguatan Pengumpulan DigitalBAZNAS RI memaparkan strategi optimalisasi kanal digital, seperti promosi intensif melalui media sosial, kerja sama multi?platform, pengembangan kantor digital, dan penerapan aplikasi seperti SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA?UPZ dan Cinta Zakat. Saat ini, sekitar 60% pengumpulan ZIS dilakukan melalui kanal digital Penguatan Pengumpulan UPZ / BadanDelegasi belajar dari penerapan sistem Fundraising Development Program (FDP) yang memperkuat kapasitas fundraiser dan UPZ dalam menghimpun ZIS dari berbagai sektor (ASN, profesi, korporasi). Penguatan Layanan MuzakiBAZNAS RI menekankan pelayanan yang responsif untuk muzaki, termasuk layanan WhatsApp Business dengan fitur donasi otomatis, alur flow interaktif, broadcast, serta sistem konsultasi zakat online dan offline Sharing Session dan Dukungan TeknisDiskusi interaktif antara BAZNAS RI dengan pengurus daerah, membahas kesiapan implementasi teknologi dan strategi fundraising di wilayah, serta dukungan bantuan teknis dan penguatan SDM dari pusat. Dampak dan Harapan BAZNAS Sleman berharap studi tiru ini memperkuat kapasitas lembaga dalam menyusun strategi digital yang lebih efektif dan inklusif. Penggunaan teknologi akan mempermudah masyarakat menunaikan ZIS secara amanah, transparan, dan profesional. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi lintas daerah agar seluruh unit BAZNAS di Indonesia selaras dalam membangun sistem penghimpunan modern yang terpercaya. Monitoring dan Rencana Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Sleman akan: Meningkatkan promosi digital lewat media sosial, WhatsApp, dan website lokal dengan link donasi dan QRIS aktif. Mengoptimalkan layanan UPZ/Badan, guru, ASN serta mitra pendidikan dan profesi melalui pelatihan fundraising. Memperbaiki pengalaman muzakki, mulai dari konsultasi zakat hingga pelaporan penerimaan/transparansi penyaluran. Melalui kolaborasi dan penerapan strategi digital dari BAZNAS RI, BAZNAS Sleman siap memperkokoh fondasi pengumpulan ZIS dan memperluas manfaat ke seluruh masyarakat Sleman.***
BERITA29/07/2025 | AYW./
Pentasharufan BAZNAS Sleman Juli 2025: Dukung Kesehatan, Pendidikan, dan Kemanusiaan
Pentasharufan BAZNAS Sleman Juli 2025: Dukung Kesehatan, Pendidikan, dan Kemanusiaan
Sleman - Komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran kembali diwujudkan dalam kegiatan pentasharufan zakat pada bulan Juli 2025. Bantuan yang disalurkan kali ini menyasar tiga bidang utama, yakni kesehatan (Sleman Sehat), pendidikan (Sleman Cerdas), dan kemanusiaan (Sleman Peduli). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para mustahik yang sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan ke BAZNAS Sleman dan dinyatakan layak menerima. Total dana yang ditasharufkan mencapai Rp 378.212.200. Sleman Sehat: Bantu Warga Kurang Mampu Dapatkan Layanan Kesehatan Dalam bidang kesehatan, sebanyak 31 pemohon menerima bantuan melalui program Sleman Sehat, dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 112.250.000. Bantuan ini digunakan untuk keperluan medis seperti pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS, perawatan kesehatan, hingga kebutuhan alat bantu medis. Salah satu penerima manfaat, Bambang Asmoro Sejati, warga Merdikorejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Memohon bantuan kesehatan ini untuk menebus obat yang tidak ter-cover BPJS. Mudah-mudahan program ini terus berkembang dan bisa membantu lebih banyak orang seperti kami. Terima kasih BAZNAS Sleman dan para muzakki. Semoga berkah, aamiin,” ujar Bambang. Sleman Cerdas: Wujudkan Akses Pendidikan untuk Semua Sebanyak 32 pemohon mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Sleman Cerdas, dengan nilai bantuan mencapai Rp 109.959.500. Bantuan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan seperti pembelian buku, perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Titik Nurhayati, guru SD Banyurejo 2 Tempel, turut menyampaikan apresiasi atas program Sleman Cerdas. “Dengan adanya bantuan ini, siswa-siswi kami yang rentan miskin bisa tetap semangat bersekolah. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman dan para muzakki atas perhatian dan bantuannya,” ujarnya. Sleman Peduli: Hadir di Tengah Bencana dan Kebutuhan Mendesak Selain itu, BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan melalui program Sleman Peduli kepada 18 pemohon. Bantuan ini mencakup kebutuhan mendesak seperti bantuan akibat bencana, bantuan sembako, santunan lansia, korban kekerasan anak, serta pencairan hak UPZ dan Ibnu Sabil, dengan total bantuan sebesar Rp 156.002.700. Harapan dan Komitmen Berkelanjutan BAZNAS Sleman berharap seluruh bantuan ini dapat diterima dengan baik dan digunakan secara optimal sesuai kebutuhan mustahik. Pentasharufan ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan melalui BAZNAS, bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, terutama para ASN dan muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya semakin luas dan terorganisir.***
BERITA28/07/2025 | AYW./
Pemda Sleman dan BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Lewat Safari Jumat
Pemda Sleman dan BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Lewat Safari Jumat
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Safari Jumat pada Jumat (25/7/2025), sebagai bentuk sinergi antara pemda, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam mempererat silaturahmi serta mendukung pembangunan sarana ibadah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswoyo, bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta Ketua DPRD Sleman, Gustan Prabowo dan jajaran OPD Sleman. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Dari BAZNAS Sleman menyerahkan bantuan senilai Rp 6.000.000 untuk mendukung proses renovasi pembangunan masjid setempat. Dana Infak Safari Jumat Terkumpul Rp 23,4 Juta Kegiatan Safari Jumat tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga momentum penggalangan dana untuk kemaslahatan umat. Total dana infak yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 23,4 juta diserahkan langsung oleh Bupati kepada Takmir Masjid. Dana tersebut bersumber dari infak ASN Pemkab Sleman, kontribusi BUMD di Sleman, dan partisipasi dari BAZNAS Sleman. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS Sleman dalam mendukung pemeliharaan serta pembangunan fasilitas keagamaan. BAZNAS Sleman Dukung Pembangunan Masjid BAZNAS Sleman secara konsisten berkomitmen mendukung pembangunan keumatan di Sleman, termasuk dalam bidang sarana ibadah. Bantuan sebesar Rp 6 juta ini merupakan bagian dari program Zakat untuk Pemberdayaan Umat, yang bertujuan mendorong peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat. Perwakilan BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran dana bantuan renovasi ini merupakan bentuk komitmen dari para muzaki yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh takmir untuk mempercepat proses renovasi masjid dan memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah,” ujar Andung mewakili BAZNAS Sleman. Kolaborasi BAZNAS dan Pemda: Menebar Manfaat Lebih Luas Kegiatan Safari Jumat menjadi bukti sinergi positif antara Pemda Sleman dan BAZNAS dalam menjalankan program kemaslahatan sosial berbasis keagamaan. Tidak hanya bersifat simbolis, kegiatan ini juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui penyaluran dana infak dan zakat yang tepat sasaran. Dengan keterlibatan BAZNAS Sleman dalam kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat dan ASN yang menyadari pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, amanah, dan transparan.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Zakat di Korwil Pakem, Perkuat Pemahaman ASN dan Tenaga Pendidik
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Zakat di Korwil Pakem, Perkuat Pemahaman ASN dan Tenaga Pendidik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali melanjutkan agenda edukasi dan penguatan pemahaman zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dengan menggelar Sosialisasi ZIS di Korwil Pakem, Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kopi Plembon, dan dihadiri oleh perwakilan 20 SD Negeri se-Kapanewon Pakem. Hadir dalam acara tersebut Ketua K3S Pakem, Kawit Suharja, dan Pengawas Korwil Pakem, Heyti Andari, serta jajaran guru dan kepala sekolah dari berbagai SD. Sedangkan dari pihak BAZNAS Sleman dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Sosialisasi ini menjadi penting karena mayoritas pengurus K3S dan Korwil merupakan wajah-wajah baru yang belum familiar dengan program dan peran BAZNAS Sleman dalam pengelolaan zakat ASN. Zakat: Kewajiban Agama yang Diperkuat Regulasi Negara Tim BAZNAS Sleman menyampaikan secara komprehensif urgensi zakat sebagai kewajiban agama yang memiliki dimensi sosial dan spiritual. Tak hanya bernilai ibadah, zakat juga menjadi solusi pengentasan kemiskinan jika dikelola secara kolektif dan terstruktur. Selain sisi syar’i, dipaparkan pula dasar hukum kewajiban zakat yang sudah diatur melalui Undang-Undang Zakat, Peraturan Pemerintah, serta Instruksi Bupati Sleman dan Surat Edaran Bupati tentang optimalisasi zakat ASN melalui BAZNAS. “Masih banyak ASN di wilayah Pakem yang belum mengetahui adanya pemotongan zakat secara otomatis yang bisa dilakukan melalui bendahara instansi. Sosialisasi ini penting agar program zakat di sekolah bisa berjalan dengan baik,” ujar salah satu narasumber dari BAZNAS Sleman. Komitmen Sekolah dan Respon Positif dari Peserta Respons peserta terhadap kegiatan ini cukup positif. Beberapa sekolah bahkan sudah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program zakat. Seperti SD Bulus, yang menyatakan bahwa seluruh pegawainya (100%) telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Sementara itu, SD Banteng menyampaikan bahwa dari 5 guru yang ada, 4 di antaranya adalah non-muslim (Kristiani), dan 1 guru PPPK beragama Islam telah siap mengisi surat kesanggupan zakat. Komitmen serupa juga terlihat dari SD Srowolan dan SD Purworejo. BAZNAS Sleman juga mendorong sekolah untuk memanfaatkan program unggulan di antaranya Sleman Cerdas, di mana sekolah dapat mengakses hingga 60% dari total zakat yang disetorkan untuk mendukung beasiswa siswa kurang mampu serta insentif bagi guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Harapan dan Langkah Lanjut Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak ASN, khususnya para guru dan tenaga pendidik di wilayah Pakem, yang menyadari pentingnya berzakat secara terorganisir melalui lembaga resmi. “Zakat bukan sekadar kewajiban individual, tapi bisa menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat. Kami mengajak semua ASN untuk mengisi formulir kesanggupan agar zakat dapat dipotong otomatis dan dikelola secara transparan,” jelas tim BAZNAS Sleman. Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif dan pembagian formulir kesanggupan zakat. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dalam proses administrasi dan pengajuan program manfaat zakat di kemudian hari.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
Program Fidyah Sleman Tahap 2: BAZNAS Sleman Salurkan 1.672 Paket Makan Siang ke 30 Lokasi
Program Fidyah Sleman Tahap 2: BAZNAS Sleman Salurkan 1.672 Paket Makan Siang ke 30 Lokasi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan dalam rangka Program Fidyah Tahap 2 Tahun 2025. Pada tahap ini, sebanyak 1.672 paket makan siang disalurkan ke 30 lokasi, terdiri dari panti asuhan, pondok pesantren, dan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Program ini merupakan bentuk amanah dari para munfik (pembayar fidyah) yang mempercayakan pengelolaan fidyah mereka kepada BAZNAS Sleman. Adapun paket makan siang tersebut terdiri dari: Nasi, Ayam kremes, Cha buncis wortel telur, Soon cabe, Krupuk, dan Daxu gelas. Penyaluran dilakukan selama empat hari, mulai Selasa, 22 Juli 2025 hingga Jumat, 25 Juli 2025, dengan sasaran utama anak yatim, anak berkebutuhan khusus, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dhuafa, dan fakir miskin. Penyaluran Hari Pertama – Selasa, 22 Juli 2025 Pada hari pertama, penyaluran dilakukan di 6 lokasi dengan total 168 paket, di antaranya: Yayasan Al Barokah Jogokerten – 10 paket Yayasan Daarul Ilmi Sembada – 80 paket Yayasan An-Nuur TAS Cahaya Umat – 25 paket PSAA Muhammadiyah Seyegan – 28 paket PA Yatim Piatu Hajah Sarwati PDHI – 25 paket Penyaluran Hari Kedua – Rabu, 23 Juli 2025 Penyaluran dilanjutkan ke 7 lokasi dengan total 594 paket, antara lain: Panti Asuhan Diponegoro – 166 paket Yayasan Senyum Kita – 18 paket Panti Rehabilitasi Tetirah Dzikir – 165 paket LKSA Ukhuwwatul Aitam – 128 paket PA Muhammadiyah Prambanan – 83 paket PA Putri An Nur Sumberharjo – 27 paket LKSA Madania – 7 paket Penyaluran Hari Ketiga – Kamis, 24 Juli 2025 Sebanyak 483 paket disalurkan ke 8 tempat, di antaranya: Yayasan Bhakti Yaskarim – 66 paket Rumah Yatim Arohman – 13 paket PA Al Kamiliyyah – 40 paket LKSA Nurul Yasmin – 25 paket Amanah Ahsan Hutama – 44 paket PA Ghifari – 35 paket Baitul Qowam LZ – 260 paket Penyaluran Hari Keempat – Jumat, 25 Juli 2025 Hari terakhir penyaluran menyasar 10 lokasi, dengan total 427 paket, termasuk: Yayasan Kiwari – 62 paket PA Muhammadiyah Minggir – 25 paket Panti Asuhan Balita Daarut Taqwa – 139 paket Panti Asuhan Bina Insani – 70 paket LKSA Ashabul Kahfi – 17 paket Rumah Sajada – 61 paket Yayasan Arrayyan Sleman – 8 paket TAS Qonitah – 10 paket PA Muhammadiyah Abu Dzar Al Ghifari – 35 paket Harapan dan Apresiasi Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa program fidyah ini adalah bentuk tanggung jawab lembaga dalam menyalurkan amanah para munfik secara tepat sasaran dan terorganisir. BAZNAS Sleman berharap, melalui program ini, pemberi fidyah (munfik) mendapat kemudahan dalam menunaikan kewajiban mereka, dan para penerima fidyah benar-benar merasakan manfaatnya dalam bentuk konsumsi bergizi. "Terima kasih kepada para munfik yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Sleman. Semoga menjadi keberkahan dan menebar manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar perwakilan BAZNAS Sleman.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
Zakat ASN yang Transparan dan Berdampak: BAZNAS Sleman Sosialisasi di Godean
Zakat ASN yang Transparan dan Berdampak: BAZNAS Sleman Sosialisasi di Godean
Sleman – Komitmen BAZNAS Sleman dalam meningkatkan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus diperkuat. Kali ini, sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) digelar di wilayah Korwil Pendidikan Kapanewon Godean, bertempat di RM Kopi Lampung, Sidokarto, Godean, Kamis 24 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh 24 orang perwakilan kepala sekolah dan guru dari SD se-Kapanewon Godean, serta Ketua K3S Godean dan perwakilan pengurus Korwil Pendidikan. Dari pihak BAZNAS Sleman, turut hadir Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I. Apresiasi untuk Para Muzaki ASN Godean Dalam sambutannya, Drs. Kriswanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para muzaki dari kalangan ASN Godean yang telah aktif menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Menurutnya, zakat yang dikelola secara terorganisir akan memiliki dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Zakat ASN dan Regulasi yang Menguatkan Muhaimin menambahkan bahwa kewajiban zakat bagi ASN telah diperkuat melalui Instruksi Bupati Sleman dan Surat Edaran, yang mendorong ASN Muslim untuk menunaikan zakat penghasilan secara rutin. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan regulasi sekaligus membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan. Pengisian Formulir Kesanggupan: Langkah Awal Menuju Zakat Otomatis Salah satu poin penting dalam pertemuan adalah ajakan kepada para guru untuk mengisi formulir kesanggupan berzakat. Formulir ini menjadi dasar bagi bendahara sekolah untuk melakukan pemotongan zakat secara otomatis, sehingga proses lebih praktis, aman, dan tertib administrasi. Akses Program BAZNAS Sleman untuk Sekolah Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman juga memperkenalkan lima program unggulan yang dapat diakses oleh masyarakat, yakni: Sleman Cerdas (dukungan pendidikan dan beasiswa), Sleman Sehat (layanan kesehatan bagi mustahik), Sleman Makmur (pemberdayaan ekonomi), Sleman Peduli (bantuan sosial dan kebencanaan), Sleman Taqwa (pembinaan keagamaan). Khusus untuk sektor pendidikan, BAZNAS Sleman memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengakses kembali hingga 60% dari total zakat yang disetorkan, khususnya untuk beasiswa siswa kurang mampu serta bantuan insentif bagi GTT dan PTT melalui program Sleman Cerdas. Apresiasi Peserta dan Komitmen Bersama Para peserta sosialisasi menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS kepada sekolah-sekolah di wilayah Godean. Sebagian besar guru menyatakan kesediaan untuk mengisi formulir kesanggupan, sebagai wujud komitmen dalam mendukung program zakat ASN secara sistematis. BAZNAS Sleman berharap para ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, bersedia dipotong gajinya secara rutin untuk zakat dan aktif mengajukan proposal program pendidikan, agar dana zakat benar-benar kembali kepada lingkungan yang membutuhkan.*** Salurkan zakat, infak, sedekah Anda dengan mengakses link berikut: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA24/07/2025 | AYW./
Sinergi Zakat Pendidikan: BAZNAS Sleman Perkuat Komitmen ASN Korwil Prambanan
Sinergi Zakat Pendidikan: BAZNAS Sleman Perkuat Komitmen ASN Korwil Prambanan
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat edukasi dan sinergi dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kegiatan Sosialisasi ZIS bagi ASN Korwil Prambanan, yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di SD Madusari 1 Prambanan. Kegiatan ini diikuti oleh 28 kepala sekolah dan perwakilan guru dari SD se-Kapanewon Prambanan, menunjukkan antusiasme tinggi para pendidik terhadap gerakan zakat yang terorganisir dan berdampak. Hadir sebagai narasumber dari pihak BAZNAS Sleman adalah Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Apresiasi untuk Muzaki ASN dan Penguatan Regulasi Zakat Dalam sambutannya, Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi kepada para muzaki (pembayar zakat), khususnya ASN dari lingkungan Korwil Prambanan, yang telah menunjukkan komitmen dalam menunaikan zakat melalui jalur resmi. Ia juga menekankan bahwa zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi memiliki dampak sosial luas jika dikelola melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Ia menggarisbawahi bahwa saat ini sudah ada Instruksi Bupati Sleman dan Surat Edaran terkait kewajiban berzakat bagi ASN Muslim, sebagai bentuk penguatan regulasi untuk mendorong optimalisasi pengumpulan zakat. Imbauan Pengisian Formulir Kesanggupan Zakat Untuk mempermudah proses penghimpunan, Muhyi juga menghimbau kepada para peserta sosialisasi agar bersedia mengisi formulir kesanggupan berzakat, yang nantinya akan digunakan sebagai dasar pemotongan zakat secara otomatis oleh bendahara masing-masing instansi. “Dengan pengisian formulir ini, pemotongan zakat bisa dilakukan secara konsisten dan amanah oleh bendahara, serta memastikan setiap zakat tersalurkan sesuai ketentuan syariah,” ungkap Muhyi. Lima Program Unggulan dan Hak Akses Sekolah Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan lima program unggulan BAZNAS Sleman, yaitu: Sleman Cerdas (pendidikan), Sleman Sehat (kesehatan), Sleman Peduli (kebencanaan dan sosial), Sleman Makmur (ekonomi dan UMKM), Sleman Taqwa (dakwah dan keagamaan). Muhyi menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat mengakses program Sleman Cerdas, di mana 60% dari total setoran zakat masing-masing sekolah dapat kembali dalam bentuk beasiswa siswa dan bantuan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). Antusiasme dan Komitmen Para Guru Para peserta sosialisasi menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Sleman atas berbagai bantuan yang telah diterima oleh sekolah-sekolah selama ini. Tidak sedikit guru yang menyatakan kesediaannya untuk mengisi formulir kesanggupan, sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi zakat ASN. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran zakat di kalangan pendidik, serta memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Sleman dan institusi pendidikan dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya. Salurkan zakat, infak, sedekah Anda dengan mengakses link berikut: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA24/07/2025 | AYW./
Lebaran Yatim Bahagia 2025: BAZNAS Sleman Hadirkan Keceriaan untuk 445 Anak Yatim
Lebaran Yatim Bahagia 2025: BAZNAS Sleman Hadirkan Keceriaan untuk 445 Anak Yatim
Sleman – Ahad, 20 Juli 2025 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Lebaran Yatim Bahagia 2025 di Hall Garden, Sleman City Hall. Sebanyak 445 anak yatim dari seluruh penjuru Kabupaten Sleman hadir dan menikmati serangkaian kegiatan santunan dan rekreasi yang dirancang khusus untuk membangkitkan semangat dan keceriaan mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.AP., serta Perwakilan kemenag Sleman, Perwakilan Dinas Sosial Sleman, Perwakilan Dinas Pendidikan Sleman, dan Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Turut hadir Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Menghadirkan Senyum dan Harapan Baru Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa “Lebaran Yatim Bahagia” bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang berakar dari nilai zakat, infak, dan sedekah. Menurut beliau, nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi peradaban Islam yang berkeadilan. “Hari ini kita berikhtiar menghadirkan senyum bahagia bagi 445 anak yatim. Santunan dan rekreasi ini kami niatkan untuk membangun rasa percaya diri, harapan, dan semangat baru bagi mereka,” ungkapnya. BAZNAS Sleman memberikan santunan kepada 430 anak yatim dari 86 Kalurahan dan 15 anak dari Pondok Diponegoro Sleman. Setiap anak menerima bantuan senilai Rp 250.000, tumbler, dan tiket wahana bermain di Mall Sleman City Hall. Total nilai bantuan mencapai Rp 250.000.000. Pendataan anak-anak dilakukan melalui kerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial Sleman. Sekda Sleman: Doakan Kami Agar Terus Bisa Berbagi Dalam sambutannya, Sekda Sleman Drs. Susmiarto, M.M. mengapresiasi kegiatan ini dan mengajak anak-anak untuk tetap semangat belajar. Ia juga mengaitkan momen ini dengan kontribusi para ASN yang telah menunaikan zakat dan infak melalui BAZNAS. “Zakat dari para ASN ini disalurkan kepada adik-adik semua. Doakan kami agar sehat dan selamat dalam bekerja, supaya bisa terus berbagi,” katanya. Di sela-sela sambutan, Susmiarto juga menyapa dan menguji pengetahuan anak-anak seputar Kabupaten Sleman dan BAZNAS. Ia memberikan uang saku bagi anak-anak yang berani maju dan menjawab pertanyaan seperti: “Apa kepanjangan dari BAZNAS?” dan “Sebutkan ada berapa Kapanewon di Sleman!”. Selain itu, beliau berharap anak-anak bisa terus bersekolah, meraih prestasi, dan kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga kelak kalian semua bisa sekolah, berprestasi, ketika dewasa kelak, bekerja, dan menjadi generasi yang membawa manfaat. Aamiin,” harapnya. Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat BAZNAS Sleman menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Sleman, para ASN muzakki, serta seluruh mitra dari instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, dan media massa. “Kepercayaan para muzakki, khususnya ASN, adalah bahan bakar utama gerakan kebaikan ini. Mari terus bangun ekosistem zakat yang kuat, transparan, dan berdampak,” imbuh Ketua BAZNAS Sleman. Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan mengajak anak-anak bermain di wahana bermain Happytopia dan Boulder Trampolin Park. Anak-anak nampak antusias, bahagia, untuk menikmati seluruh permainan yang ada. Seperti yang diungkapkan beberapa peserta Lebaran Yatim Bahagia, Raina, Atika, dan Agung yang kali pertama bermain di wahana bermain yang ada di Sleman City Hall. “Senang banget, seru, baru pertama kali main di playground. Hampir semua permainan dicobain,” kata Rania, siswi kelas 6 SD Muhammdiyah Girikerto, Turi. “Seru, kalau diajak main lagi mau banget,” ujar Atika, siswi kelas 5 SD Ibnu Abbas 2, Pakem. “Senang, baru pertama kali,” ungkap Agung, murid TK di Wukir Sari, Cangkringan, Sleman.***
BERITA21/07/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Apresiasi UPZ Sekolah Berprestasi pada Sosialisasi ZIS 2025
BAZNAS Sleman Apresiasi UPZ Sekolah Berprestasi pada Sosialisasi ZIS 2025
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada tiga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah berprestasi di Kabupaten Sleman. Apresiasi tersebut diberikan di sela-sela acara Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta pembinaan UPZ sekolah/madrasah di Aula Pangripta Bappeda Sleman, Rabu (16/7/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi UPZ sekolah dalam mendukung pengelolaan ZIS di Sleman. Penghargaan diberikan kepada UPZ MAN 3 Sleman, UPZ SMPN 1 Ngemplak, dan UPZ TK & SD Model Sleman. Ketiga sekolah tersebut dinilai unggul dalam kategori penghimpunan terbanyak, pengajuan program terbaik, serta pelaporan data dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana yang transparan. Acara ini diikuti oleh 66 perwakilan sekolah/madrasah negeri di Kabupaten Sleman. Sosialisasi dan pembinaan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh BAZNAS Sleman untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan gerakan zakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, yaitu Wakil Ketua 1 Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Hadir pula Kepala Seksi PAIS dan PLT ZAWA Kemenag Sleman Ali Afandi, S.Ag., serta PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, S.Sos., M.M. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutan yang disampaikan oleh Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi kepada seluruh UPZ sekolah di Sleman. Ia menekankan bahwa UPZ sekolah memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengumpulan ZIS. “Alhamdulillah, capaian penghimpunan ZIS oleh BAZNAS Kabupaten Sleman pada Semester I tahun 2025 telah mencapai Rp6 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp4,5 miliar telah disalurkan kepada lebih dari 27.000 mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial. UPZ sekolah berkontribusi signifikan, yaitu sebesar 34% dari total penghimpunan ZIS tahun lalu,” ujarnya. Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., mengajak seluruh warga sekolah untuk terus berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. Ia juga menyoroti pentingnya pendataan penerima manfaat agar penyaluran zakat tepat sasaran, khususnya bagi guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT), dan siswa yang membutuhkan. “Kerelaan kita menyisihkan sebagian harta untuk zakat, infak, dan sedekah sangat membantu anak-anak kita serta tenaga pendidik di Sleman. Peran UPZ sekolah sangat strategis dalam membangun kepedulian sosial di lingkungan pendidikan,” tuturnya. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh UPZ sekolah untuk terus meningkatkan kontribusi mereka dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan profesional.
BERITA18/07/2025 | AYW./
Optimalisasi Zakat di Dunia Pendidikan, BAZNAS Sleman Adakan Pembinaan UPZ Sekolah 2025
Optimalisasi Zakat di Dunia Pendidikan, BAZNAS Sleman Adakan Pembinaan UPZ Sekolah 2025
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda tahunan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi sekolah dan madrasah di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pangripta Bappeda Sleman pada Rabu, 16 Juli 2025 dan diikuti oleh 66 perwakilan sekolah/madrasah negeri se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Sleman dalam mengoptimalkan penghimpunan ZIS serta membangun kesadaran zakat di dunia pendidikan untuk memberdayakan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, di antaranya Wakil Ketua 1 Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Selain itu, turut hadir Kepala Seksi PAIS dan PLT ZAWA Kemenag Sleman Ali Afandi, S.Ag., serta PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, S.Sos., M.M. Sinergi Dunia Pendidikan dan Gerakan Zakat Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan zakat. “Institusi pendidikan adalah pilar penting dalam membentuk generasi yang peduli sosial dan memiliki kontribusi nyata melalui ZIS. Kami mengajak sekolah untuk lebih aktif dalam peran UPZ sebagai motor penggerak penghimpunan zakat di lingkungan pendidikan,” ujarnya. Muhyi menambahkan, penghimpunan ZIS oleh BAZNAS Sleman pada Semester I tahun 2025 telah mencapai Rp6 miliar, dengan penyaluran sebesar Rp4,5 miliar yang memberi manfaat bagi sekitar 27.000 mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan sosial. Dari total penghimpunan tersebut, kontribusi UPZ sekolah mencapai 34%, menunjukkan potensi strategis sekolah dalam menggerakkan ekonomi umat. Apresiasi untuk UPZ Berprestasi Dalam acara tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ sekolah dengan kontribusi terbaik dalam penghimpun ZIS terbanyak, aktif dalam pelaporan data serta penggunaan dana yang transparan, yaitu MAN 3 Sleman,, SMPN 1 Ngemplak, dan TK & SD Model Sleman. Wakil Ketua 1, dr. Andung, menekankan pentingnya pengelolaan dana ZIS secara amanah dan akuntabel. “Dana zakat yang dihimpun adalah amanah umat. Semua harus dikelola sesuai syariat dan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegasnya. Dorongan Peran Aktif Guru dan Siswa Kepala Seksi PAIS Kemenag Sleman, Ali Afandi, S.Ag., berharap sekolah dapat menjadi pelopor gerakan zakat seperti halnya program manasik haji yang sudah berjalan baik. “Kami berharap zakat dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf termotivasi untuk menunaikan ZIS,” katanya. Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam memberdayakan UPZ sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi seluruh sekolah untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menjadi bagian dari gerakan zakat di Sleman. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pelaporan ZIS, strategi penguatan UPZ sekolah/madrasah, dan program pendistribusian BAZNAS Sleman. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang antusias diikuti para peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan UPZ sekolah di Kabupaten Sleman semakin optimal dalam mengelola dan menghimpun ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan pemerataan ekonomi di masyarakat.***
BERITA17/07/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY untuk Tingkatkan Sinergi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY untuk Tingkatkan Sinergi Pengelolaan Zakat
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan BAZNAS Sleman dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY, yang digelar pada Selasa, 15 Juli 2025 di Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta. Rakorda ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Provinsi DIY serta seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, termasuk Direktur Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta dan perwakilan staf pelaksana dari masing-masing lembaga. Dari BAZNAS Sleman, hadir Ketua Drs. Kriswanto, M.Sc., Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Kepala Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sinergi Program Zakat untuk Sleman dan DIY Kegiatan Rakorda ini bertujuan memperkuat koordinasi dan memastikan implementasi pengelolaan zakat berjalan lebih optimal dan akuntabel. Salah satu agenda utama adalah evaluasi kinerja pengelolaan zakat tahun 2025 serta penyusunan dokumen perencanaan untuk tahun 2026. Rakorda juga membahas penggunaan sistem aplikasi baru berbasis integrasi untuk Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) yang akan mulai diimplementasikan tahun 2026. Sistem ini diharapkan mampu mempermudah pelaporan dan memastikan distribusi zakat, infak, dan sedekah yang lebih merata kepada masyarakat yang berhak menerima. Dalam sesi sharing, BAZNAS Sleman, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., memaparkan sejumlah koordinasi strategis yang telah dijalankan, di antaranya:? Kerja sama penyaluran zakat dengan pihak ketiga seperti POLDA DIY.? Program pembinaan bersama Lapas Sleman melalui Madrasah Al-Qur’an, yang juga menggandeng Kemenag dan POLDA.? Penyusunan rencana anggaran yang sesuai dengan prosedur pelaporan nasional, termasuk pengisian data melalui Sistem Manajemen BAZNAS (SIMBA). Komitmen BAZNAS Sleman untuk Mustahik Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi antara BAZNAS Provinsi DIY dan BAZNAS Kabupaten/Kota. “Melalui Rakorda, kita bisa menyinkronkan langkah-langkah strategis agar penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin optimal. Dengan sinergi yang kuat, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik di Sleman maupun DIY secara keseluruhan,” ujarnya. Selain membahas rencana kerja dan anggaran, Rakorda juga menjadi wadah untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam program pemberdayaan ekonomi umat, distribusi zakat, dan inovasi layanan berbasis teknologi digital. Optimalisasi Program Zakat di Era Digital Ke depan, BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan, tidak hanya dalam penghimpunan tetapi juga pendistribusian zakat, infak, dan sedekah. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, diharapkan proses penyaluran zakat semakin transparan, cepat, dan tepat sasaran. “Kolaborasi ini menjadi kunci agar masyarakat semakin percaya untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Dukungan seluruh pihak sangat kami harapkan agar program-program zakat di Sleman bisa terus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” tambah Kriswanto. Rakorda BAZNAS se-DIY ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi bersama untuk penguatan peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia. Harapannya, keberadaan BAZNAS mampu membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.*** Bayar zakat, infaq, sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, klik link: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA16/07/2025 | AYW./
Fidyah Ramadan 2025: BAZNAS Sleman Salurkan 981 Paket Makanan ke PHL melalui Tiga Dinas
Fidyah Ramadan 2025: BAZNAS Sleman Salurkan 981 Paket Makanan ke PHL melalui Tiga Dinas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan fidyah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Penyaluran fidyah ini dilakukan melalui tiga dinas, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP). Kegiatan pendistribusian ini berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025, mulai pukul 07.00 WIB. Total sebanyak 981 paket makanan dibagikan langsung kepada para pekerja lapangan di tiga instansi tersebut. Rinciannya, 364 paket disalurkan untuk tenaga PHL DLH Sleman, 68 paket untuk pegawai lapangan Dishub Sleman, dan 549 paket untuk pegawai lapangan PUPKP Sleman. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., turut hadir langsung dalam penyerahan fidyah di DLH Sleman. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Peduli BAZNAS Sleman untuk memastikan fidyah yang dititipkan masyarakat dapat tersalurkan tepat sasaran. “Fidyah yang kami distribusikan ini merupakan amanah dari masyarakat yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena kondisi tertentu. Kami ingin memastikan bahwa amanah ini sampai kepada mereka yang berhak,” ungkap Kriswanto. Sementara itu, penyerahan fidyah di Dishub Sleman diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., bersama Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sedangkan di PUPKP Sleman, pendistribusian fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Pada tahap pertama penyaluran ini, BAZNAS Sleman menyalurkan fidyah dengan total nilai Rp17.820.000. Setiap paket makanan berisi nasi, bistik galantin (2 pcs), balado kentang, sayur kalasan, dan air mineral kemasan gelas. Apa Itu Fidyah? Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan. Dengan menyalurkan fidyah melalui BAZNAS Sleman, masyarakat dapat memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan tersampaikan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan. “InsyaAllah fidyah yang ditunaikan menjadi berkah bagi yang memberi dan bermanfaat bagi yang menerima,” tutup Kriswanto.***
BERITA11/07/2025 | AYW./
Rihlah Yatim Bahagia: BAZNAS Sleman Ajak 30 Anak Yatim Liburan Sambut 10 Muharram 1447 H
Rihlah Yatim Bahagia: BAZNAS Sleman Ajak 30 Anak Yatim Liburan Sambut 10 Muharram 1447 H
Sleman – Senyum ceria terpancar di wajah 30 anak yatim saat mereka diajak menikmati wisata edukasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan bertajuk “Rihlah Yatim Bahagia” ini diadakan sebagai bentuk syukur dalam menyambut 10 Muharram 1447 H, yang juga dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim. Anak-anak yatim dari dua panti asuhan dan pondok pesantren di Sleman dibawa untuk menjelajahi keindahan Lawu Park, Karanganyar, serta berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari program Sleman Peduli BAZNAS Sleman, sekaligus hasil kolaborasi bersama BAZNAS DIY, Bantul, dan Gunungkidul dalam pentasyarufan bersama. “Program ini menjadi upaya kami menghadirkan kebahagiaan untuk anak-anak yatim. Kami ingin mereka merasakan liburan yang berkesan, meskipun selama ini mungkin belum pernah mendapat kesempatan seperti ini,” katanya. Rihlah Anak Yatim : Liburan yang Penuh Makna Sebanyak 15 anak berasal dari Panti Asuhan Muhammadiyah Ukhuwwatul Aitam, Berbah, dan 15 lainnya dari Panti Asuhan serta Pondok Pesantren Zuhriyah, Ngaglik. Mereka terlihat begitu antusias saat menikmati berbagai wahana di Lawu Park yang penuh dengan nuansa alam dan edukasi. Pendamping dari PAPP Zuhriyah, Muhammad Wildan Firdaus, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, anak-anak sangat senang. Ini tidak hanya jadi ajang liburan, tetapi juga meningkatkan kekompakan mereka setelah penatnya ujian dan kegiatan di pondok,” katanya. Ahmad, salah satu anak dari PAPP Zuhriyah, mengaku acara ini sangat berkesan. “Bagi kami, jalan-jalan seperti ini adalah hal yang mustahil karena kondisi ekonomi keluarga. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman. Semoga program seperti ini terus berlanjut untuk anak-anak seperti kami,” ungkapnya. Kebahagiaan yang Menular Sementara itu, pendamping dari PAPP Ukhuwwatul Aitam, H. Khasmino Anwar, juga turut menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat gembira. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman yang sudah memberikan kebahagiaan ini. Semoga ke depan program seperti ini terus ada dan bergilir untuk anak-anak lainnya,” ujarnya penuh syukur. Hafiz Dwi Nur Aditya (12), santri dari PAPP Ukhuwwatul Aitam, tak kuasa menyembunyikan rasa senangnya. “Seru sekali, saya belum pernah jalan-jalan sejauh ini. Ini pertama kalinya saya ke Lawu Park. Semoga tahun depan ada lagi,” katanya penuh semangat. Komitmen untuk Anak Yatim dan Dhuafa Kegiatan Rihlah Yatim Bahagia menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Program ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mendorong anak-anak yatim untuk terus semangat meraih cita-cita. “Semoga sinergi yang terjalin antara BAZNAS Sleman, DIY, Bantul, dan Gunungkidul ini bisa menghadirkan lebih banyak manfaat dan menjangkau lebih banyak anak yatim di masa mendatang,” tutup Kriswanto.***
BERITA07/07/2025 | AYW./
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan 1000 Tas dan Peralatan Sekolah ke 1000 Siswa SD
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan 1000 Tas dan Peralatan Sekolah ke 1000 Siswa SD
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program Sleman Cerdas. Pada tahun 2025 ini, BAZNAS Sleman melaksanakan kegiatan bertajuk “Program Pembagian 1000 Tas dan Peralatan Sekolah” yang ditujukan bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) tidak mampu di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menyasar 1000 siswa dari keluarga prasejahtera yang tersebar di 17 kapanewon (kecamatan) di Sleman. Pembagian bantuan dilakukan secara bertahap mulai bulan Juni hingga Juli 2025 oleh masing-masing koordinator wilayah pendidikan di setiap kecamatan. Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan, program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu sekaligus mendukung semangat belajar para siswa. “Setiap anak yang menerima bantuan mendapatkan paket berupa tas sekolah lengkap dengan peralatan tulis-menulis. Harapannya, program ini bisa memotivasi mereka agar lebih semangat menempuh pendidikan,” ujarnya. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp200 juta. Bantuan disalurkan ke hampir 500 sekolah dasar di Kabupaten Sleman, dengan setiap sekolah menerima 1 hingga 4 paket bantuan. Jumlah paket yang diterima setiap sekolah disesuaikan dengan laporan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari sekolah masing-masing. Dengan adanya program Sleman Cerdas, BAZNAS Sleman berharap dapat mendukung terwujudnya generasi penerus yang lebih cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat yang tepat sasaran dan transparan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga melalui program ini, anak-anak di Sleman semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-cita mereka tanpa terkendala kebutuhan dasar pendidikan,” pungkas Kriswanto.***
BERITA04/07/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →