WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
BAZNAS Sleman Kembali Raih Opini WTP 2025, Delapan Tahun Berturut-Turut Jaga Transparansi ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menorehkan capaian membanggakan. Pada Tahun Buku 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman resmi memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen, Dian Utami Public Accounting Firm, atas laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dengan raihan WTP tahun 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman tercatat delapan tahun berturut-turut memperoleh opini WTP atas laporan keuangan, sejak tahun 2018 hingga 2025. Berdasarkan laporan auditor independen, audit dilakukan terhadap Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman yang meliputi Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2025, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, serta ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan catatan penjelasan lainnya. Dalam opini auditor disebutkan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Sleman menyajikan secara wajar tanpa pengecualian dalam semua hal yang material, posisi keuangan per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Penyajian laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 409 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah. BAZNAS Kabupaten Sleman juga memaparkan rekapitulasi penghimpunan dan pentasharufan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025. Total penghimpunan ZIS sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp13.402.731.788, sementara total pentasharufan mencapai Rp12.132.792.400. Adapun total penghimpunan ZIS tersebut terdiri dari zakat sebesar Rp12.291.910.861, serta infak dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp1.110.820.927. Dana yang terhimpun dan disalurkan tersebut telah memberikan manfaat kepada 55.352 penerima manfaat di berbagai sektor program BAZNAS Kabupaten Sleman. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh muzaki atas kepercayaan yang telah diberikan. Menurutnya, capaian Opini WTP ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. “Terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu muzaki yang telah menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan DSKL melalui BAZNAS Kabupaten Sleman pada tahun 2025 ini. Alhamdulillah, laporan keuangan kami kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkap Kriswanto. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman akan terus berkomitmen menjaga amanah umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi serta standar akuntansi yang berlaku. Dana ZIS yang dihimpun akan terus dioptimalkan untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dan dakwah di Kabupaten Sleman. Mengakhiri pernyataannya, Kriswanto juga menyampaikan doa bagi para muzaki. “Semoga Allah SWT memberikan pahala atas harta yang telah dizakatkan dan diinfakkan, mensucikan harta yang tertinggal, serta melimpahkan keberkahan. Aamiin.” Dengan diraihnya Opini WTP selama delapan tahun berturut-turut, BAZNAS Kabupaten Sleman semakin meneguhkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan profesional, sekaligus menjadi mitra strategis masyarakat dalam menyalurkan ZIS untuk kemaslahatan umat.***
BERITA13/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
BAZNAS Sleman Jemput Zakat di Kejaksaan Negeri Sleman Senilai Rp30 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjemput zakat di Kejaksaan Negeri Sleman pada Senin, (12/012026), yang dilaksanakan bertepatan dengan apel pagi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sleman. Kegiatan tersebut sebagai upaya BAZNAS Kabupaten Sleman dalam memperkuat sinergi dengan instansi pemerintah dalam optimalisasi pengumpulan zakat. Penyerahan zakat dilakukan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman, Bambang Yunianto, S.H., kepada Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh jajaran pegawai Kejaksaan Negeri Sleman yang mengikuti apel pagi, sehingga berlangsung secara terbuka, khidmat, dan penuh makna. Zakat yang diserahkan merupakan hasil penghimpunan zakat dari para pegawai Kejaksaan Negeri Sleman dengan total nilai mencapai Rp30.000.000. Dana zakat tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada para mustahik melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada kesejahteraan umat. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman hadir bersama jajaran pimpinan dan pelaksana. Turut mendampingi Kepala BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., serta pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Kehadiran jajaran BAZNAS ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan zakat yang profesional, amanah, dan transparan kepada para muzaki. Kepala BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kejaksaan Negeri Sleman kepada BAZNAS Sleman sebagai lembaga resmi pengelola zakat. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi dengan instansi pemerintah sangat penting dalam mendorong optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Sleman. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan kami kelola secara profesional dan akuntabel. Dana ini akan disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak, melalui program-program unggulan BAZNAS Sleman, baik di bidang sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun dakwah,” ungkap Kriswanto. Usai prosesi penyerahan zakat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pelaksana Bidang I BAZNAS Sleman, Abdul Sitah, M.M. Doa zakat penghasilan tersebut dibacakan agar zakat yang telah ditunaikan menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT, membawa keberkahan bagi para muzaki, serta memberikan manfaat luas bagi para penerima zakat. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Sleman dan jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Momen ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara lembaga pemerintah dan BAZNAS dalam mendukung pengelolaan zakat yang amanah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan jemput zakat ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk mendekatkan layanan kepada para muzaki, sekaligus memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman.***
BERITA12/01/2026 | ayw./
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
Warga Kalurahan Sariharjo Salurkan Donasi Rp55,5 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi berasal dari warga Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh Lurah Sariharjo, Sarbini, S.Sos., bersama sejumlah perangkat kalurahan ke Kantor BAZNAS Sleman pada Kamis (8/1/2026). Adapun total donasi yang diserahkan sebesar Rp55.579.000, yang merupakan hasil penghimpunan dari seluruh elemen masyarakat Kalurahan Sariharjo. Kedatangan rombongan dari Kalurahan Sariharjo disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., beserta para pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman. Penyerahan donasi berlangsung khidmat dan penuh rasa kebersamaan sebagai wujud solidaritas antarwarga untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Dalam sambutannya, Kriswanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian warga Kalurahan Sariharjo yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui BAZNAS Sleman. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi, M.Kes., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan laporan perkembangan penghimpunan donasi. Hingga hari ini, total donasi yang berhasil dihimpun BAZNAS Sleman telah mencapai Rp795 juta. Sebelumnya, laporan penghimpunan donasi tersebut juga telah disampaikan secara simbolis kepada Bupati Sleman. “Kami juga matur ke pak Bupati, kami masih terus menggalang donasi. Sehingga diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah,” jelas Kriswanto. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Sleman menjelaskan rencana penyaluran bantuan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pekan depan, BAZNAS Sleman dijadwalkan berangkat untuk mengirimkan bantuan ke wilayah Cilacap dan Banjarnegara. Selanjutnya, pada hari Jumat, akan dilaksanakan prosesi penyerahan donasi untuk korban bencana Sumatera dan Aceh kepada BAZNAS RI secara daring melalui Zoom, dengan mekanisme transfer dana. Adapun wilayah utama sasaran penyaluran bantuan meliputi Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Mamuju Kota, serta Cilacap, Jawa Tengah. Sementara itu, Lurah Sariharjo, Kusbini, S.Sos., menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat di wilayahnya. “Yang kami sampaikan ke BAZNAS Sleman sejumlah Rp55.579.000,. Terima kasih sudah diterima, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ungkap Sarbini. Kegiatan silaturahmi dan penyerahan donasi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian warga Kalurahan Sariharjo terhadap sesama.***
BERITA08/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp5 Juta dari LAZ Pundi Surga untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Kali ini, donasi disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Pundi Surga dan diserahkan langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Rabu (31/12/2025). Donasi sebesar Rp5.000.000 tersebut diterima secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc. Penyerahan donasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian LAZ Pundi Surga terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat dalam aksi kemanusiaan. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan LAZ Pundi Surga kepada BAZNAS Sleman sebagai mitra penyaluran bantuan. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga zakat sangat penting dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata kepada masyarakat terdampak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada LAZ Pundi Surga atas kepedulian dan kepercayaannya. Donasi ini akan kami salurkan secara amanah dan transparan untuk membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh,” ujar Kriswanto. Ia menambahkan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan kepedulian dan solidaritas dari seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi antara BAZNAS dan LAZ, diharapkan proses penghimpunan dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak yang nyata bagi para korban. Dengan menyalurkan donasi melalui BAZNAS Sleman, pihaknya berharap bantuan dapat tersampaikan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan bahwa seluruh donasi yang diterima akan dikelola sesuai prinsip amanah, profesional, dan akuntabel. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI serta pihak terkait agar dapat menjangkau wilayah terdampak secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat dan lembaga lainnya untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya dalam situasi darurat bencana. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan dukungan dan kepercayaan yang terus mengalir, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.***
BERITA05/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
BAZNAS Sleman Terima Donasi Rp49 Juta dalam Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Bupati Sleman, pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp49.050.000 yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Donasi diterima secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., yang hadir mewakili BAZNAS Sleman dalam acara tersebut. Nasirun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyelenggara PAUD se-Kabupaten Sleman atas kepedulian dan partisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, donasi yang dihimpun merupakan wujud nyata solidaritas dan empati dari insan pendidikan terhadap sesama yang tengah mengalami musibah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman. Donasi ini akan kami kelola dan salurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujar Nasirun. Selain BAZNAS Sleman, terdapat lembaga lain yang juga menerima donasi dalam kegiatan tersebut, yaitu PMI Kabupaten Sleman dan LazisMu Sleman, masing-masing dengan nominal donasi yang sama, yakni Rp49.050.000. Penyaluran donasi melalui beberapa lembaga kemanusiaan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan serta menjangkau lebih banyak korban bencana. Kegiatan Rakor Penyelenggara PAUD se-Sleman tidak hanya menjadi forum koordinasi program pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Melalui partisipasi dalam penggalangan donasi ini, para pendidik PAUD menunjukkan peran strategisnya dalam menumbuhkan budaya empati dan gotong royong, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan, dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat ZIS serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat semakin meningkat. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, terutama dalam situasi darurat bencana. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, BAZNAS Kabupaten Sleman optimistis dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, baik di tingkat lokal maupun nasional.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi program bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Sleman, yang digelar pada Selasa (30/12/2025) di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 10 Lembaga Amil Zakat yang beroperasi di wilayah Sleman. Dari undangan tersebut, tercatat 6 perwakilan LAZ hadir dan mengikuti agenda koordinasi secara langsung. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana program zakat tahun 2026. Koordinasi dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P. Dalam sambutannya, Nasirun menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga amil zakat agar pengelolaan ZIS di Kabupaten Sleman dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Koordinasi ini merupakan agenda rutin yang kami lakukan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan menyelaraskan rencana program masing-masing LAZ ke depan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengentasan masalah sosial di Sleman,” ujar Nasirun. Dalam forum tersebut, masing-masing perwakilan LAZ diberikan kesempatan untuk menyampaikan gambaran umum rencana program yang akan dijalankan pada tahun 2026. Program-program tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, sosial kemanusiaan, hingga program dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Melalui diskusi ini, BAZNAS Sleman berupaya memetakan potensi kolaborasi antar lembaga agar penyaluran dana ZIS dapat lebih optimal dan tepat sasaran. Nasirun juga menyampaikan bahwa BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjalankan perannya sebagai koordinator pengelolaan zakat di daerah, sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, koordinasi dengan LAZ menjadi langkah strategis dalam menjaga tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. “Kami berharap melalui koordinasi ini, ke depan akan terbangun sinergi program yang lebih kuat. Dengan kolaborasi yang baik, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik dan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Suasana koordinasi berlangsung dialogis dan konstruktif. Para peserta saling bertukar pandangan, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program zakat di lapangan. Selain membahas rencana program, forum ini juga menjadi ajang mempererat silaturahim antar pengelola zakat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman berharap, hasil dari koordinasi ini dapat menjadi pijakan bersama dalam menyusun program zakat tahun 2026 yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara BAZNAS dan LAZ diharapkan mampu memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan di Kabupaten Sleman.***
BERITA31/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan silaturahim dan studi banding dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (30/12/2025) di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman dan menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat diwakili oleh Wakil Ketua I, Firmansyah, S.Pd., M.M. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Suasana pertemuan berlangsung hangat, santai, dan penuh nuansa kekeluargaan. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat melakukan studi banding terkait strategi penghimpunan dana ZIS yang selama ini diterapkan oleh BAZNAS Sleman. Sleman dinilai berhasil membangun sistem penghimpunan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas sosial dan keagamaan. Firmansyah menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan serta memperoleh referensi praktik terbaik yang dapat diadaptasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengapresiasi keterbukaan BAZNAS Sleman dalam berbagi pengalaman dan strategi, khususnya dalam membangun kepercayaan publik serta optimalisasi potensi zakat di daerah. “Kami melihat BAZNAS Sleman memiliki sistem penghimpunan yang cukup kuat dan konsisten. Melalui studi banding ini, kami berharap dapat belajar langsung dan mengambil hal-hal positif yang bisa diterapkan di Sumbawa Barat,” ungkap Firmansyah. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menjelaskan bahwa keberhasilan penghimpunan ZIS tidak terlepas dari sinergi yang baik antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang komunikatif, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan muzakki. “BAZNAS Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi penghimpunan. Mulai dari penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pemanfaatan kanal digital, hingga pendekatan edukatif kepada masyarakat. Kami senang jika pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi daerah lain,” ujar Muhyi Darmaji. Diskusi dan dialog antara kedua belah pihak berlangsung interaktif. Berbagai topik dibahas, mulai dari strategi peningkatan penghimpunan, penguatan kelembagaan, pengelolaan UPZ, hingga tantangan yang dihadapi dalam mengelola zakat di daerah masing-masing. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga BAZNAS di Indonesia. Kunjungan silaturahim dan studi banding ini menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, BAZNAS di berbagai daerah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Rangkaian kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diantarkan langsung oleh para donatur ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (29/12/2025). Kali ini, donasi berasal dari dua pihak, yaitu SD Negeri Sarikarya, Kragilan, Condongcatur dan Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh Tahun 2017. Total donasi yang diterima mencapai Rp4.153.000, dengan rincian donasi dari SDN Sarikarya sebesar Rp3.153.000, serta dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 sebesar Rp1.000.000. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang terus mengalir dari masyarakat Sleman, termasuk dari lingkungan pendidikan dan komunitas keagamaan. Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan empati sosial masih sangat kuat. Donasi dari SDN Sarikarya memiliki nilai yang sangat istimewa. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan dari para siswa dan siswi kelas 1 hingga kelas 6 yang dengan penuh kesadaran menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak usia dini. “Ini donasi dari siswa siswi kami dari kelas 1 sampai 6,” ungkap perwakilan BAZNAS Sleman. Sementara itu, donasi dari Alumni Haji KBIHU Ar Raudhoh 2017 menjadi wujud nyata kepedulian jamaah dan alumni haji terhadap kondisi kemanusiaan di tanah air. Melalui donasi ini, para alumni berharap dapat ikut meringankan penderitaan korban bencana sekaligus memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial. BAZNAS Kabupaten Sleman memastikan bahwa seluruh donasi yang diterima akan disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran melalui mekanisme resmi BAZNAS. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BAZNAS RI dan pihak terkait agar dapat menjangkau masyarakat terdampak di Sumatera dan Aceh secara optimal. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi, terutama dalam situasi darurat bencana. Setiap donasi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. Dengan kepercayaan yang terus diberikan oleh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjadi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.***
BERITA30/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman secara resmi menyampaikan hasil penggalangan donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Penyampaian donasi dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman kepada Bupati Sleman dalam rangkaian acara Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 Tahun 2026 Kabupaten Sleman, yang berlangsung di Pendopo Parasamya, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman. Turut hadir Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, kepala instansi vertikal, Wakil Ketua DPRD Sleman, jajaran Komisi B DPRD Sleman, kepala BUMD, pimpinan perusahaan di wilayah Sleman, pimpinan perguruan tinggi, para Panewu, serta seluruh tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, secara simbolis menyerahkan laporan dan hasil donasi kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M. Penyerahan ini menjadi bentuk akuntabilitas dan transparansi BAZNAS Sleman kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Drs. Kriswanto menyampaikan bahwa donasi yang berhasil dihimpun merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Sleman terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam. Total donasi yang terkumpul dari seluruh lapisan masyarakat Sleman mencapai Rp693.778.700. “Alhamdulillah, berkat sinergi dan kepedulian masyarakat Sleman, donasi untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh dapat terkumpul. Dana ini berasal dari partisipasi ASN, pelaku usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat umum. Seluruhnya akan disalurkan melalui mekanisme yang amanah dan tepat sasaran,” ujar Kriswanto. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana donasi sesuai prinsip syariah, transparansi, dan profesionalisme. BAZNAS Sleman akan terus bersinergi dengan BAZNAS RI serta pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat segera diterima oleh para korban bencana. Momentum penyampaian donasi dalam acara resmi penyampaian SPPT PBB P2 Kabupaten Sleman dinilai tepat, karena dihadiri oleh berbagai unsur strategis daerah. Hal ini sekaligus menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi, khususnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan tersampaikannya hasil donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin meningkat. Ke depan, BAZNAS Sleman akan terus mengoptimalkan peran sebagai lembaga pengelola dana umat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas.***
BERITA29/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi dari Lembaga Pendidikan untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi dari Lembaga Pendidikan untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima donasi kemanusiaan dari para donatur untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh lembaga pendidikan di Kabupaten Sleman sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana. Pada Selasa, 23 Desember 2025, SMP Negeri 3 Prambanan menyerahkan donasi sebesar Rp4.023.000 yang diantarkan langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman dan diterima oleh tim pengelola sebagai amanah untuk disalurkan kepada para korban bencana. Selanjutnya, pada Rabu, 24 Desember 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima donasi dari SD Negeri Karangasem sebesar Rp3.200.000. Donasi tersebut juga diserahkan secara langsung ke kantor BAZNAS Sleman sebagai wujud kepedulian warga sekolah terhadap musibah bencana yang melanda Sumatera dan Aceh. Pada hari yang sama, SMA Angkasa turut menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp4.926.000. Menariknya, donasi tersebut diantarkan langsung oleh tiga orang perwakilan siswa SMA Angkasa ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran para siswa ini mencerminkan partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan serta penanaman nilai empati dan solidaritas sosial sejak dini. Penyerahan donasi dari perwakilan siswa SMA Angkasa disambut hangat oleh tim BAZNAS Sleman. BAZNAS memberikan apresiasi atas inisiatif sekolah yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses penyaluran donasi, sehingga nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial dapat dirasakan dan dipahami secara nyata oleh para pelajar. BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, yakni SMP Negeri 3 Prambanan, SD Negeri Karangasem, dan SMA Angkasa, atas kepercayaan yang diberikan dalam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS Sleman. Seluruh dana yang dihimpun akan dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui program kemanusiaan BAZNAS untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para korban bencana di Sumatera dan Aceh, seperti bantuan logistik, pangan, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan pascabencana. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan dapat tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak. Melalui peran aktif lembaga pendidikan dan generasi muda dalam aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Sleman berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Sleman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan melalui lembaga resmi agar bantuan yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik dan berkelanjutan.***
BERITA24/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
BAZNAS Sleman Dukung Pemberdayaan Perempuan Tani melalui Bantuan Alsintan pada Peringatan Hari Ibu 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman turut berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penguatan sektor pertanian lokal pada Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang digelar pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya & Berbudaya” dan merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dengan Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Lestari wilayah Sleman dan Ngaglik. Acara tersebut diselenggarakan oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dan diikuti oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari anggota Paguyuban KWT Arum Lestari, perwakilan Dharma Wanita, penyuluh pertanian, serta tamu undangan dari unsur pemerintah daerah. Peringatan Hari Ibu 2025 ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati Sleman, Ketua Dharma Wanita Dinas Pertanian beserta jajaran anggota, serta para pemangku kepentingan di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Paguyuban KWT Arum Lestari Sleman dan Ngaglik, dilanjutkan sambutan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta sambutan dari Bupati Sleman yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten II. Dalam momentum tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan tani, melalui penyerahan bantuan alat, mesin, dan sarana pertanian (alsintan) kepada sembilan Pos Penyuluhan Kalurahan (Posluhkal). Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., yang secara langsung hadir dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima. Adapun sembilan Posluhkal penerima bantuan tersebut meliputi Posluhkal Tirtomartani Kalasan, Selomartani, Sumberadi, Sukoharjo, Wukirharjo, Tegaltirto, Madurejo, Bangunkerto, dan Tamanmartani. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional penyuluhan dan kegiatan pertanian yang dikelola oleh kelompok-kelompok tani perempuan di masing-masing wilayah. Bantuan alat mesin dan sarana pertanian yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman kepada setiap Posluhkal meliputi dua roll mulsa, satu pack benih cabai, dua pack benih timun, satu botol VOC, satu unit sprayer elektrik, serta pupuk NPK seberat tujuh kilogram. Seluruh bantuan tersebut digunakan sebagai stimulan untuk meningkatkan semangat dan produktivitas anggota Posluhkal dalam menjalankan kegiatan pertanian berkelanjutan. Muhaimin menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari peran BAZNAS dalam pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk sektor ekonomi produktif. Menurutnya, pemberdayaan perempuan tani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di tingkat kalurahan. “BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir mendukung program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bantuan ini kami harapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para anggota Posluhkal, khususnya kelompok wanita tani, untuk terus produktif dan mandiri,” ujarnya. Selain penyerahan bantuan, rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu 2025 juga diisi dengan kunjungan stand pameran oleh perwakilan pemerintah daerah. Stand-stand tersebut menampilkan berbagai hasil olahan pertanian dan kreativitas kelompok wanita tani sebagai wujud nyata peran perempuan dalam pembangunan pertanian yang berdaya dan berbudaya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelompok wanita tani, dan lembaga zakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.***
BERITA24/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari 7 Donatur
BAZNAS Sleman Terima Donasi Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari 7 Donatur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh pada Senin (22/12/2025). Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh para donatur yang datang ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Pada hari tersebut, terdapat tujuh donatur dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, alumni jamaah haji, hingga masjid dan masyarakat dusun, yang secara langsung menyerahkan bantuan. Seluruh donasi diterima oleh tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Sleman untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh melalui mekanisme BAZNAS. Adapun donatur yang berpartisipasi dalam penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut antara lain SDN Percobaan 2 yang menyerahkan donasi sebesar Rp7.710.000, Alumni Haji An Nur 2022 sebesar Rp1.500.000, serta SD se-Kapanewon Pakem dengan total donasi mencapai Rp26.109.000. Selain itu, donasi juga datang dari Masjid Al Fatah dan Masyarakat Dusun Sedan dengan nominal Rp20.350.000, SD se-Kapanewon Mlati (Korwil Mlati) sebesar Rp21.500.000, SMP Negeri 2 Tempel sebesar Rp2.300.000, serta TK Pertiwi Caturharjo yang menyerahkan bantuan senilai Rp1.350.000. Total donasi yang terkumpul dari ketujuh donatur tersebut mencapai puluhan juta rupiah, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Sleman terhadap isu kemanusiaan. Penyerahan donasi berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Setelah proses penerimaan donasi oleh tim UPZ BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan foto dokumentasi bersama antara para donatur dengan pimpinan BAZNAS Sleman maupun perwakilan UPZ sebagai bentuk apresiasi dan transparansi kepada para pemberi amanah. BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Donasi yang dihimpun akan disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para korban bencana, seperti kebutuhan pangan, logistik darurat, layanan kesehatan, serta pemulihan pascabencana. Melalui penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir sebagai lembaga yang menjembatani kepedulian masyarakat dengan kebutuhan para mustahik dan korban bencana. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya lembaga pendidikan dan komunitas lokal, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di Kabupaten Sleman. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat luas untuk terus menyalurkan bantuan dan kepedulian melalui jalur resmi agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, dan akuntabel. Dukungan yang diberikan tidak hanya meringankan beban para korban bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ketahanan sosial dan kemanusiaan.***
BERITA23/12/2025 | ayw./
DPRD Komisi A Tulungagung Kunjungi BAZNAS Sleman, Pelajari Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah
DPRD Komisi A Tulungagung Kunjungi BAZNAS Sleman, Pelajari Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari DPRD Komisi A Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 pada Jumat (19/12/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Praja Lantai 2 Kabupaten Sleman dan dihadiri oleh sekitar 20 orang rombongan yang terdiri dari jajaran anggota Komisi A DPRD Tulungagung beserta sekretariat dan pendamping. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi terkait optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman berhalangan hadir dalam kesempatan tersebut, sehingga penerimaan rombongan DPRD Tulungagung diwakili oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir mendampingi jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, yaitu Wakil Ketua I dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Muhaimin, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Ketua IV Nasirun, S.A.P. Muhyi Darmaji membuka acara dengan doa, dilanjutkan pemaparan profil singkat BAZNAS Kabupaten Sleman. Dalam presentasinya, ia menjelaskan visi dan misi BAZNAS Sleman, luas wilayah Kabupaten Sleman, serta capaian penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS. “Target penghimpunan BAZNAS Sleman tahun 2025 sebesar Rp11,5 miliar. Hal ini didukung oleh Instruksi Bupati (Inbup) dan Surat Edaran yang mengatur pemotongan zakat ASN dari penghasilan bruto, tidak hanya dari gaji, tetapi juga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang mulai diberlakukan sejak November,” jelas Muhyi. Ia menambahkan, capaian penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp10.333.887.600 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 50.302 orang. Seluruh program unggulan BAZNAS Sleman telah tersalurkan 100 persen bahkan lebih, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan DPRD Kabupaten Tulungagung, KH. Asmuni, M.Si. Ia menyampaikan apresiasi atas paparan yang disampaikan BAZNAS Sleman serta mengakui bahwa capaian penghimpunan zakat di Sleman dinilai lebih optimal. “Pencapaian BAZNAS Sleman ini luar biasa. Jika di Tulungagung, infak justru lebih besar dibandingkan zakat. Kami ingin sekali mengoptimalkan pengumpulan zakat seperti yang dilakukan BAZNAS Sleman. Ternyata memang sesuai dengan tujuan kami berkunjung ke sini,” ungkap Asmuni. Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja DPRD Komisi A Tulungagung ke BAZNAS Sleman merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas kinerja pimpinan dan anggota DPRD, sekaligus memperkuat referensi kebijakan pengelolaan ZIS di daerah. Menanggapi hal tersebut, Muhyi Darmaji menambahkan bahwa keberadaan Inbup dan Surat Edaran menjadi kunci penyempurnaan sistem pengelolaan ZIS di Sleman. “Seluruh OPD di Sleman telah menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS, sehingga proses penghimpunan, pemotongan, dan penyetoran zakat berjalan lebih sistematis. InsyaAllah target penghimpunan tahun 2026 kami naikkan menjadi Rp12,8 miliar,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Suharyono, S.Pd., yang hadir mewakili pimpinan DPRD Sleman untuk menerima kunjungan DPRD Tulungagung. Ia menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Sleman yang saat ini menghadapi efisiensi anggaran hingga Rp279 miliar, sehingga diperlukan sinergi berbagai pihak untuk tetap menjaga pembangunan daerah. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman saat ini sebesar Rp1,2 triliun dan ditargetkan pada tahun 2026 dapat mencapai Rp1,5 triliun. Banyak program strategis yang harus dijalankan, salah satunya Program Sleman Pintar untuk keluarga rentan miskin agar dalam satu keluarga minimal ada satu sarjana,” jelas Suharyono. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Sleman atas perannya dalam mendukung program pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami mengapresiasi BAZNAS Sleman. Kita bersamai, kita laporkan kegiatan ini, dan semoga kolaborasi ini terus terjaga,” tuturnya. Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan sinergi antara DPRD Kabupaten Tulungagung dan BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari PKK, Pelaku Usaha, dan Pelajar
BAZNAS Sleman Terima Donasi Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh dari PKK, Pelaku Usaha, dan Pelajar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima amanah kepedulian masyarakat untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut diantarkan langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Jumat (19/12/2025) oleh sejumlah pihak, mulai dari organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga kalangan pelajar. Donasi terbesar diterima dari Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Ambarketawang dengan total sebesar Rp85.200.000. Selain itu, donasi juga datang dari Toko Arum Baru dan CV Adijaya Caloka sebesar Rp7.650.000, serta dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Pakem sebesar Rp1.985.000. Seluruh donasi tersebut diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Perwakilan TP PKK Kalurahan Ambarketawang, Murtini, menyampaikan rasa syukur atas terkumpulnya donasi yang cukup besar dari warga. Ia mengatakan bahwa penggalangan dana ini merupakan wujud solidaritas dan empati masyarakat terhadap korban bencana alam. “Alhamdulillah ini terkumpul lumayan untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana. Ini juga menjadi donasi terbanyak yang kami kumpulkan, sebelumnya kami pernah menggalang donasi untuk korban erupsi Semeru beberapa waktu lalu. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Murtini. Sementara itu, perwakilan dari Toko Arum Baru dan CV Adijaya Caloka, Usmantoro, mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin menggalang donasi kemanusiaan dan menyalurkannya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurutnya, memilih lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah merupakan langkah tepat agar donasi dapat disalurkan secara amanah dan tepat sasaran. “InsyaAllah kami mempercayai penyaluran donasi melalui lembaga-lembaga resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Dengan demikian, bantuan yang kami salurkan dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan bisa didistribusikan secara lebih merata,” ungkap Usmantoro. Kepedulian juga datang dari dunia pendidikan. BAZNAS Kabupaten Sleman menerima donasi dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Pakem. Karena para siswa telah memasuki masa libur sekolah, donasi tersebut diantarkan langsung oleh guru mereka, David, sebagai perwakilan sekolah. “Ini merupakan donasi dari anak-anak kami, siswa-siswi SMPN 2 Pakem. Mohon maaf anak-anak tidak bisa mengantarkan langsung karena sudah libur sekolah, sehingga kami yang mewakili. Semoga donasi ini bisa memberikan manfaat dan membantu meringankan penderitaan para korban bencana di Sumatera dan Aceh,” tutur David. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan donasi melalui BAZNAS Sleman. Ia mendoakan agar para donatur diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta keberkahan dalam setiap langkahnya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian masyarakat. Semoga bagi para donatur diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, dan keberkahan yang berlipat. InsyaAllah donasi ini akan kami salurkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhaimin. Muhaimin menambahkan, seluruh donasi yang telah terkumpul akan diteruskan kepada BAZNAS RI untuk kemudian disalurkan langsung kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Melalui penyaluran donasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat terus terjaga, khususnya dalam membantu sesama yang tengah tertimpa musibah. (ayw/BAZNAS Sleman)
BERITA22/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima dan Jemput Donasi Sekolah untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima dan Jemput Donasi Sekolah untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menghimpun kepedulian masyarakat untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Pada Kamis (18/12/2025), BAZNAS Sleman menerima serta menjemput donasi kemanusiaan dari sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sleman yang secara sukarela menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi pengelola zakat tersebut. Donasi yang diterima berasal dari beberapa sekolah yang secara langsung mengantarkan bantuan ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMP Negeri 2 Gamping yang menyalurkan donasi sebesar Rp6.071.000, SD Negeri Karangnongko 2 sebesar Rp1.030.000, serta SD Negeri Purwomartani sebesar Rp1.760.000. Donasi diterima oleh tim BAZNAS Sleman dengan penuh apresiasi sebagai wujud kepedulian dunia pendidikan terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Selain menerima donasi secara langsung di kantor, BAZNAS Sleman juga aktif melakukan layanan jemput donasi sebagai bentuk kemudahan bagi para muzaki. Pada hari yang sama, tim BAZNAS Sleman menjemput donasi ke SMP Negeri 1 Godean yang telah menghimpun bantuan sebesar Rp9.392.500. Donasi tersebut merupakan hasil partisipasi para siswa, guru, tenaga kependidikan, serta dukungan dari orang tua siswa yang bersatu dalam semangat kemanusiaan. Kegiatan penghimpunan donasi ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan empati dapat tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan sekolah. Melalui pendidikan, nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda agar memiliki kepekaan terhadap kondisi sesama. BAZNAS Sleman menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sekolah yang telah mempercayakan penyaluran donasi kemanusiaan melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi amanah besar yang akan dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan prinsip pengelolaan zakat nasional. Seluruh donasi yang terkumpul untuk korban bencana Sumatera dan Aceh selanjutnya akan disalurkan melalui mekanisme resmi BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga bantuan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi para penyintas bencana. BAZNAS juga memastikan bahwa proses pendistribusian dan pelaporan dilakukan secara terbuka kepada publik. BAZNAS Kabupaten Sleman terus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas, dan instansi lainnya untuk turut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Selain donasi kebencanaan, BAZNAS Sleman juga mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk program-program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban bencana serta menjadi ladang amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.***
BERITA19/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY Bahas Penguatan Peran Zakat di Masyarakat
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY Bahas Penguatan Peran Zakat di Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Bu Baha, Temon, Kabupaten Kulon Progo, sebagai forum strategis untuk menyelaraskan program, evaluasi kinerja, serta penguatan peran zakat dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Rakorda tersebut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Pimpinan BAZNAS Provinsi DIY, Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, perwakilan Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta, serta para amilin dan amilat dari seluruh wilayah DIY. Kehadiran lintas unsur ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan berkelanjutan. Dalam forum Rakorda, BAZNAS Sleman menyampaikan sejumlah materi penting yang menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah capaian pengumpulan dan pentasharufan zakat BAZNAS se-DIY periode Januari hingga November 2025. Dari paparan tersebut diketahui bahwa beberapa daerah telah mencapai target, sementara sebagian lainnya masih memerlukan penguatan strategi penghimpunan dan optimalisasi program pendayagunaan. Selain itu, dibahas pula hasil penggalangan dana peduli bencana Sumatera yang dilakukan oleh masing-masing BAZNAS daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, BAZNAS Kota Yogyakarta mencatatkan perolehan tertinggi dengan nominal mencapai Rp1,1 miliar, disusul BAZNAS Provinsi DIY sebesar Rp900 juta, dan BAZNAS Kabupaten Sleman sebesar Rp400 juta. Capaian ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat DIY terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Rakorda juga mengulas mekanisme penyaluran donasi, baik melalui BAZNAS RI maupun melalui kerja sama antarpemerintah daerah. Mekanisme ini diharapkan mampu memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, dan akuntabel. Selain itu, dibahas pula aktivasi Program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) sebagai bagian dari penguatan respon cepat BAZNAS dalam situasi kebencanaan. Dalam agenda perencanaan ke depan, Rakorda menyepakati rencana pelaksanaan Rakorda BAZNAS se-DIY tahun 2026 yang akan dilaksanakan secara bergilir, dimulai dari BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, BAZNAS Provinsi DIY, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Bantul. Selain itu, turut disampaikan rencana peringatan Milad ke-25 BAZNAS yang akan digelar pada Januari 2026 di kawasan Glagah, Kulon Progo, serta dorongan percepatan pengesahan RKAT Tahun 2026 oleh BAZNAS pusat. Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., dalam pesannya menegaskan pentingnya peran aktif BAZNAS di tengah masyarakat. “Dowoke kuping, jembarke moto,” ungkapnya. Lebih lanjut Agung menjelaskan, istilah Jawa tersebut memiliki makna yaitu memperluas pendengaran dan penglihatan. Menurutnya, BAZNAS perlu lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak agar semakin banyak mustahik yang dapat terbantu. Ia juga mencontohkan peran BAZNAS Kulon Progo yang turut mendukung program pemerintah daerah, seperti beasiswa pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta penanganan bencana. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BAZNAS di seluruh wilayah DIY. Melalui Rakorda ini, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial.***
BERITA19/12/2025 | ayw./
Warga Dusun Klebengan Salurkan Donasi Peduli Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
Warga Dusun Klebengan Salurkan Donasi Peduli Bencana Sumatera dan Aceh melalui BAZNAS Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan dari masyarakat. Pada Rabu (17/12/2025), sejumlah warga Dusun Klebengan, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, mendatangi kantor BAZNAS Sleman untuk menyerahkan donasi peduli bencana Sumatera dan Aceh. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dari berbagai organisasi keagamaan dan kelompok sosial yang ada di Dusun Klebengan. Kedatangan para perwakilan warga ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Mereka secara langsung menyerahkan donasi kepada tim BAZNAS Sleman agar dapat disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Adapun donasi yang dihimpun berasal dari berbagai unsur masyarakat Dusun Klebengan. Jamaah Al Kahfi menyerahkan donasi sebesar Rp500.000, disusul Jamaah Uswatun Khasanah yang menyumbangkan Rp3.800.000. Selain itu, Masjid Al Muslimun turut berpartisipasi dengan donasi Rp1.200.000, sementara Masjid Al Iman menyalurkan donasi sebesar Rp2.000.000. Partisipasi juga datang dari kelompok pengajian. Pengajian Bapak-bapak Al Hidayah menyumbangkan dana sebesar Rp1.000.000, serta Pengajian Ibu-ibu Tanggal 15 yang turut menyalurkan donasi senilai Rp1.000.000. Tak hanya itu, kepedulian juga datang dari unsur keluarga, yakni keluarga Bapak Sri Sunarko W. yang memberikan donasi sebesar Rp200.000. Perwakilan warga menyampaikan bahwa donasi ini merupakan hasil kebersamaan dan gotong royong warga Dusun Klebengan. Meski berasal dari nominal yang beragam, seluruh donasi dikumpulkan dengan niat tulus untuk membantu meringankan beban para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Dusun Klebengan yang telah menyalurkan donasi melalui lembaga resmi pengelola zakat dan dana kemanusiaan. Kepercayaan ini menjadi bentuk sinergi antara masyarakat dan BAZNAS dalam menjalankan misi kemanusiaan dan sosial. Seluruh donasi yang diterima akan digabungkan dengan bantuan kemanusiaan lainnya dan selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS RI untuk ditasharufkan kepada para korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Proses penyaluran akan dilakukan sesuai dengan ketentuan, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelaporan yang terbuka kepada publik. BAZNAS Sleman terus membuka ruang bagi masyarakat, komunitas, lembaga keagamaan, serta kelompok sosial lainnya yang ingin menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun donasi kemanusiaan. Melalui kebersamaan dan kepedulian kolektif, diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban bencana serta menjadi amal kebaikan yang berkelanjutan bagi para donatur.***
BERITA18/12/2025 | ayw./
TK Al Fatah Sedan Salurkan Donasi Peduli Bencana Sumatera melalui BAZNAS Sleman
TK Al Fatah Sedan Salurkan Donasi Peduli Bencana Sumatera melalui BAZNAS Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan untuk membantu para korban bencana alam di wilayah Sumatera. Kali ini, donasi datang dari TK Al Fatah Sedan, yang berlokasi di Padukuhan Sedan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Donasi sebesar Rp3.150.000 tersebut diserahkan langsung oleh para guru bersama beberapa murid TK Al Fatah ke kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran para pendidik dan peserta didik ini menjadi simbol nyata penanaman nilai kepedulian sosial dan empati sejak usia dini. Penyerahan donasi diterima langsung oleh tim BAZNAS Sleman di kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Dana yang terkumpul ini diperuntukkan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Sumatera, yang saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan donasi ini merupakan bagian dari pendidikan karakter kepada anak-anak, khususnya dalam menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak diajak untuk berbagi dan memahami bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi langkah TK Al Fatah Sedan yang telah melibatkan guru dan murid dalam aksi kemanusiaan. Menurut BAZNAS Sleman, keterlibatan lembaga pendidikan dalam gerakan donasi menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Donasi yang dihimpun oleh BAZNAS Sleman selanjutnya akan disalurkan melalui mekanisme resmi BAZNAS, termasuk melalui BAZNAS RI dan unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Seluruh proses penyaluran dilakukan secara amanah, transparan, dan akuntabel, serta dilaporkan secara terbuka kepada publik. BAZNAS Sleman terus berkomitmen menjadi lembaga terpercaya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, termasuk donasi kemanusiaan untuk korban bencana. Partisipasi dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan hingga komunitas, menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat zakat dan donasi sosial. Melalui momentum ini, BAZNAS Sleman mengajak masyarakat Sleman dan sekitarnya untuk terus menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan melalui lembaga resmi yang terverifikasi. Dengan kebersamaan dan kepedulian, bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi para penerima manfaat.***
BERITA18/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima dan Jemput Donasi Peduli Bencana Sumatera
BAZNAS Sleman Terima dan Jemput Donasi Peduli Bencana Sumatera
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menghimpun kepedulian masyarakat terhadap korban bencana di Sumatera. Pada Rabu (17/12/2025), BAZNAS Sleman menerima sekaligus menjemput donasi dari berbagai lembaga pendidikan dan satuan kerja di wilayah Sleman sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Pada hari tersebut, sejumlah sekolah mengantarkan donasi secara langsung ke Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman. Donasi diterima dari SDN Merdikorejo sebesar Rp250.000, SDN Cunguk Rp210.000, SMPN 1 Ngemplak Rp2.200.000, serta SDN Gombang Rp1.425.000. Donasi ini merupakan hasil pengumpulan dana dari siswa, guru, serta warga sekolah yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Selain menerima donasi secara langsung di kantor, BAZNAS Sleman juga aktif menjemput donasi sebagai upaya memudahkan masyarakat dan lembaga yang ingin berpartisipasi. Pada Rabu yang sama, tim BAZNAS Sleman melakukan penjemputan donasi ke Kantor UPT Sekolah Korwil Kapanewon Sleman dengan total donasi sebesar Rp21.800.000. Donasi tersebut merupakan hasil iuran warga sekolah di wilayah Kapanewon Sleman dan diserahkan langsung oleh Kepala UPT Korwil Sleman kepada tim BAZNAS Sleman. Tidak berhenti di satu lokasi, tim BAZNAS Sleman juga melanjutkan penjemputan donasi ke Kantor UPT Sekolah Korwil Kapanewon Godean. Dari wilayah ini, terkumpul donasi sebesar Rp27.935.000 yang berasal dari partisipasi murid, guru, karyawan sekolah, serta orang tua murid SD se-Kapanewon Godean. Sinergi seluruh unsur pendidikan ini menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong dan empati masih tumbuh subur di tengah masyarakat Sleman. BAZNAS Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, lembaga pendidikan, serta pihak-pihak yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui BAZNAS Sleman. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu meringankan beban para korban bencana di Sumatera melalui mekanisme resmi BAZNAS. Penyaluran donasi akan dilakukan secara terkoordinasi dan akuntabel melalui BAZNAS RI agar bantuan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi para penyintas bencana. BAZNAS Sleman memastikan setiap amanah yang diterima dikelola sesuai prinsip syariah, profesional, dan bertanggung jawab. BAZNAS Sleman juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang terpercaya. Dukungan masyarakat sangat berarti dalam membantu sesama, khususnya di tengah situasi darurat akibat bencana alam. Dengan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, BAZNAS Sleman optimistis dapat terus menjadi jembatan kebaikan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat.***
BERITA18/12/2025 | ayw./
BAZNAS Sleman Terima Donasi Masyarakat dan Sekolah untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Donasi Masyarakat dan Sekolah untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menerima amanah donasi kemanusiaan dari berbagai unsur masyarakat pada Selasa (16/12/2025). Donasi tersebut diperuntukkan bagi para korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh yang hingga kini masih membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama. Donasi yang diterima berasal dari beragam elemen, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, hingga kelompok pengajian. Penyerahan dilakukan secara langsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman, sementara sebagian donasi lainnya dijemput langsung oleh tim BAZNAS Sleman sebagai bentuk layanan dan kemudahan bagi para muzaki. Adapun rincian donasi yang berhasil dihimpun pada kesempatan tersebut antara lain dari SD se-Korwil Ngaglik sebesar Rp8.298.500, Ibu-ibu Majlis Taklim An Nur Pangukan sebesar Rp500.000, SDN Tajem sebesar Rp3.716.000, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebesar Rp32.000.000, Korwil Cangkringan sebesar Rp10.925.000, serta SDN Tuguran sebesar Rp500.000. BAZNAS Sleman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Kepedulian yang ditunjukkan mencerminkan semangat gotong royong dan empati masyarakat Sleman terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di berbagai daerah. Penyaluran donasi melalui BAZNAS Sleman menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar bantuan dapat dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel. Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui BAZNAS RI untuk kemudian ditasharufkan kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh sesuai dengan kebutuhan di lapangan. BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan setiap dana yang diterima dikelola sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku. Proses pelaporan dan pertanggungjawaban juga dilakukan secara terbuka agar para muzaki dapat mengetahui dampak dari kontribusi yang diberikan. Selain itu, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam penghimpunan donasi ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dari sekolah, majelis taklim, hingga organisasi keagamaan, semuanya berperan aktif dalam meringankan beban para korban bencana. Ke depan, BAZNAS Sleman terus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi, zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan. Melalui kolaborasi dan kepercayaan bersama, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan bangkit dari keterpurukan akibat bencana. BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang terpercaya, amanah, transparan, dan akuntabel, yaitu BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA17/12/2025 | ayw./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →