Berita Terbaru
Jangan Lukai Hati Mereka yang Pernah Kita Bantu
Dalam setiap kebaikan yang kita berikan, tersimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbagi harta. Saat seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sesungguhnya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia.
Nilai dari pemberian itu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan hati yang menyertai.
Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan cara Allah mendidik kita agar tidak terikat pada dunia, dan belajar untuk membersihkan hati dari rasa memiliki yang berlebihan.
Namun, di tengah semangat memberi, terkadang manusia tergelincir dalam ujub — merasa lebih tinggi dari yang menerima. Padahal, menolong bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menjaga kehormatan dan perasaan mereka yang dibantu.
Sebab bisa jadi, di sisi Allah, orang yang menerima memiliki derajat yang lebih mulia karena kesabarannya dalam ujian hidup. Beriku ini adalah renungan tentang “Jangan lukai hati mereka yang pernah kita bantu” yang disampaikan oleh: Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Sahabat,
Ketika seseorang menunaikan zakat, infak, atau sedekah, sejatinya ia sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan manusia. Harta yang dikeluarkan bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk membersihkan jiwa dan menumbuhkan kasih.
Namun betapa sering, setelah memberi, seseorang tergelincir dalam ujub dan menyebut-nyebut bantuannya kepada penerima. Ia lupa, bahwa menyakiti hati mereka yang pernah ditolong dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan dengan susah payah.
Allah telah mengingatkan dengan sangat tegas dalam Al-Qur’an:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia."
(QS. Al-Baqarah: 264)
Menolong bukan hanya tentang memberi harta, tapi juga menjaga kehormatan mereka yang dibantu. Sebab di hadapan Allah, derajat orang yang memberi dan yang menerima bisa saja sama — bahkan bisa jadi si penerima lebih mulia karena kesabarannya.
Maka, bila kita telah memberi, jangan disebut-sebut. Bila kita telah menolong, jangan disakiti hatinya. Biarlah kebaikan itu menjadi rahasia antara kita dan Allah, karena yang kita cari bukan ucapan terima kasih, melainkan ridha-Nya dan keberkahan hidup kita sendiri.
Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar memberi — tapi juga belajar untuk tidak merasa lebih tinggi dari yang menerima.
Sahabat,
Memberi seharusnya menjadi ibadah yang menghadirkan kedamaian, bukan kebanggaan. Maka, biarlah setiap zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan menjadi rahasia antara kita dan Allah — agar pahala tetap terjaga dan keberkahan senantiasa mengalir.
Mari tumbuhkan keikhlasan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan, dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, lembaga resmi pengelola zakat yang amanah dan terpercaya.
Bersama BAZNAS Sleman, wujudkan kepedulian yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menebarkan keberkahan bagi sesama.***
BERITA09/10/2025 | Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ketua BAZNAS RI Hadiri Rakorda se-DIY 2025, Ajak Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat di Yogyakarta
Sleman – Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Sleman.
Kegiatan tahunan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-DIY untuk melakukan evaluasi, sinergi, dan penyelarasan arah program kerja dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menegaskan bahwa Rakorda memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi di seluruh lini BAZNAS. Ia menilai, sinergi yang kokoh antarlevel Lembaga, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola zakat secara profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sinergi yang kuat antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota adalah kunci dalam menghadirkan zakat yang produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi umat,” ujar Prof. Noor Achmad.
Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Zakat
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS RI menjelaskan bahwa melalui sinergi dan koordinasi yang baik, seluruh elemen BAZNAS dapat menjalankan peran secara lebih efektif sebagai lembaga pengelola zakat nasional.
Sinergi ini, menurutnya, tidak hanya sebatas kerja sama administratif, tetapi juga mencakup penyatuan visi, strategi, dan komitmen untuk menyalurkan zakat secara lebih produktif dan memberdayakan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi.
“Zakat harus menjadi kekuatan besar untuk menyejahterakan umat. Melalui kerja sama yang erat, kita dapat memastikan setiap rupiah dana zakat benar-benar sampai ke penerima manfaat dan mampu mengubah kehidupan mereka,” tambahnya.
Rakorda BAZNAS se-DIY tahun 2025 ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program semester pertama dan penyusunan arah kebijakan untuk tahun 2026, agar lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Pejabat Daerah Perkuat Dukungan Pemerintah
Selain Ketua BAZNAS RI, kegiatan Rakorda turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.E., M.Si., IPU, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A.
Turut hadir pula Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dan seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-DIY.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial di wilayah Sleman. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan transparansi agar BAZNAS semakin dipercaya masyarakat.
“BAZNAS memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat melalui program zakat yang tepat sasaran. Kami di pemerintah daerah akan terus mendukung sinergi dan kolaborasi untuk memperluas manfaatnya,” ujar Bupati Sleman.
Komitmen BAZNAS DIY: Profesional, Transparan, dan Berdampak Nyata
Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorda kali ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pengurus BAZNAS di wilayah Yogyakarta.
BAZNAS DIY, katanya, terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Melalui forum koordinasi ini, diharapkan BAZNAS di setiap kabupaten/kota mampu merancang program yang lebih adaptif dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemanusiaan.
“Kami berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya bantuan konsumtif, tapi juga solusi pemberdayaan yang berkelanjutan. Sinergi ini adalah pondasi menuju BAZNAS yang semakin kuat dan berdampak,” jelas Puji Astuti.
Wujudkan Zakat yang Produktif dan Memberdayakan
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai pilar penggerak kesejahteraan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui sinergi antar-BAZNAS di semua tingkatan, diharapkan pengelolaan zakat di wilayah DIY akan semakin terarah, transparan, dan berdaya guna dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.***
BERITA08/10/2025 | AYW./
RAKORDA BAZNAS se-DIY 2025: Evaluasi Pengelolaan Zakat Semester 1 dan Penyusunan Program 2026
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahun 2025 di Hotel Crystal Lotus, Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam evaluasi pengelolaan zakat semester pertama tahun 2025 sekaligus bimbingan teknis penyusunan dokumen perencanaan tahun 2026.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., serta Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., bersama seluruh ketua dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-DIY.
Evaluasi dan Penguatan Sinergi BAZNAS se-DIY
Ketua BAZNAS DIY, Puji Astuti, selaku penyelenggara Rakorda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang diadakan lima kali dalam setahun. Rakorda kali ini difokuskan pada evaluasi capaian pengelolaan zakat semester I serta bimbingan teknis perencanaan program 2026 agar semakin selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Rakorda ini menjadi sarana bagi BAZNAS se-DIY untuk memperkuat koordinasi, mengoptimalkan tata kelola zakat, serta merancang program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata,” ujar Puji Astuti.
Pesan Bupati Sleman: Amanah, Transparan, dan Berorientasi Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya menjaga amanah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam pengelolaan zakat.Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan potensi zakat di wilayah Sleman.
“Saya akan bantu mendorong potensi zakat di Sleman agar BAZNAS semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Tegakkan nilai-nilai Al-Qur’an agar pengelolaan zakat menjadi amanah, transparan, dan tepat sasaran. Jangan ada unsur politik dalam penyaluran zakat,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS RI: Amil Zakat Punya Peran Penting dalam Pemberdayaan Umat
Ketua BAZNAS RI, Prof. Noor Achmad, dalam arahannya menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan menangani persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi dan penghargaan yang telah diraih oleh BAZNAS se-DIY dalam pengelolaan zakat produktif.
“BAZNAS mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo. Tugas amil bukan sekadar mengumpulkan zakat, tetapi juga memberi bimbingan dan doa kepada para muzaki sebagai bentuk penyucian harta. Visi BAZNAS adalah mensejahterakan umat melalui zakat produktif dan sinergi dengan program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Rakorda ini juga menjadi wadah untuk merancang Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang fokus pada pemberdayaan, seperti bantuan produktif, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan beasiswa bagi pelajar kurang mampu.
Usai sambutan, Ketua BAZNAS RI secara resmi membuka Rakorda BAZNAS se-DIY 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
BAZNAS se-DIY Siap Dukung Asta Cita dan Turunkan Angka Kemiskinan
Dalam sesi pemaparan berikutnya, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA memaparkan strategi penguatan program prioritas nasional untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Ia juga memberikan apresiasi atas capaian kinerja BAZNAS se-DIY yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Saya bangga dengan kinerja BAZNAS se-DIY yang terus mengalami growth. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan di DIY yang telah terkonfirmasi melalui data resmi. Dana zakat yang dikelola BAZNAS semakin fokus dan tepat sasaran dalam mengatasi masalah kemiskinan,” ungkap Saidah.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar mensejahterakan umat, Rakorda BAZNAS se-DIY 2025 menjadi momentum memperkuat peran lembaga amil zakat sebagai penggerak perubahan sosial dan penopang ketahanan ekonomi umat di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
BERITA07/10/2025 | AYW./
7 Manfaat Menunaikan Zakat Secara Rutin, Tidak Hanya Berkah Tapi Juga Berdampak Sosial
Sleman – Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Menunaikan zakat secara rutin, baik zakat fitrah maupun zakat mal, membawa manfaat luar biasa, baik bagi yang menunaikan (muzakki) maupun penerima (mustahik).
Dalam era modern seperti sekarang, penyaluran zakat semakin mudah dilakukan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Sleman, yang menjamin distribusi tepat sasaran dan transparan.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui manfaat besar dari zakat, agar semangat berbagi ini tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup umat Muslim masa kini.
Berikut 7 manfaat utama dari menunaikan zakat secara rutin:
1. Membersihkan Harta dan Jiwa
Zakat adalah cara untuk menyucikan harta dari hak orang lain. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103).
Zakat juga membersihkan jiwa dari sifat kikir dan keserakahan, serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial.
2. Membantu Mengurangi Kemiskinan
Dana zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk fakir dan miskin. Dengan pengelolaan yang baik melalui lembaga seperti BAZNAS Sleman, zakat menjadi solusi konkret mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3. Mendatangkan Berkah dalam Kehidupan
Zakat bukan mengurangi harta, melainkan justru menambah keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim).Dengan rutin berzakat, hidup menjadi lebih tenang dan rezeki terasa cukup.
4. Membantu Pemerataan Ekonomi
Zakat yang dikelola lembaga resmi membantu menciptakan ekonomi yang lebih adil dan merata. Dana zakat dapat digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, hingga bantuan pendidikan dan kesehatan.
5. Menghindarkan Diri dari Musibah
Beberapa ulama menyampaikan bahwa menunaikan zakat secara rutin bisa menjadi penolak bala. Zakat menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diterima dan sarana perlindungan dari bahaya yang tak terlihat.
6. Memperkuat Solidaritas Umat
Zakat menguatkan rasa persaudaraan sesama umat Islam. Muzakki yang menyisihkan sebagian hartanya akan merasa lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan, menciptakan iklim sosial yang saling peduli.
7. Memenuhi Rukun Islam
Zakat adalah rukun Islam keempat. Menunaikannya berarti telah melaksanakan bagian dari fondasi ajaran Islam. Bagi umat Muslim yang mampu, menunda zakat tanpa alasan syar’i bisa menjadi dosa.
Yuk Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Sleman
Menunaikan zakat di lembaga resmi seperti BAZNAS Sleman memastikan dana disalurkan tepat sasaran, transparan, dan dikelola secara profesional.
Selain zakat, kamu juga bisa menyalurkan infak dan sedekah melalui kanal digital BAZNAS Sleman, baik via transfer bank maupun layanan online yang mudah dan cepat.
Zakat Online: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakatLayanan Zakat: 081132208000 / 0274-867879
Kantor BAZNAS Sleman, Komplek Masjid Agung Sleman
Tunaikan zakat, tebarkan kebaikan!
BERITA01/10/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Rp312 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Periode September
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas untuk periode September 2025.
Pentasharufan ini dilaksanakan pada Jumat, 26 September 2025 bertempat di Kantor BAZNAS Sleman, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Proses pentasharufan berjalan tertib dengan para penerima manfaat terlebih dahulu melakukan registrasi daftar hadir serta mengambil nomor antrean.
Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan yang nyaman bagi para mustahik.
Pada periode ini, BAZNAS Sleman menyalurkan total dana pentasharufan sebesar Rp312.072.000. Rinciannya, sebesar Rp76.300.000 disalurkan untuk program Sleman Sehat dan Rp235.772.000 untuk program Sleman Cerdas.
Program Sleman Sehat
Program Sleman Sehat merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Sleman yang fokus membantu masyarakat kurang mampu yang sedang sakit parah, namun biaya pengobatannya tidak tercover oleh BPJS Kesehatan.
Dengan adanya program ini, masyarakat yang tengah menghadapi ujian sakit berat dapat memperoleh keringanan biaya pengobatan, baik untuk rawat inap, tindakan medis, maupun kebutuhan pengobatan yang tidak tercover BPJS Kesehatan.
Pada periode September, sebanyak 32 penerima manfaat menerima bantuan melalui program Sleman Sehat. Salah satunya adalah Sri Murwati, warga Merdikorejo yang menerima bantuan senilai Rp3 juta tahap kedua untuk suaminya yang tengah berjuang melawan penyakit infeksi pengapuran tulang punggung dan paru-paru.
“Alhamdulillah, merasa terbantu karena ternyata ada yang tidak tercover oleh BPJS. Sangat-sangat membantu, karena kondisi suami memang membutuhkan operasi,” ungkap Sri penuh rasa syukur.
Program Sleman Cerdas
Selain bantuan kesehatan, BAZNAS Sleman juga menyalurkan dana untuk mendukung sektor pendidikan melalui Program Sleman Cerdas. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan beasiswa kepada siswa kurang mampu, insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta mendukung kebutuhan pendidikan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman.
Pada periode September, total pentasharufan Sleman Cerdas mencapai Rp235.772.000 yang disalurkan kepada 79 lembaga sekolah tingkat SD dan SMP/MTs Negeri di Sleman. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban sekolah dalam membantu siswa-siswi yang kurang mampu.
Salah satu penerima manfaat, Dwi Santoso, guru di SDN Sinduadi 1, menyampaikan rasa syukurnya. Sekolahnya menerima bantuan senilai Rp3.215.000 yang dialokasikan untuk membantu siswa kurang mampu serta memberikan insentif bagi GTT dan PTT.
“Sangat membantu sekali, karena memang masih banyak siswa yang kurang mampu. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung keberlangsungan pendidikan mereka,” ucapnya.
Komitmen BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh aspek fundamental kehidupan, yakni kesehatan dan pendidikan.
Sleman Sehat dihadirkan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hanya karena kendala biaya, sedangkan Sleman Cerdas hadir untuk menjamin setiap anak bangsa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi.
Ketua BAZNAS Sleman, dalam kesempatan ini, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima.
“Kami berharap program ini benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam menjaga kesehatan maupun melanjutkan pendidikan. Semoga dengan adanya bantuan ini, penerima manfaat semakin terbantu dan lebih berdaya,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman.
“Mari bersama-sama kita tingkatkan kepedulian sosial dengan berzakat melalui BAZNAS Sleman, agar lebih banyak masyarakat yang dapat terbantu,” pungkasnya.***
BERITA26/09/2025 | AYW./
Cara Mudah Hitung Zakat Sesuai Syariat: Nishab, Haul, dan Kadar Lengkap
Sleman - Menunaikan zakat merupakan kewajiban setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadits.
Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana berbagi untuk membantu sesama.
Namun, sebelum menunaikan kewajiban zakat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama terkait perhitungan zakat.
Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 Tahun 2014 memberikan panduan jelas mengenai jenis zakat, nishab, haul, serta kadar zakat yang harus dikeluarkan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Zakat Penghasilan dan Jasa
Zakat penghasilan atau zakat profesi dikenakan pada setiap pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan halal, baik sebagai pegawai, profesional, maupun pekerja jasa.
· Nishab: senilai 85 gram emas per tahun.
· Kadar: 2,5% dari total penghasilan bersih.
· Haul: dapat dibayarkan setiap bulan tanpa menunggu satu tahun penuh.
Contoh: jika penghasilan per bulan Rp5.000.000, maka zakatnya adalah Rp125.000.
2. Zakat Perdagangan
Zakat perdagangan berlaku bagi pelaku usaha yang memiliki aset dagang.
· Nishab: senilai 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari nilai kekayaan dagang (aset lancar + laba) dikurangi kewajiban.
· Haul: setelah 1 tahun kepemilikan.
Contoh: modal usaha Rp100 juta dengan keuntungan Rp20 juta, total Rp120 juta. Dikurangi hutang Rp10 juta = Rp110 juta. Maka zakatnya 2,5% x Rp110 juta = Rp2,75 juta.
3. Zakat Emas dan Perak
Harta berupa emas, perak, atau logam mulia lain juga wajib dizakati.
· Nishab: emas = 85 gram, perak = 595 gram.
· Kadar: 2,5% dari total kepemilikan.
· Haul: 1 tahun penuh.
Contoh: kepemilikan emas 100 gram, maka zakatnya 2,5% x 100 gram = 2,5 gram emas atau nilai rupiahnya.
4. Zakat Pertanian
Hasil pertanian, perkebunan, atau perikanan juga termasuk dalam kategori wajib zakat.
· Nishab: setara 653 kg gabah atau 520 kg beras.
· Kadar:
o 5% bila menggunakan biaya irigasi.
o 10% bila hanya mengandalkan air hujan.
· Haul: tidak perlu menunggu setahun, dikeluarkan setiap kali panen.
Contoh: hasil panen padi 1 ton dengan irigasi, zakatnya 5% x 1000 kg = 50 kg beras.
5. Zakat Tabungan (Uang dan Surat Berharga)
Tabungan dan surat berharga seperti deposito, obligasi, atau instrumen investasi lainnya juga wajib dizakati.
· Nishab: setara 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari total saldo akhir yang dimiliki.
· Haul: 1 tahun penuh.
Contoh: saldo tabungan Rp100 juta, maka zakatnya Rp2,5 juta.
6. Zakat Saham
Kepemilikan saham yang bersifat investasi jangka panjang juga termasuk objek zakat.
· Nishab: setara 85 gram emas.
· Kadar: 2,5% dari nilai saham dan dividen.
· Haul: setelah dimiliki selama 1 tahun.
Contoh: nilai saham Rp200 juta, maka zakatnya 2,5% x Rp200 juta = Rp5 juta.
Kesimpulan
Menunaikan zakat tidak hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan perhitungan yang tepat agar sesuai syariat. Mulai dari zakat penghasilan, perdagangan, emas, pertanian, tabungan, hingga saham, semuanya memiliki aturan khusus terkait nishab, haul, dan kadar zakat.
BAZNAS Sleman hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menghitung, membayar, dan menyalurkan zakat agar tepat sasaran kepada mustahik yang berhak.
Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, Anda turut berkontribusi dalam membantu pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.***
???? Mari tunaikan zakat Anda sekarang di BAZNAS Sleman. Bersama kita wujudkan Sleman yang lebih berkeadilan dan sejahtera.
BERITA25/09/2025 | AYW./
Pentasharufan RTLH September 2025, BAZNAS Sleman Bantu Warga Wujudkan Rumah Sehat
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan program Sleman Peduli melalui kegiatan pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada Kamis (18/9/2025), sebanyak 10 warga Sleman menerima bantuan tahap pertama (termin 1) yang digelar di serambi Masjid Agung Sleman, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan aman dihuni.
Bantuan rehab RTLH diberikan dalam tiga termin, dengan penyaluran dana tahap pertama senilai Rp74 juta. Besaran dana tiap penerima berbeda, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.
Sosialisasi Rumah Sehat dan Legalitas Bangunan
Dalam kegiatan pentasharufan ini, warga penerima manfaat juga mendapatkan sosialisasi seputar rehab rumah sehat dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Perwakilan DPUPKP, Tulus, menekankan pentingnya standar rumah sehat.
“Pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah,” jelasnya.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rafadhin, yang memberikan pemahaman terkait legalitas bangunan. Menurutnya, kepastian hukum berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting agar penerima manfaat memiliki status kepemilikan yang jelas.
“Kami membantu dari aspek legalitasnya. Dengan begitu, penerima manfaat akan merasa lebih aman dan terlindungi secara hukum,” terangnya.
Mekanisme Penyaluran Bertahap
Program rehab RTLH BAZNAS Sleman dilakukan secara bertahap untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana. Setelah penyaluran termin pertama, warga wajib melaporkan perkembangan pembangunan. Laporan ini menjadi dasar pencairan dana pada termin berikutnya.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditetapkan.
“Tujuan program ini adalah mendukung warga untuk memiliki rumah yang memenuhi standar rumah sehat. Agar penghuninya sehat, nyaman, dan dapat melakukan ibadah dengan baik,” paparnya.
Daftar Penerima Manfaat
Adapun daftar penerima manfaat rehab RTLH reguler periode September 2025 adalah:
Tomy Warsito, Ngamboh, Margorejo, Tempel
Agustini, Patran, Madurejo, Prambanan
Dani Subiyanto, Nglarang, Sidoarum, Godean
Harjito, Patukan, Ambarketawang, Gamping
Sigit Susanto, Karangmojo, Purwomartani, Kalasan
Hadi Suntoyo, Bagusan, Sumberadi, Mlati
Irawan, Durenan, Triharjo, Sleman
Waginah, Losari, Wukirharjo, Prambanan
Fitri Astuti, Kendal, Bangukerto, Turi
Sugini, Gabahan, Sumberadi, Mlati
Testimoni Warga Penerima
Salah satu penerima manfaat, Agustini dari Patran, Madurejo, Prambanan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini.
“Alhamdulillah sangat senang sudah dibantu. Atap rumah saya dulu masih dari bambu dan genteng keripik, kondisinya sudah bocor semua. Dengan bantuan ini, saya dan keluarga bisa menempati rumah yang lebih layak. Terima kasih untuk BAZNAS dan para Muzaki yang sudah memberi manfaat,” ungkapnya.
Bentuk Sinergi dan Kepedulian
Program rehab RTLH ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Sleman, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari tim panitia rehab, dukuh setempat, dan jajaran terkait, diharapkan program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui program Sleman Peduli ini, BAZNAS Sleman mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah. Dukungan dari para Muzaki dan donatur menjadi kunci keberhasilan dalam membantu sesama dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih baik di Sleman.
Dengan adanya pentasharufan rehab RTLH periode September 2025 ini, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya, sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.***
BERITA19/09/2025 | AYW./
Sinergi BAZNAS Sleman dan Hara Chicken Ciptakan Lapangan Kerja untuk Keluarga Miskin
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen menghadirkan program inovatif dalam mengentaskan kemiskinan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Hara Chicken yang resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 16 September 2025, di kantor BAZNAS Sleman.
Penandatanganan ini dihadiri oleh pihak Hara Chicken, yakni Faiq Nur Fahrurozy dan Fitria Arifa Rahmah, serta disaksikan oleh Yoga Sulistya Burhan, pemilik lahan yang disewa untuk kerja sama ini.
Lahan tersebut berlokasi di Jl. Kabupaten No.1A, Kronggahan I, Trihanggo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, DIY, yang nantinya akan menjadi salah satu pusat usaha mustahik binaan BAZNAS Sleman.
Sebelum MoU ditandatangani, pihak Hara Chicken membacakan sekaligus menjelaskan sejumlah poin kerja sama yang akan dijalankan bersama.
Wujud Penyaluran Zakat Produktif
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif.
Tujuannya agar zakat yang dihimpun tidak hanya membantu mustahik secara konsumtif, tetapi juga memberdayakan mereka untuk keluar dari kemiskinan.
“Kerja sama ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung pemerintah Kabupaten Sleman menekan angka kemiskinan. Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi mustahik dan keluarganya,” ujar Kriswanto.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd, menambahkan bahwa MoU ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga ikhtiar sosial untuk membuka lapangan pekerjaan bagi mustahik.
Kesempatan Kerja untuk Mustahik Fresh Graduate
Dalam keterangannya, Muhaimin menjelaskan bahwa BAZNAS Sleman memberikan bantuan modal usaha kepada 10 mustahik yang berasal dari keluarga miskin. Bantuan tersebut digunakan untuk membuka outlet Hara Chicken di lokasi yang sudah disiapkan.
“Program ini membuka peluang luar biasa. Mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga langsung berperan sebagai pengelola usaha. Mereka akan mendapatkan bagi hasil sekaligus berstatus sebagai pekerja. Jadi bisa disebut pemilik sekaligus pekerja,” jelasnya.
Selain itu, target penerima manfaat tidak hanya 10 mustahik tersebut, melainkan juga seluruh anggota keluarga mereka. Dengan demikian, dampak program ini bisa lebih luas karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga miskin untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak.
Harapan Program Diperluas
Kerja sama BAZNAS Sleman dengan Hara Chicken diharapkan menjadi model percontohan program pemberdayaan berbasis zakat produktif. Ke depannya, BAZNAS Sleman berencana memperluas jaringan outlet ke berbagai titik strategis di wilayah Sleman.
“Jika program ini berjalan lancar dan terbukti memberikan dampak positif, maka kami akan mengembangkan outlet di berbagai lokasi lain di Sleman. Dengan begitu, semakin banyak mustahik yang bisa berdaya, mandiri, dan terlepas dari lingkaran kemiskinan,” tambah Muhaimin.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan bahwa zakat bukan hanya instrumen untuk membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi pintu pembuka kemandirian ekonomi mustahik.
Pihak BAZNAS Sleman menegaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Hara Chicken adalah langkah nyata dalam memberikan solusi pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
“Kami berharap program ini membawa manfaat nyata bagi para mustahik dan menjadi jalan keberkahan untuk semua pihak yang terlibat,” tutup Kriswanto.***
BERITA18/09/2025 | AYW./
Pentasharufan BAZNAS Sleman: Bantuan untuk Yatim, Lansia, dan Difabel
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu melalui kegiatan pentasharufan yang dilaksanakan di wilayah Kapanewon Depok.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas.
Pentasharufan yang dilakukan pada Rabu, 17 September 2025 ini dipimpin oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, didampingi tim dari Kapanewon Depok, Bank Sleman, dan Bank BPD DIY.
Sejak pukul 09.00 WIB, rombongan menyambangi rumah-rumah penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan secara langsung sekaligus melihat kondisi mereka.
Penerima manfaat pertama adalah Komarudin, warga Joho, Condongcatur. Komarudin merupakan seorang yatim piatu yang mengalami kelainan pigmentasi di seluruh tubuh sejak kecil. Kondisi ini membuatnya tidak bisa terkena sinar matahari karena kulitnya akan melepuh.
Akibatnya, ia tidak dapat beraktivitas seperti orang dewasa pada umumnya. Kini, Komarudin dirawat oleh kakaknya, Narti, yang sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari BAZNAS Sleman.
Penerima kedua adalah Trimo, warga Sambilegi Lor, Maguwoharjo. Lansia ini mengalami kelumpuhan dan hidup bersama istrinya di rumah sederhana yang kurang layak. Sang istri bekerja sebagai penjual sayur di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara Trimo lebih banyak berbaring di rumah. Melihat kondisi tersebut, Muhyi berpesan agar rumah Trimo dapat dirapikan sedikit demi sedikit demi menjaga kebersihan dan kesehatan.
Selanjutnya, tim mengunjungi rumah Muriyono Senen, warga Papringan, Caturtunggal. Lansia ini tinggal bersama istrinya yang juga mengalami kelumpuhan. Dengan keterbatasan, Muriyono berusaha merawat istrinya sekaligus mengurus pekerjaan rumah tangga. Keduanya sudah tidak mampu lagi bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Penerima terakhir adalah Yuliana Ambarwati, seorang yatim piatu berkebutuhan khusus yang tinggal di Gg. Bromo Mrican, Caturtunggal. Yuli dirawat oleh pakdenya dan tinggal bersama lima keluarga dalam satu rumah.
Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan, bahkan tempat tidurnya pun tidak layak. Muhyi beserta tim menyampaikan rasa prihatin sekaligus doa agar keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam membersamai Yuli.
Melalui kegiatan pentasharufan ini, BAZNAS Sleman ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan harapannya:
“Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa meringankan beban keluarga penerima manfaat. Kami berharap, dengan doa dan dukungan masyarakat, mereka diberi kekuatan, kesabaran, serta kebahagiaan oleh Allah SWT. Aamiin,” ungkap Muhyi.
BERITA17/09/2025 | AYW./
Alur Pengajuan Program Sleman Sehat BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menghadirkan berbagai program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Salah satunya adalah Program Sleman Sehat, yang dirancang khusus untuk membantu mustahik fakir miskin yang mengalami masalah kesehatan serius dan membutuhkan uluran tangan.
Program ini menjadi bagian penting dari misi BAZNAS Sleman untuk menghadirkan kebermanfaatan zakat secara langsung dalam kehidupan masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
Dengan adanya Program Sleman Sehat, diharapkan warga kurang mampu di Sleman bisa mendapatkan dukungan yang meringankan beban biaya perawatan kesehatan.
Jenis Bantuan Program Sleman Sehat
Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Sleman memberikan bantuan bagi mustahik dengan kondisi medis tertentu. Bentuk bantuan yang diberikan antara lain:
Santunan bagi penderita kanker stadium 4 sebesar Rp3 juta.
Santunan bagi pasien cuci darah rutin sebesar Rp3 juta.
Santunan bagi pasien opname minimal 3 hari dengan ketentuan:
Biaya perawatan hingga Rp5 juta → Bantuan Rp1 juta.
Biaya perawatan Rp5 juta–Rp10 juta → Bantuan Rp2 juta.
Biaya perawatan di atas Rp10 juta → Bantuan Rp3 juta.
Bantuan ini hanya dapat diterima maksimal satu kali dalam setahun oleh mustahik sesuai hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman. Dan setiap mustahik bisa mengajukan dan mendapat bantuan maksimal tiga kali, berdasarkan survey tim dan hasil rapat pimpinan BAZNAS Sleman.
Syarat Pengajuan Program Sleman Sehat
Agar pengajuan bantuan dapat diproses, mustahik perlu menyiapkan beberapa syarat administrasi. Berikut dokumen yang harus dilengkapi:
Beragama Islam.
Mengisi formulir yang telah disediakan oleh BAZNAS Sleman.
Fotokopi KTP Sleman.
Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
Fotokopi Kartu Keluarga Miskin Terbaru atau PKH (Program Keluarga Harapan).
Fotokopi kwitansi pembayaran dari rumah sakit.
Fotokopi surat diagnosa dari dokter atau rumah sakit.
Alur Pengajuan Bantuan
Setelah semua dokumen persyaratan lengkap, pengajuan bantuan akan diproses melalui beberapa tahap sebagai berikut:
Proposal masuk ke kantor BAZNAS Sleman.
Penilaian administrasi dilakukan oleh tim BAZNAS.
Survey lapangan (pekan ke-3) untuk memverifikasi kondisi mustahik.
Sidang pimpinan (pekan ke-3) untuk menentukan keputusan bantuan.
Pendistribusian bantuan (pekan ke-4) sesuai hasil keputusan.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dua bulan setelah bantuan disalurkan.
Penyusunan laporan dilakukan setiap triwulan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Namun perlu diperhatikan, pencairan bantuan sangat bergantung pada jumlah antrian pengajuan yang sudah masuk terlebih dahulu. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk segera melengkapi berkas dan mengajukan proposal agar bisa segera diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Program Sleman Sehat menjadi wujud nyata kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu meringankan beban mustahik yang sedang berjuang menghadapi sakit.
Bantuan ini tidak hanya berupa santunan finansial, tetapi juga bentuk dukungan moral agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan haknya atas layanan kesehatan.
Bagi masyarakat Sleman yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin mengajukan bantuan melalui Program Sleman Sehat, silakan datang langsung ke kantor BAZNAS Kabupaten Sleman atau menghubungi layanan resmi BAZNAS Sleman. Mari bersama wujudkan Sleman yang sehat, sejahtera, dan penuh keberkahan.***
BERITA16/09/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dampingi UMKM Jogotirto Sembada, Berbah: Dorong Legalitas dan Kemandirian Usaha
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman lakukan pendampingan ke Kelompok UMKM Jogotirto Sembada, membahas tentang pentingnya legalitas usaha.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada kelompok UMKM Jogotirto Sembada di Kapanewon Berbah, Sleman.
Pada pertemuan rutin yang digelar di rumah salah satu anggota, Ngatinem, Dusun Watuadeg, Jogotirto, hadir pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Nurul Indah Khasanah.
Pertemuan yang digelar sebulan sekali secara bergiliran di rumah anggota ini menjadi wadah penting bagi anggota kelompok untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan perkembangan usaha, dan mendapatkan pembekalan dari BAZNAS Sleman.
Ketua kelompok, Sri Sutiati, menyampaikan bahwa kelompok UMKM Jogotirto Sembada saat ini beranggotakan 10 orang. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan dari BAZNAS Sleman, baik berupa bantuan modal usaha maupun pendampingan berkelanjutan.
“Kami bersyukur sekali mendapat bantuan dari BAZNAS Sleman. Tidak hanya berupa modal usaha, tapi juga pendampingan yang membantu kami memantau perkembangan usaha, mengetahui kendala, sekaligus mencari solusi bersama,” ungkap Sri.
Fokus Pendampingan: Legalitas Usaha
Dalam pertemuan kali ini, Nurul Indah Khasanah membawakan materi penting terkait legalitas usaha. Ia menjelaskan langkah-langkah yang harus dipenuhi pelaku UMKM untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga Sertifikat Halal.
Langkah legalitas ini menjadi perhatian utama agar produk UMKM tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga memiliki daya saing lebih luas. Nurul juga berkomitmen akan kembali pada pertemuan selanjutnya untuk membantu anggota kelompok yang belum memiliki dokumen legalitas usaha.
“Saya akan membantu kelengkapan legalitas usaha bagi usaha yang belum memiliki. Mengingat ini sangat penting untuk keberlanjutan usaha ibu-ibu semua,” jelas Nurul.
Selain materi legalitas, anggota juga diperkenalkan dengan berbagai program unggulan BAZNAS Sleman yang dapat diakses untuk mendukung pengembangan usaha.
Bantuan Modal Mendorong Usaha Lebih Berkembang
Sri menambahkan, kelompoknya telah menerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Sleman sebanyak dua kali. Bantuan terbaru cair pada bulan Oktober 2025, sementara bantuan sebelumnya telah memberikan dampak positif yang dirasakan nyata oleh anggota kelompok.
“Alhamdulillah, bantuan pertama kemarin membuat usaha kami semakin berkembang. Omzet meningkat dan anggota bisa lebih percaya diri dalam menjalankan usaha. Kami sangat bersyukur bantuan ini kembali berlanjut,” jelasnya.
Harapan Ke Depan
Dengan adanya pendampingan dan dukungan modal, kelompok UMKM Jogotirto Sembada optimistis usahanya bisa semakin mandiri dan berdaya saing. Harapan mereka, legalitas usaha yang sedang diproses dapat segera rampung sehingga produk-produk UMKM mampu menembus pasar lebih luas, baik offline maupun online.
BAZNAS Sleman menegaskan, program pendampingan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan zakat yang produktif, tidak hanya memberi bantuan sesaat tetapi juga mendorong kemandirian mustahik dalam jangka panjang.
Dengan demikian, zakat yang dititipkan muzaki benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.
BERITA15/09/2025 | AYW./
Rumah Jahit Febi: Kisah Mustahik Sleman yang Bangkit Lewat Modal Usaha BAZNAS
Sleman – Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman membantu usaha jahit mustahik berkembang, dari satu mesin sederhana kini mampu mempekerjakan 8 pegawai dan meningkatkan produksi pakaian.
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro kecil (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang.
Salah satu penerima manfaat program adalah Winarsih, pemilik usaha jasa jahit “Rumah Jahit Febi” di Kedungprau, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Pada Oktober 2024, Winarsih menerima bantuan modal sebesar Rp750 ribu dari BAZNAS Sleman untuk menambah pembelian mesin lubang kancing yang bernilai Rp1,5 juta. Bantuan ini menjadi titik awal penting bagi perkembangan usahanya.
“Bantuan dari BAZNAS Sleman ini sangat bermanfaat, karena pada saat itu benar-benar membutuhkan. Berapapun jumlahnya kami syukuri, karena sangat membantu usaha kami dalam membeli mesin lubang kancing,” ujar Winarsih.
Dari Satu Mesin, Kini Punya Delapan Pegawai
Saat menerima bantuan, usaha jahit milik Winarsih masih sederhana, hanya memiliki satu pegawai dengan satu mesin obras dan satu mesin jahit jarum satu. Produksi pun terbatas, hanya sekitar 12–22 pakaian per minggu.
Namun, setelah mendapat bantuan dan pendampingan, usaha ini berkembang pesat. Pada Agustus 2025, Rumah Jahit Febi sudah mempekerjakan delapan pegawai borongan yang terdiri dari lima penjahit dan tiga pemasang kancing. Selain itu, ia kini memiliki satu mesin lubang kancing, satu mesin obras, dan dua mesin jahit jarum satu.
Dengan kapasitas yang lebih besar, produksi meningkat signifikan. Dalam satu minggu, usaha ini mampu menghasilkan 70–100 pakaian, dengan upah jahit Rp10.000–Rp20.000 per pakaian. Artinya, omset bulanan mencapai kisaran Rp2,8 juta hingga Rp8 juta.
Pendampingan untuk Kemandirian
Pertumbuhan usaha ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman. Melalui pendamping UMKM, Joko Yugiyanto, Winarsih mendapat coaching terkait pengelolaan usaha, mulai dari branding, manajemen SDM, penghitungan HPP, keuangan, hingga pemasaran digital.
Hasilnya, Winarsih mulai menyusun SOP produksi, meski target produksi harian masih perlu ditingkatkan. Ia pun terus berinovasi, salah satunya dengan mengoptimalkan pemakaian kain agar minim limbah.
Saat ini, Rumah Jahit Febi masih menjadi subkon untuk produksi kebaya lawasan, namun Winarsih berencana menambah mesin dan memperluas ruang produksi di belakang rumah.
Potensi Usaha yang Cerah
Menurut Joko, potensi usaha Rumah Jahit Febi sangat besar. Keberanian Winarsih dalam merekrut delapan pegawai sekaligus berinvestasi pada mesin jahit menjadi indikator kuat bahwa usaha ini bisa tumbuh lebih maju.
“Pelaku usaha juga sudah mulai berpikir membangun brand sendiri, meskipun realisasinya akan dilakukan setelah semua aspek usaha lebih siap,” ungkap Joko.
Winarsih sendiri memiliki cita-cita jangka pendek untuk membangun rumah tinggalnya menjadi dua lantai. Lantai satu akan difungsikan sebagai butik display, sementara lantai dua sebagai ruang produksi. Untuk saat ini, ia masih fokus memproduksi pakaian Jawa, tetapi tak menutup kemungkinan akan memperluas jenis produk di masa depan.
“Harapan saya, BAZNAS bisa terus mendampingi sampai benar-benar mandiri, sehingga manfaat usaha ini tidak hanya untuk keluarga saya, tetapi juga bagi orang lain,” pungkas Winarsih.
Dengan adanya tambahan mesin jahit ke depan, diharapkan produksi bisa meningkat 10–20 persen, membuka peluang lapangan kerja lebih luas, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga mustahik.
Program Sleman Produktif BAZNAS Sleman menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan, dari bantuan kecil yang memicu pertumbuhan usaha hingga membuka jalan menuju kemandirian.***
BERITA11/09/2025 | AYW./
Menguatkan Akidah, BAZNAS Sleman Ajak Mualaf Jalani Wisata Religi Manasik Haji
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali mengadakan program pembinaan bagi mualaf melalui kegiatan wisata religi, pada 3 September 2025 di Firdaus Fatimah Zahrah, Kota Semarang Jawa Tengah.
Tahun ini, sebanyak 51 orang mualaf diajak untuk mengikuti manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, sebuah destinasi wisata religi yang dikenal memiliki replika Ka’bah serta suasana yang dibuat mirip dengan Mekah dan Madinah.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mualaf dalam mengenal tata cara ibadah haji dan umrah. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni laki-laki dan perempuan, masing-masing didampingi oleh pendamping khusus manasik.
Selama kegiatan, mereka dituntun mulai dari bacaan doa, tata cara berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga simulasi ibadah haji yang sesungguhnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal hingga akhir acara. Setelah mengikuti manasik, kegiatan dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah, makan siang bersama, dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Pembinaan Akidah dan Ekonomi Mualaf
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa wisata religi merupakan agenda tahunan BAZNAS dalam rangka pembinaan mualaf.
“Wisata religi bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi para mualaf agar mereka lebih memahami ajaran Islam. Tahun-tahun sebelumnya, kami juga mengajak mereka ke pondok pesantren yang dikelola mualaf. Dari situ mereka belajar dan mendapat pembinaan langsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kriswanto menegaskan bahwa mualaf termasuk dalam golongan asnaf penerima zakat. Karena itu, BAZNAS tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga pada penguatan akidah.
“Mualaf adalah saudara kita yang baru masuk Islam. Mereka membutuhkan pendampingan baik dalam hal ibadah, membaca Al-Qur’an, maupun pemahaman akidah. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka semakin mantap dalam menjalani Islam secara kaffah,” tambahnya.
Program Tahunan yang Terus Berlanjut
Kegiatan wisata religi ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Sleman. Setiap tahun, bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembinaan.
Harapannya, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan rasa percaya diri para mualaf dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim.
Dengan adanya wisata religi ke Firdaus Fatimah Zahra ini, mualaf di Kabupaten Sleman tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual, tetapi juga motivasi untuk lebih mendalami ajaran Islam.
BAZNAS Sleman berkomitmen melanjutkan program ini sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap mualaf sebagai bagian dari penerima zakat.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Solidaritas untuk Palestina: Ivan Gunawan Distribusikan Air Bersih dan Makanan Melalui BAZNAS
Jakarta – Ivan Gunawan dan Mandjha salurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan untuk warga Gaza melalui BAZNAS.
Desainer dan public figure ternama Ivan Gunawan bersama brand busananya Mandjha kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Palestina.
Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, mereka menyalurkan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji untuk warga Gaza pada 1–2 September 2025.
Air bersih didistribusikan di lima titik strategis, termasuk Abu Hasirah Port dan Palestine Stadium, yang menjangkau 1.562 jiwa dengan rata-rata 16 liter per orang. Sementara itu, makanan siap saji dibagikan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp untuk 800 penerima manfaat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti air dan makanan sangat mendesak di Gaza.
“Setiap liter air dan setiap paket makanan yang tersalurkan menjadi wujud kasih sayang masyarakat Indonesia, sekaligus bukti nyata solidaritas bangsa dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya.
Ivan Gunawan: Setetes Harapan untuk Gaza
Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama ini. Ia berkomitmen untuk melanjutkan dukungan pada tahap berikutnya, bahkan berencana turun langsung melalui jalur Mesir.
“Alhamdulillah, bantuan tahap pertama telah tersampaikan melalui BAZNAS. Semoga langkah kecil ini bisa membawa setetes harapan di tengah kondisi darurat Gaza,” kata Ivan.
Program bantuan ini tercatat bernilai Rp200 juta, yang dialokasikan untuk program Hot Meals dan Air Bersih. Dokumentasi penyaluran juga sudah diterima sebagai bukti transparansi dan akuntabilitas.
Konsistensi Ivan Gunawan dalam Kepedulian Sosial
Sebelumnya, Ivan Gunawan juga menyerahkan donasi sebesar Rp2 miliar untuk Palestina dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Jakarta pada 28 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat.
Donasi besar tersebut berasal dari hasil penjualan busana dalam rangkaian acara “Love Go For Humanity”, yang sejak awal diniatkan untuk kegiatan sosial. Seluruh hasil penjualan kemudian disalurkan melalui BAZNAS agar manfaatnya tepat sasaran.
Ivan berharap langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak tokoh publik dan masyarakat untuk berbagi melalui jalur yang terpercaya.
BAZNAS: Bukti Solidaritas Indonesia
BAZNAS RI menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga simbol solidaritas bangsa Indonesia untuk Palestina. Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen terus menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri.
Di tengah kondisi sulit yang dialami warga Gaza, setetes air dan sepiring makanan menjadi cahaya penguat di tengah duka. Langkah ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan pengingat bahwa cinta dan kepedulian tak pernah mengenal batas.
BERITA10/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Salurkan Rp101 Juta untuk Masjid, Musala, dan Lembaga Pendidikan
Sleman - BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Taqwa dengan total nilai sebesar Rp101.000.000.
Bantuan ini diberikan kepada 70 penerima manfaat, yang terdiri dari masjid, musala, hingga lembaga pendidikan Islam di Sleman.
Kegiatan pentasharufan dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025 di Kantor BAZNAS Sleman.
Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pemeliharaan sarana ibadah, serta mendukung peringatan Hari Besar Islam, terutama menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebentar lagi akan diperingati oleh umat Muslim.
Dukungan untuk Perbaikan Fasilitas Masjid dan Musala
Bantuan yang disalurkan melalui Program Sleman Taqwa di antaranya dimanfaatkan untuk rehabilitasi musala dan masjid, pembangunan fasilitas penunjang ibadah, serta kegiatan syiar Islam di masyarakat.
Salah satu penerima manfaat adalah Masjid Al Hikmah, Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman, yang diwakili oleh takmir masjid, Sekarmaji.
Ia menyampaikan bahwa bantuan dari BAZNAS Sleman sangat bermanfaat, khususnya untuk biaya pembangunan dan renovasi tempat wudhu masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman serta para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. InsyaAllah bantuan ini akan digunakan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkap Sekarmaji.
Harapan dari BAZNAS Sleman
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Sleman Taqwa adalah wujud nyata komitmen BAZNAS dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat Sleman.
“Melalui Program Sleman Taqwa, kami berharap masjid, musala, dan lembaga pendidikan Islam dapat semakin berkembang dan berdaya. Bantuan ini bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat ibadah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Sleman”.
“Kami juga mengajak seluruh muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Wujud Kepedulian dan Kolaborasi
Program Sleman Taqwa tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong keberlangsungan kegiatan syiar Islam di berbagai wilayah.
Dengan dukungan dari para muzaki, inisiatif ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan aktivitas keagamaan di Sleman.
BAZNAS Sleman terus berkomitmen menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan umat, baik di bidang keagamaan, kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.
Ajak Muzaki untuk Berzakat
Dengan keberhasilan pentasharufan kali ini, BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki, untuk terus mempercayakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Setiap rupiah zakat yang dititipkan, akan kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat Sleman. Mari bersama-sama mewujudkan Sleman Taqwa, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
BERITA02/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Tahap Pertama Rehab RTLH, BAZNAS Sleman Bantu 17 Warga Sleman
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada Kamis, 28 Agustus 2025, BAZNAS Sleman melaksanakan pentasharufan termin 1 bantuan rehab RTLH di Serambi Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudirohoesodo, Jl. Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.
Program ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total anggaran bantuan senilai Rp329 juta. Masing-masing kapanewon menerima satu unit bantuan rumah yang akan direhab sesuai kebutuhan. Pada termin pertama ini, BAZNAS menyalurkan 40% dari total bantuan yang diterima penerima manfaat.
Acara pentasharufan turut didampingi oleh panitia rehab, dukuh setempat, serta jajaran pemerintah terkait. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Sosialisasi Program dan Tahapan Pelaksanaan
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Sleman juga menggelar sosialisasi teknis. Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan alokasi dana serta pentingnya penggunaan bantuan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Hadir pula Tulus dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) yang memaparkan proses verifikasi penerima manfaat, jenis kerusakan rumah, hingga tahapan pembangunan.
Sementara itu, Amin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan penjelasan terkait aspek legalitas bangunan dan perubahan aturan dari IMB menjadi PPG.
Menurut Tulus, bantuan yang diberikan bervariasi sesuai tingkat kerusakan rumah—mulai dari perbaikan ringan seperti penggantian atap, hingga pembangunan ulang pondasi atau penambahan ruang bagi keluarga yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya laporan progres pembangunan yang akan menjadi syarat pencairan tahap selanjutnya.
“Dana akan dicairkan dalam empat tahap. Tahap pertama 40% harus segera dibelanjakan, kemudian tahap kedua dan ketiga dilakukan setelah ada laporan progres dan bukti penggunaan dana. Tahap terakhir diberikan setelah rumah selesai 100%,” jelasnya.
Standar Rumah Sehat dan Aspek Legalitas
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan harus memenuhi standar rumah sehat, terutama terkait sanitasi. Setiap rumah diharapkan memiliki jamban sehat, saluran pembuangan yang sesuai, dan septic tank standar untuk menghindari pencemaran air tanah.
Dari sisi legalitas, Amin menambahkan bahwa program ini difasilitasi agar penerima manfaat mendapatkan kepastian hukum terkait status bangunan. “Kami membantu dari aspek legalitasnya. Targetnya, dalam waktu dua bulan seluruh pembangunan sudah selesai,” ujarnya.
Daftar Penerima Manfaat
1. Kapanewon Sleman : Sugirah, Temon, RT.02 RW.22 Pandowoharjo
2. Kapanewon Cangkringan : Agus Aswadi, Karanglo, RT.03 RW.24 Argomulyo
3. Kapanewon Seyegan : Parmin Noto Maryono : Ngampon, Mranggen, RT.05 RW.22 Margodadi
4. Kapanewon Turi : Titis Minto Lestari, Donoasih, RT.03 RW.12 Donokerto
5. Kapanewon Prambanan : Rini Endang Suryani, Losari II Wukirharjo
6. Kapanewon Minggir : Dedi Yulianto, Daratan III, RT.06 RW07, Sendangarum
7. Kapanewon Pakem : Rustanto, Kuweron RT.03 RW.23, Candibinangun
8. Kapanwewon Berbah : Ngadiono, Sendang RT.01 RW.14 Sendangtirto
9. Kapanewon Godean : Wiharnani, Kragilan RT.03 RW.28, Sidoluhur
10. Kapanewon Moyudan : Suratman, Kruwet RT.02 RW.05 Sumberagung
11. Kapanewon Tempel : Juminten, Senoboyo RT.02 RW.13 Banyurejo
12. Kapanewon Mlati : Warno Dullah Sukoco, Kalongan RT.06 RW13 Tlogoadi
13. Kapanewon Kalasan : Marwanto, Sanan Brintikan RT.05 RW.17 Tirtomartani
14. Kapanewon Ngemplak : Widiyati, Ngalian RT.04 RW.22 Widodomartani
15. Kapanewon Ngaglik : Vita Arumsari, Tegalmindi RT.07 RW.36 Sardonoharjo
16. Kapanewon Gamping : Jumono, Kradenan RT.05 RW.17 Banyuraden
17. Kapanewon Depok : Tutik Sarinti Sari, Manukan RT.06 RW.05 Condongcatur
Testimoni Penerima Manfaat
Program ini disambut hangat oleh penerima manfaat. Salah satunya Agus Aswadi, warga Karanglo, Argomulyo, Cangkringan, yang merasa sangat terbantu.
“Alhamdulillah bisa membangun rumah yang layak, tidak bocor, dan nyaman ditempati,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Puji Astuti, istri dari Rustanto, warga Kuweron, Candibinangun, Pakem, yang menerima bantuan Rp20 juta dan memperoleh Rp8 juta pada termin pertama.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini akan memperbaiki rumah kami secara total, karena kondisinya memang sudah tidak layak huni,” ungkapnya.
Komitmen BAZNAS untuk Kesejahteraan Umat
Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, menegaskan bahwa dana zakat harus digunakan dengan tepat sasaran untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Dana ini harus dimanfaatkan sebagaimana mestinya agar rumah bisa menjadi tempat ibadah dan kehidupan yang lebih layak,” tutupnya.
Dengan adanya program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung misi pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup warga Sleman.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan manfaat zakat melalui program unggulannya, yaitu Sleman Sehat dan Sleman Cerdas.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor BAZNAS Sleman, Jumat (29/8), dengan total nilai mencapai Rp764.120.000.
Dari jumlah tersebut, program Sleman Sehat menyalurkan bantuan sebesar Rp486.732.500 kepada 37 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Sementara itu, program Sleman Cerdas memberikan bantuan sebesar Rp277.387.500 kepada 79 penerima manfaat di Sleman.
Kisah Penerima Manfaat Program Sleman Sehat
Program Sleman Sehat ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan, terutama mereka yang tidak ter-cover oleh BPJS.
Salah satunya adalah Rifah, warga Merdikorejo, Tempel, Sleman. Ia menerima bantuan Rp3 juta untuk biaya pengobatan ibunya, Sumirah, yang menderita stroke. Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan medis harian seperti pampers, makanan sehat, hingga terapi.
“Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, karena ada kebutuhan ibu saya yang tidak terjangkau BPJS,” ungkap Rifah.
Penerima lainnya adalah Purwanti, warga Selorejo, Tempel. Ia mengambil bantuan Rp1 juta untuk pamannya, Tukidi, yang juga menderita stroke. Dana tersebut digunakan untuk biaya terapi jalan dan pijat sebagai bagian dari proses pemulihan.
Penerima Manfaat Program Sleman Cerdas
Sementara itu, program Sleman Cerdas difokuskan pada dukungan di bidang pendidikan, seperti beasiswa siswa kurang mampu, honorarium guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT), serta bantuan untuk lembaga pendidikan Islam maupun umum.
Salah satu penerima manfaat adalah Prihatin, dari SDN Sentul Godean. Ia menerima bantuan sebesar Rp3.970.000 untuk beasiswa kurang lebih 20 anak didik. “Semoga bantuan ini memberi manfaat besar bagi anak-anak kami agar semangat belajar mereka tetap terjaga,” tuturnya.
Selain itu, Gito Prawoto dari MTsN 2 Sleman menerima bantuan senilai Rp6.200.000. Dana ini digunakan untuk mendukung GTT, PTT, serta siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. “Bantuan ini sangat membantu kami meringankan beban guru dan siswa,” ujarnya.
Sekilas Tentang Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Program Sleman Sehat merupakan upaya BAZNAS Sleman untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu menanggung biaya pengobatan. Bantuan ini mencakup kebutuhan medis, terapi, hingga pendukung gizi bagi pasien.
Sedangkan program Sleman Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Sleman. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan beasiswa, bantuan operasional lembaga pendidikan, hingga dukungan untuk guru honorer.
Tujuannya adalah memastikan generasi muda Sleman memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Ajak Masyarakat untuk Peduli Sesama
Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sleman.
“Semua bantuan ini berasal dari kepedulian muzaki. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya bisa semakin luas,” ungkapnya.
Dengan terus mendukung program-program BAZNAS Sleman, masyarakat dapat turut serta membangun Sleman yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Sleman. Dari zakatmu, hadir keberkahan untuk sesama.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Sleman - Bupati Sleman menyampaikan pesan penting dalam acara pelantikan H. Nasirun sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman bidang SDM, Administrasi, dan Rumah Tangga.
Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman.
Acara ini juga diwarnai penyerahan Hasil Evaluasi Keluarga Sembada dan Evaluasi Masjid Paripurna Kabupaten Sleman 2025, dalam satu rangkaian yang dihadiri oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., serta jajaran pemerintah Kabupaten Sleman dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dijalankan secara amanah, sesuai syariat Islam, serta berorientasi pada kepentingan umat, bukan kepentingan politik.
“Saya betul-betul memperhatikan agar jangan sampai ada hal-hal yang aneh dalam pengelolaan zakat. Takutlah kepada Tuhan, jangan takut kepada bupati atau wakil bupati,” tegas Bupati.
Beliau juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program BAZNAS Sleman, termasuk mendorong sosialisasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Saya akan bantu menyosialisasikan kepada rekan-rekan ASN agar zakat profesi sebesar 2,5 persen dari gaji dapat dipotong dan disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” tambahnya.
Dukungan untuk Kepemimpinan Baru
Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman mengucapkan selamat kepada H. Nasirun yang baru saja dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat segera bertugas, melanjutkan kiprah, berkarya, serta menjalankan amanah untuk kemaslahatan masyarakat.
“Terima kasih kepada pimpinan BAZNAS Sleman atas dedikasi selama ini. Saya berharap roda organisasi tetap berjalan dengan baik dan terus melakukan inovasi,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dilakukan secara modern, berbasis data, serta didukung teknologi. Hal ini penting agar pengelolaan zakat semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS sebagai Instrumen Strategis
Menurut Bupati, keberadaan BAZNAS Sleman memiliki posisi strategis sebagai lembaga resmi pemerintah dalam pengelolaan ZIS. Peran ini sangat penting dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta menjadi instrumen nyata untuk pembangunan daerah.
“Penghimpunan zakat akan menjadi sumber daya luar biasa jika dikelola dengan baik. Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Bupati juga mendorong adanya terobosan baru dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat, sehingga dapat membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan di Sleman.
“Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam menjalankan amanah ini. Mari bersama-sama mendukung BAZNAS Sleman menjadi penghimpun dan pengelola zakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
Pelantikan pimpinan BAZNAS Sleman ini bukan hanya sebuah agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Sleman diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan zakat dan menyalurkannya secara tepat sasaran.
BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjadikan zakat sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat, membangun kemandirian, dan menghadirkan keadilan sosial di Kabupaten Sleman.***
BERITA29/08/2025 | AYW./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman semakin serius menangani stunting dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya BAZNAS Sleman dan Bank Sleman.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
BAZNAS Sleman dan Bank Sleman bertindak sebagai orang tua asuh yang akan memberikan bantuan nutrisi berupa 'telur bahagia' untuk ibu hamil dan anak di bawah 23 bulan.
Acara penandatanganan ini diselenggarakan di Aula Unit I Kabupaten Sleman pada Senin, 25 Agustus 2025. Program GENTING merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen RPJPD Kabupaten Sleman 2024–2045 untuk mencetak generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Peran BAZNAS Sleman
Peran BAZNAS Sleman dalam program ini sangat vital. Lembaga amil zakat ini akan menyalurkan bantuan nutrisi kepada 50 keluarga berisiko stunting yang tersebar di lima kapanewon, yaitu Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, dan Prambanan.
Setiap keluarga akan menerima paket telur bergizi tinggi selama 90 hari berturut-turut. Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Sleman terus menurun. Berdasarkan data ePPGBM 2024, angka stunting kini berada di angka 4,41%, turun 0,1% dari tahun sebelumnya.
Penurunan ini menunjukkan hasil positif dari upaya yang telah dilakukan. Susmiarto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Sleman zero stunting.
Wujud Gotong Royong Kepedulian
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa ‘telur bahagia’ merupakan telur ayam dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bantuan ini adalah wujud gotong royong dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Sleman mendapatkan gizi optimal.
Sebagai orang tua asuh, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan materiil. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan berkelanjutan yang berfokus pada pencegahan.
Para orang tua asuh, termasuk BAZNAS Sleman, diharapkan ikut memantau tumbuh kembang anak.
Dengan keterlibatan aktif BAZNAS Sleman, program GENTING diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan umat, tidak hanya melalui bantuan zakat, tetapi juga dengan berkontribusi langsung pada pembangunan generasi yang sehat dan cerdas, siap menyongsong masa depan.***
BERITA28/08/2025 | AYW./
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Astacita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia.
Momentum Sinergi Zakat dan Astacita
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Astacita, yaitu delapan agenda prioritas pembangunan nasional.
Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
“Rakornas ini meneguhkan tekad BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat menjadi pilar pencapaian Astacita serta visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kiai Noor.
Capaian Penghimpunan Zakat
BAZNAS RI mencatat kinerja penghimpunan zakat meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, penghimpunan zakat nasional mencapai Rp12,43 triliun dan meningkat menjadi Rp40,53 triliun pada 2024.
Di tingkat pusat, angka pengumpulan naik dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025.
Jumlah muzaki juga meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.
Transformasi Digital dan Kiprah Internasional
Selain peningkatan penghimpunan, BAZNAS terus memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta koordinasi nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) kini juga telah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas.
Di tingkat internasional, BAZNAS aktif dalam aksi kemanusiaan. Hingga Juli 2025, tercatat Rp375 miliar dana zakat telah dihimpun untuk Palestina dan Rp120 miliar disalurkan, menjangkau lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
BAZNAS Awards 2025
Rakornas juga menghadirkan BAZNAS Awards 2025 dengan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan semangat bagi seluruh penggerak zakat.
Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan periode 2020–2025. Ketua BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan inovasi dan memperluas manfaat zakat bagi umat.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegas Kiai Noor.
Dengan semangat sinergi, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.***
BERITA27/08/2025 | AYW./

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →