WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman

BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 8 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terbaik se-Kabupaten Sleman atas kontribusi dan kinerja optimal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025.

 

Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026).

 

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi BAZNAS Sleman kepada UPZ yang dinilai konsisten, tertib pelaporan, serta mampu mengoptimalkan potensi zakat di lingkup masing-masing, baik di tingkat OPD, instansi vertikal, wilayah, maupun satuan pendidikan.

 

Daftar Penerima Penghargaan UPZ Terbaik Tahun 2025

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat OPD
    Capaian ZIS: Rp1.660.890.529
    Keterangan: 100% ASN berzakat dan setoran rutin.
  2. Kementerian Agama Kabupaten Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Instansi Vertikal
    Capaian ZIS: Rp829.175.967
    Keterangan: Setoran terbanyak instansi vertikal dan rutin.
  3. UPZ Kapanewon Depok
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kapanewon
    Capaian ZIS: Rp48.947.274
    Keterangan: Setoran terbanyak kapanewon dan rutin.
  4. UPZ Kalurahan Sardonoharjo
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Kalurahan
    Capaian ZIS: Rp28.955.268
    Keterangan: Setoran terbanyak kalurahan dan rutin.
  5. MAN 3 Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Madrasah
    Capaian ZIS: Rp64.721.190
    Keterangan: Setoran terbanyak madrasah dan rutin.
  6. SMP Negeri 1 Ngemplak
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SMP Negeri
    Capaian ZIS: Rp36.871.250
    Keterangan: Setoran terbanyak SMP dan rutin.
  7. TK SD Negeri Model
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat SD
    Capaian ZIS: Rp28.206.000
    Keterangan: Setoran terbanyak SD dan rutin.
  8. Polresta Sleman
    Kategori UPZ Terbaik Tingkat Pelaporan
    Capaian ZIS: Rp590.225.548
    Keterangan: Pelaporan UPZ terbaik dan rutin.

 

Penghargaan diserahkan secara bergantian oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman, di antaranya Sekretaris Daerah Sleman Drs. Susmiarto, M.M., Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Wakil Ketua II BAZNAS DIY Jazilur Sakhok, Ph.D.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UPZ penerima penghargaan.

 

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi UPZ lainnya untuk terus meningkatkan kinerja pengumpulan serta pengelolaan zakat secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Melalui pemberian penghargaan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi pengelolaan zakat di Kabupaten Sleman semakin kuat, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara Milad Ke-25 BAZNAS ini dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya, OPD se Kabupaten Sleman, Instansi Vertikal, Panewu & KUA, UPZ Sekolah & Madrasah (SD N, SMP N, MTsN, MAN sekabupaten Sleman), LAZ se-Kabupaten Sleman, Bank mitra BAZNAS (Penyumbang Doorprize), 17 Takmir calon Penerima Program BMM, dan 50 Warga Tridadi (Penerima sembako dalam program Sleman Peduli).***

03/02/2026 | Kontributor: ayw./
Pimpinan BAZNAS Sleman Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Perkuat Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola zakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Profesi yang difasilitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS Republik Indonesia dan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 26–30 Januari 2026. Pelatihan dilaksanakan di BAZNAS Institute, Matraman, Jakarta Timur.

 

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam memastikan para pimpinan dan pengelola zakat di daerah memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan demikian, pengelolaan zakat diharapkan dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali penguatan pemahaman syariah zakat, tetapi juga materi terkait manajemen kelembagaan, tata kelola (governance), kepemimpinan, serta akuntabilitas dan transparansi lembaga.

Seluruh materi disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern yang menuntut profesionalisme tinggi dan kepercayaan publik.

 

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman, Nasirun, S.A.P., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas pimpinan BAZNAS daerah.

“Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk menambah wawasan pimpinan BAZNAS agar semakin profesional dalam menjalankan amanah,” ungkap Nasirun.

 

Ia menambahkan, pengelolaan zakat yang profesional dan transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

 

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan dan perkembangan pengelolaan zakat saat ini. “Pelaksanaan pelatihan sangat bagus karena materi-materi yang diberikan relevan dengan kondisi kekinian,” ujarnya.

 

Nasirun berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat diterapkan secara nyata dalam kepemimpinan BAZNAS di daerah, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan dampak program zakat.

 

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan proses asesmen kompetensi oleh asesor dan praktisi berpengalaman untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan skema sertifikasi BNSP.

Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diharapkan dapat meningkatkan kinerja kelembagaan secara menyeluruh, memperkuat ekosistem zakat nasional, serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***

31/01/2026 | Kontributor: ayw./
Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS Sleman, Momentum Refleksi dan Penguatan Tata Kelola Zakat

BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-25 BAZNAS Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, muhasabah, sekaligus penguatan komitmen pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 400 tamu undangan, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto, M.M.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., perwakilan BAZNAS DIY Wakil Ketua II, Jazilur Sakhok, Ph.D., jajaran OPD Kabupaten Sleman, pimpinan UPZ, kepala sekolah dan madrasah, pimpinan bank mitra, para donatur, serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh dari SDN Baturan 1, kemudian dilanjutkan dengan pengundian doorprize tahap pertama berupa satu unit TV 32 inci yang disponsori BPD DIY Syariah. Selain itu, turut dibagikan dua unit sepeda MTB yang masing-masing disponsori oleh Bank Sleman dan Heny Catering.

 

Memasuki acara inti, pengajian akbar disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si. Dalam tausiyahnya, Nadhif menyampaikan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-25 BAZNAS berjalan lancar dan mendapatkan rida Allah SWT.

 

Nadhif menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya merupakan refleksi Milad BAZNAS ke-25, bukan sekadar pengajian. Ia mengajak seluruh hadirin untuk melakukan muhasabah, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan waktu, dan kekhusyukan salat sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik.

 

“Makna nostalgia sesungguhnya kita bicara eksisting apa yang sudah kita lakukan dan belum dilakukan kita refleksi, yaitu sholat. Baru diangka 38% yang sholat lima waktu. Belum kita ketemu sholat yang lupa niatnya,” kata Nadhif.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-25 BAZNAS merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan zakat bagi umat.

 

Alhamdulillah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, para muzaki, UPZ, serta seluruh masyarakat, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 berdasarkan audit KAP pada 12 Januari 2026,” ungkap Kriswanto.

 

Kriswanto juga melaporkan capaian penghimpunan Dana ZIS tahun 2025 sebesar Rp13,4 miliar, yang telah ditasharufkan kepada 55.352 penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Selain itu, BAZNAS Sleman turut menghimpun donasi bencana untuk Sumatera dan Aceh sebesar ±Rp830 juta, sekitar Rp700 juta di antaranya disalurkan melalui Pemerintah Aceh Tamiang, Pemda Sibolga, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember lalu, dan sisanya pada awal tahun 2026 ini.

 

Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ terbaik, menyalurkan paket sembako kepada 50 warga Beran, Tridadi, serta meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) senilai Rp522 juta untuk 17 masjid terpilih di Kabupaten Sleman. Selain itu, diluncurkan pula Program Masjid Ramah Musafir bekerja sama dengan Kementerian Agama senilai Rp17 juta.

 

Dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman juga semakin menguat melalui Instruksi Bupati terkait pemotongan zakat dari TPP ASN, sebagai langkah strategis optimalisasi zakat yang berkelanjutan.

 

Kriswanto menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membersamai BAZNAS Sleman menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kekuatan bersama dalam membangun Sleman.

 

“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap ikhtiar kita dan menjadikan BAZNAS sebagai Lembaga yang terus membawa keberkahan bagi umat,” tutup Kriswanto.

 

Sebagai penutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS Sleman melibatkan 20 UMKM binaan yang difasilitasi stand promosi di area Pendopo. Setiap tamu undangan juga mendapatkan voucher belanja Rp10.000 untuk mendukung UMKM binaan. Ketua BAZNAS RI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman turut berkeliling stand UMKM dan melarisi dagangan para pelaku usaha.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
Milad ke-25 BAZNAS, Jalan Sehat Funwalk di Pantai Glagah Angkat Semangat Zakat Menguatkan Indonesia

BAZNAS Kabupaten Sleman turut serta dalam kegiatan Jalan Sehat Funwalk dalam rangka memperingati Milad ke-25 BAZNAS bersama BAZNAS lainnya se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo, Sabtu (17/01/2026), dengan mengusung tema “Zakat Menguatkan Indonesia.”

 

Kegiatan Jalan Sehat Funwalk ini diselenggarakan oleh BAZNAS se-DIY, dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebagai tuan rumah. Seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, dikelola langsung oleh tim BAZNAS Kulon Progo.

 

Langkah bersama dalam kegiatan funwalk ini menjadi simbol kebersamaan, refleksi, serta komitmen BAZNAS selama seperempat abad dalam mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan secara amanah, profesional, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini tidak sekadar berjalan santai, tetapi juga memperkuat sinergi antar BAZNAS untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi mustahik.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Milad ke-25 kepada BAZNAS serta menegaskan pentingnya peran BAZNAS di tengah masyarakat.

 

“Dengan kehadiran BAZNAS, saya berani menyampaikan bahwa seluruh proses pengelolaan dan pendistribusian zakat dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan berdasarkan skala prioritas hak penerimanya,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk semakin mengenal zakat dan menyalurkannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran zakat.

 

Selain kegiatan funwalk, peringatan Milad ke-25 BAZNAS se-DIY juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Para peserta dapat memanfaatkan layanan cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.

 

Selain itu, sambutan mulai dari Ketua BAZNAS Kulon Progo, Ketua BAZNAS DIY dan dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan Aladin.

 

Acara semakin semarak dengan pengundian doorprize dengan beragam hadiah menarik, di antaranya kulkas dua pintu, mesin cuci, televisi, dua unit sepeda, serta hadiah hiburan lainnya yang disponsori oleh perbankan, BAZNAS se-DIY, dan mitra pendukung.

 

Menariknya, staf dan pelaksana dari BAZNAS Kabupaten Sleman turut membawa pulang sejumlah doorprize. Bahkan, dua orang staf BAZNAS Sleman berhasil mendapatkan hadiah utama berupa dua unit sepeda MTB, masing-masing satu unit sepeda, yang menambah semarak dan kebahagiaan dalam perayaan Milad ke-25 BAZNAS.

 

Menambah keakraban, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan wisata perahu Laguna. Hampir seluruh peserta memanfaatkan naik perahu untuk berkeliling di sekitar Laguna Pantai Glagah sebagai penutup kegiatan.

 

Melalui momentum ini, BAZNAS terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, memperkuat kepedulian sosial, serta menebar manfaat dan kebaikan bagi umat melalui zakat.***

28/01/2026 | Kontributor: ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta

BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman.

 

Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program.

 

Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman.

 

Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga.

 

“Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih.

 

Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan.

 

Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya.

 

Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

 

“Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya.

 

Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

 

Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***

23/01/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan perwakilan guru di wilayah Kapanewon Depok. Acara berlangsung di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Depok, yang berlokasi di SDN Percobaan 2, Selasa (12/8). Kegiatan dibuka oleh Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Depok, Dra. Rahayu Setyaningsih, S.Pd. Dari pihak BAZNAS Sleman hadir dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., selaku Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, serta Muhaimin, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pemanfaatan Dana Zakat untuk Pendidikan Dalam pemaparan materinya, Muhaimin menegaskan bahwa dana zakat yang disetorkan sekolah setiap bulan dapat dimanfaatkan hingga 60% untuk kepentingan pendidikan. Dana ini bisa digunakan untuk beasiswa siswa kurang mampu, honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), guru ekstra non-tetap, hingga tukang masak sekolah. “Banyak sekolah belum memanfaatkan hak 60% ini. Padahal setiap bulan ada dana yang bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan, baik diambil per bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali,” jelas Muhaimin. Selain itu, BAZNAS Sleman juga membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan bantuan pembangunan atau renovasi musala/masjid dengan batas maksimal Rp 1 juta, serta bantuan kegiatan hari besar keagamaan dengan nilai serupa. Bantuan ini di luar hak 60% dan dapat diajukan dengan melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta surat permohonan yang telah dicontohkan. Dorongan Peningkatan Kesadaran Zakat Sementara itu, dr. Andung memaparkan data potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korwil Depok. Dari total 383 pegawai, tercatat 139 orang telah berzakat penuh 2,5%, 27 orang berzakat namun belum mencapai 2,5%, dan 205 orang belum menunaikan zakat. “Potensi zakat di wilayah ini mencapai Rp 38,3 juta per bulan, namun baru terkumpul Rp 15,8 juta atau sekitar 41%. Ini menjadi PR bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat,” ujar dr. Andung. Ia juga mengajak para guru untuk menandatangani surat kesanggupan zakat sehingga pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Proses pengumpulan surat ini akan dikoordinasikan melalui bendaharawan Dinas Pendidikan Sleman. Apresiasi untuk Sekolah Berprestasi Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada sekolah yang memiliki persentase pembayaran zakat tertinggi, yaitu: SDN Depok 2 – 100% SDN Percobaan 2 – 100% SDN Bhaktikarya – 86% SDN Caturtunggal 1 – 81% Kegiatan ini dihadiri 43 peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan zakat bagi kemajuan pendidikan. BAZNAS Sleman berharap, melalui sosialisasi ini, para pendidik semakin sadar akan manfaat zakat dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kesejahteraan guru, tenaga kependidikan, serta membantu siswa yang membutuhkan. BAZNAS Sleman : Amanah, Transparan, Profesional, Akuntabel.***salurkan zakat Anda melalui link berikut:https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA12/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Pada Senin (11/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Moyudan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang ramah terhadap kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan diterima oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, S.H., M.Si., beserta jajarannya. Bantuan yang Tepat Sasaran Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan tersebut. “Kami berterima kasih, kursi roda ini benar-benar akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat kami yang membutuhkan. Karena selama ini di sini belum tersedia kursi roda, alhamdulillah sekarang BAZNAS memberikan bantuan ini. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik sekali dan nantinya akan kami gunakan untuk warga disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Moyudan,” ungkapnya. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat dan mempermudah mobilitas warga yang memiliki keterbatasan fisik ketika mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman untuk Pelayanan Publik Inklusif Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kelompok rentan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat merasakan pelayanan publik yang layak, mudah, dan ramah. Kursi roda ini hanyalah salah satu langkah kecil, namun kami berharap manfaatnya besar bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program bantuan seperti ini akan terus dilaksanakan, tidak hanya di Kapanewon Moyudan, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Sleman yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus menjalankan misi membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang ramah, adil, dan inklusif. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.
BERITA11/08/2025 | AYW./
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Sleman — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), BAZNAS Sleman menyelenggarakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada ASN di lingkup Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Berbah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 bertempat di Aula Kantor Korwil Berbah yang juga dihadiri oleh KaDisdik Pak Mustadi,S.Sos., M.M., dan Kepala SDN di Berbah. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santoso, M.Kes., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, dr. Andung menyampaikan apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin melalui BAZNAS. Langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kewajiban agama dan juga kontribusi nyata dalam membantu sesama. Zakat Adalah Kewajiban “Zakat adalah kewajiban yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Hikmahnya tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi jalan berkembang dan berkahnya rezeki,” terang dr. Andung. Lebih lanjut, Muhyi Darmaji menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia regulasi berupa Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. ASN yang bersedia dipotong zakatnya diharapkan dapat mengisi Surat Kesanggupan Zakat yang nantinya akan dihimpun melalui bendahara masing-masing, dalam hal ini Bapak Sunardi dari Disdik Sleman. Prosentase Zakat di SD Wilayah Berbah Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 135 pegawai di Korwil Berbah, sebanyak 42 orang telah dipotong zakat 2,5%, 5 orang sudah dipotong namun belum sesuai persentase wajib, dan 83 orang belum dipotong zakat. Dengan potensi zakat sebesar Rp13,8 juta, saat ini baru sekitar Rp4,4 juta atau 32% yang sudah disetorkan melalui BAZNAS. Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki prosentase tertinggi dalam pengumpulan zakat, yakni: SDN Kranggan (90%) SDN Tanjungtirto 2 (89%) SDN Jogomangsan 2 (88%) Sebagai bentuk manfaat dari program ini, BAZNAS Sleman membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses kembali 60% dari dana ZIS yang telah disetor melalui program beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan insentif bagi GTT/PTT. Proposal pengajuan maksimal diterima hingga Oktober 2025. BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN di wilayah Sleman, khususnya di Korwil Berbah, untuk segera menunaikan zakat melalui pemotongan rutin. Langkah kecil ini dapat menjadi solusi besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut, silakan hubungi BAZNAS Sleman atau melalui bendahara setempat. Mari kita kuatkan solidaritas sosial melalui zakat yang amanah dan tepat sasaran!.***
BERITA11/08/2025 | AYW./
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman dan DPUPKP Sleman melaksanakan Peletakan Batu Pertama Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini menjadi simbol nyata gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dan aman. Program bantuan RTLH ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total bantuan senilai Rp329 juta untuk 17 rumah tidak layak huni. Masing-masing Kapanewon menerima satu bantuan unit rumah. Acara dimulai dengan penyerahan simbolis bantuan RTLH di Gedung Parasamya, yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara langsung di rumah Ibu Sugirah, warga Temon, Pandowoharjo, Sleman. Tindakan simbolis ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. "Kami berharap program ini bisa membantu mustahik agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Sleman,” ujarnya. Gotong Royong di Momen Kemerdekaan Momentum HUT RI ke-80 ini dijadikan sebagai momen memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat melayani sesama. Pemerintah Kabupaten Sleman ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan juga dirasakan oleh masyarakat di lapisan bawah, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal. Dengan adanya program bantuan RTLH ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi antar lembaga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Dukung Program Sosial BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, khususnya para ASN dan muzaki di Sleman, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui saluran resmi. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada mustahik melalui program-program unggulan, seperti bantuan RTLH, beasiswa pendidikan, bantuan UMKM, dan lainnya. Melalui zakat yang Anda salurkan, kebaikan dapat terus bergulir dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.***
BERITA08/08/2025 | AYW./
Sosialisasi Zakat ASN di Korwil Ngemplak: Dorong Optimalisasi ZIS Melalui BAZNAS Sleman
Sosialisasi Zakat ASN di Korwil Ngemplak: Dorong Optimalisasi ZIS Melalui BAZNAS Sleman
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk para guru dan tenaga pendidik. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di lingkungan Korwil Pendidikan Kapanewon Ngemplak, bertempat di SDN Ngemplak 4, pada Rabu (6/8). Acara ini dihadiri oleh Ketua Korwil Ngemplak Sri Maryati, S.Pd., serta para kepala sekolah dan perwakilan guru dari SD dan madrasah se-Kapanewon Ngemplak. Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Menunaikan Zakat: Kewajiban, Bukan Pilihan Dalam paparannya, Muhyi menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana keberkahan dan pengembangan jiwa sosial. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap ASN muzaki dari Korwil Ngemplak yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Menunaikan zakat profesi 2,5% bukan hanya anjuran, tapi merupakan amanah syariah dan negara. Apalagi di Sleman, sudah ada regulasi resmi melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan zakat langsung dari gaji ASN,” ujarnya. Potensi Zakat ASN Ngemplak Masih Tinggi Dari data yang disampaikan, total ASN yang berada di bawah naungan Korwil Ngemplak berjumlah 169 orang. Saat ini, 73 orang telah dipotong zakat secara penuh sebesar 2,5%, sementara 10 orang baru dipotong sebagian, dan sekitar 82 orang belum dipotong sama sekali. Potensi zakat dari ASN Ngemplak diperkirakan mencapai Rp17,4 juta per bulan. Namun, realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp8 juta atau setara 46% dari total potensi. Hal ini menunjukkan masih adanya ruang besar untuk peningkatan kesadaran berzakat di kalangan pendidik. Apresiasi untuk Sekolah Terbaik BAZNAS Sleman memberikan apresiasi khusus kepada dua sekolah dengan tingkat kepatuhan zakat tertinggi, yakni: SDN Karanganyar (84% guru sudah berzakat) SDN Umbulwidodo (84% guru sudah berzakat) Apresiasi ini diberikan dalam bentuk piagam penghargaan yang diserahkan langsung saat kegiatan sosialisasi. Manfaat Nyata ZIS untuk Sekolah Sebagai motivasi tambahan, sekolah yang telah menyetorkan ZIS melalui BAZNAS Sleman berhak mengakses kembali hingga 60% dana ZIS yang disetorkan. Dana tersebut dapat diajukan dalam bentuk: Beasiswa untuk siswa kurang mampu Bantuan untuk GTT dan PTT Pengajuan proposal maksimal sampai Oktober 2025. Semua pengajuan difasilitasi melalui admin program BAZNAS Sleman via WhatsApp. Informasi dan Konsultasi: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program/proposal: 0811 3220 7000 “BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN, guru, dan tenaga pendidik untuk menjadi bagian dari gerakan zakat yang terorganisir dan penuh keberkahan. Bersama kita bisa memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Sleman,” tutur Muhyi menutup sesi.*** Saatnya Jadi ASN Teladan.? Isi Surat Kesanggupan? Potong zakat 2,5% otomatis? Salurkan amanah melalui BAZNAS Sleman???? Konsultasi via WhatsApp: 0811 3220 8000???? Kunjungi: kabsleman.baznas.go.id dan baznas.slemankab.go.id Zakatmu Menjadi Berkah untuk Pendidikan Sleman.
BERITA08/08/2025 | AYW./
Sosialisasi Zakat ASN: Potensi Rp13,5 Juta Zakat Profesi dari Korwil Cangkringan
Sosialisasi Zakat ASN: Potensi Rp13,5 Juta Zakat Profesi dari Korwil Cangkringan
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menguatkan upaya edukasi dan optimalisasi pengumpulan zakat melalui kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dilaksanakan di Kantor Korwil Cangkringan, Rabu (6/8). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Korwil Cangkringan, Tri Harti, yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan kembali informasi yang diterima kepada rekan guru dan tenaga kependidikan di sekolah masing-masing. “Semoga informasi yang disampaikan bisa diteruskan dan menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk ikut menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman,” ungkap Tri Harti. Acara ini diikuti oleh 18 orang perwakilan dari berbagai sekolah di wilayah Cangkringan. Urgensi Zakat Profesi dan Regulasi yang Mengikat Sebagai narasumber utama, hadir Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya, Muhyi menyampaikan beberapa poin penting terkait zakat profesi bagi ASN dan tenaga kependidikan. Apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang sudah bersedia dipotong zakat melalui gaji secara rutin. Penekanan pada urgensi zakat sebagai kewajiban syariat, didukung oleh dalil Al-Qur’an dan hadits, serta hikmah zakat sebagai pembersih harta, sumber keberkahan, dan pemberdaya umat. Penjelasan regulasi resmi yang telah ditetapkan melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman, yang mewajibkan pemotongan zakat penghasilan 2,5% bagi seluruh ASN, PPPK, dan tenaga pendidikan melalui BAZNAS. Ajakan kepada peserta untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, yakni BAZNAS Sleman. Himbauan untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat, yang akan dikumpulkan melalui Bendahara Dinas Pendidikan, Bapak Sunardi, atau melalui call center BAZNAS Sleman. Data Potensi Zakat Korwil Cangkringan Berdasarkan data yang disampaikan, dari total 131 pegawai, saat ini: 45 orang telah dipotong zakat 2,5%, 6 orang dipotong zakat namun belum mencapai 2,5%, dan 77 orang belum dipotong zakat. Dari potensi zakat sebesar Rp13,5 juta, saat ini baru Rp5 juta yang telah disetorkan, atau setara dengan 37% dari total potensi. Apresiasi dan Manfaat Penyaluran ZIS BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki tingkat partisipasi tinggi: SDN Bronggang (100%) SDN Umbulharjo 2 (83%) SD Watuadeg (partisipatif dan aktif) Sekolah juga diinformasikan bahwa mereka dapat mengakses kembali 60% dari setoran zakat dalam bentuk bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan untuk GTT/PTT, dengan batas maksimal pengajuan proposal hingga Oktober 2025. Informasi dan Konsultasi Untuk informasi dan layanan lebih lanjut, BAZNAS Sleman membuka kanal WhatsApp: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program/Proposal: 0811 3220 7000 Di akhir sesi, Muhyi kembali menegaskan bahwa zakat profesi adalah bagian dari ibadah yang bersumber dari pekerjaan halal dan mulia, serta mengajak seluruh guru dan karyawan di wilayah Cangkringan untuk segera mengisi Surat Kesanggupan agar zakat bisa ditunaikan secara rutin.***
BERITA07/08/2025 | AYW./
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan Bantuan Tas dalam HUT ke-80 RI
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan Bantuan Tas dalam HUT ke-80 RI
Sleman — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 1000 tas sekolah dalam program Sleman Cerdas. BAZNAS Sleman kembali menyalurkan bantuan sebanyak 1000 tas sekolah kepada siswa-siswi SD dan madrasah dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025 bertempat di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, dengan dihadiri berbagai unsur forkopimda dan instansi terkait. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM, perwakilan dari seluruh Kapanewon, serta unsur dari Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan Negeri Sleman. Sementara itu, dari pihak BAZNAS Sleman, hadir secara langsung Wakil Ketua III Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Bantuan Simbolis untuk Mustahik Bantuan 1000 tas ini merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Sleman, yaitu Sleman Cerdas, yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga dhuafa. Setiap tas senilai Rp200.000 berisi perlengkapan sekolah dan disalurkan secara bertahap melalui sekolah dan madrasah di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. Dalam acara ini, penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Sekda Kabupaten Sleman bersama Wakil Ketua III BAZNAS Sleman kepada beberapa perwakilan siswa mustahik yang hadir secara langsung di lokasi. ”Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak kita untuk terus semangat belajar dan berprestasi,” ungkap Muhaimin dalam sambutannya. Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Kebaikan Program ini tak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, namun juga bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki Sleman. Dana yang terkumpul disalurkan dengan prinsip transparansi dan tepat sasaran, menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Sleman. Amanah dari para muzaki telah menggerakkan berbagai program sosial seperti Sleman Cerdas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat dapat terus terjalin dengan kuat, demi mewujudkan Sleman yang lebih sejahtera dan berdaya.***
BERITA07/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Kalasan: Perkuat Sinergi Zakat ASN untuk Membangun Sleman
Sosialisasi ZIS Korwil Kalasan: Perkuat Sinergi Zakat ASN untuk Membangun Sleman
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kali ini digelar di Kantor Korwil Kalasan. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan untuk mendukung pembangunan sosial melalui zakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (5/8/2025) ini dihadiri oleh 29 kepala sekolah dan guru dari wilayah Kalasan. Turut hadir Kepala Korwil Kalasan, Sarwoto, S.Pd.SD., yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan zakat ASN di lingkungan pendidikan. Dari pihak BAZNAS Sleman, hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., sebagai narasumber utama dalam sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada para ASN, khususnya para guru, yang telah rutin menunaikan zakat penghasilannya melalui BAZNAS. Ia menekankan bahwa zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar menyucikan harta dan memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Sleman. 60% Dana Zakat Bisa Diakses Sekolah Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penyampaian bahwa sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari total setoran zakat yang masuk melalui pengajuan proposal. Dana tersebut dapat dimanfaatkan dalam program Sleman Cerdas, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). Selain itu, disampaikan pula bahwa sekolah dapat mengakses program dukungan lainnya seperti pembangunan musala, sarana pendidikan, dan bantuan untuk masyarakat sekitar sekolah dalam 5 program utama BAZNAS Sleman. Tanya Jawab Interaktif Acara berjalan dengan interaktif dan diwarnai dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Perwakilan dari SD Sorogenen 2 menanyakan waktu pengajuan hak 60% dari zakat yang telah disetorkan. Sementara itu, dari SD Pucung, peserta menyampaikan adanya rekan guru yang menyalurkan zakat langsung ke masyarakat sekitar dan mempertanyakan status pemotongan zakat yang belum berjalan meskipun telah mengisi formulir kesanggupan. SD Tunjungsari 2 juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan musala. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan terbuka dan dijelaskan bahwa pihak BAZNAS Sleman akan memproses setiap pengajuan sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan, termasuk batas akhir pengajuan proposal pada Oktober 2025. Zakat: Solusi Umat, Pilar Pembangunan Daerah Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan partisipasi zakat ASN di wilayah Kalasan dapat semakin meningkat. Zakat 2,5% dari penghasilan yang ditunaikan secara rutin tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.***
BERITA06/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Moyudan: Sinergi ASN dan BAZNAS Sleman dalam Gerakan Zakat
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini diselenggarakan di Kantor Korwil Moyudan dan diikuti oleh sekitar 22 perwakilan sekolah tingkat dasar se-Kapanewon Moyudan. Kegiatan ini berlangsung di SD Ngijon 1 dan menghadirkan Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan apresiasi kepada para ASN di wilayah Moyudan yang telah menjadi muzaki aktif melalui potongan gaji rutin untuk zakat. “Partisipasi ASN dalam membayar zakat tidak hanya berdampak bagi pribadi, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif dalam membantu mustahik di lingkungan sekitar,” ungkapnya. Ia juga menegaskan urgensi menunaikan zakat sebagai kewajiban umat Islam, disertai penjelasan dalil dari Al-Qur’an dan hadits. Selain itu, peserta juga diberi pemahaman tentang hikmah berzakat, seperti menyucikan harta, membawa keberkahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat. Sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya regulasi terkait zakat ASN, termasuk adanya Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendorong pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS Sleman. Para peserta dihimbau untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar potongan zakat bisa berlangsung rutin setiap bulan. Pengumpulan formulir dapat melalui Bendahara Disdik Pak Sunardi atau langsung menghubungi pihak BAZNAS Sleman. Berdasarkan data, dari 95 pegawai di Korwil Moyudan: 58 orang telah dipotong zakat secara penuh (2,5%) 15 orang telah dipotong namun belum mencapai 2,5% 19 orang belum dipotong zakat Dengan potensi zakat mencapai Rp9,9 juta, saat ini sudah terkumpul Rp7,5 juta atau setara 74% dari potensi yang ada. Dua sekolah mencatat capaian 100% ASN berzakat, yaitu SDN Ngijon dan SDN Pendulan. Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah peluang sekolah untuk mengakses 60% dari setoran ZIS dalam bentuk program: Beasiswa siswa kurang mampu Bantuan operasional untuk GTT dan PTT Pengajuan proposal untuk bantuan ini dapat dilakukan maksimal hingga Oktober 2025. Perwakilan sekolah dari Moyudan menyambut baik skema ini dan menyampaikan bahwa pengajuan rutin telah dilakukan ke BAZNAS, meskipun masih ada masukan terkait akurasi data ASN muslim dan non-muslim.*** Mari tingkatkan partisipasi zakat ASN sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial."Zakat ASN, bukan sekadar kewajiban — tapi jalan menuju keberkahan dan pemberdayaan". Segera isi Surat Kesanggupan Zakat dan salurkan zakat Anda melalui:www.kabsleman.baznas.go.id dan www.baznas.slemankab.go.idWA:081132208000 | Instagram: @baznaskabsleman
BERITA04/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
BAZNAS Sleman Ajak ASN Korwil Gamping Tingkatkan Kepatuhan Zakat melalui Sosialisasi ZIS
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kali ini menyasar wilayah Korwil Gamping. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Kantor Korwil Gamping ini dihadiri oleh 24 perwakilan kepala sekolah dari berbagai SD di wilayah tersebut. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Dalam pemaparannya, Muhaimin menekankan urgensi zakat sebagai kewajiban setiap muslim. Ia menjelaskan dalil dari Alquran dan Hadits yang mewajibkan zakat, serta hikmah yang menyertainya, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memperkuat solidaritas sosial. “Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) dan Surat Edaran Bupati mengenai pemotongan zakat langsung dari gaji ASN melalui BAZNAS Sleman. Dalam hal ini, bendaharawan Bapak Sunardi dari Dinas Pendidikan bertugas mengumpulkan dan menyetorkan zakat ke BAZNAS,” paparnya. Data Potensi Zakat ASN Korwil Gamping Berdasarkan data, potensi zakat dari ASN Korwil Gamping mencapai Rp22,3 juta per bulan. Namun, hingga saat ini baru terkumpul sekitar Rp9,4 juta atau sekitar 42%. Dari total 218 pegawai, baru 83 orang yang telah dipotong zakat 2,5%, 11 orang lainnya dipotong namun belum menyeluruh, dan sekitar 107 orang belum dikenai pemotongan zakat. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada sekolah dengan tingkat partisipasi tertinggi, yakni SDN Mayangan dan SDN Balecatur yang masing-masing telah mencapai 88% ASN yang membayar zakat melalui potongan langsung. Para peserta sosialisasi memberikan tanggapan positif. Para guru siap memperbarui Formulir Kesanggupan Zakat (FKZ), dan sekolah-sekolah juga menyatakan kesiapan untuk mengajukan program bantuan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh BAZNAS. Meski begitu, tantangan tetap ada, khususnya dalam mendorong rekan-rekan ASN yang terbiasa menunaikan zakat secara mandiri di lingkungan sekitar, untuk beralih menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat semakin meningkat di wilayah Gamping, sehingga mampu mewujudkan penyaluran zakat yang lebih terorganisir, tepat sasaran, dan transparan untuk mendukung kesejahteraan mustahik di Kabupaten Sleman. Sekolah Dapat Mengakses Hingga 60% Lebih lanjut, dalam sesi diskusi juga disampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari total setoran ZIS yang dikumpulkan melalui BAZNAS Sleman. Dana ini dapat diajukan untuk program beasiswa siswa kurang mampu/miskin serta bantuan insentif untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan sekolah. Peluang ini menjadi bentuk konkret manfaat zakat bagi lingkungan pendidikan, serta sebagai insentif bagi sekolah yang aktif dalam menyalurkan zakat secara kolektif melalui BAZNAS. Batas maksimal pengajuan proposal program ini dijadwalkan hingga Oktober 2025, sehingga para kepala sekolah diharapkan segera berkoordinasi dan menyusun usulan program sesuai ketentuan yang berlaku. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Sleman dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat. Dengan sistem yang akuntabel dan terintegrasi, zakat yang terkumpul tak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga memberikan manfaat nyata di lingkungan ASN dan masyarakat sekitar.*** Mari optimalkan zakat kita, bantu sesama, dan ciptakan perubahan yang nyata bersama BAZNAS Sleman!Untuk informasi lebih lanjut atau pengajuan program, kunjungi website resmi kami atau hubungi langsung kantor BAZNAS Sleman.Jangan lupa, deadline pengajuan proposal hingga Oktober 2025!
BERITA04/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Seyegan, Dorong Zakat ASN Potong Langsung
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Seyegan, Dorong Zakat ASN Potong Langsung
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali melaksanakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para tenaga pendidik di wilayah Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025 bertempat di Kantor Korwil Seyegan, dan dihadiri oleh 27 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SD se-Kapanewon Seyegan. Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber dari BAZNAS Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam paparannya, Muhyi menjelaskan dasar hukum zakat dari sisi agama Islam maupun regulasi daerah, seperti adanya Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. Ia menekankan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Selain itu, ia juga mengajak para ASN dan P3K untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman dan menghimbau untuk segera mengisi Formulir Kesanggupan Zakat (FKZ) agar zakat bisa dipotong langsung setiap bulan melalui bendahara instansi masing-masing. Imbauan Zakat dengan Potong Langsung Sementara itu, dr. Andung memaparkan pencapaian zakat ASN di Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan bahwa tingkat SMP dan Madrasah telah mencapai 100% dalam penyaluran zakat melalui BAZNAS. Namun, di tingkat SD Negeri masih ada yang belum optimal. Untuk wilayah Seyegan, dari potensi zakat sebesar Rp18,8 juta, baru sekitar Rp9,2 juta yang berhasil dihimpun atau sekitar 49%. “Kami berharap setelah sosialisasi ini, para guru ASN dan P3K bersedia menyalurkan zakat melalui sistem potong langsung agar penyaluran zakat bisa lebih merata dan kebutuhan mustahik di Sleman dapat terpenuhi,” ujar dr. Andung. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi, yaitu SDN Kandangan 1 dengan capaian 100%, serta SDN Jamblangan dan SDN Bokong masing-masing 88%. BAZNAS Sleman juga mengingatkan bahwa sekolah yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS dapat mengakses kembali hingga 60% dari dana zakat yang disetorkan dalam bentuk pengajuan bantuan, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan insentif untuk GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal bantuan ditetapkan hingga Oktober 2025.
BERITA01/08/2025 | AYW./
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Turi
Perkuat Literasi Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Turi
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya para aparatur sipil negara (ASN), dalam menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satu upayanya diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Turi, yang digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di SD Muhammadiyah Balerante, Turi, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari para kepala sekolah dan guru dari kurang lebih 20 SD di wilayah Turi. Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparan materinya, para narasumber menyampaikan sejumlah poin penting, seperti: profil kelembagaan BAZNAS Sleman, urgensi menunaikan zakat sebagai pilar keuangan umat Islam, serta regulasi pemotongan ZIS bagi ASN di Sleman. Salah satu perhatian khusus dalam sosialisasi ini adalah pemetaan potensi ZIS di wilayah Turi. Berdasarkan data yang dihimpun, baru sekitar 54% ASN dan tenaga pendidik di Turi yang telah berpartisipasi dalam pemotongan zakat melalui sistem BAZNAS. Oleh karena itu, para narasumber mendorong pembaruan data dan pengisian kembali Form Kesanggupan Zakat (FKZ) agar kejelasan pemotongan zakat tiap individu dapat terdata secara akurat dan optimal. Dalam sesi tanya jawab, beberapa perwakilan peserta menyampaikan kendala dan pengalaman mereka. Ibu Sudi menyatakan tantangan mengajak guru untuk berzakat melalui BAZNAS karena beberapa dari mereka sudah membayar zakat di tempat lain. Sementara itu, SD Bangunkerto mengonfirmasi bahwa seluruh ASN dan PPPK di sekolahnya telah dipotong zakat, dan hanya perlu dilakukan verifikasi ulang data. Menariknya, BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi secara simbolis kepada SD Turi 2 dan SD Wonosari 1 yang telah menunjukkan komitmen 100% dalam pemotongan zakat bagi seluruh guru dan tenaga pendidiknya. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi sekolah lain, agar turut serta dalam penguatan penghimpunan ZIS di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap dapat terus memperkuat literasi zakat di kalangan ASN dan tenaga pendidik, serta memperluas jaringan penghimpunan yang transparan, amanah, dan berdampak langsung kepada masyarakat.***
BERITA31/07/2025 | AYW./
Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp42,2 Juta Lewat Program Sleman Makmur
Zakat Produktif, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha Rp42,2 Juta Lewat Program Sleman Makmur
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program unggulannya, Sleman Makmur. Pada Jumat, 25 Juli 2025, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp42.200.000 kepada lima kelompok usaha produktif yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sleman. Acara pentasharufan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman yang dilakukan oleh Pendamping Program Ekonomi Produktif BAZNAS Sleman, Rofiq Nur Wicaksono, S.T., dan dihadiri langsung oleh perwakilan masing-masing kelompok penerima bantuan. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan usaha mikro kelompok berbasis komunitas. Kelima kelompok penerima bantuan dalam program Sleman Makmur bulan Juli ini antara lain: Kelompok Pasar Kenaran Kelompok Ngudi Barokah Kelompok Flamboyan Kelompok Mekar Mulyo Kelompok Melati Salah satu kelompok penerima bantuan, Kelompok Mekar Mulyo dari Mergan, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, menerima bantuan sebesar Rp6.000.000. Bantuan tersebut digunakan sebagai tambahan modal usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi anggota kelompok. Perwakilan Kelompok Mekar Mulyo, Erwinda Fitriana, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Sleman. “Alhamdulillah kami menerima bantuan dari BAZNAS Sleman sebesar Rp6 juta yang bisa kami gunakan sebagai modal usaha. Kami berharap usaha ini bisa berjalan lancar, berkah, dan sesuai harapan kami. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman dan para muzakki. Semoga segala bantuannya dibalas pahala dan keberkahan oleh Allah SWT,” ujarnya. Program Sleman Makmur merupakan bagian dari pilar pendayagunaan zakat yang fokus pada penguatan ekonomi mustahik. BAZNAS Sleman secara aktif mendorong kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif melalui pelatihan, pendampingan, serta bantuan modal usaha. Pimpinan BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan digunakan secara bijak dan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan penerima. “Kami berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi para mustahik untuk lebih mandiri secara ekonomi. Dengan usaha yang berkembang, diharapkan mereka kelak dapat naik kelas dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki),” ungkapnya. Program seperti Sleman Makmur menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga bersifat produktif dan memberdayakan. Selain mendukung kesejahteraan mustahik, program ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan berbasis komunitas yang menjadi misi utama BAZNAS di berbagai tingkatan, termasuk daerah. BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, khususnya para ASN, pelaku usaha, dan seluruh muzakki, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dengan penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, zakat yang disalurkan melalui BAZNAS menjadi solusi untuk pemerataan ekonomi dan penguatan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***
BERITA31/07/2025 | AYW./
Sinergi Keberhasilan Zakat Tangerang: Inspirasi BAZNAS Sleman Optimalkan ZIS
Sinergi Keberhasilan Zakat Tangerang: Inspirasi BAZNAS Sleman Optimalkan ZIS
Sleman – Delegasi dari BAZNAS Sleman bersama BAZNAS se-DIY melakukan studi tiru di Kantor BAZNAS Kota Tangerang pada Senin 28 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir perwakilan dari BAZNAS DIY, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Sleman, BAZNAS Bantul, BAZNAS Gunungkidul, dan BAZNAS Kulon Progo, yang disambut di kantor wali kota setempat. Sebelumnya, BAZNAS se-DIY juga berkunjung ke BAZNAS RI, dalam rangka untuk perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki. Rombongan disambut hangat oleh perwakilan Pemkot Tangerang, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda, pejabat Kabag Pemerintahan, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kota Tangerang. Fokus Studi: Strategi Pengelolaan dan Pengumpulan ZIS Kota Tangerang Dalam pertemuan ini, peserta belajar langsung manajemen pengelolaan zakat di daerah. Kota Tangerang tercatat berhasil menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga Rp?21?miliar pada tahun 2024, jauh melampaui target awal tahun senilai Rp?18?miliar. Hal ini menjadi studi kasus yang inspiratif bagi BAZNAS se-DIY. Pimpinan BAZNAS Kota Tangerang memaparkan berbagai program inovatif yang berjalan selaras dengan arahan BAZNAS pusat, mulai dari program beasiswa cendekia, UMKM Z?Chiken, hingga pendayagunaan zakat pascabanjir dan program lansia. Unsur Utama yang Difokuskan dalam Studi Tiru: Manajemen Digital & Fundraising TerintegrasiKota Tangerang telah melakukan digitalisasi layanan zakat dengan penggunaan platform online serta integrasi UPZ di berbagai instansi dan masjid kota untuk mempermudah muzaki berzakat. Kolaborasi dengan Pemkot yang KuatDukungan dari Pemkot Tangerang disebut sebagai pendorong utama capaian ZIS yang tinggi, termasuk bantuan promosi, infrastruktur, dan koordinasi antar Lembaga. Pengelolaan UPZ bertenaga dan akuntabelDengan sistem bimbingan teknis dan peningkatan kapasitas tim UPZ Kota Tangerang, pengumpulan zakat menjadi lebih efektif dan menyeluruh. Penguatan layanan muzaki dan transparansi penyaluranBAZNAS Kota Tangerang memastikan kemudahan dan kepercayaan masyarakat melalui sistem pelaporan yang akuntabel dan delivery bantuan yang tepat sasaran. Harapan dan Implementasi di Sleman Setelah mengikuti studi tiru ini, BAZNAS Sleman siap menerapkan strategi serupa di Sleman, seperti: Membangun kanal digital dan QRIS untuk kemudahan donasi. Menguatkan jaringan UPZ di sekolah, kantor, dan masjid. Melatih tenaga fundraiser dan memperkuat layanan muzaki. Meningkatkan sinergi dengan Pemkab Sleman untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS. Dengan cerminan praktik terbaik dari BAZNAS Kota Tangerang, BAZNAS Sleman berharap dapat memperkuat kapasitas penghimpunan zakat secara digital, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman.***
BERITA29/07/2025 | AYW./
Studi Tiru ke BAZNAS RI, BAZNAS Sleman Perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki
Studi Tiru ke BAZNAS RI, BAZNAS Sleman Perkuat Strategi Digital dan Layanan Muzaki
Jakarta - Dalam rangka memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Sleman bersama BAZNAS se-DIY mengadakan studi tiru ke BAZNAS RI, bertempat di Aula lantai 5 Kantor Pusat BAZNAS RI, Mampang, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2025. Kunjungan tersebut diterima oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, antara lain Direktur Penguatan Pengumpulan ZIS, Fitriansyah Agustiawan, Direktur Pengumpulan ZIS Badan, Faisal Qosim, dan Direktur Layanan Muzaki, Rulli Kurniawan. Fokus Utama Studi Tiru: Penguatan Pengumpulan DigitalBAZNAS RI memaparkan strategi optimalisasi kanal digital, seperti promosi intensif melalui media sosial, kerja sama multi?platform, pengembangan kantor digital, dan penerapan aplikasi seperti SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA?UPZ dan Cinta Zakat. Saat ini, sekitar 60% pengumpulan ZIS dilakukan melalui kanal digital Penguatan Pengumpulan UPZ / BadanDelegasi belajar dari penerapan sistem Fundraising Development Program (FDP) yang memperkuat kapasitas fundraiser dan UPZ dalam menghimpun ZIS dari berbagai sektor (ASN, profesi, korporasi). Penguatan Layanan MuzakiBAZNAS RI menekankan pelayanan yang responsif untuk muzaki, termasuk layanan WhatsApp Business dengan fitur donasi otomatis, alur flow interaktif, broadcast, serta sistem konsultasi zakat online dan offline Sharing Session dan Dukungan TeknisDiskusi interaktif antara BAZNAS RI dengan pengurus daerah, membahas kesiapan implementasi teknologi dan strategi fundraising di wilayah, serta dukungan bantuan teknis dan penguatan SDM dari pusat. Dampak dan Harapan BAZNAS Sleman berharap studi tiru ini memperkuat kapasitas lembaga dalam menyusun strategi digital yang lebih efektif dan inklusif. Penggunaan teknologi akan mempermudah masyarakat menunaikan ZIS secara amanah, transparan, dan profesional. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi lintas daerah agar seluruh unit BAZNAS di Indonesia selaras dalam membangun sistem penghimpunan modern yang terpercaya. Monitoring dan Rencana Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Sleman akan: Meningkatkan promosi digital lewat media sosial, WhatsApp, dan website lokal dengan link donasi dan QRIS aktif. Mengoptimalkan layanan UPZ/Badan, guru, ASN serta mitra pendidikan dan profesi melalui pelatihan fundraising. Memperbaiki pengalaman muzakki, mulai dari konsultasi zakat hingga pelaporan penerimaan/transparansi penyaluran. Melalui kolaborasi dan penerapan strategi digital dari BAZNAS RI, BAZNAS Sleman siap memperkokoh fondasi pengumpulan ZIS dan memperluas manfaat ke seluruh masyarakat Sleman.***
BERITA29/07/2025 | AYW./
Pentasharufan BAZNAS Sleman Juli 2025: Dukung Kesehatan, Pendidikan, dan Kemanusiaan
Pentasharufan BAZNAS Sleman Juli 2025: Dukung Kesehatan, Pendidikan, dan Kemanusiaan
Sleman - Komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran kembali diwujudkan dalam kegiatan pentasharufan zakat pada bulan Juli 2025. Bantuan yang disalurkan kali ini menyasar tiga bidang utama, yakni kesehatan (Sleman Sehat), pendidikan (Sleman Cerdas), dan kemanusiaan (Sleman Peduli). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para mustahik yang sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan ke BAZNAS Sleman dan dinyatakan layak menerima. Total dana yang ditasharufkan mencapai Rp 378.212.200. Sleman Sehat: Bantu Warga Kurang Mampu Dapatkan Layanan Kesehatan Dalam bidang kesehatan, sebanyak 31 pemohon menerima bantuan melalui program Sleman Sehat, dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp 112.250.000. Bantuan ini digunakan untuk keperluan medis seperti pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS, perawatan kesehatan, hingga kebutuhan alat bantu medis. Salah satu penerima manfaat, Bambang Asmoro Sejati, warga Merdikorejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Memohon bantuan kesehatan ini untuk menebus obat yang tidak ter-cover BPJS. Mudah-mudahan program ini terus berkembang dan bisa membantu lebih banyak orang seperti kami. Terima kasih BAZNAS Sleman dan para muzakki. Semoga berkah, aamiin,” ujar Bambang. Sleman Cerdas: Wujudkan Akses Pendidikan untuk Semua Sebanyak 32 pemohon mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Sleman Cerdas, dengan nilai bantuan mencapai Rp 109.959.500. Bantuan ini dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan seperti pembelian buku, perlengkapan sekolah, dan dukungan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Titik Nurhayati, guru SD Banyurejo 2 Tempel, turut menyampaikan apresiasi atas program Sleman Cerdas. “Dengan adanya bantuan ini, siswa-siswi kami yang rentan miskin bisa tetap semangat bersekolah. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman dan para muzakki atas perhatian dan bantuannya,” ujarnya. Sleman Peduli: Hadir di Tengah Bencana dan Kebutuhan Mendesak Selain itu, BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan melalui program Sleman Peduli kepada 18 pemohon. Bantuan ini mencakup kebutuhan mendesak seperti bantuan akibat bencana, bantuan sembako, santunan lansia, korban kekerasan anak, serta pencairan hak UPZ dan Ibnu Sabil, dengan total bantuan sebesar Rp 156.002.700. Harapan dan Komitmen Berkelanjutan BAZNAS Sleman berharap seluruh bantuan ini dapat diterima dengan baik dan digunakan secara optimal sesuai kebutuhan mustahik. Pentasharufan ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan melalui BAZNAS, bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan transparan, BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, terutama para ASN dan muzakki, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya semakin luas dan terorganisir.***
BERITA28/07/2025 | AYW./
Pemda Sleman dan BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Lewat Safari Jumat
Pemda Sleman dan BAZNAS Salurkan Bantuan Renovasi Masjid Lewat Safari Jumat
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Safari Jumat pada Jumat (25/7/2025), sebagai bentuk sinergi antara pemda, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam mempererat silaturahmi serta mendukung pembangunan sarana ibadah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswoyo, bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta Ketua DPRD Sleman, Gustan Prabowo dan jajaran OPD Sleman. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Sleman, yakni Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. Dari BAZNAS Sleman menyerahkan bantuan senilai Rp 6.000.000 untuk mendukung proses renovasi pembangunan masjid setempat. Dana Infak Safari Jumat Terkumpul Rp 23,4 Juta Kegiatan Safari Jumat tidak hanya menjadi momen kebersamaan, tetapi juga momentum penggalangan dana untuk kemaslahatan umat. Total dana infak yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 23,4 juta diserahkan langsung oleh Bupati kepada Takmir Masjid. Dana tersebut bersumber dari infak ASN Pemkab Sleman, kontribusi BUMD di Sleman, dan partisipasi dari BAZNAS Sleman. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS Sleman dalam mendukung pemeliharaan serta pembangunan fasilitas keagamaan. BAZNAS Sleman Dukung Pembangunan Masjid BAZNAS Sleman secara konsisten berkomitmen mendukung pembangunan keumatan di Sleman, termasuk dalam bidang sarana ibadah. Bantuan sebesar Rp 6 juta ini merupakan bagian dari program Zakat untuk Pemberdayaan Umat, yang bertujuan mendorong peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat. Perwakilan BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran dana bantuan renovasi ini merupakan bentuk komitmen dari para muzaki yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh takmir untuk mempercepat proses renovasi masjid dan memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah,” ujar Andung mewakili BAZNAS Sleman. Kolaborasi BAZNAS dan Pemda: Menebar Manfaat Lebih Luas Kegiatan Safari Jumat menjadi bukti sinergi positif antara Pemda Sleman dan BAZNAS dalam menjalankan program kemaslahatan sosial berbasis keagamaan. Tidak hanya bersifat simbolis, kegiatan ini juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui penyaluran dana infak dan zakat yang tepat sasaran. Dengan keterlibatan BAZNAS Sleman dalam kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat dan ASN yang menyadari pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, amanah, dan transparan.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Zakat di Korwil Pakem, Perkuat Pemahaman ASN dan Tenaga Pendidik
BAZNAS Sleman Sosialisasikan Zakat di Korwil Pakem, Perkuat Pemahaman ASN dan Tenaga Pendidik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali melanjutkan agenda edukasi dan penguatan pemahaman zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dengan menggelar Sosialisasi ZIS di Korwil Pakem, Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kopi Plembon, dan dihadiri oleh perwakilan 20 SD Negeri se-Kapanewon Pakem. Hadir dalam acara tersebut Ketua K3S Pakem, Kawit Suharja, dan Pengawas Korwil Pakem, Heyti Andari, serta jajaran guru dan kepala sekolah dari berbagai SD. Sedangkan dari pihak BAZNAS Sleman dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Sosialisasi ini menjadi penting karena mayoritas pengurus K3S dan Korwil merupakan wajah-wajah baru yang belum familiar dengan program dan peran BAZNAS Sleman dalam pengelolaan zakat ASN. Zakat: Kewajiban Agama yang Diperkuat Regulasi Negara Tim BAZNAS Sleman menyampaikan secara komprehensif urgensi zakat sebagai kewajiban agama yang memiliki dimensi sosial dan spiritual. Tak hanya bernilai ibadah, zakat juga menjadi solusi pengentasan kemiskinan jika dikelola secara kolektif dan terstruktur. Selain sisi syar’i, dipaparkan pula dasar hukum kewajiban zakat yang sudah diatur melalui Undang-Undang Zakat, Peraturan Pemerintah, serta Instruksi Bupati Sleman dan Surat Edaran Bupati tentang optimalisasi zakat ASN melalui BAZNAS. “Masih banyak ASN di wilayah Pakem yang belum mengetahui adanya pemotongan zakat secara otomatis yang bisa dilakukan melalui bendahara instansi. Sosialisasi ini penting agar program zakat di sekolah bisa berjalan dengan baik,” ujar salah satu narasumber dari BAZNAS Sleman. Komitmen Sekolah dan Respon Positif dari Peserta Respons peserta terhadap kegiatan ini cukup positif. Beberapa sekolah bahkan sudah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program zakat. Seperti SD Bulus, yang menyatakan bahwa seluruh pegawainya (100%) telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. Sementara itu, SD Banteng menyampaikan bahwa dari 5 guru yang ada, 4 di antaranya adalah non-muslim (Kristiani), dan 1 guru PPPK beragama Islam telah siap mengisi surat kesanggupan zakat. Komitmen serupa juga terlihat dari SD Srowolan dan SD Purworejo. BAZNAS Sleman juga mendorong sekolah untuk memanfaatkan program unggulan di antaranya Sleman Cerdas, di mana sekolah dapat mengakses hingga 60% dari total zakat yang disetorkan untuk mendukung beasiswa siswa kurang mampu serta insentif bagi guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Harapan dan Langkah Lanjut Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap semakin banyak ASN, khususnya para guru dan tenaga pendidik di wilayah Pakem, yang menyadari pentingnya berzakat secara terorganisir melalui lembaga resmi. “Zakat bukan sekadar kewajiban individual, tapi bisa menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat. Kami mengajak semua ASN untuk mengisi formulir kesanggupan agar zakat dapat dipotong otomatis dan dikelola secara transparan,” jelas tim BAZNAS Sleman. Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif dan pembagian formulir kesanggupan zakat. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dalam proses administrasi dan pengajuan program manfaat zakat di kemudian hari.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
Program Fidyah Sleman Tahap 2: BAZNAS Sleman Salurkan 1.672 Paket Makan Siang ke 30 Lokasi
Program Fidyah Sleman Tahap 2: BAZNAS Sleman Salurkan 1.672 Paket Makan Siang ke 30 Lokasi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan dalam rangka Program Fidyah Tahap 2 Tahun 2025. Pada tahap ini, sebanyak 1.672 paket makan siang disalurkan ke 30 lokasi, terdiri dari panti asuhan, pondok pesantren, dan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Program ini merupakan bentuk amanah dari para munfik (pembayar fidyah) yang mempercayakan pengelolaan fidyah mereka kepada BAZNAS Sleman. Adapun paket makan siang tersebut terdiri dari: Nasi, Ayam kremes, Cha buncis wortel telur, Soon cabe, Krupuk, dan Daxu gelas. Penyaluran dilakukan selama empat hari, mulai Selasa, 22 Juli 2025 hingga Jumat, 25 Juli 2025, dengan sasaran utama anak yatim, anak berkebutuhan khusus, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dhuafa, dan fakir miskin. Penyaluran Hari Pertama – Selasa, 22 Juli 2025 Pada hari pertama, penyaluran dilakukan di 6 lokasi dengan total 168 paket, di antaranya: Yayasan Al Barokah Jogokerten – 10 paket Yayasan Daarul Ilmi Sembada – 80 paket Yayasan An-Nuur TAS Cahaya Umat – 25 paket PSAA Muhammadiyah Seyegan – 28 paket PA Yatim Piatu Hajah Sarwati PDHI – 25 paket Penyaluran Hari Kedua – Rabu, 23 Juli 2025 Penyaluran dilanjutkan ke 7 lokasi dengan total 594 paket, antara lain: Panti Asuhan Diponegoro – 166 paket Yayasan Senyum Kita – 18 paket Panti Rehabilitasi Tetirah Dzikir – 165 paket LKSA Ukhuwwatul Aitam – 128 paket PA Muhammadiyah Prambanan – 83 paket PA Putri An Nur Sumberharjo – 27 paket LKSA Madania – 7 paket Penyaluran Hari Ketiga – Kamis, 24 Juli 2025 Sebanyak 483 paket disalurkan ke 8 tempat, di antaranya: Yayasan Bhakti Yaskarim – 66 paket Rumah Yatim Arohman – 13 paket PA Al Kamiliyyah – 40 paket LKSA Nurul Yasmin – 25 paket Amanah Ahsan Hutama – 44 paket PA Ghifari – 35 paket Baitul Qowam LZ – 260 paket Penyaluran Hari Keempat – Jumat, 25 Juli 2025 Hari terakhir penyaluran menyasar 10 lokasi, dengan total 427 paket, termasuk: Yayasan Kiwari – 62 paket PA Muhammadiyah Minggir – 25 paket Panti Asuhan Balita Daarut Taqwa – 139 paket Panti Asuhan Bina Insani – 70 paket LKSA Ashabul Kahfi – 17 paket Rumah Sajada – 61 paket Yayasan Arrayyan Sleman – 8 paket TAS Qonitah – 10 paket PA Muhammadiyah Abu Dzar Al Ghifari – 35 paket Harapan dan Apresiasi Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa program fidyah ini adalah bentuk tanggung jawab lembaga dalam menyalurkan amanah para munfik secara tepat sasaran dan terorganisir. BAZNAS Sleman berharap, melalui program ini, pemberi fidyah (munfik) mendapat kemudahan dalam menunaikan kewajiban mereka, dan para penerima fidyah benar-benar merasakan manfaatnya dalam bentuk konsumsi bergizi. "Terima kasih kepada para munfik yang telah mempercayakan fidyahnya kepada BAZNAS Sleman. Semoga menjadi keberkahan dan menebar manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar perwakilan BAZNAS Sleman.***
BERITA25/07/2025 | AYW./
Zakat ASN yang Transparan dan Berdampak: BAZNAS Sleman Sosialisasi di Godean
Zakat ASN yang Transparan dan Berdampak: BAZNAS Sleman Sosialisasi di Godean
Sleman – Komitmen BAZNAS Sleman dalam meningkatkan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus diperkuat. Kali ini, sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) digelar di wilayah Korwil Pendidikan Kapanewon Godean, bertempat di RM Kopi Lampung, Sidokarto, Godean, Kamis 24 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh 24 orang perwakilan kepala sekolah dan guru dari SD se-Kapanewon Godean, serta Ketua K3S Godean dan perwakilan pengurus Korwil Pendidikan. Dari pihak BAZNAS Sleman, turut hadir Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I. Apresiasi untuk Para Muzaki ASN Godean Dalam sambutannya, Drs. Kriswanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para muzaki dari kalangan ASN Godean yang telah aktif menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Menurutnya, zakat yang dikelola secara terorganisir akan memiliki dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Zakat ASN dan Regulasi yang Menguatkan Muhaimin menambahkan bahwa kewajiban zakat bagi ASN telah diperkuat melalui Instruksi Bupati Sleman dan Surat Edaran, yang mendorong ASN Muslim untuk menunaikan zakat penghasilan secara rutin. Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan regulasi sekaligus membangun kesadaran kolektif di lingkungan pendidikan. Pengisian Formulir Kesanggupan: Langkah Awal Menuju Zakat Otomatis Salah satu poin penting dalam pertemuan adalah ajakan kepada para guru untuk mengisi formulir kesanggupan berzakat. Formulir ini menjadi dasar bagi bendahara sekolah untuk melakukan pemotongan zakat secara otomatis, sehingga proses lebih praktis, aman, dan tertib administrasi. Akses Program BAZNAS Sleman untuk Sekolah Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman juga memperkenalkan lima program unggulan yang dapat diakses oleh masyarakat, yakni: Sleman Cerdas (dukungan pendidikan dan beasiswa), Sleman Sehat (layanan kesehatan bagi mustahik), Sleman Makmur (pemberdayaan ekonomi), Sleman Peduli (bantuan sosial dan kebencanaan), Sleman Taqwa (pembinaan keagamaan). Khusus untuk sektor pendidikan, BAZNAS Sleman memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengakses kembali hingga 60% dari total zakat yang disetorkan, khususnya untuk beasiswa siswa kurang mampu serta bantuan insentif bagi GTT dan PTT melalui program Sleman Cerdas. Apresiasi Peserta dan Komitmen Bersama Para peserta sosialisasi menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS kepada sekolah-sekolah di wilayah Godean. Sebagian besar guru menyatakan kesediaan untuk mengisi formulir kesanggupan, sebagai wujud komitmen dalam mendukung program zakat ASN secara sistematis. BAZNAS Sleman berharap para ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, bersedia dipotong gajinya secara rutin untuk zakat dan aktif mengajukan proposal program pendidikan, agar dana zakat benar-benar kembali kepada lingkungan yang membutuhkan.*** Salurkan zakat, infak, sedekah Anda dengan mengakses link berikut: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA24/07/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat