WhatsApp Icon
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026.

Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

“Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran.

Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah.

Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta

 

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta.

 

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).

 

Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain:

 

1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar

BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.
Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut.

 

2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling

Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.

 

3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman

BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.
Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta.

 

4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji

Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total

 

5. Program Masjid Ramah Musafir

Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman.

 

6. Santunan bagi Masyarakat Miskin

BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan

Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.

 

8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin

Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan.

 

BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun

 

Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun.

Program tersebut meliputi:

  • Sleman Sehat
  • Sleman Cerdas
  • Sleman Produktif
  • Sleman Peduli

 

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman

 

Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes.
  • Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
  • Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***

10/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana zakat di Indonesia.

BAZNAS RI mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Partisipasi publik dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga.

BAZNAS menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A).

Sistem Pengawasan dan Audit Berlapis

Dalam menjalankan tata kelola zakat, BAZNAS RI menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak independen dan internal.

Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data keuangan.

Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) guna menjamin seluruh aktivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Secara internal, BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang mengawasi seluruh proses bisnis lembaga secara menyeluruh.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi baznas.go.id untuk BAZNAS Kabupaten Sleman; kabsleman.baznas.go.id. Hal ini memungkinkan publik melakukan pengawasan sosial secara mandiri.

Penyaluran Zakat Sesuai Delapan Asnaf

Dalam penyaluran dana, BAZNAS RI memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 menetapkan batas maksimal sebesar 12,5 persen atau 1/8 dari total dana zakat. Sementara itu, proporsi untuk asnaf lainnya ditentukan berdasarkan skala prioritas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011.

Porsi Terbesar untuk Asnaf Miskin

Sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan porsi terbesar dana zakat kepada asnaf miskin, yakni sebesar 38,4 persen dari total dana yang disalurkan.

Secara syariah, asnaf miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan papan bagi diri dan keluarganya.

Penyaluran kepada asnaf miskin tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Untuk wilayah perkotaan, BAZNAS RI mengembangkan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto. Program ini bertujuan memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro dengan pendampingan intensif.

Sementara di wilayah pedesaan, program yang dijalankan meliputi Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan.

Alokasi Fi Sabilillah dan Beasiswa

Dana zakat pada asnaf fi sabilillah sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, di antaranya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta berbagai bantuan pendidikan berdasarkan permohonan masyarakat.

Selain itu, dana fi sabilillah juga disalurkan untuk mendukung para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.

Penjelasan Terkait Porsi Amil

Menanggapi sorotan terhadap porsi amil, BAZNAS RI menegaskan bahwa amil merupakan salah satu dari delapan asnaf yang disebutkan secara eksplisit dalam QS. At-Taubah ayat 60.

Dalam Laporan Keuangan BAZNAS RI Tahun 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen dari total dana zakat. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 12,5 persen (1/8) sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 606 Tahun 2020.

Dana amil digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta instansi vertikal di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan zakat yang lebih optimal.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk merujuk pada sumber resmi BAZNAS setiap wilayah (Provinsi/Kota/Kabupaten) untuk BAZNAS Kabupaten Sleman melalui laman kabsleman.baznas.go.id dan media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Sleman (@baznaskabsleman) guna memperoleh informasi yang akurat.

Kepercayaan publik merupakan amanah besar yang terus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas penyaluran zakat demi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia.***

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya

BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Marbot Penerima BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sembada Lantai 1, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

 

Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut peluncuran program pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.545 marbot se-Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Parasamya.

 

Agenda utama pertemuan meliputi monitoring dan evaluasi data marbot penerima BPJS Ketenagakerjaan, serta validasi dan akurasi data guna memastikan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

 

Dalam rapat tersebut, DMI Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon melalui Panewu se-Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang DMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman, serta Pengurus Harian DMI Kabupaten Sleman.

 

BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Pelaksana Bidang III, Warih Komarasari, S.E., dan Pelaksana Bidang IV, Lina Shofiyyah, S.I.P.

 

Hasil Monitoring dan Evaluasi

 

Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 706 data marbot telah masuk ke sistem. Dari jumlah tersebut, 634 data dinyatakan valid dan berhak menerima kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sementara itu, sebanyak 72 data dinyatakan tidak valid karena yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS sebelumnya sehingga ditolak oleh sistem.

 

Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota yang ditargetkan, yakni sebanyak 1.545 marbot. Artinya, hingga saat ini baru sekitar separuh dari total kuota yang terpenuhi.

 

Untuk itu, DMI bersama jajaran kapanewon diminta segera melengkapi kekurangan data dengan mengingatkan para kamituwo di masing-masing kalurahan agar segera melakukan pendataan dan pengajuan marbot yang belum terdaftar.

 

Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para marbot di Kabupaten Sleman, sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting mereka dalam memakmurkan masjid dan melayani umat.

Sebagai informasi, dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi penanggung jawab pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.212 marbot, sementara DMI Kabupaten Sleman menanggung pembiayaan untuk 333 marbot. Seluruh pembiayaan ini merupakan wujud kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemasjidan, dan pemerintah daerah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

“BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

“Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

“Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

“Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.***

27/02/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Pentasharufan Rp764 Juta untuk Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan manfaat zakat melalui program unggulannya, yaitu Sleman Sehat dan Sleman Cerdas. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor BAZNAS Sleman, Jumat (29/8), dengan total nilai mencapai Rp764.120.000. Dari jumlah tersebut, program Sleman Sehat menyalurkan bantuan sebesar Rp486.732.500 kepada 37 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga. Sementara itu, program Sleman Cerdas memberikan bantuan sebesar Rp277.387.500 kepada 79 penerima manfaat di Sleman. Kisah Penerima Manfaat Program Sleman Sehat Program Sleman Sehat ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kesehatan, terutama mereka yang tidak ter-cover oleh BPJS. Salah satunya adalah Rifah, warga Merdikorejo, Tempel, Sleman. Ia menerima bantuan Rp3 juta untuk biaya pengobatan ibunya, Sumirah, yang menderita stroke. Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan medis harian seperti pampers, makanan sehat, hingga terapi. “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali, karena ada kebutuhan ibu saya yang tidak terjangkau BPJS,” ungkap Rifah. Penerima lainnya adalah Purwanti, warga Selorejo, Tempel. Ia mengambil bantuan Rp1 juta untuk pamannya, Tukidi, yang juga menderita stroke. Dana tersebut digunakan untuk biaya terapi jalan dan pijat sebagai bagian dari proses pemulihan. Penerima Manfaat Program Sleman Cerdas Sementara itu, program Sleman Cerdas difokuskan pada dukungan di bidang pendidikan, seperti beasiswa siswa kurang mampu, honorarium guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT), serta bantuan untuk lembaga pendidikan Islam maupun umum. Salah satu penerima manfaat adalah Prihatin, dari SDN Sentul Godean. Ia menerima bantuan sebesar Rp3.970.000 untuk beasiswa kurang lebih 20 anak didik. “Semoga bantuan ini memberi manfaat besar bagi anak-anak kami agar semangat belajar mereka tetap terjaga,” tuturnya. Selain itu, Gito Prawoto dari MTsN 2 Sleman menerima bantuan senilai Rp6.200.000. Dana ini digunakan untuk mendukung GTT, PTT, serta siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. “Bantuan ini sangat membantu kami meringankan beban guru dan siswa,” ujarnya. Sekilas Tentang Program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas Program Sleman Sehat merupakan upaya BAZNAS Sleman untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu menanggung biaya pengobatan. Bantuan ini mencakup kebutuhan medis, terapi, hingga pendukung gizi bagi pasien. Sedangkan program Sleman Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Sleman. Melalui program ini, BAZNAS menyalurkan beasiswa, bantuan operasional lembaga pendidikan, hingga dukungan untuk guru honorer. Tujuannya adalah memastikan generasi muda Sleman memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Ajak Masyarakat untuk Peduli Sesama Ketua BAZNAS Sleman menyampaikan bahwa penyaluran program Sleman Sehat dan Sleman Cerdas merupakan wujud nyata dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Sleman. “Semua bantuan ini berasal dari kepedulian muzaki. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya bisa semakin luas,” ungkapnya. Dengan terus mendukung program-program BAZNAS Sleman, masyarakat dapat turut serta membangun Sleman yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Sleman. Dari zakatmu, hadir keberkahan untuk sesama.***
BERITA01/09/2025 | AYW./
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Pesan Bupati Sleman dalam Pelantikan Pimpinan BAZNAS: Amanah Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Sleman - Bupati Sleman menyampaikan pesan penting dalam acara pelantikan H. Nasirun sebagai Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sleman bidang SDM, Administrasi, dan Rumah Tangga. Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Sleman. Acara ini juga diwarnai penyerahan Hasil Evaluasi Keluarga Sembada dan Evaluasi Masjid Paripurna Kabupaten Sleman 2025, dalam satu rangkaian yang dihadiri oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., serta jajaran pemerintah Kabupaten Sleman dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dijalankan secara amanah, sesuai syariat Islam, serta berorientasi pada kepentingan umat, bukan kepentingan politik. “Saya betul-betul memperhatikan agar jangan sampai ada hal-hal yang aneh dalam pengelolaan zakat. Takutlah kepada Tuhan, jangan takut kepada bupati atau wakil bupati,” tegas Bupati. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program BAZNAS Sleman, termasuk mendorong sosialisasi zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya akan bantu menyosialisasikan kepada rekan-rekan ASN agar zakat profesi sebesar 2,5 persen dari gaji dapat dipotong dan disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” tambahnya. Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman mengucapkan selamat kepada H. Nasirun yang baru saja dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat segera bertugas, melanjutkan kiprah, berkarya, serta menjalankan amanah untuk kemaslahatan masyarakat. “Terima kasih kepada pimpinan BAZNAS Sleman atas dedikasi selama ini. Saya berharap roda organisasi tetap berjalan dengan baik dan terus melakukan inovasi,” ujarnya. Bupati menekankan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) harus dilakukan secara modern, berbasis data, serta didukung teknologi. Hal ini penting agar pengelolaan zakat semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. BAZNAS sebagai Instrumen Strategis Menurut Bupati, keberadaan BAZNAS Sleman memiliki posisi strategis sebagai lembaga resmi pemerintah dalam pengelolaan ZIS. Peran ini sangat penting dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan umat, serta menjadi instrumen nyata untuk pembangunan daerah. “Penghimpunan zakat akan menjadi sumber daya luar biasa jika dikelola dengan baik. Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa tata kelola yang transparan dan akuntabel,” jelasnya. Bupati juga mendorong adanya terobosan baru dalam pengumpulan dan pengelolaan zakat, sehingga dapat membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan di Sleman. “Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam menjalankan amanah ini. Mari bersama-sama mendukung BAZNAS Sleman menjadi penghimpun dan pengelola zakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat Pelantikan pimpinan BAZNAS Sleman ini bukan hanya sebuah agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Sleman diharapkan dapat terus meningkatkan penghimpunan zakat dan menyalurkannya secara tepat sasaran. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk menjadikan zakat sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat, membangun kemandirian, dan menghadirkan keadilan sosial di Kabupaten Sleman.***
BERITA29/08/2025 | AYW./
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Kolaborasi BAZNAS Sleman dengan Pemkab Perkuat Penanganan Stunting di 5 Kapanewon
Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman semakin serius menangani stunting dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya BAZNAS Sleman dan Bank Sleman. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). BAZNAS Sleman dan Bank Sleman bertindak sebagai orang tua asuh yang akan memberikan bantuan nutrisi berupa 'telur bahagia' untuk ibu hamil dan anak di bawah 23 bulan. Acara penandatanganan ini diselenggarakan di Aula Unit I Kabupaten Sleman pada Senin, 25 Agustus 2025. Program GENTING merupakan langkah nyata dalam mewujudkan komitmen RPJPD Kabupaten Sleman 2024–2045 untuk mencetak generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Peran BAZNAS Sleman Peran BAZNAS Sleman dalam program ini sangat vital. Lembaga amil zakat ini akan menyalurkan bantuan nutrisi kepada 50 keluarga berisiko stunting yang tersebar di lima kapanewon, yaitu Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, dan Prambanan. Setiap keluarga akan menerima paket telur bergizi tinggi selama 90 hari berturut-turut. Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak. Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Sleman terus menurun. Berdasarkan data ePPGBM 2024, angka stunting kini berada di angka 4,41%, turun 0,1% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan hasil positif dari upaya yang telah dilakukan. Susmiarto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Sleman zero stunting. Wujud Gotong Royong Kepedulian Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa ‘telur bahagia’ merupakan telur ayam dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bantuan ini adalah wujud gotong royong dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Sleman mendapatkan gizi optimal. Sebagai orang tua asuh, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan materiil. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan berkelanjutan yang berfokus pada pencegahan. Para orang tua asuh, termasuk BAZNAS Sleman, diharapkan ikut memantau tumbuh kembang anak. Dengan keterlibatan aktif BAZNAS Sleman, program GENTING diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Sleman menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan umat, tidak hanya melalui bantuan zakat, tetapi juga dengan berkontribusi langsung pada pembangunan generasi yang sehat dan cerdas, siap menyongsong masa depan.***
BERITA28/08/2025 | AYW./
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Sukseskan Astacita, Menag RI Resmi Buka Rakornas BAZNAS 2025 di Jakarta
Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Astacita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta pimpinan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Momentum Sinergi Zakat dan Astacita Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk menyinergikan program zakat dengan Astacita, yaitu delapan agenda prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, zakat harus mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. “Rakornas ini meneguhkan tekad BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat menjadi pilar pencapaian Astacita serta visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kiai Noor. Capaian Penghimpunan Zakat BAZNAS RI mencatat kinerja penghimpunan zakat meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, penghimpunan zakat nasional mencapai Rp12,43 triliun dan meningkat menjadi Rp40,53 triliun pada 2024. Di tingkat pusat, angka pengumpulan naik dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025. Jumlah muzaki juga meningkat hingga 28,46 juta jiwa pada 2024, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Transformasi Digital dan Kiprah Internasional Selain peningkatan penghimpunan, BAZNAS terus memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta koordinasi nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) kini juga telah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas. Di tingkat internasional, BAZNAS aktif dalam aksi kemanusiaan. Hingga Juli 2025, tercatat Rp375 miliar dana zakat telah dihimpun untuk Palestina dan Rp120 miliar disalurkan, menjangkau lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza. BAZNAS Awards 2025 Rakornas juga menghadirkan BAZNAS Awards 2025 dengan hampir 1.000 penghargaan bagi BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan semangat bagi seluruh penggerak zakat. Rakornas BAZNAS 2025 menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan periode 2020–2025. Ketua BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan inovasi dan memperluas manfaat zakat bagi umat. “Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegas Kiai Noor. Dengan semangat sinergi, BAZNAS berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan dan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Rakornas BAZNAS 2025: Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Lindungi Rakyat Kecil
Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas perannya dalam membantu negara melindungi fakir miskin dan masyarakat kecil yang membutuhkan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Menurut Muzani, keberadaan BAZNAS merupakan wujud nyata hadirnya negara dalam mengemban amanat konstitusi, yakni melindungi fakir miskin, anak terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan. “Siapa yang bertanggung jawab mengurus fakir miskin, anak terlantar, kesehatan rakyat, dan usaha kecil? Menurut UUD, negara lah yang memiliki tanggung jawab itu,” tegasnya. BAZNAS sebagai Mitra Negara Muzani menjelaskan, bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat kecil dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta program-program pemerintah. Kedua, dengan membentuk lembaga resmi yang diberi mandat khusus, salah satunya adalah BAZNAS. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara untuk mengelola zakat dan membantu fakir miskin. Peran BAZNAS sangat penting dalam mempercepat pencapaian tujuan bernegara,” ungkapnya. Tujuan Negara: Rakyat Sejahtera Lebih lanjut, Muzani menegaskan bahwa tujuan bernegara tidak hanya memperkuat pertahanan militer atau kepolisian, tetapi juga memastikan rakyat hidup merdeka dan sejahtera. “Negara ini akan kuat bukan hanya karena tentaranya kuat, bukan hanya karena polisinya kuat, tetapi juga karena rakyatnya sehat, kenyang, punya pekerjaan, terbebas dari utang, dan berdaya secara ekonomi,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kembali bahwa BAZNAS merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Rakornas BAZNAS 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat program-program BAZNAS dalam mendukung Astacita menuju Indonesia Merdeka. Tokoh dan Lembaga yang Hadir Acara Rakornas turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga negara, antara lain: Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum. Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Mesir, M. Zaim A. Nasution. Ketua MUI, KH. Anwar Iskandar. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur. Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP. Perwakilan BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota seluruh Indonesia. Rakornas BAZNAS 2025 ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi nasional dalam pemberdayaan umat melalui zakat, infak, dan sedekah, sehingga tercapai kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Jamban untuk Warga Tempel dalam Program Pencegahan Stunting
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan Genting (Gerakan Tempel Sehat dan Bersih) yang dirangkai dengan pentasharufan bantuan pembangunan jamban sehat kepada masyarakat dalam program Sleman Peduli. Acara tersebut bertempat di Kantor Kapanewon Tempel, Selasa (26/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, tiga warga Tempel menerima bantuan pembangunan jamban masing-masing sebesar Rp3 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari program pencegahan stunting yang menjadi fokus bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Sleman. Pentasharufan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, S.E., dan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc.. Hadir pula Panewu Tempel, Dakiri, S.Sos, M.Si., dan Kepala Dinas DPAP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H. Apresiasi Wabup Pada BAZNAS Sleman Wakil Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS Sleman yang konsisten membantu program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan pencegahan stunting. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa pentasharufan bantuan jamban sehat ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat. “Penyediaan jamban sehat tidak hanya membantu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga bagian dari ikhtiar bersama mencegah stunting sejak dini. BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya. Program bantuan jamban sehat ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, serta memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Sleman. BAZNAS Sleman mengajak seluruh masyarakat dan para muzaki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Sleman agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran. Mengapa MCK Penting dalam Pencegahan Stunting? Seperti diketahui, program seperti ini dapat berupa peningkatan akses dan kualitas sanitasi, yang merupakan salah satu penyebab stunting, seperti pembangunan dan perbaikan fasilitas MCK di rumah tangga. MCK yang baik memastikan kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit, yang merupakan faktor penyebab stunting, terutama pada anak-anak. Keterbatasan akses terhadap MCK yang layak bisa meningkatkan risiko penyakit dan gangguan gizi yang berkontribusi pada stunting.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Pentasharufan Kursi Roda di Kapanewon Seyegan, Dukung Akses Layanan Publik Inklusif
Sleman - BAZNAS Sleman salurkan satu unit kursi roda di Kapanewon Seyegan guna mendukung akses layanan publik inklusif. BAZNAS Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. Pada Selasa (26/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Seyegan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus menjadi upaya mewujudkan layanan publik yang lebih ramah dan mudah diakses oleh kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Koordinator Staff, Arif Hidayat, S.Kom., Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Diyas Nugroho, S.T., yang diterima oleh Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., beserta jajarannya. Apresiasi Panewu Seyegan Panewu Seyegan, Agung Endarta, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Sleman melalui penyaluran bantuan ini. “Kami berterima kasih atas bantuan kursi roda ini. InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Seyegan. Ini bentuk kerja sama yang baik dan nyata untuk meningkatkan akses layanan masyarakat,” ujarnya. Dengan adanya kursi roda ini, diharapkan warga yang memiliki keterbatasan fisik dapat lebih mudah, cepat, dan nyaman saat mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman terhadap Kelompok Rentan Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan kursi roda ini adalah wujud nyata kepedulian BAZNAS dalam mendukung pelayanan publik inklusif. “Kami ingin memastikan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, mendapatkan pelayanan publik yang layak, ramah, dan mudah diakses. Kursi roda ini mungkin sederhana, tetapi manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan, program serupa akan terus dilaksanakan di wilayah-wilayah lain di Sleman sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang inklusif, ramah, dan berkeadilan. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.***
BERITA27/08/2025 | AYW./
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
775 Paket Fidyah Disalurkan BAZNAS Sleman untuk Pekerja Harian Lepas di Tiga Dinas
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman salurkan 775 paket fidyah untuk pekerja harian lepas di tiga dinas Kabupaten Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui program penyaluran fidyah. Kali ini, sebanyak 775 paket makan dibagikan kepada para Pekerja Harian Lepas (PHL) di tiga dinas Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Penyaluran ini berlangsung pada Jumat, 22 Agustus 2025 mulai pukul 07.30 WIB. Agenda ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa zakat, infak, sedekah, maupun fidyah yang ditunaikan masyarakat, mampu memberikan manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan. Distribusi di Tiga Dinas Di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), paket fidyah diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I, bersama Koordinator Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sebanyak 359 paket makan diberikan kepada para pekerja harian lepas yang setiap hari bertugas menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Sleman. Kemudian, di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP), penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I bersama Staf Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Diyas Nugroho, S.T. Sebanyak 356 paket makan disalurkan kepada para PHL yang sehari-hari membantu pelayanan infrastruktur dan pemukiman. Sementara itu, di Dinas Perhubungan (Dishub), penyerahan fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 paket makan diterima oleh para pekerja harian lepas Dishub. Dengan demikian, total fidyah yang berhasil disalurkan pada agenda ini mencapai 775 paket makan. Para penerima merasa gembira karena makanan tersebut dapat langsung dinikmati untuk sarapan maupun makan siang mereka. Harapan BAZNAS Sleman Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa penyaluran fidyah ini merupakan bentuk nyata dari sinergi umat dalam membantu sesama. “Fidyah yang ditunaikan masyarakat kami salurkan tepat sasaran, salah satunya untuk pekerja harian lepas yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan, infrastruktur, dan pelayanan di Sleman. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi motivasi agar fidyah, zakat, infak, dan sedekah semakin ditunaikan melalui BAZNAS Sleman,” jelasnya. Selain itu, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa amanah masyarakat akan selalu dikelola secara profesional dan transparan. Program penyaluran fidyah ini juga menjadi bukti bahwa setiap rupiah yang ditunaikan dapat menghadirkan manfaat sosial yang luas. Ajakan untuk Menunaikan Fidyah dan Zakat BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, ASN, maupun para muzakki untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun fidyah melalui BAZNAS Sleman. Dengan begitu, manfaatnya dapat semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Mari bersama BAZNAS Sleman, kuatkan zakat untuk memberdayakan umat! Fidyah Adalah Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan.***
BERITA26/08/2025 | AYW./
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
BAZNAS Kota Jambi Studi Tiru Pengelolaan Zakat dan Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman
Sleman – BAZNAS Kota Jambi melakukan studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, sedekah, terlebih program unggulan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman. Kedatangan BAZNAS Kota Jambi disambut hangat ketua, jajaran pimpinan, serta pelaksana BAZNAS Sleman di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, pada Jumat 22 Agustus 2025. Adapun rangkaian acara meliputi pembukaan, doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Kemudian sambutan utama oleh Katua BAZNAS Jambi, Drs. H. Syamsir Naim. Dilanjutkan pemaparan materi berupa profil BAZNAS Kabupaten Sleman oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dan dialog serta diskusi bersama jajaran BAZNAS Kota Jambi. Isi Pemaparan dan Diskusi BAZNAS Kota Jambi mengajukan sejumlah pertanyaan mulai dari bagaimana cara mendapat bantuan dari BAZNAS RI, program Z-Mart, Sumber Zakat mayoritas darimana, besaran nisab, sumber aset, serta dana hibah APBD. Menjawab pertanyaan tersebut, Kriswanto memaparkan bahwa BAZNAS Sleman memperoleh bantuan dari BAZNAS RI melalui pengajuan proposal dan hadiah, pengajuan hadiah acara mualaf. Untuk sumber zakatnya, BAZNAS Sleman 95% diperoleh dari zakat ASN, UPZ, dan OPD. Adapun besaran nisabnya senilai 85 gram emas sesuai mengacu ketentuan dari BAZNAS RI dan MUI Sleman. “Sumber aset BAZNAS Sleman keseluruhan berasal dari Pemda Sleman, hanya perangkat computer yang milik BAZNAS Sleman sendiri. Untuk APBD dari Sleman sebesar Rp373 juta,” ungkap Kriswanto. Selain itu, BAZNAS Kota Jambi juga menilik sejumlah program unggulan yang dijalankan BAZNAS Sleman, di antaranya: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Sehat, Sleman Makmur, dan Sleman Peduli. Lebih lanjut Kriswanto menjelaskan tentang Program Sleman Makmur yang terdiri dari, bantuan modal usaha bagi kelompok, bantuan Z-Chicken, Warung Berkah, Modal Usaha Tahap 2 dan 3, Santripreneur, Balai Ternak, Z-Mart untuk Mualaf, Tajir BAZNAS, dan Lumbung Pangan. Tertarik dengan Ragam Program BAZNAS Sleman Staff Sumber Daya Manusia (SDM, Umum, dan Administrasi) BAZNAS Kota Jambi, Sara Listriani Fadila, S.K.M., mengatakan dalam studi tiru ke BAZNAS Sleman kali ini banyak sekali pelajaran yang diambil terkait pengelolaan zakat, infak, dan sodaqoh dari BAZNAS Sleman.“Terima kasih atas sambutannya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dalam studi tiru kami kali ini, semoga silaturahim ini terus terjalin baik,” pungkas Sara. Acara ditutup dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dan ramah tamah. Tim BAZNAS Kota Jambi juga menyempatkan berkeliling di kantor BAZNAS Kabupaten Sleman.***
BERITA22/08/2025 | AYW./
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Pengukuhan Paman Sembada dan Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pedagang Pasar
Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman mengukuhkan kepengurusan Paman Sembada (Paguyuban Pengurus Pasar se-Kabupaten Sleman) periode 2025–2030 di Pendopo Bupati Sleman, Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri perwakilan pengelola dari 42 pasar tradisional yang berada di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan, tetapi juga penyerahan bantuan dari BAZNAS Sleman untuk mendukung program pemberdayaan pedagang pasar melalui program Sleman Produktif. Paman Sembada: Mitra Pemerintah untuk Majukan Pasar Tradisional Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., menjelaskan bahwa Paman Sembada merupakan wadah paguyuban pengelola pasar tradisional di Sleman. Paguyuban ini diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program peningkatan ekonomi kerakyatan. “Paguyuban ini luar biasa pengabdiannya. Semoga dapat amanah dan bersinergi bersama pemerintah dalam memajukan pasar tradisional di Sleman,” ujarnya. Mae juga menambahkan, melalui kerja sama dengan BAZNAS Sleman, pembentukan pra-koperasi pasar telah berjalan di 20 pasar, dan tahun ini ditargetkan seluruh pasar tradisional menerima dukungan program tersebut. Penyerahan Bantuan BAZNAS Sleman untuk Pasar Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha dan sembako kepada sejumlah pasar. Bantuan ini bertujuan agar pedagang terbebas dari jeratan pinjaman ilegal yang masih marak di pasar tradisional. Adapun pasar penerima bantuan kali ini adalah: Pasar Kenaran Rp10.000.000 Pasar Ngino Rp10.000.000 Pasar Prambanan Rp10.000.000 Pasar Denggung Rp10.000.000 Pasar Godean (bantuan sembako) Rp1.000.000 Total bantuan yang ditasharufkan mencapai Rp41.000.000. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya menyelamatkan pedagang pasar dari jeratan bank plecit maupun pinjaman online ilegal. “Semoga bermanfaat untuk tambahan modal usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang pasar,” jelasnya. Harapan Pemkab Sleman: Pasar Jadi Ruang Ekonomi dan Budaya Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan, S.TP., M.T., Bupati Sleman menyampaikan harapannya agar Paman Sembada mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Pasar bukan hanya ruang transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial, seni, dan budaya. Dengan adanya koperasi, pedagang diharapkan lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya. Makwan juga menekankan pentingnya ketangguhan pengurus pasar dalam menghadapi potensi bencana. “Pengurus Paman Sembada harus tangguh, karena pasar sering terdampak jika terjadi bencana. Ini penting agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya. Suara Pedagang: Bantuan Jadi Solusi Hindari Pinjaman Ilegal Salah satu penerima bantuan, Sri Suprihatin dari Pasar Denggung, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari BAZNAS Sleman. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan sebagai simpan pinjam bagi anggota paguyuban. “Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mencegah anggota kami terjerat pinjaman ilegal. Dana ini akan kami kelola secara bijak untuk membantu pedagang kecil yang membutuhkan modal,” jelasnya. Kesimpulan Pengukuhan Paman Sembada dan penyaluran bantuan dari BAZNAS Sleman menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Dukungan modal usaha dan pembentukan koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus menyejahterakan pedagang.***
BERITA21/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sosialisasi ZIS di Korwil Sleman: SDN Jetis Jagapaten Raih Persentase Zakat Tertinggi
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat edukasi zakat di lingkungan pendidikan. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, BAZNAS Sleman menggelar Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Sleman, bertempat di SD Negeri Dukuh 1 Sleman. Acara ini dihadiri oleh 50 perwakilan sekolah. Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menyampaikan materi terkait urgensi zakat sekaligus memberikan apresiasi bagi ASN yang konsisten menunaikan kewajiban zakat. Apresiasi untuk ASN Muzaki Dalam paparannya, dr. Andung menyampaikan penghargaan kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang bersedia dipotong zakatnya secara rutin. “Hal ini menjadi teladan baik dalam mendukung optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Sleman,” ungkapnya. Urgensi Zakat dalam Islam Disampaikan pula bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ibadah dengan landasan kuat dari Al-Qur’an dan Hadits. Zakat memiliki hikmah besar, yaitu membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan mendatangkan kebaikan bagi muzaki maupun mustahik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung gerakan zakat melalui Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati tentang pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS. Hal ini menjadi payung hukum yang menguatkan kewajiban zakat bagi pegawai. Data Potensi Zakat ASN Korwil Sleman Berdasarkan data, dari total 263 pegawai di Korwil Sleman, baru 35 orang yang dipotong zakat sebesar 2,5%. Sebanyak 39 orang baru dipotong sebagian, sementara 179 pegawai lainnya belum dipotong zakat. Dari potensi total zakat Rp26,8 juta, baru terkumpul sekitar Rp4,8 juta atau 18%. Apresiasi untuk Sekolah Teladan BAZNAS Sleman juga memberikan apresiasi kepada sekolah dengan persentase zakat tertinggi. SDN Jetis Jagapaten mencapai 100% guru yang sudah dipotong zakat, disusul SDN Tridadi dengan capaian 58%. “Kedua sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan pendidikan dapat berperan aktif dalam menunaikan kewajiban zakat,” tutur Andung. Manfaat Zakat untuk Sekolah Lebih lanjut, Andung menjelaskan, sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari setoran ZIS ke BAZNAS Sleman dalam bentuk program bantuan. Bantuan bisa berupa beasiswa anak kurang mampu/miskin serta dukungan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sekolah dapat mengajukan proposal maksimal hingga Oktober 2025. Ajakan Menunaikan Zakat Dalam kesempatan tersebut, dr. Andung mengajak para ASN untuk segera menandatangani Surat Kesanggupan Zakat, agar zakat dapat dipotong rutin setiap bulan. Surat ini dapat dikumpulkan melalui Bendaharawan Disdik, Bapak Sunardi, atau langsung menghubungi BAZNAS Sleman. Info lebih lanjut: Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000 Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 BAZNAS Sleman berkomitmen menjadikan gerakan zakat sebagai pilar kebaikan bersama. Dengan semakin banyak ASN dan sekolah yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, maka semakin luas pula manfaat yang dirasakan masyarakat. Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, wujudkan Sleman yang lebih berkah dan sejahtera.***
BERITA20/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sosialisasi ZIS di Minggir: BAZNAS Sleman Apresiasi Sekolah dengan Capaian Zakat ASN Terbaik
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik. Pada Jumat (15/8/2025), BAZNAS Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi ZIS di Korwil Pendidikan Kapanewon Minggir, bertempat di Kantor UPT Yandik Kecamatan Minggir. Acara ini dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Warsilah, S.Pd.SD., M.Pd., dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diikuti oleh 22 perwakilan sekolah se-Kapanewon Minggir. Apresiasi Peran Guru dan Pentingnya Zakat Sebagai narasumber utama, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru. Beliau menekankan bahwa profesi guru merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat. “Guru yang mentransfer ilmu dan mengajak siswa kepada kebaikan, insyaAllah akan mendapatkan pahala tanpa henti. Bahkan ketika siswanya menjadi pemimpin bangsa, amalnya tetap mengalir,” jelas Muhyi. Ia juga menegaskan urgensi zakat sebagai kewajiban syariat. Zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan dan membawa keberkahan. “Sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru Allah menjanjikan keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya,” tambahnya. Regulasi dan Instruksi Bupati Dalam kesempatan itu, Muhyi turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendukung penuh gerakan zakat dengan menerbitkan Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati terkait pemotongan ZIS melalui BAZNAS. Hal ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Ketua Korwil Kapanewon Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd., juga menegaskan pentingnya zakat. “Bagi saya, orang yang mengingatkan zakat itu bukan sekadar mengingatkan, tapi menyelamatkan. Mari kita bekerja sama agar harta kita bersih dan penuh keberkahan,” ujarnya. Pemanfaatan ZIS untuk Pendidikan Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., memaparkan bahwa 60% dari setoran ZIS dapat dimanfaatkan kembali oleh sekolah. Dana ini bisa diajukan untuk beasiswa anak kurang mampu, bantuan GTT/PTT, renovasi musala, maupun kegiatan PHBI dengan plafon tertentu. Bahkan, untuk kegiatan MTQ, BAZNAS Sleman memberikan bantuan hingga Rp2 juta. Andung juga membacakan data potensi zakat ASN di Minggir. Dari total 102 pegawai, sebanyak 37 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 15 orang dipotong sebagian, dan sekitar 37 orang belum menunaikan zakat secara penuh. Apresiasi Sekolah Dari data setoran, SDN Nglengking mencatat realisasi terbaik dengan capaian 87%, disusul SDN Dalangan 71%, dan SDN Jonggrangan 62%. BAZNAS Sleman pun memberikan apresiasi kepada sekolah yang gurunya menyalurkan zakat dengan persentase tertinggi. Ajak ASN dan Guru untuk Menunaikan Zakat BAZNAS Sleman mengimbau ASN dan guru di Minggir untuk segera mengisi Surat Kesanggupan Zakat, sehingga pemotongan dapat dilakukan secara rutin melalui bendaharawan. Dengan demikian, potensi zakat di sektor pendidikan dapat termanfaatkan optimal untuk kesejahteraan bersama. Untuk informasi lebih lanjut dan layanan konsultasi, masyarakat dapat menghubungi: Konsultasi Zakat & Koreksi Data: 0811 3220 8000 Konsultasi Program & Proposal: 0811 3220 7000 Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran menunaikan ZIS semakin meningkat, khususnya di kalangan tenaga pendidik. Dengan zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun, manfaat besar dapat kembali kepada sekolah, guru, dan siswa yang membutuhkan. Mari bersama menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman, agar harta semakin berkah, hidup lebih bersih, dan kebermanfaatan terasa luas untuk masyarakat.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
HUT RI ke-80, BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Gaza
Jakarta – Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal untuk rakyat Palestina. Sebanyak 80 ton logistik pangan diterjunkan langsung ke Jalur Gaza melalui mekanisme airdrop pada Minggu (17/8/2025). Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI. Seluruh paket bantuan dipersiapkan dengan sistem keamanan khusus, termasuk penggunaan parasut, sehingga dapat sampai dengan aman ke tangan penerima. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada masyarakat Indonesia yang telah berzakat, berinfak, dan bersedekah untuk mendukung misi kemanusiaan ini. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025, bantuan masyarakat Indonesia berhasil diterjunkan di Gaza. Semoga bantuan ini meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, pengiriman bantuan berupa bahan makanan pokok ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat Gaza. Situasi yang serba terbatas membuat akses logistik menjadi tantangan besar, sehingga airdrop menjadi cara paling efektif. Selain aspek kemanusiaan, misi ini juga membawa makna simbolis. Pelaksanaan bantuan bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sehingga menjadi wujud nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi juga diwujudkan dalam solidaritas lintas batas. “Kerja sama BAZNAS RI dan TNI dalam menyalurkan bantuan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Semangat kemerdekaan Indonesia kami hadirkan melalui kepedulian untuk rakyat Palestina,” tambah Kiai Noor. BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan terus berlanjut hingga seluruh 800 ton logistik kemanusiaan tersalurkan. Masyarakat Indonesia diharapkan terus mendukung gerakan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak saudara kita yang bisa dibantu. Dengan keberhasilan tahap awal ini, Indonesia kembali menunjukkan bahwa nilai kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa mampu berbagi dan peduli terhadap penderitaan sesama, di manapun mereka berada.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
BAZNAS RI Terjunkan 80 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Gaza Lewat Airdrop
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza melalui airdrop tahap kedua. Misi ini merupakan bagian dari Operasi Bantuan Kemanusiaan Gaza Palestina Satgas Garuda Merah Putih II yang berlangsung pada Senin (18/8/2025). Bantuan tersebut berhasil diterjunkan langsung dari pesawat Hercules milik TNI AU. Sebanyak 80 ton logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat berhasil dikirim dengan sistem pengamanan khusus agar dapat tiba dengan selamat di titik penerimaan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengiriman perdana pada 17 Agustus 2025, yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Dengan demikian, total 160 ton bantuan sudah berhasil dijatuhkan langsung ke wilayah Gaza melalui jalur udara. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pengiriman tersebut. Menurutnya, keberhasilan airdrop tahap kedua menjadi bukti nyata bahwa solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina tidak pernah pudar, bahkan terus menguat di tengah perayaan kemerdekaan. “Alhamdulillah, bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina kembali berhasil diterjunkan melalui airdrop. Paket logistik ini disiapkan dengan pengamanan khusus agar tiba dengan selamat di Jalur Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta. Ia menambahkan, misi kemanusiaan ini adalah simbol persaudaraan tanpa batas, sekaligus wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Terlebih, pengiriman bantuan dilakukan bertepatan dengan momentum kemerdekaan ke-80 Indonesia, sehingga membawa makna solidaritas yang lebih mendalam. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung suksesnya misi kemanusiaan ini. Mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI, KBRI di Yordania dan Mesir, hingga masyarakat Indonesia yang telah menitipkan donasi melalui BAZNAS RI. Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa misi ini bisa terlaksana berkat koordinasi yang matang bersama TNI. Ia menuturkan bahwa seluruh bantuan yang diterjunkan merupakan hasil sumbangan masyarakat Indonesia untuk meringankan penderitaan rakyat Gaza. “Alhamdulillah, airdrop tahap kedua ini berhasil. Semoga bantuan warga Indonesia bermanfaat dan memberi semangat baru bagi perjuangan rakyat Palestina,” kata Fikri yang melaporkan langsung dari pesawat Hercules di langit Gaza. BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan distribusi logistik kemanusiaan dalam beberapa tahap berikutnya hingga seluruh bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat Gaza yang sangat membutuhkan.***
BERITA19/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
BAZNAS Sleman Sosialisasi Zakat di Korwil Pendidikan Mlati: Apresiasi Sekolah dan ASN Muzaki
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Korwil Pendidikan Kapanewon Mlati pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Kanisius Duwet dan dihadiri para kepala sekolah, guru, serta perwakilan ASN di wilayah Mlati. Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, dr. Andung memberikan apresiasi kepada para ASN muzaki dari Korwil Mlati yang telah bersedia menunaikan zakat melalui mekanisme pemotongan gaji. Menurutnya, zakat bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga perintah langsung dalam Al-Qur’an dan Hadits. “Zakat membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya. Regulasi Zakat Sementara itu, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendukung penunaian zakat melalui regulasi resmi. “Ada Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mengatur pemotongan ZIS ASN melalui BAZNAS,” terangnya. Ia juga mengimbau ASN untuk mengisi Surat Kesanggupan Zakat agar pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Bendaharawan Dinas Pendidikan, Sunardi, menjadi penghubung pengumpulan formulir kesanggupan zakat di wilayah tersebut. BAZNAS Sleman juga membuka layanan konsultasi zakat dan koreksi data melalui WhatsApp di nomor 0811 3220 8000, serta layanan konsultasi program dan proposal di 0811 3220 7000. Data Potensi Zakat ASN di Wilayah Mlati Dalam kesempatan itu, BAZNAS Sleman memaparkan data potensi zakat ASN di wilayah Mlati. Dari total 387 pegawai, sebanyak 105 orang sudah dipotong zakat 2,5%, 18 orang dipotong namun belum mencapai 2,5%, dan sekitar 125 orang belum dipotong zakat. Potensi total zakat mencapai Rp25,6 juta, dengan realisasi Rp12 juta atau 47%. Apresiasi Sekolah Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS Sleman memberikan penghargaan kepada tiga sekolah dengan persentase pemotongan zakat guru tertinggi, yaitu SDN Gombang 2 (87%), SDN Nglarang (83%), dan SDN Pogung Kidul (83%). Selain memberikan penghargaan, BAZNAS Sleman juga menyampaikan bahwa sekolah dapat mengakses hingga 60% dari setoran ZIS yang disalurkan ke BAZNAS dalam bentuk program beasiswa untuk siswa kurang mampu, maupun bantuan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Proposal pengajuan program dapat diajukan paling lambat pada Oktober 2025. BAZNAS Sleman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran menunaikan zakat di kalangan ASN, khususnya di lingkungan pendidikan, semakin meningkat. Dengan partisipasi aktif semua pihak, potensi zakat yang terkumpul dapat dioptimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Sleman.***
BERITA15/08/2025 | AYW./
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sosialisasi ZIS Korwil Ngaglik: BAZNAS Sleman Beri Penghargaan Sekolah Berprestasi Zakat
Sleman - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan apresiasi untuk sekolah di Korwil Ngaglik pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri Dayuharjo dan diikuti oleh K3S serta 40 perwakilan SD, Madrasah, dan SD swasta di wilayah Ngaglik. Turut hadir pula Ketua Korwil Pendidikan Yunan Helmi S, S.Pd., M.Pd., dan memberikan sambutan di awal acara sosialisasi. Selanjutnya, sosialisasi dipandu oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes. dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Muhaimin, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan beberapa materi penting, antara lain: Lima program unggulan BAZNAS Sleman Pemanfaatan hak 60% setoran ZIS untuk Program Sleman Cerdas (beasiswa, bantuan GTT/PTT) Pentingnya pengisian Formulir Konfirmasi Zakat (FKZ) Data Potensi Zakat ASN Korwil Ngaglik Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 259 pegawai di Korwil Ngaglik: 105 orang sudah dipotong zakat 2,5% 43 orang dipotong, namun belum mencapai 2,5% ±100 orang belum dipotong zakat Potensi zakat ASN Ngaglik mencapai Rp25,3 juta per bulan. Saat ini, baru Rp13 juta yang sudah disetorkan atau setara 51% dari total potensi. Testimoni Peserta Salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sitri, mengungkapkan pengalamannya, “Gaji saya sudah dipotong zakat 2,5%, alhamdulillah justru terasa lebih berkah,” ujarnya. Apresiasi Sekolah Berprestasi Dalam kegiatan ini, BAZNAS Sleman memberikan apresiasi kepada tiga sekolah dengan persentase zakat tertinggi: SDN Dayuharjo – 100% SD Clumprit – 100% SDN Gentan – 94% Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan kepatuhan zakat ASN. Hak 60% untuk Sekolah Sekolah dapat memanfaatkan 60% dari setoran ZIS untuk pengajuan beasiswa siswa kurang mampu/miskin dan bantuan GTT/PTT. Batas maksimal pengajuan proposal adalah Oktober 2025. Untuk informasi lebih lanjut:???? Konsultasi zakat & koreksi data: 0811 3220 8000???? Konsultasi program & proposal: 0811 3220 7000 Dengan kegiatan ini, BAZNAS Sleman berharap kesadaran ASN dan masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama bagi warga Sleman yang membutuhkan.***
BERITA13/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
BAZNAS Sleman Dorong Optimalisasi Zakat di Sekolah, Sosialisasi ZIS Digelar di Korwil Pendidikan Kapanewon Depok
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada para kepala sekolah dan perwakilan guru di wilayah Kapanewon Depok. Acara berlangsung di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Depok, yang berlokasi di SDN Percobaan 2, Selasa (12/8). Kegiatan dibuka oleh Ketua Korwil Pendidikan Kapanewon Depok, Dra. Rahayu Setyaningsih, S.Pd. Dari pihak BAZNAS Sleman hadir dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., selaku Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, serta Muhaimin, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pemanfaatan Dana Zakat untuk Pendidikan Dalam pemaparan materinya, Muhaimin menegaskan bahwa dana zakat yang disetorkan sekolah setiap bulan dapat dimanfaatkan hingga 60% untuk kepentingan pendidikan. Dana ini bisa digunakan untuk beasiswa siswa kurang mampu, honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), guru ekstra non-tetap, hingga tukang masak sekolah. “Banyak sekolah belum memanfaatkan hak 60% ini. Padahal setiap bulan ada dana yang bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan, baik diambil per bulan, tiga bulan, atau enam bulan sekali,” jelas Muhaimin. Selain itu, BAZNAS Sleman juga membuka kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan bantuan pembangunan atau renovasi musala/masjid dengan batas maksimal Rp 1 juta, serta bantuan kegiatan hari besar keagamaan dengan nilai serupa. Bantuan ini di luar hak 60% dan dapat diajukan dengan melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta surat permohonan yang telah dicontohkan. Dorongan Peningkatan Kesadaran Zakat Sementara itu, dr. Andung memaparkan data potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korwil Depok. Dari total 383 pegawai, tercatat 139 orang telah berzakat penuh 2,5%, 27 orang berzakat namun belum mencapai 2,5%, dan 205 orang belum menunaikan zakat. “Potensi zakat di wilayah ini mencapai Rp 38,3 juta per bulan, namun baru terkumpul Rp 15,8 juta atau sekitar 41%. Ini menjadi PR bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat,” ujar dr. Andung. Ia juga mengajak para guru untuk menandatangani surat kesanggupan zakat sehingga pemotongan dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan. Proses pengumpulan surat ini akan dikoordinasikan melalui bendaharawan Dinas Pendidikan Sleman. Apresiasi untuk Sekolah Berprestasi Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada sekolah yang memiliki persentase pembayaran zakat tertinggi, yaitu: SDN Depok 2 – 100% SDN Percobaan 2 – 100% SDN Bhaktikarya – 86% SDN Caturtunggal 1 – 81% Kegiatan ini dihadiri 43 peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami dan mengoptimalkan pemanfaatan zakat bagi kemajuan pendidikan. BAZNAS Sleman berharap, melalui sosialisasi ini, para pendidik semakin sadar akan manfaat zakat dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kesejahteraan guru, tenaga kependidikan, serta membantu siswa yang membutuhkan. BAZNAS Sleman : Amanah, Transparan, Profesional, Akuntabel.***salurkan zakat Anda melalui link berikut:https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA12/08/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
BAZNAS Sleman Salurkan Kursi Roda untuk Layanan Publik Ramah Disabilitas di Kapanewon Moyudan
Sleman – BAZNAS Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Pada Senin (11/8/2025), tim BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan 1 unit kursi roda ke Kapanewon Moyudan. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kelancaran pelayanan publik bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang ramah terhadap kelompok rentan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan diterima oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, S.H., M.Si., beserta jajarannya. Bantuan yang Tepat Sasaran Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan tersebut. “Kami berterima kasih, kursi roda ini benar-benar akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat kami yang membutuhkan. Karena selama ini di sini belum tersedia kursi roda, alhamdulillah sekarang BAZNAS memberikan bantuan ini. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik sekali dan nantinya akan kami gunakan untuk warga disabilitas yang membutuhkan pelayanan di Kapanewon Moyudan,” ungkapnya. Kursi roda tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat dan mempermudah mobilitas warga yang memiliki keterbatasan fisik ketika mengakses layanan pemerintahan. Komitmen BAZNAS Sleman untuk Pelayanan Publik Inklusif Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kelompok rentan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat merasakan pelayanan publik yang layak, mudah, dan ramah. Kursi roda ini hanyalah salah satu langkah kecil, namun kami berharap manfaatnya besar bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa program bantuan seperti ini akan terus dilaksanakan, tidak hanya di Kapanewon Moyudan, tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Sleman yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para muzakki dan donatur, BAZNAS Sleman optimis dapat terus menjalankan misi membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan. Mari bersama BAZNAS Sleman wujudkan pelayanan publik yang ramah, adil, dan inklusif. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda untuk membantu sesama.
BERITA11/08/2025 | AYW./
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Tingkatkan Ketaatan Zakat, BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi ZIS di Korwil Berbah
Sleman — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), BAZNAS Sleman menyelenggarakan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada ASN di lingkup Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Berbah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025 bertempat di Aula Kantor Korwil Berbah yang juga dihadiri oleh KaDisdik Pak Mustadi,S.Sos., M.M., dan Kepala SDN di Berbah. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santoso, M.Kes., serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Dalam pemaparannya, dr. Andung menyampaikan apresiasi kepada ASN muzaki dari Korwil Cangkringan yang telah bersedia dipotong zakatnya secara rutin melalui BAZNAS. Langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kewajiban agama dan juga kontribusi nyata dalam membantu sesama. Zakat Adalah Kewajiban “Zakat adalah kewajiban yang diperintahkan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Hikmahnya tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi jalan berkembang dan berkahnya rezeki,” terang dr. Andung. Lebih lanjut, Muhyi Darmaji menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia regulasi berupa Instruksi Bupati dan Surat Edaran Bupati Sleman yang mendukung pemotongan ZIS secara otomatis melalui BAZNAS. ASN yang bersedia dipotong zakatnya diharapkan dapat mengisi Surat Kesanggupan Zakat yang nantinya akan dihimpun melalui bendahara masing-masing, dalam hal ini Bapak Sunardi dari Disdik Sleman. Prosentase Zakat di SD Wilayah Berbah Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 135 pegawai di Korwil Berbah, sebanyak 42 orang telah dipotong zakat 2,5%, 5 orang sudah dipotong namun belum sesuai persentase wajib, dan 83 orang belum dipotong zakat. Dengan potensi zakat sebesar Rp13,8 juta, saat ini baru sekitar Rp4,4 juta atau 32% yang sudah disetorkan melalui BAZNAS. Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang memiliki prosentase tertinggi dalam pengumpulan zakat, yakni: SDN Kranggan (90%) SDN Tanjungtirto 2 (89%) SDN Jogomangsan 2 (88%) Sebagai bentuk manfaat dari program ini, BAZNAS Sleman membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses kembali 60% dari dana ZIS yang telah disetor melalui program beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan insentif bagi GTT/PTT. Proposal pengajuan maksimal diterima hingga Oktober 2025. BAZNAS Sleman mengajak seluruh ASN di wilayah Sleman, khususnya di Korwil Berbah, untuk segera menunaikan zakat melalui pemotongan rutin. Langkah kecil ini dapat menjadi solusi besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk informasi dan pendampingan lebih lanjut, silakan hubungi BAZNAS Sleman atau melalui bendahara setempat. Mari kita kuatkan solidaritas sosial melalui zakat yang amanah dan tepat sasaran!.***
BERITA11/08/2025 | AYW./
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Pemkab Sleman Gandeng BAZNAS dan DPUPKP Wujudkan Rumah Layak Huni Sambut HUT RI ke-80
Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Sleman dan DPUPKP Sleman melaksanakan Peletakan Batu Pertama Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini menjadi simbol nyata gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dan aman. Program bantuan RTLH ini menyasar 17 Kapanewon di Sleman, dengan total bantuan senilai Rp329 juta untuk 17 rumah tidak layak huni. Masing-masing Kapanewon menerima satu bantuan unit rumah. Acara dimulai dengan penyerahan simbolis bantuan RTLH di Gedung Parasamya, yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama secara langsung di rumah Ibu Sugirah, warga Temon, Pandowoharjo, Sleman. Tindakan simbolis ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., bersama Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Pd., M.Pd. "Kami berharap program ini bisa membantu mustahik agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Sleman,” ujarnya. Gotong Royong di Momen Kemerdekaan Momentum HUT RI ke-80 ini dijadikan sebagai momen memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat melayani sesama. Pemerintah Kabupaten Sleman ingin memastikan bahwa semangat kemerdekaan juga dirasakan oleh masyarakat di lapisan bawah, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal. Dengan adanya program bantuan RTLH ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi antar lembaga dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Dukung Program Sosial BAZNAS Sleman terus mengajak masyarakat, khususnya para ASN dan muzaki di Sleman, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui saluran resmi. Dana yang terhimpun akan disalurkan kepada mustahik melalui program-program unggulan, seperti bantuan RTLH, beasiswa pendidikan, bantuan UMKM, dan lainnya. Melalui zakat yang Anda salurkan, kebaikan dapat terus bergulir dan menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.***
BERITA08/08/2025 | AYW./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →