Sosialisasi ZIS Korwil Kalasan: Perkuat Sinergi Zakat ASN untuk Membangun Sleman
06/08/2025 | Penulis: AYW./
Apresiasi untuk SDN Kledokan & SDN Sorogenen 2 atas 100% ASN berzakat di BAZNAS Sleman.
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kali ini digelar di Kantor Korwil Kalasan. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan untuk mendukung pembangunan sosial melalui zakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (5/8/2025) ini dihadiri oleh 29 kepala sekolah dan guru dari wilayah Kalasan. Turut hadir Kepala Korwil Kalasan, Sarwoto, S.Pd.SD., yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan zakat ASN di lingkungan pendidikan. Dari pihak BAZNAS Sleman, hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., sebagai narasumber utama dalam sosialisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada para ASN, khususnya para guru, yang telah rutin menunaikan zakat penghasilannya melalui BAZNAS. Ia menekankan bahwa zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar menyucikan harta dan memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Sleman.
60% Dana Zakat Bisa Diakses Sekolah
Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penyampaian bahwa sekolah dapat mengakses kembali hingga 60% dari total setoran zakat yang masuk melalui pengajuan proposal.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan dalam program Sleman Cerdas, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan bantuan honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Selain itu, disampaikan pula bahwa sekolah dapat mengakses program dukungan lainnya seperti pembangunan musala, sarana pendidikan, dan bantuan untuk masyarakat sekitar sekolah dalam 5 program utama BAZNAS Sleman.
Tanya Jawab Interaktif
Acara berjalan dengan interaktif dan diwarnai dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Perwakilan dari SD Sorogenen 2 menanyakan waktu pengajuan hak 60% dari zakat yang telah disetorkan.
Sementara itu, dari SD Pucung, peserta menyampaikan adanya rekan guru yang menyalurkan zakat langsung ke masyarakat sekitar dan mempertanyakan status pemotongan zakat yang belum berjalan meskipun telah mengisi formulir kesanggupan. SD Tunjungsari 2 juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan musala.
Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan terbuka dan dijelaskan bahwa pihak BAZNAS Sleman akan memproses setiap pengajuan sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan, termasuk batas akhir pengajuan proposal pada Oktober 2025.
Zakat: Solusi Umat, Pilar Pembangunan Daerah
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan partisipasi zakat ASN di wilayah Kalasan dapat semakin meningkat. Zakat 2,5% dari penghasilan yang ditunaikan secara rutin tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga menjadi sumber kekuatan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.***
Berita Lainnya
BAZNAS Sleman Berikan Penghargaan kepada 8 UPZ Terbaik se-Kabupaten Sleman
BAZNAS Sleman Sampaikan Hasil Donasi Rp693 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh kepada Bupati Sleman
Perkuat Sinergi Program Zakat 2026, BAZNAS Sleman Gelar Koordinasi Bersama Lembaga Amil Zakat
Rp60 Juta dan 100 Rice Cooker, Bantuan Sleman untuk Korban Longsor Banjarnegara
BAZNAS Sleman Terima Donasi SDN Sarikarya dan Alumni Haji Ar Raudhoh untuk Korban Bencana Sumatera dan Aceh
BAZNAS Sleman Terima Kunjungan Studi Banding BAZNAS Sumbawa Barat Bahas Strategi Penghimpunan ZIS

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
