WhatsApp Icon
Rihlah Berkah BAZNAS Se-DIY Hadirkan Keceriaan bagi Anak Yatim di Saloka

Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak 30 anak yatim mengikuti kegiatan Rihlah Berkah BAZNAS Se-DIY ke Saloka Theme Park dan wisata religi Masjid Al Aqsa, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh BAZNAS se-DIY, meliputi BAZNAS DIY, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Bantul, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, dan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul.

Masing-masing BAZNAS memberangkatkan 30 anak yatim, sehingga total sekitar 180 anak yatim mengikuti kegiatan yang bertujuan memberikan kebahagiaan, pengalaman rekreasi, serta perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan.

Dari Kabupaten Sleman, peserta terdiri atas 15 anak yatim dari Panti Asuhan Al Barokah, Prambanan dan 15 anak yatim dari Panti Asuhan Mekar Mulia, Minggir. Mereka didampingi oleh dua pengasuh panti, empat pimpinan BAZNAS Sleman, serta enam pelaksana.

Persiapan keberangkatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Rombongan berangkat dari Kantor BAZNAS Sleman menggunakan satu armada Bus Bimo pada pukul 06.30 WIB menuju titik kumpul di Saloka Theme Park, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Seluruh peserta menerima sarapan, makanan ringan, kaos kegiatan, serta santunan sebesar Rp300.000 untuk setiap anak. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang sehari-hari tinggal di panti asuhan.

Setibanya di Saloka, seluruh rombongan BAZNAS se-DIY mengikuti pembukaan, doa bersama, dan simbolis pentasharufan santunan di panggung utama. Acara dibuka oleh perwakilan BAZNAS DIY, Kozara.

Sales Manager Saloka Theme Park, Andreas Widyasmara, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan BAZNAS se-DIY. Ia menjelaskan bahwa Saloka berlokasi di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, bukan di Kota Salatiga sebagaimana yang sering dipersepsikan masyarakat.

“Banyak yang mengira Saloka berada di Salatiga karena lokasinya sangat dekat, hanya sekitar satu kilometer. Bahkan ada guyonan bahwa Saloka merupakan singkatan dari Salatiga Luar Kota. Namun secara administratif, Saloka berada di Tuntang, Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Andreas juga menjelaskan bahwa nama Saloka terinspirasi dari legenda Rawa Pening yang berkembang di kawasan sekitar. Dalam legenda tersebut terdapat tokoh Baru Klinthing, seekor naga yang dikenal suka menolong sesama. Kisah itu kemudian menjadi inspirasi lahirnya maskot Saloka bernama Loka yang berbentuk naga.

Ia menambahkan, seluruh peserta diberikan kebebasan menikmati berbagai wahana yang tersedia sepanjang jam operasional taman rekreasi.

“Anak-anak dapat bermain sepuasnya dan mencoba berbagai wahana yang tersedia. Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi mereka,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., yang mewakili jajaran pimpinan BAZNAS se-DIY, menyampaikan bahwa Rihlah Berkah merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang BAZNAS bersama para muzaki kepada anak-anak yatim.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Mereka diajak berekreasi, bergembira, sekaligus merasakan perhatian dari masyarakat melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kepada BAZNAS,” ujarnya.

Menurut Muhyi, Saloka dipilih karena menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang banyak direkomendasikan dan memiliki beragam wahana edukatif maupun rekreatif bagi anak-anak.

Setelah penyerahan santunan secara simbolis oleh para pimpinan BAZNAS, peserta diberi kesempatan menikmati berbagai wahana permainan selama kurang lebih empat jam.

Keceriaan tampak menghiasi wajah para peserta yang bebas mencoba berbagai wahana bersama teman-teman dan para pendamping.

Seperti yang diungkapkan Nisa, Amel, dan Fani yang berasal dari Panti Asuhan Mekar Melati, Minggir yang merasa sangat senang sekali diajak rekreasi di Saloka. Merupakan pengalaman pertama mereka.

“Rihlah ini seru banget, bisa perjalanan jauh dan pengalaman wisata baru, mendapat teman baru. Terima kasih BAZNAS sudah mengajak kami jalan-jalan ke Saloka. Semoga kedepannya BAZNAS lebih maju lagi dan lebih sukses,” ungkap ketinganya.

Senada, Pendamping Panti Asuhan Mekar Melati, Minggir, William Novi yang mengatakan acara Rihlah Berkah kali ini cukup menyenangkan bagi anak-anak, karena mereka mendapatkan pengalaman baru yang mungkin itu pengalaman pertama mereka.

“Saya harap kedepannya bisa diperluas lagi kerjasama, jaringannya, dan pesertanya untuk Rihlah Berkah BAZNAS,” harap Willi.

Pada pukul 15.00 WIB, rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al Aqsa di Klaten, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari wisata religi sekaligus sarana refleksi menyambut Tahun Baru Islam.

Selanjutnya, rombongan menuju Bale Roso Resto di Madurejo, Prambanan, Sleman untuk makan malam bersama. Sebelum menikmati hidangan, seluruh peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah yang diimami langsung oleh Muhyi Darmaji.

Suasana kehangatan dan kebersamaan terasa saat makan malam berlangsung. Anak-anak tampak menikmati hidangan yang disajikan, bahkan beberapa di antaranya menambah porsi makanan.

Usai makan malam, rombongan kembali ke Sleman dan tiba di kawasan Masjid Agung Sleman sekitar pukul 19.30 WIB.

Melalui kegiatan Rihlah Berkah ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan kebahagiaan, memperkuat semangat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme bagi anak-anak yatim dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.***

17/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga

BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Pencairan Termin I Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Kegiatan berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran Lor, Sleman, Rabu (10/6/2026).

Acara dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari penerima manfaat beserta panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, hingga perwakilan kapanewon. Hadir pula jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.

Program Rehab RTLH tahun ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih sehat, aman, dan layak huni.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari jadi, tetapi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun.

“Beberapa waktu lalu, kami diajak survey ke lapangan bersama pak Tulus dari DPUPKP ke rumah-rumah yang akan kita rehab. Mohon maaf, rumahnya ada yang hanya 1 petak, ada yang tidak ada jendela, kamar mandi jadi satu dengan dapur. Nah bagaimana kita bisa hidup sehat?,” ujar Muhyi.

Muhyi berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan, persyaratan, dan berbagai hal yang harus dipersiapkan oleh penerima bantuan.

Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi rumah dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dilaksanakan secara serentak.

“Rumah yang kita bantu tanahnya dipastikan tidak bermasalah, dan jika belum ada saluran airnya kita bantu pasangkan, atau bahkan ketersediaan sumber air bersihnya apakah dari sumur atau PDAM. Demikian juga ketersediaan listrik maupun IMB-nya. Karena nanti rumah yang dibantu rehab menjadi percontohan sebagai bangunan rumah yang standar sehat,” papar Muhyi.

Muhyi menambahkan, penerima manfaat juga akan mendapatkan pendampingan teknis terkait pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP maupun Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.

Proses Verifikasi dan Pendampingan Teknis

Pada sesi sosialisasi, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa setiap kapanewon mengusulkan calon penerima bantuan yang kemudian diverifikasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa usulan tambahan dari wilayah terdampak bencana maupun rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kegiatan ini diawali dari usulan Kapanewon. Di verifikasi, disurvey, dicek apakah memang sesuai ketentuan, layak atau tdk layak dibantu, dan itu ada aturannya. Usulan kita tampung dan kita verifikasi semua usulan dari manapun sama baik dari Kapanewon maupun dari DPRD,” papar Tulus.

Menurut Tulus, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, termasuk melalui audit independen yang melibatkan berbagai pihak.

“Ini dana stimulan, sehingga diharapkan ada swadaya dari panjenengan. Kalau kita mempunyai barang dari jerih payah sendiri pastinya akan dirawat. Itu harapan dari pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Swadaya tidak menutup kemungkinan bisa saja dari tetangga, tidak hanya berupa uang tapi juga tenaga,” jelas Tulus.

Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan melalui penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta pengadaan material yang sesuai kebutuhan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Yang harus dipersiapkan bapak ibu penerima bantuan stimulant RTLH di antaranya, material. Jangan sampai material yang dibelanjakan itu sisa akan sayang juga. Kemudian tenaga dan tukang, serta dana swadaya. Maka diperlukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” terangnya.

Untuk Termin I, sebanyak sembilan penerima manfaat menerima pencairan bantuan lebih dahulu. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sejak dana diterima.

“Dari penerima menfaat, langsung uangnya bisa disampaikan ke kalurahan nanti agar dibelanjakan sesuai dengn RAB yang dibuat. Agar nanti lebih aman, setelah diterima langsung disampaikan ke penyelenggara. Termin 1 ini ada 9 penerima bantuan terlebih dahulu, untuk selanjutnya akan diberikan bertahap,” papar Tulus.

Pengurusan PPG Gratis bagi Penerima Bantuan

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman, Fadil, menjelaskan bahwa saat ini izin bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai IMB telah berubah menjadi Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG).

Menurutnya, seluruh penerima manfaat Program Rehab RTLH akan mendapatkan pendampingan pengurusan PPG tanpa biaya.

“Namun khusus untuk progtam rehab RTLH ini untuk bagian yang 2015 itu bisa ditoleransi, bisa kami bantu. Bisa kami hubunbi untuk tinjau dan kelengkapan berkas. Kami bantu untuk pengurusannya gratis,” jelas Fadil.

Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada sembilan penerima manfaat.

Total Bantuan Rp400 Juta untuk 22 Penerima Manfaat

Program Rehab RTLH dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 tahun 2026 menjangkau 22 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, dengan nominal bantuan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah.

Daftar Penerima Manfaat Program Rehab RTLH Hari Jadi Ke-110 Kabupaten Sleman

No

Kapanewon

Nama Penerima

Bantuan

1

Tempel

Imroatun Marfu'ah

Rp20 juta

2

Berbah

Rizal Sugiyanto

Rp15 juta

3

Godean

Betha Mauladi

Rp15 juta

4

Pakem

Siti Nuriyah

Rp20 juta

5

Sleman

Aminah

Rp20 juta

6

Seyegan

Muhammad Nugroho

Rp15 juta

7

Ngemplak

Painah

Rp20 juta

8

Depok

Yulianti

Rp10 juta

9

Mlati

Tri Suwantono

Rp20 juta

10

Mlati

Lujinem Parmini

Rp20 juta

11

Cangkringan

Choirul Prasetya

Rp20 juta

12

Cangkringan

Binuko Tjahjowit Jaksono

Rp20 juta

13

Kalasan

Wis Hidayat

Rp20 juta

14

Gamping

R. Novi Yuda Kusuma

Rp20 juta

15

Prambanan

Tukiyo

Rp20 juta

16

Prambanan

Sugiyem

Rp15 juta

17

Moyudan

Dwi Sutomo

Rp20 juta

18

Moyudan

Daryatno

Rp10 juta

19

Minggir

Daliyo

Rp20 juta

20

Ngaglik

Dwi Kusnanto

Rp20 juta

21

Turi

Sumaryati

Rp15 juta

22

Kalasan

Ledung

Rp20 juta

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menempati rumah yang sehat, aman, dan layak huni sehingga kualitas hidup keluarga penerima manfaat dapat meningkat secara berkelanjutan.***

10/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer

BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian dan launching pentasharufan bantuan sarana Laboratorium Komputer kepada kampus penerima Program Beasiswa Sleman Pintar yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Peresmian laboratorium komputer dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., bersama Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan perguruan tinggi penerima manfaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS DIY H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro, S.I.P., MPA., Ketua Tim SEPEDAMAS Dr. Saptopo Bambang Ilkodar, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta Dr. Bambang Moertono S., M.M., Akt., C.A., serta mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI.

Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa bantuan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung Program Sleman Pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.

“Bantuan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, sejalan dengan Program Sleman Pintar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Kriswanto menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Sleman.

Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana pendidikan berupa paket komputer, printer, dan televisi kepada tiga perguruan tinggi mitra Program Sleman Pintar, yakni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebesar Rp115.800.000, Universitas AMIKOM Yogyakarta sebesar Rp115.800.000, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) sebesar Rp67.320.000.

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp298.920.000 atau hampir Rp299 juta.

Menurut Kriswanto, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas laboratorium komputer di masing-masing kampus serta meningkatkan kompetensi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Kami berharap fasilitas yang diresmikan hari ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta menjadi sarana yang menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan kemajuan Kabupaten Sleman,” katanya.

Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kepercayaan yang diberikan kepada perguruan tinggi penerima manfaat Program Sleman Pintar.

Mewakili kampus penerima manfaat, yaitu UNISA, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta, ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan potensi generasi muda Kabupaten Sleman.

“Bantuan ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi merupakan wujud komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi digital yang sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.

Ia mengajak para mahasiswa penerima manfaat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna menunjang proses belajar dan meningkatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain bantuan laboratorium komputer, UNISA juga menerima bantuan Program Z Coffee dari BAZNAS yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pengelolaan usaha kopi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Z Coffee yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memberikan keterampilan baru, dan membangun semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa,” tambahnya.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian umat yang diwujudkan melalui pengelolaan zakat untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, ulama, amil zakat, dan para muzaki menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS Sleman memberikan dukungan nyata kepada anak-anak Kabupaten Sleman melalui pendidikan. Kami berharap dana zakat yang dikelola BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, termasuk dalam bidang pendidikan,” ujar Harda.

Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah bekerja keras menghimpun dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima manfaat. Semoga kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dan menjadi keberkahan bagi para pemberi zakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Menurutnya, tujuan utama pengelolaan zakat adalah memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan.

“Zakat merupakan instrumen penting dalam distribusi kesejahteraan dan menjadi jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan,” jelasnya.

Rizaludin juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa program beasiswa dan bantuan pendidikan merupakan salah satu program yang paling diminati para muzaki karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.

“Mahasiswa penerima beasiswa termasuk dalam kategori fisabilillah yang berhak menerima manfaat dana zakat sesuai ketentuan syariah. Karena itu, program pendidikan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan oleh BAZNAS,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menyerahkan bantuan Program Z Coffee senilai Rp40 juta kepada UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut berupa satu paket mesin kopi beserta pelatihan barista bagi mahasiswa.

Menurutnya, program tersebut telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi dan terbukti mampu membantu mahasiswa memperoleh keterampilan tambahan sekaligus penghasilan mandiri.

“Di Yogyakarta sudah ada beberapa kampus yang menerima Program Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan mampu memperoleh penghasilan tambahan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” ungkapnya.

Peresmian laboratorium komputer ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan investasi sosial jangka panjang melalui pendidikan.

Melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta perguruan tinggi mitra, diharapkan Program Sleman Pintar dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.

Dengan hadirnya fasilitas laboratorium komputer dan program penguatan kewirausahaan mahasiswa, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.***

03/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P

BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Sleman Produktif Tahap II kepada Paguyuban Pasar Prambanan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 4 Pasar Prambanan pada Rabu (20/5/2026).

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang pasar yang tergabung dalam Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan.

Perwakilan Koperasi Cikal dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi yang awalnya didukung melalui dana hibah BAZNAS Sleman terus mengalami perkembangan positif. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang semula hanya memiliki 21 anggota kini telah berkembang menjadi 46 anggota aktif.

“Koperasi Cikal yang didanai dari dana hibah BAZNAS berjalan dari 21 jadi 46 anggota. Dan ada tambahan Rp10 juta dari BAZNAS sekarang berkembang Rp16 juta lebih,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Cikal dapat segera terlaksana. Selain itu, pihaknya mengaku sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Sleman kepada anggota koperasi yang berasal dari Paguyuban Pasar Prambanan.

Menurutnya, apabila pada bantuan sebelumnya penyerahan dilakukan secara simbolis, maka pada bantuan tahap kedua ini bantuan diterima secara langsung untuk mendukung perputaran modal usaha para anggota koperasi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Cikal yang dinilai berhasil mengelola dana bantuan dengan baik sehingga layak memperoleh bantuan tahap kedua.

Kriswanto menjelaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari zakat para aparatur sipil negara dan para muzaki yang dihimpun oleh BAZNAS Sleman, kemudian ditasharufkan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Program Sleman Produktif.

“Tadi sebelum ke sini, kami juga menghadiri bagian dari Program Sleman Produktif, yaitu mendampingi UMKM binaan kami dalam kegiatan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Dana yang kami sampaikan ini yang kedua kali, InsyaAllah bisa ke yang 3x tentunya dengan syarat laporannya bagus,” ungkap Kriswanto.

Ia menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan tidak perlu dikembalikan kepada BAZNAS Sleman. Dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara bergulir oleh anggota koperasi guna mendukung pengembangan usaha para pedagang.

“Jadi dana jangan ngendon, ada yang butuh langsung pinjamkan agar berputar terus dan bermanfaat meningkatkan usahanya,” tegas Kriswanto.

Lebih lanjut, Kriswanto mengingatkan agar pengelolaan dana koperasi tetap dilakukan secara syariah tanpa adanya bunga maupun jasa tambahan. Namun demikian, anggota koperasi tetap diperbolehkan memberikan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan keberkahan usaha.

Adanya bantuan ini juga sebagai upaya untuk mencegah pedagang Pasar Prambanan berurusan dengan bank plecit atau rentenir.

Kegiatan pentasharufan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., beserta jajaran, serta para anggota Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan.

Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM agar semakin mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.***

22/05/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Bersama Tim Kapanewon Salurkan Bantuan Ke 3 Panti Asuhan

BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kepedulian sosial melalui kegiatan pentasharufan bantuan kepada tiga panti asuhan di wilayah Kapanewon Depok. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Kegiatan pentasharufan ini diselenggarakan oleh UPZ Kapanewon Depok bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Sleman, Bank BPD DIY, Bank Sleman Syariah, serta kalurahan se-Kapanewon Depok.

Mengusung tagline Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110, “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sebelum pelaksanaan pentasharufan, seluruh pihak yang terlibat terlebih dahulu berkumpul di Kantor Kapanewon Depok. Rombongan kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi pentasharufan pada pukul 09.00 WIB.

Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Panti Asuhan Al Wahhab “Sinar Melati” di Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur. Selanjutnya rombongan menuju lokasi kedua, yakni Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darun Najah yang juga merupakan Pondok Pesantren Al-Fadhillah di Padukuhan Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo.

Lokasi terakhir yang menjadi tujuan pentasharufan adalah Taman Asuhan Al-Islam di Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing panti asuhan menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp5.000.000, beras 25 kilogram, serta paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Bidang Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan kepada para pengurus dan pengasuh panti asuhan bersama Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., Customer Relationship Management Bank Sleman Didik Budiantoro, serta perwakilan dari Bank BPD DIY.

Turut hadir pula Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok F. Suhyadi, S.H., M.I.P., TKSK Kapanewon Depok, serta staf Kapanewon Depok yang mendukung kelancaran kegiatan sosial tersebut.

Dalam sambutannya, Panewu Depok menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, tagline “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman” mengandung makna tentang pentingnya saling mendukung dan membantu demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman secara bersama-sama.

Sementara itu, para pengasuh pondok dan panti asuhan yang mewakili penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap bantuan tersebut dapat menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dan bermanfaat bagi anak-anak asuh di panti.

Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.***

19/05/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Pendistribusian

Rihlah Berkah BAZNAS Se-DIY Hadirkan Keceriaan bagi Anak Yatim di Saloka
Rihlah Berkah BAZNAS Se-DIY Hadirkan Keceriaan bagi Anak Yatim di Saloka
Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak 30 anak yatim mengikuti kegiatan Rihlah Berkah BAZNAS Se-DIY ke Saloka Theme Park dan wisata religi Masjid Al Aqsa, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh BAZNAS se-DIY, meliputi BAZNAS DIY, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Bantul, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, dan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul. Masing-masing BAZNAS memberangkatkan 30 anak yatim, sehingga total sekitar 180 anak yatim mengikuti kegiatan yang bertujuan memberikan kebahagiaan, pengalaman rekreasi, serta perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan. Dari Kabupaten Sleman, peserta terdiri atas 15 anak yatim dari Panti Asuhan Al Barokah, Prambanan dan 15 anak yatim dari Panti Asuhan Mekar Mulia, Minggir. Mereka didampingi oleh dua pengasuh panti, empat pimpinan BAZNAS Sleman, serta enam pelaksana. Persiapan keberangkatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Rombongan berangkat dari Kantor BAZNAS Sleman menggunakan satu armada Bus Bimo pada pukul 06.30 WIB menuju titik kumpul di Saloka Theme Park, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Seluruh peserta menerima sarapan, makanan ringan, kaos kegiatan, serta santunan sebesar Rp300.000 untuk setiap anak. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang sehari-hari tinggal di panti asuhan. Setibanya di Saloka, seluruh rombongan BAZNAS se-DIY mengikuti pembukaan, doa bersama, dan simbolis pentasharufan santunan di panggung utama. Acara dibuka oleh perwakilan BAZNAS DIY, Kozara. Sales Manager Saloka Theme Park, Andreas Widyasmara, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan BAZNAS se-DIY. Ia menjelaskan bahwa Saloka berlokasi di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, bukan di Kota Salatiga sebagaimana yang sering dipersepsikan masyarakat. “Banyak yang mengira Saloka berada di Salatiga karena lokasinya sangat dekat, hanya sekitar satu kilometer. Bahkan ada guyonan bahwa Saloka merupakan singkatan dari Salatiga Luar Kota. Namun secara administratif, Saloka berada di Tuntang, Kabupaten Semarang,” ujarnya. Andreas juga menjelaskan bahwa nama Saloka terinspirasi dari legenda Rawa Pening yang berkembang di kawasan sekitar. Dalam legenda tersebut terdapat tokoh Baru Klinthing, seekor naga yang dikenal suka menolong sesama. Kisah itu kemudian menjadi inspirasi lahirnya maskot Saloka bernama Loka yang berbentuk naga. Ia menambahkan, seluruh peserta diberikan kebebasan menikmati berbagai wahana yang tersedia sepanjang jam operasional taman rekreasi. “Anak-anak dapat bermain sepuasnya dan mencoba berbagai wahana yang tersedia. Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi mereka,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., yang mewakili jajaran pimpinan BAZNAS se-DIY, menyampaikan bahwa Rihlah Berkah merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang BAZNAS bersama para muzaki kepada anak-anak yatim. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Mereka diajak berekreasi, bergembira, sekaligus merasakan perhatian dari masyarakat melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kepada BAZNAS,” ujarnya. Menurut Muhyi, Saloka dipilih karena menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang banyak direkomendasikan dan memiliki beragam wahana edukatif maupun rekreatif bagi anak-anak. Setelah penyerahan santunan secara simbolis oleh para pimpinan BAZNAS, peserta diberi kesempatan menikmati berbagai wahana permainan selama kurang lebih empat jam. Keceriaan tampak menghiasi wajah para peserta yang bebas mencoba berbagai wahana bersama teman-teman dan para pendamping. Seperti yang diungkapkan Nisa, Amel, dan Fani yang berasal dari Panti Asuhan Mekar Melati, Minggir yang merasa sangat senang sekali diajak rekreasi di Saloka. Merupakan pengalaman pertama mereka. “Rihlah ini seru banget, bisa perjalanan jauh dan pengalaman wisata baru, mendapat teman baru. Terima kasih BAZNAS sudah mengajak kami jalan-jalan ke Saloka. Semoga kedepannya BAZNAS lebih maju lagi dan lebih sukses,” ungkap ketinganya. Senada, Pendamping Panti Asuhan Mekar Melati, Minggir, William Novi yang mengatakan acara Rihlah Berkah kali ini cukup menyenangkan bagi anak-anak, karena mereka mendapatkan pengalaman baru yang mungkin itu pengalaman pertama mereka. “Saya harap kedepannya bisa diperluas lagi kerjasama, jaringannya, dan pesertanya untuk Rihlah Berkah BAZNAS,” harap Willi. Pada pukul 15.00 WIB, rombongan BAZNAS Kabupaten Sleman melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al Aqsa di Klaten, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari wisata religi sekaligus sarana refleksi menyambut Tahun Baru Islam. Selanjutnya, rombongan menuju Bale Roso Resto di Madurejo, Prambanan, Sleman untuk makan malam bersama. Sebelum menikmati hidangan, seluruh peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah yang diimami langsung oleh Muhyi Darmaji. Suasana kehangatan dan kebersamaan terasa saat makan malam berlangsung. Anak-anak tampak menikmati hidangan yang disajikan, bahkan beberapa di antaranya menambah porsi makanan. Usai makan malam, rombongan kembali ke Sleman dan tiba di kawasan Masjid Agung Sleman sekitar pukul 19.30 WIB. Melalui kegiatan Rihlah Berkah ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan kebahagiaan, memperkuat semangat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme bagi anak-anak yatim dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.***
LAYANAN_MUSTAHIK17/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp400 Juta untuk 22 Warga
BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Pencairan Termin I Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Kegiatan berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran Lor, Sleman, Rabu (10/6/2026). Acara dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri dari penerima manfaat beserta panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, hingga perwakilan kapanewon. Hadir pula jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Program Rehab RTLH tahun ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih sehat, aman, dan layak huni. Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari jadi, tetapi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun. “Beberapa waktu lalu, kami diajak survey ke lapangan bersama pak Tulus dari DPUPKP ke rumah-rumah yang akan kita rehab. Mohon maaf, rumahnya ada yang hanya 1 petak, ada yang tidak ada jendela, kamar mandi jadi satu dengan dapur. Nah bagaimana kita bisa hidup sehat?,” ujar Muhyi. Muhyi berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai prosedur pelaksanaan, persyaratan, dan berbagai hal yang harus dipersiapkan oleh penerima bantuan. Selain itu, pelaksanaan rehabilitasi rumah dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dilaksanakan secara serentak. “Rumah yang kita bantu tanahnya dipastikan tidak bermasalah, dan jika belum ada saluran airnya kita bantu pasangkan, atau bahkan ketersediaan sumber air bersihnya apakah dari sumur atau PDAM. Demikian juga ketersediaan listrik maupun IMB-nya. Karena nanti rumah yang dibantu rehab menjadi percontohan sebagai bangunan rumah yang standar sehat,” papar Muhyi. Muhyi menambahkan, penerima manfaat juga akan mendapatkan pendampingan teknis terkait pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP maupun Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Proses Verifikasi dan Pendampingan Teknis Pada sesi sosialisasi, Koordinator Fasilitator RTLH dari tenaga ahli DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa setiap kapanewon mengusulkan calon penerima bantuan yang kemudian diverifikasi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa usulan tambahan dari wilayah terdampak bencana maupun rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Kegiatan ini diawali dari usulan Kapanewon. Di verifikasi, disurvey, dicek apakah memang sesuai ketentuan, layak atau tdk layak dibantu, dan itu ada aturannya. Usulan kita tampung dan kita verifikasi semua usulan dari manapun sama baik dari Kapanewon maupun dari DPRD,” papar Tulus. Menurut Tulus, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, termasuk melalui audit independen yang melibatkan berbagai pihak. “Ini dana stimulan, sehingga diharapkan ada swadaya dari panjenengan. Kalau kita mempunyai barang dari jerih payah sendiri pastinya akan dirawat. Itu harapan dari pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Swadaya tidak menutup kemungkinan bisa saja dari tetangga, tidak hanya berupa uang tapi juga tenaga,” jelas Tulus. Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan melalui penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta pengadaan material yang sesuai kebutuhan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal. “Yang harus dipersiapkan bapak ibu penerima bantuan stimulant RTLH di antaranya, material. Jangan sampai material yang dibelanjakan itu sisa akan sayang juga. Kemudian tenaga dan tukang, serta dana swadaya. Maka diperlukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB),” terangnya. Untuk Termin I, sebanyak sembilan penerima manfaat menerima pencairan bantuan lebih dahulu. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan sejak dana diterima. “Dari penerima menfaat, langsung uangnya bisa disampaikan ke kalurahan nanti agar dibelanjakan sesuai dengn RAB yang dibuat. Agar nanti lebih aman, setelah diterima langsung disampaikan ke penyelenggara. Termin 1 ini ada 9 penerima bantuan terlebih dahulu, untuk selanjutnya akan diberikan bertahap,” papar Tulus. Pengurusan PPG Gratis bagi Penerima Bantuan Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman, Fadil, menjelaskan bahwa saat ini izin bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai IMB telah berubah menjadi Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG). Menurutnya, seluruh penerima manfaat Program Rehab RTLH akan mendapatkan pendampingan pengurusan PPG tanpa biaya. “Namun khusus untuk progtam rehab RTLH ini untuk bagian yang 2015 itu bisa ditoleransi, bisa kami bantu. Bisa kami hubunbi untuk tinjau dan kelengkapan berkas. Kami bantu untuk pengurusannya gratis,” jelas Fadil. Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada sembilan penerima manfaat. Total Bantuan Rp400 Juta untuk 22 Penerima Manfaat Program Rehab RTLH dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 tahun 2026 menjangkau 22 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta, dengan nominal bantuan yang disesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah. Daftar Penerima Manfaat Program Rehab RTLH Hari Jadi Ke-110 Kabupaten Sleman No Kapanewon Nama Penerima Bantuan 1 Tempel Imroatun Marfu'ah Rp20 juta 2 Berbah Rizal Sugiyanto Rp15 juta 3 Godean Betha Mauladi Rp15 juta 4 Pakem Siti Nuriyah Rp20 juta 5 Sleman Aminah Rp20 juta 6 Seyegan Muhammad Nugroho Rp15 juta 7 Ngemplak Painah Rp20 juta 8 Depok Yulianti Rp10 juta 9 Mlati Tri Suwantono Rp20 juta 10 Mlati Lujinem Parmini Rp20 juta 11 Cangkringan Choirul Prasetya Rp20 juta 12 Cangkringan Binuko Tjahjowit Jaksono Rp20 juta 13 Kalasan Wis Hidayat Rp20 juta 14 Gamping R. Novi Yuda Kusuma Rp20 juta 15 Prambanan Tukiyo Rp20 juta 16 Prambanan Sugiyem Rp15 juta 17 Moyudan Dwi Sutomo Rp20 juta 18 Moyudan Daryatno Rp10 juta 19 Minggir Daliyo Rp20 juta 20 Ngaglik Dwi Kusnanto Rp20 juta 21 Turi Sumaryati Rp15 juta 22 Kalasan Ledung Rp20 juta Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menempati rumah yang sehat, aman, dan layak huni sehingga kualitas hidup keluarga penerima manfaat dapat meningkat secara berkelanjutan.***
LAYANAN_MUSTAHIK10/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer
Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Laboratorium Komputer
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian dan launching pentasharufan bantuan sarana Laboratorium Komputer kepada kampus penerima Program Beasiswa Sleman Pintar yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Peresmian laboratorium komputer dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., bersama Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. H. Kriswanto, M.Sc., dan perguruan tinggi penerima manfaat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS DIY H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Wawan Widiantoro, S.I.P., MPA., Ketua Tim SEPEDAMAS Dr. Saptopo Bambang Ilkodar, Rektor UNISA Yogyakarta Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. Dr. Arief Setyanto, S.Si., M.T., Ph.D., Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta Dr. Bambang Moertono S., M.M., Akt., C.A., serta mahasiswa penerima Beasiswa Sleman Pintar dan mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS RI. Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa bantuan sarana pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung Program Sleman Pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda. “Bantuan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, sejalan dengan Program Sleman Pintar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ujarnya. Kriswanto menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana pendidikan berupa paket komputer, printer, dan televisi kepada tiga perguruan tinggi mitra Program Sleman Pintar, yakni Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sebesar Rp115.800.000, Universitas AMIKOM Yogyakarta sebesar Rp115.800.000, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) sebesar Rp67.320.000. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp298.920.000 atau hampir Rp299 juta. Menurut Kriswanto, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas laboratorium komputer di masing-masing kampus serta meningkatkan kompetensi digital mahasiswa sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. “Kami berharap fasilitas yang diresmikan hari ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta menjadi sarana yang menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan kemajuan Kabupaten Sleman,” katanya. Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman atas kepercayaan yang diberikan kepada perguruan tinggi penerima manfaat Program Sleman Pintar. Mewakili kampus penerima manfaat, yaitu UNISA, Universitas AMIKOM Yogyakarta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta, ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan potensi generasi muda Kabupaten Sleman. “Bantuan ini bukan sekadar bantuan teknologi, tetapi merupakan wujud komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi digital yang sangat dibutuhkan di era perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya. Ia mengajak para mahasiswa penerima manfaat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna menunjang proses belajar dan meningkatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain bantuan laboratorium komputer, UNISA juga menerima bantuan Program Z Coffee dari BAZNAS yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pengelolaan usaha kopi. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Z Coffee yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memberikan keterampilan baru, dan membangun semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa,” tambahnya. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian umat yang diwujudkan melalui pengelolaan zakat untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, ulama, amil zakat, dan para muzaki menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “BAZNAS Sleman memberikan dukungan nyata kepada anak-anak Kabupaten Sleman melalui pendidikan. Kami berharap dana zakat yang dikelola BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, termasuk dalam bidang pendidikan,” ujar Harda. Ia menambahkan bahwa pendidikan menjadi salah satu investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah bekerja keras menghimpun dan menyalurkan zakat kepada delapan golongan penerima manfaat. Semoga kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dan menjadi keberkahan bagi para pemberi zakat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Menurutnya, tujuan utama pengelolaan zakat adalah memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan. “Zakat merupakan instrumen penting dalam distribusi kesejahteraan dan menjadi jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan,” jelasnya. Rizaludin juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Ia menjelaskan bahwa program beasiswa dan bantuan pendidikan merupakan salah satu program yang paling diminati para muzaki karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. “Mahasiswa penerima beasiswa termasuk dalam kategori fisabilillah yang berhak menerima manfaat dana zakat sesuai ketentuan syariah. Karena itu, program pendidikan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan oleh BAZNAS,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga menyerahkan bantuan Program Z Coffee senilai Rp40 juta kepada UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut berupa satu paket mesin kopi beserta pelatihan barista bagi mahasiswa. Menurutnya, program tersebut telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi dan terbukti mampu membantu mahasiswa memperoleh keterampilan tambahan sekaligus penghasilan mandiri. “Di Yogyakarta sudah ada beberapa kampus yang menerima Program Z Coffee. Mahasiswa yang menjadi barista bahkan mampu memperoleh penghasilan tambahan hingga sekitar Rp2 juta per bulan,” ungkapnya. Peresmian laboratorium komputer ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan investasi sosial jangka panjang melalui pendidikan. Melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta perguruan tinggi mitra, diharapkan Program Sleman Pintar dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. Dengan hadirnya fasilitas laboratorium komputer dan program penguatan kewirausahaan mahasiswa, BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.***
LAYANAN MUSTAHIK03/06/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P
BAZNAS Sleman dan Disperindag Salurkan Bantuan Sleman Produktif untuk Pedagang P
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Sleman Produktif Tahap II kepada Paguyuban Pasar Prambanan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 4 Pasar Prambanan pada Rabu (20/5/2026). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang pasar yang tergabung dalam Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan. Perwakilan Koperasi Cikal dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi yang awalnya didukung melalui dana hibah BAZNAS Sleman terus mengalami perkembangan positif. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang semula hanya memiliki 21 anggota kini telah berkembang menjadi 46 anggota aktif. “Koperasi Cikal yang didanai dari dana hibah BAZNAS berjalan dari 21 jadi 46 anggota. Dan ada tambahan Rp10 juta dari BAZNAS sekarang berkembang Rp16 juta lebih,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapan agar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Cikal dapat segera terlaksana. Selain itu, pihaknya mengaku sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Sleman kepada anggota koperasi yang berasal dari Paguyuban Pasar Prambanan. Menurutnya, apabila pada bantuan sebelumnya penyerahan dilakukan secara simbolis, maka pada bantuan tahap kedua ini bantuan diterima secara langsung untuk mendukung perputaran modal usaha para anggota koperasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Koperasi Cikal yang dinilai berhasil mengelola dana bantuan dengan baik sehingga layak memperoleh bantuan tahap kedua. Kriswanto menjelaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari zakat para aparatur sipil negara dan para muzaki yang dihimpun oleh BAZNAS Sleman, kemudian ditasharufkan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Program Sleman Produktif. “Tadi sebelum ke sini, kami juga menghadiri bagian dari Program Sleman Produktif, yaitu mendampingi UMKM binaan kami dalam kegiatan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Dana yang kami sampaikan ini yang kedua kali, InsyaAllah bisa ke yang 3x tentunya dengan syarat laporannya bagus,” ungkap Kriswanto. Ia menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan tidak perlu dikembalikan kepada BAZNAS Sleman. Dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara bergulir oleh anggota koperasi guna mendukung pengembangan usaha para pedagang. “Jadi dana jangan ngendon, ada yang butuh langsung pinjamkan agar berputar terus dan bermanfaat meningkatkan usahanya,” tegas Kriswanto. Lebih lanjut, Kriswanto mengingatkan agar pengelolaan dana koperasi tetap dilakukan secara syariah tanpa adanya bunga maupun jasa tambahan. Namun demikian, anggota koperasi tetap diperbolehkan memberikan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan keberkahan usaha. Adanya bantuan ini juga sebagai upaya untuk mencegah pedagang Pasar Prambanan berurusan dengan bank plecit atau rentenir. Kegiatan pentasharufan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dra. RR. Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., beserta jajaran, serta para anggota Koperasi Cikal Paguyuban Pasar Prambanan. Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM agar semakin mandiri, berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.***
LAYANAN_MUSTAHIK22/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Bersama Tim Kapanewon Salurkan Bantuan Ke 3 Panti Asuhan
BAZNAS Sleman Bersama Tim Kapanewon Salurkan Bantuan Ke 3 Panti Asuhan
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kepedulian sosial melalui kegiatan pentasharufan bantuan kepada tiga panti asuhan di wilayah Kapanewon Depok. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan ini diselenggarakan oleh UPZ Kapanewon Depok bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Sleman, Bank BPD DIY, Bank Sleman Syariah, serta kalurahan se-Kapanewon Depok. Mengusung tagline Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110, “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Sebelum pelaksanaan pentasharufan, seluruh pihak yang terlibat terlebih dahulu berkumpul di Kantor Kapanewon Depok. Rombongan kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi pentasharufan pada pukul 09.00 WIB. Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Panti Asuhan Al Wahhab “Sinar Melati” di Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur. Selanjutnya rombongan menuju lokasi kedua, yakni Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darun Najah yang juga merupakan Pondok Pesantren Al-Fadhillah di Padukuhan Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo. Lokasi terakhir yang menjadi tujuan pentasharufan adalah Taman Asuhan Al-Islam di Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing panti asuhan menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp5.000.000, beras 25 kilogram, serta paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Bidang Keuangan dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan kepada para pengurus dan pengasuh panti asuhan bersama Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., Customer Relationship Management Bank Sleman Didik Budiantoro, serta perwakilan dari Bank BPD DIY. Turut hadir pula Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok F. Suhyadi, S.H., M.I.P., TKSK Kapanewon Depok, serta staf Kapanewon Depok yang mendukung kelancaran kegiatan sosial tersebut. Dalam sambutannya, Panewu Depok menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, tagline “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman” mengandung makna tentang pentingnya saling mendukung dan membantu demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman secara bersama-sama. Sementara itu, para pengasuh pondok dan panti asuhan yang mewakili penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap bantuan tersebut dapat menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dan bermanfaat bagi anak-anak asuh di panti. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.***
LAYANAN_MUSTAHIK19/05/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Kelompok Binaan Densus 88 DIY
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Kelompok Binaan Densus 88 DIY
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Kali ini, BAZNAS Sleman mentasharufkan stimulan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha binaan Densus 88 Wilayah kerja DIY dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Sleman pada Selasa (12/5/2026). Pentasharufan bantuan tersebut dihadiri perwakilan dari Densus 88 Wilayah kerja DIY serta satu kelompok UMKM binaannya yang terdiri dari lima orang, meskipun satu anggota berhalangan hadir. Dari pihak BAZNAS Sleman turut hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Pelaksana Bidang Pendistribusian Kukuh Santoso, S.Pd. M.A., serta pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Joko Yugiyanto, S.Psi. dan Nurul Indah Khasanah, S.T. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Densus 88 Wilayah kerja DIY menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Sleman dalam mendukung keberlangsungan usaha kelompok binaannya. Menurutnya, bantuan modal usaha tersebut menjadi harapan besar bagi para penerima manfaat untuk membangun kemandirian ekonomi dan kehidupan yang lebih baik. “Karena menjalankan usaha, rezekinya halal, membuat orang senang. Semoga bermanfaat untuk bapak-bapak sekeluarga,” ungkap perwakilan Densus 88. Ia juga berharap ke depan dapat terjalin kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan usaha bersama BAZNAS Sleman maupun stakeholder lainnya. Menurutnya, pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan para pelaku UMKM. Ketua Kelompok Mugi Berkah binaan Densus 88, Muchammad Nurochman, mengaku bersyukur atas bantuan dan pendampingan yang diberikan oleh BAZNAS Sleman. Ia menjelaskan bahwa kelompok usahanya bergerak di berbagai sektor produktif, mulai dari pertanian cabai, ketela, kacang panjang, buah dan tanaman, hingga kolam ikan dan warung kelontong. “Semoga usaha kami bisa maju, mohon doanya. Densus 88 terima kasih mohon kami terus dibimbing. Kami alhamdulillah mendapat bantuan, merupakan penghargaan luar biasa bagi kami. Semoga bisa terus berlanjut bantuan dan bimbingannya,” tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa keberlanjutan bantuan dan pendampingan akan menyesuaikan hasil evaluasi perkembangan usaha para penerima manfaat. “Bahwa bantuan berlanjut atau tidak, tergantung penilaian dari para pendamping. Jika memang dilihat usahanya baik bertumbuh, dan dirasakan manfaatnya, akan kami support terus maksimal selama 3 tahun,” jelas Muhaimin. Ia menambahkan bahwa Program Sleman Produktif tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga menekankan pentingnya pendampingan dan pembinaan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Dalam pentasharufan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan sebesar Rp10.500.000 untuk permodalan usaha serta Rp142.000 untuk pencetakan identitas usaha bagi kelompok binaan Densus 88 DIY. Melalui program pemberdayaan ekonomi ini, BAZNAS Sleman berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Dukungan terhadap UMKM juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Sleman dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah untuk program-program produktif yang berkelanjutan.***
DARURAT_SOSIAL13/05/2026 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →