Berita Pendistribusian

788 Paket Fidyah Disalurkan ke 14 Pesantren dan Panti Asuhan di Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan dana fidyah yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk paket makan siang. Pada penyaluran tahap kedua, sebanyak 788 paket makan siang fidyah diberikan kepada 14 pesantren dan panti asuhan di wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (16/9/2026).
Setiap paket makan siang senilai Rp22.000, sehingga total nilai fidyah yang disalurkan pada tahap kedua mencapai Rp17.336.000.
Penyaluran secara simbolis dilaksanakan di Panti Asuhan Daarut Taqwa, Jarakan, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Sebanyak 135 paket makan siang diantarkan ke panti asuhan tersebut dan diserahkan kepada perwakilan anak-anak panti putri untuk dapat dinikmati sebagai menu makan siang.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama tiga staf pelaksana BAZNAS Sleman.
Muhyi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman menyalurkan amanah fidyah dari masyarakat yang menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
“Semoga bermanfaat bagi anak-anak, sebagai menu makan siang,” ujar Muhyi.
Penyaluran fidyah dalam bentuk makanan siap santap ini dilakukan agar manfaat dana fidyah dapat dirasakan secara langsung oleh penerima. Paket makan siang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan para santri dan anak-anak yang berada di pesantren maupun panti asuhan.
Program tersebut merupakan bagian dari pengelolaan dan penyaluran dana fidyah yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Penyaluran dilakukan melalui lembaga penerima yang berada di wilayah Kabupaten Sleman sehingga manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran tahap kedua sebanyak 788 paket tersebut melengkapi penyaluran sebelumnya. Dengan harga Rp22.000 per paket, total nilai fidyah yang disalurkan pada Rabu (16/9/2026) mencapai Rp17.336.000.
BAZNAS Kabupaten Sleman berharap penyaluran fidyah ini dapat memberikan manfaat bagi para santri dan anak-anak panti asuhan. Selain memenuhi kebutuhan makan, penyaluran tersebut menjadi wujud amanah dalam mengelola dana fidyah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Sleman.***
LAYANAN_MUSTAHIK17/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Fidyah Disalurkan, 874 Paket Makan Siang Diterima 14 Ponpes di Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman mulai menyalurkan fidyah dalam bentuk paket makan siang kepada santri pondok pesantren dan anak-anak panti asuhan di wilayah Kabupaten Sleman. Penyaluran tersebut dimulai pada Selasa (15/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu.
Sebanyak 874 paket makan siang fidyah disalurkan kepada 14 pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Sleman. Setiap paket makan siang memiliki nilai Rp22.000, sehingga total nilai fidyah yang disalurkan mencapai Rp19.228.000.
Penyaluran secara simbolis dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarul ‘Ilmi, Murten, Tridadi, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Sebanyak 80 box paket makan siang fidyah diantarkan ke pondok pesantren tersebut dan diserahkan langsung kepada para santri putri untuk dapat dinikmati.
Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., bersama Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Nasirun, S.A.P.
Andung menyampaikan, maksud dan tujuannya berkunjung ke Pondok Pesantren Daarul 'Ilmi untuk menyalurkan amanah fidyah dari masyarakat yang membayar fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman yang diwujudkan dalam bentuk paket makan siang dalam box.
"Semoga bermanfaat bagi para santri, sebagai menu makan siang. Santri sehat, terpenuhi gizinya," ujar Andung.
Kedatangan pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman disambut hangat oleh pihak Pondok Pesantren Daarul ‘Ilmi, di antaranya Ketua Yayasan K.H. M. Fatwa Ma’ruf bersama putrinya.
K.H.M. Fatwa mengatakan pihaknya berterima kasih karena dipilih sebagai salah satu tempat yang mendapat penyaluran fidyah dari BAZNAS Kabupaten Sleman berupa paket makan siang untuk santri.
"Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga menjadi manfaat yang membawa keberkahan untuk kita semua. Ini sekaligus sebagai ajang silaturahim, semoga terjalin dengan baik untuk seterusnya dan saling mendoakan dalam hal kebaikan baik untuk BAZNAS Sleman dan Pondok Pesantren kami," ungkap Fatwa.
Penyaluran fidyah dalam bentuk makanan siap santap ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana fidyah untuk memberikan manfaat secara langsung kepada para penerima.
Paket makan siang yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan para santri dan anak-anak yang berada di pesantren maupun panti asuhan.
Program penyaluran tersebut merupakan bagian dari pengelolaan dana fidyah yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Melalui penyaluran yang dilakukan secara langsung kepada lembaga penerima, manfaat fidyah dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Sleman.
Sebanyak 874 paket yang disalurkan pada tahap ini terdiri dari paket makan siang dengan nilai Rp22.000 per box. Dengan demikian, keseluruhan nilai penyaluran di hari pertama mencapai Rp19,228 juta.
BAZNAS Kabupaten Sleman berharap penyaluran fidyah tersebut dapat memberikan manfaat bagi para santri dan anak asuh sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan dana zakat kepada masyarakat.***
EKONOMI_PERKOTAAN16/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Fashion Show Kebaya di Sinduharjo: Salurkan Bantuan untuk 20 Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sosial berupa 20 paket sembako kepada warga lanjut usia (lansia) dan berkebutuhan khusus di wilayah Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian BAZNAS Sleman dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan dalam acara pembukaan Fashion Show Kebaya dalam rangka Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU Keistimewaan DIY) Tahun 2026, yang berlangsung di Taman Budaya Lohjinawi, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 20 paket sembako disalurkan dengan total nilai bantuan Rp2,4 juta. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada enam perwakilan mustahik yang terdiri dari lansia dan warga berkebutuhan khusus.
Menariknya, keenam perwakilan mustahik tersebut turut mengenakan kebaya dalam momentum yang mengangkat budaya lokal Yogyakarta. Hal ini menjadikan penyerahan bantuan tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati keistimewaan DIY.
Acara Fashion Show Kebaya tersebut diinisiasi oleh Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia dengan mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad.”
Ketua Panitia Fashion Show Kebaya, Sutanti, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari target awal sebanyak 400 peserta, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 550 orang.
“Menjadi kebanggaan bagi kami dan sekaligus wujud apresiasi atas terselenggaranya acara ini dengan adanya dukungan berbagai pihak. Mohon izin Ibu Ani berkenan memberikan apresiasi bagi peserta yang hadir. Terima kasih, mari kita budayakan kekayaan yang kita miliki dan tetap berkreasi dengan kebaya,” ungkap Sutanti.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, S.T., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kebaya tidak hanya menjadi bagian dari busana, tetapi juga memiliki nilai budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan oleh masyarakat.
“Selamat mengikuti acara ini, kami mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi acara istimewa ini. Semoga ini akan menambah pengetahuan masyarakat Sleman bahwa budaya kita ini istimewa dan luar biasa,” ujarnya.
Ani juga mengapresiasi keikutsertaan masyarakat dari berbagai usia dalam Fashion Show Kebaya, termasuk peserta lanjut usia yang berusia hingga 85 tahun.
“Yang penting sehat, selalu baik dan berbaik sangka. Selalu berbuat baik itu kunci bahagia, riang gembira,” lanjutnya.
Setelah penyerahan bantuan paket sembako dari BAZNAS Kabupaten Sleman, acara dilanjutkan dengan pembukaan Fashion Show Kebaya yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Ani Martanti. Para peserta kemudian mengikuti lomba Fashion Show Kebaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, BAZNAS Sleman berkomitmen menjaga amanah para muzaki dan donatur agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.***
LAYANAN_MUSTAHIK10/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

BAZNAS dan Pemkab Sleman Salurkan Rp327 Juta dalam Bakti Sosial HUT ke-81 RI
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan berbagai pihak terkait menggelar Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 RI Pemerintah Kabupaten Sleman tersebut berlangsung di Kalurahan Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp327 juta.
Bantuan yang ditasharufkan meliputi paket sembako, santunan bagi anak yatim, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta bantuan untuk masjid. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan perwakilan penerima manfaat dari setiap kapanewon.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Sleman, Ketua Panitia HUT ke-81 Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.Ip., MT., Wakil Ketua Panitia Bakti Sosial HUT ke-81 Kabupaten Sleman Drs. M. Aji Wibowo, M.Si., Kabag Kesra Setda Sleman Wiyoto Widodo, S.Sos., M.AP., Panewu Prambanan Purwati, S.H., M.M., serta Panewu Kalasan dan Panewu Berbah.
Hadir pula perwakilan Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, para lurah dari Kapanewon Prambanan, Berbah, dan Kalasan, Lurah Wukirharjo Turaji, S.E., jajaran perangkat kalurahan, serta para penerima manfaat. Dari BAZNAS Kabupaten Sleman hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua III Nasirun, S.A.P., dan jajaran pelaksana.
ZIS Hadir untuk Meringankan Beban Masyarakat
Panewu Prambanan Purwati menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dengan memanfaatkan dana ZIS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bentuk kepedulian kita dengan memanfaatkan ZIS dalam pemberian bentuk sembako, bantuan untuk RTLH dan santunan yatim piatu. Terimalah ini dengan suka cita, ini rezeki dari Allah, dimanfaatkan dan digunakan agar menjadi amalan berkah barokah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 25 anak yatim menerima santunan. Mereka berasal dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.
Purwati berharap keberadaan BAZNAS Kabupaten Sleman semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga untuk menitipkan zakat, infak, dan sedekah.
“Semoga BAZNAS Kabupaten Sleman semakin dipercaya masyarakat untuk menitipkan ZIS-nya. Acara ini hari Jumat, semoga membawa keberkahan,” tambahnya.
BAZNAS Salurkan Bantuan Rp327 Juta
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji mengatakan, pelaksanaan bakti sosial kali ini menjadi momentum istimewa karena BAZNAS mendapat arahan untuk turut menyelenggarakan kegiatan secara mandiri dan menyasar wilayah yang berada jauh dari pusat kota.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa hadir bersama di komplek Wukirharjo dalam keadaan sehat, semoga menjadi silaturahmi kita yang berkah barokah,” kata Muhyi.
Ia menjelaskan, bakti sosial BAZNAS Sleman selama ini kerap dilaksanakan bersama panitia peringatan HUT RI. Namun, pada kesempatan ini BAZNAS diminta untuk dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri dengan menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Ini momentum luar biasa. Biasanya baksos BAZNAS Sleman dilaksanakan bersama panitia HUT RI. Tetapi Pak Bupati menghendaki BAZNAS bisa melaksanakan secara mandiri dan diminta daerah yang pelosok-pelosok. Setelah konsultasi dengan Mami (Panewu Prambanan), ini daerah yang jauh dari pusat kota,” jelasnya.
Muhyi menyampaikan, bantuan yang diberikan mencakup paket sembako, santunan anak yatim, bantuan RTLH, serta bantuan masjid.
“Seperti biasanya bahwa memang bantuan kita masih sama, sembako setiap kalurahan 20 paket, lima anak yatim tiap kalurahan. RTLH Kapanewon Prambanan sementara baru dua, kalau ada usulan lagi silakan ke BAZNAS. Dan ada bantuan masjid. Total Rp327 juta,” papar Muhyi.
Menurutnya, penyaluran tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bagian dari upaya menghadirkan makna kemerdekaan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa kemerdekaan bukan hanya perayaan, tetapi bentuk kesejahteraan utama untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Muhyi berharap santunan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Sementara bantuan RTLH diharapkan dapat menghadirkan hunian yang lebih nyaman dan layak bagi penerima manfaat.
Kemerdekaan Diisi dengan Kepedulian
Mewakili Bupati Sleman, Kabag Kesra Setda Sleman Wiyoto Widodo menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan bakti sosial.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini menjadi wujud kepedulian, semangat dan sesama mengisi kemerdekaan dengan bermanfaat,” ungkapnya.
Wiyoto menambahkan, bantuan sosial juga menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang menghadapi kemiskinan dan ketidakberdayaan. Hal tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan mustahik.
Ia menekankan bahwa pemberian bantuan hendaknya tidak berhenti pada aspek bantuan sesaat, tetapi juga diarahkan agar mustahik dapat meningkatkan kemandirian dan keluar dari kondisi kemiskinan.
“Paradigma jangan berhenti memberi bantuan, tapi membantu mustahik keluar dari kemiskinan. Karena kemerdekaan itu mustahik bisa keluar dari kemiskinan, hidup hendaknya dapat memberi manfaat untuk yang lain,” tuturnya.
Ia berharap bakti sosial HUT ke-81 RI dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi penerima manfaat serta semakin memperkuat semangat masyarakat untuk saling membantu.
Dilanjutkan Pentasharufan kepada Warga
Usai rangkaian acara seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa paket sembako, santunan anak yatim, bantuan RTLH, dan bantuan masjid.
Setiap kapanewon diwakili sekitar empat hingga lima penerima manfaat dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut.
Selanjutnya, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama jajaran terkait melakukan pentasharufan bantuan paket sembako secara langsung ke rumah salah satu warga lanjut usia di wilayah Wukirharjo. Kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk rehabilitasi masjid di wilayah setempat.
Melalui bakti sosial ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan dana ZIS agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, pemberdayaan, dan upaya bersama membangun Sleman yang lebih baik.***
LAYANAN_MUSTAHIK07/09/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman

Program Sleman Taqwa Salurkan Bantuan Rp43,48 Juta kepada 31 Pemohon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui program Sleman Taqwa untuk mendukung kegiatan keagamaan serta kebutuhan rehabilitasi dan renovasi musala di wilayah Kabupaten Sleman.
Pentasharufan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) di lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman. Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sleman terhadap keberlangsungan kegiatan keislaman sekaligus upaya mendukung tersedianya sarana ibadah yang layak bagi masyarakat.
Dalam pentasharufan kali ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total Rp43.480.000 kepada 31 pemohon. Para penerima bantuan berasal dari berbagai lembaga dan lingkungan masyarakat, mulai dari sekolah, instansi, hingga masjid dan musala masyarakat umum.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan kegiatan keagamaan serta rehabilitasi dan renovasi musala. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan kegiatan keislaman dapat terus berjalan dan sarana ibadah di tengah masyarakat dapat semakin memadai.
Bersumber dari Dana Infak
Berbeda dengan sejumlah program pendistribusian zakat, dana yang digunakan dalam pentasharufan Sleman Taqwa kali ini berasal dari dana infak yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman.
Infak dan sedekah memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat. Melalui dana tersebut, BAZNAS dapat membantu kegiatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan, termasuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pemeliharaan sarana ibadah, hingga rehabilitasi dan renovasi masjid maupun musala.
Namun demikian, penghimpunan dana infak di BAZNAS Kabupaten Sleman saat ini masih relatif terbatas dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap dukungan untuk kegiatan keagamaan dan pembangunan maupun perbaikan sarana ibadah masih cukup besar.
Kondisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian melalui infak dan sedekah. Setiap infak yang ditunaikan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung keberlangsungan kegiatan keislaman dan kemanfaatan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.
BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Infak dan Sedekah
Sebagai lembaga yang bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program, termasuk Sleman Taqwa, Sleman Sehat, Sleman Pintar, Sleman Produktif, dan Sleman Peduli.
Program Sleman Taqwa menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana umat untuk mendukung kehidupan keagamaan masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya membantu penerima secara langsung, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat yang menggunakan fasilitas ibadah maupun mengikuti kegiatan keagamaan.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan infak dan sedekah melalui lembaga pengelola zakat yang amanah dan terpercaya. Dukungan masyarakat akan memperluas jangkauan manfaat sehingga semakin banyak kebutuhan keagamaan dan sosial yang dapat dibantu.
Mari tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bersama, kita wujudkan dana umat menjadi manfaat nyata untuk masyarakat dan mendukung semakin banyak kegiatan keislaman di Kabupaten Sleman.
BAZNAS Kabupaten Sleman – Dari Muzaki untuk Mustahik, dari Umat untuk Kemanfaatan.***
LAYANAN_MUSTAHIK03/09/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Salurkan Rp81,7 Juta melalui Program Sleman Cerdas untuk 30 Pemohon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Sleman Cerdas periode Agustus 2026. Pentasharufan bantuan dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) di Lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman.
Pada periode ini, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total Rp81.734.000 kepada 30 pemohon yang berasal dari jenjang pendidikan SD/MI Negeri dan SMP/MTs Negeri di wilayah Kabupaten Sleman.
Bantuan tersebut mayoritas diperuntukkan bagi Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah.
Pengajuan bantuan sebelumnya dilakukan oleh pihak sekolah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Setelah melalui proses administrasi dan verifikasi, bantuan kemudian disalurkan kepada pemohon sesuai dengan ketentuan Program Sleman Cerdas.
Proses pengambilan bantuan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pemohon terlebih dahulu melakukan pengisian daftar hadir dan mendapatkan nomor antrean. Dalam proses pengambilan bantuan, pemohon juga diwajibkan membawa fotokopi identitas serta cap lembaga sebagai bagian dari kelengkapan administrasi.
Pelaksanaan pentasharufan Program Sleman Cerdas periode Agustus 2026 dilakukan oleh Koordinator Pelaksana dan Pelaksana Bidang II Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Sleman.
Melalui Program Sleman Cerdas, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya menghadirkan manfaat zakat untuk mendukung sektor pendidikan di Kabupaten Sleman. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong terwujudnya akses pendidikan yang lebih baik.***
DARURAT_SOSIAL02/09/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Salurkan Rp155 Juta Bantuan Kesehatan untuk 71 Pemohon Program Sleman Sehat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan kesehatan melalui Program Sleman Sehat periode Agustus 2026. Pentasharufan bantuan dilaksanakan pada Senin (31/8/2026) di Lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman.
Pada periode Agustus 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp155 juta kepada 71 pemohon yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan kesehatan.
Program Sleman Sehat diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami kondisi kesehatan berat, di antaranya gagal ginjal, kanker, dan penyakit lainnya, terutama bagi pemohon yang memiliki kebutuhan biaya pengobatan yang belum sepenuhnya ter-cover oleh BPJS Kesehatan.
Bantuan yang diberikan melalui Program Sleman Sehat dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penunjang pengobatan. Di antaranya untuk pembelian vitamin, terapi, makanan pendukung bagi pasien, hingga biaya transportasi menuju rumah sakit.
Proses pentasharufan bantuan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Para pemohon menerima bantuan sesuai dengan hasil pengajuan dan proses verifikasi yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Kabupaten Sleman berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menghadapi beban biaya akibat kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan dan perawatan berkelanjutan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan para penerima manfaat, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalani pengobatan dan proses pemulihan.
Program Sleman Sehat merupakan salah satu bentuk pendistribusian zakat BAZNAS Kabupaten Sleman di bidang kesehatan. Melalui program ini, dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan dan sasaran penerima manfaat.
BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sleman, termasuk melalui dukungan terhadap kebutuhan kesehatan para penerima manfaat.***
LAYANAN_MUSTAHIK02/09/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →