WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman dan Kemenag Serahkan Bingkisan Lebaran untuk 500 Guru Ngaji

BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyalurkan bingkisan Lebaran kepada 500 ustadz dan ustadzah TPA, TPQ, serta Madrasah Diniyah di wilayah Kabupaten Sleman.

Penyerahan bingkisan tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026) di Serambi Masjid Agung Sleman dan diberikan secara simbolis kepada perwakilan ustadz dan ustadzah penerima manfaat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Sleman H. Sangaji, S.H.I., yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Sleman, serta jajaran Kemenag Sleman.

Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pemberian bingkisan Lebaran ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Sleman Religi serta menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah TPA, TPQ, serta Madrasah Diniyah yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kabupaten Sleman. Semoga bingkisan Lebaran ini dapat memberikan manfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut diharapkan menjadi bentuk perhatian dan apresiasi dari BAZNAS Sleman dan Kemenag kepada para guru ngaji yang selama ini berperan dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan.

“Jangan dilihat dari nominalnya, tetapi sebagai bentuk kepedulian kami kepada para ustadz dan ustadzah yang telah berkontribusi dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat,” tambahnya.

Pada tahun ini, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk program tersebut. Setiap penerima manfaat mendapatkan bingkisan Lebaran senilai Rp200 ribu.

Adapun data penerima manfaat sebanyak 500 ustadz dan ustadzah tersebut diperoleh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sleman, Sangaji, menyampaikan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini aktif mengajar di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah.

Menurutnya, para guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual tetapi juga memiliki karakter sosial yang baik.

“Bapak dan ibu turut membangun generasi Sleman yang saleh secara spiritual dan sosial melalui kegiatan pendidikan di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah. Semoga segala niat baik kita semua mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan tersebut memang belum sebanding dengan pengabdian para ustadz dan ustadzah dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan.

Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Sleman bersama jajaran Kemenag Sleman kepada perwakilan ustadz dan ustadzah.

Selanjutnya, proses pengambilan bingkisan dilaksanakan secara bertahap di kawasan Masjid Agung Sleman oleh para penerima manfaat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ustadz dan ustadzah yang mengajar di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah semakin termotivasi untuk terus berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Sleman.***

12/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp628 Juta untuk Mustahik

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp628 juta kepada para mustahik dalam momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah, yang digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman, Jumat (6/3/2026).

Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada ratusan penerima manfaat yang terdiri dari TPA/TPQ, Rois, serta warga terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan ini menjadi bagian dari rangkaian acara pengajian Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta masyarakat.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat.

Bantuan untuk Guru TPA, Korban Bencana, dan Rois

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kepada beberapa kelompok penerima manfaat dengan total nilai Rp628 juta.

Pertama, bantuan diberikan kepada 500 TPA/TPQ berupa bingkisan Idulfitri senilai Rp200.000 per orang, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta.

Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 550 korban bencana alam di Kabupaten Sleman dalam bentuk paket sembako senilai Rp120.000 per orang, dengan total bantuan sebesar Rp66.600.000.

Sementara itu, bantuan terbesar diberikan kepada 2.962 Rois se-Kabupaten Sleman berupa uang tunai sebesar Rp150.000 per orang, dengan total dana yang ditasharufkan mencapai Rp462 juta.

Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat, terutama dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Menguatkan Nilai Al-Qur’an

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam 17 Ramadan.

Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam terhadap peristiwa turunnya Al-Qur’an sekaligus kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran kitab suci tersebut.

Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan menguji. Dalam kondisi dunia yang tidak menentu ini, Al-Qur’an harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” ujar Harda.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami makna ketakwaan secara lebih luas, tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan melalui sikap sosial seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Saya mengajak seluruh jemaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” tambahnya.

Pesan Mengingat Kematian dan Memperbanyak Amal

Menutup sambutannya, Harda Kiswaya mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan baik serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.

Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan serta memperbanyak amal saleh sesuai tuntunan Al-Qur’an.

“Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya. Mari kita persiapkan dua tiket masuk surga, yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Qur’an, sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, pengajian juga menghadirkan KH. Imam Syafi’i, S.Pd.I., M.M., sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah mengenai hakikat pengabdian manusia dalam kehidupan.

Momentum Nuzulul Qur’an ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.***

09/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik

BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan dana sebesar Rp44 juta untuk mendukung Program Masjid Ramah Musafir dan Pemudik yang berada di jalur strategis mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Sleman.

Pentasharufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Masjid Ramah Musafir/Pemudik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman.

Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program mudik nasional bertema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua IV Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik.

“Kemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BAZNAS hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya.

Menurutnya, masjid ramah pemudik diharapkan dapat melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain menjadi kebijakan nasional, program ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para musafir yang singgah di wilayah Sleman.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pemudik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Jika para pemudik merasa disambut dengan baik, maka akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini bisa menjadi daya tarik agar mereka kembali berkunjung ke Sleman,” ujarnya.

Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berjalan saat momentum mudik Lebaran, tetapi akan dikembangkan menjadi program Masjid Ramah Musafir sepanjang tahun sebagai pusat pelayanan umat.

Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid semakin berdaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pada masa Ramadan dan Idulfitri jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar para musafir merasa nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp44 juta yang ditasharufkan oleh BAZNAS Sleman merupakan stimulan bagi masjid-masjid yang masuk dalam program tersebut.

“Dana ini menjadi stimulan bagi Masjid Ramah Musafir, selanjutnya pengelolaan dapat dikembangkan menggunakan dana masjid seperti infak jamaah maupun donatur,” jelasnya.

Muhaimin juga menyampaikan berbagai program lain yang dijalankan BAZNAS Sleman untuk mendukung pemberdayaan masjid dan kesejahteraan masyarakat, seperti BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), program BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot, serta penyaluran bingkisan lebaran bagi 500 TPA dan rois di Kabupaten Sleman.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terkait penghimpunan zakat.

Ia menjelaskan bahwa lembaga atau masjid yang ingin menghimpun zakat perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS agar memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan adanya SK UPZ dari BAZNAS, penghimpunan zakat di masjid menjadi sah secara hukum karena amil yang bertugas merupakan amil yang ditunjuk oleh negara,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.

05/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut telah didistribusikan kepada warga sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah cuaca dingin ekstrem.

?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, distribusi selimut ini menjadi prioritas mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga Gaza yang mengalami kerusakan berat.

?"Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah," tutur Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).

?Menurut Saidah, aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga yang saat ini bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi.

?

Saidah juga menegaskan, BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari rakyat Indonesia sampai ke tangan yang tepat.

?"BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza," katanya.

?Lebih lanjut, Saidah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. Ia meyakinkan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola dengan tepat sasaran.

?"Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," jelasnya.

Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS

BSI 633.000.000.2

a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman

Atau melalui:

https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah

Konfirmasi ke WhatsApp:

0811.3220.8000

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Ramadan untuk Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 2.400 Pakaian bagi Pengungsi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Pendistribusian 2.400 paket pakaian baru tersebut difokuskan bagi para pengungsi di dua titik krusial, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp di pusat Kota Gaza.

?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ribuan pakaian ini merupakan akumulasi bantuan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), MIRA, LAZ Muhajir, serta jajaran mitra strategis BAZNAS lainnya.

?"Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp ini adalah langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat saudara-saudara kita di Gaza yang telah kehilangan harta bendanya," jelas Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026).

Aksi distribusi ini menyasar para penerima manfaat di kamp pengungsian Gaza, dengan prioritas kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Dengan menggandeng mitra lokal, BAZNAS memastikan proses distribusi di tengah situasi sulit tetap berjalan kondusif dan tepat sasaran.

?Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS untuk Palestina tidak akan berhenti pada bantuan sandang saja. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus konsisten memberikan dukungan doa dan donasi terbaik demi memulihkan kondisi kemanusiaan di tanah para nabi tersebut.

?"Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. BAZNAS akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," katanya.

?Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.

?BSI 633.000.000.2

a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman

Atau melalui:

https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah

Konfirmasi ke WhatsApp:

0811.3220.8000

03/03/2026 | Kontributor: Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman dan Kemenag Serahkan Bingkisan Lebaran untuk 500 Guru Ngaji
BAZNAS Sleman dan Kemenag Serahkan Bingkisan Lebaran untuk 500 Guru Ngaji
BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menyalurkan bingkisan Lebaran kepada 500 ustadz dan ustadzah TPA, TPQ, serta Madrasah Diniyah di wilayah Kabupaten Sleman. Penyerahan bingkisan tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026) di Serambi Masjid Agung Sleman dan diberikan secara simbolis kepada perwakilan ustadz dan ustadzah penerima manfaat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Sleman H. Sangaji, S.H.I., yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Sleman, serta jajaran Kemenag Sleman. Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pemberian bingkisan Lebaran ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Sleman Religi serta menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah TPA, TPQ, serta Madrasah Diniyah yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kabupaten Sleman. Semoga bingkisan Lebaran ini dapat memberikan manfaat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut diharapkan menjadi bentuk perhatian dan apresiasi dari BAZNAS Sleman dan Kemenag kepada para guru ngaji yang selama ini berperan dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan. “Jangan dilihat dari nominalnya, tetapi sebagai bentuk kepedulian kami kepada para ustadz dan ustadzah yang telah berkontribusi dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat,” tambahnya. Pada tahun ini, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk program tersebut. Setiap penerima manfaat mendapatkan bingkisan Lebaran senilai Rp200 ribu. Adapun data penerima manfaat sebanyak 500 ustadz dan ustadzah tersebut diperoleh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sleman, Sangaji, menyampaikan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini aktif mengajar di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah. Menurutnya, para guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual tetapi juga memiliki karakter sosial yang baik. “Bapak dan ibu turut membangun generasi Sleman yang saleh secara spiritual dan sosial melalui kegiatan pendidikan di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah. Semoga segala niat baik kita semua mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan tersebut memang belum sebanding dengan pengabdian para ustadz dan ustadzah dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Sleman bersama jajaran Kemenag Sleman kepada perwakilan ustadz dan ustadzah. Selanjutnya, proses pengambilan bingkisan dilaksanakan secara bertahap di kawasan Masjid Agung Sleman oleh para penerima manfaat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ustadz dan ustadzah yang mengajar di TPA, TPQ, dan Madrasah Diniyah semakin termotivasi untuk terus berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Sleman.***
SOSIAL_ISLAM12/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp628 Juta untuk Mustahik
Peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp628 Juta untuk Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp628 juta kepada para mustahik dalam momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah, yang digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman, Jumat (6/3/2026). Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada ratusan penerima manfaat yang terdiri dari TPA/TPQ, Rois, serta warga terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan ini menjadi bagian dari rangkaian acara pengajian Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta masyarakat. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat. Bantuan untuk Guru TPA, Korban Bencana, dan Rois Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kepada beberapa kelompok penerima manfaat dengan total nilai Rp628 juta. Pertama, bantuan diberikan kepada 500 TPA/TPQ berupa bingkisan Idulfitri senilai Rp200.000 per orang, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 550 korban bencana alam di Kabupaten Sleman dalam bentuk paket sembako senilai Rp120.000 per orang, dengan total bantuan sebesar Rp66.600.000. Sementara itu, bantuan terbesar diberikan kepada 2.962 Rois se-Kabupaten Sleman berupa uang tunai sebesar Rp150.000 per orang, dengan total dana yang ditasharufkan mencapai Rp462 juta. Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat, terutama dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Menguatkan Nilai Al-Qur’an Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam 17 Ramadan. Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam terhadap peristiwa turunnya Al-Qur’an sekaligus kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran kitab suci tersebut. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. “Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan menguji. Dalam kondisi dunia yang tidak menentu ini, Al-Qur’an harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” ujar Harda. Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami makna ketakwaan secara lebih luas, tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan melalui sikap sosial seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. “Saya mengajak seluruh jemaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” tambahnya. Pesan Mengingat Kematian dan Memperbanyak Amal Menutup sambutannya, Harda Kiswaya mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan baik serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan serta memperbanyak amal saleh sesuai tuntunan Al-Qur’an. “Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya. Mari kita persiapkan dua tiket masuk surga, yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Qur’an, sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” pungkasnya. Dalam acara tersebut, pengajian juga menghadirkan KH. Imam Syafi’i, S.Pd.I., M.M., sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah mengenai hakikat pengabdian manusia dalam kehidupan. Momentum Nuzulul Qur’an ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.***
LAYANAN MUSTAHIK09/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik
Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik
BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan dana sebesar Rp44 juta untuk mendukung Program Masjid Ramah Musafir dan Pemudik yang berada di jalur strategis mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Sleman. Pentasharufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Masjid Ramah Musafir/Pemudik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman. Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program mudik nasional bertema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua IV Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan. Ia menjelaskan bahwa terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik. “Kemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BAZNAS hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya. Menurutnya, masjid ramah pemudik diharapkan dapat melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain menjadi kebijakan nasional, program ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para musafir yang singgah di wilayah Sleman. Ia menambahkan bahwa keberadaan pemudik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Jika para pemudik merasa disambut dengan baik, maka akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini bisa menjadi daya tarik agar mereka kembali berkunjung ke Sleman,” ujarnya. Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berjalan saat momentum mudik Lebaran, tetapi akan dikembangkan menjadi program Masjid Ramah Musafir sepanjang tahun sebagai pusat pelayanan umat. Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid semakin berdaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Pada masa Ramadan dan Idulfitri jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar para musafir merasa nyaman,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp44 juta yang ditasharufkan oleh BAZNAS Sleman merupakan stimulan bagi masjid-masjid yang masuk dalam program tersebut. “Dana ini menjadi stimulan bagi Masjid Ramah Musafir, selanjutnya pengelolaan dapat dikembangkan menggunakan dana masjid seperti infak jamaah maupun donatur,” jelasnya. Muhaimin juga menyampaikan berbagai program lain yang dijalankan BAZNAS Sleman untuk mendukung pemberdayaan masjid dan kesejahteraan masyarakat, seperti BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), program BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot, serta penyaluran bingkisan lebaran bagi 500 TPA dan rois di Kabupaten Sleman. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terkait penghimpunan zakat. Ia menjelaskan bahwa lembaga atau masjid yang ingin menghimpun zakat perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS agar memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan yang berlaku. “Dengan adanya SK UPZ dari BAZNAS, penghimpunan zakat di masjid menjadi sah secara hukum karena amil yang bertugas merupakan amil yang ditunjuk oleh negara,” jelasnya. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
SOSIAL_ISLAM05/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin
BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut telah didistribusikan kepada warga sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah cuaca dingin ekstrem. ?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, distribusi selimut ini menjadi prioritas mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga Gaza yang mengalami kerusakan berat. ?"Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah," tutur Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026). ?Menurut Saidah, aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga yang saat ini bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi. ? Saidah juga menegaskan, BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari rakyat Indonesia sampai ke tangan yang tepat. ?"BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza," katanya. ?Lebih lanjut, Saidah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. Ia meyakinkan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola dengan tepat sasaran. ?"Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," jelasnya. Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS BSI 633.000.000.2 a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman Atau melalui: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah Konfirmasi ke WhatsApp: 0811.3220.8000
DARURAT SOSIAL03/03/2026 | Humas
Ramadan untuk Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 2.400 Pakaian bagi Pengungsi
Ramadan untuk Palestina, BAZNAS RI Distribusikan 2.400 Pakaian bagi Pengungsi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Pendistribusian 2.400 paket pakaian baru tersebut difokuskan bagi para pengungsi di dua titik krusial, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp di pusat Kota Gaza. ?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ribuan pakaian ini merupakan akumulasi bantuan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), MIRA, LAZ Muhajir, serta jajaran mitra strategis BAZNAS lainnya. ?"Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp ini adalah langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat saudara-saudara kita di Gaza yang telah kehilangan harta bendanya," jelas Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026). Aksi distribusi ini menyasar para penerima manfaat di kamp pengungsian Gaza, dengan prioritas kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Dengan menggandeng mitra lokal, BAZNAS memastikan proses distribusi di tengah situasi sulit tetap berjalan kondusif dan tepat sasaran. ?Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS untuk Palestina tidak akan berhenti pada bantuan sandang saja. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus konsisten memberikan dukungan doa dan donasi terbaik demi memulihkan kondisi kemanusiaan di tanah para nabi tersebut. ?"Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. BAZNAS akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," katanya. ?Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. ?BSI 633.000.000.2 a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman Atau melalui: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah Konfirmasi ke WhatsApp: 0811.3220.8000
DARURAT_SOSIAL03/03/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Tasharufkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tempel
BAZNAS Sleman Tasharufkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tempel
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama perwakilan Panewu, Jawatan Sosial Kapanewon Tempel, dan Dukuh Kajoran menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kajoran, Banyurejo, Tempel, Selasa (24/02/2026). Pentasharufan dilakukan langsung di rumah korban yang beralamat di Kajoran 04/08, Jambean, Banyurejo, Tempel. Bantuan diberikan kepada Sutriyanta (49), warga yang rumahnya mengalami kebakaran pada Minggu (22/02/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Sutriyanta, yang akrab disapa Tri, menyambut kedatangan rombongan dan menceritakan kronologi kejadian. Saat peristiwa terjadi, rumah dalam keadaan kosong. “Rumah niki kosong pak, kulo tilar pados suket, garwo kalih anak ting pasar blonjo persiapan kangge takjilan. Sekitar 14.15 WIB kulo dikabari tanggi wingking niku neg omah kulo kebakaran. Langsung kulo mantuk, api pun ageng saking ruang tengah. Diduga niku amergi korsleting listrik,” jelas Tri. Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang tidak dapat diselamatkan, di antaranya tiga tempat tidur, satu set kursi meja tamu, almari, bifet, televisi, kipas angin, dua ponsel, serta uang tunai. Selain itu, bagian tengah rumah hingga ruang tamu mengalami kerusakan berat, meliputi eternit seluas 15 meter persegi, lantai keramik 15 meter persegi, dan dua jendela. Kerugian akibat musibah tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp20 juta. Tri juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat berbagai pihak sehingga api tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan. Penanganan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Damkar Sleman, TRC BPBD Sleman, Polsek Tempel, serta Pamong Banyurejo, Jagawarga, Linmas, dan warga Jambean yang turut membantu proses pemadaman dan pendataan. "Saya juga berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan BAZNAS Sleman, Kapanewon Tempel, dan pak Dukuh," ungkap Tri. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, M.Pd., menyampaikan rasa keprihatinan dan dukungan moril kepada keluarga korban. “Kedatangan kami bersama perwakilan Panewu dan Jawatan Sosial Kapanewon Tempel serta Pak Dukuh untuk menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami Pak Tri. Kami mendoakan semoga beliau dan keluarga diberi kekuatan dan kesehatan. Kami juga menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako untuk meringankan beban. Semoga bermanfaat,” ungkap Muhaimin. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai senilai Rp 1 juta dan paket sembako senilai Rp150 ribu. Melalui bantuan ini, BAZNAS Sleman berharap dapat membantu percepatan pemulihan pascakebakaran serta meringankan beban ekonomi keluarga terdampak.***
DARURAT_SOSIAL26/02/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Dukung Grebeg Pasar Takjil, Salurkan 150 Paket Sembako di 5 Pasar
BAZNAS Sleman Dukung Grebeg Pasar Takjil, Salurkan 150 Paket Sembako di 5 Pasar
BAZNAS Kabupaten Sleman turut mendukung kegiatan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat melalui agenda Grebeg Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah dengan menyalurkan 150 paket sembako kepada pedagang di lima pasar rakyat. Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Agenda diawali dengan touring kendaraan roda dua bersama jajaran Pemkab Sleman, Sembada Touring Club (STC), serta ASN OPD di lingkungan Pemkab Sleman. BAZNAS Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II, Muhaimin, M.Pd., turut mengikuti touring bersama rombongan yang dipimpin Sekretaris Daerah Sleman, Drs. Susmiarto, MM., dalam rangka pembukaan Grebeg Pasar Takjil di Pasar Kejambon, Sindumartani, Ngemplak, Senin (23/02/2026). Program ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro serta menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar tradisional selama Ramadan dengan melibatkan peran aktif Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain mengikuti touring, BAZNAS Sleman melaksanakan pentasharufan 150 paket sembako yang dibagikan ke lima lokasi Grebeg Pasar Takjil, yakni Pasar Kejambon, Pasar Potrojayan, Pasar Sleman Unit II Drive Thru, Pasar Cebongan, dan Pasar Godean. Muhaimin menjelaskan, masing-masing pasar menerima 30 paket sembako dengan nilai Rp100 ribu per paket. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pedagang lansia dan yang membutuhkan. “Masing-masing pasar mendapat 30 paket, per paket sembako senilai Rp100 ribu. Paket sembako tersebut diberikan kepada penjual pasar yang lansia dan membutuhkan,” ujarnya. Mengutip keterangan Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi, Grebeg Pasar Takjil merupakan langkah strategis untuk menata sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Selain meningkatkan pendapatan pedagang selama Ramadan, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, rapi, dan nyaman. Di Pasar Kejambon sendiri, kegiatan diikuti oleh 55 pedagang. Agenda selanjutnya akan digelar secara maraton di Pasar Potrojayan (27 Februari), serta Pasar Sleman Unit II, Pasar Cebongan, dan Pasar Godean yang puncaknya dilaksanakan serentak pada Jumat (6/03/2026). Rangkaian kegiatan turut diwarnai aksi sosial dari OPD, BUMD, BPD DIY, dan BAZNAS Sleman dengan memborong jajanan takjil sekaligus menyerahkan bingkisan sembako kepada warga yang membutuhkan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat serta mendorong pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sleman selama Ramadan.***
EKONOMI_PEDESAAN26/02/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →