WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Luncurkan Program Microfinance Masjid, Salurkan Bantuan Rp522 Juta

BAZNAS Kabupaten Sleman resmi meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui program ini, BAZNAS Sleman mentasharufkan bantuan dengan total nilai Rp522 juta kepada 18 masjid terpilih yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman.

Peluncuran sekaligus penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., kepada perwakilan penerima bantuan, yaitu Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Tegal Sidoarum, Godean, Windarto.

Program BAZNAS Microfinance Masjid diinisiasi sebagai inovasi pengelolaan zakat produktif yang bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar.

Melalui skema pembiayaan produktif berbasis syariah, BMM dirancang untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari jamaah masjid.

Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 18 perwakilan masjid terpilih dari 17 kapanewon di Sleman sebagai penerima program dalam sosialisasi BMM.

Bantuan yang disalurkan bukan bersifat hibah konsumtif, melainkan pembiayaan produktif tanpa riba.

Setiap masjid memperoleh stimulan dana minimal Rp25 juta, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi jamaah.

Dana tersebut selanjutnya dikelola oleh masjid untuk digulirkan kepada jamaah penerima manfaat, khususnya pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil, perajin, dan penyedia jasa.

Selain mendapatkan modal usaha, para penerima manfaat juga memperoleh pendampingan usaha dan pembinaan keislaman secara berkelanjutan.

BAZNAS Sleman juga memberikan pembinaan khusus kepada pengelola atau manajer BMM di setiap masjid penerima. Pembinaan meliputi proses pengajuan proposal, verifikasi calon penerima manfaat, pengelolaan keuangan sederhana, hingga mekanisme pendampingan program.

Seluruh program akan dimonitoring secara berkala oleh pendamping BAZNAS Sleman melalui kunjungan langsung ke masjid-masjid penerima.

Melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. Zakat diharapkan tidak hanya habis dibagikan, tetapi mampu tumbuh, bergulir, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik dengan masjid sebagai pusat penggeraknya.***

29/01/2026 | Kontributor: ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta

BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman.

Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program.

Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman.

Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga.

“Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih.

Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan.

Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya.

Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.

“Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya.

Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***

23/01/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025

BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Pada Jumat (14/11/2025), BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp156.038.700 kepada 14 kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah Sleman.

Penyaluran yang berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman ini dihadiri oleh para pendamping lapangan yang turut memberikan arahan mengenai teknis pemanfaatan bantuan.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Sleman dalam mendukung mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif.

Pada penyaluran periode ini, pendamping lapangan Joko Yugianto dan Nurul Indah Khasanah hadir langsung memberikan pendampingan teknis terkait penggunaan dana, pelaporan, hingga mekanisme monitoring.

Penanggungjawab Program Sleman Produktif, Kukuh Santoso, M.A., menegaskan bahwa bantuan ini harus digunakan secara maksimal sesuai kebutuhan prioritas masing-masing kelompok. Ia berpesan agar penerima tidak berfokus pada hal-hal yang bersifat estetis namun kurang penting, seperti membuat kandang yang terlalu mewah sehingga anggaran tidak mencukupi.

“Diharapkan bantuan bisa dikembangkan dan dimaksimalkan. BAZNAS Sleman hanya membantu tiga kali. Setahun pertama ada pemantauan dan penilaian dari pendamping lapangan. Laporan harus dibuat rapi dan lengkap,” jelas Kukuh.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kelompok wajib melengkapi laporan pembelanjaan dengan bukti nota dan memastikan kelengkapan banner program sebagai identitas penerima bantuan. Banner tersebut harus dipasang seragam dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pelaporan.

Sementara itu, Pendamping Lapangan Nurul Indah Khasanah menyampaikan penjelasan terkait mekanisme koordinasi serta jadwal pendampingan yang akan dilakukan secara berkala.

Pendamping lainnya, Joko Yugianto, menambahkan bahwa pihaknya akan membuat grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi selama proses pendampingan berlangsung.

“Usahanya harus nyata dan benar-benar berjalan, karena ini berasal dari dana zakat. Jangan sampai ada laporan manipulatif, karena pasti akan ketahuan dan akan berpengaruh pada bantuan selanjutnya,” pesan Nurul.

Joko Yugiyanto menegaskan bahwa pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok. Kelompok yang membutuhkan perhatian lebih akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sedangkan kelompok yang sudah mandiri akan dipantau pada periode pelaporan triwulan.

“Jika UMKM atau KWT yang sudah mampu mandiri, kami tidak perlu sering hadir. Kami hadir saat pelaporan triwulan. Perlakuan saya juga berbeda melihat kondisi UMKM atau KWT,” jelas Joko.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran dengan menghadirkan ketua kelompok dan satu anggota sebagai perwakilan. Program ini menyasar berbagai kelompok usaha produktif, baik UMKM maupun kelompok wanita tani (KWT), yang tersebar di wilayah Prambanan, Tempel, Mlati, Seyegan, Turi, Ngaglik, dan Moyudan.

Daftar Kelompok Penerima Bantuan Program Sleman Produktif November 2025

Berikut daftar kelompok yang menerima bantuan pada periode November 2025

1. Kelompok Mawar, Sorogedug Lor, Madurejo, Prambanan.

2. Kelompok Ibu-Ibu Berdagang Berkah, Totongan, Madurejo, Prambanan.

3. Kelompok JJL, Trukan Demangan, Madurejo, Prambanan.

4. Kelompok Morobangun Ngremboko, Dukuh. Madurejo, Prambanan.

5. Kelompok Maju Jaya, Gangsiran, Madurejo, Prambanan.

6. Kelompok Ayem Tentrem, Deresan, Madurejo, Prambanan.

7. KWT Ngudi Rahayu, Domban 01/05, Mororejo, Tempel.

8. KWT Sumber Lestari, Tegal Cabakan, Sumberadi, Mlati.

9. KWT Mekar, Jamblangan, Margomulyo, Seyegan.

10. KWT Rukun Makmur, Kemirikebo, Girikerto, Turi

11. Kelompok Dua Satu Farm, Surirejo, Sukoharjo, Ngaglik.

12. KWT Melati, Rebobong Kidul, Mororejo, Tempel.

13. Kelompok Pasar Ngijon, Pucangan Sumberagung, Moyudan.

14. Kelompok Pasar Turi, Kumendung, Candibinangun, Pakem.

Ungkapan Mustahik Terkait Bantuan Program

Salah satu penerima bantuan, Tri Andayani, Ketua KWT Ngudi Rahayu, Domban, Mororejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima kelompoknya sebesar Rp22.500.000. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha ayam petelur.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Kami ingin menambah jumlah ayam petelur agar bisa memenuhi kebutuhan satu kampung,” ujarnya.

Sebelumnya, KWT Ngudi Rahayu hanya memiliki dua hingga lima kandang dengan sekitar 30 ekor ayam yang menghasilkan 400 butir telur setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, kelompok berharap dapat meningkatkan skala usaha serta memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat sekitar.

Tri menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Ia berharap keberkahan senantiasa menyertai para donatur yang telah peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program Sleman Produktif diharapkan terus menjadi lokomotif penguatan ekonomi lokal dengan mendorong munculnya lebih banyak kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.***

24/11/2025 | Kontributor: ayw./

Berita Pendistribusian

BAZNAS Sleman Luncurkan Program Microfinance Masjid, Salurkan Bantuan Rp522 Juta
BAZNAS Sleman Luncurkan Program Microfinance Masjid, Salurkan Bantuan Rp522 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman resmi meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat. Melalui program ini, BAZNAS Sleman mentasharufkan bantuan dengan total nilai Rp522 juta kepada 18 masjid terpilih yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Peluncuran sekaligus penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam rangkaian Pengajian Akbar Milad ke-25 BAZNAS, yang digelar di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Selasa (27/01/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., kepada perwakilan penerima bantuan, yaitu Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Tegal Sidoarum, Godean, Windarto. Program BAZNAS Microfinance Masjid diinisiasi sebagai inovasi pengelolaan zakat produktif yang bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar. Melalui skema pembiayaan produktif berbasis syariah, BMM dirancang untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang merupakan bagian dari jamaah masjid. Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Sleman mengundang 18 perwakilan masjid terpilih dari 17 kapanewon di Sleman sebagai penerima program dalam sosialisasi BMM. Bantuan yang disalurkan bukan bersifat hibah konsumtif, melainkan pembiayaan produktif tanpa riba. Setiap masjid memperoleh stimulan dana minimal Rp25 juta, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi jamaah. Dana tersebut selanjutnya dikelola oleh masjid untuk digulirkan kepada jamaah penerima manfaat, khususnya pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil, perajin, dan penyedia jasa. Selain mendapatkan modal usaha, para penerima manfaat juga memperoleh pendampingan usaha dan pembinaan keislaman secara berkelanjutan. BAZNAS Sleman juga memberikan pembinaan khusus kepada pengelola atau manajer BMM di setiap masjid penerima. Pembinaan meliputi proses pengajuan proposal, verifikasi calon penerima manfaat, pengelolaan keuangan sederhana, hingga mekanisme pendampingan program. Seluruh program akan dimonitoring secara berkala oleh pendamping BAZNAS Sleman melalui kunjungan langsung ke masjid-masjid penerima. Melalui Program BAZNAS Microfinance Masjid, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap masjid dapat bertransformasi menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat. Zakat diharapkan tidak hanya habis dibagikan, tetapi mampu tumbuh, bergulir, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik dengan masjid sebagai pusat penggeraknya.***
SOSIAL_ISLAM29/01/2026 | ayw./
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Scale Up Z-Mart Senilai Rp55,6 Juta
BAZNAS Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Zmart. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah penyaluran dana scale up sebesar Rp55.628.000 yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para Saudagar Zmart di Sleman. Dana tersebut ditasharufkan untuk berbagai kebutuhan peningkatan usaha mustahik Zmart, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan UMKM, pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas usaha, hingga pembagian goodie bag kepada para peserta program. Salah satu mustahik penerima manfaat, Sri Ningsih, Saudagar Zmart Kecamatan Turi, yang memiliki usaha warung sembako dan kelontong produk retail dan non retail mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Sleman. Menurut mualaf binaan PAIF KUA Turi tersebut, program scale up ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya sekaligus peningkatan kondisi ekonomi keluarga. “Saya mewakili Zmart BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah memberikan bantuan scale up sebesar Rp55.628.000. Terima kasih juga kepada para narasumber serta Mbak Ika yang telah mendampingi kami tanpa kenal lelah,” ungkap Sri Ningsih. Lebih lanjut, Sri Ningsih menyampaikan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menambah dan melengkapi sarana usaha. Berbagai kebutuhan usaha berhasil dipenuhi, seperti penambahan stok barang dagangan, alat pencetak label, gerobak es teh, hingga freezer untuk menunjang penjualan. “Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, kami bisa meningkatkan usaha. Barang dagangan bertambah, peralatan usaha lebih lengkap, dan ini sangat membantu perkembangan Zmart,” ujarnya. Selain bantuan fisik dan modal usaha, para Saudagar Zmart Sleman juga mendapatkan pelatihan UMKM dan digital marketing. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital. “Harapan saya ke depan, Zmart Sleman bisa semakin maju dan berkembang, naik level dari warung menjadi minimarket atau bahkan grosir,” tambahnya. Tak hanya berdampak pada usaha, program Zmart BAZNAS Sleman juga membawa manfaat bagi keluarga mustahik. Dari hasil berjualan, Sri Ningsih mengaku mampu menyisihkan laba untuk kebutuhan pendidikan anaknya. “Alhamdulillah, secara pribadi selama mengikuti program di BAZNAS, saya bisa menyisihkan laba dan membelikan laptop untuk anak saya yang sangat dibutuhkan. Terima kasih BAZNAS,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Program Zmart menjadi salah satu upaya strategis BAZNAS Kabupaten Sleman dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus mendorong mustahik agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.***
EKONOMI_PEDESAAN23/01/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025
BAZNAS Sleman Salurkan Rp156 Juta untuk Program Sleman Produktif November 2025
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Pada Jumat (14/11/2025), BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp156.038.700 kepada 14 kelompok usaha produktif yang tersebar di berbagai wilayah Sleman. Penyaluran yang berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman ini dihadiri oleh para pendamping lapangan yang turut memberikan arahan mengenai teknis pemanfaatan bantuan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS Sleman dalam mendukung mustahik agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif. Pada penyaluran periode ini, pendamping lapangan Joko Yugianto dan Nurul Indah Khasanah hadir langsung memberikan pendampingan teknis terkait penggunaan dana, pelaporan, hingga mekanisme monitoring. Penanggungjawab Program Sleman Produktif, Kukuh Santoso, M.A., menegaskan bahwa bantuan ini harus digunakan secara maksimal sesuai kebutuhan prioritas masing-masing kelompok. Ia berpesan agar penerima tidak berfokus pada hal-hal yang bersifat estetis namun kurang penting, seperti membuat kandang yang terlalu mewah sehingga anggaran tidak mencukupi. “Diharapkan bantuan bisa dikembangkan dan dimaksimalkan. BAZNAS Sleman hanya membantu tiga kali. Setahun pertama ada pemantauan dan penilaian dari pendamping lapangan. Laporan harus dibuat rapi dan lengkap,” jelas Kukuh. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kelompok wajib melengkapi laporan pembelanjaan dengan bukti nota dan memastikan kelengkapan banner program sebagai identitas penerima bantuan. Banner tersebut harus dipasang seragam dan didokumentasikan sebagai bagian dari proses pelaporan. Sementara itu, Pendamping Lapangan Nurul Indah Khasanah menyampaikan penjelasan terkait mekanisme koordinasi serta jadwal pendampingan yang akan dilakukan secara berkala. Pendamping lainnya, Joko Yugianto, menambahkan bahwa pihaknya akan membuat grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi selama proses pendampingan berlangsung. “Usahanya harus nyata dan benar-benar berjalan, karena ini berasal dari dana zakat. Jangan sampai ada laporan manipulatif, karena pasti akan ketahuan dan akan berpengaruh pada bantuan selanjutnya,” pesan Nurul. Joko Yugiyanto menegaskan bahwa pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok. Kelompok yang membutuhkan perhatian lebih akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sedangkan kelompok yang sudah mandiri akan dipantau pada periode pelaporan triwulan. “Jika UMKM atau KWT yang sudah mampu mandiri, kami tidak perlu sering hadir. Kami hadir saat pelaporan triwulan. Perlakuan saya juga berbeda melihat kondisi UMKM atau KWT,” jelas Joko. Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran dengan menghadirkan ketua kelompok dan satu anggota sebagai perwakilan. Program ini menyasar berbagai kelompok usaha produktif, baik UMKM maupun kelompok wanita tani (KWT), yang tersebar di wilayah Prambanan, Tempel, Mlati, Seyegan, Turi, Ngaglik, dan Moyudan. Daftar Kelompok Penerima Bantuan Program Sleman Produktif November 2025 Berikut daftar kelompok yang menerima bantuan pada periode November 2025 1. Kelompok Mawar, Sorogedug Lor, Madurejo, Prambanan. 2. Kelompok Ibu-Ibu Berdagang Berkah, Totongan, Madurejo, Prambanan. 3. Kelompok JJL, Trukan Demangan, Madurejo, Prambanan. 4. Kelompok Morobangun Ngremboko, Dukuh. Madurejo, Prambanan. 5. Kelompok Maju Jaya, Gangsiran, Madurejo, Prambanan. 6. Kelompok Ayem Tentrem, Deresan, Madurejo, Prambanan. 7. KWT Ngudi Rahayu, Domban 01/05, Mororejo, Tempel. 8. KWT Sumber Lestari, Tegal Cabakan, Sumberadi, Mlati. 9. KWT Mekar, Jamblangan, Margomulyo, Seyegan. 10. KWT Rukun Makmur, Kemirikebo, Girikerto, Turi 11. Kelompok Dua Satu Farm, Surirejo, Sukoharjo, Ngaglik. 12. KWT Melati, Rebobong Kidul, Mororejo, Tempel. 13. Kelompok Pasar Ngijon, Pucangan Sumberagung, Moyudan. 14. Kelompok Pasar Turi, Kumendung, Candibinangun, Pakem. Ungkapan Mustahik Terkait Bantuan ProgramSalah satu penerima bantuan, Tri Andayani, Ketua KWT Ngudi Rahayu, Domban, Mororejo, Tempel, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima kelompoknya sebesar Rp22.500.000. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha ayam petelur. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Kami ingin menambah jumlah ayam petelur agar bisa memenuhi kebutuhan satu kampung,” ujarnya. Sebelumnya, KWT Ngudi Rahayu hanya memiliki dua hingga lima kandang dengan sekitar 30 ekor ayam yang menghasilkan 400 butir telur setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, kelompok berharap dapat meningkatkan skala usaha serta memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat sekitar. Tri menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Sleman. Ia berharap keberkahan senantiasa menyertai para donatur yang telah peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program Sleman Produktif diharapkan terus menjadi lokomotif penguatan ekonomi lokal dengan mendorong munculnya lebih banyak kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.***
EKONOMI_PEDESAAN24/11/2025 | ayw./
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat