WhatsApp Icon
Penyaluran Bantuan Program Sleman Sehat Rp136,3 Juta kepada 54 Mustahik

BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada pentasharufan periode Juli 2026, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kesehatan sebesar Rp136.334.584 kepada 54 penerima manfaat (mustahik) yang sedang menjalani pengobatan penyakit berat.

Kegiatan pentasharufan dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman. Para penerima manfaat hadir secara langsung untuk melakukan registrasi, mengisi daftar hadir, serta mengambil nomor antrean sebelum menerima bantuan.

Dana bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan mustahik yang menderita penyakit berat, seperti gagal ginjal, kanker, penyakit jantung, patah tulang, maupun penyakit serius lainnya.

Proses pentasharufan dipandu oleh Pendamping Program BAZNAS Kabupaten Sleman, Rofiq N. Wicaksono, S.T. Selain menyerahkan bantuan, ia juga memberikan edukasi kepada seluruh penerima manfaat mengenai penggunaan dana bantuan agar dimanfaatkan secara amanah dan sesuai kebutuhan pengobatan.

Dalam kesempatan tersebut, Rofiq menjelaskan bahwa bantuan Program Sleman Sehat memiliki ketentuan yang harus dipahami oleh seluruh penerima manfaat. Setiap mustahik berhak memperoleh bantuan maksimal tiga kali, dengan ketentuan pemberian satu kali dalam satu tahun.

Namun demikian, apabila pada tahun kedua atau ketiga kondisi mustahik telah dinyatakan sembuh oleh dokter, maka yang bersangkutan diwajibkan melaporkan kondisi tersebut kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Hal ini bertujuan agar dana zakat dapat dialihkan kepada mustahik lain yang lebih membutuhkan.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama, setiap penerima manfaat menandatangani surat pernyataan yang berisi kesediaan untuk mematuhi ketentuan program. Setelah menerima bantuan, mustahik juga diminta menghitung kembali nominal dana yang diterima untuk memastikan kesesuaiannya sebelum meninggalkan lokasi.

Program Sleman Sehat merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam bidang kesehatan yang berfokus membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses pembiayaan pengobatan. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mustahik di Kabupaten Sleman.

Untuk memperoleh bantuan melalui Program Sleman Sehat, calon penerima wajib memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya memiliki salah satu dokumen berupa Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Rentan Miskin, atau Surat Keterangan Tidak Mampu, serta melampirkan surat hasil diagnosis medis terbaru dari dokter.

Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang berjuang melawan penyakit berat.***

06/08/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp238 Juta kepada 13 Penerima Manfaat

BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Sebanyak 13 mustahik menerima pencairan bantuan Termin I lanjutan dengan total nilai Rp238 juta dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat IPHI Menara Masjid Agung Sleman, Selasa (5/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas para penerima manfaat, panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, dan perwakilan kapanewon. Turut hadir jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu mustahik penerima Program Rehab RTLH.

“Kami berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat,” ujar Muhyi Darmaji.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai prosedur pelaksanaan rehabilitasi rumah, persyaratan administrasi, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh para penerima manfaat.

Peserta juga memperoleh pendampingan teknis terkait proses pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP serta Dinas Perizinan Kabupaten Sleman.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pencairan bantuan Termin I lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh ketersediaan anggaran, melainkan karena padatnya agenda koordinasi antara BAZNAS Sleman dengan organisasi perangkat daerah terkait.

”Kami mohon maaf karena jadwal pencairan bantuan menjadi lebih lama. Bukan karena dananya tidak tersedia, tetapi karena agenda BAZNAS Sleman dan dinas terkait sangat padat sehingga membutuhkan waktu untuk menyamakan jadwal. Akibatnya, pencairan bantuan pada periode kedua menjadi sedikit tertunda,” jelas Muhaimin.

Ia menambahkan, pelaksanaan rehabilitasi rumah memang dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh penerima dapat memulai pembangunan secara bersamaan.

Verifikasi Ketat dan Pendampingan Teknis

Koordinator Fasilitator RTLH DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa seluruh calon penerima bantuan berasal dari usulan kapanewon yang kemudian diverifikasi melalui survei lapangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

”Kegiatan ini diawali dari usulan kapanewon. Seluruh usulan diverifikasi dan disurvei untuk memastikan kelayakannya sesuai aturan. Semua usulan kami perlakukan sama, baik yang berasal dari kapanewon maupun DPRD,” jelas Tulus.

Ia menambahkan bahwa bantuan RTLH bersifat stimulan sehingga penerima diharapkan turut memberikan kontribusi berupa swadaya, baik dalam bentuk dana, material, maupun tenaga kerja dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

”Jika rumah dibangun dengan hasil jerih payah sendiri dan dibantu masyarakat sekitar, tentu akan lebih dijaga dan dirawat. Itulah harapan pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Tulus juga mengingatkan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta perencanaan pembelian material agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan pemborosan.

Selain memastikan legalitas tanah, tim Rehab RTLH yang terdiri dari BAZNAS Sleman, DPUPKP, dan Dinas Perizinan juga memeriksa kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses air bersih, saluran air, listrik, hingga kelengkapan dokumen Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG).

Rumah yang direhabilitasi diharapkan dapat menjadi contoh rumah sehat yang memenuhi standar pemerintah.

Pengurusan PPG Gratis

Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan akan memperoleh pendampingan pengurusan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) secara gratis.

Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap rumah hasil rehabilitasi memiliki legalitas bangunan yang sesuai dengan ketentuan terbaru.

Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada 13 penerima manfaat.

Total Bantuan Rehab RTLH Capai Rp400 Juta untuk 22 Mustahik

Program Rehabilitasi RTLH dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026 menjangkau 22 mustahik yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, pada Juni 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman telah menyalurkan bantuan kepada sembilan penerima manfaat. Dengan penyaluran lanjutan kepada 13 mustahik pada Agustus ini, total penerima bantuan mencapai 22 keluarga.

Secara keseluruhan, nilai bantuan Program Rehab RTLH mencapai Rp400 juta, dengan besaran bantuan antara Rp10 juta hingga Rp20 juta, disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

Diharapkan, bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih baik di Kabupaten Sleman.***

05/08/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan 60 Paket Sembako pada HUT Ke-64 PWRI

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman menyalurkan 60 paket sembako senilai Rp6.000.000 kepada masyarakat kurang mampu.

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan jalan sehat yang digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (24/7/2026). Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat.

Kehadiran BAZNAS Sleman dalam rangkaian HUT PWRI menjadi bagian dari sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan PWRI untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengatakan bahwa kolaborasi dalam kegiatan sosial menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat kepada masyarakat.

”BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat zakat melalui berbagai kolaborasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan sosial, peringatan HUT Ke-64 PWRI Kabupaten Sleman juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain donor darah, cek kesehatan, bazar UMKM, senam bersama, dan jalan sehat yang melibatkan anggota PWRI serta masyarakat umum.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang melepas peserta jalan sehat menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWRI atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, baik saat masih aktif sebagai aparatur negara maupun setelah memasuki masa purna tugas.

Menurut Harda, PWRI merupakan organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian. Pengalaman, kebijaksanaan, serta keteladanan para wredatama dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Ke-64 PWRI Kabupaten Sleman, Sudaryo, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini menjadi wujud semangat kreativitas dan kebersamaan para anggota PWRI.

Berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara PWRI, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan berbagai mitra, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan amanah para muzaki, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.***

28/07/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp44 Juta untuk Petani Terdampak Hama Wereng

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp44.165.000 kepada petani yang terdampak serangan hama Wereng Batang Cokelat (WBC) di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Jumat (24/7/2026). Bantuan tersebut merupakan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pemulihan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di kawasan Bulak Ngabean, Kalurahan Banyurejo, dan menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, BAZNAS Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, Forkopimkap Tempel, Lurah Banyurejo beserta jajaran, serta Kelompok Tani Ngabean.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Sleman.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian petani, dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Muhaimin.

Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang melalui program-program produktif yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa Kalurahan Banyurejo merupakan salah satu wilayah penyangga pangan di Kabupaten Sleman yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.

Menurutnya, pada musim tanam kali ini para petani menghadapi tantangan berat akibat serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) yang terjadi secara masif dan cepat. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan tanaman padi, kerugian ekonomi yang cukup besar, hilangnya modal usaha petani untuk musim tanam berikutnya, hingga berpotensi mengganggu ketahanan pangan rumah tangga.

Untuk mempercepat pemulihan pascaserangan hama, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengajukan dukungan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman berupa bantuan sarana produksi pertanian.

Merespons kebutuhan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa benih jagung, pupuk organik, agens pengendali hayati Pseudomonas fluorescens, dan agens pengendali hayati Metarhizium rileyi dengan total nilai Rp44.165.000.

Benih jagung diberikan sebagai alternatif untuk memulai pertanaman baru pada lahan yang terdampak, sementara pupuk organik diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Adapun agens pengendali hayati dimanfaatkan sebagai upaya pengendalian hama secara alami guna menekan populasi Wereng Batang Cokelat sekaligus mencegah serangan lanjutan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Ngabean sebagai penerima manfaat. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan pertanian yang tangguh, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Program pemberdayaan petani ini menjadi salah satu wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan di Kabupaten Sleman.***

27/07/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Hari Anak Nasional, BAZNAS Sleman Salurkan 20 Paket Peralatan Sekolah

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 20 paket peralatan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Garuda, Kawasan Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026).

Bantuan senilai Rp4 juta tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pemenuhan hak anak atas pendidikan sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).

Setiap paket bantuan bernilai Rp200 ribu dan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. kepada perwakilan penerima manfaat.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diikuti sekitar 500 pelajar jenjang SMP/MTs dari wilayah Kapanewon Prambanan, Kalasan, dan Berbah.

Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan InJourney Destination Management melalui program InJourney Community Care, dengan mengusung tema "Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia" serta mengangkat semangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."

Selain penyerahan bantuan, kegiatan dimeriahkan dengan pentas seni budaya, permainan edukatif, serta sesi berbagi inspirasi yang dipandu Ketua Forum Anak Sleman, Wahyu Diridhoi, bersama narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya perlindungan hak anak, mengenal sejarah dan budaya bangsa, sekaligus menumbuhkan karakter mandiri sebagai generasi penerus.

Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman mengemas peringatan Hari Anak Nasional sebagai ruang edukasi sekaligus pemenuhan hak anak, termasuk melalui penyaluran bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari kelompok rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sleman Kabupaten Layak Anak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut sehingga anak-anak dapat memperingati Hari Anak Nasional dengan penuh kegembiraan sekaligus memperoleh pengalaman edukatif.

Menurutnya, pemilihan Kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi kegiatan memiliki makna penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan warisan budaya bangsa.

”Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Candi Prambanan ini mengajak anak-anak sebagai generasi penerus untuk mewarisi sekaligus merawat salah satu cagar budaya Indonesia. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Danang.

Ia juga mengajak para pelajar untuk lebih mengenal sejarah bangsa dan bangga terhadap budaya Indonesia di tengah derasnya arus budaya populer dari luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Danang Maharsa memilih duduk lesehan bersama para peserta sebagai simbol kedekatan dengan anak-anak. Ia menekankan bahwa keteladanan orang dewasa menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Selain mengenalkan sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan legenda Bandung Bondowoso sebagai inspirasi semangat juang, Danang juga mendorong para guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyusun laporan hasil kunjungan setelah berkeliling kawasan Candi Prambanan agar pengalaman belajar semakin bermakna.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, menjelaskan bahwa pengelolaan Kawasan Candi Prambanan terus dikembangkan sebagai living heritage yang edukatif dan inklusif bagi generasi muda.

Melalui program InJourney Community Care, para peserta juga diajak mengikuti kegiatan membatik dan ecoprint sebagai sarana menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus lingkungan.

Partisipasi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Melalui bantuan perlengkapan sekolah tersebut, BAZNAS berharap dapat meningkatkan semangat belajar anak sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.***

22/07/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Pendistribusian

Penyaluran Bantuan Program Sleman Sehat Rp136,3 Juta kepada 54 Mustahik
Penyaluran Bantuan Program Sleman Sehat Rp136,3 Juta kepada 54 Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan melalui Program Sleman Sehat kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada pentasharufan periode Juli 2026, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kesehatan sebesar Rp136.334.584 kepada 54 penerima manfaat (mustahik) yang sedang menjalani pengobatan penyakit berat. Kegiatan pentasharufan dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Lantai 3 Menara Masjid Agung Sleman. Para penerima manfaat hadir secara langsung untuk melakukan registrasi, mengisi daftar hadir, serta mengambil nomor antrean sebelum menerima bantuan. Dana bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan mustahik yang menderita penyakit berat, seperti gagal ginjal, kanker, penyakit jantung, patah tulang, maupun penyakit serius lainnya. Proses pentasharufan dipandu oleh Pendamping Program BAZNAS Kabupaten Sleman, Rofiq N. Wicaksono, S.T. Selain menyerahkan bantuan, ia juga memberikan edukasi kepada seluruh penerima manfaat mengenai penggunaan dana bantuan agar dimanfaatkan secara amanah dan sesuai kebutuhan pengobatan. Dalam kesempatan tersebut, Rofiq menjelaskan bahwa bantuan Program Sleman Sehat memiliki ketentuan yang harus dipahami oleh seluruh penerima manfaat. Setiap mustahik berhak memperoleh bantuan maksimal tiga kali, dengan ketentuan pemberian satu kali dalam satu tahun. Namun demikian, apabila pada tahun kedua atau ketiga kondisi mustahik telah dinyatakan sembuh oleh dokter, maka yang bersangkutan diwajibkan melaporkan kondisi tersebut kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Hal ini bertujuan agar dana zakat dapat dialihkan kepada mustahik lain yang lebih membutuhkan. Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama, setiap penerima manfaat menandatangani surat pernyataan yang berisi kesediaan untuk mematuhi ketentuan program. Setelah menerima bantuan, mustahik juga diminta menghitung kembali nominal dana yang diterima untuk memastikan kesesuaiannya sebelum meninggalkan lokasi. Program Sleman Sehat merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam bidang kesehatan yang berfokus membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses pembiayaan pengobatan. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mustahik di Kabupaten Sleman. Untuk memperoleh bantuan melalui Program Sleman Sehat, calon penerima wajib memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya memiliki salah satu dokumen berupa Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Rentan Miskin, atau Surat Keterangan Tidak Mampu, serta melampirkan surat hasil diagnosis medis terbaru dari dokter. Melalui Program Sleman Sehat, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat yang tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang berjuang melawan penyakit berat.***
LAYANAN_MUSTAHIK06/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp238 Juta kepada 13 Penerima Manfaat
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rehab RTLH Rp238 Juta kepada 13 Penerima Manfaat
BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Sebanyak 13 mustahik menerima pencairan bantuan Termin I lanjutan dengan total nilai Rp238 juta dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat IPHI Menara Masjid Agung Sleman, Selasa (5/8/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas para penerima manfaat, panitia pembangunan dari unsur RT, RW, dukuh, dan perwakilan kapanewon. Turut hadir jajaran pimpinan dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Sleman, Koordinator Fasilitator RTLH dari DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., serta perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu mustahik penerima Program Rehab RTLH. “Kami berharap bantuan yang diberikan mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat,” ujar Muhyi Darmaji. Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai prosedur pelaksanaan rehabilitasi rumah, persyaratan administrasi, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh para penerima manfaat. Peserta juga memperoleh pendampingan teknis terkait proses pembangunan rumah dan pengurusan perizinan bangunan dari DPUPKP serta Dinas Perizinan Kabupaten Sleman. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pencairan bantuan Termin I lanjutan. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh ketersediaan anggaran, melainkan karena padatnya agenda koordinasi antara BAZNAS Sleman dengan organisasi perangkat daerah terkait. ”Kami mohon maaf karena jadwal pencairan bantuan menjadi lebih lama. Bukan karena dananya tidak tersedia, tetapi karena agenda BAZNAS Sleman dan dinas terkait sangat padat sehingga membutuhkan waktu untuk menyamakan jadwal. Akibatnya, pencairan bantuan pada periode kedua menjadi sedikit tertunda,” jelas Muhaimin. Ia menambahkan, pelaksanaan rehabilitasi rumah memang dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh penerima dapat memulai pembangunan secara bersamaan. Verifikasi Ketat dan Pendampingan Teknis Koordinator Fasilitator RTLH DPUPKP Kabupaten Sleman, Tulus Susanto, S.T., menjelaskan bahwa seluruh calon penerima bantuan berasal dari usulan kapanewon yang kemudian diverifikasi melalui survei lapangan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria. ”Kegiatan ini diawali dari usulan kapanewon. Seluruh usulan diverifikasi dan disurvei untuk memastikan kelayakannya sesuai aturan. Semua usulan kami perlakukan sama, baik yang berasal dari kapanewon maupun DPRD,” jelas Tulus. Ia menambahkan bahwa bantuan RTLH bersifat stimulan sehingga penerima diharapkan turut memberikan kontribusi berupa swadaya, baik dalam bentuk dana, material, maupun tenaga kerja dari keluarga maupun lingkungan sekitar. ”Jika rumah dibangun dengan hasil jerih payah sendiri dan dibantu masyarakat sekitar, tentu akan lebih dijaga dan dirawat. Itulah harapan pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Sleman,” ujarnya. Tulus juga mengingatkan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB), kesiapan tenaga kerja, serta perencanaan pembelian material agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan pemborosan. Selain memastikan legalitas tanah, tim Rehab RTLH yang terdiri dari BAZNAS Sleman, DPUPKP, dan Dinas Perizinan juga memeriksa kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses air bersih, saluran air, listrik, hingga kelengkapan dokumen Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG). Rumah yang direhabilitasi diharapkan dapat menjadi contoh rumah sehat yang memenuhi standar pemerintah. Pengurusan PPG Gratis Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan akan memperoleh pendampingan pengurusan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) secara gratis. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap rumah hasil rehabilitasi memiliki legalitas bangunan yang sesuai dengan ketentuan terbaru. Setelah sesi sosialisasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pencairan bantuan Termin I kepada 13 penerima manfaat. Total Bantuan Rehab RTLH Capai Rp400 Juta untuk 22 Mustahik Program Rehabilitasi RTLH dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026 menjangkau 22 mustahik yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. Sebelumnya, pada Juni 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman telah menyalurkan bantuan kepada sembilan penerima manfaat. Dengan penyaluran lanjutan kepada 13 mustahik pada Agustus ini, total penerima bantuan mencapai 22 keluarga. Secara keseluruhan, nilai bantuan Program Rehab RTLH mencapai Rp400 juta, dengan besaran bantuan antara Rp10 juta hingga Rp20 juta, disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi masing-masing rumah. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Diharapkan, bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih baik di Kabupaten Sleman.***
RTLH05/08/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Salurkan 60 Paket Sembako pada HUT Ke-64 PWRI
BAZNAS Sleman Salurkan 60 Paket Sembako pada HUT Ke-64 PWRI
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman menyalurkan 60 paket sembako senilai Rp6.000.000 kepada masyarakat kurang mampu. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan jalan sehat yang digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (24/7/2026). Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat. Kehadiran BAZNAS Sleman dalam rangkaian HUT PWRI menjadi bagian dari sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan PWRI untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengatakan bahwa kolaborasi dalam kegiatan sosial menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat kepada masyarakat. ”BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat zakat melalui berbagai kolaborasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujarnya. Selain penyaluran bantuan sosial, peringatan HUT Ke-64 PWRI Kabupaten Sleman juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain donor darah, cek kesehatan, bazar UMKM, senam bersama, dan jalan sehat yang melibatkan anggota PWRI serta masyarakat umum. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang melepas peserta jalan sehat menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWRI atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, baik saat masih aktif sebagai aparatur negara maupun setelah memasuki masa purna tugas. Menurut Harda, PWRI merupakan organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian. Pengalaman, kebijaksanaan, serta keteladanan para wredatama dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sleman. Sementara itu, Ketua Panitia HUT Ke-64 PWRI Kabupaten Sleman, Sudaryo, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini menjadi wujud semangat kreativitas dan kebersamaan para anggota PWRI. Berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara PWRI, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan berbagai mitra, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menyalurkan amanah para muzaki, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.***
LAYANAN_MUSTAHIK28/07/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp44 Juta untuk Petani Terdampak Hama Wereng
BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp44 Juta untuk Petani Terdampak Hama Wereng
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp44.165.000 kepada petani yang terdampak serangan hama Wereng Batang Cokelat (WBC) di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Jumat (24/7/2026). Bantuan tersebut merupakan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pemulihan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Penyerahan bantuan dilaksanakan di kawasan Bulak Ngabean, Kalurahan Banyurejo, dan menjadi wujud sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, BAZNAS Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, Forkopimkap Tempel, Lurah Banyurejo beserta jajaran, serta Kelompok Tani Ngabean. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Sleman. “Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian petani, dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Muhaimin. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang melalui program-program produktif yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa Kalurahan Banyurejo merupakan salah satu wilayah penyangga pangan di Kabupaten Sleman yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Menurutnya, pada musim tanam kali ini para petani menghadapi tantangan berat akibat serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) yang terjadi secara masif dan cepat. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan tanaman padi, kerugian ekonomi yang cukup besar, hilangnya modal usaha petani untuk musim tanam berikutnya, hingga berpotensi mengganggu ketahanan pangan rumah tangga. Untuk mempercepat pemulihan pascaserangan hama, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengajukan dukungan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman berupa bantuan sarana produksi pertanian. Merespons kebutuhan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan berupa benih jagung, pupuk organik, agens pengendali hayati Pseudomonas fluorescens, dan agens pengendali hayati Metarhizium rileyi dengan total nilai Rp44.165.000. Benih jagung diberikan sebagai alternatif untuk memulai pertanaman baru pada lahan yang terdampak, sementara pupuk organik diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Adapun agens pengendali hayati dimanfaatkan sebagai upaya pengendalian hama secara alami guna menekan populasi Wereng Batang Cokelat sekaligus mencegah serangan lanjutan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Ngabean sebagai penerima manfaat. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan pertanian yang tangguh, produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Program pemberdayaan petani ini menjadi salah satu wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan di Kabupaten Sleman.***
DARURAT_SOSIAL27/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Hari Anak Nasional, BAZNAS Sleman Salurkan 20 Paket Peralatan Sekolah
Hari Anak Nasional, BAZNAS Sleman Salurkan 20 Paket Peralatan Sekolah
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan 20 paket peralatan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Garuda, Kawasan Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). Bantuan senilai Rp4 juta tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendukung pemenuhan hak anak atas pendidikan sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA). Setiap paket bantuan bernilai Rp200 ribu dan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. kepada perwakilan penerima manfaat. Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diikuti sekitar 500 pelajar jenjang SMP/MTs dari wilayah Kapanewon Prambanan, Kalasan, dan Berbah. Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan InJourney Destination Management melalui program InJourney Community Care, dengan mengusung tema "Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia" serta mengangkat semangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Selain penyerahan bantuan, kegiatan dimeriahkan dengan pentas seni budaya, permainan edukatif, serta sesi berbagi inspirasi yang dipandu Ketua Forum Anak Sleman, Wahyu Diridhoi, bersama narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya perlindungan hak anak, mengenal sejarah dan budaya bangsa, sekaligus menumbuhkan karakter mandiri sebagai generasi penerus. Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman mengemas peringatan Hari Anak Nasional sebagai ruang edukasi sekaligus pemenuhan hak anak, termasuk melalui penyaluran bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari kelompok rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sleman Kabupaten Layak Anak. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut sehingga anak-anak dapat memperingati Hari Anak Nasional dengan penuh kegembiraan sekaligus memperoleh pengalaman edukatif. Menurutnya, pemilihan Kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi kegiatan memiliki makna penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan warisan budaya bangsa. ”Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di Candi Prambanan ini mengajak anak-anak sebagai generasi penerus untuk mewarisi sekaligus merawat salah satu cagar budaya Indonesia. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Danang. Ia juga mengajak para pelajar untuk lebih mengenal sejarah bangsa dan bangga terhadap budaya Indonesia di tengah derasnya arus budaya populer dari luar negeri. Dalam kesempatan tersebut, Danang Maharsa memilih duduk lesehan bersama para peserta sebagai simbol kedekatan dengan anak-anak. Ia menekankan bahwa keteladanan orang dewasa menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain mengenalkan sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan legenda Bandung Bondowoso sebagai inspirasi semangat juang, Danang juga mendorong para guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyusun laporan hasil kunjungan setelah berkeliling kawasan Candi Prambanan agar pengalaman belajar semakin bermakna. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, menjelaskan bahwa pengelolaan Kawasan Candi Prambanan terus dikembangkan sebagai living heritage yang edukatif dan inklusif bagi generasi muda. Melalui program InJourney Community Care, para peserta juga diajak mengikuti kegiatan membatik dan ecoprint sebagai sarana menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus lingkungan. Partisipasi BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Melalui bantuan perlengkapan sekolah tersebut, BAZNAS berharap dapat meningkatkan semangat belajar anak sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.***
LAYANAN_MUSTAHIK22/07/2026 | ayw/HumasBAZNASSleman
Kolaborasi Pemda, BAZNAS, dan STAK Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga Sinduadi
Kolaborasi Pemda, BAZNAS, dan STAK Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga Sinduadi
Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor kembali ditunjukkan dalam Program Sleman Peduli melalui peresmian Bantuan Bedah Rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Lujinem Parmini, warga RT 06 RW 23 Padukuhan Jombor Kidul, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (16/7/2026). Program yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, STAK (Satuan Team Anti Kriminalitas) Yogyakarta, TNI, Polri, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat. Turut hadir dalam peresmian tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.A.P. mewakili Bupati Sleman, Panewu Mlati Dyah Purwati, jajaran Dinas PU, DPMPTSP, Polsek Mlati, unsur TNI-Polri, Ketua Umum STAK Yogyakarta Sigit Susanto atau yang akrab disapa Mbah Cemo, serta jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman. Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Susanto (Mbah Cemo), mengaku bersyukur proses rehabilitasi rumah Ibu Lujinem telah selesai dan kini dapat ditempati dengan layak. ”Selamat kepada keluarga, rumah ini sudah bisa ditempati. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami para relawan STAK,” ujarnya. Ia menjelaskan, proses rehabilitasi melibatkan sekitar 170 kelompok relawan dari berbagai organisasi yang bekerja secara sukarela selama kurang lebih satu setengah bulan. Para relawan bahkan rela bekerja hingga larut malam tanpa menerima upah demi menyelesaikan rumah tersebut. Menurutnya, rumah milik Lujinem merupakan rumah ke-34 yang berhasil direhabilitasi melalui kolaborasi Program Sleman Peduli bersama BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dinas Pekerjaan Umum. Untuk pembangunan rumah tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta. Sementara total kebutuhan pembangunan mencapai sekitar Rp39 juta untuk material bangunan, sedangkan seluruh tenaga kerja berasal dari relawan yang bekerja secara sukarela. Mbah Cemo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung, termasuk Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, Dinas PU, Polresta Sleman, para donatur, serta masyarakat yang bergotong royong menyukseskan pembangunan rumah tersebut. Panewu Mlati, Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan hunian layak bagi keluarga Lujinem. ”Semoga rumah yang telah direhabilitasi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi keluarga Ibu Lujinem. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian bersama. Terima kasih kepada seluruh relawan STAK yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan selama proses pembangunan,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS dan STAK telah terjalin selama bertahun-tahun dalam mendukung Program Sleman Peduli, khususnya rehabilitasi rumah tidak layak huni. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat selain bantuan kebencanaan, sosial kemanusiaan, dan program pemberdayaan lainnya. ”Tahun ini kami menargetkan dapat membantu rehabilitasi 100 rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Sleman. Bantuan dari BAZNAS sebesar Rp20 juta merupakan stimulan, namun berkat kolaborasi dengan relawan STAK, rumah yang dibangun dapat menjadi hunian yang layak, lengkap dengan ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi sebagai rumah percontohan,” jelas Muhyi. Ia menambahkan bahwa dana zakat yang disalurkan berasal dari amanah para muzaki, terutama zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman yang disetorkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. ”Kami berharap rumah ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Ibu Lujinem dan keluarga. Semoga menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga, sekaligus menjadi keberkahan bagi para relawan maupun para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman,” tambahnya. Dalam sambutan Kapolresta Sleman yang dibacakan Wakapolresta Sleman, AKBP Sudarmawan, S.Pd., M.M., disampaikan bahwa Program RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, STAK, para donatur, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan rehabilitasi rumah tersebut. ”Semoga bantuan dan tenaga yang telah diberikan menjadi amal ibadah, serta rumah ini membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya. Mewakili Bupati Sleman, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa keberhasilan program ini merupakan bukti pentingnya kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan. ”Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memperbaiki rumah Ibu Lujinem. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, BAZNAS, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Semoga kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak rumah masyarakat yang dapat direhabilitasi,” katanya. Usai seremoni peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada 15 warga kurang mampu yang diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda rumah telah selesai direhabilitasi dan resmi dapat dihuni. Rumah tersebut juga dijadikan sebagai model rumah layak huni yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi program serupa di Kabupaten Sleman. Lujinem Parmini mengaku bersyukur dan bahagia atas bantuan yang diterimanya. Kini ia bersama kedua anaknya dapat tinggal di rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, warga sekitar, dan relawan STAK. Saya sangat bersyukur karena rumah saya sekarang jauh lebih baik, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama kedua anak saya,” ungkapnya. Program Sleman Peduli melalui rehabilitasi RTLH menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, BAZNAS, relawan, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Melalui kolaborasi tersebut, semakin banyak keluarga prasejahtera di Kabupaten Sleman yang dapat menikmati hunian yang aman, sehat, dan layak huni.***
RTLH20/07/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Salurkan 75 Paket Sembako untuk Petani Terdampak Hama Tikus
BAZNAS Sleman Salurkan 75 Paket Sembako untuk Petani Terdampak Hama Tikus
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan 75 paket sembako senilai Rp9 juta kepada petani prasejahtera yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Minggu (19/7/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam rangkaian Gerakan Pengendalian Hama Tikus (Gropyokan) Serentak yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Tirtoadi bersama Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan persawahan Bulak Rajek hingga Padukuhan Gombang ini merupakan upaya bersama untuk mengendalikan serangan hama tikus yang telah menyebabkan banyak petani mengalami kerugian akibat gagal panen. Gerakan pengendalian dilakukan secara serentak di lahan pertanian seluas sekitar 70 hektare dengan melibatkan lima kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Gombang, Rajek Lor, Rajek Wetan, Rajek Ngemplak, dan Jetis. Sejak pukul 07.00 WIB, para petani bersama jajaran pemerintah dan petugas lapangan melakukan gropyokan menggunakan metode emposan dan sostik untuk membasmi tikus di lubang persembunyiannya. Bahan aktif pengendalian hama disediakan melalui sinergi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Tirtoadi. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Liem Astuti, Sekretaris Dinas beserta jajaran, Panewu Mlati, Lurah Tirtoadi, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), RPT, Babinsa, serta para petani. Di sela kegiatan gropyokan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut mentasharufkan 75 paket sembako kepada petani prasejahtera yang terdampak gagal panen akibat serangan hama tikus. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat menurunnya hasil produksi pertanian. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, mengatakan bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para petani sekaligus menjadi penyemangat agar mereka dapat kembali bangkit mengelola lahan pertaniannya. ”Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Semoga para petani tetap semangat dan dapat kembali berproduksi sehingga kesejahteraan keluarga mereka semakin baik,” ujar Muhyi. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menyampaikan bahwa gerakan pengendalian hama tikus secara serentak menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian di wilayah Tirtoadi. Menurutnya, pengendalian dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya lebih efektif dalam menekan populasi tikus yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan tanaman padi. ”Gerakan ini dilakukan secara serentak dengan cakupan lahan sekitar 70 hektare. Kami menggunakan metode emposan dan sostik untuk membasmi hama di lubang-lubang persembunyiannya,” jelas Liem. Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian hama tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, kelompok tani, hingga dukungan berbagai lembaga, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman yang turut hadir memberikan bantuan sosial kepada petani terdampak. Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani yang menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan lembaga sosial diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sleman.***
DARURAT_SOSIAL20/07/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →