WhatsApp Icon
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar.

Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026.

Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

“Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***

17/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran.

Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah.

Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta

 

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta.

 

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).

 

Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain:

 

1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar

BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.
Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut.

 

2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling

Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.

 

3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman

BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.
Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta.

 

4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji

Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total

 

5. Program Masjid Ramah Musafir

Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman.

 

6. Santunan bagi Masyarakat Miskin

BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan

Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.

 

8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin

Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.

 

9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu

BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan.

 

BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun

 

Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun.

Program tersebut meliputi:

  • Sleman Sehat
  • Sleman Cerdas
  • Sleman Produktif
  • Sleman Peduli

 

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman

 

Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes.
  • Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
  • Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev.
  • Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***

10/03/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
Klarifikasi Resmi BAZNAS RI Terkait Respons Publik atas Laporan Keuangan 2024

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyampaikan penjelasan resmi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana zakat di Indonesia.

BAZNAS RI mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Partisipasi publik dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga akuntabilitas lembaga.

BAZNAS menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI (3A).

Sistem Pengawasan dan Audit Berlapis

Dalam menjalankan tata kelola zakat, BAZNAS RI menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak independen dan internal.

Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memastikan validitas dan kredibilitas data keuangan.

Selain itu, audit syariah dilakukan oleh auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) guna menjamin seluruh aktivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah.

Pengawasan juga dilakukan secara berkala oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI. Secara internal, BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko serta Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang mengawasi seluruh proses bisnis lembaga secara menyeluruh.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses oleh masyarakat melalui situs resmi baznas.go.id untuk BAZNAS Kabupaten Sleman; kabsleman.baznas.go.id. Hal ini memungkinkan publik melakukan pengawasan sosial secara mandiri.

Penyaluran Zakat Sesuai Delapan Asnaf

Dalam penyaluran dana, BAZNAS RI memastikan bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 menetapkan batas maksimal sebesar 12,5 persen atau 1/8 dari total dana zakat. Sementara itu, proporsi untuk asnaf lainnya ditentukan berdasarkan skala prioritas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, sejalan dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2011.

Porsi Terbesar untuk Asnaf Miskin

Sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan porsi terbesar dana zakat kepada asnaf miskin, yakni sebesar 38,4 persen dari total dana yang disalurkan.

Secara syariah, asnaf miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan atau harta, namun belum mencukupi kebutuhan dasar hidup sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan papan bagi diri dan keluarganya.

Penyaluran kepada asnaf miskin tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Untuk wilayah perkotaan, BAZNAS RI mengembangkan program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, dan Z-Auto. Program ini bertujuan memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro dengan pendampingan intensif.

Sementara di wilayah pedesaan, program yang dijalankan meliputi Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dan membantu mustahik keluar dari garis kemiskinan.

Alokasi Fi Sabilillah dan Beasiswa

Dana zakat pada asnaf fi sabilillah sebagian besar dialokasikan untuk sektor pendidikan, di antaranya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, program Madrasah Layak Belajar, serta berbagai bantuan pendidikan berdasarkan permohonan masyarakat.

Selain itu, dana fi sabilillah juga disalurkan untuk mendukung para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.

Penjelasan Terkait Porsi Amil

Menanggapi sorotan terhadap porsi amil, BAZNAS RI menegaskan bahwa amil merupakan salah satu dari delapan asnaf yang disebutkan secara eksplisit dalam QS. At-Taubah ayat 60.

Dalam Laporan Keuangan BAZNAS RI Tahun 2024, realisasi dana amil tercatat sebesar 12,32 persen dari total dana zakat. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 12,5 persen (1/8) sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 606 Tahun 2020.

Dana amil digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, administrasi umum, operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta instansi vertikal di seluruh Indonesia, termasuk pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan zakat yang lebih optimal.

Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk merujuk pada sumber resmi BAZNAS setiap wilayah (Provinsi/Kota/Kabupaten) untuk BAZNAS Kabupaten Sleman melalui laman kabsleman.baznas.go.id dan media sosial resmi BAZNAS Kabupaten Sleman (@baznaskabsleman) guna memperoleh informasi yang akurat.

Kepercayaan publik merupakan amanah besar yang terus dijaga melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berintegritas. BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta efektivitas penyaluran zakat demi mempercepat pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat di Indonesia.***

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Kuota 1.545 Marbot BPJS Ketenagakerjaan di Sleman Belum Terpenuhi, Ini Hasil Evaluasinya

BAZNAS Kabupaten Sleman menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Validasi Data Marbot Penerima BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sembada Lantai 1, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Sleman, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

 

Rapat ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut peluncuran program pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.545 marbot se-Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Parasamya.

 

Agenda utama pertemuan meliputi monitoring dan evaluasi data marbot penerima BPJS Ketenagakerjaan, serta validasi dan akurasi data guna memastikan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

 

Dalam rapat tersebut, DMI Kabupaten Sleman menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon melalui Panewu se-Kabupaten Sleman, Ketua Pengurus Cabang DMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman, serta Pengurus Harian DMI Kabupaten Sleman.

 

BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Pelaksana Bidang III, Warih Komarasari, S.E., dan Pelaksana Bidang IV, Lina Shofiyyah, S.I.P.

 

Hasil Monitoring dan Evaluasi

 

Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 706 data marbot telah masuk ke sistem. Dari jumlah tersebut, 634 data dinyatakan valid dan berhak menerima kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sementara itu, sebanyak 72 data dinyatakan tidak valid karena yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta BPJS sebelumnya sehingga ditolak oleh sistem.

 

Meski demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota yang ditargetkan, yakni sebanyak 1.545 marbot. Artinya, hingga saat ini baru sekitar separuh dari total kuota yang terpenuhi.

 

Untuk itu, DMI bersama jajaran kapanewon diminta segera melengkapi kekurangan data dengan mengingatkan para kamituwo di masing-masing kalurahan agar segera melakukan pendataan dan pengajuan marbot yang belum terdaftar.

 

Program ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para marbot di Kabupaten Sleman, sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting mereka dalam memakmurkan masjid dan melayani umat.

Sebagai informasi, dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi penanggung jawab pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.212 marbot, sementara DMI Kabupaten Sleman menanggung pembiayaan untuk 333 marbot. Seluruh pembiayaan ini merupakan wujud kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemasjidan, dan pemerintah daerah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

“BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

“Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

“Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

“Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.***

27/02/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Laporan Pengelolaan ZIS 2023
Laporan Pengelolaan ZIS 2023
Alhamdulillah, Penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Sleman senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2023 BAZNAS KAbupaten Sleman berhasil menghimpun Dana ZIS sebesar Rp 11.282.081.569,- (11,3 milyar) naik 118 % dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2022 sebesar Rp 9,6 Milyar. Salah satu pendongkrak utama adalah pengumpulan Dana Peduli Palestina terkumpul Rp 1,5 Milyar dari OPD & Masyarakat yang telah kami salurkan melalui BAZNAS RI ke Palestina. Pentasyarufan pada tahun 2023 lalu sejumlah Rp (10,4 Milyar) dengan jumlah penerima manfaat 31.164 orang. Pentasyarufan ini dilakukan dalam 5 Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yaitu: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Makmur, Sleman Sehat & Sleman Peduli. Dengan mayoritas penerima manfaat dari asnaf/golongan fakir dan miskin mencapai 70%. Tahun 2023 ini BAZNAS Sleman mengikuti Audit syariah yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI dan mendapatkan nilai Kepatuhan syariah dengan predikat Sangat Baik 81,21 dan indeks transparansi sebesar 84,75. Untuk hasil Audit KAP yang dilaksanakan pada awal tahun 2024 atas laporan keuangan 2023 juga kembali mendapatkan hasil Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki (baik dari Muzakki ASN maupun muzakki perorangan) yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman yang membutuhkan.
BERITA12/01/2024 | AS
Penyerahan Bantuan Peduli Palestina
Penyerahan Bantuan Peduli Palestina
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Kabupaten Sleman telah menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina kepada BAZNAS RI untuk disalurkan secara langsung kepada masyarakat Palestina. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Ketua BAZNAS Sleman Kriswanto kepada Noor Achmad bertempat di Kantor BAZNAS RI – Jakarta pada Kamis (14/12/2023). Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan kemanusiaan untuk Palestina ini merupakan penyerahan tahap kedua dari Kabupaten Sleman. Sebelumnya, BAZNAS Kab. Sleman telah menyerahkan bantuan kemanusiaan Palestina tahap pertama sebesar Rp 150 juta, tahap kedua sebesar 1.150 juta dan tahap ketiga Rp 200 juta dengan total penggalangan dana sebesar Rp 1,5 milliar. Bupati menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan kepada BAZNAS RI ini berasal dari infak ASN, OPD, Sekolah, Masjid, Kalurahan dan warga masyarakat Sleman yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Bupati berharap bantuan yang diserahkan ke BAZNAS RI untuk disalurkan ke Palestina. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad menyampaikan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan kepada warga Sleman yang telah memberikan infak sehingga bisa membantu warga Palestina. Kondisi terbaru di Palestina yang memprihatinkan dan masih dalam kondisi perang. Dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, BAZNAS bekerjasama dengan berbagai lembaga otoritas di wilayah Mesir. Satu–satunya pintu masuk untuk menyalurkan bantuan kepada warga Palestina adalah melalui Mesir. Maka dari itu BAZNAS RI perlu bekerjasama dengan lembaga yang punya otoritas, mengingat begitu ketatnya pemeriksaan oleh Israel. Pemeriksaan dilakukan ketat sehingga BAZNAS RI sangat berhati – hati dalam menyalurkan bantuan tersebut. BAZNAS RI akan berupaya agar seluruh bantuan yang telah dihimpun dapat terlasurkan dengan cepat dan tepat. Secara nasional total bantuan yang telah terkumpul sekitar Rp 200 Milyar. Bantuan Palestina ini akan dilakukan dalam tiga tahap: Tanggap Darurat, Rehabilitasi & Rekontruksi. Kedepan bantuan akan digunakan untuk pembangunan Masjid, Sekolah, Rumah Sakit hingga pemukiman warga.
BERITA14/12/2023 | AS
RAKOR PENGGALANGAN DANA PEDULI PALESTINA
RAKOR PENGGALANGAN DANA PEDULI PALESTINA
Baznas Kab Sleman menginisiasi penggalangan solidaritas untuk Palestina dengan mengadakan rapat koordinasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kapanewon/Kecamatan, Kemenag, dan Sekda Kabupaten Sleman. Dalam koordinasi tersebut disepakati untuk penggalangan dana solidaritas Palestina dikoodinasi oleh masing-masing kapanewon/Kecamatan dan OPD. Untuk tahap pertama penggalangan dana dibatasi sampai akhir november 2023. Donasi dari seluruh OPD dan kapanewon selanjutnya dikirimkan ke Baznas Kab SLeman yang selanjutnya dikirimkan ke Baznas RI. Asisten Setda 3 berharap, penggalangan donasi untuk Palestina dapat dijalankan dengan maksimal dan segera dimanfaatkan oleh rakyat Palestina.
BERITA16/11/2023 | Andung
PENYERAHAN DONASI PEDULI PALESTINA DARI OSIS SMP NEGERI 1 TURI
PENYERAHAN DONASI PEDULI PALESTINA DARI OSIS SMP NEGERI 1 TURI
Pada hari Selasa, 7 November 2023, Osis SMPN 1 Turi bersama dua guru menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp.3.750,000,- untuk peduli Palestina. Dana tersebut dikumpulkan dari seluruh siswa SMPN 1 Turi yang dikhususkan untuk membantu saudara-saudara Muslim di Palestina yang sedang dilanda perang. Sebagaimana diketahui bahwa Baznas Sleman menjadi lembaga pengumpul donasi untuk Palestina yang berasal dari ASN se Kabupaten Sleman, masjid-masjid seluruh Sleman dan masyarakat pada umumnya. hingga rabu, 8 November 2023, pengumpulan telah mencapai Rp. 25 juta dan akan terus bertambah karena masih berlangsung sampai 30 November 2023
BERITA08/11/2023 | Andung
BANTUAN SEMBAKO HARI PANGAN SEDUNIA
BANTUAN SEMBAKO HARI PANGAN SEDUNIA
Baznas Kab Sleman memberikan bantuan sembako kepada petani di Desa Sinduadi Mlati Sleman sebanyak 80 petani, dalam rangka hari Pangan Sedunia. Acara dihadiri kepala dinas PertanianvDI Yogyakarta, kepala dinas Pertanian dan Perikanan Kab Sleman, Asek 1 Setda Pemkab Sleman, KWT (Kelompok Wanita Tani) seluruh Sleman. pada selasa, 31 Oktober 2023
BERITA08/11/2023 | Andung
Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemkab Sleman dan Baznas Kab. Sleman melakukan panen raya bawang merah bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Panen Raya dilakukan pada Senin (11/9/2023) dilahan pertanian seluas 4,4 hektare yang berlokasi di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Mlati, Kabupaten Sleman yang dikelola oleh 50 kepala keluarga (KK). Panen raya dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Bupati Kab. Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Pimpinan BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, Muhaimin SAg, MPd pimpinan Baznas Kab. Sleman, Pimpinan Ponpes Bumu Cendekia KH. M. Imam Azis. Bupati Sleman sangat mengapresiasi kegiatan Lumbung Pangan ini dan ucapan terimakasih karena telah menggulirkan program tersebut untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
BERITA18/09/2023 | Andung
Bantuan Korban Kebakaran
Bantuan Korban Kebakaran
LAB (Layanan Aktif Baznas ) Baznas Kabupaten Sleman bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Sleman pada hari Jumat 1 September 2023 melakukan kunjungan lapangan ke korban kebakaran warga Gamping Kidul, Kalurahan Ambarketawang Kecamatan Gamping, sekaligus penyerahan bantuan konsumtif Rp. 1 juta dan paket sembako untuk keluarga yang bersangkutan.
BERITA05/09/2023 | Andung
Pentasyarufan Bantuan Kesehatan
Pentasyarufan Bantuan Kesehatan
Ibu Sriyati warga Kebonagung Kecamatan Mlati Kab. Sleman merupakan pasien Haemodialisa (Cuci darah) di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM di Yogyakarta. Beliau pemegang Kartu Keluarga Miskin sudah 2 tahun ini melakukan cuci darah rutin seminggu 2 kali yaitu dihari Rabu dan Sabtu. Melalui program Sleman Sehat, Baznas Kabupaten Sleman memberikan bantuan Konsumtif berupa uang tunai Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah) serta paket Sembako untuk keperluan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan hidup yang lainnya
BERITA01/09/2023 | Andung
Studi Tiru Baznas Kota Bandung ke Baznas Kabupaten Sleman
Studi Tiru Baznas Kota Bandung ke Baznas Kabupaten Sleman
Pada hari Jumat 18 Agustus 2023 Baznas Kabupaten Sleman menerima kedatangan rombongan dari Baznas Kota Bandung Jawabarat. Rombongan tamu dipimpin oleh Ketua Baznas Kota Bandung DR. Ahmad Roziqin, M Ag berjumlah 18 orang terdiri dari unsur perwakilan Kesra 4 0rang, dari Pimpinan 4 orang dan sisanya unsur pelaksana. Diterima langsung oleh Ketua Baznas Sleman Drs. H. Kriswanto, MSc dilantai 3 kantor Baznas Sleman pertemuan berlangsung dengan lancar dan manfaat. Selain bersilaturahmi juga saling bertukar pengalaman antar ke dua lembaga khususnya dalam hal penghimpunan dan pendayagunaan dana ZIS ( Zakat Infaq Sadaqoh). Beberapa topik yang didiskusikan bersama terkait dengan : 1. Memaksimalkan peningkatan pengumpulan ZIS- DSKL secara masif dan terukur . Untuk hal ini Baznas Kab. Sleman banyak belajar dari tamu karena Penghimpunan tahun 2022 di kota Bandung mencapai Rp. 29,3 M sedangkan Sleman baru mencapai Rp. 9,5 M; 2. Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat dengan sistem manajemen berbasis web (Kantor Digital) untuk pelayanan yang lebih maksimal bagi muzaki, munfiq dan juga mustahik. Dalam hal ini Kota Bandung sedang dalam proses instalasi sedangkan di Kabupaten Sleman sudah dalam tahap operasionalisasi kantor digital. Rangkaian acara diakhiri dengan saling bertukar plakat dan foto bersama.
BERITA21/08/2023 | andung
Rapat pencairan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
Rapat pencairan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
pada hari Rabu tanggal 16 Agustus 2023 bertempat di Kantor Baznas Sleman telah diadakan rapat dari Bidang 2 (pak Muhaimin SAg MPd) tentang sosialisasi syarat2 pencairan untk bantuan Bedah Rumah/Rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Dihadiri oleh Dinas UPKP dan 6 perwakilan bedah rumah
BERITA16/08/2023 | andung
Yatim Ceria BAZNAS Sleman
Yatim Ceria BAZNAS Sleman
SLEMAN – Memperingati bulan Muharram 1445 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Program bertajuk Yatim Ceria. Yaitu berupa pemberian santunan sejumlah uang kepada anak yatim, di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohusodo, Sleman, pada Sabtu pagi (5/8/2023). Acara ini dihadiri oleh Bupati Sleman, perwakilan Pejabat Forkopimda se-Kabupaten Sleman. Dalam acara Yatim Ceria turut dimeriahkan oleh dongeng dari Kak Bimo – Pakar Dongeng Yogyakarta dan hiburan dari hadroh MI Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman pada kesempatan ini memberikan bantuan; santunan anak yatim kepada 430 anak (santunan per anak @ Rp 250.000,-) yang berasal dari 86 Kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman. Masing-masing Kalurahan kami berikan alokasi sekitar 5 orang anak untuk pemerataan. Nilai keseluruhan bantuan ini mencapai Rp 175.500.000,- . Momentum acara ini juga bertepatan dengan rangkaian kegiatan menyongsong peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Kabupaten Sleman. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (haram) dalam Islam. Pada tanggal 10 Muharram dikenal sebagai lebaran yatim, karena pada tanggal tersebut ada tradisi menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya, sehingga memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi para yatim seperti lebaran. Dalam ajaran agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Memberikan santunan anak yatim merupakan tindakan yang mulia dan mendatangkan berbagai pahala. Anak yatim adalah anak yang belum memasuki usia baligh namun telah ditinggal mati oleh ayahnya. Tidak hanya kehilangan sosok ayah, banyak di antara mereka yang hidup kekurangan sehingga membutuhkan uluran tangan kita. “Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki dan Donatur yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS dan mendukung terselenggaranya acara Yatim Ceria ini. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan dan mampu memberikan dukungan khususnya bagi para anak yatim ini untuk belajar maupun memenuhi kebutuhan sehari-harinya.” Ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman; Drs. Kriswanto, M.Sc. Pemberian santunan dari BAZNAS Sleman kepada 430 anak yatim tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada lima anak yatim dari berbagai wilayah di Sleman. Dalam sambutanya, Kustini berpesan agar anak yatim di Sleman harus selalu mendapatkan pendampingan serta motivasi, sehingga mereka dapat tumbuh optimal guna menggapai cita-citanya. Sebab, kesuksesan anak di masa depan, dapat terwujud jika diberikan dukungan sekaligus fasilitas yang mereka butuhkan, termasuk bagi anak yatim ini. “Tadi saya tanya kepada para yatim yang berkumpul di tempat ini. Ketika saya tanya cita-citanya, ada berbagai ragam jawabanya. Ada yang bilang ingin jadi polisi, jadi guru, jadi dokter, dan ada pula yang ingin jadi pemain sepak bola yang handal. Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan impiannya, mereka harus kita dukung. Salah satunya melalui program pendidikan gratis yang dimiliki Pemkab Sleman.” Kata Bupati Sleman. [S6]
BERITA10/08/2023 | Asitah
Tebar Kurban 2023 BAZNAS Sleman
Tebar Kurban 2023 BAZNAS Sleman
Memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan hewan kurban sapi kepada 4 masjid di Kabupaten Sleman. Prosesi penyerahan dilakukan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada perwakilan Takmir Masjid pada Kamis (29/6), Jumat (30/6) dan Sabtu (1/7/2023). Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan penyerahan hewan kurban merupakan bagian dari program Sleman Peduli, yang juga merupakan agenda tahunan BAZNAS KABUPATEN SLEMAN. Dana kurban ini berasal dari dana sohibul kurban yang dihimpun oleh BAZNAS dari donator dan bagian program pentasyarufan dana ZIS dalam rangka peningkatan gizi nasional. Pada tahun 2023 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman Sleman menyerahkan hewan kurban di 4 Kapanewon di antaranya, di Kapanewon Sleman, Tempel, Pakem, dan Turi. BAZNAS KABUPATEN SLEMAN juga menyerahkan Kurban 1 ekor Kambing untuk Panti Asuhan Al Kautsar – Jaban. Dari keempat lokasi tersebut, diserahkan sebanyak 4 sapi, 1 ekor kambing, dan bantuan biaya operasional sebesar Rp 1.000.000 untuk panitia setempat. Bupati, BAZNAS, dan unsur Muspika juga melakukan pantauan pemotongan hewan kurban di sejumlah lokasi yang tersebar di Kabupaten Sleman. Momentum perayaan hari raya Idul Adha dan Kurban ini menjadi sarana untuk mendukung program peningkatan gizi nasional melalui konsumsi daging kurban. Ibadah Kurban ini juga merupakan bentuk manifestasi empati dan kemanusiaan sesama. Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, menyampaikan ucapan selamat kepada warga yang menerima bantuan hewan kurban dari BAZNAS KABUPATEN SLEMAN. Bupatimengimbau, agar proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban dapat diperhatikan dengan baik. Sehingga kebersihan dan kualitas daging dapat tetap terjaga sampai saat diterima warga. “Alhamdulillah sudah diserahkan hewan kurban di empat Kapanewon. Semoga bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sleman ini dapat bermanfaat terutama bagi warga yang kurang mampu sehingga dapat menyehatkan dan memberikan dampak yang berlimpah,” ujar Kustini. Selain itu, Kustini menilai bantuan hewan kurban BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi wujud kepedulian bersama dalam rangka mengentaskan stunting di Kabupaten Sleman. Dengan upaya pemenuhan gizi tersebut, Kustini berharap kesejahteraan masyarakat pun turut meningkat.
BERITA04/07/2023 | SH
Hasil Ekspose Audit Syariah Itjen: BAZNAS Sleman Raih Hasil Sangat Baik
Hasil Ekspose Audit Syariah Itjen: BAZNAS Sleman Raih Hasil Sangat Baik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman Raih Nilai Kepatuhan Syariah dengan Predikat Sangat Baik dan predikat Transparan pada aspek nilai tranparansi. Hal tersebut disampaikan tim auditor syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI saat ekspose hasil audit syariah BAZNAS Kabupaten Sleman pada Kamis (15/6/2023). BAZNAS Kabupaten Sleman meraih Nilai Indeks Kepatuhan Syariah dengan predikat “Sangat Baik” dengan nilai 81,21 dan Nilai Indeks Transparansi sebesar 84,75 dengan predikat “Transparan”. Ketua Tim Auditor Syariah Itjen Kemenag RI untuk BAZNAS Kab. Sleman, M Huda menuturkan Audit Syariah dilakukan selama sepekan, Senin s/d Jumat (12-16/6/2023) bertujuan menjaga agar pengelolaan ZIS DSKL berjalan sesuai kepatuhan syariah, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kami sangat bersyukur hasil audit terhadap pengelolaan ZIS DSKL yang dilakukan BAZNAS Sleman telah memenuhi unsur kepatuhan syari’ah dan dilakukan dengan sangat baik. Pada kesempatan hari terakhir audit, Tim dan Pimpinan BAZNAS Kab. Sleman juga meninjau sejumlah penerima manfaat Program yakni Program Pemberdayaan Usaha dan Bedah Rumah RTLH di Kapanewon Turi Sleman. Kunjungan merupakan sampling untuk memastikan bahwa penerima manfaat telah sesuai asnaf atau tepat sasaran, bantuan yang diberikan juga semakin memberdayakan para mustahik penerima manfaat. Audit syariah yang dilakukan selama sepekan berjalan dengan baik dan menghasilkan nilai yang memuaskan. Hasil Ini akan memperkuat kelembagaan dan manajemen pengolalaan ZIS di BAZNAS Kabupaten Sleman, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengamanahkan pengelolaan dana zakatnya/ZIS di BAZNAS Kabupaten Sleman. Kami berterima kasih kepada tim Itjen yang telah memilih BAZNAS Kab. Sleman sebagai piloting audit syariah pada tahun 2023” Kata Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman.
BERITA03/07/2023 | AS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →