WhatsApp Icon
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI melalui optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Penguatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan zakat yang lebih mudah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus meningkatkan edukasi mengenai kewajiban menunaikan zakat.

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Acara dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

UPZ Perkuat Layanan Zakat bagi ASN

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan UPZ untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian.

Menurut Rizaludin, UPZ memiliki peran penting dalam membangun ekosistem layanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur,” ujar Rizaludin.

Ia berharap BAZNAS dapat terus memberikan fasilitas dan layanan yang dibutuhkan ASN agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan mudah dan sesuai ketentuan.

Pengelolaan Zakat Perlu Didukung Sistem yang Siap

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek.

Kesiapan tersebut mencakup penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, komunikasi dengan muzaki, hingga koordinasi antara BAZNAS dan UPZ.

Menurut Arifin, kesiapan tersebut diperlukan agar layanan kepada muzaki dapat diberikan secara cepat dan baik, sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat berjalan profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan syariat.

Penguatan UPZ juga sejalan dengan agenda BAZNAS RI dalam memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Pada September 2026, BAZNAS RI juga menggelar rapat evaluasi pengelolaan zakat kementerian dan lembaga untuk memperkuat pelayanan kepada ASN dan kesiapan UPZ.

Edukasi Zakat untuk ASN Perlu Berkelanjutan

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Mohan menilai optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat mengenai kewajiban zakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait nisab, haul, objek zakat, serta mekanisme penunaian zakat.

Dengan demikian, UPZ tidak hanya berfungsi dalam aspek administrasi penghimpunan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari layanan dan edukasi zakat di lingkungan instansi.

UPZ Kemenhut Didorong Profesional dan Berkelanjutan

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kemenhut Irfan Mudofar mengatakan pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas administratif. Menurutnya, pengelolaan zakat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Ia menilai UPZ bersama petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan proses pengelolaan zakat berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ Kemenhut periode 2026–2030, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong tersedianya layanan zakat yang terintegrasi, mudah diakses, serta didukung edukasi yang berkelanjutan bagi ASN.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.***

23/09/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi

BAZNAS Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan 182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati yang berhasil menjalani graduasi menuju kemandirian. 

Capaian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., saat menghadiri kegiatan Apresiasi KPM PKH Kapanewon Mlati 2026 bertema “Dari Bantuan Menuju Kemandirian Berdaya” di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum pemberian penghargaan kepada KPM PKH yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan sosial melalui proses graduasi mandiri maupun program pemberdayaan sosial ekonomi.

Muhyi mengatakan, BAZNAS Kabupaten Sleman turut bersyukur atas capaian yang diraih Kapanewon Mlati. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam mendorong kemandirian masyarakat mulai menunjukkan hasil.

“Kita ikut bersyukur karena ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan pemerintah dan lembaga sosial keagamaan. Ada keberhasilan yang cukup signifikan. Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ungkap Muhyi.

BAZNAS Dorong Sinergi Pemberdayaan Masyarakat

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial keagamaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Muhyi menilai, proses graduasi tidak hanya menunjukkan bahwa penerima manfaat telah keluar dari bantuan sosial, tetapi juga menjadi indikator adanya proses pendampingan dan pemberdayaan yang berjalan.

Upaya seperti peningkatan kapasitas ekonomi, pengembangan usaha, serta pendampingan masyarakat dinilai penting agar keluarga penerima manfaat dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

“Harapan ke depan kesejahteraan masyarakat betul-betul bisa tercapai,” ujar Muhyi.

BAZNAS Kabupaten Sleman sendiri memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.

184 KPM Mlati Berhasil Graduasi

Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa graduasi KPM PKH merupakan bagian dari upaya Kapanewon Mlati mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan, edukasi, peningkatan kapasitas ekonomi, dan pemberdayaan.

Kapanewon Mlati menargetkan 222 KPM dapat menjalani graduasi pada 2026. Dari proses yang telah berjalan, sebanyak 103 KPM graduasi mandiri, sedangkan 79 KPM mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program PPSE meliputi proses pendampingan, peningkatan kapasitas ekonomi, hingga rintisan usaha. KPM juga mendapatkan dukungan pengembangan usaha senilai Rp5 juta untuk meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini bisa melaksanakan graduasi. Melakukan pendampingan dan edukasi agar mandiri, agar lulus graduasi,” kata Dyah.

Kapanewon Mlati memiliki 12 pendamping PKH yang masing-masing mendampingi sekitar 200 hingga 300 KPM. Pendampingan dilakukan untuk membantu KPM meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekonomi hingga mampu mandiri.

Dalam kegiatan apresiasi tersebut, sebanyak 50 KPM menerima sertifikat graduasi secara simbolis. Sejumlah KPM yang telah mengembangkan usaha juga memamerkan produk UMKM mereka, antara lain telur, dawet, nasi kuning, dan produk makanan lainnya.

Kemandirian Jadi Langkah Lanjutan

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin, S.I.P., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi keluarga yang telah berhasil keluar dari kepesertaan bantuan PKH.

Menurut Wildan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keluarga yang sebelumnya menerima bantuan kini menyatakan diri memasuki fase mandiri.

Ia berharap keluarga yang telah graduasi dapat terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraannya serta tidak melupakan semangat kebersamaan dengan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

Sementara itu, kegiatan apresiasi juga menampilkan sejumlah produk usaha milik KPM PKH yang telah berkembang. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kemandirian.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, capaian graduasi KPM PKH di Mlati menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam membangun kemandirian masyarakat. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial keagamaan, pendamping, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Sleman.***

22/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman

Kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan komunitas olahraga padel di Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Padel Charity For NTT, Klub Everyday Padel Jogja dan Padel United Sleman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp5.649.000 untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut berlangsung di Padel Rocket, Sidomoyo, Godean, Sleman, pada Selasa (15/9/2026). Penggalangan donasi dilaksanakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun pertama Padel Rocket.

Pemilik Padel Rocket, Nurul Atik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif penggalangan dana yang dilakukan oleh klub padel yang menjadi pelanggan lapangan tersebut.

Menurut Nurul Atik, penggalangan donasi sengaja dilakukan secara langsung menggunakan kotak atau kantong donasi. Cara tersebut dipilih agar setiap orang dapat berdonasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya.

“Yang penting ikhlas. Insyaallah berkah barokah untuk kita semua,” ungkap Nurul.

Kegiatan Padel Charity For NTT dilaksanakan sebelum para peserta bermain padel. Salah satu anggota Everyday Padel Jogja sekaligus pembawa acara, Ofix Nuhansyah, berkeliling membawa kantong donasi dan mempersilakan peserta untuk memberikan sumbangan.

Dari penggalangan tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp5.649.000. Donasi kemudian diserahkan secara simbolis oleh Nurul Atik kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan terima kasih kepada komunitas padel yang telah memilih menyalurkan donasi untuk NTT melalui BAZNAS Sleman.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang menggalang dana untuk NTT melalui Padel Charity. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhyi.

Muhyi juga menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/9/2026), total donasi yang telah terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk membantu korban bencana di NTT mencapai sekitar Rp214 juta.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sleman dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Muhyi.

Selain penggalangan dana, perayaan satu tahun Padel Rocket juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para peserta melalui aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara di NTT.

Melalui kegiatan ini, komunitas olahraga padel tidak hanya mempererat kebersamaan melalui olahraga, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

 

Donasi yang dihimpun selanjutnya dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Sleman untuk mendukung penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di NTT.***

17/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026

BAZNAS Kabupaten Sleman menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta untuk mendukung pelaksanaan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memperkuat program pendidikan keagamaan dan mewujudkan generasi Qurani di Kabupaten Sleman.

Persiapan kegiatan dibahas dalam Rapat Persiapan TBQ 2026 yang digelar di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman, Kamis (10/9/2026). Rapat dihadiri panitia inti dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Muhaimin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Sleman.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kebutuhan penyelenggaraan wisuda. BAZNAS Kabupaten Sleman dalam kegiatan ini berperan sebagai pendukung acara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pendanaan, dengan komitmen bantuan sebesar Rp80 juta.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sleman untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.

Dorong Generasi Sleman Cinta Al-Qur'an

Kegiatan yang mengusung nama “Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an Murid Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Sleman Tahun 2026” tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Cerdas, Berkarakter, Berakhlak Mulia, dan Cinta Al-Qur'an.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memberikan apresiasi kepada murid SD Negeri yang telah dinyatakan lulus asesmen Tuntas Baca Al-Qur'an.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat Sleman Religius, khususnya dalam membiasakan anak-anak mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini.

Selain memberikan apresiasi kepada peserta didik, kegiatan TBQ juga diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Digelar November 2026

Wisuda Tuntas Baca Al-Qur'an 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, di Prima SR Hotel and Convention Yogyakarta, Jalan Magelang No. 11, Dukuh, Tridadi, Sleman.

Peserta kegiatan mencakup murid SD Negeri yang telah lulus uji kompetensi membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kegiatan juga akan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, pengawas PAI, orang tua atau wali peserta, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan, Kemenag Kabupaten Sleman, dan BAZNAS Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Melalui dukungan pendanaan sebesar Rp80 juta, BAZNAS Sleman turut mengambil peran dalam mendukung terselenggaranya kegiatan yang mendorong peningkatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Kabupaten Sleman.

Sinergi antara BAZNAS, Kemenag, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Sleman yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta Al-Qur'an.***

11/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diserahkan di Kantor TP PKK Kabupaten Sleman pada Selasa (8/9/2026).

Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TP PKK Kabupaten Sleman terhadap masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Selanjutnya, bantuan akan dihimpun bersama donasi lainnya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai arahan dan kebutuhan di lapangan.

Penyerahan bantuan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Parmilah, S.E., Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman R. Ay. Sri Habsari Suprobo Dewi, S.E., sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. beserta staf, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo, S.T.P., S.Sos.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah, menyampaikan rasa syukur karena TP PKK Kabupaten Sleman dapat turut memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT.

“Kami memberikan empati, dukungan untuk saudara kita yang jauh di sana. Yang bisa disalurkan melalui BAZNAS Sleman,” ungkapnya.

Menurut Parmilah, bantuan tersebut berasal dari dana yang dihimpun dari jajaran TP PKK di tingkat kapanewon hingga kalurahan. Dana tersebut memang disiapkan sebagai bentuk kepedulian apabila terjadi bencana di berbagai wilayah.

“Ini bukan dana APBD, ini murni dari ibu-ibu PKK yang berdonasi mulai dari seribu, dua ribu,” jelasnya.

Ia mengatakan, TP PKK Kabupaten Sleman berupaya agar kepedulian tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Sleman juga telah memberikan donasi untuk membantu korban longsor di Aceh Tamiang.

“Semoga ke depan kami juga masih bisa berdonasi. Kami bagi-bagi tidak hanya satu tempat, apa yang mereka sumbangkan bisa bermanfaat di berbagai tempat,” ujarnya.

Parmilah berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga terdampak bencana di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TP PKK Kabupaten Sleman yang telah menggalang donasi untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Kami secara internal ada anggaran itu dialokasikan untuk ketika ada musibah atau bencana di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Muhyi.

Muhyi menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga memiliki perhatian terhadap penanganan berbagai kondisi kebencanaan dan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Sleman. Di antaranya dampak El Nino berupa kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih bersama BPBD Sleman di wilayah Girikerto, Turi. Selain itu, sejumlah laporan terkait kebakaran, pohon tumbang, hingga persoalan keluarga juga menjadi bagian dari respons sosial BAZNAS Sleman sesuai kemampuan dan kebutuhan.

“Untuk donasi update sampai kemarin sore terkumpul Rp63 juta sekian. InsyaAllah kami menerima donasi ini dengan suka cita dan gembira,” ungkap Muhyi.

Terkait penyaluran donasi untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, BAZNAS Kabupaten Sleman akan mengikuti arahan Bupati Sleman agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Muhyi berharap kepedulian yang ditunjukkan TP PKK Kabupaten Sleman dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS Kabupaten Sleman, semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh, sehingga kepedulian dari masyarakat Sleman dapat memberikan manfaat lebih luas bagi saudara-saudara yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.***

08/09/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Optimalisasi Zakat di Dunia Pendidikan, BAZNAS Sleman Adakan Pembinaan UPZ Sekolah 2025
Optimalisasi Zakat di Dunia Pendidikan, BAZNAS Sleman Adakan Pembinaan UPZ Sekolah 2025
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda tahunan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi sekolah dan madrasah di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pangripta Bappeda Sleman pada Rabu, 16 Juli 2025 dan diikuti oleh 66 perwakilan sekolah/madrasah negeri se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah strategis BAZNAS Sleman dalam mengoptimalkan penghimpunan ZIS serta membangun kesadaran zakat di dunia pendidikan untuk memberdayakan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat. Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Sleman, di antaranya Wakil Ketua 1 Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Selain itu, turut hadir Kepala Seksi PAIS dan PLT ZAWA Kemenag Sleman Ali Afandi, S.Ag., serta PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, S.Sos., M.M. Sinergi Dunia Pendidikan dan Gerakan Zakat Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Muhyi Darmaji, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan zakat. “Institusi pendidikan adalah pilar penting dalam membentuk generasi yang peduli sosial dan memiliki kontribusi nyata melalui ZIS. Kami mengajak sekolah untuk lebih aktif dalam peran UPZ sebagai motor penggerak penghimpunan zakat di lingkungan pendidikan,” ujarnya. Muhyi menambahkan, penghimpunan ZIS oleh BAZNAS Sleman pada Semester I tahun 2025 telah mencapai Rp6 miliar, dengan penyaluran sebesar Rp4,5 miliar yang memberi manfaat bagi sekitar 27.000 mustahik melalui berbagai program pemberdayaan dan sosial. Dari total penghimpunan tersebut, kontribusi UPZ sekolah mencapai 34%, menunjukkan potensi strategis sekolah dalam menggerakkan ekonomi umat. Apresiasi untuk UPZ Berprestasi Dalam acara tersebut, BAZNAS Sleman juga memberikan penghargaan kepada UPZ sekolah dengan kontribusi terbaik dalam penghimpun ZIS terbanyak, aktif dalam pelaporan data serta penggunaan dana yang transparan, yaitu MAN 3 Sleman,, SMPN 1 Ngemplak, dan TK & SD Model Sleman. Wakil Ketua 1, dr. Andung, menekankan pentingnya pengelolaan dana ZIS secara amanah dan akuntabel. “Dana zakat yang dihimpun adalah amanah umat. Semua harus dikelola sesuai syariat dan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegasnya. Dorongan Peran Aktif Guru dan Siswa Kepala Seksi PAIS Kemenag Sleman, Ali Afandi, S.Ag., berharap sekolah dapat menjadi pelopor gerakan zakat seperti halnya program manasik haji yang sudah berjalan baik. “Kami berharap zakat dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf termotivasi untuk menunaikan ZIS,” katanya. Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam memberdayakan UPZ sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi seluruh sekolah untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menjadi bagian dari gerakan zakat di Sleman. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang pelaporan ZIS, strategi penguatan UPZ sekolah/madrasah, dan program pendistribusian BAZNAS Sleman. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang antusias diikuti para peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan UPZ sekolah di Kabupaten Sleman semakin optimal dalam mengelola dan menghimpun ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan pemerataan ekonomi di masyarakat.***
BERITA17/07/2025 | AYW./
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY untuk Tingkatkan Sinergi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Sleman Hadiri Rakorda BAZNAS se-DIY untuk Tingkatkan Sinergi Pengelolaan Zakat
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan BAZNAS Sleman dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY, yang digelar pada Selasa, 15 Juli 2025 di Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta. Rakorda ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Provinsi DIY serta seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, termasuk Direktur Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta dan perwakilan staf pelaksana dari masing-masing lembaga. Dari BAZNAS Sleman, hadir Ketua Drs. Kriswanto, M.Sc., Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Kepala Pelaksana Arif Hidayat, S.Kom. Sinergi Program Zakat untuk Sleman dan DIY Kegiatan Rakorda ini bertujuan memperkuat koordinasi dan memastikan implementasi pengelolaan zakat berjalan lebih optimal dan akuntabel. Salah satu agenda utama adalah evaluasi kinerja pengelolaan zakat tahun 2025 serta penyusunan dokumen perencanaan untuk tahun 2026. Rakorda juga membahas penggunaan sistem aplikasi baru berbasis integrasi untuk Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) yang akan mulai diimplementasikan tahun 2026. Sistem ini diharapkan mampu mempermudah pelaporan dan memastikan distribusi zakat, infak, dan sedekah yang lebih merata kepada masyarakat yang berhak menerima. Dalam sesi sharing, BAZNAS Sleman, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., memaparkan sejumlah koordinasi strategis yang telah dijalankan, di antaranya:? Kerja sama penyaluran zakat dengan pihak ketiga seperti POLDA DIY.? Program pembinaan bersama Lapas Sleman melalui Madrasah Al-Qur’an, yang juga menggandeng Kemenag dan POLDA.? Penyusunan rencana anggaran yang sesuai dengan prosedur pelaporan nasional, termasuk pengisian data melalui Sistem Manajemen BAZNAS (SIMBA). Komitmen BAZNAS Sleman untuk Mustahik Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi antara BAZNAS Provinsi DIY dan BAZNAS Kabupaten/Kota. “Melalui Rakorda, kita bisa menyinkronkan langkah-langkah strategis agar penghimpunan dan pendistribusian zakat semakin optimal. Dengan sinergi yang kuat, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mustahik di Sleman maupun DIY secara keseluruhan,” ujarnya. Selain membahas rencana kerja dan anggaran, Rakorda juga menjadi wadah untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam program pemberdayaan ekonomi umat, distribusi zakat, dan inovasi layanan berbasis teknologi digital. Optimalisasi Program Zakat di Era Digital Ke depan, BAZNAS Sleman berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan, tidak hanya dalam penghimpunan tetapi juga pendistribusian zakat, infak, dan sedekah. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, diharapkan proses penyaluran zakat semakin transparan, cepat, dan tepat sasaran. “Kolaborasi ini menjadi kunci agar masyarakat semakin percaya untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Dukungan seluruh pihak sangat kami harapkan agar program-program zakat di Sleman bisa terus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” tambah Kriswanto. Rakorda BAZNAS se-DIY ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi bersama untuk penguatan peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia. Harapannya, keberadaan BAZNAS mampu membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.*** Bayar zakat, infaq, sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, klik link: https://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA16/07/2025 | AYW./
Fidyah Ramadan 2025: BAZNAS Sleman Salurkan 981 Paket Makanan ke PHL melalui Tiga Dinas
Fidyah Ramadan 2025: BAZNAS Sleman Salurkan 981 Paket Makanan ke PHL melalui Tiga Dinas
Sleman – BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan fidyah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Penyaluran fidyah ini dilakukan melalui tiga dinas, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP). Kegiatan pendistribusian ini berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025, mulai pukul 07.00 WIB. Total sebanyak 981 paket makanan dibagikan langsung kepada para pekerja lapangan di tiga instansi tersebut. Rinciannya, 364 paket disalurkan untuk tenaga PHL DLH Sleman, 68 paket untuk pegawai lapangan Dishub Sleman, dan 549 paket untuk pegawai lapangan PUPKP Sleman. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., turut hadir langsung dalam penyerahan fidyah di DLH Sleman. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Peduli BAZNAS Sleman untuk memastikan fidyah yang dititipkan masyarakat dapat tersalurkan tepat sasaran. “Fidyah yang kami distribusikan ini merupakan amanah dari masyarakat yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena kondisi tertentu. Kami ingin memastikan bahwa amanah ini sampai kepada mereka yang berhak,” ungkap Kriswanto. Sementara itu, penyerahan fidyah di Dishub Sleman diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., bersama Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhaimin, S.Ag., M.Pd. Sedangkan di PUPKP Sleman, pendistribusian fidyah dilakukan oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Pada tahap pertama penyaluran ini, BAZNAS Sleman menyalurkan fidyah dengan total nilai Rp17.820.000. Setiap paket makanan berisi nasi, bistik galantin (2 pcs), balado kentang, sayur kalasan, dan air mineral kemasan gelas. Apa Itu Fidyah? Fidyah adalah denda yang wajib dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit parah, usia lanjut, ibu hamil atau menyusui yang khawatir dengan kondisi dirinya atau bayinya, serta orang dalam perjalanan jauh. Fidyah dibayarkan dalam bentuk memberikan makanan kepada fakir miskin, sebagai ganti hari-hari puasa yang ditinggalkan. Dengan menyalurkan fidyah melalui BAZNAS Sleman, masyarakat dapat memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan tersampaikan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan. “InsyaAllah fidyah yang ditunaikan menjadi berkah bagi yang memberi dan bermanfaat bagi yang menerima,” tutup Kriswanto.***
BERITA11/07/2025 | AYW./
Rihlah Yatim Bahagia: BAZNAS Sleman Ajak 30 Anak Yatim Liburan Sambut 10 Muharram 1447 H
Rihlah Yatim Bahagia: BAZNAS Sleman Ajak 30 Anak Yatim Liburan Sambut 10 Muharram 1447 H
Sleman – Senyum ceria terpancar di wajah 30 anak yatim saat mereka diajak menikmati wisata edukasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan bertajuk “Rihlah Yatim Bahagia” ini diadakan sebagai bentuk syukur dalam menyambut 10 Muharram 1447 H, yang juga dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim. Anak-anak yatim dari dua panti asuhan dan pondok pesantren di Sleman dibawa untuk menjelajahi keindahan Lawu Park, Karanganyar, serta berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Surakarta, Jawa Tengah. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari program Sleman Peduli BAZNAS Sleman, sekaligus hasil kolaborasi bersama BAZNAS DIY, Bantul, dan Gunungkidul dalam pentasyarufan bersama. “Program ini menjadi upaya kami menghadirkan kebahagiaan untuk anak-anak yatim. Kami ingin mereka merasakan liburan yang berkesan, meskipun selama ini mungkin belum pernah mendapat kesempatan seperti ini,” katanya. Rihlah Anak Yatim : Liburan yang Penuh Makna Sebanyak 15 anak berasal dari Panti Asuhan Muhammadiyah Ukhuwwatul Aitam, Berbah, dan 15 lainnya dari Panti Asuhan serta Pondok Pesantren Zuhriyah, Ngaglik. Mereka terlihat begitu antusias saat menikmati berbagai wahana di Lawu Park yang penuh dengan nuansa alam dan edukasi. Pendamping dari PAPP Zuhriyah, Muhammad Wildan Firdaus, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, anak-anak sangat senang. Ini tidak hanya jadi ajang liburan, tetapi juga meningkatkan kekompakan mereka setelah penatnya ujian dan kegiatan di pondok,” katanya. Ahmad, salah satu anak dari PAPP Zuhriyah, mengaku acara ini sangat berkesan. “Bagi kami, jalan-jalan seperti ini adalah hal yang mustahil karena kondisi ekonomi keluarga. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman. Semoga program seperti ini terus berlanjut untuk anak-anak seperti kami,” ungkapnya. Kebahagiaan yang Menular Sementara itu, pendamping dari PAPP Ukhuwwatul Aitam, H. Khasmino Anwar, juga turut menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat gembira. Terima kasih kepada BAZNAS Sleman yang sudah memberikan kebahagiaan ini. Semoga ke depan program seperti ini terus ada dan bergilir untuk anak-anak lainnya,” ujarnya penuh syukur. Hafiz Dwi Nur Aditya (12), santri dari PAPP Ukhuwwatul Aitam, tak kuasa menyembunyikan rasa senangnya. “Seru sekali, saya belum pernah jalan-jalan sejauh ini. Ini pertama kalinya saya ke Lawu Park. Semoga tahun depan ada lagi,” katanya penuh semangat. Komitmen untuk Anak Yatim dan Dhuafa Kegiatan Rihlah Yatim Bahagia menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Program ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mendorong anak-anak yatim untuk terus semangat meraih cita-cita. “Semoga sinergi yang terjalin antara BAZNAS Sleman, DIY, Bantul, dan Gunungkidul ini bisa menghadirkan lebih banyak manfaat dan menjangkau lebih banyak anak yatim di masa mendatang,” tutup Kriswanto.***
BERITA07/07/2025 | AYW./
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan 1000 Tas dan Peralatan Sekolah ke 1000 Siswa SD
Program Sleman Cerdas: BAZNAS Sleman Bagikan 1000 Tas dan Peralatan Sekolah ke 1000 Siswa SD
Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program Sleman Cerdas. Pada tahun 2025 ini, BAZNAS Sleman melaksanakan kegiatan bertajuk “Program Pembagian 1000 Tas dan Peralatan Sekolah” yang ditujukan bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) tidak mampu di seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menyasar 1000 siswa dari keluarga prasejahtera yang tersebar di 17 kapanewon (kecamatan) di Sleman. Pembagian bantuan dilakukan secara bertahap mulai bulan Juni hingga Juli 2025 oleh masing-masing koordinator wilayah pendidikan di setiap kecamatan. Ketua BAZNAS Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan, program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu sekaligus mendukung semangat belajar para siswa. “Setiap anak yang menerima bantuan mendapatkan paket berupa tas sekolah lengkap dengan peralatan tulis-menulis. Harapannya, program ini bisa memotivasi mereka agar lebih semangat menempuh pendidikan,” ujarnya. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp200 juta. Bantuan disalurkan ke hampir 500 sekolah dasar di Kabupaten Sleman, dengan setiap sekolah menerima 1 hingga 4 paket bantuan. Jumlah paket yang diterima setiap sekolah disesuaikan dengan laporan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari sekolah masing-masing. Dengan adanya program Sleman Cerdas, BAZNAS Sleman berharap dapat mendukung terwujudnya generasi penerus yang lebih cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat yang tepat sasaran dan transparan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga melalui program ini, anak-anak di Sleman semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-cita mereka tanpa terkendala kebutuhan dasar pendidikan,” pungkas Kriswanto.***
BERITA04/07/2025 | AYW./
Peresmian Rumah Baru Ibu Fajarwati oleh BAZNAS Sleman bersama Sekda Sleman & STAK Yogyakarta
Peresmian Rumah Baru Ibu Fajarwati oleh BAZNAS Sleman bersama Sekda Sleman & STAK Yogyakarta
Sabtu 21 Juni 2025, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama, Sekda Sleman, Polresta Sleman, Stak Yogyakarta dan Jajaran Pemda Kabupaten Sleman meresmikan Bantuan Bedah Rumah - Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Fajarwati di Pedukuhan Biru, Trihanggo, Gamping Sleman. Bantuan ini disalurkan melalui Program Bedah Rumah (Sleman Peduli) BAZNAS Kabupaten Sleman senilai Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah). Proses bedah rumah ini dimulai pada bulan Januari 2025 dan memakan waktu kurang lebih 6 bulan. Proses pembangunan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat setempat secara gotong royong. Namun lebih dari sekadar nilai material, yang membuat program ini istimewa adalah semangat kebersamaan dan gotong royong yang menyertainya. Rumah ini tak akan berdiri kokoh tanpa dukungan luar biasa dari masyarakat sekitar, para relawan STAK, aparat Kepolisian/TNI, serta para mitra donator/ Muzaki yang tergerak untuk memberikan bantuan dalam berbagai bentuk—tenaga, waktu, dan sumber daya. Ini adalah bukti nyata bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya ketika dilakukan bersama. Rumah yang kita resmikan hari ini bukan hanya bangunan fisik semata, melainkan juga simbol harapan, kepedulian, dan kebangkitan. Semoga rumah baru ini memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi Ibu Fajarwati dan keluarga, serta menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik. BAZNAS ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI/Polri, Relawan dan masyarakat semua pihak yang telah terlibat. Semoga Allah SWT membalas amal ibadah dan kebaikan Bapak/Ibu semua dengan pahala yang berlipat ganda. Pada Tahun 2025 Ini BAZNAS berencana melaksanakan Program Bedah Rumah sejumlah 50 unit se-Kabupaten Sleman, Alokasi untuk kurang lebih 3 rumah per Kapanewon. Mohon doanya semoga target Pengumpulan ZIS BAZNAS Sleman tahun 2025 dapat tercapai , sehingga semakin banyak warga kurang mampu di Sleman yang terbantu melalui program-program BAZNAS Sleman, seperti Ibu Fajarwati ini.
BERITA23/06/2025 | AS6
BAZNAS Sleman Laksanakan Pemotongan 25 Ekor Domba Kurban dari BAZNAS RI
BAZNAS Sleman Laksanakan Pemotongan 25 Ekor Domba Kurban dari BAZNAS RI
Sleman, 9 Juni 2025 – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idul Adha sekaligus memperkuat program pemberdayaan peternak lokal, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa 25 ekor domba. Hewan kurban ini merupakan bantuan dari sohibul melalui BAZNAS RI, dengan seluruh domba berasal dari Balai Ternak Merdikorejo, Sleman sebagai bagian dari program pemberdayaan peternak lokal yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Proses pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kentungan, Condongcatur, dengan memastikan seluruh tahapan penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan dan kaidah syariat Islam. Tim dari BAZNAS Sleman bersama petugas RPH mengawasi setiap tahapan penyembelihan guna memastikan kualitas daging kurban tetap terjaga. Setelah proses pemotongan, daging kurban segera dikemas dan didistribusikan kepada 25 panti asuhan dan pondok pesantren yang telah megajukan proposal dan ditentukan sebelumnya. Pendataan penerima manfaat dilakukan secara sistematis agar distribusi daging dapat tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan. Para penerima manfaat menyambut dengan penuh rasa syukur, karena daging kurban menjadi sumber makanan bernutrisi bagi anak-anak yatim dan para santri. Keberhasilan program kurban tahun ini tak lepas dari peran Balai Ternak Merdikorejo, Sleman, yang berkontribusi dalam menyediakan domba kurban. Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan peternak lokal, di mana BAZNAS secara aktif membina peternak kecil agar mampu menghasilkan ternak berkualitas yang layak dijadikan kurban. Selain itu, program ini juga mendorong praktik peternakan berkelanjutan dengan memastikan kesehatan dan kesejahteraan hewan yang dipelihara. Melalui program ini, peternak lokal memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik, serta semakin memahami standar kesejahteraan hewan dan manajemen peternakan yang optimal. BAZNAS Sleman mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program kurban tahun ini, terutama kepada sohibul kurban, para donatur, serta tim pelaksana di lapangan. Tanpa dukungan mereka, program ini tidak akan berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mudhohi di seluruh Indonesia yang telah mempercayakan kurbannya melalui BAZNAS Republik Indonesia. Demikian juga khususnya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mempercayakan juga penyerahan hewan kurbannya melalui BAZNAS Republik Indonesia. Selain sebagai bentuk ibadah, program kurban ini juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, dan para donatur. Dengan adanya kolaborasi yang baik, diharapkan program serupa dapat terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, BAZNAS berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan peternak lokal agar lebih banyak peternak kecil yang dapat terlibat dalam ekosistem ini. Dengan begitu, kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi peternak dan masyarakat yang membutuhkan. Semoga semangat berbagi terus tumbuh, mempererat tali persaudaraan, serta mengokohkan nilai-nilai kebajikan di lingkungan kita.
BERITA09/06/2025 | AS6
Kurban Berkah BAZNAS Sleman 2025: Cahaya bagi Mudhohi dan Mustahik
Kurban Berkah BAZNAS Sleman 2025: Cahaya bagi Mudhohi dan Mustahik
Sleman, 7 Juni 2025 – Suasana penuh kebahagiaan dan keberkahan menyelimuti dua lokasi penyelenggaraan Kurban Berkah BAZNAS Sleman (KBB) di Kalurahan Margoagung-Seyegan dan Mororejo-Tempel. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu 7 Juni 2025 menjadi bukti nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi yang terus tumbuh di tengah masyarakat. BAZNAS menyembelih 2 ekor sapi di lokasi Kurban tersebut. Acara kurban ini berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., yang mewakili Bupati Sleman, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap program kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Tidak hanya menjadi ajang ibadah, program Kurban Berkah BAZNAS Sleman juga memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial melalui partisipasi berbagai lembaga dan individu. Berkat kontribusi dari Bank Sleman Syariah, Bank Sleman, Sohibul Perorangan, serta para Munfik BAZNAS Sleman, program ini mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Daging kurban yang telah disembelih kemudian didistribusikan kepada masyarakat Margoagung dan Mororejo. Dengan harapan, keberkahan kurban ini tidak hanya sebatas perayaan tahunan, tetapi juga mampu menjadi penguat bagi semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga wujud nyata dari rasa syukur serta kepedulian terhadap sesama. Program ini semakin membuktikan bahwa dengan kebersamaan dan semangat berbagi, kesejahteraan dapat terwujud bagi lebih banyak orang. BAZNAS Sleman berharap agar keberkahan ini terus mengalir dan semakin membawa manfaat bagi masyarakat. Semoga semangat berbagi terus tumbuh, mempererat tali persaudaraan, serta mengokohkan nilai-nilai kebajikan di lingkungan kita.
BERITA07/06/2025 | AS6
Peringati Hari Jadi Sleman ke 109 BAZNAS Salurkan Sejumlah Bantuan ke 86 Kalurahan
Peringati Hari Jadi Sleman ke 109 BAZNAS Salurkan Sejumlah Bantuan ke 86 Kalurahan
Pada peringatan Hari Jadi 109 ini BAZNAS Sleman menyalurkan sejumlah Bantuan diantaranya Paket Sembako dan santunan Anak yatim di 86 Kalurahan, Bantuan RTLH di 17 Kapanewon, Sunatan massal di Puskesmas Pembantu Berbah, dan Operasi Katarak di RSUD Sleman. Dengan total penerima Manfaat sebanyak 2.600 orang warga yang membutuhkan dan warga kurang mampu. Selamat Hari Jadi Kabupaten Sleman yang ke-109. Mari bersama-sama meraih kejayaan untuk mencapai semua harapan yang sesungguhnya."Gumolong Hanggayuh Mukti"Dirgahayu Kabupaten Sleman#HUTSleman#HUT109Sleman#HariJadiSleman
BERITA15/05/2025 | AH
BAZNAS DIY dan Sleman Gelar Rapat Assessment Pendirian Kampung Berkah di Kalurahan Mororejo Tempel
BAZNAS DIY dan Sleman Gelar Rapat Assessment Pendirian Kampung Berkah di Kalurahan Mororejo Tempel
Sleman, 7 Mei 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama BAZNAS Sleman mengadakan rapat koordinasi dan assessment untuk pendirian Kampung Berkah di Kalurahan Mororejo, Tempel. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat Mororejo agar program Kampung Berkah dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Rapat ini melibatkan berbagai pihak terkait yang berperan penting dalam keberhasilan program, di antaranya pamong kalurahan, Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama (Kemnag), Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, serta Dinas Pertanian. Dengan keterlibatan banyak stakeholder, diharapkan Kampung Berkah tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi, pertanian, dan kesejahteraan sosial di Mororejo. Menurut Ketua BAZNAS DIY, program Kampung Berkah merupakan upaya strategis dalam memberdayakan masyarakat berbasis zakat dan wakaf. "Kami ingin memastikan bahwa Mororejo dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan dana zakat untuk kesejahteraan masyarakat. Assessment yang kami lakukan hari ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi terbaik bagi program ini," ujarnya. Selama rapat berlangsung, berbagai aspek dipertimbangkan dalam pemetaan Kampung Berkah. Tim dari BAZNAS bersama stakeholder terkait mengidentifikasi potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, termasuk sektor pertanian dan usaha mikro yang dapat diberdayakan melalui dana zakat dan program pembinaan. Selain itu, faktor sosial dan pendidikan juga menjadi perhatian utama. Dinas Pertanian, misalnya, menyampaikan program pelatihan bagi masyarakat agar mereka mampu mengelola lahan secara produktif. Sementara Kementerian Agama menekankan pentingnya pembinaan keagamaan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual warga. Pamong Kalurahan Mororejo menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program Kampung Berkah. "Kami sangat berterima kasih atas perhatian BAZNAS terhadap Mororejo. Kami berharap program ini dapat membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga," ujar salah satu pamong kalurahan. Assessment ini menandai tahap awal dari implementasi Kampung Berkah. Setelah pemetaan selesai, BAZNAS DIY dan Sleman akan menyusun rencana kerja yang mencakup pelatihan keterampilan, bantuan ekonomi, dan penguatan komunitas berbasis zakat. Dengan adanya program Kampung Berkah, diharapkan Kalurahan Mororejo dapat berkembang sebagai contoh kawasan pemberdayaan berbasis zakat yang berkelanjutan dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Para pihak yang terlibat optimis bahwa dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Mororejo.
BERITA07/05/2025 | AH
Peringatan Hari Jadi Sleman ke-109 BAZNAS dan Pemda Sleman Berikan Bantuan Sosial di 17 Kapanewon
Peringatan Hari Jadi Sleman ke-109 BAZNAS dan Pemda Sleman Berikan Bantuan Sosial di 17 Kapanewon
Sleman, — Memperingati hari jadi ke-109, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar rangkaian kegiatan sosial yang langsung menyasar kebutuhan warga. Kegiatan bakti sosial ini terlaksana atas kerja sama antara Pemkab Sleman dan BAZNAS Sleman, dan mencakup 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Salah satu bentuk penyaluran bantuan berlangsung di Balai Kalurahan Wukirharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/5/2025) berupa penyerahan 1 RTLH, 225 paket sembako, dan santunan untuk lima orang anak yatim. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, menekankan bahwa kegiatan ini sebagai pengejawantahan dari semangat tema HUT ke-109 Kabupaten Sleman yakni Gumolong Hanggayuh Mukti yang berarti bersatu meraih kejayaan. “Kita dorong semangat guyub, rukun, dan bersatu kembali. Pemerintah tidak bisa sendiri, butuh dukungan masyarakat. Kemiskinan harus kita entaskan bersama-sama. Anak-anak kita harus punya semangat belajar, agar kemiskinan tidak menjadi warisan,” kata Susmiarto. Pada perayaan HUT ke-109 ini, Pemkab Sleman menyalurkan bantuan stimulan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di 17 kapanewon, mendistribusikan 2.750 paket sembako untuk warga kurang mampu, dan menyerahkan 430 santunan untuk anak yatim. Selain itu, para petugas kebersihan dan tenaga keamanan di lingkungan perangkat daerah juga mendapat bingkisan sebanyak 641 paket sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka. Tak hanya itu, Pemkab Sleman juga menggelar layanan kesehatan gratis berupa sunatan massal bagi 109 anak yang akan dilaksanakan pada 9 Mei 2025, serta operasi katarak gratis untuk 30 pasien yang akan dilaksanakan pada 11 Mei 2025 di RSUD Sleman. “Selain bantuan sosial, Pemkab juga menggandeng perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan lebih luas bagi warga yang berpotensi, sebagai bagian dari upaya jangka panjang mengangkat taraf hidup masyarakat Sleman,” pungkas Susmiarto. Kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat solidaritas antarwarga. Pemkab Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta meringankan beban mereka yang membutuhkan. "Secara rutin BAZNAS Sleman memberikan bantuan Paket sembako, santunan anak yatim, bantuan bedah rumah RTLH, dan sunatan massal dalam rangka Hari Jadi Sleman, yang diselenggarakan di bulan Mei setiap tahunnya. Dana Bantuan ini bersumber dana zakat yang diberikan kaepada khusunya warga kurang mampu sesuai asnaf yang memang berhak menerima zakat. Semoga Kabupaten Sleman semakin maju dan berkembang ke depan" ujar Muhyi Darmaji selaku Wakil ketua III BAZNAS Kab. Sleman.
BERITA07/05/2025 | AH
BAZNAS Se-DIY Gelar Rapat Koordinasi Daerah di Nglanggeran, Usung Tema “Kembali Suci, Merajut Silaturahmi”
BAZNAS Se-DIY Gelar Rapat Koordinasi Daerah di Nglanggeran, Usung Tema “Kembali Suci, Merajut Silaturahmi”
Gunungkidul, Selasa 29 April 2025 — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di kawasan wisata TTP Embung, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Mengangkat tema “Kembali Suci, Merajut Silaturahmi”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-DIY, serta pejabat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Rapat ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antar BAZNAS di wilayah DIY sekaligus memperkuat koordinasi pasca-Ramadhan dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara optimal. Dalam suasana pasca-Idulfitri, seluruh peserta sepakat bahwa semangat silaturahmi dan kembali suci harus tercermin dalam semangat pelayanan yang lebih baik kepada mustahik. Materi utama dalam rapat ini adalah penyampaian hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) BAZNAS daerah. Pemaparan ini menjadi evaluasi bersama untuk menilai efektivitas pengelolaan zakat serta dampak nyata dari program-program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. Dengan data dan hasil kajian tersebut, BAZNAS se-DIY diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih terarah dan berdampak di masa mendatang. Selain membahas evaluasi program kerja, kegiatan ini juga menjadi ajang tukar gagasan dan penyelarasan arah strategis BAZNAS se-DIY dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi masyarakat ke depan. Rakor ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi yang lebih erat antar lembaga dan pemerintah daerah, guna memperkuat peran BAZNAS sebagai pilar penting dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan umat.
BERITA30/04/2025 | AH
BAZNAS Hadiri Puncak Peringatan Hari Kartini 2025 di Sleman
BAZNAS Hadiri Puncak Peringatan Hari Kartini 2025 di Sleman
BAZNAS Sleman Hadiri Puncak Peringatan Hari Kartini di Kepuharjo Sleman, 24 April 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman turut berpartisipasi dalam acara puncak peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan di Aula Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momen penting untuk memperingati perjuangan dan kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sleman memberikan bantuan berupa modal usaha kepada satu kelompok penerima manfaat yang merupakan binaan Dinas DPAP2KB Sleman, Serta 10 Paket sembako konsumtif. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelompok tersebut untuk mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Acara ini dihadiri oleh Bupati Sleman, Jajaran pimpinan OPD Kabupaten Sleman dan berbagai pihak terkait, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan organisasi lainnya dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Semangat Hari Kartini yang mengusung nilai-nilai perjuangan dan kemandirian perempuan menjadi inspirasi bagi semua pihak yang hadir. Dengan adanya bantuan dari BAZNAS Sleman, diharapkan kelompok penerima manfaat dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian bersama dapat membawa perubahan yang berarti.
BERITA24/04/2025 | AH
Syawalan dan Pertemuan Rutin LAZ se-Sleman
Syawalan dan Pertemuan Rutin LAZ se-Sleman
Sleman, 23 April 2025 – BAZNAS Sleman kembali menyelenggarakan acara Syawalan dan pertemuan rutin triwulanan bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Sleman pada hari Rabu, dengan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai LAZ seperti LAZIS MU Sleman, LAZIS NU Sleman, LAZ LZI, LAZ Rumah Yatim, Lazis Qu, dan lainnya. Sebagai agenda rutin yang diadakan setiap tiga bulan sekali secara bergantian, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi antar lembaga zakat di Sleman. Para peserta berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai perkembangan terkini dalam pengelolaan lembaga zakat, dan membahas isu-isu dakwah zakat yang relevan. Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga zakat, tetapi juga mendorong terciptanya optimalisasi pengelolaan zakat di wilayah Sleman. Dengan saling berbagi pengalaman dan strategi, para peserta berharap dapat meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam menjalankan tugas dakwah dan pengelolaan zakat. BAZNAS Sleman terus berkomitmen menjadi fasilitator dan penggerak utama dalam membangun sinergi di antara lembaga zakat di Sleman, demi kesejahteraan umat dan masyarakat secara luas. Pertemuan berikutnya dijadwalkan akan berlangsung di lokasi yang berbeda, sebagai bentuk kebersamaan dan rotasi dalam pelaksanaan agenda triwulanan ini.
BERITA23/04/2025 | AH
Ketua BAZNAS RI Resmikan Balai Ternak Domba bersama Wakil Bupati Sleman
Ketua BAZNAS RI Resmikan Balai Ternak Domba bersama Wakil Bupati Sleman
Badan Amil Zakat (BAZNAS) Republik Indonesia (RI) meresmikan Balai Ternak “Lumbung Berkah” di Kalurahan Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Senin (10/3/2023). Hadir dalam peresmian ini Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad, MA., Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., Pimpinan BAZNAS RI bidang pendistribusian & pemberdayaan Ibu Saidah Sakwan, MA., Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., dan Kepala BBPPM Yogyakarta. Peluncuran program balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan dengan memberikan hewan domba. Pada program ini, BAZNAS tidak hanya memberikan modal, namun juga pendampingan secara berkala agar menjamin kualitas ternak yang dihasilkan. Balai Ternak BAZNAS adalah program yang bertujuan untuk memberdayakan peternak melalui pendampingan intensif dan sistematis. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya menyampaikan, Program Balai Ternak merupakan langkah nyata BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. “Program ini bertujuan untuk membekali para mustahik dengan keterampilan beternak yang baik dan berkelanjutan, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi. Kami berharap dengan adanya Balai Ternak ini, para penerima manfaat tidak hanya memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil, tetapi juga dapat berkembang menjadi muzaki di masa depan,” ujar Kiai Noor. "Program balai ternak secara nasional sudah ada 58 dan mayoritas mampu berkembang baik. Tidak ada balai ternak yang kami bantu yang rugi. Rata-rata berkembang dengan baik bahkan kami di sini juga berharap nanti bisa berkembang dengan baik. Dan tentu saja yang utama adalah bagaimana para mustahik di sini terus mempertahankan kepercayaan." Kata Kiai Noor. Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, SE, menyampaikan apresiasinya terhadap BAZNAS atas pembangunan balai ternak ini. Ia berharap keberadaan balai ternak dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan para peternak. “Kehadiran Balai Ternak Lumbung Berkah ini menjadi harapan baru dalam pemberdayaan peternak. Dengan adanya stimulan berupa 190 ekor domba, serta pengelolaan mandiri yang didukung oleh pendampingan BAZNAS, saya optimis bahwa balai ternak ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis masyarakat,” ujar Danang. Program Balai Ternak Lumbung Berkah Tempel ini dibangun atas inisiasi BAZNAS Kabupaten Sleman bekerja sama dengan BAZNAS RI. Sumber Dana Pembangunan Balai Ternak Lumbung Berkah ini berasal dari BAZNAS RI sebesar Rp 400 juta dan BAZNAS Kabupaten Sleman Rp 200 juta. Dengan Jumlah hewan ternak sebanyak 190 ekor domba. Balai Ternak ini sudah dibangun sejak Desember (akhir tahun 2024) lalu dan mulai diisi ternak pada pertengahan Februari 2025. Jumlah warga Penerima Manfaat Program Balai ternak sejumlah adalah 20 orang peternak yang berasal dari masyarakat Tempel. Balai Ternak ini merupakan balai ternak yang berfokus pada program penggemukan dan pembibitan (breeding) domba, targetnya nanti dapat memenuhi kebutuhan domba/kambing untuk kurban maupun konsumsi. Fasilitas dukungan tambahan dari BAZNAS berupa Rumah kompos dan mesin pencacah rumput (chopper). Pengelola Balai ternak ini dikelola langsung oleh para anggota kelompok (peternak) dan 1 orang pendamping Program dari BAZNAS RI. Dengan adanya Balai Ternak, peternak dapat mengelola usaha ternak secara mandiri dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kondisi geografis, aksesibilitas lokasi, cuaca, dan fluktuasi harga pakan. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar, seperti peningkatan pembelian pakan dari pemasok lokal, penggunaan jasa transportasi, dan penyediaan lapangan kerja. Program Balai Ternak ini membantu peternak binaan untuk meningkatkan taraf hidup mereka, sehingga mereka dapat bertransformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat). Ketua BAZNAS Kab Sleman menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI, karena telah memilih BAZNAS Kabupaten Sleman untuk dapat berkolaborasi menjalankan program Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten SLeman. "Program balai ternak ini memang merupakan program kolaborasi bersama BAZNAS RI untuk membantu para peternak yang berjumlah 20 orang mustahik. Kami berharap, melalui program balai ternak di Kabupaten Sleman ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi para peternak dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.” Ujar Drs Kriswanto, M.Sc.
BERITA11/03/2025 | AH
Ketua BAZNAS RI Bertemu Bupati Sleman  untuk Sinergi Program
Ketua BAZNAS RI Bertemu Bupati Sleman untuk Sinergi Program
Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad, MA. bersama Pimpinan BAZNAS RI bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Ibu Saidah Sakwan bersilaturahmi ke Bupati Sleman Bapak Harda Kiswaya bertempat di kantor Bupati Sleman pada hari senin sore tanggal 10 maret 2025 . Hadir turut mendampingi Pimpinan BAZNAS RI dari BAZNAS Kabupaten Sleman Bapak Kriswanto, dan Bapak Muhyi Darmaji, serta pimpinan BAZNAS kota Yogyakarta. Acara silaturahmi dan audiensi ini berjalan lancar dan penuh kehangatan. Kiai Noor mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Harda Kiswaya sebagai Bupati Sleman periode 2025-2029, semoga amanah dan mampu m Melalui silaturahmi ini BAZNAS berharap mendapatkan dukungan atas Program-program BAZNAS baik pengumpulan dan pendistribusian BAZNAS. Melalui cahaya zakat berharap dapat memberikan keajaiban bagi muzaki dan mustahik. Dana zakat dapat mendukung para mustahik menjadi lebih sejahtera, ter-entaskan dari kemiskinan, berdaya dengan usaha, bahkan mampu naik kelas dari mustahik menjadi muzaki. Bupati Sleman menyambut baik atas kedatangan Ketua BAZNAS RI ke Sleman. Bupati berterimakasih atas bantuan dari BAZNAS RI ke Sleman seperti program Z-Mart dan yang kan diresmikan Balai ternak di Tempel. Ke depan Bupati berharap kolaborasi BAZNAS dan Pemda Sleman terus ditingkatkan untuk membantu mensejahterakan masyarakat Sleman melalui dana zakat yang dikumpulkan. Dalam pertemuan ini BAZNAS Kabupaten Sleman juga mengajukan program Z-Mart tambahan untuk tahun 2025 dan program pertanian terpadu ke BAZNAS ZI.
BERITA10/03/2025 | AH
Besaran Fidyah Tahun 1446 H/ 2025 BAZNAS Sleman
Besaran Fidyah Tahun 1446 H/ 2025 BAZNAS Sleman
Fidyah diambil dari kata “fadaa” artinya mengganti atau menebus. Bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu. Namun, sebagai gantinya diwajibkan untuk membayar fidyah. Ada ketentuan tentang siapa saja yang boleh tidak berpuasa. Hal ini tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 184. ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 184) Adapun kriteria orang yang bisa membayar fidyah di antaranya: 1. Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa 2. Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh 3. Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter). Fidyah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah haripuasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang miskin. Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi'I, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum (kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,7 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa). Cara membayar fidyah ibu hamil bisa berupa makanan pokok. Misal, ia tidak puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar di mana masing-masing 1,5 kg. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar). Menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku seperti 1,5 kilogram makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah. Cara membayar fidyah puasa dengan uang versi Hanafiyah adalah memberikan nominal uang yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kilogram untuk per hari puasa yang ditinggalkan, selebihnya mengikuti kelipatan puasanya. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman No. 09 Tahun 2025 tentang Penetapa Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah tahun 1446 H, ditetapkan bahwa nilai fidyah adalah 0,7 kg beras (makanan pokok), atau dapat dikonversikan dalam bentuk uang sebesar Rp 10.500,-/hari/jiwa. Tunaikan fidyah anda ke BAZNAS dengan cara klik di sini: https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah
BERITA25/02/2025 | AH
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H BAZNAS Sleman
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H BAZNAS Sleman
Jadwal Imsakiyah Tahun 2025 / 1446 H untuk wilayah Sleman, DIY dan sekitarnya. Jadwal imsakiyah berfungsi sebagai panduan waktu untuk memulai puasa dan salat selama bulan Ramadan. Jadwal ini berisi informasi waktu imsak, waktu salat lima waktu, dan waktu berbuka puasa. Semoga bermanfaat. Sumber: Bidang BIMAS Kemenag RI - https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah Link Download PDF: Link Download file pdf https://drive.google.com/file/d/1hWTdtOa7Z0z-yBb12n85yxQW7xwZFz5j/view?usp=sharing
BERITA25/02/2025 | AH
Hasil Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2025/1446H BAZNAS Sleman
Hasil Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2025/1446H BAZNAS Sleman
Sleman, 2025 – BAZNAS Sleman nenyelenggarakan Rapat penetapan besaran Zakat Fitrah dan Fidyah untuk tahun 2025/1446 H di RM Pringsewu, Sleman. Acara yang berlangsung pada hari Kamis tanggal 20 Februari tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua MUI Sleman bersama anggota komisi fatwa, perwakilan dari PD Muhammadiyah Sleman, PCNU Sleman, Disperindag Sleman, DMI Sleman, Bagian Kesra Setda Sleman, Pimpinan BAZNAS Sleman dan Kemenag Sleman. Acara dibuka dengan sambutan ketua BAZNAS Sleman, kemudian dilanjutkan diskusi yang dipimpin oleh Ketua MUI Sleman, KH Ahmad Fatah. Diskusi ini diawali dengan pemaparan perspektif fiqh dan ketetapan fatwa dari MUI terkait hukum Zakat Fitr dan Fidyah. Selanjutnya, diberikan kesempatan bagi perwakilan lembaga Islam menyampaikan pendapat dan pandangan terkait besaran fidyah dan zakat fitr pada masing-masing lembaga. Acara diskusi ini berjalan lancar. Secara umum zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok yang keseharian dikonsumsi, dengan takaran yang disepakati dengan takaran 2,5 kg beras/jiwa. Sedangkan untuk Fidyah nilai besaran yang disepakati adalah 0,7 kg beras/hari/ jiwa. Menurut ketua MUI Sleman untuk zakat fitr dan fidyah ini utamanya ditunaikan dalam bentuk beras (makanan pokok) yang biasa dikonsumsi, sedangkan untuk konversi dalam bentuk uang merupakan bentuk kemudahan. Konversi dalam nominal uang menyesuaikan harga pasar dan wilayah. Untuk hal terkait teknis pengumpulan dan distribusi zakat Fitrah dan fidyah ini menyesuaikan dengan aturan yang sudah ada, seperti dari BAZNAS atau kebijakan lembaga/ UPZ/ panitia zakat masing-masing. Pada akhir rapat, BAZNAS menetapkan nilai Zakat Fitrah sebesar 2,5 kilogram beras/jiwa atau dapat dikonversi menjadi uang sejumlah Rp 37.500 per jiwa. Selain itu, besaran Fidyah ditetapkan sebesar 0,7 kilogram beras/ jiwa / hari. Hasil ketetapan ini mengacu hasil kesepakatan dari musyawarah seluruh peserta rapat. Nilai konversi uang diatas menyesuaikan perkiraan harga pasar untuk beras medium di wilayah Sleman sekitar Rp 15.000,-/kg yang kemudian dikalikan dengan takaran zakat fitrah dan fidyah yang akan dibayarkan. Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kajian mendalam dan pertimbangan berbagai aspek fiqh, hukum, ekonomi dan sosial. "Kami berharap hasil rapat ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh panitia zakat di masjid-masjid se-Sleman dan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban Zakat Fitrah mereka di bulan Ramadhan 1446 H ini," ujar Ketua BAZNAS Sleman. Hasil sidang ini akan segera disosialisasikan kepada masyarakat Sleman melalui berbagai media, dengan harapan dapat memberikan kejelasan, kemudahan dan rujukan dalam pelaksanaan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah dan fidyah di tahun 2025.
BERITA21/02/2025 | AS6
Selamat & Sukses Pelantikan Bupati Sleman 2025-2025
Selamat & Sukses Pelantikan Bupati Sleman 2025-2025
Selamat dan Sukses atas dilantiknya Bpk Harda Kiswaya sebagai Bupati Sleman dan Bpk Danang Maharsa sebagai Wakil Bupati Sleman untuk periode 2025-2030."Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan menjalankan tugas baru dengan penuh tanggung jawab."#slemansembada
BERITA21/02/2025 | AH
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →