WhatsApp Icon

BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid

17/04/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Sleman Gelar Sosialisasi Teknis Program BMM untuk Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Dokumentasi: ayw/BAZNAS Kabupaten Sleman

BAZNAS Sleman menggelar sosialisasi teknis Program BMM dengan melibatkan 18 masjid untuk memperkuat ekonomi umat berbasis masjid.

BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi lanjutan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) pada Rabu (15/04/2026) di Ruang Rapat Sekda Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan program kepada para pengelola masjid yang terlibat.

Sebanyak 18 masjid terpilih dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ini, dengan masing-masing diwakili oleh satu orang takmir dan satu orang manajer BMM.

Libatkan Berbagai Pihak untuk Penguatan Program

Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, perwakilan BPD Syariah, pendamping program BMM, serta para takmir dan manajer masjid se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan materi terkait program BMM.

BMM: Penguatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, menyampaikan bahwa Program BMM merupakan upaya penguatan ekonomi umat berbasis masjid yang bertujuan membantu para mustahik dalam mengembangkan usaha.

“Dana yang diberikan kepada bapak dan ibu harus dapat dikelola dengan baik. Tidak ada bunga maupun jasa dalam penggunaannya, dan diharapkan mampu membantu pengembangan usaha jamaah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dana tersebut tidak boleh mengendap dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan usaha para mustahik. Jika program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, maka peluang penambahan bantuan di masa mendatang akan terbuka.

Dukungan dari DMI dan Kemenag Sleman

Ketua PD DMI Kabupaten Sleman turut memberikan motivasi kepada peserta agar program ini dapat dijalankan secara maksimal.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program BMM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan.

Pendalaman Teknis dan Evaluasi Kesiapan Peserta

Dalam sesi pemaparan teknis, Muhaimin selaku pimpinan program BMM menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan di Masjid Agung Sleman.

Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya siap dalam menjalankan program, sehingga diperlukan penguatan pemahaman sebelum program berjalan secara optimal.

Sebagai bagian dari koordinasi, seluruh masjid peserta telah tergabung dalam grup komunikasi untuk mempermudah penyampaian informasi dan pengumpulan berkas administrasi.

Pengelolaan Dana Operasional Program

Dalam pelaksanaannya, program BMM menyarankan untuk bisa membuka rekening baru guna memisahkan keuangan BMM dengan dana kegiatan masjid yang lain. Selain itu BMM juga menyediakan dana operasional sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk kebutuhan administrasi dan pendukung kegiatan, seperti papan informasi, konsumsi, alat tulis kantor, rompi, serta transport pendamping program.

Harapan Ke Depan

Melalui sosialisasi teknis ini, BAZNAS Sleman berharap seluruh masjid peserta dapat menjalankan Program BMM secara optimal, transparan, dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (ayw/BAZNASSleman)

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →