Rumah Jahit Febi: Kisah Mustahik Sleman yang Bangkit Lewat Modal Usaha BAZNAS
11/09/2025 | Penulis: AYW./
Pendamping BAZNAS Sleman mendukung usaha jahit mustahik berkembang lewat program Sleman Produktif.
Sleman – Melalui Program Sleman Produktif, BAZNAS Sleman membantu usaha jahit mustahik berkembang, dari satu mesin sederhana kini mampu mempekerjakan 8 pegawai dan meningkatkan produksi pakaian.
BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Sleman Produktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro kecil (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang.
Salah satu penerima manfaat program adalah Winarsih, pemilik usaha jasa jahit “Rumah Jahit Febi” di Kedungprau, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Pada Oktober 2024, Winarsih menerima bantuan modal sebesar Rp750 ribu dari BAZNAS Sleman untuk menambah pembelian mesin lubang kancing yang bernilai Rp1,5 juta. Bantuan ini menjadi titik awal penting bagi perkembangan usahanya.
“Bantuan dari BAZNAS Sleman ini sangat bermanfaat, karena pada saat itu benar-benar membutuhkan. Berapapun jumlahnya kami syukuri, karena sangat membantu usaha kami dalam membeli mesin lubang kancing,” ujar Winarsih.
Dari Satu Mesin, Kini Punya Delapan Pegawai
Saat menerima bantuan, usaha jahit milik Winarsih masih sederhana, hanya memiliki satu pegawai dengan satu mesin obras dan satu mesin jahit jarum satu. Produksi pun terbatas, hanya sekitar 12–22 pakaian per minggu.
Namun, setelah mendapat bantuan dan pendampingan, usaha ini berkembang pesat. Pada Agustus 2025, Rumah Jahit Febi sudah mempekerjakan delapan pegawai borongan yang terdiri dari lima penjahit dan tiga pemasang kancing. Selain itu, ia kini memiliki satu mesin lubang kancing, satu mesin obras, dan dua mesin jahit jarum satu.
Dengan kapasitas yang lebih besar, produksi meningkat signifikan. Dalam satu minggu, usaha ini mampu menghasilkan 70–100 pakaian, dengan upah jahit Rp10.000–Rp20.000 per pakaian. Artinya, omset bulanan mencapai kisaran Rp2,8 juta hingga Rp8 juta.
Pendampingan untuk Kemandirian
Pertumbuhan usaha ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan BAZNAS Sleman. Melalui pendamping UMKM, Joko Yugiyanto, Winarsih mendapat coaching terkait pengelolaan usaha, mulai dari branding, manajemen SDM, penghitungan HPP, keuangan, hingga pemasaran digital.
Hasilnya, Winarsih mulai menyusun SOP produksi, meski target produksi harian masih perlu ditingkatkan. Ia pun terus berinovasi, salah satunya dengan mengoptimalkan pemakaian kain agar minim limbah.
Saat ini, Rumah Jahit Febi masih menjadi subkon untuk produksi kebaya lawasan, namun Winarsih berencana menambah mesin dan memperluas ruang produksi di belakang rumah.
Potensi Usaha yang Cerah
Menurut Joko, potensi usaha Rumah Jahit Febi sangat besar. Keberanian Winarsih dalam merekrut delapan pegawai sekaligus berinvestasi pada mesin jahit menjadi indikator kuat bahwa usaha ini bisa tumbuh lebih maju.
“Pelaku usaha juga sudah mulai berpikir membangun brand sendiri, meskipun realisasinya akan dilakukan setelah semua aspek usaha lebih siap,” ungkap Joko.
Winarsih sendiri memiliki cita-cita jangka pendek untuk membangun rumah tinggalnya menjadi dua lantai. Lantai satu akan difungsikan sebagai butik display, sementara lantai dua sebagai ruang produksi. Untuk saat ini, ia masih fokus memproduksi pakaian Jawa, tetapi tak menutup kemungkinan akan memperluas jenis produk di masa depan.
“Harapan saya, BAZNAS bisa terus mendampingi sampai benar-benar mandiri, sehingga manfaat usaha ini tidak hanya untuk keluarga saya, tetapi juga bagi orang lain,” pungkas Winarsih.
Dengan adanya tambahan mesin jahit ke depan, diharapkan produksi bisa meningkat 10–20 persen, membuka peluang lapangan kerja lebih luas, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga mustahik.
Program Sleman Produktif BAZNAS Sleman menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan, dari bantuan kecil yang memicu pertumbuhan usaha hingga membuka jalan menuju kemandirian.***
Berita Lainnya
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan
BAZNAS RI dan Alfamidi Apresiasi BAZNAS Sleman dalam Penyaluran Program Sedekah Konsumen 2026
Pendamping UMKM: Kelola Bantuan dengan Baik agar Usaha Terus Bertumbuh
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kabupaten Bekasi, Bahas Program Unggulan dan Pengelolaan Zakat
BAZNAS Sleman Berdayakan Peternak, 25 Domba Balai Ternak Lumbung Berkah Dibeli untuk Program Kurban Nasional
BAZNAS Kabupaten Sleman Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Jombang, Pelajari Manajemen SDM dan Inovasi Program ZIS
BAZNAS Sleman dan BAZNAS RI Salurkan 27 Domba Kurban untuk 351 Penerima Manfaat
BAZNAS Sleman Gelar Rapat Pleno Pentasharufan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
BAZNAS Sleman Siapkan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Madrasah
BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY, Bahas Strategi Penguatan Fundraising dan Program Zakat
BAZNAS Kabupaten Sleman Terima Studi Tiru BAZNAS Kota Surakarta, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Program Pemberdayaan
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
BAZNAS Sleman Sembelih 27 Domba di Balai Ternak, Program Kurban Berkah BAZNAS RI dan Alfamidi, 351 Warga Terima Manfaat
Bupati Sleman Kukuhkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman Periode 2026–2027
BAZNAS RI Dukung Mahasiswa UNISA Lewat Program Z Coffee dan Literasi Zakat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →