WhatsApp Icon

Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan

02/05/2026  |  Penulis: Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Bagikan:URL telah tercopy
Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan

Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan

Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momen untuk merenung: sudahkah pendidikan benar-benar menjadi milik semua anak bangsa? Ataukah ia masih menjadi “kemewahan” bagi sebagian, sementara yang lain hanya bisa memandang dari kejauhan?

Di sudut-sudut negeri ini, masih banyak anak-anak yang menyimpan mimpi besar di tengah keterbatasan. Mereka ingin belajar, ingin membaca dunia, ingin mengubah nasib. Namun, kemiskinan seringkali memaksa mereka berhenti. Buku diganti beban, sekolah diganti pekerjaan, cita-cita pun perlahan memudar.

Di sinilah zakat, infak, dan sedekah menemukan maknanya yang paling dalam.

Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi jalan nyata untuk memutus rantai kemiskinan—terutama melalui pendidikan. Ketika zakat diarahkan untuk beasiswa, perlengkapan sekolah, atau pemberdayaan pendidikan bagi kaum dhuafa, ia tidak hanya membantu satu individu, tetapi mengubah masa depan sebuah generasi.

Bayangkan seorang anak dari keluarga fakir yang bisa melanjutkan sekolah karena uluran tangan kita. Hari ini ia menerima, esok ia bisa memberi. Hari ini ia ditolong, esok ia menjadi penolong. Inilah siklus keberkahan yang Allah janjikan.

Infak dan sedekah pun demikian. Ia mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama, dampaknya luar biasa. Seribu rupiah yang kita anggap ringan, bisa menjadi bagian dari seragam sekolah, buku pelajaran, atau bahkan membuka jalan bagi seorang anak untuk tetap bertahan di bangku pendidikan.

Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi gerakan. Gerakan kepedulian. Gerakan berbagi. Gerakan memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal hanya karena alasan ekonomi.

Mari kita ubah cara pandang kita. Zakat bukan sekadar membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan harapan. Infak dan sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menghidupkan masa depan.

Jika hari ini kita belum bisa membangun sekolah, setidaknya kita bisa membantu satu anak tetap bersekolah. Jika kita belum mampu mengubah sistem, kita bisa menjadi bagian dari solusi.

Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga—tetapi tanggung jawab kita semua.

Di Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita bertanya pada diri sendiri:

sudahkah kita menjadi bagian dari harapan itu?.***

Oleh:

Muhaimin, S.Ag., M.Pd.I

(Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman)

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →