WhatsApp Icon

Cara Membayar Fidyah atau Qadha Puasa di Bulan Syawal: Panduan Lengkap & Hukumnya

08/04/2026  |  Penulis: Humas

Bagikan:URL telah tercopy
Cara Membayar Fidyah atau Qadha Puasa di Bulan Syawal: Panduan Lengkap & Hukumnya

BAZNAS Kabupaten Sleman

Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri, masih ada sebagian umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa. Kewajiban ini bisa berupa qadha puasa maupun pembayaran fidyah, tergantung pada kondisi masing-masing.

Lalu, bagaimana cara membayar fidyah atau mengganti puasa (qadha) yang benar sesuai syariat? Memahami hal ini penting agar ibadah tetap sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Islam sendiri memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menyelesaikan kewajiban tersebut. Melalui qadha atau fidyah, setiap Muslim tetap memiliki kesempatan untuk menunaikan tanggungan puasanya dengan cara yang sesuai.

Perbedaan Fidyah dan Qadha Puasa

Sebelum melaksanakan kewajiban, penting untuk memahami perbedaan antara fidyah dan qadha puasa.

Pertama, qadha puasa diwajibkan bagi mereka yang masih mampu berpuasa, seperti orang yang sakit sementara atau wanita yang sedang haid. Penggantiannya dilakukan dengan berpuasa di hari lain sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.

Sementara itu, fidyah diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita penyakit kronis. Bentuknya adalah memberi makan fakir miskin.

Kedua, qadha dilakukan dengan mengganti puasa hari per hari, sedangkan fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan, umumnya satu porsi untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Ketiga, tidak semua orang dapat memilih antara fidyah atau qadha. Penentuan kewajiban harus disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan syariat.

Keempat, dalam kasus ibu hamil atau menyusui, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, dianjurkan untuk mengikuti pendapat yang diyakini atau berkonsultasi dengan ahli agama.

Memahami perbedaan ini membantu memastikan ibadah yang dilakukan sudah tepat dan sah.

Cara Membayar Fidyah dan Qadha Puasa di Bulan Syawal

Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai melunasi kewajiban puasa yang tertunda.

Untuk qadha puasa, Anda dapat mulai berpuasa setelah Idul Fitri. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi.

Sedangkan fidyah dapat dibayarkan dengan memberikan makanan pokok atau makanan siap saji kepada fakir miskin. Umumnya, jumlahnya setara satu porsi makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Selain itu, fidyah juga dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat terpercaya. Cara ini lebih praktis dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.

Agar tidak menumpuk, sebaiknya kewajiban ini segera ditunaikan tanpa menunda terlalu lama. Jangan lupa untuk meluruskan niat, karena niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah.

Hukum Menunda Qadha dan Fidyah

Menunda qadha atau fidyah hingga melewati Ramadan berikutnya menjadi pertanyaan yang sering muncul.

Dalam Islam, menunda tanpa alasan yang dibenarkan tidak dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat hal tersebut dapat menjadi dosa.

Jika penundaan dilakukan tanpa uzur hingga masuk Ramadan berikutnya, maka selain wajib mengqadha puasa, sebagian ulama juga mewajibkan pembayaran fidyah sebagai denda.

Namun, bagi yang memiliki alasan syar’i seperti sakit berkepanjangan, penundaan masih dapat dimaklumi sesuai kondisi.

Agar tidak terlupa, penting untuk mencatat jumlah hari puasa yang belum ditunaikan.

Keutamaan Menyegerakan Qadha dan Fidyah

Menyegerakan kewajiban ibadah memiliki banyak keutamaan.

Melaksanakan qadha atau fidyah lebih awal menunjukkan ketaatan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, hati menjadi lebih tenang karena tidak lagi memiliki tanggungan ibadah.

Bulan Syawal juga merupakan waktu yang penuh keberkahan, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Di sisi lain, menyegerakan ibadah juga mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim, serta menghindarkan dari risiko lupa.

Tips Agar Tidak Menunda Qadha dan Fidyah

Agar lebih konsisten dalam menunaikan kewajiban ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Mulailah dengan membuat jadwal khusus untuk qadha puasa, misalnya menentukan hari-hari tertentu. Kemudian, tanamkan niat bahwa ini adalah kewajiban yang harus diselesaikan.

Melibatkan keluarga atau teman juga dapat membantu saling mengingatkan. Selain itu, manfaatkan layanan digital atau lembaga zakat untuk mempermudah pembayaran fidyah.

Terakhir, jangan lupa berdoa agar diberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban hingga tuntas.

Melunasi fidyah atau qadha puasa merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah setelah Ramadan. Jangan sampai kewajiban ini terus tertunda hingga menjadi beban di kemudian hari.

Dengan memahami cara, hukum, dan keutamaannya, kita dapat menjalankannya dengan lebih ringan dan penuh kesadaran. Jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk menyelesaikan tanggungan ibadah dengan segera.

Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita dalam menunaikan kewajiban ini dan menerima seluruh amal ibadah yang dilakukan.

Jangan tunda lagi pembayaran fidyah Anda. Di bulan Syawal yang penuh berkah ini, tunaikan fidyah dengan mudah dan aman melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.

Selain menyempurnakan ibadah, fidyah yang Anda bayarkan akan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Yuk, segera tunaikan fidyah serta sempurnakan amal dengan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sekarang juga!

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →