Siapa Itu Mustahik? Pengertian dan 8 Golongan Penerima Zakat dalam Islam
07/04/2026 | Penulis: Humas
ilustrasi (gemini AI)
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui zakat, harta yang dimiliki seorang muslim tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga sarana membantu sesama yang membutuhkan.
Namun, zakat tidak boleh disalurkan secara sembarangan. Islam telah mengatur dengan jelas siapa saja yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami siapa itu mustahik agar zakat tersalurkan secara tepat dan sesuai syariat.
Pengertian Mustahik dalam Islam
Secara bahasa, mustahik berasal dari kata istahaqqa yang berarti berhak atau layak menerima sesuatu. Dalam konteks zakat, mustahik adalah individu atau kelompok yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan dalam Islam.
Memahami mustahik menjadi hal penting karena zakat adalah amanah. Penyaluran yang tidak tepat dapat mengurangi nilai ibadah itu sendiri. Dengan pemahaman yang benar, zakat dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima dan keberkahan bagi pemberi.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan…”
(QS. At-Taubah: 60)
Ayat ini menjadi dasar utama dalam menentukan golongan mustahik penerima zakat.
Pentingnya Memahami Mustahik
Mengetahui siapa itu mustahik tidak hanya penting secara agama, tetapi juga berdampak luas dalam kehidupan sosial. Zakat yang disalurkan kepada pihak yang tepat dapat:
· Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial
· Membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi
· Meningkatkan kesejahteraan umat
· Memperkuat ukhuwah Islamiyah
· Mendorong pemerataan ekonomi
Dengan demikian, zakat menjadi instrumen nyata dalam membangun keadilan sosial sesuai ajaran Islam.
8 Golongan Mustahik Penerima Zakat
Islam telah menetapkan delapan golongan yang berhak menerima zakat. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Fakir
Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Mereka menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat.
2. Miskin
Miskin adalah orang yang memiliki penghasilan, tetapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara layak.
3. Amil Zakat
Amil zakat adalah pihak yang bertugas mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian. Mereka berhak menerima bagian sebagai imbalan atas tugas tersebut.
4. Muallaf
Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam atau mereka yang perlu dikuatkan keimanannya. Zakat diberikan untuk membantu mereka beradaptasi dan memperkuat keyakinan.
5. Riqab (Memerdekakan Budak)
Riqab merujuk pada budak yang ingin memerdekakan diri. Dalam konteks modern, golongan ini juga mencakup upaya membebaskan individu dari penindasan, seperti korban perdagangan manusia.
6. Gharimin (Orang Berutang)
Gharimin adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan mendesak dan tidak mampu melunasinya, selama utang tersebut bukan untuk hal yang dilarang.
7. Fi Sabilillah
Fi sabilillah mencakup segala aktivitas di jalan Allah yang bertujuan untuk kemaslahatan umat, seperti dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan.
8. Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan, sehingga membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asal.
Penutup
Memahami siapa itu mustahik merupakan bagian penting dalam menunaikan zakat secara benar dan sempurna. Delapan golongan penerima zakat yang telah ditetapkan dalam Islam mencerminkan nilai keadilan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Ketika zakat disalurkan kepada pihak yang tepat, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mustahik, tetapi juga oleh muzaki. Harta menjadi lebih berkah, hati menjadi lebih tenang, dan kehidupan sosial menjadi lebih harmonis.
Oleh karena itu, pemahaman tentang mustahik bukan sekadar pengetahuan, tetapi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan dan solidaritas umat.***
Artikel Lainnya
Cara Aman Menangani dan Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Higienis dan Aman Dikonsumsi
Hijrah Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Makna, dan Hikmah bagi Umat Islam
Khalifah Umar bin Khattab dan Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah
Amalan Terbaik di Bulan Safar Menurut Islam: Tinggalkan Mitos, Perbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Hukum Zakat dalam Islam: Dalil, Syarat Wajib, dan Hikmahnya
Zakat untuk Dhuafa di Bulan Safar: Waktu yang Tepat untuk Berbagi dan Menebar Manfaat
Manfaat Zakat bagi Masyarakat: Peran Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat di Indonesia
Harta yang Wajib Dizakati dalam Zakat Maal: Panduan Lengkap Menurut Syariat Islam
Zakat Maal: Pengertian, Jenis Harta, Cara Menghitung, dan Penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman
Amalan Setelah Iduladha: Cara Meraih Pahala Dzulhijjah Hingga Akhir Bulan
Sejarah Kalender Hijriah: Peran Khalifah Umar bin Khattab dalam Penetapan Tahun Islam
9 Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam untuk Meraih Keberkahan Hidup
Ini Keutamaan 10 Muharram: Amalan Asyura, Hikmah, yang Jarang Diketahui Umat Muslim
Kejar Pahala di 10 Hari Terbaik Zulhijah, Ini Amalan Sunah yang Dianjurkan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →