WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Ikuti Rakorda BAZNAS se-DIY 2026, Perkuat Tata Kelola dan Strategi Pengelolaan Zakat 2027

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Hotel Alana, Selasa–Rabu (3–4 November 2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan penguatan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk meningkatkan kinerja dan dampak program zakat di daerah.

BAZNAS Kabupaten Sleman hadir dengan jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, Wakil Ketua I Andung Prihadi Santosa, Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta Pelaksana Diyas Nugroho.

RAKORDA tersebut menghadirkan pembicara utama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Dalam kesempatan itu, Rizaludin menyampaikan materi bertajuk “Standar Tata Kelola, Target Kinerja, dan Evaluasi Pengelolaan Zakat BAZNAS se-DIY”.

Materi yang disampaikan mencakup tiga pokok pembahasan, yaitu potensi dan evaluasi kinerja zakat, target pengelolaan zakat tahun 2027, serta standar tata kelola. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting bagi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel.

Potensi Zakat DIY Capai Rp2,6 Triliun

Dalam pemaparannya, Rizaludin menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan potensi zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, total potensi zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Salah satu objek zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan. Potensi zakat penghasilan di DIY diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, dengan proporsi terbesar berasal dari kelompok penghasilan non-ASN.

“Wilayah dengan besaran potensi zakat tertinggi di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” papar Rizaludin.

Besarnya potensi tersebut menunjukkan peluang penghimpunan zakat di DIY masih terbuka luas. Meski demikian, realisasi pengumpulan zakat pada 2026 baru mencapai 4,84 persen dari total potensi zakat DIY berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026.

Rizaludin juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan telah terjadi peningkatan kinerja pengumpulan dan penyaluran ZIS-DSKL di wilayah DIY. Namun, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Target Pengumpulan Zakat Nasional 2027 Rp70 Triliun

Selain mengevaluasi kinerja, RAKORDA juga membahas target pengelolaan zakat pada 2027. Rizaludin menyampaikan bahwa target pengumpulan zakat nasional pada tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp70 triliun.

Target tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran BAZNAS untuk memperkuat strategi penghimpunan, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas basis muzaki dan sumber pengumpulan zakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sleman, penguatan strategi tersebut menjadi penting mengingat potensi zakat di wilayah Sleman termasuk salah satu yang tertinggi di DIY. Dalam perencanaan 2027, BAZNAS Kabupaten Sleman menetapkan target pengumpulan sebesar Rp14,3 miliar secara on-balance sheet dan Rp488 miliar secara off-balance sheet.

Selain target penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga menetapkan sasaran penerima manfaat sebanyak 5.068 mustahik serta target pengentasan kemiskinan sebanyak 65 sesuai indikator perencanaan yang disampaikan dalam materi RAKORDA.

Perkuat Standar Tata Kelola Zakat

Pembahasan berikutnya menekankan pentingnya standar tata kelola dalam pengelolaan zakat. Tata kelola yang baik mencakup penguatan aspek pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, koordinasi, operasional, perencanaan dan pengembangan, serta pengendalian.

Penguatan tata kelola juga perlu didukung oleh pemanfaatan sistem informasi dan data yang terintegrasi, termasuk Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran program serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana ZIS-DSKL.

RAKORDA BAZNAS se-DIY 2026 menjadi momentum bagi seluruh BAZNAS di wilayah DIY untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah strategis menghadapi target pengelolaan zakat tahun 2027.

Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, serta memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL.

Dengan pengelolaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.***

03/11/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima Studi Tiru Komisi IV DPRD Gresik, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik di Ruang Praja I, Kabupaten Sleman, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan serta penanganan permasalahan sosial.

Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik yang berjumlah 12 orang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta staf pelaksana. Turut hadir perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agairul, S.I.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Muhyi Darmaji menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai studi tiru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tema yang disampaikan, yakni peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan permasalahan sosial, merupakan pokok bahasan yang menjadi target bersama untuk kita laksanakan. Setiap daerah memiliki dinamika dan praktik baik masing-masing. Melalui forum ini, kita berharap dapat saling bertukar ilmu, strategi, dan memperkaya inovasi pemanfaatan zakat untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas,” ungkap Muhyi.

Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Dukung Penurunan Kemiskinan

Muhyi menjelaskan, Kabupaten Sleman terus berikhtiar menekan angka kemiskinan melalui berbagai upaya yang melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman menurun dari 7,46 persen pada 2024 menjadi 6,71 persen pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Muhyi, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan ZIS yang terarah diharapkan dapat melengkapi program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kabupaten Sleman mencatat perolehan dana ZIS sebesar Rp11,4 miliar pada 2024. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 41 ribu mustahik atau penerima manfaat.

Pada 2025, penghimpunan ZIS meningkat menjadi Rp13,4 miliar, dengan realisasi penyaluran mencapai Rp12,1 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhyi juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut.

Selain audit laporan keuangan, BAZNAS Kabupaten Sleman juga telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurut Muhyi, hasil audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Kami berharap BAZNAS semakin dipercaya oleh umat. Pertanggungjawaban pengelolaan dana juga harus dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat, baik muzaki, mustahik, maupun pihak lainnya,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Gresik Dalami Strategi Penghimpunan dan Penyaluran ZIS

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah menerima rombongan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan zakat dan dukungan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejumlah aspek pengelolaan BAZNAS, mulai dari penetapan target penghimpunan ZIS, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga mekanisme penyaluran dana kepada masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian rombongan adalah penetapan target penghimpunan ZIS. Zaifudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Gresik memiliki target penghimpunan sebesar Rp30 miliar. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui apakah target tersebut mengacu pada ketentuan BAZNAS pusat dan bagaimana penerapannya di Kabupaten Sleman.

Rombongan juga ingin mempelajari tingkat partisipasi OPD dalam mendukung penghimpunan ZIS, perencanaan program penyaluran, serta bentuk dukungan anggaran pemerintah daerah terhadap operasional BAZNAS.

Menurut Zaifudin, aspek dukungan anggaran menjadi salah satu isu yang perlu dipelajari lebih lanjut. Ia menyebutkan adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi perhatian pemerintah daerah terkait penggunaan dana hibah untuk operasional. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari referensi mengenai pola dukungan anggaran yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kabupaten Sleman.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan referensi bagi DPRD Kabupaten Gresik dalam memperkuat kebijakan serta dukungan terhadap pengelolaan zakat yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Zaifudin juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan balasan ke Kabupaten Gresik.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat untuk Kemaslahatan Masyarakat

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kedua pihak membahas berbagai hal terkait pengelolaan ZIS, sinergi kelembagaan, serta strategi pemanfaatan zakat untuk mendukung penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial.

Kunjungan studi tiru ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik untuk memperkaya perspektif dalam pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan berupa vandel antara BAZNAS Kabupaten Sleman dan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pertukaran pengetahuan antardaerah dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah. Dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.***

30/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Perkuat Sinergi UPZ, Penghimpunan ZIS Capai Rp12,1 Miliar hingga September 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi dan pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Pembinaan UPZ OPD se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sleman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus UPZ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman. Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan ZIS, meningkatkan kinerja UPZ, serta menyelaraskan rencana kegiatan UPZ dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas komitmen dalam menghimpun ZIS serta mendukung penggalangan donasi kebencanaan.

Menurut Muhyi, UPZ memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat di Kabupaten Sleman. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghimpunan ZIS BAZNAS Sleman Capai Rp12,1 Miliar

Dalam pemaparannya, Muhyi menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,4 miliar sepanjang 2025, dengan penyaluran mencapai Rp12,1 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari–September 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai Rp12,1 miliar, sedangkan dana yang disalurkan mencapai Rp9,5 miliar. Capaian tersebut termasuk Dana Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp365 juta.

Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi UPZ sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dana umat. Oleh karena itu, optimalisasi kinerja UPZ menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan yang dilaksanakan.

Muhyi menekankan pentingnya penguatan kinerja setiap UPZ sesuai potensi masing-masing, kedisiplinan dalam penyetoran dana ZIS melalui sistem pemindahbukuan perbankan, serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola penghimpunan ZIS yang tertib dan akuntabel sekaligus meningkatkan pemahaman pegawai dan masyarakat mengenai manfaat zakat bagi kesejahteraan umat.

Sinkronisasi RKAT 2027, Pentasharufan Harus Tepat Sasaran

Selain mengevaluasi capaian penghimpunan dan penyaluran, rapat koordinasi ini juga membahas kontribusi UPZ dalam penyusunan RKAT BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2027.

Muhyi menyampaikan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat membutuhkan strategi yang terencana serta kolaborasi yang semakin kuat. Untuk itu, arah kebijakan BAZNAS Sleman pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sinergi pentahelix dan penajaman prinsip pentasharufan.

“Memasuki perencanaan tahun 2027 kita menghadapi yang kompleks, di antaranya kemiskinan dan pemberdayaan umat. Sehingga perlu dikuatkan dan penajaman prinsip pentasharufan yang tepat sasaran sesuai 8 asnaf, jumlahnya, dan berorientasi dengan kepentingan orang banyak,” papar Muhyi.

Pengelolaan zakat harus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran sesuai ketentuan delapan asnaf, tepat jumlah, serta berorientasi pada pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, dana ZIS diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dalam penyusunan RKAT 2027, sinkronisasi program BAZNAS dengan rencana kegiatan UPZ menjadi hal penting, terutama terkait pemanfaatan hak akses sebesar 60 persen yang dikelola UPZ. Perencanaan tersebut perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.

BAZNAS Kabupaten Sleman juga membuka ruang bagi UPZ untuk menyampaikan usulan dan masukan kegiatan sebagai bahan penyelarasan program tahun mendatang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana ZIS sekaligus memperkuat keselarasan program antara BAZNAS dan UPZ.

Pembinaan UPZ Diperkuat melalui Pemaparan Materi dan Diskusi

Setelah sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pembinaan. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., sedangkan materi kedua disampaikan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.

Pemaparan materi dimoderatori oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Nasirun, S.A.P., kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai hal terkait pelaksanaan tugas UPZ serta perencanaan program ke depan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BAZNAS Sleman mendorong seluruh UPZ agar semakin optimal dalam menjalankan fungsi penghimpunan, memperkuat tertib administrasi, serta menyusun rencana pemanfaatan dana secara terukur dan sesuai ketentuan.

Rapat koordinasi dan pembinaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sleman dengan UPZ OPD, instansi vertikal, kapanewon, dan BUMD.

Dengan sinergi yang berkelanjutan dan perencanaan RKAT 2027 yang selaras, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mustahik, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang lebih sejahtera.***

29/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Dukung Wisuda TBQ 600 Siswa SD Negeri, Wujudkan Generasi Qur’ani yang Unggul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman tahun 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta serta pemberian suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik.

Mengusung tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan wisuda dilaksanakan di Convention Hall Prima SR, Jalan Magelang, pada Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 600 siswa SD Negeri se-Kabupaten Sleman mengikuti prosesi wisuda setelah melalui tahapan asesmen kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua atau wali murid serta guru pendamping dari sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., hadir bersama Wakil Ketua I, II, dan III serta staf BAZNAS Kabupaten Sleman. Kehadiran jajaran BAZNAS Sleman menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan sekaligus upaya membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 1.658 Siswa Ikuti Asesmen TBQ

Ketua Panitia Wisuda TBQ 2026, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu indikator pencapaian Sleman Religi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak usia sekolah.

Sebelum mengikuti prosesi wisuda, para siswa terlebih dahulu menjalani asesmen TBQ yang diselenggarakan di masing-masing kapanewon. Pada tahun ini, sebanyak 1.658 siswa mengikuti asesmen. Tingginya antusiasme peserta bahkan mendorong sejumlah kapanewon melaksanakan asesmen secara mandiri.

Menurut Ibnu, panitia sebenarnya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti asesmen dapat diwisuda. Namun, keterbatasan anggaran membuat penyelenggaraan wisuda tahun ini dibatasi untuk 600 siswa dengan nilai asesmen terbaik.

“Sebetulnya kami ingin mewisuda seluruh 1.658 siswa. Namun, karena keterbatasan dana, tahun ini kami menetapkan 600 siswa dengan nilai terbaik untuk mengikuti wisuda,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sleman beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan Wisuda TBQ 2026 dapat terlaksana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Kolaborasi Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Bertakwa

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Wisuda TBQ juga disampaikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Dalam sambutan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., disampaikan bahwa pengenalan dan pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, ketakwaan, serta karakter yang kuat.

Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Wisuda TBQ merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Ia menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, Kementerian Agama, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga BAZNAS Kabupaten Sleman.

“Generasi Sleman yang tangguh tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan hati. Kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter dan menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup.

Mustadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

BAZNAS Sleman Berikan Apresiasi kepada Wisudawan Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para siswa, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, turut menyerahkan sertifikat kepada peserta wisuda bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kasi Pendidikan Agama Islam Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Kabid Pembinaan SD Rira Meuthia, S.E., M.Pd.

Penyerahan sertifikat juga dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., bersama Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Akhmad Ritaudin, S.Pd., M.Pd., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sleman Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta Ketua UPZ Kemenag Sleman Angga Setiawan, S.E., M.M.

Selanjutnya, Wakil Ketua I BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., dan Wakil Ketua III, Nasirun, S.A.P., turut menyerahkan sertifikat kepada para siswa bersama perwakilan KUA Sleman, Imam Syafi’i.

Selain prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat, rangkaian acara berlangsung khidmat dengan penampilan hadrah dari siswa-siswi SDN Dukuh I. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Erina Aulia Salsabila dari SDN Model, yang merupakan Juara I MTQ Pelajar Tahun 2025. Acara juga dilengkapi dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh 10 wisudawan terbaik.

BAZNAS Kabupaten Sleman turut memberikan suvenir berupa tumbler kepada 10 wisudawan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka dalam asesmen TBQ.

Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Sleman

Dukungan BAZNAS Kabupaten Sleman melalui bantuan dana sebesar Rp80 juta merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kegiatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, sekolah, orang tua, dan guru pendamping menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran Al-Qur’an.

Melalui Wisuda TBQ 2026, diharapkan semakin banyak siswa SD Negeri di Kabupaten Sleman yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan melanjutkan proses pembelajaran setelah wisuda.

Sejalan dengan tema “Bersama Al-Qur’an Wujudkan Generasi Unggul, Menawan, Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar capaian pembelajaran, melainkan juga fondasi untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menghadapi masa depan.

BAZNAS Kabupaten Sleman berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin luas dirasakan masyarakat, termasuk dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.***

28/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
Peringati Hari Santri 2026, BAZNAS Sleman Salurkan Bantuan Rp165 Juta untuk 33 Pesantren

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp165 juta melalui Program Santri Preneur kepada 33 pondok pesantren di Kabupaten Sleman.

Setiap pondok pesantren menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan seusai upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kamis (22/10/2026).

Program ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Sleman dalam mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Penyaluran tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut. Melalui dukungan modal usaha tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Bantuan stimulan ini diberikan kepada pondok pesantren yang telah menjalankan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran pesantren sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Salat Istisqa Awali Peringatan Hari Santri

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman diawali dengan pelaksanaan salat istisqa atau salat untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.240 santri bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Kabupaten Sleman, dan masyarakat.

KH Mas’ud Masduki, Rais Syuriah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat istisqa yang berlangsung khusyuk tersebut. Dalam khotbahnya, ia mengajak para jemaah untuk bertobat dengan tulus dan memperbanyak istigfar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa kesadaran spiritual, pengakuan atas kekhilafan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain sebagai bentuk ibadah, salat istisqa juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memohon keberkahan bagi masyarakat, termasuk turunnya hujan di tengah kondisi musim kemarau.

Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti perwakilan dari 33 pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, aparatur sipil negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Mengembangkan Kemandirian

Dalam amanatnya, Bupati Sleman menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan bangsa.

Bupati berpesan agar santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghadapi perkembangan zaman.

“Saya berpesan agar santri masa kini mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian amanat Bupati yang dibacakan Abu Bakar.

Selain penguasaan ilmu, santri juga diingatkan untuk menjaga akhlak, bersikap adaptif, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.

Pesan tentang pentingnya menghormati kiai dan guru serta memahami falsafah Jawa Sangkan Paraning Dumadi juga menjadi pengingat agar santri senantiasa menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan turut merawat kerukunan dalam keberagaman.

Santri Preneur Perkuat Ekonomi Produktif Pesantren

Sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, Program Santri Preneur BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan konkret bagi penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Melalui bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 33 pondok pesantren, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong agar potensi kewirausahaan di lingkungan pesantren dapat terus berkembang. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk memperkuat usaha yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan kegiatan ekonomi produktif.

Pengembangan kewirausahaan pesantren juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengelola usaha dan santri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peluang usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sleman pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan spiritualitas, pendidikan, dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan dukungan berbagai pihak, santri dan pesantren diharapkan semakin berdaya serta mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***

22/10/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Audiensi BAZNAS Sleman Bersama Kapolresta Sleman
Audiensi BAZNAS Sleman Bersama Kapolresta Sleman
Sleman, 8 Agustus 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman melakukan audiensi dan silaturahmi ke UPZ Polresta Sleman. BAZNAS disambut hangat oleh Kombes Pol. Yuswanto Ardi, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolresta Sleman ditemani Kabag SDM Kompol. Sumaryati, S.Psi, M.M., & Bendahara UPZ Aipda. Agus Wahyuno di ruang loby Polresta Sleman. 5 Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman membawa misi untuk mensinergikan program-program BAZNAS dengan Polres serta penguatan fungsi & peran UPZ (Unit Pengumpul zakat) Polresta Sleman. UPZ Polresta sleman telah secara rutin menyetorkan zakat dari para pegawainya kepada BAZNAS Sleman. Saat ini sudah ada 368 orang muzaki (24%) dari 1.500an personel muslim yang ada di Polresta Sleman. Alhamdulillah setiap bulannya terkumpul sekitar 49 juta dana zakat yang disetorkan Polresta Sleman ke BAZNAS. Dari dana tersebut kemudian 60% dikembalikan untuk ditasyarufan melalui personel Bhabinkamtibmas Polsek kepada masyarakat yang membutuhkan. Kedepan UPZ Polresta berharap akan semakin meningkat jumlah muzaki dari anggotanya, dengan berbagai upaya seperti sosialisasi ZIS maupun himbauan dari Pimpinan Polresta kepada para anggota. Kapolresta Sleman menuturkan bahwa saat ini sedang ada gejala perlambatan ekonomi di masyarakat dan memanasnya tensi mendekati Pilkada serentak yang akan digelar, termasuk di Sleman. Polda DIY saat ini sedang melakukan upaya calm down atas situasi pasca pemilu dan menuju pilkada dengan berbagai kegiatan sosial di masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng BAZNAS melaksanakan kegiatan pembagian sembako bagi warga kurang mampu, sunatan masal, pemeriksaan kacamata, baksos rehab rumah, dll. Kerjasama Kapolres menghimbau warga untuk berhati-hati atas kejahatan penipuan dan judi online yang sedang merebak saat ini. “Kita harus hati-hati menjaga data privasi kita jangan sampai disalahgunakan, jangan terbujuk oleh iming-iming hadiah yang menggiurkan dari orang atau nomor tidak kenal yang sekarang marak terjadi melalui gadget. Begitu pun dengan judi online, mungkin awalnya hanya bermain game biasa, namun kemudian terlena mulai deposit sejumlah dana hingga tanpa sadar telah masuk pusaran judi online.Hati-hati” Terimakasih atas kerjasama dan bantuan dalam mensukseskan program-program sosial dari Polresta Sleman kepada masyarakat. Kedepan kami akan menghimbau anggota untuk menunaikan shodaqoh dan zakat ke BAZNAS, karena BAZNAS adalah lembaga yang terpercaya dan kredibel dalam mengelola ZIS. Pungkas Kapolresta Sleman.
BERITA11/08/2024 | AS6
Yatim Ceria BAZNAS
Yatim Ceria BAZNAS
Sleman, 31 Juli 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan Acara Yatim Ceria di Atrium Shinta GF Floor Mal Sleman City Hall. Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 orang terdiri dari 473 Anak yatim, 450 orang orangtua pendamping, Bupati Sleman, Forkopimda Sleman dan tamu undangan perwakilan kepala OPD se-Kabupaten Sleman. Dalam Acara Santunan kepada Yatim ini menampilkan hiburan Tari Badui dari siswa binaan Dinas Kebudayaan dan juga Dongeng dari Kak Awe – pakar dongeng dari Sleman. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (haram) dalam Islam. Pada tanggal 10 Muharram dikenal sebagai lebaran yatim, karena pada tanggal tersebut ada tradisi menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya, sehingga memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi para yatim seperti lebaran. Dalam ajaran agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Memberikan santunan anak yatim merupakan tindakan yang mulia dan mendatangkan berbagai pahala. Anak yatim adalah anak yang belum memasuki usia baligh namun telah ditinggal mati oleh ayahnya. Tidak hanya kehilangan sosok ayah, banyak di antara mereka yang hidup kekurangan sehingga membutuhkan uluran tangan kita. “Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman pada kesempatan ini memberikan bantuan; santunan anak yatim kepada 473 anak (santunan per anak senilai Rp 250.000 + Tumbler minum) yang berasal dari 86 Kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman. Kami bekerjasama dengan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dari Dinas Sosial Sleman untuk melalkukan pendataan pendataan para yatim ini. Masing-masing Kalurahan kami berikan alokasi sekitar 5 orang anak untuk pemerataan. Nilai keseluruhan bantuan ini mencapai Rp 165.200.000,- . Momentum acara ini juga bertepatan dengan rangkaian kegiatan menyongsong peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kabupaten Sleman.” Kata Drs. Kriswanto selaku Ketua BAZNAS Sleman. Dalam sambutannya Bupati Sleman (Dra. Kustini Sri Purnomo) mengapresiasi kegiatan BAZNAS Sleman untuk menyatuni anak yatim ini secara rutin setiap bulan Muharam amupun peringatan acara lain. Para anak ini membutuhkan dukungan dari kita para orangtua maupun masyarakat yang memang memiliki rezeki berlebih untuk membantu sesama kita yang kekurangan, khususnya para anak yatim ini. Mereka memiliki orangtua yang tidak lengkap bahkan ada yang kehilangan keduanya, maka kita perlu berperan menjadi orang tua bagi mereka. “Anak-anaku tetap semangat untuk terus belajar dan bersekolah untuk menggapai cita-cita tinggi kalian. Kami siap mendukung dan men-support penuh kalian, jangan takut bermimpi dan teruslah berkarya.” Semoga agenda santunan yatim ini terus diselenggarakan BAZNAS ke depan, dengan semakin banyak anak penerima manfaat yang akan ter-santuni dan terbantu. Acara Yatim ceria ini terselenggara atas dukungan dari Muzaki dan Donatur pendukung program ini, diantaranya ada Bank Sleman, Bank Sleman Syariah, Bank BTN Syariah Yogyakarta, Bu Henny Katering, Kantor Pertanahan Sleman, dan seluruh UPZ BAZNAS. Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki dan Donatur yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS dan mendukung terselenggaranya acara Yatim Ceria ini. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan ini dapat memberikan kemanfaatan dan mampu memberikan dukungan khususnya bagi para anak yatim ini untuk belajar maupun memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jalan-jalan ke pulau Bali Pulangnya naik taksi Anak yatim harus kita sayangi Karena itu anjuran Nabi Dengan aturan marilah patuh Bawa kendaraan janganlah jatuh Masih banyak yang masih butuh Mari bersama kita sentuh
BERITA01/08/2024 | AS6
Pembinaan UPZ Sekolah dan Madrasah  Tahun 2024
Pembinaan UPZ Sekolah dan Madrasah Tahun 2024
Sleman - 25 Juli 2024, BAZNAS KAbupaten Sleman menyelenggarakan "Sosialisasi ZIS dan Pembinaan UPZ Sekolah Madrasah se-Kabupaten Sleman ” di Ruang Pangrepta, Kantor BAPPEDA Sleman. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 perwakilan Kepala Sekolah dan pengurus UPZ, terdiri dari 54 SMP negeri, 10 MTS Negeri dan 4 MAN yang ada di Kabupaten Sleman. Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan SLeman Drs. Ery Widaryana, M.M memberikan sambutan dan motivasi kepada para pengurus UPZ sekolah untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS melalui BAZNAS, karena dana yang masuk ke BAZNAS juga akan disalurkan kembali kepada para anak didik di masing-masing sekolah. Acara Sosialisasi & Pembinaan UPZ ini terselenggara atas bantuan dana hibah dari APBN melalui Kemenag Sleman. Penguatan Literasi tentang Zakat Infak dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat akan lebih sadar akan kewajiban dan manfaat ZIS, sehingga partisipasi dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah akan meningkat, salah satunya kegiatannya adalah melalui pertemuan sosialisasi ini. Pembinaan UPZ merupakan salah satu upaya BAZNAS Kab. Sleman untuk mensinergikan program-program BAZNAS dengan mitra khususnya UPZ. UPZ adalah garda terdepan BAZNAS dalam mengumpulkan zakat dari para muzaki (ASN/pegawai/masyarakat umum). BAZNAS Kabupaten Sleman memiliki sekitar 70an UPZ sekolah/madrasah (dari total 145 UPZ Dinas) yang tersebar baik dari satuan kerja Dinas Pendidikan Sleman maupun Kemenag Sleman. Dalam rangka optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZIS, BAZNAS melaksanakan pembinaan UPZ secara rutin ini. Akhir-akhir ini ada UPZ yang terlihat mulai berkurang setoran ZIS-nya dan ada UPZ yang tidak aktif menyetorkan ZISnya ke BAZNAS. Oleh sebab itu, BAZNAS ingin memperkuat kembali peran UPZ sekolah ini untuk meningkatkan pengumpulan ZIS khususnya dari para muzaki ASN/guru/karyawan tersebut. Kami juga memberikan ruang bagi UPZ mengusulkan program untuk ditasyarufkan pada program beasiswa maupun kegiatan sekolah, tentunya mengikuti aturan yang ada. Pada tahun 2024 ini kami memiliki target Pengumpulaan ZIS dari BAZNAS RI sebesar Rp 13,1 Milyar setahun atau jika dibagi menjadi Rp 1,1 milyar perbulan namun baru terealisasi sekitar 900 juta/bulan, artinya masih ada gap yang harus kita capai. Oleh sebab itu kami mohon doa restu & dukungan dari seluruh pihak guna mensukseskan tercapainya target tersebut dan semakin banyak masyarakat yang terbantu. Kepala Kantor Kemenag Sleman H. SIdik Pramono, M.SI. selaku pemateri mengucapkan terimakasih kepada para guru yang sudah rela gajinya dipotong untuk zakat melalui BAZNAS. Karena Zakat ini memiliki dampak luar bisa bukan hanya bagi penerima tetapi juga bagi para muzaki, orang yang mengeluarkan zakat mendapatkan keberkahan dan kebaikan. Lebih Lanjut, Kakan mengungkapakan bahwa zakat ini sama pentingnya dengan solat, karena dalam Qur'an banyak ayat menyandingkan perintah sholat dengan berzakat. maka dosa meninggalkan zakat ini juga termasuk dosa besar seperti meninggalkan sholat. Oleh karena itu, peran UPZ ini perlu dioptimalakan untuk mengumpulkan zakat dari pegawai di lingkungan instansi sekolah masing-masing, utamanya Bendahara untuk mengambil atau memotong gaji para pegawai sesuai aturan dan syariat. BAZNAS sebagai lembaga remi pengelola Zakat berperan penting dalam ikut mewujudakan kesejahteraan sosial, setiap aktivitas BAZNAS ini dapat dipertanggung jawabkan. Maka jangan ragu untuk berzakat melalui BAZNAS.
BERITA26/07/2024 | AS6
Gebyar Mualaf
Gebyar Mualaf
Sleman, 14 Juli 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan Gebyar Mualaf & Pameran Produk UMKM Mualaf binaan BAZNAS. Hadir dalam acara ini, Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ibu Saidah Sakwan, MA., Bupati Sleman Dra Kustini Sri Purnomo, dan perwakilan Kepala OPD se-Kabupaten Sleman serta para peserta dari 17 Kapanewon. Para Mualaf se-kabupaten Sleman hadir dalam acara Gebyar Mualaf mewakili 17 kecamatan dan satu peserta Yayasan Yaumu Sleman. Ketua Baznas RI menyerahkan piala kepada para pemenang lomba antar mualaf. Dalam kesempatan ini ketua BAZNAS RI menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS Kabupaten Sleman telah sukses melakukan program pendampingan bagi para mualaf di Sleman. Gebyar Mualaf merupakan terobosan program advokasi bagi para mualaf yang dilakukan secara berkelanjutan bekerjasama dengan penyuluh dari KUA. “Semoga para mualaf terus semangat untuk memperkuat iman dan ibadahnya sehingga mampu menjadi muslim dan muslimah yang kafah.” Alhamdulillah, Pada tahun 2023 lalu BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil mengumpulkan ZIS sebesar 11,3 milyar rupiah (102,5% dari target /11 M) dan pendistribusian 10,4 milyar rupiah serta pengumpulan dana Palestina sebesar 1,5 milyar rupiah. BAZNAS juga mendapatkan Hasil Audit syariah dengan nilai Indeks Kepatuhan Syariah 81,7 dengan predikat “Sangat baik” dan Indeks Transparansi 84.74 predikat “Tranparan” dari Irjen Kemenag RI. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua BAZNAS RI yang telah memberikan Award kepada Bupati Sleman. Pada tahun 2024 ini BAZNAS telah berhasil mengumpulkan ZIS sebesar 5,6 Milyar dan pentasyarufan program sebesar 3,7 milyar. Dana Zakat ditasyarufkan kepada 8 asnaf mustahik (golongan berhak menerima zakat) sesuai ketentuan syariat, salah satunya Asnaf Mualaf. Asnaf Mualaf adalah golongan yang berhak menerima zakat dalam Islam. Mualaf merujuk kepada orang yang baru memeluk Islam dan dimungkinkan memiliki iman yang masih lemah. Pemberian zakat kepada para mualaf bertujuan untuk memantapkan hati mereka dan meneguhkan keimanannya. Dengan zakat, para mualaf percaya bahwa mereka telah menjadi bagian dari Islam dan bahwa Islam adalah agama yang indah, yang selalu saling menolong satu sama lain. Pada tanggal 7 Juli 2024 lalu BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Mualaf antar Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Lomba Mualaf merupakan rangkaian kegiatan pembinaan akidah bagai para mualaf, sekaligus apresiasi untuk para mualaf yang berprestasi di masing-masing kapanewon. Ada 6 kategori yang diperlombakan, diantaranya Lomba Tartil Qur’an Putra dan Putri, Lomba Islamic Song solo Putra dan Putri, Lomba Azan, dan Lomba Islamic Song Grup Vocal. Seluruh lomba ini diselenggarakan bertempat di SMP N 3 Sleman. Lomba ini diikuti 6-15 orang perwakilan dari masing-masing Kapanewon, dengan total sekitar 110 orang peserta dan 17 pendamping PAIF. BAZNAS berkerja sama dengan Kantor Kemenag Sleman dalam hal ini PAIF (Penyuluh Agama Islam Fungsional) dari seluruh KUA di Sleman, selama ini telah melakukan pendampingan secara rutin kepada para mualaf. Saat ini sudah terbentuk Forum Komunikasi Mualaf Sembada (FKMS) sebagai wadah para mualaf di Sleman untuk saling berkomunikasi. Pada tahun 2023 lalu BAZNAS Sleman berhasil menggelar Wisuda Mualaf, maka pada tahun 2024 ini BAZNAS menyelenggarakan Gebyar dan perlombaan antar Mualaf. Dalam kegiatan Gebyar ini akan ditampilkan para pemenang lomba dan gelar stand usaha milik para mualaf yang merupakan UMKM/ mitra binaan dari BAZNAS. BAZNAS mengucapkan terimakasih kepada para Muzaki dan Donatur yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS dan mendukung terselenggaranya acara Gebyar Mualaf tahun ini. Dalam sambutannya Bupati Sleman menyampaikan dukungan atas program-program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sleman selama ini, termasuk program Sleman Taqwa melalui pembinaan mualaf yang dilakukan secara berkelanjutan ini. Ibu Kustini juga menyampaikan terimakasih atas kedatangan Ketua BAZNAS RI di Kabupaten Sleman, “semoga dukungan BAZNAS pusat kepada daerah semakin bagus, syukur-syukur Sleman dapat diberikan bantuan lebih lanjut untuk penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman. “
BERITA15/07/2024 | AS6
Lomba Mualaf  BAZNAS Sleman Tahun 2024
Lomba Mualaf BAZNAS Sleman Tahun 2024
Sleman, 7 Juli 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Mualaf antar Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Lomba Mualaf merupakan rangkaian kegiatan pembinaan akidah bagai para mualaf, sekaligus apresiasi untuk para mualaf yang berprestasi di masing-masing kapanewon. Ada 6 kategori yang diperlombakan, diantaranya Lomba Tartil Qur’an Putra, Lomba Tartil Qur’an Putri, Lomba Islamic Song Putra, Lomba Islamic Song Putri, Lomba Azan, dan Lomba Islamic Song Grup Vocal. Seluruh lomba ini diselenggarakan bertempat di SMP N 3 Sleman. Lomba ini diikuti 6-15 orang perwakilan dari masing-masing Kapanewon, dengan total sekitar 120 orang peserta dan 17 pendamping PAIF. Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman mengatakan “Kami berharap melalui penyelenggaraan lomba mualaf ini dapat meningkatkan semangat ibadah dan keimanan para mualaf. Para pemenang lomba nantinya akan mendapatkan piala untuk juara I,II & III serta uang pembinaan. Selamat berkompetisi dan semoga mendapatkan hasil terbaik.” BAZNAS bersama PAIF dari seluruh KUA kecamatan di Sleman telah melakukan pendampingan secara rutin kepada para mualaf. Jika pada tahun lalu telah digelar wisuda Mualaf, maka pada tahun 2024 ini BAZNAS menggelar perlombaan antar mualaf. Acara lomba dan kegiatan mualaf ini akan dilanjutkan dengan Gebyar Mualaf pada hari ahad pekan depan, 14 Juli 2024 di Pendopo Parasamya mengundang Ketua BAZNAS RI & Bupati Sleman berserta Forkopimda. Dalam kegiatan gebyar ini akan ditampilkan para pemenang lomba dan gelar stand usaha milik para mualaf UMKM mitra binaan dari BAZNAS. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki komitmen untuk mendukung para mualaf dengan memberikan pembinaan dan pendampingan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Disamping Penguatan Akidah, BAZNAS juga memberdayakan para mualaf pemberian bantuan modal usaha bagi mualaf yang kurang mampu. BAZNAS berharap para pejuang mualaf dapat menjadi muslim dan muslimah yang kaffah.
BERITA08/07/2024 | AS6
Kurban Berkah BAZNAS Sleman Tahun 2024
Kurban Berkah BAZNAS Sleman Tahun 2024
BAZNAS Sleman sembelih 5 sapi di lima lokasi berbeda di Sleman Momentum perayaan Hari Raya Idul Adha tahun 1445 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman memberikan bantuan 5 ekor sapi kurban di 5 Kapanewon & disalurkan di 5 pedukuhan terpilih. Nilai Bantuan sapi ini setiap tempatnya senilai Rp 25 juta unuk pembelian hewan dan biaya operasional sebesar 1 juta rupiah untuk kebutuhan pendukung acara. Nilai keseluruhan bantuan ini mencapai Rp 130.000.000,- (130 juta). BAZNAS tahun ini juga menerima 48 Domba, bantuan BAZNAS RI yang akan disembelih di RPH Kentungan untuk dibagikan kepada Muallaf dan warga kurang mampu di 17 Kapanewon pada hari kamis 20/6/2024. Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki dan Donatur (Bank Sleman dan Bank Sleman Syariah) yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS dan mendukung terselenggaranya acara Kurban tahun ini. Semoga penyaluran dana ZIS melalui Program Kurban Berkah BAZNAS yang dilaksanakan ini dapat memberikan kemanfaatan, peningkatan gizi masyarakat dan keberkahan bagi para penerima manfaat . aamiin..
BERITA21/06/2024 | AS6
Penyaluran Paket Makan Fidyah Tahun 2024
Penyaluran Paket Makan Fidyah Tahun 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman mendistribusikan fidyah kepada kelompok masyarakat rentan & dhuafa di sekitar wilayah Sleman. Pendistribusian fidyah berupa 2.165 paket makanan siap saji ZChicken tersebut dibagikan kepada kelompok masyarakat pekerja PHL Dinas PUPKP, PHL Dinas Perhubungan, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, serta Santri-santri disejumlah Pondok Pesantren & Yatim piatu pada tanggal 13 dan 29 Mei 2024. "Alhamdulillah, telah kami distribusikan fidyah untuk masyarakat rentan & dhuafa di Sleman. Semoga fidyah dalam paket makanan siap saji ini dapat membantu asupan makanan layak bagi kelompok masyarakat rentan & dhuafa. Dalam proses pengadaan paket makan fidyah ini kami bermitra dengan warung Z-Chicken yang didukung permodalan dari BAZNAS. Secara kumulatif nilai fidyah yang disalurkan total senilai 27,3 juta dan diberikan kepada sekitar 2.165 orang . Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh Munfik atau donatur yang telah meng-amanahkan dana fidyahnya & disalurkan melalui BAZNAS Sleman," kata Drs. Kriswanto selaku Ketua BAZNAS Sleman. Fidyah berasal dari kata 'fadaa', artinya mengganti atau menebus. Bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu. Namun, sebagai gantinya diwajibkan untuk membayar fidyah. Ketentuan fidyah tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 184. Fidyah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang miskin atau keluarga rentan. BAZNAS menyalurkan fidyah dalam bentuk makanan siap saji kepada para mustahik. Waktu menunaikan fidyah tidak dibatasi. Fidyah tidak mesti ditunaikan pada bulan Ramadhan, bisa juga ditunaikan setelahnya. Ayat yang mensyariatkan fidyah (QS. Al-Baqarah: 184) tidak menetapkan waktu tertentu sebagai batasan. Fidyah dapat ditunaikan sesuai dengan kelapangan.
BERITA31/05/2024 | AS6
Promo Program Kurban Berkah BAZNAS Sleman Tahun 2024
Promo Program Kurban Berkah BAZNAS Sleman Tahun 2024
Berkurban merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Kurban ini tidak hanya menjadi simbol ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT, tetapi juga menggambarkan keikhlasan, pengorbanan, dan rasa syukur. “Tidak ada satu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Iedul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majjah dan Hakim) Ibadah kurban merupakan cara kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ketaatan hamba kepada tuhannya, ibadah kurban juga dimaknai sebagai ajang berbagi kepada sesama. Melalui Kurban Berkah BAZNAS, Anda dapat berkurban secara Online sesuai dengan syariah, mulai dari pemotongan hingga pendistribusian daging bagi masyarakat di daerah kantong-kantong kemiskinan di wilayah Slemanm, serta memberdayakan peternak di desa. Mari berikan kurban terbaik Anda, untuk membantu memenuhi gizi masyarakat rentan dan bantu pemberdayaan peternak binaan di desa, melalui Kurban Berkah BAZNAS Sleman. Melalui Transfer Bank: BSI 633.000.000.2 BPD DIY Syariah 801.211.017.859 a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman Atau melalui link: http://kabsleman.baznas.go.id/bayarzakat Layanan BAZNAS http://wa.me/6281132208000 Email: [email protected]
BERITA29/05/2024 | AS6
Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY Tahun 2024
Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-DIY Tahun 2024
Bantul, 7 Mei 2024 BAZNAS se-DIY menggelar acara "Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda)" di Joglo Yoso, Palbapang, Kabupaten Bantul. Hadir dalam acara Rakorda perwakilan Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Kabupaten Kota & dan Provinsi DIY. Turut Hadir dalam acara ini Bupati Bantul H Abdul Halim Mushlih sebagai keynote speaker yang memberikan arahan dan dukungannya kepada BAZNAS. Bupati Bantul menyampaikan Perlunya peran bersama Pemda & BAZNAS untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di DIY melalui berbagai program inovatif. Selama ini program pemerintah belum efektif & banyak masih ‘gagal’ dalam upaya menurukna angka kemiskinan di daerah. Senada dengan arahan Ngarsa Dalem (Gubernur DIY) yang merasa sangat prihatin atas angka kemiskinan yang masih tinggi di DIY. Salah satu terobosan mungkin adalah melalui pemberian bantuan untuk pengusaha agar dapat memperkerjakan warga miskin, sehingga dapat membantu mereka mencukupi kebutuhannya. BAZNAS dalam mejalankan program pendistibusian paket konsumtif & program pemberdayaan secara berkelanjutan. Berbagai bantuan ini diharapkan menurunkan angka kemiskinan, walau memang sulit. Pedoman Syar’i menjadi acuan karena BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki pedoman & aturan UU.
BERITA08/05/2024 | AS
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1445 H
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1445 H
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1445 H untuk wilayah Kabupaten Sleman ini dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam untuk mengerjakan ibadah sholat dan puasa. Dengan mengetahui jadwal sholat subuh, zuhur, asar, maghrib, dan isya', seorang muslim dapat mengerjakan shalat awal waktu sesuai sunnah. Adanya jadwal imsak dan buka puasa Kab. Sleman juga dapat memudahkan umat Islam untuk menyempurnakan sunnah puasa. Sebelum berpuasa, seorang muslim dianjurkan untuk mengakhirkan sahur menjelang jadwal shalat subuh. Selain itu, ia juga diharapkan untuk menyegerakan berbuka begitu azan maghrib berkumandang. *Sumber: Bimas Kemenag RI Link Download Download Jadwal Imsakiyah PDF Download Jadwal Imsakiyah JPEG
BERITA14/03/2024 | AS
Bupati Sleman Raih Anugerah BAZNAS Awards 2024
Bupati Sleman Raih Anugerah BAZNAS Awards 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar BAZNAS Awards 2024. BAZNAS Awards merupakan bentuk apresiasi kepada para penggerak zakat yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS RI ke-23 di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis 29 Februari 2024. Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menjadi salah satu kepala daerah dari 58 bupati se-Indonesia yang menerima penghargaan BAZNAS Awards dengan kategori Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik. Apresiasi yang diberikan BAZNAS RI merupakan hasil dari upaya bersama yang dilakukan Pemkab Sleman bersama BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Turut hadir Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., Duta Besar Arab Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy, Musytasyar Grand Syaikh Al-Azhar untuk Bayt Zakat Wa As Shadaqat Mesir Prof. Dr. Sahr Nasr, Menteri Pariwisata RI Sandiaga S Uno, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, perwakilan BAZNAS se-Indonesia, serta para penerima penghargaan. Dalam sambutan Presiden Joko Widodo yang disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas, BAZNAS dan lembaga amil zakat yang lain, tidak lepas dari bukti nyata hadirnya pemerintah untuk mengawal tata kelola zakat di Indonesia. “Tiap tahun kita menyaksikan penganugerahan yang diberikan kepada insan-insan zakat. BAZNAS secara rutin menyelenggarakan award ini. Kami berharap acara ini dapat mendorong inovasi dan beragam kreativitas, memperluas dan memperkuat komitmen serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi bagi seluruh pihak yang terlibat, baik bagi penerima penghargaan, ataupun tidak.” “Penganugerahan BAZNAS Awards 2024 ini menjadi bentuk penghormatan bagi mereka yang berhasil mengembangkan inovasi, meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, serta memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaaan dana zakat infak dan sodaqoh. Melalui zakat segala aspek kehidupan dapat dibangun mulai dari sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat” kata Presiden seperti yang disampaikan Menag Yaqut. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menyampaikan, BAZNAS Awards merupakan agenda tahunan BAZNAS untuk memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berperan dalam membangun tata kelola zakat di Indonesia. "Dari tahun ke tahun, ada lompatan-lompatan besar pengelolaan zakat di Indonesia. Tahun lalu di 2023, zakat di Indonesia mulai menjalankan peran penting yaitu menjalin aliansi strategis secara lintas negara dalam membela kemanusiaan di Gaza dan Palestina," kata Prof. Noor. Pada BAZNAS Awards 2024 ini, kata Prof. Noor, BAZNAS memberikan 395 penghargaan kepada Tokoh dan Lembaga, Kepala Daerah, Mitra dan Donatur, serta BAZNAS daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah berperan aktif dalam membesarkan peran zakat di Indonesia dan konteks global. Kyai Noor berharap, dengan apresiasi dari BAZNAS Awards 2024 ini, tumbuh semangat dan peran yang lebih besar lagi dari berbagai pihak dalam mewujudkan zakat sebagai suatu maslahat bagi kaum muslimin, bangsa Indonesia, serta kemanusiaan di dunia. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama RI, yang memberikan kesempatan kepada BAZNAS untuk mengembangkan diri dan terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang lain. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada gubernur di seluruh Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aktivitas zakat di Indonesia. Adapun beberapa kategori penghargaan yang disematkan dalam BAZNAS Awards 2024 antara lain kategori Kepala Daerah Pendukung Zakat, Kategori Muzaki Pendukung Zakat, Kategori Perusahaan Pendukung Zakat, kategori BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Kategori LAZ. Pemenang dipilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia. Bupati Sleman menjadi salah satu kepala daerah menerima penghargaan BAZNAS Awards dengan kategori Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik. Atas Anugerah BAZNAS Awards 2024, Bupati Sleman menyampaikan terima kasih kepada ASN & masyarakat yang telah secara rutin membayarkan zakat kepada BAZNAS Kabupaten Sleman. Ia juga mengapresiasi kepada para Pimpinan di BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah mengelola dana zakat dengan baik. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah mendukung pengelolaan zakat sehingga pengumpulan zakat, Infak & sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan yang signifikan. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkomitmen dalam memberikan layanan pembayaran dan pentasyarufan ZIS serta turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman kedepan. Sumber: diolah dari Humas BAZNAS RI, Tempo.co & Antaranews
BERITA01/03/2024 | AS6
BAZNAS KABUPATEN SLEMAN RAIH PERINGKAT II DONASI PALESTINA TERTINGGI SE-DIY
BAZNAS KABUPATEN SLEMAN RAIH PERINGKAT II DONASI PALESTINA TERTINGGI SE-DIY
BAZNAS KABUPATEN SLEMAN meraih penghargaan; 1. Peringkat 2 Prosentase Kenaikan Tertinggi Penerimaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) Kategori BAZNAS Tahun 2023 dibanding 2022 Tingkat Kabupaten/Kota, 2. Peringkat 2 Bantuan tertinggi untuk Palestina Tingkat Kabupaten/Kota se-DIY Tahun 2023, 3. Hasil Audit Syariah oleh Itjen Kemenag RI dengan predikat sangat baik dan transparan. Piagam penghargaan ini diserahakan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Pengelola Zakat yang diadakan Bidang Penais Zawa KantorWilayah Kemenag DIY, pada hari Rabu (31/01/2024), di Ros-In Hotel Jl. Ringroad Selatan, Druwo, Sewon, Bantul. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc, beliau menyampaikan terimakasih kepada Muzaki ASN, Siswa Pegawai Sekolah SD SMP se-Kabupaten Sleman yang telah mempercayakan donasi palestina untuk disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Total engumpulan dana kemanusiaan Peduli Palestina yang digalang oleh BAZNAS Sleman mencapai Rp 1,5 milyar dan telah diserahkan ke BAZNAS RI untuk disalurkan ke Gaza-Palestina. Total donasi terkumpul ini berada dibawah raihan penggalangan dana Palestina LazisMu DIY. Secara umum pengumpulan dana ZIS BAZNAS Kabupaten Sleman senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2023 BAZNAS KAbupaten Sleman berhasil menghimpun Dana ZIS sebesar Rp 11.282.081.569,- (11,3 milyar) naik 118 % dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2022 sebesar Rp 9,6 Milyar. Salah satu pendongkrak utama adalah pengumpulan Dana Peduli Palestina terkumpul Rp 1,5 Milyar dari OPD & Masyarakat yang telah kami salurkan melalui BAZNAS RI ke Palestina. Pentasyarufan pada tahun 2023 lalu sejumlah Rp (10,4 Milyar) dengan jumlah penerima manfaat 31.164 orang. Pentasyarufan ini dilakukan dalam 5 Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yaitu: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Makmur, Sleman Sehat & Sleman Peduli. Dengan mayoritas penerima manfaat dari asnaf/golongan fakir dan miskin mencapai 70%. Capaian BAZNAS Kabupaten Sleman di tahun 2023 yang luar biasa ini tentunya merupakan kerja bersama semua stake holder dan mitra yang telah mendukung kinerja BAZNAS Sleman khususnya dukungan dari Pemerintah Daerah. “Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki (baik dari Muzakki ASN maupun muzakki perorangan) yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman yang membutuhkan. “pungkas Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman. Tentunya capaian dan penghargaan ini akan menjadi pemacu semangat untuk menjadikan kinerja BAZNAS Kabupaten Sleman kedepan semakin professional, amanah, transparan dan terpercaya.
BERITA02/02/2024 | AS
Rakorda BAZNAS se-DIY & Puncak Milad ke-23
Rakorda BAZNAS se-DIY & Puncak Milad ke-23
Sleman- 30/01/2024 BAZNAS Kabupaten Sleman melaksanakan agenda Rakorda BAZNAS se-DIY. Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) antar BAZNAS se-DIY adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh semua BAZNAS di Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaksanakan setahun 6 kali. Tepat pada hari ini Selasa 30 Januari 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman ditunjuk untuk menjadi tuan rumah dalam acara Rakorda, berkenaan dengan MILAD BANZAS ke-23. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Sleman, Kepala Biro Bina Mental dan Spritual Setda DIY, Kanwil Kemenag DIY, Pimpinan BAZNAS DIY, Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Kabag Kesra Kabupaten/Kota se-DIY dan 12 penerima manfaat program strategis BAZNAS. Dalam rangka MILAD BAZNAS Milad 23 Tahun BAZNAS dengan Tema “Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzakki, Bahagianya Mustahik” -Nikmat Berzakat: Sebuah Panggilan untuk Berkongsi Kebaikan Perayaan Milad Baznas yang ke-23 mengingatkan kita pada nilai-nilai luhur dalam berzakat. Tentramnya Muzakki: Ketenangan Hati Melalui Kebaikan Sebagai muzakki (pemberi zakat), kita menemukan ketenangan hati melalui perbuatan baik kita. Bahagianya mustahik: Harapan dalam Setiap Bantuan Setiap bantuan zakat yang diterima oleh mustahik (penerima zakat) bukan hanya sekadar materi, tetapi juga harapan baru. Dalam rangakaian Milad ke-23 BAZNAS Kabupaten Sleman telah melaksanakan Khataman Al Qur’an & Tasyakuran pada tanggal 17 Januari 2024 lalu dengan mengundang hafidz dari Ponpes Zuhriyah. Momentum Rakorda kami selengggarakan dalam rangka tasyakuran Milad BAZNAS ke 23 se-DIY sekaligus silaturahmi & menguatkan sinergi antar BAZNAS dengan pemerintah daerah. Acara Rakorda dimulai dengan do’a khotmil Qur’an sebagai wujud tasyakuran Milad BAZNAS ke-23, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan kepada penerima manfaat program strategis BAZNAS, dilanjutkan acara pemotongan tumpeng dan ditutup foto bersama. Lebih lanjut, dalam Laporannya Ketua BAZNAS Sleman (Drs. Kriswanto) menyampaikan capaian BAZNAS dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Khususnya Baznas Kabupaten Sleman berhasil mengumpulkan dana ZIS dan DSKL sejumlah Rp 11,3 miliar dengan rincian Rp1,5 miliar disalurkan untuk dana peduli Palestina, serta disalurkan kepada 31.164 penerima manfaat dengan total dana Rp10,4 miliar. Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik penyelenggaraan Rakorda Baznas se-DIY yang diselenggarakan di Kabupaten Sleman. Menurutnya, Rakorda ini menjadi momen untuk Baznas meramu visi, program dan kegiatan ke depan untuk mentransformasi mindset masyarakat agar zakat tidak semata-mata dipandang sebagai “kewajiban" melainkan panggilan untuk menciptaan dunia yang lebih adil. "Zakat bukan sekedar (pengeluaran) tetapi investasi kita dalam perubahan positif. Zakat bukan sekedar (distribusi harta) melainkan penyeimbang yang mampu merajut kembali dan mempererat tali silaturahmi," katanya. Pada kesempatan tersebut Kustini menyampaikan dukungan sepenuhnya agar Rakorda BAZNAS DIY dapat menjadikan zakat sebagai kekuatan yang memacarkan kebaikan ke seluruh penjuru DIY, pelosok negeri bahkan ke seluruh dunia.
BERITA31/01/2024 | AS
Rapat Koordinasi  UPZ  OPD se-Kabupaten Sleman  Tahun 2024
Rapat Koordinasi UPZ OPD se-Kabupaten Sleman Tahun 2024
Sleman, 25/01/24 Mengawali kegiatan di awal tahun 2024 BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi UPZ dengan tema “Evaluasi Kinerja & Rencana Kerja BAZNAS Kabupaten Sleman Tahun 2024” bertempat di Rung Aula Lantai 3 Setda Kabupaten Sleman. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Waka III Bapak Muhyi Darmaji menyampaikan Laporan Pengolaan ZIS tahun 2023 dan tujuan penyelenggaraan kegiatan Rapat koordinasi UPZ pada kesempatan ini. Kemudian dilanjutkan sambutan Bupati Sleman yang dibacakan oleh Kabag Kesra Kabupaten Sleman Bapak Sigit Herutomo, M.A.P. Dalam Sambutannya Bupati mengucapkan selamad Milad BAZNAS ke 23 dan terimakasih atas peran serta BAZNAS dalam mendukung program-program Pemerintah Daerah khusunya dibidang penanganan masyarakat miskin & pemberdayaan usaha. Bupati juga mendukung penyelengaraan evaluasi kerja dan rencana kerja BAZNAS Sleman tahun 2024 sehingga dapat mencapai target yang telah dicanangkan. Dalam rakor ini turut diserakan Piagam Penghargaan Donasi Palestina kepada UPZ: Dinas pendidikan [mewakili sekolah], Dinas Kesehatan, Kantor Pertanahan-BPN Sleman, & Kalurahan Maguwoharjo. Tahun 2023 BAZNAS Kabupaten Sleman berhasil menghimpun Dana ZIS sebesar Rp 11.282.081.569,- (11,3 milyar) naik 118 % dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2022 sebesar Rp 9,6 Milyar. Salah satu pendongkrak utama adalah pengumpulan Dana Peduli Palestina terkumpul Rp 1,5 Milyar dari OPD & Masyarakat yang telah kami salurkan melalui BAZNAS RI ke Palestina. Pentasyarufan pada tahun 2023 lalu sejumlah Rp (10,4 Milyar) dengan jumlah penerima manfaat 31.164 orang. Pentasyarufan ini dilakukan dalam 5 Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yaitu: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Makmur, Sleman Sehat & Sleman Peduli. Dengan mayoritas penerima manfaat dari asnaf/golongan fakir dan miskin mencapai 70%. Pada tahun 2024 ini kami memiliki target Pengumpulaan ZIS sebesar Rp 13,135 Milyar setahun atau jika dibagi menjadi sekitar Rp 1,1 Milyar perbulan, oleh sebab itu kami mohon doa restu & dukungan dari seluruh pihak guna mensukseskan tercapainya target terebut dan semakin banyak masyarakat yang terbantu. BAZNAS mengajak para pengurus UPZ untuk mensosialisasikan & terus mengingatkan kewajiban zakat kepada para pegawai di satker masing-masing. Kami berharap seluruh penghasilan para ASN baik itu gaji rutin, TPP atau Tukin maupun penghasilan lain pegawai untuk dapat ditunaikan zakatnya, syukur bisa diserahkan BAZNAS semua. Pada kesempatan ini kami mengajak Bapak/Ibu untuk bersama menyusun dan mensinergikan RKAT dari masing-masing UPZ/OPD dengan RKAT BAZNAS Sleman Tahun 2024, mengacu formulir yang telah kami bagikan. Kami memberikan ruang bagi UPZ mengusulkan program untuk ditasyarufkan sesuai asnaf penerima zakat, di lingkungan kantor/UPZ masing-masing maupun masyarakat Sleman secara luas mengikuti aturan yang ada. Penggunaan dana zakat harus seuai asnaf penerima mengacu pada aturan yang ada, maka harus hati-hati dan dapat dipertanggung jawabkan. BAZNAS telah mengikuti audit oleh KAP dengan hasil wajar tanpa pengecualian dan Audit syariah dari Irjen Kemenag RI dengan hasil sangat baik pada tahun 2023 lalu. Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki (baik dari Muzakki ASN maupun muzakki perorangan) yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman yang membutuhkan.
BERITA31/01/2024 | AS
Laporan Pengelolaan ZIS 2023
Laporan Pengelolaan ZIS 2023
Alhamdulillah, Penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Sleman senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2023 BAZNAS KAbupaten Sleman berhasil menghimpun Dana ZIS sebesar Rp 11.282.081.569,- (11,3 milyar) naik 118 % dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2022 sebesar Rp 9,6 Milyar. Salah satu pendongkrak utama adalah pengumpulan Dana Peduli Palestina terkumpul Rp 1,5 Milyar dari OPD & Masyarakat yang telah kami salurkan melalui BAZNAS RI ke Palestina. Pentasyarufan pada tahun 2023 lalu sejumlah Rp (10,4 Milyar) dengan jumlah penerima manfaat 31.164 orang. Pentasyarufan ini dilakukan dalam 5 Program Unggulan BAZNAS Kabupaten Sleman yaitu: Sleman Taqwa, Sleman Cerdas, Sleman Makmur, Sleman Sehat & Sleman Peduli. Dengan mayoritas penerima manfaat dari asnaf/golongan fakir dan miskin mencapai 70%. Tahun 2023 ini BAZNAS Sleman mengikuti Audit syariah yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI dan mendapatkan nilai Kepatuhan syariah dengan predikat Sangat Baik 81,21 dan indeks transparansi sebesar 84,75. Untuk hasil Audit KAP yang dilaksanakan pada awal tahun 2024 atas laporan keuangan 2023 juga kembali mendapatkan hasil Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki (baik dari Muzakki ASN maupun muzakki perorangan) yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Sleman yang membutuhkan.
BERITA12/01/2024 | AS
Penyerahan Bantuan Peduli Palestina
Penyerahan Bantuan Peduli Palestina
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Kabupaten Sleman telah menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina kepada BAZNAS RI untuk disalurkan secara langsung kepada masyarakat Palestina. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Ketua BAZNAS Sleman Kriswanto kepada Noor Achmad bertempat di Kantor BAZNAS RI – Jakarta pada Kamis (14/12/2023). Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan kemanusiaan untuk Palestina ini merupakan penyerahan tahap kedua dari Kabupaten Sleman. Sebelumnya, BAZNAS Kab. Sleman telah menyerahkan bantuan kemanusiaan Palestina tahap pertama sebesar Rp 150 juta, tahap kedua sebesar 1.150 juta dan tahap ketiga Rp 200 juta dengan total penggalangan dana sebesar Rp 1,5 milliar. Bupati menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan kepada BAZNAS RI ini berasal dari infak ASN, OPD, Sekolah, Masjid, Kalurahan dan warga masyarakat Sleman yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sleman. Bupati berharap bantuan yang diserahkan ke BAZNAS RI untuk disalurkan ke Palestina. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad menyampaikan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan kepada warga Sleman yang telah memberikan infak sehingga bisa membantu warga Palestina. Kondisi terbaru di Palestina yang memprihatinkan dan masih dalam kondisi perang. Dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, BAZNAS bekerjasama dengan berbagai lembaga otoritas di wilayah Mesir. Satu–satunya pintu masuk untuk menyalurkan bantuan kepada warga Palestina adalah melalui Mesir. Maka dari itu BAZNAS RI perlu bekerjasama dengan lembaga yang punya otoritas, mengingat begitu ketatnya pemeriksaan oleh Israel. Pemeriksaan dilakukan ketat sehingga BAZNAS RI sangat berhati – hati dalam menyalurkan bantuan tersebut. BAZNAS RI akan berupaya agar seluruh bantuan yang telah dihimpun dapat terlasurkan dengan cepat dan tepat. Secara nasional total bantuan yang telah terkumpul sekitar Rp 200 Milyar. Bantuan Palestina ini akan dilakukan dalam tiga tahap: Tanggap Darurat, Rehabilitasi & Rekontruksi. Kedepan bantuan akan digunakan untuk pembangunan Masjid, Sekolah, Rumah Sakit hingga pemukiman warga.
BERITA14/12/2023 | AS
RAKOR PENGGALANGAN DANA PEDULI PALESTINA
RAKOR PENGGALANGAN DANA PEDULI PALESTINA
Baznas Kab Sleman menginisiasi penggalangan solidaritas untuk Palestina dengan mengadakan rapat koordinasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kapanewon/Kecamatan, Kemenag, dan Sekda Kabupaten Sleman. Dalam koordinasi tersebut disepakati untuk penggalangan dana solidaritas Palestina dikoodinasi oleh masing-masing kapanewon/Kecamatan dan OPD. Untuk tahap pertama penggalangan dana dibatasi sampai akhir november 2023. Donasi dari seluruh OPD dan kapanewon selanjutnya dikirimkan ke Baznas Kab SLeman yang selanjutnya dikirimkan ke Baznas RI. Asisten Setda 3 berharap, penggalangan donasi untuk Palestina dapat dijalankan dengan maksimal dan segera dimanfaatkan oleh rakyat Palestina.
BERITA16/11/2023 | Andung
PENYERAHAN DONASI PEDULI PALESTINA DARI OSIS SMP NEGERI 1 TURI
PENYERAHAN DONASI PEDULI PALESTINA DARI OSIS SMP NEGERI 1 TURI
Pada hari Selasa, 7 November 2023, Osis SMPN 1 Turi bersama dua guru menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp.3.750,000,- untuk peduli Palestina. Dana tersebut dikumpulkan dari seluruh siswa SMPN 1 Turi yang dikhususkan untuk membantu saudara-saudara Muslim di Palestina yang sedang dilanda perang. Sebagaimana diketahui bahwa Baznas Sleman menjadi lembaga pengumpul donasi untuk Palestina yang berasal dari ASN se Kabupaten Sleman, masjid-masjid seluruh Sleman dan masyarakat pada umumnya. hingga rabu, 8 November 2023, pengumpulan telah mencapai Rp. 25 juta dan akan terus bertambah karena masih berlangsung sampai 30 November 2023
BERITA08/11/2023 | Andung
BANTUAN SEMBAKO HARI PANGAN SEDUNIA
BANTUAN SEMBAKO HARI PANGAN SEDUNIA
Baznas Kab Sleman memberikan bantuan sembako kepada petani di Desa Sinduadi Mlati Sleman sebanyak 80 petani, dalam rangka hari Pangan Sedunia. Acara dihadiri kepala dinas PertanianvDI Yogyakarta, kepala dinas Pertanian dan Perikanan Kab Sleman, Asek 1 Setda Pemkab Sleman, KWT (Kelompok Wanita Tani) seluruh Sleman. pada selasa, 31 Oktober 2023
BERITA08/11/2023 | Andung
Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemkab Sleman dan Baznas Kab. Sleman melakukan panen raya bawang merah bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Panen Raya dilakukan pada Senin (11/9/2023) dilahan pertanian seluas 4,4 hektare yang berlokasi di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Mlati, Kabupaten Sleman yang dikelola oleh 50 kepala keluarga (KK). Panen raya dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Bupati Kab. Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Pimpinan BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, Muhaimin SAg, MPd pimpinan Baznas Kab. Sleman, Pimpinan Ponpes Bumu Cendekia KH. M. Imam Azis. Bupati Sleman sangat mengapresiasi kegiatan Lumbung Pangan ini dan ucapan terimakasih karena telah menggulirkan program tersebut untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
BERITA18/09/2023 | Andung
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →