WhatsApp Icon
BAZNAS Sleman Jadi Tuan Rumah Rakorda BAZNAS Se-DIY, Bahas Strategi Penguatan Fundraising dan Program Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung di Albasta Resto, Asram Edupark, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di wilayah DIY.

 

Rakorda dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan jajaran pelaksana BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si. yang mewakili Bupati Sleman, Ketua BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, M.Sc., Kepala Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Ali Afandi, S.Ag., Kabag Kesra Setda Kabupaten Sleman Wiyato Widodo, S.Sos., M.AP., serta Owner Asram Edupark Drs. H. Hafidh Asrom, M.M.

 

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BAZNAS, serta pembacaan doa oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

 

Dalam sambutan selamat datang, Owner Asram Edupark, Drs. H. Hafidh Asrom, M.M., memperkenalkan Asram Edupark sebagai bagian dari Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS) yang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar kelas.

 

Ia menjelaskan bahwa konsep AYWS lahir dari studi banding ke Finlandia dan Turki yang mengedepankan pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Saat ini AYWS telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri dan terus mengembangkan fasilitas pendidikan, laboratorium kewirausahaan, pertanian edukatif, peternakan, hingga program beasiswa bagi para penghafal Al-Qur'an.

 

“Asram Edupark memiliki luas sekitar 12 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, pelatihan, rapat, hingga berbagai aktivitas luar ruang. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi bersama BAZNAS dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta Rakorda dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Sleman sebagai penyelenggara kegiatan.

 

Menurutnya, Rakorda menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat yang semakin dinamis.

 

“Rakorda ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, BAZNAS dituntut semakin adaptif, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Kriswanto.

 

Pada kesempatan tersebut, Kriswanto juga memaparkan capaian kinerja BAZNAS Sleman sepanjang Januari hingga Mei 2026. Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah berhasil mencapai Rp6,8 miliar, sedangkan dana yang telah disalurkan kepada para penerima manfaat mencapai Rp6,3 miliar.

 

Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh berbagai program strategis, di antaranya penguatan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, dan masyarakat, optimalisasi program pemberdayaan ekonomi mustahik, serta peningkatan layanan digital guna memperkuat transparansi dan kepercayaan publik.

 

”Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Agama Kabupaten Sleman, para muzaki, serta seluruh mitra strategis yang selama ini bersinergi bersama BAZNAS,” tambahnya.

 

Ketua BAZNAS DIY, Dra. Hj. Puji Astuti, M.Si., mengatakan bahwa Rakorda merupakan agenda koordinasi rutin yang menjadi sarana berbagi pengalaman antarpengelola BAZNAS di DIY.

 

Ia menegaskan bahwa meskipun program yang dijalankan relatif sama, implementasi di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga koordinasi menjadi sangat penting.

 

”Harapan kami, melalui forum ini semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pengelolaan zakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS memiliki tugas mengelola zakat sekaligus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus terus diperkuat,” ujarnya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS Sleman yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.

 

Menurutnya, keberhasilan penghimpunan zakat di Sleman tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, ASN, dan BAZNAS.

 

“Peran BAZNAS Sleman sangat besar dalam membantu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman. Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha melalui CSR, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar jangkauan pelayanan kepada mustahik semakin luas dan tepat sasaran,” katanya.

 

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh jajaran BAZNAS DIY. Beberapa agenda yang dibahas meliputi strategi peningkatan fundraising pada setiap program, penyusunan jadwal kegiatan tahunan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), pembahasan usulan studi tiru BAZNAS se-DIY tahun 2026, serta sesi diskusi, evaluasi BAZNAS Kabupaten/Kota.

 

Melalui Rakorda ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar-BAZNAS se-DIY sehingga pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat yang semakin luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta.*** 

24/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Terima NPHD dari Pemkab Sleman, Perkuat Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menerima dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Tahun 2026.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., pada Rabu (24/6/2026) di Ruang Rapat Praja 2, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Kegiatan penandatanganan NPHD tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana hibah Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga penerima hibah yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain BAZNAS Kabupaten Sleman, terdapat tujuh organisasi kemasyarakatan lainnya yang turut menerima hibah daerah. Prosesi penandatanganan juga disaksikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., serta Pelaksana IV BAZNAS Sleman, Lina Shofiyah, S.I.P.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan bahwa dana hibah yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Sleman.

Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Dana hibah ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya,” ujar Kriswanto.

Pemberian hibah kepada BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap upaya penguatan tata kelola zakat di daerah. Melalui dukungan tersebut, diharapkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selama ini, BAZNAS Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun mustahik melalui berbagai program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.

Dengan adanya dukungan hibah daerah tersebut, BAZNAS Sleman optimistis dapat semakin memperkuat edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan dana ZIS untuk mewujudkan kesejahteraan umat di Kabupaten Sleman.***

24/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Gelar Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026, Salurkan Bantuan Produktif hingga Kesehatan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kembali menggelar agenda rutin bulanan berupa Sidang Penetapan Mustahik Periode Juni 2026. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Sleman pada Senin (22/6/2026), sidang ini bertujuan untuk mempertimbangkan, memverifikasi, serta memfinalisasi bantuan yang akan disalurkan kepada para calon penerima manfaat (mustahik).

Sidang krusial ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, antara lain: Drs. Kriswanto, M.Sc. (Ketua BAZNAS Sleman), dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes (Wakil Ketua I), Muhaimin, S.Ag., M.Pd. (Wakil Ketua II), Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I (Wakil Ketua III), Nairun, S.A.P (Wakil Ketua IV). Turut hadir mendampingi jalannya sidang, yaitu Pelaksana Bidang II Kukuh Santoso, S.Pd., M.A.

Dalam proses sidang Pendamping Program Rofiq Wicaksono, S.T., serta Tim Pendamping UMKM untuk program Sleman Produktif, Nurul Indah Khasanah, S.T., serta Joko Yugiyanto, S.Psi., mempresentasikan daftar mustahik calon penerima manfaat berdasarkan hasil survey dan verifikasi di lapangan.

Validasi Kelayakan dan Nominal Bantuan Mustahik

Pelaksana Bidang II BAZNAS Sleman, Kukuh Santoso, menjelaskan bahwa agenda sidang kali ini fokus membahas kelayakan mustahik serta menentukan besaran nominal bantuan yang tepat sasaran. Program yang digodok dalam sidang ini meliputi tiga pilar utama, yaitu Sleman Produktif, Sleman Sehat, dan Sleman Peduli reguler.

“Sidang ini menjadi instrumen penting sebagai bahan pertimbangan sekaligus finalisasi. Kami memastikan bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak dengan nominal yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Kukuh.

Rincian Hasil Sidang Penetapan Mustahik Juni 2026

Berdasarkan hasil musyawarah dan finalisasi sidang, berikut adalah daftar kelompok dan jumlah mustahik yang lolos verifikasi:

1. Program Sleman Produktif (Pemberdayaan Ekonomi/UMKM); Ada 6 nama kelompok mustahik calon penerima bantuan.

2. Program Sleman Sehat; Total Penerima: 40 mustahik calon penerima bantuan biaya kesehatan.

3. Program Sleman Peduli (Reguler); Total Penerima: 7 mustahik calon penerima bantuan sosial kemanusiaan.

Melalui hasil sidang penetapan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen untuk segera mendistribusikan bantuan tersebut. Diharapkan, dana stimulus melalui program Sleman Produktif mampu menggenjot kemandirian ekonomi pelaku UMKM, sementara bantuan Sleman Sehat dan Sleman Peduli dapat meringankan beban sosial-kesehatan masyarakat Sleman.***

22/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman
BAZNAS Sleman Fasilitasi Pembuatan NIB Gratis bagi UMKM Binaan di Prambanan Bersama DPMPTSP

BAZNAS Kabupaten Sleman terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendampingan usaha mikro. Kali ini, BAZNAS Sleman berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi pelaku UMKM binaan di Kantor Kapanewon Prambanan, Kamis (18/6/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku UMKM yang berasal dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Program ini menjadi salah satu upaya BAZNAS Sleman dalam mendorong UMKM binaan agar memiliki legalitas usaha sehingga mampu berkembang dan naik kelas.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman Kukuh Santoso, S.Pd., M.A., Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin, S.T., M.T., perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman Atabik Ahmad, S.H., Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman Nuradi Wijaya, S.Pd., dan Pendamping UMKM BAZNAS Kabupaten Sleman, Nurul Indah Khasanah, S.T., dan Joko Yugiyanto, S.Psi.

 

Dalam sambutannya, Panewu Anom Prambanan Sigit Yasin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan UMKM di wilayahnya.

 

"Harapannya ada sumbangsih dari teman-teman UMKM di Kapanewon Prambanan. Nanti akan dijelaskan oleh DPMPTSP mengenai persyaratan yang diperlukan. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar sesuai harapan," ujarnya.

 

Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman sekaligus panitia kegiatan, Nurul Indah Khasanah, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Kapanewon Berbah.

 

"Peserta kali ini berjumlah 20 orang dari enam kalurahan di Kapanewon Prambanan. Sebelumnya kami juga bekerja sama dengan DPMPTSP dalam membantu penerbitan NIB bagi UMKM di Kapanewon Berbah," jelasnya.

 

Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sleman, Kukuh Santoso, menegaskan bahwa kepemilikan NIB menjadi salah satu indikator penting bagi UMKM binaan untuk dapat berkembang menuju kategori usaha yang lebih maju.

 

Menurutnya, BAZNAS Sleman tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha agar melengkapi berbagai aspek legalitas seperti NIB, PIRT, hingga sertifikasi halal.

 

"Kami ingin membekali UMKM binaan agar mampu go nasional. Karena itu legalitas usaha harus lengkap. Ini menjadi salah satu terobosan BAZNAS Sleman dalam membawa UMKM binaan menjadi lebih profesional dan berdaya saing," katanya.

Ia menambahkan, pola bantuan yang diterapkan BAZNAS dilakukan secara bertahap melalui kelompok usaha. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan bantuan berjalan tertib, transparan, serta mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

 

Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Nuradi Wijaya, mengingatkan pentingnya setiap pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai identitas resmi usaha.

 

Menurutnya, NIB dapat diibaratkan sebagai KTP bagi sebuah usaha, karena menjadi dasar untuk mengurus berbagai perizinan lain sekaligus membuka peluang memperoleh berbagai program dukungan dari pemerintah.

 

"Kalau usaha sudah memiliki NIB, maka legalitasnya jelas. Selain memberikan rasa aman, NIB juga menjadi syarat untuk mengakses berbagai bantuan dan program pemerintah. Setelah memiliki NIB, tentu pelaku usaha juga harus terus semangat mengembangkan usahanya," ujarnya.

 

Nuradi juga mengajak pelaku UMKM di wilayah Prambanan memanfaatkan potensi kawasan wisata yang dimiliki untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPMPTSP Kabupaten Sleman, Atabik Ahmad, menjelaskan bahwa penerbitan NIB dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikembangkan pemerintah pusat.

 

Ia menyampaikan bahwa NIB kini menjadi dokumen utama legalitas usaha yang proses pembuatannya relatif mudah dengan syarat utama berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

 

Selain memberikan pendampingan langsung dalam praktik pembuatan akun OSS, DPMPTSP juga memperkenalkan program inovasi layanan Sambang Sambung dan Mas Kliwon yang bertujuan mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat hingga seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman.

 

Melalui kolaborasi bersama BAZNAS Sleman dan FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh legalitas usaha tanpa harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP).

 

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap semakin banyak UMKM binaan yang memiliki legalitas usaha, meningkatkan daya saing produk, memperluas akses terhadap pembiayaan dan program pemerintah, serta mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.***

18/06/2026 | Kontributor: Ayw/BAZNAS Sleman
BAZNAS Sleman Dukung Nikah Bareng Neng Montor Mabur BAZNAS DIY, 20 Pasangan Resmi Tinggal Landas Menuju Halal

BAZNAS Kabupaten Sleman turut mendukung pelaksanaan program Nikah Bareng Neng Montor Mabur bertajuk “Tinggal Landas Menuju Halal” yang diselenggarakan oleh BAZNAS DIY bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Yayasan Citra Dirgantara, dan Fortais Indonesia, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus STTKD Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 4, Sewon, Bantul, DIY ini diikuti oleh 20 pasangan mempelai.

Program tersebut menjadi salah satu perhelatan pernikahan unik di Indonesia karena prosesi akad nikah dilaksanakan di atas pesawat, sekaligus menjadi pernikahan terbanyak di pesawat pertama di Indonesia.

Mewakili BAZNAS Kabupaten Sleman, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan turut menjadi saksi kebahagiaan para pasangan yang resmi mengikat janji suci pernikahan.

Muhaimin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasangan yang belum memiliki pencatatan pernikahan resmi maupun pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah dengan dukungan fasilitas yang memadai.

“Program ini sangat bagus karena memberikan kesempatan bagi pasangan suami istri yang belum mencatatkan pernikahannya maupun pasangan baru untuk menikah secara resmi. Dilaksanakan di tempat yang unik sehingga memberikan kesan mendalam bagi 20 pasangan yang menikah di atas pesawat. Selamat kepada para pengantin yang berbahagia hari ini. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin,” ujar Muhaimin.

Menurutnya, program Nikah Bareng Neng Montor Mabur tidak hanya membantu masyarakat dari sisi administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya keluarga yang sah secara agama dan negara.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Sekretaris Daerah DIY, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Bupati Bantul, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ketua STTKD Yogyakarta, Ketua Yayasan Citra Dirgantara, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, unsur Forkopimka Sewon, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program kemaslahatan umat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antar-lembaga diharapkan dapat semakin memperluas manfaat dan menghadirkan layanan sosial yang inovatif, inklusif, serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Program Nikah Bareng Neng Montor Mabur menjadi momentum istimewa di bulan Dzulhijjah yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para mempelai, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.***

08/06/2026 | Kontributor: ayw/HumasBAZNASSleman

Berita Terbaru

Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Panen Raya Bawang Merah Sleman, BAZNAS dorong kemandirian ekonomi petani
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemkab Sleman dan Baznas Kab. Sleman melakukan panen raya bawang merah bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Panen Raya dilakukan pada Senin (11/9/2023) dilahan pertanian seluas 4,4 hektare yang berlokasi di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Mlati, Kabupaten Sleman yang dikelola oleh 50 kepala keluarga (KK). Panen raya dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Bupati Kab. Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Pimpinan BAZNAS DIY Dra. Hj. Puji Astuti, Muhaimin SAg, MPd pimpinan Baznas Kab. Sleman, Pimpinan Ponpes Bumu Cendekia KH. M. Imam Azis. Bupati Sleman sangat mengapresiasi kegiatan Lumbung Pangan ini dan ucapan terimakasih karena telah menggulirkan program tersebut untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayahnya.
BERITA18/09/2023 | Andung
Bantuan Korban Kebakaran
Bantuan Korban Kebakaran
LAB (Layanan Aktif Baznas ) Baznas Kabupaten Sleman bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Sleman pada hari Jumat 1 September 2023 melakukan kunjungan lapangan ke korban kebakaran warga Gamping Kidul, Kalurahan Ambarketawang Kecamatan Gamping, sekaligus penyerahan bantuan konsumtif Rp. 1 juta dan paket sembako untuk keluarga yang bersangkutan.
BERITA05/09/2023 | Andung
Pentasyarufan Bantuan Kesehatan
Pentasyarufan Bantuan Kesehatan
Ibu Sriyati warga Kebonagung Kecamatan Mlati Kab. Sleman merupakan pasien Haemodialisa (Cuci darah) di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM di Yogyakarta. Beliau pemegang Kartu Keluarga Miskin sudah 2 tahun ini melakukan cuci darah rutin seminggu 2 kali yaitu dihari Rabu dan Sabtu. Melalui program Sleman Sehat, Baznas Kabupaten Sleman memberikan bantuan Konsumtif berupa uang tunai Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah) serta paket Sembako untuk keperluan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan hidup yang lainnya
BERITA01/09/2023 | Andung
Studi Tiru Baznas Kota Bandung ke Baznas Kabupaten Sleman
Studi Tiru Baznas Kota Bandung ke Baznas Kabupaten Sleman
Pada hari Jumat 18 Agustus 2023 Baznas Kabupaten Sleman menerima kedatangan rombongan dari Baznas Kota Bandung Jawabarat. Rombongan tamu dipimpin oleh Ketua Baznas Kota Bandung DR. Ahmad Roziqin, M Ag berjumlah 18 orang terdiri dari unsur perwakilan Kesra 4 0rang, dari Pimpinan 4 orang dan sisanya unsur pelaksana. Diterima langsung oleh Ketua Baznas Sleman Drs. H. Kriswanto, MSc dilantai 3 kantor Baznas Sleman pertemuan berlangsung dengan lancar dan manfaat. Selain bersilaturahmi juga saling bertukar pengalaman antar ke dua lembaga khususnya dalam hal penghimpunan dan pendayagunaan dana ZIS ( Zakat Infaq Sadaqoh). Beberapa topik yang didiskusikan bersama terkait dengan : 1. Memaksimalkan peningkatan pengumpulan ZIS- DSKL secara masif dan terukur . Untuk hal ini Baznas Kab. Sleman banyak belajar dari tamu karena Penghimpunan tahun 2022 di kota Bandung mencapai Rp. 29,3 M sedangkan Sleman baru mencapai Rp. 9,5 M; 2. Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat dengan sistem manajemen berbasis web (Kantor Digital) untuk pelayanan yang lebih maksimal bagi muzaki, munfiq dan juga mustahik. Dalam hal ini Kota Bandung sedang dalam proses instalasi sedangkan di Kabupaten Sleman sudah dalam tahap operasionalisasi kantor digital. Rangkaian acara diakhiri dengan saling bertukar plakat dan foto bersama.
BERITA21/08/2023 | andung
Rapat pencairan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
Rapat pencairan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)
pada hari Rabu tanggal 16 Agustus 2023 bertempat di Kantor Baznas Sleman telah diadakan rapat dari Bidang 2 (pak Muhaimin SAg MPd) tentang sosialisasi syarat2 pencairan untk bantuan Bedah Rumah/Rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Dihadiri oleh Dinas UPKP dan 6 perwakilan bedah rumah
BERITA16/08/2023 | andung
Yatim Ceria BAZNAS Sleman
Yatim Ceria BAZNAS Sleman
SLEMAN – Memperingati bulan Muharram 1445 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Sleman menggelar Program bertajuk Yatim Ceria. Yaitu berupa pemberian santunan sejumlah uang kepada anak yatim, di Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohusodo, Sleman, pada Sabtu pagi (5/8/2023). Acara ini dihadiri oleh Bupati Sleman, perwakilan Pejabat Forkopimda se-Kabupaten Sleman. Dalam acara Yatim Ceria turut dimeriahkan oleh dongeng dari Kak Bimo – Pakar Dongeng Yogyakarta dan hiburan dari hadroh MI Sleman. BAZNAS Kabupaten Sleman pada kesempatan ini memberikan bantuan; santunan anak yatim kepada 430 anak (santunan per anak @ Rp 250.000,-) yang berasal dari 86 Kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman. Masing-masing Kalurahan kami berikan alokasi sekitar 5 orang anak untuk pemerataan. Nilai keseluruhan bantuan ini mencapai Rp 175.500.000,- . Momentum acara ini juga bertepatan dengan rangkaian kegiatan menyongsong peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Kabupaten Sleman. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (haram) dalam Islam. Pada tanggal 10 Muharram dikenal sebagai lebaran yatim, karena pada tanggal tersebut ada tradisi menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya, sehingga memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi para yatim seperti lebaran. Dalam ajaran agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Memberikan santunan anak yatim merupakan tindakan yang mulia dan mendatangkan berbagai pahala. Anak yatim adalah anak yang belum memasuki usia baligh namun telah ditinggal mati oleh ayahnya. Tidak hanya kehilangan sosok ayah, banyak di antara mereka yang hidup kekurangan sehingga membutuhkan uluran tangan kita. “Kami ucapkan terimakasih kepada para Muzaki dan Donatur yang telah mempercayakan BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pengelolaan ZIS dan mendukung terselenggaranya acara Yatim Ceria ini. Semoga penyaluran dana ZIS yang dilaksanakan dapat memberikan kemanfaatan dan mampu memberikan dukungan khususnya bagi para anak yatim ini untuk belajar maupun memenuhi kebutuhan sehari-harinya.” Ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman; Drs. Kriswanto, M.Sc. Pemberian santunan dari BAZNAS Sleman kepada 430 anak yatim tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada lima anak yatim dari berbagai wilayah di Sleman. Dalam sambutanya, Kustini berpesan agar anak yatim di Sleman harus selalu mendapatkan pendampingan serta motivasi, sehingga mereka dapat tumbuh optimal guna menggapai cita-citanya. Sebab, kesuksesan anak di masa depan, dapat terwujud jika diberikan dukungan sekaligus fasilitas yang mereka butuhkan, termasuk bagi anak yatim ini. “Tadi saya tanya kepada para yatim yang berkumpul di tempat ini. Ketika saya tanya cita-citanya, ada berbagai ragam jawabanya. Ada yang bilang ingin jadi polisi, jadi guru, jadi dokter, dan ada pula yang ingin jadi pemain sepak bola yang handal. Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan impiannya, mereka harus kita dukung. Salah satunya melalui program pendidikan gratis yang dimiliki Pemkab Sleman.” Kata Bupati Sleman. [S6]
BERITA10/08/2023 | Asitah
Tebar Kurban 2023 BAZNAS Sleman
Tebar Kurban 2023 BAZNAS Sleman
Memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan hewan kurban sapi kepada 4 masjid di Kabupaten Sleman. Prosesi penyerahan dilakukan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada perwakilan Takmir Masjid pada Kamis (29/6), Jumat (30/6) dan Sabtu (1/7/2023). Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan penyerahan hewan kurban merupakan bagian dari program Sleman Peduli, yang juga merupakan agenda tahunan BAZNAS KABUPATEN SLEMAN. Dana kurban ini berasal dari dana sohibul kurban yang dihimpun oleh BAZNAS dari donator dan bagian program pentasyarufan dana ZIS dalam rangka peningkatan gizi nasional. Pada tahun 2023 ini, BAZNAS Kabupaten Sleman Sleman menyerahkan hewan kurban di 4 Kapanewon di antaranya, di Kapanewon Sleman, Tempel, Pakem, dan Turi. BAZNAS KABUPATEN SLEMAN juga menyerahkan Kurban 1 ekor Kambing untuk Panti Asuhan Al Kautsar – Jaban. Dari keempat lokasi tersebut, diserahkan sebanyak 4 sapi, 1 ekor kambing, dan bantuan biaya operasional sebesar Rp 1.000.000 untuk panitia setempat. Bupati, BAZNAS, dan unsur Muspika juga melakukan pantauan pemotongan hewan kurban di sejumlah lokasi yang tersebar di Kabupaten Sleman. Momentum perayaan hari raya Idul Adha dan Kurban ini menjadi sarana untuk mendukung program peningkatan gizi nasional melalui konsumsi daging kurban. Ibadah Kurban ini juga merupakan bentuk manifestasi empati dan kemanusiaan sesama. Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, menyampaikan ucapan selamat kepada warga yang menerima bantuan hewan kurban dari BAZNAS KABUPATEN SLEMAN. Bupatimengimbau, agar proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban dapat diperhatikan dengan baik. Sehingga kebersihan dan kualitas daging dapat tetap terjaga sampai saat diterima warga. “Alhamdulillah sudah diserahkan hewan kurban di empat Kapanewon. Semoga bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sleman ini dapat bermanfaat terutama bagi warga yang kurang mampu sehingga dapat menyehatkan dan memberikan dampak yang berlimpah,” ujar Kustini. Selain itu, Kustini menilai bantuan hewan kurban BAZNAS Kabupaten Sleman menjadi wujud kepedulian bersama dalam rangka mengentaskan stunting di Kabupaten Sleman. Dengan upaya pemenuhan gizi tersebut, Kustini berharap kesejahteraan masyarakat pun turut meningkat.
BERITA04/07/2023 | SH
Hasil Ekspose Audit Syariah Itjen: BAZNAS Sleman Raih Hasil Sangat Baik
Hasil Ekspose Audit Syariah Itjen: BAZNAS Sleman Raih Hasil Sangat Baik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman Raih Nilai Kepatuhan Syariah dengan Predikat Sangat Baik dan predikat Transparan pada aspek nilai tranparansi. Hal tersebut disampaikan tim auditor syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI saat ekspose hasil audit syariah BAZNAS Kabupaten Sleman pada Kamis (15/6/2023). BAZNAS Kabupaten Sleman meraih Nilai Indeks Kepatuhan Syariah dengan predikat “Sangat Baik” dengan nilai 81,21 dan Nilai Indeks Transparansi sebesar 84,75 dengan predikat “Transparan”. Ketua Tim Auditor Syariah Itjen Kemenag RI untuk BAZNAS Kab. Sleman, M Huda menuturkan Audit Syariah dilakukan selama sepekan, Senin s/d Jumat (12-16/6/2023) bertujuan menjaga agar pengelolaan ZIS DSKL berjalan sesuai kepatuhan syariah, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kami sangat bersyukur hasil audit terhadap pengelolaan ZIS DSKL yang dilakukan BAZNAS Sleman telah memenuhi unsur kepatuhan syari’ah dan dilakukan dengan sangat baik. Pada kesempatan hari terakhir audit, Tim dan Pimpinan BAZNAS Kab. Sleman juga meninjau sejumlah penerima manfaat Program yakni Program Pemberdayaan Usaha dan Bedah Rumah RTLH di Kapanewon Turi Sleman. Kunjungan merupakan sampling untuk memastikan bahwa penerima manfaat telah sesuai asnaf atau tepat sasaran, bantuan yang diberikan juga semakin memberdayakan para mustahik penerima manfaat. Audit syariah yang dilakukan selama sepekan berjalan dengan baik dan menghasilkan nilai yang memuaskan. Hasil Ini akan memperkuat kelembagaan dan manajemen pengolalaan ZIS di BAZNAS Kabupaten Sleman, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengamanahkan pengelolaan dana zakatnya/ZIS di BAZNAS Kabupaten Sleman. Kami berterima kasih kepada tim Itjen yang telah memilih BAZNAS Kab. Sleman sebagai piloting audit syariah pada tahun 2023” Kata Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman.
BERITA03/07/2023 | AS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →