Program MANTAB BAZNAS Sleman Dimulai di MI Bina Akhlaq Pakem untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
27/08/2026 | Penulis: ayw/HumasBAZNASSleman
Dokumentasi: ayw/BAZNAS Kabupaten Sleman
BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman resmi membuka Program MANTAB (Madrasah Aman Tanggap Bencana) di MI Bina Akhlaq, Pakem, Sleman, Jumat (21/8/2026). Program ini menjadi langkah bersama untuk membangun kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan madrasah.
Pembukaan Program MANTAB diawali dengan seremoni launching dan penyerahan mock-up kepada Kepala Madrasah serta perwakilan siswa MI Bina Akhlaq Pakem. Program MANTAB merupakan inisiasi BAZNAS RI yang kemudian dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Sleman dengan memilih satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan potensi risiko bencana.
MI Bina Akhlaq Pakem dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di kawasan yang memiliki risiko bencana, dengan jarak sekitar 13 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Selain itu, lembaga pendidikan ini memiliki jenjang pendidikan yang cukup lengkap, mulai dari daycare, PAUD, TK hingga SD, sehingga dinilai strategis untuk menjadi bagian dari upaya penguatan edukasi kebencanaan sejak usia dini.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutan sekaligus laporannya menyampaikan bahwa kawasan Pakem yang berada di lereng Gunung Merapi memiliki potensi sekaligus tantangan geografis berupa risiko bencana alam.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen dalam aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat melalui program yang bersifat preventif dan edukatif.
“Melalui sinergi bersama BAZNAS, BPBD dan Kemenag Sleman, kami hadir di MI Bina Akhlaq Pakem untuk menginisiasi gerakan sadar bencana sejak dini,” ujar Muhyi.
Ia menambahkan, sekolah dan madrasah perlu menjadi zona aman yang memiliki kapasitas, ketangguhan, serta prosedur yang jelas ketika menghadapi situasi darurat. Program MANTAB diharapkan dapat melahirkan generasi yang mandiri, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana.
“Zakat yang diamanahkan oleh para muzakki melalui BAZNAS hari ini kita wujudkan dalam bentuk investasi keselamatan bagi aset masa depan bangsa, yaitu anak-anak kita,” lanjutnya.
Program MANTAB dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan sesaat. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesiapsiagaan anak sejak dini, memperkuat pengetahuan mengenai mitigasi risiko bencana, serta membentuk prosedur tanggap darurat dan budaya aman di lingkungan madrasah.
Sinergi BAZNAS dan BPBD untuk Edukasi Kebencanaan
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki kemampuan untuk bersikap mandiri dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Ia menyebut Program MANTAB di MI Bina Akhlaq menjadi salah satu pilot project untuk memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah. Menurutnya, Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi risiko bencana, termasuk gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi.
Bambang juga mengapresiasi dukungan BAZNAS dalam memperkuat upaya sekolah aman dan tanggap bencana. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak satuan pendidikan di Sleman yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS DIY yang diwakili H. Jazilus Sakhok, MA., Ph.D., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan menjadi hal penting, khususnya karena wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam potensi bencana.
BAZNAS DIY, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait program satuan pendidikan aman bencana. Upaya tersebut juga diarahkan agar edukasi tanggap bencana dapat semakin terintegrasi dalam lingkungan sekolah dan madrasah.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran anak-anak sejak dini mengenai tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, anak-anak perlu memahami bahwa kepanikan dan tindakan berlari tanpa arah justru dapat meningkatkan risiko.
Jazilus juga menilai masyarakat Yogyakarta memiliki modal sosial berupa budaya guyub dan gotong royong yang menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Namun, kekuatan tersebut perlu diperkuat dengan sistem kesiapsiagaan yang terencana.
Hari Pertama MANTAB Diikuti Siswa dengan Antusias
Kepala Yayasan MI Bina Akhlaq Pakem, Drs. H. Aminuddin Najib, menyambut baik penunjukan MI Bina Akhlaq sebagai lokasi Program MANTAB. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat bagi siswa dan seluruh warga madrasah.
“Kami mohon doa agar sekolah kami berkah,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi” yang disampaikan oleh Fitra dari BPBD Sleman. Peserta kemudian mengikuti Sosialisasi Program MANTAB yang disampaikan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan hari pertama berlangsung hingga sore hari. Meski materi diberikan dalam rangkaian kegiatan yang cukup panjang, siswa-siswi MI Bina Akhlaq Pakem terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat (21/8/2026) dan Senin (24/8/2026). Melalui program ini, BAZNAS Sleman bersama BPBD Sleman berharap kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan menghadapi bencana dapat tumbuh sejak dini sehingga madrasah menjadi lingkungan yang semakin aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.***
Berita Lainnya
BAZNAS RI Perkuat UPZ Kemenhut untuk Mudahkan ASN Tunaikan Zakat
Evaluasi Penanganan Kekeringan Girikerto, BAZNAS Sleman Siap Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
Hari Santri 2026 di Sleman, 1.000 Santri Dijadwalkan Ikuti Rangkaian Kegiatan
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
Klub Padel Galang Donasi Rp5,6 Juta untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Sleman
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
BAZNAS Sleman dan Kemenag Bahas Persiapan Hari Santri Nasional 2026
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
BAZNAS Sleman Galang Dana Peduli Korban Gempa NTT, Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersolidaritas
BAZNAS Sleman Siapkan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI, Sasar Yatim, Dhuafa, dan RTLH
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026
BAZNAS Sleman dan TP PKK Kolaborasi Siapkan Bantuan Sembako untuk Lansia Kurang Mampu

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →