WhatsApp Icon

Monev Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman, BAZNAS Dorong Peternak Semakin Mandiri

18/08/2026  |  Penulis: ayw/HumasBAZNASSleman

Bagikan:URL telah tercopy
Monev Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman, BAZNAS Dorong Peternak Semakin Mandiri

Dokumentasi: ayw/BAZNAS Kabupaten Sleman

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Kabupaten Sleman melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah di Merdikorejo, Tempel, Sleman, Kamis (13/8/2026).

Monev dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha peternakan, kondisi kelompok peternak binaan, serta potensi pengembangan Balai Ternak Lumbung Berkah agar semakin mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.

Kepala Divisi Usaha Peternakan, DAM, dan Aqiqah BAZNAS RI, drh. Ajat Sudrajat, bersama jajaran BAZNAS RI melakukan kunjungan kerja ke Sleman. Dalam kunjungan tersebut, Ajat berdialog langsung dengan para peternak mengenai perkembangan usaha yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun.

Berdasarkan penyampaian para peternak, rata-rata keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar Rp1 juta per ekor ternak. Ajat menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana program pemberdayaan BAZNAS memberikan manfaat ekonomi bagi penerima binaan.

“Besar kecil insyaAllah berkah. Ini menjadi bahan evaluasi di BAZNAS, apakah sudah memberikan manfaat ekonomi bagi yang dibina. Angka-angka itu dicatat sehingga pendamping bisa mengukur,” jelas Ajat.

Tiga Target Kemandirian Balai Ternak

Ajat menjelaskan, pengembangan Balai Ternak BAZNAS memiliki tiga target utama, yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, dan manfaat spiritual.

Kemandirian ekonomi diukur melalui peningkatan pendapatan peternak. Sementara kemandirian kelembagaan dibangun melalui kekuatan kelompok. Menurut Ajat, keberadaan kelompok memungkinkan para peternak saling berbagi pengetahuan, pengalaman, hingga sumber daya dalam mengembangkan usaha.

Peternak dapat saling bertukar informasi mengenai pemeliharaan domba, kebutuhan pakan, perawatan ternak, hingga penggunaan sarana pendukung peternakan. Kekuatan kelompok juga membuka peluang untuk mengakses program pemerintah yang mensyaratkan keberadaan kelompok usaha.

“Manfaat berkelompok, kami kemarin ngobrol dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, ada bantuan peralatan dan pelatihan yang mensyaratkan kelompok. Program pemerintah bisa kita akses asal berkelompok,” ujar Ajat.

Selain aspek ekonomi dan kelembagaan, BAZNAS juga menekankan pentingnya manfaat spiritual. Menurut Ajat, peningkatan kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari peningkatan kualitas ibadah dan semangat para peternak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

BAZNAS Sleman Dorong Peternak Terus Berkembang

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa program pemberdayaan merupakan bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat meningkatkan taraf kehidupannya secara bertahap.

Muhyi menegaskan bahwa para peternak binaan bukan berarti tidak mampu, tetapi membutuhkan proses, pendampingan, sarana, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami bukan menganggap teman-teman peternak di sini tidak mampu, tetapi mampu hanya saja butuh proses. Bantuan sarana prasarana yang diberikan bisa dikembangkan sebagai ikhtiar menghasilkan sesuatu yang menjadi tumpuan ekonomi,” ungkap Muhyi.

Ia berharap para peternak dapat terus meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Muhyi juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut berbagi melalui zakat, sehingga dana zakat dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan membantu penerima manfaat menuju kondisi yang lebih mandiri.

Persiapan Menuju Kemandirian Kelompok

Pendamping Program Balai Ternak Lumbung Berkah, Arif Rachmat, S.Pt., dalam sesi diskusi meminta penjelasan lebih rinci mengenai indikator kemandirian agar para peternak memiliki pemahaman yang sama mengenai arah program.

Arif juga menyampaikan pentingnya mitigasi risiko dalam usaha peternakan. Menurutnya, kematian ternak merupakan salah satu risiko yang harus diantisipasi karena dapat memengaruhi perkembangan modal usaha kelompok.

Selain itu, Arif mengusulkan pembentukan kas kelompok untuk membiayai kebutuhan operasional, seperti penyusutan kandang dan kebutuhan listrik. Menurutnya, keberadaan kas kelompok penting agar keberlangsungan usaha tidak terus bergantung pada iuran anggota.

Menanggapi hal tersebut, Ajat menjelaskan bahwa kemandirian bukan berarti kelompok harus berhenti atau bubar setelah pendampingan BAZNAS berakhir. Sebaliknya, masa pendampingan perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan kelompok agar mampu berkembang secara mandiri.

“Mandiri itu bukan bubar. BAZNAS punya keterbatasan waktu dan dana. Bapak-bapak bisa mempersiapkan ketika tiba dimandirikan, bisa terus berkembang dan bermanfaat,” kata Ajat.

Ia bahkan mendorong agar Balai Ternak Lumbung Berkah ke depan tidak hanya bergerak dalam penggemukan atau pembibitan ternak, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang lebih luas, seperti penyediaan layanan aqiqah dan pengelolaan rumah potong hewan secara bersama.

Dengan demikian, program Balai Ternak diharapkan mampu berkembang dari sekadar bantuan ternak menjadi ekosistem usaha peternakan yang dikelola secara berkelompok dan berkelanjutan.

Monev kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing bersama anggota kelompok peternak Balai Ternak Lumbung Berkah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sleman, pendamping program, dan para peternak binaan di depan kandang Balai Ternak Lumbung Berkah.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →