Hari Kedua MANTAB di MI Bina Akhlaq Pakem, Siswa dan Guru Praktik Simulasi Gempa Bumi
28/08/2026 | Penulis: ayw/HumasBAZNASSleman
Dokumentasi: ayw/BAZNAS Kabupaten Sleman
Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Sleman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman berlanjut pada hari kedua di MI Bina Akhlaq, Pakem, Senin (24/8/2026).
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan peta dan jalur evakuasi sekolah serta pembagian peran dalam menghadapi bencana. Materi tersebut dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan bencana gempa bumi yang melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah.
Materi pertama, “Pembuatan Peta dan Jalur Evakuasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Yusuf Toto Purwoko. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali lingkungan sekolah sekaligus memahami jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.
Siswa dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok membuat gambar peta atau denah sekolah dengan didampingi satu orang guru. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Kegiatan tersebut tidak hanya melatih siswa menggambarkan denah sekolah, tetapi juga membantu mereka memahami posisi jalur evakuasi dan titik kumpul. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak kebingungan ketika terjadi bencana serta mampu mengambil langkah penyelamatan secara tepat, cepat, dan aman.
Guru dan Staf Dilatih Memahami Peran Saat Bencana
Materi kedua, “Pembagian Peran dan Praktik Simulasi”, disampaikan oleh Tim BPBD Kabupaten Sleman, Nur Cahyo Abdullah. Materi ini diikuti oleh guru dan staf sekolah sebelum dilanjutkan dengan praktik simulasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Dalam simulasi, guru dan staf diberikan pembagian tugas yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Beberapa di antaranya bertugas sebagai tim kesehatan, pemberi tanda atau peringatan bencana, hingga membantu proses pertolongan dan evakuasi.
Salah satu hal yang ditekankan adalah penggunaan tanda peringatan yang harus dipahami oleh seluruh warga sekolah. Ketika alat tersebut dibunyikan, seluruh warga sekolah harus segera tanggap dan mengikuti prosedur penyelamatan yang telah disepakati.
Simulasi Gempa Bumi Dibuat Seperti Kondisi Sebenarnya
Praktik simulasi diawali dengan skenario terjadinya gempa bumi di lingkungan sekolah. Dalam skenario tersebut, seorang siswa digambarkan tertimpa kursi di lantai dua sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi.
Seluruh proses dibuat menyerupai kondisi kejadian sebenarnya. Siswa, guru, dan staf menjalankan peran masing-masing sesuai pembagian tugas yang telah diberikan.
Melalui simulasi tersebut, seluruh warga MI Bina Akhlaq diharapkan semakin memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, mulai dari merespons peringatan, melakukan penyelamatan diri, memberikan pertolongan, hingga mengevakuasi korban menuju lokasi yang aman.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dari Program MANTAB untuk membangun kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana. Pengetahuan mengenai peta sekolah, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pembagian tugas diharapkan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.
Program MANTAB di MI Bina Akhlaq Resmi Ditutup
Rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq, Pakem, kemudian ditutup melalui kegiatan yang dihadiri pihak sekolah dan BAZNAS Kabupaten Sleman.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Yayasan. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi menutup rangkaian Program MANTAB di MI Bina Akhlaq.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan modul kepada pihak sekolah sebagai bahan pendukung untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutupan dan foto bersama di halaman depan MI Bina Akhlaq.
Melalui Program MANTAB, BAZNAS Kabupaten Sleman bersama BPBD Sleman terus mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan madrasah. Edukasi dan simulasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk respons yang cepat, tepat, dan aman ketika bencana benar-benar terjadi.***
Berita Lainnya
Hari Santri 2026 di Sleman, 1.000 Santri Dijadwalkan Ikuti Rangkaian Kegiatan
TP PKK Sleman Donasikan Rp10 Juta untuk Korban Gempa NTT melalui BAZNAS
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan
Talkshow Pasar Bela Negara Dorong UMKM Sleman Semakin Produktif dan Mandiri
Dukung Festival Kaligrafi Ke-13 se-Jawa, BAZNAS Sleman Apresiasi Karya Salah Satu Peserta
BAZNAS Sleman Apresiasi 182 KPM PKH Mlati yang Berhasil Graduasi
BAZNAS Sleman dan TP PKK Kolaborasi Siapkan Bantuan Sembako untuk Lansia Kurang Mampu
BAZNAS Sleman Siapkan Bakti Sosial HUT Ke-81 RI, Sasar Yatim, Dhuafa, dan RTLH
BAZNAS Tembus Pulau Palue, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT
Penyintas Gempa NTT di Manggarai Timur Tempati Huntara BAZNAS, Ini Fasilitas yang Dibangun
BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan untuk Bantu Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Sleman Siapkan Dukungan Rp80 Juta untuk Wisuda Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) 2026
Ketua BAZNAS Sleman Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat untuk Perkuat Kesejahteraan dan Kurangi Kemiskinan
Evaluasi Penanganan Kekeringan Girikerto, BAZNAS Sleman Siap Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga
BAZNAS Sleman Galang Dana Peduli Korban Gempa NTT, Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersolidaritas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →