Amalan Setelah Iduladha: Cara Meraih Pahala Dzulhijjah Hingga Akhir Bulan
05/06/2026 | Penulis: Humas
ilustrasi (pexels)
Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah. Banyak umat Islam memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
Namun, tidak sedikit yang mengira bahwa keutamaan bulan ini berakhir setelah pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.
Padahal, kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan di bulan Dzulhijjah masih terbuka hingga akhir bulan. Hari-hari setelah Iduladha tetap menjadi waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam
Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam melaksanakan berbagai ibadah utama seperti haji, kurban, takbir, dzikir, sedekah, dan beragam amal saleh lainnya.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."
(QS. At-Taubah: 36)
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada saat itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah."
(HR. Bukhari)
Meski hadis tersebut menegaskan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, bukan berarti hari-hari setelah Iduladha kehilangan nilai ibadahnya. Justru, seorang muslim dianjurkan untuk menjaga semangat beramal agar keberkahan Dzulhijjah dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Tasyrik
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah Iduladha adalah memperbanyak dzikir dan takbir, khususnya pada hari-hari tasyrik yang berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Rasulullah SAW menyebut hari tasyrik sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan:
· Subhanallah
· Alhamdulillah
· Allahu Akbar
· Laa ilaaha illallah
Dzikir yang dilakukan secara rutin dapat menenangkan hati, menguatkan keimanan, dan menjadi amalan ringan yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Menjaga Shalat Fardhu dan Memperbanyak Shalat Sunnah
Shalat merupakan ibadah utama yang menjadi pondasi kehidupan seorang muslim. Setelah Iduladha, semangat beribadah yang telah dibangun selama Dzulhijjah hendaknya tetap dipertahankan dengan menjaga shalat lima waktu secara tepat waktu dan berjamaah bagi laki-laki.
Selain shalat wajib, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak shalat sunnah seperti:
· Shalat Dhuha
· Shalat Tahajud
· Shalat Rawatib
· Shalat Witir
Konsistensi dalam menjaga shalat menjadi salah satu bentuk kesungguhan seorang muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas ketakwaannya.
Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian Sosial
Semangat berbagi tidak seharusnya berhenti setelah pembagian daging kurban selesai. Masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan bantuan dan perhatian dari sesama.
Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain:
· Memberikan makanan kepada tetangga atau masyarakat yang membutuhkan.
· Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
· Mendukung pembangunan masjid dan fasilitas keagamaan.
· Membantu biaya pendidikan anak yatim dan keluarga kurang mampu.
· Memberikan tenaga, waktu, atau bantuan sosial lainnya.
· Setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat ikhlas akan bernilai ibadah dan menjadi investasi pahala yang terus mengalir.
Mempererat Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan
Iduladha sering menjadi momentum berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan kerabat. Namun, menjaga silaturahmi tidak cukup dilakukan hanya saat hari raya.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyambung tali persaudaraan, memperbaiki hubungan yang renggang, serta saling memaafkan. Silaturahmi bukan hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.
Menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan salah satu amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT dan dapat menjadi sarana meraih ridha-Nya.
Optimalkan Hari-Hari Tasyrik dengan Amal Saleh
Hari tasyrik sering kali luput dari perhatian sebagian umat Islam, padahal hari-hari tersebut masih termasuk bagian penting dari rangkaian ibadah Dzulhijjah.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan selama hari tasyrik antara lain:
· Memperbanyak takbir dan tahmid.
· Berdzikir kepada Allah SWT.
· Membaca Al-Qur'an.
· Menjaga shalat berjamaah.
· Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
· Berbuat baik kepada sesama.
Dengan mengisi hari tasyrik melalui berbagai amal saleh, seorang muslim dapat menjaga semangat ibadah yang telah dibangun sejak awal Dzulhijjah.
Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Membaca dan memahami kandungannya merupakan amalan yang mendatangkan ketenangan hati sekaligus pahala yang besar.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan mendapatkan satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.
Untuk menjaga konsistensi, umat Islam dapat membuat target sederhana seperti:
· Membaca satu juz setiap hari.
· Membaca beberapa halaman setelah shalat wajib.
· Menghafalkan ayat-ayat pilihan.
· Mempelajari tafsir dan kandungan Al-Qur'an.
Kebiasaan ini akan membantu meningkatkan pemahaman agama sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Menjaga Keikhlasan dalam Setiap Amal
Keikhlasan merupakan syarat utama diterimanya amal ibadah. Amal yang besar sekalipun tidak akan bernilai di sisi Allah SWT apabila dilakukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan manusia.
Karena itu, setiap ibadah yang dilakukan setelah Iduladha hendaknya diniatkan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Muslim yang ikhlas akan tetap beramal meskipun tidak diketahui oleh orang lain karena tujuan utamanya adalah memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
Jadikan Dzulhijjah Sebagai Titik Awal Perubahan Diri
Momentum Dzulhijjah sebaiknya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
· Memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari.
· Mengurangi dan meninggalkan perbuatan maksiat.
· Menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat.
· Memperbanyak ibadah sunnah.
· Menambah ilmu agama melalui kajian dan pembelajaran.
· Aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan kemanusiaan.
Perubahan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Penutup
Keutamaan bulan Dzulhijjah tidak berhenti setelah Hari Raya Iduladha. Masih banyak peluang untuk meraih pahala melalui berbagai amalan seperti memperbanyak dzikir, menjaga shalat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, mempererat silaturahmi, dan mengoptimalkan hari-hari tasyrik.
Oleh karena itu, umat Islam hendaknya terus menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Dzulhijjah. Dengan istiqamah dalam amal saleh dan niat yang tulus karena Allah SWT, insya Allah keberkahan, pahala, dan ridha-Nya akan senantiasa menyertai kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.***
Artikel Lainnya
Siapa Itu Mustahik? Pengertian dan 8 Golongan Penerima Zakat dalam Islam
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama
Jejak Kebaikan Seorang Muzaki: Memberi dalam Diam, Menguatkan Banyak Kehidupan
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal: Amalan Ringan dengan Pahala Berlipat
Apa Larangan Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Syariat
Kejar Pahala di 10 Hari Terbaik Zulhijah, Ini Amalan Sunah yang Dianjurkan
Tunaikan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah, Ikhtiar Menjaga Rezeki Tetap Berkah
Syarat Orang yang Berkurban: Panduan Lengkap Sesuai Syariat
Sudah Wajib Zakat? Simak Cara Menghitungnya Agar Tidak Salah
Hukum Kurban Online dalam Islam: Sahkah Berkurban Secara Digital?
Keutamaan Sedekah Subuh: Dalil, Manfaat, dan Hikmah yang Perlu Diketahui
Apa Itu Kurban? Ini Pengertian, Dasar Hukum, dan Syarat Sahnya
5 Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah yang Wajib Dipahami Umat Muslim
Cara Aman Menangani dan Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Higienis dan Aman Dikonsumsi
Belum Bayar Fidyah atau Qadha Puasa? Ini Cara Melunasinya di Bulan Syawal

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →