Hijrah Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Makna, dan Hikmah bagi Umat Islam
02/07/2026 | Penulis: Humas
ilustrasi (AI)
Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan Rasulullah SAW dari Kota Makkah menuju Madinah, tetapi menjadi titik awal lahirnya masyarakat Islam yang mandiri, kuat, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan, persaudaraan, serta keadilan.
Hingga kini, hijrah menjadi momentum yang terus dikenang oleh umat Islam karena menjadi awal berkembangnya peradaban Islam sekaligus dasar penetapan kalender Hijriah yang digunakan dalam berbagai pelaksanaan ibadah.
Latar Belakang Hijrah Nabi Muhammad SAW
Selama berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW bersama para sahabat menghadapi berbagai bentuk penolakan dari kaum Quraisy. Dakwah Islam yang mengajarkan tauhid dan keadilan mendapat tekanan, intimidasi, pemboikotan, hingga penyiksaan terhadap kaum Muslimin.
Di tengah situasi tersebut, Allah SWT memberikan izin kepada Rasulullah SAW untuk berhijrah ke Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.
Penduduk Madinah, khususnya kaum Anshar, telah menyatakan keimanan mereka kepada Islam dan berkomitmen memberikan perlindungan kepada Rasulullah SAW beserta para sahabat.
Hijrah menjadi langkah strategis yang memungkinkan umat Islam menjalankan ajaran agama secara lebih leluasa sekaligus membangun kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan syariat Islam.
Hijrah Menjadi Awal Peradaban Islam
Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW segera membangun fondasi masyarakat Islam yang kokoh. Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah mendirikan Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan kegiatan sosial masyarakat.
Rasulullah SAW juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai wujud nyata ukhuwah Islamiyah. Kebijakan tersebut memperkuat persatuan umat serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Selain itu, Rasulullah SAW menyusun Piagam Madinah, sebuah kesepakatan yang mengatur kehidupan bersama antarberbagai kelompok masyarakat di Madinah dengan menjunjung tinggi keadilan, toleransi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dari sinilah lahir pemerintahan Islam yang menjadi fondasi berkembangnya peradaban Islam hingga menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Mengapa Hijrah Menjadi Awal Kalender Hijriah?
Peristiwa hijrah memiliki arti yang sangat besar bagi perkembangan Islam. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah dan sepakat menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai awal penanggalan Islam.
Kalender Hijriah kemudian digunakan sebagai pedoman dalam menentukan berbagai ibadah, seperti awal Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, pelaksanaan ibadah haji, hingga perhitungan haul zakat.
Hingga saat ini, kalender Hijriah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.
Hikmah Hijrah Nabi Muhammad SAW
Peristiwa hijrah mengandung banyak pelajaran yang relevan bagi kehidupan umat Islam di setiap zaman. Beberapa hikmah yang dapat diteladani antara lain:
· Memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
· Meyakini bahwa pertolongan Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang beriman.
· Berani melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
· Mengutamakan persatuan, persaudaraan, dan semangat saling membantu.
· Menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.
Hijrah mengajarkan bahwa setiap perubahan yang membawa kebaikan memerlukan keimanan, ikhtiar, pengorbanan, serta kerja sama yang dilandasi nilai-nilai Islam.
Meneladani Semangat Hijrah Melalui Kepedulian Sosial
Makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai amal kebaikan, salah satunya dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Melalui zakat, umat Islam tidak hanya menyucikan harta, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial yang dicontohkan Rasulullah SAW menjadi salah satu nilai utama yang terus relevan dalam kehidupan saat ini.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk meneladani semangat hijrah dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Penyaluran zakat melalui BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan ikhtiar bersama untuk membantu mustahik, memberdayakan ekonomi umat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.
Momentum Tahun Baru Hijriah menjadi pengingat bahwa hijrah bukan hanya tentang perpindahan tempat, tetapi juga tentang transformasi menuju kehidupan yang lebih bertakwa, peduli, dan bermanfaat bagi sesama. Semoga semangat hijrah senantiasa menginspirasi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas iman, amal, dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan bersama.***
Apa yang dimaksud dengan hijrah Nabi Muhammad SAW?
Hijrah Nabi Muhammad SAW adalah perpindahan Rasulullah SAW bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah atas perintah Allah SWT. Peristiwa ini menjadi awal terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri dan menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam.
Mengapa Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah?
Rasulullah SAW berhijrah karena dakwah Islam di Makkah mendapat penolakan dan tekanan dari kaum Quraisy. Madinah menjadi tempat yang aman untuk melanjutkan dakwah dan membangun kehidupan masyarakat Islam.
Apa makna hijrah bagi umat Islam?
Hijrah mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, membangun persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Apa hubungan hijrah dengan kalender Hijriah?
Peristiwa hijrah dijadikan sebagai awal penanggalan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA karena menjadi titik balik perkembangan peradaban Islam.
Bagaimana cara meneladani semangat hijrah di masa kini?
Semangat hijrah dapat diwujudkan dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai bentuk kontribusi dalam membantu sesama.
Artikel Lainnya
Khalifah Umar bin Khattab dan Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Hukum Zakat dalam Islam: Dalil, Syarat Wajib, dan Hikmahnya
Hukum Kurban Online dalam Islam: Sahkah Berkurban Secara Digital?
Bulan Muharram 1448 H: Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Hikmah Tahun Baru Islam
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah
Keistimewaan Bulan Muharram: Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Hikmah Tahun Baru Islam
Makna Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah, Muhasabah, dan Perbaikan Diri
Kejar Pahala di 10 Hari Terbaik Zulhijah, Ini Amalan Sunah yang Dianjurkan
Ini Keutamaan 10 Muharram: Amalan Asyura, Hikmah, yang Jarang Diketahui Umat Muslim
Menikah di Bulan Dzulhijjah: Keutamaan, Hikmah, dan Pandangan Islam yang Perlu Diketahui
Zakat Maal: Pengertian, Jenis Harta, Cara Menghitung, dan Penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman
9 Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam untuk Meraih Keberkahan Hidup
Jejak Kebaikan Seorang Muzaki: Memberi dalam Diam, Menguatkan Banyak Kehidupan
Amalan Setelah Iduladha: Cara Meraih Pahala Dzulhijjah Hingga Akhir Bulan
Harta yang Wajib Dizakati dalam Zakat Maal: Panduan Lengkap Menurut Syariat Islam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →