Menikah di Bulan Dzulhijjah: Keutamaan, Hikmah, dan Pandangan Islam yang Perlu Diketahui
08/06/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Sleman
ilustrasi (AI)
Menikah di Bulan Dzulhijjah menjadi pilihan banyak pasangan Muslim yang ingin memulai kehidupan rumah tangga pada momen yang penuh keberkahan.
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah, yang di dalamnya terdapat berbagai ibadah agung seperti haji, kurban, puasa Arafah, serta berbagai amalan saleh yang sangat dianjurkan.
Tidak sedikit calon pengantin yang memilih melangsungkan akad nikah pada bulan ini dengan harapan memperoleh keberkahan dan kemuliaan yang Allah SWT limpahkan pada bulan Dzulhijjah.
Meski demikian, Islam tidak menetapkan kewajiban ataupun larangan khusus terkait waktu pelaksanaan pernikahan.
Pernikahan dalam Islam adalah Ibadah yang Mulia
Dalam ajaran Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan juga bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Pernikahan menjadi sarana untuk menjaga kehormatan diri, menyempurnakan separuh agama, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Karena memiliki kedudukan yang penting, banyak pasangan dan keluarga yang mempertimbangkan waktu terbaik untuk melangsungkan akad nikah. Salah satu pilihan yang kerap dipilih adalah bulan Dzulhijjah karena nilai spiritual yang melekat pada bulan tersebut.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam
Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keutamaan bulan ini banyak disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadis Rasulullah SAW.
Salah satu keistimewaan terbesar Dzulhijjah adalah sepuluh hari pertamanya yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)." (HR. Bukhari)
Selain itu, pada bulan ini terdapat Hari Arafah yang penuh kemuliaan serta Hari Raya Iduladha yang menjadi momentum pelaksanaan ibadah kurban bagi umat Islam yang mampu.
Kemuliaan inilah yang membuat sebagian umat Islam memandang Dzulhijjah sebagai waktu yang baik untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan harapan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Tradisi Menikah di Bulan Dzulhijjah di Indonesia
Tradisi menikah di bulan Dzulhijjah telah berkembang di berbagai daerah, termasuk di Indonesia. Tradisi ini tidak berasal dari ketentuan syariat yang secara khusus menganjurkan pernikahan pada bulan tersebut, melainkan lahir dari penghormatan masyarakat terhadap bulan yang dianggap mulia.
Sebagian masyarakat meyakini bahwa menikah pada bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum yang baik untuk memulai kehidupan baru karena bertepatan dengan suasana religius yang lebih kuat.
Pada bulan ini umat Islam umumnya lebih aktif dalam menjalankan ibadah, memperbanyak sedekah, dzikir, dan amal kebaikan lainnya.
Selain itu, momen setelah Iduladha sering kali menjadi waktu berkumpulnya keluarga besar, sehingga memudahkan pelaksanaan acara pernikahan yang melibatkan kerabat dari berbagai daerah.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa Islam tidak mengajarkan keyakinan bahwa hanya bulan Dzulhijjah yang baik untuk menikah. Semua bulan adalah ciptaan Allah SWT, dan keberkahan pernikahan pada hakikatnya berasal dari ketakwaan serta ketaatan kepada-Nya.
Apakah Menikah di Bulan Dzulhijjah Diperbolehkan?
Pertanyaan mengenai hukum menikah di bulan Dzulhijjah masih sering muncul di tengah masyarakat, terutama karena bulan ini bertepatan dengan musim haji.
Secara syariat, tidak ada larangan menikah pada bulan Dzulhijjah. Larangan hanya berlaku bagi seseorang yang sedang berada dalam keadaan ihram ketika menjalankan ibadah haji atau umrah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, menikahkan, dan tidak boleh meminang." (HR. Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa yang dilarang adalah aktivitas pernikahan bagi orang yang sedang berihram, bukan larangan menikah bagi umat Islam secara umum pada bulan Dzulhijjah.
Hikmah Menikah di Bulan Dzulhijjah
1. Memulai Rumah Tangga pada Bulan yang Mulia
Menikah di bulan Dzulhijjah dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan rumah tangga hendaknya dibangun di atas fondasi iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
2. Menumbuhkan Semangat Ibadah Bersama
Bulan Dzulhijjah identik dengan berbagai amalan saleh seperti puasa sunnah, takbir, dzikir, sedekah, dan kurban. Pasangan yang menikah pada bulan ini memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan bersama dengan semangat ibadah yang lebih kuat.
3. Belajar dari Nilai Pengorbanan
Dzulhijjah erat kaitannya dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah tersebut mengajarkan tentang pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan, nilai-nilai yang juga sangat penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
4. Memperkuat Silaturahmi Keluarga
Momentum Iduladha sering menjadi waktu berkumpulnya keluarga besar. Jika akad nikah dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi menjadi semakin luas.
5. Menanamkan Visi Keluarga yang Bertakwa
Suasana ibadah yang kuat pada bulan Dzulhijjah dapat menjadi momentum yang tepat bagi pasangan untuk menyusun visi keluarga yang berorientasi pada ketakwaan, ibadah, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Persiapan Menikah di Bulan Dzulhijjah
Agar pernikahan berjalan lancar dan penuh keberkahan, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dipersiapkan.
Persiapan Spiritual
Calon pengantin dianjurkan memperbanyak doa, istikharah, membaca Al-Qur'an, serta memperbaiki niat sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Persiapan Ilmu Rumah Tangga
Memahami hak dan kewajiban suami istri merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan pernikahan. Pernikahan bukan sekadar seremonial, melainkan amanah yang harus dijalankan sesuai tuntunan syariat.
Persiapan Finansial
Perencanaan keuangan yang baik akan membantu pasangan membangun keluarga yang lebih mandiri dan stabil secara ekonomi.
Persiapan Mental dan Emosional
Kehidupan rumah tangga membutuhkan kedewasaan dalam menghadapi perbedaan, menyelesaikan konflik, dan membangun komunikasi yang sehat.
Pandangan Ulama tentang Menikah di Bulan Dzulhijjah
Mayoritas ulama sepakat bahwa tidak ada bulan tertentu yang diwajibkan atau dilarang untuk melangsungkan akad nikah. Selama syarat dan rukun nikah terpenuhi, maka pernikahan dapat dilaksanakan kapan saja.
Para ulama juga menjelaskan bahwa memilih waktu yang dianggap baik diperbolehkan selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan akidah Islam.
Seseorang boleh memilih bulan Dzulhijjah karena suasana religiusnya, kemudahan pelaksanaan, atau harapan memperoleh keberkahan, namun tidak boleh meyakini bahwa bulan lain membawa kesialan.
Pada akhirnya, keberkahan rumah tangga tidak ditentukan oleh waktu pelaksanaan pernikahan semata, melainkan oleh keimanan, akhlak yang baik, serta komitmen pasangan dalam menjalankan kehidupan sesuai ajaran Islam.
Menikah di Bulan Dzulhijjah sebagai Awal yang Penuh Keberkahan
Menikah di Bulan Dzulhijjah merupakan pilihan yang diperbolehkan dalam Islam dan memiliki banyak hikmah yang dapat menjadi inspirasi bagi pasangan Muslim. Bulan yang penuh kemuliaan ini mengajarkan nilai ketakwaan, pengorbanan, kebersamaan, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Tradisi menikah pada bulan Dzulhijjah yang berkembang di masyarakat dapat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan bulan tersebut.
Namun, umat Islam perlu memahami bahwa keberkahan rumah tangga tidak semata-mata bergantung pada waktu pelaksanaan akad nikah, melainkan pada niat yang ikhlas, ketaatan kepada Allah SWT, serta kesungguhan pasangan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Dengan persiapan yang matang, pemahaman agama yang baik, dan komitmen yang kuat, pernikahan yang dilangsungkan pada bulan Dzulhijjah dapat menjadi awal perjalanan rumah tangga yang penuh cinta, keberkahan, dan kebahagiaan dunia maupun akhirat.***
Artikel Lainnya
Apa Larangan Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Syariat
Apa Itu Kurban? Ini Pengertian, Dasar Hukum, dan Syarat Sahnya
Apa Tujuan Ibadah Kurban? Ini Makna, Hikmah, dan Keutamaannya Agar Mantap Menunaikan Kurban di Tahun Ini
9 Macam Sedekah yang Dianjurkan dalam Islam untuk Meraih Keberkahan Hidup
Hukum Kurban Online dalam Islam: Sahkah Berkurban Secara Digital?
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal: Amalan Ringan dengan Pahala Berlipat
Kejar Pahala di 10 Hari Terbaik Zulhijah, Ini Amalan Sunah yang Dianjurkan
Siapa Itu Muzaki? Mengenal Kriteria Orang yang Wajib Berzakat
Jejak Kebaikan Seorang Muzaki: Memberi dalam Diam, Menguatkan Banyak Kehidupan
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama
Pendidikan untuk Semua: Saatnya Zakat Menghidupkan Harapan
Syarat Orang yang Berkurban: Panduan Lengkap Sesuai Syariat
Siapa Itu Mustahik? Pengertian dan 8 Golongan Penerima Zakat dalam Islam
Tunaikan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah, Ikhtiar Menjaga Rezeki Tetap Berkah
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →