Cara Aman Menangani dan Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Higienis dan Aman Dikonsumsi
25/05/2026 | Penulis: Humas
ilustrasi (AI)
Momentum Hari Raya Iduladha identik dengan penyembelihan dan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun, selain memastikan proses ibadah berjalan lancar, penanganan daging kurban yang higienis dan aman juga menjadi hal penting agar kualitas daging tetap terjaga dan layak dikonsumsi.
BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan proses penanganan, distribusi, hingga penyimpanan daging kurban guna menjaga keamanan pangan bagi keluarga.
Edukasi ini juga sejalan dengan imbauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman agar masyarakat semakin sadar pentingnya kebersihan dalam pengolahan daging kurban.
Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan daging lebih cepat rusak, terkontaminasi bakteri, hingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah sederhana namun penting dalam menjaga kualitas daging kurban. Berikut cara penanganan dan penyimpanan daging kurban agar tetap higienis dan aman dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Cara Penanganan Daging Kurban yang Benar
Berikut beberapa tips penanganan daging kurban agar tetap higienis dan aman:
1. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Memegang Daging
Kebersihan tangan menjadi langkah utama untuk mencegah perpindahan kuman atau bakteri ke daging kurban. Gunakan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah memegang daging.
2. Gunakan Talenan dan Pisau yang Bersih
Pastikan menggunakan talenan berbahan food grade serta pisau yang bersih agar daging tetap higienis selama proses pemotongan dan pengolahan.
3. Pisahkan Daging dan Jeroan
Daging, jeroan, dan bagian lain sebaiknya dipisahkan pada wadah yang berbeda dan bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.
4. Hindari Meletakkan Daging di Lantai
Daging kurban sebaiknya tidak diletakkan langsung di lantai karena berisiko terkena kotoran dan bakteri yang dapat memengaruhi kualitas pangan.
5. Daging Tidak Perlu Dicuci
Membersihkan daging cukup dengan cara dilap menggunakan tisu atau kain bersih. Mencuci daging justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri melalui percikan air.
6. Lindungi dari Lalat dan Debu
Pastikan daging disimpan di tempat tertutup atau terlindung agar tidak terpapar lalat, debu, maupun kotoran lainnya.
7. Gunakan Kemasan Food Grade
Gunakan wadah atau kantong berbahan food grade untuk menjaga keamanan pangan. Hindari penggunaan kantong plastik hitam daur ulang karena tidak aman untuk makanan.
Tips Distribusi dan Penyimpanan Daging Kurban
Selain penanganan, distribusi dan penyimpanan daging juga perlu diperhatikan agar kualitas tetap terjaga hingga sampai ke penerima manfaat.
1. Distribusikan Sesegera Mungkin
Daging kurban sebaiknya segera dibagikan setelah dikemas untuk menjaga kesegarannya.
2. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
Paparan panas berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada daging. Simpan daging di tempat teduh selama proses distribusi.
3. Gunakan Alat Angkut yang Bersih
Kendaraan atau alat angkut yang digunakan harus dalam kondisi bersih dan tertutup agar daging tetap aman selama perjalanan.
4. Pisahkan dari Barang Kotor
Pastikan daging tidak bercampur dengan barang lain yang berpotensi menimbulkan kontaminasi.
5. Segera Simpan Maksimal 2 Jam Setelah Pemotongan
Daging sebaiknya segera disimpan untuk menjaga kualitas dan kesegarannya, terutama dalam kondisi cuaca panas.
6. Simpan di Chiller untuk Konsumsi Jangka Pendek
Jika daging akan digunakan dalam waktu 1–2 hari, simpan di kulkas atau chiller dengan suhu kurang dari 4 derajat Celsius.
7. Gunakan Freezer untuk Penyimpanan Lebih Lama
Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan daging di freezer dengan suhu kurang dari minus 18 derajat Celsius agar tetap awet dan aman dikonsumsi.
8. Kemas dalam Porsi Kecil
Membagi daging dalam porsi kecil atau sekali masak akan memudahkan penyimpanan sekaligus menjaga kualitas daging tetap baik saat digunakan.
Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Sleman berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam pengelolaan daging kurban.
Penanganan yang tepat tidak hanya menjaga kualitas daging, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan keluarga dan penerima manfaat kurban.***
Artikel Lainnya
Zakat Maal: Pengertian, Jenis Harta, Cara Menghitung, dan Penyalurannya melalui BAZNAS Kabupaten Sleman
Jejak Kebaikan Seorang Muzaki: Memberi dalam Diam, Menguatkan Banyak Kehidupan
Sejarah Kalender Hijriah: Peran Khalifah Umar bin Khattab dalam Penetapan Tahun Islam
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama
Menikah di Bulan Dzulhijjah: Keutamaan, Hikmah, dan Pandangan Islam yang Perlu Diketahui
Amalan Setelah Iduladha: Cara Meraih Pahala Dzulhijjah Hingga Akhir Bulan
Bulan Muharram 1448 H: Keutamaan, Amalan Sunnah, dan Hikmah Tahun Baru Islam
Manfaat Zakat bagi Masyarakat: Peran Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat di Indonesia
Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala Berlimpah
Kejar Pahala di 10 Hari Terbaik Zulhijah, Ini Amalan Sunah yang Dianjurkan
Ini Keutamaan 10 Muharram: Amalan Asyura, Hikmah, yang Jarang Diketahui Umat Muslim
Hijrah Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Makna, dan Hikmah bagi Umat Islam
Khalifah Umar bin Khattab dan Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Makna Tahun Baru Islam 1448 H: Momentum Hijrah, Muhasabah, dan Perbaikan Diri
Hukum Zakat dalam Islam: Dalil, Syarat Wajib, dan Hikmahnya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →