Komite Kepresidenan Palestina Ungkap Kondisi Gaza dan Tepi Barat, BAZNAS RI Perkuat Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan
28/09/2026 | Penulis: Humas
Bertemu BAZNAS, Komite Kepresidenan Palestina: Masih Terjadi Pembunuhan, Pengusiran, Penghancuran Te
Kondisi kemanusiaan masyarakat Palestina masih menjadi perhatian serius. Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, menyampaikan bahwa masyarakat di Gaza dan Tepi Barat masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, mulai dari keterbatasan kebutuhan dasar hingga persoalan pengungsian dan akses ibadah.
Hal tersebut disampaikan Mahmoud dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Penyediaan Bantuan Kemanusiaan dan Sosial untuk Negara Palestina bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (25/6/2026).
MoU tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya antara BAZNAS dan pihak Palestina dalam mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri.
Dalam kesempatan tersebut, Mahmoud menggambarkan kondisi kemanusiaan yang menurut pihaknya masih sangat berat akibat konflik yang berlangsung.
"Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini," ujar Mahmoud.
Ia menyebut, eskalasi krisis telah berdampak pada akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Menurut keterangan yang disampaikannya dalam pertemuan tersebut, lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan, air minum, pengobatan, listrik, dan layanan dasar lainnya.
"Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar," tuturnya.
Kondisi Kemanusiaan Tidak Hanya di Gaza
Mahmoud juga menyampaikan bahwa persoalan kemanusiaan tidak hanya terjadi di Jalur Gaza. Menurutnya, masyarakat di Tepi Barat turut menghadapi dampak krisis, termasuk persoalan pengungsian serta hambatan terhadap akses ibadah di kawasan Masjid Al-Aqsa.
Atas kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Bantuan yang dibutuhkan mencakup berbagai kebutuhan, antara lain pangan, air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, serta fasilitas hunian darurat.
Kerja sama dengan BAZNAS RI diharapkan dapat memperkuat mekanisme penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Melalui kerja sama tersebut, proses penghimpunan dan penyaluran bantuan diharapkan berlangsung secara transparan, cepat, dan tepat sasaran.
Pihak Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina juga menyatakan akan turut mengawasi pelaksanaan bantuan agar dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Kami berharap dukungan Indonesia dan kerja sama kemanusiaan melalui BAZNAS dapat terus berlanjut hingga terwujudnya kemerdekaan Palestina," kata Mahmoud.
BAZNAS Perkuat Komitmen Kemanusiaan untuk Palestina
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung penanganan persoalan kemanusiaan melalui penghimpunan dan penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia.
Bagi BAZNAS, dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu bentuk solidaritas kemanusiaan yang dapat disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak krisis, termasuk masyarakat Palestina sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pengelolaan dana yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, Mahmoud juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Indonesia kepada Palestina. Ia secara khusus menyampaikan salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan masyarakat Palestina kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia.
"Salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan juga dari rakyat Palestina kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan juga kepada rakyat Indonesia," ujar Mahmoud.
Kerja sama BAZNAS dan pihak Palestina diharapkan dapat terus memperkuat ikhtiar kemanusiaan serta memastikan dukungan masyarakat Indonesia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Palestina yang membutuhkan.***
Press Release Lainnya
Pra-Rakornas UPZ 2026, BAZNAS RI Perkuat Jaringan Pengumpulan Zakat Nasional
BAZNAS RI Dorong Kolaborasi Keuangan Sosial Islam Global untuk Perkuat Ketahanan Iklim
Kerja Sama BAZNAS RI dan Palestina Diperkuat, Bantuan Pangan hingga Obat-obatan Jadi Prioritas
BAZNAS RI Perkuat Pengelolaan Zakat ASN melalui UPZ di 48 Kementerian dan Lembaga
Danantara Dorong BAZNAS Perkuat Kepercayaan Publik dan Digitalisasi Pengumpulan Zakat
BAZNAS Awards 2026 Libatkan 8 Tokoh Lintas Sektor sebagai Dewan Juri Eksternal
BAZNAS Sleman Ikuti Pra-RAKORNAS 2026, Perkuat Strategi Pengelolaan Muzaki dan Penghimpunan Zakat
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Apresiasi BAZNAS RI dan Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Palestina
Rakornas BAZNAS 2026: Perkuat Strategi Pengumpulan Zakat dan Loyalitas Muzaki untuk Sejahterakan Mustahik
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Menko Yusril Dorong Penguatan UU Zakat, BAZNAS Sleman Hadiri Rakornas 2026
BAZNAS RI Kuatkan Fikih Zakat Kontemporer Melalui Transformasi Digital 2025
Rakornas BAZNAS 2026 di Jakarta, Target Pengumpulan ZIS Nasional Rp70 Triliun pada 2027
BAZNAS RI Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Palestina, BAZNAS Sleman Dorong Warga Salurkan Donasi melalui Kanal Resmi
International Zakat Leader Summit, BAZNAS RI Dorong ZIS Perkuat Ekonomi Syariah dan Kemandirian Umat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →