WhatsApp Icon

Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan

12/10/2026  |  Penulis: ayw/HumasBAZNASSleman

Bagikan:URL telah tercopy
Program Sleman Taqwa, BAZNAS Sleman Ajak 45 Mualaf Wisata Religi ke Bandung, Perkuat Akidah dan Keimanan

Mualaf dampingan BAZNAS Sleman mengikuti pengajian bersama Aa Gym di Pondok Pesantren Daarut Tauhid.

BAZNAS Kabupaten Sleman mengajak 45 mualaf dampingan Pendamping Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) dari 15 kapanewon di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Wisata Religi Mualaf ke sejumlah pusat pembinaan keislaman di Bandung, Jawa Barat, pada 10–12 Oktober 2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Sleman Taqwa untuk memperkuat akidah, meningkatkan keimanan, serta membangun kedekatan para mualaf dengan lingkungan dan komunitas Muslim.

Selain 45 mualaf, kegiatan ini diikuti 15 pendamping PAIF sehingga total peserta mencapai 60 orang. Setiap PAIF mendampingi tiga mualaf dalam perjalanan yang dirancang tidak hanya sebagai wisata religi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, bersama Wakil Ketua II Muhaimin, Wakil Ketua III Nasirun, serta jajaran staf pelaksana turut mengantarkan rombongan yang berangkat menggunakan dua bus menuju Bandung.

Selama tiga hari, rombongan mengunjungi tiga lokasi utama, yakni Pondok Pesantren (PP) Daarut Tauhid, Masjid Lautze 2, dan Masjid Al Jabbar.

Ketiga lokasi tersebut memberikan pengalaman yang beragam, mulai dari mengikuti kajian keislaman bersama tokoh agama, mengenal komunitas pembinaan mualaf, hingga mengunjungi salah satu ikon wisata religi di Kota Bandung.

Mengikuti Qiyamul Lail dan Kajian Bersama Aa Gym di Daarut Tauhid

Destinasi pertama rombongan adalah PP Daarut Tauhid di Gegerkalong Girang, Bandung, yang diasuh oleh K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal sebagai Aa Gym. Rombongan tiba pada Ahad dini hari, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 03.30 WIB.

Setibanya di lokasi, peserta langsung mengikuti qiyamul lail dan doa bersama, kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah. Suasana di kompleks Daarut Tauhid tampak ramai oleh jamaah yang memenuhi area masjid hingga jalan dan lorong di sekitarnya. Pada waktu yang sama, Daarut Tauhid tengah menyelenggarakan kegiatan Malam Bina dan Takwa (Mabit).

Usai salat Subuh, rombongan melanjutkan kegiatan dengan membaca Al-Ma’tsurat dalam dzikir pagi bersama, kemudian mengikuti pengajian Ahad Pagi bersama Aa Gym. Karena jumlah jamaah yang hadir cukup banyak, rombongan BAZNAS Sleman semula menempati area di pinggir jalan yang masih termasuk kawasan Daarut Tauhid.

Panitia kemudian memberikan kesempatan kepada rombongan untuk memasuki masjid secara bergiliran agar peserta dapat mengikuti kajian dari jarak lebih dekat. Dalam sesi tanya jawab, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman dan salah seorang peserta mualaf berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Aa Gym.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian khusus mualaf bersama Ustaz Koh Anugrah Ong selama kurang lebih 2 jam.

Sesi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman dan memperoleh penguatan dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim. Setelah kajian, rombongan menikmati sarapan di area cottaqe Daarut Tauhid bersama para peserta lainnya.

Masjid Lautze 2, Ruang Berbagi dan Menemukan Keluarga Baru

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong Nomor 27, kawasan Braga, Bandung. Masjid yang dikelola Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan dan rumah singgah mualaf di Bandung.

Kedatangan rombongan BAZNAS Sleman disambut hangat oleh pengurus masjid, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Rahmat Nugraha atau yang akrab disapa Koko Rahmat. Sambutan tersebut menjadi awal dari perjumpaan yang penuh keakraban antara para mualaf dari Sleman dan komunitas mualaf di Masjid Lautze 2.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan menyimak kisah perjalanan keislaman sejumlah mualaf yang menjadi jamaah Masjid Lautze 2. Pengalaman-pengalaman tersebut membuka ruang untuk saling belajar, berbagi tantangan, dan menguatkan satu sama lain dalam menjalani kehidupan beragama.

Para mualaf dari Sleman dan Bandung pun berbaur dalam suasana kekeluargaan. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun kedekatan. Sebaliknya, pertemuan ini menghadirkan kesempatan bagi para peserta untuk memperluas jejaring persaudaraan dan merasakan dukungan dari sesama Muslim.

Rangkaian kegiatan di Masjid Lautze 2 ditutup dengan makan bersama dan salat Zuhur berjamaah.

Masjid Al Jabbar, Menutup Perjalanan dengan Wisata Religi

Destinasi terakhir adalah Masjid Raya Al Jabbar di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Masjid yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi Jawa Barat ini memiliki perpaduan arsitektur modern, Sunda, dan Utsmaniyah, dengan empat menara yang menjadi ciri khas bangunannya.

Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh waktu untuk beristirahat, menikmati suasana masjid, serta mengagumi keindahan arsitektur dan kawasan sekitarnya pada sore hari.

Kunjungan ini menjadi penutup perjalanan wisata religi sebelum rombongan bertolak kembali menuju Kabupaten Sleman, dengan singgah untuk beristirahat, salat, makan, dan membeli oleh-oleh.

BAZNAS Sleman Perkuat Pendampingan Mualaf melalui Program Sleman Taqwa

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, berharap kegiatan Wisata Religi Mualaf dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para peserta, tidak hanya selama perjalanan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para mualaf semakin mantap dalam akidah, bertambah pemahaman keislamannya, dan semakin kuat dalam menjalankan ibadah. Mereka juga perlu merasakan bahwa ada saudara-saudara seiman yang siap mendampingi, mendukung, dan menjadi tempat berbagi dalam perjalanan mereka mengenal serta mengamalkan Islam,” demikian harapan Muhyi.

Ia juga berharap pengalaman bertemu dengan para pembina, mengikuti kajian, dan berbagi cerita dengan sesama mualaf dapat menjadi bekal untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Melalui program Sleman Taqwa, BAZNAS Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung penguatan kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk melalui pembinaan mualaf yang berkesinambungan.

Sinergi dengan PAIF dan KUA di 15 kapanewon menjadi bagian penting dalam mendampingi para mualaf agar semakin memahami ajaran Islam, memperkuat keimanan, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.

Wisata Religi Mualaf ke Bandung ini menegaskan bahwa pendampingan mualaf tidak berhenti pada pengenalan ajaran agama, tetapi juga mencakup penguatan spiritual, dukungan sosial, dan pembentukan persaudaraan.

Dengan demikian, para mualaf di Kabupaten Sleman diharapkan semakin percaya diri menjalani kehidupan sebagai Muslim dan terus bertumbuh dalam keimanan.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →