WhatsApp Icon

Kolaborasi BAZNAS Sleman dan BPBD Rehabilitasi Saluran Air Bersih Akibat Longsor di Turi

21/05/2026  |  Penulis: ayw/HumasBAZNASSleman

Bagikan:URL telah tercopy
Kolaborasi BAZNAS Sleman dan BPBD Rehabilitasi Saluran Air Bersih Akibat Longsor di Turi

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Sleman

BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp30 juta untuk rehabilitasi bak penampung dan saluran air bersih terdampak longsor di wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana longsor yang terjadi di kawasan Kali Krasak.

Bantuan tersebut sebelumnya diajukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman setelah terjadinya longsor pada 14 April 2026 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan rusaknya pipa saluran air bersih yang selama ini dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Wonokerto.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, R. Haris Martapa, S.E., M.T., menjelaskan bahwa kerusakan saluran air bersih berdampak pada kebutuhan air masyarakat di dua kalurahan.

“Kerusakan saluran air bersih akibat longsor berdampak pada masyarakat di Kalurahan Girikerto yang meliputi tiga padukuhan dengan total 425 kepala keluarga, serta Kalurahan Wonokerto yang meliputi tujuh padukuhan dengan total 147 kepala keluarga,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut penanganan dampak longsor, pemerintah bersama masyarakat kemudian melaksanakan musyawarah untuk menentukan langkah rehabilitasi secara gotong royong dan kolaboratif.

Beberapa pihak turut berkontribusi dalam proses rehabilitasi tersebut, di antaranya DPUPKP Kabupaten Sleman yang memberikan bantuan bronjong sebanyak 50 buah, BPBD Kabupaten Sleman yang menyalurkan bantuan logistik dan dapur umum senilai Rp5.600.000, serta Bank Sleman yang memberikan bantuan makanan dan minuman gotong royong senilai Rp3.000.000.

Sementara itu, Kalurahan Girikerto dan Wonokerto turut memberikan dukungan berupa material bangunan seperti semen, besi, batu, papan, dan cor dengan total bantuan senilai Rp12.270.000.

Dalam kolaborasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman memberikan bantuan sebesar Rp30 juta yang digunakan untuk pembelian pipa HDPE serta dukungan konsumsi bagi kegiatan gotong royong rehabilitasi saluran air bersih.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., hadir secara langsung dalam acara tindak lanjut rehabilitasi normalisasi saluran air bersih kelompok Wonokerto dan Girikerto akibat longsor tebing Kali Krasak pada Senin (18/5/2026).

“Bantuan diambil dari dana infak sebesar Rp30 juta guna terlaksananya rehabilitasi normalisasi saluran air bersih di wilayah Kalurahan Wonokerto dan Girikerto,” ungkap Kriswanto.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan akses air bersih masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarinstansi dan warga dalam menghadapi dampak bencana.

Kegiatan koordinasi rehabilitasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan BPBD Kabupaten Sleman, DPUPKP, Bank Sleman, pemerintah Kalurahan Girikerto dan Wonokerto, serta warga terdampak di sekitar lokasi.

Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga penanganan dampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat luas.***

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →