
Berita Terkini
Studi Tiru Pengelolaan Zakat: BAZNAS Majalengka Pelajari Strategi Penghimpunan dan Pendistribusian di BAZNAS Sleman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Daerah dan BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Praja I, Setda Kabupaten Sleman, dan dihadiri oleh 21 peserta dari Majalengka.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua III BAZNAS Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I. Selanjutnya, Ketua BAZNAS Sleman, Drs. Kriswanto, M.Sc., menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan profil dan capaian lembaga.
Dalam paparannya, Kriswanto menjelaskan berbagai program unggulan BAZNAS Sleman, mulai dari hasil audit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, dukungan dana hibah APBD, hingga optimalisasi pengumpulan zakat. Selain itu, implementasi Instruksi Bupati (InBup) dan Surat Edaran (SE), serta program Bulan Zakat Panutan (BZP) juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan penghimpunan zakat di Sleman.
“Kami terus berupaya menguatkan sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat agar semakin optimal dan tepat sasaran,” ujar Kriswanto yang telah berkiprah di BAZNAS sejak era Bazda.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari BAZNAS Sleman. Ia menyebut kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Majalengka.
“Kunjungan lintas provinsi ini menjadi langkah penting bagi kami. Rasa lelah perjalanan terbayar dengan banyaknya ilmu yang kami peroleh dari BAZNAS Sleman,” ungkap Agus.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pemerintah daerah Majalengka untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Agus berharap BAZNAS Sleman dapat berbagi pengalaman terkait strategi penghimpunan zakat, sistem manajemen, hingga digitalisasi layanan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Sleman, dr. Andung Prihadi Santosa, M.Kes., menjelaskan bahwa pertumbuhan penghimpunan zakat di Sleman terus mengalami peningkatan.
“Sebagian besar pengumpulan berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) internal dan eksternal. Peran kepala daerah sangat penting, terutama dalam penerbitan kebijakan seperti pemotongan zakat 2,5 persen bagi ASN,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut didukung dengan sistem persetujuan muzaki serta inovasi dalam penyaluran zakat yang memungkinkan ASN memilih mustahik melalui BAZNAS Sleman.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., memaparkan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Salah satunya adalah program balai ternak dengan total investasi sekitar Rp750 juta yang akan segera memasuki masa panen menjelang Iduladha.
Selain itu, terdapat program kerja sama dengan HARA Chicken dengan nilai investasi Rp350–400 juta. Program ini tidak hanya memberdayakan mustahik sebagai tenaga kerja, tetapi juga menghasilkan infak rutin sebesar Rp10–15 juta per bulan untuk mendukung kegiatan masjid dan musala.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan terkait strategi penghimpunan, pendistribusian, hingga digitalisasi layanan zakat.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi, serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi antar lembaga dalam pengelolaan zakat yang lebih baik.***
07/04/2026 | Humas
Rekor! Pengumpulan Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026. Program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” ini berhasil menghimpun dana zakat tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak pertama kali digelar.
Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) tersebut mencatat penghimpunan zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki terdiri dari pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI.
Capaian ini melanjutkan tren peningkatan penghimpunan zakat di lingkungan pejabat negara dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, zakat yang terkumpul sebesar Rp636,2 juta, kemudian meningkat menjadi Rp753,5 juta pada 2023. Tahun 2024 kembali naik menjadi Rp1,08 miliar, lalu melonjak ke Rp2,04 miliar pada 2025, hingga akhirnya mencapai Rp4,34 miliar pada 2026.
Sejumlah tokoh nasional turut berpartisipasi dalam Zakat Istana tahun ini, di antaranya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, beberapa menteri kabinet juga menunaikan zakat melalui BAZNAS, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, serta Muhaimin Iskandar.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Menurutnya, kontribusi para pejabat negara tidak hanya berdampak pada peningkatan penghimpunan zakat, tetapi juga memberikan dorongan moral yang kuat bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
“Keteladanan para pemimpin sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat secara terstruktur dan terpercaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tertinggi dalam sejarah Zakat Istana ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa potensi zakat nasional di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi aktif para pejabat negara dalam Zakat Istana juga mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap gerakan zakat nasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin diakui sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.***
17/03/2026 | Humas
BAZNAS Sleman Salurkan Rp955 Juta Program Ramadan, Fokus Zakat Tepat Sasaran
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan dana zakat sebesar Rp955 juta melalui berbagai program Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program zakat yang dijalankan selama Ramadan guna memastikan zakat tepat sasaran kepada para mustahik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Budi Santosa, ST., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan jumpa pers ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesiapan Sleman menyambut Lebaran.
Sebanyak 50 perwakilan media diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus berdialog langsung dengan para narasumber dari berbagai instansi pemerintah.
Program Ramadan BAZNAS Sleman Capai Rp955 Juta
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa selama Ramadan tahun ini BAZNAS Sleman menjalankan berbagai program sosial dan keagamaan dengan total penyaluran mencapai Rp955 juta.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sleman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf).
Beberapa program utama yang dijalankan selama Ramadan antara lain:
1. Program Grebek Takjil untuk Pedagang Pasar
BAZNAS Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan paket sembako bagi pedagang pasar melalui program Grebek Takjil di lima pasar.Sebanyak 30 pedagang di setiap pasar menerima bantuan tersebut.
2. Bantuan Masjid dalam Program Tarawih Keliling
Dalam kegiatan tarawih keliling bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZNAS Sleman memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk setiap masjid serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.
3. Tali Asih untuk Ribuan Rois di Sleman
BAZNAS Sleman juga menyalurkan tali asih bagi sekitar 2.960 rois yang tersebar di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman.Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp463,5 juta.
4. Bingkisan Lebaran untuk Guru Ngaji
Sebanyak 1.000 guru ngaji TPA di 86 kalurahan menerima bingkisan Lebaran dengan total
5. Program Masjid Ramah Musafir
Untuk mendukung pelayanan bagi para pemudik, BAZNAS Sleman menyalurkan Rp44 juta kepada puluhan masjid melalui program Masjid Ramah Musafir di jalur mudik wilayah Sleman.
6. Santunan bagi Masyarakat Miskin
BAZNAS Sleman juga memberikan santunan bagi 1.000 masyarakat kurang mampu yang tersebar di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.
7. Dukungan Kegiatan Keagamaan Ramadan
Program keagamaan Ramadan juga mendapat dukungan melalui bantuan sebesar Rp50 juta bagi jamaah masjid di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.
8. Paket Sembako Ramadan untuk Warga Miskin
Melalui kerja sama dengan OPD dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS Sleman menyalurkan paket sembako Ramadan bagi 500 masyarakat miskin di 86 kalurahan dengan total bantuan Rp100 juta.
9. Penyaluran Fidyah untuk Masyarakat Kurang Mampu
BAZNAS Sleman juga menyalurkan fidyah sebesar Rp45 juta kepada 630 masyarakat kurang mampu yang berada di 14 kalurahan.
BAZNAS Sleman Tetap Jalankan Program Reguler Sepanjang Tahun
Selain program khusus Ramadan, BAZNAS Sleman juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun.
Program tersebut meliputi:
Sleman Sehat
Sleman Cerdas
Sleman Produktif
Sleman Peduli
Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan kesehatan, pendidikan, ekonomi produktif, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga untuk Lebaran Nyaman di Sleman
Jumpa pers “Lebaran Nyaman di Sleman” juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, antara lain:
Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes.
Wakil Ketua II BAZNAS Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE., M.Ec.Dev.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman dr. Dedi Aprianto.
Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat merasakan Lebaran yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan, dengan dukungan layanan publik yang optimal serta pengelolaan zakat yang tepat sasaran.***
10/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman
Berita Pendistribusian

Peringatan Nuzulul Qur’an, BAZNAS Sleman Tasharufkan Rp628 Juta untuk Mustahik
BAZNAS Kabupaten Sleman menyalurkan bantuan senilai Rp628 juta kepada para mustahik dalam momentum peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah, yang digelar di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman, Jumat (6/3/2026).
Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada ratusan penerima manfaat yang terdiri dari TPA/TPQ, Rois, serta warga terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan pentasharufan ini menjadi bagian dari rangkaian acara pengajian Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I., kepada para penerima manfaat.
Bantuan untuk Guru TPA, Korban Bencana, dan Rois
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Sleman menyalurkan bantuan kepada beberapa kelompok penerima manfaat dengan total nilai Rp628 juta.
Pertama, bantuan diberikan kepada 500 TPA/TPQ berupa bingkisan Idulfitri senilai Rp200.000 per orang, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta.
Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 550 korban bencana alam di Kabupaten Sleman dalam bentuk paket sembako senilai Rp120.000 per orang, dengan total bantuan sebesar Rp66.600.000.
Sementara itu, bantuan terbesar diberikan kepada 2.962 Rois se-Kabupaten Sleman berupa uang tunai sebesar Rp150.000 per orang, dengan total dana yang ditasharufkan mencapai Rp462 juta.
Melalui program tersebut, BAZNAS Sleman berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat, terutama dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Menguatkan Nilai Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam 17 Ramadan.
Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam terhadap peristiwa turunnya Al-Qur’an sekaligus kesempatan untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran kitab suci tersebut.
Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan menguji. Dalam kondisi dunia yang tidak menentu ini, Al-Qur’an harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” ujar Harda.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami makna ketakwaan secara lebih luas, tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan melalui sikap sosial seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya mengajak seluruh jemaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” tambahnya.
Pesan Mengingat Kematian dan Memperbanyak Amal
Menutup sambutannya, Harda Kiswaya mengingatkan pentingnya mengelola waktu dengan baik serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keimanan serta memperbanyak amal saleh sesuai tuntunan Al-Qur’an.
“Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya. Mari kita persiapkan dua tiket masuk surga, yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Qur’an, sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, pengajian juga menghadirkan KH. Imam Syafi’i, S.Pd.I., M.M., sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah mengenai hakikat pengabdian manusia dalam kehidupan.
Momentum Nuzulul Qur’an ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.***
09/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik
BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan dana sebesar Rp44 juta untuk mendukung Program Masjid Ramah Musafir dan Pemudik yang berada di jalur strategis mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Sleman.
Pentasharufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Masjid Ramah Musafir/Pemudik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman.
Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program mudik nasional bertema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua IV Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.
Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik.
“Kemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BAZNAS hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya.
Menurutnya, masjid ramah pemudik diharapkan dapat melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain menjadi kebijakan nasional, program ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para musafir yang singgah di wilayah Sleman.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pemudik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Jika para pemudik merasa disambut dengan baik, maka akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini bisa menjadi daya tarik agar mereka kembali berkunjung ke Sleman,” ujarnya.
Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berjalan saat momentum mudik Lebaran, tetapi akan dikembangkan menjadi program Masjid Ramah Musafir sepanjang tahun sebagai pusat pelayanan umat.
Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid semakin berdaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada masa Ramadan dan Idulfitri jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar para musafir merasa nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp44 juta yang ditasharufkan oleh BAZNAS Sleman merupakan stimulan bagi masjid-masjid yang masuk dalam program tersebut.
“Dana ini menjadi stimulan bagi Masjid Ramah Musafir, selanjutnya pengelolaan dapat dikembangkan menggunakan dana masjid seperti infak jamaah maupun donatur,” jelasnya.
Muhaimin juga menyampaikan berbagai program lain yang dijalankan BAZNAS Sleman untuk mendukung pemberdayaan masjid dan kesejahteraan masyarakat, seperti BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), program BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot, serta penyaluran bingkisan lebaran bagi 500 TPA dan rois di Kabupaten Sleman.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terkait penghimpunan zakat.
Ia menjelaskan bahwa lembaga atau masjid yang ingin menghimpun zakat perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS agar memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya SK UPZ dari BAZNAS, penghimpunan zakat di masjid menjadi sah secara hukum karena amil yang bertugas merupakan amil yang ditunjuk oleh negara,” jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
05/03/2026 | Ayw/BAZNAS Sleman

BAZNAS Distribusikan Selimut untuk Warga Gaza di Tengah Musim Dingin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut telah didistribusikan kepada warga sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah cuaca dingin ekstrem.
?Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, distribusi selimut ini menjadi prioritas mendesak mengingat banyak tempat tinggal warga Gaza yang mengalami kerusakan berat.
?"Kami menyadari bahwa saat ini warga di Kota Gaza tidak hanya berjuang melawan keterbatasan pangan, tetapi juga cuaca dingin ekstrem. Distribusi selimut ini adalah langkah nyata BAZNAS untuk memberikan kehangatan dan perlindungan bagi mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan terhadap penyakit akibat suhu rendah," tutur Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).
?Menurut Saidah, aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga yang saat ini bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi.
?
Saidah juga menegaskan, BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari rakyat Indonesia sampai ke tangan yang tepat.
?"BAZNAS tidak akan berhenti mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut-selimut ini membawa pesan cinta dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan amanah ini dikelola secara transparan dan akuntabel, mulai dari pengumpulan hingga implementasi langsung di lapangan seperti yang kita lakukan hari ini di Gaza," katanya.
?Lebih lanjut, Saidah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang tengah berada dalam kondisi sulit. Ia meyakinkan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola dengan tepat sasaran.
?"Zakat Anda kami salurkan kepada mustahik yang tepat. Kami yakinkan masyarakat bahwa zakat menguatkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menguatkan misi kemanusiaan dunia," jelasnya.
Mari lanjutkan aksi nyata ini, basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui sedekah terbaik Anda melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS
BSI 633.000.000.2
a.n. BAZNAS Kabupaten Sleman
Atau melalui:
https://kabsleman.baznas.go.id/sedekah
Konfirmasi ke WhatsApp:
0811.3220.8000
03/03/2026 | Humas
Artikel Terbaru
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal: Amalan Ringan dengan Pahala Berlipat
Sedekah Syawal memiliki keutamaan besar sebagai amalan setelah Ramadan. Simak dalil, manfaat, dan inspirasi sedekah agar pahala terus mengalir.
Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan, banyak umat Muslim mengalami penurunan semangat dalam beribadah. Padahal, bulan Syawal justru menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi amal kebaikan.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah Syawal. Meski terkesan sederhana, sedekah memiliki keutamaan besar, bahkan mampu mendatangkan pahala berlipat dan keberkahan dalam kehidupan.
Dalil Keutamaan Sedekah dalam Islam
Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji…” (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menjelaskan bahwa pahala sedekah akan dilipatgandakan berkali-kali lipat.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa sedekah bukanlah kerugian, melainkan investasi kebaikan yang akan diganti dengan keberkahan oleh Allah SWT.
Keutamaan Sedekah di Bulan Syawal
Berdasarkan rujukan dari BAZNAS RI, sedekah di bulan Syawal memiliki nilai istimewa, di antaranya:
1. Tanda Konsistensi Ibadah
Melanjutkan kebiasaan baik setelah Ramadan adalah tanda diterimanya amal ibadah. Sedekah Syawal menjadi bukti bahwa semangat berbagi tetap terjaga.
2. Pahala Tetap Berlipat
Meskipun Ramadan telah berakhir, pahala sedekah tetap besar dan terus mengalir, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas.
3. Menghapus Dosa
Sedekah dapat menjadi sarana penghapus dosa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis bahwa sedekah memadamkan dosa seperti air memadamkan api.
4. Membuka Pintu Rezeki
Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi sebab datangnya rezeki yang lebih luas dan berkah.
Manfaat Sedekah: Sosial dan Spiritual
1. Manfaat Spiritual
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Menumbuhkan rasa syukur
Membersihkan hati dari sifat kikir
Sedekah juga melatih keikhlasan dan menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
2. Manfaat Sosial
Membantu masyarakat yang membutuhkan
Mengurangi kesenjangan sosial
Memperkuat ukhuwah Islamiyah
Dalam konteks pasca Idulfitri, sedekah sangat relevan untuk membantu mereka yang masih mengalami kesulitan ekonomi setelah Ramadan.
Kisah Inspiratif: Sedekah Membawa Keberkahan
Banyak kisah nyata menunjukkan bahwa orang yang gemar bersedekah mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
BAZNAS menyebutkan bahwa sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemberinya, bahkan bisa menjadi sebab datangnya rezeki yang tidak terduga.
Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun sedekah yang diberikan, tetap memiliki dampak besar jika dilakukan dengan ikhlas.
Sedekah Syawal sebagai Amalan Setelah Ramadan
Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk menjaga ritme ibadah. Jangan sampai semangat berbagi hanya berhenti di bulan Ramadan.
Melalui sedekah Syawal, kita bisa:
- Menjaga konsistensi ibadah
- Melanjutkan kebiasaan baik
- Menguatkan kepedulian sosial
BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai amalan rutin, bukan hanya musiman.
Memahami keutamaan sedekah di bulan Syawal membantu kita untuk tetap istiqamah dalam berbuat kebaikan setelah Ramadan.
Sedekah bukan hanya amalan ringan, tetapi juga memiliki dampak besar, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam hidup.
Mari lanjutkan semangat Ramadan dengan sedekah Syawal melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
???? Salurkan sedekah terbaik Anda hari ini
???? Jadikan berbagi sebagai kebiasaan
???? Bersama, kita wujudkan kesejahteraan umat
14/04/2026 | Humas
Tunaikan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah, Ikhtiar Menjaga Rezeki Tetap Berkah
Zakat mal dan sedekah jariyah bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga ikhtiar spiritual untuk menjaga keberkahan harta.
Dalam Islam, harta yang dimiliki manusia sejatinya adalah titipan yang harus dikelola dengan amanah dan dimanfaatkan untuk kebaikan.
Memasuki kuartal kedua tahun 2026, banyak umat Islam mulai menata kembali kondisi keuangan setelah Ramadan dan Idulfitri.
Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen menunaikan zakat mal dan memperbanyak sedekah jariyah sebagai langkah menjaga kestabilan rezeki.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana membersihkan harta dan jiwa. Sementara itu, sedekah jariyah menjadi amalan yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah wafat.
Memahami Zakat Mal dan Sedekah Jariyah
1. Pengertian Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Kewajiban ini berlaku atas berbagai jenis harta, seperti:
· Emas dan perak
· Tabungan serta investasi
· Hasil usaha atau perdagangan
· Properti yang menghasilkan
Secara umum, zakat mal ditunaikan sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah memenuhi ketentuan.
2. Pengertian Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah amalan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir dalam jangka panjang. Bentuknya bisa berupa:
· Pembangunan masjid
· Wakaf sumur atau sarana air bersih
· Bantuan pendidikan
· Penanaman pohon
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Karena itu, zakat mal dan sedekah jariyah menjadi kombinasi ibadah yang saling melengkapi: memberi manfaat langsung hari ini sekaligus menjadi bekal pahala jangka panjang.
Manfaat Zakat Mal dan Sedekah Jariyah untuk Keberkahan Rezeki
1. Membersihkan Harta dan Menambah Keberkahan
Zakat mal membantu membersihkan harta dari hak orang lain, sekaligus menyucikan jiwa dari sifat kikir. Sedekah jariyah pun menjadi jalan memperluas manfaat harta agar lebih bernilai di sisi Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)
Secara lahiriah mungkin terlihat berkurang, namun secara spiritual justru mendatangkan keberkahan.
2. Membuka Pintu Rezeki dari Arah Tak Terduga
Banyak orang merasakan bahwa kebiasaan berzakat dan bersedekah justru menghadirkan ketenangan hati serta jalan kemudahan dalam hidup.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Ayat ini menjadi penguat bahwa ketaatan dapat menjadi sebab datangnya pertolongan dan kelapangan rezeki.
3. Menjadi Investasi Akhirat yang Tidak Pernah Rugi
Berbeda dengan investasi dunia yang penuh risiko, zakat mal dan sedekah jariyah adalah investasi akhirat yang nilainya kekal. Setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan dibalas dengan pahala berlipat.
Strategi Mengoptimalkan Zakat Mal dan Sedekah Jariyah di Kuartal Kedua 2026
1. Evaluasi Keuangan Pasca Lebaran
Setelah Idulfitri, luangkan waktu untuk meninjau kembali kondisi keuangan dengan cara:
· Menghitung total aset yang dimiliki
· Mengidentifikasi harta yang wajib dizakati
· Menyusun ulang anggaran bulanan
Langkah ini membantu agar zakat mal dan sedekah jariyah dapat direncanakan secara tepat.
2. Tetapkan Target Sedekah Jariyah
Selain menunaikan zakat, penting juga membuat target amal jariyah secara rutin, misalnya:
· Menjadi donatur tetap masjid
· Mengikuti program wakaf produktif
· Membantu biaya pendidikan anak yatim dan dhuafa
Konsistensi dalam berbagi akan memperkuat kepedulian sosial dan keimanan.
3. Salurkan Melalui Lembaga Terpercaya
Agar dana yang disalurkan tepat sasaran, pastikan zakat dan sedekah diberikan melalui lembaga resmi dan amanah, seperti:
· BAZNAS
· LAZ terpercaya
· Program sosial masjid
Penyaluran melalui lembaga terpercaya membantu memastikan manfaatnya dirasakan oleh yang berhak.
4. Jaga Keikhlasan dan Konsistensi
Kunci utama keberhasilan zakat mal dan sedekah jariyah adalah niat yang ikhlas karena Allah SWT. Jangan menunggu kaya untuk berbagi, karena justru berbagi adalah jalan menuju keberkahan.
Dampak Sosial Zakat Mal dan Sedekah Jariyah
Selain bermanfaat bagi pribadi, zakat mal dan sedekah jariyah juga memberi dampak luas bagi masyarakat.
1. Membantu Mengurangi Kemiskinan
Zakat membantu mustahik memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kualitas hidup.
2. Mendorong Kesejahteraan Umat
Sedekah jariyah dalam bentuk fasilitas umum, pendidikan, dan layanan sosial akan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Budaya berbagi menumbuhkan rasa peduli, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Agar manfaat zakat mal dan sedekah jariyah lebih optimal, hindari hal berikut:
· Menunda pembayaran zakat
· Salah menghitung nisab dan haul
· Bersedekah karena riya
· Tidak konsisten dalam berbagi
Kesalahan tersebut dapat mengurangi keberkahan bahkan mengurangi nilai pahala.
Penutup: Jadikan Zakat dan Sedekah sebagai Investasi Langit
Zakat mal dan sedekah jariyah bukan hanya kewajiban dan amalan sunnah, tetapi juga bagian dari strategi hidup seorang muslim untuk menjaga ketenangan hati, keberkahan harta, dan masa depan akhirat.
Di tengah tantangan ekonomi pada kuartal kedua 2026, menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah jariyah adalah langkah nyata untuk menjaga rezeki tetap bersih, berkah, dan bermanfaat.
Mari tunaikan zakat mal dan salurkan sedekah jariyah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Sleman. Dengan zakat dan sedekah yang Anda titipkan, kita bisa membantu lebih banyak saudara yang membutuhkan dan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat.
Tunaikan zakat dan sedekah terbaik Anda sekarang melalui layanan resmi BAZNAS Kabupaten Sleman.***
10/04/2026 | Humas
Cara Membayar Fidyah atau Qadha Puasa di Bulan Syawal: Panduan Lengkap & Hukumnya
Setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri, masih ada sebagian umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa. Kewajiban ini bisa berupa qadha puasa maupun pembayaran fidyah, tergantung pada kondisi masing-masing.
Lalu, bagaimana cara membayar fidyah atau mengganti puasa (qadha) yang benar sesuai syariat? Memahami hal ini penting agar ibadah tetap sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Islam sendiri memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menyelesaikan kewajiban tersebut. Melalui qadha atau fidyah, setiap Muslim tetap memiliki kesempatan untuk menunaikan tanggungan puasanya dengan cara yang sesuai.
Perbedaan Fidyah dan Qadha Puasa
Sebelum melaksanakan kewajiban, penting untuk memahami perbedaan antara fidyah dan qadha puasa.
Pertama, qadha puasa diwajibkan bagi mereka yang masih mampu berpuasa, seperti orang yang sakit sementara atau wanita yang sedang haid. Penggantiannya dilakukan dengan berpuasa di hari lain sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Sementara itu, fidyah diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita penyakit kronis. Bentuknya adalah memberi makan fakir miskin.
Kedua, qadha dilakukan dengan mengganti puasa hari per hari, sedangkan fidyah dibayarkan dalam bentuk makanan, umumnya satu porsi untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Ketiga, tidak semua orang dapat memilih antara fidyah atau qadha. Penentuan kewajiban harus disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan syariat.
Keempat, dalam kasus ibu hamil atau menyusui, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, dianjurkan untuk mengikuti pendapat yang diyakini atau berkonsultasi dengan ahli agama.
Memahami perbedaan ini membantu memastikan ibadah yang dilakukan sudah tepat dan sah.
Cara Membayar Fidyah dan Qadha Puasa di Bulan Syawal
Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai melunasi kewajiban puasa yang tertunda.
Untuk qadha puasa, Anda dapat mulai berpuasa setelah Idul Fitri. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi.
Sedangkan fidyah dapat dibayarkan dengan memberikan makanan pokok atau makanan siap saji kepada fakir miskin. Umumnya, jumlahnya setara satu porsi makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Selain itu, fidyah juga dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat terpercaya. Cara ini lebih praktis dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.
Agar tidak menumpuk, sebaiknya kewajiban ini segera ditunaikan tanpa menunda terlalu lama. Jangan lupa untuk meluruskan niat, karena niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah.
Hukum Menunda Qadha dan Fidyah
Menunda qadha atau fidyah hingga melewati Ramadan berikutnya menjadi pertanyaan yang sering muncul.
Dalam Islam, menunda tanpa alasan yang dibenarkan tidak dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat hal tersebut dapat menjadi dosa.
Jika penundaan dilakukan tanpa uzur hingga masuk Ramadan berikutnya, maka selain wajib mengqadha puasa, sebagian ulama juga mewajibkan pembayaran fidyah sebagai denda.
Namun, bagi yang memiliki alasan syar’i seperti sakit berkepanjangan, penundaan masih dapat dimaklumi sesuai kondisi.
Agar tidak terlupa, penting untuk mencatat jumlah hari puasa yang belum ditunaikan.
Keutamaan Menyegerakan Qadha dan Fidyah
Menyegerakan kewajiban ibadah memiliki banyak keutamaan.
Melaksanakan qadha atau fidyah lebih awal menunjukkan ketaatan dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, hati menjadi lebih tenang karena tidak lagi memiliki tanggungan ibadah.
Bulan Syawal juga merupakan waktu yang penuh keberkahan, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Di sisi lain, menyegerakan ibadah juga mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim, serta menghindarkan dari risiko lupa.
Tips Agar Tidak Menunda Qadha dan Fidyah
Agar lebih konsisten dalam menunaikan kewajiban ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Mulailah dengan membuat jadwal khusus untuk qadha puasa, misalnya menentukan hari-hari tertentu. Kemudian, tanamkan niat bahwa ini adalah kewajiban yang harus diselesaikan.
Melibatkan keluarga atau teman juga dapat membantu saling mengingatkan. Selain itu, manfaatkan layanan digital atau lembaga zakat untuk mempermudah pembayaran fidyah.
Terakhir, jangan lupa berdoa agar diberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban hingga tuntas.
Melunasi fidyah atau qadha puasa merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah setelah Ramadan. Jangan sampai kewajiban ini terus tertunda hingga menjadi beban di kemudian hari.
Dengan memahami cara, hukum, dan keutamaannya, kita dapat menjalankannya dengan lebih ringan dan penuh kesadaran. Jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk menyelesaikan tanggungan ibadah dengan segera.
Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita dalam menunaikan kewajiban ini dan menerima seluruh amal ibadah yang dilakukan.
Jangan tunda lagi pembayaran fidyah Anda. Di bulan Syawal yang penuh berkah ini, tunaikan fidyah dengan mudah dan aman melalui BAZNAS Kabupaten Sleman.
Selain menyempurnakan ibadah, fidyah yang Anda bayarkan akan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Yuk, segera tunaikan fidyah serta sempurnakan amal dengan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sekarang juga!
08/04/2026 | Humas
BAZNAS TV
Sosialisasi Program Sleman Produktif ke UMKM di Sendangtirto, Berbah
Penulis: Humas BAZNAS Sleman
Rp487 Juta untuk UMKM Sleman Naik Kelas dalam Program Sleman Produktif Februari 2026
Penulis: Humas BAZNAS Sleman




