WhatsApp Icon

Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik

salurkan-rp 44-juta-untuk-program-masjid-ramah-musafir-di-jalur-mudik

05/03/2026  |  Penulis: Ayw/BAZNAS Sleman

Bagikan:URL telah tercopy
Salurkan Rp44 Juta untuk Program Masjid Ramah Musafir di Jalur Mudik

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Sleman

BAZNAS Kabupaten Sleman mentasharufkan dana sebesar Rp44 juta untuk mendukung Program Masjid Ramah Musafir dan Pemudik yang berada di jalur strategis mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Sleman.

 

Pentasharufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi Masjid Ramah Musafir/Pemudik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) di Aula Lantai 3 Kemenag Sleman, Jalan Dr. Radjimin, Tridadi, Sleman.

 

Program ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program mudik nasional bertema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

 

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman diwakili oleh Wakil Ketua II Muhaimin, S.Ag., M.Pd., dan Wakil Ketua IV Muhyi Darmaji, S.Ag., M.Pd.I.

 

Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan.

 

Ia menjelaskan bahwa terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik.

 

“Kemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BAZNAS hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya.

 

Menurutnya, masjid ramah pemudik diharapkan dapat melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain menjadi kebijakan nasional, program ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para musafir yang singgah di wilayah Sleman.

 

Ia menambahkan bahwa keberadaan pemudik juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

“Jika para pemudik merasa disambut dengan baik, maka akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini bisa menjadi daya tarik agar mereka kembali berkunjung ke Sleman,” ujarnya.

 

Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berjalan saat momentum mudik Lebaran, tetapi akan dikembangkan menjadi program Masjid Ramah Musafir sepanjang tahun sebagai pusat pelayanan umat.

 

Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid semakin berdaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

“Pada masa Ramadan dan Idulfitri jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar para musafir merasa nyaman,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp44 juta yang ditasharufkan oleh BAZNAS Sleman merupakan stimulan bagi masjid-masjid yang masuk dalam program tersebut.

 

“Dana ini menjadi stimulan bagi Masjid Ramah Musafir, selanjutnya pengelolaan dapat dikembangkan menggunakan dana masjid seperti infak jamaah maupun donatur,” jelasnya.

 

Muhaimin juga menyampaikan berbagai program lain yang dijalankan BAZNAS Sleman untuk mendukung pemberdayaan masjid dan kesejahteraan masyarakat, seperti BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), program BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot, serta penyaluran bingkisan lebaran bagi 500 TPA dan rois di Kabupaten Sleman.

 

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terkait penghimpunan zakat.

 

Ia menjelaskan bahwa lembaga atau masjid yang ingin menghimpun zakat perlu membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah BAZNAS agar memiliki legalitas resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Dengan adanya SK UPZ dari BAZNAS, penghimpunan zakat di masjid menjadi sah secara hukum karena amil yang bertugas merupakan amil yang ditunjuk oleh negara,” jelasnya.

 

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

 

Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan masjid-masjid di Kabupaten Sleman dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.

Lihat Daftar Rekening →