Renungan: Kebahagiaan yang Datang dari Memberi
07/01/2026 | Penulis: Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ilustrasi, kebahagiaan yang datang ketika memberi.
Di tengah dinamika kehidupan yang kerap menguji kesabaran dan keikhlasan, manusia sering mencari makna kebahagiaan dari berbagai arah. Melalui tulisan ini, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., mengajak kita untuk sejenak berhenti dan merenungi satu hakikat sederhana namun mendalam: bahwa ketenangan hati dan kebahagiaan sejati kerap hadir bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang dengan ikhlas kita berikan.
Zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga jalan spiritual yang menuntun hati kembali dekat kepada Allah dan sesama.
Dalam perjalanan hidup yang tak pernah sepi dari ujian, setiap kita sedang mencari sesuatu yang sama: ketenangan hati. Ada yang mencarinya dari harta, jabatan, atau penghargaan manusia. Namun, sering kali hati kita tetap merasa gelisah, meski genggaman kita penuh.
Padahal, Allah telah membukakan pintu kebahagiaan itu dengan cara yang begitu sederhana, namun sering kita lupa: memberi.
Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban syariat. Ia adalah jalan pulang bagi hati yang lelah, jembatan bagi jiwa yang ingin kembali merasakan indahnya kedekatan dengan Allah.
Memberi bukan hanya tentang mengurangi harta, tetapi tentang menambahkan keberkahan dalam hidup. Kita melepaskan sesuatu dari tangan, namun pada saat yang sama Allah memasukkan ketenangan ke dalam dada kita.
Kita mungkin kehilangan angka dalam tabungan, tetapi Allah menggantinya dengan luasnya rizki, kelapangan hidup, dan doa-doa dari hamba-hamba yang terangkat berkat pemberian kita.
Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan, setiap infak yang kita sisihkan, setiap sedekah yang kita hulurkan—semuanya tidak pernah benar-benar hilang. Ia berubah rupa menjadi:
senyum anak yatim yang kembali percaya bahwa dunia masih penuh kebaikan,
napas lega orang tua yang akhirnya mampu membeli beras untuk keluarganya,
kekuatan bagi para mustahik untuk bangkit dan menjadi mandiri.
Dan seluruh kebaikan itu kembali kepada kita dengan cara yang tidak selalu terlihat oleh mata, tapi selalu dirasakan oleh hati.
Allah berfirman:
“Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya.”
(QS. Saba: 39)
Saat kita memberi, sebenarnya kita sedang menyalakan cahaya—di hidup orang lain, dan juga di dalam diri kita sendiri.
Hari ini, marilah kita membuka hati:
Bukan sekadar untuk menunaikan kewajiban, tetapi untuk menyempurnakan rasa syukur. Harta yang kita keluarkan mungkin sedikit, tetapi dampaknya bisa mengubah hidup seseorang.
Dan di hadapan Allah, tak ada kebaikan yang sia-sia. Setiap pemberian adalah saksi bahwa kita pernah peduli, pernah membantu, pernah berkontribusi bagi ummat Rasulullah ?.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ringan tangan, luas hatinya, dan besar cintanya kepada sesama.
Mari bersama BAZNAS, kita bangun bumi dengan kebaikan, dan kita siapkan akhirat dengan kebahagiaan yang tak terhingga.
Karena memberi bukan membuat kita berkurang—memberi justru menjadikan kita tumbuh.
Mari kita wujudkan nilai-nilai kebaikan itu dalam langkah nyata. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman sebagai lembaga resmi yang amanah dan profesional. Setiap harta yang kita titipkan bukan hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang terus mengalir pahalanya.
Bersama BAZNAS Sleman, mari ringankan beban saudara kita, tumbuhkan harapan, dan raih keberkahan hidup—karena dengan memberi, kita sesungguhnya sedang menumbuhkan kebahagiaan yang hakiki.***
Artikel Lainnya
Kalau Saya Berzakat, Saya Dapat Apa?
Kenapa Zakat Harus Dikelola Lembaga Resmi? Ini Alasan Pilih BAZNAS Sleman
Wajib Tahu! Syarat dan Waktu Membayar Zakat Mal dan Fitrah
Renungan : Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Tolonglah Agama Allah, Maka Allah Menolong Kita
Sedekah, Jalan Sunyi Menuju Kesehatan Jiwa Seorang Muslim

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
