Kalau Saya Berzakat, Saya Dapat Apa?
27/10/2025 | Penulis: Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
Ilustrasi, orang ingin pergi berzakat ke BAZNAS Sleman. (Ai)
Dalam keseharian kita mencari rezeki, sering kali ada momen ketika hati bertanya, untuk apa sebenarnya kita memberi?
Di tengah sibuknya rutinitas dan tuntutan hidup, pertanyaan sederhana namun dalam seperti “Kalau saya berzakat, saya dapat apa?” kerap muncul tanpa disadari.
Renungan berikut ditulis oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin, S.Ag., M.Pd., sebagai ajakan untuk kembali memaknai zakat bukan sekadar kewajiban, tapi sebagai jalan membersihkan hati, menumbuhkan empati, dan menguatkan hubungan kita dengan Sang Pemberi Rezeki.
Kalau Saya Berzakat, Saya Dapat Apa?
Pertanyaan ini sering terdengar ketika kami mengetuk hati para wajib zakat.
“Kalau saya berzakat, saya dapat apa?”
Sebuah pertanyaan yang jujur, tapi juga menggugah nurani kita. Sebab sesungguhnya, zakat bukanlah transaksi bisnis, melainkan ikatan spiritual antara kita dan Allah.
Zakat bukan tentang apa yang kita lepaskan, tapi tentang apa yang kita bersihkan dan tumbuhkan dalam diri.
Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan sekadar angka di slip gaji, tapi tanda syukur atas nikmat rezeki dan amanah jabatan yang kita emban.
Kita mungkin merasa gaji ini hasil kerja keras kita, padahal di dalamnya ada bagian orang lain — anak yatim yang belum makan, janda yang berjuang sendiri, santri yang belajar dengan semangat walau tanpa biaya.
Maka saat seorang berzakat, sejatinya ia sedang berkata:
“Ya Allah, aku ingin bersih. Aku ingin menjadi bagian dari keadilan-Mu di bumi.”
Dan balasannya?
Allah berjanji, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.
“Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
(QS. Saba’: 39)
Jadi, kalau Anda bertanya,
“Kalau saya berzakat, saya dapat apa?”
Jawabannya:
Anda akan mendapat ketenangan hati yang tak bisa dibeli, rezeki yang tumbuh tanpa terasa, dan pahala yang tak pernah habis, bahkan setelah kita tiada.
Karena zakat bukan sekadar memberi, tapi menegaskan siapa diri kita:
Bahwa kita peduli, kita bersyukur, dan kita beriman.
Semoga renungan ini mengingatkan kita bahwa setiap zakat yang ditunaikan bukan sekadar angka atau kewajiban tahunan, tetapi wujud nyata dari rasa syukur dan cinta kepada sesama.
Mari bersama menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sleman, agar setiap kebaikan yang kita tanam bisa tumbuh menjadi manfaat yang luas dan keberkahan yang abadi.***
Oleh:
Muhaimin, S.Ag., M.Pd.
(Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan
BAZNAS Kabupaten Sleman)
Artikel Lainnya
Seandainya Aku Bisa Kembali, Hanya untuk Bersedekah
Renungan: Melatih Keikhlasan dalam Setiap Ibadah
Apa Saja Jenis Kafarat? Berikut Penjelasannya
Pengertian dan Ketentuan Zakat Fitrah 1447 H/ 2026
Kenapa Harus Zakat Lewat BAZNAS Sleman? Ini 7 Alasannya
Renungan: Kebahagiaan yang Datang dari Memberi
Renungan : Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Cara Bayar Zakat Kurangi Pajak Penghasilan: Syarat dan Panduan Lengkap
Kafarat dalam Islam: Pengertian, Dalil, dan Cara Menunaikannya
Tolonglah Agama Allah, Maka Allah Menolong Kita
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan Sunnahnya
Sedekah, Jalan Sunyi Menuju Kesehatan Jiwa Seorang Muslim
Tata Cara Pengajuan & Pengesahan UPZ Masjid kepada BAZNAS Sleman
Keistimewaan Yogyakarta dan Ikhtiar Mengentaskan Kemiskinan melalui Zakat
Zakat Adalah Kewajiban Umat Islam untuk Membersihkan Harta dan Jiwa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sleman.
Lihat Daftar Rekening →